Talud Sungai Longsor, 5 Rumah Warga di Sambongwangan Blora Terancam Roboh

MuriaNewsCom, Blora – Bencana longsor yang menimpa talud sungai Butbanyu di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung perlu mendapat penanganan segera. Ini lantaran, tingkat longsoran yang terjadi sejak beberapa pekan lalu makin bertambah parah.

Bahkan, talud longsor akibat abrasi sungai saat ini sudah mengancam pemukiman warga. Sedikitnya, sudah ada lima rumah warga yang terdampak karena lokasinya sangat dekat dengan titik longsoran.

Rumah yang terangcam masing-masing milik Suseno (50), Ralim (50), Sawit (45), Karmin (55), dan Yudi Hartono (50). Kelima rumah yang lokasinya berada di Dusun Butbanyu itu tinggal berjarak beberapa meter saja dari titik longsor.

“Hari Rabu kemarin, sudah ada petugas dari BPBD Blora yang mengecek kondisi bencana longsor. Kami berharap, longsornya talud segera ditangani karena sudah mendekati kawasan perkampungan,” kata sejumlah warga setempat.

Kondisi longsornya talud sungai memang terlihat sudah parah. Panjang longsoran mencapai 200 meter, tinggi 15 meter dan lebarnya berkisar 15 sampai dengan 20 meter.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Blora Hanung Murdaka menyatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisasi dan identifikasi di lokasi bencana. Secara keseluruhan, ada 25 rumah yang bisa terdampak longsoran jika tidak segera ditangani. Untuk penanganan longsor, ada dua usulan yang akan disampaikan ke DPU Blora, selaku SKPD teknis.

Usulan yang disampaikan adalah melakukan normalisasi sungai. Adapun caranya bisa dilakukan dengan penyudetan sungai untuk pelurusan alur. Satu lagi dengan cara pembangunan bronjong batu sehingga pelurusan alur sungai akan terjadi secara alami.

Editor : Supriyadi

Dih.. Ribuan Warga Blora Masih Buang Air Besar Sembarangan

MuriaNewsCom, BloraPerilaku buang air besar sembarangan (BABS) saat ini masih dilakukan banyak warga di wilayah Blora. Tidak memiliki jamban menjadi penyebab utama terjadinya perilaku ini. Ironisnya, ada ribuan warga yang masih buang air besar sembarangan.

”Hingga saat ini, masih ada 6 persen KK yang belum memiliki jamban. Jumlahnya sekitar 17.542 KK yang tersebar di 15 Kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti, dalam acara Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya percepatan Program Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, saat ini baru ada satu Kecamatan yang sudah 100 persen mendeklarasikan sebagai wilayah Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Yakni, Kecamatan Cepu.

Untuk Kota Blora cakupannya baru 99,8 persen. Sedangkan data terendah ada di Kecamatan Randublatung dengan cakupan 82,8 persen.

Terkait kondisi itu, Ia berharap seluruh Camat, Puskesmas dan Kepala Desa bisa aktif melaksanakan program percepatan ODF di Kabupaten Blora. Soalnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga menargetkan agar Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF pada tahun 2018 ini.

Dijelaskan, ODF merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah. Salah satu tujuannya untuk membiasakan masyarakat berprilaku hidup bersih dan upaya pencegahan penyakit, khususnya diare.

Untuk memerangi perilaku BABS itu dilakukan lewat program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang bertujuan menggugah kesadaran masyarakat supaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Dinas Kesehatan untuk memerangi perilaku buang air besar sembarangan yang sekarang ini masih banyak dilakukan masyarakat. Soalnya, perilaku itu bisa menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat sekitar.

“Oleh sebab itu, saya sangat mendukung upaya menyadarkan masyakarat agar tidak lagi membiasakan buang air besar di sembarang tempat. Saya berharap agar tahun 2018 ini Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF karena itu merupakan salah satu indikator penting pola hidup masyarakat yang sehat,” cetusnya saat membuka workshop.

Supaya target itu bisa tercapai, Djoko meminta agar semua pihak terkait bisa bergerak bersama. Ia memerintahkan para camat agar meminta kepala desa untuk menganggarkan dana desanya buat program jambanisasi.

“Pemerintah sudah memberikan dana besar ke desa dan salah satunya untuk mendukung program ini. Kita royok bersama agar bisa segera tuntas,” tegasnya.

Dalam acara itu, Djoko sempat pula menyerahkan bantuan delapan unit ambulans untuk disalurkan ke puskesmas. Masing-masing, Puskesmas Cepu, Ngroto, Bogorejo, Doplang, Menden, Puledagel, Randublatung dan Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Polres Blora Libatkan Puluhan Warganet untuk Perangi Berita Hoax

MuriaNewsCom, BloraUpaya untuk melawan adanya berita bohong atau hoax terus dilakukan Polres Blora. Terbaru, Polres Blora mengundang puluhan warganet yang selama ini aktif menggunakan media sosial untuk membantu memerangi berita hoax.

Pertemuan dengan warganet dilangsungkan di rumah makan Taman Sarbini Blora, Selasa (27/3/2018) malam. Kapolres Blora AKBP Saptono dan sejumlah perwira dan kapolsek hadir dalam pertemuan yang digelar dalam suasana santai itu.

Pada kesempatan itu kapolres sempat membagikan kaos kepada puluhan warganet yang diundang dalam acara tersebut. Kaos warna hitam itu bertuliskan ‘Netizen Mitra Polres Blora’ diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap warganet.

Setelah pembagian kaos, warganet kemudian mendeklarasikan pernyataan sikap menolak dan anti segala bentuk hoax, berita bohong, provokatif, sara dan ujaran kebencian. Warganet juga menyatakan sikap mendukung Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap pembuat berita hoax.

“NKRI Yes ! Hoax No !” ucap puluhan warganet berbarengan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengajak warganet untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan menjadi filter untuk menangkal berita hoax. Warganet juga diminta ikut mendukung terciptanya iklim yang aman dan kondusif. “Terlebih menjelang berlangsungnya Pilkada Jateng 2018 ini. Gawe Ayem lan Tentrem Wong Blora (bikin nyaman dan tenteram masyarakat Blora),” katanya.

Para warganet mengapresiasi pertemuan yang diadakan pihak Polres Blora tersebut. Mereka siap mendukung upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk menangkal berita hoax.

“Mewakil rekan-rekan netizen yang hadir, saya mengapresiasi kegiatan ini. Harapan saya tentu ada tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya. Sekaligus membahas program-program dan agenda kegiatan lainnya,” ujar Karsilo, seorang netizen dari  Kecamatan Cepu.

Editor: Supriyadi

Lagi Asyik Ngopi Sambil Judi Remi, 3 Warga Blora Ini Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Blora mengamankan tiga orang yang sedang ngopi sambil berjudi dengan kartu remi. Ketiga orang yang diamankan berasal dari Kecamatan Banjarejo. Yakni, Gianto (43), warga Desa Bacem, Sugarno (44) dari Desa Sendanggayam serta Suparno (40), warga Desa Balongsari.

“Ketiga tersangka, kita amankan saat judi di sebuah warung kopi di Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo. Kami juga menyita barang bukti berupa satu set kartu remi dan uang tunai taruhan perjudian senilai Rp 450 ribu,” terang Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo, Selasa (27/3/2018).

Penangkapan ini bermula dari laporan warga tentang adanya praktek perjudian dengan taruhan uang tunai di warung kopi tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan penyelidikan.

Saat praktik perjudian itu berlangsung, petugas langsung melakukan penggerebekan dan mangamankan tiga pelaku. Ketiga tersangka bersama barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya, dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian.

Editor: Supriyadi

Rencana Pembangunan Bandara Ngloram Blora Didukung Anggota DPRD Jateng

MuriaNewsCom, Blora – Rencana pembangunan kembali bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora terus mendapat dukungan. Terbaru, dukungan juga diberikan oleh anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Samsul Arief pada wartawan, Senin (26/3/2018).

Menurut Samsul, beberapa hari lalu rombongan dari Komisi D DPRD Jateng sempat melangsungkan kunjungan kerja ke Blora. Salah satunya adalah meninjau kondisi lapangan yang ada di Desa Ngloram tersebut.

“Pada kunjungan lapangan tersebut Komisi D DPRD Jawa Tengah pada prinsipnya siap membantu dan mendukung proses pembangunan Bandara Ngloram seperti halnya Bandara Wirasaba di Purbalingga,” jelasnya.

Masih dikatakan Samsul, selain mendukung, Komisi D DPRD Jawa Tengah juga  mengatakan kesiapannya untuk membantu penganggaran pembangunan dalam APBD Provinsi Jawa Tengah. Soalnya, pelaksanaan pembangunannya nanti akan diusung bersama antara Pemkab Blora, Pemprov Jateng dan utamanya Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Pada tahun ini, Satker Otoritas Bandara Sumenep yang ditugasi untuk melakukan inventarisasi aset di lahan Bandara Ngloram telah menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan pemagaran dan pengamanan aset sebelum adanya pembangunan yang dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Dari Pemkab belum bisa memastikan berapa anggaran yang akan digunakan untuk mendukung pengaktifan kembali Bandara Ngloram. Kami masih menunggu master plan yang saat ini masih dibuat pihak Kemenhub. Dari master plan itu lah baru bisa diketahui berapa porsi Pemkab untuk mendukung pembangunannya,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Top. Ciptakan Mesin Pencacah Rumput, Anggota Polres Blora Ini dapat Police Award

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah prestasi istimewa diraih Aipda Suyono, salah satu anggota Polres Blora yang bertugas di Polsek Jiken. Yakni, mendapat penghargaan Police Award Polda Jateng dibidang perternakan atau pertanian. Selain itu ada juga 20 polisi lainnya yang juga mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya pada bidang lainnya.

Penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (22/3/2018) malam. Acara penghargaan juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah menteri terkait. Hadir pula jajaran Forkompinda tingkat provinsi dan kabupaten.

Penghargaan didapat Aipda Suyono atas hasil karya yang dibuatnya beberapa bulan lalu. Yakni, menciptakan mesin pencacah rumput dengan modal pribadi.

Hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diwilayah tugasnya. Terutama saat musim kemarau tiba karena hasil fermentasi pakan ternak dari cacahan rumput atau batang jagung bisa bertahan hingga waktu enam bulan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan yang didapat anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Suyono tersebut. Ia juga mengucapkan terimaksih atas kerja keras seluruh personil, serta dukungan dari rekan-rekan media hingga akhirnya mampu meraih penghargaan Police Award tersebut.

“Alhamdullilah, puji syukur atas anugerah Allah SWT, akhirnya Polres Blora mampu meraih penghargaan Police Award. Rasa terimakasih juga saya tujukan untuk rekan-rekan media yang ikut berpartisipasi dalam mendukung Aipda Suyono meraih penghargaan kategori Bhabinkamtibmas yang berpengaruh di bidang perternakan dan pertanian ini,” ujarnya, Jumat (23/3/2018).

Atas keberhasilan tersebut, Suyono layak dijadikan sebagai motivator bagi semua anggota Bhabinkamtibmas. Ia berharap agar penghargaan itu bisa menjadi inspirasi anggota lainnya untuk bisa lebih peduli membantu persoalan sosial masyarakat di sekitar tempat tugasnya.

Editor: Supriyadi

Tawarkan Barang Curian, Maling Komputer MA Ma’arif Randublatung Blora Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pencurian seperangkat komputer di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Randublatung Blora akhirnya berhasil dituntaskan pihak kepolisian. Hal ini menyusul tertangkapnya pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi Sabtu (27/1/2018) lalu.

Tersangka pencurian komputer adalah Muhammad Zainudin (55), warga Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tersangka bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) sebuah mini market di Blora.

“Tersangka kita amankan di Stasiun Cepu pada hari Rabu (21/03/2019) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, tersangka berada di stasiun karena mau pulang ke Jakarta,” ungkap Kapolsek Randublatung AKP Supriyo, Kamis (22/03/18).

Bersama tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti kejahatan. Yakni, seperangkat PC computer merk Lenovo dan LCD. Barang itu dicuri tersangka dari ruang guru dengan cara menjebol plafon ruangan.

Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi mengingat gaji yang diterimanya tidak mencukupi.

“Tersangka saat ini masih diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” jelas Supriyo.

Menurutnya, keberhasilan polisi menangkap pelaku pencurian komputer sekolah ini, berkat informasi dari masyarakat yang melaporkan bahwa ada seseorang di sekitar Stasiun Cepu yang sedang menawarkan komputer. Dari informasi itulah, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Editor: Supriyadi

Digerojok Bantuan Peralatan, Petani di Blora Diminta Tingkatkan Hasil Panen

MuriaNewsCom, BloraPara petani diminta untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen. Hal itu disampaikan Bupati Blora Djoko Nugroho saat menyerahkan bantuan peralatan dan mesin pertanian (Alsintan) pada petani di Kantor Dinas Pertanian.

Dalam acara itu Djoko mengatakan, adanya bantuan peralatan tersebut akan mempercepat pengolahan tanah buat persiapan musim tanam. Dengan demikian, waktu yang diperlukan untuk persiapan bisa lebih singkat dibandingkan dengan memakai alat pengolah sawah tradisional.

“Saya harapkan dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian. Tolong bantuan peralatan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Khusus bantuan traktor, jangan ditinggal disawah karena rawan pencurian,” pesannya.

Menurut Djoko, bantuan alsintan itu diperuntukkan bagi kelompok tani. Artinya bantuan itu merupakan milik bersama dan digunakan bersama-sama secara bergantian, bukan milik pribadi.

“Boleh disewakan kepada petani lain di luar kelompok tani tetapi jangan mahal-mahal. Ojo didol, nek konangan ngko ra tak wek i bantuan neh (Jangan dijual, kalau ketahuan dijual nanti tidak akan diberikan bantuan lagi-red),” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Reni Miharti menyatakan, jumlah alsintan yang dibagikan kali ini sebanyak 99 unit. Yakni, dari APBN meliputi bantuan traktor roda dua sebanyak 15 unit, rice transplanter 2 unit, cultivator 3 unit dan rota tanam 1 unit.

Kemudian dari APBD Provinsi ada bantuan power thresser 5 unit, dan corn sheller 3 unit. Sedangkan lewat APBD Kabupaten Blora bantuan alsintan berwujud traktor roda dua sebanyak 70 unit.

“Jumlahnya penerima ada 99 kelompok tani. Masing-masing kelompok tani mendapatkan satu unit alsintan. Penerima adalah kelompok tani yang sebelumnya mengajukan bantuan dan sudah terverifikasi oleh tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sehingga dinyatakan layak menerima alsintan,” jelas Reni.

Editor: Supriyadi

Baru 2 Bulan Bebas, Seorang Residivis di Blora Ini Kembali Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan bernama Jarno kembali berurusan dengan polisi. Gara-garanya, pria berusia 25 tahun itu ditengarai telah melakukan tindak pidana penggelapan motor. Ironisnya, Jarno diketahui baru dua bulan lalu bebas dari menjalani hukuman di Rutan Blora dengan kasus yang sama.

“Tersangka atau pelaku bisa kita amankan hari Selasa 20 Maret 2018 kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku adalah residivis penggelapan sepeda motor yang baru keluar pada 21 Januari 2018 lalu,” terang Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, Rabu (21/3/2018).

Kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan tersangka terjadi di rumah korban bernama Ika Widyastuti (40), warga Dukuh Sumengko, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, pada 12 Maret 2018. Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban dan mengaku sebagai montir. Kedatangannya bertujuan untuk memperbaiki truk milik korban yang mogok di wilayah Randublatung.

Mengingat memang butuh bantuan montir, korban tidak menaruh curiga meski orang tersebut belum dikenal sebelumnya. Setelah ngobrol sejenak, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk beli spare part truk yang mogok tadi.

Setelah pergi membawa motor Honda Beeat dengan nopil K 3200 CE, tersangka tidak kembali lagi ke rumah korban hingga malam hari. Merasa kena tipu, korban akhirnya melaporkan kejadian itu pada Polsek Banjarejo pada keesokan harinya.

“Setelah menerima laporan, kami kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, ada informasi yang menyebutkan kalau sepeda motor itu akan dijual diwilayah Randublatung,” jelas Budiyono.

Selanjutnya petugas dari Polsek Banjarejo didukung anggota Polsek Randublatung melakukan pemantauan dan pengintaian di jalan raya Cepu-Randublatung. Sekitar pukul 18.30 WIB, tersangka akhirnya muncul mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju timur.

“Setelah tersangka muncul, petugas langsung menghadang di depan Kantor KPH Randublatung. Kemudian, pelaku berikut barang bukti sepeda motor dan STNK kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Blora Minta Dukungan Perbaikan 4 Ruas Jalan Rusak ke Pemprov Jateng

MuriaNewsCom, BloraSedikitnya ada empat skala prioritas pembangunan yang diusung Pemkab Blora pada tahun anggaran 2019. Selanjutnya, keempat skala prioritas ini diusulkan pada Pemprov Jateng untuk mendapatkan dukungan anggaran.

“Empat usulan prioritas itu sudah kita sampaikan pada Pemprov Jateng. Yakni, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Kabupaten Rembang, hari Senin kemarin,” jelas Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/3/2018).

Djoko menegaskan, empat usulan prioritas itu kesemuanya meliputi peningkatan infrastruktur jalan. Yakni, peningkatan jalan Kunduran-Doplang sepanjang 19,6 km dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan Blora-Randublatung sepanjang 24,8 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas sepanjang 19,1 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar. Satu lagi adalah peningkatan jalan Mendenrejo-Megeri sepanjang 23 km dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar..

“Peningkatan jalan itu butuh alokasi dana cukup besar. Kami berharap Pemprov Jateng bisa membantu pembangunan empat usulan prioritas tersebut,” katanya.

Lebih jauh Djoko menyatakan, peningkatan infrastruktur itu diperlulan untuk membuka akses jalan desa hutan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di wilayah Blora Selatan.

Jika jalan itu bisa terbangun dengan baik, maka roda perekonomian disekitarnya akan tumbuh cepat. Dampak selanjutnya, tingkat kemiskinan akan bisa berkurang.

“Seperti kita ketahui, akses jalan dari Blora ke utara (Rembang) sudah bagus. Akses ke barat arah Purwodadi bagus, begitu juga ke timur arah Bojonegoro bagus. Tetapi begitu kita melihat Blora ke selatan menuju Ngawi, belum ada jalan yang layak,” imbuh Djoko.

Editor: Supriyadi

Jangan Harap Kebagian Jika Tak Bikin Janji, Lontong Opor Bu Pangat Cepu Ini Larisnya Kebangetan

MuriaNewsCom, Blora – Segala cara dilakukan banyak orang untuk mendapatkan sesuatu. Tidak terkecuali untuk mengisi perut dengan makanan. Di Blora, tepatnya di daerah Kapuan, terdapat lontong opor Bu Pangat.

Untuk mencapai warung ini, kita harus melewati hutan jati yang jaraknya dari Kecamatan Cepu lumayan jauh. Namun, perjuangan yang panjang itu berakhir dengan segarnya kuah lontong opor Bu Pangat menghangatkan tenggorokan.

Warung ini berada di daerah Ngloram, Desa Kapuan, Kecamatan Cepu. Di warung ini beraneka keunikan bisa kita lihat. Seperti rasa kecele ketika sudah jauh-jauh sampai ke Kapuan tapi lontong opor sudah ludes.

Seperti dialami Giyanto, warga Semarang yang hendak mencicipi lontong opor ini. Bersama keluarganya harus gigit jari karena lontong opor Bu Pangat ini sudah habis.

Gonduk aslinya. Sudah sampai sini malah habis. Saya dari Surabaya sengaja pulang lewat Bojonegoro terus mampir ke sini untuk makan karena rekomendasi teman, ternyata sudah habis, ya sudah makan di Blora saja,” katanya, kecewa.

Kekecewaan Giyanto akhirnya teredam dengan penjelasan karyawan Bu Pangat. “Kalau ke sini pesan dulu, Pak. Ini kartu namanya,” katanya.

Menurut para pelanggan setia Bu Pangat, mereka harus pesan dulu sebelum berangkat ke sana jika tidak ingin gigit jari seperti yang dialami Giyanto. “Pernah kami lupa pesan dulu, sampai sini sudah habis. Padahal jauh-jauh dari Blora,” ujar Lista, pengunjung lain.

Bu Pangat meracik lontong opor dengan bumbu rahasia. Namun, kelezatan dan cita rasa masakannya juga tercipta pada kayu jati sebagai alat pengganti kompor untuk memasaknya.

“Saya memasaknya dengan kayu jati yang kering dan kayu jati tidak menimbulkan asap sama sekali. Rasa makanan jadi lebih alami tidak bercampur asap,” cerita Bu Pangat saat dikunjungi Sudirman Said, cagub Jateng beberapa waktu lalu.

Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said menikmati opor lontong Bu Pangat yang sudah dikenal kelezatannya. (MuriaNewsCom/Hana Widya)

Habiskan 50 Ekor Ayam Setiap Hari

Setiap hari Bu Pangat menyediakan 50 ekor ayam dere’ atau ayam muda yang besar dan dagingnya tidak alot. Proses pemotongan ayam dilakukan setelah subuh dan memulai masak opor pukul 08.00. “Kalau ada pesanan bisa potong ayam sampai 70 ekor,” tambah Bu Pangat.

Untuk lontong, Bu Pangat membuat sendiri. Proses memasaknya butuh waktu delapan jam dimulai dari pukul 00.00 dinihari. Berbeda dengan lontong opor lainnya, Bu Pangat menyajikan tekstur kuah lontong yang gurih dan daging ayam yang lunak dan sedikit pedas menyatu dengan kuah lontong opor ini.

Di rumah makan yang bernuansa jati dengan dinding berwarna serba hijau ini, Bu Pangat melayani para pembeli dengan cekatan. Warung ini buka sejak pukul 08.00. Sebelum pukul 12.30 sudah dipastikan lontong opor ini habis.

Sementara, pelanggannya berjubel setiap hari. Dari warga sekitar sampai masyarakat luar Blora sudah merasakan lontong opor ayam bikinan bu Pangat ini. Bahkan tokoh-tokoh ternama juga pernah mencicipinya. Terutama Sudirman Said beberapa waktu lalu.

“Ini Lontong opor yang luar biasa,pedes tapi bikin ketagihan,” kata Sudirman Said saat dimintai komentarnya usai mencicipi segarnya kuah lontong opor tersebut.

Cukup dengan Rp 10.000,- kita bisa dapat seporsi lontong opor. Untuk minumnya, kita bisa minum bir tekek. Bukan bir dalam arti sebenarnya. Orang Blora menyebut bir tekek yaitu minum air putih dari kendi tanah liat yakni menuangkan air putih dengan  kendi. Bagian leher kendi dipegang dan kita minum air dari ujung kendinya, seperti ditekek bukan?

Editor: Supriyadi

Lagi, 2 Pengedar Narkoba di Blora Diringkus Tim Cobra

MuriaNewsCom, Blora – Tim Cobra Satresnarkoba Polres kembali menunjukkan bisanya. Hal ini menyusul keberhasilan tim Cobra dalam membekuk dua pengendar narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Blora dan sekitarnya. Kedua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini ditangkap dalam waktu dan tempat berlainan.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan, tersangka pertama yang diamankan adalah Ardi Joko Nugroho (25), warga Kampung Simo Kwagean, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Tersangka yang kesehariannya bekerja ojek online ini ditangkap di depan pintu masuk Stasiun kota Cepu pada hari Jumat (16/03/18) pukul 20.00 WIB.

Penangkapan tersangka ini berawal dari info masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Stasiun Cepu. Pelaku dikabarkan datang dari kota Surabaya menuju Cepu dengan menggunakan kereta api.

“Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi stasiun, petugas mengetahui orang yang dimaksud yang baru turun dari kereta. Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan di depan pintu masuk stasiun,” ungkap Suparlan pada wartawan, Senin (19/03/18).

Saat digeledah, dari dalam tas yang dipakai tersangka ini, petugas menemukan sebuah HP dan 2 paket narkotika seberat 1,34 gram. Barang terlarang ini dibungkus plastik klip warna bening yang digulung, kemudian dikemas dalam amplop warna putih.

Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya diamankan petugas beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul satu nama tersangka lagi yang diindikasikan sebagai pengedar. Yakni, Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

“Tersangka kedua ini kita amankan di rumahnya pada hari Sabtu (17/03/18) sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Cobra langsung melakukan penggledahan dan ditemukan barang bukti narkoba. Jumlahnya ada tiga paket narkotika seberat 4,60 gram. Selain itu, ditemukan pula satu buah timbangan digital serta sebuah HP.

“Tersangka dan barang bukti diamanakan dan dibawa ke kantor Sat Res Narkoba Polres Blora, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.” pungkas Suparlan.

Beberapa hari sebelumnya, tim Cobra sudah berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka atau pelaku yang diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Rabu (14/03/18).

Dari tangan tersangka ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih.

Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

Editor : Supriyadi

Warga Muraharjo Blora Gorok Lehernya Sendiri Sampai Tewas

MuriaNewsCom, Blora – Peristiwa orang bunuh diri yang menggegerkan warga terjadi di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, Minggu (18/3/2018). Pelaku bunuh diri yang dilakukan di rumahnya sendiri itu diketahui bernama Suwarni (50).

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa bunuh diri diketahui sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, anak korban Muryanti (27) hendak memasukkan pakaian dari jemuran ke dalam kamar orang tuanya. Namun, kondisi pintu kamar ternyata terkunci dari dalam.

Selanjutnya, Muryanti memanggil ayahnya Wagiman (60) yang ada di pekarangan. Kedua orang itu kemudian mencoba memanggil nama korban beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Merasa curiga, Wagiman kemudian mendobrak pintu kamar tersebut. Setelah pintu terbuka, keduanya sontak kaget. Soalnya, mereka mendapati tubuh korban sudah bersimbah darah di atas tempat tidurnya. Pada kursi plastik di samping tempat tidur terdapat parang berlumuran darah.

Melihat kondisi itu, keduanya kemudian berteriak minta perlongan warga. Mendengar teriakan ini, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Saat diperiksa warga, korban ternyata sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Kunduran, AKP Untung Hariyadi ketika dimintai komentarnya menyatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian, polisi bersama dengan tim medis memeriksa kondisi korban.

Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pada leher korban mengalami luka sobek sepanjang 15 cm dan dalamnya  2 cm.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda kekerasan. Korban meninggal akibat bunuh diri. Luka pada leher terjadi akibat goresan sebuah parang yang dilakukan korban sendiri,” kata mantan Kapolsek Klambu, Grobogan itu.

Menurutnya, mengenai penyebab tindakan bunuh diri, diduga disebabkan sakit glukoma selama dua tahun yang tidak kunjung sembuh. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, hampir setiap hari, korban sering mengeluhkankan penyakit pada kedua matanya yang tidak kunjung sembuh.

Editor : Ali Muntoha

Mengenal Si Denok, Jati Keramat di Blora Berusia 300 Tahun 

MuriaNewsCom, Blora – Denok sejatinya adalah nama panggilan untuk anak perempuan. Namun, di Blora nama ini dipergunakan untuk sebutan pohon jati tertua.  Pohon jati ini dapat kita temui di RPH Temetes BKPH Temanjang, Kecamatan Banjarejo. Di area hutan milik Perhutani ini, Denok berdiri sudah sekitar 300 tahun.

Masyarakat setempat mempercayai keberadaan Denok ini sebagai tempat yang keramat. Karena itu, Denok kini menyandang status situs budaya dan tempat ritual bagi masyarakat. Heri, warga Blora mengatakan banyak orang ngalap berkah dengan melakukan ritual di pohon denok itu.

Jati Denok  sendiri memiliki diameter berukuran tiga meter dan bentuknya menyerupai fosil. Konon, pohon ini dinamakan Denok karena pangkal pohon terdapat blendong atau gembol yang oleh masyarakat dinamakan denok.

Heri menambahkan, selain karena ada blendong tadi juga dikaitkan dengan cerita legenda di masa lalu. “Konon di masa itu Jati Denok merupakan tempat pemandian Putri Jonggrang Prayungan. Tempat itu diinjak seorang pangeran dan bekas injakan itu menggelembung. Jadi itu asal-usul Jati Denok jika dikaitkan dengan ceritera legenda,” ujar Heri yang mendampingi MuriaNewsCom selama di Blora.

Untuk mencapai lokasi memang harus membutuhkan persiapan khusus karena jalur menuju RPH Termetes BKPH Temanjang ini sangat ekstrem. Meski dinilai ekstrem, tidak menciutkan nyali para wisatawan untuk datang ke lokasi itu. Ratman misalnya. Warga Purwodadi  datang ke lokasi pohon jati denok ini karena disertai rasa penasaran.

“Penasaran, Mbak. Jati kok namanya Denok. Setelah tahu asal usulnya ternyata memang bagus dan bersih,” katanya.

Ratman beserta wisatawan lainnya baik dari dalam maupun luar Blora pun langsung mengabadikan diri lewat swafoto dengan background Jati Denok ini. “Bahkan, ada yang datang ke sini dengan segala harapan. Mereka percaya harapan itu akan terkabul,” pungkas Heri.

Editor: Supriyadi

Puluhan Driver Ojek Online di Blora dapat Pelatihan Safety Riding

MuriaNewsCom, Blora – Puluhan driver ojek online mendapat palatihan safety riding dari Satlantas Polres Blora, Sabtu (17/3/2018). Kegiatan ini digelar dalam rangkaian pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 yang dilangsungkan hingga 25 Maret mendatang.

Pelatihan pada driver ojek online diawali dengan pembinaan dan penyuluhan yang disampaikan Kanit Dikyasa Iptu Yoga. Ada berbagai hal disampaikan pada sesi ini. Antara lain, terkait hal-hal yang mengakibatkan kefatalan dalam berkendaraan yang berujung pada laka lantas. Kemudian, pentingnya etika berlalu lintas di jalan raya juga ikut disampaikan.

Driver ojek online juga dibekali tentang tata cara berkendara yang baik dan benar dengan mengutamakan keselamtan. Lalu, mereka dibekali tips persiapan sebelum berkendara, cara menghindar dan cara membonceng yang benar.

Setelah teori, para peserta diminta mengendarai sepeda motor dengan lintasan yang sudah dipersiapkan dihalaman belakang mapolres. Lintasan tersebut bentuknya hampir sama seperti dalam ujian praktek SIM C. Yakni ada lintasan zig-zag, putar angka delapan, berbalik arah (leter U) dan pengereman atau menghindar.

Kanit Dikyasa Iptu Yoga menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan mengingat keberadaan ojek online di Kabupaten Blora sudah banyak peminatnya. Dengan pembekalan dan pengetahuan safety riding tersebut, diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi.

“Kecelakaan lalu lintas moyoritas didominasi pengendara sepeda motor. Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan safety riding ini sangat penting sebagai langkah edukasi, tujuannya mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Beberapa driver ojek online mengapresiasi adanya kegiatan yang dilakukan Satlantas Polres Blora tersebut. Melalui kegiatan itu, mereka mendapat banyak tambahan pengetahuan tentang cara berkendara yang baik dan benar.

Editor: Supriyadi

Kena Pancingan Tim Cobra, Pengedar Narkoba di Blora Tak Berkutik Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Blora Tim Cobra Satresnarkoba Polres Blora berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu.

”Tersangka Doni kita tangkap pada hari Rabu (14/03/18) kemarin. Penangkapan berlangsung di rumah tersangka sekitar pukul 22.30 WIB,” ungkap Kasat Kasat Narkoba AKP Suparlan, Jumat (16/03/2018).

Penangkapan tersangka diawali dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada peredaran narkotika jenis sabu di sekitar Stasiun Kota Cepu. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya muncul nama tersangka yang diindikasikan sebagai pengedarnya.

Selanjutnya, tim Cobra membuat pancingan dengan memesan barang pada tersangka. Tidak lama kemudian, tersangka mengabarkan jika barang yang dipesan sudah disiapkan.

”Setelah memastikan pesanan narkoba dari tersangka, tim bergerak menuju ke rumahnya. Kemudian, kita langsung melakukan penggerebekan dan penggledahan,” ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih. Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

”Tersangka terbukti melanggar Narkotika primer pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini pelaku dan barang bukti telah dibawa untuk diamankan guna pengembangan lebih lanjut,” pungkas Suparlan.

Editor: Supriyadi

Korban Banjir Bandang di Blora Diberi Bantuan Sembako

MuriaNewsCom, Blora – Pemkab Blora melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyalurkan bantuan pada korban banjir akibat meluapnya sungai Cangkring yang terjadi pada pertengahan bulan Februari lalu.

Banjir bandang menimpa warga di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran dan Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan.

Bantuan pascabanjir diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Arief Rohman. Ikut mendampingi penyerahan bantuan, Kepala Dinsos P3A Blora Sri Handoko Camat dan Kepala Desa setempat.

Penyerahan bantuan berupa beras itu diserahkan langsung kepada para korban banjir di rumah Kades Kedungwaru dan Balai Desa Kedungwungu.

“Saya mewakili Pak Bupati turut prihatin atas musibah yang terjadi pada bulan Februari kemarin. Banjir yang biasanya kecil, ternyata tahun ini terjadi begitu besarnya sehingga melanda rumah penduduk. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang kemarin terkena banjir,” kata Arief.

Kepala Dinsos P3A Sri Handoko menyampaikan, bantuan sosial berupa beras ini diperuntukkan kepada korban bencana alam seperti banjir bandang. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan masing-masing kepala desa untuk penyaluran bantuan.

“Masing-masing korban bencana menerima beras sebanyak 10 kg. Semoga bisa meringankan beban pasca banjir,” jelasnya.

Kepala Desa Kedungwungu, Siti Guntari mewakili warganya mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Pemkab Blora yang disalurkan dalam bentuk beras. Ia berharap kedepan banjir bandang tidak akan terjadi lagi.

“Terimakasih Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dan Dinas Sosial, semoga barokah. Kami ingin kedepan agar banjir tidak terjadi lagi. Kami berharag agar bisa dilakukan normalisasi sungai atau pembangunan penguatan tanggul dengan bronjong guna mencegah banjir,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Batik Bikinan Difabel Asal Blora Dipuji Presiden Joko Widodo

MuriaNewsCom, Blora – Kerajinan batik yang diproduksi komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) mendapat perhatian sangat istimewa. Tidak tanggung-tangung, perhatian sekaligus apresiasi diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Apresiasi itu diberikan saat perwakilan difabel Blora hadir dan bertemu langsung dengan presiden di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Rabu (14/3/2018) kemarin.

Pertemuan itu berlangsung setelah presiden melangsungkan peluncuruan Program Bank Wakaf Mikro yang diadakan di Ponpes milik KH Ma’ruf Amin tersebut.

“Perwakilan anggota difabel Blora dengan dibantu NU Care-LAZISNU sengaja datang ke Banten untuk bertemu presiden dan menyerahkan langsung batik hasil karyanya.,” kata Wakil Bupati Blora Arief Rohman, Kamis (15/3/2018).

Menurut Arief, presiden sangat senang melihat hasil karya batik yang dibuat komunitas difabel di Blora. Presiden juga mengatakan jika produk batik yang dihasilkan juga cukup bagus.

“Bagus-bagus batiknya. Terimakasih,” kata Arief menirukan ucapan Presiden Joko Widodo saat menerima perwakilan difabel di Banten.

Arief mengucapkan terimakasih kepada NU Care-Lazisnu yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada kaum difabel Blora, sehingga bisa menghasilkan karya.

“Semoga ini bisa menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, Allah akan selalu memberikan kesempatan dan kekuatan untuk tetap menghasilkan karya,” imbuh Arief yang ikut mendampingi penyerahan batik karya difabel pada presiden itu.

Selain kepada presiden, perwakilan Difabel Blora Mustika juga menyerahkan karya batiknya kepada KH Ma’ruf Amin yang saat ini menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU sekaligus Ketua MUI itu.

Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan, penyerahan batik dari difabel Blora kepada Presiden Joko Widodo dan Rais Aam PBNU bertujuan untuk menginspirasi masyarakat.

“Pendampingan LAZISNU kepada komunitas difabel Blora juga salah satu bagian dari pemberdayaan ekonomi umat sesuai amanat Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur,” katanya.

Untuk diketahui, Difabel Blora Mustika (DBM) adalah sebuah kelompok yang anggotanya menyandang disabilitas dan kusta. UMKM yang berdiri pada tahun 2011 ini dipimpin oleh Ghofur dan Kandar.

Ghofur (33) adalah warga Kamolan, Kabupaten Blora. Kedua kakinya diamputasi karena tertimpa musibah sengatan listrik. Sementara Kandar (58) diamputasi pada kedua tangannya.

Bermodal tekad dan keyakinan Ghofur bersama para difabel di Blora merintis UKM batik yang kemudian diberi nama DBM. Tercatat ada 786 orang difabel tergabung dalam UKM ini. Beranjak dari pengelolaan yang serba sederhana, kini batik DBM memproduksi sekitar 20 motif batik tulis dan 25 motif batik cap.

Editor : Ali Muntoha

Jalan Desa Gadon Blora Ini Hanya Tersisa Separuh, Warga Terancam Terisolir

MuriaNewsCom, Blora – Akses transportasi warga Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Blora, saat ini sedikit terganggu. Hal ini menyusul adanya bencana longsor yang menimpa bantaran sungai Bengawan Solo. Lokasi longsor ini letaknya berdekatan dengan ruas jalan utama desa tersebut.

Longsornya bantaran sungai mulai terlihat Rabu (14/3/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Bantaran sungai ini longsor sepanjang 25 meter dan terdapat rakahan selebar 5-10 cm.

“Longsor terjadi akibat naiknya debit air Bengawan Solo. Kondisi tanah terus bergerak dan rekahan makin lebar,” kata staf lapangan BPBD Blora Agung Tri, Kamis (15/3/2018).

Longsor itu memakan separuh lebih badan jalan. Akibatnya mobil tak bisa melintas, kendaraan roda dua pun harus hati-hati saat melewati jalan ini. ”Ini, kita masih melakukan pendataan guna menyiapkan langkah penanganan,” ujarnya.

Kepala BPBD Blora Sri Rahayu menyatakan, longsornya bantaran sungai itu berpotensi memutus jalan desa.

Untuk langkah awal, pihaknya sudah memberikan rambu peringatan pada pengguna jalan agar berhati-hati. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi longsor.

Editor : Ali Muntoha

Kondisi Kejiwaan Belum Membaik, Pelaku Perusakan Kantor NU Blora Dirujuk ke RSJ Semarang

MuriaNewsCom, Grobogan – Penanganan kejiwaan terhadap Mufid Mubarok (22), pelaku perusakan kantor PCNU Kabupaten Blora berpindah tempat. Sebelumnya, pelaku mendapat perawatan di klinik kejiwaan RSUD Purwodadi. Namun, saat ini, penanganan terhadap Mufid sudah pindah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Semarang.

Direktur RSUD Purwodadi Bambang Pujiyanto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika pasien dari Blora tersebut sudah dirujuk ke RSJ Semarang. “Saat ini, pasien tersebut sudah ada di RSJ Semarang. Pasien itu dirujuk Selasa (13/3/2018) sore kemarin,” jelasnya, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, pasien tersebut sebelumnya sudah menjalani perawatan gangguan kejiwaan di RSUD Purwodadi sejak Senin (5/3/2018) lalu. Meski sudah mendapat penanganan khusus, namun kondisi kejiwaannya belum bisa stabil sehingga dirujuk ke RSJ Semarang.

Baca: Masih Emosional, Pelaku Perusakan Kantor NU Blora Ditangani Khusus di RSUD Purwodadi

Seperti diketahui, Mufid ditangkap oleh tiga orang pemuda NU pada Minggu (4/3/2018) dini hari lalu. Ia ditangkap karena masuk kantor PCNU tanpa ijin dan kemudian membuat onar serta merusak beberapa peralatan. Pelaku kemudian diserahkan pada pihak kepolisian dan selanjutnya dikirimkan ke RSUD Purwodadi karena di RSUD Blora belum ada poli khusus untuk gangguan kejiwaan.

Saat masih menjalani perawatan di RSUD Purwodadi, Mufid terlihat masih bicara sendiri. Mufid sempat memohon agar segera dibebaskan. Ia juga minta perawat maupun polisi dari Polres Blora yang berjaga di RSUD Purwodadi agar melepaskan ikatan pada kedua tangannya.

Pasien tersebut untuk sementara masih perlu diikat kedua tangannya pada tempat tidur. Hal itu dilakukan karena kondisi pasien masih emosional dan perlu ditenangkan lebih dulu.

Selain itu, Mufid juga sempat melontarkan permintaan maaf atas tindakan yang dilakukan. Ia menyatakan, perbuatan perusakan kantor PCNU Blora itu dilakukan dalam kondisi khilaf dan spontan tanpa ada perintah dari siapapun.

Editor: Supriyadi

16.034 Warga Blora Terima Kartu Keluarga Sejahtera

MuriaNewsCom, Blora – Pemkab Blora melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos P3A) melaunching Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),Senin (12/03/2018). Jumlah penerima KKS untuk Program Keluarga Harapan (PKH) se-kabupaten sebanyak 16.034 orang.

Launching di aula Koperasi Pendidikan Kecamatan Banjarejo itu dilakukan dengan penyerahan KKS secara simbolis oleh Bupati Blora Djoko Nugroho pada perwakilan penerima. Hadir pula, Kepala Dinsos P3A Sri Handoko, Asisten II Sekda Blora Selamet Pamuji, para Camat, Forkompincam Kecamatan Banjarejo dan perwakilan Bank BNI cabang Cepu yang dijadikan sebagai Mitra dalam penyaluran KKS. 

“Total penerima KKS sebanyak 16.034 orang. Untuk Kecamatan Banjarejo paling banyak yang menerima, yaitu 1.049 KKS,” jelas Sri Handoko.

Menurutnya, secara bertahap KKS akan salurkan di masing masing Kecamatan secara bertahap. Yakni, mulai hari ini hingga 29 Maret mendatang.

Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi atas dilaunchingnya KKS tersebut. Djoko berharap, pemerima KKS benarbenar tepat sasaran sehingga bantuan yang diberikan pemerintah nantinya bisa bermanfaat.

“Saya harap ini nanti tepat sasaran. Untuk itu. Pak Camat, Pak Kades serta pendamping bisa mendata yang benarbenar membutuhkan. Jangan sampai yang mampu dapat dan yang tak mampu mampu malah tidak dapat,” tegasnya.

Kepada penerima KKS, Djoko berpesan aga bantuan yang telah tersalurkan nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga nantinya bisa ikut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Soalnya, tujuan utama dari program tersebut memang untuk membantu kesejahteraan para penerima.

“Tolong bantuan ini di gunakan sebaik mungkin. Kalau bisa bantuannya nanti dijadikan modal usaha sehingga bisa mendapatkan hasil lagi,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Komunitas Blokir, Wadahnya Para Pencinta RX King di Blora

MuriaNewsCom, Blora – Kata blokir dalam bahasa pemrograman komputer berarti menutup jaringan yang berupa sampah. Namun di Blora, kata Blokir ini digunakan sebagai nama sebuah komunitas motor.

Sukardi, ketua komunitas ini mengatakan, Blokir merupakan sebuah singkatan dari Blora King Riders yang merupakan perkumpulan pepara pengendara motor Yamaha RX King.

Komunitas ini kali pertama ada di Blora pada tahun 2010 dan secara resmi di Yamaha RX King Indonesia (YRKI) dengan nomor registrasi anggota 013 pada tahun 2011.

”Sebelum namanya menjadi Blokir komunitas ini bernama Blora King Mania (BKM) dan baru berganti nama pada 2016 menjadi Blokir ini,” kata Sukardi kepada MuriaNewsCom.

Sukardi mengatakan komunitas ini didirikan dengan dasar sebagai ajang silaturahmi dan persaudaraan antarsesama pecinta motor RX King di Kabupaten Blora. Meski RX King ini merupakan motor legendaris, bukan berarti jumlah anggota komunitas ini sedikit.

”Jumlahnya saat ini sesuai dengan data kami mencapai 66 orang,” papar Sukardi.

Dikatakan Sukardi, hampir semua anggota komunitas ini tertarik menggunakan motor yang terkenal dengan suara khas knalpotnya ini. ”Tarikannya enteng, enak buat jalan, dan responsif,” tambahnya.

Para anggota Blora King Riders (Blokir) saat melakukan bakti sosial di masjid, belum lama ini. (Blokir)

Komunitas ini biuasa melakukan kopi darat di dua tempat yang ada di Kabupaten Blora. Satu tempat dijadikan pusat kopdar yakni depan toko Lancar aluminium (ruko sebelah SMA Katolik Blora).

”Ini untuk kordinator wilayah bagian timur. Sedangkan untuk wilayah bagian barat, kami melakukan kopi darat di warnet pos yang ada di desa Gagaan kecamatan Kunduran,” tambah Sukardi.

Untuk intensitas waktu kopdar, Sukardi tidak bisa memastikan kapan para anggotanya bisa kopdar. Beberapa di antaranya karena banyak anggota komunitas ini berprinsip mengutamakan pekerjaan dan keluarga tanpa meninggalkan hobi mereka.

”Saya sendiri sebagai ketua mengatakan pada prinsipnya Blokir ini mengutamakan keluarga dan pekerjaan. Selain itu juga, kami merupakan komunitas yang tertib jadi kopdar saat ada hal-hal yang paling penting saja. Ini juga membantu mengurangi hal-hal yang dapat terjadi dan takut mengganggu masyarakat setempat,” tegasnya.

Komunitas ini sudah berjalan hampir delapan tahun dan diterima baik oleh masyarakat. Berbagai kegiatan positif seperti peduli antaranggota, kegiatan bakti sosial, atau touring bersama telah dilakukan komunitas ini.

”Kita juga ikut berpartisipasi dalam program yang dicanangkan Polri yakni safety riding. Semua anggota diwajibkan safety baik kendaraan maupun atribut yang dipakai selama berkendara, misalnya sepatu, jaket, dan sarung tangan. Untuk semua anggota Blokir, Insyaallah semua kendaraan tertib karena sudah tertuang pada AD?ART Klub Blokir ini dan setiap anggota sudah menulis surat pernyataan bermeterai. Kalau ada anggota yang tidak tertib, kami blokir dari komunitas ini,” pungkas Sukardi.

Editor: Supriyadi

Menengok Pataba, Perpustakaan Pribadi Toer Bersaudara di Blora yang Kaya Akan Sejarah

MuriaNewsCom, Blora – Siapa yang tidak mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer. Pria yang akrab disapa Pram itu merupakan sastrawan angkatan 66 yang pernah menjadi tahanan politik di rezim Orba.

Pram sendiri lahir di sebuah kota kecil, yakni Blora. Ia lahir dari ayah yang bernama Mastoer Imam Badjoeri dan ibu bernama Saidah. Tahun 2006 lalu, Pram meninggal dunia. Meski telah meninggal, karya-karyanya tetap dikenang oleh masyarakat pecinta sastra.

Tak hanya itu, sang adik, Soesilo Toer mendirikan perpustakaan kecil bernama PATABA. PATABA didirikan di rumah masa kecil mereka di Jalan Sumbawa, kelurahan Jetis, Kota Blora.

Perpustakaan pribadi ini berisi banyak buku karya Pramoedya Ananta Toer serta barang-barang milik Pram di masa muda. Selain buku karya Pram, terdapat juga buku-buku yang ditulis Soesilo Toer. Meski tak setenar sang kakak, Soesilo Toer juga dikenal sebagai penulis.

Diceritakan Soesilo Toer, perpustakaan ini merupakan perpustakan nirlaba yang berasal donasi tiga bersaudara, Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer dan juga Soesilo Toer. PATABA sendiri merupakan akronim dari Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa.

”Selamat datang di perpustakaan pribadi PATABA ini. Di sini Anda bisa membaca dan berdiskusi,” sapa Soesilo Toer.

Perpustakaan ini memang tidak sebesar perpustakaan umum atau perpustakaan pribadi lainnya. Namun, koleksi buku yang ada di perpustakaan ini mencapai 5.000 buah. Beberapa buku di antaranya berbahasa Rusia.

Soesilo Toer di depan rumahnya yang lokasinya satu kompleks dengan perpustakaan. (MuriaNewsCom/Hana Widya)

Diceritakan Soesilo Toer, kefasihannya berbahasa Rusia karena ia lulusan Plekhanov Russian University of Economics, Rusia. Begitu pula dua kakaknya yang juga mempelajari aneka ragam bahasa.

Dengan adanya perpustakaan kecil PATABA ini, Soesilo mengaku senang karena banyak yang berkunjung ke tempatnya. “Rata-rata mahasiswa yang mencari buku referensi tentang Pramoedya Ananta Toer,” katanya.

Sebuah meja kecil dan bangku berbahan kayu, di situlah Soesilo Toer menghabiskan waktunya untuk menulis. Sesekali, ia menerima tamu yang akan membaca referensi buku. Sebuah buku tamu disiapkan untuk mengetahui siapa saja yang datang ke perpustakaan ini.

”Jika Anda menulis buku tamu ini, Anda harus membayar satu juta senyuman,” katanya yang diiringi tawa tamunya.

Untuk mempertahankan eksistensi perpustakaan ini, Soesilo Toer mengandalkan dari penjualan buku. Baik dari karya Pram maupun karyanya sendiri. Jika para tamu yang berkunjung ke perpustakaan ini memang punya selera baca yang tinggi, tidak akan menyesal akan merogoh kocek mulai dari Rp 35.000,- sampai ratusan ribu. Jati, pengunjung dari Solo sangat mengagumi karya Pram ini.

”Kebetulan ada urusan bisnis. Dan kebetulan lagi urusan bisnisnya di dekat sini. Karena dapat info ada perpustakaan Pramoedya Ananta Toer ini, saya mampir dan ternyata tidak mengecewakan,” kata Jati.

Soesilo Toer sendiri meskipun berpendidikan doktoral ekonomi, ia tidak bekerja layaknya profesor di berbagai universitas. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Toer tidak malu memulung barang bekas. Meski begitu, ia bangga dengan pekerjaannya menjadi pemulung yang menurutnya dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Editor: Supriyadi

Catat! Ini 7 Sasaran Polres Blora dalam Operasi Keselamatan Candi 2018

MuriaNewsCom, BloraPolres Blora bakal menggelar Operasi Keselamatan Candi 2018 selama tiga pekan ke depan. Selama itu, Polres Blora akan menyasar tujuh buah pelanggaran yang biasa dilakukan para pengguna jalan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, dalam Operasi Keselamatan Candi 2018 ini, sedikitnya ada tujuh sasaran. Yakni, melawan arus, tidak memakai sabuk pengaman, tidak memakai helm, anak di bawah umur berkendara, melebihi batas kecepatan, berkendara dalam keadaan mabuk, menggunakan handphone saat berkendara. Sasaran tersebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan Polri.

”Tujuh sasaran itu menjadi prioritas karena banyak ditemukan praktek pelanggaran. Operasi Keselamatan ini dilakukan untuk menekan pelanggaran tersebut,” katanya saat memimpin gelar pasukan Operasi Keselamatan Candi 2018 di halaman Mapolres, Senin (5/3/2018).

Apel sendiri dihadiri oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Rizadly, Kajari Blora Yulitaria dan jajaran Furkopimda lain. Apel gelar pasukan juga diikuti oleh peserta apel diantaranya dari Polisi Militer, anggota Kodim 0721/Blora, anggota Satpol PP, anggota Dishub, Senkom serta anggota Polres Blora.

Menurut Kapolres, lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara, oleh sebab itu pemeliharaan keselamatan dan ketertiban dan keamanan lalu lintas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, Kamseltibcarlantas merupakan suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern.

”Apel ini untuk mengetahui sejauh mana kekuatan personel dan sarana perlengkapan peralatan lainnya sehingga Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 berjalan optimal, serta dapat lebih tepat sasaran dan berhasil sesuai tujuan,” sambungnya.

Di sisi lain, Kapolres juga mengapresiasi kinerja petugas dalam menekan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Blora. Apalagi tahun ini jumlah kecelakaan di Kota Mustika berhasil turun.

”Perbandingan angka kecelakaan tahun 2016 dan 2017, ada penurunan 122 kasus atau 24 persen. Kemudian, jumlah korban meninggal dalam keelakaan juga mengalami penurunan sebanyak 22 orang atau 21 persen,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk korban luka berat mengalami penurunan  sebanyak 15 orang atau 48 persen dan korban luka ringan turun 157 orang atau 23 persen. Untuk jumlah kerugian tahun 2017 juga mengalami penurunan sejumlah Rp 19.400.000 atau 7 persen dibandingkan tahun 2016.

”Untuk kasus tilang ada kenaikan mengalami kenaikan sejumlah 27.136 kasus atau 65 persen. Sedangkan pemberian teguran naik 20.150 kasus atau 52 persen,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hebat, Transaksi di Ajang Dekranasda Blora Ekspo 2018 Tembus Rp 4 Miliar

MuriaNewsCom, BloraPagelaran pameran produk kerajinan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dikemas dalam Dekranasda Blora Expo (DBE) 2018 sejak 27 Februari hingga 4 Maret boleh dibilang cukup sukses.

Itu terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang serta jumlah transaksi yang didapat dalam pameran di komplek GOR Mustika Blora tersebut. Dari catatan panitia, transaksi yang didapat selama even berlangsung mencapai Rp 4 miliar lebih.

”Terimakasih atas kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pameran ini. Angka transaksi hingga Rp 4 miliar bukan jumlah yang kecil untuk usaha sekelas UKM. Belum lagi produk UKM bisa lebih dikenal luas. Sehingga kami berharap hasil ini bisa mendorong peningkatan perekonomian Kabupaten Blora,” ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora Umi Kulsum.

Ia menyatakan, selain memperingati HUT Dekranas, even DBE 2018 juga digelar untuk mengenalkan berbagai potensi produk kerajinan Usaha Kecil Menangah (UKM) yang ada di Blora dan luar daerah.

”Untuk mengenalkan produk kerajinan UKM, kami membuka 100 stan terdiri 65 indor dan 35 outdor. Peserta yang ikut dari 10 Provinsi dan 20 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sedangkan acara tambahan akn dilangsungkan jalan sehat gratis dengan disediakan 10.000 tiket yang akan dilaksanakan Jumat 2 maret. Kemudian, pentas seni dan lomba cipta souvenir ciri khas Blora, bhakti sosial donor darah dan sosialisasi karies gigi PDGI Jateng dan Blora.

”Kami undang semua pelaku UKM yang ada di Blora agar mereka berlatih berani tampil dalam pameran. Sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Akhirnya sektor ekonomi mereka akan tumbuh positif. Ini yang kita harapkan,” lanjutnya.

Menurutnya, hasil produk UKM Blora dinilai tidak kalah dengan wilayah lain. Seperti batik Blora, selama pameran banyak diburu pembeli. Tidak kalah dengan batik dari kota lain yang juga ikut dipamerkan. Begitu juga dengan kerajinan dari kayu jati, keramik dan lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora Suryanto mengapresiasi dan mendukung terus agar pameran UKM seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Menurutnya potensi UKM di Blora sangat banyak dan belum semuanya tergarap dengan maksimal. Jika semua potensi bisa dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah usaha yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Ia menyontohkan ada salah satu stan pameran di DBE 2018 dari Sidoarjo yang memamerkan kerajinan tas, sepatu dan sandal dari kulit. Ternyata sebagian bahan dasarnya berasal dari Blora, sehingga ia merasa ini modal yang bagus untuk dikembangkan di Blora sendiri.

”Salah satu stan ternyata memproduksi kerajinan dari kulit yang bahan dasarnya dari Blora. Ini peluang bagus yang harusnya bisa dikerjakan warga Blora sendiri. Kulit sapi dan kambing yang ada di Blora kedepan harus bisa dioleh menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Bahan dasar kita sudah punya, nanti tinggal kita berikan pelatihan,” terangnya.

Editor: Supriyadi