17 ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang Tenggelam di Perairan Jepara Dipulangkan ke Kampung Halaman

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 17 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Sinar Rezeki dipulangkan ke asal mereka masing-masing, Sabtu (24/3/2018). Mereka menumpang kapal Express Bahari dari Karimunjawa-Jepara, pukul 09.00 WIB.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jepara Arwin Noor Isdianto mengatakan, ke tujuh belas ABK tersebut dalam kondisi sehat. “Kemarin kan ada 29 ABK yang diselamatkan setelah kapal KM Bintang Sinar Rezeki tenggelam. Sebanyak 10 orang sudah dipulangkan langsung (Kamis,22/3/2018) setelah kejadian. Dua orang masih dirawat di RSUD Kartini dan 17 orang lainnya dipulangkan hari ini,” ungkapnya.

Menurutnya, ke 17 ABK yang dipulangkan hari ini berasal dari empat wilayah. Diantaranya Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang. Setelah turun dari kapal penyerangan, para nelayan tersebut kemudian didata dan dicek kesehatannya.

“Sementara yang dua orang (Sutomo dan Bahrudin) yang kemarin ditemukan terapung di sekitar Pulau Mandalika, masih harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Mengingat kondisi kesehatannya belum pulih benar,” tambah Arwin.

Suroto, seorang penyintas kecelakaan kapal tersebut mengatakan, saat diselamatkan kondisi awak kapal memang tercerai berai. Mereka berpegangan pada gabus atau apapun yang dapat menyelamatkan jiwa mereka.

“Kapal saat itu terbalik. Solar pun tumpah. Saya juga terpaksa menyelam untuk menghindari tertimpa badan kapal yang oleng,”. ujar warga Depok, Kabupaten Batang itu.

Diberitakan sebelumnya, KM Bintang Sinar Rezeki berbobot 125 GT tenggelam di perairan Jepara. Dari 29 ABK, 10 diantaranya diselamatkan nelayan di perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang-Mlonggo. Sementara 17 lainnya diselamatkan Kapal Jasa Samudra menuju Karimunjawa.

Sedangkan dua sisanya, baru dapat diselamatkan pada Jumat pagi. Mereka terpisah dari rombongan dan dapat ditemukan setelah 28 jam mengambang di lautan. Beruntung nyawa mereka dapat terselamatkan, dan kini mendapatkan perawatan di RSUD Kartini.

Editor: Supriyadi

Haru, 2 ABK yang Sempat Hilang Ternyata Berulang Tahun di Hari Mereka Diselamatkan

MuriaNewsCom, Jepara – Ada kisah mengharukan dibalik selamatnya dua ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang sempat hilang di perairan Jepara. Ternyata, hari dimana mereka diselamatkan, Jumat (23/3/2018), adalah hari ulang tahun Sutomo dan Bahrudin yang merupakan ayah dan anak.

Diberitakan sebelumnya, Sutomo dan Bahrudin merupakan ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang tenggelam di perairan Jepara, Kamis (22/3/2018) dinihari. Mereka adalah bagian dari total 29 anak buah kapal, yang selamat.

Namun, ketika 27 ABK lain diselamatkan pada hari yang sama dengan terjadinya kecelakaan laut. Keduanya justru sempat terapung selama lebih kurang 28 jam, sebelum akhirnya diselamatkan Tug Boat Nayaka 2, pada Jumat pagi.

Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Zulhawary Agustianto mengungkapkan, Sutomo dan Bahrudin memang lahir pada tanggal yang sama yakni, 23 Maret. Si Ayah diketahui lahir pada 1983 atau 35 tahun, sementara Bahrudin berusia 17 tahun karena lahir pada 2001 silam.

“Keduanya adalah warga Desa, Tegalrejo, Kabupaten Batang Jawa Tengah,” ucapnya, Jumat siang.

Menurutnya, tak banyak hal yang diungkapkan keduanya saat diselamatkan. Ketika berada di kapal penyelamat, Tug Boat Nayaka mereka juga tak banyak bercerita.

“Kondisi saat dinaikan ke tugboat, si anak (Bahrudin) dalam keadaan lemas. Saat disuguhi makanan ia juga tak banyak makan karena masih syok dan lemas,” ujarnya.

Setelah dievakuasi dari tengah laut, mereka kemudian dibawa ke Jepara dan mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara. Mereka dijemput oleh kapal RIB Basarnas Jateng.

Ketika mendapatkan perawatan, Bahrudin juga tak banyak berkomentar. Saat ditanya pewarta, Bahrudin mengaku terlepas dari rombongan besar 28 ABK yang juga tercerai berai.

Sebanyak 17 ABK diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sedangkan 10 lainnya diselamatkan ke Jepara, sesaat setelah kapal terbalik pada hari Kamis.

“Kaim bertahan dengan pelampung dan berpegangan pada ember cat. Kami terlepas dari rombongan besar (ABK lain),” ujar Bahrudin singkat.

Kini keduanya, dan seluruh ABK tengah menunggu penjemputan dari pemerintah daerah masing-masing. Adapun, kapal yang mereka tumpangi berangkat dari Pekalongan.

Editor: Supriyadi

‎Dua ABK Kapal Tenggelam yang Hilang Ditemukan Selamat di Perairan Mandalika

MuriaNewsCom, Jepara – Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Sinar Rezeki yang sempat hilang, ditemukan selamat, Jumat (23/3/2018). Keduanya, Sutomo dan Bahrudin diselamatkan oleh Kapal Tug Boat Nayaka 2, terapung di sekitar perairan Mandalika, Jepara. Selama di lautan, mereka berpegangan pada dua buah wadah cat kemasan besar dan memakai pelampung.

Koordinator SAR Jepara Wishnu Yugo Utomo mengatakan, kedua penyintas musibah Laka laut itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya diketahui adalah bapak dan anak.

“Saat ditemukan Sutomo (bapak) melambaikan tangan sambil berteriak kepada kapal Tug Boat Nayaka 2. Sementara Bahrudin, dalam keadaan agak lemas,” terangnya.

Setelah diselamatkan kapal TB Nayaka 2 tujuan Kota Baru, Kalimantan menuju Cirebon Jawa Barat, mereka dijemput oleh Basarnas. Dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) Basarnas, penyintas tersebut kemudian dibawa ke Jepara.

Setelah tiba didaratan, keduanya langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD Kartini.

Bahrudin korban selamat kecelakaan laut tersebut mengaku, terpisah dari rombongan ABK lain. Saat kapal terbalik, ia mengaku berpegangan pada papan dan gabus yang diikat.

“Namun saat itu kami terlepas dari ABK yang lain, kemudian baru diselamatkan ketika pagi datang,” urainya.

Keduanya terapung-apung di lautan lebih kurang 28 jam.

Diberitakan sebelumnya, kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rezeki mengalami rusak mesin dan tenggelam disekitar perairan Jepara. Dari 29 ABK, semuanya selamat. Tujuh belas diantaranya terselamatkan kapal Jasa Samudra dan dibawa ke Karimunjawa. Sementara 10 lainnya dibawa ke Jepara, Kamis (22/3/2018).

Editor : Supriyadi

Kapal Pencari Ikan Asal Pekalongan Tenggelam di Perairan Jepara, 27 ABK Selamat Dua Lainnya Hilang

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rejeki dari Pekalongan, tenggelam di perairan utara Jepara, Kamis (22/3/2018) dini hari. Dari 29 Anak Buah Kapal (ABK), 27 dapat diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian petugas.

Data yang dikumpulkan MuriaNewsCom, 17 ABK diselamatkan kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sementara 10 ABK lain, berhasil diselamatkan nelayan, ke perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.

Nahkoda Kapal KM Bintang Sinar Rezeki Kasdu mengungkapkan, kapalnya itu mengalami kebocoran pada lambung. Sebelum rusak kapalnya itu dihantam ombak besar di utara Tanjung Emas Semarang. Air mulai masuk sekitar pukul 02.30 WIB Kamis dinihari.

“Yang bocor itu, bagian pembuangan air kapal. Jam 04.00 WIB pagi tadi terbalik. Setelahnya kami berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada papan yang diikat tali. Semula kami berkumpul semua, kemudian separuh dari kami mulai terpisah,” jelasnya.

Ia mengatakan, kapalnya berangkat dari Pekalongan menuju Banyuwangi untuk mencari Ikan Cakalang. Namun sebelum sampai tujuan, kapal tersebut mengalami kerusakan dan diterpa ombak di perairan Jepara.

Lokasi tenggelamnya kapal tersebut diduga berada 10 mil laut, disekitar Pantai Tubanan, Kecamatan Kembang.

Adapun, 10 ABK yang berhasil diselamatkan disekitar Dukuh Pailus adalah Turah, agus saipul, Budi Setiawan, Sanadi, Kaeron, Ahmad Ridho Zabidin, Kasdu, Ali Fahmi, Muhammad Adib dan Suratman.

Terpisah, Arif Rahman Kepala Desa Karimunjawa membenarkan 17 ABK sudah diselamatkan. Mereka adalah Rudi, Mahmuri, Norjono, Budi, Kirom, Ahmad Sodikin, Sukirno, Widodo, Faidur Rohman, Khoirul Riswanto, Sumono, Fahrudi Prasojo, Cahyono, Haryanto, Andreas, Suroso dan Rasmono.

“Mereka diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra yang melihat (17) ABK terapung di lautan. Mereka saat itu berlayar dari Jepara menuju Karimunjawa,” tutur dia.

Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto mengatakan, saat ini ke 17 ABK yang selamat di Karimunjawa dalam kondisi baik. Diantara mereka ada yang mendapatkan perawatan di Puskemas.

“Mereka ditemukan di 17 mil sekitar Pulau Mandalika. Kemudian mereka diselamatkan oleh kapal Jasa Samudra yang hendak berlayar ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Adapun, berdasarkan daftar penumpang, nama Sutomo dan Darsono belum diketemukan, hingga kini.

Editor: Supriyadi

Tenggelam di Selat Makassar, Pengurus Kapal Makmur Rejeki Pastikan 10 Nelayan Asal Pati Selamat

Pengurus kapal Makmur Rejeki Warsito menunjukkan data ABK yang melaut di perairan Masalima, Makassar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pengurus kapal Makmur Rejeki, Warsito memastikan bila sepuluh nelayan asal Pati selamat dalam insiden kecelakaan laut di perairan Masalima, Selat Makassar, Kalimantan Selatan, Senin (13/11/2017) Wita.

Warsito menjelaskan, kapal Makmur Rejeki tenggelam karena dihantam badai. Ada 25 anak buah kapal (ABK) yang berangkat dari Pelabuhan Juwana pada 3 November 2017 lalu.

“Ada satu korban meninggal dunia, sedangkan enam orang sedang dalam proses pencarian. Dari 18 orang yang selamat, sepuluh orang berasal dari Pati,” ujar Warsito saat ditemui MuriaNewsCom di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Selasa (14/11/2017).

Baca: Kunduran Kontainer, Mobil Pengangkut Uang ATM di Jepara Ringsek

Korban meninggal dunia adalah Tohani, warga Tratebang, Wonokerto, Pekalongan. Jenazah korban saat ini sedang dalam perapian di rumah sakit setempat.

Sementara korban selamat malam ini akan melakukan penyeberangan menggunakan kapal penumpang menuju Surabaya. “Besok sore dipastikan mereka sudah sampai Juwana,” imbuhnya.

Adapun enam korban yang saat ini dinyatakan hilang adalah Irfan Suryani, Solikin, Suntung, Ahmad Sakirin, Wasiban dan Karno. Semuanya ABK dari Kabupaten Pekalongan.

Dari informasi yang ia peroleh, kapal yang karam saat ini masih terapung di perairan Masalima. Dia berharap, kapal tersebut bisa segera dievakuasi dan dipulangkan ke Juwana.

Editor: Supriyadi

Duar…Kapal Motor Tegal Meledak di Kalbar, 13 ABK Berebut Pelampung, 1 Orang masih Hilang

ABK yang mengalami luka akibat KM Berkah Agung milik warga Kota Tegal, meledak di perairan Mungkut, Kalimantan Barat. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Tegal – Duar, kecelakaan laut terjadi sebuah kapal ikan bernama Kapal Motor (KM) Berkah Agung asal Kota Tegal, tiba-tiba meledak saat berlayar di perairan Mangkut Kalimantan Barat (Kalbar).  Meledaknya kapal yang bertolak dari Tegal, itu diduga karena terjadi gas bocor di mesin pendingin.

KM Berkah Agung membawa 13 ABK. Akibat kejadian, 1 orang masih hilang di laut, 1 orang lainnya alami luka parah, dan sisanya selamat.

Baca : Demo Rohingya Memanas, Polisi Pati Ini Justru Edarkan Kotak Amal

Untuk ABK yang masih hilang, atas nama Darmanto (42) warga Tegalsari, Kota Tegal. Sedangkan  ABK yang luka bernama Kuat (30). Sejumlah ABK selamat mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Hal itu tampak dari penuturan salah satu ABK, Ibnu (34).

Saat itu, mulanya kapal berjalan normal. Para ABK sedang asyik di depan kapal. Tiba-tiba insiden mulai terjadi. Mereka mendengar suara seperti gas bocor dari tabung pendingin (freezer) ikan.

Baca : Penumpang Teriak Histeris, Bus Laju Prima Terguling di Tanggul Sungai Tuntang Grobogan

Mendengar suara tak beres, nahkoda Iwan memerintah Kuat untuk mematikan mesin pendingin lebih dulu di ruang mesin kapal.  “Lho, belum sempat masuk kamar mesin, tahu-tahu meledak. Kuat terpental ke laut,” kata Ibnu, di Tegal, Jumat (8/9/2017). Suasana kapal kian mencekam karena api tiba-tiba telah memenuhi seluruh bagian kapal. Dalam kondisi terjepit itu, ABK berebut pelampung yang masih belum terbakar. Mereka pun segera menceburkan diri ke laut.

Baca : Berikut Jadwal Pemadaman Listrik di Jepara Hari Ini

Salah satu ABK, Darmanto, justru tidak mau menceburkan diri. Dia beralasan kepada temannya, tak bisa berenang. Kapal pun meledak. Darmanto hingga sekarang belum ditemukan. Sementara para ABK yang masih berada laut dalam kondisi terapung mencoba bertahan semampunya. Untunglah, hampir setengah jam kemudian muncul KM Elbianva, yang sama-sama satu pemilik yakni Sodikin warga Blanak RT 4 RW 2, Kota Tegal. Para ABK itu diselamatkan di KM Elbianva menuju Pelabuhan Tegal.

Mereka tiba di Pelabuhan Tegal Kamis (7/9/2017). Korban luka pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.  

Kanit Penegakan Hukum Polairud Kota Tegal, Aiptu Sugiarto, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan insiden KM Berkah Agung. Kapal meledak pada Rabu (6/9/2017).

Editor : Akrom Hazami