Dikira Tidur, Warga Margomulyo Pati Tewas di Depan Kantor PPK Tayu

MuriaNewsCom, Pati – Amin Badu warga Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu ditemukan tewas di depan Kantor PPK Tayu, Selasa (20/2/2018). Jenazah korban kali pertama diketahui oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tayu saat patroli.

Dilansir dari laman resmi Polres Pati, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, personel Satpol PP Tayu sedang mengecek lingkungan Kecamatan dan menemukan korban dalam keadaan terlentang.

Karena dikira tidur, korban pun dibangunkan. Hanya saja, setelah dicoba beberapa kali ternyata tidak bangun. ”Akhirnya petugas mengecek denyut nadinya. Setelah dicek trnyata korban sudah tidak bernyawa,” katanya

Mengetahui hal itu, petugas kemudian menghubungi Kades Tayu Wetan, Puskesmas I Tayu, dan Polsek Tayu. Setelah diselediki, tidak ada tanda kekerasan apapun yang ada di tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit.

”Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas I Tayu tidak ditemukan luka maupun kekerasan fisik. Kuat dugaan penyebab meninggal dikarenakan sakit. Diperkirakan korban sudah meninggal sejak pukul 03.00 WIB,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Laka Maut di Pamotan Rembang, Satu Orang Tewas

Memilukan! Tukang Reparasi Elektronik di Pati Ini Ditinggal Kabur Istri Setelah Lumpuh

MuriaNewsCom, Pati – Kisah yang dialami Karyani (34), penyandang disabilitas ini cukup memilukan. Pria yang awalnya sehat bugar dan beraktivitas normal seperti orang kebanyakan, kini harus harus merana hidup sendirian di rumahnya yang kecil, di RT 5 RW 1, Desa Tambahsari, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati.

Pria ini ditinggal kabur istrinya setelah mengalami kelumpuhan separuh, akibat kecelakaan kerja medio 2014 silam. Karyani tertimpa bangunan yang roboh saat mengerjakan renovasi gedung SD di Sidoarjo, Jawa Timur.

Akibat kecelakaan kerja itu, sejumlah tulangnya patah, termasuk tulang belakang. Keterbatasan biaya menjadikan pengobatan tidak maksimal. Tindakan operasi untuk menangani tulang belakangnya pun tidak dapat dilakukan sehingga mengalami lumpuh separuh tubuh.

“Dari pinggang ke bawah tidak dapat digerakkan. Saya hanya bisa ngesot untuk bergeser tempat, tidak bisa jalan lagi,” cerita Karyani saat menerima bantuan kursi roda dari Forum Kajian dan Diskusi Wartawan (FKDW) Pati, Jumat (16/2/2018) kemarin.

Malangnya, sang istri yang diharapkan menjadi sosok yang memberi semangat dan dorongan untuk menjalani hidup, justru mengabaikan Karyani. Istrinya memilih pergi meninggalkan Karyani dengan membawa anaknya, sehingga kini Karyani harus menjalani hidup sebatang kara.

Pegiat FKDW Pati saat memberi bantuan kursi roda ke Karyani, penyandang disabilitas. (FKDW Pati)

Namun Karyani tak mau berlama-lama terpuruk dan meratapi nasibnya. Ia mencoba bertahan hidup meski sudah tak bisa bekerja seperti semula. Beruntung, ia punya kemampuan untuk memperbaiki/mereparasi peralatan elektronik.

”Sebisa mungkin saya tetap bekerja dengan memanfaatkan keahlian lain saya mereparasi barang elektronik,” ujarnya.

Karyani mengerjakan orderan reparasi barang elektronik di rumahnya yang kecil. Saat FKDW Pati bertandang ke rumannya, terlihat tumpukan barang elektronik berbagai jenis berserakan di ruang tamu.

Ukurannya yang relatif kecil tak mampu menampung televisi, tape, radio, pompa, dan barang elektronik lain. Sejumlah barang pun ada yang diletakkan di ruang tengah rumah yang masih tampak batu batanya.

Semua aktivitasnya dilakukan di lantai. Tidur pun tidak menggunakan ranjang, tetapi hanya menggelar kasur di lantai kamar.

Saat didatangi paa pegiata FKDW Pati dan memberikannya bantuan kursi roda, ia pun tersenyum lebar. Karena kursi roda ini akan memudahkan aktivitasnya.

Bantuan itu berasal dari iuran pegiat FKDW dan sejumlah donatur. Termasuk dari komisioner KPU dan kepala desa. Aksi sosial dilakukan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Dalam kesempatan itu, FKDW juga menggandeng Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati.

Di luar itu, FKDW sejak 2016 aktif bergiat dalam sejumlah kegiatan. Mulai dari diskusi publik hingga literasi media di sekolah/madrasah. Road show jurnalistik telah berlangsung 12 putaran pada sekolah/madrasah di Kecamatan Pati Kota, Trangkil, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Gabus, Kayen, dan Pucakwangi.

Pegiat FKDW Heri Purwaka mengemukakan, pihaknya sengaja memilih kegiatan yang bermuatan sosial sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi wartawan terhadap daerahnya. Sejumlah kegiatan tersebut disebut dia diupayakan terus berjalan secara rutin.

“Khusus untuk memeringati HPN, kami mencoba berbagi dengan kaum disabilitas. Meskipun belum dapat menjangkau semua penyandang disabilitas, sedikit bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban mereka,” tandasnya.

Ketua PPDI Pati Suratno mengungkapkan, organisasinya memiliki 144 penyandang disabilitas. Menurutnya, jumlah tersebut bukan representasi penyandang cacat yang ada di Pati. lantaran masih banyak yang belum masuk organisasinya.

“Bantuan dari teman-teman wartawan ini memberi motivasi bagi kami yang memiliki keterbatasan. Ini sangat membantu penyandang disabilitas untuk lebih memudahkan beraktivitas,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

SMK Cordova Margoyoso Gelar Workshop  Manajemen Sekolah Berbasis TI

MuriaNewsCom, Pati – SMK Cordova baru-baru ini mengadakan workshop manajeman sekolah berbasis Teknologi Informasi (TI). Workshop diselenggarakan oleh Forum SMK Pesantren se Jawa Tengah dalam rangka peningkatan kapasitas SMK khususnya yang berbasis pondok pesantren dengan  diikuti 27 perwakilan SMK se Jateng.

Menurut Lutfi Thomafi, Ketua Forum SMK Pesantren Jawa Tengah, kegiatan seperti ini adalah bagian dari pengembangan kurikulum SMK Pesantren. SMK Pesantren harus mempunyai visi yang maju dalam pengembangan manajemen berbasis teknologi informasi.

”SMK Pesantren mempunyai pola pengelolaan yang lebih kompleks, dibanding SMK biasa karena umumnya juga mengelola pesantren dan murid yang berasal dari berbagai wilayah yang berjauhan,” katanya melalui siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Melalui Manajemen berbasis Teknologi Infomasi ini, lanjutnya, diharapkan bisa lebih efesien dan penyebaran informasi kepada wali murid yang berjauhan dapat mudah dilakukan melalui teknologi informasi.

Sementara, SMK Cordova ditunjuk sebagai nara sumber dalam workshop tersebut karena telah manarapkan tata kelola sekolah berbasis teknologi informasi.

Muhammad Niam, Kepala Sekolah yang menciptakan aplikasi Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren [SIMAPES] mengatakan bahwa SMK Cordova telah sepenuhnya menerapkan manajemen sekolah berbasis teknologi informasi.

Sistem informasi siswa, sistem akademis, keuangan, manajeman asrama, ujian berbasis komputer, e-learning dan e-rapor telah diterapkan semua di SMK Cordova. Teknologi harus kita manfaatkan untuk efesiensi kerja, tambahnya.

Pengembangan sistem manajeman pendidikan berbasis teknologi informasi, ternyata mendorong guru-guru muda di SMK Cordova lebih kreatif dan produktif sehingga aplikasi-aplikasi sekolah diciptakan di SMK Cordaova.

Aplikasi yang telah dikembangkan oleh guru-guru SMK Cordova antara lain, Sistem E-learning, yaitu aplikasi pembelajaran jarak jauh yang biasanya digunakan untuk murid-murid yang sedang praktek kerja industri. Selain itu, juga ada aplikasi Cordova Computer Based Test yang merupakan aplikasi untuk melaksanakan ujian berbasis komputer.

Aplikasi ini selain dipakai di SMK Cordova juga telah dipakai oleh beberapa sekolah dari tingkat SMP sampai SLTA di wilayah Pati.

Editor: Supriyadi

Aksi Ribuan PK di Pati Memanas, Ini Penyebabnya

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan Pemandu Karaoke (PK) yang menggelar aksi di depan Kantor DPRD Pati memanas. Itu terjadi setelah pengunjuk rasa memaksa masuk ke halaman kantor untuk menyuarakan suaranya langsung ke para wakil rakyat.

Dari pengamatan lapangan, ribuan PK memaksa masuk setelah ada kabar tuntutan mereka tidak dikabulkan. Massa yang sebelumnya tenang pun mulai terbakar emosi. Ditambah salah seorang orator perempuan mengajak pendemo agar masuk ke halaman DPRD.

”Kita suarakan aspirasi kita. PK bukan pekerjaan haram. Ini pekerjaan halal,” kata salah satu demonstran.

Aksi saling buka tutup pintu pagar DPRD pun terjadi, antara massa pendemo dan polisi. Sejumlah kayu yang tadinya digunakan untuk memasang spanduk pun dirampas petugas keamanan.

Ketegangan sempat terjadi beberapa saat, hingga akhirnya polisi berhasil menghalau massa menjauh dari pagar kantor dewan.

Hingga pukul 14.00 WIB, massa yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Karaoke (Pusaka) Pati tersebut, masih bertahan di depan kantor dewan. Mereka bertekat untuk bertahan hingga mendapat jawaban dari apa yang menjadi tuntutannya.

Baca: Ribuan PK Geruduk Kantor DPRD Pati

Diberitakan sebelumnya, ribuan PK mendatangi Kantor DPRD Pati untuk memperjelas nasib karaoke. Mereka datang menggunakan beberapa armada, mulai dari truk, mobil, hingga sepeda motor lengkap dengan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasinya.

Tak hanya itu, berbagai spanduk tuntutan juga dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya, spanduk bertuliskan Keluarga Kami Butuh HidupAnakku jadi pegawai negeri sipil (PNS), dari gaji pemandu karaoke (PK), hingga PK bukan PSK. Stop tutup karaoke.

Selain tuntutan agar usaha karaoke tidak ditutup, mereka juga membentangkan spanduk agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diam, turun ke Pati dan rakyat menanti.

Wirnoningsih, salah satu peserta aksi mengatakan dalam aksi ini, setidaknya ada seribu lebih PK yang turun ke jalan. Jumlah ini hanya sebagian PK yang ada di Pati. Ini mengingat jika ditotal ada sekitar dua ribu lebih PK di Bumi Mina Tani.

”Jumlah karyawan (PK) yang ada lebih dari dua ribu orang. Karena itu kalau karaoke ditutup mau di kemanakan,” tegasnya kepada awak media.

Editor: Supriyadi

Ribuan PK Geruduk Kantor DPRD Pati

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan Pemandu Karaoke (PK) menggeruduk Kantor DPRD Pati, Rabu (14/2/2018). Mereka menuntut karaoke kembali dilegalkan kembali lantaran banyak yang mencari nafkah dari usaha tersebut.

Dari pantauan, ribuan PK tersebut datang menggunakan beberapa armada. Mulai dari truk, mobil, hingga sepeda motor lengkap dengan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasinya.

Tak hanya itu, berbagai spanduk tuntutan juga dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya, spanduk bertuliskan Keluarga Kami Butuh Hidup, Anakku jadi pegawai negeri sipil (PNS), dari gaji pemandu karaoke (PK), hingga PK bukan PSK. Stop tutup karaoke.

Selain tuntutan agar usaha karaoke tidak ditutup, mereka juga membentangkan spanduk agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diam, turun ke Pati dan rakyat menanti.

Wirnoningsih, salah satu peserta aksi mengatakan dalam aksi ini, setidaknya ada seribu lebih PK yang turun ke jalan. Jumlah ini hanya sebagian PK yang ada di Pati. Ini mengingat jika ditotal ada sekitar dua ribu lebih PK di Bumi Mina Tani.

Wirnoningsih, salah satu peserta aksi saat memberikan keterangan pada awak media. (ISTIMEWA)

”Jumlah karyawan (PK) yang ada lebih dari dua ribu orang. Karena itu kalau karaoke ditutup mau di kemanakan,” tegasnya kepada awak media.

Ningsih menjelaskan, dalam pembuatan perda yang ada, pemerintah juga tidak melakukan kajian yang lebih dalam. Terutama dampak yang ditimbulkan dari penutupan. Bahkan, pemkab juga tak memberi pembinaan yang jelas tentang keahlian dan penempatan pasca penutupan.

”Kalau ini tidak ada revisi, mau di kemanakan PK yang ada. Apa bisa mereka yang dilegalkan dalam perda menampung semuanya,” terangnya.

Bagi dia, penutupan karaoke di Pati juga akan menimbulkan efek domino. Terlebih pada keluarga. Ini mengingat banyak PK yang mencari nafkah dari pekerjaannya itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

”Pokoknya kita tak akan mau kalau karaoke ditutup. Kami akan di sini sampai ada kejelasan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Presiden Jokowi dan Ulama Dunia Bakal Hadiri Muktamar JATMI di Pati

MuriaNewsCom, Pati – Presiden Joko Widodo dan ulama dunia dijadwalkan akan membuka muktamar Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (Jatmi) di Ponpes AKN Marzuqi, Slempung, Dukuhseti, Pati, Sabtu (3/10/2018).

Sesuai jadwal, muktamar Jatmi akan diadakan selama tiga hari. “Muktamar dimulai pada Sabtu, penutupannya Senin. Rencananya, pembukaannya oleh Presiden Jokowi. Bapak Yusuf Kalla juga akan hadir,” kata Ketua Umum Jatmi, KH Abdul Rauf dalam siaran press yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (7/2/2018).

Sejumlah tokoh penting yang akan hadir, di antaranya Mantan Presiden RI Megawati, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden PKS Sohibul Iman, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Ada pula Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Soedibyo, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, pengusaha Chairul Tanjung, Mantan Ketua MK Mahfud MD, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sementara itu, guru mursyid tarekat yang akan hadir datang dari seluruh Indonesia, Asia Tenggara, China dan Timur Tengah. “Persiapan sudah matang, karena sudah dikebut dua bulan yang lalu,” kata Rauf.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan selama muktamar, antara lain seminar, batsul masail, rapat pleno, serta penetapan ketua umum dan rais aam Jatmi yang baru. KH Nasihin berharap, ketua umum terpilih nantinya bisa mengemban amanah untuk organisasi tarekat tersebut.

Sederet nama yang dicalonkan menjadi ketua umum Jatmi, KH Nasihin menyebut ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rafiudin, cucu Syekh Nawawi Banten, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, dan Mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) As’ad Ali.

Untuk kandidat rais aam, ada tiga nama yang disebut. Mereka adalah Syekh Gozali dari Medan, Syekh Rasyid dari Bengkulu, dan Syekh Samsul Bayan dari Padang.

Editor: Supriyadi

Banjir Rendam Sebagian Wilayah di Pati, Warga Diminta Waspada

MuriaNewsCom, Pati – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pati sejak Senin (5/2/2018) sore membuat sebagian wilayah Bumi Mina Tani terendam banjir. Salah satunya adalah di Desa Widorokandang, Kecamatan Kota yang masih direndam hingga pagi ini.

Kepala Pelaksana BPBD Pati, Sanusi mengatakan kondisi genangan air tetsebut merupakan imbas dari luapan sungai yang ada di Desa setempat. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat. Terlebih di sekitar lokasi sungai dipenuhi sampah yang memicu penyumbatan.

“Info yang kami terima sampai pagi ini ketinggian air sekitar betis orang dewasa. Itu ada luapan air dari jembatan yang dekat Desa itu,” kata Sanusi seperti dikutip detikcom, Selasa (6/2/2018).

Sanusi mengakui pihaknya belum melakukan pendataan pasti berapa jumlah unit rumah warga yang terdampak banjir. Ia pun mengimbau agar warga bersiaga untuk evakuasi diri.

“Kalau sampai siang ini air masih menggenang, kami sarankan warga agar bisa evakuasi diri. Tapi sampai saat ini warga masih memilih untuk bertahan, hanya memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, dari informasi banjir juga melanda sebagian di wilayag Kecamatan Gabus. Salah satunya adalah desa Mintobasuki. Genangan air paling parah berada di RT 3/RW 1 lantaran sampai masuk rumah warga.

Selain di Gabus, genangan air juga terjadi di jalur pantura Pati-Juwana sejak semalam. Ketinggian air setinggi sekitar 10 sentimeter, mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi padat merayap.

Editor: Supriyadi

Petugas melakukan pengamanan lalu lintas di jalan pantura Pati-Juwana sejak semalam. (Humas Polres Pati)

Warga Bogotanjung Pati Tewas Tersambar Petir di Bengkok Kepala Desa

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus tewas di areal  persawahan bengkok kepala desa setempat  karena tersambar petir. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (31/1/2018).

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gabus AKP Sutoto mengatakan, korban tewas diketahui bernama Sarmidi (50) warga Desa Bogotanjung RT 4 RW 2, Kecamatan Gabus. Saat kejadian korban diketahui sedang menggarap sawah di bawah guyuran hujan.

Markawi (60) dan Hartoyo (61), petani yang bekerja di sawah sekitar bahkan sempat mengajak korban berteduh di warung. Hanya saja, korban memilih untuk menyelesaikan garapannya dan menolah ajakan kedua rekannya tersebut.

”Sesaat kemudian terdengar Suara Petir dengan Suara yang sangat keras sebanyak dua kali. Setelah hujan reda kemudian Markawi kembali melanjutkan pekerjaannya di sawah dan melihat korban dalam keadaan tertelungkup di sawah,” kata Sutoto seperti dikutip dari laman Tribratanews Polres Pati.

Melihat hal itu, Markawi pun langsung meminta bantuan Hartoyo untuk memeriksa korban. Nahas, setelah di cek ternyata Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Akhirnya keduanya langsung meminta tolong kepada warga sekitar.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dari Dr. Agus Supriyanto dari Puskesmas Gabus II, kematian korban murni karena tersambar petir. Di tubuh korban pun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

”Dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka bakar di bagian dada sebelah kanan dan punggung. Selain itu, petugas juga tidak menemukan tanda-tanda penganiyaan. Jadi korban murni meninggal akibat tersambar petir. Pihak keluarga juga sudah menerimakan kematian korban, serta tidak menuntut kepada pihak manapun,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

KPU Pati Verifikasi Kepengurusan dan Keanggotaan Parpol Selama 2 Hari

MuriaNewsCom, Pati – Selama dua hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menggelar verifikasi faktual seluruh parpol calon peserta Pemilu 2019. Waktu dimulainya verifikasi tersebut, dilaksanakan pada 30-31 Januari 2018.

Komisioner KPU Kabupaten Pati Devisi Hukum Supriyanto mengatakan, pelaksanaan verifikasi tersebut, sebagai bentuk tindak lanjut hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017 mengenai verifikasi faktual terhadap 12 parpol peserta Pemilu 2019.

“Kami targetkan akan diselesaikan selama dua hari ini. Kami akan langsung mendatangi ke tiap sekretariat partai,” katanya kepada awak media

Menurut dia, pada hari ini akan dilakukan verifikasi kepada lima partai di Pati. Kemudian besok, rencananya akan dilanjutkan dengan lima partai lagi. Sementara, dua partai baru sudah diverifikasi sebelumnya yaitu partai Garuda dan Berkarya.

“Verifikasi yang dilakukan kini bukanlah untuk partai baru saja. Namun untuk semua partai peserta pemilu 2019 yang terdapat di pati,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Ribuan Masyarakat Padati Expo Campus 2018

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan masyarakat Pati memadati kegiatan Expo Campus 2018, Minggu (28/1/2018). Mereka datang untuk melihat keunggulan perguruan tinggi dalam even tahunan tersebut.

M Faisal, Ketua panitia mengatakan, expo campus 2018 ini diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Pati (KOMPI). Kegiatan tersebut, merupakan kegiatan yang mengumpulkan sejumlah perguruan tinggi untuk datang dalam satu wadah.

“Tahun ini ada 42 perguruan tinggi yang kami hadirkan. Semuanya merupakan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Pulau Jawa,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta turut hadir dalam kegiatan tersebut. Termasuk sejumlah perguruan tinggi yang sudah besar, juga ikut membuka stand dalam expo yang diselenggarakan di SMK PGRI 1 Pati.

Dikatakan, melihat animo masyarakat yang hadir, tidak kurang dari 3 ribuan warga yang datang. Jumlah tersebut dianggap banyak, karena kegiatan tersebut hanya berlangsung selama sehari saja.

“Kegiatan kami mulai sekitar jam 08.00 WIB. Dan kami tutup sekitar jam 13.00 WIB,” ungkap dia.

Disebutkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan. Di mana tiap tahun selalu ditunggu masyarakat untuk melihat sejumlah universitas atau perguruan tinggi di Jawa.

 

Editor: Supriyadi

Kabar Gembira, Pemerintah Pusat Bakal Buka Gerai Pendaftaran Izin Cantrang di Pelabuhan Juwana

MuriaNewsCom, Pati – Belum terealisasinya izin kapal cantrang usai dilegalkan kembali oleh pemerintah mulai mendapat titik terang. Hal ini menyusul rencana pemerintah pusat untuk membangun gerai pendaftaran izin di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Juwana.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pati Edy T mengatakan, informasi pendirian gerai ini diperoleh saat menghadiri pertemuan di Semarang, Rabu (24/1/2018) lalu. Dalam pertemuan baik perwakilan kemeterian kelautan dan pusat berjanji akan segera membangun gerai untuk memudahkan izin cantrang.

“Informasi yang kami terima saat pembahasan, jadi dalam waktu dekat ini dari pemerintah pusat dan provinsi bakal membuat gerai perijinan di PPP Juwana. Sehingga, para nelayan cantrang bisa langsung mengurusnya untuk segera berlayar,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sayangnya, untuk waktu persisnya masih menunggu pembahasan lanjutan dari pusat dan provinsi. Karena, untuk proses izin cantrang merupakan wewenang dari provinsi dan pusat. Sedang di tingkat kabupaten hanya sebatas memfasilitasi saja.

Sementara, Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati Japar Lumban Gaol membenarkan hal itu. Namun, hingga kini  masih dibahas soal waktu dibukanya gerai di PPP Juwana.

“Gerai akan dibuka dalam waktu dekat ini. Termasuk di Rembang juga demikian. Mudah-mudahan pekan depan dapat dimulai,” ungkap dia.

Disinggung soal jumlah kapal cantrang, dia menyebutkan di PPP Juwana mencapai 168 kapal cantrang. Semuanya menunggu izin untuk bisa beroperasi kembali.

Editor: Supriyadi

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pati Ludes Terbakar

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah rumah di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana ludes terbakar, Jumat (26/1/2018) dini hari. Dugaan sementara kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik (koresleting listrik).

Kepala BPBD Pati Sanusi mengatakan, kebakaran yang menimpa Suwarno (45) warga RT 2 RW 4 desa setempat itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, baik Suwarno ataupun keluarganya sedang tertidur lelap.

Beruntung, ia tiba-tiba terbangun setelah melihat ada asap mengepul. Terlebih lagi, rumah Suwarno hanya berdinding bambu. Praktis api sangat mudah menjalar hingga ludes.

“Dalam kejadian ini tak ada korban jiwa. Meski material rumah mudah terbakar, mereka bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Sanusi menjelaskan, dari keterangan di lapangan, rumah berukuran 7 x 8 meter tersebut diduga terbakar karena korsleting listrik. ”Dugaannya karena korsleting listrik,” ungkapnya.

Dugaan itu dikuatkan dengan bahan dasar yang digunakan untuk penyokong rumah juga terbuat dari bambu. Hal itu disinyalir menjadi penyebab api dengan mudah menjalar hingga menghanguskan bangunan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian mencapai Rp 50 jutaan.

Editor: Supriyadi

Belakang Ruko Mega Plaza Juwana Digrebek Polisi, 5 PSK Diamankan

MuriaNewsCom, Pati – Polsek Juwana kembali melakukan kegiatan operasi terhadap tempat prostitusi Rabu (24/1/2018) malam. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan lima wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantara mengatakan, kelima PSK itu diamankan dari satu tempat, yakni belakang Ruko Mega Plaza Juwana di Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana. Kelimanya tertangkap basah sedang menunggu pria hidung belang.

”Tadi malam, ada lima wanita yang kami amankan. Mereka kedapatan menjajahkan diri saat operasi digelar sekitar pukul 22.00 WIB,” katanya kepada awak media

Kapolsek menyebutkan, kelima PSK itu berasal dari berbagai wilayah. Yakni Jepara satu orang, Demak satu orang, Semarang Barat satu orang, dan Pati dua orang.

”Untuk usianya berkisar antara 30 hingga 47 tahun. Kelimanya kami data dan diberi pembinaan saja. Tidak ada penahanan,” tegasnya yang memimpin langsung operasi tersebut.

Disinggung terkait dugaan Ruko Mega Plaza yang jadi jujugan razia, Didi mengaku mendapat informasi tersebut dari masyarakat. Petugas yang mendapat laporan tersebut sempat melakukan pengintaian.

Karena khawatir semakin meresahkan, pihaknya pun langsung menginstruksikan untuk segera menggelar operasi. Selain untuk menekan praktik prostitusi, operasi tersebut ditujukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Juwana.

”Kalau dibiarkan, tidak menutup kemungkinan Kecamatan Juwana terkenal akan prostitusinya. Karena itulah rencananya giat seperti ini akan kami galakkan secara rutin,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Pohon Tumbang Timpa Jaringan Listrik, 2 Kecamatan di Pati Mati Lampu

MuriaNewsCom, Pati – Hujan angin yang terjadi di Kabupaten Pati, Kamis (25/1/2018) pagi membuat sejumlah dahang dan pohon tumbang. Sebagian, pohon yang tumbang bahkan menimpa jaringan listrik hingga menyebabkan mati lampu.

Manager Rayon PLN Pati Yoyok S mengatakan, sejumlah jaringan listrik di wilayahnya mengalami gangguan sejak pagi tadi. Semuanya disebabkan faktor cuaca, yang membuat jaringan tergantung.

“Terdapat dua titik yang mengalami gangguan. Pertama di kawasan hutan kota Pati (Kecamatan Kota), yang disebabkan ranting pohon menggesek kabel jaringan. Lalu kedua disepanjang, jalan ke TPA Sukoharjo (Kecamatan Margorejo) yang rusak akibat tertimbun pohon,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, saat petugas masih memperbaiki jaringan tersebut. Perbaikan diperkirakan membutuhkan beberapa jam lantaran kerusakan yang diakibatkan pepohonan itu cukup fatal. Seperti putusnya kabel jaringan di hutan kota.

Meski demikian, pihaknya berupaya akan menyelesaikan persoalan listrik tersebut. Karena, ratusan pelanggan otomatis terganggu jika jaringan listriknya putus.

“Yang di hutan kota akan lebih cepat selesai. Namun yang ke arah TPA butuh waktu lebih lama,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Pati Usulkan 12,7 Juta Tabung Elpiji di 2018

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengusulkan elpiji tiga kilogram sebanyak 12.790.320 tabung. Usulan itu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Pati yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Kasubag Industri Perdagangan Koperasi dan UMKM bagian Perekonomian Suwardi mengatakan, selama 2017, penggunaan elpiji melon capai 9,7 juta tabung. Tiap tahun selalu ada peningkatan penggunaan, untuk itu di 2018 juga dilakukan penambahan usulan.

“Ada selisih tiga jutaan usulan kami. Namun biasanya ada pengurangan alokasi dari usulan yang kami berikan,” katanya.

Selisih yang cukup banyak, kata dia, lantaran produk UMKM kecil di Pati berkembang banyak. Dengan demikian, maka kebutuhan elpiji bersubsidi itu juga meningkat.

Dia menambahkan, selain para pelaku UMKM kecil, pengguna Elpiji tiga kilogram juga berasal dari kalangan nelayan kecil di Pati yang beralih dari BBM ke elpiji. Mau tidak mau, dampaknya akan pada alokasi elpiji tiga kilogram.

“Hingga saat ini masih belum ada kabar alokasi yang kami terima. Biasanya, dilakukan kordinasi terlebih dahulu sebelum alokasinya digedok,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Tunggu Juknis, Izin Cantrang di Pati Belum Bisa Diproses

MuriaNewsCom, Pati – Keputusan pemerintah mengizinkan kembali kapal cantrang beroperasi memang membuat nelayan sumringah. Hanya saja, hal itu terlihat semu. Pasalnya, semua izin akan kapal cantrang mulai dari tonase dan ukuran, hingga kini belum bisa diproses oleh pihak pelabuhan.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati Japar Lumban Gaol mengatakan, layaknya nelayan yang menunggu kepastian aturan, pihaknya juga menunggu edaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan soal petunjuk teknis (Juknis) pengurusan izin untuk alat tangkap ikan jenis cantrang.

“Artinya, kami belum bisa memprosesnya lebih lanjut,” katanya yang juga Plt kelapa Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang  saat dihubungi MuriaNewsCom Rabu (24/1/2018).

Diakuinya, selama ini banyak nelayan cantrang baik di Pati dan Rembang yang datang kepadanya guna keperluan izin. Bahkan sejumlah nelayan cantrang juga tak sabar berlayar lantaran sudah ada statement diperbolehkannya kapal cantrang.

Hanya, kata dia, nelayan harus lebih sabar menunggu izin. Karena, tanpa adanya surat dari kementerian pihaknya tak tahu kriteria cantrang dan syarat yang harus dipenuhi dari pihak nelayan cantrang.

Disinggung soal adanya kapal cantrang yang beroperasi, dia mengutarakan belum ada yang berani berlayar lantaran izin yang belum kelar. “Namun saya tidak tahu jika ada yang berlatar diam-diam,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Asah Kemampuan Militer, Kodim Pati Adakan Bongkar Senjata

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Kodim 0718/ Pati mengelar latihan bongkar senjata, Selasa (28/1/2018). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Makodim itu, dimaksud untuk mengasah kemampuan dasar militer.

Pasi-2/Ops Kapten Inf Suyani mengatakan, meskipun keseharian prajurit Kodim 0718/ Pati di lapangan bersama masyarakat dan petani untuk meningkatan swasembada pangan, namun kemampuan dasar militer harus tetap terjaga dan terbina. Karenanya disiplin para parjurit tidak luntur atau kendur.

“Untuk itu kegiatan semacam ini dilaksakan,” katanya.

Selain latihan bongkar pasang senjata, latihan lain yang juga digalakkan. Mulai dari latihan baris berbaris (PBB), defile, serta lari jalanan. Latihan-latihan tersebut bagian dari pemeliharaan disiplin prajurit sekaligus untuk membentuk karakter serta mental Prajurit.

”Kegiatan latihan semacam itu sebenarnya sudah dilaksanakan secara rutin. Biasanya dilaksanakan setiap bulan di minggu terakhir sebagai sarana Back to Basic prajurit,” terangnya.

Ditambahkan, untuk mengingatkan anggota tentang ilmu dasar militer bukan hannya saat minggu militer saja, pada saat selesai apel pagi kegiatan latihan PBB dan Defile,selalu dilaksanakan.

”Profesionalitas prajurit dapat dilihat dari sikap, disiplin, loyalitas serta militansi yang ditunjukan dalam kesehariannya,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Jadwal Pemadaman di Pati Hari Ini, Kecamatan Winong dan Juwana Mati Lampu

MuriaNewsCom, Pati – PLN Area Kudus hari ini memadamkan listrik di sejumlah desa di wilayah Juwana dan Kecamatan Winong, Pati. Pemadaman dilakukan lantaran adanya perbaikan jaringan listrik.

Humas PLN Area Kudus (Eks Karisidenan Pati) Muhdam mengatakan, untuk wilayah Juwana, yang dipadamkan meliputi jalur RB1 –  418/5 sampai RB1 –  418/70 atau sepanjang Desa Pekuwon, Ketip,  Bringin,  Sejomulyo,  Karangrejo,  Tlogomojo,  Dukuhmulyo (sebagian), dan Desa tluwah (sebagian).

“Rencananya pemadaman akan berlangsung sejak jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB, atau saat pekerjaan diselesaikan,” kata dia kepada MuriaNewsCom

Sementara, untuk Kecamatan Winong, padam listrik akan dialami pelanggan sepanjang ABSW PTI.4 588/158. Atau, sejumlah desa meliputi Desa Angkatan kidul, Angkatan lor, Kedalingan, Karangrowo,  Kropak, Gunugpati, Danyangmulyo, Karangsumber, dan Lemah abang.

Berbeda dengan wilayah Juwana, pemadaman disana akan dialami pelanggan mulai jam 11.00 WIB hingga jam 14.00 WIB. Waktu lebih pendek disebabkan Penanganan yang lebih cepat.

“Kami dari PLN di Rayon Pati kota dan Juwana sudah menyampai adanya pemadaman ini,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hadapi Demonstran, Pemkab dan DPRD Pati Sepakat Tolak Impor Beras

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab dan DPRD Pati sepakat dengan usulan para petani Pati menolak impor beras di Indonesia. Penolakan tersebut disampaikan langsung kepada para petani Pati saat menemui para demonstran di depan pendapa kabupaten, Senin (22/1/2018).

“Saya wakil dari DPRD Pati, dengan ini menyatakan kalau kami menolak impor beras. Seperti yang diinginkan para petani padi di Pati,” kata perwalian DPRD Pati, Ali N kepada ratusan petani.

Menurut dia, hasil putusan pertemuan antara perwakilan Pemkab Pati, DPRD Pati, dan perwakilan petani juga berbunyi demikian. Pertemuan yang berlangsung di ruang serbaguna DPRD Pati itu mengerucut pada penolakan impor beras.

www.krogerfeedback.com a Kroger website for Kroger Survey

Sementara, Edi S, asisten II Setda Pati menyuarakan hal yang sama kepada ratusan petani. Dikatakan usai perwakilan DPRD, dari Pemkab Pati juga menyetujui apa yang diinginkan para petani Pati.

“Saya mewakili Pemkab Pati juga setuju dengan usulan petani, untuk menolak impor beras, ucapnya singkat menyambut petani.

Ditambahkan Subhan, petani yang ikut aksi mengatakan Pemkab Pati harus komitmen menolak Impor Beras. Itu harus dibuktikan dengan meminta kementerian dan pemerintah pusat tidak impor beras.

“Kami akan terus mendampingi dan mengawal agar tak ada impor beras. Bahkan masa yang lebih banyak bisa kami kerahkan,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Tak Kunjung Temui Demonstran, Bupati Pati Dikirimi Fatihah

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan petani yang menggelar aksi penolakan impor beras di depan Alun-alun Pati ramai-ramai membacakan surat Al-Fatihah untuk Bupati Pati Haryanto. Itu dilakukan setelah orang nomor satu di Bumi Mina Tani itu tak kunjung menemui demonstran.

Subhan, salah sartu demonstran mengaku tak mudah bagi petani datang ke pendapa. Ia mengaku harus menjual gabah satu kwintal untuk beraksi menyuarakan aspirasi dan keinginan petani supaya didengar Bupati Haryanto.

“Cukuplah saya yang kehilangan satu kwintal gabah. Datanglah pak bupati, temuilah kami yang hanya rakyat jelata ini,” katanya saat aksi

Selain pembacaan surat Fatihah, dalam aksi tersebut juga dialunkan puisi khusus buat pejabat Pemkab Pati. Puisi keprihatinan tersebut muncul lantaran nasib petani yang dianggap makin tercekik.

Dalam aksi juga sempat terjadi aksi saling dorong antara masa dengan petugas kepolisian yang berjaga. Aksi dorong muncul karena tak kunjung ada tanggapan dari Pemkab Pati.

Editor: Supriyadi

Baca: Tolak Impor Beras, Ratusan Petani Pati Demo di Depan Pendapa

Tolak Impor Beras, Ratusan Petani Pati Demo di Depan Pendapa

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan petani di Pati menggelar aksi di depan pendapa kabupaten, Senin (22/1/2018). Aksi dilakukan para petani terkait isu kabar impor beras, yang dianggap mencekik petani.

Subhan, petani Pati yang ikut aksi mengatakan, saat ini para petani sedang dalam proses panen raya. Melihat hal itu, tidak sepatutnya jika pemerintah melakukan impor beras di saat warganya panen.

“Itu hanya akan membuat harga padi anjlok. Akhirnya yang dirugikan adalah kami dari para petani pribumi,” katanya saat aksi.

Atas dasar itu, ia menuntut pemerintah pusat dapat membatalkan rencana impor beras. Jika tetap dilakukan, langkah itu akan semakin mencekik para petani, khususnya petani Pati.

Dia menyebut, saat ini harga padi sudah berangsur turun. Dari Rp 600 ribu menjadi Rp 500 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp 400 ribuan.

Dalam aksi tersebut, masa menginginkan Bupati Pati datang menemui demonstran. Sayangnya hingga siang ini (sekitar jam 11.30 WIB) Bupati Haryanto tak kunjung datang menemui.

Editor: Supriyadi

Tak Ada Payung Hukum, Nelayan Cantrang Pati Masih Was-was Berlayar

MuriaNewsCom, Pati – Nelayan cantrang di Kabupaten Pati menyambut gembira atas dibolehkannya kapal cantrang kembali berlayar. Apalagi, pernyataan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Heri Budianto,  seorang nelayan cantrang asal Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati misalnya, dia mengaku gembira atas pernyataan  Presiden Joko Widodo yang membolehkan penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang.

“Dengan ini maka nelayan tak lagi khawatir saat mau melaut mencari. Karena sudah dua bulan tidak bekerja melaut,” katanya.

Menurut dia, para nelayan siap mematuhi aturan pemerintah selagi melegalkan kapal cantrang. Termasuk dengan bobot kapal yang juga diatur pemerintah.

Kendari demikian, dia mengakui masih was-was akan dilegalkan cantrang tanpa adanya cantolan hukum. Untuk itu, diharapkan pemerintah segera mengeluarkan petunjuk teknis pengurusan izin melaut untuk kapal jenis cantrang.

“Jika juknisnya sudah dibentuk, maka nelayan siap mengajukan ijin berlayar,” ungkapnya.

Disinggung soal jumlah kapal cantrang, dia menyebut memiliki jumlah mencapai 170an kapal. Jumlah tersebut merupakan keseluruhan dengan kapal berbagai ukuran.

Editor: Supriyadi

Mogok Sekolah, Guru SD Penggung 1 Pati Door to Door Bujuk Siswa Kembali Sekolah

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan siswa SD Penggung 1, Kecamatan Dukuhseti hingga hari ini, Sabtu (20/1/2018) masih banyak yang mogok sekolah. Kendati demikian, sebagian siswa sudah ada yang masuk guna mengikuti pembelajaran seperti biasanya.

Andang Tri Saputro salah satu guru SD Penggung 1 mengatakan, mulai Jumat (19/1/2018) kemarin, beberapa siswa sudah mulai berdatangan ke sekolah. Meski jumlahnya tak banyak, namun aktivitas belajar siswa kembali berlangsung.

Baca: Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

“Sekitar 50 persen siswa masih absen, namun kami melanjutkan proses pembelajaran mereka,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi.

Menurut dia, semenjak para siswa mengelar aksi mogok sekolah, para guru sudah melakukan inisiatif mendatangi rumah siswa satu persatu. Kedatangan guru untuk merayu para siswa agar kembali bersekolah lagi. Hasilnya, sudah mulai ada yang bersekolah lagi.

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Rencananya, kata dia, para guru akan kembali mendatangi rumah para siswa untuk membujuk mereka kembali bersekolah. Itu dilakukan lantaran, pihak guru khawatir jika aksi mogok terus dilanjutkan hanya membuat kerugian bagi siswa.

“Mereka para siswa ketinggalan pelajaran. Jika diteruskan hanya akan semakin rugi. Atas dasar itulah kami mendatangi mereka,” ujarnya.

Saat ini, para siswa sudah ketinggalan pelajaran selama beberapa hari. Guna mengejar materi pelajaran, para guru sepakat bakal membuat les untuk para siswa.

Editor: Supriyadi

Baca: Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

Bulog Pati Wajibkan Karyawannya Beli Bawang Merah dari Petani

MuriaNewsCom, Pati – Bulog Pati menginstruksikan kepada seluruh karyawan wajib membeli bawang merah dari kalangan petani. Itu dilakukan sebagai langkah partisipasi Bulog atas murahnya harga bawang merah.

Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Rindo Saputra mengatakan, partisipasi semacam itu dilakukan untuk membantu petani menjual bawang merah. Cara seperti itu dapat membantu sambil menunggu usulan penyerapan bawang merah petani.

“Seluruh karyawan kami sudah kami instruksikan membeli bawang merah dari petani. Dan saat ini masih berlangsung,” katanya saat ditemui.

Baca: Wakil Bupati Wajibkan PNS di Pati Beli Bawang Merah dari Petani

Menurut dia, tiap karyawan diharuskan untuk membeli bawang sejumlah dua kilogram. Tiap kilo, mereka diharuskan membayar sebanyak Rp 15 ribu. Harga tersebut dianggap pas untuk memenuhi kebutuhan bawang karyawan.

Disebutkan, jumlah karyawan Bulog memang tak banyak. Tercatat, karyawan hanya 46 orang saja. Kendati demikian, diharapkan akan membantu petani meski sedikit.

“Kalau ada yang mau membeli lebih dari itu kami persilakan. Namun minimal adalah lima kilogram,” ungkap dia.

Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan Pemkab Pati untuk membeli bawang merah petani. Bedanya, tiap PNS Pati harus membeli sebanyak dua kilogram.

Editor: Supriyadi

Harga Anjlok, Bulog Pati Usulkan Pembelian Bawang dari Petani

MuriaNewsCom, Pati – Harga bawang merah yang anjlok di kalangan petani di Bumi Mina Tani membuat Perum Bulog Subdivre II Pati bergerak cepat. Salah satunya memberikan usulan ke Bulog Pusat untuk melakukan pembelian. Tujuannya, supaya petani tak terlalu rugi dan bisa melakukan tanam kembali.

Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Rindo Saputra mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pembahasan internal terkait langkah tersebut. Dalam waktu dekat, usulan tersebut akan diberikan ke tingkat Jateng dan pusat.

“Sebenarnya untuk kebijakan membeli atau menyerap merupakan kewenangan dari pusat. Jika pusat menginstruksikan membeli maka kami akan beli. Makanya kami usulkan,” katanya, Jumat (19/1/2018).

Baca: Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

Menurut dia, upaya membeli bawang petani merupakan upaya membantu petani. Terlebih saat harganya anjlok seperti sekarang ini, petani sangat membutuhkan uluran tangan untuk menekan kerugian.

Namun, kata dia, pihak Bulog tidak bisa membeli secara keseluruhan bawang milik petani. Karena, Bulog sendiri memiliki masalah penyimpanan bawang. Lain halnya untuk beras, yang banyak memiliki gudang.

“Kalaupun membeli bawang maka kami harus menyimpan di PT Pura Kudus. Di sana terdapat alat untuk menyimpan dalam jumlah besar. Jika tidak, maka bawang merah hanya bertahan beberapa pekan saja,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya mengaku masih memiliki cadangan bawang merah sebanyak 18 ton. Semuanya disimpan di gudang milik PT Pura Kudus.

Editor: Supriyadi