HNSI Terapkan Skala Prioritas Salurkan Beras Bagi Nelayan Jepara 

MuriaNewsCom, Jepara – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) akan memrioritaskan distribusi beras bantuan bagi nelayan yang benar-benar membutuhkan. Hal itu karena jumlah bantuan beras dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara sebanyak 30 ton, masih belum cukup.

Sudiyatno, Ketua HNSI Jepara mengatakan, beras bantuan tersebut telah diserahkan DKPP kepada organisasi yang dipimpinnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera membagikan beras kepada nelayan.

“Meskipun kurang jika dibagikan kepada semua nelayan di Jepara, namun kami akan tetap membagikannya. Rencananya pada bulan ini, sebab kalau terlalu lama disimpan bisa rusak. Oleh karena jumlahnya kurang maka kita buat skala prioritas mana yang akan mendapatkan beras terlebih dahulu,” katanya, Sabtu (6/1/2018).

Dirinya menyebut, daerah yang diprioritaskan berada di utara dan selatan Jepara. Diantaranya Clering, Bandungharjo, Ujungwatu dan Bumiharjo di wilayah utara. Sementara di wilayah selatan ada desa di Kedung Malang dan sekitarnya.

“Namun untuk Kedung, khusus desa Karangaji tidak mendapatkan jatah dari kami, sebab sudah mendapatkan jatah sebanyak empat ton dari instansi lain,” tuturnya.

Sebelumnya Sudiyatno mengatakan, kebutuhan untuk bantuan beras bagi nelayan setidaknya 52 ton. Namun jumlah tersebut dirasa masih kurang untuk membantu 1.128 KK nelayan.

Adapun, bantuan beras diberikan untuk mencukupi makanan pokok nelayan, selama musim baratan (angin kencang dan gelombang tinggi) di Laut Jepara.

Editor: Supriyadi

Meriah, Puluhan Peserta Ikuti Lomba Smart Kids Competition Naga Homestay 2 Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Perlombaan Smart Kids Competition 2018 yang diselenggarakan saat launching Naga Homestay 2, Sabtu (6/1/2018) berlangsung meriah. Puluhan peserta antusias mengikuti perlombaan.

Joyce Maria, panitia penyelenggara mengatakan, saat ini total peserta yang mengikuti perlombaan ada 70 peserta. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah kabupaten di Kudus dan sekitarnya.

“Ada peserta dari Kudus, Rembang, Pati bahkan dari Semarang yang mengikuti perlombaan kali ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Disebutkan, dalam perlombaan tersebut juga memiliki hadiah total jutaan rupiah. Jumlahnya mencapai Rp 7,5 juta merupakan hadiah keseluruhan yang disediakan. .

Hadiah jutaan rupiah, kata dia merupakan keseluruhan dari 11 perlombaan anak yang disediakan. Selain hadiah uang pembinaan, pemenang juga mendapatkan piala dan juga piagam.

“Kami menyiapkan satu juri tiap perlombaan, dan keputusan tidak dapat diganggu gugat,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

10 Desa di Dua Kecamatan di Pati Terendam Banjir

MuriaNewsCom, Pati – Bencana banjir kembali menerjang Kabupaten Pati. Setidaknya ada 10 desa di dua kecamatan yang terendam banjir dan melumpuhkan aktivitas warga lantaran ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter.

Berdasarkan data, dua kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Jaken dan Kecamatan Jakenan. Hanya banjir paling parah terdapat di Desa Trikoyo dan Mojoluhar, Kecamatan Jaken. Di dua desa tersebut, ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.

Selain itu, di Desa Arumanis, Mantingan, Sumberagung, Sumberejo, Lundo, Tegalarum, Kebonturi, dan Sumberan ketinggian air masih berkisar 30 – 50 sentimeter.

Kapolsek Jaken AKP Heri Teguh Rusianto menjelaskan, terjadinya bencana alam banjir tersebut disebabkan karena adanya hujan lebat yang terjadi mulai siang sampai petang, pada hari Jumat kemarin.

”Sehingga air mulai menggenangi wilayah Jaken pada malam hari hingga Sabtu dini hari,” kata Heri dilansir dari detik.com, Sabtu (6/1/18).

Meski begitu, aa memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja kerugian materi terbilang cukup banyak. Area persawahan di kawasan tersebut direndam banjir.

Sejumlah relawan menyiapkan perahu karet untuk melakukan aktivitas di tengah kepungan banjir. (Facebook)

Rumah warga yang terbuat dari gebyok/papan kayu, ada yang hanyut. Barang-barang milik warga juga ada yang rusak dan sampai saat ini masih didata.

Sementara itu, di Kecamatan Jakenan, Kapolsek Jakenan AKP Suyatno menambahkan banjir mulai menerjang sekitar pukul 22.00 WIB malam hingga Sabtu (6/1/18) dini hari. Ketinggian air rata-rata 10 sampai 40 sentimeter.

”Di Jakenan terdapat tiga titik tersebut yang terendam banjir,” tegasnya.

Tiga titik tersebut yakni, Jembatan Glonggong sampai pertigaan Glonggong sepanjang 200 meter, dengan ketinggian air kurang lebih 10-40 sentimeter. Pertigaan Glonggong sampai Gereja Glonggong sepanjang 100 meter, dengan ketinggian air kurang lebih 15 sentimeter.

”Yang terakhir di jalan Jakenan-Winong turut Dukuh Bangklean Desa Tambahmulyo juga tergenang,” ujar Suyatno.

Ia memperkirakan, kejadian tersebut akibat luapan sungai Desa Glonggong karena hujan deras yang mengguyur cukup lama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Banjir di daerah tersebut sering terjadi dikarenakan meluapnya air dari sungai. Sungai yang bersebelahan dengan jalan raya Jakenan-Winong ketika meluap langsung memenuhi jalan. Hal itu juga diakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air kiriman dari Kecamatan Pucakwangi maupun Kecamatan Winong,” paparnya.

Saat ini, para relawan dari BPBD, kepolisian, dan TNI masih melakukan evakuasi warga di lokasi banjir tersebut. Hingga Sabtu (6/1/2018) siang, para relawan masih bersiaga di sekitar lokasi banjir.

Editor: Supriyadi

Belum Semua Pedagang Tempati Kios Baru di Pasar Mayong, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Jepara – Pemugaran blok depan Pasar Mayong telah usai dikerjakan. Namun belum semua pedagang menempati kios-kios baru yang ada di blok tersebut, meskipun semua kunci telah diserahkan.

Suhartini (53) seorang pedagang gerabah mengatakan, hal itu karena pedagang-pedagang lain masih menyelesaikan kontrak di Los yang ada di sisi bawah pasar.

“Pedagang lainnya belum pindah ke sini karena mereka masih memunyai kontrak di los-los yang bawah ini. Kalau saya pas blok ini dibangun, saya pindah di atas. Kemudian, saya langsung pindah ke sini (blok baru) setelah jadi,” ujarnya, Sabtu (6/1/2018).

Ia mengaku baru menempati kios barunya pada Kamis (4/1/2018). Dirinya memprediksi, dalam beberapa hari kedepan, pedagang akan memenuhi blok baru tersebut.

“Saya senang dengan kios ini karena lebih bersih dan fasilitasnya lengkap,” tuturnya.

Hal tersebut diamini oleh Mustakhim, Kabid Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jepara. Menurutnya, saat ini pedagang masih mempersiapkan kepindahan ke kios baru.

“Semua kunci sudah diserahkan, saat ini pedagang sedang menata tempat berdagang baru. Nantinya (blok baru) tersebut akan ditempati oleh pedagang sembako, gerabah, emas hingga warung makan,” tuturnya.

Mustakhim mengatakan,  pada medio bulan Januari blok depan pasar Mayong yang terdiri atas 98 kios, akan diresmikan. Sebelum itu, dipastikan pedagang telah memenuhi tempat tersebut.

Adapun, untuk membenahi fasilitas tersebut menelan APBD Jepara senilai Rp 13 miliar.

Editor: Supriyadi

11 Lomba Smart Kids Competition Ramaikan Launching Naga Homestay 2 Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Peresmian (launching) Naga Homestay 2 Kudus yang digelar Sabtu (6/1/2018) di JL HM Busono No 23 RT 1/RW 2, Kelurahan Ploso, Kecamatan Jati, Kudus dipastikan meriah.

Ini lantaran pihak panitia menggelar perlombaan dengan tema Smart Kids Competition 2018. Tema itu sengaja dipilih untuk memeriahkan acara sekaligus promo penitipan anak dengan nama Naga Day Care.

Joyce Maria, panitia penyelenggara mengatakan, Naga Homestay 2 yang merupakan cabang pertama yang didirikan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Peresmian ini juga sebagai agenda ulangtahun penitipan anak Naga Day Care kali ketiga. Karena itu tema kita smart kids,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, perlombaan anak-anak yang diselenggarakan ada 11 perlombaan. Semuanya menyasar anak-anak dalam meramaikan launching Naga Homestay 2

Ke-11 perlombaan yang diselenggarakan, meliputi lomba foto ceria, lomba merangkak, lomba ring donut, Lomba pindah bola, lomba matematika, lomba English, lomba mewarnai dsb lomba fashion show.

“Semuanya diselenggarakan dalam satu tempat di Naga Homestay 2, Ploso mulai jam 10.00 WIB hingga sore nanti,”jelasnya. (NAO)

Editor: Supriyadi

Ketua PCNU Grobogan Dilantik Jadi Kabag Kesejahteraan Rakyat

MuriaNewsCom, GroboganPergeseran pejabat di lingkup Pemkab Grobogan kembali dilakukan. Hal ini menyusul adanya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan administrator, pengawas dan kepala sekolah yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (6/1/2018).

Pelantikan yang dilangsungkan di pendapa ini boleh dibilang sangat mendadak. Sebab, hingga sehari sebelumnya, belum terdengar kabar bakal adanya pelantikan tersebut.

Dalam pelantikan ini ada 127 pejabat yang diambil sumpahnya, termasuk 20 diantaranya adalah kepala sekolah. Pejabat yang dilantik berasal dari level eselon III dan IV dari beberapa SKPD. Selain pergeseran, ada pula beberapa nama yang mendapat promosi jabatan.

Di antara pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya terdapat nama Ketua PCNU Grobogan Abu Mansur yang statusnya memang PNS. Jabatan baru yang diemban adalah Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Grobogan. Sebelumnya, Abu Mansur menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Gubug.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, pelantikan pejabat ini dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi perangkat daerah yang baru. Terkait dengan kondisi tersebut, perlu dilakukan penataan agar pejabat yang ditempatkan sesuai dengan kapasitasnya.

”Pelantikan pejabat baru, baik rotasi maupun promosi merupakan sebuah hal yang biasa. Hal ini kita lakukan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah yang baru,” cetusnya.

Sri juga mengingatkan, tuntutan pelayanan saat ini lebih bersifat terbuka dan berbasis tehnologi informasi yang menuntut proses penyelesaian secara cepat, tepat dan transparan serta bebas dari pungutan liar. Hal ini jelas membutuhkan kerja keras, cerdas, kompak dan cepat, dengan sentuhan manajemen, karakter kepemimpinan dan teknik operasional yang lebih profesional.

”Semua pejabat saya minta agar segera memahami tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing, dan melaksanakan program serta kegiatan yang telah direncanakan. Saya minta para pejabat baru agar berusaha membuat inovasi demi kemajuan daerah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Naga Homestay 2 Kudus Resmi Dilaunching

MuriaNewsCom, Kudus – Naga Homestay 2 resmi dilaunching Sabtu (6/1/2018). Sejumlah perlombaan dengan tema ‘Smart Kids Competition 2018’ diusung untuk memeriahkan acara.

Joyce Maria, panitia penyelenggara mengatakan, Naga Homestay 2 yang merupakan cabang pertama yang didirikan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Untuk alamatnya, berada di JL HM Busono No 23 RT 1/RW 2, Kelurahan Ploso, Kecamatan Jati, Kudus.

“Peresmian ini juga sebagai agenda ulangtahun penitipan anak Naga Day Care kali ketiga. Karena itu tema kita smart kids,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, perlombaan anak-anak yang diselenggarakan ada 11 perlombaan. Semuanya menyasar anak-anak dalam meramaikan launching Naga Homestay 2

Ke-11 perlombaan yang diselenggarakan, meliputi lomba foto ceria, lomba merangkak, lomba ring donut, Lomba pindah bola, lomba matematika, lomba English, lomba mewarnai dsb lomba fashion show.

“Semuanya diselenggarakan dalam satu tempat di Naga Homestay 2, Ploso mulai jam 10.00 WIB hingga sore nanti,”jelasnya. (NAO)

Editor: Supriyadi

Balai Desa Kebonagung Grobogan Terendam Banjir

MuriaNewsCom, Grobogan – Banjir dadakan melanda Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jumat (5/1/2017). Banjir terjadi akibat ada talud jebol di sebelah selatan Balai Desa Kebonagung, sekitar pukul 15.00 WIB.

Jebolnya talud selebar hampir 5 meter menyebabkan air dari Kali Avour meluap. Selain menggenangi sawah, luapan air juga menggenangi halaman balai desa hingga setinggi lutut. Sebagian air dilaporkan sempat masuk ke dalam ruangan.

Selain itu, ada sejumlah kios yang kebanjiran. Posisi kios ini berada di samping balai desa.

Banjir melanda Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jumat (5/1/2017).
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Luapan air juga menyebabkan arus lalu lintas dari Tegowanu-Tanggungharjo tersendat. Kendaraan terpaksa harus berjalan pelan ketika melewati arus air yang keluar dari jebolan talud. Posisi talud jebol kebetulan memang cukup dekat dengan jalan raya.

“Kendaraan masih bisa lewat tetapi harus pelan-pelan. Soalnya, arus airnya masih cukup deras,” kata Camat Tegowanu Kasan Anwar, petang tadi.

Dijelaskan, kondisi Sungai Avour saat ini sedang penuh air. Soalnya, di bagian hulu sedang hujan lebat.

“Sejauh ini belum ada laporan rumah yang terkena genangan karena posisi perkampungan agak jauh dari lokasi talud jebol. Kejadian ini sudah kita laporkan sama instansi terkait. Semoga bisa segera ditangani,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Grobogan Subiyono menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan adanya talud atau parapet yang jebol di Desa Kebonagung tersebut. Untuk penanganan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

Editor : Ali Muntoha

Kepala SKPD di Grobogan Diminta Siapkan Penyusunan Laporan Keuangan 2017

MuriaNewsCom, Grobogan – Seiring sudah berakhirnya tahun anggaran 2017, semua kepala SKPD diminta untuk segra mempersiapkan penyusunan laporan keuangan mulai sekarang. Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Moh Sumarsono saat membuka rakor Penyusunan

Laporan Keuangan SKPD dan Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD) tahun 2017 di gedung Riptaloka, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, berdasarkan aturan, penyusunan laporan keuangan itu harus disampaikan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Hakekat dari laporan itu adalah sebagai progress report atas penyelenggaraan pemerintah daerah selama satu tahun.

Di samping itu, laporan keuangan juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan azas transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah serta berfungsi sebagai sarana pengawasan bagi DPRD terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ditambahkan, laporan yang dibuat nanti akan dievaluasi dan dipakai sebagai dasar bagi pemerintah untuk menetapkan peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional untuk provinsi, kabupaten dan kota. Peringkat kinerja nantinya akan ditetapkan dengan pengelompokan kinerja penyelenggaraan daerah dalam beberapa prestasi.

Terkait pentingnya masalah itu, Sumarsono meminta semua SKPD segera melakukan persiapan dalam kaitan penyusunan laporan keuangan tersebut.

”Mulai sekarang, SKPD hendaknya mempersiapkan data-data yang diperlukan dalam penyusunan laporan nanti. Perlu dicermati, antara data keuangan dan aset nantinya harus bisa tepat,” katanya.

Dikatakan, target penyusunan laporan keuangan di tiap SKPD ditarget harus selesai Februari 2017. Setelah itu, akan dibuatkan membuat rangkuman dari laporan SKPD untuk membuat laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2017.

Selain mengumpulkan dokumen yang diperlukan dan membuat kertas kerja, para pimpinan SKPD diminta segera melakukan koordinasi jika menemui kendala.

Editor: Supriyadi

Sempat Tergenang, Guru SMAN 1 Toroh Bersihkan Ruang Kelas yang Kebanjiran

MuriaNewsCom, Grobogan – Aktivitas berbeda terlihat di SMAN 1 Toroh, Grobogan, Jumat (5/1/2017). Para guru dibantu siswa dan karyawan melangsungkan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekolahan.

Secara kebetulan, di sekolahan yang ada di pinggir jalan raya Purwodadi-Solo itu ada kegiatan Jumat bersih tiap pekan.

Kerja bakti dilakukan karena banyak ruangan yang sempat kebanjiran pada Kamis (4/1/2017) sore hingga menjelang tengah malam kemarin.

Banjir akibat luapan air dari persawahan di sekitar sekolahan mengakibatkan beberapa ruang kelas, laboratorium dan ruang guru sempat tergenang hingga 15 cm. Beberapa jam sebelumnya, memang sempat turun hujan sangat lebat di wilayah Kecamatan Toroh.

Guru dan petugas kebersihan SMAN 1 Toroh membersihkan ruang laboratorium fisika yang sempat kebanjiran, Jumat (5/1/2017).
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala SMAN 1 Toroh Aris Supriyadi menyatakan, banjir di sekolahnya baru pertama kali ini terjadi. Sebelumnya, belum sempat ada luapan air yang masuk ke ruangan kendati hujan deras.

Beruntung, banjir terjadi saat sore hari. Sehingga tidak sampai mengganggu kegiatan pembelajaran siswa.

Menurut Aris, genangan muncul akibat minimnya gorong-gorong atau saluran air di lingkungan sekitar sekolah. Saat ini, gorong-gorong hanya ada di depan sekolah dan beberapa titik lainnya. Hal ini menyebabkan, air dari persawahan bisa masuk ke dalam sekolah dan perkampungan sekitar.

”Kami sudah melaporkan kondisi ini ke dinas terkait agar segera dibuatkan saluran air di lingkungan sekitar sekolah. Dengan demikian, luapan air bisa cepat terbuang keluar kawasan sekolahan bila terjadi hujan lebat,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

TKI dari Sumberagung Grobogan yang Meninggal di Malaysia Sudah Bekerja 4 Tahun

MuriaNewsCom, GroboganProses keberangkatan Tasmi (43), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Godong menjadi TKI ke Malaysia masih terus dilacak. Pihak keluarganya juga tidak begitu mengerti dengan perusahaan yang menyalurkannya bekerja ke Malaysia.

”Seingat saya, dulu ada yang menawari kerja ke Malaysia. Kira-kira, sudah ada empat tahun berangkatnya ke Malaysia,” kata Sripah (70), ibu kandung Tasmi saat ditemui wartawan dirumahnya, Jumat (5/1/2018).

Selama berada di Negeri Jiran, Tasmi sempat berkomunikasi beberapa kali dengan pihak keluarganya. Komunikasi terakhir dilakukan akhir November 2017 lalu. Saat itu, Tasmi meminta kiriman uang untuk biaya berobat karena sedang sakit.

”Permintaan itu tidak bisa dituruti karena keluarga disini juga tidak punya uang. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi dari Tasmi. Kalau komunikasi biasanya lewat saya,” kata Sukarman (54), salah satu kerabat korban.

Sripah yang selama ini tinggal sendirian dirumah karena suaminya sudah tiada. Sripah hanya dikaruniai satu orang anak, yakni Tasmi yang dikabarkan sudah meninggal di Malaysia tersebut.

Tasmi sebelumnya sempat menikah tetapi tidak dikaruniai anak. Setelah bercerai dengan suaminya, Tasmi kemudian memutuskan bekerja jadi TKI ke Malaysia.

Kades Sumberagung Susilo menyatakan, kabar meninggalnya Tasmi diterima pihak keluarga, Kamis (4/1/2018) kemarin. Selain keluarga, pihak desa juga mendapat pemberitahuan perihal meninggalnya Tasmi yang disampaikan petugas dari Disnakertrans Grobogan.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit yang juga dilengkapi dengan hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Malaka, Malaysia.

Pihak keluarga berharap agar jenazah Tasmi bisa segera dipulangkan untuk dimakamkan dikampung halamannya.

”Pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berharap agar jenazahnya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman. Ini, saya sedang membantu menyiapkan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pedagang Padati Gebyar PKL di GOR Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pedagang di Kabupaten Kudusmemadati GOR Bung Karno, Jumat (5/1/2017). Pedagang tersebut berkumpul untuk istighotsah dan pengajian dalam acara Gebyar PKL 2018.

Ketua Paguyuban PKL Kudus M Toha mengatakan, para pedagang sangat berterimakasih atas kepemimpinan Bupati Kudus Musthofa. Karena, berkat bupati, para pedagang merasa aman berjualan karena tidak digurak satpol PP.

“Kami yang selama ini dianggap sebagai pembuat onar dan pembuat macet. Tapi, sekarang tidak lagi demikian. Karena kami ditata lebih baik, sehingga indah dipandang. Bahkan kami para PKL malah dinantikan,” katanya saat sambutan.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti. Karena, Kadinas lah yang selama ini sabar menata pedagang sehingga menjadi indah.

Bupati Kudus Musthofa menyampaikan, apa yang terjadi pada PKL akan terus terjadi kedepannya nanti. Para PKL akan terus nyaman berjualan, sampai kapanpun. Bahkan sampai Musthofa lengser dari jabatannya.

“Jika saya jadi gubernur, saya pastikan kalian (PKL) tetap aman. Bahkan saat saya tidak bisa jadi gubernur, saya tetap akan memastikan hal yang sama. Jika ada bupati yang tidak bersahabat dengan PKL, maka laporkan ke saya dan saya yang akan jewer bupati itu,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, juga dihadirkan penceramah dari Kiai M Gufron atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ki Bodo asal Grobogan. Dalam ceramahnya, disebut kalau pedagang merupakan pencaharian yang sifatnya sunnah.

Editor: Supriyadi

Dinkes Jepara Instruksian Puskesmas Mlonggo Tindaklanjuti Temuan Coklat Berisi Baut

MuriaNewsCom Jepara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara instruksikan Puskesmas Mlonggo menindaklanjuti temuan coklat mengandung material baut, rafia dan plester, di MI Matholibul Huda. ‎

“Kami mengimbau pihak sekolah dan warga terutama murid untuk waspada terkait penganan yang dijual di‎ sekolahan, teliti sebelum membeli,” ujar Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati, Jumat (5/1/2018).

Selain karena kasus di Mlonggo, dirinya juga meminta warga Bumi Kartini untuk mewaspadai, kudapan yang mengandung bahan kimia. Diantaranya pewarna kimia ataupun zat berbahaya lain.

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

“Hindari makanan yang warnanya menyolok karena diduga mengandung Rhodamin atau zat berbahaya lainya,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta warga yang menemukan jajanan yang diduga mengandung bahan berbahaya untuk segera dilaporkan ke Puskesmas setempat. Terkait penganan berharga murah Dwi meminta warga tidak tergiur.

“Makanan murah belum tentu sehat, untuk itu kita harus berhati-hati,” tuturnya.

Baca: Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur Di Mlonggo Jepara

Diberitakan sebelumnya, di kantin sekolah milik MI Matholibul Huda Mlonggo, ditemukan coklat yang didalamnya terdapat mur, tali plastik, dan potongan plester. Peristiwa yang terjadi kemarin (Kamis, 4/1/2018) itu sontak membuat pihak sekolah kaget.

Langkah jangka pendek kemudian diambil, dengan menyita seluruh stok coklat di kantin dan melaporkan hal ini kepada kepolisian setempat. Saat ini, polisi tengah menyelidiki pemasok coklat tersebut.

Editor: Supriyadi

Kantongi SIM Palsu, Sopir Truk di Grobogan Nekat Terobos Razia Hingga Kejar-kejaran dengan Polisi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polres Grobogan sempat dibikin kaget saat menggelar razia rutin yang dilangsungkan di jalan raya Purwodadi-Semarang. Tepatnya di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Jumat (5/1/2017).

Penyebabnya, ada sebuah kendaraan truk dari arah Semarang yang mencoba kabur dengan menerobos razia saat diminta menepi oleh petugas.

Hal ini langsung mengundang kecurigaan petugas. Selanjutnya, beberapa petugas berupaya mengejar truk yang terlihat masuk ke dalam SPBU Nglejok.

Petugas kemudian meminta sopir kendaraan untuk turun dan menunjukkan kelengkapan surat kendaraan dan SIM. Saat memeriksa SIM sopir tersebut, petugas kembali dibikin kaget.

Ini karena, bentuk fisik SIM B1 Umum milik sopir tersebut dirasa mencurigakan. Setelah diteliti lebih lanjut, SIM tersebut dipastikan palsu.

Setelah ditelusuri, nama yang tertera dalam SIM ternyata bukan identitas sopir tersebut. Sopir truk diketahui bernama Sudarmo, warga Desa Lebak, Kecamatan Grobogan. Sedangkan SIM yang dibawa tertera atas nama orang lain tetapi alamatnya sama.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Affandi mengatakan, dari keterangan sopir truk, SIM tersebut ternyata didapat melalui proses scanner dari SIM milik kakaknya yang kemudian dicetak. Dari pemeriksaan surat kendaraan diketahui kartu KIR nya juga sudah tidak berlaku.

”Sesuai petunjuk dari Kasat Lantas, pemilik SIM palsu ini kami serahkan ke bagian Reskrim untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tujuannya untuk menemukan motif lebih dalam mengenai pemalsuan SIM tersebut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Kurang Siswa, 12 SD di Kudus Di-regrouping di Tahun 2017

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mencatat telah melakukan regrouping (penggabungan) terhadap 12 SD selama tahun 2017.Itu terpaksa dilakukan lantaran sekolah lantaran  tidak memiliki siswa yang cukup untuk satu kelas.

Sekertaris Disdikpora Kudus Kasmudi mengatakan, ke-12 SD yang di-regrouping tersebut berada sejumlah kecamatan. Hanya, beberapa regrouping membutuhkan proses yang cukup lama hingga sekolah menyadari harus digabungkan dengan sekolah terdekat.

“Beberapa SD yang di-regrouping adalah SDN 3 dan 4 Mlati Norowito, SDN 4 Bulungkulon, SDN 3 Getas Pejaten, SDN 5 Tanjungrejo, SDN 2 Klumpit, SDN 6 Kedungsari, SDN 2 Colo, SDN 5 Gribig, SDN 2 Lau, SDN 4 Rejosari, dan SDN 4 Margorejo,” katanya kepada awak media

Menurut dia, dinas terpaksa melakukan regrouping setelah turunnya Permendikbud No. 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik. Aturan dari Kemendikbud itu berbunyi dalam satu rombongan belajar (Rombel) minimal 20 siswa, dan maksimal 28 siswa. Jika tidak memenuhi, maka harus dilakukan regrouping.

Dikatakan, saat ini proses pendataan masih terus dilakukan untuk data siswa yang di-regrouping. Pihaknya khawatir, jika data siswa masih belum tertata akan menyulitkan instansi dan siswa di kemudian hari.

Disinggung soal kemungkinan regrouping di tahun 2018 ini, pihaknya menyatakan ada kemungkinan melakukan regrouping kembali. Semuanya tergantung jumlah siswa yang ada di SD di Kudus. Jika jumlahnya memenuhi, maka sekolah akan dipertahankan.

“Jumlah SD di Kudus sebanyak 461 sekolahan baik negeri dan swasta. Kami akan terus memantau agar semuanya berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Sambut Pilgub 2018, Polres Grobogan Gelar Apel Pasukan Mantap Praja Candi

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan Pigub Jateng 2018 masih digelar beberapa bulan lagi. Meski demikian, persiapan untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut sudah mulai dilangsungkan jauh hari sebelumnya.

Salah satunya bisa dilihat dengan adanya kegiatan apel gelar pasukan untuk pelaksanaan operasi Mantap Praja Candi 2018 di Mapolres Grobogan, Jumat (5/1/2018).

Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. Hadir pula dalam kesempatan ini, jajaran FKPD Kabupaten Grobogan, penyelenggaran Pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para ketua partai politik. Apel juga diikuti personil dari TNI, Satpol PP dan Dishub.

Kapolres menyatakan, apel tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seluruh satuan, personel dan peralatan dalam pelaksanaan operasi Mantap Praja 2018.

Apel tersebut merupakan representasi dari kesiapan terhadap tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh masyarakat Jawa Tengah. Yakni, untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran, demi suksesnya penyelenggaraan Pilgub tahun 2018.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub mendatang, Kapolres menekankan kepada anggotanya untuk menjaga netralitas. Semua personil juga diminta melakukan kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat.

”Kepercayaan ini haruslah kita jawab dengan kesungguhan dan keikhlasan hati. Langkahnya dengan mewujudkan keseriusan dalam pelaksanaan tugas pengamanan, sehingga rasa aman yang menjadi dambaan seluruh warga masyarakat betul – betul bisa kita wujudkan,” tegas kapolres.

Editor: Supriyadi

Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur di Mlonggo Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Mlonggo bertindak cepat begitu mengetahui adanya temuan coklat berisi baut dan Rafia. Penelusuran terhadap pemasok kini tengah dilakukan.

AKP Maryono Kapolsek Mlonggo menyatakan, saat ini pihaknya telah mendatangi kios di Pasar Mlongo dimana coklat itu berasal. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

“Hari ini kami telah mendatangi toko di Pasar Mlonggo dimana coklat di MI Matholibul Huda berasal,” katanya, Jumat (5/1/2018‎).

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

Menurutnya, ciri coklat yang mengandung material tak lazim itu berbentuk segi empat, berbungkus alumunium foil warna emas. Sementara pada bagian bungkus terdapat label produksi bertuliskan Pelita Enak dan Lezat Bandung. Bahkan didalamnya dicantumkan izin dari dinas kesehatan untuk penganan yakni P.IRT No 2103204011879-18.

Pengecekan yang dilakukan, menemukan bahwa coklat diperoleh di sebuah kios bernama Monaliza. Disana, diketehui coklat didistribusikan oleh seseorang dari Demak.

“Belum kami ketahui identitasnya (pemasok coklat), namun demikian diketahui yang memasok dari wilayah Demak,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Polsek Mlonggo telah melaporkannya kepada Polres Jepara. Selain itu, petugas Bhabinkamtibmas setempat juga telah melakukan imbauan kepada guru dan siswa, agar waspada.

Editor: Supriyadi

Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut dan Rafia

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah coklat berisi mur baut dan serpihan tali plastik ditemukan di Kantin Sekolah MI Matholibul Huda Mlonggo. Mengetahui hal itu, pihak sekolah langsung menyetop peredaran kudapan tersebut agar tak sampai membahayakan siswanya.

“Iya betul, ada coklat di kantin sekolah yang berisi material, seperti tali rafia, ring baut, dan potongan plester didalamnya,” ujar Muhammad Syaiful Anam, guru kelas di MI MH Mlonggo, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, temuan itu kali pertama diketahui dari laporan siswa, Kamis (4/1/2018). Setelah diteliti, ternyata benar coklat-coklat berwadah alumunium foil warna emas itu berisi material tak lazim. Sementara di wadah pembungkus tidak ditemukan adanya merek penganan, hanya bertuliskan “Aneka Coklat Buatan Bandung”.

Setelahnya, pihak sekolah lantas menyita seluruh persediaan coklat batangan seharga Rp 500 per biji itu. Dari hasil penyelidikan, coklat-coklat itu dibeli di Pasar Mlonggo.

Coklat batangan tak bermerk yang didalamnya terdapat material seperti mur, tali plastik dan potongan plester, ditemukan kemarin di Mlonggo. Jumat (5/1/2018).
(MI Matholibul Huda)

“Jadi di sekolah kami ada kantin, yang kemudian membeli coklat dari pasar. Pembelian itu baru sekali dilakukan. Namun ternyata, saat kami temukan ada material tersebut,” tambahnya.

Mengetahui hal itu, pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepolisian setempat. Barang bukti berupa dua bungkus (12 biji) coklat diberikan kepada petugas Bhabinkamtibmas Polsek Mlonggo.

Terkait hal itu, sekolah lantas mengambil tindakan tegas tidak memperbolehkan penjualan coklat semacam itu di kantin.

“Di kantin milik sekolah kami sebenarnya penganannya bikin semua, terkait coklat itu sebenarnya selingan. Namun tak disangka, kami menemukan adanya material tersebut. Lalu kami stop peredarannya dan mengimbau tak jual lagi coklat yang tak bermerk seperti itu,” tutur Anam.

Lebih lanjut, ia menyebut selama ini kantin menjual penganan yang dimasak sendiri‎.

Editor: Supriyadi

APV Tabrak Sepeda Motor di Gembong Pati, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Gembong – Pati KM 2 tepatnya di sebelah Timur SMP N Gembong, turut Dukuh Ngembes Desa Gembong Kecamatan Gembong, Pati, Kamis (04/12/2018).

Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gembong, AKP Giyanto mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha 75 bernopol K 3406 CB dengan APV Pick Up dengan nopol H 1932 PL.

Saat kejadian, Suzuki APV Pick Up yang bermuatan dekorasi pengantin, berjalan dari arah Barat menuju ke Timur atau dari arah Gembong menuju Pati. Sepeda motor Yamaha 75 yang saat itu tidak dilengkapi lampu penerangan, berjalan dari arah sebaliknya yakni Timur ke Barat atau dari arah Pati menuju ke Gembong.

Baca: Rayakan Tahun Baru, Pemuda 24 Tahun Tewas Masuk Jurang Di Jepara

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Suzuki APV Pick Up berjalan terlalu ke Kanan, sehingga menabrak sepeda motor Yamaha 75.

Selanjutnya Suzuki APV Pick Up yang dikendarai korban menabrak tiang telepon dan masuk ke kebun tebu warga, dengan posisi kendaraan berbalik arah.

Akibatnya, dua orang tidak tertolong jiwanya saat ditangani tim medis, dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

Baca: Tanam Padi, Lima Warga Cepogo Jepara Tersambar Petir, Satu Tewas

”Korban adalah pengemudi Suzuki APV Pick Up, Hadi Supriyanto (21) warga Desa Bermi RT 04/RW 03, Kecamatan Gembong, Pati. Korban mengalami hematum kepala dan meninggal dunia di Puskesmas Gembong,” katanya seperti dikutip dari laman Tribratanews Polda Jateng.

Sedangkan korban kedua adalah Mulyono (65) pengendara motor Yamaha 75 warga Dukuh Muktisari RT 05/RW 02, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati. Korban mengalami luka robek di dagu, mulut dan hidung keluar darah, jari tengah kanan robek dan patah, bahu kanan patah.

”Korban sempat dibawa ke RS Mitra Bangsa Pati. Namun nyawanya juga tak tertolong”, imbuhnya.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Sumberagung Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Tasmi (43), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Godong.

Camat Godong Bambang Haryono menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat, Kamis (4/1/2018) siang kemarin. Kabar duka itu juga sudah disampaikan pada pihak keluarga di Desa Sumberagung.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit yang juga dilengkapi dengan hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Malaka, Malaysia.

“Pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berharap agar jenazahnya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman,” katanya.

Kepala Disnaker Grobogan Nurwanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Setelah dapat kabar, pihaknya segera memberitahu keluarganya untuk menyampaikan berita duka.

Selanjutnya, pihaknya juga masih melacak jejak keberangkatan korban sebagai TKI. Yakni, untuk memastikan perusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkannya jadi TKI.

“Kita masih mengumpulkan kelengkapan administrasi terkait proses keberangkatan korban. Termasuk perusahaan yang memberangkatan kerja ke luar negeri. Hal ini kita perlukan untuk memudahkan proses pemulangan jenazah dan meminta pemenuhan hak-hak korban selama bekerja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Besok Semua PKL di Kudus Pindah Jualan di GOR

MuriaNewsCom, Kudus – Jumat (5/1/2018) besok, semua pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Kudus akan pindah jualan ke kompleks Sport Center atau Gor Bung Karno Kudus. Hal ini terkait adanya even Gebyar PKL yang digelar Pmkab Kudus.

Bagi masyarakat yang hendak membeli, dapat beralih ke kawasan komplek Gor Bung Karno Kudus.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengatakan, pada perayaan Gebyar PKL semua pedagang akan libur berjualan. Kecuali bagi para pedagang yang bersedia berjualan di kawasan Sport Center.

“Jadi kalau mau jajan ke PKL, bisa bergeser ke GOR Kudus dari langganan biasanya,” katanya kepada awak media Kamis (4/1/2018).

Menurut dia, lokasi jualan para pedagang, akan ditata mulai depan GOR hingga kawasan balai jagong yang terdapat di sebelah selatan GOR Bung Karno Kudus.

Saat Gebyar PKL,  lanjut dia,  para pedagang mulai berjualan sekitar jam 13.00 WIB hingga 00.00 WIB. Rencananya, jumlah pedagang yang memadati kawasan GOR mencapai jumlah ratusan.

Sudiharti memastikan, even ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya lebih banyak hiburan musik band dan dangdut, pada kesempatan kali ini lebih pada kegiatan istighotsah dan pengajian.

“Nantinya  pedagang dari tiap paguyuban akan mengikuti pengajian di dalam GOR, sisanya akan berjualan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Duh, Desa Tahunan-Jepara Kesulitan Cari Tenaga Tanam Padi

MuriaNewsCom, Jepara – Di era mekanisasi pertanian, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan alami krisis tenaga tanam tani. Untuk membantu petani dalam musim tanam tahun ini, pemilik lahan harus mendatangkan tenaga dari luar kecamatan.

Seperti Sutirah (50), ia mengaku datang dari Desa Pancur, Kecamatan Mayong. “Ya kalau ada yang nawari ya saya bersedia (tanam padi), kalau biasanya sih kerja sebagai pengamplas di sekitar sini,” tuturnya, Kamis (4/1/2018).

Di desanya, Sutirah juga sering bekerja sebagai tenaga tanam padi. Namun jika sedang sepi, ia memilih bekerja di pabrik meubel.

Hal yang sama diakui oleh Alfa (40). Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir tenaganya sudah di booking oleh pemilik lahan.

“Hari ini di sini (Desa Tahunan) besok saya sudah disuruh untuk membantu petani di desa saya Pancur,” kata dia.

Menurut dia, untuk seharian bekerja (07.00-15.00) ia dibayar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu.

Hal itu diakui oleh pemilik lahan, Prayitno. Ia mengaku harus menunda proses tanam karena ketiadaan tenaga tanam. “Yang dari desa sini cuma beberapa, yang lainnya dua orang itu dari Pancur, itupun harus indent (mengantre),” ungkapnya.

Menurutnya, generasi tanam padi di Desa Tahunan memang mulai terkikis. Kebanyakan lebih memilih menjadi pengusaha meubel atau merubah sawahnya menjadi gudang‎.

Editor: Supriyadi

Hebat, Video Dana Desa Buatan Pemkab Grobogan Juarai Lomba Kementerian Keuangan

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu prestasi tingkat nasional berhasil diraih Pemkab Grobogan. Yakni, juara I Lomba Desentrasi Fiskal yang diselenggarakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Keberhasilan meraih juara tingkat nasional itu dinilai cukup mengejutkan. Soalnya, hampir semua pemerintah kabupaten/kota di Indonesia ikut mengirimkan karya dalam lomba tersebut.

”Hasilnya baru diumumkan dan video yang kita kirim dinobatkan jadi juara I. Prestasi ini saya rasa cukup mengejutkan sekaligus membanggakan. Terima kasih kami ucapkan pada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan video ini,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan yang bertanggung jawab dalam pembuatan dan pengiriman video untuk lomba tersebut, Kamis (4/1/2018).

Ia menjelaskan, perintah pembuatan video didapat hanya sepekan menjelang batas penutupan lomba pada 11 Desember kemarin. Setelah dapat penugasan, ia kemudian mengumpulkan berbagai instansi terkait, pegiat film dan wartawan untuk mendapat masukan sebagai bahan pembuatan video.

Kemudian, proses pembuatan segera dilakukan dalam rentang waktu 5 hari. Mulai proses pengambilan gambar dan editing hingga pengiriman video pada panitia.

Inilah beberapa segmen pengambilan gambar pembuatan video dengan judul Dana Desa untuk Berdaya di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan.
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak panitia ternyata memperpanjang waktu pengiriman video. Akhirnya, Pemkab Grobogan membikin dua video lagi untuk dikirimkan dalam lomba itu.

”Jadi, totalnya kita kirimkan tiga video dalam lomba itu. Dari tiga video yang kita kirimkan, satu diantaranya terpilih jadi pemenang pertama. Yakni, video dengan judul Dana Desa untuk Berdaya,” jelas pejabat yang akrab disapa Danis itu.

Dijelaskan, dalam lomba video, ada tema yang sudah ditentukan. Yakni, inovasi dan sukses daerah dalam menggunakan dana transfer ke daerah dan desa untuk perbaikan layanan publik.

Video yang jadi juara mengambil lokasi syuting di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan. Di desa ini, dana desa yang diterima, dialokasikan untuk perbaikan jalan serta lapangan sepakbola.

Perbaikan infrastruktur tersebut manfaatnya sangat dirasakan warga setempat. Dalam video berdurasi 5 menit itu juga menampilkan kiprah Kades Bandungsari Ledy Heriyanto yang berobsesi semaksimal mungin untuk menggunakan dana desa buat perbaikan insfrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Editor: Supriyadi

Anggaran Kebersihan Dipangkas Lebih dari Separuh, Pasar di Kudus Terancam Kumuh

MuriaNewsCom, Kudus – Dipangkasnya anggaran kebersihan pasar di Kabupaten Kudus membuat beberapa pihak ketar-ketir. Salah satunya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sudiharti. Ia khawatir pemangkasan tersebut akan membuat pasar di Kudus kembali kumuh.

”Saat ini pasar-pasar di Kudus sudah bersih. Kalau anggarannya kurang, saya khawatir pasar akan kumuh karena tak ada anggaran untuk membayar pegawai,” kata Sudiharti kepada awak media, Kamis (4/1/2017).

Ia menjelaskan, sebelum anggaran digedok, pihaknya sudah mengusulkan anggaran kebersihan pasar di tahun 2018 sama dengan anggaran tahun lalu, yakni Rp 3,6 miliar. Hanya saja, dari pihak DPRD Kudus menilai lain dan hanya menyetujui Rp 1,7 miliar saja.

Padahal, di tahun 2017, alokasi untuk tenaga kebersihan Pasar Kliwon mencapai Rp 1,7 miliar. Kemudian Pasar Bitingan Rp 770 juta dan sisanya untuk kebersihan seluruh pasar desa di Kudus.

”Jumlah itu (Rp 1,7 miliar) tentu sangat kurang. Kami juga belum menemukan formula yang tepat untuk mencukupkan anggaran tersebut. Selama ini petugas kebersihan dialihkan ke pihak ketiga dengan anggaran yang cukup besar,” ungkapnya

Sudiharti menyebutkan, jumlah tenaga kebersihan selama 2017  mencapai 200 petugas. Semuanya bekerja dengan tekun. Ttak hanya membersihkan selama pagi dan sore, ratusan pekerja tersebut juga selalu mencari sampah untuk dibersihkan.

Pihaknya khawatir, dengan anggaran yang terbatas maka akan membuat pasar akan kumuh kembali. Karena, dengan berkurangnya anggaran, akan berakibat berkurangnya juga tenaga kebersihan di pasar.

“Jika pasar kumuh, maka akan ada keluhan dari pembeli dan pedagang. Pasar bisa jadi tidak nyaman. Namun, kenyataanya memang anggaran yang sedikit,” ucapnya.

Pihaknya merencanakan, bakal mengusulkan kembali biaya kebersihan pasar di APBD perubahan 2018. Bagaimanapun kebersihan pasar merupakan hal yang penting dan juga menjadi daya tarik dari pembeli.

Editor: Supriyadi

Tak Rampung Tepat Waktu, Pembangunan IPA PDAM Grobogan Diperpanjang 50 Hari

MuriaNewsCom, GroboganPekerjaan proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru milik PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan diperpanjang waktunya selama 50 hari. Hal itu dilakukan karena hingga batas waktu yang ditentukan, proyek pembangunan IPA itu tidak bisa rampung.

”Sesuai kontrak, batas akhir pekerjaan pada 20 Desember kemarin. Tetapi karena belum rampung, kita toleransi perpanjangan waktu hingga 50 hari. Dalam masa perpanjangan ini, pihak rekanan kita kenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Bambang Pulunggono, Kamis (4/1/2018).

Bambang menyatakan, progress pembangunan IPA saat ini sudah berkisar 90 persen saja atau tinggal proses finishing saja. Diperkirakan, dalam waktu kurang 50 hari, proyek itu sudah bisa selesai 100 persen.

”Kita perkirakan akhir Januari ini sudah rampung pekerjaannya dan bisa diuji coba. Kita targetkan pada pertengahan Februari, nanti IPA baru sudah bisa operasional,” jelasnya.

Proyek tersebut dibiayai melalui penyertaan modal APBD Kabupaten Grobogan senilai Rp 7,1 miliar. Pelaksana pekerjaan tersebut dikerjakan PT Mario Karya Abadi Semarang.

Bambang menyatakan, pelaksanaan pekerjaan memang mengalami keterlambatan pada tahap awal. Hal itu disebabkan adanya revisi desain bangunan yang dilakukan sampai tiga kali. Revisi itu diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan pembangunan IPA baru.

Editor: Supriyadi