ABG Ketakutan Lihat Mayat Berambut Ikal Mengapung di Sungai

Jenazah ABG berambut ikal yang mengapung di sungai di Pemalang. (Humas Polres Pemalang)

MuriaNewsCom, Pemalang – Danur (15), warga Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang ketakutan saat melihat sesosok mayat yang mengapung di sungai Malang, Nyamplungsari, Selasa (24/10/2017).

Penemuan mayat tersebut, oleh Danur langsung diberitahukan ke rekannya, Patmuji (47) dan Dirno (47). Mereka kemudian melaporkannya kepada kepala desa dan diteruskan ke Polsek Petarukan.

Petugas Polsek Petarukan langsung mendatangi tempat kejadian dan mengamankannya. “Mayat tersebut umurnya berkisar 15 tahun, berambut ikal kemerahan, kulit sawo matang dengan tinggi badan 150 cm dan berat 40 kg,” kata Kapolsek Petarukan, AKP Amin Mezi, S.

Berdasarkan keterangan para saksi, korban sepertinya mengalami gangguan jiwa dan sering mondar-mandir di wilayah Nyamplungsari. “Tidak diketahui asal dan keluarganya,” jelas seorang saksi.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis Puskesmas Klareyan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban meninggal murni karena tenggelam di sungai,” jelas  perwakilan medis puskesmas, dr Wendy.

Mayat korban, menurut Amin, selanjutnya dibawa ke RSU   Ashari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

 

 

TEGA, ABG Laporkan Ibu Kandungnya ke Polisi di Kudus

Sukini, ibu yang dilaporkan anaknya ke polisi, menunjukkan berkas pemanggilan dari Polsek Mejobo, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – NHPA (17) warga Desa/Kecamatan Mejobo, Kudus, tega melaporkan ibu kandungnya, Sukini (52). NHPA melaporkannya dengan tuduhan adanya penganiayaan.

Kepada wartawan, Sukini menceritakan, anaknya melaporkan dirinya ke Polsek Mejobo, 16 Februari 2017. Sukini pun dipanggil polisi pada 18 Februari, sebagai tindak lanjut adanya laporan.

 “Saya kaget karena ada pemanggilan dari pihak Polsek. Saya tidak menyangka kalau anak yang saya besarkan sampai berbuat sejauh itu,” kata Sukini, didampingi pengacaranya Yusuf Istanto, di Kudus, Kamis (9/3/2017).

Saat dipanggil kepolisian, PNS guru salah satu SD setempat itu mengatakan, jika telah memukul anaknya.  Sukini memukul pundak anaknya. Hal itu dilakukan Sukini sebagai bentuk teguran. Sebab anaknya tidak mau mendengarkan nasihat. Yakni supaya belajar, dan berhenti keluyuran.

Pihaknya tidak mau masalah ini berlarut-larut. Dia pun berupaya mengajak anaknya damai. Selain itu, Sukini juga berharap anaknya kembali tinggal bersama. Mengingat usai kejadian, anaknya tinggal bersama ayah. Diketahui, dirinya telah pisah dengan suami atau ayah si anak, November 2008.

Editor : Akrom Hazami