Edarkan Uang Palsu, Warga Welahan Jepara Ditangkap Polisi 

MuriaNewsCom, Jepara – Dhorikin (43) dicokok  polisi karena edarkan uang palsu (upal). Aksinya terpegok warga, saat ia mencoba membelanjakan uang palsu pecahan 50 ribu untuk membeli rokok, di Desa Mindahan Kidul RT 5 RW 6, Kecamatan Batealit, awal minggu ini.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta mengatakan, terakhir kali warga Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan itu mengedarkan upal untuk membeli satu slot rokok. Ia membeli rokok tersebut dengan pecahan dua lembar 50 ribu upal dan sisanya adalah uang asli.

“Kejadiannya Selasa (27/3/2018) saat itu tersangka membeli rokok merek Sukun Exucutive satu slot. Namun istri korban curiga dengan uang yang diserahkan. Tak terima, pemilik Toko Deni tersebut mengejar pelaku dan menghentikannya di Desa Raguklampitan. Saat itu pemilik toko memberitahukan bahwa uang yang dibelanjakan palsu. Pelaku sedianya akan menukarnya, namun karena korban takut diberi upal lagi, tersangka kemudian diserahkan kepada Polsek Batealit,” jelasnya, Kamis (29/3/2018).

Dari kantong tersangka, disita empat lembar upal dengan pecahan 50 ribu. Masing-masing memiliki nomor seri TKM868822 sebanyak dua buah, selembar berseri FMH437311 dan nomor seri FMH437315.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia membeli rokok tak hanya di Batealit. Ternyata ia juga membeli rokok di dua toko di Nalumsari, di Desa Pancur dan dua lainnya di Desa Raguklampitan. Menurutnya, modus yang digunakan adalah menyisipkan dua lembar upal pecahan 50 ribu di antara uang asli. Adapun satu slot rokok ia beli dengan harga Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu.

“Saya mendapatkan uang palsu ketika berbelanja di Pasar Tanah Abang. Kemudian saya ditawari upal. Mulanya saya tolak karena tak punya uang, tapi orang itu memberikan uang palsu senilai 700 ribu dan meminta saya membelanjakannya. Setelah berhasil, saya diminta menghubungi orang itu lagi untuk menebus uang palsu,” tutur tersangka Dhorikin.

Dirinya mengaku, menyasar toko-toko dikawasan perdesaan. Hal itu karena, pedagang toko di desa tidak begitu memerhatikan uang asli dan upal.

Editor: Supriyadi

Si Gebyok dan Badut KPU Kudus Blusukan ke Pasar Sosialisasikan Hari Coblosan

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melaksanakan sosialisasi hari pencoblosan Pilgub dan Pilbup 2018. Sasarannya adalah pedagang-pedagang Pasar Bitingan, Kamis (29/3/2018) pagi.

Meskipun gaung pilkada telah ramai sejak Februari 2018, melalui berbagai kampanye, namun nyatanya masih banyak warga yang belum tahu akan gelaran ini. Seperti Wahyuni (37) ia mengaku belum ngeh kapan hari coblosan akan berlangsung.

“Ini baru tahu setelah didatangi oleh petugas, kapan hari coblosannya dimulai. Tanggal 27 Juni. Kalau sebelumnya kan tidak tahu,” ujar pedagang Pasar Bitingan itu.

Arif Susanto anggota PPK Kecamatan Jati mengungkapkan sosialisasi tersebut merupakan upaya guna memberi edukasi pada calon pemilih. Selain itu, ia mengaku memang sebagian warga masih belum menaruh perhatian akan pilkada 2018.

“Kami memberitahu mereka yang belum tahu dan mengingatkan bahwa nanti pada tanggal 27 Juni 2018 akan diselenggarakan coblosan pilkada, baik pilbup Kudus dan Pilgub Jateng,” ujarnya.

Sebagai pengingat petugas KPU Kudus memberikan stiker bertuliskan hari dan tanggal coblosan. Disamping itu, turut ikut serta maskot Si Gebyok yang menjadi ikon pilkada Kudus.

Editor: Supriyadi

Pelantikan Sekdes Mayahan Grobogan Dijaga Puluhan Aparat Keamanan, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pelantikan pejabat Sekretaris Desa (Sekdes) Mayahan, Kecamatan Tawangharjo akhirnya berjalan lancar, Kamis (29/3/2018). Pelantikan Sekdes yang dijabat Khosiyatun itu dilakukan Kades Mayahan Saerozi.

Hadir dalam pelantikan itu, Camat Tawangharjo Mundakar, Kabag Pemdes Daru Wisakti, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo, Kapolsek AKP Sudarsono dan Danramil Kapten Slamet. Selain itu, proses pelantikan di balaidesa juga dihadiri sekitar 50 perwakilan warga setempat.

Dalam acara pelantikan di balaidesa tersebut mendapat dukungan pengamanan dari puluhan aparat kepolisian. Kehadiran aparat ini berkaitan dengan kabar bakal adanya penolakan dari sebagian warga terkait terpilihnya Khosiyatun sebagai sekdes.

“Proses pelantikan dari awal sampai selesai berlangsung aman dan lancar. Memang kita minta dukungan dari aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga,” kata Camat Tawangharjo Mundakar.

Sebelumnya, memang sempat ada warga yang mempertanyakan masalah pengangkatan Khosiyatun menjadi sekdes. Sebelumnya Khosiyatun adalah perangkat desa (kaur). Namun, setelah dijelaskan, warga akhirnya bisa menerima dan selanjutnya akan memberikan dukungan pada kepala desa.

“Untuk proses pengangkatan perangkat jadi Sekdes di Desa Mayahan sudah sesuai mekanisme. Semua tahapannya sudah dilalui sesuai ketentuan,” kata Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti.

Daru menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur. Yakni, dalam Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut,” jelasnya.

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Gaji Guru Honorer di Kendal Bakal Naik, Segini Jumlahnya

MuriaNewsCom, Kendal – Gaji atau honor untuk guru tidak tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal akan dinaikkan. Tak hanya itu, periode honor yang semula hanya delapan bulan akan digenapkan menjadi 12 bulan.

Kepala Disdikbud Kendal, Agus Rivai menyatakan, anggaran untuk kenaikan honor GTT tersebut akan diajukan melalui APBD Perubahan Kendal tahun 2018.

Menurut dia, honor GTT yang pada tahun 2018 ini hanya sebesar Rp 400 ribu per bulan akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu per bulan pada 2019.

Menurutnya, honor yang diberikan kepada GTT masih terlalu kecil, padahal beban kerjanya cukup banyak. “Saya kira jumlah segitu masih kecil dibandingkan dengan beban kerjanya, karena itu tiap tahun akan terus dinaikkan,” katanya.

Selain GTT,  Pemkab Kendal juga memberikan honor kepada guru madin (madrasah diniyah). Namun jumlahnya  tidak sama  dengan GTT. Honor guru madin setahun hanya dianggarkan Rp 1 juta.

Jumlah GTT yang menerima honor sekitar 2.150 orang, sedangkan jumlah guru madin yang menerima honor sekitar 12 ribu orang. “Total anggaran untuk GTT dan guru madin mencapai Rp 48 miliar,” ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Kendal, Annurochim mengatakan, mulai tahun 2018 ini, honor yang diberikan kepada GTT dan guru madin, bukan lagi honor kegiatan, seperti tahun sebelumnya. Tapi merupakan honor representatif, sehingga tidak ada potongan sama sekali.

“Bedanya kalau honor kegiatan itu kan dipotong pajak, tapi kalau honor representatif, selagi besarnya masih di bawah UMR, maka tidak dipotong pajak,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dih.. Ribuan Warga Blora Masih Buang Air Besar Sembarangan

MuriaNewsCom, BloraPerilaku buang air besar sembarangan (BABS) saat ini masih dilakukan banyak warga di wilayah Blora. Tidak memiliki jamban menjadi penyebab utama terjadinya perilaku ini. Ironisnya, ada ribuan warga yang masih buang air besar sembarangan.

”Hingga saat ini, masih ada 6 persen KK yang belum memiliki jamban. Jumlahnya sekitar 17.542 KK yang tersebar di 15 Kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti, dalam acara Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya percepatan Program Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, saat ini baru ada satu Kecamatan yang sudah 100 persen mendeklarasikan sebagai wilayah Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Yakni, Kecamatan Cepu.

Untuk Kota Blora cakupannya baru 99,8 persen. Sedangkan data terendah ada di Kecamatan Randublatung dengan cakupan 82,8 persen.

Terkait kondisi itu, Ia berharap seluruh Camat, Puskesmas dan Kepala Desa bisa aktif melaksanakan program percepatan ODF di Kabupaten Blora. Soalnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga menargetkan agar Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF pada tahun 2018 ini.

Dijelaskan, ODF merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah. Salah satu tujuannya untuk membiasakan masyarakat berprilaku hidup bersih dan upaya pencegahan penyakit, khususnya diare.

Untuk memerangi perilaku BABS itu dilakukan lewat program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang bertujuan menggugah kesadaran masyarakat supaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Dinas Kesehatan untuk memerangi perilaku buang air besar sembarangan yang sekarang ini masih banyak dilakukan masyarakat. Soalnya, perilaku itu bisa menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat sekitar.

“Oleh sebab itu, saya sangat mendukung upaya menyadarkan masyakarat agar tidak lagi membiasakan buang air besar di sembarang tempat. Saya berharap agar tahun 2018 ini Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF karena itu merupakan salah satu indikator penting pola hidup masyarakat yang sehat,” cetusnya saat membuka workshop.

Supaya target itu bisa tercapai, Djoko meminta agar semua pihak terkait bisa bergerak bersama. Ia memerintahkan para camat agar meminta kepala desa untuk menganggarkan dana desanya buat program jambanisasi.

“Pemerintah sudah memberikan dana besar ke desa dan salah satunya untuk mendukung program ini. Kita royok bersama agar bisa segera tuntas,” tegasnya.

Dalam acara itu, Djoko sempat pula menyerahkan bantuan delapan unit ambulans untuk disalurkan ke puskesmas. Masing-masing, Puskesmas Cepu, Ngroto, Bogorejo, Doplang, Menden, Puledagel, Randublatung dan Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Dewan Minta Samsat Harus Kreatif Tingkatkan Pendapatan

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah berharap kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di daerah di seluruh Jawa Tengah melakukan terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Setelah bersama rekan-rekan Komisi C melakukan sidak di Samsat Kota Magelang, dalam upaya penataan arsip yang dilakukan di Samsat Kota Magelang ini patut diapresiasi, karena sudah memakai sistem basis data,”kata Anggota Komisi C DPRD Jateng Muhammad Rodhi.

Dia mengungkapkan bahwa meskipun masih ada beberapa kekurangan, namun keberanian membuat terobosan dalam penataan arsip perlu diapresiasi. Bahkan dari sisi pendapatan juga cukup signifikan.

Dari sisi pendapatan, sampai Maret ini, pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor, sudah mencapai 31,52%, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sudah mencapai 23,24%, Pajak Air Permukaan, sudah mencapai 44,66%. ”Progres ini perlu mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Rodhi berharap setiap Kantor Samsat di Jateng melakukan terobosan dalam penataa arsip yang baik seperti halnya di Kota Magelang. Hal itu bertujuan agar meningkatkan pendapatan daerah di Jateng.

“Harapannya, setiap kantor samsat di tiap daerah melakukan terobosan yang serupa sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah,”ujarnya lagi.

Ia mengakui penataan arsip, tidak bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, tapi meningkatkan kecepatan dalam mencari berkas. Namun, untuk meningkatkan pendapatan, diperlukan kemudahan membayar pajak dan kecepatan proses pembayaran.

“Selain itu juga perlu mendekatkan lokasi pembayaran dengan wajib pajak,”pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pabrik Susu Etawa Aumom di Tegal Digerebek, Ini Penyebabnya

MuriaNewsCom, Tegal – Pabrik susu kambing etawa bermerk Aumom, digerebek tim gabungan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ditreskrimsus Polda Jateng. Susu merek Aumom itu diketahui belum memiliki izin edar.

Bahkan diindikasi produk susu yang dijual secara online itu, kode produksi yang tertera dalam kemasan susu kambing yang ternyata merupakan kode produksi susu merek lain.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah tempat produksi susu itu, di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (28/3/2018) petang. Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan 2.800 kotak susu etawa siap edar.

Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan, meski sekala rumahan namun produksinya cukup besar.

”Untuk skala produksi bisa mencapai 20.000 kotak. Yang diamankan di sarana produksi ada 2.800 kotak alat produksi dan kemasan pembungkus. Nilai totalnya Rp 105 juta,” ujar Endang, Kamis (29/3/2018).

Menurut dia, selain tanpa izin edar, sarana produksi juga tidak memenuhi persyaratan sanitasi dan higienitas. Sehingga dikhawatirkan berbahaya jika dikomsumsi.

Apalagi susu kemasan itu dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Padahal kondisi ibu hamil dan menyusui rentan akan mengalami keracunan jika susu tersebut tercemar bakteri.

“Coba perhatikan tempat produksinya hanya seperti ini tidak memenuhi persyaratan sanitasi. Padahal susunya adalah untuk ibu hamil. Ibu hamil sangat rentan bila ada bakteri mudah terkena keracunan. Kasihan ibu hamilnya,” terangnya.

Ia menyebut, produsen susu ibu hamil inimenggunakan nomor nomor izin produk lain dalam kemasannya. Nomor MD milik produk lain dicantumkan pada kemasan susu merek Aumom ini untuk meyakinkan calon konsumen. Sejumlah artis terkenal pun dicatut untuk mempromosikan produk ini.

“Pemasaran susu ini, dilakukan melalui media online dan melibatkan artis-artis terkenal. Itu mungkin yang membuat orang menjadi percaya, apalagi sudah ada nomor MD meskipun milik produk lain,” ungkap Endang.

Penyidik BBPOM Semarang, Firman Erry Probo menambahkan, meski tak berizin edar, susu sudah menyebar ke sejumlah daerah hingga Jawa Timur.

”Di Tegal dan Brebes juga banyak ditemukan. Di Brebes gudang penyimpanan, produksinya di Tegal,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Sempurnanya Villa di Romansa Manisnya Bali

MuriaNewsCom, Bali – Sekarang, makin banyak potongan – potongan keindahan alam kece nan menawan yang bisa kamu nikmati. Mulai dari yang dekat hingga ke urutan paling ujung pulau, bebas pilih!

Tepat, meski makin banyaknya destinasi wisata, Bali akan tetap jadi andalan berlibur untuk sebagian besar wisatawan. Bahkan dari seluruh belahan dunia!

Kota ini punya banyak keunggulan yang sukses menghibur mata para pengunjung sekaligus rela menjatuhkan hatinya di sini. Setiap sudut Bali punya kemewahan tersendiri, unik dan menyejukkan mata.

Soal alam, jangan ragukan lagi kilauan alam Bali. Kamu bisa temukan pesona alam yang sangat memukau, mulai dari bentukan alam pantai, laut, hingga hijauan rindang yang menyegarkan.

Pun, tak hanya unggul dalam hal alam, Bali pun keren dengan kuliner, keramahan orang-orangnya juga budayanya Bali yang paling banyak menyedot perhatian pengunjung.

Jika kamu belum pernah merasakan aroma Bali, maka kota memesona yang satu ini wajib jadi list liburanmu nantinya. Sebab tahukah kamu, Bali tak hanya meyodorkan keindahan alamnya, namun kamupun akan merasakan relaksasi paling maksimal di beberapa vila di Bali.

Tepat sekali, villa di Bali siap memberikan keindahan berlipat untukmu. Kabar baiknya lagi adalah, kamu bisa dapatkan kemewehan sebuah villa berkelas dengan budget minimum di sini. Yuk, cek beberapa villa di Bali yang tak akan  bisa kamu tolak :

Pande Villas SPA & Restaurant

Ada Pande Villas Spa & Restaurant, sebuah villa cantik dengan pemandangan menawan yang siap menyambut pagimu. Villa ini sangat pas buatmu yang ingin menghabiskan waktu berbulan madu.

Dekorasi villa yang elegan nan hangat, pemandangan alam yang langsung bisa kamu nikmati dan kolam renang outdoor pribadi yang memukau menjadikan bulan madumu makin romantis dan tak terlupakan. Tak hanya itu, villa keren yang satu ini pun cukup dekat dengan wisata Pantai Mengening, Echo Beach, Pantai Balian ataupun Pura Tanah Lot yang bisa kamu jangkau dalam hitungan menit.

Noah Villa and Chapel

Paket lengkap nan cantik dating dari Noah Villa and Chapel, kamu bisa berlibur romantis sekaligus melaksanakan upacara pernikahan di sini. Kabar baiknya adalah villa kece yang satu ini benar-benar bersahabat untukmu yang ingin merasakan romansa manis, sebab villa ini menyediakan kolam renang di dalam ruangan. Sekadar merelaksasikan diri didalam kamar yang cantiknya luar biasa.

The Widyas Bali Villa

Nah untukmu yang menyukai hal klasik kamu wajib melirik tawaran keren dari The Widyas Bali Villa. Meski dengan budget minimum kepuasan yang akan kamu dapatkan lebih dari maksimum. kamu akan temukan kamar dengan style ranjang klasik dengan juntaian renda cantik. Pun, privasimu akan sangat terjaga disini, sebab kamu akan dapatkan sebuah kolam renang outdoor yang didesain simple namun apik dengan area yang sungguh privat. Makin menggoda bukan?

Unique Balinese Tropical Paradise

Satu kata untuk villa di Bali yang satu ini, mendamaikan! Kamu yang merindukan suasana pedesaan yang mengharukan, Uniqe Balinese Tropical Paradise bisa mewakilkan perasaanmu.

Villa ini terletak di tengah-tengah kesunyian indahnya alam Bali. Saat melangkah masuk ke sini, kamu akan dapatkan semua perabotan dan lantai yang terbuat dari kayu, hangat dan menentramkan!.

Desain tradisional yang disematkan disini sukses membuat kamu bernostalgia, pun dengan taman asri yang mengelilingi kamarmu nantinya. Tak hanya itu, sebuah kolam renang outdoor keren sekaligus menyejukkan mata dengan pemandangan alam di area kolam.

Kabar baiknya lagi, apapun pilihan liburanmu nanti, selalu ada situs keren Traveloka.com yang siap memberikan kemudahan hakiki. Traveloka dulu, rasakan romantisnya Bali kemudian!. (*)

Begini Penjelasan Dishub Grobogan Terkait Penutupan Perlintasan Kereta Api di Desa Sambung

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan perlintasan jalur kereta api di wilayah Grobogan saat ini sudah dilakukan pihak Kementerian Perhubungan. Penutupan tersebut dilakukan guna mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto, Rabu (28/3/2018). Menurutnya, sebelum melakukan penutupan, dari Kementerian Perhubungan sudah melakukan beberapa kali sosialisasi pada tahun 2017.

Sosialisasi penutupan perlintasan sebidang dilangsungkan di 12 kecamatan. Dalam sosialisasi tersebut, pihak kementerian juga melibatkan Dinas Perhubungan, kepolisian, dan kecamatan.

Baca: Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

Dalam sosialisasi itu, lanjutnya, pihak desa juga diminta untuk mendata perlintasan yang ada di wilayahnya masing-masing. Dari data itu, pihak desa diberi pilihan untuk menentukan perlintasan yang tetap dibuka dan ditutup. Tenggat waktu untuk memberikan keputusan sampai akhir tahun 2017.

“Penutupan perlintasan sebidang dilakukan setelah hasil pendataan dari desa diserahkan ke Kementrian Perhubungan. Penutupan ini salah satu tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api,” jelas mantan kabag humas itu.

Agung menegaskan, jika perlintasan nanti ditutup diharapkan warga bisa beralih melewati jalur lain. Sementara jika menghendaki tetap dibuka maka konsekuensinya harus dipasang palang pintu dan diberi penjaga secara swadaya.

“Semua keputusan kami serahkan ke pihak desa untuk menentukan pilihan,” jelasnya.

Kemudian, pada bulan Januari lalu ada rakor tindak lanjut penataan perlintasan sebidang di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Rakor ini digelar untuk menyingkronkan lagi usulan dari pihak desa.

Terkait penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Soal adanya penutupan yang sudah dilakukan, Agung menyatakan, pihaknya tidak mendapat pemberitahuan. Soalnya, kewenangan penutupan ada pada Kementerian Perhubungan.

“Besok, kami akan coba cek ke lokasi. Kalau sesuai usulan, memang ada satu perlintasan sebidang yang ditutup disana,” sambungnya.

Ditambahkan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan keseluruhan ada 139 titik.

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus. Dari 139 titik ini, sebagian besar tidak dilengkapi palang pintu atau dijaga petugas.

Editor: Supriyadi

Polres Blora Libatkan Puluhan Warganet untuk Perangi Berita Hoax

MuriaNewsCom, BloraUpaya untuk melawan adanya berita bohong atau hoax terus dilakukan Polres Blora. Terbaru, Polres Blora mengundang puluhan warganet yang selama ini aktif menggunakan media sosial untuk membantu memerangi berita hoax.

Pertemuan dengan warganet dilangsungkan di rumah makan Taman Sarbini Blora, Selasa (27/3/2018) malam. Kapolres Blora AKBP Saptono dan sejumlah perwira dan kapolsek hadir dalam pertemuan yang digelar dalam suasana santai itu.

Pada kesempatan itu kapolres sempat membagikan kaos kepada puluhan warganet yang diundang dalam acara tersebut. Kaos warna hitam itu bertuliskan ‘Netizen Mitra Polres Blora’ diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap warganet.

Setelah pembagian kaos, warganet kemudian mendeklarasikan pernyataan sikap menolak dan anti segala bentuk hoax, berita bohong, provokatif, sara dan ujaran kebencian. Warganet juga menyatakan sikap mendukung Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap pembuat berita hoax.

“NKRI Yes ! Hoax No !” ucap puluhan warganet berbarengan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengajak warganet untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan menjadi filter untuk menangkal berita hoax. Warganet juga diminta ikut mendukung terciptanya iklim yang aman dan kondusif. “Terlebih menjelang berlangsungnya Pilkada Jateng 2018 ini. Gawe Ayem lan Tentrem Wong Blora (bikin nyaman dan tenteram masyarakat Blora),” katanya.

Para warganet mengapresiasi pertemuan yang diadakan pihak Polres Blora tersebut. Mereka siap mendukung upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk menangkal berita hoax.

“Mewakil rekan-rekan netizen yang hadir, saya mengapresiasi kegiatan ini. Harapan saya tentu ada tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya. Sekaligus membahas program-program dan agenda kegiatan lainnya,” ujar Karsilo, seorang netizen dari  Kecamatan Cepu.

Editor: Supriyadi

KPU Kudus Bagikan APK Pilbup kepada Timses 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai mendistribusikan Bahan Kampanye (BK), kepada lima tim sukses Pilbup Kudus 2018. Dari total 264 BK yang difasilitasi oleh KPU, Rabu (28/3/2018) sore baru diserahkan sebanyak 55 buah, kepada tim sukses. 

“Pertengahan bulan April, penyerahan seluruh BK diperkirakan selesai,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi, seusai menyerahkan alat peraga kampanye kepada masing-masing tim sukses calon. 

Ia menyebutkan, pemberian fasilitas BK bagi calon bupati sesuai dengan PKPU 4 tahun 2017. Pada peraturan tersebut, KPU di masing-masing daerah yang menyelenggarakan pemilukada difasilitasi BK, berupa Baliho, Spanduk dan umbul-umbul. 

Terkait ukuran, didalam peraturan KPU tersebut sudah dijelaskan. Ukuran baliho sebesar 4×7 meter, untuk umbul-umbul 5×1,15 meter dan spanduk ukuran 1,5×7 meter. 

Adapun alat peraga tersebut sudah ditentukan zonasi pemasangannya. “Untuk baliho paling banyak lima untuk setiap paslon di kabupaten atau kota. Umbul-umbul paling banyak 20 buah di kecamatan dan spanduk paling banyak dua buah untuk setiap paslon di tingkat desa,” jelasnya. 

Ia mengatakan, untuk desain dan ukuran BK sudah terstandardisasi sesuai dengan peraturan KPU. Meskipun demikian, para paslon boleh menggandakan maksimal tiga buah. 

Editor: Supriyadi

Persiku Kudus Gunduli Persipa Pati 7 Gol Tanpa Balas

MuriaNewsCom, Kudus – Macan Muria mengaum di Stadion Wergu Wetan. Meladeni tantangan Persipa Pati, pada laga lanjutan Liga 3 Jateng 2018, tim tuan rumah berpesta gol 7-0, Rabu (28/3/2018). 

Sejak awal pertandingan, permainan Persiku boleh dibilang cukup impresif. Setelah kick off babak pertama, tak butuh waktu lama bagi Sugeng Riyadi dan kawan-kawan, mendikte alur pertandingan. 

Mereka memaksa kapten Persipa Dwi Cahyono bekerja keras, menghentikan alur bola-bola atas, yang kerap disodorkan pemain Persiku. 

Babak pertama Macan Muria unggul 2-0 atas tim tamu. Dua gol yang bersarang di gawang yang dijaga oleh Risqita Rakaditya Jati, diborong oleh pemain Persiku bernomor punggung 14 Muhammad Afrizhan, melalui tandukan kepala. 

Gol tersebut tercipta pada menit ke 19 dan 35. Tim Persiku memanfaatkan serangan dari sisi sayap kiri, merangsek pertahanan Persipa, lalu dengan bebas melepaskan umpan ke jantung pertahanan Laskar Saridin. 

Di babak kedua, tim besutan Yayat R. Hidayat berpesta gol. Setelah kick off dimulai, hanya butuh sekitar tiga menit bagi persiku menambah keunggulan. Menit ke 47, gawang Persipa kembali jebol oleh tandukan Agus Wuryadi pemain bernomor punggung 19. 

Setelahnya pada menit ke 55, striker Persiku Ferdian Abi mencetak gol keempat. Gol tersebut sendiri lahir dari kemelut didepan gawang, bola mental langsung disambut oleh sepakan keras. 

Pesta gol Persiku berlanjut di menit 60 dan 69. Muhammad Irvan pemain bernomor punggung 23 menyumbang gol kelima dan keenam. Sontak, Stadion Wergu Wetan pun kian bergemuruh dengan sorak sorai pendukung yang memenuhi tribun timur. 

Gol pamungkas Persiku lahir dari tendangan bebas Tri Hartanto. Gol itu sendiri lahir di menit ke 80, ketika ada seorang pemain Persipa melanggar pemain Kudus. Wasit Masudin, asal Surakarta pun menghadiahkan sepakan bebas diluar kotak pinalti Pati. 

Sementara tim Persipa tak dapat memberikan perlawanan berarti. permainan anak-anak asuh Slamet Riyadi dikurung oleh tim tuan rumah. 

Bahkan karena tensi yang begitu tinggi, dua pemain Persipa Pati diganjar kartu kuning oleh wasit. Mereka adalah Muhammad Muzzaka pemain nomor punggung nomer 4 di menit ke 25. Semenit berselang giliran Musyafa’, pemain Persipa nomor punggung 7 yang disemprit wasit. 

Tak hanya itu, Persipa pun mengganti penjaga gawangnya Risqita dengan Dimas Fani, setelah kebobolan lima gol. 

Pelatih Persiku Yayat R. Hidayat bersyukur atas poin penuh yang direguk di kandang. Namun ia mewanti-wanti pemainnya agar tak cepat puas dengan hasil yang dicapai. Lantaran pada pertandingan perdana, Persiku ditekuk Persibara Banjarnegara 2-1. 

“Kali ini pemain cukup bagus, mereka mengikuti instruksi. Ini merupakan hasil dari latihan kami. Namun jangan cepat puas. Pertandingan masih panjang, siapa yang terbaik di latihan dan permainan itu yang terbaik,” ujarnya setelah pertandingan. 

Terpisah, Pelatih Persipa Pati Slamet Riyadi mengakui keunggulan tim tuan rumah. Menurutnya harus ada perbaikan di semua lini tim asuhannya. 

“Semua lini perlu diperbaiki, kita kalah jauh dengan sana (Persiku). Kalah penguasaan bola apalagi dengan gol. Mereka bermain bagus, memanfaatkan permainan sayap,” tuturnya.

Dirinya mengaku akan segera melupakan kekalahan di Kudus, untuk menatap laga tuan rumah melawan PSIK Klaten, Minggu (1/4/2018). Menurutnya Persipa Pati akan mempersiapkan laga tersebut dengan matang.

Editor: Supriyadi

Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

MuriaNewsCom, GroboganTindakan penutupan perlintasan sebidang di wilayah Grobogan yang dilewati jalur kereta api mulai dilakukan instansi terkait. Salah satunya adalah perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Penutupan dilakukan dengan menempatkan beberapa pilar besi membentang lebar jalan pada kedua sisi. Akibatnya, akses warga sedikit terganggu.

Itu terjadi lantaran, jalan tersebut selama ini dilalui banyak kendaraan karena menjadi akses penghubung antar desa maupun kecamatan. Yakni, dari wilayah Kecamatan Godong ke Karangrayung, Penawangan dan Gubug.

Dari keterangan warga, penutupan jalan mulai Senin (26/3/2018) kemarin. Ruas jalan yang sebagian besar sudah konstruksi beton ini statusnya milik kabupaten.

Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Sebagian pengguna jalan sempat kerepotan karena tidak tahu jika perlintasan sebidang itu ditutup. Akhirnya, mereka harus putar balik dan mencari jalan lain melewati  perkampungan untuk menembus jalur Purwodadi-Semarang atau Penawangan-Gubug. Akses jalan inilah yang sekarang digunakan warga pasca penutupan perlintasan sebidang tersebut.

Kroger $5000 Gift Cards to win free at www.krogerfeedback.com

“Hari Senin kemarin saya sempat lewat jalur situ karena mau ke Gubug. Sampai diperlintasan ternyata ditutup dan akhirnya putar balik lewat jalur lain yang menembus jalan Penawangan-Gubug. Soal ditutupnya perlintasan itu, saya belum tahu persis sebabnya. Bisa jadi itu upaya untuk mencegah kecelakaan,” kata anggota DPRD Grobogan HM Misbah, Rabu (28/3/2018).

Dampak penutupan mulai dirasakan warga dan pengguna jalan. Soalnya, jalur tersebut sudah dilewati selama puluhan tahun oleh banyak orang. Termasuk para pelajar dan petani.

Camat Godong Bambang Haryono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya penutupan perlintasan sebidang tersebut. Menurutnya, jumlah perlintasan sebidang di Desa Sambung ada dua titik. Namun, yang ditutup hanya satu titik saja.

Editor: Supriyadi

Penggunaan ADD 2017 Dievaluasi, Begini Catatannya

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari alokasi dana desa (ADD) tahun 2017 dinilai sudah dilakukan dengan baik. Meski demikian, ada beberapa catatan yang didapat dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Hal itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti dalam Rakor Pelaksanaan Kegiatan Alokasi Dana Desa Triwulan I tahun 2018 di gedung PGRI, Rabu (28/3/2018).

Menurut Daru, besarnya ADD yang akan dikucurkan ke 273 desa pada tahun 2017, totalnya sekitar Rp 115 miliar. Besarnya ADD yang disalurkan tiap tiap desa tidak sama karena kondisinya berbeda-beda. Paling sedikit yang diterima pihak desa Rp 235 juta dan paling tinggi Rp 673 juta.

Dalam pelaksanaannya ada beberapa catatan yang didapat. Antara lain, lambatnya pelaporan kegiatan dari ADD tersebut. Keterlambatan penyampaikan laporan ini berdampak dengan tertundanya penyaluran ADD tahap berikutnya.

“Hal ini masih banyak kita temukan pada beberapa desa. Perlu diketahui, penyaluran ADD ini dilakukan dalam empat tahap. Kalau laporan triwulannya terlambat maka penyaluran untuk tahap berikutnya dipastikan tertunda,” kata mantan Kepala Satpol PP itu.

Catatan berikutnya, lanjutnya, adalah kelengkapan surat pertanggungjawaban (Spj) kegiatan. Di mana, ada beberapa item belanja yang tidak dilengkapi dengan nota ataupun tanda terima.

Temuan selanjutnya adalah masih belum pahamnya pengelola, seperti Kades, Sekdes dan bendahara dalam memahami tupoksinya. Kondisi ini menjadikan sering terjadi tumpang tindih kewenangan sehingga cukup mengganggu dalam pelaksanaan kegiatan.

Kemudian, verifikasi kelengkapan Spj terkadang tidak dilakukan sehingga ketika diserahkan laporannya terpaksa dikembalikan untuk dilengkapi dulu.

“Kemudian soal pembayaran pajak juga kita tekankan supaya dipenuhi. Selama ini masalah pajak sudah bagus pelaksanaannya. Semua catatan ini kita sampaikan pada kepala desa yang kita undang dalam rakor ini. Harapannya, pada pelaksanaan ADD 2018 bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk tahun ini, besarnya ADD sekitar Rp 113 miliar,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Perangkat Desa di Grobogan Bisa Diangkat Jadi Carik, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, GroboganPara perangkat desa di Grobogan saat ini punya kesempatan untuk diangkat jadi carik atau sekretaris desa (Sekdes) setempat. Hal ini bisa dilakukan seiring dengan munculnya Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut.

Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur dalam peraturan tersebut,” jelas Daru dalam Rakor Pelaksanaan Kegiatan Alokasi Dana Desa Triwulan I tahun 2018 di gedung PGRI, Rabu (28/3/2018).

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Tak Hanya Dihukum, Polisi Jateng Kena Narkoba Juga Digojlok di Kandang Brimob

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah tampaknya serius melakukan bersih-bersih terhadap anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk semakin menguatkan upaya bersih-bersih ini, polda mencanangkan program ’KUPEDULI’.

Program yang digawangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) ini merupakan upaya untuk menegakkan hukuman, perawatan dan pembinaan terpadu anggota Polri yang terlibat narkoba.

Dalam program ini, anggota maupun aparatur sipil negara (ASN) Polri yang terbukti mengonsumsi narkoba akan mendapatkan hukuman dan perawatan khusus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Propam, Kombes Pol Jamaluddin Farti mengatakan, program ini merupakan bentuk keseriusan Polda Jateng dalam menindak personel yang terlibat narkoba.

Menurut dia, oknum Polri maupun ASN yang terbukti menyalahgunakan narkoba, selain mendapat sanksi disiplin dan kode etik, serta pidana juga mendapat gemblengan melalui program ini.

”Tujuannya, untuk menghentikan sama sekali penggunaan narkoba di lingkungan anggota Polri/ASN Polda Jateng. Sehingga anggota Polri dan ASN Polri Polda Jateng bebas dari jeratan narkoba,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Rabu (28/3/2018).

Setiap anggota Polda yang mengonsumsi narkoba, akan mengikuti perawatan medis dan konseling di RS Bhayangkara Semarang.

Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan kembali mengikuti pembinaan fisik. Lokasi yang digunakan untuk pembinaan fisik ini di Markas Komando Satbrimob Polda Jateng.

”Untuk perkara pelanggaran penyalahgunaan narkoba di jajaran Polda Jateng proses hukum internalnya (disiplin/kode etik profesi) dan pelaksanaan sidangnya ditarik ke Polda Jateng,” ujarnya.

Untuk anggota yang menjalani hukuman disipilin, diberikan hukuman berupa penampatan khusus (patsus) di ruang Patsus Mapolda Jateng. Mereka yang mendapat hukuman ini dalam aktivitasnya, wajib memakai memakai rompi dan helm patsus selama menjalani hukuman.

”Setelah selesai menjalani hukuman berupa patsus tersebut, untuk penjemputan terhukum anggota Polri dilakukan oleh atasannya yaitu kasatker/kapolres di hadapan kapolda/wakapolda,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

David Beckham Main Bola Plastik dengan Bocah SMP di Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan bintang sepak bila Inggris David Beckham blusukan di Kota Semarang, selama dua hari. Beckham blusukan ke sejumlah SMP dan bertemu Wali Kota Semarang Hendra Prihadi, di kompleks balai kota, Rabu (28/3/2018).

Di balai kota Beckham datang bersama rombongan UNICEF dalam program sekolah percontohan antibullying dan kekerasan anak. Dua SMP di Kota Semarang yakni SMPN 17 dan SMPN 33 ditunjuk sebagai sekolah percontohan.

Sayangnya, kegiatan Beckham selama di Semarang tertutup untuk media. Hendra Prihadi atau yang akrab disapa Hendi menceritakan pertemuannya dengan Beckham berlangsung akrab.

“Beckham tadi bilang, pertama senang di Semarang, udaranya lebih baik dari London, lha datang pas mendung,” kata Hendi.

Selain itu kedatangan Beckham sebagai perwakilan UNICEF juga membahas mengenai bullying dan kekerasan anak. Ia juga memuji Pemkot Semarang yang mempunyai langkah-langkah dalam mengatasi bullying.

”Dia senang ada tindakan dari Pemkot untuk mengatasi bullying. Dia bilang bullying untuk anak dan perempuan harus dihilangkan,” lanjutnya.

David Beckham bertemu dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (foto : detik.com)

Suami Victoria dan Hendi juga saling bertukar cinderamata. Beckham memberikan hadiah kaus warna biru bertuliskan UNICEF kepada Hendi, yang diberi tandatangannya Beckham. Sementara Hendi memberikan cindermata berupa pakain batik warna merah.

Selain mengunjungi Balaikota Semarang, Beckahm juga blusukan ke SMPN 33 Semarang. Kedatangan bintang sepak bola ini tak banyak yang mengetahuinya. Beckham datang ke sekolah ini Rabu pagi.

Kabar beredar, sebelum datang ke sekolah ini Beckam sempat menjemput seorang siswi bernama Lorenza, di Perumahan Intan, Tembalang.

Di sekolah ini Beckahm juga sempat bermain bola dengan siswa-siswa SMPN 33. Bola yang digunakan untuk bermain adalah bola plastik.

Salah satu siswa yang ikut bermain bola dengan Beckham adalah Herman Yosef Dwi. Ia menceritakan kegirangannya saat bermain dengan legenda sepakbola tersebut.

Apalagi ia juga mendapat hadiah istimewa dari sang bintang. Bocah SMP ini mendapatkan hadiah berupa tandatangan dari Beckam. “Tadi dapat tanda tangan di dasi. Kami tadi main bola plastik, seneng banget,” katanya.

Namun ia mengaku cukup kecewa lantaran tak bisa berfoto bareng dengan sang idola. Pasalnya tak ada yang diperbolehkan berfoto bersama Beckham. Meski demikian ia mengaku cukup senang bisa bertemu langsung dengan Beckham.

Editor : Ali Muntoha

Tergerus Air, Jalan Penghubung Dua Desa di Karimunjawa Jepara Ambrol

MuriaNewsCom, Jepara – Jalan penghubung Desa Karimunjawa dan Desa Kemojan putus. Hal itu karena, gorong-gorong yang ada di bawahnya tak kuat menahan gerusan air, sehingga ambrol dan menyisakan rekahan besar sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Desa Karimunjawa Arif Rahman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jalan yang putus melintang sepanjang lebih kurang 3 meter. Sementara kedalamannya mencapai 2,5 meter.

Praktis, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih. Namun untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, masih memungkinkan lewat.

“Ada jembatan darurat yang dibuat dari kayu untuk dilewati oleh motor dan pejalan kaki,” tuturnya.

Hanya saja, ia mengakui hal itu kurang efektif. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama, dari Desa Karimunjawa menuju Desa Kemojan.

Wisatawan terlihat menyebrang melalui jembatan darurat yang dipasang diatas rekahan jalan, yang tadi pagi sekitar pukul tujuh ambrol. Jalan tersebut merupakan akses utama dari Desa Karimunjawa ke Desa Kemojan, Rabu (28/3/2018). (ISTIMEWA)

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Camat Karimunjawa Noor Sholeh. Menurut dia, akses tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kemojan. Praktis, ambrolnya jalan mengganggu lalu lalang warga, termasuk para wisatawan.

“Untuk tur darat memang tidak memungkinkan. Tadi ada turis yang menyeberang melalui jembatan darurat. Namun Karimunjawa kan terkenal dengan tur laut,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihak Kecamatan Karimunjawa, hari ini akan membuat jalan alternatif. Hal itu dilakukan, agar aktifitas warga dan wisatawan tidak terganggu.

Menurut Sholeh, pembukaan jalan alternatif akan menggunakan alat berat. Selain itu, warga sekitar dan paguyuban pengemudi juga turut ambil bagian dalam swadaya tersebut.

“Lokasi jalan alternatif berada 25 meter dari jalan yang putus. Sebenarnya jalan (ambrol) itu sudah menjadi TO (Target Operasi) dari PUPR (untuk dibenahi). Tahun ini memang sudah dianggarkan, namun memang karena kondisi hujan dan keadaan jalan sudah parah, akhirnya ambrol,” urainya.

Sebelum ambrol, jalan tersebut sempat mengalami penurunan ketinggian. Hal itu kemudian telah dilaporkan kepada dinas terkait, untuk ditindaklanjuti.

Editor: Supriyadi

Pria di Wonogiri Punya Penyakit Aneh, 28 Tahun Sering Kesurupan dan Ramal Masa Depan

MuriaNewsCom, Wonogiri  Seorang pria di Kedung Lumbu, Damburejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, mempunyai penyakit aneh. Selama puluhan tahun, pria bernama Giyarno (58) ini sering mengalami kesurupan.

Saat kesurupan, Giyarno kerap melukai dirinya sendiri. Tak hanya itu, dalam proses kesurupan itu, pria berumur setengah abad ini kerap mengeluarkan kalimat-kalimat berupa ramalan masa depan. Dan beberapa ramalannya terbukti benar-benar terjadi.

Meski ada keistimewaan tersebut, Giyarno mengaku menderita akibat penyakt tak wajar yang dialaminya. Penyakit ini sudah dideritanya sejak 1990 silam. Gejala-gejala aneh muncul saat ia tidur.

Dalam tidur itu, Giyarno tiba-tiba bertingkah aneh. Ia berbicara tak jelas, melakukan tindakan menyakiti diri sendiri hingga mengeluarkan ramalan-ramalan.

Giyarno sendiri mengaku tak menyadari apa yang dilakukannya ketika penyakit aneh itu kambuh. Dikutip dari Solopos.com, Rabu (28/3/2018) Giyarno juga mengaku ia berulang kali dicelakakan makhluk gaib. Akibatnya Giyarno mengalami luka pada tulang lutut, jahitan sepanjang 30 cm di dagu, dan robek pada kemaluannya.

Berulang kali Giyarno berobat secara medis namun hasilnya nihil. Anaknya telah berulangkali membawa Giyarno ke rumah sakit namun para tenaga medis tidak bisa menjelaskan secara pasti apa penyakit Giyarno.

Giyarno sendiri mengaku sudah capai dengan penyakit aneh ini, dan ingin sembuh total. “Saya sudah malu dengan keadaan saya sekarang ini, saya sudah tua dan capek dengan keadaan ini,” katanya.

Hingga kemudian Puji Wahono anak Giyarni mendapat sebuah petunjuk untuk menaruh kaca pada tempat tidur Giyarno. Ia juga membawa garam yang menurutnya dapat mengusir makhluk halus.

Hasilnya Giyarno sudah tidak sering mengalami kesurupan, namun di sekitar rumahnya sering terjadi kejadian janggal seperti pintu yang bergetar dan barang-barang yang berjatuhan secara tidak wajar.

“Saya berharap ada yang membantu kami baik praktisi agama maupun orang yang paham akan hal seperti ini,” ujar Puji Wahono.

Editor : Ali Muntoha

Aksi Maling Motor Embat CBR 250 di Kudus Terekam CCTV

MuriaNewsCom, Kudus – Maling motor beraksi di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Selasa (27/3/2018) malam. Pencuri membawa kabur sebuah motor Honda CBR 250, yang terparkir di halaman indekos.

Namun, aksinya ini terekam kamera pengindera jarak jauh (Closed Circuit Television-CCTV), yang terpasang di areal indekos. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengendap-endap di dekat Motorsport itu.

Celingukan, ia terlihat mengecek kondisi disekitar indekos. Sebelum menuntun mundur motor berwarna oranye itu, ia terlebih dulu membenahi sandaran (standard) motor, dengan tangannya. setelahnya, pelan-pelan ia meninggalkan halaman dengan terus mengawasi keadaan sekitar.

Farhan Nuris pemilik kendaraan tersebut mengatakan, raibnya motornya baru diketahui pada Rabu (28/3/2018) pagi. Setelahnya, ia kemudian mengecek pada CCTV yang terpasang di rumah indekosnya.

“Tadi malam itu saya keluar cari makan sekitar pukul 21.00 WIB, kembali lagi ke kos pukul 22.00 WIB. Saya baru tahu kalau motor saya hilang pada pagi hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, plat nomor kendaraannya adalah K 5989 QU. Tidak ada ciri khusus pada motor yang dibelinya setahun lalu. Namun pada bagian belakang, tak terpasang slebor dan lampu depan diberi scotlite berwarna biru.

Ia mengaku kerugian akibat pencurian tersebut bernilai puluhan juta rupiah. Lantaran pada saat pertama kali membeli motor tersebut Farhan menebusnya dengan harga Rp 35 juta.

“Pas setahun lalu saya beli. Ini baru saja motornya selesai dipajaki,” tambahnya.

Dirinya mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bae. Namun untuk melengkapi berkas, kini dirinya sedang mengambil BPKB motor ke kampung halamannya di Tambaksari, Kecamatan Pati Kota.

Editor: Supriyadi

PTM Sukun Boyong 9 Medali di Kejuaraan Piala Rektor USM

MuriaNewsCom, Kudus – Tim PTM Sukun berhasil mendulang prestasi di ajang Piala Rektor Universitas Semarang (USM). Tak tanggung-tanggung, tim yang berdomisili di Kudus ini berhasil membawa pulang sembilan medali.

Sembilan medali tersebut terdiri dari empat medali emas, satu perak, dan empat perunggu. Dengan hasil itu, PTM Sukun berhasil membuktikan diri sebagai tim terkuat di ajang tersebut.

Ketua Pelaksana PTM Sukun M Koesrin mengatakan, empat medali emas tersebut disumbang oleh Hafid (tunggal kadet putra), Dwi Okta (tunggal kadet putri), Ridho (tunggal senior Non PON putra), dan Hafid (tunggal junior ptra). Sementara untuk medali perak disumbang Neni yang bermain di tunggal junior putri).

”Kalau yang perunggu ada Safira di tunggal junior putri, Zidna di tunggal senior Non PON, dan Aminah yang bermain di tunggal junior putri dan tunggal senior non PON,” ujarnya.

Hasil itu, lanjut Koesrin, semakin menambah rentetan prestasi yang ditorehkan para pemain PTM Sukun. Hanya, ia berharap prestasi tersebut akan semakin bertambah di kejuaran-kejuaraan yang akan diikuti mendatang.

Editor: Supriyadi

Pimpin Musrenbang, Bupati Kudus Musthofa Pamitan

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berpamitan pada pejabat-pejabat yang ada di Kota Kretek, saat Rapat Musrenbangda, Rabu (28/3/2018). Ia mengatakan, capaian selama 10 tahun dirinya memimpin perlu dikawal agar lebih baik.

“Karena ini adalah Musrenbang terakhir bagi saya, saya pamit. Mudah-mudahan Kudus akan dipimpin oleh bupati yang lebih baik daripada saya. Maaf selama masa pimpinan saya kepada semua pihak, para Kades yang selama ini saya kencengi itu karena kasih sayang ,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, hadir Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Dandim 0722 Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo, Kajari Kudus Herlina Setyorini, kepala OPD dan para kepala desa serta akademisi.

Berbicara mengenai masa kepemimpinanya, ia berujar sebanyak 91 persen jalan di Kabupaten Kudus telah dibenahi. Sementara 9 persen diantaranya memang menjadi pekerjaan rumah, yang harus dituntaskan pada tahun anggaran kedepan.

Menurutnya, kesejahteraan suatu daerah salah satu indikasinya adalah pembangunan fisik. Seperti pembangunan jalan ataupun penerangan jalan.

Disamping itu, ia mengklaim angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai Rp 9 juta perbulan. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi di Kudus pun mencapai 5,76 persen.

“Tak hanya bicara tentang aspirasi, tapi membangun fisik dan kesejahteraan serta tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi kunci,” ungkap Musthofa.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pemimpin Kudus, setelah dirinya lengser. Di antaranya, laju inflasi yang mencapai 2,38 persen dan angka kemiskinan yang mencapai 7,65 persen.

“Laju inflasi Kudus dipengaruhi juga dari daerah lain. Seperti Semarang dan Demak yang kini tengah berbenah. Kudus adalah jantung bagi Pantura Timur. Namun tidak lantas kita bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kudus Sudjatmiko menyebut, Musrenbang tersebut akan menentukan arah pembangunan Kota Kretek. Menurutnya, acara tersebut juga digunakan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), lima tahun ke depan.

Editor: Supriyadi

Tak Terima Diputus, Residivis Pembunuhan Ini Perkosa Mantan Pacarnya

MuriaNewsCom, Solo – Seorang pemuda bernama Raka Sinuarga (22) warga Kampung Kauman, Pasar Kliwon, Solo, diseret ke kantor polisi, karena mencoba memperkosa mantan pacarnya yang masih di bawah umur. Motif pencabulan itu, karena sakit hati setelah diputus.

Korbannya adalah seorang gadis berinisial Sh yang masih berumur 16 tahun. Pelaku mencabuli mantan pacarnya itu di kamar kos korban di Jalan Ir Juanda, Purwodiningratan, Jebres, Solo, pada Senin (26/3/2018) malam.

Kini pemuda tersebut diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jebres. Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika pelaku ternyata seorang residivis kasus pembunuhan.

Saat usianya masih 15 tahun, pelaku melakukan pembunuhan di Makam Untoroloyo, Jebres, Solo pada 2 Januari 2011 lalu. Dalam kasus ini, pelaku dijatuhi vonis tujuh tahun dan ditahan di LP Nusakambangan, Cilacap.

Belum beberapa lama ke luar dari penjara, kini pemuda tersebut harus kembali berurusan dengan masalah hukum, karena kasus pencabulan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, melalui Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatan terhadap mantan pacarnya tersebut.

”Motifnya karena merasa sakit hati diputuskan cintanya oleh korban. Pelaku mengaku kenal dengan korban melalui media sosial dan berpacaran selama empat bulan,” katanya dikutip dari Antara Jateng, Rabu (28/3/2018).

Saat beraksi, pelaku mendatangi korban dengan memanjat atap menuju ke belakang rumah kos korban. Pelaku kemudian memacah pintu kaca, dan mencoba memerkosa mantan pacarnya.

Warga yang mengetahui adanya kegaduhan di dalam kamar kos korban langsung merangsek menuju lokasi. Melihat peristiwa itu, warga langsung naik pitam dan menyeret pelaku ke kantor polisi.

Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dihajar warga yang emosi melihat kejadian tersebut. Apalagi saat diamankan, pelaku ternyata dalam kondisi mabuk setelah menenggak minuman keras jenis ciu.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, baju milik korban, tiga ponsel yang telah dirusak. Tersangka dijerat Pasal 82 Undang Undang RI No.17/2016, tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Lihat Jalan Rusak, Ganjar : Dalane Bodhol Ya, Ngetril-ngetril

MuriaNewsCom, Cilacap – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cukup kaget melihat kerusakan jalan di salah satu desa di Cilacap. Bahkan kerusakan jalan itu cukup parah, hingga ia menyebut jalan itu layaknya hanya untuk trabas.

Jalan rusak itu berada di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ganjar merasakan kerusakan jalan itu langsung dengan mengendarai sepeda onthel, Selasa (27/3/2018).

Saat berkunjung di desa ini, warga desa itu menang sengaja meminta Ganjar menaiki sepeda onthel dari jalan masuk desa. Tujuannya, warga ingin Ganjar merasakan  secara langsung betapa parahnya jalan utama di Desa Keleng itu.

Aspal sudah tergerus, tinggal batu dan tanah. Lubang besar menganga di sana sini. Melewati jalan ini dengan sepeda motor, sudah seperti trabas saja. “Wah dalane bodhol ya, ngetril ngetril,” kata Ganjar sembari mengonthel sepedanya.

Sepanjang dua kilometer, Ganjar mengonthel bersama istrinya Siti Atikoh. Warga desa Keleng mengikuti di belakang. Saat ngonthel itu beberapa warga meneriaki meminta Ganjar untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dalam dialog dengan warga, Ganjar menyebut jika kades setempat sudah menghadap dirinya beberapa waktu lalu. Karena jalan tersebut kewenangan kabupaten, maka ia meminta usulan diajukan ke bupati Cilacap.

“Usulan sudah disampaikan, saya minta kabupaten menindaklanjuti, mampunya berapa, sisanya provinsi yang kasih bantuan keuangan,” ujarnya.

Sebelum ke desa ini, Ganjar juga mnenggelar silaturahmi di Kantor DPC PDIP Cilacap. Dalam dialog ini dibahas mengenai industri jamu yang menjadi gantungan hidup warga Cilacap.

Ganjar mengatakan, industri jamu di Cilacap harus didorong agar mampu tumbuh menjadi sentra ekonomi yang produktif. Saat ini, meski terus berproduksi tapi standarisasi jamu Cilacap harus ditingkatkan.

Saat ini yang terpenting adalah melakukan pendataan terhadap pelaku usaha jamu. “Dari data tersebut, bisa diketahui masalah yang ada, petakan persoalan. Selanjutnya, pendaftaran ulang ini pengusaha yang eksis, ini yang biasa, ini yang butuh bantuan. Dari situ kan dilakukan pembinaan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

FASBuK Bakal Hadirkan Rhy Husaini dan Ima Yaya

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali digelar. Pada edisi bulan Maret ajang itu akan menghadirkan pertunjukan musik, puisi, cerpen dan diskusi oleh dua sastrawan yakni Rhy Husaini dan Ima Yaya.

Pertunjukan sendiri akan mengambil tempat di Kampus UMK Gondangmanis, Kecamatan Bae, pada hari Jumat (30/3/2018) mulai pukul 19.30 WIB.

Pada kesempatan itu Rhy Husaini akan menampilkan sebuah karya bertajuk “ANAHOM”. Ia sendiri merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, berupa antologi puisi dan essai. Selain itu, sastrawan ini juga kerap menampilkan karya-karyanya di Kota Gudeg maupun Kota Kretek.

Sedangkan Ima Yaya merupakan seorang tenaga pendidik di salah satu lembaga pendidikan kota Kudus yang sejak kecil mencintai puisi, terhitung sejak tahun 1998 aktif berteater di kota Solo, semarang dan menjadi pendiri Teater SAKA di Kudus.

Pada kesempatan tersebut, dirinya akan menampilkan sebuah karya yang bertajuk “Si Bola Mata”.

Acara ini sendiri, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Kajian Kreatifitas Seni Obeng Fakultas Tekhnik Universitas Muria Kudus.

FASBuK sendiri adalah, ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Harapannya, ruang seni ini mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran.

Editor: Supriyadi