Begini Pesan Mbah Maimoen Pada Putranya yang Jadi Cawagub Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengumumkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Ganjar mengaku baru Senin (8/1/2018) malam tadi bertemu dengan putra KH Maimoen Zubair itu.

Ia menyebut, baru malam ini bertemu di Puri Gedeh (rumah dinas gubernur Jateng) sebelum ke Kantor PPP Jateng, untuk menerima surat rekomendasi dari DPP PPP.

“Baru malam ini ketemu dengan Gus Yasin tadi, kalau dulu ya baru surat suratan sms dan baru ketemu tadi sebelum ke sini,” katanya.

Ganjar menegaskan, dalam Pilkada nanti akan menerapkan gaya berpolitik santun dan saling menghormati. “Kita mau mencari gaya pemilu yang saling menghormati dan menghargai untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Sedangkan Yasin mengaku sudah meminta izin dari ayahandanya, KH Maemoen Zubair. Satu pesan khusus ia dapat dari  Mbah Maimoen.

“Untuk menyukseskan pilkada dengan damai dan tenteram, dan menjadi pemimpin yang amanah dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia juga mengaku siap menjalankan perintah DPP PPP bakal cawagub mendampingi Ganjar. Gus Yasin juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pertimbangan DPP PPP menugaskan dirinya maju sebagai bakal cawagub pada Pilkada Jateng 2018.

“Kalau untuk masalah mengizinkan itu urusan partai, silakan menanyakan langsung ke DPP karena itu internal partai,” ujarnya lagi.

Pasangan bakal cagub Ganjar Pranowo-Gus Yasin mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, PPP, Partai NasDem, dan Partai Demokrat dan Golkar. Pasangan ini hari ini mendaftar ke KPU dengan konvoi dari gedung Panti Marhaen ke Kantor KPU Jateng di Jalan Veteran Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ganjar-Yasin Hari Ini Daftar ke KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Selasa (9/1/2018) hari ini akan mendaftar ke KPU Jateng. Pasangan ini diusung oleh banyak parpol, yakni PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP.

Rencananya Ganjar-Yasin akan mendaftar ke KPU pada pukul 1.30 WIB. Sejumlah pimpinan parpol pengusung akan mengantarkan pasangan ini mendaftar ke KPU.

“InsyAllah saya dan gus yasin akan mendaftar ke KPUD Provinsi Jawa Tengah sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023, mohon doa semoga lancar,” kata Ganjar.

Senin (8/1/2018) malam tadi, PPP secara resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan terhadap Ganjar-Yasin. Penyerahan surat rekomendasi dilakukan oleh Wakil Ketua DPP PPP Arwani Thomafi di Kantor DPW PPP Jateng.

Thomafi mengatakan, nama Gus Yasin adalah salah satu dari beberapa nama yang diusulkan oleh PPP sebagai calon wakil gubernur. Pengusulan nama juga berdasarkan musyawarah dengan struktur partai.

“Jadi ini “pernikahan” yang sah dan dilandasi rasa tresno karena kami dengan Pak Ganjar sudah komunikasi lama dan intens,” katanya.

PPP menilai Ganjar-Yasin sebagai pasangan yang sekarang sangat dibutuhkan Jateng untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan.

Thomafi secara khusus memperkenalkan Yasin sebagai tokoh muda dari kalangan santri. “Gus Yasin adalah tokoh muda, gaul. Inilah model santri milenial, berkarakter dan ganteng lagi,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akhirnya mengumumkan cagub dan cawagub yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018. Seperti diperkirakan banyak pihak, Ganjar Pranowo kembali diusung sebagai calon gubernur.

Yang cukup mengejutkan adalah posisi cawagub yang akan mendampingi Ganjar. Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, yakni Taj Yasin (Gus Yasin) diumumkan Megawati sebagai pendamping Ganjar Pranowo.

Ini mengejutkan, pasalnya sebelumnya yang lebih dulu membidik putra pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang itu adalah koalisi pendukung Sudirman Said. Baik Gerindra dan PAN sudah memastikan antara Gus Malik atau Gus Yasin yang akan menjadi wakil Sudirman.

Namun ternyata Gus Yasin yang tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah lebih dulu diambil PDI Perjuangan.

Ganjar Pranowo saat diumumkan Megawati sebagai cawagub yang diusung PDIP.
(Foto : detik.com)

Pengumuman cagub dancawagub dari PDIP ini dilakukan Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

“Untuk Jateng, yang pertamanya tetap Pak Ganjar Pranowo. Anaknya Mbah Maimun, Mas Taj Yasin Maimun. Jadi Pak Ganjar sudah pasti ada wakilnya,” kata Megawati.

Baca : Gerindra Pastikan Cawagub Sudirman Said Putra Mbah Maimoen

Sebelumnya ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid memastikan jika putra Mbah Maimoen yang akan mendampingi Sudirman Said.

Ia menyebut, pilihan untuk cawagub Sudirman Said mengerucut pada dua putra Mbah Maimoen, yakni Majid Kamil (Gus Kamil) dan Taj Yasin (Gus Yasin).

‎Menurutnya, satu dari dua nama tersebut akan mendampingi Sudirman, sebagai calon wakil gubernur Jateng.

Keputusan ini menurut Wahid sudah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi (PAN dan PKS) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kini tinggal pilihan Sudirman, apakah memilih Gus Yasin atau Gus Malik.

“Pembicaraan kami dengan partai pengusung yakni PKS dan PAN,  ada kesepakatan untuk mengusung satu dari dua putra Mbah Maimoen,” kata Wahid.

Terkait siapa yang akan maju, pilihan diserahkan kepada Sudirman. Apakah ingin berpasangan dengan Majid Kamil yang kini menjabat ketua DPRD Rembang atau dengan Taj Yasin angota DPRD Provinsi Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : PKB Ngotot Minta Jatah Cawagub

MuriaNewsCom, Semarang – Dinamika politik jelang pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jateng semakin memanas. Terlebih PDIP yang dijadwalkan mengumumkan jagonya pada Kamis (4/1/2018) ternyata batal, dan baru akan diumumkan sehari mejelang pendaftaran calon di KPU Jateng.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ngotot meminta jatah cawagub untuk kadernya. PKB menginginkan kader PKB digandeng entah dari kubu PDI Perjuangan, Sudirman Said (Gerindra, PAN PKS), ataupun poros tengah (PPP, Demokrat, Golkar).

Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengemukakan, DPP PPP saat ini masih aktif berkomunikasi dengan pimpinan partai lain guna menentukan arah koalisi pada pilgub mendatang.

“Pimpinan PKB sedang komunikasi intens untuk menentukan kita mau berkoalisi dengan siapa. Prinsipnya kami ingin menempatkan kader sebagai cawagub,” katanya kepada wartawan.

Ia menyebut, PKB saat ini telah membentuk tim komunikasi untuk melakukan lobi dengan partai-partai lain. Selain itu pihaknya juga menugaskan beberapa orang kiai untuk melakukan salat istikharah. “PKB memiliki tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Semoga membawa berkah,” katanya.

Gus Yusuf mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan figur yang akan diusulkan sebagai cawagub. Figur itu nantinya merupakan hasil komunikasi dari tim dan hasil istikarah para kiai.

Ia juga mengakui pernah dikunjungi Sudirman Said dan diminta untuk menjadi cwagub mendampingi mantan Menteri ESDM tersebut. Namun ia belum memberi keputusan, dan menyerahkan keputusan ajakan tersebut kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Yang itu juga menunggu istikharah,” tegasnya.

Pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur sendiri akan dibuka 8 sampai 10 Januari 2018. Pendaftaran dibuka pada jam 08.00 – 16.00. Khusus untuk tanggal 10, pendaftaran akan ditutup pada pukul 12 malam.

Editor : Ali Muntoha

Cuitan Fahri Soal Predator Pilgub, Ganjar : Saya Nggak Tahu

MuriaNewsCom, Semarang – Fahri Hamzah mencuitkan tweet tentang adanya predator yang sengaja mencelakakan Ganjar Pranowo, agar tak bisa melaju dalam Pilgub Jateng 2018. Fahri menuding ada pihak di luar parpol yang punya kedekatan dengan pengak hukum sengaja mengerjai Ganjar.

Cuitan ini berkaitan dengan Ganjar yang bolak-balik dipanggil KPK terkait dengan penyidikan kasus korupsi E-KTP.

“Baru dapat laporan di Pilkada Jateng @ganjarpranowo sedang di kerjain oleh seorang calon penantang memakai kedekatannya dengan penegak hukum…target ya petahana tidak mencalonkan…#WASPADALAH!” kicau Fahri di akun twitter pribadinya pada Kamis (4/1/2018).

Tidak lama kemudian, Fahri juga menuliskan “Saya bersaksi Ganjar itu orang baik…penilaian saya telah memenuhi syarat yang disebut nabi ..berjalan jauh dengan bergaul sepanjang perjalanan…karena itu..penjahat yg ingin menyingkirkanya celaka! Di Indonesia ini ada predator orang baik…”.

Dikonfirmasi wartawan mengenai cuitan Fahri ini, Ganjar mengaku tak mengetahui ada “predator” yang sengaja mencelakai dirinya.

“Saya gak tahu (Ada pihak yang berusaha menjatuhkan), saya berpikiran positif saja,” kata Ganjar di Semarang, Jumat (5/1/2018).

Politikus PDI Perjuangan itu, mengaku jika dirinya sudah lama mengenal Fahri Hamzah. Ia juga menganggap jika cuitan Fahri tersebut hanya testimoni.

“Tanya sama Fahri. Orang kan menilai. Saya kenal Fahri lama, dari dulu begitu. Mungkin mereka ingin memberikan testimoni saja, enggak apa-apa,” ujarnya.

Ganjar juga mengungkapkan alasan kenapa tidak hadir saat dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari. Menurutnya, ia sudah mengirimkan surat ke KPK untuk tidak hadir karena ada urusan kedinasan.

Ia juga sudah meminta kepada KPK untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan kepada dirinya.

Editor : Ali Muntoha

Gerindra Pastikan Cawagub Sudirman Said Putra Mbah Maimoen

MuriaNewsCom, Jepara – Koalisi parpol pendukung Sudirman Said disebut telah sepakat untuk mengusung putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi mantan Menteri ESDM tersebut.

Namun hingga kini belum ada kepastian siapa dari sejumlah putra pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang itu yang akan diusung.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid mengatakan, pilihan untuk cawagub Sudirman Said mengerucur pada dua putra Mbah Maimoen, yakni Majid Kamil (Gus Kamil) dan Taj Yasin (Gus Yasin).

‎Menurutnya, satu dari dua nama tersebut akan mendampingi Sudirman, sebagai calon wakil gubernur Jateng.

Keputusan ini menurut Wahid sudah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi (PAN dan PKS) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kini tinggal pilihan Sudirman, apakah memilih Gus Yasin atau Gus Malik.

“Pembicaraan kami dengan partai pengusung yakni PKS dan PAN,  ada kesepakatan untuk mengusung satu dari dua putra Mbah Maimoen,” kata Wahid.

Terkait siapa yang akan maju, pilihan diserahkan kepada Sudirman. Apakah ingin berpasangan dengan Majid Kamil yang kini menjabat ketua DPRD Rembang atau dengan Taj Yasin angota DPRD Provinsi Jateng.

Terkait komunikasi dengan kedua calon wagub pendamping Pak Dirman, Wahid mengaku sudah terjalin baik. Keduanya menurutnya sudah siap.

Baca : Putra Mbah Maimoen Jadi Wakil Sudirman Said Di Pilgub Jateng?

Meski demikian, ‎ fungsionaris partai rencananya tetap akan menyambangi kediaman KH Maimun Zubair, pada esok hari (Sabtu, 6/1/2018) guna meminta restu.

Terkait alasan, pemilihan nama Wahid menyebut keduanya berpengalaman di dunia politik dan kini menjabat sebagai anggota legislatif.

Sehingga siapapun yang nantinya terpilih diyakini dapat bekerjasama dengan Sudirman untuk membangun Jateng lima tahun ke depan.

Sebelumnya Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan juga memberi bocoran bahwa putra Mbah Maimoen yang dipilih mendampingi Sudirman Said. Bahkan Zulkifli sudah menyebut nama Gus Kamil yang dipilih.

Editor : Ali Muntoha

Rekomendasi PDIP Batal Diumumkan, Begini Ungkapan Hati Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – DPP PDI Perjuangan batal mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng, Kamis (4/1/2018) kemarin. Pengumuman rekomendasi ternyata ditunda pada Minggu (7/1/2018) atau sehari jelang pendaftaran calon di KPU.

Gubernur petahana, Ganjar Pranowo yang digadang-gadang akan mendapatkan rekomendasi menanggapinya dengan santai. Bahkan Ganjar memberikan jawaban bercanda saat ditanya wartawan mengenai hal ini.

“Mungkin wingi mangsine entek (mungkin kemarin tintanya habis),” kata Ganjar berkelakar kepada wartawan usai gropund breaking normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang, Jumat (5/1/2018).

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, jika penundaan pengumuman rekomendasi tersebut hanya masalah teknis. ”Itu teknis. Sabar-sabar, tanggal 7 (diumumkan),” ujarnya.

Ganjar optimistis bahwa dirinya akan kembali ditunjuk Megawati menjadi cagub pada Pilgub Jateng 2018. Meski demikian, ia juga menyatakan akan siap dan legawa jika ternyata rekomendasi diberikan kepada orang lain.

“Ditugaskan lagi siap. Enggak ditugaskan lagi? Ditugaskan saja siap mosok tidak ditugaskan tidak siap,” terangnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga memastikan jika pengumuman rekomendasi untuk Pilgub Jateng dan Jabar akan dilaksanakan pada Minggu 7 Januari 2018. Selain Jateng dan Jabar, juga akan diumumkan rekomendasi untuk Pilgub Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

Pengumuman ini akan disampaikan langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP pukul 09.30 WIB. Pengumuman ini sehari menjelang pendaftaran cagub-cawagub di KPUD masing-masing wilayah.

“Seluruh pada calon pilkada yang diusung PDIP betul-betul siap untuk ujian Indonesia raya. Tanggal 7 Januari, Ibu Ketua Umum akan memutuskan pada pukul 09.30 WIB,” tutur Hasto.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Batal Umumkan Cagub-cawagub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri batal mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng 2018. Partai berlambang moncong putih itu hanya mengumumkan pasangan cagub-cawagub untuk Pilgub Lampung, Papua, NTB, Sumut dan Maluku Utara.

Padahal sebelumya, dijadwalkan PDIP juga akan mengumumkan rekomendasi untuk pasangan cagub dan cawagub Jateng.

Sejumlah petinggi DPD PDI Perjuangan Jateng, termasuk calon incumbent Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko juga dikabarkan sudah hadir di Kantor DPP PDIP di Jakarta untuk mendengarkan pengumuman rekomendasi.

Batalnya pengumuman Cagub Sumatera Utara dan Jawa Tengah tersebut disampiakan Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

“Hari ini yang pasti Lampung dan Papua. Jadi Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara hari ini,” kata Komaruddin Watubun dikutip dari Tribunnews.com.

Belum diketahui secara pasti penyebab dibatalkannya pengumuman rekomendasi tersebut. Kemungkinan DPP PDIP masih membutuhkan waktu untuk menggodok nama-nama yang bakal diusung.

Baca : Sehari Jelang Rekomendasi PDIP Turun, Ganjar Kembali Diperiksa KPK

Dilansir dari Detik.com, Megawati mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjadi cagub Sumatera Utara. Namun nama cawagub yang mendampingi Djarot belum diumumkan.

”Untuk Sumatera saya mau masukkan Pak Djarot ke sana. Untung Djarot mau katanya sebagai petugas partai dia bersedia,” kata Megawati dilansir dari Detik.com.

Sementara untuk Pilgub Papua,  John Wempi Wetipo resmi diusung PDIP menjadi cagub Papua. Ia akan didampingi Habel Melkias Suwae. Melkias Suwae merupakan Bupati Jayapura dua periode.

Untuk Pilgub NTB, PDIP mengusung Wali Kota Mataram, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh. Untuk posisi cawagub, PDIP mengusung kadernya sendiri. Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi diusung PDIP jadi cawagub NTB.

Sedangkan untuk Pilgub Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi diusung jadi cagub. Sementara cawagub Lampung, PDIP mengusung Sekda Pemprov Lampung Sutono.

Megawati juga mengumumkan jagonya untuk Pilgub Maluku Utara. Gubernur petahana Abdul Ghani Kasuba kembali diusung sebagai cagub, sedangkan posisi cawagub dipercayakan kepada kader PDIP yang merupakan Bupati Halmahera Tengah, yakni M Al Yasin Ali.

Editor : Ali Muntoha

Sehari Jelang Rekomendasi PDIP Turun, Ganjar Kembali Diperiksa KPK

MuriaNewsCom, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi E-KTP. Ganjar diperiksa sebagai saksi untuk Markus Nari.

Pemeriksaan oleh KPK ini bertepatan dengan jelang turunnya rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk Pilgub Jateng 2018. Rekomendasi dari PDIP direncanakan akan diumumkan pada Kamis (4/12/2018) besok.

Dilansir Antara, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Ganjar, KPK juga memanggil anggota DPR dari Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng. ”Dua saksi itu akan diperiksa untuk tersangka Markus Nari,” kata Febri, Rabu (3/1/2018).

Ini bukan kali pertama Ganjar dan Mekeng diperiksa terkait korupsi megaproyek E-KTP. Keduanya pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, maupun Setya Novanto.

Sebelumnya, nama Ganjar bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly serta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sempat dipermasalahkan oleh Maqdir Ismail, kuasa hukum Novanto karena tidak ada dalam dakwaan Setya Novanto.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menyatakan, rekomendasi cagub dan cawagub unutk Pilgub Jateng dan Jabar akan diumumkan pada Kamis 4 Januari. Dikabarkan rekomendasi untuk Pilgub Jateng akan diturunkan kepada gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Pilgub Jateng : Penyebar Kampanye Hitam di Medsos Bakal Dikejar Tim Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah akan memberlakukan pengamanan penuh selama pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Puluhan ribu personel telah disiagakan untuk mengantisipasi konflik yang kemungkinan muncul.

Tak hanya pengamanan secara fisik, Polda Jateng juga mengantisipasi adanya potensi konflik yang disebarkan melalui dunia maya (internet). Polri menyiagakan tim Cyber Crime maupun Cyber Ptarol untuk memburu pelaku kampanye hitam di media sosial.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, pihaknya sangat mengantisipasi tentang kampanye hitam di medsos. Ia menyebut, pihaknya telah menggandengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendeteksi masalah ini.

”Di Polda juga ada cyber crime, di humas ada cyber patrol, dan masyarakat bisa langsung lapor jika ada indikasi kampanye hitam. Jika itu masuk dalam ranah pelanggaran UU ITE, akan segera ditindak,” katanya.

Pihaknya juga akan memberikan sosialisasi pada pasangan calon juga partai politik agar bisa bersaing secara demokratis agar berlangsung damai tanpa perpecahan. Termasuk meminta KPU dan Bawaslu agar bisa melaksanakan tugas secara independen.

“Sedangkan kepada partai dan calon yang nanti akan diusung silahkan adu program. Kampanye hitam yang membawa politik identitas, suku, agama ras antar golongan tidak boleh digunakan,” pesan Condro.

Ia mneyebut untuk pengamanan Pilgub Jateng 2018, pihaknya mengerahkan sekitar 21 personel. Jumlah tersebut termasuk sokongan kekuatan dari TNI sebanyak 5 ribu personel.

“Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 21 ribu. Ditambah sekitar 5 ribu dari unsur TNI termasuk Linmas di tiap TPS ada 2 orang. Pasalnya kerawanan diprediksi terjadi saat pencoblosan dan penghitungan suara,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Rekomendasi PDIP Nunggu Naga Dina

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dikabarkan akan mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Kamis (4/1/2018). Gubernur petahana Ganjar Pranowo disebut-sebut yang akan mendapatkan rekomendasi ini.

Meski demikian Ganjar mengaku belum tahu siapa yang bakal ditunjuk partainya untuk maju. Ia menyebut, masih menunggu rekomendasi itu turun.

“Kita komunikasi rutin kalau umpama DPP sudah memutuskan, saya kira tinggal keluarkan saja. Nunggu naga dina. Nggolek dina apik, padahal dinane apik kabeh,” kelakar Ganjar saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018).

Selain itu, ia juga menganggap akan lebih baik jika Pilgub Jateng diikuti lebih dari dua pasang calon. Hal ini berkaitan, dengan munculnya poros baru (PPP, Demokrat, Golkar) yang akan mengusung calon alternatif.

“Namanya Pilkada membuat poros, artinya menggalang kekuatan masing-masing untuk bernegosiasi kemudian mendukung calonnya. Oke-oke saja,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, semakin banyak calon yang berkompetisi maka akan semakin baik. Karena rakyat akan diberi banyak pilihan. Selain itu menurut dia, dengan banyaknya calon menunjukkan banyak warga Jateng berkualitas yang layak jadi pemimpin.

”Banyak kandidiat yang bisa jadi pemimpin kan itu menarik. Daripada sendiri, berdua, enggak asik, kalau banyak kan menarik,” ujarnya.

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Ia juga membantah jika muncul calon lebih dari dua pasang akan menguntungkan pihaknya. ”Menurut saya lebih banyak partisipan lebih baik karena nuansa demokrasi akan terasa. Nuansa representasi atau keterwakilan akan terasa. Lebih menarik untuk saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan jika rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub Jateng akan diumumkan pada 4 Januari 2018. Pengumuman akan dilakukan bersamaan dengan pengumumunan calon gubernur dari PDIP untuk Pilgub Jabar.

Editor : Ali Muntoha

Demokrat Resmi Usung Masan-Noor Yasin di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrat resmi mendukung pasangan Masan- Noor Yasin untuk bertarung di Pilbup Kudus 2018 mendatang. Keputusan tersebut diberikan setelah melihat bakal cawabup yang dipilih PDIP dalam pentas demokrasi lima tahunan itu.

Ketua DPC Partai Demokrat Edy Kurniawan mengatakan, Partai Demokrat mendukung penuh Noor Yasin sebagai Bakal Cawabup Kudus. Ia dianggap sebagai sosok yang pas berdampingan dengan Masan untuk memenangi pilkada.

“Pak Sekda kami usung untuk menjadi wakilnya Pak Masan. Ini sudah bulat sejak awal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, rekomendasi terkait dukungan dari DPP Partai Demokrat juga sudah turun sejak 27 Desember lalu. Rekom berbunyi dukungan untuk pasangan Masan dan Noor Yasin.

Rekom tersebut bahkan sudah melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya adalah hasil survey dari Demokrat yang berbunyi Noor Yasin disukai masyarakat Kudus. Selain itu, pertimbangan lainya mengenai figur Noor Yasin yang sebagai sekda merupakan tokoh yang berpengalaman.

“Jadi keduanya merupakan perpaduan politisi dan birokrasi di Kudus. beliau berdua merupakan pejabat senior yang sudah berpengalaman untuk kudus ke depan,” ungkapnya.

Sementara, Sektretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni menyebutkan, hingga kini, Selasa (2/1/2018) baru Partai Demokrat yang berkoalisi dengan PDIP. Namun, sejumlah partai sedang pendekatan dengan PDIP untuk maju bersama-sama dalam pemilu mendatang.

“Ada beberapa partai yang mendekat. Dan kami juga masih terbuka, sampai saat deklarasi bersama dengan semua partai pengusung pasangan Masan dan Noor Yasin, rencananya deklarasi akan kami laksanakan sebelum 8 Januari nanti,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Putra Mbah Maimoen jadi Wakil Sudirman Said di Pilgub Jateng?

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah nama beken ditimang untuk mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018. Bocoran terbaru, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, KH Majid Kamil yang akan dipilih untuk menjadi wakil.

Bahkan disebut-sebut peluang Gus Malik untuk menjadi cawagub mendampingi Sudirman Said sangat besar.

Gus Malik merupakan putra keempat pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang, KH Maimoen Zubair. Selama dua periode terakhir, Gus Malik menjabat sebagai Ketua DPRD Rembang.

Nama Gus Malik ini muncul dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ketika ditanya wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2017).

“Cawagubnya putra Mbah Maimoen, mungkin itu. Gus apa itu ya, adalah yang ketua DPRD,” katanya dikutip dari detik.com.

Zulkifli menyebut pembicaraan soal bakal cawagub Sudirman memang sempat alot. Pada akhirnya, pilihan pun mengerucut. Ia juga menyebut, jika Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori tak lagi masuk daftar, meskipun sebelumnya sangat santer.

“Ketua PKB nampaknya tidak, diajak beberapa kali tidak, mungkin sudah dengan PDIP,” ujarnya.

Perwakilan Forum Silaturahmi Kiai dan Habaib menyerahkaan hasil rekomendasi kepada Mbah Moen di Sarang, Rembang, Minggu (31/12/2017) sore.  (Istimewa)

Sebelumnya, nama Gus Malik ini juga mendapat dukungan dari Forum Silaturahmi Kiyai dan Habaib. Nama Gus Malik dan putra MBah Maimoen yang lain, yakni Taj Yasin direkomendasikan untuk bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 sebagai calon wakil gubernur (cawagub).

Rekomendasi bagi ulama kharismatik Rembang ini dikeluarkan di Ponpes Al-Wahdah, Lasem, Minggu (31/12/2017). Forum itu dihadari alumni pondok pesantren (Ponpes) Sarang, Lasem, dan Ploso (Kediri).

Hadir dalam pertemuan ini antara lain‎ KH Wafi Maimoen, KH Abdul Rahman Alkautsar, KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH Minanurohman Anshori (Payaman, Magelang), dan KH Baidlowi Misbah (Demak).

Kemudian Habib Syarif Alhamid (Jepara), Habib Zen Al-Jufri, KH Ulil Albab, KH Nasih (Tegalrejo, Magelang‎), dan kiai serta habib lain.

‎Ketua panitia, Muhlisin, mengatakan pertemuan tersebut digelar sebagai wadah menjaring aspirasi santri di Jateng, dalam menghadapi Pilkada 2018. Menurut dia, kiai dan habib menginginkan ada keterwakilan dari kalangan pesantren dalam memimpin Jateng.

“‎Dibutuhkan pemimpin yang bisa mengakomodasi peran dan aspirasi kalangan pesantren, dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi,” katanya.

Ia pun menyebut, rekomendasi itu langsung dimintakan restu ke Mbah Maimoen. Pihaknya akan mengikuti apapun yang menjadi petunjuk ulama karismatik tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

MuriaNewsCom, Jakarta – Teka-teki siapa yang bakal diusung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 akan segera terungkap. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akan mengumumkan siapa yeng mendapat rekomendasi pada Kamis 4 Januari 2018.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan hal ini saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018). Dilansir detik.com, menyebut jika pada tanggal itu juga akan mengumumkan rekomendasi cagub untuk Pilkada Jabar.”Betul (tanggal 4 Januari). Komunikasi terus kami kembangkan/jalin dengan parpol lain,” katanya.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng maupun Jabar. Menurutnya, DPI Perjuangan sudah memiliki syarat minimal untuk mengusung cagub/cawagub di Jabar dan Jateng tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Di Jawa Tengah, perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Jateng mencapai 31 kursi. Dengan jumlah kursi ini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol di Jateng yang bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kami masih mencermati poros-poros/paslon yang terbangun. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru di provinsi yang jumlah kursinya cukup untuk mengusung dan mendaftar pada jam-jam terakhir,” ucap Hendrawan.

Selain Jabar dan Jateng, Megawati akan mengumumkan cagub/cawagub di provinsi lain. Wilayah lain yang akan diumumkan antara lain Lampung, Maluku Utara, dan Papua.”Diharapkan sebagian besar sudah bisa dituntaskan. Kalaupun ada yang belum, pasti tinggal ‘finishing touch’ (sentuhan akhir) saja,” kata Hendrawan.

Meski belum ada bocoran siapa yang akan diusung PDIP di Pigub Jateng, namun banyak pihak yang berkeyakinan jika partai berlambang banteng moncong putih ini akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Apalagi beberapa kali Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, maupun Puan Maharani menyebut jika peluang Ganjar sangat kuat. Dalam berbagai survei internal yang digelar PDIP juga menyebut elektabilitas Ganjar belum tersaingi calon-calon lain.

Editor : Ali Muntoha

3 Parpol Bentuk Poros Baru di Pilgub Jateng, Siapa Calonnya?

MuriaNewsCom, Semarang – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 diperkirakan akan semakin sengit dengan muncul tiga pasang calon. Selain koalisi Gerindra, PAN, PKS yang mengusung Sudirman Said, serta kubu PDIP, ada tiga parpol lain yang memunculkan wacana untuk membuat poros baru.

Tiga parpol itu yakni PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Komunikasi politik antartiga parpol ini semakin gencar seiring dengan semakin dekatnya pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU.

Saat ini baru koalisi Gerindra, PAN dan PKS yang sudah memastikan mempunyai bakal calon gubernur, yakni mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Sementara PDIP masih menunggu rekomendasi dari Megawati, yang dikabarkan akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Tiga parpol yang akan membuka poros baru ini, selain mematangkan komunikasi juga tengah menimbang-nimbang calon yang akan diusung. Kubu ini memastikan akan mengusung calon alternatif yang mampu menandingi Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Siapapun calon yang akan diusung, poros baru ini diakui mempunyai kekuatan yang cukup. PPP tercatat memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi. Dengan bekal 27 kursi itu, sudah melampaui batas minimal yang syarat yang ditetapkan KPU.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membenarkan akan membentuk poros tengah bersama PPP dan Partai Demokrat.

Menurutnya, untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018, Partai Golkar harus keluar dari poros yang ada saat ini, yakni PDI-P, serta koalisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS. “Kami harus membuat poros baru, antara Golkar, Demokrat, dan PPP. Kami sudah sepakati,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie. Menurut dia, jika hanya ada dua pasang kandidat Pilgub Jateng 2018, pilihan masyarakat akan terbatas dan tidak dinamis.

“Jika dilihat dari jumlah kursi kami (PPP, Golkar, dan Demokrat) sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah Rinto Subekti juga mengakui sedang mempersiapkan untuk membangun poros baru bagi calon di Pilgub Jateng.  “Kami terus berkomunikasi dan mematangkan agar poros baru ini segera terbentuk,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

PDIP Deklarasikan Masan-Noor Yasin Calon Bupati dan Wabup Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mendeklarasikan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon bupati-wakil bupati Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018. Rekomendasi diturunkan kepada Masan sebagai bakal calon bupati dan Noor Yasin sebagai bakal calon wakil bupati.

Masan merupakan Ketua DPRD Kudus, dan Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus. Pasangan ini dideklarasikan Jumat (29/12/2017) sore.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni, mengumumkan rekomenasi dari DPP PDIP ini kepada ratusan kader di Gor Bung Karno Kudus, Jumat (29/12/2017) sore.

“Masan SE, MM dan Drs Noor Yasin, MM calon bupati dan wakil bupati 2018 – 2023,” katanya saat menyampaikan rekomendasi dari DPP PDIP.

Menurut Yusuf, dalam surat dari DPP PDIP itu juga memerintahkan kepada DPC PDIP Kudus, untuk mendaftarkan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon yang diusung PDIP ke KPU. Selain itu, juga disebutkan untuk mendukung secara penuh pasangan asal PDIP itu.

Terkait calon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi, dalam pendaftar dan uji tes sudah menandatangani pernyataan untuk mendukung rekomendasi DPP. Dan para calon bersedia menandatangani dengan sebenarnya dan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyebut, apa yang menjadi mandat dan instruksi dari DPP PDIP harus didukung secara penuh oleh semua pengurus DPC PDIP Kudus. 

“Ini merupakan rekomendasi dari DPP, jadi tak ada pilihan lain selain mendukungnya,” ungkap dia.

Disebutkan, rekomendasi untuk Kudus merupakan rekomendasi yang kali pertama dikeluarkan dari DPP untul Pilkada serentak 2018. Itu menjadi hal yang bagus lantaran mendapatkan perhatian dari DPP. “Kudus akan jadi lebih baik di tangan Masan dan Noor Yasin,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

2 Bakal Calon Gubernur dari Perseorangan Ini Mulai Serius Nyalon

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Semarang –  Dua bakal calon perseorangan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 intensif melakukan komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng.

“Kedua calon tersebut selalu `update` perkembangan mengenai persyaratan calon perseorangan, bahkan mereka ikut dalam bimbingan teknis yang diselenggarakan untuk pengenalan Sistem Informasi Pencalonan Pilkada,” kata Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Ikhwanuddin di Semarang, Rabu (22/11/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ada lima bakal calon yang mencari informasi soal calon perseorangan, tetapi hanya dua yang intensif dan mengikuti bimbingan teknis, yakni atas nama Mundi serta Harjono.

Bakal pasangan calon perseorangan yang akan mendaftar pada Pilgub Jateng 2018 harus mengumpulkan dukungan minimal 1.781.606 suara dan dibuktikan dengan salinan kartu tanda penduduk untuk masing-masing dukungan.

“Angka tersebut diperoleh dari penghitungan daftar pemilih tetap pemilu terakhir yakni 27.409.316 dikali 6,5 persen yang hasilnya dibulatkan menjadi 1.781.606 suara,” ujarnya.

Hal itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 9 Huruf D yang menyatakan bahwa provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu terakhir lebih dari 12.000.000 jiwa, maka harus didukung paling sedikit 6,5 persen.

Selain menetapkan jumlah minimal dukungan untuk pasangan calon perseorangan, KPU Provinsi Jateng juga menetapkan jumlah minimal sebaran dukungan yaitu 18 kabupaten/kota di Jateng.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan KPU Provinsi Jateng Nomor 9/PL.03.2.Kpt/33/Prov/IX/2017.

“Syarat dukungan pasangan calon perseorangan Pilgub Jateng 2018 diserahkan ke KPU Provinsi Jateng pada 22-26 November 2017 atau selama masa pendaftaran,” katanya.

Jika saat verifikasi ada kekurangan dukungan maka bakal calon perseorangan diperbolehkan melakukan perbaikan selama masa pendaftaran. 

Editor : Akrom Hazami

 

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi menjelaskan tentang Pilbup Kudus di salah satu rumah makan di kota setempat, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus mencatat sudah ada tiga bakal calon Bupati Kudus yang kemungkinan akan meramaikan Pilbup 2018. Tiga bakal calon tersebut, sudah aktif berkomunikasi dengan KPU Kudus guna menanyakan persyaratan pendaftaran independen dan hal lainnya.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, ketiga bakal calon independen adalah Akhwan – Hadi, Sugeng Suharto – Sri Berdikari dan Nor Hartoyo yang belum menentukan wakilnya.

“Semuanya sudah datang ke KPU untuk koordinasi. Bahkan, Jumat (17/11/2017) lalu dua pasangan sudah minta user aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) serta melakukan Bimtek,” katanya kepada MuriaNewsCom usai acara FGD di salah satu rumah makan di Kudus, Sabtu (18/11/2017).

Menurut dia, dua bakal calon itu adalah  Akhwan – Hadi dan Sugeng Suharto – Sri Berdikari. Sedang untuk bakal calon Nor Hartoyo belum meminta Silon kepada KPU Kudus.

Disebutkan, untuk penyerahan data anggota guna maju melalui jalur independen, calon minimal memiliki 45.323 suara. Data tersebut harus tersebar di sembilan kecamatan dan dikumpulkan mulai 25 – 29 November nanti.

“Jumlah tersebut juga dibuktikan dengan KTP El (KTP elektronik) atau surat keterangan yang dikeluarkan Disdukcapil Kudus,” ungkap dia.

Setelah itu, lanjut dia, KPU akan melihat data yang terkumpul apakah sudah sesuai ataukah tidak.  Baik itu jumlah, maupun tingkat sebarannya di sembilan kecamatan.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Biar Pemilu Sukses, KPU Kudus Gelar FGD

KPU Kudus saat menggelar FGD di salah satu rumah makan di kota setempat, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus  menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) bersama insan media dan pers di salah satu rumah makan di Kudus, Sabtu (18/11/2017).

Selain dihadiri KPU, dan sejumlah awak media baik cetak, radio serta daring (online). Dalam kegiatan tersebut, juga dihadirkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Moh Khanafi menyampaikan, FGD diselenggarakan untuk mengoptimalkan peran media massa sebagai alat komunikasi efektif dalam penyampaian informasi Pilgub Jateng dab Pilbup Kudus 2018. Supaya pilkada bisa lebih berkualitas dan berintegritas.

“Peran media sangatlah penting untuk mensukseskan pemilu. Untuk itu, dipaparkan materi tentang Pilbup Kudus ini, “ katanya

Dengan adanya forum seperti ini, dia berharap agar  antara KPU dengan pers dapat terjalin kerjasama agar informasi dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat.

Editor : Akrm Hazami

 

PBB Kudus Kian Mesra dengan Tamzil

Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kudus Saiful Umam  (tengah) menerima M Tamzil saat mengembalikan berkas pencalonan bupati, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Bulan Bintang (PBB) terlihat makin mesra dengan salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus, M Tamzil. Kemesraan ditunjukkan dengan adanya sinyal rekomendasi dari PBB yang kemungkinan besar jatuh ke tangan M Tamzil.

Saiful Umam, Ketua DPC PBB Kudus mengatakan, M Tamzil merupakan bakal calon bupati kedua yang melamar ke PBB Kudus. Dari dua nama itu, hanya Tamzil yang mengembalikan berkas pendaftarannya.

“Sebelumnya ada Mas Umar yang mengambil formulir. Tapi hingga kini tidak juga dikembalikan. M Tamzil sudah mengembalikan berkas pendaftaran,” kata Saiful, di kantor DPC PBB Kudus, Kamis (16/11/2017).

Menurut dia, mengenai siapa yang bakal direkomendasikan nanti, itu merupakan wewenang DPP PBB. Namun, jika melihat hanya Tamzil yang mengembalikan berkas, kemungkinan rekomendasi bisa turun kepadanya.

Kemesraan tersebut tak hanya sampai di situ, Tamzil juga sudah nembung secara blak-blakan untuk memasang lambang PBB dalam baliho miliknya.

Sementara itu, M Tamzil menyatakan keseriusannya maju bersama PBB Kudus. Bahkan, kini baliho pencalonannya juga sudah ada gambar logo PBB.  “Waktu itu sudah boleh pasang, jadi langsung kami pasang gambar (logo) partainya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Tamzil Berharap Miliki Wakil dari Kalangan Perempuan di Pilbup Kudus

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil (kiri) tersenyum setelah dipastikan mendapat rekomendasi dari Partai Hanura, Senin (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil, semakin mantap mencari wakil setelah dijanjikan rekomendasi dari Hanura. Dia berharap, wakilnya nanti bisa seirama dengan dia dan berasal dari kalangan perempuan.

Tamzil mengatakan, kriteria seirama dalam menjabat nantinya merupakan syarat wajib olehnya. Dengan seirama, maka pemerintah juga akan berjalan dengan baik pula.

“Itu seperti saat menjabat Bupati Kudus 2003 – 2008 lalu. Saat itu wakil saya perempuan, yaitu Bu Haniah,” katanya saat konferensi pers, Senin (13/11/2017).

Baca: Hanura Resmi Usung Tamzil di Pilkada Kudus

Dia berharap nantinya yang menjadi wakil juga minimal seperti Haniah. Artinya, ada kemungkinan kedepannya nanti juga akan meminang Haniah menjadi wakilnya maju dalam Pilbup Kudus mendatang.

Disinggung calon perempuan lainya, yaitu Sri Hartini, Tamzil juga tersenyum. Bagi dia, sosok Sri Hartini juga pantas mendampingi dia sebagai wakil dalam Pilbup Kudus 2018.

“Keduanya (Sri Hartini dan Haniah) masuk kriteria. Namun saya juga harus mengusulkan ke pihak partai terlebih dahulu boleh tidaknya wakil saya nanti,” ungkap dia.

Sementara, Ketua  Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) DPP Partai Hanuram Sudewo menjamin tak akan memberikan intervensi kepada Tamzil untuk memilih wakil. Karena, saat menjabat nanti wakil pilihan juga penting.

“Soal pasangan, kami kembalikan ke  Tamzil. Kami tidak intervensi, kami sebatas memberikan masukan saja kepada Tamzil,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Buka-Bukaan Mantan Bupati Batang Yoyok Didatangi Partai untuk Maju Pilgub Jateng

Mantan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Batang – Apa kabar mantan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo? Lama tak terdengar suaranya, setelah awal tahun ini, Yoyok mengakhiri masa pengabdiannya di Kabupaten Batang.

Kini, saat bursa calon gubernur Jateng mulai bermunculan, namanya pun diharapkan ikut meramaikan. Mengingat, sosoknya saat jadi Bupati Batang, berjalan lancar dan menimbulkan kesan bagus di mata masyarakat.

Rupanya, selidik punya selidik, Yoyok pernah mendapat tawaran maju dalam Pilgub Jateng 2018. “Sudah ada partai yang menawarkan untuk maju (Pilgub) di Jawa Tengah,” kata Yoyok, Selasa (31/10/2017.

Bahkan, Yoyok juga mendapatkan tawaran menarik lainnya, yakni akan dibantu permodalannya guna melenggang jadi cagub.

Yoyok pun menolak tawaran itu. Lantas, partai mana saja yang mendatanginya? Dengan halus, Yoyok menolak menyebutkan partai yang dimaksud.  Terkait penolakannya itu, Yoyok sebelumnya minta agar ketua partai yang mendatanginya, menemui ibundanya, untuk meminta izin lebih dulu.

“Datang nembung ke ibuku, apa yang terjadi? ibu saya malah nangis dan tidak mengizinkan,” terangnya.

Adapun, saat ini kesibukannya menggiatkan kembali 16 toko pakaian dan aksesoris di Papua miliknya. Mengingat, hal itu terbengkalai saat dia jadi Bupati Batang.

Editor : Akrom Hazami

Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

M Tamzil, mantan bupati Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Mantan bupati Kudus periode 2003-2008, M Tamzil masih punya ambisi untuk kembali memimpin Kudus. Meski pada Pilbup Kudus 2013 lalu kalah oleh incumbent Musthofa, pada Pilbup Kudus 2018 mendatang, Tamzil kembali mencoba peruntungannya.

Mantan staf ahli gubernur Jawa Tengah ini mencalonkan diri dengan mendaftar di penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang dibuka PKB Kudus. Hal ini juga dibenarkan Ketua DPC PKB Kudus Ilwani.

Tim dari Tamzil disebutnya telah mengambil formulir pendaftaran pada Rabu (6/9/2017) lalu, dan mengkonfirmasi akan mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran pada Minggu (10/9/2017) besok.

“Dari pihak Tamzil sudah memberikan kabar pengembalian formulir dilakukan besok. Dari informasi yang diberikan, pengembalian kisaran jam 10.00 WIB hingga jam 11.00 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/9/2017).

Ia menyatakan, dalam pengembalian itu Tamzil dipastikan hadir. Karena berdasarkan aturan dati tim penjaringan, calon yang mendaftar harus mengembalikan langsung atau tak bisa diwakilkan.

Di PKB sendiri sudah ada sejumlah calon yang mendaftarkan diri. Di antaranya yakni Anggota DPRD Jateng Sri Hartini dan Djoni Rahardjo.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat sebagai bupati Kudus, M Tamzil sempat maju memperebutkan kursi gubernur Jateng pada Pilgub Jateng 2008 berpasangan dengan Abdul Rozaq Raiz. Namun pasangan ini dikalahkan Bibit Waluyo-Rustriningsih.

Setelah gagal di Pilgub, Tamzil yang berstatus PNS dirangkul oleh Bibit dan diangkat menjadi kepala Dinas Ciptakaru Provinsi Jateng, dan asisten gubernur Jateng.

Pada Pilbup Kudus 2013 Tamzil kembali lagi mencalonkan diri sebagai bupati Kudus bersama Asyrofi. Namun Tamzil digoyang kasus korupsi saat ia masih menjabat bupati. Dalam pilbup ini Tamzil kalah oleh incumbent Musthofa.

Bahkan Tamzil harus menghadapi kasus hukum atas sangkaan kasus korupsi  pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhi hukuman 22 bulan penjara.

Tamzil sendiri baru bebas dari LP Kedungpane Semarang pada Desember 2015 setelah mendapat pembebasan bersyarat (PB) usai menjalani masa Asimilasi Kerja Sosial (AKS).

Editor : Ali Muntoha