Nelayan Pati yang Meninggal di Perairan Sulsel Diduga Terkena Serangan Jantung

KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi (memakai peci) ikut mengangkat jenazah saat tiba di Pelabuhan Juwana, Rabu (12/10/2016) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi (memakai peci) ikut mengangkat jenazah saat tiba di Pelabuhan Juwana, Rabu (12/10/2016) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Jumarlan (35), warga Desa Banyuurip RT 3 RW 2, Margorejo, Pati mendadak meninggal dunia saat terlelap tidur. Jumarlan meninggal di atas kapal KM Buntar Rejeki II saat melaut di kawasan perairan Sulawesi Selatan, Minggu (09/10/2016) sekitar pukul 03.00 WITA.

Setelah tiba di Juwana, Rabu (12/10/2016) pukul 01.30 WIB, petugas kepolisian dari Tim Inafis dan tim medis melakukan identifikasi dan pemeriksaan jenazah. Pemeriksaan dilakukan di Pelabuhan UPP Kelas III Juwana.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyimpulkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim medis menduga, korban meninggal dunia lantaran terkena serangan jantung. Pasalnya, kuku pada jari tangan korban dalam keadaan membiru.

“Setelah diidentifikasi dan dinyatakan meninggal dunia karena diduga serangan jantung, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga. Setibanya di rumah, jenazah langsung dimandikan dan dikebumikan,” kata KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi.

Kapal KM Buntar Rejeki II sendiri dijemput KBO Satpolair bersama dengan kru kapal menggunakan kapal Patroli IX-1024 di parairan Muara Juwana. Sesampainya di Pelabuhan UPP Kelas III Juwana, jenazah kemudian diidentifikasi tim medis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumarlan meninggal dunia dalam keadaan terlelap tidur saat ABK lainnya membangunkan untuk menjaring ikan. Nahkoda yang mengetahui hal itu kemudian menghubungi pemilik kapal.

Editor : Kholistiono

ABK Asal Pati Meninggal di Atas Kapal saat Berlayar di Sulawesi Selatan

Jenazah Jumarlan tiba di Juwana, Rabu (12/10/2016) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jenazah Jumarlan tiba di Juwana, Rabu (12/10/2016) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Jumarlan (35), warga Dukuh Jenggolo 3, Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo meninggal dunia dalam keadaan terlelap tidur di atas kapal KM Buntar Rejeki II saat melaut di kawasan Sulawesi Selatan, Minggu (09/10/2016) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.

KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi mengatakan, nahkoda sudah melaporkan kepada pemilik kapal setelah melihat salah satu ABK mendadak meninggal dunia dalam keadaan tertelap tidur. Tanpa pikir panjang, nahkoda kemudian memutuskan untuk kembali dan sampai di Juwana pada Rabu (12/10/2016) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

“Dari informasi yang kami himpun, saat itu para ABK akan menjaring ikan. Lantaran Jumarlan belum bangun ketika saatnya menjaring ikan, teman-temannya membangunkan dari tempat tidur. Ternyata dia sudah meninggal dunia,” ungkap Iptu Daffid.

Hal itu diakui Suwarlan, salah satu ABK. Pada waktu itu, sekitar pukul 03.00 WITA, para ABK mempersiapkan diri untuk menjaring ikan. Hanya Jumarlan yang belum bangun. Salah satu di antara mereka kemudian mencoba membangunkannya.

Betapa terkejutnya mereka setelah mengetahui rekan kerjanya itu sudah tidak bernapas. Mereka tidak menduga temannya itu sudah meninggal dunia. Pasalnya, Jumarlan dalam posisi tidur sehingga tidak ada yang menduga temannya itu tidur untuk selamanya.

Editor : Kholistiono