Petugas Masih Berjibaku Menyisir Perairan Pati Utara Mencari Nelayan Tenggelam

Sejumlah petugas tengah membawa perahu karet dari Satpolair Polres Pati untuk digunakan dalam pencarian nelayan yang hilang di perairan Pati utara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas tengah membawa perahu karet dari Satpolair Polres Pati untuk digunakan dalam pencarian nelayan yang hilang di perairan Pati utara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah petugas dari Satpolair Polres Pati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berjibaku melakukan penyisiran terhadap nelayan yang dikabarkan hilang di perairan Pati Utara, Rabu (3/8/2016).

Sampai berita ini diturunkan, nelayan bernama Muntari (53), warga Desa Banyutowo RT 4 RW 2, Kecamatan Dukuhseti yang dikabarkan hilang belum ditemukan Tim SAR. Proses pencarian dan evakuasi pun dilakukan secara bertahap.

“Tadi pagi dari BPBD sudah terjun, tapi belum berhasil. Saya kemudian menyusul dan melakukan pencarian sampai kawasan Pulau Mandalika, perairan yang masuk wilayah Ujungwatu, Donorejo, Jepara. Namun, saya masih belum menemukan. Kami istirahat dulu untuk dilakukan tim berikutnya,” ujar KBO Satpolair IPTU Daffid Paradhi kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Ketua Relawan Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Pati, Gunawan menyebut, ada sejumlah kendala dalam proses pencarian nelayan yang hilang tersebut. Salah satunya, ombak laut yang mencapai 0,2 sampai 0,5 meter.

Padahal, proses pencarian dilakukan menggunakan perahu karet yang tidak terlalu besar. Kendati begitu, Tim SAR berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang dinyatakan hilang sejak sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

“Ada sekitar lima perahu karet yang dikerahkan, baik dari BPBD, Satpolair Polres Pati, dan Basarnas. Ombaknya memang cukup kencang, sehingga cukup menjadi kendala. Karenanya, pencarian dilakukan secara bergantian,” kata Gunawan.

Dalam melakukan pencarian, Tim SAR membawa sejumlah perbekalan, termasuk bahan bakar perahu karet dan sejumlah peralatan keselamatan. “Kami akan terus melakukan penyisiran sampai ketemu. Doakan saja biar segera ketemu,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Nelayan Asal Banyutowo Pati Dikabarkan Hilang saat Melaut

 Perahu karet disiapkan untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang perairan utara Jawa. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Perahu karet disiapkan untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang perairan utara Jawa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang nelayan bernama Muntari (53), warga Desa Banyutowo RT 4 RW 2, Kecamatan Dukuhseti, Pati dikabarkan hilang di perairan utara Jawa, Rabu (3/8/2016) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Ketua Relawan RAPI Kabupaten Pati Gunawan mengatakan, kejadian bermula ketika dua orang nelayan bernama Kastari (60) dan Muntari pergi menjaring udang di perairan utara Jawa. Bila dihitung dari bibir pantai, lokasi kejadian terbilang cukup ke tengah.

“Dari informasi yang kami himpun, kedua nelayan yang masih satu desa itu pergi mencari udang. Saat menebar jaring dan menunggu untuk diangkat, Kastari tertidur. Ketika bangun, Muntari ternyata sudah tidak ada di atas perahu,” ujar Gunawan.

Diperkirakan, jarak bibir pantai menuju perairan bisa ditempuh dengan perahu cukrik mesin diesel sekitar dua jam atau sekitar 15 km. Jarak yang cukup jauh itu menjadi salah satu pertimbangan bagi para relawan untuk melakukan pencarian.

“Kami berharap agar pencarian dan evakuasi berjalan lancar, mengingat jarak tempuhnya cukup jauh. Kita juga harus memperhitungkan cuaca, arus laut, dan arah angin,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Petugas SUTT Dihadang Warga di Desa Sendang Jepara

sutt

Warga berjaga-jaga dan menghalangi upaya penarikan kabel SUTT di Desa Sendang Kalinyamatan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi menghalangi petugas penarik kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) kembali terjadi, di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, pada Selasa (2/8/2016).

Belasan warga di desa setempat menghalangi petugas penarik kabel sehingga upaya penarikan urung dilakukan.

Aksi penghalangan upaya penarikan kabel dilakukan warga.  Bahkan mereka sempat beristegang dengan aparat yang melakukan penjagaan.

Seorang warga setempat, Mustofa mengatakan, aksi  menghentikan proses penarikan kabel transmisi PLTU Tanjung Jati B dengan tower saluran SUTT 150 KV Ungaran-Pedan, karena, sampai saat ini proses ganti rugi belum disepakati. Selain itu juga tuntutan warga belum dipenuhi PLN.

”Sampai saat ini, 18 warga di Desa Sendang yang rumah dan lahannya dilewati kabel SUTT, belum bisa menerima besaran kompensasi. Sebab, kami belum sepakat dengan besaran kompansasi yang diberikan,” kata Mustofa.

Warga, lanjut Mustofa, menginginkan PLN menambah besaran nilai kompensasi yang diberikan. Karena, nilai kompensasinya hanya Rp 6.500 per meter untuk lahan yang dilewati. Sedangkan untuk lahan yang dijadikan tapak tower, hanya diganti Rp 125 ribu per meter.

”Untuk bangunan permanen, kami diberikan kompensasi hanya Rp 3 juta, Rp 2 juta untuk semi permanen dan Rp 1 juta untuk gubuk. Kami meminta yang lebih besar. Sebab, kami punya data dari wilayah lain di Jepara, kompensasinya lebih tinggi,” terang Mustofa.

Oleh karena itu, lanjut Mustofa, warga menuntut nilai kompensasi sebesar Rp 300 ribu per meter untuk lahan yang dilintasi kabel transmisi. Sedangkan untuk bangunan permanen, besaran kompensasinya Rp 100 juta.

”Jumlah itu realistis, mengingat nilai lahan di Desa Sendang sudah naik,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Detik-detik Kecelakaan di Jalan Dr Susanto Kaborongan Pati, 1 Orang Tewas

 Kondisi kendaraan sepeda motor Vario milik korban yang kondisinya remuk. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kondisi kendaraan sepeda motor Vario milik korban yang kondisinya remuk. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Daihatsu Terios K 8465 BH, Avanza K 8511 BH dan Honda Vario tanpa nomor polisi terjadi di Jalan Dr Susanto, Kaborongan, Pati Kota, Selasa (2/8/2016) pagi.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Vario bernama Sutaryun (43), warga Desa Kepohkencono RT 3 RW 2, Pucakwangi mengalami cedera berat pada bagian kepala. Sutaryun akhirnya meninggal dunia di RSUD Soewondo.

Sementara itu, penumpang Vario bernama Siti Mulyani (40) mengalami luka patah terbuka pada kaki kanan, sadar, dan menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo. Insiden tersebut sempat menjadi tontotan warga dan pengendara yang lewat.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo saat dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika mobil Terios berjalan dari arah utara ke selatan, sedangkan Vario berjalan dari selatan ke utara.

“Saat itu, ada Avanza yang berhenti di bahu jalan sebelah barat. Sesampainya di TKP, Terios oleng ke kanan hingga menghantam Vario, lalu oleng ke kiri menabrak Avanza yang diparkir di bahu jalan,” ungkap Kompol Sundoyo.

Kesimpulan sementara, Terios dianggap lalai karena kurang hati-hati dan konsentrasi dalam berkendara hingga menyebabkan orang lain celaka dan meninggal dunia. “Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Beberapa hari terakhir, banyak kecelakaan di Pati yang menyebabkan korban meninggal dunia,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

 

Tabrakan Vario vs Terios di Jalan Dr Sutanto Pati, 1 Orang Luka Parah

Kondisi sepeda motor milik korban yang rusak cukup parah (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi sepeda motor milik korban yang rusak cukup parah (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati- Peristiwa kecelakaan kembali terjadi di Pati. Kali terjadi di ruas Jalan Dr Sutanto,  tepatnya di depan Diler Honda sebelah utara Perempatan Bleber,  pada Selasa (2/8/2016), sekitar pukul 7.30 WIB.

Kecelakaan ini melibatkan mobil Terios dengan sepeda motor Honda Vario.  Akibat peristiwa ini,  satu orang mengalami luka parah dan satu orang luka ringan. Kedua adalah pengendara dan pembonceng sepeda motor. Dua-duanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, insiden kecelakaan tersebut bermula ketika sepeda motor melaju dari arah selatan sedangkan mobil Terios dari arah utara. Setibanya di lokasi kejadian, diduga mobil Terios melaju agak ke kanan, sehingga pengendara sepeda motor tersebut gugup, dan tabrakan tak bisa dihindari. Pengendara sepeda motor menghantam bagian depan mobil sebelah kanan.

Nahasnya, usai menghantam mobil tersebut, pengendara sepeda motor terlempar ke sebelah kiri dan kemudian menghantam mobil Toyota Avanza warna hitam yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Namun demikian, hingga kini belum diketahui identitas korban.“Dua orang yang naik motor langsung dilarikan ke rumah sakit, kayaknya suami istri. Yang parah laki-laki, kritis kelihatannya,” ujar Rizal salah satu saksi di lapangan.

Bahkan, katanya, pengemudi mobil sempat hendak melarikan diri, namun, oleh warga yang melihat kejadian itu langsung menghadang. Warga juga mengaku geram, dan terpancing emosi. “Beruntung polisi cepat datang, kalau tidak, mungkin sudah dihakimi massa,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Warga Karanggeneng Grobogan Digegerkan dengan Kemunculan ‘Air Mancur’ Dadakan

 Semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong bikin heboh warga (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong bikin heboh warga (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong dalam dua hari ini dihebohkan dengan munculnya air mancur dadakan di sebuah pekarangan kosong. Yang bikin tambah heboh, air tersebut mengeluarkan bau menyengat, seperti belerang.

Kades Karanggeneng Mulyadi menuturkan, semburan air dari dalam tanah itu diketahui Jumat (29/6/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Lahan tempat munculnya air mancur itu milik Sunarpan, warga yang tinggal di RT 15 RW 4.

“Awalnya, ada beberapa orang yang mendengar suasa seperti gemericik air. Setelah ditelusuri, ternyata ada air yang keluar dari dalam tanah. Awalnya, kecil kemudian menyembur airnya. Kebetulan lokasinya dekat jalan desa,” katanya.

Menurutnya, setelah ditelusuri semburan air itu keluar dari pipa bekas sumur pompa yang sudah lama tidak digunakan. Kemungkinan, sudah lebih 20 tahun sumur pompa itu tidak digunakan dan pipanya sudah tertutup tanah.

Setelah diamati, semburan air itu keluarnya tidak tentu. Kadang kecil dan sempat sampai setinggi 4 meter. Khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan, peristiwa munculnya semburan air langsung dilaporkan pada pihak Polsek Godong.

Masih dikatakan Mulyadi, Sabtu (30/7/2017) siang, sejumlah petugas dari kepolisian, koramil, kecamatan, dinas kesehatan dan Disperindag sudah meninjau lokasi. Dari hasil pengecekan petugas, ada kandungan gas dalam air tersebut. “Katanya tadi mengandung gas airnya. Tapi saya lupa nama gasnya dan yang pasti tidak begitu membahayakan,” jelasnya.

Untuk menghindari ada sesuatu yang tidak diinginkan, pihaknya melarang warga untuk mengambil air di situ. Pihak kepolisian juga sudah memasang garis polisi di sekitar munculnya semburan air tersebut. “Warga kita larang untuk ambil air. Rencananya, setelah dikaji lebih lanjut, dari instansi terkait akan segera menutup semburan air tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Tabrak Lari, 2 Pengendara Sepeda Motor di Grobogan Tewas

f-kecelakaan

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di wilayah Desa Bringin, Kecamatan Godong. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu melibatkan satu sepeda motor dan satu mobil yang belum diketahui identitasnya.

Dalam peristiwa ini, dua orang tewas, yakni pengendara dan pembonceng sepeda motor. Identitas korban tewas adalah Indayati ,43, dan Harmonis, 37. Keduanya warga Kecamatan Klambu, Grobogan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat mobil berwarna hitam melaju kencang dari arah timur. Sesampai di lokasi kejadian, pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya itu tiba-tiba banting setir ke arah kanan. Hal itu kemungkinan dilakukan pengemudi tersebut lantaran mau menghindari rambu peringatan ada perbaikan jalan.

Dalam waktu bersamaan, sepeda motor yang dikendarai kedua korban itu sudah berada di sebelah kanan mobil tersebut. Akibat, pengemudi banting setir ke kanan, mobil tersebut menyenggol kendaraan Supra X 125 dengan nopol K 4726 GF yang dinaiki kedua korban.

Akibat peristiwa ini, kedua korban terjatuh dari atas kendaraan dan mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya itu terus melaju kencang ke arah Semarang. “Kejadiannya tadi cepat sekali. Yang jelas kedua kendaraan itu sama-sama dari timur. Kalau mobilnya sekilas warnanya hitam jenis kijang,” ungkap beberapa warga.

Kasat Lantas AKP Nur Cahyo ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Kecelakaan tersebut memang disebabkan tabrak lari. Namun, pihaknya masih kesulitan melanjutkan proses penyelidikan karena minimnya informasi yang didapatkan.

”Dari informasi yang kita dapat, korban ditabrak mobil sejenis Avanza warna hitam. Sayangnya, saksi-saksi tidak mengetahui nopol kendaraan tersebut. Meski begitu, kami akan berusaha untuk menindaklanjutinya,” lanjutnya.

Editor : Kholistiono

 

Ini Aksi Heroik Kakak yang Tewas Saat Selamatkan Adik di Jepara  

kronologi tewas

Sri Ningsih berada di Puskesmas Nalumsari Jepara setelah diselamatkan dari dalam sumur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Budiyono warga dukuh Krajan RT 03 RW 02 Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Jepara bernama Budiyono (38) tewas saat menyelamatkan nyawa adiknya Sri Ningsih (30) ketika terjebur sumur.

Kronologi peristiwa bermula dari sekitar pukul 04.30 WIB, Sri Ningsih hendak mandi namun mesin air yang terpasang di dalam sumur mati, sehingga dia melihat sambil mengocak-ocak mesin air dari samping atas bibir sumur. Saat mencoba memperbaiki mesin dengan cara dikocak-kocak kemudian Sri Ningsih ditegur tetangganya yakni Tinah (48) untuk mengambil air di dalam rumahnya saja.

Selanjutnya Sri Ningsih bersedia mengambil air satu ember di sumur milik Tinah. Setelah mengambil air, kemudian Sri kembali mengocak ocak mesin air dan membuka tutup sumurnya dan terpeleset sehingga masuk ke dalam sumur.

Mengetahui Sri tercebur, Tinah berteriak minta tolong dan didengar oleh korban yakni Budiyono. Kemudian ia mencoba menyelamatkan Sri dari dalam sumur.

“Budiyono berhasil mengangkat Sri dari dalam sumur. Namun Budiyono terjatuh dan tenggelam dalam sumur saat dalam proses pengangkatan tubuh Sri dari dalam sumur,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/7/2016).

Mengetahui peristiwa itu, tetanga korban kemudian meminta tolong pada warga. Saat warga mengetahui itu, kemudian melakukan evakuasi korban.

Korban yang pertama kali berhasil dievakuasi adalah Sri Ningsih karena posisinya diatas. Setelah dievakuasi, Sri dibawa ke Puskesmas setempat sekitar pukul 05.30 WIB oleh para warga.

“Sedangkan korban Budiyono yang posisinya di dalam sumur berada di bawah, dievakuasi setelah korban Sri Ningsih. Selanjutnya Budiyono dibawa ke RSI Kudus, namun saat dalam perjalanan, Budiyono meninggal dunia,” terang Kepala Pelaksana BPBD Jepara melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom.

Diameter sumur yang menjadi saksi bisu sekitar satu meter. Kedalaman sumur 20 meter, serta kedalaman air dalam sumur sekitar 5 meter.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Antara Bus Sinar Mandiri Vs Tronton di Jalan Lingkar Pati

 Seorang petugas kepolisian mengecek kondisi Bus Sinar Mandiri yang akan diderek. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang petugas kepolisian mengecek kondisi Bus Sinar Mandiri yang akan diderek. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara bus Sinar Mandiri kontra truk tronton terjadi di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, Kamis (28/7/2016). Akibat kecelakaan tersebut, satu orang yang merupakan sopir truk meninggal dunia. Sementara itu, sopir bus mengalami cidera serius, mengalami kritis dan meninggal dunia. Lima orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

“Sejak masuk JLS, sopir berupaya untuk ambil bagian kanan jalan, ancang-ancang untuk menyalip. Namun, bus gagal menyalip sehingga menabrak truk tronton dari arah berlawanan,” ujar Agung, salah seorang penumpang bus.

Dikatakan, truk sebetulnya sudah berusaha membanting setir ke kiri. Namun, jaraknya ternyata sudah terlalu dekat sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Beruntung, penumpang bus masih selamat dari insiden tersebut.

Kecelakaan tersebut sempat membuat arus di JLS Pati tersendat. Sementara, Kanitlaka Satlantas Polres Pati Iptu Komang Kharisma saat dikonfirmasi enggan berkomentar terkait dengan kecelakaan maut tersebut.

Editor : Kholistiono

 

Ini Nama-nama Korban Kecelakaan Karambol di Jalan Pati – Juwana Km 7

Kondisi truk yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Juwana-Pati (MuriaNewsCom/Lismano)

Kondisi truk yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Juwana-Pati (MuriaNewsCom/Lismano)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Pati-Juwana Km 7, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kamis (28/7/2016). Kecelakaan yang berawal dari truk tangki R 1875 AT menyeruduk truk tronton B 9599 GJ dari belakang tersebut, menyebabkan dua orang kernet dan penumpang truk tangki R 1875 AT meninggal dunia di tempat.

Beruntung, truk tronton yang diseruduk truk tangki R 1875 AT dari belakang tidak menabrak truk tangki lagi di depannya hingga berakibat fatal. Sehingga, korban meninggal dunia ada di pihak truk tangki yang pertama kali menyeruduk bagian belakang truk tronton.

“Medan jalan dipastikan sudah baik, beton kering, terdapat marka jalan, dan lebar jalan sekitar 11 meter. Kesimpulan sementara, pengemudi truk tangki R 1875 AT mengantuk, sehingga kurang konsentrasi untuk memastikan jarak dengan kendaraan di depannya,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Adapun identitas korban yang terlibat kecelakaan beruntun, di antaranya pengemudi truk tangki R 1875 AT bernama Rasidi (54), warga Banjaran RT 3 RW 22, Cilacap dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Dua penumpang truk tangki yang diketahui bernama Maryono (34), warga Donan RT 1 RW 15, Cilacap sebagai kernet dan pengganti sopir, serta satu penumpang yang belum diketahui identitasnya. Keduanya meninggal dunia, karena mengalami cidera berat pada bagian kepala dan luka-luka parah lainnya.

Sementara itu, pengemudi tronton B 9599 GJ bernama Kamid (37), warga Semampir RT 2 RW 1, Cerme, Gresik tidak mengalami luka yang serius, sehat jasmani dan rohani. Begitu juga dengan sopir truk tangki S 9987 UR yang diseruduk tronton dari belakang, Hendro Hidayat (37) warga Banjarwungu Tarik RT 14 RW 4, Sidoarjo dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

“Kerugian material akibat kecelakaan beruntun tersebut diperkirakan Rp 2 juta. Sopir dalam hal ini memang lalai, karena cuaca cerah dan kondisi jalan baik. Kami berharap agar para sopir sebaiknya istirahat dulu kalau mengantuk, biar tidak mencelakakan diri sendiri maupun orang lain,” imbau Kompol Sundoyo.

Baca juga : Kecelakaan Beruntun Tronton Vs Truk Tangki di Jalan Pati-Juwana, 2 Orang Tewas

Editor : Kholistiono

 

Kecelakaan Beruntun Tronton Vs Truk Tangki di Jalan Pati-Juwana, 2 Orang Tewas

Seorang petugas tengah memeriksa kondisi truk tangki yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Pati-Juwana Km 7, Kamis (28/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas tengah memeriksa kondisi truk tangki yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Pati-Juwana Km 7, Kamis (28/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat truk tangki dan satu truk tronton terjadi di Jalan Pati-Juwana Km 7, Desa Purworejo, Pati, Kamis (28/7/2016). Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dinyatakan tewas.

Kejadian bermula, saat kendaraan truk tangki bernopol R 1875 AT berjalan dari arah timur ke barat. Sementara itu, truk tronton bernopol B 9599 GJ dan truk tangki S 9987 UR berjalan searah di depannya.

Setelah sampai di tempat kejadian perkara (TKP), truk tangki R 1875 AT menabrak truk tronton B 9599 GJ. Akibatnya, truk tronton B 9599 GJ menabrak truk tangki S 9987 UR. Kecelakaan beruntun tersebut sempat menjadi tontonan warga dan pengendara yang lewat.

“Dua orang yang dinyatakan meninggal dunia, yakni kernet truk tangki R 1875 AT bernama Maryono (34), warga Desa Donan RT 1 RW 15, Cilacap. Satu lagi adalah penumpang di truk tangki yang sama, dan belum diketahui identitasnya,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Maryono meninggal dunia, setelah mengalami luka-luka cidera kepala berat, patah rahang bawah, robek leher, tangan kanan patah, kaki kiri patah, dan robek kaki kanan. Satu orang yang belum diketahui identitasnya, mengalami cidera kepala berat dan robek perut.

Editor : Kholistiono

 

Sopir Truk Galian C Tanjungrejo Kudus Mendadak Tewas

tewas sopir

 

MuriaNewsCom, Kudus – Supriyanto (60) seorang sopir truk yang membawa tanah galian C di Desa Tanjungrejo, Jekulo diketahui tiba tiba meninggal. Sopir truk yang biasa mengangkut tanah dari sana, dikenali meninggal sesaat sebelum memasuki mobil yang dikemudikan.

Hal itu disampikan Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susilo. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi Kamis (28/7/2016) sekitar pukul 06.30 WIB, saat sedang mengangkut tanah. Namun setelah mengisi bak dengan tanah, sopir tiba tiba jatuh,,sesaat setelah membuka pintu depan mobil.

“Setelah jatuh,teman temannya mendekat untuk memberikan pertolongan. Saat itu sopir dibawa ke lokasi yang aman, di dalam mobil, ternyata meninggal,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, sopir meninggal sekitar pukul 07.20 WIB. Temannya membawanya masuk mobil karena lokasi luar yang berdebu.

Setelah meninggal, jenazah kemudian dibawa ke rumah korban, yang bertempat di Desa Karangbener, Bae. Jenazah Supriyanto disambut tangis keluarganya.

Berdasarkan keterangan yang didapat petugas, sopir tersebut mengidap penyakit jantung. Saat bekerja, sopir tersebut kambuh, sehingga tidak tertolong.

“Penyebabnya murni serangan jantung. Mungkin karena sakit yang tidak dirasa atau ditahan sakit nya saja. Namun saat bekerja malah makin kambuh,” ujarnya

Dia mengimbau kepada masyarakat khususnya sopir agar berhati hati saat bertugas. Jika merasa sudah tidak enak badan, dapat berobat atau membawa obat yang sekira dibutuhkan.

Editor : Akrom Hazami

 

Kakak Tewas Tenggelam di Sumur saat Tolong Adiknya di Jepara

tenggelam-1

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini seorang warga Dukuh Krajan RT 03 RW 02 Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Jepara bernama Budiyono (38) tewas saat menyelamatkan nyawa adiknya ketika terjebur sumur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa terjadi Kamis (28/7/2016) sekitar pukul 04.30 WIB. Mulanya, adik korban bernama Sri Ningsih (30) terjebur sumur karena terpeleset. Kemudian korban Budiyono mengetahui dan mencoba menyelamatkannya.

Tetapi saat Budiyono berusaha mengangkat Sri Ningsih di dalam sumur, dalam perjalanan naiknya tidak kuat menahan. Akhirnya terjatuh ke bawah. Kondisi Budiyono jatuh dan tenggelam ke dalam air sumur sedangkan Sri Ningsih mengapung.

Tetangga korban yang mengetahui kondisi itu mencari pertolongan ke warga lainnya. Kemudian warga melakukan penyelamatan satu persatu korban.

Korban yang pertama kali berhasil dievakuasi adalah Sri Ningsih karena posisinya diatas. Setelah dievakuasi, Sri dibawa ke Puskesmas setempat sekitar pukul 05.30 WIB oleh para warga.

“Sedangkan korban Budiyono yang posisinya di dalam sumur berada di bawah, dievakuasi setelah korban Sri Ningsih. Selanjutnya Budiyono dibawa ke RSI Kudus, namun saat dalam perjalanan, Budiyono meninggal dunia,” terang Kepala Pelaksana BPBD Jepara melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom.

Diameter sumur yang menjadi saksi bisu sekitar satu meter. Kedalaman sumur 20 meter. Serta kedalaman air dalam sumur sekitar 5 meter.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Masyarakat Kudus Patungan untuk Biayai Tes Urine Dewan

urine

Warga memberikan uang koin saat aksi penggalangan dana untuk tes urine anggota DPRD. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masyarakat Kudus yang menginginkan adanya tes urine bagi seluruh anggota dewan, melakukan aksi penggalangan dana di alun-alun setempat, Rabu (27/7/2016) sore.

Sejumlah warga melakukan aksi tersebut guna memberantas keberadaan narkotika di Kudus, termasuk kalangan dewan. Penggalangan dana, rencananya akan dilakukan hingga lima hari ke depan.

“Waktu tersebut, dianggap cukup untuk mengumpulkan hasil yang nantinya digunakan untuk tes urine. Kalau sebelum lima hari sudah cukup, maka aksi kami selesai,” katanya yang menamai dengan Konsorsium Masyrakat Kudus Peduli Pemberantasan Narkoba.

Menurutnya, jika sudah terkumpul, maka sumbangan dari masyrakat bakal diberikan kepada ketua dewan. Hal itu untuk kemudian dilakukan tes urine, sesuai dengan keinginan masyarakat.

Rencananya, aksi lanjutan bakal dilakukan besok pagi. Berbeda dengan hari ini, aksi besok pagi adalah aksi unjuk rasa, yang dilakukan di halaman Pendapa Kudus.

Aksi yang digalang murni dari masyarakat. Hasilnya untuk membiayai tes urine anggota DPRD Kudus.

Dengan bantuan masyarakat, diharapkan seluruh anggota dewan dapat melakukan tes urine tanpa terkecuali. Sebab pemberitaan yang diketahui, untuk melakukan tes urine membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itulah aksi peduli ini dilakukan.

Mereka berharap Kudus tidak ada lagi kasus narkotika. Dan segala bentuk narkotika, dapat dilakukan pemberantasan karena itu mencoreng nama baik Kudus sebagai Kota Religius.

Berdasarkan pantauan, beberapa pengguna jalan datang membawa koin untuk ditaruh dalam kardus. Lokasi yang strategis, yakni depan air mancur serta dilengkapi dengan banner, mengajak warga lain untuk bergabung.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Tembok SDN 2 Ketilengsingolelo Welahan Jepara Ambruk, Pekerja Tewas

Petugas TNI melihat pekerja yang tewas di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas TNI melihat pekerja yang tewas di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Jepara. Tembok Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan, roboh dan menimpa seorang pekerja hingga mengakibatkan tewas.

Korban tewas bernama Asrofi (52), warga Desa Jetak RT 01 RW 01 Kecamatan Kedung, Kabupaten Demak. Peristiwa tersebut terjadi, Rabu (27/7/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban tengah bekerja melakukan renovasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa bermula dari korban bersama dua orang rekan pekerjanya sedang memasang Sluk besi pada bangunan SD N 2 Ketilengsingolelo yang sedang direnovasi.

Namun, tiba2 terdengar suara runtuhan bangunan, kemudian 2 teman lainnya lari ke arah timur, sementara korban berlari ke arah selatan.

Lantaran korban tewas berlari ke arah yang tidak tepat, mengakibatkan korban terjebak dan tertimpa runtuhan tembok bangunan dengan ketebalan 25 cm, tinggi 2,8 m, lebar 7 m.

“Dia (Asrofi) tertimpa runtuhan tembok bangunan yang cukup tebal sehingga mengakibatkan meninggal dunia,”  ujar salah seorang saksi, Munir (19), warga Desa Ketilengsingolelo, RT 07 RW 02 Kecamatan Welahan Jepara.

Setelah peristiwa itu terjadi, aparat dari TNI, kepolisian dan kebencanaan Kabupaten Jepara ke lokasi kejadian. Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Nama-nama Korban Kecelakaan Tunggal Bus di Juwana Pati

 Sejumlah petugas dibantu alat berat crane mencoba untuk mengevakuasi bus. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah petugas dibantu alat berat crane mencoba untuk mengevakuasi bus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan tunggal Bus Subur Jaya bernopol K 1668 ED terjadi di Jalan Juwana-Batangan, Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (27/7/2016) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Dalam kecelakaan tersebut, rumah penduduk yang berada di pinggir jalan ditabrak hingga menyebabkan kepala badan bus hancur.

Kecelakaan bermula ketika Bus Subur Jaya melaju dari arah timur (Rembang) menuju barat (Pati). Setelah sampai di TKP, bus tiba-tiba terlihat oleng ke kiri dan langsung menabrak rumah warga hingga teras rumah rusak.

Dari kesaksian, Suranto, salah satu penumpang yang merupakan ayah dari pengantin yang diiring, mengaku ada semacam batu kecil yang menghantam kaca bus bagian depan sopir. Akibatnya, sopir kaget dan banting setir ke kiri hingga menabrak rumah.

Namun, kesimpulan sementara dari petugas kepolisian menyatakan bahwa sopir mengantuk. “Dari informasi yang dihimpun petugas di lapangan, kami berkesimpulan bahwa pengemudi bus dalam keadaan mengantuk. Dalam hal ini, sopir lalai, kurang hati-hati dan tidak konsentrasi saat mengemudi,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Satu orang meninggal dunia di tempat atas insiden tersebut, yaitu Saidi (38), sopir bus yang merupakan warga Desa Klaling RT 7 RW 4, Jekulo, Kudus. Ia mengalami luka patah kaki, robek perut, dan kondisi terjepit.

Adapun korban luka-luka, antara lain Budiyono (31), warga Sulang Rembang yang mengalami patah kaki kiri, robek tangan kiri, robek dahi dan dirawat di RS Keluarga Sehat.

Darmin (60), warga Desa Gayam RT 1/4, Rembang mengalami luka lecet kaki kanan, dan sadar. Selanjutnya, Dian (22) mengalami sobek kaki dan Mulyono (49) mengalami sobek kepala. Keduanya tetangga Darmin, sadar dan opname di RSU Budiagung Juwana.

Tukiman (56) mengalami robek kepala, Iswati (26) mengalami robek kepala, dan Iis Irawati (26) mengalami robek kepala. Ketiganya warga Desa Gayam RT 2 RW 4, Rembang dan menjalani opname di RSU Budiagung.

Sementara itu, Joko (44) mengalami robek, Desi (24) mengalami sobek perut, dan Wahidin (55) mengalami patah tangan. Ketiganya warga Desa Gayam RT 1/4, Rembang, sadar dan opname di RSU Budiagung Juwana.

Beruntung, dalam insiden ini, rumah yang ditabrak bus dalam keadaan kosong karena ditinggal pemilik rumah sehingga tidak ada korban dari penghuni rumah. Namun, kerugian akibat teras yang mengalami rusak diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Baca juga : Bus Rombongan Pengantin Tabrak Rumah di Ngerang Juwana, Satu Orang Tewas

Editor : Kholistiono

 

Bus Rombongan Pengantin Tabrak Rumah di Ngerang Juwana, Satu Orang Tewas

Proses evakuasi bus yang menabrak rumah hingga sopir tewas di Desa Ngerang, Juwana, Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Proses evakuasi bus yang menabrak rumah hingga sopir tewas di Desa Ngerang, Juwana, Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bus Subur Jaya bernomor polisi K1668 ED yang membawa rombongan iring-iringan pengantin dari Rembang menuju Magelang terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Juwana-Rembang, Desa Ngerang, Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (27/7/2016) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, Saidi (42) yang merupakan sopir bus tewas di tempat. Jenazah sopir sendiri baru berhasil dievakuasi bersamaan dengan evakuasi bus yang menghantam rumah hingga kepala bus hancur.

Suranto, ayah dari pengantin yang ikut iring-iringan dalam bus tersebut mengatakan, kejadian bermula ketika bus melaju dari arah Rembang menuju Pati. Tiba-tiba saja, sebuah batu menghantam mengenai kaca depan bus.

Lantaran kaget, sopir bus membanting setir ke kiri sampai menghantam rumah warga hingga kepala badan bus hancur. Selain sopir tewas di tempat, delapan orang mengalami luka parah, 32 mengalami luka ringan, dan empat orang sehat.

Semua korban luka dilarikan ke RS Budi Agung Juwana dan RS Keluarga Sehat. Beruntung, tidak ada penghuni rumah, sehingga tidak ada korban dari pihak pemilik rumah yang tertabrak bus.

“Pemilik rumah sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada korban dari pihak pemilik rumah. Namun, teras rumah milik warga itu rusak parah sehingga mengalami kerugian material jutaan rupiah dari pihak pemilik rumah,” ujar Hasan, seorang saksi.

Proses evakuasi yang menggunakan crane sempat memakan waktu cukup lama. Akibatnya, kemacetan terjadi di Jalan Pati-Rembang hampir tujuh jam lamanya.

Kanitlaka Polres Pati Iptu Komang Karisma mengatakan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk mengatur lalu lintas dengan cara buka tutup. Sebab, proses evakuasi bus diakui cukup sulit.

Editor : Kholistiono

 

Ini Ciri-ciri Mayat Pria Misterius yang Ditemukan di Sungai Juwana Pati

 Petugas kepolisian tengah mencoba menyingkirkan benda-benda sungai untuk mengevakuasi pada korban. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Petugas kepolisian tengah mencoba menyingkirkan benda-benda sungai untuk mengevakuasi pada korban. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di bawah jembatan Sungai Silugangga, Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Pati, Selasa (26/7/2016) sekitar pukul 05.45 WIB.

Mayat pertama kali ditemukan Nyami (50), warga setempat yang hendak buang air besar. Saat itu, Nyami melihat sosok mayat terapung dalam keadaan kaku. Nyami kemudian melaporkan kejadian itu kepada tetangganya, Damin (54) yang sehari-hari tinggal di bawah jembatan Desa Doropayung.

Damin kemudian menceritakan temuan itu kepada Dwi Susanto (39), perangkat desa setempat. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada petugas Polsek Juwana. “Saya mendapatkan informasi dari Pak Damin, setelah saya cek benar kemudian saya laporkan ke Polsek Juwana,” ujar Susanto.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, panjang mayat sekitar 172 cm, pembusukan positif, lebam positif, kaku positif, rambut hitam ikal, mengenakan kaos hitam dengan gambar depan bendera kebangsaan Inggris, mengenakan celana jeans hitam, celana dalam warna hitam merek swing, dan usia sekitar 35 tahun.

“Diperkirakan, korban sudah meninggal sekitar tiga hari sejak ditemukan. Ada uang koin Rp 500 dalam saku celana dan rokok Gudang Garam International. Di celana dalam, ditemukan uang Rp 250 ribu berupa pecahan Rp 50 ribu sebanyak lima lembar,” ujar Kapolsek Juwana AKP Sri Sumarni.

Bila ada keluarga yang tahu ciri-ciri tersebut dapat menghubungi RSUD Soewondo Pati. Pada bagian lengan kanan korban terdapat tato dengan motif abstrak. Sementara itu, pada pinggang kanan terdapat tato motif gambar perempuan dan ular naga.

“Dari hasil visum yang dilakukan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Saat ini, jenazah sudah dibawa ke RSUD Soewondo. Bila ada keluarga yang tahu ciri-ciri tersebut, segera hubungi,” imbaunya.

Baca juga : Mayat Laki-laki Bertato Ditemukan Tewas di Jembatan Sungai Juwana Pati

Editor : Kholistiono

 

Mayat Laki-laki Bertato Ditemukan Tewas di Jembatan Sungai Juwana Pati

Seorang warga tengah mencoba melihat kondisi mayat tanpa identitas yang sudah terapung dan kaku di Sungai Silugangga, Desa Doropayung, Juwana, Selasa(26/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga tengah mencoba melihat kondisi mayat tanpa identitas yang sudah terapung dan kaku di Sungai Silugangga, Desa Doropayung, Juwana, Selasa(26/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mayat seorang laki-laki bertato tanpa identitas ditemukan tewas di bawah jembatan Desa Doropayung, Sungai Silugangga, Juwana, Pati, Selasa (26/7/2016). Mayat diketahui warga setempat sekitar pukul 05.45 WIB.

Diperkirakan, mayat laki-laki yang ditemukan sudah dalam keadaan kaku tersebut baru berusia sekitar 35 tahun. “Ciri-ciri yang kami ketahui sementara, ada tato di bagian pinggang kanan belakang. Tato itu bergambarkan naga dan perempuan,” ungkap KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, mayat tersebut mengenakan kaos warna putih dan celana jeans warna biru. “Kami belum bisa memastikan penyebab si mayat tenggelam di sungai. Kami juga belum bisa memastikan apakah si mayat awalnya memancing atau melakukan aktivitas apa,” imbuhnya.

Dilihat dari kondisi fisik, lanjut Daffid, mayat masih utuh, bagus, dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Namun, ia belum bisa memastikan apakah penyebab kematian korban karena masih dilakukan proses visum dari Tim Medis dari puskesmas setempat dan Polsek Juwana.

“Kondisi mayatnya masih bagus, utuh, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Tapi, kami tidak bisa memastikan karena saat ini sudah ditangani petugas Polsek Wedarijaksa,” imbuhnya. Kejadian penemuan mayat tanpa identitas tersebut sempat menggemparkan penduduk setempat dan menjadi tontonan warga.

Editor : Kholistiono

Satu Rumah di Pinggir Jalan Lingkar Utara Purwodadi Ludes Terbakar

Satu rumah milik warga Desa Menduran di pinggir Jalan Lingkar Utara ludes terbakar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Satu rumah milik warga Desa Menduran di pinggir Jalan Lingkar Utara ludes terbakar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Menduran, Kecamatan Brati, Grobogan dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi Selasa (26/7/2016). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Pramono ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Tafsir kerugian material diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran itu kali pertama diketahui oleh beberapa pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Utara Purwodadi. Sekedar diketahui, rumah yang tertimpa musibah ini lokasinya memang berada dipinggir jalan raya.

Pengendara yang melihat ada kobaran api kemudian memberitahukan pada warga sekitar. Selanjutnya, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman api sebisa mungkin. Adanya kebakaran ini sempat membikin arus lalu lintas di jalan lingkar tersendat.

Meski demikian, upaya pemadaman tidak berhasil karena banyaknya barang mudah terbakar dan ditambah adanya hembusan angin kencang saat itu. Kobaran api, akhirnya bisa diatasi setelah tiga armada damkar BPBD Grobogan tiba di lokasi kejadian.

Kasi Damkar BPBD Grobogan Sutrisno menyatakan, saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan kosong lantaran pemilik rumahnya sudah pergi bekerja. Diperkirakan, penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik.“Perkiraan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Tidak ada korban dalam peristiwa ini,” katanya.

Editor : Kholistiono

Pabrik Roti Menang Pati Kebakaran, 2 Damkar Dikerahkan

 Sejumlah petugas Damkar datang lokasi kebakaran di Pabrik Roti Menang, di Jalan Pemuda Nomor 231 Pati, Sabtu (23/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah petugas Damkar datang lokasi kebakaran di Pabrik Roti Menang, di Jalan Pemuda Nomor 231 Pati, Sabtu (23/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pabrik Roti Menang yang berada di Jalan Pemuda Nomor 231 Pati Kota mengalami kebakaran, Sabtu (23/7/2016) sekitar pukul 15.30 WIB. Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Namun, api ternyata sudah berhasil dipadamkan sejumlah karyawan dan warga setempat sekitar pukul 16.30 WIB, setelah petugas pemadam kebakaran datang. Sebelumnya, api sempat berkobar dan kepulan asap membumbung tinggi.

Kebakaran juga sempat menjadi tontotan warga. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

“Saat kami ada telepon masuk terkait dengan kebakaran di Pabrik Roti Menang di Jalan Pemuda, Kelurahan Pati Wetan, kami langsung kerahkan dua mobil damkar. Tapi, api ternyata sudah padam saat petugas datang,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran DPU Pati, Bambang Mujiyono.

Penyebab kebakaran berasal dari korsleting kabel oven yang menyebabkan satu oven untuk memanggang roti terbakar. Api sempat menjalar ke sejumlah barang lainnya di sekitar oven. Namun, petugas PLN langsung mematikan aliran listrik menuju Pabrik Roti Menang dan api berhasil dipadamkan. “Dari pengakuan pemilik, kerugian material hanya Rp 1 juta,” kata Bambang.

Editor : Kholistiono

 

Kernet Tewas saat Kecelakaan Truk Guling di Ngembalrejo Kudus

laka 2

Bangkai truk yang mengalami kecelakaan di jalur pantura, Ngembalrejo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Luka parah yang dialami kernet truk guling, Sutopo (40) asal Blitar Jatim, akhirnya meninggal. Sutopo tidak tertolong lantaran luka serius yang terjadi di kepalanya.

Kejadian kecelakaan di jalan Kudus Pati turut Desa Ngembalrejo Bae, pagi tadi sebelumya mengakibatkan luka parah pada kernet truk. Sayangnya, saat dilarikan ke rumah sakit, Kernet meninggal dunia.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai melalui Kanit Laka Pada Polres Kudus Iptu Hartono mengatakan kalau kernet mengalami luka yang serius. Kepalanya terbentur keras hingga terjepit bodi depan mobil.

“Akibatnya luka serius pada bagian kepala kernet. Dan kami sudah melarikannya ke RS Mardi Rahayu untuk segera mungkin mendapatkan pertolongan,” katanya.

Ervina, pengguna jalan yang kebetulan dilokasi kejadian menuturkan, kalau kernet sudah tidak sadarkan diri saat ditolong petugas. Namun dia tidak tahu, apakah kernet masih hidup atau sudah meninggal.

Atas adanya kecelakaan, polisi mengimbau kepada pengguna kendaraan untuk lebih berhati hati. Sebab, jalur tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Baik roda dua, empat maupun lebih.

“Kalau memang sudah merasa lelah, ngantuk, senjatanya istirahat dulu. Jangan dipaksakan untuk berkendara. Sebab akibatnya dapat fatal jika masih dipaksakan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Truk Guling Usai Tabrak Median Jalan di Jalur Pantura Ngembalrejo Kudus

laka

Truk guling di jalur pantura Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Truk guling di jalan Kudus- Pati, turut Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, Jumat (22/7/2016). Truk pengangkut anak ayam kecelakaan lantaran menabrak median jalan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Sopir truk, Dawam Basuki asal Blitar, JawaTimur, tidak mengalami luka serius.  Melainkan hanya mengalami luka ringan. Sedangkan kernetnya, Sutopo (40) asal kota yang sama, mengalami luka yang serius akibat benturan keras dari bodi depan mobil.

Kernet akhirnya dilarikan ke RS Mardi Rahayu untuk mendapatkan pertolongan. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Dari sumber yang dihimpun MuriaNewsCom, truk bernopol N 8083 UG mengalami kecelakaan pada pukul 04 00 WIB. Truk melintas dari Surabaya menuju ke Semarang.

Ketika itu jalan pantura sedang sepi. Truk sebelum guling diketahui hendak menyalip truk lainnya. Namun saat menyalip, malah truk pengangkut anak ayam malah menabrak median jalan. Tepatnya di depan pabrik Jambu Bol.Truk pun guling.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai melalui Kanit Laka Polres Kudus Iptu Hartono mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan. “Masih diselidiki,” katanya.

Bangkai truk baru diderek sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian membuat arus lalu lintas menjadi terhambat. Banyak pengendara yang terpaksa melaju pelan karena ingin melihat kejadian dari dekat.

Editor : Akrom Hazami

 

 

4 Hari Dicari, Pemuda Keterbelakangan Mental Ini Ditemukan Sudah Tewas

f-tewas

MuriaNewsCom, Rembang – Slamet (35) warga Desa Wonokerto RT 3 RW 4 Kecamatan Sale, Rembang, selama empat hari ini menghilang dari rumah. Pemuda yang memiliki riwayat keterbelakangan mental ini, diduga terseret arus Sungai Kedung Pring, dan sudah dilakukan pencarian oleh tim gabungan dan warga dengan menyusuri sungai.

Slamet, akhirnya ditemukan di kawasan Desa Bunharjo, Jatirogo, Tuban, Jawa Timur pada Rabu (20/7/2016) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Slamet ditemukan pertama kali oleh warga setempat dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kepala Desa Wonokerto Eko menceritakan kronologi penemuan jasad Slamet tersebut. “Salah satu warga yang menemukan itu asal mulanya hendak buang hajat di sungai. Namun, ketika itu dia mencium bau busuk yang menyengat. Setelah dicari, ternyata bau itu muncul dari jasad yang berjarak 3 meter dari tempat buang air besar tersebut,” kata Eko, saat di konfirmasi MuriaNewsCom.

Ketika ditemukan, kondisi tubuh Slamet tersangkut akar pohon yang ada di tepi sungai, dan kondisinya sudah membusuk dan posisi badannya menekuk, seperti orang duduk. Jenazah korban, saat ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Sementara itu, Kapolsek Sale AKP Isnaini juga menyatakan, jika korban memang terseret arus sungai, dan kini sudah ditemukan.  “Kalau dipantau dari tempat pertama ditemukannya tongkat dan sandal korban saat terseret arus hingga Desa Bunharjo, Jatirogo, Tuban, Jawa Timur itu sekitar 10 km,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah divisum oleh tim medis Puskesmas Jatirogo, bahwa tidak ditemukan adanya tanda- tanda kekerasan. “Ini murni kecelakaan, dan jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Baca juga : Tim Gabungan dan Warga Susuri Sungai Kedung Pring Cari Slamet

Editor : Kholistiono

 

Gempa Bumi Dirasakan Sebagian Warga Keling Jepara

gempa bumi 2

 

MuriaNewsCom, Jepara – Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Semenanjung Muria. Kali ini gempa terjadi dengan kekuatan 3,8 SR ini berpusat di koordinat 6,38 Lintang Selatan dan 111,12 Bujur Timur, tepatnya pada jarak 42 km timur laut Pati, pada kedalaman 18 kilometer, Senin (18/7/2016) pukul 19.50.59 WIB.

Meski jaraknya cukup jauh dari daratan Jepara, namun berdasarkan informasi yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, gempa juga dirasakan sebagian warga Kecamatan Keling Jepara.

“Pusat gempa sangat jauh dari Jepara. Lokasinya ada di timur laut Pati dan dekat dengan perairan Kalimantan. Tetapi sebagian warga di wilayah Keling juga merasakan ada getaran sekitar 2-3 detik,” ujar Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno kepada MuriaNewsCom, Selasa (19/7/2016).

Menurutnya, gempa yang terjadi tidak membahayakan warga, termasuk nelayan. Pasalnya, saat gempa terjadi di laut, kondisi gelombang juga masih normal.

“Gelombang air laut normal, sekitar satu meter. Jadi tidak membahayakan. Untuk itu, warga tidak perlu cemas dan kuatir terhadap gempa itu,” katanya.

Seperti diberitakan,  Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak gempa bumi. Namun demikian gempa bumi ini sangat menarik, karena di lokasi pusat gempabumi ini, pada 23 Oktober 2015 pernah diguncang gempabumi tektonik berkekuatan 5,0 SR.

Editor : Akrom Hazami