Pembangunan Rampung, Pasar BUMDESA di Jepon Blora Diresmikan 

MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan Pasar Kawasan Perdesaan “Sumber Makmur” di Kecamatan Jepon, Blora akhirnya diresmikan penggunaannya. Peresmian pasar tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Ahmad Erani Yustika bersama Bupati Blora Djoko Nugroho, Jumat (2/3/2018).

Pasar tersebut selesai dibangun pada penghujung tahun 2017 kemarin. Pasar perdesaan itu merupakan unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA). Yakni, antara Desa Puledagel, Desa Bacem dan Desa Kawengan Kecamatan Jepon. Pembangunan pasar itu didukung anggaran dari Kemendesa PDTT.

“Terimakasih saya sampaikan pada Pak Dirjen karena sudah memberikan bantuan pembangunan pasar untuk warga Puledagel, Kawengan dan Bacem yang selanjutnya akan dikelola BUMDESMA. Pasar ini nantinya akan menjadi pusat transaksi jual beli hasil pertanian dari beberapa desa. Dengan demikian sektor pertanian dan perdagangan akan lebih hidup,” ungkap Bupati Djoko Nugroho.

Menurut Djoko, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora saat ini sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian dan perdagangan. Oleh sebab itu, kedua sektor ini akan terus dikembangkan dengan berbagai langkah strategis. Antara lain dengan melakukan revitalisasi pasar di pedesaan.

“Saat ini angka kemiskinan Blora terus berkurang. Sebelumnya peringkat 21 naik ke peringkat 19 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Hal ini juga karena adanya pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di bidang pertanian dan perdagangan,” lanjutnya.

Bupati menyatakan bahwa saat ini di Blora tidak ada industri besar yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga sudah sepantasnya arah pembangunan pemerintah ditujukan ke sektor pertanian dan perdagangan yang kini tumbuh baik di pedesaan, termasuk UMKM.

Dirjen PKP Kemendesa PDTT Ahmad Erani Yustika menyatakan, pihaknya sependapat dengan pernyataan Djoko Nugroho. Menurut dia, sudah saatnya pembangunan banyak dilakukan di perdesaan. Oleh karena itulah pemerintahan Presiden Jokowi fokus memperhatikan pembangunan desa dengan membentuk Kementerian Desa, dan mengucurkan dana desa.

“Desa itu ibarat ibunya kehidupan, sedangkan pemerintah Indonesia ini anaknya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, desa-desa sudah ada dan menghidupi masyarakat. Jadi jangan sampai setelah Indonesia merdeka, lantas pembangunan desa dikesampingkan. Dari desa inilah sumber pangan berada,” ucapnya.

Ia lantas menerangkan bahwa tahun 2018 ini dana desa diperbolehkan untuk membangun kawasan perdesaan. Dana desa yang sebelumnya hanya boleh digunakan untuk membangun desanya sendiri, kini bisa digunakan untuk “urunan” membangun kawasan perdesaan. Bisa dua desa, tiga desa, atau lima desa bekerjasama membangun fasilitas bersama.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Gunadi menyebutkan, Pasar Kawasan Perdesaan “Sumber Makmur” dibangun dana Rp 1 miliar melalui Ditjen PKP Kemendesa PDTT. Lahan seluas 5000 meter persegi yang ditempati untuk pasar merupakan lahan tanah kas desa dan tanah bengkok. Luas bangunan 300 meter persegi yang terdiri dari 8 kios dan 12 los selasar untuk 30 pedagang.

Editor: Supriyadi

Blora Bidik Piala Adipura 2018, Begini Trobosannya

MuriaNewsCom, BloraBupati Blora Djoko Nugroho mendukung pencapaian target untuk meraih penghargaan Adipura pada tahun 2018 ini. Hal itu disampaikan Djoko dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Peduli Sampah Nasional dan Persiapan Pemantauan dan Penilaian P2 Adipura Tahun 2018.

Rapat yang diilangsungkan di ruang pertemuan Setda Blora juga dihadiri oleh Forkopimda, Asisten I dan III, Kepala OPD, Camat dan perwakilan BUMN/ BUMD se-Kabupaten Blora.

Menurut Djoko, untuk bisa meraih  Adipura diperlukan konsep yang jelas, terpadu dan berkesinambungan. Selain itu, ada hal lain yang lebih utama untuk dikerjakan. Yakni menggandeng semua komponen masyarakat untuk menyukseskan penilaian Adipura. Caranya, dengan meminta partisipasi masyarakat untuk menata lingkungan masing-masing agar bersih, rapi, asri serta penanganan sampahnya dilakukan dengan baik.

”Dalam penilaian Adipura, faktor yang dinilai cukup banyak. Kalau bisa melibatkan semua komponen masyarakat untuk berpartisipasi maka kesempatan meraih Adipura bisa lebih terbuka. Jadi, salah satu komponen penting adalah menggugah kesadaran warga akan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih. Baik berkaitan dengan penilaian Adipura maupun tidak,” tegasnya.

Djoko mengatakan, salah satu hal yang lebih utama dilakukan adalah bagaimana caranya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Upaya mendidik, membentuk perilaku positif pada diri masyarakat supaya dapat mengelola sampah dengan baik dirasa lebih utama dari pada sekedar penghargaan Adipura.

”Apabila masyarakat sudah sadar bagaimana harusnya menyikapi sampah, maka Adipura akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Djoko juga meminta kepada OPD terkait untuk memenuhi semua kebutuhan peralatan di TPA supaya sampah-sampah itu dapat dikelola dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora Dewi Tejowati menyatakan, persiapan Adipura pada tahun ini dikaitkan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional karena pengelolaan sampah termasuk dalam parameter penilaian Adipura.

”Kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sangat berpengaruh terhadap penilaian Adipura,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi menyampaikan, mulai tahun ini, parameter penilaian Adipura tidak hanya faktor kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah saja. Namun juga mencakup pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Minta Penyebar Berita Hoax Ditindak Tegas

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Djoko Nugroho meminta kepada Polres Blora dan para penegak hukum lainnya untuk menindak tegas jika ada penyebar isu bermuatan SARA dan kabar bohong atau hoax dengan tujuan menganggu kondusifitas jelang digelarnya Pilkada serentak 2018 ini. Tindakan itu diperlukan mengingat berita seperti itu bisa mengancam keamanan wilayah mengingat saat ini sudah masuk tahapan kampanye Pilgub.

“Saya minta pihak Kepolisian, TNI, Panwaslu dan KPU menindak tegas bagi pelaku penyebar isu yang bersifat SARA,maupun yang membuat tidak nyaman di media sosial. Kalau memang ada yang menyebar isu bersifat SARA tindak tegas saja, karena dampaknya itu jika tidak ditindak akan meluas dan mebahayakan,” tegasnya saat menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) Cipta Kondisi Pilkada Damai dan Tolak Radikalisme yang digelar Polres Blora, Rabu (28/2/2018).

Dalam acara itu, Djoko juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Polres Blora dan aparat keamanan lainnya yang terus berupaya menjadikan wilayahnya selalu aman dan kondusif. Ia meminta agar kondisi seperti ini terus diwujudkan melalui kebersamaan di tengah-tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah dan masyakarat Blora kami ucapkan terimakasih terkait kesiapsiagaan Polres Blora untuk terus menjaga Blora selalu nyaman, aman dan kondusif. Apalagi saat ini merupakan tahun politik, untuk itu agar wilayah selalu kondusif tentu perlu adanya kerja sama stakeholder terkait,” lanjutnya.

Djoko menyatakan, dalam waktu dekat akan mengundang semua pihak yang hadir dalam FGD tersebut untuk mengikuti acara serupa yang digelar Pemkab Blora. Dalam FGD nanti akan diberikan pemahaman mengenai regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan Pilkada serentak.

“Sosialisasi-sosialisasi untuk masyarakat dari Panwas, KPU, tentang peraturan peraturan juga penting diberikan pada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat nantinya bisa mengerti akan regulasi yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, seluruh jajarannya sudah siap untuk terus menjaga keamanan wilayah selama tahun politik. Baik untuk tahapan Pilgub, Pileg hingga Pilpres tahun depan. Ia menyatakan salah satu cara untuk menjaga kondusifitas dalam rangka mewujudkan keamanan adalah dengan mengadakan FGD dan sinergitas bersama seluruh stakeholder.

“Seperti FGD ini dimaksudkan untuk meminimalisir banyaknya isu yang beredar di beberapa daerah baik di Jawa Tengah maupun di daerah lainnya menjelang Pilkada serentak. Kami mengajak semua bisa bijak dalam menyikapi isu isu yang berkembang,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Aneka Produk Kerajinan dari 10 Provinsi Semarakkan Dekranasda Blora Expo 2018

MuriaNewsCom, BloraBerbagai kerajinan yang dihasilkan Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa disaksikan dalam even Dekranasda Blora Expo (DBE) 2018 yang dilangsungkan di komplek GOR Mustika Blora. Aven DBE 2018 yang akan berlangsung hingga 4 Maret mendatang, secara resmi dibuka Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (27/2/2018) kemarin.

Ketua Dekranasda Blora Umi Kulsum menyatakan, selain memperingati HUT Dekranas, even DBE 2018 juga digelar untuk mengenalkan berbagai potensi produk kerajinan Usaha Kecil Menangah (UKM) yang ada di Blora dan luar daerah.

”Untuk mengenalkan produk kerajinan UKM, kami membuka 100 stan terdiri 65 indor dan 35 outdor. Peserta yang ikut dari 10 Provinsi dan 20 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sedangkan acara tambahan akn dilangsungkan jalan sehat gratis dengan disediakan 10.000 tiket yang akan dilaksanakan Jumat 2 maret. Kemudian, pentas seni dan lomba cipta souvenir ciri khas Blora, bhakti sosial donor darah dan sosialisasi karies gigi PDGI Jateng dan Blora.

”Kami undang semua pelaku UKM yang ada di Blora agar mereka berlatih berani tampil dalam pameran. Sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Akhirnya sektor ekonomi mereka akan tumbuh positif. Ini yang kita harapkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi digelarnya DBE 2018. Menurutnya, even ini dinilai merupakan salah satu langkah jitu untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Dengan adanya pameran seperti ini maka produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku UKM akan semakin dikenal luas dan banyak menarik konsumen. Akibatnya permintaan produk kerajinan akan meningkat, dan bisa menyerap tenaga kerja,” cetusnya.

Menurut Djoko, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora saat ini sangat dipengaruhi sektor pertanian dan perdagangan. Sedangkan migas masih kecil porsinya dalam APBD. Khusus untuk perdagangan, berasal dari produk-produk UKM yang berasal dari masyarakat.

Ia menegaskan, kondisi di Blora saat ini belum ada industri besar yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Dengan kondisi ini, Pemkab sangat mendukung adanya pengembangan UKM, salah satunya dengan mengadakan pameran seperti ini.

Editor: Supriyadi

32 Barung se-Kabupaten Blora Berebut Jadi yang Tergiat dalam Ajang Pesta Siaga

MuriaNewsCom, Blora – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Blora menggelar ajang pesta siaga 2018, Kamis (22/2/2018). Peserta pesta siaga tingkat kabupaten atau kwarcab ada 32 tim atau barung. Masing-masing terdiri dari 16 barung putra da 16 barung putri yang merupakan perwakilan dari 16 Kwarran/Kecamatan se-Kabupaten Blora.

Pesta Siaga 2018 yang ditempatkan di SMPN 1 Bogorejo dibuka langsung oleh Bunda Umi Kulsum bersama Bupati Djoko Nugroho yang menjabat Kamabicab dan Wakil Bupati Arief Rohman selaku Ketua Kwarcab Blora.

Umi Kulsum yang juga bertindak sebagai pembina upacara Pesta Siaga 2018 mengucapkan selamat berlomba kepada para peserta. Ia berpesan agar para pramuka selalu berani untuk tampil meraih prestasi demi kemajuan bersama.

”Bunda sangat bahagia bisa hadir di tengah adik-adik semua. Kalian semua adalah anak-anak pilihan dari 16 Kwarran untuk tampil disini dalam Pesta Siaga. Jangan takut, jangan minder. Kalian harus berani mempertunjukkan kemampuan kalian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Umi Kulsum yang tidak lain adalah istri Bupati Djoko Nugroho tersebut juga berpesan kepada adik-adik pramuka untuk ikut menjaga dan menyayangi lingkungan. Terlebih saat musim hujan seperti ini kerap terjadi banjir dan tanah longsor.

”Ayo kita tanam pohon sebanyak-banyaknya di sekitar kita agar alam tidak rusak. Sehingga saat musim hujan seperti ini tidak terjadi banjir dan tanah longsor. Selain merawat lingkungan, harus taat beribadah dan patuh kepada orang tua,” lanjutnya.

Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi diadakannya event tahunan Pesta Siaga oleh Kwarcab Blora. Menurutnya, dengan pesta siaga, anak-anak bisa melatih dan mengasah kemampuan diri dalam hal pengetahuan, keberanian, kekompakan dan rasa percaya diri.

”Ini acara yang sangat bagus dalam membangun karakter anak. Disini mereka dilatih kerjasama, saling menolong, kekompakan dan keberanian. Mereka semua adalah bibit unggul, generasi Blora yang pintar dan berani dari seluruh wilayah berkumpul bersama,” tegasnya.

Selain upacara, pembukaan Pesta Siaga juga dimeriahkan dengan serangkaian acara. Antara lain, kuis pengetahuan, tari gambyong, kesenian barongan, pencak silat, penanaman pohon, pelepasan balon dan burung merpati, serta senam bersama goyang Maumere.

Terpisah, Ketua Kwarcab Blora Arief Rohman mengatakan, kegiatan Pesta Siaga tahun 2018 ini dilaksanakan bersamaan dengan hari lahirnya Bapak Pandu Dunia Boden Powell.

”Di sini anak-anak akan berlomba menunjukkan keahlian di bidang pengetahuan, kekompakan, seni budaya dan ketangkasan lainnya yang memuat nilai kemandirian, kerjasama, nasionalisme, tolong menolong dan kebernian. Setidaknya ada 11 pos penilaian yang didirikan panitia untuk menilai kemampuan masing-masing tim. Semoga ini bisa mewujudkan generasi penerus yang kuat,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Harga Tinggi saat Panen, Petani Cabai di Blora Tersenyum Lebar

MuriaNewsCom, Blora – Petani cabai di Desa Purworejo, Kecamatan Blora kini bisa tersenyum lega. Ini lantaran, hasil jerih payahnya menanam cabai sejak beberapa bulan lalu sudah mulai dipanen dan dirasakan hasilnya.

Penanaman cabai di desa tersebut merupakan binaan dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI). Total lahan penanaman cabai luasnya mencapai 4 hektare.

Kepala BI Jateng Hamid Ponco Wibowo menerangkan, program CSR pengembangan pertanian cabai merah terintegrasi ternak sapi di Desa Purworejo ini merupakan salah satu upaya untuk membantu peningkatan perekonomian petani di daerah.

”Pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi sektor pertanian. Seperti di Kabupaten Blora ini yang didominasi pertanian menjadikan kami tertarik untuk ikut mengembangkan,” katanya saat menghadiri panen cabai dengan Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/2/2018).

Model pengembangan dilakukan secara alami dengan mengintegrasikan antara peternakan sapi potong yang ada di desa dengan pertanian cabai merah keriting.

Dengan model terintegrasi, kotoran dari hasil peternakan sapi diolah menjadi pupuk organik guna kebutuhan pemupukan dan pestisida cabai. Dengan demikian, biaya produksi pertanian cabai bisa lebih hemat namun harga jualnya tinggi karena ditanam secara organik.

”Komoditas yang ditanam disini adalah cabai merah keriting jenis lado. Pendampingan di sini dilakukan mulai menanam, merawat, pemupukannya hingga panen. Harga cabainya masih bagus, per kilogramnya laku Rp 24-27 ribu,” jelasnya.

Bupati Djoko Nugroho mengucapkan terimakasih kepada BI yang telah bersedia mengucurkan program sosial berupa pendampingan pertanian cabai merah terintegrasi peternakan sapi di Desa Purworejo. Ia meminta agar kelompok tani bisa memanfaatkan program sosial dari BI ini secara serius.

”Alhamdulillah panen cabai binaan BI ini hasilnya bagus dan harganya masih bagus. Semoga berkah untuk para petani. Saya minta petani di Desa Purworejo untuk tenanan (serius-jawa) dalam mengikuti program dari BI ini. Karena dengan program seperti ini bisa meningkatkan pendapatan petani,” terangnya usai memetik cabai dilahan milik petani.

Usai panen perdana, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendukung pertanian cabai dari BI Perwakilan Jateng. Bantuan diberikan pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Tani Desa Purworejo Kecamatan Blora dan Kelompok Tani Taruna Muda Serut Desa Dringo, Kecamatan Todanan.

Editor: Supriyadi

Komunitas Difabel Blora Mustika dapat Bantuan Alat Produksi Batik

MuriaNwsCom, BloraAnggota komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) mendapat bantuan beragam peralatan produksi batik dari  NU Care-LAZISNU, salah satu organisasi NU yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan pada hari Rabu (21/2/2018).

Selain menyalurkan bantuan peralatan NU Care-LAZISNU juga memberikan pelatihan pewarnaan dan pemasaran pada anggota komunitas difabel yang selama ini menggeluti usaha pembuatan batik.

”Untuk pewarnaan batik kita gunakan dari bahan alami yang berasal dari getah daun dan kulit tumbuhan. Ada daun tom atau nilla, kulit kayu tingi, dan biji jolawe. Keunggulan cat warna alami ini selain ramah lingkungan juga memiliki warna yang khas,” ujar Solihin, seorang pengusaha dan perajin batik dari Pekalongan yang memberikan pelatihan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi langkah NU Care- Lazisnu dalam membantu pengembangan usaha komunitas difabel tersebut. “

Pemkab sangat mendukung kegiatan ini demi kemajuan Difabel Blora Mustika. Semoga hasilnya nanti bisa menginspirasi banyak kalangan untuk bisa terus maju di tengah keterbatasan yang dimiliki,” ungkap Arief yang hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.

Menurutnya, Pemkab Blora sangat mendukung pengembangan batik yang dibuat komunitas difabel tersebut. Salah satunya, dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Blora mendatang, akan mengenakan pakaian batik yang diproduksi komunitas DBM tersebut.

Untuk diketahui, Difabel Blora Mustika (DBM) adalah sebuah kelompok yang anggotanya menyandang disabilitas dan kusta. UMK yang berdiri pada tahun 2011 ini dipimpin oleh Ghofur dan Kandar.

Ghofur (33) adalah warga Kamolan, Kabupaten Blora. Kedua kakinya diamputasi karena tertimpa musibah sengatan listrik. Sementara Kandar (58) diamputasi pada kedua tangannya.

Bermodal tekad dan keyakinan Ghofur bersama para difabel di Blora merintis UKM batik yang kemudian diberi nama DBM. Tercatat ada 786 orang difabel tergabung dalam UKM ini.

Beranjak dari pengelolaan yang serba sederhana, kini batik DBM memproduksi sekitar 20 motif batik tulis dan 25 motif batik cap.

”Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para donatur melalui NU Care-LAZISNU. Semoga bantuan ini dan kegiatan ini bisa membantu kemajuan DBM,” ujar Ghofur didampingi Kandar, saat penyerahan bantuan.

Editor: Supriyadi

Mengagetkan, Ini Fakta Baru Kasus Pembunuhan Perempuan Cantik di Hutan Blora

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah fakta baru berhasil diketahui polisi terkait kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang mayatnya dibuang dikawasan hutan KPH Randublatung, Blora, Jumat (16/2/2018). Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Blora AKP Herri Dwi Utomo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/2/2018).

“Ada fakta baru yang kemarin belum sempat terungkap. Hal ini berdasarkan pengakuan dari Edi Sumarsono alias Sondong yang jadi tersangka pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, minuman yang dicampur apotas diduga jadi faktor utama penyebab kematian korban bernama Ida Lestiyaningrum (26), warga Kelurahan Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak tersebut. Namun, pengakuan terbaru dari tersangka menyatakan, korban ternyata sempat dicekik lehernya sebanyak dua kali.

Baca: Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

Untuk menguatkan pengakuan tersangka, Kasat Reskrim bahkan sempat menggelar pra rekonstruksi di halaman mapolres. Adegan pra rekonstruksi diawali saat tersangka dan korban berboncengan sepeda motor mengitari kota Blora pada kamis (15/2/2018) siang. Setelah itu, mereka berhenti di tugu monumen Randublatung pada sore harinya karena hujan lebat.

Edi Sumarsono alias Sondong, tersangka pembunuhan terhadap Ida Lestiyaningrum (26), saat memperagakan adegan dalam pra rekonstruksi, Selasa (20/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Di kawasan tugu tersebut, tersangka mengajak korban berhubungan intim sebagai bukti cinta. Korban yang masih perawan itu akhirnya bersedia memenuhi permintaan tersangka yang bertempat tinggal di Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung itu.

Usai berhubungan intim yang dilakukan di atas sepeda motor itu, korban yang sudah menyerahkan kesuciannya, meminta tersangka untuk menikahinya dan segera mengenalkan pada orang tuanya. Saat korban terus merengek, tersangka secara diam-diam sempat mencampurkan apotas yang disimpan dalam jok motor ke dalam sebotol minuman ringan.

Tersangka sempat meminta korban untuk meminumnya sebagai obat penyegah hamil. Namun, korban sempat menolaknya. Hal inilah yang menjadikan tersangka kalap dan akhirnya mencekik korban agar mau minum minuman tersebut.

Setelah minum sedikit, tersangka kembali mengajak korban naik motor menuju arah Randublatung. Dalam perjalanan, korban terlihat lemas dan bersandar pada tubuh tersangka.

Tersangka kemudian menghentikan laju motor untuk melihat kondisi korban. Saat itulah, korban mendadak terjatuh dari atas motor.

Melihat korban jatuh, tersangka bukannya menolong tetapi malah mencekik leher korban sekitar 10 menit. Setelah dipastikan tidak ada gerakan, tubuh korban kemudian diangkat dan dilemparkan ke semak-semak di kawasan hutan.

Setelah membuang tubuh korban, tersangka selanjutnya mengambil helm, tas, dan handphone milik korban dan bergegas meninggalkan lokasi kejadian. Dalam perjalanan, tas milik korban dibuang di kawasan hutan. Sementara handphone dan helm korban dibawa pulang.

Baca : Begini Kronologi Pembunuhan Perempuan Cantik Asal Demak di Hutan Randublatung Blora

“Tersangka juga sempat menggunakan handphone itu untuk mengirimkan pesan singkat kepada adik korban. Isi pesannya mengabarkan kalau korban pergi ke Jakarta dengan Edi,” jelas Kasat Reskrim.

Soal adanya apotas, jelasnya, selama ini tersangka memang sering mencari ikan dengan memakai obat tersebut. Biasanya, apotas itu ditaruh dalam jok motor untuk memudahkan jika sewaktu-waktu digunakan.

Ia menambahkan, meski ada fakta baru, namun pihaknya masih tetap menunggu hasil otopsi dari Laborat Forensik Polda Jateng. Dari hasil otopsi nantinya akan diketahui penyebab pasti kematian korban. Hasil otopsi diperkirakan baru keluar pekan depan.

Editor : Supriyadi

Puluhan Durian Lokal Blora yang Ditampilkan dalam Festival Langsung Ludes Diserbu Warga

MuriaNewsCom, Blora – Festival durian varietas lokal Kabupaten Blora yang digelar di kawasan Blok S Kecamatan Jepon, berlangsung meriah, Selasa (20/2/2018). Puluhan warga, terlihat antusias untuk menyaksikan festival durian lokal yang baru pertama digelar tersebut.

Tidak hanya itu, para pengunjung juga rela saling berebutan demi bisa mencicipi durian yang dipajang dalam festival tersebut. Tidak hanya bapak-bapak saja, aksi rebutan durian juga dilakukan ibu-ibu yang hadir dalam acara tersebut. Tak ayal, hanya dalam hitungan menit pasca pembukaan festival, puluhan durian itu langsung ludes diserbu warga.

“Saya sengaja datang untuk menyaksikan festival sekaligus ingin mencicipi durian lokal khas Blora. Sayangnya, saya hanya sempat mencicipi sedikit saja tadi,” kata Indah, warga Jepon yang hadir dalam festval tersebut.

Pembukaan fesitval durian dilakukan Bupati Blora Djoko Nugroho. Hadir pula, Kapolres Blora AKBP Saptono, Sekda Blora Bondan Sukarno dan sejumlah terkait lainnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan, diharapkan dengan adanya acara tersebut, potensi buah-buahan yang ada di Blora bisa semakin dikenal. Khususnya, potensi buah durian.

“Lewat festival durian lokal ini menunjukkan bahwa Blora tidak hanya identik dengan tanaman jati saja. Tetapi, Blora punya durian dan buah-buahan lainnya yang tidak kalah dengan daerah lain,” cetusnya.

Djoko juga mengajak warga agar gemar menanam buah-buahan. Menurutnya, dengan menanam buah, hasilnya bisa segera dirasakan dibandingkan dengan menanam jati.

“Kalau menanam jati yang harus menunggu puluhan tahun baru panen. Ayo menanam buah saja karena bisa cepat panen,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti menambahkan, luas kebun durian di Blora tahun ini sudah mencapai lebih dari 50 hektar. Kebun durian tersebut di Kecamatan Tunjungan, Todanan, Japah, Ngawen, Kunduran, dan Jepon.

“Hari ini, durian kita lombakan varietas lokalnya. Nanti yang menang akan dikembangkan menjadi buah durian lokal unggulan Blora,” paparnya.

Editor : Supriyadi

Banyak Kasus Terungkap, 14 Anggota Satreskrim Polres Blora Dapat Penghargaan dari Kapolres

MuriaNewsCom, Blora – Kapolres Blora AKBP Saptono memberikan reward atau penghargaan kepada anggotanya yang dinilai berprestasi dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian, Senin (19/02/2018). Salah satunya adalah keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan seorang wanita yang jasadnya ditemukan di semak-semak kawasan hutan, Kecamatan Randublatung. Atas kerja keras semuanya, pelaku tindak pidana pembunuhan bisa ditangkap kurang dari 3 hari sejak jasad korban ditemukan.

Jumlah anggota yang dapat pengharaan sebanyak 14 orang. Mereka yang mendapat penghargaan kali ini kebetulan semuanya bertugas di Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim).

Penerima penghargaan masing-masing, Iptu Lilik Eko Sukaryono, Ipda Edi Santosa, Aipda Agus Rasidi, Brigpol Budi Riyanto, Aiptu Indra Agung Rustiawan, Aipda Iwan Nugroho, Bripka Sumarjo, Brigpol Joko Sarwono, Brigpol Kukuh Budi, Brigpol Imam Kurniawan, Brigpol Andi Purwanto, Brigpol Daryanto, Briptu Hendrik Patraliska, dan Bripda Krisna.

Terkait keberhasilan tersebut, kapolres mengucapkan terima kasih dan juga apresiasi yang tinggi kepada para anggota yang telah berprestasi. Dengan prestasi yang diraih, para anggota diminta untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

“Dengan diberikannya penghargaan terhadap 14 orang ini, diharapkan akan memotivasi bagi anggota yang lain supaya bisa melaksanakan tugas lebih baik lagi,” tegasnya.

Selain reward, kapolres juga menegaskan akan memberikan punishment atau sanksi jika ada anggotanya yang melanggar disiplin ataupun menyalahi perundang-undangan yang berlaku. “Tingkatkan terus kinerja saudara-saudara dalam memberikan rasa aman dan tenang kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Pemkab Blora Gelar Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Djoko-Arief

MuriaNewsCom, Blora – Pemkab Blora melangsungkan acara tasyakuran memperingati dua tahun masa kepemimpinan pasangan Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Arief Rohman, Senin (19/2/2018). Pelaksanaan tasyakuran secara sederhana yang diawali dengan potong tumpeng dan makan bersama itu dilangsungkan di halaman belakang kantor bupati.

Acara tasyakuran dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho didampingi Sekda Bondan Sukarno dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Camat, Kepala BUMD serta karyawan lingkungan Setda Blora. Wakil Bupati Arief Rohman berhalangan hadir dalam acara tersebut karena sedang ada tugas di Jakarta.

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh unsur pemerintahan yang telah setia membantu menjalankan program kerja bersama dirinya hingga usia dua tahun ini.

“Terimakasih atas kinerja semuanya mulai Pak Sekda, Kepala OPD dan seluruh karyawan yang sudah bersama-sama membangun Blora, mandampingi saya dan Pak Wakil. Kami sadar PR kita masih banyak, meskipun angka kemiskinan kita berkurang. Naik dari peringkat 21 menjadi 19 se-Jawa Tengah di 2017,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan harus terus dilakukan, utamanya membuka akses Blora Selatan agar perekonomian Kabupaten Blora lebih merata. Ia ingin agar akses Blora-Randublatung-Getas hingga Ngawi dan Sragen bisa terus dibangun agar ekonomi wilayah bisa tumbuh lebih cepat.

“Saya nanti ingin ketemu Bupati Ngawi untuk membahas ini. Begitu juga dengan rencana pembangunan jembatan Medalem-Ngraho di Kecamatan Kradenan agar segera ditindaklanjuti. Betapa bahagianya warga di sana jika jembatan itu terwujud, karena bisa memotong jarak tempuh hingga 40 kilometer untuk menuju Ngraho atau Ngawi tanpa harus memutar lewat Cepu,” lanjutnya.

Menanggapi rencana Kementerian Perhubungan yang akan membangun lapangan terbang Ngloram menjadi sebuah Bandara, Bupati yang akrab dipanggil Pak Kokok ini meminta agar Sekda bisa segera membentuk panitia khusus untuk mengupayakan percepatan pembangunan Bandara.

Di samping itu, PR besar Pemkab Blora menurutnya juga masih ada di sektor pembangunan Sumber Daya Manusia. Ia ingin sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. Begitu juga sektor Pertanian dan UMKM yang sangat berpotensi mendorong peningkatan perekonomian.

Ia berpesan kepada Dinas Pertanian dan Dindagkop UKM untuk terus melakukan inovasi agar hasil pertanian serta produk-produk UMKM bisa bersaing di pasar regional, atau nasional.

Editor : Supriyadi

Begini Kronologi Pembunuhan Perempuan Cantik Asal Demak di Hutan Randublatung Blora

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pembunuhan terhadap Ida Lestiyaningrum, warga Wedung, Demak yang dilakukan Edi Sumarsono alias Sondong (24) memang sempat membuat warga Blora geger. Apalagi, mayat perempuan muda itu ditinggal begitu saja tanpa identitas di hutan.

Setelah di selidiki, latar belakang pembunuhan tersebut ternyata faktor asmara. Keduanya, bahkan sudah saling kenal sekitar dua bulan sebelumnya. Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka setelah berhasil ditangkap polisi Minggu (18/2/2018) kemarin.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengungkapkan, dari keterangan tersangka, awal mulanya sempat mengajak ketemuan korban di Alun-alun kota Demak.

Baca: Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

Kemudian korban diajak tersangka ke Blora untuk jalan-jalan dan mampir ke rumah dengan tujuan mau dikenalkan dengan keluarganya. Tersangka diketahui merupakan warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora.

Dalam perjalanansempat turun hujan deras dan keduanya berteduh di Tugu Monumen Pahlawan, Randublatung. Di tempat itulah, Edi mulai membujuk rayu korban untuk berhubungan intim.

Setelah dirayu, korban yang merupakan gadis lugu dan masih perawan tersebut akhirnya mau berhubungan intim dengan tersangka di sekitar lokasi tugu di kawasan hutan tersebut.

Usai berhubungan intim, korban kemudian menagih janji tersangka untuk dikenalkan dengan keluarganya. Namun tersangka justru mengelak dengan alasan belum siap. Korban yang takut hamil akibat setelah diajak berhubungan intim, terus mendesak tersangka agar mau menunjukan alamat rumahnya.

Baca: Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

Tidak lama kemudian, tersangka justru memberikan sebuah minuman kepada korban yang telah dicampur obat Apotas dengan alasan untuk menggagalkan kehamilan. Akhirnya korban meminumnya dan setelah itu, mereka melanjutkan perjalan naik motor.

Namun, di tengah perjalanan, tiba-tiba korban jatuh dari motor dan mengalami kejang-kejang. Tersangka yang takut kemudian langsung mebuang jasad korban ke pinggir semak-semak dan meninggalkannya begitu saja.

”Pelaku yang diketahui sudah beristri dan punya dua anak tersebut, mengaku lajang saat berkenalan dengan korban. Tersangka dituduh melanggar pasal 338 KUH Pidana, karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain,” ungkap kapolres.

Editor: Supriyadi

Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

MuriaNewsCom, BloraUpaya Polres Blora untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang mayatnya dibuang di kawasan hutan KPH Randublatung akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, pelaku pembunuhan yang sempat menggegerkan warga itu akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, tersangka pembunuhan diketahui bernama Edi Sumarsono alias Sondong (24), warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora. Tersangka berhasil diamankan kurang dari 72 jam setelah kejadian.

”Penangkapan tersangka dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo. Tersangka diamankan di rumahnya hari Minggu kemarin sekitar pukul 11.25 WIB,” ungkap kapolres saat press release, Senin (19/2/2018).

Baca: Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

Selain tersangka, sejumlah barang bukti berhasil pula diamankan petugas. Antara lain, sebuah motor Suzuki Sky Drive milik tersangka, bekas minuman bekas yang diminum korban, HP, dan Helm INK warna kuning yang dikenakan korban.

Korban pembunuhan ditketahui bernama Ida Lestiyaningrum (26), warga Wedung, Demak. Mayat korban ditemukan warga di kawasan hutan Mahoni dipinggir jalan raya Blora-Randublatung, Jumat (16/2/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Perempuan kelahiran 12 Juni 1991 bekerja di sebuah toko kain di Semarang.

Kapolres menjelaskan tersangka dituduh melanggar pasal 338 KUH Pidana karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Terungkapnya tindak pidana pembunuhan itu, setelah sebelumnya polisi melakukan otopsi bersama Tim Dokter forensik Polda Jateng di RSUD Blora untuk mengungkap indentitas mayat wanita yang dibuang dihutan tersebut.

”Usai dilakukan otopsi jenazah dibawa pulang pihak keluarganya pada Sabtu (17/2) siang untuk dilakukan pemakaman,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Kapolres Blora Ajak Wartawan Dukung Terciptanya Suasana Kondusif

MuriaNewsCom, Blora – Kapolres Blora AKBP Saptono mengajak seluruh wartawan yang bertugas di wilayah tersebut agar mewujudkan suasana kondusif menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018. Caranya bisa dilakukan melalui pemberitaan yang sehat dan objektif.

“Saya sadar, pers memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan. Untuk itu beritakanlah setiap tahapan pilkada secara sehat dan objektif, demi menghindari kemungkinan terjadinya konflik,” kata Kapolres, saat menghadiri syukuran Hari Pers Nasional (HPN) ke-72 di Restoran Taman Sarbini Blora, Jumat (16/2/2018) malam.

Kapolres mengakui, sejauh ini pihaknya sangat membutuhkan kehadiran insan pers. Terutama dalam membantu publikasi setiap kegiatan dan keberhasilan satuannya, mengawasai kinerja para personel, serta penyambung komunikasi dengan masyarakat luas.

Terkait hal itu, ia mengaku siap meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan para wartawan. Hal itu perlu dilakukan demi menjamin terwujudnya sinergitas dan kesamaan visi dalam upaya penguatan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Dalam kesempatan ini, saya ucapkan selamat memperingati Hari Pers Nasional ke-72. Semoga insan pers di Blora kian jaya, sukses, dan profesional. Sebaliknya saya juga memohon agar jalinan sinergitas kerja yang sudah terjalin baik antara Polres Blora dengan para wartawan agar terus dipertahankan dan ditingkatkan,” sambungnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Panitia syukuran HPN di Kabupaten Blora Urip Daryanto menyatakan, pers yang sehat adalah pers yang komunikatif dan melakukan proses publikasi dengan berlandaskan pada azas kemanusian, serta bertindak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

Ia mengajak seluruh wartawan di Blora supaya menciptakan harmonisasi lintas media dan organisasi pers. Selain itu, para wartawan juga diminta menjaga sinergitas dengan seluruh unsur pimpinan dan instansi daerah.

“Ingat, Hari Pers Nasional tidak hanya milik satu organisasi pers saja. Karena itu jadikan momen ini sebagai wadah silaturahmi dan pemersatu wartawan. Sehingga kita turut berharap, seluruh wartawan di Kabupaten Blora kian kompak dan maju,” tegas wartawan senior itu.

Editor : Supriyadi

Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

MuriaNewsCom, Blora – Sosok mayat seorang perempuan ditemukan warga di kawasan hutan, tidak jauh dari jalan raya Blora-Randublatung, Jumat (16/2/2018). Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ditemukan, mayat perempuan itu mengenakan baju warna pink, rok merah dan stoking putih.

Mayat perempuan itu memiliki ciri-ciri berkulit putih, rambut hitam, tinggi sekitar 150 cm dengan berat badan kira-kira 36 kg. Saat ditemukan, tidak ada identitas yang terdapat pada tubuh korban.

Informasi yang didapat menyebutkan, mayat tersebut ditemukan oleh pengendara motor yang kebetulan melintasi jalan raya tersebut. Saat sampai di lokasi, pengendara ini melihat seperti ada sosok boneka di kawasan hutan yang bisa terlihat dari jalan raya.

Selanjutnya, orang ini mencoba menghentikan beberapa pengendara lain yang melintas untuk diajak mengecek. Saat didekati, sosok yang dikira boneka itu ternyata adalah mayat seorang perempuan. Peristiwa itu, kemudian dilaporkan pada pihak perhutani dan kepolisian setempat.

Wakil Administratur Perhutani KPH Randublatung saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat di wilayah hutan tersebut. Menurutnya, mayat tersebut ditemukan di kawasan tanaman mahoni petak 119 RPH Jatisumo, BKPH Kedungjambu. Lokasi tersebut masuk  wilayah Desa Wulung, Kecamatan Randublatung.

“Penemuan mayat itu sudah dalam penanganan Polres Blora. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi penemuan, mayat tersebut dibawa ke RSU Blora,” katanya.

Editor: Supriyadi

Asyik, Pertengahan Tahun 2018, Pembangunan Bandara di Blora Akan Dimulai

MuriaNewsCom, BloraRencana pembangunan bandara di Kabupaten Blora akhirnya ada titik terang. Berdasarkan penyataan Wakil Bupati Blora Arief Rohman, pembangunan bandara yang ada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu akan dimulai pertengahan tahun 2018 ini.

“Pembangunan bandara akan dimulai pertengahan tahun nanti. Rencananya pada bulan maret nanti akan dilaksanakan groundbreaking terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menurut Arief, sebagai bentuk dukungan, Pemkab Blora telah menganggarkan dana senilai Rp 5 miliar untuk menunjang proyek nasional itu. Dana tersebut digunakan untuk perencanaan, penataan kawasan bandara, pembangunan jalan atau landasan lama, pemagaran, amdal dan lainnya. Sedangkan untuk pengembangan akan menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menegaskan jika akan membangun dua bandara lagi di Jawa Tengah. Yakni Bandara Jendral Sudirman di Wirasaba, Purbalingga dan Bandara Ngloram, Blora.

Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan topping off (penutupan atap) terminal Bandara Ahmad Yani Semarang pada hari Minggu (11/2/2018) lalu. Dalam kesempatan itu, Menhub mengatakan, untuk bandara di Blora tanahnya sudah ada, dan saat ini sedang proses desain. Ditargetkan, sebelum lebaran, pembangunan kedua bandara itu bisa dimulai.

“Terimakasih kepada Pak Menteri Perhubungan yang akan mulai membangun Bandara di Blora. Adanya bandara ini bisa jadi salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khususnya Blora dan sekitarnya. Jadi nanti kalau ingin ke Jakarta kita bisa naik pesawat dari Cepu, tidak perlu ke Semarang dulu,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Menyambut Tahun Politik, Ini Pesan Wabup pada Camat dan Kepala Desa di Blora

MuriaNewsCom, Blora – Wakil Bupati Blora Arief Rohman menekankan pentingnya menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah dari segala potensi gangguan perpecahan yang dimungkinkan terjadi saat tahun-tahun politik. Pernyataan itu disampaikan Arief saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2019 di Kecamatan Jepon dan Kecamatan Jati yang dihadiri camat dan kepala desa.

Menurutnya, mulai tahun 2018 hingga 2019 merupakan tahun politik. Pada tahun itu ada pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif hingga pemilihan presiden.

“Pak Bupati dan saya sudah sepakat tidak akan meributkan siapa yang akan didukung masing-masing dalam Pilgub, Pileg maupun Pilpres mendatang. Meskipun nantinya beda pilihan, jangan sampai membuat kondusifitas Blora yang sudah baik ini menjadi terganggu. Jenengan (kalian) semua silahkan memilih sesuai hati nurani. Siapapun yang menang, yang penting punya visi untuk ikut membangun Blora,” tegasnya.

Untuk Pilgub Jateng 2018 bulan Juni nanti, Arief mempersilahkan kepada seluruh Camat dan Kades untuk memilih sesuai hati. Dengan tegas, Ia meminta jangan ikut partainya Bupati atau Wakil Bupati.

Ia mengapresiasi situasi dan kondisi Blora yang sudah aman dan kondusif hingga sekarang. Keamanan dan kondusifitas ini jangan sampai rusak gara-gara beda pilihan politik.

“Partainya Pak Bupati dan partai saya, mungkin beda dalam Pilgub nanti. Meski begitu, Insya Allah kami tetap rukun dan bersatu memimpin Blora,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Usai Layani Pembeli, Penjual Togel di Blora Digerebek Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang penjual judi togel Hongkong berhasil diamankan anggota Polsek Blora. Penjual judi yang diamankan diketahui bernama Joko Setyo Utomo (33), warga Desa Patalan, Kecamatan Blora.

Sebelum diringkus, pelaku masih terlihat melayani pembali togel di rumahnya. Tidak lama kemudian, polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan pelaku.

”Pelaku kita amankan di rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku ini merupakan penjual kupon togel dengan omset ratusan ribu rupiah perhari,” kata Kapolsek Blora AKP Slamet, Senin (12/2/2018).

Bersama pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai sebesar Rp 335 ribu, tujuh buah buku togel, satu bendel kertas pembelian nomor, buku tertulis rekapan angka togel, empat bolpoint, satu buku ramalan dan satu tas slempang yang digunakan tersangka menyimpan uang.

Ia menyatakan, penangakapan pelaku kasus perjudian itu berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada aktifitas jual beli nomor judi togel di salah satu rumah warga di Desa Patelan. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya kasus itu berhasil terungkap.

Baik pelaku dan barang bukti langsung kita amankan ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHP Pidana tentang perjudian,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Ingin Senang-senang, Pemuda Pengangguran di Blora Nekat Curi Aki Truk

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pemuda pengangguran bernama Windiarto (26), diamankan anggota Polsek Kunduran, Blora, Jumat (9/2/2018). Gara-garanya, pemuda yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Kunduran itu melakukan tindakan pencurian aki truk pada hari Sabtu (13/1/2018) lalu.

Aki truk sebanyak dua buah yang dicuri itu milik Basuki Rahmad, warga Desa Klokah, Kecamatan Kunduran. Aki itu dicuri saat truk diparkir di depan rumah korban.

Kapolsek Kunduran AKP Untung Haryadi mengatakan, penangkatan pelaku dilakukan menyusul adanya informasi dari masyarakat yang mengabarkan kalau ada dua buah aki besar yang sedang disetrumkan disebuah bengkel. Setelah diisi setrum, aki tersebut rencananya akan dijual.

”Informasi itu langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya, pelaku kita amankan di bengkel saat sedang menunggu aki disetrum,” kata mantan Kapolsek Klambu, Grobogan itu.

Windiarto (26), diamankan anggota Polsek Kunduran, Blora karena kedapatan mencuri aki mobil, Jumat (9/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat dimintai keterangan, pelaku nekat mencuri aki karena kondisinya tidak bekerja dan ingin punya uang untuk dipakai bersenang-senang dengan temannya. Jika dijual, satu buah aki bekas yang kondisinya masih bagus, bisa laku seharga Rp 300 sampai Rp 400 ribu rupiah.

”Walaupun kasus ini kelihatan biasa, tetapi dampaknya cukup merugikan. Soalnya, ketika salah satu perangkat kendaraan hilang atau tidak dapat digunakan maka akan menghambat aktivitas kerja,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kunduran. Akibat dari perbuatan itu tersangka dikenakan pasal 363 KUHP pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Editor: Supriyadi

Sempat Kejar-kejaran di Sawah, Polres Blora Ringkus Pengedar Sabu Siap Edar

MuriaNewsCom, BloraAparat Satresnarkoba Polres Blora berhasil mengamankan seorang pria yang diindikasikan sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Pria yang diamankan bernama Kahir (46), warga Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.

Pengedar yang punya nama alias Salewang itu diamankan pada Rabu (7/2/2018) malam kemarin sekitar pukul 22.50 WIB. Penangkapan itu dilakukan di areal persawahan, tidak jauh dari rumah pelaku.

”Pelaku bernama Kahir alias Salewang ditangkap ketika ingin menjual sabu-sabu. Adapun total barang bukti yang kita dapatkan sebanyak 12 paket sabu. Salewang memang sudah kami incar dan dari informasi yang masuk, dia bertindak sebagai penjual sabu-sabu,” kata Kasat Narkoba AKP Suparlan pada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Sebelum ditangkap, Salewang yang kesehariannya berjualan daging anjing memang sudah menjadi incaran Satuan Narkoba Polres Blora. Setelah melakukan penyedilikan, pihaknya mendapat informasi kalau pelaku akan melakukan transaksi narkoba di areal persawahan.

Dalam proses penangkapan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dengan pelaku di areal persawahan. Meski mencoba kabur, namun Salewang akhirnya berhasil diringkus.

Suparlan menjelaskan, saat tertangkap dan digledah petugas hanya menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 0,24 gram yang dibungkus plastik klip. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, pelaku mengaku jika sebelumnya membawa 12 paket sabu. Namun, sebanyak 11 paket barang bukti lainnya sempat dibuang di areal persawahan saat mencoba pelaku mencoba melarikan diri.

”Setelah dapat keterangan tersangka, tadi pagi kami langsung kembali ke TKP untuk melakukan pencarian. Akhirnya, kita bisa temukan barang bukti tambahan sebanyak 11 paket sabu siap edar dengan berat masing-masing 1.5 gram yang disimpan dalam dompet pelaku. Beruntung barang bukti tersebut tidak hilang,” jelasnya.

Dikatakannya, selain 12 paket siap edar itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Antara lain, uang tunai senilai Rp 640 ribu, satu buah HP, tiga buah pirek kaca, tiga korek api gas dan satu bungkus rokok.

”Kami masih mengembangkan kasus ini guna penyelidikan lebih mendalam. Pelaku akan kita jerat dengan pasal pasal 114 jo 112 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Soal Penyelewengan Dana Desa, Ini Pesan Khusus Bupati Blora Pada Pendamping Desa

MuriaNewsCom, Blora – Para tenaga pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) diminta untuk bekerja secara profesional dan menunjukkan kinerja terbaik.

Terutama, dalam tugas utamanya untuk mengawal Dana Desa agar tidak disalahgunakan dalam pelaksanaannya.

Hal itu disampaikan Bupati Blora Djoko Nugroho dalam acara pengarahan dan pembinaan tenaga pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang diselenggarakan di Gedung Sasana Bhakti Blora.

“Dana Desa harus dikawal dengan baik agar tidak disalahgunakan. Adanya Dana Desa bisa digunakan untuk memajukan desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurut Djoko, penekanan itu diperlukan mengingat tugas pendamping desa dinilai tidak ringan. Para pendamping itu akan membantu tugas desa dalam melaksanakan serangkaian kegiatan, khususnya yang dialokasikan dari Dana Desa yang nilainya cukup besar.

“Untuk itu, para pendamping desa ini harus paham mengenai aturan yang berkaitan dengan bidang tugasnya. Antara lain, mempelajari UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. Saya harap dengan adanya pendampingan ini dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blora Gunadi menyatakan, tenaga pendamping yang dimiliki sebanyak 123 orang.

Rinciannya, 16 Pendamping Desa Teknik (PDTI), 32 Pendamping Pemberdayaan (PDP), 67 Pendamping Lokal Desa (PLD), 6 Tenaga Ahli (TA) dan 2 Operator Komputer (Opkom).

Menurutnya, tugas pendamping desa itu cukup banyak. Antara lain, mendampingi desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan terhadap pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kemudian, ikut mendampingi desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana dan prasarana desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Editor : Ali Muntoha

Lagi Rekap Omzet, Penjual Judi Togel di Cabean Blora Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Blora – Aparat Polsek Cepu, Blora berhasil mengungkap kasus perjudian jenis judi toto gelap (togel) yang masih muncul di wilayah tersebut, Rabu (7/2/2018) malam. Dalam pengungkapan ini, ada satu orang pelaku yang diamankan.

Yakni, seorang pria bernama Mustofa (51) yang bertindak selaku penjual togel. Pria ini ditangkap saat merekap hasil penjualan judi di rumahnya di Desa Cabean, Kecamatan Cepu sekitar pukul 20.30 WIB.

Bersama pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai sebesar Rp 110 ribu yang diduga hasil penjualan togel, dua lembar kertas rekapan, satu buah pulpen dan sebuah HP.

Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto menyatakan, barang bukti uang tunai yang berhasil diamankan memang tidak banyak jumlahnya. Namun, omzet dari penjualan togel tiap hari angkanya cukup besar. Hal itu berdasarkan dari bukti SMS yang berisi pesanan judi togel dari pelanggannya.

“Memang barang bukti uang tunai yang kita amankan jumlahnya tidak banyak. Namun dari hasil bukti sms dan kalkulasi pendapatannya setiap hari dari menjual kupon togel nilainya cukup besar,” katanya pada wartawan, Kamis (8/2/2018).

Ia menyatakan, penangakapan pelaku kasus perjudian itu berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada aktivitas jual beli nomor judi togel di salah satu rumah warga di Desa Cabean. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Kemudian, kita lakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan pelaku. Baik pelaku dan barang bukti langsung kita amankan guna penyelidikan lebih lanjut. Tersangka akan kita jerat dengan pasal 303 KUHP Pidana tentang perjudian,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kepergok Emak-emak, Nasib Pencuri di Blora Ini Bikin Iri

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pelaku pencurian di sebuah perkampungan tertangkap warga saat beraksi. Menariknya, orang yang berhasil menangkap pencuri ini tidak hanya kaum pria saja. Beberapa emak-emak juga ikut andil dalam meringkus pencuri tersebut.

Setelah diringkus, pencuri ini bisa dibilang mujur. Itu lantaran si pencuri diserahkan pada awak kampling setempat guna menghindari aksi main hakim sendiri. Selanjutnya pencuri diserahkan pada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Tapi jangan salah. Penangkapan pencuri itu bukan kejadian sebenarnya. Tetapi merupakan bagian dari simulasi penanganan tersangka pencurian yang berhasil tertangkap warga.

Simulasi itu dilangsungkan dalam kegiatan Apel Besar Kaposkamling di Lapangan Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo, Blora, Rabu (07/02/2018). Apel diikuti seluruh perwakilan awak kampling se-Eks Kawedanan Blora, para pejabat utama Polres Blora, jajaran Furkopimcam Bogorejo, Kapolsek Jepon, Banjarejo, Bogorejo, Blora dan Tunjungan beserta anggota Bhabinkamtibmas.

Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, siskamling merupakan aktifitas kesadaran yang didasarkan atas kesamaan maksud dan tujuan yang berorientasi pada kerjasama pelayanan keamanan terbatas di lingkungan masyarakat sebagai upaya mencegah gangguan kamtibmas. Kegiatan siskamling merupakan wujud sinergitas Polri dan masyarakat untuk berpartisipasi dan peduli dalam meningkatkan kepekaan serta daya tangkal masyarakat terhadap masalah keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami menilai, siskamling sangat efektif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan maupun deteksi dini jika terjadi bencana alam ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu, kepolisian selalu berupaya mengajak masyarakat selalu sadar dan peduli terhadap kamtibmas di lingkungananya. Harapannya masyarakat mampu menjadi polisi terhadap dirinya, keluarga dan lingkungannya sendiri,” ujarnya.

Kepada seluruh awak kamling yang hadir Kapolres berpesan agar masyarakat selalu meningkatkan peranannya dalam pemeliharaan kamtibmas dan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berkaitan dengan adanya Pilkada serentak tahun 2018 ini, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi isu negatif atau SARA.

“Jangan mudah terprovokasi isu negatif jelang Pilkada tahun 2018. Tetap junjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai pilihan masing-masing,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Nganggur, Pria di Blora Ini Nekat Curi Mesin Taktor Milik Tetangga

MuriaNewsCom, BloraKasus pencurian mesin diesel traktor yang di Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung, Blora yang terjadi awal Desember 2017 akhirnya berhasil diungkap. Hal ini seiring tertangkapnya seorang pria yang diindikasikan sebagai pelaku pencurian.

Pelaku yang diamankan diketahui bernama Ngarbianto (46), warga setempat. Pelaku yang diketahui pengangguran itu nekat mencuri mesin diesel traktor milik tetangganya karena terbelit kebutuhan ekonomi.

”Pelaku berikut barang bukti hasil curian mesin diesel traktor telah diamankan di Mapolsek hari Sabtu kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Dari keterangan sementara, dia (pelaku) beraksi seorang diri dan baru sekali melakukan pencurian,” ungkap Kapolsek Randublatung AKP Supriyo, Senin (05/02/2018).

Kasus pencurian mesin traktor yang ditempatkan di teras rumah itu terjadi di rumah Lapi (45), warga Sumberejo. Mesin yang sebelumnya masih terpasang pada traktor diketahui hilang saat pemilik rumah hendak salat Subuh ke Masjid. Selepas subuh, pemilik kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Randublatung.

Setelah melakukan penyelidikan, kasus pencurian akhirnya mulai ada titik terang. Hingga akhirnya, petugas melakukan penangkapan pelaku di rumahnya.

”Saat kita periksa, mesin diesel akhirnya bisa ditemukan. Barang bukti disembunyikan di belakang rumahnya. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan,” kata Supriyo.

Editor: Supriyadi

Mau Pensiun, 2 Polisi Blora Ini Diberi Hadiah Spesial

MuriaNewsCom, Blora – Dua anggota Polres Blora menerima hadiah spesial menjelang masa pensiunnya. Hadiah yang diterima berupa kenaikan pangabdian. Penyerahan tanda kenaikan pangkat pengabdian ini dilangsungkan dalam upacara korp raport yang dipimpin Kapolres Blora AKBP Saptono, Kamis (1/2/2018).

Dua anggota yang menerima penghargaan kenaikan pangkat pengabdian adalah Kanit Provos Polsek Bogorejo, Aiptu Tukiran dan Aiptu Tusihno yang bertugas di Polres Blora. Keduanya mendapat kenaikan pangkat dari Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) ke pangkat Ispektur Polisi Dua (Ipda).

Menurut kapolres, penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk reward pimpinan terhadap hak personel di lingkungan Polri. Namun, kenaikan pangkat pengabdian itu bukan merupakan hak mutlak personel setiap menjelang purna tugas.

“Kenaikan pangkat pengabdian ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan dari pimpinan organisasi Polri terhadap anggota yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, loyalitas dan pengabdian terhadap tugas dengan baik tanpa adanya perbuatan tercela,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya kenaikan pangkat pengabdian tersebut, dapat meningkatkan kualitas diri dan pengetahuan serta kearifan bersikap dan bertindak, meski masa tugas di Kepolisian hampir selesai.

“Dengan pangkat yang saudara peroleh tersebut membawa konsekwensi berupa tuntutan pelaksanakan kinerja dan tanggung jawab yang lebih besar, selaku polisi yang profesional, modern, dan terpercaya sesuai dengan kebijakan pimpinan Polri. Di samping itu  Polri juga memiliki tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi hak asazi manusia serta supremasi hukum,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha