Malam Ini, D’Masiv Bakal Bakal Ramaikan Alun-alun Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKabar gembira buat penggemar group band ternama D’Masiv. Grup band asal ibukota itu dijadwalkan akan tampil di alun-alun Purwodadi, Sabtu (31/3/2018) malam.

Dari pantauan dilapangan, sebuah panggung besar sudah mulai didirikan di alun-alun sejak dua hari lalu. Hingga siang tadi, persiapan sudah mendekati 100 persen. Bahkan, selepas dhuhur sudah dilakukan cek sound dipanggung utama.

“Pentas musik dimulai 16.00 WIB tadi. Untuk pentas sore tadi diisi band penghibur dulu,” jelas Andreas, salah satu panitia pertunjukkan musik itu.

Untuk jadwal pentas D’Masiv diagendakan mulai jam 21.00 WIB. Sebelumnya, akan tampil band HIVI terlebih dulu.

“Pentas musik ini dilangsungkan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan. Untuk lihat pentas nanti tidak dipungut biaya,” sambung Andreas.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anak TK di Grobogan Diajari Cara Memadamkan Kebakaran

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan siswa PAUD dan TK dari beberapa sekolahan mendapat pembekalan seputar masalah kebakaran di halaman kantor Damkar Grobogan, Sabtu (31/3/2018). Pembekalan diberikan secara bergantian oleh beberapa petugas damkar.

Pada tahap awal, petugas memberikan materi seputar masalah kebakaran. Antara lain, soal penyebab kebakaran yang selama ini sering terjadi. Kemudian, tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran juga diberikan pada siswa tersebut.

“Harap adik-adik ketahui, kebakaran itu seringkali terjadi karena kecerobohan. Oleh sebab itu, jangan pernah bermain-main dengan api ketika ada di rumah,” pesan Agus, salah satu petugas damkar dihadapan puluhan siswa tersebut.

Petugas juga memberikan materi mengenai cara-cara memadamkan api. Dalam sesi ini, sebagian siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang tidak pernah didapat dibangku sekolah tersebut.

Sementara sebagian lagi terlihat agak takut ketika petugas menyalakan api untuk pelajaran praktik. Petugas juga mengenalkan pada para siswa tentang mobil pemadam kebakaran dan mereka diperbolehkan naik diatas kendaraan tersebut.

Kasi Damkar Grobogan Paiman menyatakan, pihaknya sangat senang dengan inisiatif dari pihak sekolah untuk dikenalkan cara-cara memadamkan kebakaran. Dengan langkah itu, para siswa itu setidaknya sudah punya bekal pengetahuan awal. Diharapkan dengan upaya ini setidaknya bisa membantu meminimalkan terjadinya musibah kebakaran. Terutama yang disebabkan kecerobohan akibat bermain-main dengan api.

“Selama ini, sudah banyak yang minta diadakan pelatihan. Terus terang kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah ini. Pelatihan ini saya kira sangat bermanfaat bagi guru dan muridnya,” ujarnya.

Ia berharap agar sekolah-sekolah di tingkatan yang lebih tinggi yakni SMP dan SMA bisa mengikuti langkah serupa. Hal itu dinilai lebih baik lagi karena secara fisik mereka sudah lebih kuat. Sehingga ketika ada kebakaran didekatnya bisa lebih maksimal membantu penanganan dibandingkan dengan anak PAUD atau TK .

Editor: Supriyadi

Ditolak Pedagang, Revitalisasi Pasar Kuwu Grobogan Terancam Gagal

MuriaNewsCom, GroboganRencana revitalisasi Pasar Kuwu di Kecamatan Kradenan yang akan dilakukan tahun ini terancam gagal. Hal ini seiring adanya penolakan dari paguyuban pedagang terkait bakal dilakukannya proyek revitalisasi.

Informasi yang didapat menyatakan, beberapa waktu lalu, perwakilan pedagang bahkan sudah sempat melakukan audensi dengan komisi B DPRD Grobogan. Dalam aspirasinya, pedagang keberatan terkait konsep revitalisasi pasar. Yakni, tempat berjualan pedagang akan dibangun dengan model prototipe yang terkesan lebih modern.

Dengan konsep ini, tempat berjualan dinilai justru terlihat menjadi lebih sempit. Pedagang menghendaki agar pembangunan lapak berjualan dilakukan seperti semula sehingga tempatnya terlihat longgar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Grobogan Karsono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya keberatan dari peguyuban pedagang Pasar Kuwu terkait bakal adanya proyek revitalisasi. Dengan adanya keberatan itu maka proyek revitalisasi akan dialihkan ke lokasi lain yang memungkinkan.

Karsono menjelaskan, pada tahun ini, pihaknya mengajukan bantuan revitalisasi tiga pasar ke kementerian terkait. Yakni, Pasar Kuwu, Pasar Wirosari dan Pasar Unggas Glendoh Purwodadi dengan alokasi anggaran masing-masing senilai Rp 8 miliar.

Pada tahun 2017, pihaknya sudah mendapat proyek revitalisasi untuk Pasar Tegowanu dan Grobogan. Masing-masing, nilainya Rp 6 miliar.

Untuk teknis pelaksanaan revitalisasi memang dilakukuan dari kementerian. Termasuk konsep bangunannya juga sudah disiapkan pihak kementerian dengan model prototipe.

“Desain untuk revitalisasi pasar memang modelnya prototipe. Untuk revitalisasi di Pasar Grobogan yang sudah jadi akhir tahun 2017 lalu juga seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun 2016 lalu, pihak kementerian juga sudah menyalurkan dana untuk rehab bagian kios depan di Pasar Kuwu dan Pasar Wirosari. Rencananya, pada tahun 2018, penataan akan dilanjutkan dengan revitalisasi pasar keseluruhan.

Editor: Supriyadi

Keren!! Guru SDN 01 Wirosari Grobogan dapat Kesempatan Belajar ke Belanda, Ini Prestasinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan istimewa bakal didapat Guru SDN 01 Wirosari bernama Hendrik  Hermawan. Itu karena, dia mendapat kesempatan belajar singkat selama 21 hari di Belanda yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan.

Penghargaan itu didapat atas prestasi yang diraihnya pada tahun 2017 lalu. Yakni, jadi juara I nasional dalam ajang Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru untuk kategori MIPA. Selain itu, Hendrik juga sempat meraih penghargaan Anugerah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tingkat Nasional Tahun 2017.

“Saya tidak menyangka bisa terpilih jadi salah satu peserta yang akan dapat kesempatan belajar singkat di Belanda. Terima kasih atas dukungan dari semua pihak sehingga saya bisa dapat penghargaan ini,” kata Hendrik, Sabtu (31/3/2018).

Menurut Hendrik, kegiatan belajar singkat atau short course akan dilangsungkan 8-28 April nanti. Total guru SD yang mendapat kesempatan belajar singkat ada 14 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta adalah guru SD berprestasi tahun 207 dari berbagai bidang atau kategori. Sebelum berangkat ke Belanda, para peserta terlebih dulu akan mendapat pembekalan selama dua hari, 6-7 April nanti.

Ia menambahkan, selama di Belanda ada beberapa hal yang akan dipelajari. Antara lain, mengenai sistim pendidikan di Belakda, metode pengajaran, strategi penilaian, pengembangan profesionalisme guru dan kurikulum, serta mengunjungi beberapa SD dan lembaga terkait pengembangan guru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, pihaknya merasa bangga atas kesempatan istimewa yang diberikan pada Hendrik Hermawan untuk menimba ilmu di Belanda. Ia berharap, apa yang didapat di Belanda nanti bisa meningkatkan kompetensi dan selanjutnya bisa ditularkan pada guru lainnya di Grobogan.

“Saya selaku kepala dinas sudah memberikan izin pada Hendrik Hermawan untuk mengikuti  short course di Belanda. Saya berharap, apa yang didapat Hendrik Hermawan bisa jadi pemicu semangat guru lainnya untuk meraih prestasi nasional,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Ini Solusi Agar Perintasan Kereta di Desa Sambung Grobogan Tidak Ditutup

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah ditutup total, namun akses jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong masih dimungkinkan untuk dibuka lagi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengajukan permohonan pada instansi terkait dengan konsekuensi siap membuat palang pintu swadaya di titik perlintasan sebidang tersebut.

“Ruas jalan yang ditutup itu statusnya adalah milik kabupaten sehingga masih memungkinkan untuk dibuka lagi. Namun, kalau menghendaki dibuka lagi harus menyiapkan palang pintu dan menempatkan penjaga,” kata Ansori, warga Godong, Jumat (30/3/2018).

Ia mengambil contoh perlintasan sebidang di Desa Katong, Kecamatan Toroh yang sebelumnya akan ditutup setelah terjadi kecelakaan dilokasi itu. Namun, penutupan perlintasan itu akhirnya tidak jadi dilakukan. Soalnya, pihak desa bersedia membuat palang pintu secara swadaya dan menempatkan penjaga selama 24 jam.

“Perlintasan di Desa Katong ada pada ruas jalan antar dusun. Tetap sampai sekarang masih dibuka karena sudah ada palang dan penjaganya. Hal itu bisa dijadikan contoh kalau perlintasan sebidang ingin tetap dibuka,” sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, pembuatan palang pintu sederhana di Desa Katong merupakan sebuah upaya agar perlintasan sebidang itu tidak ditutup. Hal itu dilakukan warga karena perlintasan itu dinilai jadi akses penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Lokasi perlintasan memang dinilai rawan kecelakaan karena tidak ada penjaga dan palang pintunya. Karena alasan ini, perlintasan itu rencananya akan ditutup. Namun, warga berupaya membuat palang secara swadaya dan menempatkan penjaga agar perlintasan itu tidak ditutup dan bahkan bisa dilegalkan,” kata mantan kabag humas itu.

Agung menyatakan, pihaknya akan menjadikan pembuatan palang swadaya di Katong sebagai percontohan bagi desa lainnya yang wilayahnya juga terdapat perlintasan sebidang.

Di tempat terpisah, Sekda Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, upaya penutupan perlintasan sebidang di Grobogan yang dilewati jalur kereta api masih bisa dihindari. Caranya, pihak desa yang wilayahnya terdapat perlintasan sebidang harus mengalokasikan anggaran pengamanan melalui APBDes.

“Mulai tahun 2018, sudah ada peraturan bupati yang terkait pengelolaan perlintasan sebidang. Untuk pengamanan perlintasan tanpa palang itu bisa dianggarkan lewat APBDes,” katanya.

Menurut Sumarsono, dana yang dianggarkan lewat APBDes nantinya bisa digunakan untuk mendukung pengamanan perlintasan. Bentuknya bisa dilakukan dengan membuat palang pintu dan membayar penjaganya.

“Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada perlintasan tanpa palang pintu atau penjaga. Salah satu langkah pencegahan adalah membuat palang dan ada penjaga. Kalau tidak maka perlintasan itu akan ditutup,” tegasnya.

Editor : Supriyadi

Nyemprot Kacang, Petani di Sukorejo Grobogan Temukan Mayat Tanpa Identitas di Kebun Jati

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa penemuan mayat terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Jumat (30/3/2018). Mayat seorang lelaki tua itu ditemukan tergeletak di areal kebun jati sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan petani setempat yang bernama Sardi (50). Ceritanya, pagi itu Sardi sedang berada di kebun untuk menyemprot tanaman kacang.

Tidak lama setelah melakukan aktivitasnya, Sardi melihat ada sosok orang yang tergeletak di bawah pohon jati. Lokasi kebunnya dengan areal jati itu memang bergandengan.

Ketika diamati, sosok orang yang tergeletak itu tidak ada gerakan sama sekali. Merasa takut, Sardi kemudian mengabarkan peristiwa itu pada ketua RT dan warga lainnya.

Saat warga melakukan pengecekan, sosok orang yang tergeletak itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Sosok mayat itu mengenakan celana panjang warna biru, kaos hitam bergaris dan rangkapan baju panjang warna hijau seperti seragam Hansip. Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat pada tubuh korban.

Meski demikian, jati diri mayat itu akhirnya berhasil terungkap. Korban diketahui seorang pencari katak bernama Suroto, warga Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug.

Pria berusia 70 tahun itu diketahui sudah meninggalkan rumah untuk mencari katak, sejak Rabu (28/3/2018) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Sejak pamit pergi mau cari katak, korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga sudah berupaya mencari ke beberapa tempat tetapi tidak berhasil,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal karena serangan jatung. Hal itu diperkuat keterangan pihak keluarga yang menyebutkan kalau korban memang punya riwayat penyakit jantung.

Editor: Supriyadi

Bikin Ribet, Warga Minta Penutupan Jalan di Desa Sambung Grobogan Dibongkar

MuriaNewsCom, GroboganDampak penutupan perlintasan sebidang di Desa Sambung, Kecamatan Godong sejak empat hari lalu makin dirasakan warga sekitar. Ini lantaran, penutupan perlintasan yang menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat.

“Waduh, jalannya kok dipasangi portal. Saya harus lewat mana, ya?” tanya Setyowati, warga dari Kecamatan Gubug yang hendak ke Puskesmas Godong II, Kamis (29/3/2018).

Puskesmas yang dituju pengendara motor itu berada di Desa Sambung. Jaraknya sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan yang ditutup pilar besi itu.

Sejumlah warga dari luar Desa Sambung juga masih banyak yang kecele saat lewat di situ. Soalnya, mereka tidak tahu kalau perlintasan sebidang yang dilewati jalur kereta api tersebut sudah ditutup.

Lantaran jalan tertutup, warga harus menempuh jalur lain menyusuri jalan kampung hingga sampai jalan raya. Namun, kondisi jalan kampung ini relatif sempit dibandingkan ruas jalan yang ditutu. Hal ini cukup menyulitkan bagi warga yang menggunakan kendaran roda empat atau lebih.

Terkait dengan kondisi tersebut, warga meminta agar penutupan jalan dibatalkan dan pilar besi yang sudah terpasang dicabut lagi. Selain aktivitas warga terganggu, ruas jalan yang ada perlintasan sebidangnya tersebut statusnya adalah milik kabupaten yang kondisi jalannya sudah dicor dan lebar.

Baca Juga:

“Saya heran kok yang ditutup malah ruas jalan kabupaten. Di beberapa desa lainnya, perlintasan sebidang yang ditutup adalah jalan kecil atau jalan milik desa. Saya harap, jalan ini bisa diaktifkan lagi karena ada ratusan orang yang lewat tiap hari dari berbagai kecamatan,” cetus Ansori, warga setempat.

Posisi jalan di Desa Sambung ini memang sangat strategis. Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km dari titik penutupan, akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto saat dimintai komentarnya menyatakan, kewenangan penutupan jalan ada pada Kementerian Perhubungan. Pihaknya, tidak mendapat pemberitahuan saat dilakukan penutupan.

Penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Terkait usulan warga agar perlintasan sebidang itu dibuka lagi, Agung menegaskan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut. Ia menegaskan, pada tanggal 6 April mendatang kebetulan ada undangan rapat di Daop 4 Semarang.

“Nanti saya akan coba komunikasikan terkait penutupan perlintasan sebidang dalam kesempatan itu. Untuk ruas jalan yang ditutup memang statusnya milik kabupaten,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pelantikan Sekdes Mayahan Grobogan Dijaga Puluhan Aparat Keamanan, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pelantikan pejabat Sekretaris Desa (Sekdes) Mayahan, Kecamatan Tawangharjo akhirnya berjalan lancar, Kamis (29/3/2018). Pelantikan Sekdes yang dijabat Khosiyatun itu dilakukan Kades Mayahan Saerozi.

Hadir dalam pelantikan itu, Camat Tawangharjo Mundakar, Kabag Pemdes Daru Wisakti, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo, Kapolsek AKP Sudarsono dan Danramil Kapten Slamet. Selain itu, proses pelantikan di balaidesa juga dihadiri sekitar 50 perwakilan warga setempat.

Dalam acara pelantikan di balaidesa tersebut mendapat dukungan pengamanan dari puluhan aparat kepolisian. Kehadiran aparat ini berkaitan dengan kabar bakal adanya penolakan dari sebagian warga terkait terpilihnya Khosiyatun sebagai sekdes.

“Proses pelantikan dari awal sampai selesai berlangsung aman dan lancar. Memang kita minta dukungan dari aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga,” kata Camat Tawangharjo Mundakar.

Sebelumnya, memang sempat ada warga yang mempertanyakan masalah pengangkatan Khosiyatun menjadi sekdes. Sebelumnya Khosiyatun adalah perangkat desa (kaur). Namun, setelah dijelaskan, warga akhirnya bisa menerima dan selanjutnya akan memberikan dukungan pada kepala desa.

“Untuk proses pengangkatan perangkat jadi Sekdes di Desa Mayahan sudah sesuai mekanisme. Semua tahapannya sudah dilalui sesuai ketentuan,” kata Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti.

Daru menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur. Yakni, dalam Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut,” jelasnya.

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Begini Penjelasan Dishub Grobogan Terkait Penutupan Perlintasan Kereta Api di Desa Sambung

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan perlintasan jalur kereta api di wilayah Grobogan saat ini sudah dilakukan pihak Kementerian Perhubungan. Penutupan tersebut dilakukan guna mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto, Rabu (28/3/2018). Menurutnya, sebelum melakukan penutupan, dari Kementerian Perhubungan sudah melakukan beberapa kali sosialisasi pada tahun 2017.

Sosialisasi penutupan perlintasan sebidang dilangsungkan di 12 kecamatan. Dalam sosialisasi tersebut, pihak kementerian juga melibatkan Dinas Perhubungan, kepolisian, dan kecamatan.

Baca: Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

Dalam sosialisasi itu, lanjutnya, pihak desa juga diminta untuk mendata perlintasan yang ada di wilayahnya masing-masing. Dari data itu, pihak desa diberi pilihan untuk menentukan perlintasan yang tetap dibuka dan ditutup. Tenggat waktu untuk memberikan keputusan sampai akhir tahun 2017.

“Penutupan perlintasan sebidang dilakukan setelah hasil pendataan dari desa diserahkan ke Kementrian Perhubungan. Penutupan ini salah satu tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api,” jelas mantan kabag humas itu.

Agung menegaskan, jika perlintasan nanti ditutup diharapkan warga bisa beralih melewati jalur lain. Sementara jika menghendaki tetap dibuka maka konsekuensinya harus dipasang palang pintu dan diberi penjaga secara swadaya.

“Semua keputusan kami serahkan ke pihak desa untuk menentukan pilihan,” jelasnya.

Kemudian, pada bulan Januari lalu ada rakor tindak lanjut penataan perlintasan sebidang di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Rakor ini digelar untuk menyingkronkan lagi usulan dari pihak desa.

Terkait penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Soal adanya penutupan yang sudah dilakukan, Agung menyatakan, pihaknya tidak mendapat pemberitahuan. Soalnya, kewenangan penutupan ada pada Kementerian Perhubungan.

“Besok, kami akan coba cek ke lokasi. Kalau sesuai usulan, memang ada satu perlintasan sebidang yang ditutup disana,” sambungnya.

Ditambahkan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan keseluruhan ada 139 titik.

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus. Dari 139 titik ini, sebagian besar tidak dilengkapi palang pintu atau dijaga petugas.

Editor: Supriyadi

Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

MuriaNewsCom, GroboganTindakan penutupan perlintasan sebidang di wilayah Grobogan yang dilewati jalur kereta api mulai dilakukan instansi terkait. Salah satunya adalah perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Penutupan dilakukan dengan menempatkan beberapa pilar besi membentang lebar jalan pada kedua sisi. Akibatnya, akses warga sedikit terganggu.

Itu terjadi lantaran, jalan tersebut selama ini dilalui banyak kendaraan karena menjadi akses penghubung antar desa maupun kecamatan. Yakni, dari wilayah Kecamatan Godong ke Karangrayung, Penawangan dan Gubug.

Dari keterangan warga, penutupan jalan mulai Senin (26/3/2018) kemarin. Ruas jalan yang sebagian besar sudah konstruksi beton ini statusnya milik kabupaten.

Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Sebagian pengguna jalan sempat kerepotan karena tidak tahu jika perlintasan sebidang itu ditutup. Akhirnya, mereka harus putar balik dan mencari jalan lain melewati  perkampungan untuk menembus jalur Purwodadi-Semarang atau Penawangan-Gubug. Akses jalan inilah yang sekarang digunakan warga pasca penutupan perlintasan sebidang tersebut.

Kroger $5000 Gift Cards to win free at www.krogerfeedback.com

“Hari Senin kemarin saya sempat lewat jalur situ karena mau ke Gubug. Sampai diperlintasan ternyata ditutup dan akhirnya putar balik lewat jalur lain yang menembus jalan Penawangan-Gubug. Soal ditutupnya perlintasan itu, saya belum tahu persis sebabnya. Bisa jadi itu upaya untuk mencegah kecelakaan,” kata anggota DPRD Grobogan HM Misbah, Rabu (28/3/2018).

Dampak penutupan mulai dirasakan warga dan pengguna jalan. Soalnya, jalur tersebut sudah dilewati selama puluhan tahun oleh banyak orang. Termasuk para pelajar dan petani.

Camat Godong Bambang Haryono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya penutupan perlintasan sebidang tersebut. Menurutnya, jumlah perlintasan sebidang di Desa Sambung ada dua titik. Namun, yang ditutup hanya satu titik saja.

Editor: Supriyadi

Penggunaan ADD 2017 Dievaluasi, Begini Catatannya

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari alokasi dana desa (ADD) tahun 2017 dinilai sudah dilakukan dengan baik. Meski demikian, ada beberapa catatan yang didapat dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Hal itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti dalam Rakor Pelaksanaan Kegiatan Alokasi Dana Desa Triwulan I tahun 2018 di gedung PGRI, Rabu (28/3/2018).

Menurut Daru, besarnya ADD yang akan dikucurkan ke 273 desa pada tahun 2017, totalnya sekitar Rp 115 miliar. Besarnya ADD yang disalurkan tiap tiap desa tidak sama karena kondisinya berbeda-beda. Paling sedikit yang diterima pihak desa Rp 235 juta dan paling tinggi Rp 673 juta.

Dalam pelaksanaannya ada beberapa catatan yang didapat. Antara lain, lambatnya pelaporan kegiatan dari ADD tersebut. Keterlambatan penyampaikan laporan ini berdampak dengan tertundanya penyaluran ADD tahap berikutnya.

“Hal ini masih banyak kita temukan pada beberapa desa. Perlu diketahui, penyaluran ADD ini dilakukan dalam empat tahap. Kalau laporan triwulannya terlambat maka penyaluran untuk tahap berikutnya dipastikan tertunda,” kata mantan Kepala Satpol PP itu.

Catatan berikutnya, lanjutnya, adalah kelengkapan surat pertanggungjawaban (Spj) kegiatan. Di mana, ada beberapa item belanja yang tidak dilengkapi dengan nota ataupun tanda terima.

Temuan selanjutnya adalah masih belum pahamnya pengelola, seperti Kades, Sekdes dan bendahara dalam memahami tupoksinya. Kondisi ini menjadikan sering terjadi tumpang tindih kewenangan sehingga cukup mengganggu dalam pelaksanaan kegiatan.

Kemudian, verifikasi kelengkapan Spj terkadang tidak dilakukan sehingga ketika diserahkan laporannya terpaksa dikembalikan untuk dilengkapi dulu.

“Kemudian soal pembayaran pajak juga kita tekankan supaya dipenuhi. Selama ini masalah pajak sudah bagus pelaksanaannya. Semua catatan ini kita sampaikan pada kepala desa yang kita undang dalam rakor ini. Harapannya, pada pelaksanaan ADD 2018 bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk tahun ini, besarnya ADD sekitar Rp 113 miliar,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Perangkat Desa di Grobogan Bisa Diangkat Jadi Carik, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, GroboganPara perangkat desa di Grobogan saat ini punya kesempatan untuk diangkat jadi carik atau sekretaris desa (Sekdes) setempat. Hal ini bisa dilakukan seiring dengan munculnya Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut.

Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur dalam peraturan tersebut,” jelas Daru dalam Rakor Pelaksanaan Kegiatan Alokasi Dana Desa Triwulan I tahun 2018 di gedung PGRI, Rabu (28/3/2018).

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Penyaluran Bansos Rastra di Grobogan untuk Bulan April Diajukan

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) di Grobogan untuk alokasi bulan April diajukan. Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso saat melakukan pemeriksaan kualitas beras untuk program rastra di Gudang Bulog 104 Purwodadi, Selasa (27/3/2018).

Menurut Andung, pada penyaluran bansos rastra untuk alokasi bulan Januari-Maret dilakukan sesuai bulannya. Namun, khusus penyaluran bulan April dilakukan pada akhir Maret hingga awal April.

“Penyaluran alokasi bansos rastra bulan April rencananya kita lakukan mulai Rabu besok sampai 6 April. Hal ini kita lakukan berkaitan dengan adanya instruksi dari Bulog pusat agar penyaluran bansos rastra bulan April diajukan waktunya,” imbuh Andung didampingi Kabid Sosial Kurniawan.

Disinggung soal kualitas beras yang akan disalurkan pada penerima, Andung menyatakan, cukup bagus. Menurutnya, jika ada penerima yang berasnya ternyata tidak bagus maka pihak bulog akan menggantinya.

“Kami sudah berkomitmen dengan bulog untuk langsung mengganti beras apabila kualitasnya tidak sesuai ketentuan. Kami beri toleransi waktu 2 x 24 jam untuk mengganti berasnya. Jika beras yang diterima kurang bagus maka cepat laporkan,” tegasnya.

Menurut Andung, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Porgram bansos rastramerupakan peralihan dari bantuan Raskin.

Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Dalam waktu dekat, penyaluran beras rastra akan diganti dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Dijelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Untuk program BPNT ini sudah kita sosialisasikan pada camat dan kepala desa beberapa hari lalu. Mengenai pelaksanaan BPNT masih menunggu surat resminya dari Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hindari Kecurigaan, Maling Spesialis Apotek di Grobogan Ini Rela Sewa Mobil saat Beraksi

MuriaNewsCom, Grobogan – Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang, pelaku pembobolan apotek terbilang rapi saat melakukan aksi pencurian di wilayah Grobogan. Ia bahkan rela menyewa mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG untuk mengelabuhi warga.

Mobil rentalan itu biasanya ditempatkan di depan tempat usaha yang dijadikan sasaran. Adanya mobil sedan dinilai bisa mengurangi kecurigaan warga sekitar. Itu lantaran, warga mengira jika mobil tersebut adalah milik tamu atau kepunyaan pemilik tempat usaha.

Selama beberapa kali, aksi kejahatan yang dilakukan Wahyu berlangsung mulus. Hanya nasib apes menimpanya, saat hendak melakukan aksi pencurian di apotek Mitra Sehat di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Sabtu (17/3/2018) lalu.

Sebelum menguras barang di dalamnya, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

“Tersangka atas nama Wahyu Subroto ini biasanya beraksi seorang diri. Sasarannya sebagian besar adalah apotek,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Sebelum tertangkap, tersangka sedikitnya sudah dua kali melakukan pencurian di wilayah Grobogan. Yakni, di Apotek Graha Farma jalan DI Panjaitan Purwodadi, Senin (5/3/2018). Dalam aksinya, tersangka berhasil menggasak uang tunai Rp 10.182.000 dan obat-obatan senilai Rp 2 juta.

Kemudian, tersangka juga pernah beraksi di Apotek Wijaya Farma Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu. Di tempat ini, tersangka berhasil menggondol uang tunai Rp 5 juta.

Tersangka biasa melakukan aksinya selepas tengah malam. Tindak kejahatan dilakukan dengan cara memanjat bangunan dan membobol plafon. Setelah masuk ruangan, tersangka kemudian mengambil uang atau barang yang ada di dalamnya.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku serta satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, tersangka juga pernah melakukan aksi kejahatan dilokasi lainnya,” pungkas kapolres.

Editor: Supriyadi

1 Spesies Hewan Purba Baru Ditemukan Tim Ahli BPSMP Sangiran di Banjarejo

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain jumlah koleksinya tambah banyak, jenis hewan purba yang pernah hidup di kawasan Banjarejo, Kecamatan Gabus juga makin beragam. Hal ini menyusul adanya potongan fosil hewan purba terbaru yang ditemukan tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, dari 8-19 Maret lalu.

Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta menyatakan, sepanjang kegiatan penelitian, ada 100 lebih fosil yang ditemukan dalam berbagai ukuran. Di antara fosil yang ditemukan itu, terdapat fragmen baru yang diindikasikan merupakan beberapa bagian gigi dari jenis babi hutan purba. Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di Dusun Kuwojo, sekitar 300 meter di sebelah utara Museum Lapangan Banjarejo.

Babi hutan itu kita perkirakan hidup satu zaman dengan hewan yang ditemukan di lokasi museum lapangan. Seperti gajah, banteng dan buaya. Perkiraan usia hidupnya 700 ribu hingga 1 juta tahun lalu.

Hasil dari temuan Tim dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Sayang sekali, fosil gigi babi hutan yang berhasil kita temukan jumlahnya hanya beberapa biji saja. Meski begitu, ini jadi temuan penting karena sebelumnya belum ada penemuan bagian tubuh fosil babi hutan tersebut,” kata Wahyu.

Wahyu menyatakan, saat melangsungkan penelitian di Banjarejo bulan Februari 2017 lalu, pihaknya juga menemukan fosil dari jenis hewan baru yang belum ditemukan sebelumnya. Yakni, bagian dari sirip ikan sejenis patin atau lele dengan nama latin Spina Pectorale Siluriformes. Diperkirakan jenis ikan ini dulunya hidup di perairan rawa.

Potongan hewan purba ini ukurannya relatif kecil, hampir seukuran kacang tanah. Panjangnya sekitar 3 cm dan lebar 0,7 cm.  Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di tegalan Dermo di sebelah utara Dusun Nganggil.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, hiu dan ikan laut.

Editor: Supriyadi

2 Begal Truk yang Beraksi di Klambu Grobogan Berhasil Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganKasus perampasan atau pembegalan kendaraan truk yang terjadi bulan Januari 2018 akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini seiring dengan tertangkapnya dua pelaku perampasan truk yang dilakukan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut.

Dua begal yang tertangkap merupakan warga di Kecamatan Grobogan. Masing-masing, Suprayitno (36), warga Dusun Welahan, Desa Lebak dan Muryanto (44), warga Dusun Celep, Desa Teguhan. Keduanya ditangkap pada hari yang sama tetapi dalam tempat berlainan, Kamis(15/3/2018) lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan, kedua pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Korban kejahatan itu menimpa sopir truk berama Sakijan (59), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Pada malam kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Suprayitno yang mengaku sebagai juragan hasil bumi menghubungi korban. Tujuannya meminta tolong korban agar mengambil muatan jagung di Dusun Pakem, Desa Batang, Kecamatan Sukolilo, Pati untuk diantarkan ke Purwodadi.

Usai menerima order, Sakijan kemudian berangkat untuk mengambil muatan menggunakan truk dengan nomor polisi K 1925 JT milik juragannya. Sesampai di Desa Taruman, kendaraan truk itu dihentikan tersangka Muryanto yang mengaku sebagai ayah Suprayitno. Muryanto yang saat itu berada di atas motor meminta Sakijan turun untuk membahas soal orderan barusan diterima.

Setelah turun dari kendaraan, korban langsung dipukul pakai balok kayu oleh Muryanto hingga jatuh tersungkur. Tidak lama kemudian, muncul Suprayitno yang sebelumnya bersembunyi dibalik pepohonan dan ikut memukuli Sakijan hingga terkapar.

Melihat korbannya sudah tergeletak, Muryanto kemudian mengambil alih truk tersebut dan melarikannya ke arah Purwodadi. Sedangkan Supriyatno juga ikut kabur dengan sepeda motor.

Setelah kedua pelaku kabur, Sakijan dengan tubuh lemas dan bersimbah darah meminta perlongan warga sekitar. Kemudian, warga melarikan Sukijan ke Puskesmas Klambu dan melaporkan kejadian itu pada pihak polsek setempat.

Tiga hari selah kejaidn, polisi berhasil menemukan truk yang dirampas kedua pelaku. Kendaraan truk itu disembunyikan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Jadi setelah melakukan aksi kejahatan, truk tersebut disembunyikan dulu oleh pelaku. Namun, barang bukti kejahatan itu akhirnya bisa ditemukan,” lanjut kapolres.

Dari penemuan barang bukti inilah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku perampasan truk. Petunjuk awal berasal dari bekas sidik jari milik Suprayitno yang ada di kaca truk.

Setelah tertangkap, Suprayitno menyebut satu nama lagi, yakni Muryanto yang membantunya merampas truk tersebut. Tidak lama kemudian, satu pelaku ini akhirnya berhasil diamankan polisi.

Saat jumpa pers, kedua tersangka mengaku hasil penjualan truk akan digunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa melakukan tindak kejahatan itu karena tidak punya pekerjaan tetap.

Editor: Supriyadi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terseret Arus Sungai Lusi di Getasrejo Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat pria ditemukan warga di Dusun Sanggrahan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (26/3/2018). Mayat dalam posisi tengkurap itu ditemukan dalam keadaan terapung dan terseret arus sungai Lusi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang memancing ikan disebelah barat jembatan Lusi di utara kota Purwodadi sekitar pukul 14.30 WIB. Melihat sosok mayat, pemancing ikan kemudian mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar.

Warga sempat bermaksud melakukan evakuasi namun tidak berhasil. Soalnya, mayat tersebut sudah terseret arus dan posisinya ada ditengah aliran sungai.

Selanjutnya, warga mengabarkan informasi itu pada pihak kepolisian dan BPBD Grobogan. Akhirnya, mayat tersebut berhasil dievakuasi di Dusun Sanggrahan ketika posisinya ada ditepian sungai.

Saat ditemukan, mayat pria itu mengenakan kaos krah warna biru bergaris putih dan celana pendek warna coklat. Saat diperiksa, tidak ada identitas yang ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, saat ini, mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Identitasnya belum terungkap. Ini masih kita lakukan pemeriksaan dan nanti akan kita kabari,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Karyawan Perhutani di Grobogan Bertolak ke Jakarta Ikut Aksi Damai

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan karyawan Perhutani dari KPH Purwodadi bertolak menuju ke Jakarta, Senin (26/3/2018). Tujuannya, untuk mendukung aksi damai bersama para karayawan Perhutani se Indonesia yang akan dilangsungkan Selasa (27/3/2018) besok. Rombongan perwakilan karyawan dari KPH Purwodadi itu berangkat dari depan kantor, selepas asar menggunakan satu bus.

Administratur KPH Purwodadi Dewanto menyatakan, perwakilan dari serikat karyawannya yang ikut ke Jakarta ada 27 orang. Mereka akan bergabung untuk melakukan aksi damai di Monas dan depan Kementerian BUMN.

Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi damai nanti. Antara lain, soal kenaikan gaji pegawai, revisi SK 001 yang tidak represif dan intimidatif, dan menghilangkan sistim jumping promosi.

“Poin tuntutan antara lain itu tadi. Semoga tuntutan tersebut diperhatikan,” katanya.

Selain KPH Purwodadi, aksi damai juga diikuti pegawai Perhutani KPH Gundih yang kantornya ada di Kecamatan Geyer. Perwakilan dari KPH Gundih yang berangkat ke Jakarta jumlahnya lebih banyak, yakni 50 orang. Rombongan dari KPH Gundih berangkat lebih dulu ke Jakarta, selepas dhuhur dengan naik satu bus.

Editor: Supriyadi

Hadiri Dzikir Bersama, Sri Sumarni Ajak Semua Komponen Gotong Royong Bangun Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Grobogan. Ajakan itu disampaikan Sri saat menghadiri acara dzikir bersama di alun-alun Purwodadi, Minggu (25/3/2018).

“Sampai saat ini, masih cukup banyak persoalan yang harus kita selesaikan. Untuk itu, dukungan banyak pihak sangat saya butuhkan. Mari kita bergotong royong membangun Grobogan agar lebih hebat lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga sempat menyatakan apresiasi atas pencapaian kinerja dalam dua tahun masa kepemimpinannya. Yakni, sudah banyak prestasi yang sudah dicapai diberbagai bidang, baik level provinsi maupun nasional.

“Apa yang sudah dicapai ini harus kita tingkatkan lagi. Ini, akan jadi tugas yang tidak mudah tentunya. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat kita perlukan,” imbuh mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Acara dzikir bersama yang dilangsungkan dalam rangka peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan itu dihadiri ribuan orang. Selain bupati, hadir pula beberapa pimpinan FKPD dan pejabat Pemkab Grobogan.

Hadir pula, Pimpinan Jamaah Al Khidmah KH Munir Abdullah dari Desa Ngroto, Kecamatan Gubug dan sejumlah ulama lainnnya. Acara dzikir juga dihadiri KH Maimun Zubair dari Rembang.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, acara dzikir bersama itu merupakan penutup rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan tahun 2018. Sebelumnya, sudah banyak kegiatan yang dilangsungkan. Mulai bakti sosial, hiburan musik dan kesenian tradisional serta upacara resmi.

Editor : Supriyadi

Warga Nglobar Grobogan yang Hanyut di Sungai Lusi Ditemukan Tak Bernyawa

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian terhadap Cipto, warga Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.00 atau menjelang Asar, mayat pria berusia 38 tahun itu berhasil ditemukan.

Jarak penemuan dengan tiik korban hanyut sekitar 4 km. Mayat yang terapung dipinggiran sungai ditemukan oleh warga yang ikut mendukung proses pencarian.

Warga kemudian mengabarkan penemuan mayat itu pada tim SAR gabungan yang berkonsentrasi melakukan penyisiran disekitar titik hanyut. Selanjutnya, mayat yang mengenakan celana pendek dan kaos panjang warna biru langsung dievakuasi tim SAR gabungan. Setelah dimasukkan dalam kantong, jenazah korban kemudian diserahkan pada pihak keluarganya.

“Alhamdulillah, korban yang dilaporkan hanyut sudah berhasil ditemukan. Rencananya, hari ini juga akan dilakukan proses pemakaman,” kata Kades Nglobar Mugiyono, Sabtu (24/3/2018).

Seperti diberitakan, sehari sebelumnya, korban sempat pamit cari rumput dipinggiran sungai Lusi. Namun, hingga malam hari, korban belum kunjung pulang.

Diduga, korban terpeleset ke sungai saat mencari rumput. Warga setempat sempat melakukan pencarian disekitar aliran sungai tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, warga meminta bantuan tim SAR untuk melakukan pencarian.

Setelah mendapat laporan, tim SAR BPBD Grobogan langsung melakukan pencarian di lokasi ditemukannya sabit dan keranjang yang digunakan korban mencari pakan ternak. Upaya pencarian juga mendapat bantuan dari tim Basarnas Pos Jepara yang datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Editor: Supriyadi

Pucuk Pimpinan Polres Grobogan Berganti Wajah, Ini Sosoknya

MuriaNewsCom, GroboganPucuk pimpinan Polres Grobogan resmi berganti wajah. Hal ini menyusul dilangsungkannya acara serah terima jabatan yang dilangsungkan di Mapolres Grobogan, Sabtu (24/3/2018).

Kapolres baru diemban AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Jateng. Untuk pejabat lama, AKBP Satria Rizkiano yang tugas di Grobogan selama satu tahun itu akan pindah tugas di Polda Sulawesi Barat.

Sebelum acara sertijab hari ini, Satria sudah sempat berpamitan secara lisan dengan sejumlah awak media yang ada di Grobogan. Dalam kesempatan itu, Satria merasa sangat terkesan selama 12 bulan bertugas di Grobogan.

“Meski cukup singkat namun banyak kenangan selama tugas di Grobogan. Masyarakat di Grobogan juga sangat mendukung kinerja kepolisian dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif. Demikian pula, dukungan teman media dalam menginformasikan kinerja Polres Grobogan juga sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, kedatangan Kapolres baru ditandai dengan penyambutan barisan pedang pora mulai dari pintu masuk Mapolres Grobogan hingga menuju depan lobby. Sebelumnya, kapolres baru sempat menerima pengalungan bunga dari polisi cilik dan kemudian diiring penari gambyong sebelum melangkah memasuki barisan pedang pora.

Editor: Supriyadi

Kerusakan Makin Parah, 6 Jembatan Antar Desa di Grobogan Butuh Penanganan Serius

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan tampaknya perlu menaruh perhatian serius pada penanganan kerusakan jembatan antar desa. Tindakan tersebut perlu dilakukan mengingat hingga saat ini ada cukup banyak jembatan penghubung antar desa yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani maka jembatan itu dikhawatirkan ambrol dan memutus akses transportasi warga sekitar.

Dari penelusuran dilapangan, sedikitnya ada 10 jembatan rusak yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari 10 titik ini ada enam jembatan yang butuh penanganan segera karena tingkat kerusakannya cukup parah.

Yakni, jembatan di Desa Lebengjumuk, Kecamatan Grobogan. Kemudian jembatan di Desa Tunggak (Toroh), jembatan Desa Kalipang (Gabus), jembatan Desa Truwolu (Ngaringan), jembatan Banjardowo (Kradenan) dan jembatan di Desa Karangsono (Karangrayung).

Rusaknya jembatan itu disebabkan beberapa faktor. Yakni, usianya sudah lama, dan terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Jembatan itu sebelumnya dibangun oleh Pemkab Grobogan namun statusnya tetap milik desa. Sesuai aturan terbaru, penanganan aset desa harus dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Kondisi inilah yang menjadikan penanganan jembatan desa menjadi terhambat. Soalnya, keuangan desa tidak mencukupi perbaikan jembatan yang butuh dana besar. Sebagai upaya sementara, pihak desa hanya melakukan upaya darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono membenarkan jika saat ini sudah banyak laporan terkait kerusakan jembatan antar desa tersebut. Ia menyarankan, pihak desa agar mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi atau pusat untuk perbaikan jembatan.

Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus dan kita akan bantu fasilitasi,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ditunda, Progam BPNT di Grobogan Akan Diluncurkan Bulan Mei

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial yang dijadwalkan pada Maret ini, akhirnya ditunda pelaksanaannya. Rencananya, program tersebut akan dilaksanakan mulai bulan Mei nanti. Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Moh Sumarsono saat membuka sosialisasi BPNT di pendapa kabupaten, Sabtu (24/3/2018).

Menurutnya, penundaan program BPNT disebabkan beberapa hal. Antara lain, masih adanya persoalan pada data keluarga penerima manfaat (KPM) yang menjadi sasaran BPNT.

Terkait kondisi ini, pihaknya meminta pada para kepala desa, camat serta tim koordinasi bansos pangan agar segera mendukung upaya pemutakhiran data KPM. Dengan adanya pemutakhiran tersebut maka penerima BPNT diharapkan benar-benar tepat pada sasarannya.

“Kemudian, penundaan BPNT dilakukan karena di tingkat pusat hingga daerah masih dalam tahap persiapan pelaksaan program tersebut. Yakni terkait mekanisme penyaluran, pendataan, serta infrastruktur penunjang program,” jelas Sumarsono.

Dijelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya. Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Jumlah penerima BPNT tercatat ada 124.178 KPM. Meski ada penundaan ini, para KPM tetap akan mendapat bantuan Beras Sejahtera (Rastra) untuk bulan April nanti. Sebelumnya, para KPM sudah menerima bantuan rastra dari Januari-Maret.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Terima Penghargaan Women’s Obsession Awards 2018

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan baru diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni. Yakni, meraih predikat Women’s Obsession Awards 2018 untuk kategori Best Achiever in Women Regional Leader.

“Penghargaan ini diberikan oleh Obsession Media Group (OMG) Jakarta. Penyerahan penghargaan disampaikan oleh Direktur OMG M. Lubis pada Rabu malam kemarin di Jakarta. Malam penyerahan penghargaan juga dihadiri Menteri Kominfo Rudiantara,” ungkap Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Ayong, dalam kesempatan itu, Menkominfo sempat menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Sri Sumarni. Selama dua tahun menjabat jadi bupati, Sri Sumarni dinilai sudah banyak melakukan terobosan bagi masyarakat. Mulai dari pembenahan infrastruktur, prestasi pertanian dan perternakan, kabupaten peduli HAM dan kabupaten layak anak.

“Menkominfo juga menilai juga Kabupaten Grobogan saat ini mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan diberbagai bidang. Apresiasi juga diberikan karena Kabupaten Grobogan mampu mengelola tata administrasi dan keuangan secara baik sehingga berhasil mempertahankan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan BPK,” kata Ayong.

Ayong menambahkan, penetapan pemenang atau penerima penghargaan dilakukan berdasarkan penjurian yang terdiri Tim OMG bekerjasama dengan Indonesia Research and survey serta lembaga konsultan komunikasi dan politik citra marketing communication. Penghargaan juga diberikan kepada 5 menteri, 4 gubernur dan 4 bupati wanita, anggota DPR RI, pengusaha, politisi, kalangan proffesional serta beberapa tokoh nasional. Diantaranya adalah Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, sebelumnya sempat terkejut ketika mendapat pemberitahuan jika jadi penerima penghargaan tersebut. Ia mengaku, penghargaan itu didapat bukan karena kinerjanya sendiri. Tetapi berkat dukungan dari semua pihak, baik dari OPD maupun instansi lainnya.

“Penghargaan ini tidak boleh membuat kita merasa puas. Justru harus jadi pelecut semangat untuk meraih banyak prestasi lainnya dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Diduga Terpeleset saat Cari Rumput, Warga Nglobar Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganTim SAR BPBD Grobogan didukung relawan dan masyarakat saat ini sedang melakukan pencarian orang hanyut di aliran Sungai Lusi di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (24/3/2018). Pencarian dilakukan menyusul adanya warga setempat yang dilaporkan hanyut di sungai.

”Laporan baru siang tadi kita terima. Selanjutnya, kami langsung terjunkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Orang yang dilaporkan hanyut disebutkan bernama Cipto (38). Pria ini diduga hanyut pada Jumat (23/3/2018) sore sekitar pukul 17.00.

Sebelumnya, korban sempat pamit cari rumput di pinggiran sungai Lusi. Namun, hingga malam hari, korban belum kunjung pulang.

Diduga, korban terpeleset ke sungai saat mencari rumput. Warga setempat, sempat melakukan pencarian disekitar aliran sungai tetapi hasilnya nihil.

”Ini tim masih melakukan pencarian. Semoga bisa segera ditemukan,” sambung Masrichan.

Editor: Supriyadi