Ribuan Tiket Last Child dan Souljah di Kudus Laris Manis

sukun e

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan konser yang mendatangkan bintang tamu Last Child dan Souljah yang diselenggarakan KNPI bersama WMld, bakal meraih. Hal itu terlihat dari penjualan tiket awal konser, yang sudah terbeli hingga 1500 lembar

Panitia kegiatan Ahmad Amir Faishol mengatakan, awal pembukaan penjualan tiket hingga kemarin sudah sekitar 1.500 terjual.

“Konser akan diselenggarakan di lapangan Hawe, Jember. Bagi yang belum memiliki tiket, dapat membelinya di lokasi” katanya saat ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/7/2016).

Menurutnya, tiket yang dibeli di tempat konser dengan sebelumnya berbeda. Jika sebelum hanya seharga Rp 20 ribu, maka saat konser berlangsung,harganya Rp 25 ribu.

Untuk berjalannya konser, panitia menyiapkan 14 ribu lembar tiket. Panitia optimistis tiket akan terjual. Meski memiliki perbedaan harga, semuanya berkesempatan mendapatkan hadiah. Sebab, panitia menyiapkan doorprize yang akan diundi saat kegiatan konser berlangsung.

Model undian,yakni dengan tiket yang dibeli. Tiket bakal disobek untuk masuk kotak undian. Kemudian, undian akan dilakukan dengan mengambil sobekan tiket yang dibeli.

“Beberapa hadiah pasti akan diundi. Jadi selain terhibur oleh band nasional, hadiah juga sudah menanti untuk dibawa pulang oleh penonton,” ujarnya.

Kegiatan konser yang berlangsung pada 31 Juli, juga termasuk dengan memperingati HUT ke-43 KNPI. Kegiatan ini dinilai bakal sukses lantaran banyaknya peminat.

Editor : Akrom Hazami

 

Ternyata Berbahaya kalau Makanan dan Obat Diletakkan di Satu Etalase

uplod jam 18 bahaya makanan dan obat (e)

BPOM mengecek kosmetik dan obat atau makanan di Pasar Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan sidak yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus bukan hanya terfokus pada obat terlarang dan kosmetik palsu saja. Melainkan penempatan atau penataan barang dagangan yang ada di etalase juga dipantau secara teliti.

Bagian Farmasi DKK Kudus Rohis mengatakan, sidak ini juga untuk memberikan pendidikan kepada pedagang. Bahwa satu etalase harus digunakan untuk menyimpan barang dagangan sejenis.Misalkan satu etalase tidak boleh dibuat menyimpan obat dan makanan.

“Sebab nantinya aroma obat itu bisa membuat kualitas makanan menurun.Terlebih jika obat tersebut adalah pembasmi nyamuk, kata Rohis.

Dia melanjutkan, bila satu etalase itu dibuat menyimpan dua produk berbeda, maka akan membahayakan kualitas barang dagangan makanan itu.

Dari pantauan MuriaNewsCom, rata-rata pedagang tersebut menyimpan barang dagangannya secara campur. Baik itu makanan, obat dan kosmetik. Semuanya ditempatkan di satu etalase.

“Seharusnya, pedagang memisahkan barang dagangan makanan baik itu minuman ringan, makanan dengan obat obatan maupun kosmetik. Ditempatkan di etalase berbeda. Biar makanan juga tidak beracun,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Bahaya, Obat dan Kosmetik Ilegal Beredar Bebas di Apotek dan Pasar di Kudus