Asyik, Pembangunan Bendungan Randugunting di Japah Blora Segera Dimulai

MuriaNewsCom, Blora – Setelah tertunda beberapa tahun, pembangunan Bendungan Randugunting di Kecamatan Blora akan segera dimulai tahun ini. Bendungan yang akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Japah tersebut sedikit banyak akan mampu mengatasi kesulitan air bagi warga setempah. Selain itu, bendungan ini juga akan menjangkau kebutuhan air bagi sebagian warga Pati dan Rembang.

Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana Dwi Cahyo Handono Setyawan mengatakan, rencana pembangunan bendungan sudah ada sejak 2005-2017. Namun, realisasinya baru akan dimulai tahun ini dan direncanakan selesai pada tahun 2020 nanti.

”Bendungan Randugunting ini merupakan proyek sangat strategis nasional, dan Bapak Presiden sudah merencakanan 65 bendungan se-Indonesia,” jelasnya saat sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Randugunting di kantor Camat Japah, Selasa (30/1/2018).

Dijelaskan, selain mengairi kawasan pertanian, maksud dan tujuan di bangunnya bendungan randugunting ini untuk menyediakan tampungan air untuk memenuhi kebutuhan air di Blora, Rembang dan Pati.

Selain itu, bendungan tersebut nantinya juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk sektor pariwisata kabupaten Blora sehingga mampu meningkatkan sektor perekonomian warga sekitar bendungan.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, dengan adanya bendungan akan bermanfaat baik untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya. Untuk itu, Pemkab Blora akan terus mengawal dan mendukung pembangunan bendungan tersebut.

”Insyallah, kalau ada bendungan ini nanti akan bermanfaat baik untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya. Dengan adanya bendungan akan mampu meningkatkan sektor pertanian yang ada di kecamatan japah, khususnya di Desa Gaplokan dan Desa Kalinanas,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Usai Pensiun, Noor Yasin Bakal All Out Hadapi Pilbup Kudus 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah pensiun dari jabatan Sekretaris Daerah Kudus, Noor Yasin mengaku akan all out menghadapi Pilbup-Pilwabup Kudus 2018. Hal itu disampaikannya, seusai menghadiri upacara pelepasan di Pendapa kabupaten, Rabu (31/1/2018).

“Saya sekarang bukan PNS maka saya akan berjuang dan all out untuk menjadi penerus beliau (sambil mencondongkan badan ke arah Bupati Musthofa),” ungkap Noor Yasin.

Baca: Sudjatmiko Gantikan Noor Yasin Sebagai Sekda Kudus

Seperti diketahui, Noor Yasin merupakan bakal calon wakil bupati Kudus,  mendampingi Masan yang sekarang menjadi Ketua DPRD Kudus. Ia maju dari jalur partai, diusung PDIP, Golkar, PAN dan Demokrat.

Yasin melanjutkan, upayanya maju sebagai Wabup merupakan cita-citanya untuk mewujudkan Kudus yang lebih baik.

“Kami akan berjuang secara optimal sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan. Amanah (dari partai pengusung) akan kita jalankan untuk memberikan perbaikan (pada masyarakat Kudus),” tutur dia.

Editor: Supriyadi

Sudjatmiko Gantikan Noor Yasin Sebagai Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kudus Sudjatmiko, diangkat sebagai penjabat Sekretaris Daerah Kudus, menggantikan Noor Yasin yang memasuki masa pensiun.

Upacara pelepasan sekda dihelat di Pendapa Kabupaten Kudus, dengan diikuti unsur pegawai negeri, pelajar, mahasiswa, Kepala Desa dan relawan bencana, Rabu (31/1/2018).

Bupati Kudus Musthofa, langsung mengumumkan pergantian Sekda, didepan hadirin yang ada di Pendapa. Ia mengatakan, tak ingin ada kekosongan jabatan di masa akhir kepemimpinannya.

“Saya tak ingin posisi Sekda kosong, maka saya akan langsung menyerahkan (SK penunjukan penjabat sekda), karena saya ingin kerja cepat. Karena saya sudah tak punya wakil bupati selama empat tahun, sekarang saya punya sekda apik juga pensiun. Maka hari ini saya ingin menyerahkan SK Penjabat Sekda yang baru kepada Sudjatmiko,” tuturnya, sambil menyerahkan surat keputusan.

Dirinya mengatakan, pengabdian Noor Yasin sebagai pegawai negeri selama 40 tahun tak meninggalkan jejak buruk. “Harapan saya (Noor Yasin) tak berhenti mengabdi disini (Kudus). Namun demikian karena sudah memasuki masa pensiun, hari ini saya menunjuk penjabat sekda. Mudah-mudahan segalanya bisa berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Noor Yasin berharap penerusnya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan (Sudjatmiko) dapat melaksanakan yang terbaik bagi warga Kudus dan pegawai negerinya,” pesan Yasin.

Menanggapi itu, Sudjatmiko berjanji menjalankan amanah yang diberikan kepadanya secara bertanggungjawab. Ia mengaku akan melaksanakan semua tugas yang ditinggalkan oleh Yasin.

“Termasuk nantinya mempersiapkan pengisian Sekda definitif,” katanya.

Disinggung mengenai tugas ganda sebagai Kepala Bapelitbangda dan Sekda, Sudjatmiko mengaku akan mengemban keduanya secara proporsional dan profesional.

Editor: Supriyadi

Sekda Grobogan Imbau PNS Salurkan Zakat Lewat Baznas

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekda Grobogan Moh Sumarsono mengimbau para PNS supaya menyalurkan zakatnya melalui lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal itu disampaikan Sumarsono saat menghadiri acara pelantikan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai SKPD yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (31/1/2018).

”Jumlah PNS yang menyalurkan zakat lewat Baznas memang mulai meningkat. Saya mengimbau kalau bisa zakat PNS bisa disalurkan lewat Baznas. Sejauh ini, saya juga menyalurkan zakat lewat Baznas. Setiap bulan, gaji saya otomatis langsung dipotong zakatnya,” cetusnya.

Ia menilai, kinerja Baznas selama ini sudah cukup bagus. Meski baru ada pada tahun 2015 lalu namun jumlah zakat dan infak uang yang dikelola sudah mencapai Rp 2 miliar per tahun.

Ia juga mengapresiasi banyaknya program pendistribusian zakat yang sudah dilakukan Baznas sejauh ini. Seperti, rehab rumah tidak layak huni, bantuan panti asuhan, dan layanan ambulans gratis.

Sekda menegaskan, Pemkab Grobogan akan terus mendorong supaya kinerja Baznas bisa terus meningkat. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah mengalokasikan bantuan hibah Baznas senilai Rp 100 juta pada tahun lalu. Sedangkan pada tahun anggaran 2018 dinaikkan sebesar Rp 200 juta.

Editor: Supriyadi

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, 2 Petugas Cleaning Service di Grobogan Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, GroboganSelain sopir truk, ternyata ada dua tersangka lagi yang diamankan aparat Satresnarkoba Polres Grobogan pada pekan lalu. Kedua tersangka lainnya diketahui bernama Bagus Suryo (30), warga Kecamatan Purwodadi dan Yudi Priyanto (31), warga Blora.

Penangkapan kedua tersangka ini dilakukan pada lokasi berbeda. Tersangka Bagus diamankan lebih dulu di salah satu hotel di Purwodadi, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang dibawa pria beprofesi sebagai karyawan cleaning service tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,33 gram,” ungkap Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Baca: Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

Setelah diinterograsi lebih lanjut, tersangka mengaku mendapatkan barang dari teman kerjanya bernama Yudi. Berbekal informasi ini, petugas kemudian bergerak memburu Yudi dan akhirnya berhasil meringkusnya.

Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah menambahkan, pelaku sudah jadi target sejak tahun 2017. Namun, mereka berhasil lolos dari incaran hingga akhirnya berhasil diamankan pekan lalu.

Status kedua tersangka merupakan pengedar. Mereka ini mengantar narkoba dengan modus diselipkan dalam kemasan makanan dan diantarkan pada pemesannya yang sebelumnya sudah pesan kamar di hotel atau penginapan.

”Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang yang saat ini masih kita kejar,” jelas Fatah.

Editor: Supriyadi

Pedagang Barito Kudus Berharap Peruntungan di Tempat Baru

MuriaNewsCom, Kudus – Seperti direncanakan, pedagang-pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) akan mulai berpindah tempat, ke kompleks Pasar Burung Jati, esok (Kamis 1/2/2018). Lalu apa harapan mereka terkait tempat yang baru?

Daryono pedagang batu akik di Pasar Barito berharap rezekinya semakin lancar di tempat baru. Dirinya mengaku, di tempat lawas bila sedang ramai ia bisa meraup untung bersih sebesar tiga juta rupiah.

“Ya harapannya, paling tidak sama dengan yang di pasar Barito dulu, atau lebih baik,” tuturnya.

Baca: Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

Dirinya mengatakan, dengan kios yang baru pihaknya akan melihat reaksi pasar. Bila memungkinkan, ia akan berdagang barang lain seperti pakaian dan sejenisnya.

“Nanti lihat pasarnya seperti apa, kalau batu akik kan bukan tujuan utama jadi nanti kita lihat saja kalau bisa nambah-nambah dagangan,” ujarnya.

Pedagang lain Edy, mengaku senang dengan rencana kepindahan mereka ke lokasi pasar baru. “Harapannya lebih baik lah disini (Kompleks Pasar Burung Jati),” ungkapnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Barito Ali Nor Faiz mengungkapkan, semua pedagang akan memulai aktifitasnya di tempat baru pada tanggal 5 Februari 2018.

“Semua pedagang rosok (second) yang ada disana harus pindah. Namun kalau yang menyewa tempat di bangunan milik warga dan berada di bantaran sungai, beda lagi, masih boleh berjualan disana paling tidak sampai masa sewanya habis. Namun untuk yang rosok harus pindah, maksimal tanggal tersebut,” ucapnya.

Terkait woro-woro kepindahan kepada pelanggan, pihaknya mengaku sudah melakukannya dengan memasang spanduk pengumuman.

Editor: Supriyadi

Puluhan Pelajar di Karimunjawa Diangkut Polisi ke Sekolah, Ada Apa?

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan pelajar di Kepulauan Karimunjawa, Jepara terpaksa diangkut menggunakan mobil polisi ke sekolah. Hal itu dilakukan lantaran tak adanya pasokan BBM di Karimunjawa akibat cuaca buruk hingga melumpuhkan transportasi ke sekolah yang jaraknya mencapai belasan kilometer.

Kapal tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang berlayar dari Semarang terhalang ombak dan angin kencang. Akibatnya pasokan BBM untuk masyarakat tak bisa diantar.

Hal itu praktis memengaruhi pasokan bahan bakar khususnya pertalite dan premium di SPBU Karimunjawa dan persediaan bensin milik masyarakat termasuk para pelajar, yang tak bisa masuk sekolah.

“Kami akhirnya menempuh solusi untuk menjemput siswa yang tidak bisa sekolah karena ketiadaan BBM di motor-motor milik mereka. Ada lima kendaraan yang disiapkan, dua milik Taman nasional, dua milik masyarakat dan satu milik Kapolsek,” ujar Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Noor Sholeh, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, ada sekitar 100 pelajar berikut pengajar yang terkendala transportasi ke sekolah. Dengan lima kendaraan yang disiapkan, pihak kecamatan mengaku hal itu sudah mencukupi.

Sholeh menyebut, antar jemput siswa dan pengajar akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (2/2/2018). Saat itu, diharapkan kapal tanki pengangkut BBM dari Semarang bisa berlabuh di Karimunjawa dan bisa menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk warga.

“Untuk antar jemput siswa dan pelajar berasal dari MTS dan setingkat SMA yang ada di pulau utama Karimunjawa. Mereka sebagian berasal dari Kemujan. Adapun lima kendaraan yang digunakan menggunakan jenis bahan bakar solar, yang masih tersisa,” jelasnya.

Terkait pasokan bahan makanan, Sholeh menyebut hingga saat ini masih aman. Hal itu karena wilayah kepulauan tersebut sudah mendapatkan droping beras.

“Cadangan beras masih aman, begitu pula dengan gas, karena kami terakhir mendapatkan pasokan elpiji pada tanggal 22 Januari lalu. Beras juga demikian masih aman, kalau untuk lauk disini melimpah ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil membekuk pria bernama Pusdiyono, warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam saku pria yang beprofesi sebagai sopir truk antar kota tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,34 gram. Tersangka kita amankan pekan lalu,” kata Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Penangkapan sopir truk berusia 40 tahun itu dilakukan di tempat parkir RSUD Purwodadi, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, tersangka diketahui menitipkan motornya di tempat parkiran tersebut.

Setelah itu, tersangka keluar dari lokasi parkir untuk menemui seseorang yang diindikasikan sebagai pemasok narkoba. Usai mendapatkan barang, tersangka kemudian kembali lagi ke lokasi parkir RSUD untuk mengambil kendaraannya.

”Saat tersangka mau ambil motornya, langsung kita amankan. Sebelumnya, kami sudah dapat info bakal ada transaksi narkoba di lokasi parkiran itu. Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya,” imbuh Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah.

Sopir truk tersebut mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi sabu. Pemakaian sabu dilakukan untuk menambah stamina sehingga bisa mengemudikan kendaraan tanpa mengalami rasa lelah.

”Tersangka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” imbuh Fatah.

Editor: Supriyadi

Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

MuriaNewsCom, Kudus – Pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) Kudus, hari ini (Rabu, 31/1/2018) menerima kunci lapak yang baru dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. Penyerahan dilakukan secara langsung di lokasi pasar yang baru di Pasar Burung Kecamatan Jati.

Kepada para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti menitipkan pesan agar segera membereskan dagangan dan memindahkannya. Mereka diberi tenggat waktu selama lima hari terhitung tanggal 1 Februari 2018.

“Jika hingga tanggal 5 Februari 2018 masih ada pedagang di wilayah tersebut (Bantaran Kali Gelis), maka akan diambil tindakan oleh Satpol PP,” tegasnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Menurutnya, di lokasi tersebut terdapat 190 los yang telah disiapkan pemkab, untuk merelokasi pedagang dari Bantaran Kali Gelis ke Pasar Burung Jati. Adapun, di lokasi yang baru pemkab telah menyediakan lapak-lapak berukuran kurang lebih 1,85×2 meter, bersebelahan dengan para penjual burung.

Menurut Sudiharti, seluruh pedagang di Barito akan tertampung di lokasi yang baru. Hal itu mengingat jumlah los yang tersedia, melebihi pedagang.

Menurut Ketua Paguyuban PKL Pasar Barito Sebelah utara Ali Nor Faiz, pasar tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebelah utara dan selatan. Di utara Kali Gelis ada 116 pedagang dan di selatan ada 62 pedagang.

Baca: Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

“Kalau untuk hari ini, pedagang masih berjualan seperti biasa. Namun untuk besok, sudah mulai bersiap-siap pindah. Hari ini juga ada sih yang sudah mulai kemas-kemas. Namun kita mulainya besok sampai tanggal 5 Februari,” ungkap Ali.

Ia mengatakan, dengan tenggat waktu pindah yang diberikan Pemkab Kudus, pedagang dapat melaksanakannya. Dirinya memperkirakan, untuk pedagang onderdil berskala besar perpindahan hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari.

“Ya bisa lah nanti pindah kesini dengan waktu yang telah ditentukan,” urainya.

Editor: Supriyadi

Wilayah Banjarejo Grobogan Dulunya Ternyata Sebuah Lautan, Ini Penjelasannya

MuriaNewsCom, GroboganMakin banyaknya temuan fosil gigi hiu makin menguatkan dugaan jika di wilayah Banjarejo dulunya berupa lautan lalu berubah jadi daerah rawa dan daratan. Hal ini diprediksi dari jenis fosil yang sudah berhasil ditemukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, ikan laut termasuk hiu yang hidup diperairan dangkal.

Baca: Leyeh-leyeh di Bawah Pohon Jati, Warga Banjarejo Grobogan Temukan 11 Fosil Gigi Hiu Berusia Ratusan Tahun

Ahli Geologi dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Suwito Nugraha menyatakan, dari analisanya, kondisi alam di kawasan Banjarejo dimungkinkan beralih dari lautan kemudian darat dan laut lagi.

Dalam survei dan ekskavasi yang sudah dilaksanakan dua tahun terakhir di Banjarejo diketahui, fosil binatang yang ditemukan menunjukkan kondisi lingkungan yang berasal dari daratan dan tepi pantai serta laut.

Lebih lanjut dijelaskan, lapisan tanah yang ditemukan di dalam tiga kotak ekskavasi yang dibuka pada tahap penelitian berupa gamping konglomeratan. Yakni tanah dengan campuan cangkang kerang, organisme laut, pecahan batu dan lumpur karbonat.

Pada temuan di kotak ekskavasi penelitian juga ditemukan lapisan tanah diduga dari laut dengan indikasi tanah berwarna biru dan tanah bau anyir. “Bisa jadi dulunya kawasan ini semula berupa lautan lalu jadi rawa dan daratan,” katanya saat melangsungkan penelitian di Banjarejo akhir tahun 2017 lalu.

Editor: Supriyadi

Tak Sekedar Beladiri, Dalmas Polres Blora Juga Dibekali ‘Ilmu Sakti’ untuk Hadapi Penjahat

MuriaNewsCom, Blora – Para pelaku tindak kejahatan di Kabupaten Blora sepertinya harus berpikir dua kali untuk beraksi di Kota Mustika. Pasalnya, belasan Dalmas Sat Shabara Polres Blora ternyata dibekali ilmu beladiri yang tak biasa.

Hal itu terlihat saat 15 anggota Dalmas unjuk kebolehan beladiri di Halaman Belakang Polres Blora, Selasa (30/8/2018) usai apel pagi. Belasan anggota itu memperagakan atraksi memecahkan dan melumat Batako yang ditumpuk beberapa Lapis.

Mereka juga memamerkan cara beladiri bertarung menghadapi pelaku kejahatan yang membawa pistol, tongkat, dan pisau.

Setiawan, instrukutur beladiri Merpati Putih mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari pengamanam yang dilakukan Polri dalam menyikapi pelaku kejahatan yang sewaktu-waktu terjadi.

”Sebelum memecahkan batako dan lempeng besi kali ini, seluruh personil Dalmas Polres Bora melewati latihan ilmu beladiri Merpati Putih selama beberapa bulan dengan materi yang berbeda dan ternyata berhasil,” ucap Setiawan seperti dikutip dari Tribratanews.

AKP Siswanto Kasat Sabhara mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari latihan yang dilakukan Anggota Dalmas supaya memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Sebab, tantangan tugas kedepan semakin berat apalagi jelang masa kampanye Pilkada tahun 2018 ini.

”Pasukan Dalmas adalah pasukan utama Polres Blora yang sebagian besar anggotanya masih berusia muda, maka dari itu ketahanan fisik dan mental perlu diasah terus untuk membentuk kepribadian Polri yang handal,” katanya.

Kasat Sabhara menambahkan, pematahan balok juga lempeng besi dengan kepala dan tangan itu tidak ada unsur mistis sama sekali. Hal itu bisa terjadi karena memanfaatkan tenaga dalam yang selama ini dipelajari pada ilmu beladiri Merpati Putih.

Kemampuan mematahkan balok dan lempeng besi tersebut ternyata menjadi perhatiam Kapolres Blora AKBP Saptono. Karena, hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa adanya pengalaman dan juga latihan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

Kapolres Blora menjelaskan, peragaan beladiri tidak lain hanya bagian dari unjuk keterampilan yang dimiliki anggotanya. Dan bukan sebagai ajang untuk menyombongkan diri serta besikap sewenang-wenang ketika berada di tengah masyarakat.

”Ini bagian dari show of force kami. Bahwa kami siap melayani dan mengayomi masyarakat. Yang paling penting keahlian ini bukan untuk disombongkan atau disalah gunakan sewenang-wenang,” terang AKBP Saptono.

Editor: Supriyadi

Leyeh-leyeh di Bawah Pohon Jati, Warga Banjarejo Grobogan Temukan 11 Fosil Gigi Hiu Berusia Ratusan Tahun

MuriaNewsCom, GroboganJumlah koleksi fosil purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan bertambah lagi. Hal ini menyusul adanya penemuan potongan fosil hewan purba terbaru pada Selasa (30/1/2018) kemarin. Benda purbakala terbaru ini berupa fosil gigi hiu purba yang diperkirakan berusia ratusan ribu tahun.

”Jumlahnya ada 11 fosil gigi ikan hiu purba. Lokasi penemuan ada di kebun jati di sebelah utara Dusun Barak. Selasa siang kemarin ditemukan dan baru diserahkan menjelang magrib,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Rabu (31/1/2018).

Fosil gigi hiu purba ditemukan warga Banjarejo bernama Tarno (50). Ceritanya, pada Selasa siang, Tarno sedang ngaso atau istirahat di bawah pohon jati tidak jauh dari ladangnya.

Saat itulah, ia melihat ada benda mirip fosil di dekat akar jati yang posisinya menyembul dipermukaan tanah. Setelah diambil dan diperhatikan, benda tersebut ternyata fosil gigi hiu purba. Selanjutnya, Tarno mencari lagi disekitar lokasi itu dan akhirnya mendapatkan 11 potongan fosil yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda.

”Fosil gigi hiu ini kecil sekali ukurannya. Paling besar ukurannya sekitar 3 x 3 centimeter. Kebanyakan bentuk fosil gigi hiu ini kayak logo mobil mercy,” sambung Taufik.

Menurut Taufik, sebelumnya sudah ada penemuan fosil gigi hiu purba. Yakni, pada tahun 2016 dan 2017, masing-masing ada penemuan lima fosil gigi hiu purba. Ditambah penemuan terbaru, jumlahnya ada 21 fosil gigi hiu purba.

Dari 21 fosil ini, sebanyak 20 fosil merupakan gigi hiu banteng yang punya nama latin Carcharhinus Leucas. Sedangkan satu fosil gigi lagi yang ditemukan di Dusun Nganggil berasal dari jenis hiu putih.

”Untuk 20 fosil gigi hiu banteng purba, semuanya ditemukan Pak Tarno. Lokasi penemuan pada kawasan yang sama, yakni di sekitar kebun jati dekat sawahnya. Jadi, boleh dibilang, Pak Tarno ini spesialis penemu fosil khusus gigi hiu purba,” imbuh Taufik.

Editor: Supriyadi

Begal Kembali Berulah di Rembang, Begini Tips Jitu dari Kepolres

MuriaNewsCom, Rembang – Kelompok begal kembali berulah di Rembang. Terakhir, dua orang bekal beraksi di ruas Jalan Rumbutmalang-Dresi Kecamatan Kaliori.

Salah satu korbannya adalah seorang bidan desa, Sofiah. Sepeda motor jenis Supra Fit milik korban dirampas. Hanya saja, kasus yang terjadi Sabtu (27/1/2018) malam itu masih belum terang perkembangan penyelidikannya.

”Masih belum terang penyelidikan pelakunya. Kami sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk orang yang pertama kali menolong,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Atas kejadian itu, ia mengimbau warga berhati-hati melintas di jalur sepi. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang. ”Jangan melintas di jalur sepi sendiri. Kalau terpaksa keluar malam, ajak teman,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga sudah mengintensifkan patroli di jalur rawan kejahatan. Patroli BLP dilakukan dengan menggunakan mobil berlampu. Harapannya, begitu melihat lampu polisi, penjahat akan mengurungkan niatnya.

”Kejahatan bisa muncul kapan saja, 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hanya saja, Kapolres menyarankan agar warga tidak membawa senjata tajam. Sebab, menurutnya, saat situasi kepepet, apa pun bisa menjadi senjata. Misalnya helm yang dikenakan atau batu di dekatnya.

”Bila membawa senjata tajam, khawatir saja kalau korban justru dikira pelaku,” paparnya.

Selain kasus pembegalan di daerah Rumbutmalang Kaliori, polisi juga menyelidiki kasus ban bocor ramai-ramai di Jalur Pantura Dresi. Polisi mengaitkannya dengan modus kejahatan di malam hari.

Editor: Supriyadi

Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Kisah Hidup Kakek 80 Tahun di Grobogan Ini Bikin Nyesek

MuriaNewsCom, GroboganKondisi seorang kekek renta yang tinggal di Dusun Karasan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon membuat iba banyak orang. Soalnya, kakek bernama Sumardi tersebut, saat ini tinggal sendirian di sebuah gubug reyot dari bambu berukuran sekitar 4 x 5 meter.

Ironisnya, lahan yang digunakan untuk mendirikan gubug oleh kakek berumur 80 tahun tersebut bukan miliknya sendiri. Namun, tanah pekarangan milik tetangganya yang peduli dengan kondisinya.

”Saya sudah tinggal di sini lebih dari 20 tahun. Sekarang hanya sendirian,” kata Sumardi dalam Bahasa Jawa, Selasa (30/1/2018).

Rumah gubug itu dulunya sempat dihuni Sumardi bersama ibu serta istrinya. Namun, keduanya sudah meninggal. Akhirnya, Sumardi yang tidak memiliki anak tersebut tinggal sendirian hingga sekarang.

Sebelumnya, Sumardi masih mampu bekerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, untuk sekedar makan saat ini, dia hanya mengandalkan kebaikan tetangganya saja karena kondisinya sudah renta. Meski hidupnya berada dibawah garis kemiskinan, namun hingga saat ini, Sumardi mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah.

”Untuk makan hanya mengandalkan tetangga kiri kanan yang peduli. Kalau tidak ada yang memberi, saya hanya rebus air,’’ ujarnya dengan nada lirih.

Sementara itu, Kabid Sosial di Dinas Sosial Grobogan Kurniawan menyatakan, pihaknya akan segera mengupayakan penanganan terhadap Sumardi. Untuk penanganan tersebut tidak tertutup kemungkinan akan melibatkan dinas atau instansi terkait lainnya.

”Nanti segera kita cek ke lokasi. Terima kasih atas informasinya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan PKL Bakal Direlokasi ke Pusat Kuliner Purwodadi, Ini Bocorannya

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan PKL yang ada di Jalan R Suprapto dan kawasan Simpanglima Purwodadi dijadwalkan bakal direlokasi ke lokasi baru, dalam waktu dekat. Yakni, di lahan bekas pasar pagi atau eks koplak dokar yang sekarang sudah dibangun jadi Pusat Kuliner Purwodadi.

“Lokasi Pusat Kuliner Purwodadi sudah layak dan bisa digunakan berdagang. Hanya, ada beberapa yang perlu dilengkapi, seperti pintu rollingdoor dan instalasi pengolahan air limbah. Kita rencanakan pada bulan Februari nanti bisa untuk relokasi PKL,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Karsono, Selasa (30/1/2018).

Untuk tahap awal, Pusat Kuliner Purwodadi tersebut hanya memiliki kios sebanyak 70 unit. Dengan kios sebanyak ini maka belum bisa menampung semua PKL di jalan R Soeprapto, Simpanglima, dan jalan Dr Soetomo yang jumlahnya mencapai 197 orang.

”Jadi untuk Pusat Kuliner nanti hanya bisa ditempati sebagian PKL. Sedangkan sisanya akan direlokasi ke Taman Hijau Kota Purwodadi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan pusat kuliner dibiayai dengan dana APBD 2017 senilai Rp 4 miliar. Dana itu dialokasikan terlebih dahulu untuk membangun kios serta penataan lahan parkir agar bisa digunakan untuk relokasi. Sementara, untuk taman dan beberapa kelengkapan lainnya akan dikerjakan secara bertahap.

”Sesuai DED, keseluruhan proyek pembangunan Pusat Kuliner Purwodadi membutuhkan dana sekitar Rp 7 miliar. Namun, mengingat anggaran terbatas, pada tahap awal, anggaran yang disiapkan baru Rp 4 miliar,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KPU Pati Verifikasi Kepengurusan dan Keanggotaan Parpol Selama 2 Hari

MuriaNewsCom, Pati – Selama dua hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menggelar verifikasi faktual seluruh parpol calon peserta Pemilu 2019. Waktu dimulainya verifikasi tersebut, dilaksanakan pada 30-31 Januari 2018.

Komisioner KPU Kabupaten Pati Devisi Hukum Supriyanto mengatakan, pelaksanaan verifikasi tersebut, sebagai bentuk tindak lanjut hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017 mengenai verifikasi faktual terhadap 12 parpol peserta Pemilu 2019.

“Kami targetkan akan diselesaikan selama dua hari ini. Kami akan langsung mendatangi ke tiap sekretariat partai,” katanya kepada awak media

Menurut dia, pada hari ini akan dilakukan verifikasi kepada lima partai di Pati. Kemudian besok, rencananya akan dilanjutkan dengan lima partai lagi. Sementara, dua partai baru sudah diverifikasi sebelumnya yaitu partai Garuda dan Berkarya.

“Verifikasi yang dilakukan kini bukanlah untuk partai baru saja. Namun untuk semua partai peserta pemilu 2019 yang terdapat di pati,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Hebat! Shinta dan Drupadi Pukau Puluhan Penonton FASBuK

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus dan MuriaNewsCom berhasil menyedot perhatian penonton, Senin (29/1/2018) malam.

Pertunjukan Teater Bledog dari STIKes Muhammadiyah Kudus dengan lakon Shinta karya Aslam Mufit dan Monolog “Drupadi” oleh Laila Alfiyah berhasil menghipnotis penonton di Auditorium Universitas Muria Kudus.

Ketua Badan Pekerja FASBuK, Arfin AM mengatakan, kedua pertunjukan tersebut adalah pertunjukan teater dengan naskah yang terinspirasi oleh kisah Ramayana. Naskah Shinta karya Aslam Mufit ini mengangkat sosok perempuan yang senantiasa melindungi kesetiaan dan janji suci atas cintanya.

”Sedangkan pertunjukan monolog Drupadi akan menceritakan sosok perempuan yang tangguh dalam menjalani suratan takdir,” katanya.

Sementara, sang sutradara Laila Alfiyah seolah ingin menyampaikan tentang dua sosok tokoh perempuan dari cerita yang berbeda namun memiliki satu kesamaan. Yakni sebuah tekad yang kuat untuk dijunjung tinggi dan diperjuangkan.

Apiknya, konsep ide pertunjukan yang dibangun juga disesuaikan dengan kondisi jaman pada saat sekarang ini. Praktis pertunjukan berhasil dinikmati dan terlihat hidup.

”Itu terlihat dari antusiasme penonton. Mereka seolah-olah ikut dalam pertunjukan,” tegasnya.

Selain itu, diskusi seputar pertunjukan serta proses penciptaan usai penampilan juga begitu hangat. Para seniman yang pentas juga terlihat begitu terbuka. Terutama dalam hal kritik yang dianggap sangat membangun.

Editor: Supriyadi

Dhuh! Puluhan Siswa di Karimunjawa Tak Bisa Sekolah Karena BBM Habis

MuriaNewsCom, Jepara – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis, puluhan siswa sekolah tak bisa masuk sekolah. Hal itu lantaran, tidak berfungsinya moda transportasi seperti sepeda motor akibat tak terisi oleh bahan bakar.

Hal itu dialami oleh sebuah sekolah tingkat SMP MTS Safinatyul Huda. Alwiyah, wakil kepala sekolah di tempat tersebut mengaku tidak hanya siswa yang terhambat kegiatan belajarnya, tercatat ada enam guru yang tak bisa melaksanakan kewajiban mengajar.

“Siswa yang tak masuk sekolah ada 35 anak, sementara gurunya ada enam. Adapun jumlah murid di sekolah kami ada 112, sejak Senin (29/1/2018) ada banyak siswa yang tak bisa berangkat akibat tak tersedia bahan bakar pada kendaraan yang biasa dipakai sebagai sarana ke sekolah,” ujarnya, Selasa (30/1/2018).

Baca: Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktifitas Belajar Siswa Terhenti

Dirinya menyebut, kebanyakan dari mereka yang tak bersekolah hari ini merupakan siswa dari Pulau Kemujan. Dari rumah ke sekolahan, jarak yang ditempuh adalah 15 kilometer. Menurutnya, kesulitan bahan bakar sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Pasokan bahan bakar di kendaraan pribadi kian menipis. Sedangkan, persediaan BBM di SPBU tak kunjung terisi karena cuaca buruk sehingga kapal pengangkut tak berani menuju Karimunjawa.

Dirinya menuturkan, kondisi bisa saja bertambah buruk ketika pasokan BBM tak kunjung datang. “Hari ini saya masih bisa berangkat ke sekolah, namun kalau tidak kunjung ada pasokan BBM, bisa saja saya tidak berangkat,” keluhnya.

Menurut Sekretaris Kecamatan Karimunjawa, Nor Sholeh Eko Prasetyawan pasokan BBM terakhir ke pulau tersebut adalah 13 Januari 2018.

“Kami sedang mencari solusi agar anak-anak sekolah dapat kembali beraktifitas. Satu diantaranya adalah menyiagakan mobil pemerintah yang menggunakan solar untuk mengantarkan ke sekolah. Kami sedang mencari formulasinya dengan Muspika,” ungkap Sholeh.

Editor: Supriyadi

Malam Ini, Polres Blora Gelar Doa Bersama KH Anwar Zahid untuk Pilkada 2018

MuriaNewsCom, BloraMenyambut pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Polres Blora bakal menggelar acara pengajian akbar dan doa bersama, Selasa (30/1/2018), malam ini. Acara yang bakal dihelat dilapangan Tukbuntung, Cepu tersebut akan menghadirkan pembicara dai kondang KH Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jatim.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, dalam waktu dekat, akan dilangsungkan Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa. Dengan ajang pengajian dan doa bersama diharapkan bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menghadapi Pilkada serentak di wilayah Kabupaten Blora.

Terkait dengan kegiatan itu, pihaknya mengajak semua masyarakat Blora dan sekitarnya untuk datang langsung guna menghadiri pengajian akbar dalam rangka doa bersama Pilkada damai tahun 2018.

”Pokoknya saya mengundang semua masyarakat untuk bisa datang langsung malam ini. Selain acara doa dan dzikir bersama untuk meningkatkan iman dan taqwa, kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi terutama antara masyarakat dengan Polri,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, dengan berdzikir pihaknya yakin sedikit demi sedikit akan segera mengubah karakter manusia untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Selain itu, melalui dzikir dinilai akan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

”Kita harus menjaga negara Indonesia ini, supaya tidak ada perpecahan akibat beda pilihan pemimpin, ancaman teroris, narkoba dan Intoleransi yang dapat memecah belah kerukunan antar sesama maupun umat beragama,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktivitas Belajar Siswa Terhenti

MuriaNewsCom, Jepara – Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis. Hal itu karena kapal pengangkut BBM dari Semarang terkendala cuaca buruk.

Praktis, kendaraan yang menggunakan BBM jenis pertalite dan premium tak bisa difungsikan karena kehabisan bahan bakar. Nur Sholeh Eko Prasetyawan Sekretaris Kecamatan Karimunjawa mengatakan, kondisi tersebut banyak memengaruhi aktifitas warga.

“Kendaraan saya sendiri pasokan BBM nya kritis. Namun untuk mobilisasi ke kantor masih bisa wong jaraknya dekat dari rumah saya. Namun bagi warga masyarakat, hal ini sangat memengaruhi. Terutama mereka murid yang hendak pergi ke sekolah jadi tidak bisa,” kata Sholeh, Selasa (30/1/2018).

Dikatakannya, saat ini banyak anak-anak sekolah yang tidak bisa masuk. Oleh karenanya musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Karimunjawa tengah mencari formula agar siswa dapat kembali melakukan aktifitas belajar.

Ia menyebut keluhan sudah muncul dari pihak sekolah yang mengatakan murid-muridnya tak bisa masuk sekolah karena akses kendaraan pribadi yang terhenti.

“Kami sedang mencari solusi agar siswa dapat kembali bersekolah. Ini kami sedang mendata mobil bertenaga solar yang kira-kira masih bisa digunakan untuk mengantar anak sekolah. Lantaran untuk saat ini, yang masih tersisa adalah solar,” kata dia.

Ia menyebut, paling lambat besok sudah ada mobil yang mobile berkeliling untuk menjemput siswa yang tak bisa masuk sekolah, karena alasan ketiadaan BBM.

Menurutnya, kondisi ketiadaan BBM lebih dikarenakan faktor cuaca. Sholeh menyebut, kapal pengangkut BBM dari Semarang, sebenarnya sudah siap mengantarkan pasokan bahan bakar.

Namun, karena ombak tinggi dan angin kencang, pelayaran mustahil dilakukan karena alasan keamanan. Adapun pasokan BBM terakhir kali ke Karimunjawa adalah 13 Januari lalu. Apalagi, cuaca ekstrim di Karimunjawa sudah terjadi 10 hari belakangan.

“Kami belum tahu sampai kapan ini akan berlangsung. Tahun 2014 kemarin cuaca sangat ekstrim, namun tahun berikutnya tidak. Kami tidak tahu apakah hal ini merupakan siklus empat tahunan atau 10 tahunan,” urainya.

Editor: Supriyadi

2 Pelaku Penganiayaan di Labuhan Kidul Rembang Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, Rembang – Dua orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang warga di lokasi pembangunan pabrik sosis di Dukuh Kepel Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke berhasil ditangkap oleh polisi.

Tersangka bernama Sobirin alias Gandul (28) warga Labuhan Kidul dan Sholikin alias Bulus (27) warga Sendangmulyo. Keduanya menganiaya Soleh (42) warga Sendangmulyo Kecamatan Sluke pada tanggal 29 Oktober 2017 silam.

Kapolsek Sluke Polres Rembang AKP Sunarmin membenarkan penangkapan terhadap Sobirin dan Sholikin.

Keduanya yang ditangkap pada Sabtu (27/1/2018) dini hari lalu itu, hingga Senin (29/1/2018) kemarin ditahan di Polres Rembang. Meskipun berhasil menangkap dua orang tersangka, polisi menyebut ada satu pelaku lain yang masih buron.

”Namanya Saefudin alias Jipang warga Labuhan Kidul. Dari keterangan pelaku yang tertangkap, Jipang kabur ke luar kota.Kami masih memburu seorang pelaku lain,” katanya seperti dikutip dari laman Tribratanews Polres Rembang.

Kapolsek Sluke  meminta Saefudin menyerahkan diri saja kepada polisi daripada terus bersembunyi. Hal ini untuk memudahkan penyelidikan biar kasus segera tuntas.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Setidaknya, tersangka terancam hukuman lima tahun dan enam bulan penjara. Namun karena korbannya luka, maka mereka terancam tujuh tahun penjara.

”Polsek Sluke sudah memeriksa tiga orang saksi yang melihat langsung korban penganiayaan itu,” tambah AKP Sunarmin

Editor: Supriyadi

Salurkan Bansos Beras, Bupati Grobogan: Jangan Ada Beras Berkutu!

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan mulai menyalurkan bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) kepada warga yang berhak menerima. Peluncuran bantuan perdana dilakukan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat wakil bupati, Selasa (30/1/2018).

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait. Antara lain, Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kepala Dinsos Andung Sutiyoso, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Hidayat, perwakilan dari Polres Grobogan dan Perum Bulog Sub Divre Semarang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar bantuan bansos rastra benar-benar disalurkan tepat sasaran. Artinya, penerima bantuan adalah kepala keluarga yang memang berhak menerima, alias keluarga kurang mampu. Ia juga menekankan agar bantuan beras yang diberikan diperhatikan kualitasnya.

”Saya minta beras yang disalurkan diperhatikan kualitasnya. Jangan sampai ada beras berkutu yang diberikan dalam program Bansos Rastra ini,” tegasnya.

Sekeretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini akan disalurkan pada kurun waktu Januari dan Februari.

”Bansos Rastra hanya disalurkan dalam dua bulan ini. Mulai Maret bentuknya jadi bantuan pangan non tunai,” jelasnya.

Porgram bansos rastra merupakan peralihan dari bantuan Raskin. Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Editor: Supriyadi

Tingkatkan Sinergitas, Polres Jepara dan Kodim 0719 Gelar Latihan Tembak Bersama

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara melakukan latihan menembak bersama, di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Senin (29/1/2018). Kegiatan tersebut merupakan upaya TNI Polri guna meningkatkan sinergitas pada ajang pilkada Jateng 2018.

Berlangsung di Lapangan Tembak Desa Mororejo, atau yang lebih akrab disebut dengan Pungkruk, ajang itu diikuti 100 personel TNI dan Polri. Dalam kegiatan itu, digunakan bedil jenis senapan serbu (SS) buatan Pindad.

Dalam kegiatan itu, ratusan personel tersebut dibagi menjadi empat rayon yakni, utara, selatan, tengah dan rayon Kodim/Polres.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyebutkan, latihan ini terutama ditujukan untuk personel Kapolsek dan Danramil. Dua pucuk pimpinan keamanan dinilai sebagai ujung tombak di wilayah kecamatan.

“Ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan sinergitas TNI dan Polri guna menghadapi Pilkada Gubernur Jateng 2018. Seratus personel kita latih dalam ajang ini terutama kepada Danramil dan Kapolsek, agar nantinya terbangun soliditas yang kuat, agar nantinya bisa saling mendukung saat kerja pengamanan pemilihan kepala daerah,” ujarnya.

Ditanya soal kerawanan keamanan, hingga saat ini berdasarkan pantauan Intel hal itu masih cenderung rendah. Lantaran, banyak partai pendukung pemerintah dan oposisi yang berkoalisi mengusung calon kepala daerah.

Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol (Czi) Fachrudi Hidayat mengemukakan hal serupa. Menurutnya, ajang latihan menembak merupakan upaya peningkatan soliditas diantara TNI Polri.

“Dalam keseharian kita, soliditas TNI Polri sebenarnya bukan hal baru dan sudah terbangun dengan baik. Akan tetapi dengan giat ini, diharap lebih eratkan pertalian tersebut,” katanya.

Selain latihan menembak bersama, Kodim dan Polres Jepara juga berencana akan bermain bola voli bersama. Dalam satu grup, akan dicampur antara personel TNI dan Polri.

Editor: Supriyadi

Pemahat Patung Jepara: Perlu Ritual Khusus untuk Bikin Patung Dewa

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang Tahun Baru Cina atau Imlek 2018 pemahat patung di Kelurahan Mulyoharjo, Jepara, mulai kebanjiran order. Pesanan kebanyakan adalah patung dewa atau yang bermotif oriental.

Sumarno (47) seorang perajin patung asal Kelurahan Mulyoharjo RT 5 RW 5, Kecamatan Kota Jepara mengatakan, pesanan datang jauh-jauh hari dari hari raya Imlek.

“Bulan-bulan Januari sudah mulai ada pesanan. Nantinya pada Februari, saat mendekati Imlek, patung-patung yang telah jadi akan dipajang,” urainya ditemui MuriaNewsCom, akhir pekan lalu.

Adapun patung-patung dewa yang dibuat di bengkel kerjanya diantaranya Dewa Bumi Tai San Lose, Dewa Kwan Kong hingga Dewi Kwan Im. Bentuknya pun bermacam-macam, dari yang ukuran kecil hingga besar.

Seperti patung dewa pesanan dari sebuah kelenteng yang ada di Makasar. Untuk membuatnya, ia mengaku memerlukan ritual khusus.

“Pada saat pertama kali mengguratkan tatah dimulai pada hari dan jam yang telah ditentukan. Bahkan diperlukan pembakaran dupa untuk memulainya. Saya hanya ikut membantu melaksanakan, dipandu melalui telepon untuk menatah pertama kalinya,” tutur Sumarno pemilik usaha ukir Tatah Antik Jepara itu

Terkait model, setiap pemesan biasanya telah menyertakan gambar patung. Sementara jenis kayu, ia menggunakan jenis Asam Jawa, Jati, Mahoni dan sebagainya.

Selain dari dalam negeri, pembelinya banyak juga berasal dari negeri seberang semisal Taiwan dan Malaysia. Untuk pasar lokal, produk buatannya telah sampai di Jakarta, Bandung, Medan, Bagan siapi-api dan Bangka Belitung.

Selain patung dewa yang mengikuti pakemnya sendiri, Sumarno juga berkreasi dengan patung yang berasal dari akar kayu jati lawas. Selain unik, kerajinan dari bahan tersebut tak bisa ditiru oleh mesin pengukir kayu.

“Ukiran akar kayu yang saya buat berasal dari pohon Jati tua asal daerah Bojonegoro. Selain padat dan ringan, motifnya tak bisa ditiru oleh mesin ukir kayu CNC Router yang kini telah banyak digunakan di luar negeri, seperti Cina,” terangnya.

Motif yang dibuat, kata Sumarno, masih didominasi oleh ornamen oriental Tionghoa.

Terkait harga patung dewa, ia menyebut harganya bervariasi. Hal itu bergantung pada tingkat kesulitan dan ukuran patung. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Editor: Supriyadi

Polres Grobogan Gagalkan Penggelapan Pupuk Bersubsidi, 2 Orang Diamankan

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan berhasil menggagalkan penggelapan pupuk bersubsidi, Senin (29/1/2018) sore. Hal itu menyusul diamankannya truk bernopol B 9091 EM yang terjaring razia di kawasan Simpanglima mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang magrib.

Selain truk, polisi juga mengamankan dua orang yang berada dalam kendaraan warna hijau tersebut. Masing-masing, sopir truk berinisial SR, warga Nganjuk, Jatim dan seorang pria inisial AI, warga Kecamatan Pamotan, Rembang.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, pelaksanaan razia di lakukan karena kondisi khusus. Yakni, menyusul adanya permintaan bantuan dari Polres Rembang terkait kasus dugaan penggelapan pupuk.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa dan jajarannya berhasil mengamankan truk berisi pupuk saat menggelar razia di kawasan bundaran Simpanglima Purwodadi, Senin (29/1/2018) sore. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

”Pupuk yang hendak digelapkan diangkut menggunakan truk dan diindikasikan melintasi wilayah Grobogan. Adanya permintaan tersebut, anggota Satlantas kemudian menggelar razia di kawasan Simpanglima untuk melakukan penghadangan. Saya sendiri yang memimpin razia,” jelasnya.

Tidak lama setelah razia digelar, truk yang dicurigai muncul dan akhirnya bisa dihentikan. Kemudian, anggota Satreskrim dari Polres Rembang dan Polres Grobogan yang ikut mendukung razia langsung mengamankan sopir dan seorang pria yang diduga sebagai pelaku penggelapan pupuk.

”Setelah kita amankan, truk dan dua orang pria tersebut langsung dibawa ke Polres Rembang,” sambung Panji.

Editor: Supriyadi