Tim BPSMP Sangiran Lakukan Konservasi Temuan Fosil di Museum Lapangan Banjarejo

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran kembali melakukan konservasi fosil di museum lapangan di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Rencananya konservasi akan dilakukan selama 10 hari.

”Saat ini kegiatan konservasi sudah dilakukan sejak lima hari lalu. Targetnya diselesaikan dalam waktu 10 hari atau lima hari lagi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Jumat (23/3/2018).

Fosil yang ditemukan di tengah areal sawah itu berasal dari potongan tubuh beberapa jenis hewan purba. Antara lain, gajah, banteng, dan buaya. Setelah dilakukan pelebaran kotak eskavasi hingga ukuran 10×12 meter, ditemukan lebih banyak fosil hingga jumlahnya lebih dari 100 biji. Baik ukuran kecil, sedang maupun besar.

Pada bulan September 2017 lalu, semua fosil dalam kotak eskavasi sudah diangkat dari lokasi. Proses pengangkatan semua fosil butuh waktu hingga delapan hari.

Lamanya tenggat waktu pengangkatan itu disebabkan jumlah fosil yang ditemukan cukup banyak. Selain itu, proses pengangkatan juga butuh kehati-hatian dan ketelitian sehingga makan waktu cukup lama.

Sebelum diangkat, terlebih dulu dilakukan proses pembersihan sisa sedimen yang masih menempel pada fosil. Setelah dilakukan beberapa perlakuan, fosil kemudian dituangi cairan kimia polyurethane.

Penggunaan cairan kimia itu bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan pada fosil yang akan diangkat dari lokasi penemuan. Seperti, resiko terjatuh atau kena getaran saat dibawa ke tempat penampungan sementara. Fosil yang terbalut busa akan tetap utuh seperti aslinya.

Ketua tim konservasi BPSMP Sangiran Yudha Her Prima menyatakan, konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik. Dalam pengertian yang lain konservasi adalah suatu tindakan pelestarian yang dilakukan dengan cara memelihara, mengawetkan benda cagar budaya dengan teknologi modern sebagai upaya untuk menghambat proses kerusakan dan pelapukan lebih lanjut.

”Pada dasarnya kegiatan konservasi bertujuan untuk menjaga keberadaan dan kualitas cagar budaya agar dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang,” jelasnya.

Konservasi di Banjarejo dilakukan dengan melakukan pembukaan lapisan pengaman dan pembersihan fosil. Tahap selanjutnya, melapisi fosil dengan pareloid untuk pengerasan dan pengawetan. Untuk fosil yang kondisinya patah akan dilakukan penyambungan. Setelah itu, semua fosil yang sudah dikonservasi akan dicatat dan dimasukkan dalam data base.

”Jumlah fosil temuan sangat banyak dan sebagian kondisinya patah-patah. Sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk melakukan konservasi. Namun, dengan waktu 10 hari kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk merampungkan konservasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Bantaran Sungai Longsor, Jalan di Desa Kedungrejo Grobogan Terancam Patah

MuriaNewsCom, GroboganJumlah titik bantaran sungai Lusi di wilayah Grobogan yang terkena longsor makin bertambah. Hal ini menyusul adanya bantaran longsor di Dusun Ngrebo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi.

Sebelumnya, bantaran longsor sudah terdapat di Kecamatan Ngaringan, Wirosari, Kradenan, Pulokulon, dan Tawangharjo. Selain mengancam pemukiman, longsornya bantaran juga membahayakan infrastruktur jalan dan jembatan.

Longsornya bantaran di Dusun Ngrebo itu berdampak pada fondasi atau talud penahan bahu jalan. Secara bertahan, fondasi penahan itu tergerus dan saat ini panjang gerusan sudah berkisar 10 meter.

Jika tidak segera ditangani, longsornya bantaran bisa menyebabkan konstruksi jalan dari cor beton patah. Soalnya, pada titik fondasi yang tergerus, terlihat rongga dibawah bahu jalan.

“Untuk sementara, sebagian ruas jalan pada titik itu kami beri pembatas agar ada kendaraan melintas diatasnya. Hal ini kita lakukan karena jika ada kendaraan berat lewat bisa membahayakan konstruksi jalan,” kata salah satu perangkat Desa Kedungrejo Suprat, Jumat (23/3/2018).

Sebelumnya, ada 13 keluarga yang tinggal disekitar lokasi longsoran. Namun, saat hanya tinggal tujuh keluarga yang masih bertahan. Sedangkan enam keluarga lainnya sudah pindah ke lokasi yang lebih aman.

Suprat menjelaskan, pada awal tahun lalu pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sudah meninjau lokasi longsoran tersebut. Mereka juga sudah mengambil contoh tanah untuk diteliti.

”Sampai sekarang, kami tak mengetahui hasilnya. Saat mereka ke sini, kami disarankan untuk membuat proposal langsung ke BBWS Pemali Juana,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono mengatakan, saat ini memang banyak laporan adanya tebing maupun bantaran sungai Lusi yang longsor. Selain aset kabupaten, bencana longsor tersebut juga mengancam perumahan warga.

”Kami sudah berkirim surat ke BBWS Pemali Juana dan sampai saat ini memang belum ada tindakan penanganan yang signifikan. Untuk badan jalan yang mulai longsor di Dusun Ngrebo, akan segera kami perbaiki dengan dana pemeliharaan,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Lakukan Banyak Upaya, Pemkab Grobogan Kembali Targetkan Raih Piala Adipura 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan manargetkan bisa meraih kembali piala Adipura pada tahun 2018 ini. Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Moh Sumarsono, usai memimpin rakor persiapan penilaian Adipura tahap II yang dilangsungkan di ruang rapat wakil bupati, Jumat (23/3/2018).

Menurut Sumarsono, sejauh ini, Grobogan sudah berhasil meraih piala Adipura sebanyak empat kali. Yakni, pada tahun 2009, 2010, 2012 dan 2013.

Dalam edisi tiga tahun terakhir, piala Adipura tidak pernah didapatkan lagi. Salah satu factor utama kegagalan itu  adalah pengolahan yang dilakukan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi dinilai belum memenuhi persyaratan ramah lingkungan. Kondisi itu menjadikan poin yang didapat menjadi rendah karena pengolahan sampah di TPA masih dilakukan secara konvensional.

Pada tahun 2017, sudah dilakukan penataan pada TPA dengan dukungan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 20 miliar. Penataan dilakukan dengan melengkapi sarana dan prasarana pendukung di TPA. Setelah ada penataan, cara penanganan sampah saat ini sudah dilakukan dengan model controlled landfill yang lebih ramah lingkungan.

“Penanganan sampah di TPA sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, sampah sudah dikelola ramah lingkungan,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan adalah menggandeng semua komponen masyarakat serta instansi pemerintah dan swasta untuk ikut menyukseskan penilaian Adipura. Caranya, dengan menata lingkungan masing-masing agar bersih, rapi, asri serta penanganan sampahnya dilakukan dengan baik dan mendirikan bank sampah diberbagai tempat.

“Dalam rakor ini kita juga mengudang berbagai komponen masyarakat. Dengan melibatkan semua komponen masyarakat untuk berpartisipasi maka kesempatan meraih Adipura bisa lebih terbuka,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Takmir Masjid di Grobogan Ini Deklarasikan Diri Tolak Kegiatan Politik di Masjid

MuriaNewsCom, GroboganDeklarasi penolakan terhadap kegiatan politik di masjid dilakukan Takmir Masjid Asad Alif di jalan A Yani, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Jumat (23/3/2018).

Deklarasi dilakukan dengan membentangkan spandukbertuliskan “Menolak Masjid Untuk Kegiatan Politik”. Sebelum deklarasi, terlebih dulu diadakan ceramah dan doa bersama yang dipimpin salah satu Takmir Masjid Asad Alif KH Yono.

KH Yono menyatakan, masjid merupakan rumah Allah SWT yang harus dijaga dari hal-hal yang merendahkan. Oleh sebab itu, masjid hendaknya tetap terjaga sesuai dengan fungsinya sebagai tempat terhormat untuk mengagungkan Allah SWT.

Ia menjelaskan, sebagai tempat ibadah rutin, masjid memang bisa jadi tempat yang sangat strategis untuk mengumpulkan massa. Namun, jika menggunakan masjid sebagai arena politik dinilai sudah diluar konteks penggunaannya sebagai tempat beribadah.

“Seperti diketahui, tahun 2018 sampai 2019 merupakan tahun politik. Untuk itu, para takmir, pengurus masjid dan jamaah harus bisa mencegah agar tidak terjadi politisasi di masjid. Mari menjaga masjid-masjid dari aliran yang sejatinya bukan untuk menambah kemaslahatan tapi memecah belah umat karena kegiatan berpolitik praktis,” tegasnya.

Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim yang terbuka bagi semua latar belakang serta golongan. Untuk itu, masjid harus dijadikan sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan caci maki, menyampaikan ujaran kebencian serta ajakan permusuhan.

“Menghadapi pilkada ini, masjid justru harus berperan sebagai penyejuk di tengah panasnya atmosfer politik. Masjid tidak boleh digunakan sebagai ajang kampanye atau berpolitik,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Musrenbang, Penataan Kota Purwodadi Jadi Prioritas Utama Tahun 2019

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya untuk mempercantik wajah kota Purwodadi akan jadi salah satu skala prioritas pada tahun depan. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 tingkat kabupaten yang digelar di gedung Riptaloka, Kamis (22/3/2018).

Menurut Sri, salah satu target dalam masa kepemimpinannya adalah merubah wajah kota Purwodadi agar lebih cantik lagi melalui Gerakan Cantik Kotaku, Bersih Lingkunganku. Untuk mempercantik ibukota Kabupaten Grobogan itu akan dilakukan dengan merevitalisasi trotoar dan saluran drainase, penataan kawasan publik seperti alun-alun dan bundaran simpanglima. Upaya mempercantik kawasan kota juga akan dikerjakan dengan membangun taman baru, penataan tempat untuk PKL dan sarana publik lainnya.

“Kota Purwodadi harus jadi lebih cantik tahun depan. Setelah itu, penataan akan berlanjut ke ibu kota kecamatan. Untuk perbaikan infrastruktur jalan tetap akan kita lakukan,” katanya.

Prioritas lain yang akan dikerjakan pada tahun depan adalah meningkatkan ekonomi masyarakat melalui gerakan Usaha Produktif Rakyat Mandiri. Selanjutnya adalah peningkatan kualitas tujuan wisata dengan membuat sesuatu yang unik dari produk unggulan sehingga bisa mendatangkan daya tarik wisatawan.

Peningkatan kualitas SDM dalam bidang pendidikan dan kesehatan jadi prioritas lainnya serta pengentasan kemiskinan. Satu hal lagi yang jadi perhatian adalah pelaksanaan Pemilu 2019 dengan membuat gerakan Pemilu Adem, Rakyat Tentrem.

“Hasil musrenbang ini nantinya akan jadi dasar untuk menerapkan kebijakan yang akan dilakukan pada tahun 2019. Untuk itu masukan dari berbagai pihak kita perlukan dalam musrenbang ini. Seperti dari LSM, organisasi profesi, dan anggota DPRD,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Karang Taruna di Grobogan Dibekali Cara Bijak Gunakan Medsos

MuriaNewsCom, Grobogan – Para anggota karang taruna di Grobogan diharapkan agar bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial dan mewaspadai adanya berita bohong atau hoax. Hal itu disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo dihadapan puluhan anggota karang taruda dalam acara sosialisasi anti berita hoax di aula Mapolres, Kamis (22/3/2018).

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos. Termasuk di dalamnya adalah adik-adik dari karang taruna ini. Untuk itu perlu dilakukan berbagai pemahaman supaya bisa menggunakan medsos dengan bijak,” katanya.

Menurut Teddy, hadirnya medos disatu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, disisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada dibalik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan adik, teman atau saudara saat menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau smartphone.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Wibowo menyatakan, sosialisasi anti berita hoax sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu pada berbagai kalangan. Kali ini, sasaran sosialisasi ditujukan pada para pemuda yang nantinya akan jadi mitra Kamtibmas Polres Grobogan.

“Seiring perkembangan zaman dan teknologi, para pemuda dan dapat menyikapinya dengan memanfaatkan fasilitas tersebut kepada hal-hal yang bermanfaat. Penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak dan tidak menyebarkan berita-berita yang tidak benar atau hoax yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Seorang Kakek di Kalangdosari Grobogan Tewas Bunuh Diri di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria kembali ditemukan tersangkut sampah dipinggiran sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kamis (22/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Mbah Wiharjo (73).

Sehari sebelumnya, peristiwa penemuan mayat juga terjadi di aliran sungai lusi di desa tersebut. Korbannya juga warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat Mbah Wiharjo terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua orang kerabat korban. Yakni Muh Komari (20) dan Mustajab (22).

Saat itu, keduanya memang sedang mencari keberadaan korban karena sejak semalaman tidak pulang ke rumah. Saat dicari didalam rumah, ditemukan tulisan diatas meja berbunyi “Timbang panas, luwih becik mati’ yang ditulis menggunakan arang. Selama beberapa waktu terakhir, korban tinggal sendiri karena istrinya berada di Samarinda.

Pencarian Mbah Wiharjo sengaja dilakukan dengan menyusuri aliran sungai Lusi disebelah timur Bendung Dumpil. Tindakan itu dilakukan karena diduga korban bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sungai.

Setelah menyusuri sungai hampir dua jam, mereka akhirnya menemukan tubuh korban tersangkut sampah dipinggiran sungai. Selanjutnya, peristiwa itu dikabarkan pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian.

Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat. Setelah berada dilokasi, warga kemudian mengevakuasi mayat karena khawatir terseret arus sungai.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal tenggelam akibat tindakan bunuh diri.

“Tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Korban bunuh diri ke dalam sungai,” jelasnya.

Menurutnya, selain pesan yang ada di meja rumahnya, tindakan bunuh diri itu diperkuat dengan penemuan barang bukti yang melekat pada tubuh korban. Yakni, sarung berisi tiga buah batu cukup besar yang diikatkan pada bagian leher korban.

“Jadi, korban dengan sengaja mengaitkan sarung berisi batu ke lehernya. Setelah itu, korban menyeburkan diri ke sungai dan akhirnya meninggal. Korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Belasan Vocal Group Pramuka di Grobogan Berebut Juara di Ajang Lomba, Begini Suasananya

MuriaNewsCom, GroboganPramuka penegak di Grobogan ternyata punya kemampuan dalam bidang olah vocal. Hal ini terlihat dalam perhelatan Festival Vocal Group untuk pramuka penegak yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (21/3/2018).

Festival bertajuk Tembang Grobogan Bersemi itu diikuti 18 vocal group. Terdiri 14 peserta dari utusan kwarran, 3 dari sekolahan, dan 1 perguruan tinggi.

Dalam lomba tersebut, para peserta terlihat sangat bersemangat untuk menampilkan kebolehannya membawakan lagu yang diselingi dengan gerakan-gerakan atraktif. Ratusan penonton yang hadir tampak terhibur dengan jalannya lomba tersebut.

Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Ketua Kwarcab Agus Siswanto juga terlihat cukup senang saat melihat beberapa peserta naik panggung. Sebelumnya, Sri sempat didaulat untuk membuka festival vocal group yang baru pertama kali digelar ini.

Sri menyatakan, penyelenggaraan kegiatan itu merupakan upaya yang positif dalam menumbuhkan partisipasi generasi muda khususnya anggota Pramuka terhadap Kabupaten Grobogan.

“Kegiatan ini perlu diapresiasi dan nantinya akan jadi agenda rutin tahunan. Perlu diketahui, tembang Grobogan Bersemi adalah sebuah karya seni yang didalamnya berisi semangat untuk membangun Grobogan yang kita cintai ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun Kabupaten Grobogan,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Peringati 2 Tahun Memimpin Grobogan, Sri Sumarni Gelar Tasyakuran, Ini Catatanya

MuriaNewsCom, GroboganAcara tasyakuran sederhana digelar di rumah dinas Bupati Grobogan Sri Sumarni, Rabu (21/3/2018). Tasyakuran ini dilangsungkan dalam rangka memperingati dua tahun masa kepemimpinan Sri Sumarni.

Seperti diketahui, Sri Sumarni resmi dilantik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi Bupati Grobogan pada 21 Maret 2016 lalu. Pelaksanaan tasyakuran secara sederhana yang diawali dengan potong tumpeng dan makan bersama.

Acara tasyakuran juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan para pimpinan FKPD lainnya. Hadir pula, Sekda Moh Sumarsono dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BUMD serta karyawan dilingkungan setda.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur pemerintahan yang telah setia membantu menjalankan program kerja bersama dirinya selama dua tahun ini. Ia meminta agar jalinan kerjasama yang baik dan kompak tersebut terus dipertahankan.

“Terimakasih atas dukungan dari semuanya. Mulai jajaran FKPD, Pak Sekda, Kepala OPD dan seluruh karyawan yang sudah bersama-sama membangun Kabupaten Grobogan tercinta,” cetusnya.

Sri menegaskan, dalam dua tahun ini, sudah cukup banyak prestasi yang diraih dalam level Jateng maupun nasional. Namun, keberhasilan itu hendaknya tidak boleh membuat semuanya merasa puas. Sebaliknya, keberhasilan yang sudah didapat harus dijadikan cambuk untuk meraih prestasi lebih banyak lagi.

Selama dua tahun menjabat, lanjut Sri, sudah banyak dilakukan perbaikan infrastruktur jalan maupun fasilitas publik lainnya. Meski demikan, masih banyak pula PR yang butuh perhatian untuk dituntaskan.

“Masih banyak yang perlu kita kerjakan dan selesaikan bersama. Salah satunya adalah menekan angka kemiskinan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Editor: Supriyadi

Pamit Nonton Dangdut, Warga Kalangdosari Grobogan Ditemukan Tewas di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria ditemukan tersangkut rubuhan pohon bambu di pinggiran Sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Rabu (21/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua warga Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan Rubiyanto (29) dan Sudaryanto (28).

Saat itu, keduanya sedang mencari ikan dialiran sungai lusi yang kondisi airnya sedang surut. Saat sampai di Dusun Dumpil, Desa Kalangdosari, keduanya melihat ada sosok orang yang tersangkut rumpun bambu dipinggiran sungai.

Ketika didekati, sosok orang itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, kedua pencari ikan mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian. Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal karena tenggelam.

“Tidak ada bekas kekerasan. Meninggalnya korban, murni akibat tenggelam,” jelasnya.

Menurutnya, dua hari sebelumnya, Senin (19/3/2018) malam, korban sempat pamit pada keluarganya kalau mau nonton dangdut di kampung seberang sungai. Hingga dua hari, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga sempat mencari ke beberapa tempat. Namun, keberadaan korban tetap tidak ditemukan.

“Korban pergi dari rumah berjalan kaki lewat pinggiran sungai. Kemungkinan saat itu korban terpeleset dan akhirnya tenggelam,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Sempat Jadi Korban Skimming, Uang Nasabah BRI di Grobogan Akhirnya Diganti

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus berkurangnya saldo tabungan secara misterius atau skimming ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Kediri, Jatim saja. Seorang nasabah BRI di Grobogan juga sempat jadi korban skimming.

Korban skimming ini adalah Joko Purnomo (47), warga Dusun Karangrowo, Desa Suru, Kecamatan Geyer. Namun, setelah melaporkan pada pihak bank, uang milik nasabah BRI ini akhirnya sudah diganti dengan dimasukkan lagi ke dalam rekeningnya.

Menurut Joko, uangnya dalam tabungan mendadak berkurang pada 14 Februari lalu. Ia saat itu sempat kaget ketika ada pemberitahuan transaksi melalui pesan singkat yang masuk ke handphonenya sekitar pukul 02.30 WIB.

“Transaksi menyatakan ada penarikan sebesar Rp 1,25 juta sampai delapan kali. Kemudian, ada dua kali penarikan dengan nomilan masing-masing Rp 10 juta. Jadi totalnya berkurang Rp 30 juta,” ujarnya pada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Keesokan harinya, Joko melaporkan kejadian tersebut ke kantor BRI unit Geyer. Oleh BRI Geyer laporan itu kemudian diteruskan ke BRI Cabang Purwodadi hingga kantor pusat.

Saat melapor ke BRI cabang Purwodadi, dirinya diminta menghubungi call center BRI pusat. Saat menghubungi nomor itu, ia dijanjikan mendapatkan ganti rugi dalam waktu 20 hari.

Setelah 20 hari berlalu, Joko sempat merasa khawatir karena pengembalian uang yang dijanjikan belum diterima. Namun, akhirnya ia merasa lega karena uangnya yang hilang akhirnya diganti hari ini, Selasa (20/3/2018).

“Iya, hari ini tadi, uang yang hilang sudah diganti pihak BRI. Meski sudah dikembalikan, saya tetap khawatir kalau kejadian tersebut terulang lagi. Pihak bank juga sudah mengimbau pada saya agar hati-hati saat bertransaksi menggunakan kartu ATM,” sambungnya.

Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha menyatakan, persoalan yang menimpa salah satu nasabahnya itu langsung ditangani kantor pusat. “Semua proses penyelesaian ditangani kantor pusat di Jakarta. Saat ini, sudah diselesaikan dan uang yang bersangkutan sudah diganti,” katanya.

Editor: Supriyadi

Velg Jebol, Truk Tangki Tabrak Pohon Peneduh di Jalan A Yani Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan tunggal menimpa sebuah truk tangki yang sedang melaju di jalan A Yani Purwodadi, Selasa (20/3/2018). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kejadian ini sempat mengagetkan warga sekitar dan pengendara lainnya.

“Tadi sempat terdengar suara benturan keras. Saya kira ada kendaraan tabrakan. Ternyata truk tangki nabrak pohon,” kata Bambang, warga sekitar lokasi kejadian.

Truk dengan nomor polisi H 1558 JA itu dikemudikan Soleh (50), warga Mranggen, Demak. Sebelum mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.30 WIB, truk tangki bermuatan minyak goreng itu masih melaju normal dari arah Barat.

Sesampai dilokasi, velg depan sebelah kiri mendadak jebol. Kondisi ini menyebabkan sopir truk kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon.

Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan truk ringsek dan kaca depan pecah. Tidak lama setelah kecelakaan terjadi, sopir truk terlihat sudah keluar sendiri dari dalam kendaraannya.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, saat kejadian, truk diperkirakan melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam. Kecelakaan yang terjadi hanya menimpa satu kendaraan saja dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

“Truk tadi rencananya mau ngantar muatan ke tempat pelanggannya di Purwodadi. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan kena musibah akibat jebolnya velg kendaraan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sudah Diberi Pembekalan, TPK di Desa Jangan Sampai Terjerat Masalah Hukum

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pencegahan terjadinya penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan tahun 2018 dilakukan Pemkab Grobogan ternyata tidak hanya untuk pekerjaan yang ada di lingkup SKPD saja. Namun juga menyasar pada proyek pembangunan yang ada di level desa-desa.

Hal ini terlihat dengan digelarnya acara pembekalan pada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pengadaan barang dan jasa di tingkat desa selama tiga hari di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Pembekalan pada TPK di 19 dilakukan secara bergelombang dari 19-21 Maret. Pembekalan yang dibuka Sekda Grobogan Moh Sumarsono itu menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten pada bidangnya.

“Seperti kita ketahui, alokasi dana pembangunan di desa sekarang ini nilainya juga cukup besar dan sebagian dikerjakan secara swakelola. Untuk itu, sebelum melaksanakan pekerjaan, kami perlu memberikan pembinaan agar pelaksana kegiatan di desa tidak ada rasa ketakutan dan lebih memahami aturan,” kata Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, aparatur desa harus dibekali pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan untuk mengelola APBDes secara baik dan benar. Peran TPK dinilai sangat membantu tanggung jawab kepala desa selaku pengguna anggaran.

Terkait pengadaan barang dan jasa, TPK harus mengetahui aturan yang berlaku. Antara lain mengenai Peraturan Kepala LKPP Nomor 13 tahun 2013 dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 14 Tahun 2014 tentang pedoman tata cara pengadaan barang dan jasa di desa.

Ia menambahkan, pembekalan tersebut, merupakan tindak lanjut dari komitmen dengan TP4D dari aparat penegak hukum dengan harapan agar semua pekerjaan bisa tepat waktu dan cepat terselesaikan. Dengan upaya ini diharapkan pelaksanaan proyek tahun 2018 tidak akan ada penyimpangan.

Editor: Supriyadi

Besok, Jalan Raya Purwodadi-Semarang Ditutup Selama 1 Jam, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan jalan utama Purwodadi-Semarang rencananya akan dilakukan Rabu (21/3/2018) besok. Hal itu disampaikan Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto lewat rilis yang disampaikan pada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, penutupan jalan utama dilakukan sekitar satu jam pada perlintasan Stasiun Mranggen, Demak. Yakni, mulai pukul 08.30 WIB atau setelah KA 162 atau KA Ambarawa Ekspress relasi Semarang Pocol – Surabaya Pasar Turi meninggalkan Stasiun Mranggen dan masuk Stasiun Tegowanu,

Penutupan dilakukan terkait adanya pekerjaan jalur rel bagian hulu disekitar perlintasan. Yakni, pergantian rel sepanjang 25 meter spoor, pergantian bantalan rel 29 buah dan perbaikan kultur jalan raya selebar 17 meter dengan luas cakupan 51 meter persegi. Pekerjaan ini akan melibatkan 25 pertugas proyek.

Sebagai dampak pekerjaan perbaikan ini, maka akan dilakukan penutupan jalan raya di pelintasan PJL 17 (ganepo) selama 1 jam. Yakni, mulai jam 08.30 hingga 09.30 WIB. Kemudian, jalur rel kereta api bagian hulu juga ditutup selama 2 jam, mulai jam 08.30 sampai 10.30 WIB.

“Dampak penutupan jalan raya hanya sekitar satu jam saja terkait adanya pekerjaan disana. Kepada para pengguna jalan raya yang melintas di kawasan itu, kami mohon harap maklum dan dipersilahkan menggunakan jalur jalan raya alternatif yang telah disiapkan Polsek Mranggen,” jelasnya.

Menurut Suprapto, untuk sepeda motor dan mobil kecil dari arah timur (Purwodadi) dialihkan melalui RRI Kuripan ke selatan – Wonosekar – Sumberejo – Kangkung – Pertigaan Kauman – Mranggen – Semarang. Untuk kendaraan dari arah barat (Semarang) jalurnya dialihkan lewat Pasar Sepeda Mranggen ke utara – Perempatan Pasar Waru – Pertigaan Tumpi – Perempatan Pasar Karangawen arah Purwodadi.

Bagi kendaraan besar sejenis truk tronton, bus besar, truk muatan barang agar melewati jalur yang disarankan. Yakni, dari arah barat (Semarang) melalui pertigaan Pedurungan kekiri – Bangetayu – Genuk arah pantura Demak. Kemudian, dari arah timur (Purwodadi) dialihkan lewat pertigaan Godong (Grobogan)- Dempet – masuk jalur lingkar Demak pantura.

Editor: Supriyadi

Diresmikan, Rumah Kreatif Grobogan Terbuka untuk Pengembangan Kreatifitas Warga

MuriaNewsCom, GroboganSarana untuk mewadahi berbagai kreatifitas warga Grobogan saat ini sudah tersedia. Yakni, keberadaan rumah kreatif Grobogan di jalan DI Panjaitan Purwodadi yang diresmikan hari ini, Selasa (20/3/2018).

Peresmian rumah kreatif ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Kepala Dinas Koperasi UMKM Grobogan Aditya Wahyu Wardana. Hadir dalam acara tersebut, Kajari Grobogan Edi Handojo dan perwakilan FKPD lainnya serta sejumlah pejabat terkait.

Rumah kreatif itu dulunya merupakan kantor Dinas Sosial Grobogan. Sejak beberapa bulan lalu, bangunan kantor dirombak sedemikian rupa dan digunakan jadi rumah kreatif.

Dalam rumah kreatif itu terdapat banyak ruangan. Antara lain, ruang pamer produk, ruang internet, ruang pertemuan dan beberapa ruangan kecil lainnya.

Kemudian, ada satu ruangan cukup luas khusus untuk sarana kuliner khususnya memasak. Pada ruangan ini terdapat sarana dan prasarana cukup lengkap untuk memasak.

Ketua Komunitas Kreatif Grobogan Suwoto menyatakan, pembuatan rumah kreatif dilakukan dengan bantuan dana dari Badan Ekonomi Kratif (Bekraf) senilai Rp 2,7 miliar. Dari dana itu, sebanyak Rp 1,8 miliar digunakan untuk revitalisasi sarana dan prasarana rumah kedelai dan kelengkapan IT. Sedangkan dana Rp 900 juta khusus untuk penyediaan sarana diruang workshop kuliner.

“Adanya rumah kreatif ini tentunya merupakan kabar gembira buat warga Grobogan yang saat ini punya beragam kreatifitas. Ada 16 sub sektor ekonomi kreatif yang bisa memanfaatkan fasilitas disini dan tidak dikenakan biaya. Jadi, mari kita manfaatkan bersama rumah kreatif ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

4 Rumah Warga Kaliwenang Grobogan Rusak Diterjang Puting Beliung

MuriaNewsCom, GroboganBencana angin puting beliung melanda Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Senin (19/3/2018). Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada lima rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang akibat terjangan angin.

Camat Tanggungharjo Joko Mulyono menyatakan, musibah angin lisus berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Angin lisus ini menerjang perkampungan bersamaan dengan turunnya hujan deras diwilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB.

Dijelaskan, rumah yang rusak masing-masing milik Joko Pramono (65), Harjoko (45), Mbah Karsini (80), dan Hartono (50). Keempat rumah ini rusak sebagian karena tertimpa pohon.

Selain rumah rusak tertimpa pohon, ada sekitar puluhan rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak angin menyebabkan genting rumah warga tersebut kocar-kacir dan berjatuhan ke tanah.

“Laporan sementara ada empat rumah rusak sedang dan puluhan rumah rusak ringan pada bagian genting atau atap,” katanya.

Joko menyatakan, dampak pohon tumbang akibat terjangan angin juga sempat menghalangi jalan raya. Kemudian, pohon tumbang juga menimpa kabel listrik dan telpon. Pihaknya bersama instansi lainnya masih melakukan pendataan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material belum bisa kita sampaikan karena masih didata dulu,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Temui Hambatan saat Gunakan Kartu Tani, Ini Solusinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebagian besar jatah kartu tani yang digunakan untuk penebusan pupuk bersubsidi oleh petani memang sudah dibagikan. Namun, dalam perjalanannya masih terdapat kendala sehingga penggunaan kartu tani belum bisa dilakukan optimal. Hal itu terungkap dalam rakor komisi pengendalian pupuk dan pestisida (KP3) Grobogan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Senin (19/3/2018).

Pelaksanaan rakor dibuka dan dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula Dandim 0717 Purwodadi Letkol Teguh Cahyadi dan perwakilan FKPD terkait. Hadir pula para anggota KP3 hingga level kecamatan, perwakilan BRI, Disperindag, bagian perekonomian, penyuluh, produsen dan distributor pupuk.

Hingga saat ini, sebagian penerima masih banyak yang belum bisa menggunakan kartu tani untuk penebusan pupuk. Penyebabnya, ada yang terkendala sambungan internet. Kemudian, belum diaktivasinya kartu tani sehingga tidak bisa digunakan transaksi. Selain itu, banyak yang tidak bisa mengoperasikan kartu pada alat gesek elektronik.

Terkait dengan kondisi di lapangan, Sri Sumarni meminta agar untuk sementara, petani yang sudah punya kartu tani masih bisa menebus secara tunai seperti sebelumnya. Nanti, jatah pupuk petani harus dicatat sehingga datanya jelas.

“Jadi, sambil jalan, bisa pakai penebusan seperti biasa dulu. Nanti pengecer wajib mencatat transaksinya untuk dilaporkan ke dinas pertanian dan admin kartu tani. Demikian pula dengan petani yang belum dapat kartu tani tetapi sudah terdata dalam RDKK juga bisa menebus pupuk secara manual,” katanya.

Menurut Sri, penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi merupakan sebuah kebijakan baru. Jadi, memang butuh waktu bagi para petani untuk bisa menggunakan kartu tani yang pengoperasiannya berbasis teknologi tersebut.

Ia menyatakan, pengawasan dalam distribusi pupuk bersubsidi harus dilakukan dengan optimal guna mencegah terjadinya penyimpangan. Langkah tersebut perlu dikerjakan mengingat kebutuhan pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi pertanian.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menegaskan jika para petani tidak perlu khawatir mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Soalnya, alokasi pupuk yang didapat dinilai mencukupi.

“Saat ini banyak petani mulai membutuhkan pupuk karena sedang musim tanam padi. Hal ini sudah kita perhitungkan dan kebutuhan pupuk semaksimal mungkin akan dicukupi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Gagalkan Tindak Pencurian, Anggota Babinsa di Grobogan ini Diberi Penghargaan Kapolres

MuriaNewsCom, GroboganSerka Nurfaizin, seorang Babinsa yang bertugas di Koramil Penawangan menerima penghargaan dari Kapolres Grobogan AKPB Satria Rizkiano. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Nurfaizin dalam menggagalkan tindak pencurian di sebuah bengkel motor di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, beberapa waktu lalu.

Peghargaan tersebut diserahkan Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa, Senin (18/3/2018). Pemberian reward dilakukan usai upacara di halaman Mapolres yang diikuti seluruh personil Polres Grobogan.

Selain Nurfaizin, ada empat orang lagi yang menerima penghargaan dengan prestasi berbeda. Yakni, Kadishub Grobogan Agung Sutanto atas kinerjanya membantu pihak kepolisian dalam upaya menciptakan kamseltibcarlantas melalui penyediaan sarana dan prasarana jalan.

Kemudian, Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi yang berhasil menjalin kemitraan dengan masyarakat. Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Klambu Aiptu Panca Nurwahudi atas prestasinya dalam penanganan kasus tindak pidana pemerasan dan pelanggaran Undang-Undang darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 secara cepat dan tuntas.

Satu lagi adalah anggota Bag Ren Polres Grobogan Brigpol Wawan Ivo Mahendra atas kinerjanya membawa Polres Grobogan meraih peringkat pertama terbaik pengelolaan keuangan tingkat Satker KPPN Purwodadi TA 2017.

Dalam sambutannya, Wakapolres menegaskan, untuk menjaga situasi wilayah aman dan kondusif tidak hanya tertumpu pada bhabinkamtibmas, tapi juga seluruh anggota kepolisian dan semua komponen masyarakat. Termasuk dengan jajaran TNI dan instansi lainnya.

“Pada intinya kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas. Selaku aparat, kita juga harus benar-benar bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Selesai Jalani Diklatsar, 350 Pemuda di Grobogan Resmi Jadi Anggota Banser Baru

MuriaNewsCom, GroboganJumlah anggota Banser Grobogan saat ini bertambah lagi. Hal ini menyusul adanya 350 pemuda yang lolos dalam pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) Banser.

Diklatsar ini dilangsungkan selama tiga hari, dari 16 Maret hingga Senin (19/3/2018) dini hari tadi. Proses terakhir ditandai dengan pembaiatan kader peserta diklatsar yang dilakukan di halaman gedung NU Grobogan.

Acara penutupan diklatsar dihadiri Kasatkorwil Banser Jateng Muhtar Makmun atau yang lebih dikenal dengan nama Naga Bonar. Hadir pula Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni dan Kasatkorcab Banser Grobogan M Surajuddin.

Menurut Fatoni, untuk menjadi kader banser memang harus melalui diklatsar terlebih dahulu. Dalam diklatsar tersebut, calon kader akan mendapat serangkaian pendidikan dan pelatihan fisik maupun mental serta pengetahuan lainnya.

”Selain diklatsar untuk kader banser, kita juga melakukan kegiatan pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) bagi anggota Ansor. Peserta PKD ada 56 orang,” jelasnya.

Kasatkorwil Banser Jateng Muhtar Makmun mengingatkan para sahabat ansor dan banser untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kadernya diminta terus memperjuangkan sistem pemerintahan saat ini yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

”Kader Banser juga harus bisa mandiri. Jadi anggota Banser jangan mengharapkan dapat gaji atau fasilitas karena ini sebuah pengabdian,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Rumah di Kalangbancar Grobogan Rusak Diterjang Lisus

MuriaNewsCom, GroboganBencana angin puting beliung melanda Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer, Minggu (18/3/2018). Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada tujuh rumah warga mengalami kerusakan cukup parah atau kategori sedang akibat terjangan angin yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Angin lisus ini menerjang perkampungan bersamaan dengan turunnya hujan deras diwilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB.

Camat Geyer Aries Ponco Wibowo menyatakan, rumah rusak sedang masing-masing milik Pujiati (65), Sastro (70), Sarmin (60), Karsidi (45) yang ada di Dusun Kalang RT 3, RW 1. Kemudian, dua rumah lainnya milik Margo (48) dan Suparti (48) di Dusun Mincil RT 3, RW 2.

Selain rusak sedang, ada sekitar 220 rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak angin menyebabkan genting rumah warga tersebut kocar-kacir dan berjatuhan ke tanah.

”Laporan sementara ada tujuh rumah rusak sedang dan sekitar 220 rumah rusak ringan pada bagian genting atau atap,” katanya.

Aries menyatakan, pihaknya bersama instansi lainnya masih melakukan pendataan. Namun, pendataan dilapangan masih terkendala dengan padamnya aliran listrik.

”Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material belum bisa kita sampaikan karena masih didata dulu,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Kreatif, Pelukis di Grobogan Ini Manfaatkan Styrofoam Bekas Jadi Bahan Warna

MuriaNewsCom, GroboganBahan warna yang digunakan untuk membuat sebuah lukisan lazimnya menggunakan cat air atau cat minyak. Namun, yang dipakai Didik Budiarto dalam membuat sebuah lukisan boleh dibilang cukup nyleneh.

Pelukis berusia 37 tahun itu membuah bahan warna sendiri untuk membuat lukisan suliet wajah. Menariknya, bahan warna itu dibuat dengan memanfaatkan styrofoam atau gabus bekas.

Proses pembuatan warna cukup sederhana. Jika styrofoam yang didapat masih polos maka terlebih dulu dicat dengan cat tembok sesuai warna yang diinginkan. Setelah dikeringkan beberapa saat, styrofoam yang sudah ada warnanya itu selanjutnya dicelup dalam wadah berisi bensin atau tinner.

Untuk styrofoam bekas yang kebetulan sudah ada warnanya maka tinggal dimasukkan saja dalam wadah. Saat dimasukkan dalam wadah ini, styrofoam akan hancur dan bensin akan berubah warnanya. Bahan inilah yang nantinya akan digunakan untuk cat pada lukisan.

Didik biasa membuat lukisan siluet wajah pada kanvas berukuran 30×40 centimeter. Tahap awal, ia membuat sketsa lebih dulu pada kanvas. Setelah itu, kain kanvas ditutup dengan lapisan warna yang diinginkan. Untuk gambar siluet wajah digunakan warna hitam.

“Dalam membuat lukisan ini saya lebih dominan pakai wana hitam. Jadi, styrofoam bekas lebih banyak saya olah jadi warna hitam,” jelas bapak dua anak itu.

Didik Budiarto sedang membuat lukisan siluet wajah menggunakan bahan warna yang dibikin dari styrofoam bekas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat ditemui wartawan, Didik sempat mempraktekkan proses pembuatan warna dari bahan styrofoam hingga selesai membuat satu lukisan. Waktu yang diperlukan dari awal hingga selesai hanya sekitar 40 menit saja.

Pembuatan lukisan dari bahan warna unik itu baru dilakukan awal tahun 2018 lalu. Ide pembuatan warna itu muncul setelah ia menemukan banyak sampah styrofoam yang tidak termanfaatkan. Disisi lain, sampah styrofoam itu sangat sulit terurai secara alami sehingga akan menyebabkan persoalan bagi lingkungan jika dibuang sembarangan.

“Sampah styrofoam ini tidak bisa hancur ratusan tahun meski dipendam dalam tanah. Jadi, barang ini saya piker harus bisa dimanfaatkan untuk mengurangi dampak lingkungan,” kata pria yang juga memiliki bank sampah itu.

Meski pembuatan lukisan menggunakan bahan warna dari Styrofoam bekas itu baru dilakukan dua bulan namun hasilnya dinilai diluar dugaan. Sejak dikenalkan pada teman atau lewat media sosial, order pembuatan lukisan langsung meningkat pesat. Bahkan, sejumlah pejabat Pemkab Grobogan juga ikut pesan lukisan.

Seorang pemesan sedang mengambil lukisan siluet wajah yang sudah dibikin Didik Budiarto. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Responnya sangat mengangetkan. Tiap hari banyak order datang. Dalam sehari kadang saya bisa bikin sampai 12 lukisan,” katanya.

Pembuatan lukisan tidak hanya dilakukan dirumahnya saja di Jalan Soponyono V, depan Taman Makam Pahlawan Purwodadi. Terkadang, Didik juga menyelesaikan order lukisan di tempat Bank Sampah Pucang Berdaya di Kelurahan Grobogan. Pembuatan lukisan dilokasi ini dilakukan dalam rangka mengajarkan ilmunya pada pengurus bank sampah tersebut.

Untuk pembuatan lukisan, Didik tidak mematok harga mahal. Sebuah lukisan siluet satu wajah dihargai Rp 50 ribu tanpa pigura. Untuk lukisan siluet dua wajah ongkosnya tambah Rp 10 ribu atau jadinya Rp 60 ribu.

“Biaya bikin lukisan murah meriah. Saya tidak mencari banyak keuntungan dalam membuat lukisan ini. Dapat sedikit yang penting lancar,” cetusnya.

Rencana ke depan, Didik masih punya satu obsesi lagi. Yakni, membuat kanvas untuk melukis dari bahan bekas. Saat ini, bahan kanvas yang digunakan masih harus beli.

Editor: Supriyadi

Kepergok Si Pemilik, Pencuri Apotek di Klampok Grobogan Nyaris Dihakimi Warga

MuriaNewsCom, GroboganPolisi dibantu puluhan warga Desa Klampok, Kecamatan Godong berhasil meringkus seorang pelaku percobaan pencurian yang terjadi di wilayah tersebut, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diamankan sekitar pukul 01.30 WIB adalah Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum ditangkap, pelaku yang mengendarai mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG terlihat berhenti di Apotek Mitra Sehat di jalan raya Purwodadi-Semarang. Setelah itu, pelaku bermaksud melakukan tindak pencurian di dalam apotek dengan cara memanjat tembok dan menjebol plafon.

Namun, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Mendengar teriakan ini, warga sekitar yang masih terjaga langsung berdatangan. Tidak lama kemudian sejumlah anggota Polsek Godong yang sedang patroli juga sudah tiba di lokasi kejadian. Melihat kondisi ini, pelaku kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan pelaku percobaan pencurian tersebut. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, pelaku juga pernah melakukan aksi pencurian serupa dilokasi lain.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku. Kemudian ada satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sudah Cair,  Ini yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Dana Desa 2018

MuriaNewsCom, GroboganDana desa tahun 2018 untuk tahap pertama sudah mulai disalurkan ke rekening desa. Pada pencairan tahap pertama ini besarnya 20 persen dari nilai dana desa yang diterima.

“Penyaluran dana desa tahap pertama sudah dilakukan sejak awal Februari lalu. Saat ini, hampir semua desa sudah menerima penyaluran untuk tahap pertama,” jelas Kepala Dispermasdes Grobogan Sanyoto, Sabtu (17/3/2018).

Pada tahun 2018 ini, Pemkab Grobogan mendapat kucuran dana desa  sebesar Rp 248 miliar lebih. Dibandingkan tahun 2017, besarnya dana desa yang didapat tahun ini naik sekitar Rp 19 miliar.

Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa yang ada di Grobogan. Adapun nilai yang diterima berbeda-beda, tergantung kondisi desa.

Dari perhitungan yang dilakukan, besarnya dana desa paling sedikit nilainya sekitar Rp 685 juta. Sedangkan nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,5 miliar.

“Pencairan dana desa 2018 dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama 20 persen, kemudian tahap kedua dan ketiga nilainya sama, yakni 40 persen,” terangnya.

Menurut Sanyoto, kerkait penggunaan dana desa tahun ini, ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan agar pelaksanaan dana desa tahun 2018 dilakukan dengan skema padat karya tunai (Cash for Work).

Hal ini dimaksudkan agar dana desa mampu meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kerja produktif dengan memanfaatkan sumber daya alam, tenaga kerja, dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai tersebut berdasarkan pada asas “Dari, Oleh dan untuk Masyarakat”.

“Untuk itu, pelaksanaan kegiatannya harus benar-benar swakelola yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan tidak menggunakan teknologi tinggi seperti ready mix karena mengurangi pemberdayaan. Hal ini hendaknya benar-benar diperhatikan oleh kepala desa dalam penggunaan dana desa tahun 2018,” tegas mantan Camat Gubug itu.

Selain melaksanakan Padat Karya Tunai, para kepala desa diminta tidak  mengalokasikan dana desa sepenuhnya untuk pembangunan fisik saja. Tetapi, juga menyalurkan untuk kegiatan lain. Khususnya yang berkaitan dengan masalah pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

“Seperti kita ketahui, mayoritas warga Grobogan ini berkecimpung dalam sektor pertanian. Jadi, penggunaan sebagian dana desa bisa dialokasikan untuk bidang pertanian. Salah satunya adalah pembuatan embung pertanian untuk menangkap air. Adanya embung akan bermanfaat bagi desa yang selama ini langganan kekeringan saat kemarau,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ruas Jalan Rusak Milik Provinsi Jateng di Wilayah Grobogan Mulai Diperbaiki

MuriaNewsCom, Grobogan – Perbaikan sejumlah ruas jalan rusak milik Provinsi Jateng yang ada di wilayah Grobogan mulai dilakukan sejak beberapa hari lalu. Antara lain, di ruas jalan menuju Kudus di wilayah Kecamatan Brati.

Kemudian perbaikan ruas jalan rusak juga mulai dikerjakan di jalan Purwodadi Semarang di wilayah Kecamatan Godong. Sebelumnya, perbaikan jalan sudah dimulai lebih dulu di jalan Gajah Mada Purwodadi yang statusnya juga milik provinsi.

Perbaikan ruas jalan dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk membongkar beton. Adanya proses perbaikan jalan rusak ini sempat menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat karena kendaraan harus melaju bergantian. Kemacetan terlihat cukup panjang saat jam-jam sibuk.

“Ruas jalan itu rusak karena beton cor pecah dan harus dibongkar. Setelah itu akan kita cor beton ulang. Kami mohon maaf atas gangguan ini. Kami imbau pada para pengendara untuk lebih bersabar saat melewati titik perbaikan jalan tersebut,” kata Kepala BPT Dinas Bina Marga dan Cipta Karya wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono, Jumat (16/3/2018).

Ia mengatakan, perbaikan jalan di Godong dilakukan pada sembilan segmen dengan ukuran 6 x 3,5 meter untuk ruas jalan tersebut. Pemeliharaan rutin jalan masing-masing dianggarkan sebesar Rp 175 juta.

Perbaikan jalan juga dilakukan di ruas jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di wilayah Kecamatan Brati. Di ruas tersebut, perbaikan ruas jalan rusak dilakukan pada 10 segmen.

“Perbaikan ruas jalan rusak baru kita mulai. Perbaikan ini kami targetkan sudah rampung sebelum bulan Ramadan nanti,” katanya.

Editor: Supriyadi

Bupati Minta Dalang Asal Rembang Mau Tularkan Ilmu pada Dalang Muda di Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganDalang senior Ki Sigit Ariyanto diminta membantu meningkatkan kemampuan dalang lokal yang ada di Grobogan. Permintaan itu dilontarkan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka pertunjukan wayang kulit di halaman setda, Kamis (16/3/2018) malam. Pagelaran wayang ini dilangsungkan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan.

“Selama ini, Ki Sigit sudah sering tampil di Grobogan. Selain menghibur penggemar wayang kulit, saya berharap juga bisa menularkan ilmu pedalangan pada dalang lokal yang ada disini,” katanya.

Menurut Sri, hingga saat ini potensi dalang yang tergabung daam wadah Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Grobogan masih bisa ditingkatkan. Selama ini, dalang-dalang lokal itu masih mendapatkan kesempatan tampil rutin dalam ajang pentas wayang kulit di pendopo kabupaten yang digelar tiap malam Jumat Kliwon.

“Kemampuan dalang lokal ini sebenarnya cukup bagus. Dengan tambahan ilmu dari dalang senior seperti Ki Sigit. Saya yakin kemampuan dalang lokal ini nanti bakal bertambah pesat dan lebih dikenal pecinta wayang kulit,” imbuhnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Ki Sigit menyatakan siap membantu menularkan ilmu yang dimiliki pada dalang lokal di Grobogan. Ia menilai, kemampuan beberapa dalang lokal sudah cukup mumpuni. Hanya saja, mereka perlu tambahan inovasi, kreasi dan jam pentas serta ketekunan berlatih.

Sementara itu, pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Srikandi Krido berlangsung meriah. Ratusan warga dari berbagai kecamatan hadir menyaksikan pentas wayang hingga usai. Pentas wayang makin ramai dengan hadirnya dagelan atau pelawak Gareng dari Semarang.

Editor: Supriyadi