Heri Darwanto Jabat Sekretaris KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Heri Darwanto ditunjuk sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Kudus menggantikan Nur Udji yang telah pensiun, April 2017 lalu.

Pelantikannya dilakukan di Semarang, Senin (19/3/2018). Ia dilantik bersama dengan Sekretaris KPU Kota Pekalongan Munsyi Rofiana, dan Pejabat Struktural Kepala Bagian Hukum Teknis dan Hupmas Sekretatiat KPU Provinsi Jateng Tri Wijanarko.

Pengambilan sumpah dilakukan di Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, pagi tadi. Adapun yang mengambil sumpah ialah Sri Lestariningsih, sebagai Sekretaris KPU Provinsi Jateng.

Kepada pejabat yang baru, Lestariningsih mengungkapkan agar yang bersangkutan mengemban dengan penuh amanah. Menurutnya, tugas tersebut memang berat, namun ia berharap ketiga pejabat mampu melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan.

Editor: Supriyadi

Ternyata Ini Alasan Pemilik Kios di Lantai Dasar Matahari Kudus Nekat Buka

MuriaNewsCom, Kudus – Kenekatan pemilik kios di lantai dasar Kudus Plaza (Matahari Kudus) ternyata dilator belakangi berbagai alasan. Salah satunya adalah kerugian yang dialami setiap hari pasca kebakaran hebat yang melanda salah satu pusat perbelanjaan di Kudus itu.

Manager Optik Internasional Ahmad Syahroni mengaku merugi hingga Rp 5 juta per hari sejak kebakaran terjadi. Karena itu, ia menandatangani pernyataan tentang operasional kios dari Pemkab terkait risiko jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Hanya, hal itu sudah dikonsultasikan dengan manajemen grup optik tersebut.

“Pertimbangan utama kami adalah kebutuhan pokok. Karena semenjak 11 hari pasca kebakaran tak buka, kami menderita kerugian rerata Rp 5 juta per hari. Kalau kami sendiri sudah sekitar 9 hari buka,” tuturnya.

Baca Juga:

Meskipun kemudian membuka operasionalnya kembali, namun Syahroni mengaku hal itu tak lantas mengatrol pengunjung. Menurutnya, ada penurunan kunjungan hingga 25 persen dari sebelum terbakarnya pusat perbelanjaan berumur puluhan tahun itu.

Dijelaskannya, pada hari normal kunjungan ke optiknya itu mencapai 20 orang. Namun kini jumlahnya merosot drastis.

“Karena kebakaran ini, satu pegawai kami juga harus dipindahkan ke cabang kami yang ada di Tanjung Pinang. Praktis, sekarang hanya ada empat orang yang bekerja. Sebelumnya lima orang,” tambahnya.

Selain pengurangan karyawan dan merosotnya omzet, pihaknya juga mengaku mengurangi durasi operasional. Dari sebelumnya buka hingga pukul 21.00 WIB, kini optik tersebut hanya buka hingga pukul 17.00 WIB.

“Bukan masalah listriknya, tapi tidak ada temannya (kios disekitar) yang buka. Hal itu untuk mencegah tindak kriminal yang mungkin terjadi. Kalau di kios kami, kerusakannya hanya dibagian plafon, yang terdapat rembesan air dari atas. Selebihnya tidak ada,”tutup Syahroni.

Editor: Supriyadi

Belum Layak Huni, 3 Kios di Lantai Dasar Matahari Kudus Nekat Beroperasi

MuriaNewsCom, Kudus – Pasca dilanda kebakaran pada Kamis (22/2/2018) kondisi Matahari Kudus (Kudus Plaza) belum layak untuk difungsikan kembali. Namun, tiga tenant (kios di lantai dasar) terlihat sudah membuka operasionalnya. Apakah itu diperbolehkan?

Hal itu MuriaNewsCom tanyakan pada Pemkab Kudus dalam hal ini Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) sebagai pemilik gedung. Menurut Eko Djumartono (Kepala BPPKAD) hal itu (penggunaan kios) sebenarnya telah mendapatkan peringatan (untuk tidak menggunakan) dari pemerintah kabupaten.

“Kami sudah melayangkan pemberitahuan agar mereka tidak mengoperasionalkan kios di lantai dasar. Hal itu diperkuat dengan surat yang ditandatangani oleh Penjabat Sekda Kudus, tertanggal 1 Maret 2018,” ucapnya, Senin (19/3/2018).

Baca Juga: 

Dalam surat yang ditandatangani oleh Sudjatmiko sebagai penjabat sekda Kudus, pemkab menegaskan untuk tidak menggunakan bangunan Kudus Plaza. Hal itu sampai dengan hasil laboratorium forensik dari Polres Kudus keluar.

“Apabila Saudara (penyewa kios) melanggar pemberitahuan ini, maka segala risiko yang terjadi merupakan tanggung jawab Saudara secara pribadi,” ucap Sekda Kudus secara tertulis dalam pemberitahuan bernomor 511.4/0611/25.00/2018 itu.

Namun, Eko menyebut, ada tiga penyewa yang kemudian hari datang secara langsung ke Kantor BPPKAD guna meminta kompensasi. Hal itu terkait operasional kios.

“Mereka akhirnya membuat surat pernyataan sanggup menanggung risiko (tanpa melibatkan pihak pemkab) bilamana ketika pengoperasian kios terdapat bahaya yang timbul,” ungkap dia.

Dirinya menjelaskan, dari 100 kios hanya tiga manajemen kios yang meminta kompensasi agar diperbolehkan mengoperasikan tenant.

Ditemui terpisah, store Manager Optik Internasional Ahmad Syahroni, membenarkan telah membuat surat pernyataan tentang operasional kios. Menurutnya, hal itu sudah dikonsultasikan dengan manajemen grup optik tersebut.

Editor: Supriyadi

Kadin PUPR Nyatakan Konstruksi Beton Matahari Kudus ‎Masih Aman Digunakan

MuriaNewsCom, Kudus – Konstruksi beton Plasa Kudus khusunya Matahari Kudus dinilai masih aman digunakan, setelah dilanda kebakaran Kamis (22/2/2018). Hal itu diketahui setelah dilakukan uji beton (hammer test). Namun, banyak hal yang harus diperbaiki untuk dapat menggunakan kembali gedung berlantai tiga itu.‎

Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, dari uji beton yang dilakukan 60 persen dari konstruksi gedung masih aman bila digunakan. Akan tetapi, ia menyebut beberapa bagian gedung memang harus mengalami perkuatan ataupun penggantian.

“Masih ada catatan-catatan tertentu semisal di bagian tangga, kemudian kolom yang melengkung,” tuturnya, Senin (19/3/2018).

Baca Juga:

Dirinya menyebut ada dua rekomendasi yang akan diberikan untuk pembenahan gedung. Yakni rekonstruksi atau rehabilitasi. Rekonstruksi berarti merubuhkan seluruh bangunan dan dibangun kembali. Sedangkan rehabilitasi adalah upaya untuk memperkuat atau memperbaiki bagian-bagian tertentu.

Rekomendasi itu, menurutnya akan diserahkan pada pemkab (Sekda) untuk ditindaklanjuti. “Pengujian dilakukan oleh tim teknis dari PU PR, BPPKAD, kepolisian dan pemilik Matahari,”tambah Sam’ani.

Terpisah, Kepala Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, masih ada tahapan lain yang akan dilewati konstruksi tersebut.

“Nanti masih akan ada uji besi, nah nanti itu kita akan melibatkan pihak ketiga karena harus diuji laboratorium,” ungkap dia.

Meskipun demikian, ia berharap agar gedung tersebut bisa difungsikan sebagaimana mulanya. Jika harus diperbaiki, ia berharap tidak kemudian membutuhkan biaya yang terlalu besar.

“Kan itu (biayanya) besar mending buat pembangunan fasilitas masyarakat yang lain seperti jalan dan sebagainya,” tuturnya.

Adapun, kerugian yang disebabkan atas kebakaran tersebut mencapai Rp 22,6 miliar. Meski begitu, bangunan tersebut telah diasuransikan dengan nilai Klaim asuransi sebesar Rp 9 miliar.

Editor: Supriyadi

Polres Kudus Ajak Warga  Jadi Generasi Anti Hoaks

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus mengajak seluruh Kudus untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks. Hal itu dilakukan dengan mengajak komunitas sepeda motor sebagai representasi pengguna media sosial agar dapat menyebarkan pesan antihoaks kepada khalayak ramai.

“Anak muda atau mereka yang memunyai rentang usia 17-40 tahun merupakan generasi yang produktif. Mereka giat bekerja, pun juga giat menggunakan media sosial. Nah di klub motor ini rerata isinya anak muda. Maka kami ajak mereka untuk serukan anti hoaks kepada komunitas motor,” ungkap Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Minggu (18/3/2018) di Alun-alun Kudus.

Dirinya mengajak komunitas motor untuk cerdas menggunakan media sosial. Hal itu karena di tahun politik, banyak pihak yang merasa benar dan menyerang lawan menggunakan media sosial.

Disinggung mengenai eskalasi hoaks di Kabupaten Kudus belakangan ini, kapolres menyebut belum begitu signifikan. Namun demikian, ada beberapa pihak yang mulai menyindir lawan politik, meskipun jumlahnya tak banyak.

“Di Kudus belum ada penyebar hoaks, namun demikian ada yang sudah mengarah, menyindir lawan, sudah ada walaupun jumlahnya hanya satu dan dua,” kata dia.

Editor : Ali Muntoha

Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Ngatmin Nekat Akhiri Hidupnya

MuriaNewsCom, Kudus – Gegara penyakitnya tak kunjung sembuh, Ngatmin (65) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Sabtu (17/3/2018) malam. Jasadnya ditemukan oleh sang istri Paijah (59), tergantung di kusen pintu rumahnya, yang ada di Desa Ploso, RT 5 RW 5, Kecamatan Jati, Kudus.

Bukan kepalang perasaan Paijah saat mengetahui suaminya itu gantung diri. Lantaran saat itu ia baru saja pulang menghadiri acara khajatan handai taulannya di Desa Tumpang Krasak. Saat melongok ke arah jendela rumahnya, ia melihat tubuh renta suaminya sudah tergantung dengan seutas tali ikat pinggang.

“Saat itu memang yang mengetahui kejadian tersebut adalah istrinya. Ia sendiri baru pulang dari hajatan, dan melihat tubuh suaminya sudah tergantung. Karena tak bisa membuka pintu lantaran terkunci, Paijah kemudian meminta tolong tetangganya untuk mendobrak pintu,” tutur Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo.

Berdasarkan keterangan dari keluarga, upaya bunuh diri sempat dilakukan oleh Ngatmin pada tahun 2017. Namun usaha itu gagal karena digagalkan oleh pihak keluarga.

Karena kejadian itu, Ngatmin sempat mendapatkan perawatan mental di sebuah rumah sakit jiwa di Semarang. Akan tetapi nasib berkata lain, pada ujicoba bunuh diri yang kedua, seluruh keluarga tak berada di rumah, sehingga yang bersangkutan leluasa bertindak nekat.

“Jasad korban sempat diturunkan oleh tetangga-tetangga sekitar, namun takdir berkata lain, nyawa Ngatmin tak dapat tertolong,” tambah Bambang.

Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Jati, dr. Umi Kulsum, korban memang meninggal karena gantung diri. Hal itu berdasarkan tanda-tanda jerat di leher, keluar kotoran dari dubur dan mengeluarkan sperma.  Adapun, saat ini jasad korban telah dimakamkan di tempat pemakaman setempat.

Editor : Ali Muntoha

Polres Kudus Cokok Penadah Barang Curian Distro Purwosari

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat kasus pembobolan distro di Kelurahan Purwosari Pengkol medio Februari lalu? Polisi sudah menemukan titik terang siapa pelakunya, hal itu diperoleh setelah petugas berhasil mencokok dua orang penadah yang membeli barang-barang curian tersebut.

Penadah barang curian tersebut adalah Agus Budi Santoso dan Apri Susanti. Keduanya adalah warga Kota Magelang, yang menjajakan barang curian kawanan pencuri yang beraksi di Kudus itu.

“Iya, untuk saat ini kami berhasil meringkus penadah barang curian tersebut. Namun untuk pelaku utamanya masih dalam pengejaran. Mereka (tersangka) adalah pasangan suami istri,”ujar Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar, beberapa saat lalu.

Selain mengamankan 93 potong kerudung merek Arrafi, sebuah tas dan sebuah celana pendek, petugas juga mengamankan alat pembobol toko. Diantaranya gunting besi dan dua buah linggis serta plat nomor R 9125 JB, yang diduga milik pelaku.

Sementara itu, Apri Susanti mengaku tidak tahu bahwa barang yang dibelinya adalah curian. Menurutnya, barang-barang tersebut dibeli dari seorang pemasok yang mengaku mendapatkannya dari bongkaran kapal.

“Ini baru pertama kali beli, ngakunya mereka dapat barang murah dari kapal. Memang sih barangnya murah, dua juta rupiah dapat sebanyak ini. Ini saja belum jadi menjual tapi sudah tertangkap,” urainya.

Mereka terancam kurungan penjara selama tujuh tahun, karena disangkakan melanggar pasal 363 KUHP Jo 56 KUHP Subsider 480 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, sebuah distro dibobol maling Jumat (16/2/2018) dinihari. Pencuri menggondol 400 potong pakaian, kerugian yang diderita berkisar Rp 50 juta.

Editor: Supriyadi

Peserta Diklat PIM III Diharapkan Jadi Agen Perubahan

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 32 ASN (Aparatur Sipil Negara) mengikuti pembukaan Diklat PIM (Kepemimpinan) III Angkatan III di Lantai IV Gedung Setda Kabupaten Kudus, Jumat (16/3/2018). Sudjatmiko Penjabat Sekda yang hadir mewakili Bupati berharap peserta diklat menjadi lebih berdedikasi dan inovatif, sehingga mampu tampil sebagai agen perubahan.

Sudjatmiko menjelaskan, diklat tersebut merupakan bagian dari siklus pembinaan karir dan peningkatan daya saing profesionalitas sumber daya aparatur. Pelatihan diklat ini mengharapkan pesertanya untuk menyadari jabatan adalah manifestasi dari pemberian otoritas dan kepercayaan.

”Saya harap, peserta akan mampu meningkatkan kapasitasnya, sehingga bisa memberi solusi di masing-masing OPD,” ucapnya.

Diklat Kepemimpinan III yakni diklat yang ditujukan bagi ASN yang sudah atau akan mengisi jabatan administrator. Diklat yang dimulai pada 20 Maret ini adalah hasil kerjasama BPSDMD Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Nantinya, diklat yang dilaksanakan selama 99 hari ini, dilakukan dengan sistem in class dan out class. Tak hanya diskusi yang berlangsung di Balai diklat Sonya Warih desa Menawan, diklat juga mengharuskan praktik langsung di OPD masing-masing. Materi diklat mengenai penguasaan diri, agen diagnosa kebutuhan, inovasi, agenda tim efektif, dan agenda proyek perubahan.

Editor: Supriyadi

Hujan Badai di Kudus, Pohon-pohon Bertumbangan

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan badai terjadi di Kabupaten Kudus, Kamis (15/3/2018). Badai itu selain merobohkan sebuah baliho di Ngembalrejo, juga mengakibatkan banyak pohon tumbang. Ada empat titik lokasi pohon tumbang, sebagaimana tercatat oleh Pusdalops BPBD Kudus.

Lokasi pertama berada di Jalan Gondangmanis, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, kemudian Jalan Gebog-Dawe, Desa Cendono, Kecamatan Dawe. Lokasi ketiga Jalan Dawe-Cikaran, Kecamatan Dawe, dan Jalan Lingkar Utara-UMK, Kecamatan Bae di lokasi terakhir ada empat pohon tumbang.

Kepala BPBD Kudus Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Total ada tujuh pohon yang tumbang karena tak kuat menahan terpaan angin disertai hujan.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya saja akibat perstiwa tersebut mengakibatkan pohon menutupi badan jalan dan beberapa di antaranya menimpa jaringan listrik PLN,” jelasnya.

Baca : Hujan Besar, Baliho di Pantura Kudus Ambruk Hancurkan 2 Rumah

Menurutnya, upaya evakuasi sudah dilakukan oleh relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kudus. Hal itu dengan menyingkirkan pokok pohon yang menghalangi jalan, sehingga aktivitas dapat berjalan kembali.

Terakhir pihaknya mengimbau agar warga berhati-hati saat hujan terjadi. Dirinya meminta agar warga tidak berteduh dibawah pohon ketika hujan sedang melanda.

Editor : Ali Muntoha

Hujan Besar, Baliho di Pantura Kudus Ambruk Hancurkan 2 Rumah

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah baliho berukuran 4×10 meter yang ada di Jalan Kudus-Pati KM 05, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, roboh di terjang angin, Kamis (15/3/2018) sore. Akibat kejadian itu dua buah rumah yang ada di bawah papan reklame itu mengalami kerusakan cukup berat.

Pantauan MuriaNewsCom, baliho tersebut terlihat melorot dari tiang pancangnya. Adapun baliho yang terpasang promo Jatim Park Group itu,terdiri dari dua papan besar yang mengapit sebuah tiang pancang, setinggi lebih kurang 5 meter.

Khasnah (60) pemilik rumah yang ada di RT 5 RW 4 mengaku, rumahnya rusak berat di bagian depan. Menurutnya, saat kejadian ada hujan dan angin kencang yang melanda daerah tersebut. Karena kuatnya sapuan angin, hingga menyebabkan posisi baliho berputar.

“Peristiwanya jam 15.30 WIB saat ada angin kencang dan hujan. Tadinya baliho tersebut dipasang melintang di atas jalan (mengarah utara-selatan) namun karena kencangnya angin baliho tersebut kemudian sempat berputar kemudian lepas dari penyangganya. Baliho tersebut kemudian roboh menimpa rumah saya dan rumah tetangga saya,” tuturnya, Kamis sore.

Praktis hal itu menyebabkan seisi rumah kaget. Bahkan menurutnya, adiknya hingga kini masih merasa lemas karena syok.

“Suaranya keras sekali, tiba-tiba bruuk begitu. Sehingga menyebabkan rumah bagian depan mengalami kerusakan parah. Gentingnya pecah dan menimpa plafon. Adik saya sampai lemas lututnya sampai sekarang,” ungkap dia, yang tinggal bersama ibu dan adiknya itu.

Hal serupa dikatakan, Rusmiyati (51). Menurutnya, anak-anaknya tunggang langgang menuju rumah belakang begitu mendengar suara gemuruh.

“Anak-anak saya langsung masuk ke dalam rumah dan keluar melalui pintu belakang. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Selain menimpa genting dan plafon rumah, akibat kejadian tersebut kabel listrik juga sempat tertimpa.

Editor : Ali Muntoha

Edarkan Uang Palsu di Pasar Dawe, Aswati Nangis di Kantor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus mencokok lima orang yang mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu, di Pasar Dawe. Modus operandi yang dilakukan tersangka, dengan membelanjakan uang palsu di pasar-pasar tradisional, untuk mendapatkan kembalian.

Kelima tersangka itu adalah Eko Purwanto (35) warga Desa Klumprit, Kecamatan Gebog, Aswati (41) warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Risky Pamungkas (21) warga Desa Klumprit, Kecamatan Gebog, Muhammad Sumardi (27) warga Singocandi, Kecamatan Kota dan Suripan (59) warga Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu.

Dalam kasus itu, masing-masing tersangka memunyai peran tersendiri. Seperti Suripan (59), ia bertindak sebagai pemasok uang palsu dari Surabaya. Di depan pewarta ia menyebutkan, hanya menjadi suruhan untuk membeli uang palsu.

“Saya sudah dua kali transaksi, sekali transaksi saya beli dengan uang asli sebesar Rp 5 juta,dapat uang palsu Rp 15 juta. Lalu saya setorkan kepada Eko, karena yang menyuruh dia,” ujarnya.

Ia mengaku sudah sebulan ini bertransaksi uang palsu, dengan warga Surabaya itu. Menurutnya, ia tidak mengedarkan ke pasar-pasar, tugas itu menurutnya dijalankan oleh Eko.

Sementara seorang tersangka lain, Aswati (41) mengaku terpaksa mengedarkan upal karena terjerat utang. “Saya terpaksa karena saya banyak utang. Saya sudah belanjakan uang palsu sebesar Rp 200 ribu ujarnya sambil terisak.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, kelima tersangka menggunakan modus membeli sesuatu di pasar tradisional. Lalu uang kembalian (asli) dari pedagang tersebut menjadi untung bagi para pelaku.

“Mereka membelinya dengan perbandingan 1:3, artinya satu juta uang asli ditukar tiga juta uang palsu. Mereka membelanjakan uang pecahan Rp 100 ribu di pasar tradisional, untuk menghindari kecurigaan,” jelas Gurning.

Selain kelima tersangka, turut disita pula 69 lembar pecahan seratus ribu uang palsu senilai (Rp 6.900.000). Sebuah kendaraan bermotor, tiga buah telepon genggam, uang tunai Rp 164.000 dan 20 sachet kopi bubuk yang diduga hasil transaksi uang palsu.

Mereka terancam pidana kurungan 15 tahun penjara, karena melanggar pasa 36 (3) UU RI No 7/2011 tentang mata uang subsider pasal 245 KUHP.

Editor : Ali Muntoha

PLN Area Kudus Bagi-bagi Beasiswa Kepada Siswa Miskin

MuriaNewsCom, Kudus – PT PLN Area Kudus memberikan beasiswa pendidikan kepada 29 siswa miskin. Bukan hanya di Kabupaten Kudus, bantuan pendidikan ini diserahkan di empat wilayah eks-Karisidenan Pati lainnya.‎

Handhi Purna Nugraha, Ketua YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN Area Kudus mengatakan, sebelum mengerucut dalam 29 nama, terlebih dahulu dilaksanakan seleksi. Ia menyebut ada sekitar 109 berkas calon penerima beasiswa yang masuk.

Menurutnya, syarat-syarat penerima beasiswa adalah mereka yang memiliki prestasi akademik cemerlang tapi kurang sejahtera. “Sasarannya (penerima beasiswa) adalah siswa dari kaum dhuafa namun memiliki prestasi akademik yang baik di sekolahnya”, tutur Handhi.

Manajer PLN Area Kudus, Darmadi mengatakan, program ini akan berlangsung dalam tempo lama. Di mulai pada Maret 2018, rencananya akan pemberian beasiswa akan berakhir pada Februari 2019.

Ia menuturkan, pemberian secara serentak dilakukan di seluruh unit PLN Area Kudus yang tersebar di 5 kabupaten wilayah eks-Karisidenan Pati, meliputi Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.

Di Kudus, penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di Musala Attaqwa. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Darmadi didampingi Handhi.

Selain memberikan uang bantuan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), YBM PLN Area Kudus juga akan memberikan pendidikan karakter secara berkala.

Dengan program ini, YBM PLN Area Kudus berharap tidak hanya memberikan sumbangan berupa materi, tetapi turut serta membangun mental spiritual bagi para siswa penerima beasiswa.

Editor : Ali Muntoha

Desain Surat Suara Pilbup Kudus 2018 Sudah Jadi, Begini Penampakannya

MuriaNewsCom, Kudus – Desain surat suara Pilbup Kudus 2018 telah dipersiapkan oleh KPU Kabupaten Kudus. Nantinya, contoh surat suara tersebut juga bisa digunakan oleh pasangan calon untuk keperluan kampanye.

Dalam surat berukuran 27×34,5 cm tersebut, foto paslon berada pada dua lajur. Nomor 1,2 dan 3 berada pada lajur pertama dan nomor 4 serta 5 di lajur bawah. Sedangkan di atasnya terdapat kop KPU dan identitas pilkada sesuai dengan daerah.

Khanafi Ketua KPU Kudus mengatakan, desain tersebut mengacu pada ketentuan KPU RI. “Nanti dalam pelipatannya secara horisontal. Jadi. Dengan begitu tidak ada paslon yang akan merasa dirugikan,” tutur dia, Rabu (14/3/2018).

Saat ini, desain surat suara belum sempurna lantaran masih berbentuk template dan belum diberi foto paslon. Dirinya juga telah meminta para pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus 2018 agar menyerahkan foto-foto terbaiknya.

Terkait pencetakan, Khanafi menyebut akan dilakukan setelah daftar pemilih tetap (DPT) ditetapkan. Hal itu untuk memastikan akurasi jumlah logistik surat suara.

“Nanti pencetakan surat suara akan dilakukan setelah DPT ditetapkan dan ditambah 2,5 persen dari jumlah tersebut sebagai cadangan,” tutur dia.

Editor: Supriyadi

Polsek Kudus Giatkan Patroli, Cegah Kejahatan di Obyek Vital

MuriaNewsCom, Kudus – Polsek Kudus giatkan patroli di obyek-obyek vital. Hal itu guna menghindari aksi kejahatan yang sempat terjadi di toko emas, terulang kembali.

Pelaksanaan patroli, dipimpin oleh Kasi Humas Polsek Kudus Aiptu Wahyudi Purnomo. Selain berpatroli, juga dilaksanakan kegiatan dialogis dengan para unsur keamanan obyek vitasl seperti toko emas dan perbankan.

“Kali ini kita melakukan giat patroli dialogis dan pemantauan di BRI Cabang Kudus, Toko Emas Rajawali dan Toko Emas Tjandi,” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Dalam patroli itu, lanjut Wahyudi, pihaknya mengimbau kepada satuan pengamanan internal untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal itu terutama bagi pengunjung yang ditengarai memiliki gerak gerik mencurigakan.

“Kami mengimbau kepada rekan pengamanan internal untuk lebih waspada, khususnya mereka yang berada di perbankan dan toko emas. Jika ada keadaan yang mencurigakan segera berkoordinasi dengan petugas kepolisian,” tambahnya

Aksi pencurian toko emas, sempat terjadi di Toko Emas Tjandi yang berada di Jl Sunan Kudus, medio Februari tahun ini. Dari CCTV yang beredar, pencuri diduga adalah sepasang laki-laki dan perempuan. Fany, seorang penjaga toko mengatakan, logat bahasa terduga pencuri mirip orang Jawa Timur.

“Orangnya ada dua yang satu perempuannya gemuk yang laki-laki tinggi. Mereka menggunakan logat seperti orang Surabaya,” tuturnya beberapa saat lalu.

Menurutnya, gerak-gerik kedua orang tersebut sangat mencurigakan. Ketika hendak beraksi, keduanya menyibukkan penjaga toko hingga tak sadar, sebuah perhiasannya telah raib dari tempatnya.

Editor: Supriyadi

Dukung Kebijakan Presiden RI Jokowi, Bupati Kudus Serahkan Rastra dan KKS

MuriaNewsCom, Kudus -Bupati Kudus H. Musthofa mendukung penuh kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat. Yakni pemberian beras untuk rakyat sejahtera (rastra) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Menteri Sosial RI.

Bupati turun langsung untuk menyerahkan dan memastikan penyaluran rastra dan KKS ini berlangsung dengan baik, di Kecamatan Dawe dan Jekulo, Senin (12/3/2018). Bupati hadir bersama Sekda dan pejabat terkait, pihak BNI Kudus, pihak Divre Bulog Kares Pati, serta dihadiri ratusan penerima.

Tahun ini, kata Musthofa, ada yang berbeda dari rastra tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya ada uang tebusan untuk memperolehnya, tahun 2018 ini bantuan sosial rastra diberikan secara gratis untuk 35.166 KK.

Selain itu, Bupati Kudus juga menyerahkan KKS sebanyak 22.666 penerima untuk se-Kabupaten Kudus. Dengan KKS ini, masyarakat penerima bisa melakukan pengecekan saldo rekening penerima di bank atau ATM serta agen-agen yang tersebar di setiap desa.

“Data penerima ini telah melalui verifikasi dari dinas hingga tingkat RT dan desa,” kata Musthofasaat menyerahkan rasta untuk 7.191 penerima di Dawe dan 4.780 penerima di Jekulo.

Namun demikian, bupati meminta kesadaran masyarakat penerima yang sudah dirasa mampu untuk mengalihkan kartu pada yang masih membutuhkan. Dia meminta camat dan kades sebagai pelayan masyarakat untuk memfasilitasi.

Untuk beras rastra, pihaknya yakin beras medium yang dibagikannya berkualitas bagus dan layak konsumsi. Sedangkan KKS senilai Rp. 500 ribu/3 bulan ini dipastikan tanpa ada potongan. Karena semua dilakukan dengan sistem transfer.

“Untuk melayani masyarakat, terutama yang sepuh, saya minta petugas bank melayani yang baik. Karena mayoritas belum familier dengan perbankan dan ATM,” pesan Bupati Kudus dua periode ini.

Pada kesempatan tersebut, bupati memberikan penjelasan dengan praktik penggunaan kartu dengan EDC untuk memastikan jumlah saldo yang ada. Selain itu Dia meminta agar kartu disimpan dengan baik agar aman.

“Kartu ini jangan sampai hilang dan rusak, nggih. Ini hak panjenengan. Monggo kartu disimpan yang baik termasuk mengingat nomor PIN kartu,” pesannya seusai menyerahkan simbolis KKS untuk Dawe dan Jekulo.

Kepada masyarakat Bupati berpesan agar jangan lupa budi baik seseorang. Kebijakan dari Presiden dilaksanakan olehnya sebagai Bupati di daerah. “Program ini adalah kebijakan Presiden Jokowi, yang layak diteruskan agar kesejahteraan makin meningkat,” ajak Musthofa.

Seminggu sebelumnya, Bupati telah menyerahkan rastra dan KKS ini untuk Kecamatan Mejobo. Salah seorang penerima, Djemi, asal Desa Golantepus mengaku senang menerima rastra dan KKS ini. Seorang nenek yang sepuh ini akan mempergunakannya dengan baik. “Matur nuwun, Pak Bupati,” katanya.

Editor : Supriyadi

Perusahaan Rokok Gentong Gotri Jamin Tetap Bayarkan Pesangon, Asal….

MuriaNewsCom, Kudus – Mediasi tri partit‎ antara manajemen PR Gentong Gotri, Pekerja dan Dinas Tenaga Kerja Kudus menemui jalan buntu. Lantaran upaya pekerja untuk menuntut pembayaran pesangon dari perusahaan rokok tak kunjung menemui kata sepakat.

Dihelat di Lingkungan Industri Kecil Industri Hasil Tembakau (LIK IHT) Mejobo, sedianya mediasi mengagendakan mekanisme pembayaran oleh PR Gentong Gotri. Namun pada saat pembahasan, perusahaan mengakui belum bisa melunasi kewajiban karena seluruh asetnya belum dapat dijual.

Hal itu dikatakan oleh Direktur PR Gentong Gotri Budi Hartanto. “Aset hingga kini belum terjual, tidak ada niatan dari perusahaan untuk tidak membayar (pesangon). Mangga dibantu (menjualkan aset) supaya clear(selesai),” ujarnya, membuka mediasi, Senin (12/3/2018).

Hal serupa diungkap William Tutoarima perwakilan PR Gentong Gotri. Menurutnya, itikad baik masih ditunjukan manajemen untuk tidak mendeklarasikan kebangkrutan (pailit). Hal itu dilakukan agar perusahaan tetap bisa melakukan pembayaran kepada pekerja.

“Bisa selesaikan kalau ini (aset perusahaan) laku terjual,” tuturnya.

Baca Juga: 

PR Gentong Gotri sendiri diketahui masih memiliki aset di Semarang seluas 5,5 hektare.

Setelah perundingan, manajemen PR Gentong Gotri menyebut akan berusaha lebih keras untuk menjual asetnya. Hal itu dengan diperbolehkannya pihak dari karyawan, untuk membantu menjualkan aset perusahaan.

Sementara itu, Daru Handoyo kuasa hukum karyawan PR Gentong Gotri di Kudus menyebut, akan menaati hasil mediasi tersebut. Namun demikian, jika sampai pada waktunya tak kunjung membuahkan hasil, maka pihaknya akan membawanya ke ranah hukum.

“Disamping itu, ini kan mendekati lebaran tolong dipikirkan juga,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, pihak manajemen mengaku akan membicarakan terkait THR dengan Pemprov. “Karena itu kan (pembayaran THR) termasuk dengan Semarang jadi harapannya akan dibahas selanjutnya dengan Pemerintah Provinsi,” ujar Agus Suparyanto, Pimpinan PR Gentong Gotri Kudus.

Adapun, jumlah karyawan PR Gentong Gotri yang ada di Kudus mencapai 1.151 orang. Dengan rincian 1.099 buruh borongan, 25 buruh harian dan 27 buruh bulanan. Sedangkan total pembayaran untuk semua karyawan itu berjumlah Rp 46,3 miliar.

Agus Juanto Kasi Kasi perselisihan ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi UKM Kudus mengatakan mediasi itu adalah yang kedua. Yang pertama diselenggarakan pada 5 Maret 2018.

“Nanti akan ada lagi (mediasi ketiga) namun untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bersengketa. Yang jelas kita dibatasi waktu selama 30 hari kerja untuk menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industri,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pekerja PR Gentong Gotri Kecewa Manajemen Tak Jadi Bayar Pesangon

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pekerja Perusahaan Rokok (PR) Gentong Gotri kembali menelan kekecewaan, setelah perundingan terkait pesangon kembali menemui jalan buntu. Mediasi tersebut dilaksanakan antara pimpinan perusahaan dengan kuasa hukum karyawan dan dimediasi Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, Koperasi UKM Kudus, Senin (12/3/2018).

Perlu diketahui, perusahaan tersebut telah berhenti berproduksi sejak lima tahun terakhir. Sedangkan, manajemen masih berhutang terkait uang pesangon yang semestinya dibayar kepada pekerja.

Saat pekerja mengetahui hasil mediasi, yang berlangsung di Lingkungan Industri Kecil Industri Hasil Kretek (LIK IHT) Mejobo, mereka hanya bersorak kecewa. Kekecewaan itu karena komitmen perusahaan untuk membayarkan hak mereka kembali tertunda.

“Yaaaa…,” begitu sorak para pekerja yang sedari pukul 09.00 WIB berkumpul di LIK IHT Mejobo, begitu mendengar hasil yang disampaikan oleh pengacara pekerja Daru Handoyo.

“Pada intinya, aset perusahaan belum terjual, (perusahaan) akan berusaha agar secepatnya terjual. Pokoknya njenengan ndonga mawon nggih(semuanya harap ya),” ucapnya melalui pelantang suara.

Dirinya mengatakan, sebagai pengacara tak lantas bisa menyeret perusahaan ke Peradilan Perselisihan Hubungan Industri (PHI). Namun harus melalui langkah-langkah seperti mediasi dengan dinas tenaga kerja terlebih dahulu.

Sementara itu, Suwari (57) pekerja asal Desa Gondosari, Kecamatan Gebog itu mengaku kecewa. Lantaran sudah sejak 2013, dijanjikan hal serupa.

“Selalu saja begitu, bilangnya aset belum terjual. Janjinya tak bisa ditepati,” ujar buruh borongan itu.

Menurutnya, hingga kini dirinya masih mendapatkan uang tunggu, sebesar Rp 12ribu per minggu. Namun akhir-akhir ini uang tersebut telat dibayarkan.

Nyuwune ya gek ndang dibayar(permintaannya ya segera dibayar),” ungkapnya, yang kini bekerja serabutan, sebagai buruh tani.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Maut di Jekulo Renggut Nyawa Turiman

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Jl Kudus-Pati tepatnya di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Sabtu (10/3/2018). Seorang pembonceng motor tewas, setelah terlindas sebuah mobil boks.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil boks bernomor polisi W 9193 US dan Honda Vario K 4226 OT. Ia menyebut, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Menurutnya, kedua kendaraan tersebut berjalan seurut dari arah barat menuju timur (Kudus ke Pati). Tepat di sebelah barat SPBU, terjadi penyempitan jalan.

“Kemudian motor yang dikendarai oleh Khumairoh (16) melambung (berpindah lajur) ke kiri.  Waktu itu pengendara memboncengkan ayahnya Turiman (50) yang duduk di bagian belakang. Saat melalui sisi kiri, stang dari Honda Vario tersenggol badan mobil truk boks. Oleng, kemudian pengendara jatuh ke kiri, sementara Turiman jatuh ke sebelah kanan, dan terlindas oleh mobil boks dibagian kepala. Helmnya pun pecah,” tuturnya.

Menurut Subakri, korban meninggal ditempat. Sementara putrinya, yakni Khumairoh hanya mengalami luka lecet.

Jasad dari Turiman lantas dibawa ke Rumah Sakit Nurul Syifa untuk divisum dan dipulasara.

Editor: Supriyadi

Unik, Petani Desa Berugenjang Kudus Gunakan Anjing untuk Basmi Tikus

MuriaNewsCom, Kudus – Gropyokan (membasmi) tikus sudah menjadi hal yang mahfum bagi petani sebelum musim tanam padi dimulai. Pun demikian di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan Kudus, ritual ini wajib dilakukan agar padi terbebas dari hama pengerat itu. Namun ada yang tak lazim, tugas gropyokan kini digantikan oleh hewan berkaki empat, anjing.

Siang itu (Sabtu, 10/3/2018), di pematang sawah Desa Berugenjang, yang berbatasan dengan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, lima anjing milik Sarmin dikaryakan nggropyok tikus. Dalam tempo sekitar empat jam saja, ratusan tikus dibabat.

Sarmin sendiri adalah warga Desa Mlatiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Ia dipanggil oleh Sujono, Ketua P3A Sido Makmur untuk berburu tikus-tikus, yang sedang lelap di gorong-gorong sarang mereka.

Datang pagi hari pada pukul 07.00 WIB, Sarmin seorang rekannya dan kelima anjing-anjingnya lantas bekerja. Tak butuh waktu lama bagi anjing kampung tersebut menemukan mangsa. Jika terlihat hidung si anjing sudah lekat dengan lumpur dan cakarnya mengais, maka tandanya ada hewan pengerat dibaliknya.

Ketika melihat kelakuan itu, Sarmin lantas membantu menyingkap tanah dan haap! Seekor tikus berakhir dalam cengkraman taring anjing.

“Kalau tikusnya kecil, langsung dimakan oleh si anjing. Namun kalau besar tak mau langsung dibuang dan dikumpulkan,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk melatih anjing cakap berburu tikus tak memerlukan waktu lama. Begitu anjing sudah pintar berlari, si pemilik tinggal mengasah kepekaannya dengan hewan buruannya.

Sarmin mengaku memiliki tujuh anjing dirumahnya. Anjing-anjing itu seringkali dikaryakan untuk berburu tikus di berbagai daerah, mulai dari Jepara, Kudus hingga Grobogan, tergantung order.

“Setengah hari (hingga pukul 12.00 WIB) kita dibayar Rp 300.000. Namun kalau sampai di Grobogan ya tambah lagi Rp 50.000 karena jaraknya jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, Sujono yang kali itu memanfaatkan jasa Sarmin merasa puas. Ia mengaku sudah dua kali memanfaatkan layanan yang diberikan oleh anjing untuk membasmi tikus.

“Timbang gropyokan  tikus dengan memanfaatkan orang, jauh lebih efektif ini. Soalnya kalau petani sendiri yang kerja, paling tidak membutuhkan 15 orang, belum lagi biaya makan dan sebagainya, uang Rp 500.000 amblas, bahkan lebih,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebagai ketua Pemberdaya Petani Pemakai Air (P3A) Sido Makmur, dirinya diserahi tugas menjaga lahan tani seluas 263 bahu (1 bahu atau bouw 0,7 hektar). Area seluas itu, harus ia jaga terkait pengairannya dan dipastikan bebas dari hama pengganggu.

“Ini tugas saya menjaga 263 bahu, untuk pengairannya. Maka saya inisiatif menggunakan jasa anjing pemburu tikus. Kalau di desa lain belum ada yang pakai,” ujarnya sambil meneruskan pengawasan.

Editor: Supriyadi

Kecanduan Rokok, Djarum dan Gudang Garam Dituntut Konsumen Triliunan Rupiah

MuriaNewsCom, Kudus – Dua perusahaan terkemuka di Indonesia, yakni PT Djarum dan PT Gudang Garam mendapat somasi dan tuntutan gantirugi salah satu konsumennya. Konsumen yang diketahui bernama Rohayani itu merasa dirugikan akibat rokok yang dikonsumsinya sejak tahun 1975 hingga tahun 2000.

Langkah itu diambil setelah dengan landasan hukum yang tertuang dalam pasal 19 ayat 1 UU 8/1999 tentang perlindungan konsumen. Bunyinya, pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan atau kerugian konsumen akibat barang dan jasa yang dihasilkan dan diperdagangkan.

Dengan landasan hukum tersebut, Rohayani bahkan menggandeng pengacara senior Todung Mulya Lubis dan Azas Nainggolan untuk memuluskan niatannya tersebut. Apalagi, sejak tahun 2005 kesehatan Rohayani semakin menurun lantaran paru-parunya berlubang. Hanya, ia tak bisa berhenti lantaran sudah kecanduan.

Dilansir dari Kontan.co.id, Todung menjelaskan, ketergantungan yang dialami kliennya karena kurangnya informasi tentang rokok kepada masyarakat. Itu lantaran ada beberapa ketentuan dalam UU 8/1999 yang tak dipenuhi oleh produsen roko. Termasuk PT Djarum dan Gudang Garam.

”Industri rokok belum terbuka. Tak ada komposisi apa saja yang ada di rokok. Yang ditunjukkan hanya TAR dan Nikotin. Padahal, ada 4000 racun dalam rokok yang berefek pada kesehatan konsumen jika dikonsumsi terus menerus,” kata Todung.

Karena itu, pihaknya mengajukan somasi kepada Djarum dan Gudang Garam selaku pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan rokok yang dikonsumsi kliennya sejak 1975 hingga ada penurunan kualitas tingkat hidup.

Untuk besaran tuntutan sendiri, PT Djarum Tbk dituntut membayar ganti rugi pembelian rokok senilai Rp 293.068.000, ditambah santunan senilai Rp 500 miliar. Sedangkan untuk Gudang Garam dituntut ganti rugi sebesar Rp 178.074.000 dan santunan senilai Rp 500 miliar.

”Selain itu, ada satu alokasi lagi yang dituntut kepada dua perusahaan tersebut sebagai biaya perawatan kesehatan Rohayani. Untuk biaya kesehatan masih akan kita hitung terlebih dahulu,” lanjut Todung.

Disinggung terkait surat somasi, Todung mengaku surat dikirimkan kepada dua perusahaan pada 19 Februari 2018. Hanya, ia mengakui kedua perusahaan baru menerimanya pada awal Maret lalu.

Sementara itu, terkait somasi yang dilayangkan pihaknya akan menunggu pembayaran ganti rugi hingga tujuh hari mendatang. Jika tak dilaksanakan, ada kemungkinan pihaknya akan membawanya ke ranah hukum.

”Ya, kalau tak dilaksanakan ya dibawa ke ranah hukum,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Terpengaruh Musim Hujan, Harga Cabai di Jepara Naik

MuriaNewsCom, Jepara – Musim hujan yang turut memengaruhi harga cabai di Jepara. Seperti yang terjadi di Pasar Jepara Satu, satu kilogram cabai kini harganya Rp 32 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu.

Rusmiati (45) seorang penjual bumbu di pasar tersebut mengaku, kenaikan mulai terjadi hari ini. Menurutnya, kenaikan murni terjadi karena faktor alam.

“Ini kata pemasoknya karena ada cuaca hujan, banjir dimana-mana sehingga mobil (distributor) tak bisa jalan sehingga harganya naik,” katanya, Jumat (9/3/2018).

Dirinya menyebut, kenaikan ini berlaku pada semua jenis cabai, baik rawit, cabai merah besar dan keriting. Kenaikan harga berkisar Rp 2000, perkilogram. Selain harga cabai yang naik, komoditas bumbu lain yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih, kini harga perkilogramnya mencapai Rp 34 ribu.

Meskipun terjadi kenaikan harga pada bumbu dapur, namun dirinya mengakui belum ada pelanggan yang protes. Dirinya memperkirakan, kenaikan harga tersebut akan berangsur turun ketika musim hujan telah mereda.

“Biasanya kalau sudah musim kemarau nanti turun kembali harganya. Ini kan karena hujan pasokannya turun,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Jumlah Pasien Gagal Ginjal di Kudus Meningkat

MuriaNewsCom, Kudus – Pasien gagal ginjal di Kudus meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Data RSUD Loekmono Hadi dari belasan kini pasien gagal ginjal menjadi 28 orang yang melakukan perawatan cuci darah atau Hemodialisa.‎

Suhardi, Kepala ruang Hemodialisa di RSUD Loekmono Hadi Kudus menuturkan, dalam sehari ada sekitar 27-28 pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan. Jumlah itu menurutnya meningkat dari dua tahun sebelumnya.

“Dua tahun lalu hanya bisa merawat 10 pasien. Namun sekarang menjadi 27-28 pasien per hari. Itupun banyak yang harus indent (mengantre),” ujar dia saat peringatan Hari Ginjal Sedunia,Kamis (8/3/2018).

Dirinya mengatakan, saat ini di rumah sakit tersebut terdapat 15 alat Hemodialisa. Alat itu digunakan secara bergantian bagi puluhan pasien yang membutuhkan perawatan cuci darah. Untuk sekali perawatan, membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam.

Dirinya mengatakan, banyak faktor yang memicu terjadinya gagal ginjal. Dua diantaranya adalah pola hidup tidak sehat dan konsumsi makanan.

“Banyak makanan instan berpengawet, atau minuman suplemen yang berlebihan dan gaya hidup, seperti ingin cantik kemudian suntik vitamin C dosis tinggi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day. Dikutip dari laman Kementrian Kesehatan RI, tema Hari Ginjal tahun ini adalah Kindneys and Women Health : Include, Value, Empower. 

Dengan tema tersebut, semua pihak turut mempromosikan akses yang yerjangkau dan adil terhadap perawatan dan pencegahan penyakit ginjal bagi wanita dan anak perempuan diseluruh dunia.

Pada awalnya, penyakit Ginjal kronis tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga penyakit ini sering terlambat diketahui. Tanda dan gejala yang timbul karena penyakit Ginjal sangat umum dan dapat ditemukan pada penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi buang air kecil dalam sehari, adanya darah dalam urin, mual dan muntah serta bengkak, terutama pada kaki dan pergelangan kaki‎.

Editor: Supriyadi

Alokasi BOP PAUD Kudus 2018 Mencapai Rp 13 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Tahun ini 408 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan mendapatkan Biaya Operasional (BOP), yang dialokasikan sebesar Rp 13.609.800.000. Jumlah penerima meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 377 lembaga.

Hal itu disampaikan Kasi Paud pada Disdikpora Kudus Wiwik Bekti Pratiwi. Menurutnya, jumlah penerima BOP adalah pereka yang tercantum pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pada Juli 2017.

“Oleh karenanya, kami melakukan sosialisasi kepada lembaga PAUD agar mereka tahu mekanismenya, dan bisa mengumpulkan proposal tepat waktu,” ucap Wiwik, ketika menggelar sosialisasi kepada PAUD Selasa-Kamis (6-8/3/2018), di kompleks perkantoran Mejobo.

Dirinya mengatakan, tujuan sosialisasi tersebut untuk memberi pemahaman bagi tenaga PAUD. Dengan itu, ia berharap serapan anggaran BOP yang telah dialokasikan bisa maksimal.

Pada tahun 2017, realisasi serapan BOP adalah Rp 9.495.000.000. Bantuan tersebut diserahkan untuk 377 lembaga PAUD yang ada di Kudus.

“Bantuan Operasional ini nanti diberikan kepada siswa didik sebesar Rp 600.000 per tahun, khusus untuk menunjang biaya operasional,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Serapan Beras Oleh Bulog di Kudus Masih Nihil

MuriaNewsCom, Kudus – Serapan beras oleh Bulog di Kabupaten Kudus pada MT I masih nihil. Hingga Selasa (6/3/2018) pagi, baru ada kerjasama serap dari mitra kepada Bulog sebesar 50 ton.

Hal itu diakui oleh Kepala Perum Bulog Subdivre Pati, Muhammad Taufiq saat mengunjungi sebuah gudang di Desa Wates, Kecamatan Undaan. Bersamanya, Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol Inf. Sentot Dwi Purnomo dan pemilik gudang beras Yudho Prasetyo.

“Hari ini mitra baru membuka kontrak beras sebanyak 50 ton.Mitra lain kabarnya akan buka kontrak, tapi kita tunggu saja. Kalau untuk se Divre Pati kontraknya 3.500 ton beras, realisasinya 1.500 ton beras. Sudah (menyerap beras) semua (eks karisidenan Pati) yang belum Kudus,” kata Taufiq.

Menurutnya, angka penyerapan beras sebesar 1.5000 ton termasuk tinggi, jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jateng. Menurutnya, untuk penyerapan beras di Kudus bergantung pada mitra.

“Kalau untuk itu (kontrak) yang mengadakan itu mitra tidak ada besarannya, nanti terserah mereka,” tambahnya.

Yudho Prasetyo pemilik gudang beras menuturkan, stok gabah di Kabupaten Kudus telah habis. Selain karena diserbu pedagang-pedagang asal Jawa Barat, harga jual gabah juga meningkat dari semula Rp 5.000 per kilogram menjadi Rp 5.500 per kilogram.

Sementara itu, Dandim 0722 Kudus Letkol Inf. Sentot Dwi Purnomo menyebut akan meningkatkan sinergitas antar lembaga untuk meningkatkan serapan gabah petani.

“Pertama harus ada sinergitas. Kalau tidak maka panen itu akan surplus tapi serapan kurang. Maka dari itu harapannya, agar pada MT (Musim Tanam) II hasilnya lebih berlipat-lipat dari yang ada sekarang,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Usai Kebakaran, 400 Karyawan Matahari Kudus Masih Bekerja dan Terima Gaji

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga pekan pasca kebakaran yang melanda Kudus Plaza yang ditempati Matahari Department Store (MDS) Kudus ternyata masih menisakan pertanyaan. Salah satunya adalah bagaimana nasib para pekerjanya?

Kepada MuriaNewsCom, Djarot Trinobo, Store Manager MDS Kudus mengatakan, hingga kini ratusan pekerjanya masih masuk kerja. Seperti sebelum kebakaran, mereka juga masih diharuskan melakukan proses presensi.

“Karyawan masih masuk seperti biasa, mereka juga masih diharuskan absen pagi. Kegiatan mereka, selain menjaga aset yang masih ada, mereka juga melakukan pendataan terhadap barang-barang,” ujar Djarot, Selasa (6/3/2018).

Baca Juga: 

Ia menegaskan, karyawan MDS Kudus yang berjumlah 400 orang itu masih mendapatkan hak berupa gaji. Namun demikian, terkait nasib karyawan ke depan, dirinya menunggu hingga kajian dari departemen Human Resources Development(HRD).

“Kami masih menunggu (putusan) dari bagian Sumberdaya Manusia (HRD) terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Disinggung mengenai rencana pemindahan gerai MDS ke tempat lain, Djarot mengaku belum membahasnya. Namun, ia berharap agar perpindahan tersebut bisa cepat dilakukan.

“Keputusan soal itu belum ada kami masih menunggu putusan dari Pemda (Pemkab Kudus) mau dibawa kemana. Kalau kami inginnya cepat (operasional lagi), syukur-syukur bulan ini,” ujarnya.

Editor: Supriyadi