3 Hari Menghilang, Kardi Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Pandangan Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah tiga hari menghilang di lautan, Kardi (36) nelayan asal Desa Kragan RT 02 RW 03, Kecamatan Kragan, ditemukan tanpa nyawa. Jenazahnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan pada pukul 10.00 WIB, Kamis (29/3/2018).

“Korban ditemukan di perairan Pandangan Kabupaten Rembang dengan jarak dari bibir pantai lebih kurang empat nautical mile. Jenazahnya selanjutnya diserahkan kepada keluarga, untuk dimakamkan,” tutur Whisnu Yugo Utomo Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Menurutnya, upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan. Terdiri dari Polsek Kragan, koramil Krangan, BPBD, Pos AL, Tagana, PMI, Banser, Dishub, KRI PATREM Rembang dan nelayan setempat.

Kardi sendiri dlaporkan menghilang di perairan Kragan, Rembang pada Selasa (27/3/2018). Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga, korban pergi melaut pada Selasa dinihari pukul 04.00 WIB. Namun, perahu yang digunakan korban ditemukan dalam keadaan kosong oleh nelayan lain, di Pantai Pandangan.

“Menurut keterangan dari keluarga, korban memiliki  riwayat penyakit epilepsi. Dimungkinkan epilepsi korban kambuh lalu jatuh dan tenggelam diperairan kragan.”tutur Whisnu.

Editor: Supriyadi

Laka Maut di Pamotan Rembang, Satu Orang Tewas

MuriaNewsCom, Rembang – Sofwan Haryono (35) warga Desa Ngulahan RT 4/RW 1 Kecamatan Sedan, Rembang harus meregang nyawa dalam kecelakaan maut di Jalan Desa Pamotan, Rembang, Selasa (20/2/2018). Sopir Mitsubishi L300 itu, tewas seketika setelah tergencet kabin mobil usai adu banteng dengan Colt Diesel dari arah berlawanan.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP ari Akta Nugraha mengatakan, kejadian bermula ketika mobil L300 bernopol K 1867 WV melaju dari arah utara. Dari arah berlawanan berjalan secara beriringan truk Colt Diesel B 9286 UCP dengan Colt Diesel B 9049 UCO.

”Setibanya di lokasi kejadian, mobil L300 bermaksud menyalip kendaraan di depannya. Namun, diduga karena jarak yang terlalu dekat, akhirnya L300 beradu banteng dengan Colt Diesel B 9286 UCP,” katanya seperti dikutip detik.com.

Nahas, meski kedua KBM yakni L300 dengan Colt Diesel B 9286 UCP sudah tabrakan, Colt Diesel B 9049 UCO yang berjalan di belakang Colt Diesel B 9286 UCP langsung menghantam dari belakang. Akibatnya, dorongan keras dari belakang menambah ringsek kendaraan korban.

Atas insiden tersebut, pengemudi L300 yakni Sofwan Haryono (35) warga Desa Ngulahan RT 4 RW 1 Kecamatan Sedan, Rembang, tewas seketika di lokasi kejadian akibat tergencet body mobil. Sedangkan penumpang L300, Saidan (55), mengalami sejumlah luka-luka.

“Korban luka-luka langsung dilarikan ke RSUD untuk perawatan lebih lanjut. Sedangkan korban tewas mengalami cidera kepala berat,” imbuhnya.

Guna penyidikan, seluruh barang bukti kini diamankan oleh tim Satlantas Polres Rembang. Termasuk sopir dari kedua Colt Diesel dimintai keterangan.

Editor: Supriyadi

Baca: Mengagetkan, Ini Fakta Baru Kasus Pembunuhan Perempuan Cantik di Hutan Blora

SMK 1 Rembang Tempati Peringkat Tujuh Kompetisi Logika Nasional

MuriaNewsCom, Rembang – Tim RBG12 dari SMK 1 Rembang berhasil finish di urutan ketujuh se-Indonesia di Final Kompetisi Logika Nasional bertajuk Uisi Logic Competion (ULC) 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Semen Indonesia pada 10 Februari 2018 di Gresik Jawa Timur.

Keberhasilan Tim RBG12 yang digawangi oleh David Septian dan Abdul Aziz Irfan Mei Fahrudin cukup membanggakan mengingat kompetisi ini melibatkan 161 tim dari seluruh Indonesia.

Pembimbing Tim, Anisa Rahmanti menjelaskan, Isi Logic Competition 2018 merupakan kompetisi tingkat Nasional yang menguji kemampuan logika. Setiap peserta (tim) harus mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan cara yang paling efisien.

”Penyisihan dilakukan secara serentak dan online dengan menggunakan sistem simulasi logika. Peserta diminta untuk menggerakkan robot sesuai dengan alur yang telah ditentukan,” katanya melalui surat elektronik kepada MuriaNewsCom.

Peserta yang lolos tahap penyisihan selanjutnya mengikuti tahap final secara offline di kampus Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik Jawa Timur. Semua soal yang diberikan pada tahap final merupakan soal logika bukan soal hafalan maupun hitungan menggunakan rumus.

Editor: Supriyadi

Hebat! Gadis Cantik Anak Sopir di Lasem Ini Juarai Olimpiade Sains di Thailand

MuriaNewsCom, Rembang – Prestasi yang diraih gadis cantik asal Dukuh Lemahbang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, ini sangat membanggakan. Meski berasal dari desa dan hanya anak sopir truk, Khuzyia Rizqi Triavi Ananda (21) berhasil mengukir prestasi internasional.

Gadis ini berhasil keluar sebagai juara pada Olimpiade Sains di Thailand, yang digelar 2-6 Februari 2018 lalu. Untuk mengikuti even ini, mahasiswi semester enam Fakultas Biologi Undip Semarang ini bersama dua rekannya harus mengeluarkan kocek sendiri untuk sampai ke Thailand.

Pasalnya, biaya delegasi dari fakultas dan universitas yang diwakilinya belum cair. Meski demikian, Nanda tetap bertekat dan membuktikan kualitasnya. Meskipun ia harus bersaing dengan ratusan mahasiswa cerdas dari Negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura.

Ayah Nanda bernama Yudi, berprofesi sebagai sopir truk, sedangkan ibunya bernama Rustiah seorang pedagang ikan di Pasar Lasem.

Yudi mengaku, untuk mendukung prestasi anaknya, ia rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Untuk mengurus paspor dan visa saja, ia harus rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah agar anaknya ikut lomba.

“Untuk mengurus paspor dulu itu empat juta rupiah, sedangkan biaya tiket pesawat lima juta rupiah, itu belum yang lain-lain, gak terhitung,” kata Yudi.

Untuk biaya kuliah, persemester Yudi mengaku harus mengeluarkan Rp 19 juta untuk ongkos kuliah dan biaya hidup. Karena, jurusan yang diambil adalah biologi yang membutuhkan banyak praktek.

“Per semester itu Rp 4,5 juta, setiap pekannya Rp 500 ribu. Soalnya jurusan yang diambil anak saya itu banyak yang praktek untuk beli bahan-bahan itu,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku sangat bangga karena putrinya mampu mengukir prestasi internasional. Ia mengaku tak segan mendukung putrinya, apalagi sejak SMP dan SMA Nanda sudah terlihat prestasinya, dengan memenangi sejumlah lomba.

Editor : Ali Muntoha

Polres Rembang Amankan Pelaku Judi Togel Hongkong di Desa Sumberejo

MuriaNewsCom, Rembang – Ngatimin warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan diamankan polisi, Selasa (6/2/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Pria berusia 51 tahun harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat perjudian jenis Togel Hongkong.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daeli menjelaskan, kronologis penangkapan berawal saat Sat Reskrim Polres Rembang yang dipimpin Aiptu Sukardi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan judi togel Hongkong yang kian meresahkan di Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan.

Mendapat laporan, anggota Opsnal langsung melakukan penyelidikan di tempat sesuai informasi masyarakat tersebut. Setelah lama mengintai, petugas mempergoki pelaku Ngatimin sedang melayani judi Togel dengan pembeli.

”Saat dilakukan penggeledahan Pelakupun tak bisa berkutik karena ditemukan barang bukti pada pelaku. Kemudian pelaku dan barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Rembang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Adapun barang bukti yang diamankan uang tunai sebesar Uang tunai sebesar Rp 277.000, tiga kertas grenjeng yang berisi rekapan penjualan nomor togel dan satu buah bolpoin warna biru.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku menjalani proses hukum di Rutan Polres Rembang akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP.

Editor: Supriyadi

Jadi Kurir Sabu, Gadis Cantik Asal Temanggung Ditangkap Polisi di Hotel Dekat SPBU Kaliuntu Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang wanita muda dibekuk anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang dari kamar sebuah hotel di pinggir jalur Pantura sebelah timur SPBU Kaliuntu, Rembang, karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba jenis sabu – sabu.

Tersangka berinisial AY (21 tahun), warga Desa Kalibong Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Dari tangannya disita barang bukti berupa 1 paket berisi sabu – sabu seberat 0,5 Gram, 1 set alat hisap, 1 korek api, potongan sedotan, 1 klip plastik bening dan sebuah HP.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan, pihaknya semula menerima informasi ada wanita tidak dikenal sering datang ke hotel tersebut.

Setelah anggotanya melakukan pengintaian, Sabtu pukul 03.00 dini hari baru digrebek. Tersangka AY pun tak berkutik. Kepada petugas ia mengakui sabu itu adalah miliknya.

”Kebetulan ada info dari warga sekitar hotel, kerap melihat wanita tak dikenal menginap di sana. Sejak sore kita pantau, kemudian dini hari kita grebek. Kami dapatkan sejumlah barang bukti. Sekarang kasusnya kami sidik di Mapolres “ kata Bambang seperti dikutip Tribratanews Polres Rembang.

Bambang Sugito menambahkan berdasarkan hasil laboratorium forensik di Semarang, hasil tes urine AY positif Narkoba. Penyidik terus mendalami peran tersangka. Untuk sementara sebagai pengguna dan kurir Narkoba.

Disinggung profesi wanita tersebut, kenapa AY yang warga Temanggung berada di Rembang, Bambang menyebutnya wanita freelance.

“Senin pagi (05/02) kami gelar perkara. Ada kabar dari Labfor Semarang tes urine tersangka positif, kemudian barang serbuk Kristal dipastikan sabu – sabu. Memang patut kita curigai, ngapain saja di Rembang, padahal rumahnya Temanggung. Saat kami tanya apa pekerjaannya, dijawab swasta. Ia bilang kalau ada pria yang perlu ditemani ya ditemani alias freelance, “ imbuhnya.

Tersangka AY telah resmi ditahan di sel Mapolres Rembang. Ia dikenakan pasal 114 Undang – Undang tentang Narkotika, ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 14 tahun penjara.

Editor: Supriyadi

Polres Rembang Imbau Pengendara Sepeda Listrik Berhelm

MuriaNewsCom, Rembang – Tingkat peminat sepeda motor listrik di Kabupaten Rembang terbilang tinggi. Di jalanan utama kota, terpantau sudah banyak berseliweran sepeda jenis ini.

Echi Rahmawati, pramuniaga toko sepeda di bilangan Jalan Slamet Riyadi Rembang mengatakan, hampir tiap hari ada pengunjung yang datang ke toko. Tiap hari selalu ada yang ke toko untuk tanya-tanya seputar sepeda listrik. Peminat sepeda listrik, menurutnya, berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, saat ini memang belum ada regulasi khusus terkait sepeda listrik. Meski begitu ia menilai sepeda ini masuk kategori kendaraan bermotor.

”Kami tidak melarang sepeda listrik beroperasi di jalanan. Namun, pengendara wajib berhati-hati salah satunya menggunakan helm. Sebab, kendaraan ini tidak dilengkapi sein, padahal piranti ini penting,” katanya.

Untuk helm yang digunakan, lanjutnya, tidak harus helm layaknya sepeda motor. Akan tetapi, bisa mengenakan helm yang biasa dipakai oleh peseda ontel. Hal itu dilakukan supaya kepala bisa terlindungi jika terjadi kecelakaan.

Ia menambahkan, di Kabupaten Rembang, peminat sepeda listrik merebak sejak 2016. Bagi sebagian pengguna, sepeda listrik cocok untuk berpergian pada jarak dekat. Selain itu juga tak perlu bayar pajak.

Editor: Supriyadi

Begal Kembali Berulah di Rembang, Begini Tips Jitu dari Kepolres

MuriaNewsCom, Rembang – Kelompok begal kembali berulah di Rembang. Terakhir, dua orang bekal beraksi di ruas Jalan Rumbutmalang-Dresi Kecamatan Kaliori.

Salah satu korbannya adalah seorang bidan desa, Sofiah. Sepeda motor jenis Supra Fit milik korban dirampas. Hanya saja, kasus yang terjadi Sabtu (27/1/2018) malam itu masih belum terang perkembangan penyelidikannya.

”Masih belum terang penyelidikan pelakunya. Kami sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk orang yang pertama kali menolong,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Atas kejadian itu, ia mengimbau warga berhati-hati melintas di jalur sepi. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang. ”Jangan melintas di jalur sepi sendiri. Kalau terpaksa keluar malam, ajak teman,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga sudah mengintensifkan patroli di jalur rawan kejahatan. Patroli BLP dilakukan dengan menggunakan mobil berlampu. Harapannya, begitu melihat lampu polisi, penjahat akan mengurungkan niatnya.

”Kejahatan bisa muncul kapan saja, 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hanya saja, Kapolres menyarankan agar warga tidak membawa senjata tajam. Sebab, menurutnya, saat situasi kepepet, apa pun bisa menjadi senjata. Misalnya helm yang dikenakan atau batu di dekatnya.

”Bila membawa senjata tajam, khawatir saja kalau korban justru dikira pelaku,” paparnya.

Selain kasus pembegalan di daerah Rumbutmalang Kaliori, polisi juga menyelidiki kasus ban bocor ramai-ramai di Jalur Pantura Dresi. Polisi mengaitkannya dengan modus kejahatan di malam hari.

Editor: Supriyadi

2 Pelaku Penganiayaan di Labuhan Kidul Rembang Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, Rembang – Dua orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang warga di lokasi pembangunan pabrik sosis di Dukuh Kepel Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke berhasil ditangkap oleh polisi.

Tersangka bernama Sobirin alias Gandul (28) warga Labuhan Kidul dan Sholikin alias Bulus (27) warga Sendangmulyo. Keduanya menganiaya Soleh (42) warga Sendangmulyo Kecamatan Sluke pada tanggal 29 Oktober 2017 silam.

Kapolsek Sluke Polres Rembang AKP Sunarmin membenarkan penangkapan terhadap Sobirin dan Sholikin.

Keduanya yang ditangkap pada Sabtu (27/1/2018) dini hari lalu itu, hingga Senin (29/1/2018) kemarin ditahan di Polres Rembang. Meskipun berhasil menangkap dua orang tersangka, polisi menyebut ada satu pelaku lain yang masih buron.

”Namanya Saefudin alias Jipang warga Labuhan Kidul. Dari keterangan pelaku yang tertangkap, Jipang kabur ke luar kota.Kami masih memburu seorang pelaku lain,” katanya seperti dikutip dari laman Tribratanews Polres Rembang.

Kapolsek Sluke  meminta Saefudin menyerahkan diri saja kepada polisi daripada terus bersembunyi. Hal ini untuk memudahkan penyelidikan biar kasus segera tuntas.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Setidaknya, tersangka terancam hukuman lima tahun dan enam bulan penjara. Namun karena korbannya luka, maka mereka terancam tujuh tahun penjara.

”Polsek Sluke sudah memeriksa tiga orang saksi yang melihat langsung korban penganiayaan itu,” tambah AKP Sunarmin

Editor: Supriyadi

Pastikan Stok Aman, Polsek Lasem Pantau Distribusi Gas Elpiji Bersubsidi 

MuriaNewsCom, Rembang – Polsek Lasem kembali memantau distribusi gas elpiji 3 kg di sejumlah titik. Hal itu dilakukan untuk memastikan stok aman, sekaligus mengantisipasi penyimpangan yang dilakukan para agen ataupun distributor.

Kapolsek Lasem AKP Didik Dwi Susanto menyebutkan, sedikitnya ada tiga pangkalan yang didatangi petugas. Ketiga pangkalan tersebut di antaranya pangkalan di Desa Gedongmulyo, pangkalan Desa Sumbergirang, dan pangkalan di Desa Jolotundo.

”Pengecekan yang dilakukan meliputi berapa jumlah pengiriman dan harga eceran tertinggi (HET). Kami tidak mau ada pedagang yang bermain curang,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Humas Polres Rembang.

Dari pengecekan tersebut, lanjutnya, hasilnya bervariasi. Itu lantaran ada pangkalan yang menerima jatah 400 – 600 an tabung per pekan. Begitu pula soal harga, untuk elpiji 3 Kg ada yang menjual Rp 16.000 hingga Rp 18.500. Sejauh pengamatannya, belum muncul gejolak, terkait masalah elpiji bersubsidi.

Karena gas tersebut hak dari keluarga kurang mampu, pihaknya menghimbau kepada pemilik pangkalan, supaya elpiji 3 Kg dijual tepat sasaran. Tujuannya supaya tidak ada keluhan dari masyarakat .

”Tiap kita datang ke pangkalan, yang dicek stok sama HET nya. Harga tertinggi memang beda – beda. Sejauh pantauan kami masih dalam batas kewajaran. Belum muncul antrean panjang. Pantauan ini merupakan bentuk pengawasan atas perintah pimpinan,” terang AKP Didik.

Selain mengecek stok gas elpiji 3 kg, Kapolsek juga meminta kepada keluarga yang mampu agar tidak membeli gas elpiji 3 Kg. Saat ini sudah ada alternatif lain, seperti Bright Gas isi 5,5 kg dan isi 12 Kg yang termasuk non subsidi.

”Yang subsidi sebaiknya untuk masyarakat yang kurang mampu. Saat ini sudah ada Bright Gas yang harganya juga ekonomis,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Asyik Nyabu di Kamar Hotel, Wanita Cantik Asal Jepara Digrebek Polres Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang wanita berinisial D (27) asal Jepara diamankan anggota Sat Resnarkoba Polres Rembang saat mengkonsumsi narkoba jenis sabu di dalam kamar M5 Hotel Pantura, Jalan Gajah Mada No 01 turut tanah Desa Banyudono Rembang , Minggu (21/1/2018) pukul 03.30 WIB (dini hari).

Dikutip dari laman Tribrata News Polres Rembang, D diamankan setelah Sat Resnarkoba Polres Rembang mendapat informasi dari masyarakat sekitar, bahwa ada seseorang wanita yang diduga menyalahgunakan narkoba di hotel tersebut.

Mendengar informasi itu, anggota Sat Resnarkoba Polres Rembang langsung melakukan penyelidikan. Setelah positif, dengan didampingi satpam hotel tersebut melakukan penggerebekan di hotel tersebut.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso  melalui Kasat Resnarkoba AKP Bambang Sugito  membenarkan penangkapan tersebut.

Berbekal dari informasi masyarakat D beserta barang bukti diamankan petugas Sat Resnarkoba Polres Rembang . Dan saat ini D beserta barang bukti telah diamankan di Polres Rembang guna untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, katanya, senin (22/1/2018).

Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket serbuk kristal yang di duga narkotika jenis sabu sseberat 0,5 gram. Selain itu petugas juga mengamankan satu set alat hisap yang terbuat dari botol aqua, satu buah korek api gas warna biru, satu buah handphone lenovo warna hitam, dan satu buah potongan sedotan /sorok.

D akan dikenakan pasal Pasal 114 Ayat 1 Subs Pasal 127 ayat 1 Undang undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Supriyadi

Curi Tas di SPBU, Warga Sambungpayak Rembang Babak Belur Dihajar Warga

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pelaku pencuri yang beraksi di area SPBU Selasa malam (16/01/2018) sekitar pukul 01.00 WIB, diamankan oleh warga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar wilayah Desa Purworejo, Kaliori.

Pelaku bernama Mustofa (37) warga RT 02 RW 01 Desa Sambongpayak, Kecamatan Gunem. Ia diamankan warga setelah kedapatan mengambil tas pengunjung yang sedang beristarahat.

Warga yang geram sempat menghakimi pelaku hingga babak belur. Beruntung massa masih terkendali dan menyerahkan pelaku ke polisi.

Kapolsek Kaliori AKP Susastyo melalui Kanit Reskrim Polsek Kaliori Aiptu Ansory mengatakan hasil dari pemeriksaan pelaku mulanya sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Pelaku datang ke SPBU Purworejo mengendarai sepeda motor seorang diri.

Pelaku memarkir kendaraan dekat toilet, sambil mengamati situasi. Dari dalam kamar kecil, pelaku melihat beberapa orang tidur dihalaman depan, dan dalam mushala SPBU.

Ia langsung masuk kedalam mushala dan mengambil tas punggung yang tergeletak disamping pemiliknya yang sedang tidur.

”Pelaku ini datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Setelah situasi aman pelaku beraksi,” kata Kanit Reskrim Polsek Kaliori seperti dikutib Tribrata News.

Setelahnya pelaku pergi dengan mengendarai sepeda motor menuju gapura masuk Dukuh Matalan Desa Purworejo, untuk memeriksa isi tas. Ada 2 buah HP, dan 2 buah dompet berisi Surat-surat. Kemudian tas disimpan dirimbunan pohon di pinggir jalan pantura.

Pelaku lantas kembali ke SPBU yang sama, dengan tujuan kembali mencuri barang milik pengunjung lain. Modusnya, dengan cara membeli pertalite, dan memarkir sepeda motor diparkiran karyawan.

Aiptu Ansori menambahkan, saat akan pergi usai mengambil tas, pelaku diteriaki maling oleh seorang warga dan diamankan. Pelaku langsung diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.

Dihadapan polisi, awalnya membantah telah melakukan pencurian. Namun setelah dilakukan pemriksaan intensif , pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

Polisi berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor Supra X Warna hitam dengan nopol K 6629 BD, tas punggung warna hitam yang berisi dua buah kaos oblong warna hitam dan sebuah telpon genggam warna doreng Coklat merk Brandcode.

Selain itu, tas Warna hitam yang berisi 2 buah handphone, merk oppo Warna gold dan merk Huawei hasil curian yang disembunyikan dirimbunan semak-semak juga berhasil ditemukan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku saat ini diamankan di Rutan Polres Rembang dan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3e KUH Pidana.

Editor: Supriyadi

Jangan Kaget Lihat Polisi Rembang Ini, Baiknya Minta Ampun!

MuriaNewsCom, Rembang – Rasa kemanusiaan selalu muncul tak terduga. Di mana saja dan dilakukan siapa saja. Seperti halnya yang dilakukan salah satu polisi di Rembang ini.

Adalah Aiptu Mardi Kanit Sabhara Polsek Sale Polres Rembang. Saat itu, ia sedang melaksanakan tugas Ambang Gangguan Pagi di Pertigaan jalan raya Sale bersama anggota lainya .

Saat melaksanakan Ambang Gangguan Pagi Aiptu Mardi  melihat seorang perempuan tua sedang berdiri di tepian jalan terlihat sedang  menunggu angkutan umum, Senin ( 15/1/2018 ) pukul 06.55 WIB .

Melihat hal tersebut, Aiptu Mardi langsung menghampiri dan bertanya kepada perempuan tua yang diketahui bernama Mbah Sarti, warga Desa Ngajaran, Kecamatan Sale .

Saat ditanya  Mbah Sarti itupun menjawab bahwa dirinya dari Jatirogo dan hendak ke Desa Ngajaran Sale. Hanya, ia sudah lama menunggu angkutan umum yang menuju kampungnya, namun tak kunjung dapat.

Seketika itu Aiptu Mardi langsung menawarkan kepada mbah Sarti untuk diantar sampai kampung yang akan dituju Mbah Sarti.

Dengan menggunakan kendaraan dinas Back Bone Polsek Sale Mbah Sarti  langsung diantarkan oleh Aiptu Mardi sampai ke rumahnya.  Mbah Sarti pun merasa senang atas tumpangan dari polisi di Sale.

”Maturnuwun Nak,” ucap Mbah Sarti sambil tersenyum seperti dikutip Tribrata News Polres Rembang.

Menanggapi hal itu, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengapresiasi apa yang di lakukan Aiptu Mardi. Sikapnya itu merupakan bentuk aplikasi bahwa polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta melakukan hal tersebut ikhlas tanpa pamrih.

”Menbantu masyarakat  yang membutuhkan pertolongan saat bertugas  di Lapangan  itu sudah menjadi  kewajiban setiap anggota Polri. Dengan  niat yang sama untuk melayani masyarakat yang menbutuhkan . Semoga anggota lain bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Aiptu Mardi,” Ungkap Kapolres Rembang.

Editor: Supriyadi

Wow, Anggaran Satreskrim Polres Rembang Naik Jadi Rp 1 Miliar

MuriaNewsCom, Rembang – Anggaran untuk Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Rembang tahun ini naik cukup signifikan, yakni dari Rp 841 juta menjadi Rp 1 miliar lebih. Kenaikan tersebut seiring meningkatnya kasus-kasus yang ditangani satuan tersebut.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Pranandya Subyakto mengatakan kenaikan menjadi Rp 1 miliar lebih itu diberikan untuk memaksimalkan kinerja. Terlebih lagi ada peningkatan penyelidikan dan penyidikan kasus. Kemudian ada juga penanganan tindak pidana korupsi juga naik menjadi 2 kasus.

”Selain Satuan Reserse dan Kriminal, Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang juga mengalami kenaikan. Yakni dari Rp 272 juta menjadi Rp 444 juta,” katanya seperti dikutip Tribratanews Polres Rembang, Kamis (11/1/2018).

Kompol Pranandya Subyakto menjelaskan, selain kedua satuan tersebut, kenaikan yang cukup mencolok dialami bagian operasional. Tahun 2017, bagian ini hanya mendapatkan alokasi Rp 745 Juta, tapi kini naik hingga Rp 1,3 miliar. Kenaikannya mencapai Rp 581 Juta.

”Hal itu karena ada penambahan sejumlah giat operasi, yang diiringi dengan kenaikan jumlah personel. Bagian operasional juga berhak memperoleh dana hibah dari Polda Jawa Tengah untuk pengamanan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, di satuan lain, seperti Sat Intelkam yang semula menerima anggaran Rp 1,014 miliar, tahun 2018 turun menjadi Rp 1,004 miliar. Satuan Polisi Air dari Rp 45 juta naik menjadi Rp 57 juta, Bagian Perencanaan berkurang dari Rp 152 juta menjadi Rp 103 juta

Sedangkan di Bagian Sumber Daya anggarannya melonjak dari Rp 5,4 Miliar menjadi Rp 6,2 miliar, Satuan Lalu Lintas yang sebelumnya menerima anggaran Rp 1,4 Miliar, turut mengalami penurunan. Sementara untuk Satuan Sabhara dari yang semula Rp 448 Juta, dinaikkan menjadi Rp 580 Juta.

Editor: Supriyadi

Jadwal Pemadaman Listrik di Rembang Hari Ini, 5 Kecamatan Kena Giliran

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah tempat di lima kecamatan di Kabupaten Rembang, hari ini, Rabu (10/1/2018) mengalami pemadalam listrik. Pemadaman dapat berlangsung hingga seharian, mulai dari pagi hingga sore hari.

Humas PLN Area Kudus (Kudus, Jepara, Pati, Rembang) Muhdam mengatakan, pemadaman listrik di Rembang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pemadaman dilakukan lantaran ada pemeliharaan jaringan PLN di sana.

“Pemadaman bertempat di sejumlah titik di Kabupaten Rembang. Seperti sebagian Kecamatan Rembang meliputi Desa Pacing, Desa Cabdimulyo, Desa Karas, Desa Gondosari, Desa Kopkok dan Desa Banyu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman di sebagian wilayah Kecamatan Rembang, dilaksanakan lantaran adanya finishing pembangunan feeder baru RBG 09 dan juga adanya pemeliharaan jaringan sepanjang wilayah tersebut.

Tak hanya di Rembang, pemadaman juga terjadi di sebagian Kecamatan Lasem. Yakni Desa Tasiksono, Desa Sendang Asri, Desa Bonang dan Desa Binangun. Alasannya karena adanya pemeliharaan jaringan

Selain itu, tambahnya seluruh wilayah di Kecamatan Sluke, Sarang dan Kragan juga mengakami  pemadaman. Dipadamkan secara total, disebabkan pemasangan tiang listrik ABSW.

“PLN di wilayah Rembang sudah melakukan pemberitahuan langsung kepada pelanggan terkait hal tersebut,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Meresahkan, Satreskrim Polres Rembang Bekuk Pelaku Judi Togel Singapura

MuriaNewsCom, Rembang – Satreskrim Polres Rembang berhasil mengamankan pelaku perjudian jenis togel Singapura, Rabu (3/12/2018) kemarin. Pelaku yang diketahui bernama Aslikan (68) warga Desa Bajingjowo, Kecamatan Sarang ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Dikutip dari Humas Polres Rembang, kronologi penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat perihal perjudian yang kian meresahkan di Kecamatan Sarang. Informasi tersebut juga menyebut jika transaksi perjudian tersebut sering terjadi di jalan Desa Bajingjowo Sarang.

Mendapat laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan di tempat sesuai informasi masyarakat tersebut. Setelah beberapa kali pengintaian informasi tersebut benar adanya.

”Pelaku Aslikan bahkan tertangkap basah sedang melayani judi togel Singapura dengan pembeli,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Ibnu Suka, Kamis ( 4/1/2018).

Kapolres menjelaskan, mendapati fakta tersebut, Sat Reskrim Polres Rembang yang dipimpin Aiptu Sukardi langsung bertindak.

Saat dilakukan penggeledahan pelaku pun tak bisa berkutik karena ditemukan barang bukti pada pelaku kemudian Pelaku dan Barang Bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Rembang untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Barang Bukti berupa yang diamankan berupa Uang tunai sebesar Rp. 87.000,00 (delapan puluh tujuh ribu rupiah ) dan 7 (tujuh) lembar rekapan judi togel.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku menjalani proses hukum di Rutan Polres Rembang

Editor: Supriyadi

Diserempet Truk, Penumpang Becak Bermontor di Rembang Tewas 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang penumpang becak motor tewas setelah becak motor yang ditumpanginya diserempet truk dari belakang, di jalan masuk Desa Menoro, Kecamatan Sedan, Rabu (3/1/2018).

Penumpang becak bermotor nahas itu bernama Marfuah (57), warga RT 3 RW 1 Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan. Korban mengalami luka robek di kepala belakang dan wajah hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Muhammad Syafi Karim, kejadian tersebut bermula saat truk mitsubishi berjalan dari arah selatan Desa Menoro berjalan ke utara.

Sesampainya di lokasi kejadian, truk dengan plat nomor K 1399 ZA yang dikemudikan Joko Prianto Agus Setiawan (20), warga RT 12 RW 4 Desa Kalitengah Pancur itu bermaksud akan mendahului becak motor.

Diduga, saat mendahului truk mitsubishi berjalan kurang ke kanan. Sehingga bagian bak samping kiri truck mitsubishi menyerempet bodi samping kanan Bentor hingga masuk ke sawah.

“Karena bak samping kiri truk menyerempet bodi samping kanan, bentor sempat masuk ke sawah yang berada di sebelah kiri jalan” kata Kanit Laka Satlantas Polres Rembang seperti dikutip tribratanews.

Sedangkan untuk identitas pengemudi becak motor tersebut adalah Nasirun (50), warga RT 1 RW 2 Desa Karangasem, Kecamatan Sedan, dan sudah dalam pemeriksaan aparat kepolisian

Editor: Supriyadi

Bayar Pajak Motor Tanpa KTP Bisa Memudahkan, Tapi Ini Bahayanya

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mewacanakan untuk tak mewajibkan melampirkan KTP dalam pengurusan pajak kendaraan bermotor. Rencana ini digulirkan untuk semakin mempermudah masyarakat, dan meningkatkan pendapatan dari sektor pajak.

Meski demikian, jika tidak hati-hati kebijakan ini justru bisa menjadi blunder. Kasatlantas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha, berharap kebijakan tersebut nantinya tak menjadi kesempatan penyelewengan surat-surat kendaraan.

“Kalau kebijakan itu nanti untuk memudahkan kenapa tidak. Tapi ya jangan sampai kebijakan baru justru menjadi bumerang karena ada penyelewengan surat-surat. Bagaimana pun surat itu penting,” katanya, Selasa (2/1/2018).

Ia menyatakan, masih menunggu petunjuk dari Polda Jateng untuk penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, program tersebut masih bersifat rencana, sehingga ketika diterapkan pemprov akan berkoordinasi dengan Polda Jateng.

“Kalau sudah menjadi kebijakan, Polda Jateng juga pasti memberi instruksi kepada kami di daerah. Tetapi karena masih rencana, kami menanti petunjuk lebih lanjut,” ujarnya.

Ariakta menyebut, kebijakan tersebut mempunyai efek yang bagus. Yakni memudahkan masyarakat dan menghentikan akivitas ‘nembak’ KTP yang selama ini sering dilakukan wajib pajak.

Sistem baru ini pun diyakininya akan mengurangi jumlah wajib pajak yang malas mencari KTP pemilik lama dari kendaraan.

“Kalau ada informasi bahwa ada dari internal kita yang melayani ‘nembak’, justru (kebijakan) ini memudahkan untuk dilakukan penertiban. Dengan sistem baru,” terangnya.

Beberapa kasus, gara-gara sulit mendapatkan KTP dari pemilik lama kendaraan, wajib pajak memilih “mematikan” pajak kendaraannya.

Ariakta mengatakan, sebelum rencana kebijakan baru ini, tidak adanya KTP bisa disikapi dengan surat keterangan dan kuitansi penjualan kendaraan bermotor. “Bila membeli dari makelar, kadang malah sudah disiapi salinan KTP pemilik lama,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Ngantuk, Minibus Tabrak Avanza Parkir di Jalan Pantura Rembang

Sebuah minibus menabrak dari belakang Avanza yang parkir di tepi jalan di Jalur Pantura masuk wilayah Desa Jatisari Kecamatan Sluke. (Tribratanews Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Kendaraan  minibus menabrak sebuah Avanza yang parkir di tepi jalan di Jalur Pantura di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke, Kamis (28/12/2017) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Dikutip dari Tribratanews Polres Rembang, Kemas Yazid Bustomi, seorang warga yang kebetulan melintasi jalur itu menuturkan, awalnya minibus jenis colt diesel R 1109 HC melaju dari arah barat menuju ke arah timur.

Informasinya, minibus itu mengangkut rombongan keluarga Banser dari Kabupaten Purbalingga yang hendak menuju Jawa Timur.

Sesampainya di sebelah barat SPBU Jatisari, minibus tiba-tiba oleng. Ia sempat mengira minibus menabrak pembatas jalan, tetapi ternyata menabrak Avanza W 982 AN milik salah seorang pegawai PLTU Sluke. Dua kendaraan ini pun terlempar ke persawahan.

”Bagian belakang Avanza ringsek parah. Begitu pun dengan bagian depan minibus. 15 orang penumpang di minibus selamat. Ada dua orang yang terluka ringan dan dirawat di Puskesmas Sluke,” tuturnya.

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan baru berhasil dievakuasi dengan mobil derek pada sekitar pukul 12.00 WIB. Arus lalu lintas di jalur setempat tidak sampai terganggu.

Kasatlantas Polres Rembang Ariakta Gagah Nugraha SH menduga, sopir minibus mengantuk atau melamun sehingga kehilangan kendali dan menabrak Avanza yang sedang parkir di depannya.

”Kecelakaan lalu lintas rawan pada saat terjadi peningkatan arus lalu lintas pada musim liburan seperti sekarang,” katanya.

Polisi meminta pengguna jalan tidak memaksakan diri mengemudi bila mengantuk, karena akibatnya bisa fatal.

”Kami berharap kepada pengendara agar patuh pada aturan lalu lintas”, harapnya.

Sementara itu, kecelakaan juga dilaporkan terjadi di Jalur Pantura depan Kantor Bupati Rembang. Sebuah truk boks terguling sesaat setelah keluar dari kompleks Kantor Bupati.

Diduga, truk kehilangan keseimbangan saat membelok ke kanan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, cuma kerugian material.

Editor: Supriyadi

Polisi Rembang Buru Pemilik Ratusan Terumbu Karang Ilegal yang Ditinggal di Halte

Terumbu karang yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan ditanam di perairan Pulau Gede, Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Aparat Polsek Kaliori, tengah memburu pemilik ratusan bungkus terumbu karang yang diduga ilegal. Terumbu karang itu ditemukan tergelat di halte tepi jalan pantura, di sebelah utara masjid Desa Tambak Agung, Kaliori, Rembang, Jumat (8/12/2017) lalu.

Kapolsek Kaliro, AKP Susatyo mengatakan, penemuan terumbu karang sekitar pukul 13.30 WIB. Ia menyebut ada 332 terumbu karang yang dibungkus dalam plastic.

“Saat itu ada perangkat desa, Pak Sutomo lewat di depan masjid. Dia mengaku melihat di halte depan masjid ada dua mobil pikap parkir bersama Avanza menurunkan lima kardus besar dengan tertutup rapi dan terlihat mencurigakan,” katanya, Selasa (12/12/2017).

Karena merasa curiga, ia mengajak sejumlah warga untuk memeriksa kardus-kardus tersebut. Ternyata saat dibuka, isinya adalah terumbu karang yang masih hidup.

Temuan itu pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Kapolsek menyebut, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi, dan tengah memburu mobil yang digunakan untuk mengangkut terumbu karang itu.

Sementara untuk menjaga terumbu karang itu agar tak mati, pihaknya menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng dan Kabupaten Rembang untuk menanam ratusan terumbu karang tersebut.

”Ratusan terumbu karang itu kami tanam di wilayah perairan Pulau Gede di Dukuh Wates, Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori,”pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Jawaban Gus Yaqut Ketika Dihujat Karena Banser Jaga Gereja

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat membuka PKN angkatan VI Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas angkat suara tentang seringnya hujatan dan ejekan ketika Banser menjaga gereja.

Saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang, Rabu (6/12/2017), Gus Yaqut menyebut, apa yang dilakukan Ansor dan Banser itu pada hakikatnya bukan menjaga gereja.

”Melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Gus Yaqut mengatakan, Ansor tidak hanya menjaga gereja. Jika diminta untuk membantu menjaga keamanan ibadah umat beragama lain pun, Ansor siap turun bersama. Namun ia menekankan, apa yang dilakukan oleh Ansor itu, tidak berlaku selamanya.

“Ansor akan berhenti melakukan hal yang demikian, apabila para penebar teror yang mengancam keutuhan NKRI binasa dari negeri ini,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader Ansor, termasuk di dalamnya Banser, untuk tidak berkecil hati ketika dihujat, hanya karena ingin menjaga Indonesia.

”Karena para kiai yang sudah jelas mutu keilmuan dan kerendahhatiannya juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila,” terangnya.

Ia juga kembali menegaskan jika Ansor tidak akan pernah berhenti melawan pihak-pihak yang mengganggu NKRI, memecahbelah persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia. Sikap GP Ansor tersebut sejalan dengan tema kegiatan “Yang Waras Jangan Mengalah”.

“Tema itu sebagai bentuk penegasan sikap Ansor yang tidak diam ketika paham kebangsaan Indonesia diganggu. Makanya, yang waras jangan ngalah,” tandas Gus Yaqut.

Sementara itu, PKN yang akan diadakan mulai Rabu (6/12/2017) hingga Minggu (10/12/2017) digelar bersamaan dengan Latihan Instruktur (LI) 2 yang dilaksanakan di Pesantren Al-Hamidiyah, Ngemplak, Lasem. Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini.

Turut hadir pada pembukaan PKN VI dan LI-2, para pemuka agama Islam, Nasrani dan Buddha, Bupati Rembang Abdul Hafidz, serta Kapolres Rembang AKBP Pungki Bhuana Santoso.

Editor : Ali Muntoha

Rampas HP di Jalan, 2 Jambret di Rembang Babak Belur Dihajar Massa

Dua jambret diamankan polisi usai dihajar massa karena kedapatan merampas handphone di Rembang. (Tribrata News Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Dua pemuda di Rembang, yakni Muhammad Sarroful (20) dan Ahmad Sofii (18) warga Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Rembang,  Sabtu (2/12/17) malam, babak belur dihajar massa. Keduanya kedapatan melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) sebuah handphone (HP) di Jalan Desa Tasikagung Kecamatan kota Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, pelaku mencuri HP korban dengan cara merampas.

Pelaku yang berboncengan menaiki sepeda motor, memepet korban yang juga sedang berboncengan menaiki sepeda motor. Kemudian dengan cara merampas HP korban lalu melarikan diri, Minggu (3/12/17) pagi.

Dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku sempat berhasil membawa kabur HP milik korbannya. Namun nahas, saat berusaha melarikan diri menaiki sepeda motor, justru mereka terjatuh.

Warga yang mengetahui tindakan pencurian tersebut dan melihat pelaku yang terjatuh langsung melakukan penangkapan. Bogem mentah dari warga yang geram pun berkali-kali dirasakan oleh kedua pelaku tersebut.

”Usai tertangkap karena jatuh dari sepeda motornya, kemudian diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polres Rembang,” imbuhnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor jenis Suzuki Satria yang digunakan sebagai sarana kejahatan pelaku, dua bilah pisau milik pelaku, dan satu buah HP merk Xiaomi milik korban yang sempat dicuri pelaku.

Editor: Supriyadi

Jual Pupuk Palsu, Janda Cantik Beranak Satu di Rembang Ditangkap Polisi

Siti Muayanah (39) warga RT 1/RW 1 Desa Kasreman, Kecamatan Kota Rembang saat dimintai keterangan oleh petugas. (TRIBRATANEWS REMBANG)

MuriaNewsCom, Rembang – Siti Muayanah (39) warga RT 1/RW 1 Desa Kasreman, Kecamatan Kota Rembang diringkus pihak kepolisian. Janda beranak satu ini kedapatan menjual pupuk palsu merk eSPlus-36 yang menyerupai pupuk bersubsidi Pemerintah jenis SP-36.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP  Ibnu Suka melalui Kepala Unit II Polres Rembang, Iptu Sukarno menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Ikha Himawan Affandi.

Baca: Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Pelaku diketahui menjual pupuk palsu tersebut di UD Lela Zeeva. Pupuk dijual seharga Rp 105 ribu, sama dengan pupuk SP 36 bersubsidi dari pemerintah. Secara fisik, pupuk berwarna abu-abu dan apabila dipecahkan pada bagian dalam berwarna putih. Jika dicium tidak menimbulkan bau pupuk.

”Kami menetapkan status tersangka pada September 2017 yang lalu. Namun, kami tidak melakukan penahanan karena pertimbangan dia janda anak satu yang harus mengasuh anaknya. Kami kan repot juga kalau seperti ini. Tapi Selasa (28/11/2017) kemarin, sudah kami limpahkan tahap 2 ke JPU untuk diproses,” ungkapnya seperti dikutip Tribratanewsrembang.

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

Adapun barang bukti yang disita di antaranya 14 sak pupuk yang diduga tiruan, dan beberapa dokumen penjualan, serta surat ijin berupa SIUP HO atas nama tersangka yang dikeluarkan Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang.

Atas perbuatan melanggar hukum, tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 ayat (1) huruf e undang-undang republik indonesia nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

Editor: Supriyadi

Gelar Operasi, Polisi Amankan Belasan Miras dari Warung Kopi di Rembang

Petugas melakukan pendataan kepemilikan miras dari sebuah rumah pemilik warung kopi di Rembang. (TRIBRATANEWSREMBANG)

MuriaNewsCom, Rembang – Satresnarkoba  Polres Rembang kembali mengamankan sedikitnya 17 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dari warung kopi dan rumah warga di desa Sumberjo, Rabu (29/11/17) malam.

Belasan miras tersebut terdiri dari empat botol miras jenis anggur kolesom cap orang tua isi 620 Ml dengan kadar alkohol 14,7 persen, delapan botol miras jenis anggur merah cap orang tua isi 620 Ml dengan kadar alkohol 14,7 persen dan lima botol miras jenis arak isi 1500 Ml.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatresnarkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mengatakan, pengamanan botol miras tersebut berdasarkan aduan masyarakat. Mereka khawatir, peredaran miras yang kian merajalela bisa memicu kriminalitas

Apalagi, miras tersebut dijual di warung kopi yang menjadi jujugan para anak muda nongkrong. Karena itu, sebagai tindak lanjut Satresnarkoba yang dipimpin KBO Iptu Agus Saptono melakukan giat dengan sasaran  warung kopi turut tanah Desa Kalipang, Kecamatan Sarang dan rumah milik saudari Hartutik di Desa Sumberjo Rembang.

”Barang bukti kita amankan dan para pemilik warung kopi dan rumah kita data, agar tidak menjual lagi barang haram itu,” terang Kasat Resnarkoba seperti dikutip tribratanewsrembang.

Kasat Resnarkoba mengimbau kepada masyarakat agar bisa turut menjadi informan apabila mengetahui ada warung,rumah  ataupun toko yang menjual minuman keras. Dengan demikian peredaran miras di kalangan masyarakat bisa segera ditekan.

”Karena miras ini imbasnya banyak. Hanya karena miras, bisa jadi orang itu kehilangan kesadaran, dan adrenalinnya meningkat. Sehingga mereka tidak akan pikir panjang kalau mereka akan melakukan tindakan kriminal,” pungkas Kasat Resnarkoba

Editor : Supriyadi

Dandim Rembang Tampar Pipi Kades

Dandim 0720/Rembang, Letkol (Inf) Darmawan Setiyadi duduk di samping Kades Jambangan, Kecamatan Sarang bernama Muhamad Hilaludin, yang telah ditamparnya. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Rembang – Dandim 0720/Rembang, Letkol (Inf) Darmawan Setiyadi menampar Kades Jambangan, Kecamatan Sarang bernama Muhamad Hilaludin saat Rakor Pengawasan Dana Desa di Pendapa Museum RA Kartini, Jumat (10/11/2017). Di rakor tersebut dihadiri seluruh kepala Desa se-Kabupaten Rembang, Kapolres Rembang, Bupati dan Wakil Bupati Rembang.

Keterangan Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Rembang, Zidad, ketika itu Dandim menyampaikan materi di atas mimbar. Saat bersamaan, Hilaludin yang duduk di deretan kades, terlihat menyandarkan kepala di kursi.

Dandim yang melihat Hilaludin, segera menghentikan paparannya. Dia meminta agar kades tersebut maju. Dandim langsung menampar pipi Hilaludin.

“Pak Dandim tadi kan memang sedang memberikan pengarahan didepan. Tapi yang namanya kepala desa, mungkin kecapekan karena banyak aktivitas, saat itu ada yang menyandarkan kepalanya di kursi. Kemudian dia dipanggil sama Dandim, di-shock therapy semacam kaya militer,” kata Zidad yang juga Kepala Desa Menoro, Kecamatan Sedan kepada sejumlah wartawan.

Akibatnya, terjadi ketegangan dari kubu kepala desa yang tak terima atas perlakuan yang dilakukan Dandim. Akhirnya dilakukan mediasi perdamaian. Mediasi yang dilakukan secara tertutup di Rumah Dinas Bupati Rembang, dipimpin langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dalam mediasi tersebut juga nampak hadir Kapolres Rembang, Wakil Bupati Rembang, Sekda Rembang dan perwakilan dari Paguyuban Kepala Desa Rembang.

Dandim di hadapan wartawan mengakui apa yang dilakukannya tidak pas. Darmawan berjanji akan bertindak lebih proporsional dan bijaksana.

“Saya sudah mengawali untuk minta maaf. Karena yang saya lakukan mungkin tidak pas. Yang jelas nanti saya akan jauh lebih bersikap proporsional dan bijak lagi dalam menghadapi masyarakat, karena kan beda antara militer dengan warga sipil,” terangnya. 

Editor : Akrom Hazami

Baca : Tampar Kades, Dandim Rembang Langsung Dinonaktifkan