Tak Hanya Dihukum, Polisi Jateng Kena Narkoba Juga Digojlok di Kandang Brimob

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah tampaknya serius melakukan bersih-bersih terhadap anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk semakin menguatkan upaya bersih-bersih ini, polda mencanangkan program ’KUPEDULI’.

Program yang digawangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) ini merupakan upaya untuk menegakkan hukuman, perawatan dan pembinaan terpadu anggota Polri yang terlibat narkoba.

Dalam program ini, anggota maupun aparatur sipil negara (ASN) Polri yang terbukti mengonsumsi narkoba akan mendapatkan hukuman dan perawatan khusus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Propam, Kombes Pol Jamaluddin Farti mengatakan, program ini merupakan bentuk keseriusan Polda Jateng dalam menindak personel yang terlibat narkoba.

Menurut dia, oknum Polri maupun ASN yang terbukti menyalahgunakan narkoba, selain mendapat sanksi disiplin dan kode etik, serta pidana juga mendapat gemblengan melalui program ini.

”Tujuannya, untuk menghentikan sama sekali penggunaan narkoba di lingkungan anggota Polri/ASN Polda Jateng. Sehingga anggota Polri dan ASN Polri Polda Jateng bebas dari jeratan narkoba,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Rabu (28/3/2018).

Setiap anggota Polda yang mengonsumsi narkoba, akan mengikuti perawatan medis dan konseling di RS Bhayangkara Semarang.

Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan kembali mengikuti pembinaan fisik. Lokasi yang digunakan untuk pembinaan fisik ini di Markas Komando Satbrimob Polda Jateng.

”Untuk perkara pelanggaran penyalahgunaan narkoba di jajaran Polda Jateng proses hukum internalnya (disiplin/kode etik profesi) dan pelaksanaan sidangnya ditarik ke Polda Jateng,” ujarnya.

Untuk anggota yang menjalani hukuman disipilin, diberikan hukuman berupa penampatan khusus (patsus) di ruang Patsus Mapolda Jateng. Mereka yang mendapat hukuman ini dalam aktivitasnya, wajib memakai memakai rompi dan helm patsus selama menjalani hukuman.

”Setelah selesai menjalani hukuman berupa patsus tersebut, untuk penjemputan terhukum anggota Polri dilakukan oleh atasannya yaitu kasatker/kapolres di hadapan kapolda/wakapolda,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Jateng Bisa Lapor Penyelewengan Dana Desa ke Polri Pakai Android

MuriaNewsCom, Semarang – Polri meluncurkan aplikasi khusus yang bisa dimanfaatkan untuk memantau dan mengawasi penggunaan dana desa. Aplikasi tersebut bernama Sipades (Sistem Pendampingan Dana Desa).

Peluncuran Dana Desa dilakukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dalam lawatanya di Kota Semarang, sejak Kamis (22/3/2018). Aplikasi ini diinisai oleh Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, dan sudah diujicoba Desa Brokoh dan Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang sejak 28 Desember 2017 lalu.

Aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa). Aplikasi ini dimanfaatkan sebagai media pelaporan dana desa bagi Bhabinkamtibmas dan memberikan informasi kepada masyarakat secara real time berbasis web dan mobile Android tentang penggunaan dana desa.

”Program Sipades ini sangat saya dukung. Karena ini program dari presiden dengan program padat karya sehingga menstimulasi, membangkitkan ekonomi masyarakat desa,” kata Tito.

SIPADES ini terdiri dari dua komponen utama. Yaitu web dashboard yang digunakan oleh eksekutif untuk melakukan monitoring serta memberikan referensi tentang embrio permasalahan penggunaan dana desa. Serta aplikasi mobile yang bisa digunakan oleh Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengawasan penggunaan dana desa secara aktual.

Aplikasi ini juga bisa digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh informasi penggunaan dana desa, serta melaporkan permasalahan seputar penggunaan dana desa. ”Nanti 3 atau 4 bulan rutin dievaluasi. Kalau di Jateng baik, bisa jadi model di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Usai di-launching, Sipades akan diterapkan di seluruh wilayah Polda Jateng. Yakni di 7.809 desa dalam wilayah 31 Polres pada 29 kabupaten.

Baca : Dengan Sipades, Polri Jamin Kades Tak Perlu Takut Kena OTT

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko menyambut baik Sipades yang diinisiasi oleh Polri. Menurutnya, pendampingan perlu dilakukan mengingat dana desa yang saat ini digelontorkan pemerintah pusat, sangat besar.

“Sehingga bisa dipastikan sema desa bisa memanfaatkan dana desa dengan baik. Apalagi, tidak mungkin hanya mengandalkan pendamping desa yang satu orang menangani dua sampai tiga desa. Camat juga tidak mudah melakukan pengawasan per desa. Tapi dengan aplikasi yang dikenalkan ini, saya sangat mengapresiasi,” bebernya.

Heru berharap, para camat pun dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mendampingi pelaksanaan dana desa. Sehingga, bisa memantau penyerapan, penggunaan, sampai sejauh mana pertanggungjawabannya dengan lebih mudah.

“Bukan untuk memantau terus kalau ada penyimpangan mengambil langkah represif, tapi mengantisipasi lebih awal dan mencegahnya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Gedung Baru Mapolda Jateng Diresmikan Kapolri: Ini Rumah Rakyat, Bukan Kandang Macan

MuriaNewsCom, Semarang – Usai terbakar pada 2015 lalu, gedung Markas Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, sudah selesai dibangun ulang. Jumat (23/3/2018) pagi tadi, gedung baru itu diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Gedung baru itu tampak lebih megah dibangun tujuh lantai dan dilangkapi dengan helipad (landasan helicopter) di atasnya. Pembangunan gedung baru ini menelan dana mencapai Rp 182,8 miliar. Dana tersebut juga berasal dari bantuan hibah Pemprov Jateng sebesar Rp 12 miliar, yang dikucurkan pada tahun 2017.

Selain helipad, lapangan parkir juga dibangun di basement, sementara bagian atas dibangun untuk lapangan upacara.

Lahan parkir gedung ini mampu menampung 162 kendaraan roda empat, dan 90 kendaraan roda dua. Lantai basement selain untuk tempat parkir, juga menjadi kantor SPKT Polda Jateng.

Ada empat lift di gedung baru tersebut. Dari empat lift tersebut, dua berada di tengah untuk kepentingan Polda, sementara dua di ujung kanan dan kiri untuk umum.

Dalam peresmian itu, Kapolda Jateng memberikan sambutan terlebih dahulu. Ia menyebut, jika gedung baru Mapolda Jateng itu kini menjadi lokasi jujugan untuk foto selfie.

“Ada ornamen salah satu tanda keajaiban dunia yakni Candi Borobudur di pagar depan Mapolda Jateng. Ornamen inilah yang diminati banyak warga,” ujarnya.

Meski demikian, kapolda tak mempermasalahkan hal itu. Ia bahkan menyambut dengan terbuka dan berharap halaman Mapolda Jateng menjadi salah satu spot terbaik untuk berfoto. ”Jadikan gedung baru ini seperti rumah rakyat yang indah dan megah,” katanya.

Kapolri Jendral Tito Karnavian juga mengamini hal itu. Ia berharap gedung baru ini benar-benar nyaman untuk nyaman untuk rakyat. Oleh karenanya, ia meminta jajaran Polda Jateng membuat suasana kantor yang ramat dengan masyarakat sipil.

“Kepolisian adalah institusi sipil, jadi jangan buat orang yang masuk polda ini serasa masuk ke kandang macan. Buat orang yang masuk polda itu serasa masuk perbankan, disambut dengan ramah, seperti orang mau masuk mall,” kata Tito.

Ia juga menceritakan tentang lobi-lobi yang harus ia lakukan untuk membangun gedung baru ini. Saat itu Tito menjabat sebagai Asisten Perencanaan Anggaran Kapolri.

Pada saat itu, gedung Mapolda Jateng belum menjadi prioritas. Yang diprioritaskan adalah Polda Sumbar karena kena gempa, dan Polda Papua Barat. Namun menjelang akhir tahun 2015, gedung Mapolda Jateng terbakar, sehingga ia pun melakukan lobi agar gedung ini bisa segera dibangun.

Gedung ini dibangun pakai uang negara karena itu harus dikembalikan dalam wujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui gedung baru tersebut sebelumnya merupakan gedung A dan B yang difungsikan untuk ruang beberapa kesatuan di Polda Jateng, termasuk ruang kantor Kapolda Jateng. Namun pada Rabu 30 September 2015, terjadi kebakaran besar yang melumat habis gedung tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa dan dokumen-dokumen penting bisa diselamatkan, namun kebakaran tersebut menyebabkan ratusan sepeda motor yang berada di tempat parkir, ludes dilalap api.

Editor : Ali Muntoha

Jelang Pilkada 2018, 3 Kapolres dan 2 Pejabat Utama Polda Jateng Diganti

MuriaNewsCom, Semarang – Jelang Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota tahun 2018, terjadi perubahan pimpinan di jajaran Polda Jateng. Tiga kapolres dan 2 pejabat utama Polda Jateng, Selasa (20/3/2018) hari ini diganti.

Tiga kapolres yang diganti yakni, Kapolres Tegal, Kapolres Pati, dan Kapolres Grobogan. Penggantian Kapolres Tegal ini cukup mengejutkan, pasalnya Kabupaten Tegal sebentar lagi akan menyelenggarakan pilkada, dan saat ini sudah memasuki tahap kampanye pasangan calon.

Kapolres Tegal yang sebelumnya dijabat AKBP Heru Sutopo, kini dijabat AKBP Dwi Agus Prianto. Kapolres baru ini sebelumnya menjabat sebagai Pamen Baintelkam Polri.

Dalam Pilkada Tegal 2018 ada tiga pasang calon yang bertarung. Yakni Enthus Susmono (petahan)-Umi Azizah, Rusbandi- Fatkhudin, Haron Bagas Prakoso- Drajat Adi Prayitno.

Dua kapolres lain yang diganti yakni Kapolres Pati dari AKBP Maulana Hamdan, digantikan oleh AKBP Uri Nurtanti. Uri Nurtanti sebelumnya menjabat Kasubbag Bagrenmin SSDM Polri.

Sedangkan Kapolres Grobogan, AKBP Satrio Rizkiano digantikan oleh AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsional Ditlantas Polda Jateng.

Selain tiga kapolres, Polda Jateng juga melakukan penggantian dua pejabat utama. Yakni Irwasda Polda Jateng dari Kombes Pol Drs Budi Susanto digantikan Kombes Pol Drs Budi Yuwono. Budi Yuwono sebelum menjabat Irwasda di Polda Jateng, juga menjabat sebagai Irwasda di Polda DIY.

Sementara Karologistik Kombes Pol I Gede Sumatra Jaya digantikan oleh Kombes Pol Ir Mohammad Zan, yang sebelumnya menjabat Karosarpras Polda DIY.

Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Gedung Borobudur kompleks Mapolda Jateng. Condro Kirono menyebut, pergantian pejabat di lingkungan Polri merupakan hal wajar.

”Ini hal yang wajar supaya memberikan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan sebagai bekal dalam mengemban karier,” katanya.

Kapolda juga meminta kepada pejabat baru untuk cepat beradaptasi. Pasalnya tahun ini merupakan tahun politik, dan tahapan kampanye pilkda sudah dimulai, di mana tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Yang harus kita waspadai adalah penyebaran berita palsu/hoax dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut dianggap lebih mudah memengaruhi masyarakat untuk menjatuhkan elektabilitas lawan,” ujar Kapolda Jateng.

Ia juga memerintahkan pejabat baru untuk membawa jajarannya melakukan upaya-upaya preventif, preemtif dan represif untuk menjaga situasi kamtibmas di tahun politik ini aman dan terkendali.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pejabat utama baru dan kapolres, bahwa Jawa Tengah memiliki masyarakat yang kompleks. Dengan demikian tugas dan wewenang yang diberikan kepada kalian harus dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh- sungguh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Hacker Pembobol Sistem Taksi Online Dibekuk di Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Sindikat penipuan taksi online berhasil diungkap Polda Jateng. Polisi mengamankan sejumlah pelaku, termasuk satu orang hacker yang bertugas membobol dan memanipulasi sistem taksi online.

Selain itu, tujuh orang driver taksi online yang melakukan order fiktif untuk mendapat keuntungan juga diamankan. Tujuh driver taksi online ini diamankan di Pemalang, sementara satu hacker berinisial TN diamankan di Semarang.

“Sindikat tersebut menggunakan modus order fiktif. Yakni dengan memanipulasi aplikasi pemesanan untuk memperoleh keuntungan,” kata Kasubdit Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Teddy Fanani.

Menurut dia, hacker yang diamankan ini mempunyai kemampuan memanipulasi aplikasi pemesanan dan penerima pesan taksi online Grab.

Menurutnya, dalam beraksi modus yang digunakan pelaku yakni dengan menggunakan tiga aplikasi yang dimanipulasi. Aplikasi-aplikasi yang dimanipulasi itu di antaranya aplikasi pemesanan yang dimiliki konsumen, serta aplikasi penerima pesanan yang dimiliki oleh pengemudi.

“Para pengemudi ini membawa beberapa ponsel yang digunakan untuk memesan dan menerima pesanan,” ujarnya.

Dengan aplikasi yang dimanipulasi ini, para pelaku bisa melakukan pemesanan fiktif yang kemudian diterima sendiri. Order fiktif yang dilakukan biasanya mengambil jarak tempuh pendek.

Dari pesanan-pesanan itu, menurut dia, terdapat mekanisme perolehan poin yang harus dibayarkan oleh Grab kepada mitra kerjanya. “Setiap 14 poin yang diperoleh pengemudi, maka ada Rp 350 ribu yang harus dibayarkan oleh Grab,” ujarnya.

Bonus atas poin dari order fiktif inilah yang menyebabkan kerugian bagi Grab. Selain untuk taksi online, jaringan ini juga melakukan untuk ojek online.

Baca : Sindikat Penipu Taksi Online Dijebak Polisi, Ratusan HP Diamankan

Dia memperkirakan masih ada oknum pengendara taksi online yang menggunakan data fiktif. Dari tujuh driver, ternyata bukan warga Pemalang. Umumnya berasal dari Jakarta.

Sementara untuk tersangka TN sebagai teknisi sekaligus hacker yang menjual jasa memanipulasi aplikasi, kata dia, menjual Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per aplikasi.

Namun, menurut dia, tersangka biasa menjual satu paket telepon seluler sekaligus berisi aplikasi yang sudah dimanipulasi dengan harga bervariasi. Mulai harga Rp 2 juta, Rp 2,5 juta, hingga Rp 3 juta.

Hacker yang belum lama berdomisili di Semarang ini sebelumnya tinggal di Yogyakarta. Dia sempat mengiklankan diri melalui media sosial.

Atas perbuatannya, para tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Penerimaan Anggota Polri Dijamin Tak Ada Titipan, Panitia Curang Dipecat

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah menggelar ikrar rekrutmen anggota Polri yang bersih dan transparan, di Tugu Muda Semarang, Kamis (15/3/2018) malam tadi. Dengan ikrar itu, Polda Jateng menjamin tak akan ada aksi curang atau titip calon pada seleksi di tingkat Polda Jateng tahun 2018 ini.

Rekrutmen sendiri rencananya akan dimulai pada April 2018 dengan pendaftaran dilakukan secara online di website Polri.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin ikrar itu menyatakan, bahwa seluruh panitia yang terlibat dalam seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018 di tingkat Polda Jateng, telah menyatakan ikrar untuk bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

Menurut dia, untuk mendapatkan calon polisi yang berintegritas dan berkualitas, maka proses seleksinya harus bersih dan transparan. “Tidak ada lagi titip menitip,” katanya.

Ia memastikan, dalam proses penerimaan calon anggota Polri baik Bintara maupun Akpol tidak ada istilah titip menitip atau membayar karena dipastikan prosesnya gratis. “Rekruitmen calon anggota polri tidak dipungut biaya, tidak ada katabelece atau titip menitip,” kata Condro.

Bahkan menurut dia, jika ada panitia yang melakukan kecurangan maka akan langsung dipecat. Ia pun meminta warga yang mengetahui ada panitia curang untuk langsung melaporkan.

“Siapa yang masuk bintara polisi bayar, bayar ke siapa, laporkan ke saya. Kalau terbukti langsung saya pecat,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat jangan pernah percaya jika ada pihak yang bisa meloloskan ujian masuk calon anggota Polri. Termasuk orang-orang yang mengatasnamakan pejabat kepolisian.

“Jangan mau kalau ada yang mengatasnamakan anggota dan pejabat polri, bohong belaka itu,” terangnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Jateng menyampaikan bahwa penerimaan anggota Polri sangat tergantung dengan proses seleksinya.

“Dengan seleksi penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta Clear and Clean diharapkan akan memperoleh anggota Polri yang baik dalam melindungi, mengayomi dan melayani serta profesional dalam penegakkan hukum,” harapnya.

Editor : Ali Muntoha

Benarkah Pakai GPS di HP Saat Berkendara Ditilang? Ini Penjelasan Polri

MuriaNewsCom, Semarang – Belakangan terakhir beredar kabar pengendara mobil dilarang merokok dan menggunakan aplikasi GPS pada HP saat berkendara. Kabar ini mencuat seiring digelarnya Operasi Keselamatan Lalu Lintas oleh Polri mulai 5 Maret 2018.

Kabar ini membuat resah warga, terutama para driver angkutan online yang memanfaatkan aplikasi GPS di ponsel untuk bekerja.

Ternyata kabar tersebut tak sepenuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah. Dilansir dari Tirto.id, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menegaskan, Polri memang melarang pengendara menggunakan gandget seperti HP selama mengemudi.

Itu menurut dia, karena bisa menganggu konsentrasi. Namun menurut dia, larangan itu tidak berlaku apabila HP diletakkan di dashbor, seperti penggunaan Global Positioning System (GPS) saat berkendara.

Menurut Setyo hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tidak boleh itu adalah ketika mengemudi dan menggunakan HP, sehingga mengganggu konsentrasi. Kalau HP dipasang di dashbor dan di-setting sebelum dia berangkat, tidak ada masalah,” katanya.

Begitu juga dengan merokok. Menurut dia, saat mengemudi dan merokok maka tangan yang digunakan untuk memegang kemudi hanya satu. Karena tangan yang satu memegang rokok, kondisi ini menurut dia, cukup berbahaya.

Terkait penggunaan GPS di dalam mobil, Setyo menyatakan hal itu diperbolehkan, asalkan tetap fokus dan GPS harus diatur terlebih dahulu sebelum berangkat. Kemudian, harus menggunakan mode suara.

Ia melanjutkan, penilangan juga tidak akan berlaku kepada pengendara yang menggunakan headset di salah satu telinganya, asalkan kedua tangan tetap fokus memegang kemudi.

Namun, Setyo tidak menjawab tegas apakah pengendara motor yang menggunakan headset—baik di satu maupun dua telinga—akan ditilang atau tidak. Ia hanya menjawab: “Dia enggak dengar kiri-kanannya. Ya itu ‘kan bahaya juga [meski tangannya di kemudi],” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Kecelakaan Ternyata Jadi Salah Satu Penyebab Kemiskinan

MuriaNewsCom, Semarang – Polri mulai Senin (5/3/2015) hari ini hingga 25 Maret 25 Maret 2018 menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2018. Di Jawa Tengah operasi ini dimulai dengan gelar pasukan yang digelar Polda Jateng dengan melibatkan unsur TNI, Dishub dan Satpol PP.

Di Jawa Tengah operasi ini diberi nama Operasi Keselamatan Candi 2018 dengan sasaran pecnegahan hal-hal yang memicu kecelakaan lalu lintas.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono dalam amanatnya berharap jajaran Lalu Lintas mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis teknis maupun secara strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir.

“Saya juga berharap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalulintas serta terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang pelaksanaan pilkada di wilayah Jateng tahun 2018,” ujarnya.

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kemiskinan yang sistematis di masyarakat. Ia menjelaskan kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cacat tubuh dapat berdampak terhadap stabilitas perekonomian.

“Misal, seorang kepala keluarga meninggal karena kecelakaan lalu lintas, tentu anggota keluarga yang ditinggalkan akan semakin merosot tingkat perekonomiannya karena ditinggal kepala keluarganya,” katanya.

Contoh lain, kata dia, jika seorang anak mengalami cacat akibat kecelakaan lalu lintas, dibutuhkan biaya lebih untuk membiayai pengobatan serta kebutuhan hidup sehari-hari. Ia menilai asuransi sekalipun tidak akan banyak membantu kondisi tersebut.

Menurut dia, berbagai kegiatan masyarakat tidak terlepas dari arus lalu lintas. Setiap kecelakaan lalu lintas, lanjut dia, selalu didahului oleh pelanggaran lalu lintas. “Misalnya terburu-buru karena sudah terlambat sehingga menerobos lampu lalu lintas,” terangnya.

Oleh karena itu pada operasi lalu lintas kali ini, ia meminta petugas melaksanakan tugas kemanusiaan untuk keselamatan warga masyarakat. Ia meminta petugas bertindak profesional namun jangan sampai menyulitkan masyarakat.

Editor : Ali Muntoha

Ada Ulama Dianiaya, Polda Jateng Ikut Razia Orang Gila

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah menginstruksikan jajarannya untuk ikut melakukan razia terhadap orang gila yang berkeliaran di jalanan. Instruksi ini dilakukan, sebagai upaya untuk menekan adanya gangguan keamanan dan mencegah munculnya provokasi.

Kebijakan ini diambil sebagai imbas peristiwa penyerangan tokoh agama dan tempat ibadah di Jawa Timur, dengan pelaku orang gila. Razia ini telah dilakukan di beberapa tempat di Jateng dengan menggandeng Dinas Sosial.

”Di Cilacap, Kebumen dan Solo sudah dilakukan bersama Dinas Sosial. Ada 20 (orang gila) yang didapat,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Rabu (21/2/2018).

Ini dikatakan kapolda di sela-sela Rakernis Intelkam tahun 2018 di Hotel Patrajasa, Semarang. Rapat kerja ini digelar untuk mengurangi ganguan kamtibmas slama pilkada serentak 2018.

Seperti diketahui sebelumnya, KH Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah di Karangasem, Paciran, Lamongan diserang orang gila hingga mengalami luka-luka. Beberapa waktu lalu, Masjid Baiturrahim di Jalan Sumurgempol Nomor 77 Karangsari, Tuban, Jawa Timur juga dirusak orang yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolda menyebut, jajaran intel telah diperintahkan untuk melakukan deteksi dini. Sehingga peristiwa yang terjadi di Jawa Timur tak terjadi di provinsi ini, karena berpotensi memicu provokasi dan kerusuhan. “Penekanan ke jajaran intelejen harus deteksi dini untuk mereduksi ganggaun kamtibmas,” ujarnya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto bersilaturahmi ke Ponpes Al Hikmah Benda. (Humas Polres Tegal Kota)

Jajaran kepolisian diperintahkan melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama dan pondok pesantren, serta ikut salat berjamaah di pondok tersebut.

“Untuk pejabat Polda Jateng bersilaturahmi ke ulama, pendeta, dan sebagainya. Misal (untuk muslim), bermalam di pondok pesantren, melaksanakan tabligh akbar dan solat subuh berjamaah, ikut ke pondok dan masjid,” terangnya.

Untuk saat ini, hasil deteksi dini gangguan kamtibmas baik yang membawa unsur agama atau Pilkada di Jawa Tengah masih kondusif. Namun Condro meminta anggotanya tidak lengah agar tidak ada provokasi menggunakan unsur-unsur tersebut.

“Kita tidak ingin ada provokasi dengan isu agama. Hasil deteksi, di Jateng kondusif aman,” pungkasnya.

Langkah pendekatan ke tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren ini telah dilaksanakan di setiap jajaran polres, hingga ke tingkat polsek. Seperti yang dilakukan Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto beserta sejumlah pejabat utamanya, yang mengunjungi sejumlah ulama dan ponpes. Salah satunya Pondok Pesantren Al Hikmah Benda, Selasa (20/2/2018) petang dan disambut pengasuh ponpes KH Labib Shodiq Sukhaemi.

Kapolres mengatakan, melalui kunjungan tersebut pihaknya berharap bisa terjalin hubungan silaturahmi antara pondok pesantren dengan Polres. Ia berharap agar para santri membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya juga berharap agar para santri pondok pesantren tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif atau isu-isu dan informasi yang beredar dan belum tentu kebenaranya,” ujar AKBP Jon Wesly.

Editor : Ali Muntoha

Warga Jepara Pengoplos Elpiji Dibekuk Polda, Ternyata Keuntungannya Sebesar Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang warga Jepara, berinisial EH( 45) diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah karena kedapatan melakukan pengoplosan elpiji bersubsisi ukuran 3 kg.

Dari aksi kecurangan ini, EH berhasil mengantongi keuntungan mencapai Rp 60 juta. Keuntungan sebesar ini didapatkan pelaku hanya selama empat bulan.

Modus yang dilakukan yakni mengoplos elpiji ukuran 3 kg, ke dalam tabung ukuran 12 kg. Pemili gudang di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara ini dibekuk dalam sebuah penggerebekan.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan ratusan tabung elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg. Wadireskrimsus Polda Jateng, AKBP Haryo Sugiarto, Senin (19/2/2018) mengatakan, gas elpiji bersubsidi didapatkan pelaku dari wilayah Lamongan, Jawa Timur.

Elpiji bersubsidi itu diperoleh pelaku dari sejumlah pengepul dengan harga sedikit lebih tinggi dari harga pasaran. “Pelaku ini bersedia membeli hingga Rp 20 ribu per tabung,” katanya.

Elpiji-elpiji itu kemudian diangkut ke Jepara dan disuntik kemudian isinya dipindah ke tabung ukuran 12 kg. Elpiji 3 kg kemudian dipindahkan dengan cara memanasinya di atas kompor dan menghubungkannya dengan selang. Pelaku membuat sendiri alat-alat yang digunakan untuk mengoplos gas ini.

Dalam satu hari, pelaku bisa memroduksi 35 tabung elpiji 12 kg. Pelaku mengambil keuntungan sekitar Rp 50 ribu dari tiap tabung elpiji 12 Kg yang dijual di wilayah Jepara itu.

“Pengakuannya baru sekitar empat bulan beroperasi, keuntungan yang didapat selama itu mencapai Rp60 juta,” katanya.

Hingga saat ini ditreskrimsus Polda Jawa Tengah masih mengembangkan kasus ini. Termasuk bekerja sama dengan Polda Jawa Timur, untuk memburu pengepul tabung elpiji 3 Kg yang memasok kepada pelaku.

EH sendiri kini dijerat dengan Undang-undang Nomor 22/2001 tentang Migas, Undang-Undang Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 2/1981 tentang Metrologi, serta Undang-Undang Nomor 7/2014 tentang Perdagangan.

Editor : Ali Muntoha

Bulog Langsung Coret Distributor yang Jual Beras OP Jadi Beras Premium

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Urusan Logistik (Bulog) langsung mencoret distributor nakal yang menjual beras operasi pasar (OP) menjadi beras premium. Ini menindaklanjuti penangkapan yang dilakukan Tim Satgas Pangan Polda Jateng, terhadap distributor di Cilacap.

Kepala Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menjelaskan, Gudang RMU Berkah sudah beroperasi menjadi distributor beras selama lima tahun lebih, di kawasan Cilacap dan sekitarnya. Tak hanya sebagai distributor saja, melainkan sebagai mitra pengadaaan beras.

“Tentunya atas penyimpangan ini akan diberikan sanksi berupa pencoretan dari daftar mitra,” katanya.

Selain dicoret dari daftar mitra Bulog, pihak Gudang RMU Berkah pun akan dikenakan pasal berlapis yakni dijerat dengan Pasal 144 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 110 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang UndangNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Diberitakan sebelumnya Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah berhasil menemukan tindak manipulasi atas penjualan beras di Dusun Suren, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, Kabupaten Cilacap, menyusul terjadinya lonjakan harga beras di tengah masyarakat.

Baca : Duh! Beras Operasi Pasar Kok Dijual Jadi Beras Premium, Begini Akibatnya

Berdasarkan analisis harga beras di wilayah kabupaten Cilacap, harga beras premium berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 11.500 per kilogram. Berangkat dari hasil analisis ini Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan di lapangan.

Saat melakukan pengecekan ke gudang beras RMU Berkah, tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah ini menemukan praktik manipulasi beras.

Beras yang seharusnya dijual untuk operasi pasar sesuai harga eceran tertinggi (HET) diproses ulang (dipoles) dan dikemas kembali dijual sebagai beras premium yang harganya lebih mahal, Sehingga, distributor tersebut mendapatkan keuntungan lebih.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, rekanan mitra Bulog ini merukapakan CV milik pelaku berinisial S. Beras hasil manipulasi di jual diwilayah Jawa Barat.

Melalui modusnya menjual beras hasil memanipulasi Gudang beras RMU Berkah pada bulan Januari 2018 lalu mendapat keuntungan Rp 288 Juta lebih.

“Ada dua pelaku yang masih diperiksa oleh tim kami, termasuk pemilik gudang berinisial S. Beras hasil manipulasi oleh S dijual diwilayah Jawa Barat, Sukabumi dan Cianjur,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Jualan Kosmetik Oplosan Lewat Facebook, 2 Warga Pati Ditangkap Polda

MuriaNewsCom, Semarang – Peredaran kosmetik palsu dan tanpa izin semakin marak beredar dan dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook (FB). Bahkan mereka berani menyulap kosmetik biasa yang beredar di warung, menjadi obat impor.

Ini yang dilakukan dua warga berinisial SF dan WS. Keduanya kini berurusan dengan Polda Jateng karena menjual kosmetik impor palsu yang diedarkan di wilayah Winong dan Kayen, Kabupaten Pati.

Jajaran Subdit I/Indagsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, juga menyita barang bukti berbagai macam kosmetik palsu dari dua pelaku tersebut.

Kasubit I / Indagsi, AKBP Egy Adrian Suez mengatakan, produk yang mereka jual merupakan produk yang sudah beredar di pasaran. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan sengaja memanipulasi agar produk itu terkesan impor.

“Produk ini merupakan produk yang bisa dibeli di swalayan dengan harga terjangkau. Tapi diiklankan di Facebook ini produk berkualitas produk impor, dan tidak ada labelnya,” ujarnya.

Para pelaku sengaja melakukan aksi pemalsuan ini untuk medapat keuntungan yang lebih banyak. Tak sedikit pembeli yang tertipu, karena produk kosmetik yang mereka beli dikira produk impor.

Ia menyebut, produk itu ditawarkan secara online dan transaksinya melalui sistem COD atau dipaketkan.

“Pelaku membeli produk dalam jeriken. Lalu produk tersebut ditempatkan pada botol kecil-kecil dan dioplos. Produk itu tidak ada izin edarnya. Pelaku hanya menempelken stiker krim malam maupun siang,” jelasnya.

Baca : Jualan Obat dan Kosmetik Via Online Kini Diawasi Polisi dan BPOM

Produk yang sebelumnya dibeli seharga Rp 20 ribu, setelah labelnya dilepas dan dioplos, dijual kembali dengan harga Rp 35 ribu.

Menurut dia, Pengungkapan kasus manipulasi kosmetik berasal dari operasi cyber. Diketahui kosmetik tersebut telah diedarkan sejak lama di Facebook. Omzet yang didapat pelaku dari penjualan kosmetik palsu ini juga sangat tinggi, mencapai belasan juta per bulan.

“Prodruk ini ditemukan di wilayah Winong dan Kayen. Dari segi omset setiap bulan wilayah Winong mendapatkan keutungan sebesar Rp 10 juta dan Kayen sebesar Rp 15 juta,” katanya.

Pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Termasuk meneliti komposisi produk yang dimanipulasi dan dijual secara online tersebut.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menambahkan, penemuan kasus manipulasi kosmetik karena adanya patroli cyber. Dalam modusnya, pelaku juga memasang foto selebriti untuk promosi produk palsu tersebut.

“Selebritis yang menjadi bintangnyapun tidak tahu kalau iklannya seperti ini. Jadi foto-foto itu untuk memancing agar masyarakat menarik. hal inilah yang harus diwaspadai,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Duh! Beras Operasi Pasar Kok Dijual Jadi Beras Premium, Begini Akibatnya

MuriaNewsCom, Semarang – Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah membongkar praktek curang distributor beras, yang menyulap beras untuk operasi pasar (OP) dari Bulog menjadi beras premium dengan harga mahal.

Beras yang seharusnya digunakan untuk mengatasi kelangkaan, serta menyetabilkan harga di pasaran, justru dikemas menjadi beras premium. Beras Bulog yang disulap menjadi beras premium itu pun dijual ke daerah Jawa Barat.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, praktek curang itu dilakukan distributor di Cilacap. Pihaknya telah melakukan penggerebekan di gudang milik warga berinisial S di Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, dan menemukan praktik tersebut.

Modusnya, beras operasi pasar dari Bulog CSHP kemasan 15 kg, diolah dan dikemas kembali menjadi beras premium. Beras dari Bulog itu digiling ulang lalu dikemas menggunakan karung bertuliskan “Istimewa, Beras SLYP Super Cap Jago Pelung”.

“Beras Bulog dimanipulasi kemasannya jadi beras premium. Dia (pelaku) itu distributor,” kata Kapolda dalam jumpa pers di Kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Senin (5/2/2018).

Beras yang dibeli pelaku dari Bulog seharga Rp 8.100/kilogram, tidak disalurkan untuk operasi pasar, namun diolah dan di jual kembali sebagai berasi premium seharga Rp 10.000/kilogram.

Dari hasil praktek culas ini, pelaku bisa mengantongi uang ratasan juta rupiah dalam sebulan. Kapolda mencontohkan, selama bulan Januari 2018, pelaku sudah melakukan pengambilan beras ke Bulog sebanyak 15 kali, sebanyak 151,9 ton.

Dengan jumlah itu, keuntungan yang didapat pelaku setelah menjual beras Bulog menjadi beras premium sebanyak Rp 288 juta, selama satu bulan.

Padahal S diketahui sudah 5 tahun menjadi rekanan Bulog. Namun polisi masih melakukan pendalaman, sejak kapan praktek curang ini dilakukan.

Hingga kini S masih dalam pemeriksaan aparat kepolisian. Tim Satgas Pangan Polda Jateng juga mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk ratusan karung beras Bulog yang telah disulap jadi beras premium.

Editor : Ali Muntoha

Tak Punya SIM A Umum Sopir Taksi Online Bakal Ditilang

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah mewajibkan seluruh sopir taksi online mempunyai SIM A Umum. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Februari 2018. Jika tetap beroperasi dengan SIM A biasa, sopir taksi online bisa ditilang.

Ketentuan tentang hal ini diatur dalam Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Polda Jawa Tengah juga menyosialisasikan aturan ini. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan menggencarkan sosialisasi mengenai ketentuan ini.

Kepolisian, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Dinas Pehubungan, Organda, serta pengusaha penyelenggara angkutan.

Menurut dia, sosialisasi akan menyasar pada komunitas pengemudi taksi daring agar tujuan yang akan dicapai lebih efektif. “Sosialisasi akan lebih efektif melalui komunitas,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Ia menyebut, pelaksanaan Permenhub 108 berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Taksi online, dimasukkan dalam kategori angkutan umum, lantaran beroperasi dengan mengangkut penumpang.

Oleh karena itu, kata dia, unsur keselamatan penumpang harus menjadi perhatian. “Taksi online menarik biaya dari penumpang, sehingga secara kaidah masuk dalam kategori angkutan umum,” katanya.

Ia menegaskan aturan tersebut diyakini akan lebih menguntungkan bagi taksi online. Terlebih payum hukum yang mengatur tentang keberadaan angkutan online saat ini sudah jelas.

Editor : Ali Muntoha

Polda dan Kodam Berjibaku Buru Postingan Hoax dan SARA di Medsos

MuriaNewsCom, Semarang – Tahun 2018 dan 2019 menjadi tahun politik, karena berbarengan dengan pilkada serentak dan pileg serta pilpres. Pada tahun-tahun politik ini, diyakini media sosial akan dibanjiri dengan postingan meresahkan berkaitan dengan SARA, pelecehan maupun kampanye hitam.

Jajaran kepolisian kini telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memantau, memburu, dan menindak berbagai ujaran kebencian dan black campign. Satgas ini terdiri dari berbagai macam satuan, mulai dari tim cyber patrol, intelijen, reskrim umum maupun reskrim khusus.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar Abriari menyebut langkah ini sebagai bentuk antisipasi dalam perkembangan media digital.

“Melalui media online dan internet, orang sudah bisa menyerang yang lainnya dan ini adalah transformasi Pemilu zaman now. Zaman dulu, mahasiswa-mahasiswa hobi pakai pamflet dan disebar tapi penetrasinya terbatas. Sekarang polisi tidak nangkapi penyebar pamflet, tapi lebih sibuk menatap komputer yang poster buat meme,” kata Lukas, Jumat (19/1/2018).

Baca : Temukan Kampanye Hitam Pilgub? Laporkan dengan Cara Simpel Ini

Selain Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro juga ikut berjibaku menyisir dan menangkal peredaran berita-berita hoax dan meresahkan. Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Sapta Marwindu Ibraly mengatakan, kodam memiliki unit siber khusus yang bertugas menangani hal ini.

“Perintah dari atasan, kita harus netral. Sesuai dengan tugas fungsi Penerangan, kita harus menyikapi dan mencegah jangan sampai ada berita hoax. Kita harus tangkal. Tim penerangan kita sendiri ada yang khusus menangkal informasi hoax, agar tidak menyebar di masyarakat,” kata Sapta.

Lebih lanjut Sapta menjelaskan, terkait dengan gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Jateng pihaknya juga tetap ambil bagian menyaring informasi hoax yang beredar di medsos.

 

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Perusahaan dan 8 Hotel di Jateng Kedapatan Gunakan Elpiji 3 Kg

MuriaNewsCom, Semarang – Jajaran kepolisian di wilayah Polda Jateng selama beberapa hari terakhir, aktif melakukan pemantauan penggunaan gas bersubsidi. Polisi juga memeriksa penyelewengan penggunaan gas bersubsidi tersebut.

Termasuk penggunaan gas 3 kg untuk tempat usaha nonmikro. Data yang masuk ke Polda Jateng, selama sepekan ada 1.173 tempat usaha nonmiro yang diperiksa pihak kepolisian di seluruh Jawa Tengah.

Hasilnya, sebanyak 452 unit usaha melakukan pelanggaran penggunaan gas 3 kg. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah dari ratusan penyelewengan penggunaan gas 3 kg itu, delapan di antaranya merupakan hotel.

Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari di Semarang mengatakan, temuan itu merupakan bagian dari kegiatan monitoring penggunaan LPG bersubsidi pada usaha non-mikro di wilayah tersebut.

“Sidak dilakukan di berbagai tempat usaha yang tidak berhak menggunakan LPG bersubsidi tersebut,” katanya.

Selain delapan hotel, diketahui 355 restoran, 52 peternakan dan lima toko roti diketahui melakukan pelanggaran. Polisi menemukan 4.046 tabung elpiji 3 kg yang tidak sesuai sasaran penggunanya.

Ia menuturkan teguran lisan disampaikan kepada para pengusaha pengguna elpiji 3 kg yang bukan peruntukannya. “Langkah selanjutnya kami serahkan ke dinas perindustrian dan perdagangan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Polda Jateng Pecat 50 Polisi Secara Tak Hormat, 4 Perwira Juga Kena

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mencopot seragam polisi anggota yang dipecat secara tidak hormat, Jumat (29/12/2017). (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah memecat dengan tidak hormat 50 polisi yang bertugas di wilayah Jateng selama tahun 2017. Dari jumlah itu, 24 polisi dipecat pada Jumat (29/12/2017) hari ini melalui upcara pemecatan dengan tidah hormat (PTDH) di halaman Mapolda Jateng.

Sementara 26 polisi lain dipecat pada pertengahan 2017. Dari total polisi yang dipecat ini, empat di antaranya merupakan perwira. Proses pemecatan empat perwira ini dilakukan di Mabes Polri

Mereka terbukti melakukan pelanggaran berat dan tindak pidana, sehingga diberi sanksi terberat.

Pemecetan ditandai dengan upacara pencopotan seragam polisi yang dilakukan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Pencopotan seragam ini diwakili dua polisi yang dipecat.

Kapolda Jateng mengatakan, jumlah polisi yang dipecat tahun ini mengalami peningkatan drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 orang. Ia menyebut pelanggaran terbanyak yang dilakukan yakni desersi, kode etik, lalu disusul narkoba.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan upata bersih-bersih di lingkungan kepolisian dari oknum tak bertanggungjawab.

“Ini bentuk komitmen polri dalam memberikan hukuman bagi anggota yang menyakiti masyarakat, melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Sementara itu secara keseluruhan, jumlah anggota polisi yang dipecat di berbagai kesatuan wilayah di Jawa Tengah mencapai 50 orang.

Ia menuturkan upaya bersih-bersih di lingkungan kepolisian akan terus dilakukan agar para oknum tidak menciderai Polri. Selain memberhentikan pihaknya juga memberikan penghargaan bagi yang berprestasi setiap bulannya pada tanggal 17.

“Yang berprestasi ini jadikanlah contoh, yang PTDH jadikan introspeksi, kalau memang kesulitan berprestasi ya cukup berbuat baik sajalah, jangan melakukan pelanggaran itu sudah cukup bagi institusi,” terangnya.

Selain itu, pada ada 1.100 polisi yang memperoleh kenaikan pangkat mulai 1 Januari 2018. Upacara kenaikan pangkat dilakukan bersamaan dengan upacara PTDH.

Editor : Ali Muntoha

Benarkah Penjahat Takut Lihat Sinar Biru Mobil Polisi?

Anggota polisi sedang melaksanakan ble light patrol dengan membawa senjata, untuk mengantisipasi aksi kejahatan. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak beberapa waktu terakhir, jajaran kepolisian dari tingkat polres hingga polsek-polsek gencar menggelar blue light patrol. Yakni patroli menggunakan mobil dan menyalakan rotator berwarna biru.

Patroli ini kerap digelar pada malam hari. Sasarannya, objek-objek vital, perkantoran, mini market, dan tempat-tempat rawan kejatan. Diyakini, dengan patroli ini akan mampu mencegah aksi kejahatan. Karena penjahat akan takut saat melihat nyala sinar biru polisi. Benarkah demikian?

Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo, menyebut blue light patrol atau Patroli Sinar Biru merupakan langkah preventif dan efisien guna mencegah pelanggaran maupun kriminalitas yang terjadi di jalanan pada waktu malam atau dini hari.

“Giat ini juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti aksi curat, curas, dan curanmor. Karena saat orang melihat lampu sirine biru menyala dan berpatroli, tentu seseorang akan mengurungkan niatnya untuk berbuat kejahatan, karena kesempatan untuk berbuat jahatnya sudah kita antisipasi,” katanya.

Blue Light Patrol difokuskan dan dilaksanakan pada waktu malam sampai dengan dini hari. Dengan adanya nyala lampu rotator dan sirine dari mobil polisi masyarakat akan mengetahui keberadaan anggota Polri sehingga merasa aman.

Blue light patrol yang dilakukan jajaran kepolisian untuk membuat masyarakat merasa nyaman. (Tribrtanews Polda Jateng)

“Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.

Kabagops Polres Kudus Kompol Tugiyanto mengatakan, patroli ini dilaksanakan secara terjadwal dengan titik-titik tertentu yang dianggap mempunyai kerawanan kejahatan dan kriminalitas termasuk rawan kecelakaan.

Bahkan hal ini akan ditambah intensitas dan jaraknya sampai ke pelosok desa yang jarang tersentuh kehadiran polisi.

“Harapannya dengan dilaksanakannya blue light patrol ini mampu mencegah terjadinya kejahatan jalanan baik itu perampokan, curat, curas dan curanmor di seluruh wilayah,” terangnya.

Upaya serupa juga dilakukan Polsek Batealit, Jepara. Kapolsek Batealit AKP I Nyoman Garma Rabu (27/12/2017) menyebut, dengan “blue light patrol”, masyarakat akan menyadari kehadiran polisi di tengah-tengah mereka, sehingga akan merasa nyaman. Selain itu, seseorang yang berniat jahat akan membatalkan niat jahatnya.

“Dengan dilaksanakan kegiatan patroli pada malam hari dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru ini di harapkan dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan yaitu curat, curas, maupun curanmor di wilayah Polsek Batealit Polres Jepara,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Hingga Tahun Baru Menhub Ngantor di Semarang

Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau arus lalu lintas musim libur Natal dan Tahun Baru di Pemalang. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Arus mudik musim libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, akan ngantor di posko Semarang, hingga perayaan Tahun Baru usai.

Menhub akan ikut memantau secara langsung arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang rentan terjadi kemacetan dan kepadatan arus.

“Kami sengaja mengunjungi sejumlah titik, seperti halnya di jalan tol Brexit Kabupaten Brebes dan ke Pemalang. Sekarang, kami akan menyelesaikan (kemacetan) arus mudik maupun balik agar berjalan dengan baik dan lancar,” katanya dikuti dari Antara Jateng.

Ia mengatakan, koordinasi antarinstansi untuk mengatur arus mudik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 telah berjalan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan yang luar biasa. 

“Saya pikir jika kita melakukan mudik libur Natal dan Tahun Baru 2018 ini masih relatif gampang. Karena waktu yang dibutuhkan cukup panjang yaitu mulai 26 Desember 2017,” ujarnya.

Menurutnya, jikapun ditemukan adanya ketersendatan arus, itu dianggap masih dalam batas wajar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan masing-masing kapolres untuk pengaturan arus lalu lintas kendaraan.

“Tadi (Minggu 24/12/2017), saya bicara dengan Kapolres Pekalongan, Pemalang, dan Brebes untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalur pantura agar bisa lancar,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Napi Teroris di Jateng Dipantau Selama Natal dan Tahun Baru

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan jika ancaman teror pada perayaan Natal tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 belum terlihat. Meski demikian, seluruh jajaran kepolisian disiagakan untuk melakukan antisipasi.

Di Polda Jateng, ancaman terorisme dilakukan dengan mengerahkan kemampuan intelijen baik dari kepolisian maupun TNI.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Densus 88 untuk memetakan daerah rawan serangan teror dan napi-napi terorisme di Jawa Tengah.

”Dari komunitas intelijen Polda dan Kodam sudah mempersiapkan mapping. Termasuk monitor eks napi teroris di Jawa Tengah dengan Densus 88,” katanya.

Sementara untuk Operasi Lilin Candi 2017 pihaknya mengerahkan 170.304 personel. Yang terdiri atas 90.057 personel Polri, 20.070 personel TNI, serta 60.177 personel dari instansi terkait dan komponen masyarakat.

Ia menambahkan, untuk mengatur arus lalu lintas jelang Natal dan Tahun Baru 2018, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Sebab, Brexit diprediksi masih menjadi salah satu titik kemacetan.

“Terkait lalu lintas, diprediksi akan terjadi kepadatan di Brexit, karena memang Natal dan Tahun Baru ini tol fungsional waktu Lebaran tahun lalu masih dikerjakan untuk kesiapan Lebaran tahun 2018. Kalau antrean di Brexit mencapai satu kilometer, Polda Jabar akan mengalihkan exit Palimanan keluar,” ujarnya.

Tak hanya ancaman terorisme, kestabilan harga bahan pokok, dan arus mudik dan arus balik yang perlu diprediksi jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana alam juga harus tetap waspada. Karena musim penghujan diprediksi berakhir pada Februari mendatang.

“Kita selalu melakukan patroli. Kita punya grup kalahar BPBD dan mereka menyampaikan terus-menerus (informasi peringatan bencana). BMKG akan membantu titik-titik yang rawan longsor dan banjir. Bahkan mereka punya aplikasi seperti Waze yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kapolri Pastikan Tak Ada Ancaman Teroris di Jateng Selama Natal

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi persiapan pos pengamanan Operasi Lilin Candi 2017 di Brebes. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian memastikan hingga kini belum ada ancaman teror untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Meski demikian, polisi tetap tak akan lengah, dengan mengetatkan pengawasan.

Ia menyebut, potensi terorisme tetap ada, terlebih beberapa tahun lalu di Jawa Tengah terjadi aksi teror di salah satu gereja di Solo. Pihaknya mengantisipasi agar kejadian itu tak terulang.

“Natal dan Tahun Baru 2018 ada beberapa potensi ancaman, di antaranya terorisme. Di Jawa Tengah, dulu ada salah satu gereja di Solo saat misa ada ledakan dan ada korban di sana. Ada peristiwa beberapa polisi yang ditembak pada saat melakukan pengamanan,” katanya.

Kamis (21/12/2017) kemarin, Kapolri turun ke Jawa Tengah untuk meninjau persiapan pengamanan dalam Operasi Lilin Candi 2017 Polda Jateng. Kapolri meninjau Pos Pengamanan Terpadu area gerbang Tol Brebes Timur (Brexit).

Meski belum ada informasi tentang rencana serangan teror, namun Kapolri tidak ingin jajarannya lengah. Dia meminta jajaran Polri di setiap wilayah di Tanah Air menyiapkan pengamanan, khususnya di tempat-tempat ibadah.

“Sampai hari ini tidak ada informasi rencana serangan teror dari hasil penyidikan kita. Namun kita tidak ingin underestimate atau menganggap remeh. Kita berusaha mempersiapkan pengamanan di tempat-tempat ibadah, termasuk mengajak warga dan ormas-ormas Islam yang biasa berpartisipasi dalam mengamankan tempat-tempat ibadah,” jelasnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga memperingatkan pelaku mafia pangan dan sembako agar tidak memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru 2018 untuk meraup laba. Apabila hal itu terjadi, pihaknya memastikan pelaku monopoli pangan itu akan dijerat dan diproses hukum.

“Pelaku-pelaku mafia pangan, monopoli pangan, kartel pangan dan sembako jangan mengambil keuntungan di tengah masyarakat yang bergembira dalam merayakan Natal dan akhir tahun. Kalau ada, nanti akan kita proses hukum. Kita akan operasi pangan,” tegasnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, pihaknya melakukan operasi pasar bersama dengan pemerintah daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kesiapan  kita bersama pemda, TNI, dan stakeholders lain melakukan pengecekan lapangan. Khususnya menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Alhamdulillah masih normal dan tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

2 Ribu Gereja di Jateng Bakal Dijaga 20 Ribu Pasukan

Tim Jihanda Gegana Polda Jateng saat memeriksa gereja-gereja yang ada di Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebanyak 20 ribu personel akan dikerahkan untuk mengamankan 2.000 gereja yang ada di Jawa Tengah, selama perayaan Natal tahun 2018.

Puluhan ribu pasukan itu merupakan gabungan dari Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro dan unsur lainnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, polda mengerahkan sebanyak 11.827 personel. Sementara TNI akan menerjunkan 1.800 prajurit, dan sisanya sebanyak 6.000 personel pemda maupun organisasi lain.

”Nantinya para personel yang di terjunkan akan mengamankan sebanyak 2000 gereja lebih di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga mengimbau jemaat gereja yang akan melakukan ibadah Natal untuk tidak membawa tas. Ini dilakukan untuk mempermudah pengamanan.

Fokus pengamanan saat ini ada tiga jenis. Yakni ancaman terorisme, kejahatan konvensional, dan juga bencana.

Polda Jateng juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, di antaranya Disperindag dan Pertamina untuk menstabilkan harga baik pangan dan BBM. Pihaknya juga mengantisipasi soal kegiatan ormas yang akan melakukan sweeping.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah kepada ormas dan pelaku yang akan melakukan penindakan jika memang ada sweeping-sweeping seperti itu”, ujarnya.

Kapolda mneyebut, sudah melakukan langkah-langkah pendekatan dengan para organisasi massa. Jika ada informasi akan ada sweeping pihaknya akan melakukan penindakan.

 Ia memaparkan telah menggandeng Muhammadiyah, NU, dan FKUB untuk mendorong kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi beragama.

Editor : Ali Muntoha

Sempat Kejar-kejaran, Mobil Berkaca Bolong Ini Ditinggal Kabur dalam Kondisi Menyala

Kaca belakang mobil Oddesey bolong saat terlibat aksi kejar-kejaran di Solo. (FB Info Cegatan Solo)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebuah video yang beredar di media sosial bikin heboh warga di kawasan Solo Raya. Dalam video terekam sebuah mobil Oddesey yang kaca belakangnya bolong

terlibat aksi kejar-kejaran.

Oleh netizen, mobil itu disebut dikendarai para perampok dan tengah kabur dari kejaran polisi. Ada juga yang menyebut jika mobil tersebut lari setelah terlibat tabrak lari.

Mobil berpelat nomor B 2934 BA itu, Senin (18/12/2017) kemarin ternyata ditemukan di Dukuh Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Saat ditemukan mesin mobil masih dalam kondisi menyala.

Sementara pengemudi dan penumpang mobil melarikan diri saat didekati warga. Saat ditemukan kaca bagian belakang samping pecah.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto menyebut, mobil itu ditemukan warga sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu menurut dia, warga melihat seorang laki-laki dan perempuan langsung kabur dari dalam mobil.

“Mobilnya ditemukan di gang buntu. Di dalam mobil ada laki-laki dan perempuan yang langsung lari ke kebun tebu,” katanya kepada wartawan di sela rapat koordinasi lintas sektoral jelang Natal dan Tahun Baru di Hotel Patrajasa Semarang, Selasa (19/12/2017).

Ia menyebut, warga sempat melakukan pengejaran dua orang yang kabur itu namun tidak tertangkap. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi sudah mendata ciri-ciri penumpang yang melarikan diri itu.

“Laki-laki perawakan tinggi. Perempuan sekitar 150 cm tingginya, pakai dres putih lari ke utara ke ladang tebu. Saksi (warga) mengejar tapi tidak didapatkan,” terang Henik.

Menurutnya, hingga kini jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan penyelidikan.

Kendati demikian, pihaknya mendapatkan informasi jika pengendara mobil terlibat aksi penipuan sehingga dilakukan pengejaran. Terkait siapa yang mengejar, Henik masih mengumpulkan keterangan.

“Informasi yang kita terima dari serse di Solo, semacam penipuan, dikejar dari Salatiga,” pungkas Henik.
Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai juga memastikan jika kasus tersebut bukan perampokan. Kondisi kaca pecah bukan karena tembakan, melainkan lemparan batu.

Editor : Ali Muntoha

Polantas di Semarang yang Terekam Peras Pemotor Dijebloskan ke Penjara

Aksi Bripka A anggota Satlantas Polrestabes Semarang yang terekam saat melakukan pungli kepada pengendara. (Youtube)

MuriaNewsCom, Semarang – Video oknum polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang yang viral, karena memeras seorang pengendara sepeda motor telah ditindak dan dijebloskan ke penjara.

Oknum polisi Bripka A itu terekam sedang melakukan pungutan liar (pungli) saat melakukan razia di daerah Mangkang, Kota Semarang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Bakharuddin membenarkan adanya pemerasan sebagaimana dalam video YouTube tersebut.

“Memalukan. Kapolresrabes dan saya sudah sepakat menjebloskan oknum tersebut ke dalam sel,” katanya.

Sementara Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memastikan, pihaknya telah tindakan tegas terhadap oknum tersebut. “Sudah saya perintahkan untuk segera disidang disiplin,” katanya.

Selain itu, Bripka A itu juga akan diberi sanksi berupa pemindahan dari Satlantas ke kesatuan lain.

Video pemerasan tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh pemilik akun Youtube Gaska Pelangi dengan judul “Oknum Polisi Pungli Kembali di Semarang”.

Dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu, terlihat seorang oknum polisi yang meminta sejumlah uang kepada seorang pengendara kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas saat razia.

Pada kejadian di daerah Mangkang, Kota Semarang itu Bripka A meminta sejumlah uang kepada pengendara pelanggara lalu lintas tanpa memberikan bukti atau surat tilang.

Editor : Ali Muntoha

Berikut video aksi pungli yang dilakukan oknum polisi yang diunggah akun Youtube Gaska Pelangi

https://www.youtube.com/watch?v=3oJhmKx1ML0

Begini Ancaman Kapolda Jateng Pada Pedagang yang Coba Main Curang

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Sekda Jateng Sri Puryono saat menggelar sidak di Pasar Peterongan, Semarang. (Jatengprov.go.id)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengeluarkan ancaman kepada para pedagang nakal yang suka bermain curang dalam momen-momen tertentu.

Ia memastikan akan menindak tegas, jika ditemukan pedagang yang melakukan praktik curang. Pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pantauan dan pengawasan.

”Apabila ditemukan praktik curang dalam berdagang, kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait akan mengambil tindakan tegas,” katanya.

Jumat (15/12/2017) kemarin, kapolda bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID), dan Kementerian Perdagangan melakukan sidak di Pasar Peterongan, Semarang.

Dari sidak diketahui jika harga beras premium masih pada kisaran Rp 11.000 sampai Rp 11.500, dan daging Rp 100.000.

Ia menyebut, kepolisian berperan menjaga kestabilan harga dengan memastikan tidak adanya praktik dagang yang melanggar undang-undang.

“Kenaikan harga Rp 1.000 saja untuk komoditas beras, akan menyebabkan inflasi dan pemerintah paling tidak harus menyubsidi Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun. Sehingga akan mengganggu sektor perekonomian yang lain. Karena itu, kepada para pelaku pasar saya imbau untuk tidak mencari untung sebesar-besarnya,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono menyebut jika harga kebutuhan pokok di Jateng masih cenderung stabil. Apalagi di gudang Bulog persediaan beras masih 130 ribu ton yang mencukupi hingga Februari 2018, gula pasir 43 ribu ton, dan minyak goreng 230 ribu liter. Namun, harga komoditas cabai dan bawang merah harus jadi perhatian.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menyikapi harga cabai yang tinggi, dan harga bawang merah yang cenderung turun. Di tingkat petani hanya Rp 5.000 (per kilogram). Untuk para distributor dan asosiasi tolong bantu pemerintah, untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat kita dalam merayakan Natal dan Tahun Baru,” ajaknya.

Untuk membantu para petani bawang merah mendapatkan harga yang layak, Sri Puryono akan mengeluarkan imbauan agar ASN di lingkungan Pemprov Jateng membeli bawang merah melalui koperasi dan Korpri Mart.

Di samping itu, pihaknya juga sudah meminta anggota TPID agar menganalisis fluktuasi harga yang terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah. Hasil analisis itu diminta untuk disampaikan kepada publik agar mereka teredukasi.

Editor : Ali Muntoha