Persiku Kudus Gunduli Persipa Pati 7 Gol Tanpa Balas

MuriaNewsCom, Kudus – Macan Muria mengaum di Stadion Wergu Wetan. Meladeni tantangan Persipa Pati, pada laga lanjutan Liga 3 Jateng 2018, tim tuan rumah berpesta gol 7-0, Rabu (28/3/2018). 

Sejak awal pertandingan, permainan Persiku boleh dibilang cukup impresif. Setelah kick off babak pertama, tak butuh waktu lama bagi Sugeng Riyadi dan kawan-kawan, mendikte alur pertandingan. 

Mereka memaksa kapten Persipa Dwi Cahyono bekerja keras, menghentikan alur bola-bola atas, yang kerap disodorkan pemain Persiku. 

Babak pertama Macan Muria unggul 2-0 atas tim tamu. Dua gol yang bersarang di gawang yang dijaga oleh Risqita Rakaditya Jati, diborong oleh pemain Persiku bernomor punggung 14 Muhammad Afrizhan, melalui tandukan kepala. 

Gol tersebut tercipta pada menit ke 19 dan 35. Tim Persiku memanfaatkan serangan dari sisi sayap kiri, merangsek pertahanan Persipa, lalu dengan bebas melepaskan umpan ke jantung pertahanan Laskar Saridin. 

Di babak kedua, tim besutan Yayat R. Hidayat berpesta gol. Setelah kick off dimulai, hanya butuh sekitar tiga menit bagi persiku menambah keunggulan. Menit ke 47, gawang Persipa kembali jebol oleh tandukan Agus Wuryadi pemain bernomor punggung 19. 

Setelahnya pada menit ke 55, striker Persiku Ferdian Abi mencetak gol keempat. Gol tersebut sendiri lahir dari kemelut didepan gawang, bola mental langsung disambut oleh sepakan keras. 

Pesta gol Persiku berlanjut di menit 60 dan 69. Muhammad Irvan pemain bernomor punggung 23 menyumbang gol kelima dan keenam. Sontak, Stadion Wergu Wetan pun kian bergemuruh dengan sorak sorai pendukung yang memenuhi tribun timur. 

Gol pamungkas Persiku lahir dari tendangan bebas Tri Hartanto. Gol itu sendiri lahir di menit ke 80, ketika ada seorang pemain Persipa melanggar pemain Kudus. Wasit Masudin, asal Surakarta pun menghadiahkan sepakan bebas diluar kotak pinalti Pati. 

Sementara tim Persipa tak dapat memberikan perlawanan berarti. permainan anak-anak asuh Slamet Riyadi dikurung oleh tim tuan rumah. 

Bahkan karena tensi yang begitu tinggi, dua pemain Persipa Pati diganjar kartu kuning oleh wasit. Mereka adalah Muhammad Muzzaka pemain nomor punggung nomer 4 di menit ke 25. Semenit berselang giliran Musyafa’, pemain Persipa nomor punggung 7 yang disemprit wasit. 

Tak hanya itu, Persipa pun mengganti penjaga gawangnya Risqita dengan Dimas Fani, setelah kebobolan lima gol. 

Pelatih Persiku Yayat R. Hidayat bersyukur atas poin penuh yang direguk di kandang. Namun ia mewanti-wanti pemainnya agar tak cepat puas dengan hasil yang dicapai. Lantaran pada pertandingan perdana, Persiku ditekuk Persibara Banjarnegara 2-1. 

“Kali ini pemain cukup bagus, mereka mengikuti instruksi. Ini merupakan hasil dari latihan kami. Namun jangan cepat puas. Pertandingan masih panjang, siapa yang terbaik di latihan dan permainan itu yang terbaik,” ujarnya setelah pertandingan. 

Terpisah, Pelatih Persipa Pati Slamet Riyadi mengakui keunggulan tim tuan rumah. Menurutnya harus ada perbaikan di semua lini tim asuhannya. 

“Semua lini perlu diperbaiki, kita kalah jauh dengan sana (Persiku). Kalah penguasaan bola apalagi dengan gol. Mereka bermain bagus, memanfaatkan permainan sayap,” tuturnya.

Dirinya mengaku akan segera melupakan kekalahan di Kudus, untuk menatap laga tuan rumah melawan PSIK Klaten, Minggu (1/4/2018). Menurutnya Persipa Pati akan mempersiapkan laga tersebut dengan matang.

Editor: Supriyadi

PTM Sukun Boyong 9 Medali di Kejuaraan Piala Rektor USM

MuriaNewsCom, Kudus – Tim PTM Sukun berhasil mendulang prestasi di ajang Piala Rektor Universitas Semarang (USM). Tak tanggung-tanggung, tim yang berdomisili di Kudus ini berhasil membawa pulang sembilan medali.

Sembilan medali tersebut terdiri dari empat medali emas, satu perak, dan empat perunggu. Dengan hasil itu, PTM Sukun berhasil membuktikan diri sebagai tim terkuat di ajang tersebut.

Ketua Pelaksana PTM Sukun M Koesrin mengatakan, empat medali emas tersebut disumbang oleh Hafid (tunggal kadet putra), Dwi Okta (tunggal kadet putri), Ridho (tunggal senior Non PON putra), dan Hafid (tunggal junior ptra). Sementara untuk medali perak disumbang Neni yang bermain di tunggal junior putri).

”Kalau yang perunggu ada Safira di tunggal junior putri, Zidna di tunggal senior Non PON, dan Aminah yang bermain di tunggal junior putri dan tunggal senior non PON,” ujarnya.

Hasil itu, lanjut Koesrin, semakin menambah rentetan prestasi yang ditorehkan para pemain PTM Sukun. Hanya, ia berharap prestasi tersebut akan semakin bertambah di kejuaran-kejuaraan yang akan diikuti mendatang.

Editor: Supriyadi

Persijap Jepara Tundukkan Martapura FC 3-0

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menang atas Martapura FC 3-0, dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat  (9/3/2018) sore.

Babak pertama, Laskar Kalinyamat membungkam Gajah Kalimantan dengan skor 2-0. Dua angka itu lahir masing-masing dari sepakan pemain baru Andi Rahmat pada menit ke 12 dan Abrori Setiawan di menit 28.

Babak kedua, permainan tuan rumah lebih mendominasi permainan. Umpan dari lini ke lini efektif diterapkan oleh anak-anak asuhan Patrick Ghigani. Seperti yang terjadi pada menit ke 56, pemain nomor 21 Abrori Setiawan yang berada di sisi kanan pertahanan lawan, menggocek bola hasil umpan rekannya dari sisi tengah.

Berdiri bebas, ia berhasil mengoper bola mengarah ke gawang Martapura yang dikawal Juni Irawan. Bola liar kemudian masuk dengan mudah, setelah disontek pemain Persijap nomor 27 Diyan Rohwan. Skor 3-0 untuk Persijap.

Peluang emas bukannya tak dimiliki anak-anak Martapura FC. Beberapa kali kesempatan sempat dimiliki oleh anak-anak asuh Hartono Ruslan. Namun kegemilangan kiper Persijap Amirul Kurniawan, mengandaskan permainan apik Qischil dan kawan-kawan.

Pelatih Persijap Patrick Ghigani mengaku puas dengan kinerja yang ditunjukan pemainnya. Menurutnya, ada perkembangan berarti terkait pola permainan yang ditunjukan Laskar Kalinyamat.

“Saya puas hari ini dengan permainan mereka, namun sepakbola bukan urusan hari ini saja, namun terus berkembang hari demi hari. Hari ini mereka mengikuti instruksi, disiplin dan semakin baik,” ungkap pria asal Jerman.

Sementara itu, Pelatih Martapura FC Hartono Ruslan mengaku, tak mempermasalahkan hasil yang dipetik di Jepara. Menurutnya, anak-anak asuhnya hanya demam panggung.

“Saya melatih baru sekitar dua minggu di sana (Martapura FC), selain itu saat di sana (Kalimantan) kita kurang ujicoba, baru disini langsung. Sore ini mereka cuma demam panggung saja, lihat saja kontrol salah, passing salah, kita kalah cermat, Persijap cermat. Mereka ciptakan peluang, tak tak tak gol.. Kita tidak, peluang kita kan sama ada empat kali, namun mereka jadi gol,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Kenang Legenda Sepak Bola Jepara Haryanto, Persijap Gelar Uji Coba dengan Martapura FC

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan menjamu Martapura FC dalam laga uji coba pada Jumat (9/3/2018) sore, di Stadion Gelora Bumi Kartini. Selain menjajal kemampuan anak-anak Laskar Kalinyamat, pertandingan ini juga sebuah ajang untuk menghormati Almarhum Haryanto. Ia adalah eks pemain Persijap dan pernah bermain sebagai kiper timnas, yang wafat akhir Februari lalu di usia 61 tahun.

Patrick Ghigani pelatih Persijap mengungkapkan, meskipun tim besutannya belum sempurna namun ia berharap anak asuhnya dapat menampilkan permainan terbaik. Disebutkannya, skuad Laskar Kalinyamat baru terbentuk sekitar 75 persen.

Dirinya berharap agar timnya dapat meladeni permainan Martapura FC, yang kini berlaga di Kasta Kedua Liga Indonesia.

“Kami berharap dapat menampilkan permainan yang bagus, karena ini sangat penting bagi kami bermain penuh kedisiplinan dan agresif melawan tim yang berada di atas kami, yang tentunya punya banyak pengalaman,” kata Ghigani melalui rilis resmi Persijap, Rabu (7/3/2018).

Sebelum Martapura FC, Persijap juga pernah melakoni laga uji coba melawan Persib Bandung, pada 9 Februari 2018. Meskipun kalah 0-2, namun Ghigani menilai, banyak pelajaran yang dapat dipetik pada pertandingan tersebut.

Presiden Persijap Esti Puji Lestari mengungkapkan, laga tersebut akan bertajuk laga amal. Hal itu untuk menghormati almarhum Hariyanto yang pernah berpengalaman sebagai pelatih kiper Martapura FC sekaligus pelatih kiper timnas Indonesia.

“Tim kami baru terbentuk 75 persen. Selain untuk laga amal, tim kami diharapkan mampu tampil baik dan memberikan hiburan bagi suporter,” ungkap Esti.

Haryanto meninggal dunia pada 28 Februari lalu dalam usia 61 tahun, dan dimakamkan di Pemakaman Ratu Tubagus Kelurahan Karangkebagusan, Jepara, Kamis (1/3/2018). Selain pernah menjadi pemain Persijap, Haryanto juga pernah menjadi pelatih kiper Martapura FC pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.

Selain pernah menjadi kiper timnas, Hariyanto juga pernah menjabat sebagai pelatih kiper timnas Indonesia tahun 2012 saat dilatih oleh Nil Maizar bersama Fabio Oliviera (asisten) dan Matias Ibo (pelatih fisik) yang berlaga di Piala AFF 2012.

Editor: Supriyadi

Masuk 8 Besar Nasional, Pemain Persiku U-17 Diguyur Bonus Rp 20 Juta

MuriaNewsCom, Kudus – Prestasi membanggakan dicapai Persiku Kudus U-17. Pada Kejuaraan Suratin Cup tahun 2017 lalu berhasil menjadi Juara Jawa Tengah dan berhasil masuk 8 besar Nasional. Ini sebuah catatan manis bagi persepakbolaan dan dunia olahraga di Kudus.

Bupati Kudus Musthofa pun memberikan apresiasi atas prestasi ini. Para pemain Persiku ini diguyur bonus sebesar Rp. 20 juta. Acara ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (6/3/2018).

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Askab PSSI Kudus Sutrisno kepada Captain Tim Persiku U-17 Endico Bahtiar disaksikan Ketua Koni Kudus Rinduwan dan Pelatih Widhoro Heryanto. Bonus ini adalah wujud perhatian dan support Bupati.

Melalui sambutannya, Bupati pun berpesan agar prestasi ini tidak berhenti di sini. Raihan ini bukan sebuah akhir tujuan, melainkan langkah awal meraih prestasi yang lebih tinggi. Apalagi anak-anak Kudus ini bibit berbakat yang harus disupport.

“Jangan puas hanya dengan prestasi ini. Teruslah tunjukkan prestasi yang lebih tinggi untuk masa mendatang,” pesan Bupati.

Selain bagi pemain, Bupati juga berpesan agar seluruh manajemen, official, bahkan suporter untuk tetap solid bersama-sama mengangkat tim macan muria ini. Semua persoalan harus dirembug bersama demi kemajuan olahraga di Kudus.

“Semua harus merasa memiliki tim ini. Sehingga mari bersama-sama untuk mendukung Persiku untuk meraih prestasi,” imbuhnya.

Pelatih Persiku U-17 Widhoro Heryanto mengaku raihan prestasi tidak lepas dari perhatian Bupati. Support yang diberikan baik secara moral maupun materi sangat bisa mengangkat mental anak-anak ketika berlaga.

“Saya bersama tim menyampaikan terima kasih pada Pak Bupati Musthofa,” kata Widhoro.

Widhoro menambahkan, beberapa pemainnya ini masih bisa memperkuat tim Persiku U-17 pada kompetisi mendatang. Dan para pemain ini yang diharapkan bisa mensupport mental pemain lain.

Sekadar informasi, Persiku U-17 ini menjuarai Suratin Cup Jateng setelah menumbangkan PSCS Cilacap Jr dengan skor 3-0. Sedangkan pada putaran nasional Persiku U-17 masuk delapan besar setelah mengalahkan Persebun Pangkalan Bun dengan skor 2-1 di Sleman.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pelajar di Grobogan Berebut Juara di Ajang Popda SMP/SMA Tingkat Kabupaten

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan pelajar berebut gelar juara di ajang Popda SMP/SMA tingkat Kabupaten Grobogan. Dalam even tahunan ini ada 14 cabor yang dipertandingkan. Yakni, sepak bola, bola voli, basket, tenis meja, atletik, sepak takraw, senam, panahan, pencak silat, karate, tenis lapangan, renang, bulutangkis dan taekwondo.

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Agus Sumarsana menyatakan, even Popda SMP/SMA sudah dimulai sejak Minggu (25/2/2018). Pelaksanaan Popda dijadwalkan berlangsung hingga Jumat lusa.

”Ada ratusan pelajar dari berbagai sekolah yang ambil bagian dalam even ini. Untuk cabor yang dipertandingkan ada 14,” katanya, Rabu (28/2/2018).

Mengingat banyaknya cabor yang dipertandingkan, ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat menggelar pertandingan Popda SMP/SMA tersebut. Antara lain, di Gedung Wisuda Budaya, GOR Simpanglima, Stadion Krida Bakti, kolam renang Ayodya, lapangan basket SMPN 1 Purwodadi, dan lapangan tenis meja Kelenteng Purwodadi. Sedangkan untuk cabor senam dilangsungkan di SDN 2 Karangasem, Kecamatan Wirosari.

”Para juara dalam Popda ini nantinya akan mewakili Kabupaten Grobogan dalam Popda tingkat eks-Karesidenan Semarang yang rencananya dilangsungkan bulan Maret,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Persijap Kartini Runner Up Paradise Cup di Bali

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Kartini menempati posisi runner up pada ajang Paradise Cup, di Bali. Titel itu diperoleh mereguk tiga kali kemenangan dan satu kali kekalahan, pada turnamen yang diselenggarakan di Lapangan Trisakti, Legian-Bali, 23-25 Februari 2018.

Perjalanan tim putri Persijap, dimulai kurang mengenakan. Pada pertandingan pertama melawan Jakarta 69, anak asuh Agus Himawan itu harus kalah 0-1. Namun pada tiga pertandingan sisa, Sheva Imut dan kawan-kawan berhasil mengemas kemenangan telak.

Saat melawan tim tuan rumah PFA Bali, Persijap Kartini menang 2-0. Melawan Pro Direct Jakarta 4-0 dan menang 3-1 saat melawan Evolution FC Gresik.

Dua pemain Persijap Kartini, Sheva Imut dan Hanipa Halimatusadiyah pun mengantongi masing-masing empat gol. Keduanya diketahui pernah membela timnas wanita Indonesia U-15.

Pemain Persijap Kartini berebut bola dengan lawannya di ajang Paradise Cup di Bali. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dalam turnamen berformat setengah kompetisi tersebut, Sheva pun terpilih sebagai striker terbaik.

Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari mengaku‎ bangga akan capaian timnya. Meskipun targetnya meleset dari yang seharusnya peringkat satu.

“Dengan hasil ini ada peningkatan dari turnamen sebelumnya yakni Bengawan Cup yang hanya menjadi juara tiga (Bengawan Cup), kini juara dua. Saya bangga dan senang dengan performa Persijap Kartini yang meningkat‎,” tuturnya, dalam rilis pers yang diterima MuriaNewsCom.

‎Dirinya juga berharap, agar PSSI dan pemerintah lebih memperhatikan sepakbola wanita. Hal itu selaras dengan gairah persepakbolaan wanita yang terus bergairah.

Sementara itu pelatih Persijap Kartini Agus Hi‎mawan mengaku cukup puas dengan hasil yang diperoleh. “Saya akui terbang ke Bali dengan membawa pemain yang minim dan persiapan singkat. Pertandingan pertama saat kalah, golnya dihasilkan oleh tendangan spekulasi yang sulit dispekulasi oleh kiper kami. Selain itu, pemain lawan saat itu sulit menembus garis pertahanan kami,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Andi Rahmat Eks Pemain PSIS Merapat ke Persijap

MuriaNewsCom, Jepara – Andi Rahmat eks pemain PSIS  Semarang merapat ke Persijap Jepara. Gelandang serang itu nampak berlatih bersama skuad Laskar Kalinyamat, Selasa (20/2/2018) sore.

General Manager Persijap Ahmad Rifai menyebut, pemain ini bukan wajah baru di Jepara. Saat masih bermain di tingkat Porprov, pemuda asal Lamongan itu pernah merumput untuk Bumi Kartini selama dua tahun.

“Dia (Andi Rahmat) akan mengisi slot untuk pemain senior yang kami sediakan,” tuturnya, ditemui di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa sore.

Selain Rahmat, Rifai bilang, masih ada beberapa pemain yang akan merapat ke Jepara. “Kami masih menantikan satu pemain, sore ini datang kesini,” kata dia.

Disinggung mengenai regulasi Liga 3 yang membatasi umur pemain senior (23 tahun keatas) menjadi tiga orang. Rifai berkata ia siap melaksanakannya. Untuk itu dirinya menyediakan tiga slot untuk pemain senior.

“Kita sudah ada, untuk pemain seniornya Lucky dengan Putut. Satunya lagi akan diisi oleh Andi Rahmat,” terangnya.

Sementara, sembilan pemain senior yang sempat berlatih bersama Persijap, dicoret dari daftar skuad. Hal itu termasuk Amirul Kurniawan di posisi kiper dan Latif Hasyim center back, yang sempat membela Persijap saat berlaga di Liga 2.

“Namun tidak menutup kemungkinan, mereka akan kami panggil kembali, jika nanti regulasi mungkin berubah,” jelas Rifai.

Editor : Supriyadi

Persijap Kartini Siap Berlaga di Paradise Cup Bali

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Kartini akan ikut ambil bagian pada event bertajuk Paradise Cup di Bali. Ajang ini akan dilaksanakan pada Kamis-Minggu (22-25/2/2018).

Turnamen ini, menurut Presiden Persijap Esti Puji Lestari merupakan ajang untuk menambah pengalaman bermain pemain Persijap Kartini. Adapun penyelenggara kegiatan ini adalah Gobolabali Foundation, bekerjasama dengan Asprov PSSI Bali dan KONI Bali.

“Ajang ini diikuti oleh lima tim. Untuk Persijap Kartini, event ini tentu akan menambah pengalaman bermain dari anak-anak. Pada turnamen ini kami mengincar kemenangan,” ujar Esti, Senin (19/2/2018).

Selain Persijap Kartini, Paradise Cup akan diikuti pula oleh tim dari tuan rumah, PFA Bali, Persegres Gresik, Pro Direct Jakarta dan Jakarta 69. Menggunakan format setengah kompetisi, ajang ini akan mengambil tiga tim teratas untuk mendapatkan reward dari penyelenggara.

Adapun, tim Persijap Kartini kini tengah melakukan training camp di lapangan Diklat BM, Srondol, Kota Semarang. Nantinya pada saat pertandingan, tim akan membawa 17 pemain disertai pelatih Agus Hirmawan berikut ofisial.

Editor: Supriyadi

Juarai Wartono Cup 2018, PTM Sukun Ogah Berpuas Diri

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah menyabet juara pada ajang tenis beregu Wartono Cup 2018, PTM Sukun tak lantas berpuas diri. Tim pelatih akan mengevaluasi beberapa aspek dan terus berlatih untuk menghadapi event selanjutnya.

Koesrin, Ketua Pelaksana ajang Wartono Cup 2018 merasa bersyukur akan capaian tim. Kedepan, pihaknya akan terus menyelenggarakan ajang tersebut.

“Kita harus bisa mempertahankan prestasi ini. Untuk ajang Wartono Cup dengan format beregu mirip seperti Sudirman Cup kita terus pertahankan, agar memacu Persatuan Tenis Meja untuk menciptakan regenerasi tenis meja,” ujarnya Senin (19/2/2018).

Pelatih PTM Sukun Kudus Henny Sandra Nurwati menyebut, permainan anak asuhnya cukup baik. Saat melawan PTM Ancol Barat Jakarta, dirinya telah mengetahui kekuatan lawan di atlet putera seimbang dengan anak asuhnya.

“Kita satu litting dengan Jakarta, namun kita unggul di kelas putri. Kemungkinan kemarin kita bisa menang 3-0, namun karena potensi di pemain putra 50-50 kita kalah disitu, namun menang di pertandingan selanjutnya,” ungkap dia.

Ia mengatakan, setelah ajang Wartono Cup 2018 dirinya tak lantas berpangku diri. Pada bulan Maret pihaknya akan berlaga di Semarang, dalam kompetisi kelompok umur.

“Selain itu, nanti bulan April rencananya ada kejuaraan di Batam, nanti Oktober ada Porprov,” ungkap Henny, yang juga Ketua PTMSI Kudus itu.

Sementara itu, Ketua Pelatih PTM Sukun Kudus Edi Pramuji mengatakan akan mengevaluasi segi mental pemain. Karena, pada pertandingan di nomor Yunior, tim tersebut sempat kehilangan angka.

“Biasa itu (kehilangan angka) tidak masalah besar, lebih karena mental bertanding. Kalau di final seperti kemarin bisa saja grogi. Namun untuk itu kami akan bina agar bisa kuat mental saat melakoni kejuaraan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

PTM Sukun Kudus Sapu Bersih Gelar Juara di Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus menyapu bersih gelar juara dalam kejuaraan tenis meja beregu Wartono Cup 2018, Minggu (18/2/2018). Titel itu diperoleh setelah menumbangkan rivalnya dari Jakarta, PTM Ancol Barat.

Anak-anak Kudus merengkuh tiga juara pertama, yakni kelompok umur kadet, pemula dan yunior. Sedangkan, lawannya PTM Ancol Barat Jakarta menempati posisi kedua, dalam kejuaraan yang berlangsung di Sukun Sport Center, Gondosari, Gebog, Kudus, dari Jumat-Minggu (16/2/2018).

Pelatih Sukun Kudus Henny Sandra Nurwati mengatakan, bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Namun demikian, ia melihat beberapa celah dari tim asuhannya yang perlu diperbaiki jelang pertandingan selanjutnya.

“Bahagia sekali atas capaian ini, ini melebihi target yang hanya menargetkan dua titel namun ini sapu bersih, tiga-tiganya (kadet, pemula, yunior),” katanya.

Di sisi lain, pelatih PTM Ancol Barat Jakarta Dede Fadli mengaku senang dengan capaian anak asuhnya. Meskipun hanya menempati posisi runner up.

“Senang sekali denan capaian yang kita harapkan. Meskipun kita persiapannya kurang, namun dengan kerja sama kompak semuanya bisa. Terkait keikutsertaan untuk tahun depan, mungkin saja insyallah kita akan ikut lagi, kita lihat ke depannya bagaimana,” papar pria jangkung itu.

Perwakilan Direksi PR Sukun, Helmi Tas’an Wartono mengucapkan selamat untuk para pemenang. Terkait Wartono Cup, dirinya mengaku mendukung sepenuhnya dan berkonsisten untuk melakukan pembibitan atlet-atlet pingpong muda.

“Kami berkomitmen agar dalam bidang tenis meja selalu ada upaya regenerasi pemain. Oleh karenanya ke depan kami akan berkomitmen untuk menyelenggarakan event Wartono Cup di kemudian hari,” ungkapnya.

Adapun, total hadiah yang disediakan oleh panitia sebesar Rp 70 juta. Selain itu, disediakan pula trophy bagi juara pertama.

Gelaran Wartono Cup sendiri telah diselenggarakan sebanyak empat kali. Pada tahun ini terbilang istimewa, karena sekaligus memeringati HUT ke 70 PR Sukun.

Sementara itu, untuk posisi ketiga kelompok kadet ditempati PTM Binora Klaten, PTM DB-Shiamiq Solo. Untuk kelompok pemula ditempati PTM DB-Shiamiq Solo dan PTM Binora Klaten.

Di kelompok regu yunior, tempat ketiga ditempati oleh PTM DB-Shiamiq Solo dan PTM YP Temanggung.

Editor : Ali Muntoha

Tuan Rumah Juarai Wartono Cup 2018, Determinasi Anak-anak Jakarta Layak Diancungi Jempol 

MuriaNewsCom, Kudus – Perjuangan PTM Ancol Barat Jakarta patut diacungi jempol. Meskipun hanya menduduki tempat kedua dalam Wartono Cup 2018 setelah PTM Sukun Kudus, namun determinasi anak-anak ibukota perlu mendapatkan pujian tersendiri.

Seperti yang terjadi di pada kelas pemula. Meskipun harus mengakui keunggulan tim tuan rumah 3-1, namun anak-anak PTM Sukun Kudus perlu bekerja keras untuk menundukkannya. Di tiga kelas yakni ganda campuran, ganda campuran dan tunggal putera, PTM Sukun Kudus dipaksa bermain hingga set lima oleh PTM Ancol Barat Jakarta.

Hal serupa terjadi pada nomor Kadet. Kalah pada kelas tunggal puteri dan ganda putera, pasangan campuran Naufal dan Ika justru bermain apik dan sempat memperkecil ketertinggalan 2-1.

Duet Naufal dan Ika boleh dibilang kalah secara fisik ketimbang lawannya dari Kudus, Daka dan Dyah. Namun, beberapa kali mereka merepotkan pasangan tuan rumah.

Bahkan mereka memaksakan pertandingan berjalan lima set. Kejar mengejar angka sempat terjadi, hingga kemudian terjadi deuce dan memaksa tim dari Kudus bertekuk lutut 2-3.

Namun sayang, perjuangan dari keduanya tak berlanjut. Pada partai tunggal putera yang mempertemukan Usama dan Hafid, Jakarta takluk dari Kudus. Pada final kelompok beregu kadet, PTM Sukun Kudus mengoleksi 3 kali kemenangan sementara PTM Ancol Barat Jakarta hanya satu kali menang.

Editor : Ali Muntoha

PTM Sukun Kudus Pastikan Gondol 2 Gelar Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus memastikan dua gelar juara di kelompok regu Yunior dan Pemula, Wartono Cup 2018. Titel tersebut dipastikan, setelah menumbangkan lawan tangguh PTM Ancol Barat Jakarta.

Di kelas Pemula A, regu Sukun Kudus sempat kehilangan angka saat kelas tunggal puteri. Menurunkan Adisty, Kudus digulung oleh atlet asal Jakarta Tyas, tiga set langsung. Kedudukan akhir 0-3, bagi Jakarta.

Namun di kelas selanjutnya, yakni ganda putera, ganda campuran dan tunggal putera, PTM Sukun Kudus membalikan keadaan. Kudus unggul dengan skor masing-masing 3-2 di setiap kelas.

Meskipun demikian, Kudus dipaksa meladeni permainan apik dari pemain Jakarta. Pertandingan pun harus dilaksanakan dalam lima set

Pada nomor Yunior, Kudus menerapkan strategi berbeda. Terutama di ganda campuran, yang pada pertandingan kemarin sempat kehilangan angka. Pada pertandingan tersebut, pelatih Kudus menurunkan duet Alvin dan Neni. Sementara Jakarta tetap dengan atlet seperti kemarin Osama dan Dini.

Hasilnya, Kudus menekuk Jakarta 3-1. Namun pada kelas ganda putera, pasangan asal Jakarta Alam dan Restu masih terlalu tangguh untuk Aldi dan Rendy. Kudus menyerah 2-3.

Pada kelas lain, Kudus berhasil mendominasi jalannya pertandingan, dan mengumpulkan angka 3-0 di nomor tunggal putera serta 3-2 di nomor tunggal puteri. Dengan hasil ini, Sukun mengumpulkan poin 3-1.

Sementara itu, di kelas Kadet, hingga berita ini disusun, para atlet baik dari PTM Sukun Kudus dan PTM Ancol Barat Jakarta masih berjuang.

Editor : Ali Muntoha

PTM Sukun Kudus Ditantang Ancol Barat Jakarta di Final Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – PTM Sukun Kudus dan PTM Ancol Barat Jakarta berhadapan di babak final, pertandingan tenis meja beregu Wartono Cup 2018. Babak pamungkas akan digelar esok hari, Minggu (18/2/2018) pagi pukul 09.00 WIB di Sukun Sport Center, Gondosari, Gebog, Kudus.

Keduanya, masing-masing menempati peringkat satu dan dua. Di kelompok regu pemula PTM Sukun Kudus berada di trap pertama dari enam tim. Sedangkan PTM Ancol Barat Jakarta berada di tempat kedua.

“Nantinya, yang berhak menuju babak final adalah mereka yang menempati peringkat I dan II pada masing-masing pool,” kata Farid Muhammad Ketua Pertandingan Wartono Cup 2018.

Di kelompok regu Yunior PTM Sukun Kudus juga akan menantang PTM Ancol Barat Jakarta. Mereka masing-masing posisi I dan II dalam pool tersebut.

Ketua Pelatih PTM Sukun Kudus Edi Pramuji mengatakan, sejak awal peserta dari Jakarta diprediksi menjadi musuh terberat. Selain rekor pertemuan, beberapa pemain dari PTM Ancol Barat Jakarta juga pernah malang melintang di ajang pertandingan ping pong internasional.

Menghadapi final, Edi mengaku sudah mempersiapkan strategi khusus. Termasuk menghadapi atlet dari PTM Ancol Barat Jakarta yang telah berpengalaman internasional.

“Kita akan menerapkan strategi yang berbeda daripada pertandingan hari ini. Insyaallah kami yakin (optimis) untuk pertandingan,” pungkas Edi.

Editor : Ali Muntoha

PTM Sukun Kudus Temui Lawan Berat di Hari Kedua Wartono Cup

MuriaNewsCom, Kudus – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus menemui lawan berat, PTM Ancol Barat Jakarta. Di hari kedua ajang tenis meja beregu Wartono Cup 2018, Sabtu (17/2/2018) siang.

Di kelas yunior yang diadakan pada Sabtu siang,  Sukun Kudus berkejaran angka dengan Ancol Barat Jakarta. Meskipun akhirnya menang dengan skor 3-2, namun perlawanan dari atlet-atlet ibukota, sempat merepotkan tim tuan rumah.

Pada nomor tunggal puteri, Sukun Kudus unggul 3-1. Namun, atlet dari Kudus Aminah sempat kesulitan pada set pertama melawan Chesy dari Jakarta. Aminah tertinggal terlebih dahulu dengan skor 11-13. Namun permainannya justru membaik pada tiga set selanjutnya. Ia membungkam perlawanan Chesy cukup telak, dengan skor 11-1, 11-5 dan 11-5.

Keadaan justru berbalik di nomor ganda putera dan ganda campuran. Tim asal Kudus ditekuk Jakarta 1-3 dan 2-3.

Menurunkan Rendi dan Aldi pada nomor ganda, Kudus dipaksa bermain empat set, melawan Restu dan Alam dari Jakarta. Sempat unggul di set pertama dengan 11-9, Jakarta lantas bangkit di set selanjutnya, dengan menekuk Kudus 6-11,10-12 dan 4-11.

Partai apik tersaji di nomor ganda campuran. Menurunkan Alvin T dan Vivi Sukun Kudus sebenarnya sudah unggul di set 1 dan 2, dengan mengoleksi skor 11-9 dan 11-5. Namun kondisi justru berbalik, Dini dan Osama dari Jakarta memanfaatkan kelengahan Kudus. Sehingga mereka menang 6-11, 4-11 dan 3-11. Jakarta unggul 1-2 dari Sukun Kudus.

Namun keunggulan dari Jakarta tak bertahan lama. Melalui nomor tunggal putera dan ganda putri, Sukun Kudus mengembalikan kejayaannya.

Hafid dari Kudus, menang tiga set langsung, 11-7, 15-13 dan 12-10. Meskipun demikian, Alam yang pernah mengecap laga internasional di Singapura, ngotot melawan. Pada set kedua dan ketiga, terjadi dua kali deuce, akan tetapi perlawanan Alam kandas melawan Hafid, 3-0. Kedudukan pun kembali seimbang 2-2.

Tunggal Putera PTM Sukun Kudus Hafid (kiri), membalas kekalahan atas PTM Ancol Barat Jakarta Alam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Pada laga penentuan ganda putri, tim dari Jakarta harus mengakui keunggulan Kudus. Menurunkan Putri dan Alma, Jakarta kalah tiga angka langsung dari duet Aminah dan Zidna, 11-9, 11-4 dan 11-6.

Sementara itu kelas Pemula A, meskipun menghadapi lawan sama, PTM Sukun Kudus relatif tak kesulitan. Pada pertandingan yang digelar pada Sabtu pagi, mereka mengalahkan PTM Ancol Barat Jakarta 4-1.

Dengan hasil ini, PTM Sukun Kudus tetap optimis bisa merengkuh gelar juara. “Jakarta memang yang terberat, namun kami tetap optimis menghadapi babak selanjutnya,” kata Edi Pramuji, ketua pelatih PTM Sukun Kudus.

Editor: Supriyadi

Hari Ini Tuan Rumah Sukun Tantang Lawan Berat dari Jakarta

MuriaNewsCom, Kudus – Ajang Wartono Cup 2018 memasuki hari kedua, Sabtu (17/2/2018). Tuan rumah PTM Sukun Kudus dijadwalkan bertemu lawan tangguh PTM Ancol Barat Jakarta.

Sesuai jadwal dari panitia, Sukun akan bertemu Ancol Barat pada pukul 08.30 WIB di kelas Pemula A. Siang nanti, pukul 14.00 WIB dua tim ini rencananya akan bertemu di kelas Yunior.

“Semua tim kita waspadai, namun tim-tim dari Jakarta dan Temanggung patut kita waspadai. Karena beberapa kali pertemuan, ketat dalam perolehan angka,” ujar Ketua Pelatih PTM Sukun Edi Pramuji, baru-baru ini.

Hal itu nampaknya tak berlebihan, pada hari pertama, tim asal Jakarta itu mengemas kemenangan atas lawannya. Tim beregu kategori Pemula A dari Jakarta, PTM Ancol Barat, menang 5-0 atas lawannya PTM Binora Klaten. Pada kategori Yunior, tim tersebut menang 3-2 atas lawannya DB Shiamiq Solo.

Pertandingan perdana PTM Ancol Barat melawan PTM Binora Klaten, Jumat (16/2/2018) malam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Sementara itu, tuan rumah juga mengemas hasil apik, kemarin (16/2/2018). Di kelas Pemula A, pukul 14.00 WIB, yang mempertemukan PTM Sukun Kudus dan PTM Binora Klaten, tim asal Kota Kretek menang telak, 5-0.  Pun demikian halnya dengan pertandingan di kelas Yunior, Sukun Kudus lagi-lagi membungkam perjuangan anak-anak Klaten dengan skor 5-0.

“Hari ini mereka (Sukun) bertemu dengan Jakarta,” kata Farid Muhammad Ketua Pertandingan Wartono Cup 2018.

Editor : Supriyadi

PTM Sukun Petik Hasil Memuaskan di Hari Pertama Wartono Cup

MuriaNewsCom, Kudus – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus memeroleh hasil bagus pada hari pertama pelaksanaan Wartono Cup 2018, Jumat (16/2/2018). Pada dua kategori yakni Yunior dan Pemula, tim ini menang telak 5-0 atas lawannya Binora Klaten.

Pada pertandingan beregu di kelas Pemula A, pukul 14.00 WIB, yang mempertemukan PTM Sukun Kudus dan PTM Binora Klaten, tim asal Kota Kretek menang telak, 5-0.  Pun demikian halnya dengan pertandingan di kelas Yunior, Sukun Kudus lagi-lagi membungkam perjuangan anak-anak Klaten dengan skor 5-0.

Hal serupa juga terjadi pada pertandingan melawan DB Shiamiq Solo. Sukun Kudus lagi-lagi menang telah 5-0.

“Hari ini Sukun masih berjaya dengan memenangkan pertendingan beregu ini secara telak. Dimungkinkan karena belum bertemu dengan lawan yang berat,” kata Farid Muhammad sebagai ketua pertandingan.

Ia memperkirakan, lawan berat bagi tuan rumah akan dihadapi pada pertandingan hari kedua, Sabtu (17/2/2018). “Lawan berat diperkirakan berasal dari tim Jakarta,” tuturnya.

Pada pertandingan lainnya, tim beregu katagori Pemula A dari Jakarta, PTM Ancol Barat, menang 5-0 atas lawannya PTM Binora Klaten. Pada katagori Yunior, tim tersebut menang 3-2 atas lawannya DB Shiamiq Solo.

Editor: Supriyadi

Ini Dua Hal Istimewa Dalam Ajang Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Gelaran Wartono Cup 2018 menjadi salah satu pertandingan istimewa. Selain mengusung sistem beregu dan mempertandingkan tiga kategori, peserta kejuaraan tenis meja ini pun dimanja dengan fasilitas akomodasi dari panitia.

Hal ini tentu patut diberi acungan jempol, lantaran biaya akomodasi peserta selama bertanding di Kudus ditanggung penyelenggara. Edi Pramuji, Ketua Pelatih PTM Sukun mengatakan, hal ini menjadi salah satu hal yang baru.

“Kalau di tahun-tahun sebelumnya tidak pernah dilakukan. Baru tahun ini,” tuturnya, Jumat (16/2/2018).

Edi melanjutkan, hal itu dilakukan untuk memeringati HUT PR. Sukun yang ke 70. Menjadi istimewa, karena ajang-ajang serupa belum tentu memberikan fasilitas yang serupa.

Fasilitas akomodasi yang disediakan berupa, penginapan di Hotel @Hom, termasuk konsumsi dan biaya perjalanan ke venue acara.

Selain itu, masih ada keistimewaan lain dari ajang tahunan ini. Hal itu sebagaimana diungkapkan Ketua PTMSI Oegroseno, yang menjanjikan pemenang dari ajang tersebut bisa mengikuti  seleksi terbuka untuk kejuaraan internasional di Polandia.

Editor: Supriyadi

Oegroseno: Juara Wartono Cup Bakal Ikut Seleksi Kejuaraan Internasional di Polandia

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua PP PTMSI Komjen Pol (Purn) Oegroseno berjanji akan memberikan kesempatan kepada juara Wartono Cup untuk mengikuti seleksi tim untuk Kejuaraan Internasional di Polandia. Pernyataan itu diungkapkan saat membuka Kejurnas Tenis Meja Wartono Cup, Jumat (16/2/2018).

“Jadi, para pemenang Wartono Cup bisa ikut (seleksi) kejuaraan internasional di Polandia. Seleksinya terbuka. Karena itu para pemenang bisa ikut,” katanya saat memberikan sambutan.

Menurutnya, banyaknya kejuaraan yang diikuti para atlet akan semakin membuat skill terasah. Apalagi jika kejuaraannya internasional. Para pemain akan berpengalaman menghadapi atlet dari negara lain yang memiliki karakter dan keahlian yang berbeda.

“Pada dasarnya kemampuan atlet itu sama. Yang berbeda hanya semangat bertempurnya. Kadang karena lihat pemain yang lebih tinggi, lebih jangkung semangatnya turun. Itu yang harus diwaspadai,” tegasnya.

Karena itu, ia sangat menghargai semua pembinaan yang dilakukan PTM di daerah. Terutama saat ada kejuaraan yang lingkupnya nasional. Selain untuk memupuk semangat dan menambah jam terbang, mental atlet juga akan tergugah.

“Kalau tidak ada halangan, saya pasti datang. Bagi saya bisa melihat atlet bermain itu sangat menggembirakan,” tandasnya.

Sementara itu, Pelatih PTM Sukun Edy Pramudji mengaku gembira dengan kabar yang diutarakan Oegroseno. Pelatih yang berhasil membawa Sukun menorehkan prestasi puncak di even serupa tahun 2016 lalu itu bahkan seakan tak sabar dengan hasil akhir kejurnas ini.

” Ini kesempatan bagus bagi atlet. Kita akan bermain semaksimal mungkin supaya bisa menang dan ikut seleksi mewakili Indonesia di Polandia,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Ketua PP PTMSI Ajak Peserta Wartono Cup Junjung Sportivitas

MuriaNewsCom, Kudus – Pembukaan Kejuaraan Nasional (kejurnas) beregu bertajuk Wartono Cup di Sukun Sport Center, Jumat (16/2/2018) berlangsung meriah. Ketua PP PTMSI Komjen Pol (purn) Oegroseno yang didapuk untuk membuka acara menambah antusias para peserta.

Orang nomor satu di dunia Tenis Meja tersebut mengatakan, ajang Wartono Cup diharapkan bisa menjadi ajang untuk pembinaan. Apalagi saat ini kejuaraan dilangsungkan secara beregu. Praktis, hampir semua tim yang bergabung wajib membawa atlet mulai dari junior.

“Ini pembinaan bagus. Kami harap Wartono Cup bisa menjadi ajang pembinaan yang bagus,” katanya.

Selain pembinaan, kejuaraan yang diikuti enam tim itu juga diharapkan bisa saling menjaga sportivitas. Dengan begitu, kejuaraan yang dilakukan dengan sistem semi kompetisi itu hasilnya bisa maksimal.

Terlebih lagi, ada kejuaraan yang akan menyongsong para atlet di tahun 2018 mendatang. “Sportivitas itu sangat penting. Ajang ini akan menjadi tolok ukur dalam melangsungkan kejuaraan yang akan datang. Baik itu even nasional ataupun internasional,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Tim Jakarta dan Temanggung Jadi Pesaing Berat Tuan Rumah di Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Ajang Wartono Cup 2018 menjadi kompetisi bergengsi yang memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Tuan rumah, Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus mewaspadai tim dari Jakarta dan Temanggung, pada ajang Wartono Cup 2018.

“Semua tim kita waspadai, namun tim-tim dari Jakarta dan Temanggung patut kita waspadai. Karena beberapa kali pertemuan, ketat dalam perolehan angka,” ujar Ketua Pelatih PTM Sukun Edi Pramuji, Rabu (14/2/2018).

Adapun, tim yang ikut serta dalam pertandingan ini adalah ‎PTM Binora Klaten, PTM Sukun Kudus, PTM Punglor Sleman DIY, PTM Ancol Barat Jakarta, PTM Dwi Bengawan Solo dan PTM YP Temanggung Jakarta‎.

Selain itu, pada ajang ini akan ikut beberapa nama atlet yang telah malang melintang di dunia tenis meja. Seperti Adelia, Siti Aminah, Faisol Rendy Wardana asal Kudus dan Fernando asal Jakarta.

“Nama-nama tersebut sudah pernah malang melintang di berbagai kejuaraan tingkat internasional seperti Singapura,” imbuhnya.

Meskipun demikian, pihaknya optimistis dapat bermain apik pada kejuaraan beregu yang diselenggarakan pada 16-18 Februari 2018. Bahkan pihaknya berusaha akan mempertahankan juara umum yang sempat diraih pada ajang serupa tahun 2016.

“Kami akan maksimal mengikuti ajang ini. Sebagai tuan rumah kami akan mengirimkan 24 pemain (untuk tiga nomor pertandingan),” tuturnya.

Adapun, kejuaraan tenis meja nasional beregu tersebut diselenggarakan pada 16-18 Februari 2018. Mengambil tempat di Sukun Sport Center, Gondosari, Gebog, kegiatan tersebut diikuti enam tim dari, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Temanggung, Klaten dan Kudus dan memperebutkan total hadiah Rp 70 juta‎.

Editor: Supriyadi

Kejurnas Tenis Meja Wartono Cup 2018 Akan Dibuka Oegroseno

MuriaNewsCom, Kudus – Kejuaraan Tenis Meja Nasional Terbuka bertajuk Wartono Cup 2018 kembali bergulir. Pada tahun ini, ajang tersebut dihelat dari tanggal 16-18 Februari di  GOR Sport Center Sukun Kudus, Gondosari, Gebog. Acara itu rencananya dibuka oleh Ketua PP PTMSI Komjen Pol (purn) Oegroseno.

Hal itu disampaikan oleh Edi Pramuji, Ketua Pelatih Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus, saat jumpa pers, di United Futsal, Singocandi, Rabu (14/2/2018). Menurutnya, ajang ini merupakan kompetisi ini cukup bergengsi dan dinantikan oleh klub maupun PTM yang ada di Indonesia.

“Pak Oegroseno rencananya akan membuka pertandingan ini pada Sabtu (16/2/2018) pagi,” ujarnya.

Dikatakannya, pada event ini akan melombakan tiga nomor yakni pemula, kadet dan yunior. Adapun ajang ini akan mempertandingkan lima kelas yakni tunggal puteri, ganda putera, ganda campuran dan tunggal putera serta ganda puteri.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada kegiatan tersebut diikuti oleh enam peserta yang berasal dari, Jakarta, Solo, Temanggung, Klaten, DI Yogyakarta dan Kudus.

“Total atlet yang mengikuti ajang ini berjumlah 115 orang. Mereka berasal dari PTM Binora Klaten, PTM Sukun Kudus, PTM Punglor Sleman DIY, PTM Ancol Barat Jakarta, PTM Dwi Bengawan Solo dan PTM YP Temanggung Jakarta,” jelas Edi.

Disinggung mengenai hadiah, Edi menyebut total hadiah yang disediakan adalah Rp 70 juta rupiah. Hal itu masih ditambah dengan seluruh akomodasi yang ditanggung penuh oleh pihak panitia.

Wartono Cup 2018, lanjut Edi, merupakan kompetisi yang melombakan kelompok usia mulai 13 tahun hingga 18 tahun. Menurutnya, perlombaan ini bertujuan pula untuk menggenjot pembinaan usia dini.

“Masing-masing PTM ataupun Klub harus mengirimkan atletnya ketiga nomor yakni pemula, kadet dan yunior. Selain itu, mereka wajib ikut dalam lima kelas yang dilombakan,” pungkas Edi.

Editor: Supriyadi

Persijap Bertekuk Lutut Lawan Persib Bandung

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara bertekuk lutut 0-2 atas tamunya Persib Bandung, dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat (9/2/2018) sore.

Beda kasta, tim berjuluk Laskar Kalinyamat banyak bermain dibayang-bayang besar Maung Bandung. Sejak babak pertama, Persijap terkurung dengan permainan rapi yang diterapkan Persib.

Menit ke 8, Persib mencetak skor pertama melalui kaki Ezechiel N’douassel. Pemain asal Chad itu membobol gawang yang dikawal Amirul Kurniawan lewat tendangan jauh ke tiang gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 0-1, bagi keunggulan Persib Bandung.

Seusai turun minum, perlu waktu sekitar tujuh menit untuk Persib untuk menciptakan gol kedua. Tepat di menit 52, Ezechiel lagi-lagi menciptakan keunggulan bagi Maung Bandung. Melalui aksi individu dari tengah lapangan, pemain berusia 29 tahun itu kembali menjebol gawang Persijap, skor berubah 0-2.

Kesempatan satu-satunya yang dimiliki Persijap lahir pada menit ke 62. Umpan silang yang diberikan Putut Ragil, gagal dikonversi menjadi  gol oleh Zaenudin AB. Kaki pemain nomer 10 ini terpeleset.

Pelatih Kepala Persijap Patrick Ghigani tak mempermasalahkan hasil yang diperoleh anak asuhnya. Ia menyadari Persib merupakan tim besar.

“Saya tak mempermasalahkan hasilnya, saya senang dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak Persijap hari ini. Meskipun disetiap pertandingan saya selalu ingin menang,” tuturnya.

Disinggung mengenai kesempatan Persijap yang gagal dikonversi menjadi gol, Ghigani mengatakan itu masalah stamina. “Mereka tidak berada pada kondisi terbaiknya, maka dari itu kami melakukan banyak pergantian pemain. Dan lagi kami belum berada di pra musim, jadi mereka tak berada pada kondisi stamina yang bagus,” paparnya.

Sementara itu Mario Gomez, pelatih Persib mengaku permainan timnya akan dijadikan bahan evaluasi. Selain itu, momen pertandingan persahabatan digunakannya untuk menjajal pemain muda. Menurutnya, ajang ini bagus untuk menguji pemain-pemain muda.

“Ini merupakan ajang yang bagus untuk pemain-pemain muda kami. Disini kami banyak memainkan yang muda, namun pada pertandingan lain kami akan memainkan tim yang lebih kuat,” tukasnya.

Editor: Supriyadi

SMA Islam Sultan Agung 2 Jepara Juarai Ajang LFC 2018

MuriaNewsCom, Kudus – SMA Islam Sultan Agung 2 Jepara rengkuh juara pertama pada ajang Law Futsal Competition 2018 yang didukung Sukun Spirit of Sport, Minggu (4/2/2018). Gelar itu diraih setelah tim tersebut menumbangkan SMKN 3 Jepara dengan skor 3-2.

Perjuangan Sula, julukan SMA Islam Sultan Agung, tidak mudah. Pada babak final, tim asuhan Fahmi Arif itu sempat tertinggal terlebih dahulu 0-1. Babak pertama, permainan Sula lebih banyak didikte SMKN 3 Jepara.

Ketika babak kedua dimulai, terjadi perubahan pola permainan. Sula lebih bisa mengimbangi permainan lawan. Gol balasan tercipta, dan menyeimbangkan kedudukan 1-1.

Tak mau kalah, SMKN 3 Jepara kemudian membalas. Skor pun saling kejar. Hingga akhirnya, determinasi dan kesabaran anak-anak Sula berbuah manis, mereka mengoleksi 3 gol. Sementara lawannya hanya dua.

“Memang tadi kita tertinggal terlebih dulu di babak awal. Lalu saya instruksikan anak-anak bermain lebih sabar, hingga dapat membalikkan keadaan. Alhamdulilah, kemenangan ini bekal kami untuk terus berlatih untuk pertandingan selanjutnya,” ungkap pelatih sekaligus guru di SMA Sula 2 Fahmi Arif, ditemui setelah acara di United Futsal Stadium.

Sementara itu, official SMKN 3 Jepara Ahmad Ainun Najib mengaku tak mempermasalahkan hasil tersebut. Ia mengaku raihan yang dicapai sudah melebihi ekspetaksi.

“Kami datang hanya bersembilan, pelatih kami tak bisa hadir, sedangkan guru olahraga kami sedang tugas di Solo. Kami berangkat dengan modal sendiri. Tidak ada rasa kecewa. Nanti kami akan perbanyak latihan dan masih banyak event futsal lain,” tuturnya.

Meskipun kalah, namun pemain-pemain SMKN 3 Jepara meraih banyak titel yakni gelar Top Scorer dan Best Player. Mereka adalah Muhammad Aan dan Deva yang didapuk sebagai pencetak gol terbanyak. Sedangkan Varrol diganjar titel Best Player.

Sementara itu dari pinggir lapangan, Battle Supporter juga berlangsung. Empat pendukung dari SMAN Nalumsari Jepara, SMKN 1 Kalinyamatan-Jepara, SMAN 1 Welahan dan SMA Muhammadiyah Kudus meramaikan tribun penonton.

Loyalitas, kreatifitas dan semangat suporter dalam mendukung tim menjadi salah satu unsur penilaian. Dari empat tim suporter, panitia akhirnya menilai pendukung dari SMA Muhammadiyah Kudus menjadi juara. Sedangkan Suporter SMAN Nalumsari di tempat kedua.

Wakil Ketua Panitia Muhammad Dicha mengatakan, masing-masing pemenang di kategorinya diganjar hadiah berupa uang tunai. Khusus untuk juara futsal, juga menerima trophy.

Untuk Top Scorer meraih masing-masing Rp 250.000, sama dengan nominal yang diraih Best Player. Sementara, juara tiga bersama yang diraih oleh SMA Wisuda Karya dan SMAN 1 Jepara diganjar uang Rp 750.000, masing-masing.

Juara dua LFC yang diraih SMKN 3 Jepara mendapatkan Rp 1,5 Juta. Sementara juara satu diberi hadiah uang Rp 2,5 juta. Adapun, untuk lomba suporter SMAN 1 Nalumsari dapat Rp 500.000 dan SMK Muhamadiyah 1 mendapatkan Rp 1 juta.

“Kedepan harapannya lebih baik. Ini ajang pertama kami, tahun depan kami rencanakan akan digelar lagi,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Persib Bandung Akan Uji Tanding dan TC di Jepara, Jika…

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap Jepara membenarkan rencana Persib akan menggelar Training Camp dan uji tanding di Bumi Kartini. Namun realisasinya, masih menunggu keluarnya izin dari pihak keamanan.

Hal itu disampaikan oleh General Manager Persijap Jepara Ahmad Rifai, akhir pekan ini. Menurutnya, manajemen Persib Bandung sudah memberikan lampu hijau terkait uji tanding.

“Persib Bandung sudah bersedia datang ke Jepara untuk melakukan Training Camp. Tinggal menungu perizinan saja,” katanya.

Menurut Rifai, perizinan yang dimaksud terkait akan uji tanding yang akan dilakukan Persib dan Persijap. Berdasarkan kesepakatan, Training Camp akan menjadi satu paket dengan uji tanding.

“Jadi kalau izin uji tandingnya disetujui, maka Persib akan menggelar TC di Jepara. Kalau tidak diizinkan ya Persib tidak jadi datang,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak keamanan, terutama kepolisian. Namun demikian, untuk segala bentuk akomodasi Maung Bandung selama berada di Jepara, sudah dipersiapkan oleh manajemen Persijap.

“Hotel dan sebagainya sudah dipersiapkan. Komunikasi (terkait izin) masih kami lakukan dengan Polres Jepara,” tuturnya.

‎Presiden Persijap Esti Puji Lestari membenarkan hal itu. Menurut rencana, Persib akan melakukan TC dari tanggal 5 hingga 11 Februari 2018 mendatang. Selain TC, klub asuhan Roberto Carlos Mario Gomez ini juga akan beruji coba dengan Persijap pada 9 atau 10 Februari di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

“Saya selaku Presiden Persijap ingin memfasilitasi Training Camp ini untuk menjalin hubungan baik, serta belajar dari mereka,” ungkap Esti Puji Lestari‎, ucapnya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

‎Sementara itu, pelatih kepala Persijap Patrick Ghigani menilai, ajang ujicoba tersebut merupakan hal bagus untuk timnya.

“Ini Adalah sebuah kesempatan besar untuk para pemain muda kita, untuk mengukur kemampuan mereka dengan melawan salah satu tim terbesar di Indonesia. Seperti kita ketahui, kondisi Persib saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Liga 1. Kondisi sebaliknya, bahwa kita masih dalam tahap seleksi. Meski begitu, akan menjadikan pertandingan nanti menarik untuk fans dan juga masyarakat Jepara,” ujar pelatih Persijap, Patrick Ghigani.

Pria asal Jerman itu juga berharap suporter dapat memenuhi stadion saat uji coba mendatang. Ia memastikan, kendati hanya latih-tanding, Persijap akan bermain dengan serius.

“Dari sisi nilai olahraga, kita semua tahu bahwa ini adalah sebuah tugas besar. Meskipun begitu kita akan menyiapkan tim sebaik mungkin untuk memberikan perlawanan kepada Persib,” pungkasnya‎.

Editor : Ali Muntoha