Polres Kudus Cokok Penadah Barang Curian Distro Purwosari

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat kasus pembobolan distro di Kelurahan Purwosari Pengkol medio Februari lalu? Polisi sudah menemukan titik terang siapa pelakunya, hal itu diperoleh setelah petugas berhasil mencokok dua orang penadah yang membeli barang-barang curian tersebut.

Penadah barang curian tersebut adalah Agus Budi Santoso dan Apri Susanti. Keduanya adalah warga Kota Magelang, yang menjajakan barang curian kawanan pencuri yang beraksi di Kudus itu.

“Iya, untuk saat ini kami berhasil meringkus penadah barang curian tersebut. Namun untuk pelaku utamanya masih dalam pengejaran. Mereka (tersangka) adalah pasangan suami istri,”ujar Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar, beberapa saat lalu.

Selain mengamankan 93 potong kerudung merek Arrafi, sebuah tas dan sebuah celana pendek, petugas juga mengamankan alat pembobol toko. Diantaranya gunting besi dan dua buah linggis serta plat nomor R 9125 JB, yang diduga milik pelaku.

Sementara itu, Apri Susanti mengaku tidak tahu bahwa barang yang dibelinya adalah curian. Menurutnya, barang-barang tersebut dibeli dari seorang pemasok yang mengaku mendapatkannya dari bongkaran kapal.

“Ini baru pertama kali beli, ngakunya mereka dapat barang murah dari kapal. Memang sih barangnya murah, dua juta rupiah dapat sebanyak ini. Ini saja belum jadi menjual tapi sudah tertangkap,” urainya.

Mereka terancam kurungan penjara selama tujuh tahun, karena disangkakan melanggar pasal 363 KUHP Jo 56 KUHP Subsider 480 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, sebuah distro dibobol maling Jumat (16/2/2018) dinihari. Pencuri menggondol 400 potong pakaian, kerugian yang diderita berkisar Rp 50 juta.

Editor: Supriyadi

Begini Upaya Pemkab Kudus Tekan Inflasi di Kota Kretek

MuriaNewsCom, Kudus – Inflasi di Kudus pada awal bulan tahun 2018 1,00 persen, lebih tinggi daripada Desember 2017 yang hanya 0,60. Bahan pangan seperti beras, cabai rawit  dan daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang inflasi. Lalu bagaimana upaya pemkab untuk menekan  hal itu agar tak lantas memengaruhi daya beli masyarakat?

Dwi Agung Hartono Kabag Perkonomian Setda Kudus mengungkapkan, bulan Desember dan Januari biasanya memang terjadi tren peningkatan inflasi. Namun demikian, berdasarkan berita resmi statistik dari BPS pihaknya akan mengambil langkah strategis untuk mengendalikannya.

“Nantinya pemkab akan membuat rekomendasi berdasarkan angka inflasi kemarin, rekomendasi itu akan kita berikan kepada kepala dinas terkait agar dapat mengendalikan inflasi di bulan Februari,” katanya, Jumat (02/02/2018).

Ia memperkirakan, bahan makanan yakni beras sebagai penyumbang inflasi akan turun harga di bulan Februari. Hal ini karena, sebagian besar wilayah Kudus memasuki musim panen padi.

Sementara itu, dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH), Kudus menempati urutan keempat dalam besar angka inflasi. Cilacap mengalami inflasi pada bulan Januari 2018 sebesar 1,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 135,22, disusul Purwokerto dengan 1,29 dengan IHK sebesar 129,70.

Di tempat ketiga ada Tegal dengan inflasi sebesar 1, 15 persen dengan IHK 128,90, Kudus 1,00 persen dengan IHK 138,03, Kota Semarang 0,81 persen dengan IHK sbesar 130,17 dan terakhir adalah Kota Surakarta dengan inflasi sebesar 0,55 persen dengan IHK 126,91.

Adapun tingkat inflasi nasional pada bulan Januari 2018 adalah 0,62 persen dan di Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,88 persen.

Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu mengatakan, pihaknya telah melakukan penghitungan menggunakan metode sampling. Hasilnya lima besar barang penyumbang inflasi di Kota Kretek adalah beras, cabai rawit, bensin, daging ayam, dan mobil.

“Sementara itu untuk penyumbang deflasi adalah telur ayam ras, tomat sayur, kangkung, kacang panjang dan bahan bakar rumah tangga,” paparnya.

Editor: Supriyadi

Keliling Kudus Cukup Seliter Bensin Bareng Mio S

MuriaNewsCom, Kudus – PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing area Jateng-DIY menggelar turing keliling Kota Kudus, menggunakan Yamaha Mio S, Sabtu (13/1/2018). Diikuti oleh pewarta, blogger dan pegiat media sosial, ajang bertajuk “1 Liter Challenge Bareng Mio S” itu ingin membuktikan kecanggihan dan iritnya konsumsi bahan bakar dari varian Mio tipe S (Smart and Sophisticated)

Keberangkatan tim turing dimulai dari dua titik, yakni Dealer Yamaha Harpindo Jaya di kawasan Pentol Jl Jendral Sudirman 168 Kudus dan Yamaha Mataram Sakti Jl Sunan Kudus, sekitar 20 peserta diajak berkeliling kota Kudus. Dari titik awal, masing-masing kendaraan diisi satu liter BBM.

Menggunakan metode full to full,kendaraan yang telah terisi bbm, lantas diberi segel pada tutup tanki bensin.

Destinasi pertama adalah Gor Wergu Kudus. Titik tersebut adalah check point, sebelum melanjutkan perjalanan ke Museum Kretek, Gerbang Kudus Kota Kretek dan berakhir di Masjid Menara Kudus.

MuriaNewsCom, yang diajak serta menggunakan Yamaha Mio S berwarna toska, satu dari empat varian warna yakni merah, putih dan hitam. Saat pertama kali menaikinya, pijakan kaki terasa lega, bahkan untuk meletakan tas berisi komputer jinjing, buku, wadah air minum kemasan 1,5 liter, jaket dan peralatan pendukung liputan.

Selain itu, hal menonjol lain adalah kehadiran panel lampu hazard yang belum banyak ditemui pada motor jenis matic sejenis. Selain itu, tampilan lampu depan yang menggunakan LED dan kedua ban yang telah memakai tubeless menjadikannya mantap dikendarai.

Selain itu, motor ini dibekali dengan teknologi Blue Core yang membuat konsumsi bahan bakar irit.

“Tidak hanya irit di konsumsi BBM, tetapi juga hemat biaya perawatan lantaran mesinnya dilengkapi dengan forged piston dan diasil cylinder. Apalagi dengan teknologi Blue Core membuat iritnya sempurna,” kata Zaldiansyah Perdana Promotion Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Area Jateng-DIY.

Ia menambahkan, dengan teknologi Blue Core pembakaran Yamaha Mio S lebih optimal. Meskipun kapasitas mesinnya terhitung besar, yakni 125 cc namun jauh lebih irit dibanding mesin 110 cc.

Pada kontrol panel juga terdapat fitur Eco Lamp. Dengan fitur ini pengendara akan tahu, apakah yang bersangkutan telah berkendara dengan irit atau tidak.

“Indikasinya, jika indikator Eco Lamp menyala (hijau) maka pengendara telah berkendara secara irit. Namun jika indikatornya mati, maka yang terjadi adalah sebaliknya,” terang Zaldiansyah.

Terkait pangsa pasar, Yamaha Mio S banyak diminati oleh kalangan perempuan. Mulai dari mahasiswi hingga ibu rumah tangga. Hal itu karena motor ini mengusung bodi yang lebih ramping dan ringan.

Di Kudus sendiri untuk varian Mio Series terjual rerata 100 unit per bulan.

Di akhir sesi, tim mekanik lantas mengukur penggunaan BBM tiap pengendara Mio S. Setelah diukur, dengan rute tersebut, untuk satu liter bahan bakar kendaraan tersebut rerata dapat menempuh 62 kilometer.

Editor: Supriyadi

 

Pembuat Beras Analog Asal Grobogan Ini Bangga Produknya Dibeli Presiden Jokowi, Begini Ceritanya

Ambarwati (tengah) pembuat Rasteja dari Desa Klampok, Kecamatan Godong saat dapat kesempatan bertemu Presiden Jokowi di Semarang, Sabtu (23/12/2017) (istimewa)

MuriaNewsCom, GroboganSebuah momen istimewa berhasil didapat Ambarwati, salah satu pelaku UMKM dari Desa Klampok, Kecamatan Godong, Sabtu (23/12/2017). Yakni, bisa bertatap muka langsung dan berfoto bersama dengan Presiden Joko Widodo.

Lebih bangga lagi, Jokowi juga berkenan membeli produk beras analog dari bahan ketela dan jagung (Rasteja) yang dibuatnya selama ini.  

”Waduh, senang sekali dan bangga bisa bertemu Bapak Presiden. Ini momen luar biasa sekali,” kata Ambarwati saat dihubungi lewat ponselnya.

Baca: Beraksi di ATM Pom Bensin, Sindikat Pembobol ATM asal Palembang Diringkus Polres Jepara

Pertemuan Ambarwati dengan Jokowi itu berlangsung dalam acara penyerahan sertifikat untuk rakyat secara serentak di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang siang tadi. Dalam acara itu juga diadakan pameran produk unggulan UMKM dari kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Jadi saya diminta pihak BPN Grobogan untuk ikut mengisi stan pameran UMKM. Selain saya, ada dua UMKM lain dari Grobogan yang ikut. Yakni, pembuat sale pisang dan telur asin,” jelas Ambar.

Menurutnya, selain Rasteja, ada beberapa produk lagi yang dibawa. Antara lain, nasi jagung instan, emping jagung dan singkong goreng crispi. Selama acara, Jokowi tidak ada agenda mengunjungi stand pameran UMKM.

Pasca acara penyerahan sertifikat Ambarwati berupaya untuk bisa bertemu dengan Jokowi sekedar buat mengenalkan Rasteja. Upaya untuk mendekati presiden butuh perjuangan karena pengamanan yang cukup ketat dan banyaknya orang yang hadir.

Baca: Dosen Pembimbing Skripsi Jokowi Ternyata Asli Grobogan, Rumahnya Sangat Sederhana

”Singkatnya, saya akhirnya dapat kesempatan untuk bisa menghadap Pak Presiden. Saya cerita soal Rasteja dan beliau (Presiden) sangat terkesan dan akhirnya membeli satu produk kemasan 1 kg yang saya bawa tadi. Senang sekali rasanya dapat kesempatan itu,” jelasnya dengan nada penuh semangat.

Amba mengatakan, dalam pembuatan rasteja dan aneka makanan ringan yang dilakukan selama ini, didapat dari bimbingan dan pengarahan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Grobogan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sementara itu, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Grobogan Heru Prajadi mengaku bangga karena produk rasteja mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. Menurutnya, Ambarwati selama ini merupakan pengelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Jaya Desa Klampok yang menjadi binaan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Grobogan. KUB ini bidang usahanya berkaitan dengan pangan dengan jenus produk yang dibuat berupa makanan siap saji dari bahan jagung dan ketela.

Baca: Ini Sosok Agus Maarif, Ustaz Ganteng Asli Pati yang Baca Alquran di Pernikahan Anak Jokowi

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan pembinaan dan pengembangan pada pelaku UMKM yang mengarah pada hasil pertanian muapun peternakan. Dalam pengembangan, Pemerintah Grobogan telah menjalin kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Wujudnya melalui pembuatan techno park  (TP).

Adanya TP di Grobogan dirasa sangat diperlukan. Dengan program ini membawa dampak positif. Sebab, pihak BPPT itu membantu penyediaan peralatan khususnya pasca produksi hingga pemasaran.

”Program ini sangat bagus sekali dan memang sangat kita butuhkan. Melalui program ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani dan pelaku UMKM,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pesawat Garuda Gagal Terbang ke Jakarta, Masih Tertahan di A Yani

Pesawat Garuda nomor penerbangan GA 233 jurusan Semarang-Jakarta gagal terbang karena masalah teknis, dan hingga kini masih dalam perbaikan. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 233 jurusan Semarang-Jakarta, Kamis (21/12/2017) pagi gagal terbang dari Bandara A Yani Semarang. Informasi yang didapat menyebut, terjadi kerusakan teknis pada bagian roda pesawat.

Kerusakan ini diketahui saat pesawat sudah bersiap untuk take off dari Bandara A Yani. Akibat masalah itu, penumpang yang sebelumnya sudah berada di dalam pesawat harus diturunkan kembali dan diminta menunggu di terminal pemberangkatan.

Hingga saat ini, proses perbaikan pesawat masih dilakukan. Rencananya, penumpang baru akan diberangkatkan pada pukul 11.00 WIB.

Pihak Bandara A Yani membenarkan bahwa pesawat Garuda gagal terbang. Namun untuk detil kerusakan yang terjadi wartawan diminta menghubungi pihak Garuda langsung.

“GA 367 SRG-SUB-LOP 20 Des 2017, schedule 16.05 WIB postpone due to technical, ke hari ini rencana sekitar jam 11.00. GA 233 SRG-CGK 21 Des 2017, schedule 7.40 WIB, delayed due to technical, masih menunggu penggantian ban dari Jakarta,” bunyi informasi dari Bandara A Yani.

Editor : Ali Muntoha

1 Kuintal Daging Gelonggongan Diamankan Petugas di Grobogan

Daging gelonggongan yang berhasil disita tim gabungan dari pemasok asal Boyolali. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan, didukung instansi terkait lainnya kembali melangsungkan razia daging gelonggongan, Kamis (21/12/2017) dinihari. Dalam kegiatan ini petugas berhasil mengamankan lebih dari 100 kg daging gelonggongan.

Daging gelonggongan yang difatwakan haram oleh MUI itu, ditemukan dari seorang pemasok asal Boyolali bernama Samsaini, di Pasar Pagi Jalan Gajah Mada, Purwodadi, sekitar pukul 04.00 WIB. Daging tersebut dibawa pemasok dengan sepeda motor untuk dikirimkan pada pedagang daging di Purwodadi.

Kadinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Riyanto menyatakan, total daging yang diamankan sebanyak 131,35 kg. Terdiri dari daging merah, tulang, dan iga.

“Kami berhasil mengamankan satu orang pemasok daging gelongongan. Total daging   sebanyak 131,35 kilogram. Dalam kegiatan ini kita juga didukung pihak Polres, Dinkes, dan Satpol PP,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kadar air daging tersebut mencapai 81,6 persen. Sementara kadar air daging yang normal angkanya di bawah 77 persen. Setelah diamankan, daging tersebut selanjutnya dibawa petugas ke kantor Disnakkan untuk dimusnahkan.

“Dari hasil pemeriksaan, daging itu dinyatakan semi basah dari proses penyembelihan yang kurang sempurna. Oleh sebab itu, daging tersebut tidak layak diedarkan pada masyarakat,” jelas Riyanto.

Menurutnya, selama ini wilayah Grobogan memang jadi salah satu incaran pedagang  daging gelonggongan dari luar daerah.

Di antara pemasok ini, merupakan pemain lama yang sudah beberapa kali terkena razia. Daging gelonggongan itu biasanya dijual lebih murah sekitar Rp 15-25 ribu per kilo dibandingkan harga daging sehat.

Editor : Ali Muntoha

Mobil Calya Remuk Usai Tabrak Tiang Reklame di Jalan Ahmad Dahlan Pati

 

Kondisi mobil Calya yang remuk setelah menabrak papan reklame BBC di Jalan Ahmad Dahlan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mobil Toyota Calya bernopol G 9429 PA remuk pada bagian depan seusai menabrak tiang papan reklame lembaga kursus bahasa Inggris BBC di kawasan Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Pati Wetan, Jumat (8/12/2017) dini hari.

Kejadian tersebut terjadi pada sekitar pukul 04.15 WIB. Saat itu, pengemudi yang bernama Nur Hudi Mulyono (29) melaju dari arah timur menuju utara.

Hudi yang merupakan warga Desa Panjang Wetan, Pekalongan diduga mengantuk sehingga berjalan terlalu ke kanan dan menaiki trotoar.

Akibatnya, pengemudi menabrak tiang papan reklame yang berada di depan kantor lembaga kursus BBC. Beruntung, kondisi pengemudi dalam keadaan sehat.

Sementara mobil bagian depan mengalami ringsek yang cukup parah. “Tidak ada korban jiwa. Pengemudi dalam kondisi yang baik,” ujar salah satu petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Pati, Aiptu Iwan Setiawan.

Pemilik papan reklame sendiri atas nama Dartutik (70), ibu rumah tangga warga Dukuh Getaan, Kelurahan Pati Wetan.

Keduanya dilakukan mediasi untuk menyelesaikan ganti rugi. Petugas mengimbau kepada pengguna jalan untuk memilih istirahat bila sedang mengantuk saat mengemudi.

Pasalnya, kantuk menjadi salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya yang menyumbang angka cukup tinggi. “Wajib istirahat dulu, daripada mencelakakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Pelaku Mesum di Masjid Jepara Dinikahkan di Mapolsek

Kapolsek Welahan AKP Rismanto, Kamis (23/11/2017) menikahkan sepasang sejoli yang tertangkap sedang mesum di masjid beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Masih ingat sejoli pelaku mesum di Masjid yang ada di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Jepara, Selasa (24/10/2017) lalu? Hari ini Kamis (23/11/2017) keduanya Sugeng (47) dan Susilowati (33) dinikahkan secara resmi di Mapolsek Welahan.

Pukul 09.00 WIB, Mapolsek Welahan nampak berbeda dari biasanya. Suara musik khas resepsi pernikahan terdengar dan beberapa kursi warna hijau tertata rapi di depan kantor tersebut. Sementara calon mempelai sudah berdandan memakai kemeja dan gamis berwarna senada, putih.

Sembari menunggu orang tua dari Susilowati, persiapan akhir pun dimulai. Termasuk latihan pengucapan akad nikah oleh Sugeng.

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Sekitar pukul 09.46 WIB akad nikah pun dimulai. Orang tua Susilowati, Kadam, mewakilkan kewaliannya pada Kapolsek Welahan AKP Rismanto. Sementara itu acara nikah dipimpin langsung oleh Kepala KUA Welahan Sofa Mustofa.

“Saudara Sugeng Prihantoro bin Sunoko saya nikahkan saudara dengan Susilowati binti Kadam, yang telah diwakilkan kewaliannya kepada saya dengan mas kawin uang senilai Rp 100 ribu, tunai,” ucap Kapolsek Welahan Rismanto sembari menjabat tangan Sugeng.

Prosesi akad nikah antara Sugeng (47) dan Susilowati (33) di Mapolsek Welahan, Jepara, Kamis (23/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Lalu akad nikah itupun dijawab oleh Sugeng. “Saya terima nikah dan kawinya Susilowati binti Kadam dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,” urainya.

Baca : Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Baca : Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Sah. Pernikahan tersebut kemudian dilaporkan langsung ke KUA Jepara, sebab peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang luar biasa.

“Secara agama hal ini diperbolehkan. Dan saya menyambut baik. Pernikahan ini langsung kami laporkan ke Kemenag Jepara, karena ini sifatnya luar biasa. Yang bersangkutan kan bukan dari Welahan, tapi dinikahkan di Welahan,” tuturnya. 

Diketahui, Sugeng merupakan warga Mijen, Demak, sementara Susilowati merupakan warga Pelang-Mayong.

Kapolsek Welahan Rismanto mengatakan, pernikahan tersebut telah dibicarakan antarkedua keluarga dan pasangan tersebut.

“Setelah peristiwa tersebut, mereka enggan pulang ke rumah masing-masing. Maka saya tawarkan mereka untuk dinikahkan. Ternyata keduanya berkenan,” tutur Kapolsek Welahan.

Setelah berkoordinasi dengan KUA dan keluarga, maka pernikahan ini pun terlaksana sebulan, pascapenggrebekan keduanya sedang mesum di toilet masjid. Terkait konsekuensi pidana, Rismanto menyebut tetap akan berjalan. 

Editor : Ali Muntoha

Jateng ‘Supermarket Bencana’, Kendala Ini yang Sering Jadi Masalah

Seorang siswa di Kota Semarang tengah meninggalkan sekolah yang tergenang banjir beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Berbagai jenis bencana alam sangat rawan terjadi hampir di berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. Oleh karenanya, provinsi ini kerap kali disebut sebagai ‘supermarket bencana’.

Mulai dari banjir, tanah longsor, angin lisus dan lainnya. Sebanyak 32 kabupaten/ kota masuk rawan bencana. Kecuali, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kota Tegal.

Dari puluhan daerah itu, 1.719 desa di 334 kecamatan berstatus rawan banjir dan 1.594 desa berstatus rawan longsor. Namun selama ini penanganan bencana di provinsi ini, kerap terkendala masalah kewenangan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso menyebut, meski bencana terejadi di Jateng ada beberapa lokasi yang kewenangannya berada di pemerintah pusat. Alhasil banyak bencana yang tak bisa segera tertangani maksimal.

“Masalah kewenangan ini sebenarnya masalah kewenangan. Saat dialog bersama DPRD Jateng dengan tajuk Pengendalian Banjir di Jateng Senin (6/11/2017) kemarin, kami bersepakat bahwa Jateng memang dikenal sebagai supermarket bencana,” katanya, Selasa (7/11/2017).

Menurut dia, ada beberapa titik krusial yang selalu menjadi langganan banjir dan longsor. Namun, untuk mengatasinya ada problem kewenangan. Sehingga tidak bisa langsung ditangani Pemprov Jateng.

Padahal, di beberapa daerah ada beberapa titik krusial bencana yang ada hubungannya dengan obyek vital. Ia mencontohkan bencana rob di pantura, tepatnya di Kota Semarang. Begitu juga bencana di wilayah selatan sekitar Kroya.

“Sekali terjadi rob langsung menjadi perhatian banyak pihak sampai ke pusat. Kalau masuk Cilacap dan Purbalingga ada sungai yang limpahan airnya sering masuk ke jalan nasional saat hujan,”ujarnya.

Ia berharap persoalan yang menyangkut regulasi ini segera ada penyelesaian. Sehingga persoalan bencana dapat segera ditangani secepatnya.

“Kami mengapresiasi Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Tata Ruang (PU SDA-Taru) yang membangun embung di sejumlah daerah cekungan. Juga upaya Bada BPBD Jateng yang membuat sistem resapan atau biopori di tengah masyarakat,”jelasnya.

Dia mengatakan bahwa untuk menanggulangi bencana, sebaiknya upayanya bukan soal pengendalian tapi pengelolaan. Dengan begitu, sejak awal pihak-pihak terkait lebih siap dalam penanganan bencana.

Saat ini, kata Hadi, DPRD Jateng sendiri tengah menggarap Raperda Air Tanah yang diharapkan bisa memengaruhi upaya penanggulangan dan pencegahan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Editor : Ali Muntoha

Jenazah Siswi SMPN 1 Pulokulon Grobogan Korban Kecelakaan di Tol Cipali Tiba di Rumah Duka

Jenazah Linda Berta Jaya siswi SMPN 1 Pulokulon yang jadi korban kecelakaan di tol Cipali tiba di rumah duka di Dusun Krajan, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Jumat (27/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, jenazah Linda Berta Jaya akhirnya tiba di rumah duka yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan.

Linda merupakan siswi SMPN 1 Pulokulon, Grobogan yang jadi korban kecelakaan bus rombongan wisata di tol Cipali, Jumat (27/10/2017) dinihari.

Jenazah korban kecelakaan tiba di rumah duka selepas magrib, sekitar pukul 18.15 WIB. Jenazah yang sudah dibalut kain kafan itu dibawa mobil ambulans milik Pusksemas Keliling Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Setelah tiba di rumah duka, sejumlah warga langsung menurunkan jenazah dari ambulans dengan momor polisi T 9948 T tersebut.

Rencananya, jenazah akan disemayamkan beberapa saat di rumah duka. Setelah itu, jenazah akan disalatkan di masjid dan langsung dilakukan proses pemakaman di makam umum desa setempat.

Namun, proses pemakaman sempat tertunda. Hal itu disebabkan turunnya hujan deras di wilayah Kecamatan Pulokulon, mulai menjelang Isak.

“Rencana malam ini akan dilakukan pemakaman. Kita masih menunggu hujan reda dulu,” kata Kepala Desa Panunggalan Muslikin Amna.

Seperti diberitakan, musibah kecelakaan menimpa rombongan wisata SMPN 1 Pulokulon, Grobogan, Jumat (27/10/2017) dinihari. Salah satu bus yang mengangut peserta wisata mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di tol Cipali, Jawa Barat.

Rombongan wisata yang diikuti guru dan siswa kelas VII tersebut menggunakan enam unit bus. Satu kendaraan yang mengalami musibah adalah bus nomor lima.

Petugas Senkom Tol Cipali saat dimintai keterangan membenarkan adanya satu unit bus yang mengalami kecelakaan. Kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB. 

Editor: Supriyadi

Tim Smansa dan SMK Pembnas Jadi Juara Turnamen Voli Bupati Cup 2017 

Tim SMAN 1 (Smansa) Purwodadi berhasil menjadi juara turnamen bola voli Bupati Cup 2017 di kelompok putri. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim SMAN 1 (Smansa) Purwodadi berhasil menjadi juara turnamen bola voli Bupati Cup 2017 di kelompok putri. Dalam laga final, tim besutan Suhirman itu berhasil menuntaskan perlawanan tim SMAN 1 Karangrayung. Sedangkan untuk juara ketiga akhirnya diraih tim SMK Pembnas dan juara keempat didapat tim SMA Muhammadiyah Purwodadi.

Dibagian putra, tim SMK Pembnas Purwodadi keluar jadi juara setelah dalam laga final menang atas tim SMK Pancasila Purwodadi. Dalam perebutan juara ketiga akhirnya diraih tim SMK Gajah Mada Purwodadi setelah berhasil menang melawan tim SMAN 1 Geyer.

“Juara I turnamen bola voli kali ini, baik putra dan putri sama seperti edisi tahun lalu. Tahun lalu, juara putrinya diraih Smansa Purwodadi dan putra SMK Pembnas Purwodadi,” kata Kasi Pembinaan Olahraga Disporabudpar Grobogan Eko Priyono, Kamis (25/10/2017).

Eko menyatakan, meski sudah keluar juaranya, namun penyerahan hadiah akan dilakukan Sabtu lusa. Yakni, dilangsungkan dalam upacara memperingati hari Sumpah Pemuda di alun-alun.

Turnamen ini digelar Disporabudpar bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Grobogan. Tahun ini merupakan edisi penyelenggaraan yang ke-29 kalinya.

Turnamen yang dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni itu akan dilangsungkan tiga hari dari Senin sampai Rabu kemarin karena banyaknya peserta. Turnamen voli  ini dikhususkan untuk pelajar SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta.

Dalam even tahunan ini, ada 81 tim yang ikut ambil bagian. Terdiri 49 tim putra dan 32 tim putri.

“Peserta tahun ini paling banyak dibandingkan edisi sebelumnya karena sampai 81 tim yang ikut. Banyaknya peserta ini menyebabkan waktu pelaksanaan butuh tiga hari. Sebelumnya, turnamen hanya berlangsung dua hari saja,” imbuhnya. (NAK)

Editor: Supriyadi

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

 

Beberapa anak asyik bergoyang dalam kubangan lumpur sambil mendengarkan alunan musik Jazz, dalam event Olimpiade Dolanan Anak (ODOLAN) 2017, Minggu (22/10/2017). (MuriaNewsCom/Padang Pranoto)

 
MuriaNewsCom, Jepara – Bermain lumpur itu mengasyikan. Hal itulah yang diungkapkan peserta Jazz Lumpur, dalam gelaran event Olimpiade Dolanan Anak (ODOLAN) 2017, Minggu (22/101/2017).
 
Seorang penonton sekaligus peserta anak, Angel (7) mengatakan, sangat senang dapat ‘berkubang’ dalam lumpur. Terlebih kesempatan itu merupakan yang pertama baginya. 
 
“Baru sekali ini bisa main lumpur di sawah, rasanya ternyata asyik. Temannya banyak,” ujarnya polos. 
 
Selain asyik bermain lumpur, bocah itu mengaku senang akan permainan tradisional yang baru pertama kali ia mainkan. Seperti Bantengan, Grobak Sodor atau cublak-cublak suweng. 
 
Yazid panitia acara ini mengungkapkan konsep lumpur sengaja siangkat. Hal itu untuk mengenalkan sawah kepada generasi muda. “Sawah bukan hanya media bercocok tanam, namun juga berpotensi menjadi media pendidikan, khususnya non formal atau luar sekolah. Kedepan kegiatan ini akan terus dilestarikan,” katanya.
 
Menurutnya, ada tiga band beraliran jazz yang diundang untuk memeriahkan event tersebut. Mereka adalah Bambu Attack, Edelwies Pagi dan Wdhang Rondo. Adapun kegiatan itu diadakan di areal persawahan yang ada di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara.
 
Editor: Supriyadi

Disporapar Pati Bidik Potensi Wisata untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Air Terjun Grenjengan Sewu di Desa Jrahi, Gunungwungkal yang jadi bidikan Disporapar Pati untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pati membidik potensi wisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Upaya itu dilakukan bertepatan dengan momen melejitkan dunia pariwisata di Kabupaten Pati.

Kepala Disporapar Pati Sigit Hartoko mengatakan, ada empat destinasi wisata di Pati yang akan dikembangkan secara total tahun depan. Keempatnya adalah Gua Wareh di Sukolilo, Waduk Gunungrowo dan Agrowisata Jolong di Gembong, serta Desa Wisata Jrahi di Gunungwungkal.

“Kalkulasi yang kami lakukan, kalau empat destinasi wisata itu ditata dan kelola dengan baik akan menjadi daya tarik pengunjung. Imbasnya, perekonomian masyarakat dan PAD ikut meningkat,” ujar Sigit, Selasa (17/10/2017).

Dia menyebut, kunjungan wisatawan yang meningkat berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi bagi penduduk sekitar dan pemerintah daerah. Potensi itu yang akan dibidik Disporapar untuk meningkatkan perekonomian di Pati.

Dari empat destinasi wisata yang akan dikembangkan, Gua Wareh menjadi satu-satunya destinasi milik Pemkab Pati. Sementara Waduk Gunung Rowo milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Wilayah Pemali Juwana, Agrowisata Jolong milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, serta Jrahi milik pemdes dan penduduk setempat.

“Kami akan siapkan MoU (kerja sama) untuk pengembangan empat destinasi wisata di Pati. Sebetulnya potensi wisata di Pati sangat banyak, tapi kami akan fokus dengan empat target itu dulu,” tambah Sigit.

Khusus di Jrahi, Sigit menilai memiliki potensi alam yang luar biasa. Selain ada air terjun dan embung mini, Jrahi juga punya vihara besar dengan keindahan bangunan yang indah.

Selain itu, Jrahi punya potensi perkebunan, tradisi dan budaya kebhinnekaan yang menarik sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Karena itu, dia berharap partisipasi semua pihak untuk meningkatkan potensi pariwisata di Pati.

Editor: Supriyadi

Hingga Sore, Baru 11 Parpol di Grobogan yang Menyerahkan Berkas Pendaftaran ke KPU

Pengurus Partai Golkar Grobogan menyerahkan berkas syarat pendaftaran ke kantor KPU Grobogan, Senin (16/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana kantor KPU Grobogan terlihat ramai pada hari terakhir masa pendaftaran partai politik dan penyerahan syarat pendaftaran peserta Pemilu 2019, Senin (16/10/2017). Dari pagi hingga sore, ada enam parpol yang menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor KPU.

Yakni, PKS, Partai Golkar, PPP, Gerakan Pembaharuan Indonesia, Partai Demokrat dan Partai Berkarya. Setelah diverifikasi, berkas yang diajukan keenam parpol itu dinyatakan lengkap oleh pihak KPU.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, hingga sore, total ada 11 parpol yang sudah menyerahkan berkas syarat pendaftaran ada. Beberapa hari sebelumnya, sudah ada parpol yang menyerahkan. Masing-masing, Perindo, Nasdem, Gerindra, Hanura, dan PDIP.

Menurut Afrosin, sesuai data yang masuk dalam Sistim Informasi Partai Politik (Sipol) KPU Pusat, ada 22 parpol yang terdata di Grobogan. Pada hari terakhir, penyerahan berkas syarat pendaftaran dibuka hingga pukul 24.00 WIB. Pendaftaran partai politik dan penyerahan syarakat pendaftaran peserta Pemilu 2019 sudah dibuka sejak 3 Oktober lalu.

“Sesuai Sipol ada 22 parpol disini. Sampai sore ini baru 11 parpol yang menyerahkan berkas. Jadi, penyerahan berkas untuk 11 parpol lainnya kita tunggu sampai dinihari nanti,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Koalisi Rakyat, Ormas, dan LSM Kudus Tolak Pembangunan SPBU

Puluhan massa membawa sepanduk berisi tuntutan terhadap pendirian SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan warga yang mengatasnamakan koalisi rakyat, ormas, dan LSM Kudus menolak pembangunan SPBU baru di Simpang Tujuh Kudus, Senin (16/10/2017).

Penolakan tersebut lantaran SPBU di Kudus dinilai sudah terlalu banyak dan akan menambak kesemprawutan lalulintas jika terus bertambah.

Koordinator aksi, Sunardi, mengatakan penolakan pembangunan baru SPBU di Kudus terdapat di dua titik. Pertama yaitu di jalan Jenderal Soedirman kawasan depan Polres Kudus, sedang kedua berada di jalan KHR Asnawi atau sebelah barat pabrik HIT Pilitron.

“Kudus kota yang kecil, jadi tak butuh penambahan baru SPBU. Apalagi, selama ini tidak ada kesulitan SPBU yang sampai kehabisan. Jadi sudah cukup,” katanya saat aksi

Menurut dia, jumlah SPBU di Kudus kini sudah mencapai 19  SPBU. Jumlah tersebut sudah tersebar di sembilan kecamatan di Kudus. Sehingga tidak membutuhkan tambahan SPBU lagi.

Selain jumlah SPBU yang sudah banyak, kata dia, lokasi yang dipilih juga berada di kawasan perkotaan. Jika dibangun SPBU, maka akan berdampak pada kemacetan yang timbul. Artinya, kemacetan di perkotaan akan makin tinggi.

“Untuk itu, kami dari masyarakat meminta agar tak usah adanya penambahan SPBU di Kudus.  Kami meminta pemerintah menolak pembangunan baru SPBU di Kudus,” ujarnya yang juga ketua LSM Perintis.

Editor: Supriyadi

Santri Ponpes Al-Munawar Pati Juara Lomba Kitab Kuning

Jauharul In’am santri dari Ponpes Al-Munawar Pati menerima trophy juara dalam lomba kitab kuning yang digelar PKS Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Salah satu santri dari Pondok Pesantren Al-Munawar, di Desa Langenharjo, Kecamatan Juwana, Pati, berhasil menjuarai lomba kitab kuning yang digelar Fraksi PKS DPRD Jateng dan DPW PKS Jateng, Minggu (15/10/2017).

Santri tersebut yakni Jauharul In’am, dan berhasil menyisihkan 119 peserta lain dari seluruh Jawa Tengah. Setelah berhasil menjuarai lomba kitab kuning edisi kedua ini, santri tersebut akan dikirim untuk mengikuti lomba serupa di tingkat nasional Sabtu (21/10/2017) mendatang.

Jauharul berhasil mengalahkan peserta lain dalam kompetisi membaca Kitab Fathul Mu’in karangan Syaikh Zainudin Al-Malibari. Sementara, juara II diperoleh santri atas nama Sidik Nur Toha dari PP Roudlotul Mufatihin Purbalingga, juara III diperoleh oleh Ahmad Najib dari PP Al Hikmah, Benda Brebes.

Sementara juara harapan I diperoleh Muhammad Riyan. L. Hanif dari PP Fadlul Wahid, juara harapan II diperoleh Zuhdi Efianto dari PP Al Irsyad Tengaran, dan juara harapan III diperoleh oleh santriwati atas nama Nur Aini Putri dari PP Al Huda Wonogiri.

Dalam lomba bertemakan “Melestarikan Dakwah Wali Songo” ini pihak yang menjadi juri yakni KH Bimo dari Pondok Hadil Iman Solo, KH Chakim dari Pondok Sabilul Khoirot, KH Ahmad Kasban dari Pondok Ihsanul Fikri Magelang, KH Muhtadi Kadi dari Pondok Nurul Ulum Demak dan KH Kamal Fauzi dari Pondok Pesantren Maahid Kudus.

Panitia pengarah Lomba Kitab Kuning, Muhammad Rodhi berharap dengan adanya lomba edisi kedua ini, bisa mendorong semangat belajar santri, dan juga terus melestarikan ajaran wali.

“Kami, fraksi PKS membuka diri Bagi semuanya, termasuk para santri, kita bersama memperjuangkan aspirasi siapapun. Silahkan kalau teman – teman santri bermaksud untuk menyampaikan aspirasi, kita terbuka,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng tersebut.

Lomba ini sendiri diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Jateng, seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Rembang dan Blora.

Ketua Umum DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi menuturkan, pihaknya berharap pemerintah lebih perhatian terhadap pesantren dan juga upaya peningkatan pendidikan agama di berbagai institusi pendidikan.

Saat ini, menurutnya, sudah menggejala kehidupan masyarakat yang semakin sekuler, semakin materialis, juga semakin individualis.

“Solusi kondisi tersebut adalah dengan menjadi masyarakat yang agamis. Agamis adalah identitas bangsa Indonesia sebagaimana amanah Sila Pertama Pancasila,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Blora – Diduga karena cekcok, tiga anggota Brimob Pati pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, tewas, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Mereka terlibat baku tembak. Dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo. Setelah  melakukan penembakan, Brigadir Bambang bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri.

Adapun korban tewas Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Brigadir Bambang Tejo (36 ). Ketiga jenazah masih berada di Blora.

Baca Juga: Polisi di Rembang Pergoki Istrinya Asyik Berduaan dengan Oknum TNI di Rumahnya

Personel Brimob yang melaksanakan pengamanan berjumlah 6 orang. Dua orang melaksanakan izin dan 4 orang ada di tempat. Mereka menggunakan senjata laras panjang AK 101. 

Karyawan GSS Giken Sakata Singapura, Redi mengatakan pukul 18.30 wib terdengar rentetan tembakan 20 kali. Redi mendekat ke TKP untuk memastikan ada apa sebenarnya. Setelah sampai di TKP, Redi melihat satu orang tergeletak di depan tenda Pam Brimob. 

Redi menghubungi personel Polsek serta Koramil Ngawen. Sedangkan Brigadir Slamet mengaku saat mandi, dia mendengar suara letusan senjata. Penasaran, Brigadir Slamet bergegas ke sumber suara. 

Baca Juga : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Baca Juga: Bayar PSK Cantik dengan Uang Palsu, Lelaki Hidung Belang di Blora Ini Dicokok Polisi

Brigadir Slamet diperintahkan oleh Brigadir Kepala Bambang untuk meninggalkan tempat untuk menyelamatkan diri. Ketiga jenazah masih berada di Blora dan belum ada informasi akan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk keperluan autopsi.

“Iya (masih di Blora). Belum ada info (dibawa ke RS Bhayangkara Semarang),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, Rabu (11/10/2017) dini hari.

Kabid Humas Polda Jateng AKBP Agus Triatmojo menyatakan berkaitan kejadian ini, pihaknya akan mengadakan konferensi pers oleh Kapolda Irjen Condro Kirono pada Rabu pagi.

Editor : Akrom Hazami

Baca Juga: Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf

Hari Batik Nasional, Firman Kenalkan Batik Pati ke Australia

Anggota Baleg DPR RI Firman Soebagyo mengenalkan batik Pati kepada Dubes RI untuk Canberra, Australia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo mengenalkan batik tulis khas Pati saat kunjungan parlemen ke Canberra, Australia. Usai pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Karantina Kesehatan, Firman mempromosikan hasil kreasi dan budaya orang Pati berupa batik tulis.

“Batik Pati itu saya serahkan kepada Duta Besar RI di Canberra Kristianto Legowo. Saya sudah berpesan supaya batik itu dikenalkan kepada pejabat dan warga Australia,” ujar Firman, Senin (2/10/2017).

Dia menegaskan, Hari Batik Nasional harus dimanfaatkan perajin batik di Pati untuk terus mempromosikan karya batik buatannya. Terlebih, batik khas Pati punya karakter yang kental akan nilai seni dan tradisi.

Salah satu keunikan dari batik Bakaran khas Pati, antara lain motifnya yang klasik dengan ciri remekan. Corak itu, kata Firman, mengingatkan kesan yang melekat pada budaya Majapahit.

Selama ini, batik Indonesia identik dengan Jogja, Solo dan Pekalongan. Padahal, Indonesia kaya akan warisan budaya berupa batik, termasuk Pati.

“Eksistensi batik bakaran khas Pati bukan ”kemarin sore”, tapi sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu. Hanya saja, batik Pati minim publikasi sehingga yang lebih dikenal dari Solo, Jogja dan Pekalongan saja,” jelas Firman.

Karena itu, sebagai orang asli Pati, Firman selalu membawa Batik Pati saat kunjungan ke luar negeri. Termasuk saat dia memimpin delegasi kerja sama ke Atlanta, Amerika Serikat.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) itu juga mengimbau kepada anggotanya untuk tidak bosan mempromosikan batik Pati di manapun berada. Hari Batik Nasional dianggap menjadi momentum penting untuk mengenalkan batik lokal yang sarat akan nilai seni dan budayanya.

Editor : Ali Muntoha

Tak Takut Kotor, Perempuan Cantik di Grobogan Ini Tak Malu Jadi Sopir Traktor

Petugas perempuan dari Dinas Pertanian Grobogan sedang mengoperasikan traktor roda empat di areal sawah di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada pemandangan menarik yang terlihat di sebuah areal sawah di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung, Grobogan. Hal ini terkait adanya seorang perempuan berseragam seperti pegawai yang terlihat sedang mengemudikan sebuah traktor roda empat.

Dari kejauhan, perempuan itu terlihat sangat mahir mengemudikan traktor warna biru. Kemahirannya menjalankan alat modern itu tidak kalah dengan dua pria yang juga mengoperasikan traktor tidak jauh dari lokasi itu. Selama hampir 30 menit, perempuan berambut sebahu itu mengarahkan traktor untuk membelah tanah sawah.

Perempuan yang mengenakan setelan celana panjang dan baju lengan panjang warna krem itu ternyata bukan petani. Tetapi seorang Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) Dinas Pertanian Grobogan yang bertugas di Kecamatan Karangrayung.

Petugas bernama Endrowati itu sengaja mengemudikan traktor untuk membantu mempersiapkan lahan yang akan dipakai tanam padi pada musim tanam (MT) labuhan nanti.

“Saya memang lagi belajar untuk bisa mengoperasikan traktor. Dengan begini, saya nantinya bisa mengajari petani bagaimana cara mengoperasikan traktor roda empat,” katanya.

Menurut Endrowati, Traktor yang digunakan untuk mempersiapkan lahan ada 3 unit. Masing-masing, milik Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dari Desa Mojoagung, Klambu, dan Kemloko.

“Poktan Sumber Rejeki 2 selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPJA tersebut. Traktor ini merupakan bantuan dari pemerintah,” jelasnya, Rabu (23/8/2017).

Dijelaskan, persiapan lahan di Desa Sumberejosari untuk tanam padi MT labuhan memang harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Sebab, dalam MT labuhan nanti penanaman padi dilakukan dengan cara diulur atau memasukkan benih padi dalam lubang tanam.

“Areal yang dipersiapkan untuk MT Labuhan luasnya 93 hektare. Lahan tersebut berada di bawah naungan Poktan Sumber Rejeki 2 yang ketuanya dipegang Nur Salim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, apa yang dilakukan petugasnya itu patut mendapat apresiasi. Terlebih petugas lapangannya tersebut adalah seorang perempuan.

“Saya salut dengan kemauan petugas lapangan itu untuk belajar bagaimana bisa mengoperasikan peralatan modern, seperti traktor roda empat. Tindakan itu patut diapresiasi,” katanya.

Edhie menambahkan, pada saat ini, sektor pertanian sudah mengalami perkembangan pesat. Untuk mendukung hasil produksi dan mempercepat pengolahan lahan, sudah tersedia peralatan modern.

“Pertanian saat ini sudah tidak identik dengan caping dan cangkul. Peralatan dengan teknologi modern sudah digunakan di sektor pertanian,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Truk Standing di Grobogan, Polisi Bereaksi Seperti Ini

Truk standing saat mengangkut muatan berat di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panjie Gedhe Prabawa mengimbau pada para pengemudi kendaraan bak terbuka agar memperhatikan barang muatan yang dibawa. Imbauan itu dilontarkan seiring adanya kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan Watu Getuk Jatipohon di ruas jalan Purwodadi-Pati, sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat. Kendaraan itu akhirnya bisa diposisikan normal lagi setelah sebagian muatannya dipindahkan ke truk lain.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah sebuah truk warna biru yang mengangkut puluhan batang glugu. Diduga muatannya terlalu banyak, bagian depan truk tersebut sempat jumping atau terangkat.  

“Kecelakaan yang terjadi disebabkan kendaraan kelebihan muatan. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah itu,” tegasnya, Jumat (11/8/2017).

Meski tidak menimbulkan korban, namun Panji meminta agar kejadian itu bisa dijadikan perhatian. Khususnya, bagi pengemudi atau pemilik kendaraan bak terbuka supaya tidak memaksakan memuat barang di luar ketentuan.

“Muatan barang dalam kendaraan bak terbuka itu ada batas tonasenya. Jadi tidak boleh asal muat sebanyak-banyaknya,” sambungnya.

Panji menambahkan, mengangkut muatan melebihi ketentuan bisa membahayakan. Tidak hanya bagi pengemudi dan penumpang saja. Tetapi juga bagi pengendara lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Kena Pinalti Menit Akhir, Persipur Gagal Dulang Angka di Magelang

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan membawa pulang satu angka di Magelang gagal diraih Persipur, Minggu (6/8/2017). Hadiah pinalti yang diberikan untuk PPSM di menit akhir membuar skor pertandingan berkesudahan 3-2 buat tuan rumah.

Dalam pertandingan itu, skuad Laskar Petir sudah tampil all out untuk meraih angka. Sempat tertinggal 1-0 lebih dulu, Persipur akhirnya mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak pertama.

Pada awal babak kedua, PPSM kembali unggul 2-1. Namun, tim besutan Wahyu Teguh kembali berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Sayangnya, pada menit akhir menjelang pertandingan usai, tuan rumah mendapat hadiah pinalti yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PPSM.  Akhirnya, skor akhir pertandingan berubah jadi 3-2 buat keunggulan PPSM.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih angka di Magelang. Sayangnya, kesempatan meraih hasil imbang gagal kita dapat karena lawan dapat pinalti pada menit akhir,” Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Editor : Ali Muntoha

Listrik Padam, Rumah di Belakang Rutan Purwodadi Langsung Berkobar

Warga dan petugas pemadam memeriksa rumah milik Suyadi yang terbakar, Kamis (3/8/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga kampung di belakang Rumah Tahanan (Rutan) Purwodadi, Jalan Wijaya Kusuma, Grobogan, Kamis (3/8/2017) tiba-tiba riuh. Warga panik melihat kobaran api dari salah satu rumah.

Kobaran api itu muncul dari rumah milik Suyadi (59), yang biasa ditempati anaknya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, saat orang-orang sudah mulai beranjak tidur.

Beruntung saat kejadian rumah dalam kondisi kosong, sehingga tak ada korban jiwa. Meski demikian, kerugian yang diderita pemilik rumah cukup besar, karena banyak barang berharga yang hangus.

Informasi yang didapat menyebutkan, warga baru mengetahui jika ada kebakaran, lantaran secara tiba-tiba listrik padam.

Beberapa warga kemudian keluar rumah untuk melihat situasi. Saat itulah warga melihat rumah tetangganya kebakaran.

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah terlihat agak membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran BPBD Grobogan tiba dilokasi kejadian. Akhirnya, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan seluruh bangunan rumah.

“Kebakaran menyebabkan bagian atap rusak. Diduga kebakaran disebabkan korsleting listrik,” kata Muchtarom, warga setempat. 

Editor : Ali Muntoha

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Ketua DPRD Kudus Masan Ambil Formulir Pendaftaran Cabup Kudus di Kantor DPC PDIP Kudus

Ketua DPRD Kudus Masan mengambil berkas pendaftaran calon Bupati Kudus dari PDIP, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan mengambil formulir pendaftaran cabup PDIP Kudus di kantor DPC partai tersebut, Rabu (26/7/2017). Masan datang sendiri.

Diketahui, pembukaan penjaringan tersebut dilakukan sejak Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017). Masan merupakan orang yang pertama mengambil formulir pendaftaran.

“Ini merupakan niat saya untuk menjadi Bupati Kudus. Dan bentuk komitmennya adalah dengan mendaftarkan diri secara langsung, serta memulainya,” kata Masan usai mengambil formulir pendaftaran.

Mengambil formulir sejak awal, menurutnya, merupakan bentuk keseriusannya maju meramaikan bursa calon bupati dari PDIP. “Berkas formulir akan saya kembalikan dalam waktu dekat ini. Secepatnya setelah semua beres, akan saya kembalikan ke partai,” ucapnya. 

Masan juga optimistis jika akan mendapatkan rekomendasi partai. Bahkan, dia mengaku tak gentar jika ada calon lain yang juga akan maju jadi cabup dari PDIP.

Editor : Akrom Hazami