Dewan Minta Pemkab Turun Tangan Sikapi Aduan Pemuda Semirejo Pati

MuriaNewsCom, Pati – DPRD Pati meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat sesegera mungkin turun tangan mengatasi persoalan aduan puluhan pemuda Desa Semirejo, Kecamatan Gembong. Hal itu supaya persoalan bisa cepat selesai dan tak menimbulkan polemik berkelanjutan.

Ketua Komisi A DPRD Pati Aji Sudarmaji mengatakan, aduan dari para pemuda tersebut merupakan keprihatinan mereka akan desa mereka. Untuk itu, Pemkab Pati harus segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Dalam pertemuan tadi, juga menghadirkan Pemkab Pati. Sehingga mereka sudah tahu persoalan yang dikeluhkan para masyarakat di Desa Semirejo itu,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Baca: Tak Ada Transparansi Angaran, Kades Semirejo Pati Dilaporkan ke Dewan

Menurut dia, pihak dewan berterimakasih atas kepercayaan warga mengadu kepada dewan. Sebagai wakil rakyat, sudah sepatutnya membantu memfasilitasi agar per

Dikatakannya, secara keseluruhan apa yang dikeluhkan para warga tersebut merupakan bentuk kurangnya keterbukaan informasi dari pihak desa kepada masyarakat. Diharapkan, ke depan pihak pemdes akan lebih transparan dalam informasi publik jika apa yang dituduhkan masyarakat benar.

“Minimal dengan adanya papan informasi tentang desa, ataupun juga dengan pengumuman dana APBDes dapat ditaruh di tempat strategis,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Tak Ada Transparansi Angaran, Kades Semirejo Pati Dilaporkan ke Dewan

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan pemuda Desa Semirejo, Kecamatan Gembong yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Desa mendatangi Kantor DPRD Pati, Kamis (18/1/2018). Mereka mengadukan Kepala Desa Semirejo Triyono yang diduga melakukan penyelewengan dana desa.

Gunawan, koordinator pemuda mengatakan, puluhan pemuda terpaksa mengelar audiensi dengan wakil rakyat lantaran selama ini melihat pemdes tidak transparan terkait dana desa. Bahkan, pihaknya melihat banyak hal-hal yang diduga dicurangi oleh pemeritah desa.

“Ada 14 penyimpangan yang kami lihat dalam pemerintah Desa Semirejo. Kami meminta adanya tindakan yang tegas dan cepat akan adanya penyelewengan itu,” katanya kepada awak media usai audiensi.

Disebutkan, penyelewengan yang dilakukan seperti pengelolaan dana PAM SIMAS yang tidak transparan. Sebelum mengadu ke dewan, ia mengaku sudah menanyakan hal tersebut dua kali. Yakni pada 11 September 2017 lalu dan 29 September, namun tidak mendapatkan jawaban.

Selain itu, kata dia, pihak desa juga dianggap melakukan pelanggaran hukum berat, karena sudah menyewakan aset desa tanpa melakukan tahapan lelang.  Parahnya, hal yang dilakukan itu tanpa diketahui masyarakat desa serta BPD.

“Kami juga melihat adanya pembongkaran dan pembangunan balai desa tanpa adanya rembuk desa dan tahapan yang seharusnya. Banyak lagi yang sudah kami laporkan terkait kecurangan,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintah dan dewan bisa segera bertindak. Ia khawatir jika tak segera diluruskan, masyarakat semakin dirugikan.

Editor: Supriyadi

Wali Murid: Mogok Sekolah Dilakukan Hingga Kepala SD 1 Penggung Pati Dikembalikan

MuriaNewsCom, Pati – Aksi mogok sekolah yang dilakukan seluruh siswa SD Penggung 01, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati rencananya tak hanya berlaku sehari saja. Namun, aksi mogok masal tersebut akan berlangsung hingga tuntutan para wali murid dikabulkan.

Perangkat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti S Widi Nugroho mengatakan, dari informasi yang diterima olehnya, para wali murid sudah berencana aksi mogok sekolah dilakukan hingga dikabulkan permintaan mereka.

“Mereka meminta kepala sekolah balik dan pihak dinas menarik SK pemindahan kepala sekolah di sana,” katanya kepada awak media, Rabu (17/1/2018).

Baca: Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

Menurut dia, apa yang dilakukan warga sempat membuat perangkat kaget. Namun, karena aksi tersebut merupakan inisiatif wali murid, pihak desa hanya bisa berharap dinas segera turun tangan.

Padahal, para guru sudah datang sejak pagi tadi. Namun lantaran tak ada satupun siswa yang datang, para guru hanya menunggu di sekolah saja.

“Tidak hanya siswa, para guru juga mengancam akan pindah masal ke sekolah lain jika keinginan mereka tak dikabulkan,” imbuh dia.

Baca: Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

Sementara itu, Kades Ngagel Suwandi menegaskan, apa yang terjadi di SD 1 Penggung merupakan inisiatif murni para wali murid. Pihak desa tidak ikut campur atas kondisi tersebut.

”Ini murni inisiatif mereka. Kami (pihak desa) tidak bisa berbuat banyak,” tambahnya.

Sebelumnya, puluhan ibu-ibu juga melakukan demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka menuntut kepala SD 1 Penggung tidak dipindah. Alasannya kinerja kepala sekolah sudah terbukti dan berhasil mendapat hati siswa.

Editor: Supriyadi

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Selawat untuk NKRI di Dukuhseti Pati Dihadiri Ulama dari Lebanon

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda Karang Taruna Brojoseti Desa Dukuhseti, Pati menggelar selawat untuk keselamatan NKRI, Selasa (16/1/2017) malam. Sejumlah tokoh dan ulama hadir memimpin Dukuhseti Berselawat. Salah satunya, Habib Ali Zainal Abidin dan Syekh Ismail dari Lebanon.

Ketua Karang Taruna Brojoseti Ahmad Rifai mengatakan, NKRI dalam beberapa waktu terakhir didera isu perpecahan. Karena itu, agenda selawat bersama menjadi cara untuk menyatukan pemuda dalam bingkai NKRI.

“Pemuda itu yang akan meneruskan estafet kepemimpinan negara. Makanya agenda yang bisa mempererat semangat persatuan dan kesatuan harus disemai sejak dini,” ucap Rifai.

Hal yang sama disampaikan Habib Ali. Menurutnya, semangat ukhuwah antarpemuda harus direkatkan kembali, mengingat banyaknya pihak yang mencoba memecah belah kedaulatan NKRI.

Ia yakin bila kemakmuran bangsa akan tercapai dengan ukhuwah yang diwujudkan dalam berbagai cara, termasuk berselawat bersama.

Habib Ali juga mengajak kepada para pemuda di Kabupaten Pati untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka membangun bangsa. Terlebih, Pati selama ini dikenal sebagai daerah di pesisir yang kental dengan nuansa kerukunannya.

Sementara itu, Syekh Ismail mengaku jauh-jauh datang dari Lebanon hanya untuk bertemu dan menyapa pemuda Indonesia. Dari Timur Tengah, dia tahu bila NKRI yang sebagian besar penduduknya Muslim menjadi target radikalisme dan terorisme.

“Saya datang jauh-jauh dari Lebanon untuk bertemu dengan masyarakat Indonesia, khususnya Pati. Saya berdoa agar Indonesia terhindar dari teroris dan radikalisme,” harap Syekh Ismail.

Dukuhseti Berselawat sendiri melibatkan banyak pihak, seperti Fatayat NU dan pemuda setempat. Ketua Panitia, Ahmad Najib berharap, selawat bersama bisa menyatukan pemuda dan masyarakat untuk melakukan pembangunan di desa dari berbagai aspek.

Editor: Supriyadi

Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

MuriaNewsCom, Pati – Seluruh siswa di SD Penggung 01, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, memutuskan mogok sekolah, Rabu (17/1/2018). Mogok masal sekolah dilakukan, lantaran kepala sekolah yang dianggap baik justru dipindah.

Salah satu guru, Andang Tri Saputro mengatakan, sejak pagi tak ada satupun siswa yang hadir ke sekolah. Jumlah siswa yang mencapai 119 siswa kompak menggelar aksi mogok belajar.

“Sampai sekarang (sekitar jam 11.15 WIB) tak ada satupun siswa yang hadir. Baik dari kelas satu hingga kelas enam semuanya absen sekolah,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurut dia, pihak sekolah sudah melakukan kordinasi dengan UPT Dinas Pendidikan kecamatan setempat. Pihak dinas dan pengawas sekolah juga sudah hadir, untuk memantau langsung ke sekolah.

Kendati demikian, lanjut dia, seluruh tenaga di sekolah termasuk guru masih beraktivitas seperti biasa. Para guru masih datang sejak pagi hingga jam pulang sekolah meski tanpa siswa. “Kami para tenaga sekolah sepakat masih menunggu di sekolah,” ujarnya.

Baca : Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

Aksi mogok belajar ini sebagai bagian dari protes atas dipindahnya Saekan, sebagai kepala SD tersebut. Sehari sebelumnya, yakni Selasa (16/1/2018) puluhan orang tua siswa menggelar aksi unjukrasa di Kantot Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati.

Mereka mendesak Dinas Pendidikan membatalkan keputusan pemindahan kepala sekolah tersebut. Mereka juga mengancam jika keputusan itu tak dibatalkan, orang tua siswa akan menggerakkan siswa untuk melakukan mogok belajar.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Disdikbud Pati Tak Bisa Penuhi Keinginan Warga, Kepala SD Penggung Dipindah

MuriaNewsCom, Pati – Proses audiensi antara perwakilan warga Dukuh Penggung, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Pati tak sesuai harapan. Pihak dinas bersikukuh tak bisa memenuhi keinginan masyarakat untuk mempertahankan Kepala SD Penggung 01 diposisinya.

Kades Ngagel Suwandi mengatakan, dari hasil pertemuan beberapa menit dengan pihak dinas, pihak dinas tidak bisa memenuhi tuntutan masyarakat. Karena, semuanya sudah sesuai aturan dari pusat yaitu Permendagri.

“Katanya aturan menyebut jika sudah empat tahun, harus dimutasi. Kalau tidak akan berpengaruh terhadap hak-hak kepala sekolah termasuk soal sertifikasi,” katanya saat mendampingi warganya aksi.

Jawaban tersebut, lanjutnya, jelas membuat warganya resah. Mereka khawatir kepala sekolah yang baru tak bisa mengayomi siswanya sebaik kepala sekolah yang lama. Hanya, ia memastikan tak akan melakukan aksi lanjutan.

Baca: Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

”Semuanya sudah jelas. Dasarnya Permendagri, bukan faktor like and dislike. Jadi kami pastikan tak akan ada aksi lagi,” tegasnya.

Sementara, Kepala Disdikbud Pati Sarpan, menyebut hal yang sama. Semuanya sudah menjadi aturan pusat yang harus ditaati dan dilaksanakan. ”Jadi itu (pemidahan kepala sekolah) sudah aturan. Bukan rekayasa,” tegasnya.

Dia menyebutkan, penggantian kepala sekolah sudah berlangsung sejak akhir Desember lalu. Namun, meski sudah diganti tidak menutup kemungkinan akan diganti kembali, tergantung dari performanya.

“Kepala sekolah yang baru bisa dievaluasi. Jika tidak baik, maka bisa ditindak,” ucapnya singkat.

Disinggung soal hasil keputusan, dia menyebut warga mau menerimanya dengan syarat. Syarat yang diajukan adalah kepala sekolah yang sama baiknya dengan kepala sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Digeledah Polisi, Pelajar di Sukolilo Pati Kedapatan Bawa Sabit dan Gir

MuriaNewsCom, Pati – Polsek Sukolilo menggelar operasi senjata tajam dan miras terhadap pelajar di lingkungan kecamatan setempat, Senin (15/1/2018). Dari hasil operasi ditemukan sejumlah senjata dari tangan para siswa.

Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono mengatakan, operasi dilaksanakan mulai pukul 06.15 hingga 07.30 WIB. Total petugas yang diterjunkan sebanyak 22 petugas yang berasal dari Polsek Sukolilo.

”Operasi dilaksanakan di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA secara serentak. Dengan begitu tak ada yang luput dari pantauan petugas,” katanya kepada awak media

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah senjata milik para siswa. Meliputi, satu buah gir, satu buah sabit, dan satu buah regam tangan. Kuat dugaan senjata tajam tersebut digunakan untuk tawuran antarpelajar.

”Mereka yang kedapatan menyimpan senjata tersebut langsung diamankan petugas kepolisian untuk diberikan pembinaan. Guru dan orang tua juga sempat kami datangkan,” tegasnya.

Rencananya, operasi serupa akan digalakkan secara rutin dengan fokus utama pemeriksaan atas barang bawaan siswa. Mulai dari tas hingga isi jok kendaraan akan diperiksa petugas untuk mencegah tawuran.

Apalagi, saat ini banyaknya laporan kekerasan dari kalangan pelajar yang masuk ke Polsek. ”Belum lama ini ada kasus penganiayaan di Sukolilo. Baik pelaku ataupun korban sama-sama pelajar. Lalu ada juga perkelahian antarDukuh/Desa. Di antaranya berawal dari perkelahian antarpelajar dan berlanjut di desa,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan ibu-ibu yang menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati makin memanas. Itu terjadi setelah terdengar celetoh dari dalam kantor yang dibilang kayak sedang takziyah. Mendengar hal itu, para ibu yang sudah lama menunggu makin emosi dan nyaris tak terkontrol.

Berdasarkan pantauan, kondisi demostrasi awalnya cukup kondusif. Para ibu-ibu yang menuntut pergantian Kepala SD Penggung 01 dibatalkan memilih diam sambil menunggu hasil audiensi dari perwakilan warga dengan dinas. Tiba-tiba, muncul suara dari dalam gedung soal tenangnya demo.

“Demo ko kayak orang takziyah, diam saja,” celetoh suara dari dalam kantor dinas.

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Baca : Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

Mendengar hal itu, para ibu langsung emosi. Sebagian langsung marah marah meluapkan emosi. Bahkan, selain mengatai pejabat dinas, para ibu juga nyaris menerobos masuk ke dalam kantor dinas.

“Siapa tadi yang bilang takziyah. Kami ke sini minta ketemu kepada dinas malah dikatai Takziyah. Sini keluar yang bilang, jangan cuma ngomong seenaknya,” ucap seorang demonstran dengan marah.

Selain emosi, nampak pula sekelompok ibu yang menangis lantaran dikatai Takziyah. Sayangnya, meski situasi terus memanas, tak ada yang keluar dari kantor dinas untuk klarifikasi.

Editor: Supriyadi

Baca: Wali Murid SD Penggung 01 Pati Ancam Mogok Sekolah Jika Kepala Sekolah Dipindah

Wali Murid SD Penggung 01 Pati Ancam Mogok Sekolah Jika Kepala Sekolah Dipindah

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah wali murid SD Penggung 01 Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati mengancam melakukan aksi mogok sekolah jika kepala sekolah jadi dipindah. Itu dilakukan lantaran minat sekolah anaknya sangat menurun semenjak kabar pergantian kepala sekolah beredar.

Niswatin, satu dari puluhan ibu wali murid yang ikut aksi mengatakan, pasca adanya kabar pemindahan kepala sekolah, anaknya menjadi malas belajar dan malas sekolah. Setelah ditanya, anaknya menjawab kepala sekolah akan diganti.

4X Kroger Feedback Fuel Points Win Extra 4X Fuel

“Jadi para murid sangat sedih bila kepala sekolah diganti. Makanya kami tetap menginginkan Pak Saekan tetap menjabat,” katanya kepada MuriaNewsCom saat aksi, Selasa (17/1/2018).

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Menurut dia, siswa yang jadi malas belajar dan malas berangkat sekolah bukan hanya anaknya saja. Beberapa siswa lainnya juga sama. Melihat hal itu, dia yakin kepala sekolah berhasil mendekati hati para siswanya ke arah yang baik.

“Jika nantinya jadi dipindah, maka kami para orang tua bisa melakukan aksi mogok sekolah. Karena siswa sudah malas ke sekolah jika kepala sekolahnya diganti,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengancam akan mencabut anaknya dari sekolah yang bersangkutan jika dinas ngotot mengganti sang kepala. Hal itu bahkan sudah disepakati sebagian besar wali murid. Sebagai gantinya mereka akan dipindah ke sekolah lain.

Editor: Supriyadi

Gunakan 35 Bus, Ribuan Nelayan Cantrang Pati Ngluruk ke Istana Negara

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan nelayan cantrang di Pati, berangkat ke Istana negara, Selasa (17/1/2018). Ribuan nelayan berangkat secara serempak menggunakan 35 bus untuk bertemu presiden RI Joko Widodo.

Hery, nelayan cantrang pati menyebutkan, jumlah nelayan yang ikut ke Jakarta sejumlah 1.500an nelayan. Semuanya menggunakan bus yang mencapai 35 bus untuk bersama-sama meminta kelegalan kapal cantrang diperbolehkan operasi kembali.

”Ini merupakan janji yang kami buat para nelayan untuk datang langsung menemui presiden,” katanya kepada awak media.

Baca: Ribuan Nelayan di Pati Desak Cantrang Diizinkan Lagi Berlayar

Menurut dia, Permen no 71 tahun 2016 harus dibatalkan dan melegalkan cantrang. Jika dipertahankan hanya akan membuat nelayan cantrang asli Indonesia semakin menderita.

Sementara, Rasmijan, nelayan centrang yang ikut ngluruk ke Jakarta menyatakan hal yang sama. Bagi dia, pemerintah tak memiliki alasan melarang kapal cantrang. Apalagi jika alasannya kapal cantrang merusak karang.

”Mari kita cek sama-sama kalau tidak percaya. Soalnya kami sudah cek dan itu tidak merusak karang,” ungkap dia.

Ditambahkan, selain menggelar aksi di istana, para nelayan juga berencana menggelar istighotsah bersama para nelayan di hari yang sama. Langkah itu dilakukan supaya pemerintah melek untuk melihat kembali potensi centrang.

Editor: Supriyadi

Baca: Ribuan Nelayan Cantrang Pati Tulis Surat untuk Presiden Jokowi

Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan Ibu-ibu wali murid SD Penggung 01, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti menggeruduk Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Selasa (17/1/2018) siang. Ibu-ibu itu nekat datang ke kantor dinas, lantaran menginginkan kepala sekolah yang lama tetap menjabat.

Zumaroh, satu dari ibu wali  murid yang datang menjelaskan, beberapa waktu lalu tersebar kabar akan ada pergantian kepala sekolah di tempat anaknya belajar. Padahal, kepala sekolah yang lama dianggap berhasil memajukan prestasi sekolah.

“Kami semua wali murid sepakat, tetap menginginkan Kepala SD Penggo 01 Pak Saekan. Tidak mau yang lain,” katanya saat aksi.

Menurut dia, selama ini kepala sekolah sudah berbuat banyak demi kemajuan sekolah dan siswanya. Bahkan, jika dulunya sekolah tampak disepelekan oleh banyak kalangan, saat ini sudah maju dan banyak berkembang

Bahkan, kata dia, sekolah tersebut boleh dibilang menjadi sekolah yang diunggulkan dalam hal  prestasi. Terbukti, dari sejumlah perlombaan yang diikuti selalu memborong penghargaan.

”Tak hanya soal prestasi, soal pembangunan sekolah juga sangat diunggulkan. Dulunya sekolah hanya memiliki bangunan tua, namun sekarang bangunan juga diperhatikan. Itulah yang membuat masyarakat ingin kepala sekolah tidak diganti,” tegasnya.

Melihat prestasi itu, Zumaroh juga mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan melakukan pergantian. Ia pun terang-terangan, tak ingin melihat sekolah tempat anaknya belajar semakin mundur jika kepala sekolah diganti.

”Kalau prestasinya sudah bagus, tinggal mendukung. Bukan menggantinya. Seharusnya itu yang dilakukan dinas,” tandasnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, dalam melakukan aksi pihak dinas tak kunjung keluar untuk memberi kejelasan. Akibatnya, banyak demonstran yang sempat melakukan aksi duduk di depan pintu masuk sambil menunggu sikap dari dinas terkait.

Editor: Supriyadi

Wabup Pati Heran Harga Bawang di Petani dan di Pasar Terpaut Rp 13 Ribu

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin heran dengan perbedaan harga bawang merah di tingkatan petani dan pedagang. Itu karena, keduanya memiliki perbandingan harga yang fantastis, yakni mencapai kisaran Rp 13 ribu.

“Jika di petani, harga Bawang Merah kisaran Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribuan. Padahal di tingkat pedagang harganya mencapai Rp 18 ribu. Ini ada apa?,” Katanya kepada petani Bawang Merah saat audiensi, Senin (16/1/2018).

Baca: Wakil Bupati Wajibkan PNS di Pati Beli Bawang Merah dari Petani

Menurut dia, terpahutnya harga yang begitu tinggi membuat Pemkab Pati penasaran apakah ada campur tangan mafia ataukah tidak. Karenanya ia bersedia mendampingi petani untuk menstabilkan harga bawang merah. Bahkab keseriusanya itu dilakukan dengan melayangkan surat kepada presiden terkait tuntutan dari petani bawang merah.

“Komunikasi dengan pemerintah pusat dibutuhkan untuk solusi jangka panjang. Jangan sampai kejadian semacam ini terulang kembali,” ungkapnya.

Baca: Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

Dia menambahkan, di Indonesia dibutuhkan aturan soal harga bawang merah. Tujuannya supaya saat harga anjlok masih terkendali, dan saat harga tinggi juga dapat terkontrol.

Hanya, ia mengakui anjloknya harga bawang merah terjadi dalam skala nasional. Itu terjadi bukan disebabkan adanya impor bawang. Melainkan, petani bawang merah belakangan sangatlah banyak dan panen raya. Itu berdampak pada turun harga bawang.

Editor: Supriyadi

Baca: Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

Wakil Bupati Wajibkan PNS di Pati Beli Bawang Merah dari Petani

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati (Wabup) Pati Saiful Arifin menginstruksikan kepada seluruh PNS wajib membeli bawang merah dari petani Pati. Itu dilakukan sebagai langkah Pemkab Pati atas murahnya harga bawang merah.

“Kami dari Pemkab Pati sudah memutuskan, mengambil kebijakan agar semua PNS di Pati membeli bawang merah dari petani Pati,” katanya kepada petani Bawang Merah saat audiensi, Senin (16/1/2018).

Baca: Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

Didampingi pejabat di lingkungan Pemkab Pati, Safin kembali menegaskan, setiap PNS diharuskan untuk membeli bawang sejumlah dua kilogram. Tiap kilo, PNS di Pati diharuskan membayar sejumlah Rp 15 ribu. Harga tersebut dianggap terjangkau untuk para PNS. Apalagi TPP para PNS di Pati juga cukup tinggi.

Disebutkan, jumlah PNS di Pati hingga kini mencapai jumlah 11.100 PNS. Meski dengan jumlah belasan ribu PNS tak cukup membeli seluruh bawang petani, namun itu merupakan upaya dalam membantu petani bawang.

“Ini merupakan gerakan solidaritas dari pemerintah.  Jadi silakan lokasinya ditentukan dan dikomunikasikan dengan petani, nanti bisa diatur,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

MuriaNewsCom, Pati – Harga bawang merah di tingkat petani di Kabupaten Pati jauh dari kata layak karena sangat murah. Untuk satu kilogramnya, harga bawang merah hanya berada sekitar Rp 5 ribuan saja. Itupun, dengan kualitas bawang yang cukup bagus.

Koordinator aksi Paguyuban Petani Bawang Merah Pati (PPBMP) Suparlan mengatakan, saat ini harga Bawang Merah sangat memprihatikan bagi petani. Dengan hanya Rp 5 ribuan saja. Maka petani hanya akan dirugikan.

“Kami meminta harga dapat distabilkan, yaitu diangka Rp 17 ribu per kilogram. Dengan Rp 17 ribu, maka petani bisa masuk,” katanya saat aksi di alun-alun Pati, Senin (16/1/2018).

Baca: Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

Menurut dia, para petani tak tahu lagi kemana akan mengadu saat kondisi semacam ini. Karena, selain kepada bapak Bupati Pati atau yang mewakilinya, para petani tak tahu menyuarakan kepada siapa.

Sumarno, Petani Bawang Merah di Pati juga menyebutkan hal yang sama. Jika harganya sangat rendah, dampak petani hanya akan dililit hutang. “Jangankan untung, untuk balik modal saja tak bisa,” ungkap dia.

Petani berharap, pemerintah tingkat kabupaten dapat memperhatikan nasib para petani. Itu diharapkan bukan sekedar omongan namun sebuah aksi yang nyata.

Editor: Supriyadi

Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan petani bawang merah pati yang tergabung dalam Paguyuban Petani Bawang Merah Pati (PPBMP) menggelar aksi di Alun-alun Pati, Senin (16/1/2018). Mereka menuntut pemerintah menyetabilkan harga bawang yang semakin anjlok di pasaran.

Ribuan petani bawang tiba menggunakan kendaraan roda empat jenis truk dan mobil pribadi. Lengkap dengan sejumlah bendera merah-putih dan sejumlah poster bertuliskan tentang keluhan petani.

Seperti halnya tulisan “Iki Brambang dudu kotang, tapi ko mlorot terus. Nandur bawang tukule utang” dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula sejumlah tulisan lain soal menderitanya petani karena bawang harganya anjlok.

Selain pamflet bertuliskan keluh kesah harga, para pengunjukrasa juga melakukan teatrikal pocong. Teatrikal tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan harga bawang merah yang terus turun.

Suparlan, koordinator aksi mengatakan, aksi ini terpaksa diselenggarakan karena petani bawang selalu menderita. Dengan harga yang selalu turun, maka petani sangat sengsara. Untuk itu aksi ini dilakukan.

“Kami meminta pemerintah dapat membantu kami agar harga kembali stabil,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Tangkapan Ikan Turun, Hasil Lelang di TPI Juwana Malah Meningkat

MuriaNewsCom, Pati – Meski hasil tangkapan ikan selama 2017  di TPI Juwana berkurang dibandingkan 2016, namun hasil lelang ikan malah mengalami kenaikan. Bahkan, perbandingan lelang cukup besar.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017 hasil lelang jumlahnya mencapai Rp 198,17 miliar. Sedang untuk 2016, nilai transaksi untuk ikan hanya diangka Rp 192,89 miliar saja.

“Jumlah ikan yang cenderung berkurang dari tangkapan akan berdampak pada harga yang tinggi pula saat lelang diselenggarakan,” katanya

Hanya, berdasarkan data hasil produksi ikan di TPI Unit II Juwana selama lima tahun terakhir, hasil produksi ikannya memang naik turun. Beberapa faktor sangat berpengaruh khususnya soal cuaca.

Tertulis, selama 2013, total hasil tangkapan nelayan yang dilelang cukup tinggi mencapai 15,15 juta kg. Padahal, saat 2014 turun drastis menjadi 5,54 juta kg saja.

Sementara  2015, hasil tangkapan ikan melonjak tinggi menjadi 17,38 juta kilogram. Dan 2016 kembali naik menjadi 19,33 juta kg.

Editor: Supriyadi

Alamak, Tangkapan Ikan Selama 2017 di Pati Anjlok

MuriaNewsCom, Pati – Selama 2017, jumlah ikan tangkapan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II Juwana Pati, mengalami penurunan. Dibandingkan 2016 lalu, tangkapan ikan turun cukup banyak selama 2017.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017, ikan tangkapan para nelayan di wilayahnya hanya sebanyak 14,77 juta kg saja. Padahal di 2016 tangkapan ikan capai  19,33 juta kg.

“Jumlah kapal yang datang ke TPI guna bongkar ikan selama 2017 memang lebih sedikit dibandingkan 2016. Jadi jumlah ikan yang datang juga lebih sedikit,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia menyebutkan, selama 2017, tangkapan ikan nelayan di TPI Unit II Juwana untuk dilelang sebanyak 1.555 kapal, sedangkan tahun 2016 mencapai 1.693 kapal.

Sementara, berdasarkan catatan selama 2017, jumlah kapal dari luar daerah yang membongkar hasil tangkapannya di TPI Unit II Juwana sejumlah 156 kapal, sedangkan kapal daerah sebanyak 1.537 kapal.

“Sedangkan selama 2016, kapal dari luar daerah yang ke TPI sini tercatat hanya lima kapal, sedangkan kapal daerah mencapai 1.550 kapal,” ungkap dia.

Dia menyebut, faktor lain turunnya hasil tangkapan ikan juga disebabkan larangan kapal Cantrang. Meski jumlahnya tak banyak, namun masih mempengaruhi pemasukan.

Selain itu, selama empat bulan terkahir 2017, September hinga Desember juga mengalami penurunan tangkapan. Angin besar di laut, membuat nelayan berpikir ulang saat hendak berlayar.

Editor: Supriyadi

Satpol-PP Pati Galakkan Razia Karaoke Hampir Tiap Hari, Ini Hasilnya

MuriaNewsCom, Pati – Satpol-PP Pati semakin menunjukkan keseriusannya menegakkan Perda Karaoke di Bumi Mina Tani. Keseriusan itu ditunjukkan dengan menggalakkan penertiban tempat karaoke di Pati hampir setiap hari.

Plt Kepala Satpol PP Pati Riyoso mengatakan, sedikitnya sepekan dua hingga tiga kali, pihaknya melakukan penertiban tempat karaoke. Meski begitu, kerap kali petugas menjumpai adanya lokasi hiburan yang nekat buka.

”Karena itu, kami akan tetap menggalakkan razia karaoke selama Januari ini. Selama sebulan, kami akan mendatangi tempat karaoke terus,” katanya kepada awak media, Jumat (12/1/2018).

Dikatakan, penertiban tersebut mengacu pada Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 8 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Terlebih lagi, di dalam perda tersebut, sudah jelas kalau karaoke tidak diizinkan.

”Atas dasar itulah kami melakukan penertiban,” tegasnya.

Disinggung terkait hasil penindakan, Riyoso mengaku, banyak pengunjung karaoke yang mulai berfikir dua kali untuk datang ke tempat hiburan malam itu. Terbukti beberapa lokasi hiburannya nampak sepi dan tutup saat petugas datang.

Menurut dia, itu terjadi bukan karena para pengusaha karaoke bersedia menutup usahanya secara sukarela. Melainkan karena jenuh selalu didatangi petugas untuk menutupinya.

“Sebenarnya kami bisa saja langsung menutup lokasinya. Namun kami beri kesempatan untuk menutup sendiri, dan kami juga mendengar apa arahan dari pihak kepolisian,” ucap dia.

Kendari demikian, saat penertiban berlangsung, petugas juga masih menjumpai karaoke yang bukanya kucing-kucingan. Sehingga membutuhkan usaha lebih untuk menutupnya.

“Kami akan lakukan kegiatan ini sekitar satu bulanan. Saat mereka tidak berbenah, kami akan menutup usaha dengan cara menyegel,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Pati Minta Bantuan Gubernur dan Presiden Renovasi Pasar Puri

MuriaNewsCom, Pati – Kondisi Pasar Puri yang kian memprihatinkan memaksa pemkab setempat untuk segera melakukan renovasi. Sayangnya, untuk merenovasi Pasar Puri membutuhkan biaya yang amat besar. Untuk itu, pemkab berencana minta bantuan kepada gubernur dan presiden.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Riyoso melalui Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Widyotomo Kusdianto mengatakan, dari Detail Engineering Design (DED) yang disusun, untuk melakukan renovasi butuh biaya mencapai Rp 30 miliar.

“Dengan kebutuhan biaya yang sangat besar, akan sulit bagi kami jika harus melakukan dengan APBD. Untuk itu kami mintakan kepada provinsi dan pusat,” katanya kepada awak media.

Biaya sebesar itu, kata dia, akan membuat pasar terbesar di Pati itu menjadi satu atap. Dengan model pasar modern, nantinya pasar akan lebih rapi dan lebih nyaman. Bahkan saat musim hujan, pasar tak akan becek.

Selian membuat lebih rapi, biaya yang amat besar itu juga akan dilengkapi pengamanan seperti Hydrant. Bagaimanapun pasar sangat rawan akan kebakaran, sehingga dibutuhkan alat untuk mengurangi potensi kebakaran.

“Itu akan jadi langkah antisipasi bencana yang kami lakukan agar pasar tidak kebakaran,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, penataan pasar masih digalakkan Pemkab Pati seperti tahun-tahun sebelumnya. Agar lebih maju dan nyaman bagi masyarakat maupun pedagang.

Editor: Supriyadi

Apes, Bocah 13 Tahun di Pati Ini Dituduh Tabrak Lari Sebelum Motornya Dicuri

MuriaNewsCom, Pati – Nasib apes dialami Arya Eka S, warga Desa Lengkong, Kecamatan Batangan. Bocah 13 tahun itu kehilangan sepeda motor Vario 125 bernopol K 5489 JV setelah dikerjai penipu dengan dalih menjadi pelaku tabrak lari.

Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih mengatakan, hal apes tersebut terjadi Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin. Saat itu, korban bersama temannya sedang berpergian menggunakan sepeda motor.

Nahas, saat melintas di jalan Desa Lengkong, mereka dikejutkan dengan kedatangan dua orang laki-laki pengendara Yamaha MIO warna putih. Keduanya langsung menuduh korban telah menabrak seseorang.

”Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban dan temannya untuk menemui orang yang diaku sebagai korban, dengan maksud menyelesaikan kasus tersebut,” katanya.

Hanya, lanjut kapolsek, di tengah perjalanan seorang pelaku turun kemudian memboncengkan korban dan diajak muter-muter. Sementara satu pelaku lainnya mengaku harus menjemput anaknya ke Rembang.

“Sesampainya di depan SDN 01 Klayusiwalan pelaku menurunkan korban dan temannya itu. Bilangnya motornya dipinjam sebentar, dan kedua bocah tadi diminta menunggu. Namun sudah ditunggu lama sepeda motor milik korban tidak juga dikembalikan,” ujarnya.

Atas hal tersebut, kemudian dua bocah pulang dan menceritakan kepada orangtuanya. Sesaat kemudian mereka melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Panen Lebih Awal, Petani Jambean Kidul Pati Untung Besar

MuriaNewsCom, Pati – Para petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, untung besar dalam penan raya kali ini. Panen padi yang terbilang lebih awal, berdampak pada harga padi yang masih tinggi. Terlebih, jumlah padi yang dihasilkan sangat besar.

Ketua P3A Sumber Makmur, Kamelan mengatakan, kualitas gabat hasil panen raya saat ini sangat bagus. Tercatat, per ubinan dengan ukuran 2,4 x 2,5 meter sejumlah 5,6 kilogram. Dan per hektare, mampu diperoleh padi Gabah Kering Panen (GKP) sejumlah 8,9 ton.

“Padahal, rata-rata sebelumnya untuk tiap hektare hanya kisaran 7-8 ton saja. Dan kini dapat melebihi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (11/1/2018).

Baca: Ribuan Petani Jakenan Kidul Pati Penen Raya

Selain jumlah yang besar, kata dia, harga padi kini juga menggembirakan. Persatu kwintal padi, dibandrol dengan harga Rp 520 ribu bingga Rp 540 ribuan. Jumlah tersebut termasuk tinggi, lantaran biasanya diangka Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribuan saja.

Sementara, biaya semai padi hingga panen per hektare berkisar Rp 9 jutaan. Hanya saja jumlah tersebut belum termasuk sewa lahan. Meski begitu, tiap satu hektare sawah berhasil mendapat penghasilan kotor hingga Rp 40 jutaan.

Melihat fakta itu, ia menilai, panen lebih cepat ketimbang petani lainya sangat menguntungkan. Karena, saat panen bersamaan bakal memiliki stok banyak dan mempengaruhi harga padi yang lebih murah.

Editor: Supriyadi

Ribuan Petani Jakenan Kidul Pati Penen Raya

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, melakukan panen raya, Kamis (11/1/2017). Panen raya dilaksanakan oleh kelompok tani, Kodim Pati, Polsek Margorejo, dan pejabat dari OPD Pemkab Pati.

Ketua P3A Sumber Makmur Desa Jambean Kidul, Kamelan mengatakan, penen raya dilaksanakan di lahan persawahan seluas 200an hektare. Jumlah tersebut baru separuh dari jumlah lahan yang dimiliki kelompok tani Sember Makmur

“Sebenarnya lahan pertanian di sini mencapai 400an hektare lebih. Namun yang sudah tua dan siap panen baru sekitar 200an hektare,” katanya kepada MuriaNewsCom usai pelaksanaan panen raya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan panen raya kali ini dilakukan dengan cara dua cara. Pertama menggunakan mesin panen combine dan kedua menggunakan alat jenis blower.

Untuk combine, kata dia, digunakan untuk lahan yang tidak berlumpur dan lahan lapang. Sisanya menggunakan alat blower. Khususnya untuk lahan pertanian yang sulit dijangkau.

Penyuluh pertanian Desa Jambean Kidul, Halim menambahkan jumlah persis lahan pertanian yang ada di Desa Jambean Kidul mencapai 421 hektare. Dengan luasan tersebut, merupakan wilayah pertanian yang sangat luas, khususnya di tingkat kecamatan.

“Di sini ada tujuh kelompok tani. Dan panen raya dilaksanakan disini selain luas, karena disini merupakan wilayah Pati yang panen lebih awal ketimbang wilayah lainya, ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Pangdam IV Diponegoro Apresiasi Kinerja TNI Pati yang Makin Dipercaya Masyarakat

MuriaNewsCom, Pati – Pangdam IV Diponegoro dan Ketua Persit KCK Daerah IV Diponegoro beserta rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja di Kodim 0718/Pati, Rabu (10/1/2018). Dalam kunjungan tersebut, apresiasi diberikan kepada Kodim Pati, yang semakin dipercaya masyarakat.

Dalam kunjungan kerja di Kodim 0718/Pati Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto,  yang diwakili Aster Kasdam IV/Dip Kolonel Inf Amrin Ibrahim mengatakan, anggota Kodim 0718/Pati di Aula Suluh Bakti mengapresiasi kinerja anggotanya sehingga menempatkan TNI menjadi lembaga teratas yang paling dipercaya masyarakat.

”Terimakasih kepada setiap prajurit atas apa yang dilakukan dan telah dilaksanakan, dan atas kinerjanya yang begitu luar biasa. Sehingga, TNI menjadi salah satu lembaga terpercaya. Sesuai hasil survei kepercayaan masyarakat terhadap TNI”, Kata Kolonel Inf Amrin Ibrahim saat sambutan.

Kunjungan Pangdam tersebut merupakan pertama kali selama beliau menjabat kurang lebih satu setengah bulan. Ini merupakan suatu kepedulian pimpinan terhadap anggotanya.

Penekanan Pangdam IV/Diponegoro menekankan yang di sampaikan oleh Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan  adalah untuk mempersiapakan diri dalam rangka untuk mendukung pelaksanakan pengamanan pemerintah daerah dalam rangka persiapan pemilu.

”Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan mitra wartwan yang sudah hadir dam meliput kegiatan dalam rangkanya kunker Pangdam IV/ Diponegoro di  Kodim0718/Pati ”, ucap Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto juga menyampaikan trimakasih atas kedatangan Panglima Kodam IV/ Diponegoro dan rombongan di satuan Kodim Pati. Ia juga menegaskan jika kerjasama Kodim0718/Pati dengan forkompinda selama ini berjalan sangat baik.

Editor: Supriyadi

Pemkab Pati Siap Tindaklanjuti Tuntutan Nelayan Cantrang

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati siap menindaklanjuti tuntutan warga pati, khususunya nelayan Pati perihal kapal cantrang untuk diperbolehkan operasi kembali. Pemkab Pati juga berjanji akan menandatangani tuntutan para nelayan yang tergabung dalam petisi nelayan cantrang Pati.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Edy Martanto mengatakan, apa yang diinginkan para nelayan dipastikan akan ditindaklanjuti. Karena, nelayan pati juga bagian dari masyarakat di kabupaten yang dikenal dengan slogan Bumi Mina Tani.

”Seperti apa yang diinginkan para nelayan, bakal kami tindaklanjuti. Saya akan laporan kepada bapak Bupati perihal tersebut,” katanya

Menurut dia, seperti keinginan para nelayan Cantrang, selain Bupati Pati, tandatangan juga akan dilakukan oleh ketua DPRD Pati. Yang mana hasil dari tandatangan tuntutan akan dibawa para nelayan cantrang ke Jakarta.

Dalam petisi tertulis permintaan kepada bapak Presiden Jokowi, agar kapal cantrang dapat diperbolehkan kembali melaut. Selain itu, mereka juga menuntut sebelum ada legalitas diperbolehkan cantrang, nelayan tetap diperbolehkan melaut.

Editor: Supriyadi

Pikap Hantam Pahala Kencana di Jalan Pati-Juwana, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Kudus – Kecalakaan lalu lintas  terjadi di jalan Pati Juwana, Selasa (09/01/2018) dini hari. Kecelakaan yang masuk Dukuh Kropok, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana itu mengakibatkan dua orang meninggal. Sedang tiga orang lainnya dilarikan ke RSUD Soewondo, Pati.

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi antara Bus Pahala Kencana bernopol B-7867-QZ dengan mobil pikap dengan nopol AG-9493-PB yang ditumpangi lima orang. Kecelakaan berlangsung sekitar jam 01.30 WIB.

“Bus Pahala Kencana  melaju dari arah barat ke timur dengan sejumlah penumpang berkecepatan sedang. Dan  mobil Pikap melaju dengan sangat kencang dari arah berlawanan,” katanya kepada awak media.

Setelah itu, lanjut dia, sesampainya di TKP, pengemudi pikap Muhammad Abdul Gofar (26), warga  Desa Plukaran Kecamatan Gembong, diduga tidak konsentrasi dan kemudian oleng ke kanan hingga hingga akhirnya menabrak Bus tersebut.

Akibatnya, dua penumpang pikap meninggal dunia di tempat kejadian. Keduanya adalah Erna Yanti (46), warga Desa Pakunden RT 01 RW 05 Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar yang mengalami luka pecah kepala, tangan kiri patah, patah kaki kanan dan kiri. Satu lainya adalah balita bernama Muhammad Argo Ganjo (3) juga mengalami luka yang serius.

Sementara sopir pikap Muhammad Abdul Ghofar dan dua penumpang Nur Hidayah (26) dan Arya Muntaha (1) mengalami sejumlah luka-luka. Ketiganya  menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo Pati.

Editor: Supriyadi