Persijap Terus Buru Pemain

Pemain Persijap saat menjalani latihan beberapa waktu lalu. Saat ini, Persijap masih terus berburu pemain. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mulai mendatangkan pemain baru untuk memperkuat skuat Laskar Kalinyamat pada kompetisi Liga 2. Mereka adalah Tommy Oropka eks pemain Pusamania Borneo FC dan Fastabiqul Khoirot mantan Timnas U-23. Namun sayang, mereka tak bisa dimainkan di sisa leg (putaran) pertama.

CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengungkapkan, kedua pemain tersebut telah berlatih di Jepara beberapa waktu lalu. Tommy Oropka bahkan telah berada di Bumi Kartini sejak bulan April lalu, saat seleksi tiga pemain lain. 

“Hanya saja mereka belum bisa dimainkan pada leg pertama karena belum didaftarkan ke operator PT Liga Indonesia Baru. Mereka baru bisa didaftarkan pada saat putaran pertama Liga 2 berakhir. Sehingga mereka baru bermain pada awal putaran kedua,” ujar Esti, Senin (29/5/2017).

Menurut Esti, alasan untuk mendatangkan Fastabiqul didasarkan atas penamilannya yang dinilai apik di Timnas U-23. Selain itu pemain tersebut juga berpengalaman dalam sepak bola profesional. Terakhir ia pernah memperkuat tim Musi Banyuasin. 

“Harapannya mereka bermain maksimal bersama Persijap, pada sisa kompetisi Liga 2 musim ini,” kata Esti. 

Posisi yang masih lowong di Laskar Kalinyamat adalah kiper. Pelatih Persijap Fernando Sales sempat mengatakan penjaga gawang di timnya belum maksimal. Saat ini mereka baru memiliki dua kiper, dari jumlah ideal tiga orang.

Editor : Kholistiono

Pemain PSIR Libur Sepekan di Awal Ramadan

Tim PSIR saat menggelar latihan di Stadion Krida beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemain PSIR Rembang mendapatkan jatah libur latihan selama satu pekan pada awal bulan Ramadan.

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, dalam sepekan awal Ramadan, para pemain diberikan kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

“Dalam sepakan di awal Ramadan ini, para pemain sama sekali tidak ada program latihan. Sebab, libur awal puasa ini untuk memberikan kesempatan bagi pemain yang menunaikan ibadah puasa, berkumpul bersama keluarganya masing – masing,” kata Devid.

Namun setelah libur usai, barulah para pemain akan menjalankan latihannya. Hanya saja latihannya tersebut mempunyai porsi yang berbeda dengan hari-hari biasa.

“Setelah libur, barulah diadakan latihan. Akan tetapi, porsi program latihannya itu berbeda dibandingkan hari biasa. Semula rutin latihan pada pagi dan sore hari. Begitu puasa, latihan hanya berlangsung sore hari. Itupun sifatnya lebih ke arah latihan ringan dan menjaga mental bertanding,” bebernya.

Dia menambahkan, sejumlah kelemahan akan dievaluasi. Kesalahan umpan, kemudian koordinasi antarlini dan komunikasi pemain perlu menjadi perhatian khusus. “Jangan sampai selama bulan Ramadan, kondisi Laskar Dampo Awang semakin drop dari sisi fisik maupun kualitas permainan,” pungkasnya.

Untuk klasemen sementara, PSIR Rembang menduduki posisi 3, dengan poin 9. Sedangkan puncak klasemen, ditempati Persis Solo yang mengantongi nilai 13, disusul PSIS Semarang juga dengan nilai 13, namun kalah selisih gol dari Persis Solo.

Posisi ke 4 sampai juru kunci, secara berurutan diduduki Persipur Purwodadi, PPSM Magelang, Sragen United, Persipon Pontianak dan Persiba Bantul.

Editor : Kholistiono

20 Tim Ramaikan Alhikmah Futsal Champhionship

SMPN 1 Welahan, juara Alhikmah Futsal Champhionship. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ajang Al Hikmah Futsal Championship bertekad menyemai bibit pesepak bola dalam ruangan. Acara yang diadakan di Gor Takraw Welahan (24-25/5/2017) itu, diikuti 18 tim dari Jepara dan 2 dari Kabupaten Demak, tingkat SMP/MTs.

Kepala SMK Al Hikmah 2 Welahan Rizka Annisa mengatakan, ajang ini sengaja digelar untuk menyaring bibit unggul futsal. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan berdampak positif bagi tumbuh kembang remaja. 

“Satu di antara banyak inti tujuan event ini adalah untuk mencari bibit unggul di sini. Hal itu karena siswa SMK yang kami bimbing,  sempat meraih peringkat 2 dalam Porsema tingkat Kabupaten Jepara,” ujarnya saat acara berlangsung.

Di samping itu, acara tersebut merupakan rangkaian dari Harlah Yayasan Al Hikmah Mayong ke-39. Selain tujuan tersebut, ajang ini juga bermaksud memberi sambutan hiburan pada calon siswa baru.

Selain peserta dari SMP/MTs, ajang ini juga diikuti oleh peserta eksebisi tingkat SD. Tidak hanya futsal, adapula lomba  suporter. Sedangkan total hadiah yang diperebutkan adalah sekitar Rp 4 juta rupiah.

Selain hadiah tersebut bagi tim yang masuk ke babak semifinal akan diberi sertifikat. Hal itu bertujuan untuk bisa menambah poin, jika siswa ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.”Ke depan rencananya kegiatan ini akan diadakan secara rutin. Karena ini event yang pertama,” tutur Rizka.

 

Daftar Juara Alhikmah Futsal Champhionship

Juara 1 SMPN 1 Welahan

Juara 2 SMPN 1 Pecangaan

Juara 3 SMP Islam Al Hikmah Mayong

Editor : Kholistiono

Sambut Ramadan, Jadwal Latihan Persipur Bakal Diliburkan

Pemain Persipur saat melakukan latihan di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jadwal latihan pemain Persipur rencananya akan diliburkan beberapa hari seiring datangnya bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Sabtu (27/5/2017) mendatang. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh usai melangsungkan latihan di Stadion Krida Bhakti, Rabu (24/5/2017) sore.

“Kamis besok, kita masih latihan. Tapi hanya pagi hari saja,” ujarnya.

Setelah itu, jadwal latihan mulai diliburkan beberapa hari sampai memasuki Ramadan. Rencananya, Kamis (1/6/2017) akan dilangsungkan latihan kembali. Latihan dalam bulan puasa rencananya akan dilangsungkan sampai 16 Juni.

“Setelah itu pemain libur lagi menyambut Idul Fitri. Beberapa hari setelah Lebaran, kita mulai lagi latihannya,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, meski tidak bisa penuh, latihan di bulan puasa tetap digelar. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima. Soalnya, beberapa hari pascalebaran, kompetisi Liga 2 kembali dilanjutkan.

“Meski puasa latihan tetap kita langsungkan. Namun, menu latihan akan kita sesuaikan karena kondisi puasa,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

10 Menit Akhir Jadi Momen Persipur Raih Poin Penuh di Kandang

Penyerang Persipur Dewangga (nomor 29) dan Yanto Marlon Kewer merayakan gol yang dilesakkan ke gawang Persiba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan pendukung Persipur agar tim kesayangannya berhasil meraih tiga angka akhirnya terwujud, Minggu (21/5/2017). Menjamu tamunya Persiba Bantul, tim berjuluk Laskar Petir mampu menang telak dengan skor 3-0 di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Grobogan.

Meski demikian, tanda-tanda kemenangan tak kunjung didapat dalam laga yang disaksikan sekitar 3.000 penonton tersebut. Soalnya, hingga memasuki menit ke 80, skor pertandingan masih imbang tanpa gol.

Kondisi ini sempat membikin tegang para tifosi dan jajaran manajemen. Sebab, tim tamu sore itu tampil penuh semangat dan berulang kali nyaris membikin gol.

Suasana tegang akhirnya sirna setelah Yanto Marlon Kewer mampu bikin gol dari tendangan bebas di menit ke-83. Stadion kembali bergemuruh setelah tiga menit berselang giliran striker Dewangga yang mencatatkan namanya di papan skor. Pada masa injury time, penyerang Roberto E Sauyai mampu mencetak satu gol penutup.

“Pertandingan sore ini sangat menegangkan. Selama 80 menit, Persiba tampil disiplin dan berulang kali mampu merepotkan kita,” cetus Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Wahyu menyebut, kemenangan ini dinilai sangat penting untuk mendongkrak moral pemainnya. Sebab, dalam laga sebelumnya lawan Persis, timnya menelan kekalahan 0-1 di kandang sendiri.

Sementara dari kubu Persiba terlihat cukup kecewa dengan kekalahan yang didapat. Terlebih, kekalahan itu diperoleh ketika pertandingan hanya tinggal menyiksakan waktu 10 menit saja.

“Sebenarnya kita sudah tampil maksimal dan mampu memberikan tekanan pada Persipur. Sayang sekali, kita lengah pada 10 menit terakhir sehingga kebobolan tiga gol,” ujar Pelatih Persiba Purwanto.

Editor : Ali Muntoha

 

PSIR Bekuk Sragen United Tanpa Balas

PSIR Rembang berhasil unggul 2-0 saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah melesakkan satu gol di gawang Sragen United pada babak pertama, PSIR Rembang tak mau puas begitu saja. Setelah peluit babak kedua ditiup, Laskar Dampo Awang semakin trengginas menggebrak pertahanan lawan.

Kerja keras pemain PSIR kembali membuahkan hasil dengan terciptanya gol dari sundulan kaptain tim Heru Wibowo (5). Gol ini tercipta setelah Heru berhasil memanfaatkan umpan tendanan bebas bebas yang dilakukan Yoni Ustaf Bukhori (11)  di menit 47 atau di menit awal babak dua.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor PSIR 2 dan Sragen United 0. Dari pertandingan tersebut, poin sementara yang diperoleh oleh PSIR yakni 9 poin.

Saat ditanya MuriaNewsCom, pelatih Sragen United Jaya Hartono mengaku tak sempat menyangka jika anak asuhnya tak mampu membednung serangan PSIR hingga harus kebobolan dua gol.

“Saya tidak menyangka bila kita kebobolan 2 gol. Kalau dibandingkan, ya kita sama-sama lah permainan ini. Sama bagusnya,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa komposisi pemainnya memang saat ini masih seadanya. “Pemain kita masih seadanya. Namun dari segi permainan ya sama-samalah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pelatih PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, bahwa anak asuhnya kini masih butuh evaluasi yang matang.

“Dari perjalanan pertandingan tadi, masih banyak yang perlu dievaluasi. Terlebih para pemain masih salah umpan, dan belum fokus. Sehingga babak pertama agak belum terkontrol atau dikuasai,” paparnya.

Kendati demikian, ia sangat bangga dengan penampilan pemain PSIR yang mampu menambah poin.

Editor : Ali Muntoha

Babak Pertama PSIR vs Sragen United, Skor 1-0

Pemain PSIR menggiring bola saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR Rembang berhasil membobol gawang Sragen United, pada menit akhir babak pertama dalam Liga 2, di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore.

Satu-satunya gol di babak pertama ini melalui tendangan kaki kiri pemain PSIR Rembang Rudi Santoso (99). Gol tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Sragen United. Peluang yang muncul bisa dimanfaatkan dengan apik striker laskar Dampo Awang tersebut.

Dari pantauan MuriaNewsCom, setelah kesempatan di menit akhir tersebut dimanfaatkan dengan baik, tak pelak suasana gemuruh ribuan suporter PSIR menjadi pecah.

Sebelumnya, kesempatan juga didapat oleh pemain PSIR nomor punggung 9 Koko Hartanto melalui sundulan. Namun sundulan tersebut masih berada di atas mistar gawang Sragen United.

Sementara itu, Sragen United juga tak mau ketinggalan menunjukan taringnya. Meski sebagai tim tamu, namun kesempatan juga dapat dicipatakan melalui tendangan pemain nomor (10) Jodi Kurniadhi. Namun sayangnya tendangan kerasnya tersebut masih melenceng di samping gawang PSIR.

Editor : Ali Muntoha

 

Turnamen Street Soccer Bersama Sukun di CFD Grobogan Seru. Ini Juaranya

Turnamen High School Street Soccer di arena car free day (CFD) Grobogan berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan even High School Street Soccer di arena car free day (CFD) di Jalan R Suprapto Purwodadi, Minggu (21/5/2017), berlangsung seru. Selain dibanjiri penonton, jalannya pertandingan mulai babak awal hingga final juga berjalan sengit.

Dalam even yang digelar bersama Sukun Spirit of Sport tersebut, masing-masing peserta berupaya menjadi yang terbaik dalam even street soccer perdana di Grobogan tersebut.

“Animo penonton saya nilai cukup bagus. Pertandingan juga berlangsung seru dan sportif. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung acara ini. Yakni, dari Sukun Spirit of Sport, Polres Grobogan, Dinas Lingkungan Hidup, Disporabudpar, Formi dan berbagai pihak lainnya,” kata Sekretaris Asosiasi Street Soccer Indonesia (ASSI) Jawa Tengah Rochmansah Setiawan.

Tim dari MAN Purwodadi akhirnya berhasil keluar sebagai juara. Dalam laga final, MAN berhasil mengalahkan SMK Pemnas Purwodadi. Kemudian, juara ketiga diraih tim SMK Gajah Mada Purwodadi.

Untuk juara I berhak mendapatkan hadiah Rp 1,5 juta. Kemudian juara II Rp 1 juta, dan juara III Rp 750 ribu. Selanjutnya, suporter dari SMA PGRI Purwodadi dinobatkan jadi juara dan berhak dapat hadiah uang Rp 1 juta.

Tim juara, yakni MAN Purwodadi nantinya akan disertakan untuk turnamen di arena CFD Kudus, bulan Agustus 2017 mendatang. Pesertanya nanti adalah para juara High School Street Soccer dari empat kota. Yakni, Kudus, Jepara, Pati, dan Grobogan. Demikian pula tim suporter terbaik juga akan dilombakan pula dalam ajang tersebut.

“Juara di Kudus nanti akan dapat kesempatan mengikuti ajang Street Soccer di Singapura. Sedangkan untuk juara suporter akan dapat bonus ke Bali,” ungkap Rochmansah Setiawan.

Even itu digelar dalam rangka mengenalkan olahraga Street Soccer pada masyarakat Grobogan. Sebelumnya, pihaknya sudah menggelar even untuk menyosialisasikan Street Soccer ke beberapa kota. Seperti Solo, Pati, Kudus, dan Jepara.

Menurutnya, Street Soccer saat ini masih masuk kategori olahraga rekreasi. Sehingga induk organisasi masih di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan FORMI.

“Street Soccer belum masuk olahraga prestasi tetapi masih dalam kategori olahraga rekreasi. Meski demikian, antusias masyarakat sejauh ini cukup menggembirakan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Pelatih Kiper Persijap Tak Segan Cadangkan Pemain Malas

Pelatih kiper Persijap Muhamad Halim. (MuriaNewsCom/Padhang P)

MuriaNewsCom, Jepara – Penjaga gawang Persijap mendapat evaluasi dari tim pelatih. Pelatih kiper Laskar Kalinyamat Muhamad Halim mengaku tak enggan mencadangkan pemainnya jika tak menunjukan performa bagus.

“Posisi tersebut harus menunjukan performa di sesi latihan dan kesiapan serta keseriusan mendekati hari pertandingan,” ujarnya, dalam rapat internal yang digelar, Jumat (19/5/2017) sore.

Seperti diketahui,Persijap kini hanya memiliki dua penjaga gawang Susanto dan Amirul Kurniawan. Padahal idealnya untuk posisi tersebut dibutuhkan tiga orang, sebagai lapis ketiga.

Persijap sendiri pernah membuka seleksi untuk posisi tersebut, pada awal Mei 2017. Kala itu Ridwan bersama tiga pemain lain yang berposisi sebagai back dan striker diuji. Namun sayang, ia tak dilirik oleh tim pelatih. 

Susanto,  sempat menjadi pilihan utama pada laga-laga awal Persijap. Namun karena dinilai ‘over confident’ saat melawan Persibangga, ia dicadangkan. Posisinya digantikan kiper yang lebih muda, Amirul Kurniawan. 

“Dia (Amirul) hanya perlu banyak bertanding biar dewasa dalam permainan dan tepat dalam mengambil keputusan. Ia menunjukan permainan bagus saat melawan PSS Sleman karena mampu mengagalkan tendangan penalti,” tutur Halim. 

Halim menegaskan, baginya tak ada kiper utama dan cadangan. Baginya setiap penjaga gawang harus menunjukan performa serta motivasi yang kuat. Meskipun masuk dalam lini inti, namun jika tak menunjukan motivasi yang bagus maka ia tak segan untuk membangku cadangkan. 

“Semua kiper utama di Persijap, tinggal siapa yang diturunkan. Maka kami menyiapkan keduanya untuk siap dan dinilai performanya dalam sesi latihan maupun pertandingan,” tegas Halim. 

Sementara itu CEO Persijap Esti Puji Lestari bertekad akan memperbaiki kondisi komunikasi antara tim pelatih, pemain dan manajemen. Selain itu, jajaran pemain dan pelatih tidak akan mengulang kekalahan yang telah dialami Persijap selama tiga kali. 

Esti berujar, Persijap juga akan menambah pemain baru jelang leg kedua. Dirinya mengatakan ada tiga posisi yang rawan yakni kiper, tengah dan depan. “Saya menyadari perlunya pembenahan dalam tim. Saya pun setuju tim ini butuh pola pengembangan penyerangan dan lini tengah. Namun sementara menunggu bursa transfer dibuka, percayakanlah pada skema yang dimainkan pelatih,” tuturnya.

Dirinya juga mengakui, masukan yang diberikan oleh suporter sangat membangun. Namun dirinya mengingatkan, pada awal laga Persijap sempat membuat tim lain takut dan memperbaiki pola pertahanannya. 

Sementara itu pelatih Persijap Fernando Sales mengakui beban kekalahan yang diderita oleh timnya. “Kekalahan apapun adalah beban karena kami tidak mencapai tujuan. Saya sebagai pelatih harus menerima ini. Kami harus bekerja lebih keras lagi untuk membawa tim ini kembali meraih kemenangan,” paparnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Libur Ramadan Persijap Berencana Tetap Gelar Latihan

Beberapa pemain Persijap saat mengikuti latihan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur leg pertama akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Persijap Jepara. Meskipun memasuki bulan Ramadan, tim pelatih berencana tetap berlatih.

Hal ini dijelaskan oleh Pelatih Persijap Fernando Sales. Ia mengatakan, akan mencari formula agar antara permainan dan ibadah tetap selaras. 

“Selama masa jeda, saya tetap menghormati bulan Ramadan. Namun kita juga perlu meningkatkan kemampuan. Jadi saya berharap dapat mencari cara untuk menyeimbangkan ibadah dan pekerjaan (latihan),” ujarnya, Jumat (19/5/2017). 

Seperti diketahui, performa Persijap di Grup 3 Liga 2 tak menggembirakan. Dari lima laga, Laskar Kalinyamat hanya mengantongi 6 poin hasil dari kemenangan melawan PSGC Ciamis dan Persibas Banyumas.

Sementara, tiga pertandingan lain Persijap menelan kekalahan. Dua di antaranya bahkan terjadi di kandang yakni melawan Persibangga dan PSS Sleman. Sedangkan satu kekalahan lain diderita saat melawan Persip di Stadion Heoegeng Pekalongan. 

Menanggapi kekalahan beruntun tersebut, Fernando Sales meminta pemainnya untuk tetap semangat. “Saya berkata kepada mereka bahwa saya bangga akan semangat yang ditunjukan, untuk komitmen dan mereka harus tetap seperti itu. Saya yakin kami akan meninggalkan masa yang buruk ini,” ujarnya.

Terkait libur Ramadan, Fernando menyampaikan pesan khusus kepada pemain-pemainnya. “Mereka harus termotivasi setiap hari, karena mereka menggeluti pekerjaan yang mereka cintai (sepakbola). Jadi pesan saya sehabis pertandingan dan setiap hari, saya menunjukan pada mereka betapa pentingnya merasa senang dan menjaga semangat, karena mereka mewakili penggemar dan kota Jepara,” imbuhnya. 

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf berkata, skema berlatih selama ramadan akan bergantung pada pelatih kepala.  “Kalaupun ada, nantinya latihan ringan,” ungkap Yusuf.

Editor : Kholistiono

Suporter Persijap Pertanyakan Kualitas Fernando Sales

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan beruntun Persijap dalam Liga 2 menimbulkan banyak pertanyaan akan kualitas pelatih dan materi tim. Setelah kekalahan lawan PSS Sleman di kandang, Rabu (17/5/2017), respon suporter terhadap Laskar Kalinyamat pun beragam. Ada yang menghujat ada pula yang mengritik tajam agar segera terjadi pembenahan. 

Hadi Sofianto, warga Plajan, mengaku permainan yang diterapkan oleh pelatih kepala Fernando Sales tidak mewakili karakteristik Persijap. Dirinya menganggap, lisensi yang dikantongi oleh pria asal Brazil itu tak berpengaruh banyak dalam pola permainan tim.

“Sales seperti tak berpola dan tak tahu karakter Persijap. Lisensi boleh dunia tapi ini kan Persijap, main bola pendek dan keras,” ujarnya. 

Suporter lain, Turaikan, warga Bangsri menduga faktor bahasa menjadi kendala komunikasi dengan para pemain. “Pelatih asing tapi tidak ada pengaruhnya. Mungkin faktor bahasa dan belum kenal dengan sepakbola Indonesia,” tuturnya. 

Sementara itu dari ranah dunia maya, komentar netizen tak kalah pedas. Dari laman media sosial, Facebook milik Persijap banyak mengomentari pelatih dan pemainnya. Hal itu setelah akun tersebut mengunggah poin hasil pertandingan dengan PSS Sleman, Rabu (17/5/2017) lalu.

Seperti diungkapkan oleh akun netizen Mif Tah. Ia meminta tim dan manajemen berbenah diri.  “Semoga pemain dan pelatih serta oficial team menejemen bisa berbenah,ini bukan lagi ajang untuk mendidik pemain ini real game,kalo mau membina pemain bukan disini tempatnya,ini liga profesional bos cari pemain yang prefesional,jangan harap masuk liga satu jika permainan seperti ini,jauh dari harapan masyarakat jepara,ingat kalian semua ini membawa nama jepara yang notabenya kotane wong fanatik,khususnya sepak bola,” tulisnya

Sementara itu akun Deddy Taufik Ariyanto, berkata berujar untuk mengganti pelatih. “Wes ora usah do maido bozz. Kalah menang tetep persijap bozz. Harus diakui karakter permainan persijap dulu yg keras pantang menyerah alias ngotot plus ngoyo sudah hilang gak berbekas. Mungkin untuk solusi nya pelatihnya ganti mas Anjar Jambore yg sudah mengenal persijap luar dalam. Perjalanan masih jauh Jap, Tetep semangat JAP. Minimal bertahan di liga 2.”

Lain lagi komentar yang diungkapkan oleh akun Ariez Carera. Menurutnya kualitas pemain Persijap tidak bagus. “Pemain kakeyan gaya entok.. rambute do di semir.. bal2an tengah kok rak ono.. mlayu ngarep kabeh.. mlayu neng mburi kabeh.. walaupun njupok pelatih jhose mourinho nak pemaine mamulo kui2 percuma.. mending duwite gawe usaha gawe horok2 (Pemain terlalu bergaya, rambutnya saja yang disemir, bermain sepak bola kok tidak ada pemain tengahnya. Lari kedepan semua, lari kbelakang semua. Meskipun mengambil pelatih sekelas Mourinho kalau pemainnya tetap itu, percuma. Duitnya untuk usaha horok-horok saja),” sebutnya.

Fernando Sales, saat dihubungi MuriaNewsCom mengaku mahfum dengan kondisi tersebut. Menurutnya, semua kritikan yang tertuju padanya dan timnya adalah hal wajar yang diungkapkan oleh penggemar. 

“Tidak nyaman tentu saja, sekaligus kecewa, sebab kualitas kami bagus. Namun itu hal yang wajar. Jika kami menang maka kami adalah yang terbaik, namun jika kami kalah kami dicap sebagai yang terburuk. Di sepak bola sangat sederhana seperti itu,” tuturnya dihubungi lewat perpesanan instan WA, Kamis (18/7/2017). 

Lebih lanjut, pria yang mengantongi lisensi A dan B UEFA itu menganggap semua komentar terkait pemain, tak melunturkan kepercayaannya terhadap anak asuhnya. Namun demikian, ia menaruh hormat atas apa yang telah dikatakan oleh fans Persijap.

“Yang kami lakukan adalah bekerja, apa yang dikatakan atau dipikirkan oleh orang tentang pelatih dan saya tak membuat perbedaan dalam saya memercayai mereka. Saya percaya pada pemain saya dan saya yakin akan bisa melewati ini. Terkait opini orang lain saya sangat menghargai sebab mereka adalah penggemar. Namun ada perbedaan besar antara menjadi fans dan menjadi pemain serta pelatih. Jadi seperti saya katakan saya sangat menghormatinya,” pungkas Fernando Sales.  

Editor : Kholistiono

Olahraga Street Soccer Bakal Dikenalkan di Arena CFD Grobogan  

Perwakilan peserta even High School Street Soccer foto bareng usai acara temu teknik peserta even High School Street Soccer di aula kantor Disporabudpar Grobogan, Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Asosiasi Street Soccer Indonesia (ASSI) Jawa Tengah bakal menggelar even High School Street Soccer di Grobogan. Rencananya, even yang digelar bersama Sukun Spirit of Sport tersebut bakal dihelat di arena Car Free Day (CFD) di jalan R Suprapto Purwodadi, Minggu (21/5/2017).

Sekretaris ASSI Jawa Tengah Rochmansah Setiawan menyatakan, even itu digelar dalam rangka mengenalkan olahraga Street Soccer pada masyarakat Grobogan. Sebelumnya, pihaknya sudah menggelar even untuk menyosialisasikan Street Soccer ke beberapa kota. Seperti Solo, Pati, Kudus, dan Jepara.

Menurutnya, Street Soccer saat ini masih masuk kategori merupakan olahraga rekreasi. Sehingga induk organisasi masih dibawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan FORMI.

“Street Soccer belum masuk olahraga prestasi tetapi masih dalam kategori olahraga rekreasi. Meski demikian, antusias masyarakat sejauh ini cukup menggembirakan,” katanya, usai menghadiri acara temu teknik peserta even High School Street Soccer di aula kantor Disporabudpar Grobogan, Rabu (17/5/2017).

Dijelaskan, dalam even nanti ada delapan tim SMA/SMK/MA di Grobogan yang ambil bagian. Untuk peserta even tidak dikenakan biaya tetapi pihak panitia justru akan menyediakan hadiah uang tunai bagi para juara.

“Di sela-sela even kita juga akan melangsungkan lomba suporter. Untuk juaranya juga akan kita sediakan hadiah,” imbuh Ketua Panitia Cucun Sulistya.

 

Editor : Akrom Hazami

Pemain PSS Sleman Cidera Berat saat Hadapi Persijap

Tim medis sedang mengevakuasi Tedi ke ambulance, saat melawan Persijap Jepara Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – PSS Sleman mengakhiri leg pertama Liga 2 dengan manis. Melawan Persijap Jepara, Laskar Sembada mengalahkan Laskar kalinyamat 0-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

Namun para pemain PSS Sleman masih menyimpan kekhawatiran, karena seorang pemain bernomor 77 Tedi mengalami cidera di bagian leher. 

Kejadian bermula pada menit ke 87 saat Tedi hendak menghalau bola dari Pemain Persijap Riswan Danny. Bola sebenarnya telah mengenai tangan dari Tedi, setelah disepak oleh Danny. Namun, pemain PSS Sleman bernomor 77 itu justru melakukan aksi salto untuk menghalau bola. 

Salah jatuh, bagian leher dari pemain belakang PSS itu justru terhempas ke tanah terlebih dahulu. Ia sempat mengerang kesakitan sambil memegangi bagian belakang kepala. 

Setelah beberapa saat Tedi terlihat tak sadarkan diri. Tim medis langsung dipanggil ke dalam arena pertandingan dengan memberikan napas buatan dan pemberian oksigen. Tak kunjung sadar, pemain kemudian dimasukan kedalam ambulans lalu dilarikan ke rumah sakit. 

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang fatal terjadi pada pemain kami,” ucap pelatih PSS Sleman Freddy Muli, kepada pewarta, seusai pertandingan. 

Editor : Kholistiono

PSIR Bertekad Curi Poin Penuh saat Hadapi Sragen FC

Pemain PSIR saat melakukan latihan di Stadion Krida Rembang beberapa hari lalu.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PSIR bakal  menjamu Sragen FC pada laga lanjutan Liga 2,pada Sabtu (20/5/2017) di Stadion Krida Rembang.

PSIR bertekad bisa mencuri poin penuh setelah dua kali bermain imbang 1-1 ketika menjamu Persipur Purwodadi,Minggu (30/4/2017) dan PSIS Semarang, pada Kamis (11/5/2017).

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, pemain diminta untuk bisa terus mengasah performanya dan juga kondisi fisik.”Kita akui, ketika babak kedua, rata-rata pemain sudah mengalami penurunan stamina. Sehingga, permainan juga menurun dan konsentrasi juga menurun,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, meski pada kedua laga sebelumnya, PSIR selalu unggul terlebih dahulu, namun lawan akhirnya mampu menyamakan kedudukan, karena konsentrasi dan stamina pemain cenderung turun pada akhir babak kedua.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengutarakan, mengaca dari hasil dua laga sebelumnya, lawan mampu menyamakan kedudukan di babak kedua. “Untuk itu, ketika menjamu PSS Sleman, nanti kita akan tingkatkan permorma, dan pemain kami minta untuk fokus,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dinilai Kurang Respresentatif, Suporter Laskar Petir Minta Stadion Krida Bhakti Dibenahi

Suporter Persipur menyuarakan aspirasinya dengan memasang spanduk bernada pembenahan Stadion Krida Bhakti saat di salah satu laga, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski masih digunakan untuk menggelar pertandingan resmi, namun para suporter Persipur meminta agar Stadion Krida Bhakti Purwodadi dibenahi. Sebab, kondisinya saat ini dinilai sudah tidak representatif.

Permintaan pembenahan stadion bahkan sempat dilontarkan melalui spanduk saat jeda pertandingan Persipur melawan Persis Solo, Minggu (14/5/2017) lalu. Ada dua spanduk yang dibentangkan suporter di tribun barat. Spanduknya bertuliskan ‘Bu Bupati Kapan Stadion Krida Bhakti Dibangun’ dan ‘Kami Butuh Stadion Bukan Tempat Karaoke’.

Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo yang hadir dalam pertandingan itu menyatakan sependapat dengan permintaan suporter tersebut. Sebab, kondisi stadion memang perlu penambahan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

Menurutnya, untuk pembenahan stadion membutuhkan dana yang cukup besar. Pada tahun ini, ada anggaran sekitar Rp 560 juta dari APBD untuk penggantian rumput lapangan.

“Fasilitas stadion memang perlu dibenahi termasuk penambahan tribun penonton. Pembenahan harus dilakukan bertahap karena butuh dana besar. Kebutuhan paling mendesak adalah penggantian rumput lapangan. Sebab, pihak PSSI saat monitoring kesini beberapa bulan lalu merekomendasikan pergantian rumput ini ,” kata Ketua Askab PSSI Grobogan itu.

Editor : Akrom Hazami

Pengamanan Persijap Vs PSS Sleman Dibantu Personel Brimob

Pemain Persijap saat mengikuti latihan beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara sudah menyiapkan skenario pengamanan pada laga Persijap kontra PSS Sleman, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

“Besok rencananya pengamanan akan dibantu dari personel Brimob dari Pati sejumlah dua peleton. Untuk pengamanan dari polres dan polsek akan menurunkan sekitar 160 personel,” ujar Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi, Selasa (16/5/2017). 

Slamet berujar, pengamanan tidak hanya berfokus di stadion saja. Jalur yang dilewati oleh suporter PSS Sleman, juga mendapatkan perhatian khusus. Polsek yang berada di Welahan hingga Gotri akan melakukan pengamanan dibantu dengan patroli Dalmas. Adapun, jumlah pendukung klub sepak bola asal Yogyakarta itu diperkirakan 1500 sampai 2000 orang. 

“Diperkirakan sejumlah itu, jika sesuai estimasi mereka akan datang di Jepara pada pukul 12.00 sampai pukul 13.00 WIB,” imbuh Kabag Ops.

Di arena sepak bola, pihaknya akan memperketat penjagaan di pintu masuk suporter. Hal itu untuk mengantisipasi barang-barang terlarang masuk kedalam areal SUGBK. 

Menurutnya, pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan pendukung Persijap untuk turut menjaga kondifitas pertandingan. “Kemarin (Senin) kami belum sempat berkoordinasi dengan Banaspati, hari ini ada pertemuan, akan dipimpin oleh Kasat Intel. Kami akan persiapkan semaksimal mungkin agar tidak terjadi bentrok, dengan cara para koordinator suporter mengawasi dan mengecek anggotanya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persijap Arief Setiadi mengatakan telah menyiapkan 20 ribu lembar tiket. Untuk suporter lawan, telah dipersiapkan tribun khusus di sebelah selatan. “Untuk Suporter PSS Sleman, telah dipersiapkan 1000 sampai 1500 tiket,” katanya.  

Editor : Kholistiono

Jamu ISP Purworejo, Persijap Junior Target Raih Poin Penuh

Persijap Jr saat menghadapi Persikaba Jr beberapa waktu lalu. Besok, Persijap bakal menjamu ISP Jr di Stadion Kamal Junaidi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Junior menargetkan angka penuh saat menjamu ISP Junior Purworejo, pada lanjutan Piala Soeratin 2017 di Stadion Kamal Junaidi, Rabu (15/5/2017). 

Target tim pelatih Persijap Junior tak setengah hati dalam laga tersebut, meskipun hanya dengan hasil seri mereka bisa lanjut ke semifinal. Namun demikian, pelatih tak bisa memainkan pemain gelandangnya Ari Yuda Bahtiar. 

“Kami tak khawatir atas tak bisa dimainkannya Ari, karena sudah digantikan dengan Gabriel Yansinagi. Target tetap menang. Meskipun hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke 4 besar. Kami juga masih menyisakan satu pertandingan melawan Persibat Batang,” ujar Rokhilul Afwa, Asisten Pelatih Persijap Junior.  

Pemain yang akan diturunkan dalam pertandingan ini adalah, Muhammad Sirojudin (penjaga gawang), Muhammad Fikas Marreta, Erick Akbar Ekayana (C), Akhmad Anas, Ahmad Syihabuddin, Gabriel Yansinaga, Adam Aditya, Benni Syahriza alchoiri, Dieago Armando, Muhammad Tri Aditya Sakti dan Muhammad Aditya Mahendra.

Editor : Kholistiono

Pelatih Persijap Minta Pemain Kompak Hadapi PSS Sleman

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap mewaspadai betul kekuatan calon lawannya PSS Sleman, pada laga yang dijadwalkan bergulir pada Rabu (17/5/2016). Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales meminta semua lini bermain kompak, dan tak hanya menyerang namun juga menjaga barisan bertahan. 

Menurut Sales, PSS Sleman merupakan tim yang tangguh. Meskipun sempat mengalami kekalahan di kandang, akan tetapi pada pertandingan selanjutnya mereka bangkit dan mengumpulkan poin demi poin. 

“Saya telah menonton pertandingan (PSS Sleman) melawan Cilacap, Persip dan lawan lainnya. Mereka tim yang menunjukan performa yang bagus. Saat mengalami kekalahan dengan Cilacap, ada kesalahan dalam mengantisipasi serangan balik. Sekarang saya (Persijap) bersiap untuk mengadapi pertandingan,” tuturnya. 

Meskipun demikian, ia tetap optimis timnya bisa memberikan perlawanan. Hal itu lantaran, Persijap bermain di kandang.

“Kami berharap dapat mengalahkan mereka, kita harus percaya diri lantaran mereka juga bermain di kandang kita. Kita harus mempertahankan cara kita bermain seperti menghadapi Ciamis dan Persibas. Kita tak bisa mengurangi tekanan kepada lawan, memberikan kesempatan seperti bermain melawan Persip atau Persibangga. Kalau ingin memenangkan pertandingan kita harus bermain kompak,” ujarnya. 

Dari sisi strategi, Sales tetap menginstruksikan pemainnya untuk tidak mengurangi tekanan pada lawan. Namun demikian, tidak lantas melupakan sisi pertahanan. 

“Sekali pemain turun ke lapangan, mereka harus berkomitmen memberikan 100 persen kemampuan mereka dan bertanggung jawab. Kita juga tak bisa hanya serang,serang dan menyerang, namun harus memberikan tekanan serta sisi pertahanan juga tak kalah penting,” tegas Sales.

Ditanya tentang pemain anyar seperti Tommy Oropka bermain, menurut Sales pemain asal Papua itu belum bisa merumput. Hal itu karena sesuai regulasi, dirinya harus menunggu hingga leg 1 berakhir.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, kemenangan menjadi harga mati. “Menang harga mati, pemain dituntut untuk disiplin posisi jaga lawan. Ini pertandingan berat, harus fokus dan kerja keras untuk memenangkan pertandingan melawan PSS,” ungkapnya. 

Di samping itu, ia juga menekankan pada rotasi pemain dan adanya perubahan pola permainan. Dengan strategi itu, Persijap diharap dapat memetik kemenangan. 

Di samping itu, kehadiran pemain ke-12 alias suporter diharapkan menjadi pemantik semangat anak-anak Persijap. 

Editor : Kholistiono

Ini Kata Pelatih Soal Kekalahan Persijap dari Persip Pekalongan

Pemain Persijap saat melakukan latihan di SUGBK, Sabtu (13/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Fernando Sales menilai permainan terakhir melawan Persip Pekalongan, adalah performa terburuk. Hal itu karena pemain tak memainkan instruksi yang telah dibangun sejak awal. 

Seusai berlatih di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK), ia mengaku kecewa dengan penampilan timnya. 

“Permainan terakhir sangat buruk performanya, pemain tidak memainkan apa yang harus mereka tunjukkan. Padahal kita sudah memiliki rencana untuk mengejutkan mereka (Persip), namun saya tak tahu mengapa performanya begitu buruk,” ucapnya. 

Fernando berkata, dirinya telah mengetahui bagaimana pola bermain dari lawannya itu. Namun demikian, ketika ia memberikan instruksi untu bermain terbuka dan memberikan ruang untuk penyerang dan pemain tengah, hal itu justru tak dilakukan. Mereka justru keasyikan menyerang. 

“Ini bukan masalah komunikasi saya rasa, karena kita punya papan permainan yang memungkinkan pemain melihat skema permainan yang akan diterapkan. Sebagai pelatih, saya marah terhadap saya sendiri,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat melawan Persip Pekalongan di Stadion Hoegeng Kamis lalu (11/5/2017), Persijap ditekuk 0-1. Kekalahan itu merupakan yang kedua, setelah Laskar Kalinyamat dipermalukan oleh Persibangga di depan publik sendiri pada Minggu (7/5/2017). 

Namun demikian, ia meminta timnya tidak lantas terlarut dalam kekalahan. Ia tidak menilai, kekalahan yang dialami oleh timnya sebagai kesalahan satu individu atau sektor tertentu. “Evaluasinya tidak pada sektor tertentu, tapi pada keseluruhan tim,” ujarnya. 

Lebih lanjut ia meminta seluruh tim, untuk tetap kompak dan fokus dalam menghadapi pertandingan selanjutnya menghadapi PSS Sleman, pada Rabu (17/5/2017). Dirinya mengatakan pada pemain, agar selalu menjaga komitmen, dan tidak sedikitpun meremehkan lawan. 

Editor : Kholistiono

 

Main di Kandang, Skuad Laskar Petir Gagal Raih Kemenangan

Pemain Persipur mengalami kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persis, Minggu (14/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kemenangan di matchday ketiga melawan PPSM Magelang gagal terulang. Meski tampil di kandang, Persipur gagal meraih angka saat menjamu Persis Solo di Stadion Krida Bhakti, Minggu (14/5/2017).

Dalam laga yang disaksikan lebih dari 8 ribu penonton itu, tuan rumah kalah tipis 0-1. Satu-satunya gol kemenangan Persis dicetak Bayu Nugroho menit ke-65.

“Alhamdullilah kita berhasil meraih poin penuh di Purwodadi. Meski begitu, kemenangan ini tidak didapat dengan mudah. Sepanjang pertandingan, Persipur mampu memberikan tekanan pada kami,” kata pelatih Persis Widyantoro, usai pertandingan.

Jalannya pertandingan memang berlangsung dalam tempo tinggi. Beberapa kali pemain kedua kesebelasan sempat bersitegang. Akibat ketegangan ini, pertandingan bahkan sempat terhenti dua kali selama beberapa menit pada babak kedua.

Tiga kartu kuning diberikan Wasit Kuspriyanto dari Bogor dalam laga tersebut. Masing-masing buat Hasan Basro Lohy dan Jordan Foranda dari Persipur. Satu lagi diberikan untuk Widya Wahyu dari Persis.

“Kami sudah berupaya tampil all out dalam pertandingan tadi. Namun, kemenangan belum bisa kita dapatkan,” cetus Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Pertandingan melawan Persis juga menjadi catatan rekor penonton di Stadion Krida Bhakti sepanjang penyelenggaraan Liga 2. Saking banyaknya, puluhan penonton terpaksa menyaksikan pertandingan dari tepi lapangan.

Informasi dari panitia, khusus suporter Persis ada 5.000 orang yang hadir. Jumlah suporter lawan ini lebih banyak dari pendukung tuan rumah. Meski penonton membeludak, namun tidak sampai terjadi gesekan antar tifosi kedua kesebelasan.

Editor : Kholistiono

Grafik Permainan Meningkat, Wahyu Optimistis Persipur Siap Lawan Persis

Pemain Persipur melakukan latihan rutin jelang laga di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh merasa optimistis menatap laga keempat Liga 2 melawan Persis Solo, Minggu (14/5/2017). Sebab, grafik permainan timnya dinilai mengalami peningkatan dari pertandingan pertama hingga ketiga.

“Bukan soal hasil akhir yang saya nilai. Tetapi saya melihat grafik permainan sudah makin bagus. Para pemain makin padu dan bisa bekerjasama dengan baik,” kata Wahyu, Jumat (12/5/2017).

Menjelang laga lawan Persis, Wahyu mengaku tidak menyiapkan strategi khusus. Latihan yang diberikan hampir sama dengan biasanya.

Namun, ada salah satu fokus yang diberikan dalam latihan beberapa hari terakhir. Yakni, masalah finishing touch atau penyelesaian akhir.

Perhatian yang lebih pada barisan penggempur pertahanan lawan ini bisa dimengerti. Mengingat ketajaman striker Persipur selama ini belum begitu teruji. Dari tiga pertandingan yang sudah dijalani skuad Laskar Petir baru berhasil menjebol gawang lawan sebanyak 4 kali. Padahal, dalam laga tersebut, banyak peluang yang berhasil didapat.

”Salah satu persiapan yang kita lakukan menjelang duel dengan Persis adalah membenahi lini depan ini. Kita harapkan dalam pertandingan nanti, semua peluang yang didapat bisa dimaksimalkan menjadi sebuah gol,” pungkasnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Esti Siap Disalahkan Atas Kekalahan Beruntun Persijap

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari pasang badan atas dua kekalahan beruntun yang dialami Laskar Kalinyamat. Ia mengaku siap disalahkan atas kekalahan dari Persibangga dan Persip tempo hari. 

Esti mengaku menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan Persijap. Dirinya menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan kekalahan Persijap, di antaranya, kurangnya evaluasi terhadap kinerja para pemain dan tim pelatih. 

Faktor berikutnya berasal dari luar tim dan juga manajemen yang membuat konsentrasi para pemain goyah. Hal ini menurut Esti menyebabkan para pemain tidak bisa tampil secara maksimal dan akhirnya mendapatkan kekalahan secara beruntun.

Selain itu, faktor ketiga disebabkan karena dia tidak bisa menunggu langsung para pemain Persijap setiap hari. 

“Beberapa hari terakhir ini konsentrasi saya terbelah setelah menjalankan tugas negara sebagai asisten manajer Timnas Putri untuk kompetisi piala AFF 2017 di Laos. Sehingga, secara otomatis tidak bisa memberikan semangat langsung kepada para pemain di Jepara maupun saat bertanding di luar kota,” tuturnya, Jumat (12/5/2017).

Istri dari pemain sepakbola Argentina Carlos Raul Sciucatti itu sudah menunjuk pengganti dirinya untuk berkomunikasi dengan para pemain dan pelatih. Tidak hanya itu saja Esti juga mengaku selalu memantau masalah keuangan serta akomodasi tim baik saat bertanding di Jepara maupun saat bertanding di luar kota. 

Dia juga mengaku menyiapkan hotel dan kendaraan sendiri bagi para pemain di sela-sela kesibukannya mengurus Timnas Putri di Laos.

“Saya sadar, ternyata yang saya lakukan itu tidak cukup, saya tetap harus menjadi ibu harus selalu menyemangati para pemain dan pelatih setiap hari,” tulis Esti dalam rilis media, yang dikirim kan ke Murianewscom. 

Ke depan, Esti berjanji, setelah tugasnya menemani Timnas Putri di Piala AFF selesai, ia akan segera kembali ke Jepara. “Saya minta untuk suporter Jepara agar bersabar, jangan salahkan pemain ataupun pelatih, Salahkanlah saja saya, semoga pertandingan selanjutnya kita bangkit dan mendapatkan kemenangan,” tegas Esti.

Editor : Kholistiono

Sundulan Erik Bawa PSIS Imbangi PSIR

PSIR (orange) saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sundulan Erik Dwi Ermawansyah (9) di 86 mengubah kedudukan PSIS Semarang menjadi 1-1 atas PSIR Rembang dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017) sore. Sebelumnya PSIS tertinggal 0-1 lewat tendangan bebas Yoni Ustaf Bukori (11) di menit 72.

Jalannya Pertandingan

Tampil dengan kekuatan penuh, skuat PSIR sejak menit awal berinisiatif tampil menekan terlebih dulu. PSIR tampak bermain dominan, bahkan beberapa kali pemain depan PSIR di menit awal mampu merepotkan pemain belakang PSIS.

Tendangan Rudy Santoso (99) bahkan nyaris merobek gawang dari PSIS yang dijaga Awang Seto. Sayang tembakan mendatar dari Rudy masih sedikit menyamping di sebelah kanan gawang.

Tak mau dipermainkan begitu saja oleh PSIR, PSIS juga memberikan perlawanan yang agresif. Asist yang disodorkan gelandang gaek M Ridwan juga nyaris membuahkan gol. Sayang, finishing dari pemain depan PSIS masih kurang bagus.

Kedua tim yang berambisi mengincar 3 poin bermain sama sama ngotot. Jual beli serangan pun terjadi hingga paruh awal babak pertama.

Untuk peluang PSIS Semarang sendiri tercatat ada sebanyak 6, namun semuanya tidak shoot on target. Sedangkan PSIR yang memiliki peluang sembilan, dengan shoot on target 3, pada babak pertama.

Pengusaan bola pada babak pertama ini, juga masih dikuasai PSIR yakni 53, sedangkan PSIS 47. Hingga jeda turun minum skor 0-0 masih belum berubah.

Usai turun minum, kedua tim mencoba bangkit dan bermain lebih agresif. Jual beli serangan antara kedua tim tak terelakkan. Hingga pada menit ke 72, PSIR mendapatkan peluang tendangan bebas dari jarak yang sangat ideal. Persis di depan garis kotak pinalti.

Peluang ini tercipta, karena pemain PSIS Safrudin Tahar (27) melalukan pelanggaran terhadap salah satu pemain depan PSIR. Safrudin juga mendapatkan hadiah kartu kuning dari wasit akibat pelanggaran yang dilakukan.

Hadiah tendangan bebas yang dihadiahkan kepada PSIR tak disia-siakan begitu saja. Yoni Ustaf Bukhori (11) yang menjadi algojo, sukses merobek gawang yang dijaga Awang Seto, tepat di sudut kanan atas. Kedudukan pun, 1-0 untu PSIR.

Tertinggal dari PSIR, PSIS terus mencoba memberikan tekanan. Hingga akhirnya, pada menit 86, Erik Dwi Ermawansyah (9) mampu menyamakan kedudukan atas PSIR, berkat sundulannya.

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, dalam posisi babak kedua menit pertama, menurutnya pemainnya masih bersemangat. “Serangan demi serangan kita lancurkan. Namun setelah itu, kita kehabisan tenaga, performa dan lainnya. Sehingga kita kebobolan di menit akhir,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi lagi terhadap performa pemain. Supaya di saat tanding bisa selalu bugar.

Sementara itu, Pelatih PSIS Subangkit mengatakan, permainan timnya sudah apik. Namun hal itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan. “Kalau masalah evaluasi, tentunya ada. Khususnya pada sistem pertahanan dan penyerangan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Kembali Telan Kekalahan

Persijap saat melawat ke kandang Persip Pekalongan, Kamis (11/5/2017). Persip memetik kemenangan atas Persijap 1-0. (Facebook/Info Seputar Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara kembali menelan kekalahan dalam lanjutan Liga 2 Grup 3. Dalam lawatannya ke Pekalongan, Laskar Kalinyamat ditekuk tuan rumah Persip 1-0, Kamis (11/5/2017). 

Gol Persip Pekalongan lahir pada menit-menit awal pertandingan. Pemain bernomor punggung 59 Miftakhul Ulum membobol gawang yang dikawal Amirul Kurniawan sewaktu permainan memasuki menit keenam.

Memasuki babak kedua, Persijap Jepara berusaha mempertajam lini depan. Putut Ragil diganti Rendi Reovaldo di menit 47. Tujuh menit berselang, Syarif Wijianto masuk menggantikan Faumi Shahreza. 

Sayang permainan Persijap yang mulai berkembang tak dapat berbuah manis. Persip dapat mempertahankan keunggulan untuk mengamankan tiga poin. Sementara anak-anak asuhan Fernando Sales pulang tanpa angka. 

Melalui rilis resmi yang diterima MuriaNewsCom, asisten pelatih Persijap menyatakan, faktor kualitas lapangan berpengaruh pada permainan Susanto dan kawan-kawan. 

“Hasil akhir tidak bagus, tapi semangat dalam bertanding. Kerja keras bahkan bisa menguasai tapi pemain kita kurang beruntung. Permainan pemain patut diapresiasikan. Kualitas permukaan lapangan yang kurang bagus ikut menghambat permainan Persijap,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Fernando Sales. Ia mengeluhkan kondisi lapangan. “Ini adalah hasil yang buruk. Kami bermain sudah bagus dengan pola 3-5-2. Kami waspadai umpan panjang pemain Persip Coyo dan Samuel. Kami coba meredam tapi di lapangan lain ceritanya. Mereka yang menang,” tuturnya.

Perlu diketahui, Persijap kini mengantongi enam poin. Hasil itu diraih dalam dua pertandingan awal melawan PSGC Ciamis 4-1 pada Minggu (22/4/2017) dan Persibas Banyumas 1-2, Minggu (30/4/2017). 

Sementara pada laga di kandang melawan Persibangga Purbalingga Persijap justru kalah 1-0, Minggu (7/5/2017). Dengan kekalahan lawan Persip Pekalongan praktis, Persijap mengalami dua kekalahan beruntun. 

Minggu depan, Persijap menghadapi lawan berat. Tim PSS Sleman, akan bertandang ke Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK) pada tanggal 17 Mei 2017. 

Editor : Kholistiono

Babak Pertama, PSIR Ditahan Imbang PSIS

PSIR (orange) saat menjamu PSIS Semarang pada laga lanjutan Liga 2 di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PSIR Rembang untuk sementara ditahan PSIS Semarang di lanjutan Liga 2, yang berlangsung di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5/2017) sore.

Tampil dengan kekuatan penuh, skuat PSIR berinisiatif tampil menekan terlebih dulu. Hingga menit ke-11, PSIR tampak bermain dominan, bahkan beberapa kali pemain depan PSIR mampu merepotkan pemain belakang PSIS.

Tendangan Rudy Santoso (99) bahkan nyaris merobek gawang dari PSIS yang dijaga Awang Seto. Sayang tembakan mendatar dari Rudy masih sedikit menyamping di sebelah kanan gawang.

Tak mau dipermainkan begitu saja oleh PSIR, PSIS juga memberikan perlawanan yang agresif. Asist yang disodorkan gelandang gaek M Ridwan juga nyaris membuahkan gol. Sayang, finishing dari pemain depan PSIS masih kurang bagus.

Kedua tim yang berambisi mengincar 3 poin bermain sama sama ngotot. Jual beli serangan pun terjadi hingga paruh awal babak pertama.

Untuk peluang PSIS Semarang sendiri tercatat ada sebanyak 6, namun semuanya tidak shoot on target. Sedangkan PSIR yang memiliki peluang sembilan, dengan shoot on target 3.

Pengusaan bola pada babak pertama ini, juga masih dikuasai PSIR yakni 53, sedangkan PSIS 47. Hingga jeda turun minum skor 0-0 masih belum berubah.

Editor : Kholistiono