Belasan Ibu Menyusui di Magelang Keracunan Jamu Uyub-uyub

MuriaNewsCom, Magelang – Sebanyak 11 orang ibu-ibu di Kabupaten Magelang, Selasa (27/3/2018) dilarikan ke rumah sakit, karena diduga keracunan jamu tradisional uyub-uyub. Korban keracunan berasal dari dua desa, yakni Desa Sanden Kecamatan Mungkid dan Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan.

Keduanya mengalami gejala keracunan setelah meminum jamu yang biasa dikonsumsi ibu hamil dan menyusui tersebut. Mereka dilarikan ke RSUD Muntilan, setelah meminum jamu tersebut pada Senin (26/3/2018) kemarin. Jamu itu dibeli dari seorang penjual bernama Saswati.

Kesebelas pasien tersebut yakni Anik Trianingsih (37), Santi Rahmawati (27), Lusia Afriani (23), Haryanti (35), Ida Riwayati (33), Indah Saputri (22), Dias Tri Yuliani (29), Napsiah (30), Saidah (35), Sarwati (25). Seluruhnya merupakan warga Dusun Ngloning, Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Ditambah satu warga Dusun Treko 3, Desa Treko, Kecamatan Mungkid yakni Maesaroh (28).

Dilansir dari detik.com,  dokter penyakit dalam RSUD Muntilan, dr Samsul meyebut para pasien yang semuanya adalah ibu menyusui tidak dalam kondisi parah. Hanya saja, ada beberapa yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami gejala kejang-kejang.

“Tapi tremornya (kejang) itu karena jamu atau yang lain kita masih evaluasi, karena infonya mereka sudah sempat minum obat tertentu setelah minum jamu,” kata Samsul.

Adapun gejala-gejala yang dialami oleh para pasien ketika dibawa ke RSUD Muntilan seperti mual, muntah, diare, nyeri perut. “Rata-rata gejala yang dikeluhkan mirip dengan gejala keracunan,” imbuhnya.

Dari keterangan salah satu korban, ia mengonsumsi jamu uyub-uyub kemarin sore. Saat mengonsumsi tidak ada gejala apa-apa. Baru skeitar tiga jam kemudian, mulai merasakan mual dan muntah, bahkan ada yang kejang-kejang.

“Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, baru tiga jam sesudahnya, tiba-tiba kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Lusia Arfiani (23), salah seorang korban keracunan, warga Desa Senden, dikutp dari tribunjogja.com.

Direktur RSUD Muntilan, M Syukri, mengatakan, sampai saat ini kondisi seluruh korban masih dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih.

“Hingga pagi ini kondisinya masih lemah, tetapi sadar dan dapat diajak komunikasi. Mereka masih harus menjalani perawatan dan penanganan intensif dan belum diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab sakitnya kesebelas warga tersebut. Namun dari dugaan awal, para korban ini diduga mengalami keracunan akibat jamu uyub yang dikonsumsinya. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Kesehatan agar kasus ini ditindaklanjuti.

Editor : Ali Muntoha

Mengenaskan! Bocah 5 Tahun Tewas Tertimbun Longsor di Wonosobo

MuriaNewsCom, Wonosobo – Bencana tanah longsor di Wonosobo kembali memakan korban jiwa. Seorang bocah berumur 5 tahun, tewas tertimbun longsor saat berada di dalam kamar mandi rumahnya, di Dusun Krajan RT 03 RW 05, Desa Burat, Kecamatan Kepil Wonosobo.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (7/3/2018) petang kemarin. Afifah Fitria Saki (5), terjebak dan tertimbun tanah di dalam kamar mandi, saat bukit di belakang rumahnya longsor.

Tim SAR dan anggota Polri dan TNI saat mengevakuasi bocah tersebut, mendapati jika bocah tersebut masih bernafas. Petugas lalu membawa korban ke bidan desa dan mendapat laporan bahwa denyut jantung korban lemah.

Tidak ingin membuang-buang waktu, petugas langsung membawa korban ke Rumah Sakit terdekat menggunakan Mobil Patroli Polsek Kepil menuju ke RSI Purworejo. Namun pada saat dalam perjalanan, korban sudah tidak tertolong.

Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabar mengatakan, longsor yang terjadi di bukti setinggi 20 meter itu disebabkan hujan deras yang mengguyur desa tersebut.

Material longsoran langsung menimpa bagian belakang rumah korban. Sabar juga mengatakan jika saat kejadian korban berada di dalam kamar mendi.

“Saat dievakuasi jantung korban masih berdetak kemudian untuk memastikan dibawa ke bidan desa. Saat itu masih berdetak tapi lemah, korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat yakni RSI Purworejo,” katanya.

Saat ini, rumah yang dihuni 4 jiwa ini dikosongkan karena masih berpotensi longsor susulan. Apalagi hingga semalam hujan dengan intensitas tinggi masih menguyur desa tersebut.

“Penghuni lainnya saat ini mengungsi di rumah saudaranya yang lebih aman. Sedangkan untuk pemakaman korban dijadwalkan besok (hari ini) menunggu keluarganya yang berada di Jakarta,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Pasutri di Purworejo Mati Tak Wajar, Suami Tergantung Istri Tewas di Dalam Karung

MuriaNewsCom, Purworejo – Pasangan suami istri di Purworejo Ratimin (45) dan istrinya Lilik (38) ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya dalam kondisi tak wajar. Ratimin ditemukan tewas tergantung sementara istrinya meninggal di dalam karung di bawah tempat tidur.

Pasangan suami istri ini ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya di Dusun Sucen, Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Senin (5/3/2018).

Mayat keduanya ditemukan orang tua korban, Tuminah (80). Perempuan yang umurnya sudah sangat renta ini syok melihat anak dan menantunya meningghal dalam kondisi yang tak wajar.

Kejadian itu langsung membuat geger warga, dan polisi pun langsung datang ke lokasi untuk melakykan pemeriksaan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TK) Ratimin ditemukan tewas dalam keadaan tergantung seutas tali.

Sedangkan istrinya, Lilik, ditemukan tergeletak di kolong tempat tidur dalam keadaan terbungkus karung.
“Korban Ratimin ditemukan dalam keadaan tergantung sedangkam istrinya di bawah tempat tidur dan terbungkus karung,” kata Kapolsek Purworejo, AKP Mukhotib dilansir dari detik.com.

Hingga kini, penyebab kematian kedua korban masih dalam penyelidikan polisi. Untuk pemeriksaan medis lebih lanjut, kedua jenazah kemudian dibawa ke RS dr Tjitro Wardojo, Purworejo.

Editor : Ali Muntoha

Lihat Polisi Perutnya Buncit, Ini yang Dilakukan Kapolres Temanggung

MuriaNewsCom, Temanggung – Puluhan anggota Polres Temanggung ternyata memiliki badan yang gendut. Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo tak mau tinggal diam melihat kondisi ini, karena akan memengaruhi kegesitan polisi dalam bertugas.

Oleh karenanya, sekitar 50 anggota Polres Temanggung yang kedapatan perutnya buncit dan gendut, langsung diperintahkan mengikuti program pengendalian berat badan. Seperti yang dilakukan Jumat (2/3/2018) pagi tadi.

Puluhan polisi itu diharuskan kembali melakukan pembinaan fisik. Mulai dari push upsit up, dan lari keliling kota.

Kapolres menyebut, program ini juga untuk menindaklanjuti program Polri guna memperbaiki performa personel Polri yang mengalami kegemukan.

“Kalau anggota Polri memiliki bentuk tubuh yang gagah (ideal), maka masyarakat yang melihat akan suka. Kalau gemuk bisa menghambat pergerakan kita, misalnya kalau ada maling lari, terus kita mengejar, maka kita tidak bisa cepat dan sigap,” katanya.

Selain itu, dikatakan Wiyono, upaya ini juga untuk memperbaiki kesehatan anggota dengan olahraga. Program penurunan berat badan tersebut menurut dia, dengan tujuan mengembalikan tubuh personel Polri menjadi ideal.

“Tujuannya, agar tubuh mereka ramping dan sehat, karena saat melaksanakan tugas bisa bergerak lebih siap dan sigap dalam melayani masyarakat. Program ini sangat positif dampaknya, dan tujuan akhirnya adalah polisi gendut tadi dapat memiliki pustur tubuh yang ideal,” ujarnya.

Ia meminta keikhlasan anggota yang masuk program penurunan beran badan dan sadar diri terhadap kondisi fisiknya saat ini. Ia juga berharap program tersebut tidak hanya dilakukan di kantor, namun juga dilaksanakan di rumah masing-masing.

Editor : Ali Muntoha

Berani Tangkap Pejahat, 2 Warga di Magelang Diberi Penghargaan Wakapolres

MuriaNewsCom, Magelang – Aksi heroik dua warga di Kota Magelang, yang berani melawan dan mengamankan penjahat mendapat apresiasi khusus dari pihak kepolisian. Senin (19/2/2018) mereka mendapat penghargaan oleh Polres Magelang Kota.

Penghargaan diberikan Wakapolres Magelang Kota, Kompol Prayudha Widiatmoko, SIK, dalam upacara bendera, Senin pagi tadi. Dua warga yang mendapat penghargaan yakni Sumedi dan Asrur. Keduanya pegawai di Kantor Pemkot Magelang.

Dua warga ini mendapat penghargaan atas keberaniannya menangkap dan mengamankan pencuri laptop dan jam tangan yang beraksi di Kantor Pemkot Magelang.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Sumedi dan Bapak Asrur yang telah membantu tugas Polri dalam menangkap dan mengamankan pencuri laptop dan jam tangan di Kantor Pemkot Magelang,” katanya.

Selain memberi penghargaan kepada dua warga, Polres Magelang Kota juga memberi pengharagaan kepada anggotanya. Yakni Bhabinkamtibmas Tonoboyo, Aiptu Sulaeman, yang telah memberi pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat Desa Tonoboyo, Kecamatan Bandongan.

Wakapolres menjelaskan, pemberian penghargaan ini sebagai bentuk kepedulian pimpinan Polri. Serta sebagai sarana agar dapat dicontoh anggora Polri lainnya, dalam pelaksanakan tugas sehari-hari dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Selain wujud kepedulian dari pimpinan, pemberian reward kepada anggota Polri kali ini diharapkan dapat dijadikan motivasi anggota yang lain agar lebih semangat dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

4 Harimau Cari Mangsa di Kampung Kaliangkrik Magelang, Kandang Ayam Diobrak-abrik

MuriaNewsCom, Magelang – Warga di lereng Gunung Sumbing, wilayah Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, tengah dibuat gelisah dengan kabar adanya hewan buas yang diduga harimau tengah mencari mangsa ke dalam kampung. Terlebih salah satu warga sempat memergoki ada empat harimau yang berkeliaran.

Sejak sepekan terakhir, harimau ini telah mengobrak-abrik kandang ayam milik warga dan memangsa ternak yang ada di dalamnya. Kandang ayam yang diserang harimau ini salah satunya merupakan milik Nurcahyo (48) di Dusun Krajan, Desa Ngendrokilo, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang.

Kandang ayam milik warga Perum Depkes, Kramat Utara, Magelang Kota ini, telah dua kali diserang hewan buas. Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (1/2/2018), dan kejadian kedua terjadi pada Rabu (7/2/2018) kemarin. Berdasarkan keterangannya pada polisi, harimau memangsa pada malam hingga subuh.

Ia mengaku, akibat serangan hewan buas itu, puluhan ekor ternak miliknya mati. Ia pun menderita kerugian yang cukup banyak, dan warga menjadi ketakutan dengan kabar munculnya harimau ini.

”Pada kejadian pertama ada 49 ayam yang mati dengan cara aneh. Karena saat diperiksa ada bekas gigitan taring hewan buas. Kejadian kedua (Rabu) ada 18 ekor yang mati,” katanya kepada polisi.

Nurcahyo juga menyebut, salah satu pekerjanya yang bernama Nursalim (40), sempat melihat satu harimau besar bersama tiga harimau kecil tengah berada di sekitar lokasi kandang. Karena ketakutan Nursalim langsung lari terbirit-birit dan melaporkan hal itu ke Polsek Kaliangkrik.

Kapolsek Kaliangkrik, AKP Muh Buhrom menyatakan, telah memerintahkan empat anggotanya untuk melakukan pemeriksaan dan memburu harimau tersebut. Namun hingga kemarin perburuan belum membuahkan hasil.

Pihaknya juga mengumbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, dan menggiatkan ronda kampung untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

”Pemilik peternakan juga kami sarankan memasang kamera CCTV dan segera melapor jika melihat hewan buas tersebut,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tim Saber Pungli Bekuk PNS dan Tukang Parkir di Pasar Muntilan Magelang

MuriaNewsCom, Magelang – Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Kabupaten Magelang, menangkap tangan seorang PNS yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli). PNS berinisial BH (42) itu tertangkap tangan melakukan pungli pada pedagang di Pasar Muntilan, Magelang.

Penangkapan oknum PNS yang berdinas di Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang, itu dilakukan tim Saber Pungli, pada akhir pekan kemarin (Sabtu 3/2/2018). Penangkapan dipimpin Ketua Pokja Penindakan Saber Pungli Magelang, AKP Gede Yoga Sanjaya.

Pelaku selama ini ditugaskan untuk memungut retribusi dari pedagang di Pasar Muntilan. Namun dalam praktiknya, BH tak memberikan tanda bukti pembayaran, dan uang hasil penarikan retribusi tak disetor sesuai ketentuan.

Kasubbag Humas Polres Magelang, Kompol Santosa mengatakan, penangkapan dilakukan pada pukul 05.00 WIB, saat pelaku menjalankan aksinya. BH tertangkap tangan melakukan pungli, dengan modus menarik retribusi tanpa memberi bukti pembayaran.

“Setiap penjual atau lapak dipungut retribusi sebesar Rp 500 sampai dengan Rp 2.000 tergantung luas lahan yang digunakan” katanya.

Dari tangan pelaku. petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya uang sebesar Rp 1,2 juta, tanda bukti retribusi 2 bonggol.

Oknum PNS ini disangka melanggar Perda Kabupaten Magelang Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan pasal 12 huruf a UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan UURI No31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi.

Tak hanya menangkap PNS yang melakukan pungli kepada pedagang, tim Saber Pungli Kabupaten magelang juga menangkap tangan pelaku pungli parkir, berinisial MY (44), warga Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Modus yang digunakan sama, yakni menarik retribusi parkir tanpa memberi bukti retribusi kepada pemilik kendaraan. Dari pelaku petugas mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 434.000, hasil pungli.

“Kedua pelaku tersebut kini masih dalam penyidikan Satuan Reskrim Polres Magelang,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Gerebek Toko Sepatu, Densus 88 Bekuk 3 Terduga Teroris di Temanggung

MuriaNewsCom, Temanggung – Detasemen Khusus (Sensus) 88 Antiteror Mabes Polri, melakukan penangkapan tiga orang terduga teroris di Temanggung, Kamis (1/2/2018). Proses penggerebekan dilakukan di sebuah toko/grosir sepatu Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

Tiga orang yang ditangkap yakni pemilik toko Ahmad Yusuf, dan dua orang karyawan yakni Agung Nugroho dan Zaenal.

Mereka disinyalir memiliki jaringan dengan kelompok Adi Jihadi yang sama-sama pernah mengikuti pelatihan militer di Basilan, Filipina Selatan.

Dilansir Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mocgammad Iqbal, ketiga orang yang ditangkap Densus tengah diperiksa di Mapolres Temanggung. “Sekarang sedang diamankan di Mapolres Temanggung. Kita periksa,” katanya.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan dua ponsel, enam flashdisk, sebuah dompet, beberapa buku keagamaan, dan uang Rp 28 juta.

Dikutip dari detik.com, Ketua RW 1 Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Slamet Sugiharto menyebut, penangkapan berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB hingga 10.30 WIB.

“Dua orang yang ditangkap itu karyawan toko grosir sepatu sandal. Namanya Agung Nugroho dan Zaenal,” jelas Slamet.

Ia juga mengaku mendapat informasi jika sebelumnya pemilik toko telah ditangkap terlebih dahulu di Banjarnegara. Sementara penangkapan di temanggung dilakukan untuk menangkap dua karyawan toko.

“Pemilik toko, namanya Ahmad Yusuf, infonya sudah ditangkap terlebih dahulu di Banjarnegara terkait gerakan radikalisme. Nah yang diamankan ini 2 orang adalah karyawannya yang sehari-hari bekerja sebagai pramuniaga di tokonya,” terangnya.

Setelah penangkapan sempat dilakukan penggeledahan oleh polisi yang disaksikan oleh Ketua RW setempat.

“Saya diminta ikut sebagai saksi untuk menyaksikan petugas melakukan penggeledahan di toko,” kata Slamet.

Editor : Ali Muntoha

Hati-hati! Modus Kejahatan Ganjal Mesin ATM Kembali Marak

MuriaNewsCom, Kebumen – Kejahatan dengan modus mengganjal mesin ATM kembali marak di sejumlah daerah. Yang terbaru di Kebumen, tanbungan milik seorang laki-laki parah baya dikuras oleh penjahat yang berpura-pura menolong saat kartu ATM tak bisa keluar dari mesin.

Korbannya adalah Agung Riswanto (55), warga Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen. Uang tabungannya sebesar Rp 65 juta dikuras orang tak bertanggungjawab saat melakukan transaksi di mesin ATM BRI yang berada di Indomart Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, Selasa (30/1/2018) kemarin.

Uang miik korban diduga dikuras oleh orang yang pura-pura menolongnya saat kartu ATM terganjal. Pelaku berani menjalankan aksinya meski lokasi ATM berada di dalam toko modern.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Masnudin mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan kasus tersebut. Saat ini tim Resmob Polres Kebumen dan Reskrim Polsek Sempor tengah melakukan penyelidikan.

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat kroban melakukan transaksi di mesin ATM sekitar pukul 10.00 WIB. Usai melakukan tarik tunai, kartu ATM miliknya tak bisa dikeluarkan, seperti ada sesuatu yang mengganjal kartu.

“Saat korban panik, ada seorang pria menghampiri korban untuk membantu mengeluarkan. Tanpa sadar, si korban memberikan pin ATM kepada pria tersebut,” katanya.

Tidak hanya itu saja. Drama kejahatan semakin rapih, saat si pria meminta korban untuk pulang mengambil pinset di rumah.

Korban yang pada saat itu pulang ke rumah terkejut. Tiba-tiba ada pesan masuk melalui SMS Banking di ponselnya telah ada transaksi uang sebesar Rp 65 juta.

Korban yang panik, saat itu juga melaporkan ke Polsek Sempor mengenai kejadian itu. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan kasus itu,” ujarnya.

Modus kejahatan ganjal mesin ATM bukan hal pertama terjadu di Kebumen. Kasus semacam ini marak terjadi di beberapa kota di luar Kebumen. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada jika akan bertransaksi di mesin ATM.

“Jika perlu, saat akan menggunakan mesin ATM, alangkah baiknya kita gunakan mesin yang berada di kantor bank. Jika terjadi masalah segera laporkan ke petugas Satpam yang berada di bank, sehingga bisa terhindar dari aksi kejahatan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ayah di Temanggung Ini Benar-benar Bejat, Perkosa Anaknya Hingga Hamil

MuriaNewsCom, Temanggung – Kelakuan RS (40), warga Desa Pingit, Kecamatan Prongsurat, Kabupaten Temanggung ini benar-benar bejat. Ia tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang baru lulus sekolah dasar (SD).

Akibat kelakuan bejatnya, gadis bernisial WA ini sampai hamil dan tak bisa melanjutkan pendidikannya. Kini RS harus mendekam di sel tahanan setelah dibekuk Polres Temanggung.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, pelaku sudah mengakui semua tindakan bejatnya.

Henny menuturkan, berdasarkan pengakuan pelaku, awal mula terjadinya persetubuhan tersebut ketika korban meminta untuk tidur bersamanya. Namun, kesempatan itu digunakan pelaku untuk menyetubuhi putrinya tersebut.

“Selama ini pelaku tinggal di rumah bersama dua anaknya, karena istrinya kerja di Semarang sebagai asisten rumah tangga,” tutur Henny.

Menurutnya lagi, kejadian tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi hingga tiga kali dan mengakibatkan korban hamil.

Tersangka mengaku saat menyetubuhi anaknya tidak sadarkan diri, karena mengalami gangguan jiwa. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka dalam kondisi sehat secara rohani atau tidak mengalami gangguan jiwa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 76 D KUHP jo Pasal 81 UU nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan jeratan pasal itu, pelaku diancam dengan hukuman 15 tahun ditambah sepertiga karena dalam perkara ini pelaku merupakan orang tua kandung dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Editor : Ali Muntoha

Ditetapkan KPK Jadi Tersangka, Bupati Kebumen Gelar Rapat Mendadak

MuriaNewsCom, Kebumen – Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad ditetapkan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) sebagai tersangka. Mohammad Yahya ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan menerima gratifikasi.

Penetapan menjadi tersangka diketahui pada Sabtu (20/1/2018) melalui surat yang dikirimkan KPK kepada bupati. Usai ditetapkan sebagai tersangka, Mohammad Yahya langsung menggelar rapat mendadak dengan jajarannya, di ruang Jatijajar, kompleks pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen.

Dalam rapat yang dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat itu, ia juga menyampaikan kalau dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka. Surat penetapan telah diterimanya akhir pekan kemarin.

Dilansir Antara Jateng, Mohammad Yahya menyebut jika apa yang diterimanya itu bukan bentuk gratifikasi karena diberikan sebelum ia dilantik sebagai bupati. Menurut dia, pemberian itu murni dalam posisinya sebagai pengusaha dan sama sekali tidak terkait dengan jabatan.

Mendengar keterangan itu, para peserta rapat sontak kaget. Apalagi saat itu juga Mohammad Yahya menyatakan berkinginan untuk mundur dari jabatan, agar bisa fokus menghadapi masalah hukum yang dihadapinya dan tak mengganggu proses pemerintahan.

”Saya juga minta maaf atas kepada masyarakat Kebumen atas penetepan tersangka ini,” katanya.

Meski berkeinginan untuk mundur, para kepala dinas dan camat yang hadir dalam rapat tersebut meminta Mohammad Yahya untuk tidak mundur, sebelum ada keputusan pengadilan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kebumen, Mahmud Fauzi juga membenarkan jika para pejabat menyarankan untuk tak mundur dari jabatan bupati.

”Jika terpaksa harus mundur, disarankan jangan tergesa-gesa agar bisa menyelesaikan masalah-masalah krusial dulu. Seperti memastikan program-program utama dalam pengentasan kemiskinan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Kebumen Sukamto dalam siaran pers menyampaikan bupati Kebumen meminta kepada jajaran OPD bersama masyarakat untuk tetap bersemangat bekerja dan melaksanakan program-program pembangunan yang telah dicanangkan bersama.

Bupati juga beriktikad baik untuk mengikuti seluruh proses hukum dan memberikan fakta-fakta yang sebenarnya di pengadilan. “Bupati juga mohon didoakan agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesabaran dalam menjalani ujian tersebut,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Karutan Purworejo Ngaku Dititipi Uang Sancai, Tapi Bantah jadi Jaringan Narkoba

MuriaNewsCom, Semarang – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo Cahyono Adhi Satriyanto (42), ditangkap BNN dan BNNP Jateng karena diduga mengendalikan peredaran narkoba oleh jaringan Kristian Jaya Kusuma alias Sancai.

Kini Kementerian Hukum dan HAM mencopot jabatan Cahyono dan menggantinya dengan pelaksana tugas (plt). Eko Bekti Susanto, ditugaskan sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo, mulai Rabu (17/1/2018) hari ini.

Cahyono ditengarai menerima kucuran dana dari Sancai untuk memuluskan peredaran narkoba di Rutan Purworejo. Diketahui Cahyono mulai mengenal Sancai sejak Cahyono bertugas sebagai Kepala Rutan Narkoba Nusa Kambangan.

Saat diperiksa Kanwil Kemenkumham Jateng, Cahyono membantah menjadi jaringan narkoba. Meski demikian, ia tak membantah jika pernah menerima uang dari Sancai.

Namun uang itu diakuinya bukan untuk memuluskan aksi jaringan Sancai mengedarkan narkoba di penjara.

“Menurut pengakuannya ya, dia tidak terlibat jaringan narkoba. Memfasilitasi tidak, hasil pemeriksaan tadi dia pernah dikasih uang. Besaraannya cuma sedikit, sejuta (rupiah),” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Djoni Priyatno kepada wartawan.

Pengakuan Cahyono, uang yang diberikan Sancai itu merupakan uang titipan koperasi. Pemberian uang ini juga saat Cahyono masih menjabat sebagai Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan. Saat itu Sancai ditahan di penjara ini, sebelum dipindah ke Lapas Pekalongan.

“Kadang-kadang, uang istilahnya mau bayar di koperasi melalui dia. Kalau penitipan di koperesi dibenarkan, kalau melalui pegawai ini nanti didalami, menurut aturan tidak boleh,” jelasnya.

Baca : Kendalikan Narkoba di Penjara, Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun memastikan Cahyono sudah tak terdaftar lagi sebagai pegawai di Rutan Purworejo.

“Ini satu bukti kesungguhan Menkumham untuk melakukan langkah tegas terkait zero narkoba, zero toleran, termasuk pungli di seluruh jajaran,” katanya, Rabu (17/1/2018).

Untuk mengisi kekosongan setelah Cahyono ditangkap, pihaknya telah menunjuk Eko Bekti Susanto sebagai plt kepala. Eko merupakan Kepala Balai Pemasyarakatan Klaten, dan tugasnya merangkap sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo.

Menurut dia, penunjukan ini penting karena sangat mendesak. Karena ada pelayanan dan administrasi yang harus diselesaikan kepala rutan.

“Hal ini menjadi penting karena kebutuhan organisasi, institusi, karena Rutan Purworejo harus berproses memberi pelayanan dan administrasi termasuk fasilitatif keuangan dan sebagainya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Bayi Cantik Ini Dibuang di Kebun Kopi

MuriaNewsCom, Temanggung – Warga Dusun Dawunan, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Temanggung,  digemparkan dengan suara tangisan bayi di kebun kopi warga, Jumat (29/12/2017) sore. Ternyata bayi yang baru lahir tersebut sengajar dibuang orang tuanya.

Bayi itu berjenis kelamin perempuan, dan mempunyai paras yang cantik. Bayi ini kali pertama ditemukan Muh Pajar (60), warga sekitar.

“Awalnya saya bermaksud pergi ke kebun, saya kaget dan tidak percaya mendengar suara tangisan bayi ditengah jalan, kemudian saya pulang dan mengajak beberapa warga untuk memastikannya, dan benar ternyata ada bayi perempuan di sana,” katanya.

Oleh warga bayi itu kemudian dibawa ke bida desa untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan bayi perempuan itu mempunyai berat 3,2 kg dan tinggi 50 cm.

Penemuan ini juga dilaporkan ke Polsek Pringsurat. Dari hasil pemeriksaan di lokasi penemuan polisi mengamankan sebuah kaus lengan pendek warna ungu kombinasi merah dan sebuah handuk kecil warna merah muda motif bunga yang digunakan untuk menyelimuti bayi perempuan itu.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Pringsurat AKP Suwundo menerangkan, pihaknya masih menyelidiki siapa pembuang bayi tersebut.

Bayi perempuan yang ditemukan warga itu langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk selanjutnya mengikuti prosedur proses adopsi.

“Bayi yang ditemukan di bawah pohon kopi itu langsung diadopsi oleh pasangan suami istri Markamah dan Tarno warga Dusun Dawunan, Rt 01, Rw 07, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung,” pungkas Suwondo.

Editor : Ali Muntoha

Gendeng! 2 Remaja Ini Curi Motor Polisi Karena Dendam Ditilang

Dua pelaku pencurian sepeda motor milik polisi saat diamankan di Mapolres Wonosobo. (Humas Polres Wonosobo)

MuriaNewsCom, Wonosobo- Apa yang dilakukan dua pemuda di Kabupaten Wonosobo ini memang cukup gendeng dan nekat. Mereka berani mencuri sepeda motor polisi yang diparkir di halaman Polsek Kertek.

Uniknya lagi, dua pemuda ini mencuri motor polisi itu, beberapa saat setelah mereka kena tilang saat razia di depan Polsek Kertek. Saat itu, motor yang mereka tumpangi ditahan polisi, karena tak bisa menunjukkan SIM maupun STNK.

Dua pemuda nekat ini yakni Trubus (18) dan Nuratman (20), keduanya warga Desa Bowongso, Kalikajar, Wonosobo. Sementara motor yang dicuri adalah Suzuki Satria FU nomor polisi AA 6568 SF milik Rifanto, anggota Polsek Kertek.

Kapolsek Kertek, AKP Marino mengatakan, peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Kamis (14/12/2017) lalu. Saat itu, polisi tengah melakukan razia lalu lintas di depan Mapolsek.

Saat itu, dua pemuda ini dihentikan polisi yang menggelar razia. Saat diminta menunjukkan surat-surat kelengkapan, pelaku tak bisa menunjukkan sehingga ditilang dan motor ditahan,

“Karena tidak mampu menunjukkan surat-surat berkendaraan, kemudian  diberi surat tilang dan motor disita dibawa ke polsek,” katanya.

Usai kena razia, dua pelaku ternyata tak lantas pergi. Mereka justru duduk-duduk di parkiran kompleks Mapolsek Kertek menunggu razia selesai. Saat itulah keduanya melihat sepeda motor milik korban.

Mengetahui jika sepeda motor tersebut tidak dikunci stang, dua pelaku ini menghidupkan sepeda motor dengan cara dibuat korslet kabel starter.

“Setelah menyala, satu pelaku menunggu di pintu keluar untuk mengawasi kondisi sekitar. Saat keluar salah satu anggota melihat kemudian dilakukan pengejaran, namun tidak tertangkap,” ujarnya.

Polisi kemudian menyebarkan informasi dan indentitias pelaku kepada unit lalulintas. Tidak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap bersama dan barang bukti hasil curian di sebuah bengkel Dusun Pringapus Desa Maduretno Kalikajar.

“Petugas kemudian membekuk kedua pelaku dan mengamankan barang bukit. Di bengkel itu, sepedamotor curian sedang dipreteli,” bebernya.

Sementara itu, salah satu pelaku bernama Trubus berdalih  bahwa dirinya tidak berniat mencuri sepeda motor tersebut. Ia mengaku hanya meminjam sebentar sepeda motor itu karena tak punya kendaraan untuk pulang, dan akan dikembalikan lagi.

“Motor kita kena razia, jadi kita bingung mau pulang pakai apa. Kemudian kita ambil sepeda motor di parkiran, niatnya nanti kita kembalikan lagi,” akunya.

Kasus ini kini tengah dikembangkan oleh tim penyidik. Keduanya juga langsung ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor : Ali Muntoha

Kebakaran Hebat di Pasar Suronegaran Purworejo Saat Malam Natal

Petugas damkar bersama warga berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah ruko di kompleks Pasar Suronegaran Purworejo. (Foto : DetikCom)

MuriaNewsCom, Purworejo – Kebakaran hebat terjadi di kompleks Pasar Suronegaran, di Jalan Letjen Suprapto, Purworejo, Senin (25/12/2017) dinihari. Kebakaran yang terjadi di malam Natal itu mengahanguskan sebuah ruko konter.

Beruntung kebakaran tak meluas hingga merembet ke kios yang lain di kompleks pasar tersebut. Kebakaran ini juga tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasalnya, seluruh isi ruko termasuk barang-barang dagangan konter itu ludes terbakar. Dilansir DetikCom, Kasi Damkar Purworejo, Sumaji mengatakan, kebakaran yang terjadi cukup besar. Sehingga proses pemadaman juga melibatkan personel dari TNI dan Polri.

“Tiga unit mobil damkar kami kerahkan, dengan belasan personel yang dibantu TNI dan Polri. Api cukup besar, sehingga butuh waktu dua jam untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Menurutnya, setelah api padam pihaknya tetap melakukan penyemprotan di lokasi kebakaran. Ini dilakukan sebagai langkah pendinginan dan lokalisir, agar tak bara api yang tersisa tak membesar dan merembet ke bangunan lain.

Diperkirakan kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting). Ini diketahui dari keterangan saksi yang melihat api muncul dari bagian atas bangunan.

“Saksi bernama Roni (16) melihat api di atas bagian ruko konter HP yang diduga berasal dari korsleting listrik. Kemudian ia langsung ke kantor untuk melaporkan kebakaran tersebut,” lanjut Sumaji.

Setelah mendapat laporan, pihaknya mengerahkan regu A untuk meluncur ke lokasi kejadian dan melakukan pemadaman.

Hingga kini, proses penyelidikan tentang penyebab pasti kebakaran masih dilakukan pihak kepolisian.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Larang Ada Paksaan Gunakan Atribut Natal di Kebumen

Pegawai SPBU mengenakan atribut Natal saat melayani pembeli. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kebumen – Kepolisian Resor (Polres) Kebumen melarang perusahaan memaksa karyawannya untuk mengenakan atribut Natal dalam perayaan hari besar umat Kristiani ini. Tak hanya itu, pengusaha juga diminta memberikan waktu khusus bagi umat Nasrani untuk beribadah.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kebumen aman dan tentram.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada para pengusaha untuk tak memaksa karyawan nonnasrani untuk mengenakan atribut Natal. Ini dilakukan untuk menghindari adanya gesekan di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa tempat tahun-tahun sebelumnya.

”Kami minta agar tak ada paksaan kepada warga non nasrani untuk menganakan atribut Natal. Kami juga melarang adanya aksi sweeping,” katanya.

Jumat (22/12/2017) sore kemarin, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di Hotel Maxolie, untuk membahas menganai masalah ini.

Dalam kesempatan itu, ia meminta agar ormas-ormas tertentu tak melakukan aksi sweeping. Ia mengimbau, jika menemukan adanya kegiatan yang meresahkan, segera laporkan ke polisi, dan aparat yang akan membubarkan.

”Kami juga mengajak tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ini untuk menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua FKUB Kebumen, M Dawamudin. Pihaknya menginginkan Kebumen yang kondusif selama Natal dan Tahun Baru.

Ketua MUI, yang juga hadir dalam acara tersebut menginginkan agar dalam perayaan Natal, para pengusaha memberikan waktu kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah. Pihaknya juga meminta agar supaya, tidak ada paksaaan mengajak selain warganya untuk mengenakan atribut natal selama perayaan Natal.

Editor : Ali Muntoha

Tim SAR Siaga Cari Korban Lain di Tambang Maut Kaliurang yang Tewaskan 8 Orang

Tim SAR BPBD Kabupaten Magelang saat melakukan evakuasi korban longsor di area penambangan pasir Merapi di Kaliurang, Kabupaten Magelang, (Foto : Antara Jateng)

MuriaNewsCom, Magelang – Longsor di kawasan penambangan pasir di aliran Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kabupaten Magelang, Senin (18/12/2017) kemarin menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan delapan lain mengalami luka serius.

Delapan korban meninggal, yakni lima orang warga Dusun Kemburan, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang atas nama Ahmad Zaenudin, Iwan Dwi, Heri Setyawan, Yuni Supri, Muhammad. Kemudian tiga lainnya Suparno, Martono, Sumarno warga Dusun Dermo, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung.

Dilansir Antara Jateng, hingga Selasa (19/12/2017) hari ini, petugas BPBD masih siaga di lokasi longsor, jika sewaktu-waktu ada laporan korban lain yang belum ditemukan.

“Petugas kami hari ini tetap siaga di lokasi longsor untuk menunggu jika masih ada laporan orang hilang akibat longsor kemarin. Kami akan bertindak melakukan pencarian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto.

Ia menuturkan hingga pagi ini tidak ada laporan orang hilang akibat longsor tersebut.

“Sementara ini kami hanya bersiaga, tidak ada aktivitas di lokasi longsor sebelum ada laporan orang hilang, karena percuma kalau melakukan pencarian, tetapi tidak ada yang dicari,” ujarnya.

Baca : 8 Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Kaliurang Magelang

Namun, kalau memang masih ada laporan orang hilang di lokasi bencana tersebut pihaknya akan segara melakukan pencarian. 

Ia menuturkan sebanyak delapan orang meninggal akibat bencana tersebut tadi malam sudah diserahkan semua kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Editor : Ali Muntoha

8 Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Kaliurang Magelang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Megalang – Lokasi penambangan pasir di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Senin (18/22/2017) longsor. Akibatnya, delapan orang penambang pasir tewas tertimbun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, peristiwa longsor itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Longsor terjadi di tebing lokasi penambangan hingga membuat sejumlah penambang yang ada di bawahnya tertimbun material pasir dan batu.

Proses evakuasi dan pencarian langung dilakukan tim SAR yang dibantu warga sekitar. Dalam proses evakuasi, awalnya tujuh orang ditemukan sudah tidak bernyawa. Beberapa jam kemudian, tim SAR kembali menemukan satu mayat, sehingga total ada 8 korban meninggal dunia.

Selain korban meninggal dunia, bencana longsor itu juga mengakibatkan sejumlah korban luka-luka.

Cahyono, petugas Pusdalops BPBD Kabupayen Magelang menyatakan, korban meninggal dunia dan luka-luka dikirim ke RSUD Muntilan untuk menjalani pemeriksaan.

“Empat korban meninggal sudah di RSUD Muntilan. Sementara empat korban lagi proses identifikasi di lokasi oleh kepolisian,” katanya kepada wartawan.

Seluruh korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki. Menurutnya, pada saat kejadian para korban sedang melakukan penambangan pasir di Sungai Bebeng, Desa Kaliurang.

Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pencarian dan penanganan di lokasi bencana.

Editor : Ali Muntoha

Begini Tips Jadi Polisi Zaman Now Ala Wakapolres Temanggung

Wakapolres Temanggung, Kompol Prawoko. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Temanggung – Sesuai dengan perkembangan zaman, polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat juga dituntut untuk mengikuti. Wakil Kepala Polres Temanggung, Kompol Prawoko, bahkan mempunyai kiat tersendiri, agar bisa menjadi polisi zaman now.

Ia bahkan, terus mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar bisa menjadi polisi zaman now. Yakni mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak ketinggalan terhadap kemajuan teknologi saat ini.

Dikatakan Prawoko, manajemen media merupakan salah satu dari sebelas program prioritas Promoter Kapolri yang harus diperhatikan oleh seluruh anggota Polri. Khususnya dalam mengelola media sosial.

“Jadilah polisi zaman now, yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Jangan apatis terhadap tugas maupun program dari pimpinan,”  katanya saat apel pagi, di Halaman Polres Temanggung, Senin (18/12/2017).

Pada kesempatan apel tersebut, ia berpesan kepada punggawanya untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Namun harus bekerja sama antarfungsi kepolisian. Selain itu, seluruh anggotanya juga diingatkan untuk terus menjaga keharmonisan keluarga.

”Karena dengan harmonis, maka akan membawa dampak yang baik dalam pelaksanaan tugas anggota. Polres (kantor) kita ibarat rumah, sudah semestinya kita bekerja sama, bukan malah jalan sendiri-sendiri. Satu dengan lainnya harus saling terpadu,” pungkasnya

Editor : Ali Muntoha

Juragan Sapi Disekap dan Dilakban Rampok Bercadar, Uang Puluhan Juta Digondol

Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di Desa Patukrejo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Kebumen – Kelompok rampok bersenjata menyatroni rumah juragan sapi dan ayam, Komari (55) di Desa Patukrejo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen. Para perampok menyekap dan mengancam membunuh korban.

Mereka menguras barang berharga milik korban dan membawa kabur uang sebesar 48 juta. Peristiwa perampokan ini terjadi pada Senin (4/12/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut keterangan korban, jumlah perampok yang masuk ke rumahnya empat orang. Mereka membawa senjata tajam dan menutupi wajah dengan cadar.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Kebumen dan Unit Reskrim Polsek Bonorowo Polres Kebumen.

“Saat kami melakukan olah TKP, para pelaku ini diduga masuk rumah dengan cara menjebol pagar tembok utara rumah korban, selanjutnya masuk melalui pintu dapur. Keterangan korban, pelaku itu berjumlah empat orang dengan ciri-ciri memakai tutup kepala dan membawa sajam (senjata tajam),” ucap AKP Willy.

Kasus perampokan itu terbilang cukup singkat. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, para perampok sudah bisa melumpuhkan penghuni dan menguras uang milik korban. Para pelaku juga meminta korban untuk menunjukan tempat penyimpanan uang dengan kondisi mata tertutup lakban.

Kepada polisi, korban mengatakan jika rumahnya memang jarang dikunci, untuk memudahkan mengecek hewan ternaknya saat malam hari.

“Korban ini,selain usaha toko kelontong, dia juga usaha ayam petelor dan sapi. Jadi, rumahnya jarang dikunci, terutama bagian pintu dapur. Ya, untuk memudahkan mengecek ternaknya,” terangnya.

Komari merasa aman, karena sudah ada tembok bata yang mengelilingi rumahnya. Alasan itu yang membuat korban merasa aman dari pencurian. Rumah korban bagian lantai bawah adalah warung atau toko kelontong.

Keterangan Komari, saat kejadian seluruh rumah tengah tertidur lelap. Saat itu para keluarga yang terdiri dari istri, anak dan mantu korban tidur di kamar. Komari dan Isterinya di lantai dua.

Para korban ditutup mulutnya dan matanya menggunakan lakban agar tidak teriak. Korban sempat mengancam akan membunuh para korban.

Selain membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah, pelaku juga menggasak empat buah HP dan tiga slop rokok.

Editor : Ali Muntoha

Sopir Carteran Ini Nekat Gerayangi Gadis Kecil saat Orang Tuanya Tertidur

Pelaku pencabulan saat ditahan di Mapolres Kebumen. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Kebumen – Sopir carteran berinisial SB (49) warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, harus mendekam di sel tahanan setelah kepergok mencabuli bocah berusia 10 tahun.

Korbannya, Bunga (bukan nama sebenarnya) digerayangi bagian sensitif tubuhnya saat tidur di rumah saudaranya di Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen.

Saat itu pelaku yang sudah punya lima orang anak ini dicarter mobilnya oleh keluarga korban untuk mengantarkan ke Kebumen. Namun saat sampai di rumah saudara di Kebumen, pelaku justru mencoba mencabuli korban.

Hal ini juga dibenarkan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubag Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto. Willy menjelaskan, kejadian bermula saat korban tengah tertidur di rumah saudaranya. Kebetulan, posisi tidur antara korban dan pelaku tidak terlalu jauh.

Saat melakukan aksinya, pelaku sudah memperhitungkan kondisi rumah yang sepi karena sudah tidur. Beruntung korban terbangun dan berteriak saat mengetahui tubuhnya digerayangi.

“Saat semua tertidur, termasuk orang tua korban, perbuatan pelecehan dilakukan. Korban terbangun dan teriak. Malam itu juga, pelaku disidang kerabat korban. Buntutnya tersangka dilaporkan ke kami,” terang AKP Willy dikutip dari Tribratanews Polda Jateng.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/11/2017) lalu, dan saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Dengan jeratan pasal itu, tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kini SB masih menjalani pemeriksaan di Polres Kebumen. Untuk kepentingan penyidikan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti pakaian korban yang dikenakan saat peristiwa tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Perempuan Bunuh Diri di Pinggir Sungai di Kebumen

Pelaku bunuh diri tampak di pinggir sungai di Kebumen. (Sorot.co)

MuriaNewsCom, Kebumen – Perempuan paruh baya, Lasinah (50),  warga Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, ditemukan tewas bunuh diri, di titian bambu Sungai Penguyon, desa setempat, Sabtu (25/11/2017).

Salah seorang warga, Sintar, kali pertama menemukan pelaku bunuh diri itu. Saat itu, Sintar hendak beraktivitas di dekat lokasi bunuh diri. Saat itu, Sintar terkejut melihat adanya pelaku sudah tergantung.

“Saksi terus memberitahukannya ke warga lain dan melaporkannya ke polisi,” kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kassubag Humas AKP Willy Budiyanto.

Tim medis tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh pelaku. Pelaku diduga gantung diri karena depresi. Polisi berharap agar keluarga lebih peduli jika ada anggota yang mengalami depresi.   

Editor : Akrom Hazami

Usai Transaksi Narkoba, 2 Orang Ini Malah Dioyak Polisi

Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan Polres Magelang. (humas polres magelang)

MuriaNewsCom, Magelang – Tim Opsnal Satuan Res Narkoba Polres Magelang meringkus dua pemakai dan pengedar narkoba, ANH (31) dan AH (38). Keduanya warga Pucang, Secang Magelang. Mereka diamankan Kamis (23/11/2017), di pertigaan Jalan Tegalrejo Magelang setelah melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Eko Sambodo, mengatakan polisi menagkap keduanya usai adanya laporan. Yaitu adanya pelaku pengedar narkoba yang melakukan transaksi di Pasar Tegalrejo Magelang dengan berkendara mobil pikap warna hitam.

“Mendapatkan informasi tersebu,  petugas segera bergerak melakukan penyelidikan, dan benar kendaraan sesuai ciri-ciri tersebut melintas dan oleh petugas  diberhentikan serta dilakukan penggeledahan,” kata Eko.

Menurutnya, dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu bungkusan plastik berisi sabu-sabu kristal putih di taruh dekat porsneleng mobil.  “Dari keterangan pelaku barang tersebut merupakan miliknya dan akan dikonsumsi sendiri,” terangnya dari keterangan pelaku ke polisi.

Kemudian kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Satnakoba Polres Magelang guna dilakukan tes  urine. Guna penyidikan lebih lanjut keduanya kini di tahan di Rutan Polres magelang.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa  1 paket sabu-sabu beserta plastik pembungkusnya seberat 0, 58 Gram,  2 ponsel,  mobil pikap hitam AA 1864 RB beserta kunci kontak dan STNK.

Keduanya dijerat dengan Pasal : 132 jo 112 ayat (1)  UU RI no 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah, dan paling banyak Rp 8 miliar.

Editor : Akrom Hazami

1 Tewas saat Truk Tabrak Bus di Purworejo

Bus guling saat kecelakaan di Jalan Daendels, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat. (Facebook)

MuriaNewsCom, Purworejo – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Daendels, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat (24/11/2017). Kecelakaan melibatkan truk B 9787 KDC dengan bus rombongan siswa SD N Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. AA 1492 ED.

Insiden menyebabkan satu orang tewas, dan puluhan mengalami luka.  Korban tewas adalah kernet truk, Sigit (23), warga Desa Sukorini, Prambanan, Kabupaten Klaten. Adapun penumpang lainnya mengalami luka ringan. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Rizky Amalia, Temon, Kulonprogo.

Kernet bus, Kuat Riyadi (28), warga Kembaran, Kabupaten Banyumas mengatakan truk di depannya melaju dengan kencang. Tiba-tiba truk oleng ke arah kanan. Hampir saja, truk tabrak bus rombongan pertama tapi bisa menghindar. “Bus rombongan kedua tidak bisa menghindar. Tabrakan akhirnya terjadi,” kata Kuat di lokasi. Badan bus dan truk rusak parah di bagian depan.

 

Warga melihat bangkai truk yang kecelakaan di Jalan Daendels, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat. (Facebook)

 

Di lokasi, tampak bus guling hingga kaca hancur. Sejumlah warga menolong korban. Polisi dan petugas medis siaga di lokasi. Kecelakaan berakibat macetnya arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Purworejo, AKP Himawan Aji Angga mengatakan, dari keterangan saksi dan pemeriksaan polisi, bus tabrakan dengan truk. Insiden terjadi ketika truk yang dikemudikan Dwi Hartanta (21) warga Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ngebut dari Yogyakarta ke arah barat. Saat di lokasi, tiba-tiba truk oleng ke arah kanan.

Sehingga truk menabrak bus dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Wildan (28) warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.

“Truk yang dikemudikan Dwi Hartanta oleng ke kanan dan menabrak bus wisata dari arah berlawanan,” kata Himawan di lokasi.

 

Editor : Akrom Hazami

Bayi Ditemukan Terbungkus Kain Kafan di Parit di Wilayah Muntilan

Warga melihat bekas kain putih yang dipakai untuk membungkus bayi di Muntilan, Magelang. (Facebook)

MuriaNewsCom, Magelang – Geger, warga menemukan bungkusan kain berwarna putih di parit yang terletak di Dusun Tambakan, RT 01 Rw 05, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Karena mencurigakan, warga membuka bungkusan. Ternyata isinya bayi dalam kondisi meninggal dunia.

Warga melaporkan penemuan bayi ke Polsek Muntilan. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi kejadian. Petugas mengumpulkan sejumlah saksi, serta menghimpun keterangan.

Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanto mengatakan, polisi mendapatkan laporan warga soal penemuan bayi. Kali pertama, bayi ditemukan petugas kebersihan yang sedang menyapu di dekat lokasi. “Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki,” kata Mudiyanto.

Polisi menduga, pembuang bayi adalah orang tuanya. Serta kemungkinan besar bukan berasal dari warga dalam kota. Mengingat bayi dibuang di pinggir jalan. Meski demikian, pemeriksaan kasus tetap dilakukan.

Di antaranya, polisi melakukan pendataan orang hamil di wilayah setempat. Termasuk mendata bidan dan mencari info yang baru membantu kelahiran.

Pihaknya juga berkomunikasi dengan RSUD Muntilan. Bayi mengalami luka di bagian kepala. Bayi diperkirakan lahir prematur 6-7 bulan. “Beratnya 1,2 kilogram dan panjang 40 cm,” terangnya lebih lanjut.

Dia memprediksi bayi dibuang tadi malam. Dengan kondisi tali pusar telah dipotong. Pelaku pembuang bayi diperkirakan juga siap memakamkan bayi karena telah dibungus kain kafan..

Editor : Akrom Hazami