Warga Mijen Kaliwungu Kudus Ikhlaskan 2 Km Lahannya Jadi Jalan

Ujung jalan lingkar yang masih belum dibangun, warga menginginkan jalan segera dibangun meski tidak diganti lahan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ujung jalan lingkar yang masih belum dibangun, warga menginginkan jalan segera dibangun meski tidak diganti lahan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejauh dua kilometer lahan warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu rela tidak diganti untuk pembangunan jalan. Warga sepakat untuk tidak mendapatkan ganti rugi, melainkan hanya mendapatkan kemudahan saja.

Hal itu diutarakan Kades Mijen, Kecamatan Kaliwungu Sukri, menurutnya dalam pembangunan jalan yang menelan tanah warga itu, tidak ada ganti rugi. Melainkan, warga dijanjikan kemudahan dalam mengurus hingga gratis dalam membuat surat tanah dan IMB.

”Warga di sini khususnya yang dilewati jalan, dapat kemudahan dalam urus surat tanah dari Badan Pertanahan Nasional. Bahkan, pemerintah juga menjanjikan untuk urus IMB secara cuma-cuma. Hal itu disampaikan kepada kami saat pertemuan beberapa kali,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mencontohkan seorang warga yang ingin memecah tanah untuk ahli warisnya. Yakni Mbah Sukrin, mumpung diberikan fasilitas secara gratis, dia memanfaatkan mengurus sertifikat tanah yang dipecah tanahnya untuk anak-anaknya.

Hanya, usulan pemecahan yang dilakukannya bersama dengan warga lainnya itu, masih belum jadi hingga sekarang. Sukri mengungkapkan, hal itu disebabkan banyaknya warga yang mengurus.
”Kalau pemohon awalnya 84, namun sekarang menjadi 192. Itu juga membuat lama pembangunan dilanjutkan,” katanya.

Mengenai infrastruktur lokasi jalan, dia menjelaskan sudah ada jembatan yang kokoh berdiri di sana. Sehingga, tinggal melanjutkan pembangunan jalan saja.

”Kalau sudah jadi, harga tanah di sana bisa naik banyak. Bahkan bisa naik hingga 10 kali lipat dari harga semula,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)