Penyaluran Bansos Rastra di Grobogan untuk Bulan April Diajukan

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) di Grobogan untuk alokasi bulan April diajukan. Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso saat melakukan pemeriksaan kualitas beras untuk program rastra di Gudang Bulog 104 Purwodadi, Selasa (27/3/2018).

Menurut Andung, pada penyaluran bansos rastra untuk alokasi bulan Januari-Maret dilakukan sesuai bulannya. Namun, khusus penyaluran bulan April dilakukan pada akhir Maret hingga awal April.

“Penyaluran alokasi bansos rastra bulan April rencananya kita lakukan mulai Rabu besok sampai 6 April. Hal ini kita lakukan berkaitan dengan adanya instruksi dari Bulog pusat agar penyaluran bansos rastra bulan April diajukan waktunya,” imbuh Andung didampingi Kabid Sosial Kurniawan.

Disinggung soal kualitas beras yang akan disalurkan pada penerima, Andung menyatakan, cukup bagus. Menurutnya, jika ada penerima yang berasnya ternyata tidak bagus maka pihak bulog akan menggantinya.

“Kami sudah berkomitmen dengan bulog untuk langsung mengganti beras apabila kualitasnya tidak sesuai ketentuan. Kami beri toleransi waktu 2 x 24 jam untuk mengganti berasnya. Jika beras yang diterima kurang bagus maka cepat laporkan,” tegasnya.

Menurut Andung, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Porgram bansos rastramerupakan peralihan dari bantuan Raskin.

Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Dalam waktu dekat, penyaluran beras rastra akan diganti dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Dijelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Untuk program BPNT ini sudah kita sosialisasikan pada camat dan kepala desa beberapa hari lalu. Mengenai pelaksanaan BPNT masih menunggu surat resminya dari Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Modin di Jepara Diajari Cara Memandikan Jenazah ODHA

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 50 orang Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) atau modin, mendapatkan pelatihan perawatan jenazah berpenyakit HIV-AIDS. Hal itu untuk meminimalisir penolakan jenazah, karena takut tertular.

Menurut data, korban meninggal akibat terinfeksi HIV-AIDS berjumlah 205 orang. Sedangkan dalam kurun 1997-2017 penderita penyakit tersebut mencapai 890 orang. Di tahun 2017 sendiri, ada 149 orang terinfeksi dengan 8 orang meninggal dunia.

“Seringkali kita masih mendengar bahwa terdapat kelompok masyarakat yang enggan, tidak berani, bahkan menolak melakukan pemulasaran jenazah ODHA karena takut tertular virus HIV.” ujar Setyadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Jepara, Selasa (27/3/2018).

Ia menyebutkan, pengetahuan akan pemulasaraan jenazah orang dengan HIV AIDS (ODHA) perlu dikuasai oleh modin. Jika tidak, maka akan timbul permasalahan seperti penolakan jenazah.

Para modin diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS dan cara penanganan jenazah ODHA yang tepat, oleh para narasumber dari Kantor Kemenag dan Dinkes.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lukito Sudi Asmara mengharapkan, dengan adanya pelatihan tak ada lagi diskriminasi terhadap jenazah ODHA. Selain itu, ia mengimbau agar ilmu yang diberikan dapat ditularkan.

“Syukur-syukur kelompok yang ada dari para peserta bisa menularkan kepada yang lain. Harapan kami juga bisa dikembangkan kepada yang lain yang memang minat dan serius,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Lagi Asyik Ngopi Sambil Judi Remi, 3 Warga Blora Ini Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Blora mengamankan tiga orang yang sedang ngopi sambil berjudi dengan kartu remi. Ketiga orang yang diamankan berasal dari Kecamatan Banjarejo. Yakni, Gianto (43), warga Desa Bacem, Sugarno (44) dari Desa Sendanggayam serta Suparno (40), warga Desa Balongsari.

“Ketiga tersangka, kita amankan saat judi di sebuah warung kopi di Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo. Kami juga menyita barang bukti berupa satu set kartu remi dan uang tunai taruhan perjudian senilai Rp 450 ribu,” terang Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo, Selasa (27/3/2018).

Penangkapan ini bermula dari laporan warga tentang adanya praktek perjudian dengan taruhan uang tunai di warung kopi tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan penyelidikan.

Saat praktik perjudian itu berlangsung, petugas langsung melakukan penggerebekan dan mangamankan tiga pelaku. Ketiga tersangka bersama barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya, dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian.

Editor: Supriyadi

Hari Ini KPU Kudus Lakukan Uji Publik DPS

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus melakukan uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) 2018. Hal itu guna memeroleh tanggapan masyarakat, untuk menjaring pemilih yang dimungkinkan masih tercecer. ‎

Syafiq Ainurridho Komisioner KPU Kudus Divisi Data dan Perencanaan mengatakan, uji publik merupakan inovasi KPU RI untuk memancing respon dari warga. Dirinya menyebut, tahapan tersebut akan dilaksanakan dalam satu hari.

“Pelaksanaannya hari ini pada tanggal 27 Maret. Uji Publik ini merupakan bagian dari rangkaian pengumuman dan tangapan masyarakat terhadap DPS. Nantinya masyarakat yang belum terdaftar atau mereka yang meninggal tapi masih terdaftar bisa melaporkan hal tersebut,” ujarnya, dihubungi MuriaNewsCom.

Ia mencontohkan, uji publik di salah satu TPS yang ada di Desa Menawan ada warga yang melaporkan bahwa salah satu anggota keluarganya tak terdaftar. Kemudian, petugas pemungutan suara langsung mendaftarkannya dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS-HP).

“Tentu saja, hal itu bisa memengaruhi DPS yang sebelumnya sudah ditetapkan,” urainya.

Adapun, DPS pilkada 2018 di Kudus sebesar 618.009 orang. Sedangkan, pemilih potensial non elektronik jumlahnya ada 8.998 orang.

Selain uji publik manual Syafiq mengatakan, KPU RI sudah menyediakan laman khusus bagi warga yang hendak mengecek partisipasinya. Masyarakat bisa mengakses laman infopemilu.kpu.go.id, calon pemilih dapat memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Jika sudah terdaftar maka datanya ada dalam laman tersebut. Jika belum bisa menghubungi PPS terdekat, untuk dimasukan datanya,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Hindari Kecurigaan, Maling Spesialis Apotek di Grobogan Ini Rela Sewa Mobil saat Beraksi

MuriaNewsCom, Grobogan – Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang, pelaku pembobolan apotek terbilang rapi saat melakukan aksi pencurian di wilayah Grobogan. Ia bahkan rela menyewa mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG untuk mengelabuhi warga.

Mobil rentalan itu biasanya ditempatkan di depan tempat usaha yang dijadikan sasaran. Adanya mobil sedan dinilai bisa mengurangi kecurigaan warga sekitar. Itu lantaran, warga mengira jika mobil tersebut adalah milik tamu atau kepunyaan pemilik tempat usaha.

Selama beberapa kali, aksi kejahatan yang dilakukan Wahyu berlangsung mulus. Hanya nasib apes menimpanya, saat hendak melakukan aksi pencurian di apotek Mitra Sehat di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Sabtu (17/3/2018) lalu.

Sebelum menguras barang di dalamnya, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

“Tersangka atas nama Wahyu Subroto ini biasanya beraksi seorang diri. Sasarannya sebagian besar adalah apotek,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Sebelum tertangkap, tersangka sedikitnya sudah dua kali melakukan pencurian di wilayah Grobogan. Yakni, di Apotek Graha Farma jalan DI Panjaitan Purwodadi, Senin (5/3/2018). Dalam aksinya, tersangka berhasil menggasak uang tunai Rp 10.182.000 dan obat-obatan senilai Rp 2 juta.

Kemudian, tersangka juga pernah beraksi di Apotek Wijaya Farma Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu. Di tempat ini, tersangka berhasil menggondol uang tunai Rp 5 juta.

Tersangka biasa melakukan aksinya selepas tengah malam. Tindak kejahatan dilakukan dengan cara memanjat bangunan dan membobol plafon. Setelah masuk ruangan, tersangka kemudian mengambil uang atau barang yang ada di dalamnya.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku serta satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, tersangka juga pernah melakukan aksi kejahatan dilokasi lainnya,” pungkas kapolres.

Editor: Supriyadi

Yasin Bakal Tiru Batang Jamin Kesejahteraan Madin dan Ponpes

MuriaNewsCom, Batang – Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyebut akan menggunakan inovasi yang dibuat Pemkab Batang dalam hal pengelolaan madin dan pondok pesantren. Di kabupaten ini guru madin mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah daerah.

Salah satu inovasinya yakni memberikan insentif yang cukup besar kepada guru madin. Pemkab menyiapkan insentif sebesar Rp 1,2 juta bagi setiap guru madin untuk tahun 2018 ini. Jumlah itu mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya yang hanya Rp 600 ribu.

Taj Yasin menyatakan, perhatian kepada madin dan ponpes sudah menjadi keharusan karena lembaga pendidikan tersebut juga turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus. Oleh karenanya, jika kelak terpilih pihaknya berencanaya menularkan apa yang dilakukan Pemkab Batang ke kabupaten/kota lain.

“Hal ini harus kita sebarkan ke 35 Kabupaten di Jawa Tengah,” katanya, Selasa (27/3/2018) usai bertemu pimpinan DPC PDIP dan PPP di Kabupaten Batang.

Namun, sebelum inovasi tersebut ditularkan ke seluruh daerah di Jawa Tengah, Yasin berharap agar seluruh santri dan partai koalisi bergerak bersama dalam Pilgub 2018. Yasin menegaskan kemenangan harus diraih, agar madin dan ponpes semakin mendapat perhatian dari pemerintah.

Ketua DPC PPP Batang, Nur Faizin mengatakan sudah siap memenangkan pasangan Ganjar-Yasin. Pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan seluruh PAC di kecamatan seluruh Batang.

“Dari hasil survei kan 79 persen, kami menargetkan minimal 60 persen dan kalau bisa mendekati survei itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah melakukan konsolidasi dan terus berkoordinasi dengan kader di tingkat bawah. Ia yakin bisa memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut. Nur Faizin mengatakan telah berhasil mengantarkan Wihaji-Suyono jadi Bupati dan Wabup Batang.

Mereka adalah pasangan hasil koalisi Golkar-PPP. Pengalaman itu membuatnya yakin kemenangan dalam Pilgub 2018 akan tercapai.

Editor : Ali Muntoha

1 Spesies Hewan Purba Baru Ditemukan Tim Ahli BPSMP Sangiran di Banjarejo

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain jumlah koleksinya tambah banyak, jenis hewan purba yang pernah hidup di kawasan Banjarejo, Kecamatan Gabus juga makin beragam. Hal ini menyusul adanya potongan fosil hewan purba terbaru yang ditemukan tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, dari 8-19 Maret lalu.

Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta menyatakan, sepanjang kegiatan penelitian, ada 100 lebih fosil yang ditemukan dalam berbagai ukuran. Di antara fosil yang ditemukan itu, terdapat fragmen baru yang diindikasikan merupakan beberapa bagian gigi dari jenis babi hutan purba. Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di Dusun Kuwojo, sekitar 300 meter di sebelah utara Museum Lapangan Banjarejo.

Babi hutan itu kita perkirakan hidup satu zaman dengan hewan yang ditemukan di lokasi museum lapangan. Seperti gajah, banteng dan buaya. Perkiraan usia hidupnya 700 ribu hingga 1 juta tahun lalu.

Hasil dari temuan Tim dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Sayang sekali, fosil gigi babi hutan yang berhasil kita temukan jumlahnya hanya beberapa biji saja. Meski begitu, ini jadi temuan penting karena sebelumnya belum ada penemuan bagian tubuh fosil babi hutan tersebut,” kata Wahyu.

Wahyu menyatakan, saat melangsungkan penelitian di Banjarejo bulan Februari 2017 lalu, pihaknya juga menemukan fosil dari jenis hewan baru yang belum ditemukan sebelumnya. Yakni, bagian dari sirip ikan sejenis patin atau lele dengan nama latin Spina Pectorale Siluriformes. Diperkirakan jenis ikan ini dulunya hidup di perairan rawa.

Potongan hewan purba ini ukurannya relatif kecil, hampir seukuran kacang tanah. Panjangnya sekitar 3 cm dan lebar 0,7 cm.  Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di tegalan Dermo di sebelah utara Dusun Nganggil.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, hiu dan ikan laut.

Editor: Supriyadi

Rhoma Irama Kepincut Slogan Sudirman Said di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Raja Dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018. Rhoma menyebut alasannya mendukung pasangan ini karena kepincut dengan slogan yang diusung Sudirman-Ida, yakni Jateng ‘Mukti Tanpa Korupsi’.

Deklarasi dilakukan di Jakarta, Selasa (27/3/2018) yang dihadiri Sudirman Said dan perwakilan tim parpol koalisi pendukung Sudirman-Ida. Politisi PPP Lulung Lunggana juga terlihat hadir dalam deklarasi tersebut.

Rhoma menyebut, dukungan pada pasangan Sudirman-Ida didasarkan pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa, termasuk di dalamnya membangun Jateng.

Selain itu menurut dia, slogan yang diusung pasangan ini menurut dia, sangat relevan dengan kondisi Indonesia hari ini di mana ratusan pejabat daerah, termasuk gubernur, bupati dan walikota terlibat dalam kasus korupsi.

“Dukungan saya dalam setiap Pilkada di seluruh Indonesia tidak didasarkan pada siapa yang elektabilitasnya paling tinggi, bukan yang paling banyak uangnya. Bukan yang paling besar bayarannya. Tapi pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Rhoma menyebut, dalam memilih pemimpin kriteria kami adalah Islam, shiddiq (benar), amanah (jujur), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas). Sudirman Said menurut dia, memiliki kriteria itu sehingga pantas untuk didukung dan dimenangkan.

Rhoma juga bakal turun ke Jateng untuk mengkampanyekan Sudirman-Ida. Termasuk ia menjanjikan untuk mengerahkan pendukungnya di Jateng untuk memenangkan pasangan ini.

Elemen pendukung tersebut antara lain Forsa (Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group) dan Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola Indonesia (Fahmi Tamami) di mana Rhoma Irama menjadi Ketua Umum.

Sementara itu Sudirman menyatakan, dukungan Rhoma Irama menjadi energi baru dalam perjuangannya merebut hati masyarakat Jateng. Pasalnya penggemar Rhoma Irama masih sangat banyak di sepanjang pantai utara Jawa sampai ke selatan.

“Ini energi baru buat kami. Dan kami berterima kasih kepada Bang Haji yang bersedia menjadi bagian dari perjuangan kami di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Buka Akses Ekonomi, Pemkab Kudus Akan Buat Jalan Tembus Rahtawu-Soco

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan segera membangun akses jalan dari Desa Rahtawu ke Desa Soco, Kecamatan Dawe. Hal itu untuk membuka akses ekonomi dan mengembangkan pariwisata, dua desa yang ada di pegunungan Muria tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Samani Intakoris, Senin (27/3/2018). Menurutnya, saat ini jalan penghubung antar keduanya sebenarnya telah tersedia.

“Namun baru jalan kampung. Lebarnya pun hanya tiga meter, masih kecil,” ujarnya, disela kegiatan gotong royong pembersihan akses jalan ke Desa Rahtawu.

Menurutnya, total jalan yang akan dibuka sepanjang 9 kilometer. Saat ini, sudah ada 3 kilometer jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, namun masih berupa jalan kecil. Masih berupa jalan setapak dan baru bisa dilewati oleh motor.

DPUPR Kudus berencana melakukan pembukaan jalan pada tahun ini. “Untuk anggarannya kita pakai anggaran perawatan rutin (milik PUPR) Tahun depan akan kita mintakan izin pada bupati, untuk menjadi jalan,” urainya.

Samani mengatakan, kontur tanah yang akan dibuka menjadi jalan terdiri dari tegalan dan tebing-tebing dengan tinggi bervariasi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Rahtawu Sugiyono. Menurutnya, wilayah tersebut terdiri dari banyak tegalan milik warga.

“Itu kebanyakan lahan milik warga, milik pribadi. Nanti akan kami sosialisasikan dengan masyarakat terkait hal ini. Kami kira warga akan setuju bila dijadikan jalan,” tuturnya.

Disinggung mengenai ganti rugi, ia mengaku tak mempersiapkan hal itu. Sebab, menurutnya warganya akan sukarela untuk merelakan tanahnya ketika diminta untuk kemaslahatan negara.

Editor: Supriyadi

2 Begal Truk yang Beraksi di Klambu Grobogan Berhasil Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganKasus perampasan atau pembegalan kendaraan truk yang terjadi bulan Januari 2018 akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini seiring dengan tertangkapnya dua pelaku perampasan truk yang dilakukan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut.

Dua begal yang tertangkap merupakan warga di Kecamatan Grobogan. Masing-masing, Suprayitno (36), warga Dusun Welahan, Desa Lebak dan Muryanto (44), warga Dusun Celep, Desa Teguhan. Keduanya ditangkap pada hari yang sama tetapi dalam tempat berlainan, Kamis(15/3/2018) lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan, kedua pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Korban kejahatan itu menimpa sopir truk berama Sakijan (59), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Pada malam kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Suprayitno yang mengaku sebagai juragan hasil bumi menghubungi korban. Tujuannya meminta tolong korban agar mengambil muatan jagung di Dusun Pakem, Desa Batang, Kecamatan Sukolilo, Pati untuk diantarkan ke Purwodadi.

Usai menerima order, Sakijan kemudian berangkat untuk mengambil muatan menggunakan truk dengan nomor polisi K 1925 JT milik juragannya. Sesampai di Desa Taruman, kendaraan truk itu dihentikan tersangka Muryanto yang mengaku sebagai ayah Suprayitno. Muryanto yang saat itu berada di atas motor meminta Sakijan turun untuk membahas soal orderan barusan diterima.

Setelah turun dari kendaraan, korban langsung dipukul pakai balok kayu oleh Muryanto hingga jatuh tersungkur. Tidak lama kemudian, muncul Suprayitno yang sebelumnya bersembunyi dibalik pepohonan dan ikut memukuli Sakijan hingga terkapar.

Melihat korbannya sudah tergeletak, Muryanto kemudian mengambil alih truk tersebut dan melarikannya ke arah Purwodadi. Sedangkan Supriyatno juga ikut kabur dengan sepeda motor.

Setelah kedua pelaku kabur, Sakijan dengan tubuh lemas dan bersimbah darah meminta perlongan warga sekitar. Kemudian, warga melarikan Sukijan ke Puskesmas Klambu dan melaporkan kejadian itu pada pihak polsek setempat.

Tiga hari selah kejaidn, polisi berhasil menemukan truk yang dirampas kedua pelaku. Kendaraan truk itu disembunyikan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Jadi setelah melakukan aksi kejahatan, truk tersebut disembunyikan dulu oleh pelaku. Namun, barang bukti kejahatan itu akhirnya bisa ditemukan,” lanjut kapolres.

Dari penemuan barang bukti inilah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku perampasan truk. Petunjuk awal berasal dari bekas sidik jari milik Suprayitno yang ada di kaca truk.

Setelah tertangkap, Suprayitno menyebut satu nama lagi, yakni Muryanto yang membantunya merampas truk tersebut. Tidak lama kemudian, satu pelaku ini akhirnya berhasil diamankan polisi.

Saat jumpa pers, kedua tersangka mengaku hasil penjualan truk akan digunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa melakukan tindak kejahatan itu karena tidak punya pekerjaan tetap.

Editor: Supriyadi

Belasan Ibu Menyusui di Magelang Keracunan Jamu Uyub-uyub

MuriaNewsCom, Magelang – Sebanyak 11 orang ibu-ibu di Kabupaten Magelang, Selasa (27/3/2018) dilarikan ke rumah sakit, karena diduga keracunan jamu tradisional uyub-uyub. Korban keracunan berasal dari dua desa, yakni Desa Sanden Kecamatan Mungkid dan Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan.

Keduanya mengalami gejala keracunan setelah meminum jamu yang biasa dikonsumsi ibu hamil dan menyusui tersebut. Mereka dilarikan ke RSUD Muntilan, setelah meminum jamu tersebut pada Senin (26/3/2018) kemarin. Jamu itu dibeli dari seorang penjual bernama Saswati.

Kesebelas pasien tersebut yakni Anik Trianingsih (37), Santi Rahmawati (27), Lusia Afriani (23), Haryanti (35), Ida Riwayati (33), Indah Saputri (22), Dias Tri Yuliani (29), Napsiah (30), Saidah (35), Sarwati (25). Seluruhnya merupakan warga Dusun Ngloning, Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Ditambah satu warga Dusun Treko 3, Desa Treko, Kecamatan Mungkid yakni Maesaroh (28).

Dilansir dari detik.com,  dokter penyakit dalam RSUD Muntilan, dr Samsul meyebut para pasien yang semuanya adalah ibu menyusui tidak dalam kondisi parah. Hanya saja, ada beberapa yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami gejala kejang-kejang.

“Tapi tremornya (kejang) itu karena jamu atau yang lain kita masih evaluasi, karena infonya mereka sudah sempat minum obat tertentu setelah minum jamu,” kata Samsul.

Adapun gejala-gejala yang dialami oleh para pasien ketika dibawa ke RSUD Muntilan seperti mual, muntah, diare, nyeri perut. “Rata-rata gejala yang dikeluhkan mirip dengan gejala keracunan,” imbuhnya.

Dari keterangan salah satu korban, ia mengonsumsi jamu uyub-uyub kemarin sore. Saat mengonsumsi tidak ada gejala apa-apa. Baru skeitar tiga jam kemudian, mulai merasakan mual dan muntah, bahkan ada yang kejang-kejang.

“Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, baru tiga jam sesudahnya, tiba-tiba kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Lusia Arfiani (23), salah seorang korban keracunan, warga Desa Senden, dikutp dari tribunjogja.com.

Direktur RSUD Muntilan, M Syukri, mengatakan, sampai saat ini kondisi seluruh korban masih dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih.

“Hingga pagi ini kondisinya masih lemah, tetapi sadar dan dapat diajak komunikasi. Mereka masih harus menjalani perawatan dan penanganan intensif dan belum diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab sakitnya kesebelas warga tersebut. Namun dari dugaan awal, para korban ini diduga mengalami keracunan akibat jamu uyub yang dikonsumsinya. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Kesehatan agar kasus ini ditindaklanjuti.

Editor : Ali Muntoha

Seluruh SMK di Jateng Gelar UNBK, Pemprov Pastikan Tak Ada Gangguan

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan SMK di provinsi ini tak ada kendala. Ujian akhir ini bakal dilaksanakan April 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo menyatakan, segala persiapan UNBK sudah final. ”Data pokok pendidikan (dapodik), daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN, sudah semuanya,” katanya.

Ia menyebut, dari beberapa kali pelaksanaan simulasi UNBK yang dilakukan, sudah menunjukkan kesiapan pihak sekolah untuk menggelar ujian tersebut secara mandiri.

Untuk tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK), sudah 100 persen SMK di Jateng menggelar UNBK. Sementara tingkat SMA, masih 98 persen karena masih ada yang belum siap melaksanakan UNBK secara mandiri.

“Infrastruktur atau alatnya sudah siap. Artinya, sekolah bersangkutan siap kalau melaksanakan UNBK secara mandiri. Kami sudah cek ke beberapa sekolah. Nanti akan dibagi dalam tiga shift,” ujarnya.

Ia menyebutkan sekolah tidak harus menyediakan perangkat komputer sesuai jumlah siswa peserta UNBK untuk melaksanakan ujian secara mandiri. Karena pelaksanaannya bisa dibagi dalam maksimal tiga shift.

“Misalnya, kalau peserta ujian jumlahnya 150, komputernya sebanyak 55 unit sudah cukup. Kan nanti pelaksanaan UNBK bisa dibagi dalam tiga shift. Kami pastikan tidak ada kebocoran soal,” terangnya.

Bahkan, kata dia, peluang siswa untuk mencontek pekerjaan kawannya juga tidak memungkinkan. Karena masing-masing soal memiliki model yang berbeda, sehingga samping kanan-kiri pun tidak bisa mencontek.

“Dalam setiap ‘shift’ saja soalnya berbeda, satu ruangan juga berbeda. Kalau dalam ruangan ada 24 siswa peserta UNBK, model soalnya ya ada 24 macam. Kalau 20 siswa peserta UNBK, ya, ada 20 model soal,” paparnya.

Pelaksanaan UNBK untuk jenjang SMK, akan dilaksanakan pada 2-5 April 2018, kemudian 9-12 April untuk jenjang SMA dan madrasah aliyah (MA). Ujian susulan untuk SMA/SMK dan MA akan dilaksanakan pada 17-18 April 2018.

Editor : Ali Muntoha

Tahun Depan Kota Semarang Mulai Bangun Monorel Bandara-Simpang Lima

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai merealisasikan pembangunan monorel yang telah direncakan sejak beberapa tahun terakhir. Tahun 2019 mendatang, pemkot menargetkan pembangunan kereta modern itu bisa mulai dilakukan.

Monorel di ibu kota Jawa Tengah ini rencananya akan dibangun dari Bandara Internasional A Yani Semarang-Simpang Lima. Target pembangunan ini ditegaskan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam Musrembang Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2019 di Kompleks Balaikota, yang berlangsung 2 hari Senin-Selasa (26-27/3/2018).

Ada 11 prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang saat ini. Salah satunya pembangunan monorel yang ditargetkan dapat dimulai tahun 2019.

Program itu sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan konektivitas pusat-pusat ekonomi sekaligus pemantapan pelayanan publik.

“Pembangunan monorel dari Bandara Achmad Yani yang baru ke Simpang Lima menjadi penting untuk mendukung arah kebijakan Semarang pada 2019 yaitu penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa,” ujarnya.

Selain monorel, pengembangan aksesibilitas pada 2019 juga dilakukan dengan pengadaan lahan Semarang Outer Ring Road. Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga menargetkan pembangunan perlintasan tidak sebidang di Jalan Madukoro dan Jalan Anjasmoro Raya, serta kajian pembangunan Jembatan Madusono (Madukoro-Kokrosono).

Adapun arah kebijakan Semarang Hebat 2016-2021 yang ingin dicapai Hendi dimulai dari penyiapan infrastruktur untuk mendukung Kota Metropolitan yang sejahtera dan melayani pada tahun 2017.

Kemudian arah kebijakan di tahun 2018 ini adalah mewujudkan pengembangan infrastruktur untuk memecahkan masalah besar perkotaan dan daya saing SDM. Sementara di tahun 2019, kebijakan pembangunan diarahkan pada penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa.

“Dan di tahun 2020 arah kebijakan Semarang Hebat adalah terwujudnya pemantapan Semarang sehat, cerdas, tangguh, melayani, dan berdaya saing,” paparnya.

Ia optimistis perekonomian Kota Semarang akan terus meningkat. Berdasar data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang meningkat dari 78,04 pada 2012 menjadi 81,19 pada 2016.

Kemudian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang juga meningkat dari 86 triliun pada 2011 menjadi 115 triliun pada 2016. Sementara untuk nilai investasi juga melonjak dari 0,9 triliun pada 2011 menjadi 20,5 triliun pada 2017.

“Yang menggembirakan adalah angka kemiskinan di Kota Semarang juga menurun dari sebelumnya 5,13 persen pada 2012 menjadi 4,62 persen pada 2017,” tukasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kisah Habib Helmy dari Dolan ke Dandangan Hingga Menimba Ilmu ke Yaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mangkatnya Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34), menyisakan duka mendalam. Tak hanya keluarga besar dan jamaah pengajian Mahabbaturrosul, namun juga bagi teman karib.

Seusai pemakaman tokoh ulama asal Kudus itu, MuriaNewsCom berkesempatan berbincang dengan dua orang dekat Habib Helmy. Mereka adalah kakak kandungnya yakni Habib Ali dan teman sepermainannya Ustaz Ahmadi.

Sang kakak Ali bercerita, sebelum meninggal pada Minggu (25/3/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB tidak ada wasiat yang disampaikan. Hanya saja, ia sempat meminta seluruh keluarga berkumpul.

“Selain itu, pada waktu sakit adik saya pernah mengatakan ada malaikat yang hadir sehabis maghrib,” ujarnya, Senin (26/3/2018).

Ia merasa, adiknya itu memiliki karomah yang besar. Satu lagi yang diingat dari adiknya, yakni murah senyum.

Hal itu pun diamini oleh Ustaz Ahmadi. Menurutnya, semenjak kecil ia dan Habib Helmy sering menghabiskan waktu bersama.

Kebersamaan itulah yang menyebabkannya tak hanya akrab dengan Helmy, pun juga keluarga besarnya. Tak hanya saling sapa, kedekatan Ahmadi dengan keluarga besar Alaydrus pun sangat cair bahkan menyisakan cerita lucu.

“Dulu saya ingat waktu lebaran, saya disuruh oleh mamahnya (ibu dari Habib Helmy) ke toko pakaian yang dikelola oleh keluarganya. Di situ saya dipersilakan memilih baju. Nah setelah memilih baju, habib (Helmy) mengubungi saya, disuruh ke rumahnya. Begitu sampai di rumahnya, saya dicegah oleh asistennya, karena menurutnya habib pergi. Lalu saya tunjukan pesannya, akhirnya saya masuk ke kamarnya (Helmy) dan melempar baju-baju yang telah saya pilih. Ketika itu ada sosok mirip Habib Helmy, tapi kok kumisan ya. Ternyata sosok itu abahnya yang sedang tidur. Wah ternyata Habib memang tak ada di rumah. Itu sampai sekarang jadi bahan lucu-lucuan,” kenangnya.

Tidak hanya kisah itu. Sewaktu Habib Helmy dan Ustaz Ahmadi masih muda, keduanya pun kerap mendatangi dandangan bersama. “Pasti dia keluar menuju acara itu (dandangan),” tambahnya.

Lalu kemudian, Habib Helmy mulai tekun belajar agama ketika berkesempatan menimba ilmu di Yaman, dengan bimbingan guru Habib Salim Assatiri. Sejak itulah, anak ketiga dari Hasan bin Sholeh Alaydrus lebih gandrung dengan keilmuan Islam.

“Perjuangannya dulu membuat acara (pengajian) selapanan di tempat saya. Kemudian mulai ada Habib Syech yang lantas menggandeng Habib Helmy. Kini dari selapanan itu, ia kerap mendapatkan undangan kemana-mana. Mulai dari Rembang, Pati, Jepara, Blora hingga Yogyakarta,” pungkas Ahmadi yang kerap dipanggil Ahmadun oleh Habib Helmy.

Editor: Supriyadi

Rencana Pembangunan Bandara Ngloram Blora Didukung Anggota DPRD Jateng

MuriaNewsCom, Blora – Rencana pembangunan kembali bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora terus mendapat dukungan. Terbaru, dukungan juga diberikan oleh anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Samsul Arief pada wartawan, Senin (26/3/2018).

Menurut Samsul, beberapa hari lalu rombongan dari Komisi D DPRD Jateng sempat melangsungkan kunjungan kerja ke Blora. Salah satunya adalah meninjau kondisi lapangan yang ada di Desa Ngloram tersebut.

“Pada kunjungan lapangan tersebut Komisi D DPRD Jawa Tengah pada prinsipnya siap membantu dan mendukung proses pembangunan Bandara Ngloram seperti halnya Bandara Wirasaba di Purbalingga,” jelasnya.

Masih dikatakan Samsul, selain mendukung, Komisi D DPRD Jawa Tengah juga  mengatakan kesiapannya untuk membantu penganggaran pembangunan dalam APBD Provinsi Jawa Tengah. Soalnya, pelaksanaan pembangunannya nanti akan diusung bersama antara Pemkab Blora, Pemprov Jateng dan utamanya Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Pada tahun ini, Satker Otoritas Bandara Sumenep yang ditugasi untuk melakukan inventarisasi aset di lahan Bandara Ngloram telah menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan pemagaran dan pengamanan aset sebelum adanya pembangunan yang dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Dari Pemkab belum bisa memastikan berapa anggaran yang akan digunakan untuk mendukung pengaktifan kembali Bandara Ngloram. Kami masih menunggu master plan yang saat ini masih dibuat pihak Kemenhub. Dari master plan itu lah baru bisa diketahui berapa porsi Pemkab untuk mendukung pembangunannya,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Ratusan Pelayat Antar Jenazah Habib Helmy ke Pemakaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mendung menggelayut di atas Pemakaman Muslim Ploso Kudus, Senin (26/3/2018). Awan seolah menaungi ratusan pelayat, yang mengantarkan Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34) ke peristirahatan terakhir.

Sebelum jenazah Habib Helmi dibawa dari rumah duka di Kramat, Kecamatan Kota Kudus, pada sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca di Kota Kretek, panas menyengat. Namun setengah jam sebelumnya, hujan seolah mendinginkan pengabnya udara.

Sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah Habib Helmi tiba di pesareyan. Hujan telah usai dan ratusan pelayat kemudian memadati areal makam. Tua, muda, pria dan wanita. Mereka tampak hikmat sambil terus mengumandangkan kalimat tauhid Laaillahailallah Muhammadurrosullullah. 

Kakak Habib Helmy, Habib Ali mengatakan tak ada pesan khusus yang disampaikan sebelum meninggal dunia pada Minggu (25/3/2018) malam. Namun demikian, sehari sebelum mengembuskan nafas terakhir ia mengumpulkan seluruh keluarga.

“Tidak ada pesan khusus, namun sehari sebelumnya, ia mengumpulkan seluruh keluarga. Pada saat meninggal pun ia masih sadar, sempat mengeluh sulit bernapas, lalu kemudian tiada, saya kira tidur,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, adiknya itu masuk ke rumah sakit pada Minggu dinihari. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSUP dr. Kariyadi Semarang. Diagnosisnya, Habib Helmy terserang virus SGB atau Syndrome Guillain Barre.

Sempat membaik, dan dibawa pulang namun kondisi Habib Helmy kemudian memburuk, dan harus kembali di rawat di RS Mardirahayu Kudus.

“Ia semasa hidup tak pernah menyimpan dendam. Ia selalu tersenyum. Karomahnya luar biasa, dari mulai pada waktu sebelum pemakaman tiba-tiba hujan turun sebentar lalu mendung. Kemudian pelayat sebanyak ini hadir tanpa diundang. Beliau pun tak merasakan kesakitan pada waktu meninggal,” tuturnya.

Disamping itu, ia mengungkapkan, pada saat hendak disucikan jenazah adiknya itu masih dalam kondisi lemas. “Ia meninggal jam 20.00 WIB. Pada waktu pukul 01.00 WIB (Senin dinihari) ketika hendak disucikan tangannya pun lemas. Tidak kaku,” tambahnya.

Disinggung mengenai jamaah pengajian Mahabbaturrosul pimpinan Habib Helmy, Habib Ali mengaku belum ada penerusnya.

Habib Helmy meninggalkan seorang istri bernama Fitriyah. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara yakni, Habib Fahmi, Habib Ali dan Habib Fuad. Sementara ayahnya bernama Hasan bin Sholeh Alaydrus dan ibu bernama Farida.

Editor: Supriyadi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terseret Arus Sungai Lusi di Getasrejo Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat pria ditemukan warga di Dusun Sanggrahan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (26/3/2018). Mayat dalam posisi tengkurap itu ditemukan dalam keadaan terapung dan terseret arus sungai Lusi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang memancing ikan disebelah barat jembatan Lusi di utara kota Purwodadi sekitar pukul 14.30 WIB. Melihat sosok mayat, pemancing ikan kemudian mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar.

Warga sempat bermaksud melakukan evakuasi namun tidak berhasil. Soalnya, mayat tersebut sudah terseret arus dan posisinya ada ditengah aliran sungai.

Selanjutnya, warga mengabarkan informasi itu pada pihak kepolisian dan BPBD Grobogan. Akhirnya, mayat tersebut berhasil dievakuasi di Dusun Sanggrahan ketika posisinya ada ditepian sungai.

Saat ditemukan, mayat pria itu mengenakan kaos krah warna biru bergaris putih dan celana pendek warna coklat. Saat diperiksa, tidak ada identitas yang ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, saat ini, mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Identitasnya belum terungkap. Ini masih kita lakukan pemeriksaan dan nanti akan kita kabari,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Karyawan Perhutani di Grobogan Bertolak ke Jakarta Ikut Aksi Damai

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan karyawan Perhutani dari KPH Purwodadi bertolak menuju ke Jakarta, Senin (26/3/2018). Tujuannya, untuk mendukung aksi damai bersama para karayawan Perhutani se Indonesia yang akan dilangsungkan Selasa (27/3/2018) besok. Rombongan perwakilan karyawan dari KPH Purwodadi itu berangkat dari depan kantor, selepas asar menggunakan satu bus.

Administratur KPH Purwodadi Dewanto menyatakan, perwakilan dari serikat karyawannya yang ikut ke Jakarta ada 27 orang. Mereka akan bergabung untuk melakukan aksi damai di Monas dan depan Kementerian BUMN.

Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi damai nanti. Antara lain, soal kenaikan gaji pegawai, revisi SK 001 yang tidak represif dan intimidatif, dan menghilangkan sistim jumping promosi.

“Poin tuntutan antara lain itu tadi. Semoga tuntutan tersebut diperhatikan,” katanya.

Selain KPH Purwodadi, aksi damai juga diikuti pegawai Perhutani KPH Gundih yang kantornya ada di Kecamatan Geyer. Perwakilan dari KPH Gundih yang berangkat ke Jakarta jumlahnya lebih banyak, yakni 50 orang. Rombongan dari KPH Gundih berangkat lebih dulu ke Jakarta, selepas dhuhur dengan naik satu bus.

Editor: Supriyadi

Di Depan Ida, Nelayan Batang Wadul Karena Merasa Dianaktirikan

MuriaNewsCom, Batang – Sejumlah nelayan di Kabupaten Batang mengeluhkan sikap pemerintah, yang mereka anggap menganaktirikan keberadaan mereka. Salah satu kebijakan yang dianggap menyengsarakan nelayan adalah pelarangan kapal cantrang.

Keluhan ini dikatakan saat Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang, Senin (26/3/2018).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Teguh Parmudjo berharap agar pemimpin hanya berpura-pura tidak tahu, dan diam saja saat mereka dirugikan oleh sebuah kebijakan. “Jangan sampai nelayan ini dianaktirikan,” katanya.

Dia mencontohkan, saat ada aturan tentang cantrang, hampir selama 3 tahun nelayan tidak bisa konsentrasi mencari dan menjual ikan.  “Karena semua sibuk audiensi, hingga demo. Itu sangat menyita waktu para nelayan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, kondisi TPI sudah muncul bau amis. Namun menurutnya hal itu menjadi penanda, bahwa aktivitas nelayan bisa berjalan. Saat ada pelarangan cantrang, TPI tak ada aktivitas. ”Malah dijadikan tempat main futsal,” bebernya.

Sementara itu, saat berada di TPI, Ida juga menyambangi sejumlah industri pengolahan ikan, salah satunya milik pengusaha perempuan Hj Ismihi. Selain itu, Ida juga melihat industri galangan kapal milik H Nur Haji Slamet Urip.

Ida Fauziyah sepakat jika muncul sebuah aturan, juga harus ada solusi jika dinilai merugikan pihak tertentu. “Jadi saya ke sini juga salah satunya untuk mendengar aspirasi dari masyarakat,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Siswa Kelas 3 SMA di Wonogiri Jadi Pengedar Narkoba, Bakal Kerjakan UN di Polres

MuriaNewsCom, Wonogiri – Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri berhasil membekuk empat pengedar narkoba. Yang cukup mengejutkan, salah satu pengedar yang dibekuk masih berstatus pelajar SMA.

Pengedar berinisial IF alias Gudel, yang masih duduk di kelas 12 salah satu SMA di Wonogiri. Gudel bersama tiga pengedar lain ditangkap bersama tiga pengedar lain di dua tempat, yakni di dekat Patung Bedol Desa Waduk Gajahmungkur Kecamatan Wonogiri Kota, dan di dekat Terminal Bus Giri Adipura di Krisak Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri.

”Para tersangka mengaku berperan sebagai pengedar,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dalam jumpa pers, Senin (26/3/2018).

Selain Gudel, tiga pengedar lain tang ditangkap yakni Wakyudi Ardianto alias Pentul (33) warga Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pentul diketahui sebagai pemasok narkoba untuk Gudel.

Sementara dua pelaku lain yang diamankan yakni Dimas Muhamad Ridho (28) warga Dusun Nglarangan, Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, dan Joko Prayitno (25) warga Perum KCVRI Kelurahan dan Kecamnatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Kapolres menyatakan, untuk tersangka yang masih berstatus pelajar akan diberi perlakuan khusus. Yakni ia tetap diberi kesempatan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). ”Dia kita fasilitasi untuk mengerjakan ujian di Polres,” ujarnya.

If ditangjap saat berada di dekat Patung Bedol Desa. Saat itu, If kedapatan membawa 5 pil jenis psikotropika jenis Alprazolam dan 5 pil obat Clonazepam 2 Mg merk Riklona yang dibungkus dengan kertas alumunium foil warna hijau.

Ketika diperiksa, If mengaku mendapatkan pil psikotropika tersebut dari tersangka Wahyudi Ardianto. Karena itu, polisi kemudian menangkapnya di lokasi pemancingan Teluk Cakaran Waduk Gajahmungkur Wonogiri wilayah Desa Sendang, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, menambahkan, bersama kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sementara tersangka lain, Dimas kedapatan membawa obat daftar G sebanyak 54 butir yang diwadah dalam 5 kantong plastik dan disembunyikan dalam bungkus rokok. Barang terlarang itu, dia peroleh dari Joko Prayitno.

Polisi kemudian menangkap Joko Prayitno dengan mendatangi ke rumahnya. Dari Joko Prayitno, diamankan barang bukti 450 butir obat daftar G dan 11 tablet pil Risperindone, uang penjualan Rp 62 ribu, ponsel dan sepeda motor yang dipakai sebagai sarana untuk melakukan transaksi penjualan obat daftar G.

Hingga saat ini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Wonogiri. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Diancam Dibunuh, Amat Sholeh Akhirnya Lapor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Amat Sholeh resmi melaporkan kasus pengancaman yang menimpanya dan keluarganya, ke Mapolres Kudus Senin (26/3/2018) siang. Saat pelaporan ia didampingi oleh pengacaranya Abdul Wahit, dan beberapa pengurus partai pengusung cabup-Cawabup Masan-Noor Yasin.

Abdul Wahit, kuasa hukum Amat mengatakan, laporan ini merupakan pembelajaran bagi pelaku. Hanya, ia  tak ingin aksi ancam mengancam ini memengaruhi iklim politik di Kudus.

“Setiap masalah pasti ada solusinya tidak perlu melakukan pengancaman. Kalau ancaman ini juga ditanggapi oleh klien saya dengan ancaman, maka akan menciptakan suasana yang tidak kondusif. Penyelesaian model ini (ancaman) bukanlah solusi yang tepat,” ungkap Wahit.

Menurutnya, ancaman yang dilancarkan oleh pelaku sudah melukai psikis dari keluarga Amat Sholeh. Ancaman itu dilancarkan oleh pelaku dengan kata-kata yang menjurus pada melukai fisik.

Baca: Diancam Dibunuh, Timses Masan-Noor Yasin Bersiap Melapor ke Kapolres Kudus

Dirinya membenarkan bahwa ancaman tersebut berasal dari lawan politik, Amat Sholeh. Perlu diketahui, Amat merupakan timses dari pasangan Masan-Noor Yasin.

“Oleh kerena itu kami laporkan sebagai pengancaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar mengaku sudah menerima laporan tersebut.

“Laporan tentang pengancaman kita terima dan sedang dalam penyelidikan. Saat ini pelapor (Amat Sholeh) sedang kita periksa dan dalam taraf penyelidikan. Nanti kita analisis perkara tersebut,” jelasnya.

Ia menyebut, laporan yang masuk ke mejanya tergolong pidana umum. Meski begitu, dirinya masih belum bisa memaparkan detil terkait terlapor dan sanksi yang bisa menjerat pelaku.

“Nanti itu, masih dalam penyelidikan. Pelapornya juga masih dalam pemeriksaan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya,  ancaman tersebut diterima Amat, karena ia dituduh melakukan black campaign terhadap pasangan calon lain. Ancaman itu dilakukan oleh dua orang yang mendatangi rumahnya di Desa Hadipolo RT 9/RW 1, Kecamatan Jekulo, pada hari Selasa (20/3/2018). Saat itu karena sedang tak berada di rumah, ia tak menemui pengancamnya.

“Saat itu yang ada di rumah adalah istri saya dan anak saya yang nomor dua. Di situ istri saya dan seluruh keluarga diancam dibunuh karena dituduh menjelek-jelekan seorang pasangan calon. Perkataanya sih enak saja, mau dipecok-pecok? tak pateni apa tak tebas kabeh saomah (mau dicacah-cacah, dibunuh atau saya tebas seluruh anggota keluarga),” urainya.

Editor: Supriyadi

Hadiri Dzikir Bersama, Sri Sumarni Ajak Semua Komponen Gotong Royong Bangun Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Grobogan. Ajakan itu disampaikan Sri saat menghadiri acara dzikir bersama di alun-alun Purwodadi, Minggu (25/3/2018).

“Sampai saat ini, masih cukup banyak persoalan yang harus kita selesaikan. Untuk itu, dukungan banyak pihak sangat saya butuhkan. Mari kita bergotong royong membangun Grobogan agar lebih hebat lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga sempat menyatakan apresiasi atas pencapaian kinerja dalam dua tahun masa kepemimpinannya. Yakni, sudah banyak prestasi yang sudah dicapai diberbagai bidang, baik level provinsi maupun nasional.

“Apa yang sudah dicapai ini harus kita tingkatkan lagi. Ini, akan jadi tugas yang tidak mudah tentunya. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat kita perlukan,” imbuh mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Acara dzikir bersama yang dilangsungkan dalam rangka peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan itu dihadiri ribuan orang. Selain bupati, hadir pula beberapa pimpinan FKPD dan pejabat Pemkab Grobogan.

Hadir pula, Pimpinan Jamaah Al Khidmah KH Munir Abdullah dari Desa Ngroto, Kecamatan Gubug dan sejumlah ulama lainnnya. Acara dzikir juga dihadiri KH Maimun Zubair dari Rembang.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, acara dzikir bersama itu merupakan penutup rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan tahun 2018. Sebelumnya, sudah banyak kegiatan yang dilangsungkan. Mulai bakti sosial, hiburan musik dan kesenian tradisional serta upacara resmi.

Editor : Supriyadi

Besok, KPU Grobogan Gelar Uji Publik Serentak Terkait DPS Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegiatan uji publik serentak terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub akan dilakukan KPU Grobogan, Selasa (27/3/2018) besok. Uji publik serentak akan digelar pada 2.363 titik atau sesuai dengan jumlah TPS yang disiapkan untuk pelaksanaan Pilgub 2018.

Komisioner KPU Grobogan Saikur Rokhman menyatakan, uji publik serentak dilakukan guna menumbuhkan gerakan sadar memilih pada Pilgub nanti. Uji publik juga bertujuan untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama untuk ikut meneliti data pemilih pribadi dan keluarga apakah sudah sesuai dengan identitas sebenarnya atau belum.

“Uji publik ini dilakukan untuk memastikan seluruh keluarga yang punya hak pilih, sudah terdaftar dalam DPS. Jadi, dalam uji publik serentak nanti, kepala keluarga akan diundang oleh PPS untuk ikut meneliti DPS,” jelasnya.

Menurut Saikur, sebelumnya, KPU Grobogan sudah menggelar rapat pleno untuk menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilgub Jateng 2018, Rabu (14/3/2018) lalu. Jumlah pemilih yang masuk dalam DPS sebanyak 1.096.278 orang. Rinciannya, sebanyak 544.689 laki-laki dan 551.589 perempuan.

Sesuai PKPU No 2 Tahun 2018, DPS tersebut harus dipasang pada papan pengumuman dan tempat strategis agar bisa dilihat dan nantinya mendapat tanggapan atau masukan masyarakat. Masa pemasangan DPS dimulai sejak 24 Maret sampai dengan 2 April mendatang.

“Selain lewat uji publik serentak, masyarakat juga bisa menanggapi DPS secara langsung lewat PPS setempat. Waktu untuk memberikan masukan terkait DPS sampai 2 April,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tujuh Belas SMA di Kudus Siap Laksanakan UNBK 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Tujuh belas SMA di Kudus siap hadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang rencananya dimulai pada awal bulan April 2018.

Hal itu dikatakan, Sriyoko Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kudus, Senin (26/3/2018). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang fokus melaksanakan USBN atau Ujian Sekolah Berstandar Nasional, hingga hari Kamis (29/3/2018).

“Insyaallah siap semua. Sekarang sedang USBN. Berdasarkan simulasi awal bulan ini (Maret) tidak ada masalah,” tuturnya, Senin siang.

Menurutnya, tidak ada perubahan besar terkait sistem UNBK di tahun 2018. Hanya saja memang ada penambahan fitur pada sistem meskipun tidak banyak.

“Jumlah seluruh SMA di Kudus total ada 17, SMA Negeri ada tujuh, SMA swasta ada 10. Nanti sehabis USBN, di hari Jumat kami akan bertemu dengan MKKS di seluruh Kudus. Materi yang ada di  rakor,  yang sedang saya ikut di Semarang ini, akan menjadi pembahasan juga,” imbuhnya.

Ditanya masalah kebutuhan komputer, Sriyoko mengaku hal tersebut masih cukup. Ia mencontohkan SMA Negeri 2 Kudus yang menyelenggarakan UNBK dalam 2 sesi, meskipun pesertanya berjumlah 382 orang.

Terkait evaluasi UNBK 2017, ia mengatakan tidak ada masalah. Hal itu diindikasikan dengan dengan tidak adanya peserta yang mengulang hingga sesi ke empat.

Editor: Supriyadi

SBY-AHY Bakal Keliling Jateng, Parpol Pengusung Ganjar-Yasin Kompak

MuriaNewsCom, Semarang – Parpol pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin terlihat kompak untuk memenangkan jagoan mereka dalam Pilgub Jateng 2018. Bahkan Partai Golkar juga menurunkan elite parpol untuk mengkampanyekan pasangan ini.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan akan keliling Jateng untuk berkampanye memenangkan Ganjar-Yasin. SBY dan AHY akan berkeliling Jateng pada 5 hingga 15 April 2018.

“Pak SBY dan Mas AHY akan roadshow ke Jateng 5 April sampai 15 April untuk memenangkan Ganjar Yasin,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Tety Indarti.

Selain itu kader partai juga sudah bergerak di wilayahnya masing-masing. Seluruh DPC Partai Demokrat di 35 daerah di Jateng diinstruksikan bergerak menggalang dukungan.

Sementara PDI Perjuangan sudah lebih dulu bergerak menggelar rapat kerja cabang khusus di 35 daerah. “Seluruh DPC sudah rakercabsus dan dilanjutkan deklarasi, kita all out urunan untuk kemenangan Ganjar yasin,” kata Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto.

Tak ketinggalan Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsurie menyatakan, seluruh kader PPP tegak lurus mengawal Ganjar Yasin. Dukungan PPP tak perlu diragukan karena Taj Yasin adalah kader partai berlambang kabah tersebut.

Minggu (25/3/2018) kemarin, seluruh parpol pengusung Ganjar-Yasin juga melakukan pertemuan.Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) memaparkan sejumlah analisa politik untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 tersebut di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.

Hendi menyatakan optimis pasangan calon Ganjar-Yasin akan meraih 70% suara di Kota Semarang.  Hal tersebut disampaikannya dengan menghitung bahwa pada pilgub tahun 2013, Ganjar yang saat itu berstatus sebagai penantang saja sudah dapat meraih 51,26% suara di Kota Semarang.

“Padahal waktu pilgub tahun 2013 itu, hanya PDI Perjuangan yang mengusung, dan jumlah kursi di dewan pun hanya 9 kursi,” pungkas Hendi.

Editor : Ali Muntoha