Seru, Perjuangan Atlet Difabel Grobogan di Ajang Peparkab

Para atlet difabel Grobogan sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Peparkab 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Even Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) 2017 yang digelar Disporabudpar Grobogan kembali dilanjutkan pelaksanaannya, Kamis (11/5/2017). Ada tiga cabor yang di GOR Simpanglima, Purwodadi pada hari terakhir. Yakni, bulutangkis, tenis meja, dan bola voli.

Dari pantauan di lokasi, pelaksanaan pertandingan berlangsung seru. Meski memiliki keterbatasan fisik, namun para atlet tetap berupaya keras untuk menjadi yang terbaik. Beberapa atlet bahkan sempat jatuh bangun saat bertanding di cabor bulutangkis.

“Para peserta memang sangat bersemangat mengikuti even Peparkab. Soalnya, ini merupakan salah satu kesempatan bagi penyandang difabel untuk mengukir prestasi,” kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar saat ditemui di GOR.

Menurut Sunar, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Disporabudpar Grobogan untuk menggelar even olah raga bagi penyandang difabel. Sebab, tidak semua kabupaten sudah pernah menggelar even Peparkab. “Untuk kabupaten Grobogan sudah dua kali menggelar Peparkab. Even perdana dilangsungkan tahun 2016,” imbuhnya.

Ajang Peparkab ini sudah dimulai pada Selasa (10/5/2017). Pada hari pertama, ada dua cabor yang dipertandingkan. Yakni, atletik dan catur yang pelaksanaannya ditempatkan di Stadion Krida Bhakti. Ajang olahraga bagi penyandang difabel itu dibuka Wakil Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah Suwarno. Sedikitnya, ada 132 penyandang difabel yang ikut even Peparkab tersebut.

“Jadwal Peparkab kali ini tidak bisa dilakukan berurutan waktunya. Soalnya, hari Rabu kemarin, GOR dipakai untuk agenda lain. Jadi pelaksanaan hari kedua atau terakhir ada jeda waktu sehari dari hari pertama,” jelas Kasi Pembinaan Olahraga  Disporabudpar Grobogan Eko Priyono.

Menurut Eko, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit andal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

Pelaksanaan Peparkab nanti juga dijadikan ajang persiapan untuk menghadapi even pekan paralympic pelajar nasional (Peparpenas). Rencananya, Peparpenas akan dilangsungkan di Semarang bulan Oktober mendatang.

Editor : Akrom Hazami

Ada Perubahan Jadwal, Persipur Jadi Tuan Rumah Dulu saat Lawan Persis

Pelatih sedang mendampingi pemainnya saat menggelar latihan di Stadion Krida Bhakti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pertandingan keempat Persipur melawan Persis Solo mengalami sedikit perubahan. Yakni, pada pertandingan kedua kesebelasan yang dijadwalkan Minggu (14/5/2017) mendatang, Persipur bakal bertindak jadi tuan rumah lebih dulu.Sesuai jadwal sebelumnya, pada pertandingan itu, sedianya Persis yang jadi tuan rumah duluan.

Manajer Persipur Budi Susilo ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya perubahan jadwal tersebut. “Waktu pertandingannya tetap. Yang berubah hanya Persipur jadi tuan rumah dulu. Seharusnya kalau sesuai jadwal awal, Persis tuan rumahnya,” katanya.

Perubahan tim yang bertindak jadi tuan rumah itu dilakukan menyusul surat yang dilayangkan Persis kepada PSSI. Pihak Persis menyatakan tidak bisa menggunakan stadion untuk laga kandang pada jadwal tersebut karena dipakai untuk acara kenegaraan. “Dari surat Persis ini akhirnya PSSI melakukan perubahan. Jadi, kronologinya seperti itu,” jelas Budi.

Terkait dengan perubahan jadwal, Budi menyatakan tidak ada masalah. Sebab, waktu pemberitahuan tidak mepet dengan jadwal pertandingan. Selain itu, pihaknya juga memiliki keuntungan nonteknis dengan main di kandang lebih dulu. Sebab, dukungan penonton akan memicu semangat untuk meraih kemenangan lagi. Seperti saat pertandingan ketiga lawan PPSM akhir pekan lalu.

Editor : Akrom Hazami

 

Main di Kandang, PSIR Harus Kompak

Manajer PSIR Wiwin Winarto saat memberikan arahan pada tim seusai latihan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Saat laga kandang pada Minggu (30/4/2017) melawan Persipur di Stadion Krida Rembang, PSIR ditahan imbang Persipur dengan skor 1-1. Meski PSIR mampu lebih dahulu mencuri gol, namun hal itu dapat dibalas Persipur.

Pada laga lanjutan Liga 2 yang menjamu PSIS pada Kamis (11/5/2017) besok, PSIR diminta untuk lebih kompak lagi. Apalagi, pada pertandingan ini PSIR bermain di hadapan ribuan supporter yang siap memadati Stadion Krida Rembang.

“Yang penting jaga kekompakan, saling komunikasi dan bekerja sama satu dengan yang lain. Terlebih ini nantinya akan bermain di kandang. Sehingga nantinya, diharapkan bisa tampil lebih maksimal,” ujar Manajer PSIR Wiwin Winarto.

Sementara itu, Pelatih PSIR Hadi Surento mengutarakan, bahwa laga kandang ini akan dimanfaatkan untuk bisa bermain apik dan memukau.

“Pada saat menghadapi Persipur pekan lalu, pemain kita agak sedikit miskomunikasi. Namun untuk besok, kita akan fokus pada satu titik yang harus diwaspadai. Baik itu pola penyerangan lawan yang kita pantau maupun lainnya,” bebernya.

Ia juga berharap kepada seluruh penonton atau suporter supaya bisa memberikan dukungan moril dan doa. Sehingga nantinya dapat memberikan hasil yang maksimal dan memetik kemenangan.

Editor : Kholistiono

Jamu PSIS, PSIR Bakal Tampil All Out

Tim PSIR saat menggelar latihan di Stadion Krida Rembang jelang menghadapi PSIS pada Kamis mendatang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PSIR bakal melakoni laga lanjutan Liga 2 pada Kamis (11/5/2017). Dalam laga nanti, PSIR bakal menjamu tim PSIS Semarang di Stadion Krida Rembang.

Bermain di hadapan ribuan supporter, PSIR akan bermain secara all out. PSIR bertekad bisa memetik poin penuh untuk bisa memudahkan langkah selanjutnya.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengatakan, transisi menyerang ke bertahan terus dimatangkan, agar anak asuhnya bisa tampil sesuai yang diharapkan. “Kami akan berupaya tampil dominan dan bisa petik poin penuh di kandang. Apalagi, bermain di hadapan ribuan supporter PSIR,” katanya, Selasa (9/5/2017).

Dirinya juga mengintruksikan, agar anak asuknya tidak lengah dan mewaspadai permainan lawan. Apalagi, PSIS memiliki komposisi pemain yang cukup bagus, dan sejauh ini mampu tampil apik.

Editor : Kholistiono

Persijap Optimis Bisa Curi Poin di Pekalongan

Persijap ketika menjamu Persibangga beberapa hari lalu. Kamis ini, Persijap bakal bertandang ke Pekalongan dan bertekad untuk bisa curi poin penuh. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara bertekad melupakan kekalahan menyakitkan, saat dihempaskan 0-1 oleh tamunya Persibangga, di kandang sendiri Minggu (7/5/2017). Pada laga tandang melawan Persip Pekalongan Kamis (11/5/2017), Laskar Kalinyamat bertekad mencuri tiga poin.

Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, laga tandang kali ini akan dimanfaatkan oleh tim asuhan Fernando Sales. Ia menyebut, motivasi tim berlaga di Pekalongan adalah membayar lunas hutang poin.

“Bissmillah, target tiga poin, sebagai ganti nilai yang hilang kemarin,” ucap Yusuf sesaat sebelum keberangkatannya menuju Kota Batik, Selasa (9/5/2017).

Ia mengucapkan, ada perombakan pada susunan pemain. hal itu berkait evaluasi yang telah dilakukan oleh tim pelatih pada pertandingan terakhir. Total ada 18 pemain yang ikut dalam laga tandang kontra persip.

Dalam laga kontra Persibangga, Persijap membentur tembok strategi bertahan yang diterapkan Laskar Diponegoro. Praktis, pemain-pemain Laskar Kalinyamat tak bisa memaksimalkan permainan. Di samping itu, beberapa pemain kehilangan daya untuk mengembangkan permainan individu.

Hasilnya, sontekan umpan para pemain persijap sering tak menemukan sasaran. ”Kita kesulitan menghadapi lawan yang bertahan total (Persibangga). oleh karena itu akan kita evaluasi seluruh lini, termasuk lini depan,” ujar Yusuf. 

Direncanakan, Persijap akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah Persip di Stadion Hoegeng mulai pukul 16.00 WIB. “Saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Jepara dan Pendukung Persijap,” pungkas Yusuf.

Editor : Kholistiono

132 Atlet Difabel Grobogan Ambil Bagian di Even Peparkab 2017

Para atlet difabel Grobogan sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Peparkab 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Even Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) 2017 yang digelar Disporabudpar Grobogan resmi digelar hari ini, Selasa (10/5/2017). Ajang olahraga bagi penyandang difabel itu dibuka Wakil Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah Suwarno. 

Sedikitnya, ada 132 penyandang difabel yang ikut even Peparkab tersebut. Para atlet saling menunjukkan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik. Dalam ajang Peparkab ini dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur.

“Ajang peparkab ini sekaligus kita manfaatkan untuk memantau bibit potensial di berbagai cabang olahraga. Kita harapkan dari ajang ini bakal muncul atlet yang berbakat dan bisa kita bina lebih lanjut untuk meraih prestasi,” kata Wakil Ketua NPC Jateng Suwarno.

Menurut Suwarno, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Disporabudpar Grobogan untuk menggelar even olahraga bagi penyandang difabel. Sebab, tidak semua kabupaten sudah pernah menggelar even Peparkab.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Olahraga  Disporabudpar Grobogan Eko Priyono menambahkan, ajang Peparkab akan dilangsungkan dua hari, yakni tanggl 9 dan 11 Mei lusa. Lokasinya, di  GOR dan Stadion Krida Bhakti.”Hari pertama ini ada dua cabor yang kita pertandingkan. Yakni, atletik dan catur. Tiga cabor lainnya kita gelar Kamis lusa atau hari kedua di GOR,” jelasnya.

Menurutnya, even ini adalah penyelenggaraan Peparkab untuk kali kedua. Tahun lalu, pihaknya sudah menggelar even Peparkab perdana pada 29-30 September 2016. “Even perdana kemarin kita jadikan test case. Karena hasilnya cukup bagus maka tahun ini kembali kita adakan lagi dan rencananya jadi agenda rutin,” jelasnya.

Menurut Eko, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit handal dikalangan penyandang difabel. Disisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

Pelaksanaan Peparkab nanti juga dijadikan ajang persiapan untuk menghadapi even pekan paralympic pelajar nasional (Peparpenas). Rencananya, Peparpenas akan dilangsungkan di Semarang bulan Oktober mendatang. Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus.

Indikasinya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September 2016. “Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah ditingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ternyata Inilah yang Membuat PPSM Kalah dari Persipur

Pemain Persipur Albebta Dewangga Santosa (kiri) memastikan kemenangan Persipur setelah melesakkan bola di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegagalan PPSM Magelang untuk memetik poin saat melakukan laga tandang di kandang Persipur Purwodadi, Minggu (7/5/2017) dengan hasil 2-0 ternyata tak lepas dari faktor alam.

Setelah kebobolan di babak pertama, PPSM tak diuntungkan dengan turunnya hujan hingga mengakibatkan lapangan tergenang air. Akibatnya mereka tak bisa mengembangkan permainan seperti biasa.

”Kondisi lapangan cukup berat setelah hujan sehingga kami tidak bisa mengembangkan permainan. Secara keseluruhan, jalannya pertandingan berlangsung ketat,” cetus Asisten pelatih PPSM Agus Tri.

Meski begitu, Agus tak ingin larut dalam kekalahan. Ia berjanji akan segera berbenah. Ia pun tak ingin, anak asuhnya kembali kalah saat melakoni laga lanjutan Liga 2. ”Kondisi seperti ini di luar dugaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tim tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus, yakni tiga poin.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dengan skor 2-0.

Editor: Supriyadi

Kalah dari Persibangga, Ini yang Dikatakan Asisten Pelatih Persijap

Pemain Persijap mempertahankan bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/PadhangPranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan Persijap Jepara dari Persibangga Purbalingga di depan publik sepak bola Jepara dengan skor 0-1, Minggu (7/5/2017) mendapat tanggapan asisten pelatih Persijap, Muhammad Yusuf.

Salah satu tim juru racik Laskar Kalinyamat itu pun tak segan mengungkapkan perasaannya setelah laga usai. Sebagai asisten pelatih yang mengenyam dunia sepak bola puluhan tahun, Yusuf pun lebih suka mengevaluasi diri sendiri (Persijap). Ia bahkan tak segan mengucapkan selamat atas kemenangan Persibangga.

“Saya ucapkan selamat atas kemenangan perdana Persibangga di Liga 2. Tim Persijap sangat kurang fokus di menit akhir pertandingan. Akan kita evaluasi,” ucapnya mewakili Pelatih Kepala Fernando Sales. 

Seperti diketahui, Persibangga Purbalingga belum pernah mengenyam kemenangan sejak awal Liga 2. Tim berjuluk Laskar Jendral Sudirman itu berada di dasar Klasmen Grup 3. 

“Kemenangan kita sementaraa kita berada dibawah, sungguh diluar perkiraan. Draw saja sudah cukup bagus, apalagi mereka (Persijap) bermain di kandang. Saya bersyukur atas kemenangan ini,” kata Ahmad Muharia pelatih Persibangga.

Editor: Supriyadi

Persipur Tundukkan PPSM 2-0

Ekspresi Albebta Dewangga Santosa usai mencetak gol buat Persipur di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target meraih poin penuh yang dibebankan pada pemain Persipur berhasil dipenuhi, Minggu (7/5/2017). Bertanding melawan tamunya, PPSM Magelang, skuad berjuluk Laskar Petir itu mampu unggul dengan skor 2-0.

Hasil ini sontak langsung disambut histeris ribuan pendukung Persipur yang hadir di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan. Mereka merasa puas lantaran tim kesayangannya akhirnya berhasil meraih tiga angka untuk pertama kalinya.

“Saya lega akhirnya bisa dapat tiga poin di pertandingan ketiga. Dua pertandingan sebelumnya, kita kalah dari PSIS dan seri saat melawan PSIR. Meski begitu, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. PPSM memberikan perlawanan ketat,” cetus Asisten Pelatih Persipur Abdul Gani saat jumpa pers usai pertandingan.

Dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dua gol tanpa balas.

Editor: Supriyadi

Hadapi Persibangga, Persijap Tumbang di Kandang

Pemain Persijap membawa bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dibungkam tamunya Persibangga 0-1, dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi kartini, Minggu (7/5/2017). Gol diciptakan oleh Amir Aksal di menit 82, melalui tendangan keras dari luar kotak gawang, yang gagal diantisipasi kiper. 

Pertandingan sendiri berlangsung keras. Persibangga memilih bertahan total, sementara Persijap gagal menembus benteng yang dibuat anak-anak Purbalingga itu.

Pada babak pertama, skor berakhir kacamata 0-0. 

Persijap yang berusaha menembus pertahanan Persibangga selalu kandas di lapangan tengah.  Permainan keras ditunjukan oleh kedua tim. Hal itu terbukti dengan enam kartu kuning yang dihadiahkan oleh wasit Andi Asri Azis, dua bagi Persijap, empat bagi Persibangga.

Bermain dihadapan suporternya sendiri, Persijap tak bisa memanfaatkan dukungan tersebut. Di babak pertama, taktik pelatih Fernando Sales tak bisa diterapkan oleh pemain. Permainan Laskar Kalinyamat tak berkembang, meski memiliki inisiatif menyerang. 

Pada menit 42, peluang sempat tercipta. Sundulan Ragil Putut tak menemui sasaran. Sementara tendangan yang dilepaskan Arianis di menit ke 45 berhasil ditepis oleh kiper Persibangga Muaziz Syafii. 

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim mulai menemukan ritmenya. Meskipun demikian, peluang yang tercipta dari kaki pemain Persijap gagal dikonversi menjadi gol. Sementara Persibangga masih memainkan strategi bermain bertahan. 

Kejutan justru terjadi di menit ke 82, Asyik menyerang Persijap, malah melupakan lini belakang. Persibangga menyerang balik. Berawal dari umpan jauh, pemain bernomor 14 Amin Aksal berhasil melewati pemain bertahan Laskar Kalinyamat, ia lalu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan Gol. 

Suasana SUGBK seketika hening. Suporter tercekat atas gol cepat yang dicetak oleh pemain Persibanggga. 

Editor: Supriyadi

Kejurprov Takraw Jateng Akan Digelar di Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kejuaraan tingkat provinsi (Kejurprov) sepak takraw akan digelar di Jepara, Kamis-Sabtu (11-13/5/2017). Ajang ini akan mempertandingkan kelompok umur 12 tahun ini dihelat di Gor Gedangan Welahan. 

Tiap pengkab ataupun pengkot, bisa mengirimkan satu regu putra dan putri. Adapun temu teknik akan diadakan pada Kamis (11/5/2017) malam.

Pengurus PSTI Jepara Suko Hartono menyebut, hingga saat ini ada sekitar 16 pengkab dan pengkot yang mengirim delegasinya. Di antaranya Jepara, Pati, Rembang, Blora, Salatiga, Demak, Semarang, Kendal, Temanggung, Banyumas, Kebumen, Pekalongan, Batang, Magelang, Wonosobo, dan Cilacap. 

“Jepara selaku tuan rumah telah siap menyambut para peserta. Kami juga baru selesai mengikuti POPDA di Pati. Ajang ini kami adakan untuk mencari bibit atlet baru dan menilai seberapa jauh perkembangan atlet kami,” tutur Suko. 

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum PSTI Musthakim menyebut, ajang tolok ukur kemajuan pembinaan sepak takraw. “Di samping itu, kami juga memantau perkembangan atlet muda. Selain kejuaraan ini adapula penataran wasit dan uji wasit untuk mendapatkan sertifikat S2,” ujarnya.  

Editor : Kholistiono

Tampil di Kandang, Persipur Diminta Bisa Petik Poin Penuh

MuriaNewsCom,Grobogan – Tim Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (7/5/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PPSM Magelang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.30 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

“Kita cukup diuntungkan main dikandang pada pertandingan ketiga nanti. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (6/5/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan tidak menganggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PPSM juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat Persipur mengikuti turnamen Bupati Magelang Cup, beberapa pekan sebelum kompetisi Liga 2 bergulir. Dalam turnamen itu, Persipur dua kali kalah saat tanding lawan PPSM.

“Tim PPSM sudah terbentuk lebih lama dibandingkan Persipur. Makanya, kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Budi menyatakan, target tiga angka harus didapat demi mengamankan posisi Persipur dalam klasmen sementara. Sebab, saat ini, Persipur yang baru punya poin satu masih berada di papan bawah.

“Kita sudah dua kali tanding. Hasilnya, satu kali kalah lawan PSIS dan seri saat away ke kandang PSIR. Jadi, wajar kalau poin penuh harus kita dapat,” cetus Ketua Komisi B DPRD Grobogan itu.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PPSM. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Sudah Saatnya Grobogan Punya Sport Center

Ketua Umum KONI Jawa Tengah Hartono (jas hitam) foto bareng dengan Bupati Grobogan Sri Sumarni, perwakilan FKPD, Kadisporabudpar Grobogan Karsono, dan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pemkab Grobogan sudah waktunya merencanakan untuk membangun sebuah sport center. Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Tengah Hartono saat menghadiri acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Grobogan tahun anggaran 2016 di Hotel Front One Purwodadi, Sabtu (6/5/2017).

Menurutnya, prestasi yang dicapai atlet Grobogan dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, potensi atlet beprestasi dari Grobogan itu juga menjadi aset berharga di level Jawa Tengah.

“Selama ini sudah banyak atlet dari Grobogan yang punya prestasi hebat hingga level nasional bahkan internasional. Seperti dari cabor karate, pencak silat, angkat besi, dan bola voli dan masih ada yang lainnya,” katanya.

Beragam prestasi yang sudah diraih harus terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mendorong Pemkab Grobogan untuk membuat sebuah gedung sport center yang lebih representatif. Dengan adanya fasilitas ini maka sarana untuk latihan bisa lebih fokus dan terjamin sehingga berimbas dengan meningkatnya prestasi atlet.

“Saya rasa di Grobogan sudah waktunya punya sport center. Saya yakin dengan adanya sport center maka olahraga di Grobogan bakal makin mantap,” kata Hartono yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta RAT.

Selain prestasi, dengan memiliki sport center, maka ada keuntungan lain yang bisa didapat. Misalnya, Grobogan bisa jadi tuan rumah even olahraga selevel Porprov.

“Biaya pembuatan sport center memang tidak murah dan butuh laha yang luas. Oleh sebab itu, bisa direncanakan sejak sekarang,” imbuhnya.

Selain Hartono, sejumlah pengurus teras KONI Jateng juga hadir dalam acara tersebut. Terlihat pula dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan perwakilan FKPD. Terlihat pula Kadisporabudpar Grobogan Karsono, Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman dan para pengurus. Acara RAT juga diikuti pengurus seluruh cabang olahraga yang ada di Grobogan.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyambut baik adanya usulan pembuatan sport center. Sebab, keberadaan sport center akan berdampak pada pesatnya kemajuan olahraga di Grobogan.

“Saya mendukung upaya pembuatan sport center ini. Nanti, kita minta dinas terkait dan KONI untuk mulai membahas masalah ini,” katanya. 

Editor : Kholistiono

Persijap Masih Cari Kiper Lapis Ketiga

Beberapa pemain Persijap saat mengikuti latihan. Saat ini, Persijap masih mencari kiper lapis ketiga. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara masih memburu satu pemain untuk mengisi formasi kiper. Pekan ini, tim besutan Fernando Sales itu, menyeleksi dua pemain untuk posisi tersebut. 

Sementara itu, Ridwan yang calon penjaga gawang yang sempat mengikuti sesi latihan pekan lalu dicoret. Namanya dieliminir oleh Fernando, bersama dua pemain lain Zefanya John dan Damai Miracle. 

“Dari empat pemain yang datang kami hanya memilih Tommy Oropka,” ujar pelatih asal Brazil itu, selepas memimpin sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Jumat (5/5/2017). 

Dirinya mengungkapkan, pihaknya masih mengincar seorang pemain untuk posisi kiper. Hal itu karena saat ini lini tersebut hanya diisi oleh dua orang, yakni Susanto dan lapis kedua Amirul Kurniawan. 

Ia menyatakan, selain keduanya masih dimungkinkan ada dua orang lagi yang akan diseleksi. “Kemarin sudah datang satu orang (calon kiper) hari ini datang satu lagi untuk diseleksi,” ujarnya. 

Editor : Kholistiono

Persijap Maksimalkan Latihan Jelang Laga Kontra Persibangga

Pemain Persijap saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap memaksimalkan latihan, tiga hari sebelum bertanding melawan Persibangga, Minggu (7/4/2017). Selain latihan rutin, Laskar Kalinyamat juga memoles servis tendangan. 

Fernando Sales, pelatih kepala Persijap mengatakan, timnya telah bersiap menjamu tim dari Purbalingga pada lanjutan Liga 2. Berkaca dari dua pertandingan terakhir, ia menilai perkembangan anak asuhnya itu telah menunjukan perkembangan.

“Untuk latihan hari ini sudah selesai kami lakukan, mereka (pemain) sudah menunjukan performa yang bagus. Besok (Sabtu) kita juga masih ada sedikit latihan dengan servis (tendangan bola mati), kita akan lebih meningkatkannya lagi, untuk menghadapi Persibangga hari Minggu,” kata Fernando usai memimpin latihan, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini.   

Dari evaluasi pertandingan terakhir melawan Persibas, tim asuhannya itu memang sempat kurang maksimal pada menit awal. Hal itu terkait dengan permainan menekan yang coba diterapkan olehnya.

“Pada menit 15 sampai 20 babak pertama mereka (Persibas) bermain lebih bagus. Namun kemudian di babak kedua, tapi kita bisa bermain sesuai dengan apa yang telah kita polakan dalam latihan,” ucap dia. 

Disinggung mengenai empat pemain yang pekan lalu sempat ikut berlatih bersama Persijap, Fernando mengaku telah mengambil keputusan. Ia hanya mencomot satu nama yakni Tommy Orropka untuk memperkuat lini depan. Sementara nama lain yakni Zefanya John, Damai Miracle dan Ridwan dicoret. 

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, pemain yang lolos seleksi belum tentu bisa dimainkan pada laga berikutnya. Ia menyebut akan terus memantau perkembangan permainannya.”Kita lihat besok (sesi latihan), kalau dalam hal permainan dan kemampuan beradaptasi sudah baik,” ujar dia.

Editor : Kholistiono

Pengprov PSTI Akan Gelar Kursus Wasit di Jepara

Ilustrasi

Murianewscom, Jepara – Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jateng akan menggelar kursus wasit S2. Rencananya, kegiatan itu akan mengambil tempat di Gor Sepak Takraw Welahan-Jepara, Rabu (10/5/2017) minggu depan. 

Kursus wasit sepak takraw S2 atau tingkat provinsi itu bertujuan untik mendapatkan kualitas wasit yang lebih berkualitas. 

“Surat undangan sudah ditandatangani oleh Siti Retno Farida selaku Sekretaris Pengprov PSTI Jateng. Undangan sudah dikirim ke Pengurus kabupaten dan pengurus kota PSTI se-Jawa Tengah serta Ketua Umum Koni se-Jawa Tengah,” ujar pengurus PSTI Jepara Suko Hartono, baru-baru ini.

Ia mengatakan, setiap wasit yang dikirim oleh pengkab atau pengkot harus memiliki surat tugas. Berusia dari 20 tahun hingga 40 tahun, dan berijazah SMA atau sederajat serta sehat jasmani rohani.

Di samping itu, semua peserta harus sudah berada di Jepara pada hari Rabu, selambatnya pukul 14.00 WIB. “Pembukaan akan diakukan oleh ketum pengprov PSTI Jateng Musthakimn,” pungkas Suko.

Editor : Kholistiono

Jelang Pertandingan Ketiga, Persipur Tak Kunjung Dapat Pelatih Kepala

Asisten Pelatih Wahyu Teguh masih dipercaya untuk menangani tim Persipur hingga ada pelatih kepala (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Problem pelatih kepala Persipur belum bisa dituntaskan. Hingga mendekati pertandingan ketiga melawan PPSM Magelang, Minggu (7/5/2017) mendatang, belum terlihat sosok pelatih kepala yang menukangi Persipur. 

Sampai saat ini, kendali Persipur masih berada di pundak Asisten Pelatih Wahyu Teguh.

“Sejauh ini, kita belum berhasil mendapatkan pelatih kepala. Untuk sementara, tim dipegang Wahyu Teguh,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Kamis (4/5/2017).

Sebelumnya, manajemen sudah menetapkan Wahyu Teguh sebagai pelatih kepala. Namun, dari pihak PSSI menentukan syarat jika pelatih kepala tim Liga 2 harus punya lisensi kepelatihan C AFC. Sementara Wahyu yang musim lalu sudah menangani Persipur baru mengantongi lisensi B nasional.

“Wahyu Teguh tidak bisa kita plot jadi pelatih kepala karena terkendala lisensi kepelatihan. Ini, kita masih melakukan negosiasi lagi dengan calon pelatih. Kalau sudah deal nanti langsung kita umumkan,” tambahnya. 

Editor : Akrom Hazami

PTM Sukun Runner Up di Liga Tenis Meja Indonesia U – 21 Klaten

Atlet PTM Sukun saat memperlihatkan penghargaan yang mereka terima di Klaten. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – PTM Sukun kembali berjaya. Kali ini mereka menjadi runner-up Liga Tenis Meja Indonesia Usia 21 di Klaten 2017, 1-3 Mei 2017.

Heni Sandra, pengurus PTM Sukun mengatakan, pihaknya menduduki peringkat kedua. Pada laga final, PTM Sukun dikalahkan pemain dari tim Sea Games. Baik tim putra maupun putri, tim itu menjadi lawan yang tangguh.

“Alhamdulillah PTM Sukun masih menjadi runner-up pertandingan, dikalahkan pemain Sea Games yang jadi juara pertandingan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, dari PTM Sukun yang menang adalah Beregu Putri menjadi runner-up. Mereka dikalahkan Etmi dari Jakarta. Kemudian pada peringkat tiga ada Gunadarma Jakarta dan NHI Bandung.

Sementara, pada kelas Beregu Putra, PTM Sukun kurang beruntung dalam pertandingan karena dipaksa jadi peringkat lima. Etmi Jakarta jadi juara. Pada Tunggal Putra, ada Bima asal Etmi Jakarta keluar sebagai juara grup, Lucky asal Kalteng sebagai runner-up disusul Hafid dari PTM sukun. Sedang di Tunggal Putri ada Novita dari Etmi Jakarta, runner-up Indri Etmi Jakarta dan Aminah dari PTM Sukun.

“PTM Sukun masih masuk nominasi, sehingga masih tetap membawa nama baik PTM Sukun dan Kudus. Untuk laga lainnya akan lebih bekerja lebih keras supaya menjadi juara pertandingan,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Persipur Mulai Lakukan Persiapan Songsong Laga Lawan PPSM

Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh sedang mendampingi pemainnya saat menggelar latihan di Stadion Krida Bhakti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasca bentrok dengan PSIR Rembang, Minggu (30/4/2017) lalu, para pemain Persipur tidak bisa bersantai. Sebab, pertandingan ketiga sudah menanti. Yakni, melawan PPSM Magelang yang dijadwalkan pada Minggu (7/5/2017) mendatang.

“Ya, hari Minggu mendatang kita jadwalnya main lawan PPSM. Pertandingan nanti, kita jadi tuan rumah,” ungkap Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh usai latihan di Stadion Krida Bhakti, Rabu (3/5/2017).

Pascatanding di Rembang, para pemain hanya diliburkan sehari. Sejak Selasa kemarin, skuad tim berjuluk Laskar Petir itu sudah mulai menjalani latihan. “Kita masih melangsungkan latihan ringan saja untuk mengembalikan kebugaran pemain.  

Disinggung soal kondisi timnya, Wahyu menyatakan, sudah cukup bagus. Pola permainan dinilai ada peningkatan. Meski demikian, masih ada beberapa celah yang mesti dibenahi.

“Penampilan anak-anak sudah sedikit beda dalam dua pertandingan lalu. Yakni, di laga perdana lawan PSIS dan PSIR. Saat lawan PSIR, permaian tim sudah lebih padu,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Persiku Tutup Laga dengan Kemenangan Tipis Atas Persikaba

Pemain Persiku Kudus dan Persikaba Blora bersalaman usai pertandingan di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (3/5/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus berhasil memenangkan pertandingan atas Persikaba Blora, di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (3/5/2017). Persiku memang tipis 1-0 lewat tendangan Irfan Fahrizal sesaat setelah babak kedua dimulai di menit ke-46.

Skor tersebut tak berubah sampai selesai pertandingan. Bahkan waktu tambahan satu menit yang diberikan wasit pertandingan Hendrika Volya, juga tak mengubah hasil pertandingan. Meski menang, pelatih Persiku Kudus Hidayat nampaknya tak puas dengan hasil pertandingan. Terlihat dari raut wajah kecewa. “Ya kurang puas melihat pertandingan tadi. Hanya satu gol saja dan itupun dari kemelut di gawang lawan,” katanya kepada wartawan usai pertandingan.

Menurutnya, para pemain kurang tampil ngotot. Dia merasa para pemain ragu-ragu dalam bertindak dan seolah khawatir melakukan kesalahan. Akibatnya, serangan yang dibangun selesai begitu saja tanpa gol lainya.

Dikatakan, sebenarnya banyak peluang yang harusnya dapat dimanfaatkan dengan apik. Namun kembali ke gaya permainan sore ini. Yakni pemain lebih banyak ragu-ragu saat membawa bola dan membangun serangan. “Secara permainan kecewa, namun hasilnya harus saya syukuri bisa menang meskipun hanya satu gol saja,” jelasnya.

Sementara, Supriyanto, pelatih Persikaba juga merasakan hal yang sama atas pertandingan tadi. Dikatakan kalau para pemain didikannya sudah bermain dengan bagus dalam menghadapi Persiku. “Untuk hasilnya kecewa, namun melihat cara bermain Persikaba sudah bagus dan terlihat lebih unggul dengan Persiku tadi. Pertandingan berikutnya akan kami upayakan lagi dengan mencuri poin,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Babak Pertama, Persiku Tahan Imbang Persikaba

Pemain Persiku saat melayani permainan bagus Persikaba di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus menjamu Persikaba Blora dalam pertandingan Liga 3 Jateng 2017 di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (3/5/2017) sore. 

Pada babak pertama, Persiku Kudus menahan imbang Persikaba dengan skor 0-0. Selama pertandingan, kedua tim saling ngotot. Serangan demi serangan dilakukan oleh kedua tim. Bahkan beberapa kali peluang gol muncul dari kedua tim.

M Ridwan, Ketua KONI Kudus mengatakan kalau Persiku harus menang dalam laga sore ini. Tak ada kamus kekalahan bagi Persiku Kudus. Apalagi saat bertanding di Kudus sendiri.

“Harus menang, ini ditonton suporter dan kemampuan Persiku memang baik. Jadi sudah seharusnya menang dalam laga sore ini,” ungkap dia di lokasi laga.

Pada babak pertama, pertandingan berlangsung aman hingga peluit panjang dibunyikan. Di babak pertama wasit menambahkan waktu tambahan satu menit.

Pantauan di lokasi, sorakan penonton selalu menyemangati Persiku. Petugas kepolisian juga nampak mengamankan pertandingan di dalam dan luar stadion.

Editor : Akrom Hazami

PTM Sukun Juara Umum Go Fun Cup 2017

Atlet PTM Sukun saat memperlihatkan penghargaan yan diterima. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – PTM Sukun kembali mendulang prestasi bergensi kejuaraan tenis meja tingkat nasional. Kali ini, PTM Sukun mengharumkan nama Kudus dengan menjadi juara umum dalam ajang Go Fun Cup 2017, yang dilaksanakan di Bojonegoro Jawa Timur, pada 14 – 16 April.

PTM Sukun memborong juara dalam beberapa kelas yang dilombakan. Di antaranya, adalah Beregu Putra, Tunggal Putra Eksklusif, Tunggal Yunior Putra dan Tunggal Junior Putri. Selain menang, beberapa atlet PTM Sukun juga menduduki peringkat tiga bersama dalam Yunior Putri 

“Kami menjadi juara umum dalam pertandingan tersebut. Total medali emas yang dikumpulkan sejumlah empat emas dan dua perunggu,” kata pengurus PTM Sukun Heni Sandra saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, pada Beregu Putra, dimenangkan oleh Fredly, Yulius dan Ardha. Kemudian Tunggal Putra Eksklusif  diraih Edi Mahmud, Tunggal Yunior Putra Mahmud dan Tunggal Yunior Putri diraih oleh Alimah. Sedang tiga bersama ada Putri dan Halimah yang semuanya dari PTM Sukun.

Dikatakan, pada kelas Beregu Putra, PTM Sukun berhasil mengalahkan Temanggung dalam laga final. Begitu pula pada Tunggal Putra Eksklusif, PTM Sukun mengalahkan Rajawali Surabaya.  Sedangkan untuk Tunggal Junior Putri , PTM Sukun mengalahkan lawannya Panglima Kediri dan untuk Tunggal Yunior Putri, PTM Sukun mengalahkan Bos Surabaya di laga final.

“Kemenangan ini merupakan kemenangan kesekian kalinya dalam kejuaraan tenis meja. Ini merupakan bukti komitmen kami dalam hal mendidik para atlet tenis meja di PTM Sukun,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Persijap Petik Poin Penuh di Kandang Persibas

Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Tren positif ditunjukan Persijap saat bertandang ke kandang Persibas Banyumas. Tim asal Kota Jepara itu, melumpuhkan tuan rumah dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga 2, Minggu (30/4/2017). 

Kemenangan Laskar Kalinyamat tak berjalan mulus. Persijap terlebih dulu tertinggal 0-1. Gol tunggal Persibas dicetak Edy Hapsoro Malik, lewat tembakan 12 pas di menit ke 11.Hadiah dari wasit itu diterima setelah pemain Persijap Abdul Latif, melanggar pemain Persibas.

Tertinggal, rupanya tak menyurutkan perlawanan tim tamu. Abdul Latif menebus kesalahannya dengan mencetak gol di menit ke 14, setelah menerima umpan samping dari Arianis yang kemudian dikonversi menjadi gol penyeimbang.

Skor imbang, Persijap masih ngotot bermain. Pada menit ke 32, Hendrico menceploskan si kulit bundar ke gawang Persibas. Gol tersebut dihasilkannya setelah menerima umpan terobosan dari Faumi.

Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf berujar, kemenangan tersebut diperoleh dengan usaha keras dari timnya. “Pertandingan ini sulit, tapi kerja keras dari pemain yang tak memberikan kesempatan lawan berkembang. Meskipun kami sempat tertinggal 0-1,” ujarnya melalui press rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Dengan hasil ini, Persijap mengemas enam poin dari dua laga melawan PSCS dan Persibas.”Kami juga berterima kasih atas dukungan suporter Banaspati, CNS dan Jetman yang turut mendukung di Stadion Satria. Ini kandang lawan, tapi kehadiran mereka seperti main di kandang Persijap,” pungkas Yusuf.

Editor : Kholistiono

Laga PSIR Lawan Persipur Berjalan Sama Kuat

Asisten pelatih PSIR Suprapto saat diwawancarai media usai laga berlangsung di Stadion Krida, Kabupaten Rembang, Minggu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Akhirnya jual beli serangan antara PSIR dan Persipur di Stadion Krida Rembang,  Minggu (30/4/2017), membuahkan gol. Lanjutan laga Liga 2 itu berakhir, 1-1.

Pada menit 49 pemain PSIR tak lama-lama memanfaatkan peluang yang ada. Alhasil, pemain nomor punggung 9 Koko Hartanto dapat menjebol gawang Persipur melalui tendangan kerasnya di dalam kotak penalti lantaran kemelut ketat di depan gawang.

Sementara itu, di menit 61, pemain Persipur nomor punggung 29 Albeta Dewangga Santosa  membalas ketertingalannya ke gawang PSIR melalui sundulannya.

Menanggapi hasil seimbang tersebut, Manajer Persipur Budi Susilo mengatakan, hasil itu merupakan dari kekompakan para pemain.

“Sebab membalas ketertinggalan di menit-menit mepet terutama babak kedua itu sangat sulit. Namun, dengan kekompakan dan kerja keras, kita bisa membalas itu. Ya meskipun babak pertama hingga babak kedua di menit awal saling menyerang,” bebernya.

Di sisi lain, Asisten Pelatih PSIR Suprapto mengutarakan, kebobolan  gawangnya merupakan kegagalan komunikasi antarpemain.

“Memang kita babak kedua di menit-menit awal kita bisa menjebol gawang. Justru Persipur dapat menyamakan skor. Sehingga kita menilai di sinilah para pemain gagal berkomunikasi. Dan ke depannya akan kita evaluasi kembali. Terlebih di babak kedua stamina sudah mulai terkuras,” paparnya.

Editor : Akrom Hazami

 

PSIR vs Persipur Imbang di Babak Pertama

Pemain PSIR melayani permainan Persipur di Stadion Krida Rembang, Minggu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR melayani Persipur Grobogan dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Krida Rembang Minggu (30/4/2017) sore. Babak pertama, skor kedua tim masih imbang, 0-0.

Pantauan MuriaNewsCom di lokasi laga, jual kedua tim saling jual beli serangan. Ada beberapa kesempatan dari masing-masing tim, namun tak bisa dimaksimalkan.

Kesempatan yang ada di PSIR, misalnya, yakni tendangan dari pemain nomor punggung 9 Koko Hartanto. Namun tendangan hasil umpan tersebut tak dapat dimaksimalkan.

Tak berhenti di situ, pemain PSIR nomor punggung 8 Muhammad Dzikri Afdholi pun ikut serta memanfatkan peluang yang ada. Namun tendangan itu masih bisa dihalau penjaga gawang Persipur.

Sementara itu, untuk pemain nomor punggung 99 Rudy Santoso juga belum bisa memanfaatkan peluang yang ada. Sehingga tendangan kerasnya hanya melenceng di atas mistar gawang.

Editor : Akrom Hazami