Kabar Gembira, Kerbau Betina di Kudus Bisa Diikutkan Asuransi

MuriaNewsCom, Kudus – Kerbau milik peternak di Kudus yang mati, bisa mendapatkan klaim asuransi. Namun itu hanya berlaku untuk 200 ekor kerbau betina yang mengikuti Asuransi Usaha Ternak Kerbau (AUTK).

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus Sa’diyah. Ia mengungkapkan, program yang berasal dari Kementrian Pertanian itu ditujukan untuk peternak kerbau betina, yang mati karena proses melahirkan atau sakit.

Dirinya mengungkapkan, jumlah premi yang ditanggung oleh kementrian adalah Rp 160 ribu. “Praktis peternak kerbau betina hanya membayar premi Rp 40 ribu,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia mengatakan, subsidi premi asuransi digalakan untuk menarik minat peternak untuk mengembangkan kerbau betina. Klaim yang didapatkan peternak, jika ternaknya mati karena sakit, bisa mencapai Rp 10 juta.

Dirinya menyebut, pencairan klaim sudah pernah dilakukan pada saat asuransi ternak sapi betina. Pada akhir 2017 klaim asuransi mencapai Rp 113 juta untuk 14 ekor sapi betina.

“Kami sudah menyosialisasikan terkait asuransi ini kepada sejumlah perangkat desa di Kudus,” tambahnya.

Adapun, untuk mereka yang ingin mengikut program ini hanya cukup meminta surat pengantar dari ketua kelompok peternak. Sedangkan mereka yang tidak berkelompok, bisa meminta pengantar dari kepala desa.

Editor: Supriyadi

3.432 Siswa SMA di Kudus Siap Ikuti UNBK 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 3.432 siswa jenjang SMA di Kudus akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang akan dihelat Senin (9/4/2018). Jumlah sebanyak itu berasal dari 17 sekolah menengah atas negeri dan swasta yang ada di Kota Kretek.

Sriyoko Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kudus mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 1.190 siswa dan 2.301 siswi.

“Insyaallah siap semua. Sekarang sedang USBN. Berdasarkan simulasi awal bulan ini (Maret) tidak ada masalah,” tuturnya.

Menurutnya, tidak ada perubahan besar terkait sistem UNBK di tahun 2018. Hanya saja memang ada penambahan fitur pada sistem meskipun tidak banyak.

Penelusuran di laman unbk.kemendikbud.go.id, jumlah sekolah jenjang SMA/MA di Kudus yang mengikuti UNBK tahun 2017/2018 berjumlah 53 sekolah. Sementara itu di jenjang SMK ada 27 sekolah yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer.

Adapun, ujian dimulai pada Senin (2/4//2018) hingga Kamis (5/4/2018) untuk jenjang SMK. Sementara untuk jenjang SMA UNBK dimulai pada Senin (9/4/2018) sampai dengan Kamis (12/4/2018).

Untuk ujian susulan UNBK jenjang SMA/MA dan SMK dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (17-18/4/2018).

Editor: Supriyadi

Disdukcapil Kudus Buka Layanan Rekam Data KTP di Akhir Pekan

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus membuka layanan rekam KTP Elektronik (E-KTP), pada akhir pekan Sabtu-Minggu. Layanan ini ditempuh untuk meningkatkan perekaman kartu tanda penduduk elektronik, jelang pilkada 2018.

Layanan perekaman E-KTP pada akhir pekan, resmi dimulai pada hari Sabtu (31/3/2018) hingga 24 Juni 2018. Layanan Sabtu-Minggu itu dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

“Kami sediakan 7-8 petugas yang bersiaga di Kantor Disdukcapil Kudus dengan sistem bergantian,” kata Sekretaris Dinas Disdukcapil Kudus Putut Winarno.

Dikatakannya, layanan itu menyasar warga Kudus yang belum melakukan perekaman KTP, namun kesehariannya sibuk bekerja. Seperti buruh yang bekerja di luar kota, ataupun pelajar.

“Meskipun ada layanan Sabtu-Minggu, namun layanan jemput bola bagi warga berkebutuhan khusus, lansia tetap kami lakukan. Kalau untuk layanan weekend ini, kami tujukan bagi buruh luar kota yang kebetulan pulang, atau bagi perekam baru,” tuturnya.

Menurut data per tanggal 26 Maret 2018, dari jumlah penduduk sebanyak 835.318, jumlah warga wajib ber KTP ada 621.489. Sedangkan yang sudah melakukan perekaman berjumlah 608.028, dan yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik berjumlah 13.461.

Editor: Supriyadi

Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kudus Tahun 2018 Capai Rp 5 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus mengalokasikan dana infrastruktur jalan mencapai Rp 5 miliar, di tahun 2018. Tidak hanya untuk jalan saja, dana itupun akan digunakan untuk pemeliharaan jembatan hingga pengairan.

Pada minggu ini, beberapa ruas jalan di Kota Kudus mendapatkan giliran diperbaiki. Di antaranya di Jl A.Yani, HM Basuno dan Jl dr Ramlan.

Adapun, panjang ruas jalan yang diperbaiki memiliki dimensi yang berbeda. Jl A. Yani memiliki panjang 778 meter dengan lebar 4,5 meter, Jl dr. Ramlan memiliki panjang 250 meter dengan lebar 8 meter. Sedangkan, Jl HM Basuno memiliki tiga ruas yang memiliki panjang masing-masing 50 meter, dengan lebar yang berbeda-beda, dua ruas selebar 6,25 meter dan satu ruas 6,40 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengatakan, tiga jalan tersebut merupakan area penting bagi lalu lintas warga. Jalan Ahmad Yani menurutnya, merupakan akses utama menuju pusat kota. Sedangkan di Jl dr. Ramlan dan HM Basuno terdapat banyak lubang.

“Perbaikan dilakukan dari akhir pekan lalu. Perbaikan tidak pernah tuntas, karena setiap ada kerusakan langsung kami coba perbaiki,” tuturnya.

Ia mengatakan, kebijakan untuk melakukan pemeliharaan jalan bukan saja di ruas jalan kabupaten. Bahkan untuk ruas jalan nasional pun turut disasar untuk diperbaiki.

“Pertimbangan ini (perbaikan jalan nasional) dilakukan karena kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait,” urainya.

Editor: Supriyadi

Hendak Berziarah ke Makam Sunan Muria, Warga Jombang Meninggal Usai Shalat Subuh

MuriaNewsCom, Kudus – Karni (63) meninggal saat hendak berziarah ke Makam Sunan Muria, Kudus. Warga Desa Bugasur Kedalaman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang-Jawa Timur,  itu meninggal sesaat setelah melakukan salat subuh, Jumat (30/3/2018).

Sutriani (40), pedagang di area terminal Colo, Kecamatan Dawe mengatakan, korban saat itu selesai melakukan salat subuh, di musala dekat terminal. Namun kemudian, tubuh korban mendadak lemas.

“Selesai salat subuh saya melihat dia yang terlihat lemas, kemudian 15 menit berselang, ia tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” kata dia.

Mengetahui hal itu, peziarah lain kemudian meminta pertolongan warga sekitar untuk melaporkannya kepada Polsek Dawe.

Aiptu Suratno KASPK Polsek Dawe mewakili Kapolsek Dawe AKP Suharyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban. Polisi yang datang bersama dokter dari Puskesmas Dawe. Dari pemeriksaan medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Respon Pertumbuhan Ekonomi , PLN Kudus Percepat Penyambungan Pelanggan Baru

MuriaNewsCom, Kudus – PT PLN (Persero) Area Kudus merespon perkembangan area industri baru di Eks Karisidenan Pati. Hal ini dibuktikan dengan percepatan penyambungan pelanggan tegangan menengah, di awal 2018 hingga kini yang telah mencapai 10.000 kilo Volt Ampere (kVA).

Manajer PT PLN (Persero) Area Kudus Darmadi mengatakan, area industri baru tersebar di beberapa titik. Satu di antaranya di daerah Mayong, Jepara dan menyebar dari Kudus hingga Cepu.

Sementara itu, hingga Februari 2018 sudah ada 8900 pelanggan baru, dengan pertumbuhan kwh jual, mencapai 12,24 persen. Adapun, rayon yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tertinggi adalah Rembang, Jepara dan Kudus Kota.

Disamping itu, untuk mempercepat pelayanan penyambungan, ada program penyambungan melalui Account Executive dan pemberian konseling bagi pelanggan baru.

“Saat ini PLN Area Kudus telah bertransformasi menjadi perusahaan listrik yang mengutamakan kualitas pelayanan. Melalui Account Executive yang ada, PLN mampu menjadi konsultan bagi pelanggan maupun calon pelanggan. Selain memberikan kemudahan dalam memperoleh pasokan energi listrik, PLN Area Kudus juga memberikan pelayanan yang transparan sehingga diharapkan calon pelanggan tidak ada keraguan lagi dalam mengeluarkan investasi”, ujar Darmadi, Kamis (29/3/2018), dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Selain itu, saat ini tim jaringan juga sedang gencar melakukan perbaikan dan pemeliharaan sebagai bentuk preventif menjaga kehandalan pasokan listrik. Diharapkan dengan pemeliharaan rutin, pelanggan semakin yakin untuk menggunakan listrik PLN, tidak ada lagi yang menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

PLN pun siap memberikan konseling bagi pelanggan yang hendak beralih dari genset ke listrik PLN untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Editor: Supriyadi

Polres Kudus Sterilisasi Gereja Jelang Hari Raya Paskah

MuriaNewsCom, Kudus – Hadapi perayaan Paskah, Polres Kudus sterilisasi gereja. Hal itu guna meminimalisir gangguan pada saat umat melakukan ibadah misa Tri Hari Suci.

Kepala Bagian Operasional Polres Kudus AKBP Tugiyanto menjelaskan. Ada puluhan gereja yang mendapatkan penjagaan dari personel polri.

“Jumlah polisi yang disiagakan seluruhnya mencapai 200 personel,” katanya, disela-sela sterilisasi di Gereja Santo Yohanes Evangelista, Jl Sunan Muria, Kudus Kamis (29/3/2018).

Tugiyanto menyebut, sterilisasi gereja dilakukan utamanya yang memiliki jemaat yang banyak. Selain menggunakan anjing pelacak, polisi juga menyiapkan pendeteksi logam atau metal detector.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari altar, kursi umat hingga mimbar. “Kegiatan sterilisasi ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi jemaat yang melaksanakan ibadah. Kami berharap pada saatnya tidak ada ancaman.” urainya.

Ketua Wilayah Betlehem Gereja Santo Yohanes Evangelista Andreas Bambang Ruyanto mengatakan, jumlah jemaat di tempat tersebut mencapai 3500 orang. Ia mengatakan, kegiatan misa dimulai pada hari ini, hingga Minggu (1/4/2018).

Editor: Supriyadi

Si Gebyok dan Badut KPU Kudus Blusukan ke Pasar Sosialisasikan Hari Coblosan

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melaksanakan sosialisasi hari pencoblosan Pilgub dan Pilbup 2018. Sasarannya adalah pedagang-pedagang Pasar Bitingan, Kamis (29/3/2018) pagi.

Meskipun gaung pilkada telah ramai sejak Februari 2018, melalui berbagai kampanye, namun nyatanya masih banyak warga yang belum tahu akan gelaran ini. Seperti Wahyuni (37) ia mengaku belum ngeh kapan hari coblosan akan berlangsung.

“Ini baru tahu setelah didatangi oleh petugas, kapan hari coblosannya dimulai. Tanggal 27 Juni. Kalau sebelumnya kan tidak tahu,” ujar pedagang Pasar Bitingan itu.

Arif Susanto anggota PPK Kecamatan Jati mengungkapkan sosialisasi tersebut merupakan upaya guna memberi edukasi pada calon pemilih. Selain itu, ia mengaku memang sebagian warga masih belum menaruh perhatian akan pilkada 2018.

“Kami memberitahu mereka yang belum tahu dan mengingatkan bahwa nanti pada tanggal 27 Juni 2018 akan diselenggarakan coblosan pilkada, baik pilbup Kudus dan Pilgub Jateng,” ujarnya.

Sebagai pengingat petugas KPU Kudus memberikan stiker bertuliskan hari dan tanggal coblosan. Disamping itu, turut ikut serta maskot Si Gebyok yang menjadi ikon pilkada Kudus.

Editor: Supriyadi

KPU Kudus Bagikan APK Pilbup kepada Timses 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai mendistribusikan Bahan Kampanye (BK), kepada lima tim sukses Pilbup Kudus 2018. Dari total 264 BK yang difasilitasi oleh KPU, Rabu (28/3/2018) sore baru diserahkan sebanyak 55 buah, kepada tim sukses. 

“Pertengahan bulan April, penyerahan seluruh BK diperkirakan selesai,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi, seusai menyerahkan alat peraga kampanye kepada masing-masing tim sukses calon. 

Ia menyebutkan, pemberian fasilitas BK bagi calon bupati sesuai dengan PKPU 4 tahun 2017. Pada peraturan tersebut, KPU di masing-masing daerah yang menyelenggarakan pemilukada difasilitasi BK, berupa Baliho, Spanduk dan umbul-umbul. 

Terkait ukuran, didalam peraturan KPU tersebut sudah dijelaskan. Ukuran baliho sebesar 4×7 meter, untuk umbul-umbul 5×1,15 meter dan spanduk ukuran 1,5×7 meter. 

Adapun alat peraga tersebut sudah ditentukan zonasi pemasangannya. “Untuk baliho paling banyak lima untuk setiap paslon di kabupaten atau kota. Umbul-umbul paling banyak 20 buah di kecamatan dan spanduk paling banyak dua buah untuk setiap paslon di tingkat desa,” jelasnya. 

Ia mengatakan, untuk desain dan ukuran BK sudah terstandardisasi sesuai dengan peraturan KPU. Meskipun demikian, para paslon boleh menggandakan maksimal tiga buah. 

Editor: Supriyadi

Aksi Maling Motor Embat CBR 250 di Kudus Terekam CCTV

MuriaNewsCom, Kudus – Maling motor beraksi di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Selasa (27/3/2018) malam. Pencuri membawa kabur sebuah motor Honda CBR 250, yang terparkir di halaman indekos.

Namun, aksinya ini terekam kamera pengindera jarak jauh (Closed Circuit Television-CCTV), yang terpasang di areal indekos. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengendap-endap di dekat Motorsport itu.

Celingukan, ia terlihat mengecek kondisi disekitar indekos. Sebelum menuntun mundur motor berwarna oranye itu, ia terlebih dulu membenahi sandaran (standard) motor, dengan tangannya. setelahnya, pelan-pelan ia meninggalkan halaman dengan terus mengawasi keadaan sekitar.

Farhan Nuris pemilik kendaraan tersebut mengatakan, raibnya motornya baru diketahui pada Rabu (28/3/2018) pagi. Setelahnya, ia kemudian mengecek pada CCTV yang terpasang di rumah indekosnya.

“Tadi malam itu saya keluar cari makan sekitar pukul 21.00 WIB, kembali lagi ke kos pukul 22.00 WIB. Saya baru tahu kalau motor saya hilang pada pagi hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, plat nomor kendaraannya adalah K 5989 QU. Tidak ada ciri khusus pada motor yang dibelinya setahun lalu. Namun pada bagian belakang, tak terpasang slebor dan lampu depan diberi scotlite berwarna biru.

Ia mengaku kerugian akibat pencurian tersebut bernilai puluhan juta rupiah. Lantaran pada saat pertama kali membeli motor tersebut Farhan menebusnya dengan harga Rp 35 juta.

“Pas setahun lalu saya beli. Ini baru saja motornya selesai dipajaki,” tambahnya.

Dirinya mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bae. Namun untuk melengkapi berkas, kini dirinya sedang mengambil BPKB motor ke kampung halamannya di Tambaksari, Kecamatan Pati Kota.

Editor: Supriyadi

Pimpin Musrenbang, Bupati Kudus Musthofa Pamitan

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berpamitan pada pejabat-pejabat yang ada di Kota Kretek, saat Rapat Musrenbangda, Rabu (28/3/2018). Ia mengatakan, capaian selama 10 tahun dirinya memimpin perlu dikawal agar lebih baik.

“Karena ini adalah Musrenbang terakhir bagi saya, saya pamit. Mudah-mudahan Kudus akan dipimpin oleh bupati yang lebih baik daripada saya. Maaf selama masa pimpinan saya kepada semua pihak, para Kades yang selama ini saya kencengi itu karena kasih sayang ,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, hadir Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Dandim 0722 Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo, Kajari Kudus Herlina Setyorini, kepala OPD dan para kepala desa serta akademisi.

Berbicara mengenai masa kepemimpinanya, ia berujar sebanyak 91 persen jalan di Kabupaten Kudus telah dibenahi. Sementara 9 persen diantaranya memang menjadi pekerjaan rumah, yang harus dituntaskan pada tahun anggaran kedepan.

Menurutnya, kesejahteraan suatu daerah salah satu indikasinya adalah pembangunan fisik. Seperti pembangunan jalan ataupun penerangan jalan.

Disamping itu, ia mengklaim angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai Rp 9 juta perbulan. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi di Kudus pun mencapai 5,76 persen.

“Tak hanya bicara tentang aspirasi, tapi membangun fisik dan kesejahteraan serta tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi kunci,” ungkap Musthofa.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pemimpin Kudus, setelah dirinya lengser. Di antaranya, laju inflasi yang mencapai 2,38 persen dan angka kemiskinan yang mencapai 7,65 persen.

“Laju inflasi Kudus dipengaruhi juga dari daerah lain. Seperti Semarang dan Demak yang kini tengah berbenah. Kudus adalah jantung bagi Pantura Timur. Namun tidak lantas kita bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kudus Sudjatmiko menyebut, Musrenbang tersebut akan menentukan arah pembangunan Kota Kretek. Menurutnya, acara tersebut juga digunakan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), lima tahun ke depan.

Editor: Supriyadi

FASBuK Bakal Hadirkan Rhy Husaini dan Ima Yaya

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali digelar. Pada edisi bulan Maret ajang itu akan menghadirkan pertunjukan musik, puisi, cerpen dan diskusi oleh dua sastrawan yakni Rhy Husaini dan Ima Yaya.

Pertunjukan sendiri akan mengambil tempat di Kampus UMK Gondangmanis, Kecamatan Bae, pada hari Jumat (30/3/2018) mulai pukul 19.30 WIB.

Pada kesempatan itu Rhy Husaini akan menampilkan sebuah karya bertajuk “ANAHOM”. Ia sendiri merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, berupa antologi puisi dan essai. Selain itu, sastrawan ini juga kerap menampilkan karya-karyanya di Kota Gudeg maupun Kota Kretek.

Sedangkan Ima Yaya merupakan seorang tenaga pendidik di salah satu lembaga pendidikan kota Kudus yang sejak kecil mencintai puisi, terhitung sejak tahun 1998 aktif berteater di kota Solo, semarang dan menjadi pendiri Teater SAKA di Kudus.

Pada kesempatan tersebut, dirinya akan menampilkan sebuah karya yang bertajuk “Si Bola Mata”.

Acara ini sendiri, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Kajian Kreatifitas Seni Obeng Fakultas Tekhnik Universitas Muria Kudus.

FASBuK sendiri adalah, ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Harapannya, ruang seni ini mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran.

Editor: Supriyadi

Buka Akses Ekonomi, Pemkab Kudus Akan Buat Jalan Tembus Rahtawu-Soco

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan segera membangun akses jalan dari Desa Rahtawu ke Desa Soco, Kecamatan Dawe. Hal itu untuk membuka akses ekonomi dan mengembangkan pariwisata, dua desa yang ada di pegunungan Muria tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Samani Intakoris, Senin (27/3/2018). Menurutnya, saat ini jalan penghubung antar keduanya sebenarnya telah tersedia.

“Namun baru jalan kampung. Lebarnya pun hanya tiga meter, masih kecil,” ujarnya, disela kegiatan gotong royong pembersihan akses jalan ke Desa Rahtawu.

Menurutnya, total jalan yang akan dibuka sepanjang 9 kilometer. Saat ini, sudah ada 3 kilometer jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, namun masih berupa jalan kecil. Masih berupa jalan setapak dan baru bisa dilewati oleh motor.

DPUPR Kudus berencana melakukan pembukaan jalan pada tahun ini. “Untuk anggarannya kita pakai anggaran perawatan rutin (milik PUPR) Tahun depan akan kita mintakan izin pada bupati, untuk menjadi jalan,” urainya.

Samani mengatakan, kontur tanah yang akan dibuka menjadi jalan terdiri dari tegalan dan tebing-tebing dengan tinggi bervariasi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Rahtawu Sugiyono. Menurutnya, wilayah tersebut terdiri dari banyak tegalan milik warga.

“Itu kebanyakan lahan milik warga, milik pribadi. Nanti akan kami sosialisasikan dengan masyarakat terkait hal ini. Kami kira warga akan setuju bila dijadikan jalan,” tuturnya.

Disinggung mengenai ganti rugi, ia mengaku tak mempersiapkan hal itu. Sebab, menurutnya warganya akan sukarela untuk merelakan tanahnya ketika diminta untuk kemaslahatan negara.

Editor: Supriyadi

Kisah Habib Helmy dari Dolan ke Dandangan Hingga Menimba Ilmu ke Yaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mangkatnya Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34), menyisakan duka mendalam. Tak hanya keluarga besar dan jamaah pengajian Mahabbaturrosul, namun juga bagi teman karib.

Seusai pemakaman tokoh ulama asal Kudus itu, MuriaNewsCom berkesempatan berbincang dengan dua orang dekat Habib Helmy. Mereka adalah kakak kandungnya yakni Habib Ali dan teman sepermainannya Ustaz Ahmadi.

Sang kakak Ali bercerita, sebelum meninggal pada Minggu (25/3/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB tidak ada wasiat yang disampaikan. Hanya saja, ia sempat meminta seluruh keluarga berkumpul.

“Selain itu, pada waktu sakit adik saya pernah mengatakan ada malaikat yang hadir sehabis maghrib,” ujarnya, Senin (26/3/2018).

Ia merasa, adiknya itu memiliki karomah yang besar. Satu lagi yang diingat dari adiknya, yakni murah senyum.

Hal itu pun diamini oleh Ustaz Ahmadi. Menurutnya, semenjak kecil ia dan Habib Helmy sering menghabiskan waktu bersama.

Kebersamaan itulah yang menyebabkannya tak hanya akrab dengan Helmy, pun juga keluarga besarnya. Tak hanya saling sapa, kedekatan Ahmadi dengan keluarga besar Alaydrus pun sangat cair bahkan menyisakan cerita lucu.

“Dulu saya ingat waktu lebaran, saya disuruh oleh mamahnya (ibu dari Habib Helmy) ke toko pakaian yang dikelola oleh keluarganya. Di situ saya dipersilakan memilih baju. Nah setelah memilih baju, habib (Helmy) mengubungi saya, disuruh ke rumahnya. Begitu sampai di rumahnya, saya dicegah oleh asistennya, karena menurutnya habib pergi. Lalu saya tunjukan pesannya, akhirnya saya masuk ke kamarnya (Helmy) dan melempar baju-baju yang telah saya pilih. Ketika itu ada sosok mirip Habib Helmy, tapi kok kumisan ya. Ternyata sosok itu abahnya yang sedang tidur. Wah ternyata Habib memang tak ada di rumah. Itu sampai sekarang jadi bahan lucu-lucuan,” kenangnya.

Tidak hanya kisah itu. Sewaktu Habib Helmy dan Ustaz Ahmadi masih muda, keduanya pun kerap mendatangi dandangan bersama. “Pasti dia keluar menuju acara itu (dandangan),” tambahnya.

Lalu kemudian, Habib Helmy mulai tekun belajar agama ketika berkesempatan menimba ilmu di Yaman, dengan bimbingan guru Habib Salim Assatiri. Sejak itulah, anak ketiga dari Hasan bin Sholeh Alaydrus lebih gandrung dengan keilmuan Islam.

“Perjuangannya dulu membuat acara (pengajian) selapanan di tempat saya. Kemudian mulai ada Habib Syech yang lantas menggandeng Habib Helmy. Kini dari selapanan itu, ia kerap mendapatkan undangan kemana-mana. Mulai dari Rembang, Pati, Jepara, Blora hingga Yogyakarta,” pungkas Ahmadi yang kerap dipanggil Ahmadun oleh Habib Helmy.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pelayat Antar Jenazah Habib Helmy ke Pemakaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mendung menggelayut di atas Pemakaman Muslim Ploso Kudus, Senin (26/3/2018). Awan seolah menaungi ratusan pelayat, yang mengantarkan Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34) ke peristirahatan terakhir.

Sebelum jenazah Habib Helmi dibawa dari rumah duka di Kramat, Kecamatan Kota Kudus, pada sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca di Kota Kretek, panas menyengat. Namun setengah jam sebelumnya, hujan seolah mendinginkan pengabnya udara.

Sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah Habib Helmi tiba di pesareyan. Hujan telah usai dan ratusan pelayat kemudian memadati areal makam. Tua, muda, pria dan wanita. Mereka tampak hikmat sambil terus mengumandangkan kalimat tauhid Laaillahailallah Muhammadurrosullullah. 

Kakak Habib Helmy, Habib Ali mengatakan tak ada pesan khusus yang disampaikan sebelum meninggal dunia pada Minggu (25/3/2018) malam. Namun demikian, sehari sebelum mengembuskan nafas terakhir ia mengumpulkan seluruh keluarga.

“Tidak ada pesan khusus, namun sehari sebelumnya, ia mengumpulkan seluruh keluarga. Pada saat meninggal pun ia masih sadar, sempat mengeluh sulit bernapas, lalu kemudian tiada, saya kira tidur,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, adiknya itu masuk ke rumah sakit pada Minggu dinihari. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSUP dr. Kariyadi Semarang. Diagnosisnya, Habib Helmy terserang virus SGB atau Syndrome Guillain Barre.

Sempat membaik, dan dibawa pulang namun kondisi Habib Helmy kemudian memburuk, dan harus kembali di rawat di RS Mardirahayu Kudus.

“Ia semasa hidup tak pernah menyimpan dendam. Ia selalu tersenyum. Karomahnya luar biasa, dari mulai pada waktu sebelum pemakaman tiba-tiba hujan turun sebentar lalu mendung. Kemudian pelayat sebanyak ini hadir tanpa diundang. Beliau pun tak merasakan kesakitan pada waktu meninggal,” tuturnya.

Disamping itu, ia mengungkapkan, pada saat hendak disucikan jenazah adiknya itu masih dalam kondisi lemas. “Ia meninggal jam 20.00 WIB. Pada waktu pukul 01.00 WIB (Senin dinihari) ketika hendak disucikan tangannya pun lemas. Tidak kaku,” tambahnya.

Disinggung mengenai jamaah pengajian Mahabbaturrosul pimpinan Habib Helmy, Habib Ali mengaku belum ada penerusnya.

Habib Helmy meninggalkan seorang istri bernama Fitriyah. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara yakni, Habib Fahmi, Habib Ali dan Habib Fuad. Sementara ayahnya bernama Hasan bin Sholeh Alaydrus dan ibu bernama Farida.

Editor: Supriyadi

Diancam Dibunuh, Amat Sholeh Akhirnya Lapor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Amat Sholeh resmi melaporkan kasus pengancaman yang menimpanya dan keluarganya, ke Mapolres Kudus Senin (26/3/2018) siang. Saat pelaporan ia didampingi oleh pengacaranya Abdul Wahit, dan beberapa pengurus partai pengusung cabup-Cawabup Masan-Noor Yasin.

Abdul Wahit, kuasa hukum Amat mengatakan, laporan ini merupakan pembelajaran bagi pelaku. Hanya, ia  tak ingin aksi ancam mengancam ini memengaruhi iklim politik di Kudus.

“Setiap masalah pasti ada solusinya tidak perlu melakukan pengancaman. Kalau ancaman ini juga ditanggapi oleh klien saya dengan ancaman, maka akan menciptakan suasana yang tidak kondusif. Penyelesaian model ini (ancaman) bukanlah solusi yang tepat,” ungkap Wahit.

Menurutnya, ancaman yang dilancarkan oleh pelaku sudah melukai psikis dari keluarga Amat Sholeh. Ancaman itu dilancarkan oleh pelaku dengan kata-kata yang menjurus pada melukai fisik.

Baca: Diancam Dibunuh, Timses Masan-Noor Yasin Bersiap Melapor ke Kapolres Kudus

Dirinya membenarkan bahwa ancaman tersebut berasal dari lawan politik, Amat Sholeh. Perlu diketahui, Amat merupakan timses dari pasangan Masan-Noor Yasin.

“Oleh kerena itu kami laporkan sebagai pengancaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar mengaku sudah menerima laporan tersebut.

“Laporan tentang pengancaman kita terima dan sedang dalam penyelidikan. Saat ini pelapor (Amat Sholeh) sedang kita periksa dan dalam taraf penyelidikan. Nanti kita analisis perkara tersebut,” jelasnya.

Ia menyebut, laporan yang masuk ke mejanya tergolong pidana umum. Meski begitu, dirinya masih belum bisa memaparkan detil terkait terlapor dan sanksi yang bisa menjerat pelaku.

“Nanti itu, masih dalam penyelidikan. Pelapornya juga masih dalam pemeriksaan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya,  ancaman tersebut diterima Amat, karena ia dituduh melakukan black campaign terhadap pasangan calon lain. Ancaman itu dilakukan oleh dua orang yang mendatangi rumahnya di Desa Hadipolo RT 9/RW 1, Kecamatan Jekulo, pada hari Selasa (20/3/2018). Saat itu karena sedang tak berada di rumah, ia tak menemui pengancamnya.

“Saat itu yang ada di rumah adalah istri saya dan anak saya yang nomor dua. Di situ istri saya dan seluruh keluarga diancam dibunuh karena dituduh menjelek-jelekan seorang pasangan calon. Perkataanya sih enak saja, mau dipecok-pecok? tak pateni apa tak tebas kabeh saomah (mau dicacah-cacah, dibunuh atau saya tebas seluruh anggota keluarga),” urainya.

Editor: Supriyadi

Tujuh Belas SMA di Kudus Siap Laksanakan UNBK 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Tujuh belas SMA di Kudus siap hadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang rencananya dimulai pada awal bulan April 2018.

Hal itu dikatakan, Sriyoko Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kudus, Senin (26/3/2018). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang fokus melaksanakan USBN atau Ujian Sekolah Berstandar Nasional, hingga hari Kamis (29/3/2018).

“Insyaallah siap semua. Sekarang sedang USBN. Berdasarkan simulasi awal bulan ini (Maret) tidak ada masalah,” tuturnya, Senin siang.

Menurutnya, tidak ada perubahan besar terkait sistem UNBK di tahun 2018. Hanya saja memang ada penambahan fitur pada sistem meskipun tidak banyak.

“Jumlah seluruh SMA di Kudus total ada 17, SMA Negeri ada tujuh, SMA swasta ada 10. Nanti sehabis USBN, di hari Jumat kami akan bertemu dengan MKKS di seluruh Kudus. Materi yang ada di  rakor,  yang sedang saya ikut di Semarang ini, akan menjadi pembahasan juga,” imbuhnya.

Ditanya masalah kebutuhan komputer, Sriyoko mengaku hal tersebut masih cukup. Ia mencontohkan SMA Negeri 2 Kudus yang menyelenggarakan UNBK dalam 2 sesi, meskipun pesertanya berjumlah 382 orang.

Terkait evaluasi UNBK 2017, ia mengatakan tidak ada masalah. Hal itu diindikasikan dengan dengan tidak adanya peserta yang mengulang hingga sesi ke empat.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Desa Jati Kulon Layak Jadi Inspirasi Nasional

MuriaNewsCom, Kudus – Seribu satu inovasi. Itulah yang menjadi tagline Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Pasalnya desa ini kaya dengan berbagai inovasi untuk membangkitkan perekonomian warganya. Bersama Kepala Desa Sugeng Prasetyo, warga Jati Kulon tidak ada yang tidak berinovasi.

Tak heran ketika kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Hal ini terlihat dari grafik pertumbuhan ekonomi yang menanjak dengan angka kemiskinan yang terus menurun. Sedangkan tingkat pendidikan seluruh warga desa ini tidak ada yang tidak bersekolah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Jati Kulon, Sugeng, saat ditemui di Kantor Desa Jati Kulon, Jati, Rabu (21/3/2018). Siang itu Sugeng memaparkan seluruh keberhasilan pembangunan di desanya.

“Tahun 2017 lalu kami telah mencanangkan kampung tematik dengan tema 1001 inovasi,” kata Sugeng.

Di antaranya yakni adanya kampung padang bulan. Setiap Sabtu malam di desa ini digelar car free night (CFN) dengan berbagai hiasan lampu yang cocok untuk jagong bareng sambil menikmati kuliner setempat.

Selain itu, juga ada homestay yang tidak kalah dengan hotel berbintang. Sugeng menyebutnya ‘Bunga Citra Lestari’ (BCL) yang didukung kebersihan serta penataan lingkungan yang indah. Jati Kulon ingin terus mempertahankan Juara I kebersihan tingkat kabupaten.

“Bahkan kami punya kampung ASI. Yang mewajibkan anak/bayi usia 0-2 tahun wajib diberi ASI tanpa susu formula. Caranya kami minta pernyataan kesanggupan dari warga kami setiap mengurus pelayanan administrasi di desa,” terangnya yang ingin seluruh warganya sehat berkat ASI.

Dalam bidang kuliner juga ada inovasi. Yakni di kampung tempean yang mampu memproduksi tempe dengan berbagai rasa. Sedang di era digital ini, Jati Kulon punya perpustakaan digital agar anak-anak gemar membaca.

Sementara Bupati Kudus Musthofa menyebut Desa Jati Kulon ini layak menjadi inspirator desa lain di Indonesia. Karena desa ini sangat komplit dengan berbagai gagasan liarnya.

“Ini desa yang sangat berkualitas. Yang bisa memberi inspirasi desa lain di Indonesia,” kata Musthofa.

Ia pun mengapresiasi guyub-rukun yang selalu dijunjung warga Jati Kulon untuk membangun desanya. Terlebih adanya kampung ASI yang sangat inspiratif. Selain berbagai inovasi lain tentunya.

“Inilah contoh desa yang maju. Dengan tingkat kesejahteraan yang meningkat, kemiskinan dan pengangguran yang sangat rendah. Bahkan tidak ada anak yang putus sekolah,” tambah Musthofa.

Editor: Supriyadi

Sisir Kecamatan Undaan, Petugas Gabungan Sita Ratusan Rokok Ilegal di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 622 rokok tanpa pita cukai disita oleh tim gabungan, yang terdiri dari Satpol PP, Kodim, Polres, Bagian Hukum Setda Kudus, dan Bea Cukai, Rabu (21/3/2018).

Rokok-rokok tersebut diamankan dari dua wilayah yang ada di Kecamatan Undaan yakni, Kalirejo dan Berugenjang. “Kami menemukan banyak menemukan rokok ilegal di sebuah pasar yang ada di Desa Kalirejo,” ujar Kepala Satpol PP Kudus Jati Solechah.

Dirinya menyebut, menemukan rokok ilegal sebanyak 62 press (1 press, 10 bungkus) dan dua bungkus rokok. Menurutnya, pada kemasan rokok tersebut, sekilas nampak seperti rokok yang sudah legal.

Seperti, Sekar Madu, Dukun, Niji, Gudang Gaman, GRS dan Fell Super. Selanjutnya bukti yang telah disita akan diserahkan kepada kantor Bea dan Cukai Kudus, untuk langkah selanjutnya.

“Peminat rokok ilegal di wilayah pinggiran (perbatasan Kudus-Grobogan) terbilang melimpah. Namun ancaman hukumannya (menjual rokok ilegal) tidak main-main. Mereka terancam hukuman dua tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Selain penindakan, Jati mengungkapkan terus melakukan sosialisasi larangan penjualan rokok ilegal.

Editor: Supriyadi

Dinkes Kudus Ambil Sampel Makanan yang Diduga Jadi Penyebab Warga Dersalam Keracunan

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah mengambil sampel makanan, yang diduga menyebabkan puluhan warga Dersalam keracunan.

Hikari Widodo Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kudus mengatakan, sampel yang diambil adalah mie dan tempe. Contoh itu kemudian akan dikirimkan ke laboratorium yang ada di Semarang.

“Nanti sampelnya akan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang. Hasilnya akan diketahui dalam kurun seminggu hingga paling lama sebulan,” tuturnya, Rabu (21/3/2018).

Dirinya mengungkapkan, terdapat keanehan pada kasus keracunan ini. Warga diketahui memakan berkat (makanan hajatan) pada Minggu (18/3/2018) petang. Namun baru dua hari kemudian, ada puluhan warga yang masuk ke rumah sakit dengan keluhan keracunan.

Baca Juga:

“Dari informasi yang kami kumpulkan, hari pertama (Minggu) hanya ada satu orang yang masuk rumah sakit, namun tidak tahu kalau itu keracunan. Senin juga ada lagi yang masuk ke rumah sakit. Namun puncaknya baru pada Selasa, banyak orang yang masuk ke rumah sakit,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dersalam, Kecamatan Bae mengeluhkan keracunan dan mendapatkan perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Pada Selasa malam, total ada 27 orang yang dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Hingga Rabu pagi, jumlah pasien yang dirawat inap menyisakan 16 orang. Sementara 11 orang sisanya sudah diperbolehkan pulang, dan hanya rawat jalan.

“Namun demikian, mereka (yang rawat jalan) tetap dipantau kesehatannya,” ungkap Aris Jukisno Kabid Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi.

Adapun, hingga Rabu pagi kondisi pasien yang dirawat inap sudah berangsur membaik.

Kasus tersebut bermula ketika warga memakan berkat hajatan, pada Minggu (18/3/2018) sore‎. Namun demikian, gejala keracunan baru terjadi dua hari setelahnya.

Editor: Supriyadi

Mulai Membaik, 11 Korban Keracunan di Kudus Dirawat Jalan, 16 Lainnya Masih Inap

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi pasien yang keracunan makanan kini sudah mulai membaik. Dari 27 pasien yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi, kini yang di rawat inap tersisa 16 orang.

Aris Jukisno Kabid Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mengatakan, kini kondisi pasien jauh lebih baik. Diantaranya mereka yang mengalami muntah-muntah hingga tiga kali, frekuensinya jauh berkurang.

“Totalnya 27 pasien yang masuk ke rumah sakit, sebanyak 16 orang opname, sebelas pasien rawat jalan. Di antaranya ada satu orang yang dirawat di ICU (Intensive Care Unit) kondisinya pun telah membaik,” ungkapnya, Rabu (21/3/2018) pagi.

Baca: Diduga Keracunan Berkat Hajatan, 27 Warga Dersalam Dilarikan ke RSUD Kudus

Selain itu, Dinkes Kudus juga telah mengambil contoh muntahan dan feses dari pasien, untuk kemudian diperiksa di laboratorium. “Meskipun ada 11 orang yang dirawat jalan, namun yang bersangkutan tetap dalam pantauan rumah sakit,” tambahnya.

Seorang keluarga pasien Erna (30) mengatakan, anaknya Nazriel (8) masih mengalami diare. Namun demikian, kondisinya berangsur-angsur membaik.

Dirinya mengaku, anaknya itu mulai merasakan gejala keracunan sejak hari Senin (19/3/2018) sore. Ia pun telah memeriksakan kondisi anaknya ke seorang dokter.

“Menurut dokter pun anak saya itu didiagnosa mengalami keracunan. Setelah dibawa ke dokter, kondisinya semakin memburuk, kemudian saya bawa ke rumah sakit tadi malam (Selasa, 20/3/2018),” ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 warga Desa Dersalam, RT 3 RW 5, Kecamatan Bae mengalami keracunan. Diduga sebab musabab keracunan berasal setelah puluhan pasien tersebut mengonsumsi makanan hajatan (berkat).

Adapun, hajatan tersebut diadakan pada seorang rumah warga pada hari Minggu (18/3/2018) sore.

Editor: Supriyadi

Diduga Keracunan Berkat Hajatan, 27 Warga Dersalam Dilarikan ke RSUD Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 27 warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae mengalami keracunan makanan. Diduga sumbernya berasal dari penganan yang diperoleh usai hajatan yang digelar oleh seorang warga di RT 1 RW 5 setempat.

Pasien dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi. Pertama kali pasien masuk pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB. Jumlahnya terus bertambah menjadi 27 orang hingga Rabu (21/3/2018) dinihari.

Direktur rumah sakit tersebut Abdul Aziz mengungkapkan, kebanyakan pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengeluh pusing dan lemas.

“Bahkan ada seorang pasien yang harus dirawat diruang intensif care unit (ICU) karena tingkat kesadarannya menurun dan responnya tidak baik,” kata dia.

Sementara itu, informasi yang dikumpulkan hajatan sendiri digelar pada hari Minggu (18/3/2018). Warga yang mendapatkan berkat (makanan hajatan) pun tak menaruh curiga akan penganan tersebut, lantas memakannya.

Adapun, gejala keracunan seperti mual dan pusing baru dirasakan warga yang mengonsumsi penganan itu, mulai Senin (19/3/2018) sore. Kemudian, pada Selasa gejala itu mulai menguat.

Editor: Supriyadi

Gudang Distributor di Kudus Digrebek BPOM, Ribuan Makanan Ringan Berizin Palsu Diamankan

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan produk berizin edar palsu disita Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, dari sebuah gudang di Jalan Lingkar Timur No 88 Kudus, Kecamatan Jati, Selasa (20/3/2018) petang.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati mengatakan, total kemasan produk yang disita adalah 1.307 buah. Adapun status gudang tersebut diketahui sebagai gudang distribusi.

“Ada izin edarnya, namun ternyata setelah diteliti izin edar yang digunakan tak sesuai atau palsu,” katanya kepada pewarta.

Dirinya menyebut, ribuan produk yang disita memiliki nilai total Rp 71.944.000‎. Adapun jenis kemasan yang disita adalah kue kering ataupun wafer.

Endang menyebut, penyitaan di Kudus didahului dengan temuan tempat produksi makanan yang ada di Surabaya dan Bandung. Adapun, status gudang yang ada di Kudus hanya sebagai penyalur atau distributor.

Dirinya menjelaskan, produk yang tak memiliki izin edar, melanggar ketentuan sebagaimana tertulis dalam UU no 18/2012 pasal 142 tentang pangan. Ancamannya adalah kurungan maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp 4 miliar.

“Selanjutnya kemasan yang kami Sita, kita amankan dulu di kantor. Jika tidak ada konfirmasi dari pemilik maka akan dimusnahkan,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan BBPOM di Surabaya maupun Bandung sebagai tempat produksi makanan dalam kaleng itu.

Sementara itu pemilik gudang, mengaku tak tahu jika makanan tersebut tak terdaftar di BBPOM. Menurutnya, ia hanya percaya pada pemasok karena telah terdapat izin edar.

“Tahunya kalau itu ada izin edarnya, ternyata palsu. Ya lebih hati-hati lagi lah besok-besok,” ucapnya yang enggan menyebutkan identitasnya.

Editor: Supriyadi

Hasil Lab Forensik Keluar, Ternyata Ini Penyebab Kebakaran Matahari Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Korsleting listrik, itulah penyebab kebakaran yang melumat bangunan Kudus Plaza, pada Kamis (22/2/2018). Hal itu sesuai dengan hasil uji laboratorium forensik, yang dilakukan Tim Labfor Polri Cabang Semarang, yang turun ke lokasi Jumat (23/2/2018).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengungkapkan, hasil uji laboratorium telah keluar pada akhir pekan lalu. Dirinya memaparkan secara singkat bahwa kebakaran tersebut diakibatkan oleh arus pendek listrik.

Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar. Menurutnya, pemicu kebakaran tersebut dipastikan adalah arus pendek listrik.

Baca Juga:

Disamping itu, pada hasil uji memaparkan bahwa api berasal dari lantai dua Kudus Plaza. Namun demikian, tidak dapat dipastikan alat listrik milik siapa yang kemudian dinyatakan sebagai penyebab kebakaran.

“Namun titiknya di sebelah mana dan kabel yang tersebut milik siapa, hal itu belum bisa teridentifikasi mengingat semua sudah terbakar. Namun secara teknis, hasilnya sudah keluar, penyebabnya adalah arus pendek,” ujarnya, Selasa (20/3/2018).

Proses penyelidikan kebakaran itu sendiri, dibantu oleh Tim Labfor Polri Cabang Semarang. Penyelidikan saat itu dipimpin langsung oleh AKBP Teguh Prihmono Kasubid Fisika Komputer Fisika.

Adapun, kebakaran itu menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 22,6 miliar. Selain itu, ratusan pedagang yang ada di lantai dasar terpaksa tak menggunakan tempatnya untuk berjualan.

Editor: Supriyadi

Kepala Dinas Ini Rela Nyamar Jadi Kernet untuk Bongkar Pungli di Dishub Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sam’ani Intakoris Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kudus menangkap basah anak buahnya yang lakukan pungutan liar Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Untuk melakukannya, ia harus melakukan penyamaran sebagai kernet pikap.

Saat dihubungi MuriaNewsCom, ia membenarkan hal itu. Menurutnya dirinya memang melakukan tangkap tangan oknum petugas Dishub Kudus yang lakukan pungutan liar, tak sesuai ketentuan.

“Iya benar, ada oknum Dishub yang meminta lebih untuk retribusi (pengujian) kendaraan. Orang tersebut sudah kita bina dan geser,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Senin malam (19/3/2018).

Menurutnya, operasi tangkap tangan yang dilakukannya bermula dari laporan warga yang mengeluh kepadanya. Keluhan tersebut terkait dengan proses Uji KIR.

“Saya kemudian berinisiatif untuk melakukan penyamaran, dengan memakai sandal jepit dan topi rimba. Tidak hanya itu, selama proses tersebut saya juga bertanya-tanya kepada sopir-sopir lain terkait proses tersebut. Nah ternyata memang ada tindakan pungli. Kejadiannya Kamis (15/3/2018) minggu kemarin,” tambahnya.

Dirinya menyebut, setidaknya ada dua oknum petugas Dishub yang melakukan tindakan pungli. Setelah terbukti, ia lantas menghukum anak buahnya itu.

“Kami sudah geser oknum tersebut, (tidak lagi menangani KIR). Sementara masih di Dishub. Namun ketika melakukan kesalahan lagi, bukan tak mungkin kita mutasi ketempat lain,” tegasnya.

Adapun, berdasarkan informasi yang dikumpulkan pungutan liar yang dilakukan yakni sebesar Rp 56 ribu. Padahal sesuai dengan Perda Kabupaten Kudus No 9/2011 Tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, jumlahnya tidak mencapai sebesar itu.

Terdapat empat tipe kendaraan sesuai dengan Jumlah Berat yang diperbolehkan (JBB). Pertama mobil bus dan mobil barang dengan JBB lebih dari 9.000 kilogram tarifnya sebesar Rp 35.000, sementara untuk tipe kendaraan tersebut dengan JBB sampai 9.000 kilogram tarifnya sebesar Rp 30.000. Sementara untuk kereta gandengan dan kereta tempelan tarifnya sebesar Rp 25.000 dan untuk mobil penumpang umum sebesar Rp 25.000.

Per item masih ditambah Retribusi penggantian tanda uji berkala sebesar Rp 6.500, retribusi penggantian buku uji berkala sebesar Rp 7.500 dan penggantian tanda samping Rp 2.000. Jika dikalkulasi, untuk kendaraan dengan JBB lebih dari 9000 kg, retribusi yang dibayarkan maksimal Rp 51.000. Sementara untuk kendaraan dengan tipe dibawahnya hanya Rp 46.000, dan Rp 41.000.

Terakhir, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika merasa dipungut melebihi peraturan.

“Silakan lapor langsung kepada saya, sertakan bukti foto, agar kemudian tidak fitnah. Jikalau benar akan kami tindaklanjuti,” tutupnya.

Editor: Supriyadi