Tarian Gusjigang Pukau Warga Kudus di Jakarta

Tarian Gusjigang ini membuat kagum masyarakat Kudus yang ada di Jakarta, dalam acara yang digelar di anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (16/10/2016).(MuriaNewsCom/Merie)

Tarian Gusjigang ini membuat kagum masyarakat Kudus yang ada di Jakarta, dalam acara yang digelar di anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (16/10/2016).(MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Jakarta – Warga Kudus yang ada di Jakarta rupanya benar-benar rindu dengan seni, budaya, kuliner, dan aneka produk khas kota tersebut. Mereka sangat antusias dengan berbagai hal itu.

Salah satu buktinya adalah saat ribuan warga Kudus yang datang ke acara Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Kudus Ngrembaka Kudus Raharja, yang digelar di anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (16/10/2016).

Warga Jakarta asal Kudus memanfaatkan kesempatan ini untuk bernostalgia dengan segala bentuk budaya, seni, dan kuliner asal Kudus. Bahkan, mereka tidak beranjak pulang hingga acara tersebut selesai pada siang harinya. Padahal, mereka datang sejak pukul 06.00 WIB.

Termasuk saat Tarian Gusjigang dipertontonkan. Pengunjung antusias dan menikmati setiap gerak gemulai penari, yang menggambarkan tentang spirit atau semangat warga Kudus yang identik dengan Bagus, Ngaji, dan Pinter Dagang itu.

”Tarian tersebut baru kali pertama saya lihat. Makanya saya antusias melihatnya. Dan rupanya memang sangat bagus. Sehingga saya bisa melihat semangat warga Kudus yang memang identik dengan Gusjigang,” terang Halim, warga Slipi, asal Rendeng, Kudus, yang datang dalam acara tersebut.

Ada dua tarian yang dibawakan, dengan tema yang menggambarkan semangat warga Kudus itu. Sehingga masyarakat Jakarta asal Kudus, bisa menikmati tari-tarian tersebut.

Selain dihadiri pejabat Pemkab Kudus seperti Kepala Disbudpar Yuli Kasiyanto, Kepala Kantor Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kudus Nanang Usdiarto dan Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat. Selain itu, juga hadir masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK).

Editor: Merie

Ribuan Orang Datangi Festival Seni Kudus di Taman Mini

Masyarakat Kudus di Jakarta memadati anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dalam pagelaran yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Minggu (16/10/2016).(MuriaNewsCom/Merie)

Masyarakat Kudus di Jakarta memadati anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dalam pagelaran yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Minggu (16/10/2016).(MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Jakarta – Suasana meriah terlihat di anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (16/10/2016). Sejak pagi, anjungan itu didatangi ribuan masyarakat.

Ya, kedatangan mereka adalah untuk menyaksikan Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Kudus Ngrembaka Kudus Raharja, yang digelar di sana. Ribuan masyarakat Jakarta yang kebanyakan berasal dari Kabupaten Kudus, datang untuk bisa menyaksikan pagelaran itu.

Sejak pagi, anjungan sudah ramai didatangi pengunjung. Mereka langsung menyerbu berbagai stand yang ada di sana. Termasuk salah satu yang paling dicari adalah makanan khas Kudus seperti sate kerbau, garangasem, dan lentog.

Ari, (40), warga Kudus yang tinggal di Bekasi, mengatakan dirinya sengaja datang mengajak keluarga ke acara tersebut. Selain kangen dengan kuliner kampung halaman, event tersebut juga menjadi ajang kangen-kangenan dengan warga Kudus lainnya.

“Begitu saya mendapat kabar ada acara ini, apalagi ada menu makanan khas seperti lentog yang dihidangkan di sini, saya memang sudah meniatkan diri untuk datang. Karena saya kangen dengan lentog Tanjung,” katanya.

Rasa kangen Ari akan lentog itu, memang wajar. Pasalnya, kuliner khas Kudus tersebut memang tidak bisa ditemukan di mana-mana. Termasuk juga di Jakarta. ”Kalau soto Kudus bisa didapatkan di Jakarta ini. Tapi kalau lentog memang hanya bisa didapatkan di Kudus. Makanya, saya senang datang ke acara ini,” tuturnya.

Keinginan untuk menikmati lentog ini, juga datang dari ribuan warga Kudus yang ada di Jakarta lainnya. Mereka ramai-ramai menyantap lentog bersama-sama, yang membuat suasana menjadi semakin meriah.

Kegiatan itu sendiri, digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus. Tujuannya jelas, untuk memanjakan masyarakat yang datang, terutama warga Kudus di ibukota.

Di sana juga ada stand yang berisi beraneka penganan dan produk kerajinan Kudus diserbu pengunjung. Ada stand bordir, batik, gebyok, jenang, makanan ringan, jamu, pisau, dan berbagai stand yang menampilkan produk-produk unggulan Kudus, diserbu pengunjung. Pengunjung asyik memilih barang-barang apa saja yang disukai dan bisa dibeli.

Editor: Merie

Daya Tarik Plorotan Semar di Sumbersari Pati Masih Terabaikan

 Sejumlah pengunjung tengah mandi di bawah air terjun Plorotan Semar, Desa Sumbersari, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah pengunjung tengah mandi di bawah air terjun Plorotan Semar, Desa Sumbersari, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati yang dikelilingi pegunungan secara sambung-menyambung dari Muria, Pati Ayam hingga Kendeng memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sayangnya, daya tarik alam yang potensial tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah.

Di Plorotan Semar, Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, misalnya. Daya tarik air terjun bertingkat tiga tersebut sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal. Namun, tidak ada sarana dan prasarana, serta fasilitas untuk mendukung aktivitas wisatawan.

Berbekal spanduk bertuliskan “Obyek Wisata Lorotan Semar”, warga setempat memasangnya pada bagian depan sebelum masuk objek wisata. Tak perlu tiket masuk, pengunjung cukup membayar biaya parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor yang dititipkan warga.

Hal itu mendapatkan perhatian dari Ari Sofyan, salah satu pengunjung yang mandi di air terjun tingkat kedua. “Tempat ini sebetulnya sangat bagus dan berpotensi menjadi kawasan wisata alam di wilayah selatan. Sayangnya, tidak ada perhatian khusus dari pemerintah. Tidak ada fasilitas, sarana-prasarana, atau keamanan,” kata Ari.

Padahal, lanjutnya, sebagian besar pengunjung berasal dari anak-anak hingga remaja. Kondisi itu dikhawatirkan akan membahayakan anak-anak yang tidak tahu medan. Sebab, perlu melewati jalan terjal ke bawah untuk sampai ke lokasi wisata.

Senada dengan Ari, salah satu pengunjung lainnya, Sinarto berharap ada upaya penanganan dari pemda. Selain dunia pariwisata di Pati kian berkembang, penanganan yang serius diharapkan bisa mendongkrak perekonomian warga setempat, termasuk pendapatan asli daerah (PAD).

Editor : Kholistiono

 

Plorotan Semar di Sumbersari Kayen Tawarkan Air Terjun Bertingkat Tiga

 Sejumlah pengunjung tengah mandi di bawah air terjun Plorotan Semar, Sumbersari, Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah pengunjung tengah mandi di bawah air terjun Plorotan Semar, Sumbersari, Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu lagi mutiara terpendam yang bisa menjadi objek wisata menawan di kawasan Pegunungan Kendeng. Namanya Plorotan Semar yang berada di Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Pati.

Tak sekadar air terjun, Plorotan Semar menawarkan satu keunikan air terjun dari sungai dengan tiga tingkat. Masing-masing tingkat berjarak sekitar tiga meter, sehingga pengunjung bisa memilih di tingkat mana ia akan mandi.

Dari Jalan Raya Kayen, Plorotan Semar bisa ditempuh melalui Desa Sumbersari yang berjarak sekitar 6 km. Dari pemukiman warga, air terjun ini hanya berjarak sekitar 20 meter. Kendati belum banyak yang tahu, tetapi sejumlah pengunjung dari sejumlah daerah banyak yang berdatangan di sini.

Sinarto, misalnya. Warga Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana ini berkunjung ke Plorotan Semar untuk menghabiskan weekend Sabtu-Minggu. “Air terjunnya berbeda dengan yang lainnya. Punya tiga tingkat air terjun dan suasana masih sangat asri,” ucap Sinarto kepada MuriaNewsCom, Sabtu (13/8/2016).

Selain itu, Plorotan Semar diakui memiliki view yang menarik, berada di antara tebing-tebing dan perkebunan warga. Bebatuan yang ada di Plorotan Semar juga mirip seperti batu yang ada di dalam gua.

“Saya memang suka kawasan wisata air terjun. Hampir semua air terjun di Pati sudah saya kunjungi. Dari beragam keindahan alam yang ditawarkan di Pati, Plorotan Semar menjadi salah satu yang direkomendasikan. Sangat cocok untuk relaksasi, kembali ke alam,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Dari Bisnis Batik Bakaran, Yuliati Kembangkan Wisata Industri Batik

 Sejumlah siswa SD tengah belajar membatik dalam agenda wisata industri batik di rumah Yuliati, Desa Langenharjo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah siswa SD tengah belajar membatik dalam agenda wisata industri batik di rumah Yuliati, Desa Langenharjo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bisnis memang butuh sentuhan inovasi dan kreativitas. Selain itu, bisnis juga butuh sisi lain yang tak hanya berkutat pada “uang”, tetapi juga pengabdian.

Hal itu yang dilakukan Yuliati, pemilik usaha Yuliati Warno Batik. Dari usaha jualan batik Bakaran melalui online, pameran dan galeri, Yuliati kini mengembangkan wisata industri batik di Desa Langenharjo RT 7 RW 3, Kecamatan Juwana.

Wisata industri diakui sebagai upaya bagi Yuliati untuk mengabdi kepada masyarakat. Dalam wisata industri batik, siapapun diperbolehkan untuk berkunjung dan belajar tanpa dipungut biaya, mulai dari kunjungan pribadi, sekolah, kampus atau instansi lainnya.

“Kalau mau wisata industri batik dengan melihat-lihat, proses membuat batik Bakaran itu bagaimana, dan nanya-nanya, tidak dipungut biaya. Kalau praktik membuat batik langsung, dikenakan biaya,” ujar Yuliati kepada MuriaNewsCom.

Namun, Yuli tidak mematok biaya yang mahal. Praktik membuat batik tulis dengan ukuran sapu tangan sampai pewarnaan hanya dikenakan biaya Rp 5 ribu. Bila dilengkapi dengan figura sebagai pajangan dikenakan Rp 15 ribu.

Sebagian besar pengunjung yang datang ke tempat Yuli adalah anak-anak sekolah, mahasiswa yang sedang melakukan riset, kunjungan dari organisasi kemahasiswaan, dan lain sebagainya. Bahkan, rombongan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pernah mengadakan wisata industri batik di rumah Yuli.

“Rata-rata pengunjung praktik membuat batik sapu tangan. Sebab, prosesnya cepat dan bisa langsung jadi. Beda kalau kain panjang yang akan dijadikan baju, prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Misi kami hanya ingin mengajarkan generasi penerus bangsa untuk mencintai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya leluhur Indonesia untuk dunia,” pungkasnya.

 Editor : Kholistiono

Memukau Mata dan Hati dengan Kemegahan Ranu Kumbolo

f- iklan wisata

MuriaNewsCom, Kudus – Menyempatkan diri menikmati keindahan Indonesia bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan membiarkan diri terpukau pada pesona kekayaan alam Indonesia. Apalagi harga tiket pesawat semakin murah. Banyaknya promo yang diadakan maskapai membuka kesempatan kita untuk semakin sering berkeliling Indonesia.

Promo Citilink adalah salah satu yang bisa kita andalkan untuk hal tersebut. Maskapai favorit ini sering sekali mengadakan promo menarik untuk masyarakat Indonesia. Namun bila Anda merupakan orang yang suka mencari promo, maka mencoba layanan web travel akan menjadi pilihan yang tepat. Di Indonesia sendiri terdapat layanan Traveloka yang biasa memberikan promo-promo yang bisa memangkas budget travel Anda.

Penerbangan kali ini cobalah menuju Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang. Dari sana, beralihlah ke Pasar Tumpang, lalu lanjut ke Ranu Pani. Ranu Pani inilah titik awal untuk menemukan kemegahan lain dari Indonesia.

Kemegahan itu datang dari Ranu Kumbolo. Telaga seluas 8 hektar ini merupakan lokasi peristirahatan favorit pada pendaki Gunung Semeru. Di sinilah mata dan hati kita akan terpukau dengan paduan alami yang mungkin belum ada yang menyamainya di Indonesia.

Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut menjadikannya sebagai danau tertinggi di Pulau Jawa. Untuk dapat mencapai danau ini, kita harus menempuh pendakian penuh tanjakan berliku selama kurang lebih 4-5 jam.

Spot matahari terbit paling megah di Indonesia

Jika Anda sangat menyukai pemandangan matahari terbit, maka di sinilah tempat yang paling tepat untuk menikmatinya secara sempurna. Para pendaki kerap sengaja mencapai danau ini pada malam hari. Mereka kemudian mendirikan tenda untuk beristirahat sembari menunggu matahari pagi.

Pemandangan malam memang tertutup kabut tebal. Namun panorama sesungguhnya akan nampak perlahan dengan cantik ketika subuh tiba. Matahari perlahan muncul di antara bukit Semeru. Sinar matahari pelan-pelan menerangi danau dan menyisihkan kabut. Anda akan terpukau ketika kabut dan embun telah habis karena saat itulah kemegahan sesungguhnya Ranu Kumbolo akan terlihat.

Warna kuningan rerumputan berpadu sempurna dengan coklatnya tanah, hijaunya bukit, serta biru kehijauannya air danau. Ditambah lagi dengan latar belakang puncak Mahameru yang sangat jelas. Bunga edelweis yang terkenal sebagai bunga abadi juga tumbuh subur di dekat Ranu Kumbolo. Sesekali Anda akan melihat belibis berkeliaran di sekitar danau. Anda pasti semakin tak tahan untuk segera mengabadikannya dalam kamera.

Sumber air bersih

Danau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Air danau ini begitu menyegarkan, bahkan bisa diminum tanpa harus direbus. Kebersihan dan kesegaran ini memang sangat dijaga. Para pendaki sama sekali dilarang untuk berenang, mandi, buang sampah, apalagi buang air di danau ini.

Di sekitar danau juga menjadi tempat penghormatan bagi para pendaki Gunung Semeru yang telah meninggal dunia dalam pendakian. Gunung Semeru memang terkenal sangat menantang dan sulit untuk ditaklukan. Di Ranu Kumbolo lah kita akan menemukan banyak plakat berisi nama dan kata-kata kenangan untuk para pendaki tersebut.

Persiapkan diri dengan matang

Mengingat perjalanan ke Ranu Kumbolo juga sama beratnya dengan pendakian ke puncak Mahameru, maka para pendaki harus benar-benar mempersiapkan diri dengan matang. Sebelum mendaki, kita harus menunjukan surat keterangan sehat dari dokter dan fotokopi kartu identitas kepada petugas di pos pendaftaran Ranu Pani.

Demi keamanan, kita juga bisa menyewa jasa pemandu dari penduduk Tengger (penduduk asli Desa Tengger, Semeru) dengan biaya sekitar Rp100-150 ribu per hari. Mengingat suhu di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat celsius pada malam hari, maka peralatan penghangat badan jangan sampai tidak dibawa. Pastikan Anda sudah mengenakan jaket tebal, kaos kaki, dan sarung tangan. Bawalah serta kantung tidur yang berkualitas baik. Untuk memeriahkan suasana saat berkemah di Ranu Kumbolo, Anda bisa saja membawa gitar kecil. (Advetorial)

Editor : Kholistiono

 

Kini Blora Punya Kakang dan Mbakyu Duta Wisata 2016

kakang mbakyu blora

Proses terpilihnya Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2016, Danu dan Hana di Blora.

 

MuriaNewsCom, Blora – Kini Kabupaten Blora mempunyai Kakang dan Mbakyu Duta Wisata 2016.

Adalah Danu Santo Asmoro dan Hananing Kumalasari. Mereka dinobatkan sebagai Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora tahun 2016. Keduanya berhasil memperoleh nilai tertinggi dari total peserta sebanyak 38 orang.

Plt Sekretaris Daerah Blora Sutikno Slamet berharap Kakang Mbakyu Duta Wisata bisa membawa pariwisata di wilayahnya semakin maju. Dari serangkaian masa karantina diharapkan peserta Duta Wisata bertambah wawasan mengenai kepariwisataan yang ada di Blora.

“Saya yakin Duta Wisata Kab Blora mampu mempromosikan pariwisata agar dikenal masyarakat luas,” harapnya dikutip dari halaman www.blorakab.go.id.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora Slamet Pamuji dalam sambutannya menuturkan penilaian dimulai sejak masa karantina  mulai tes tertulis, wawancara dan penampilan bakat.

Selama masa karantina peserta juga dibekali kemampuan berkomunikasi, kepribadian, etika, table manner, dan kepariwisataan. Peserta juga berkunjung ke Kampung Samin dan sentra kerajinan keramik di Desa Balong, Jepon.

“Bekal yang sudah diajarkan untuk diimplementasikan setelah mengikuti ajang Duta Wisata ini yaitu mengembangkan sektor pariwisata di Blora semakin maju,” pungkasnya.

Adapun peringkat II putra diraih Muhammad Chairul Reza dari SMA N 2 Blora, peringkat III diraih Septian Bagas Prasetyo mahasiswa Unisula Semarang. Sedangkan harapan I, II, III masing-masing diraih Mas Frillian Gerry HA dari SMA N 1 Blora, Fiky Afandriawan dari SMA N 1 Jepon, dan Ersa Baabdullah dari SMA N 2 Cepu.

Sedangkan di kategori putri peringkat II diraih Olivia Ratna Febriyanti dari SMA N 2 Blora, peringkat III diraih Armida Nabilaazmi dari SMA N 1 Cepu. Harapan I, II, III masing-masing diraih Dewi Ramadhani dari SMA N 2 Blora, Ika Audiyah Andriyani mahasiswa Undip Semarang, Jihan Nina Lestari dari SMA N 1 Tunjungan.

Sementara itu Mas Frillian Gerry H. A. terpilih sebagai peserta Kakang Terfavorit, sedangkan Renaningtyas Widi H terpilih sebagai peserta Mbakyu Duta Wisata Terfavorit.

Danu Santo Asmoro merupakan siswa SMA N 1 Blora, sedangkan Hahaning Kumalasari tercatat sebagai mahasiswi STIPRAM Yogyakarta.

Malam Grand Final Kakang Mbakyu Duta Wisata Kab. Blora tahun 2016 digelar di gedung Sasana Bhakti Blora, Jumat (29/7). Acara dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Blora dan tamu undangan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Abdul Hafidz : Rembang Itu Punya Segalanya

 Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri batik) mendampingi Aura Kasih dan Rizal Armada ketika mengunjungi Museum Kartini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri batik) mendampingi Aura Kasih dan Rizal Armada ketika mengunjungi Museum Kartini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kabupaten Rembang memiliki potensi wisata yang bagus. Baik itu dari wisata pantainya, wisata sejarah ataupun wisata industri, khususnya sektor batik, yaitu Batik Lasem. Hal ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz, ketika mengenalkan potensi wisata di Rembang kepada artis ibu kota Aura Kasih dan vokalis Band Armada yaitu Rizal.

“Rembang ini punya segalanya. Baik itu wisata pantai di antarnya Pantai Karangjahe, kemudian wisata sejarah di antarnya Museum Kartini, bangunan-bangunan kuno di Lasem, batik dan lain sebagainya,” kata Hafidz.

Dirinya berharap, kedatangan Aura Kasih dan Band Armada di Rembang, bisa melihat potensi wisata yang ada di Rembang, sehingga, nantinya secara tidak langsung, pariwisata di Rembang dapat dikenal secara luas oleh masyarakat.

“Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Rembang, diharapkan perekonomian di Rembang juga ikut meningkat. Khususnya UMKM, nantinya juga kena imbas untuk bisa berkembang,” ungkapnya.

Dijadwalkan, artis ibu kota ini dijadawalkan akan mengunjungi berbagai tempat wisata di Rembang. Di antaranya. Museum Kartini, Pantai Karangjahe, wisata batik di Lasem dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengutarakan, yang terpenting semua budaya, semua wisata bisa terdongkrak.”Sehingga Kota Rembang bisa selalu jadi jujugan wisatawan yang melintas,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ayu Rela Keliling Cari Sampah untuk Difoto, Ini Tujuannya

Ayu sedang memfoto sampah (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ayu sedang memfoto sampah (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Gadis dari Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang ini ternyata memiliki hobi yang berbeda dengan gadis pada umumnya. Adalah Ayu Paramitha (19), yang punya hobi memotret tumpukan sampah, dan kondisi alam di sekitarnya daripada selfie dan berfoto di tempat-tempat wisata.

Tiap kali ia berada di suatu tempat, ia langsung memotret objek-objek yang ada di sekitarnya. Mulai dari tempat sampah, benda-benda di lokasi itu, ataupun lainnya. Meski di lokasi ramai, ia tidak risih dengan hobinya ini.

Bukan tanpa alasan Ayu melakukan hal ini. Memotret sampah dan lainnya merupakan bagian dari latihan untuk mengikuti Lomba Kelompok Sadar Wiasta (Pokdarwis) yang akan berlangsung 29-31 Juli 2016, di Klaten. Bersama dua rekannya, gadis ini akan mewakili Rembang untuk bersaing dengan wakil dari daerah lain dari seluruh Jateng.

“Memfoto lingkungan ini, merupakan bentuk latihan untuk mempresentasikan sebuah sapta pesona. Di mana dalam lomba pokdarwis tersebut nantinya ada tujuh poin Sapta Pesona dan kepariwisataan,” katanya, kepada MuriaNewsCom ketika ditemui di kompleks Museum Kartini Rembang.

Tujuh poin Sapta Pesona itu ialah aman, tertib, sejuk,indah, ramah, tamah dan kenangan. “Seperti contoh saya memfoto tempat sampah ini, lantaran di situ ada poin Sapta Pesona yang berarti tantang keindahan. Selain itu, kita juga harus mendefinisikan tentang itu. Mengapa tempat sampah sampai penuh, letak tempat sampah itu strategis atau bukan, dan mengapa kok sampai penuh hingga berserakan,” ungkapnya.

Selain memfoto tempat sampah, dirinya juga berbincang dengan tukang sapu atau tukang kebersihan yang ada di sekelikingnya.

“Bila kita berbincang dengan orang atau warga yang ada di sekitar wisata, dan bila mereka meresponnya dengan baik, maka tempat itu bisa dikatakan ramah. Namun bila orang yang mengurus wisata itu tidak merespon, maka itu bisa dikatakan kurang ramah,” paparnya.

Dia melanjutkan, latihan ini memang ada berkaitan erat dengan lomba pokdarwis di Klaten mendatang.”Sebab nantinya kita akan disuruh jalan-jalan atau mengamati di tempat wisata. Dengan adanya latihan semacam ini, maka nantinya kita akan bisa tanggap dan respon terhadap kondisi yang ada di tempat wisata Klaten. Yakni bisa mengaplikasikan Sapta Pesona itu dengan kondisi yang ada,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Puluhan Pramuka Saka Wanabakti Grobogan Dilatih Jadi Pemandu Wisata

 

Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi sedang mendapat pembekalan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi sedang mendapat pembekalan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan anggota pramuka Saka Wanabakti pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi, Minggu (17/7/2016) mendapat pelatihan yang berbeda dari biasanya. Mereka mendapat latihan menjadi seorang pemandu wisata.

Acara pelatihan tersebut digelar di Wana Wisata Air Terjun Widuri yang terletak di petak 55 b RPH Tlogomanik, BKPH Pojok, di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. Pelatihan sengaja dilakukan pada hari Minggu karena tiap akhir pekan tempat itu paling ramai pengunjung.

“Kebetulan di wilayah kita punya potensi wisata yang cukup menarik, berupa air terjun. Makanya, sengaja adik-adik kita beri pelatihan jadi pemandu di sini. Total, ada 20 orang yang ikut pelatihan. Kegiatan ini merupakan pendalaman materi Krida Guna Wana Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pemanduan,” kata Ketua II Pimpinan Saka Wanabakti yang juga menjabat Wakil Administratur KPH Purwodadi Ronny Merdyanto.

 Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi selfi di depan air terjun usai mendapat pelatihan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi selfi di depan air terjun usai mendapat pelatihan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebelum latihan jadi pemandu, para pramuka terlebih dulu mendapat pembekalan pengetahuan umum. Yakni, pehamanan lengkap mengenai tempat wisata. Seperti lokasi, desa, luasan lahan, sejarah serta profil air terjun.

Hal itu dilakukan supaya para pramuka bisa memberikan informasi yang lengkap dan memuaskan jika ada pertanyaan dari pengunjung. Sebab, seringkali pengunjung menanyakan beberapa informasi, tetapi tidak bisa mendapatkan jawaban yang lengkap.

Selanjutnya, para pramuka diajak berkeliling melihat lokasi wana wisata oleh instruktur. Para pramuka mendapatkan pula petunjuk mengenai tempat mana yang aman dan cukup berbahaya untuk didatangi pengunjung.

“Setelah itu, baru mereka kita bekali dengan pengetahuan dasar pemandu wisata. Dalam sesi ini, kita ajarkan bagaimana caranya agar bisa jadi pemandu yang baik bagi pengunjung,” imbuh Ronny didampingi Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno.

Editor : Kholistiono

Sampah Berserakan Kotori Objek Wisata Pantai di Jepara

sampah e

Wisatawan tampak mengunjungi salah satu objek wisata pantai di Jepara yang penuh sampah. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selama libur Lebaran, beberapa tempat wisata pantai di Kabupaten Jepara dipenuhi pengunjung. Akibat wisatawan banyak yang membawa makanan dan minuman, kebersihan di kawasan tempat wisata tak mampu dikontrol. Sampah banyak berserakan di sejumlah sudut.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menjamin kondisi bersih akan terjadi mulai pekan depan. Sebab, sampai saat ini dan diprediksi sampai akhir pekan ini pengunjung terus membanjiri tempat wisata.

“Banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Objek wisata pantai dimungkinkan kembali bersih setelah pekan ini selesai, ya mulai pekan depan,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Zamroni, Kamis (14/7/2016).

Dia menjelaskan, objek wisata pantai akan kembali bersih seperti semula pada Senin pekan depan. Pedagang musiman masih diberi kesempatan berjualan di area objek wisata di sisa hari pekan ini.

“Termasuk kebersihan sampah sudah kami koordinasikan dengan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan. Petugas kebersihan juga kami tambah,” terangnya.

Dalam laporan yang diterima Pemkab Jepara jumlah wisatawan yang berkunjung menurun dibanding tahun lalu. Penurunan kunjungan wisatawan terjadi di objek wisata Pantai Kartini, Pantai Bandengan, dan Pantai Benteng Portugis. Paling nampak penurunannya di obejk wisata Pantai Bandengan.

Pada perayaan Pekan Syawalan biasanya terjadi lonjakan pengunjung di setiap objek wisata. Dalam sehari, mampu menarik 3.000 wisatawan. Tak pelak, momentum ini kerap dijadikan andalan untuk menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

 Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Kunjungan Objek Wisata di Jepara Diklaim Tak Seramai Tahun Lalu

pantai e

Wisatawan menikmati suasana liburannya di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menilai jumlah wisatawan yang berkunjung menurun dibanding tahun lalu. Penurunan kunjungan wisatawan terjadi di objek wisata Pantai Kartini, Pantai Bandengan, dan Pantai Benteng Portugis. Paling nampak penurunannya di Objek Wisata Pantai Bandengan.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Zamroni. Menurutnya, penurunan kunjungan wisatawan terjadi lantaran perayaan Pekan Syawalan kali ini sudah memasuki masa kerja. Selain itu, objek wisata binaan mulai berkembang pesat.

“Penurunan ini karena wisatawan mulai terpecah. Sekarang objek wisata desa binaan Dinas Pariwisata mulai ramai dikunjungi wisatawan. Itu seperti Pantai Blebak, Pantai Pailus, dan Pantai Empu Rancak,” ujar Zamroni, Kamis (14/7/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, pada perayaan Pekan Syawalan biasanya terjadi lonjakan pengunjung di setiap objek wisata. Dalam sehari, mampu menarik 3.000 wisatawan. Tak pelak, momentum ini kerap dijadikan andalan untuk menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Meski tahun ini terjadi penurunan kunjungan wisatawan, Zamroni melanjutkan, pihaknya optimistis mampu mencapai PAD yang telah ditargetkan. Target PAD dari sektor pariwisata tahun ini sama dengan tahun lalu, yaitu Rp 2 miliar.

“Tahun lalu mampu setor PAD Rp2,7 miliar. Meski sampai bulan Juni belum ada separuhnya dari PAD kemarin, kami yakin terget PAD itu bisa tercapai karena masih ada musim libur Natal dan akhir tahun. Sedangkan pendapatan saat Pekan Syawalan kali ini belum bisa dihitung sekarang,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Gua Pancur Tawarkan Aneka Wahana Menarik untuk Pengunjung

 Sejumlah pengunjung tampak memadati mulut Gua Pancur di Jimbaran, Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah pengunjung tampak memadati mulut Gua Pancur di Jimbaran, Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gua Pancur yang dulunya sepi dan terbiarkan, sekarang menjadi destinasi wisata jujugan di Pati. Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung yang setiap hari berkisar di angka seribu hingga 1.500 orang.

“Puncak kunjungan pada Minggu (10/7/2016) lalu, mencapai sekitar 2.000 pengunjung. Peningkatan pengunjung karena sudah ada fasilitas yang mendukung aktivitas wisata, seperti taman untuk duduk-duduk, musala, toilet sampai penambahan wisata wahana air di danau buatan depan gua,” ungkap Ahmad Najib, Ketua Kelompok Sadar Wisata Gasong Community.

Saat ini, ada sejumlah wahana yang menarik bagi pengunjung. Salah satunya, bebek kayuh di danau buatan dengan tarif Rp 15 ribu. Satu bebek kayuh bisa ditumpangi hingga empat orang.Tak ayal, pengunjung bisa mengelilingi danau buatan dengan bebek kayuh. Pengunjung juga dapat mandi di genangan air jernih yang mengalir dengan tenang di mulut gua. Untuk ganti baju, pengunjung disediakan kamar mandi.

Selain itu, pengunjung yang ingin menjelajah di perut bumi Gua Pancur disediakan guide yang bersedia mengantar hingga ujung gua. Tarifnya berkisar Rp 20 ribu per orang, sudah termasuk fasilitas helm dan jaket pengaman.

Gua Pancur pun saat ini menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung, bahkan hingga luar kota. Tak butuh biaya mahal untuk bertandang di gua ini. Cukup dengan biaya parkir Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 6 ribu untuk mobil.

 

Editor : Kholistiono

 

 

Libur Lebaran, Gua Pancur Dibanjiri Ribuan Pengunjung

 Pengunjung tampak memadati mulut Gua Pancur di Jimbaran, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Pengunjung tampak memadati mulut Gua Pancur di Jimbaran, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Libur Lebaran, Gua Pancur di Desa Jimbaran, Kayen, Pati dibanjiri pengunjung. Setiap hari, objek wisata yang tak lama dikelola ini berhasil menggaet lebih dari seribu pengunjung.

Hal itu diakui Ketua Kelompok Sadar Wisata Gasong Community, Ahmad Najib. “Ada kenaikan pengunjung sejak Lebaran hingga sekarang, mulai dari keluarga hingga muda-mudi,” ujar Najib, Rabu (13/7/2016).

Dikatakan, Gua Pancur sempat tidak terawat dan sepi pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Setelah dikelola dengan sejumlah fasilitas penunjang, Gua Pancur saat ini menjadi jujugan pengunjung dari berbagai daerah.

“Saat ini, sudah ada fasilitas penunjang seperti musala, toilet, dan wahana air di danau buatan depan gua. Pengunjung hanya membayar biaya parkir Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 6 ribu untuk mobil,” imbuhnya.

Tak hanya pengunjung dari lokal, beberapa pengunjung juga berasal dari luar kota. Hidayat (27), misalnya. Pengunjung asal Jakarta ini mudik bersama istri di Pati dan memutuskan untuk menghabiskan liburan di Gua Pancur.

Sementara itu, Oktavia (16), pengunjung asal Kalimulyo, Jakenan mengaku senang bisa liburan di tempat alam yang masih sangat asri. “Saya masuk sekolah pada Sabtu (16/7/2016), sedangkan adik saya yang masih SD masuk sekolah pada Senin (18/7/2016). Mumpung masih liburan, kami coba datang ke Gua Pancur dan memang bagus,” kata Via.

Saat berkunjung, Via hanya naik bebek kayuh di danau buatan dengan biaya Rp 15 ribu. Beda halnya dengan Adnan, adiknya, lebih memilih mandi di mulut gua. Selama liburan, Via mengaku hanya mengunjungi Gua Pancur. “Saya dari Jakenan bersama ayah, ibu dan adik lewat Winong, Tambakromo, hingga sampai Kayen,” tandasnya.

 Editor : Kholistiono

 

Yang Mau Ikutan Pemilihan Duta Wisata Grobogan, Buruan Daftar

Ajang pemilihan Mas dan Mbak Grobogan tahun 2015 lalu di Pendopo Kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ajang pemilihan Mas dan Mbak Grobogan tahun 2015 lalu di Pendopo Kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi kawula muda yang mau ikutan kontes duta wisata sebaiknya segera mempersiapkan diri. Sebab, pihak panitia pemilihan kontes tahunan ini sudah mulai membuka tahapan pendaftaran peserta. Masa pendaftarannya, sudah dibuka mulai mulai tanggal 1 Juli hingga 13 Agustus mendatang.

“Beberapa hari sebelum Lebaran, tahapan pendaftaran sudah kita mulai dan informasi ini sudah kita sosialisasikan pada masyarakat. Sejauh ini, sudah ada beberapa orang yang mengambil formulir pendaftaran,” kata Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino.

Menurutnya, kendati sudah ada yang mengambil formulir, namun sampai hari ketiga masuk kerja pascalebaran, belum ada peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kontes tahunan tersebut. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya para peminat akan mendaftar pada hari-hari terakhir sebelum masa pendaftaran ditutup.“Dari pengalaman sebelumnya, memang model pendaftarannya selalu seperti ini. Peserta pemilihan duta wisata sebelumnya sekitar 50 orang tiap tahun,” katanya.

Dia menjelaskan, persyaratan bagi peserta duta wisata ini tidak terlalu berat atau hampir sama dengan tahun lalu. Di antaranya, berdomisili di Grobogan dengan usia minimal 17 hingga 25 tahun, pendidikan minimal SLTA atau sedang menempuh pendidikan tingkat SLTA atau perguruan tinggi.

Selain itu, mampu berkomunikasi yang baik dalam Bahasa Jawa, Indonesia dan Inggris. Dengan persyaratan yang cukup mudah itu,katanya, tidak akan menyulitkan mereka yang akan ikut serta dalam kontes tersebut.

“Persyaratan ikut duta wisata ini, saya rasa tidak sulit, sehingga banyak orang yang bisa ikut. Untuk pendaftaran duta wisata ini gratis alias tidak dipungut biaya. Mengenai pelaksanaannya akan dilangsungkan 27 Agustus nanti,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Lomba Dayung Perahu Naga, Cara Warga Lestarikan Tradisi Sedekah Laut

 Sejumlah atlet dayung perahu terlihat antisias mengikuti lomba dayung Silugangga Cup di Desa Kedungpancing, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah atlet dayung perahu terlihat antisias mengikuti lomba dayung Silugangga Cup di Desa Kedungpancing, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lomba dayung perahu naga yang dihelat di bantaran Sungai Silugangga, Desa Kedungpancing, Juwana, Selasa (12/7/2016) menjadi cara bagi penduduk setempat untuk melestarikan tradisi sedekah laut.

Penduduk setempat bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan melalui sumber daya alam berupa laut yang menghidupi. Karena itu, warga biasanya menggelar beragam acara yang diadakan setiap bulan Syawal untuk sedekah laut.

“Masing-masing daerah di Juwana punya tradisi tersendiri untuk menggelar sedekah laut. Di Desa Kedungpancing, lomba dayung perahu sudah menjadi tradisi setiap tahun. Kali ini, kami juga nanggap kesenian ketoprak,” ujar Kepala Desa Kedungpancing, Didik Narwadi.

Dari tradisi sedekah laut, kata Didik, lomba dayung perahu naga diharapkan bisa menjadi ikon destinasi wisata budaya baru di Juwana. “Kami juga ingin mengenalkan olahraga dayung kepada masyarakat dan pengunjung,” ucapnya.

Setelah berjibaku mengayuh perahu sepanjang 250 meter, akhirnya tiga tim ditetapkan sebagai juara terbaik. Juara pertama diraih Tim Sarkali, peringkat kedua disabet Tim Fajar, dan peringkat tiga diperoleh Tim Garuda Hitam.

Mereka mendapatkan piala dan uang pembinaan, dari juara pertama Rp 2 juta, peringkat dua Rp 1,5 juta, dan peringkat tiga Rp 1 juta. “Uangnya memang tidak seberapa bila dibagi satu tim yang terdiri dari 12 orang, yaitu 10 pendayung, satu pengemudi, dan satu penabuh drum. Namun, kami senang jadi sang juara,” ungkap Eko Sugiarto, salah satu atlet Tim Sarkali.

Ia mengatakan, salah satu kunci sukses untuk menjadi juara dalam olahraga dayung perahu adalah semangat, keyakinan dan kekompakan tim. Berbekal tiga kunci tersebut, Tim Sarkali akhirnya berhasil menyabet piala bergilir lomba dayung Silugangga Cup.

Editor : Kholistiono

 

Benda Purbakala di Banjarejo Grobogan Pikat Warga saat Libur Lebaran

Terlihat beberapa warga berkunjung ke "museum" Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Terlihat beberapa warga berkunjung ke “museum” Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)


MuriaNewsCom, Grobogan
– Selain objek wisata, keberadaan “museum” purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus juga menjadi jujugan warga pada momen Lebaran ini. Indikasinya, pascalebaran sampai Senin (11/7/2016) ini sudah ada ratusan orang yang berkunjung di situ.

Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, setelah Lebaran sampai hari ini, diperkirakan lebih dari 500 pengunjung yang datang ke rumahnya guna melihat koleksi benda bersejarah. Selama ini, ratusan benda bersejarah tersebut untuk sementara memang disimpan di rumahnya.”Pengunjung saat Lebaran memang sangat ramai. Bahkan, pagi-pagi tadi masih banyak yang datang,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar pengunjung pada saat Lebaran ini adalah warga dari luar Grobogan. Bahkan, banyak pula pengunjung dari luar Jawa, khususnya Kalimantan Timur. Mereka ini kebetulan tengah merayakan Lebaran di kampung asalnya atau rumah kerabat yang ada di Grobogan. Setelah itu, mereka menyempatkan berkunjung ke Banjarejo.

“Para pengunjung dari luar daerah itu sudah tahu soal penemuan benda bersejarah melalui media online yang membuat mereka penasaran. Makanya, ketika ada kesempatan mudik, mereka menyempatkan datang ke sini untuk melihat langsung aneka benda bersejarah yang sudah ditemukan,” jelas Taufik.

Taufik mengatakan, banyaknya pengunjung itu membuatnya merasa sangat bangga. Sebab, hal ini membuktikan jika masalah benda bersejarah itu mendapatkan perhatian dan kepedulian dari masyarakat.Ia berharap, dari perhatian masyarakat ini akan berimbas positif. Yakni, bisa terwujudnya impian warga Banjarejo agar di desanya berdiri sebuah museum purbakala.

Editor : Kholistiono

Warga Ponorogo Penasaran dengan Merek Rokok

Jpeg

Pengunjung Museum Kretek Kudus melihat-lihat koleksi aneka benda tentang rokok dari zaman dahulu hingga sekarang. MuriaNewsCom (Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lokasi wisata banyak dituju masyarakat untuk menghabiskan libur Lebaran kali ini. Contohnya di Museum Kretek Kudus, yang ternyata masih jadi favorit warga untuk dikunjungi. Bahkan dari luar kota.

Salah seorang pengunjung Museum Kretek dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Saykoni (45), mengutarakan dirinya berkunjung ke Museum Kretek lantaran ingin mengetahui isi dari tempat tersebut.

”Penasaran juga, sih. Yakni ingin melihat berbagai merek rokok zaman dahulu yang ada di Kudus. Makanya kita sempatkan diri mampir ke museum ini,” terangnya, Sabtu (9/7/2016).

Museum Kretek tersebut sudah muai buka mulai dari Lebaran kedua. Sehingga para pengunjung yang memang menggelar silaturahmi ke wilayah Kudus, menyempatkan diri mengunjunginya.

”Sebenarnya saya di Kudus ke rumah saudara. Setelah Lebaran pertama kemarin. Dan di sela-sela acara hahal bihalal keluarga, kami sempatkan berkunjung ke museum ini,” terangnya.

Selain museum yang diserbu pengunjung, wahana permainan anak yang ada di sekitar museum, juga tak kalah ramainya. ”Kalau saya penasaran dengan merek-merek rokok zaman dahulu. Nah, anak-anak saya yang kemudian memilih berbagai permainan yang ada di sana,” katanya.

Sementara itu, salah satu karyawan Museum Kretek Anik mengutarakan, untuk masuk ke museum ini tarifnya sebesar Rp 2 ribu per orang. Namun untuk tarif aneka permainan yang ada di sana, berbeda-beda.

”Kalau wahana ember tumpah itu tarifnya Rp 5 ribu per anak. Kemudian dan waterboomnya sebesar Rp 15 ribu. Dan untuk jumlah pengujung kira-kira mulai Lebaran kedua sejak kita buka hingga sekarang, ada sekitar 1.500-an pengunjung,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Melihat Luapan Lumpur di Bleduk Kuwu Bisa Jadi Pilihan

grobogan-wisata maneh (e)

Obyek wisata Bledug Kuwu masih menjadi andalan bagi Pemkab Grobogan untuk menarik wisatawan, termasuk saat libur Lebaran kali ini. MuriaNewsCom (Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi kebanyakan orang, hari Lebaran sering dijadikan momen untuk bertemu sanak sudara. Terutama yang selama ini tinggal di luar kota dan jarang pulang kampung karena terkendala berbagai alasan.

Nah, saat kumpul inilah biasanya mereka suka memilih tempat yang enak dan santai untuk melepas kangen. Salah satu pilihannya adalah tempat-tempat wisata.

Selama ini, banyak tempat wisata di Grobogan yang ramai dikunjungi orang ketika lebaran tiba. Antara lain, Bledug Kuwu yang berada di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan. Dari Kota Purwodadi, lokasi wisata unik ini berjarak sekitar 25 km.

”Salah satu obyek wisata yang ramai saat Lebaran memang di Bledug Kuwu. Pada momen Lebaran, pengunjungnya bisa mencapai 1.000 pengunjung per hari,” kata Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino.

Untuk momen Lebaran tahun ini, di kawasan obyek wisata ini akan lebih semarak. Sebab, mulai H+1 sampai H+7 diagendakan ada hiburan musik dangdut.

Pada hari-hari biasa, harga tiket masuk ke lokasi ini hanya Rp 2.000 per orang. Namun, bisa jadi ada kenaikan harga tiket pada masa lebaran seiring adanya hiburan di dalam lokasi wisata.

Satu tempat wisata baru bisa juga jadi referensi untuk rekreasi lebaran. Yakni, museum purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Di tempat ini, banyak tersimpan benda bersejarah peninggalan masa lalu yang jumlahnya mencapai ratusan. Bentuknya berupa fosil hewan purba dan juga barang-barang peninggalan zaman prasejarah hingga awal masuknya peradaban Islam.

Di samping itu, masih ada beberapa tempat lainnya yang jadi favorit orang saat Idul Fitri. Yakni, Waduk Kedungombo di Desa Rambat, Kecamatan Geyer. Kemudian, Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong.

Editor: Merie

Mainan Air di Seluncuran JOP Pastinya Mengasyikkan

jepara-wisata pantai (e)

Seluncuran air di Jepara Ocean Park (JOP) yang menawarkan sensasi yang bisa memicu adrenalin pengunjungnya. MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kawasan lokasi wisata pantai memang masih jadi andalan wisata saat libur Lebaran saat ini. Tapi, jika ingin mencari sensasi berwisata dengan nuansa selain pantai, maka kamu bisa datang ke Jepara Ocean Park (JOP).

Tempat wisata buatan yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini menawarkan banyak sekali wahana bermain, khususnya air. Tetapi karena obyek wisata buatan, tentu saja harga tiket jauh lebih mahal dibanding wisata pantai.

Namun saat libur Lebaran kali ini, tentu saja bagi kita yang ingin ke sana, harus siap-siap merogoh kocek cukup dalam. Pasalnya, pengelola menetapkan harga tiket sebesar Rp 75 ribu.

Di JOP ini, yang menjadi unggulan di tempat wisata ini nantinya adalah adanya menara center yang tingginya mencapai 26 meter. Dari sana bisa melihat pemandangan semua wahana bermain dan melihat pemandangan laut Jepara. Tentu saja tidak hanya itu, ada wahana lain yaitu kolam dengan 2 ember tumpah, kolam arus 400 meter, dan replika kapal dengan air mancur.

Selain itu, ada banyak wahana lain yang bisa dinikmati wisatawan di sana. Bagi yang ingin berendam air saat panas terik begini, JOP bisa jadi salah satu pilihan. Jelajahi semua wahana yang ada.

Selain tempat wisata itu, masih ada banyak sekali objek wisata yang bisa kamu nikmati. Misalnya, di Kepulauan Karimunjawa yang menawarkan keindahan tak tertandingi di Pulau Jawa.

Kemudian Benteng Portugis yang berada di wilayah utara kota Jepara, serta banyak lagi yang lainnya. Dijamin, kalau kamu menikmati hari libur di kota ukir dan menikmati banyak tempat wisata.

Editor: Merie

Ini 10 Tempat Bagus di Rembang yang Wajib Dikunjungi

Jpeg

Makam RA Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang, yang bisa dijadikan salah satu lokasi wisata saat libur Lebaran kali ini. MuriaNewsCom (Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebagai kabupaten paling timur di Provisi Jawa Tengah, Rembang memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat layak untuk dikunjungi.

Saat libur Lebaran kali ini, tidak ada salahnya mengunjungi beberapa lokasi wisata yang ada di Rembang. Baik bagi warga ataupun para pengendara yang melewati jalur tersebut.

Ada 10 lokasi wisata di Rembang yang kemudian bisa dikunjungi. Tempat-tempat itu adalah sebagai berikut ini.

1.Makam RA Kartini

Inilah makam pahlawan emansipasi wanita R.A. Kartini, yang setiap bulan 21 April diperingati secara nasional. Lokasinya ada di Ddesa Bulu, Kecamatan Bulu, atau sekitar 17,5 kilometer ke arah selatan Rembang.

2.Museum kamar pengabdian RA Kartini

Museum ini menempati sebagian rumah dinas bupati Rembang yang berada di Jalan Gatot Subroto, Nomor 8, Rembang. Di museum ini dapat kita temui tulisan yang merupakan goresan asli dari tangan pahlawan emansipasi wanita ini.

3.Petilasan Sunan Bonang

Sunan Bonang atau memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim merupakan salah satu dari dari sembilan wali yang berjasa besar menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Sejumlah peninggalannya pun masih ada di Desa Bonang, Kecamatan Sluke.

4.Wisata sejarah Lasem

Lasem merupakan sebuah kecamatan di Rembang yang mendapat julukan sebagai Tiongkok Kecil atau Little China. Lasem dipercaya sebagai tempat mendaratnya etnis Tionghoa di Pulau Jawa. Jejak-jejak sejarah Kota Lasem ini sampai sekarang masih dapat dilacak dengan peninggalan berbagai macam bangunan yang masih terjaga keasliannya.

5.Pantai Dampo Awang

Pantai Dampo Awang atau biasa disebu Pantai Kartini merupakan satu dari sekian banyak wisata unggulan yang ada di Kabupaten Rembang. Lokasinya strategis karena terletak di jantung Kota Rembang. Tepatnya di sebelah timur Kantor Pemerintahan Kabupaten Rembang.

6.Pantai Karang Jahe

Pantai Karang Jahe berada di Desa Punjulharjo, Rembang Jawa Tengah. Nama Karang Jahe diambil karena di pantai ini terdapat banyak serpihan karang yang berbentuk seperti jahe. Pantainya yang berpasti putih dan bersih, dijamin bakal membuat anda betah untuk mehabiskan waktu di sini.

7.Pulau Karang Gosong

Pulau Karang Gosong merupakan sebuah pulau yang terletak di perairan Laut Jawa di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Pulau ini hanya berjarak lebih kurang 4 km dari bibir pantai Desa Bonang. Pulau ini mempunyai panorama dalam laut yang menawan.

8.Pantai Jatisari

Pantai Jatisari berada di Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Selain memiliki keindahan berupa pasir putih juga terdapat pemandangan berupa bebatuan yang menambah nuansa alami di pantai ini. Pantai ini juga biasanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk menikmati keindahan pemandangan matahari terbit.

9.Hutan Mangrove Pasarbangi

Rembang juga punya hutan mangrove. Lokasinya berada di Desa Pasarpanggi, Kecamatan Rembang. Di sini Anda bisa menikmati sejuknya suasana hutan mangrove sambil menapaki jembatan kayu yang membentang sepajang hutan mangrove.

10.Puncak Argopuro

Tempat yang satu ini sangat cocok bagi anda para penggila selfie. Meski Rembang merupakan kota pesisir, namun Anda bisa menikmati suasana pegunungan dengan datang ke tempat ini. Dari Puncak Argopuro Anda bisa berfoto dengan latar belakang hijaunya hutan dan indahnya alam perbukitan. Lokasinya ada di Lasem.

Editor: Merie

Ada yang Menarik di Jalur Alternatif Pati

pati-wisata (e)

Suasana Waduk Seloromo yang bisa menjadi tempat istirahat bagi pemudik yang memilih jalur alternatif Kudus-Gembong. MuriaNewsCom (Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada sejumlah tempat wisata yang bisa disinggahi pemudik saat melintasi Kabupaten Pati. Baik di jalur utama maupun jalur alternatif.

Misalnya saja di jalur alternatif Pati. Tepatnya di jalur Kudus-Gembong. Pemudik bisa berburu tape di kawasan Gembong atau mampir di Waduk Seloromo.

Kendati Waduk Seloromo belum dikelola sebagai destinasi wisata, tetapi tempat ini bisa menjadi pilihan tepat saat beristirahat mudik. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pati Sigit Hartoko, sejumlah hal menarik bisa ditemukan di sana.

”Kalau mau agak muter sedikit, bisa berkunjung ke Waduk Gunung Rowo. Di sana ada banyak kuliner ikan tawar yang bisa dicicipi sembari menikmati indahnya waduk dan pegunungan Muria. Jarak dari Jalan Pati-Gembong bisa ditempuh sekitar 20 menit,” kata Sigit.

Di Waduk Gunung Rowo, pemudik cukup bayar tiket masuk Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Di kawasan waduk, ada banyak warung yang menawarkan kuliner ikan air tawar dengan harga terjangkau.

Khusus pemudik yang lewat jalur utama dan ingin wisata religi, Sigit merekomendasikan untuk mampir di Genuk Kemiri, Desa Sarirejo, Pati. Di sana, pemudik bisa istirahat di pendapa.

”Di situ adalah pusat pemerintahan Pati yang pertama, sebelum dipindah ke Kaborongan yang sekarang. Sangat menarik juga untuk dikunjungi dan bersantai bersama keluarga,” jelasnya.

Editor: Merie

Nyebur di Laut Jepara Tetap Menyenangkan

jepara-wisata (e)

Wahana kura-kura raksasa di Pantai Kartini Jepara bisa menjadi salah satu alternatif melewatkan libur Lebaran kali ini. MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Usai bersilahturrahim, saatnya memanjakan diri dengan mengunjungi berbagai tempat wisata di Jepara. Dan pantai masihlah jadi daya tarik utama warga untuk melewatkan liburan kali ini.

Memang sangat mudah, memilih obyek wisata pantai. Sebab, letak obyek wisata pantai lebih strategis dari jalur transportasi utama. Hanya tinggal masuk di wilayah kota Jepara, maka sudah ada beberapa petunjuk jalan yang mengarahkan menuju objek wisata pantai.

Sperti Bandengan dengan keindahan pasir putihnya dan Pantai Kartini dengan tawaran wahana bermain dan pemandangan lautnya. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati indahnya alam di salah satu spot pesisir pantai utara Pulau Jawa ini.

Jarak yang tak terlalu jauh dari kota tetangga baik Demak, Kudus maupun Pati, tentu tak membutuhkan biaya transportasi yang besar. Selain itu, tiket masuk juga cukup terjangkau.

Di Pantai Bandengan atau yang juga terkenal dengan nama Tirta Samudra misalnya. Tiket masuk ketika hari libur termasuk hari Lebaran, hanya sekitar Rp 7-10 ribu saja untuk orang dewasa.

Sedangkan untuk anak-anak tentu lebih murah. Berkisar antara Rp 3–7 ribu saja. Demikian juga dengan di Pantai Kartini, harga tiket sangat terjangkau untuk semua kalangan.

”Harga tiket ada sedikit perubahan setelah dindangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 26 Tahun 2010 pada akhir April 2016 lalu. Tetapi secara prinsip masih terjangkau untuk semua kalangan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Mulyaji.

Khusus di Pantai Bandengan, kamu bisa menikmati keseruan bermain di air laut banyak fasilitas mainan seperti banana boat, dan yang lainnya. Sedangkan di Pantai Kartini, selain banyak wahana bermain yang bisa kamu nikmati.

Bahkan, di pantai yang satu ini juga terdapat aquarium yang berbentuk kura-kura raksasa. Dari kedua pantai ini, kamu bisa menikmati fasilitas naik perahu menuju Pulau pPanjang.

Biaya transportasi lautnya juga cukup terjangkau, hanya sekitar Rp 15 ribu saja. Jika kamu masih belum puas dengan masih ada waktu, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata lain. Misalnya, kamu bisa ke beberapa pantai lain seperti Pantai Blebak, Pantai Empurancak, dan Pantai Telukawur.

Editor: Merie

Sedang Libur di Grobogan, Datang Saja ke Air Terjun Widuri

grobogan-tempat wisata (widuri) (e)

Air terjun Widuri di Desa Batur, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, adalah salah satu tujuan wisata warga saat liburan seperti sekarang. MuriaNewsCom (Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana kampung halaman memang sangat menyenangkan saat libur Lebaran kali ini. Jika Anda kebetulan warga Grobogan atau sedang melintas di wilayah itu, tidak ada salahnya untuk datang ke lokasi wisata yang ada di sana.

Tempat wisata menarik yang juga jadi incaran orang berekreasi adalah dua air terjun di kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Yakni, air terjun Widuri di Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo, dan air terjun Gulingan di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan.

Dua lokasi ini, berjarak sekitar 10 km dari jalan raya Grobogan-Blora. Namun, akses jalannya memang belum begitu mulus. Namun, hal itu akan terobati dengan indahnya pemandangan saat berada di air terjun tersebut.

Lokasinya berada di Jalan Purwodadi-Blora. Cari saja perempatan Ngantru, kemudian arahkan kendaraan ke utara, atau searah dengan tempat makam Joko Tarub

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino mengatakan, dua air terjun itu memang merupakan wisata andalan di wilayahnya. Meski sebenarnya masih banyak tempat lain yang bagus.

Ngadino mengatakan, obyek wisata lainnya di sekitar air terjun Widuri adalah makam Ki Ageng Tarub. ”Makam itu memang berada di Desa Tarub. Melengkapi makam-makam lain obyek wisata relijius seperti Ki Ageng Selo di Desa Selo,” terangnya.

Editor: Merie

 

Libur Lebaran, Harga Tiket KMP Siginjai ke Karimunjawa Normal

Para wisatawan saat turun dari kapal di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Para wisatawan saat turun dari kapal di Dermaga Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang saat momen pascalebaran nanti diprediksi sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara bakal dipenuhi wisatawan, termasuk di Kepulauan Karimunjawa. Meski begitu, pihak PT ASDP Cabang Jepara memastikan bahwa tidak akan menaikkan harga tiket KMP Siginjai yang melayani penyeberangan ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudi Zanuar mengatakan, pihaknya memastikan tidak akan menaikkan harga tiket KMP Siginjai selama arus mudik dan arus balik mendatang. Tapi, ia juga memastikan, bahwa KMP Siginjai tak melayani penyeberangan saat lebaran.“Harga tiket di momentum lebaran, baik untuk arus mudik maupun arus balik, harganya masih sama yakni Rp 59 ribu. Tetapi untuk hari H lebaran dan H+1 kapal libur, tidak berlayar,” ujar Yudi.

Terkait penjualan tiket kapal, Yudi mengatakan, pihaknya tidak melayani pembelian tiket pesanan. Semua tiket, baik untuk warga Karimunjawa maupun wisatawan, dijual di loket penjualan tiket dua jam sebelum kapal berangkat.

Pada momentum lebaran itu, Yudi menerangkan, sementara ini pihaknya tak menambah trip perjalanan, meski memang ada kemungkinan membeludaknya penumpang. Untuk kepastiannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten (Dishubkominfo) Jepara, apakah perlu ada penambahan trip pelayaran atau tidak. Kebijkan-kebijakan tersebut belum disampaikan pada masyarakat.

“Akhir bulan ini akan kami sampaikan ke masyarakat. Sebab jadwal pelayaran KMP Siginjai muncul pada setiap akhir bulan. Kami berharap momentum lebaran tahun ini cuaca bagus. Tahun kemarin banyak penumpang yang terlantar di Dermaga Kartini. Mereka tidak bisa menyeberang karena cuaca buruk,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono