Dewan Tak Ingin Tahun 2018 Masih Ada Kelangkaan Elpiji 3 Kg

MuriaNewsCom, Semarang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menyoroti sering terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg, terutama saat momen hari besar.

Kelangkaan elpiji 3 kg terjadi di sejumlah daerah di Jateng, sehingga akibat kelangkaan itu, harga elpiji 3 kg melambung. Harga gas tersebut naik  bahkan sampai kisaran Rp 22 ribu dari yang harga normal Rp 18 ribu.

“Kami berharap pemerintah, dalam hal ini PT Pertamina agar bisa melakukan pemantauan dan pengawasan yang ketat terhadap distribusi elpiji 3kg tersebut,” katanya.

Saat ini, menurut Riyono, kelangkaan elpiji yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan permintaannya yang naik.

Selain itu, juga menemukan bahwa elpiji 3 kg digunakan rumah tangga mampu. Padahal, elpiji 3 kg adalah gas bersubsidi yang diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu.

Riyono  mengatakan, Elpiji merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat dan bisa memengaruhi kondisi ekonomi rakyat kecil. Dia juga berharap pada tahun 2018 ini tidak terjadi lagi kelangkaan gas 3 kg.

Pertamina juga diminta perlu memberikan penambahan kuota distribusi. Mengingat kebutuhan masyarakat cukup tinggi.

“Apalagi kelangkaan elpiji 3kg tersebut telah memicu kenaikan  harga di tingkat pengecer dari harga resmi yang  telah ditetapkan oleh pemerintah dan PT Pertamina,”ujarnya.

 

Editor : Ali Muntoha

Dianggap Melanggar HAM, Jokowi Didesak Evaluasi Pelarangan Cantrang

MuriaNewsCom, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak pemerintah mengevaluasi kembali peraturan tentang pelarangan 21 alat tangkap cantrang. Pasalnya, Komnas HAM menganggap Permen KP Nomor 71/2016 yang mengatur pelarangan ini melanggar HAM.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono, dalam keterangan perssnya Selasa (9/1/2018).

Ia menyebut, Komnas HAM telah memberikan rekomendasi bahwa permen tersebut telah menggar hak asasi nelayan dan mengakami cacat proses dan substansial.

“Peraturan ini juga telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang menyengsarakan nelayan dan pelaku industri perikanan dalam skala yang besar,” katanya.

Pihaknya juga meminta Presiden Joko Widodo mengundang para nelayan untuk diajak dialog. Pasalnya, pemerintah hingga akhir 2017 tidak juga memenuhi janji untuk melakukan kajian bersama soal cantrang.

“Dialog ini harus dilakukan karena selama enam bulan nelayan menunggu janji-janji pemerintah namun tidak kunjung dipenuhi,” kata pria yang juga Wakil Ketua Bidang Petani dan Nelayan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng itu.

Baca : Ribuan Nelayan Cantrang Pati Tulis Surat Untuk Presiden Jokow

Ia juga menuding, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sering melakukan provokasi dengan menyebut akan melarang operasional cantrang mulai 1 Januari 2018.

Pihaknya dan beberapa pihak terkait telah melakukan uji petik bekerja sama dengan akademisi dan sejumlah pihak yang hasilnya secara ilmiah menyatakan bahwa tidak ada indikasi apapun cantrang dan payang merusak lingkungan.

Ribuan nelayan di Juwana, Senin (8/1/2018) menggelar aksi demonstrasi menuntut cantrang kembali dilegalkan. Pasalnya, dengan pelarangan ini ribuan nelayan menjadi menganggur dan kehilangan mata pencarian.

Editor : Ali Muntoha

Honda CRF150L Makin Laris, Mekanik AHASS di Jateng Dibekali Ilmu Baru

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, penjualan motor trail Honda CRF150L di Jawa Tengah cukup tinggi. Hingga Desember 2017, ratusan unit CRF150L telah terjual di berbagai daerah di Jateng.

Dengan animo yang cukup tinggi, Astra Motor Jateng sebagai Main Dealer mptpr Honda di Jateng mencoba menjami layanan purna jual yang tinggi, untuk melayani pemilik CRF150L.

Oleh karenanya para mekanis dari 340 AHASS yang tersebagar di seluruh Jateng dibekali dengan ilmu baru tentang motor baru ini. Pembekalan melalui Training New Model CRF150L dilakukan Sabtu (6/1/2018) kemarin.

Technical Service Region Head Astra Motor Jateng, Visiawan Andhika menyatakan, training ini untuk membekali para mekanik dengan pengetahuan dan ketrampilan yang mumpuni terkait dengan motor teranyar Honda.

“Animo masyarakat tentang motor on-off terbaru Honda CRF150L masih tinggi meski sudah hitungan bulan sejak pertama kali dikenalkan.Sehingga layanan after sales juga perlu ditingkatkan,” katanya.

Menurutnya, training seperti ini selalu dilakukan setiap kali Honda meluncurkan motor baru. Sehingga para mekanik tersebut dapat selalu memberikan pelayanan prima bagi konsumen Honda dalam menangani permintaan konsumen.

“Setiap motor kan ada penanganannya masing-masing, cara PDI (pre delivery inspection)-nya juga berbeda, makanya setiap ada motor baru semua mekanik harus kita training. Juga untuk membuat standar penanganan yang dilakukan di setiap AHASS di Jawa Tengah,” terang Visiawan.

CRF150L merupakan motor injeksi yang menjadikannya unggul dibanding kompetitor. CRF150L dipersenjatai teknologi PGM-FI yang membuat motor ini lebih efisien dalam hal pengeluaran bahan bakar sesuai dengan tenaga yang diharapkan.

Berbekal fitur PGM-FI, motor ini mampu memuntahkan tenaga yang merata di putaran mesin bawah sampai atas, karena pembakaran bahan bakar yang sempurna. Sehingga, kekuatan motor CRF150L mampu bersaing dengan motor on-off lainnya.

Editor : Ali Muntoha

6 Bulan Kemiskinan di Jateng Berkurang 253 Ribu Orang

MuriaNewsCom, Semarang – Pemprov Jateng mengklaim selama enam bulan di tahun 2017, jumlah warga miskin di provinsi ini turun drastis. Penurunanya tercatat sebanyak 253,23 ribu orang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Dadang Somantri mengatakan, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin tercatat 4,450 juta orang (13,01 persen). Namun pada September 2017 ini menjadi 4,197 juta orang (12,23 persen).

“Secara nasional, penurunan kemiskinan di Jawa Tengah tersebut merupakan terbanyak kedua setelah Jawa Barat,” katanya.

Ia menyebut, selama periode Maret-September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 73,51 ribu orang. Yakni dari 1,889 juta orang pada Maret 2017 menjadi 1,815 juta orang pada September 2017.

Sementara di daerah pedesaan, turun sebanyak 179,72 ribu orang. Dari 2,561 juta orang pada Maret 2017 menjadi 2,381 juta orang pada September 2017.

Sumber : Pemprov Jateng

Penurunan garis kemiskinan tersebut, kata Dadang, sebagian besar dipengaruhi peran komoditi makanan, yaitu mencapai 73,38 persen. Kondisi tersebut tak jauh berbeda pada Maret 2017, di mana komoditi pangan berpengaruh 73,41 persen.

Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, daging sapi, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, dan gula pasir.

“Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan di Jawa Tengah di antaranya inflasi yang terkendali. Di mana selama Maret 2017-September 2017 terjadi Inflasi sebesar 1,16 persen. Selain itu Nilai Tukar Petani (NTP) yang terus meningkat dari 97,50 pada Maret 2017 menjadi 102,56 pada September 2017. Penyaluran beras sejahtera yang juga semakin membaik,” ujarnya.

Meski demikian, pemprov masih terus menggenjot penurunan angka kemiskinan pada 2018 ini. Beberapa program telah disiapkan, mulai pada aspek pemberdayaan UMKM, pertanian, industri, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

”Tentunya, semua itu membutuhkan peran aktif masyarakat maupun stakeholder terkait lainnya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dana Rp 6,7 Triliun Disebar ke Seluruh Jateng, Tiap Desa Terima Rp 836 Juta

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah pusat menggelontorkan Dana Desa untuk Jawa Tengah sebesar Rp 6,74 triliun pada tahun 2018 ini. Jumlah ini mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 6,3 triliun.

Dana ini akan disebar ke 7.809 desa yang ada di seluruh Jawa Tengah. Dengan dana sebesar itu, rata-rata tiap desa akan mendapatkan alokasi sebesar Rp 863 juta.

”Kalau tahun 2017 lalu rata-rata tiap desa mendapat Rp 817 juta, sekarang naik rata-rata Rp 863 juta tiap desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jateng, Sudaryanto.

Ia mengatakan, tiap tahun Dana Desa yang dikucurkan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 Dana Desa yang diberikan ke Jateng hanya sebesar Rp 2,2 triliun, meningkat menjadi Rp 5.002 triliun pada tahun 2016 dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, sebagian besar Dana Desa ini masih digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Padahal dana itu juga bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat melalui kemandirian perekonomian.

”Mayoritas atau 93 persen masih digunakan untuk infrastruktur,” ujarnya.

Selain dana dari APBN, di tahun 2018 Pemprov Jateng juga mengalokasikan dana sebesar Rp 50 juta perdesa di Jateng. Alokasi ini juga meningkat dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 30 juta perdesa.

Dana tersebut adalah program ketahanan masyarakat yang penggunaannya sudah dibagi dalam dua kelompok. Yakni Rp 30 juta untuk perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) dan sisanya sebesar Rp 20 juta untuk kebutuhan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Editor : Ali Muntoha

Kabar Gembira, Siswa SMA/SMK se-Jateng Bakal Terima Bantuan Pendidikan Senilai Rp 1 Juta Per Anak

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana memberikan bantuan pendidikan kepada seluruh siswa SMA/SMK sebesar Rp 1 juta di tahun 2018. Untuk mewujudkan hal itu, pemprov sudah menyiapkan dana melalui APBD sebesar Rp 792 miliar.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh para orangtua siswa.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai melantik 140 pejabat yang terdiri dari 106 kepala sekolah (SMA/SMK/SLB Negeri), 33 pejabat fungsional, dan satu susulan pejabat struktural, di gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/1/2018).

”Ini akan kita berikan ke siswa, harapannya siswa tidak bayar lagi mulai tahun ini. Sehingga kalau mereka mau iuran lagi untuk urusan sekolah, biar orangtanya tidak berat lagi, syukur kalau itu cukup,” katanya.

Ia mengatakan, sejak adanya alih kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, dirinya dikeluhi masyarakat yang mengira sebelumnya adalah gratis. Padahal yang gratis hanya di Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, dan Kudus, karena ada subsidi dari pemkab setempat.

”Saya disambati banyak orang yang persepsinya tidak tepat. Persepsinya seolah SMA/SMK itu dulu gratis, padahal dulu yang gratis hanya empat kabupaten,” katanya.

Maka, kemudian ia memerintahkan ke Dinas Pendidikan untuk menghitung biaya pendidikan. Jika selama ini ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka kekurangan kebutuhan biaya di sekolah lainnya akan dicukupi melalui APBD provinsi.

”Maka kekurangannya itu kita tambah. Itu pengganti SPP, jadi saya harapkan anak sekolah sekarang sudah tidak bayar, itu bisa membantu para orangtua di SMA dan SMK. Kalau toh nanti ada, ya tinggal iuran yang lewat komite itu saja,” katanya.

Ia juga menegaskan, sesuai perundangan, pendidikan adalah tanggungjawab negara, masyarakat, dan orangtua siswa. Maka, ketika negara belummampu, diperlukan partisipasi dari orangtua siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provini Jateng Gatot Bambang Hastowo mengatakan, bahwa dana sebesar Rp 792 miliar dari APBD Provinsi Jateng tahun 2018 itu adalah untuk biaya operasional pendidikan (BOP).

Penggunaannya adalah untuk pembiayaan honor guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) serta operasional sekolah.

Selama ini, setiap sekolah mendapat dana BOS untuk para siswa dari pemerintah pusat melalui APBN, tiap siswa mendapat Rp 1,4 juta. Adanya BOP dari provinsi itu, nantinya rata-rata persiswa mendapat tambahan bantuan sekitar Rp 1 juta.

”Padahal butuhnya persiswa kan sekitar Rp 3 juta. Jika sudah ada Rp 1,4 juta dari pusat melalui BOS dan ditambah dari povinsi berupa BOP sekitar Rp 1 juta, maka setidaknya bisa meringankan beban masyarakat dalam biaya pendidikan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Putra Mbah Maimoen jadi Wakil Sudirman Said di Pilgub Jateng?

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah nama beken ditimang untuk mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018. Bocoran terbaru, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, KH Majid Kamil yang akan dipilih untuk menjadi wakil.

Bahkan disebut-sebut peluang Gus Malik untuk menjadi cawagub mendampingi Sudirman Said sangat besar.

Gus Malik merupakan putra keempat pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang, KH Maimoen Zubair. Selama dua periode terakhir, Gus Malik menjabat sebagai Ketua DPRD Rembang.

Nama Gus Malik ini muncul dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ketika ditanya wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2017).

“Cawagubnya putra Mbah Maimoen, mungkin itu. Gus apa itu ya, adalah yang ketua DPRD,” katanya dikutip dari detik.com.

Zulkifli menyebut pembicaraan soal bakal cawagub Sudirman memang sempat alot. Pada akhirnya, pilihan pun mengerucut. Ia juga menyebut, jika Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori tak lagi masuk daftar, meskipun sebelumnya sangat santer.

“Ketua PKB nampaknya tidak, diajak beberapa kali tidak, mungkin sudah dengan PDIP,” ujarnya.

Perwakilan Forum Silaturahmi Kiai dan Habaib menyerahkaan hasil rekomendasi kepada Mbah Moen di Sarang, Rembang, Minggu (31/12/2017) sore.  (Istimewa)

Sebelumnya, nama Gus Malik ini juga mendapat dukungan dari Forum Silaturahmi Kiyai dan Habaib. Nama Gus Malik dan putra MBah Maimoen yang lain, yakni Taj Yasin direkomendasikan untuk bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 sebagai calon wakil gubernur (cawagub).

Rekomendasi bagi ulama kharismatik Rembang ini dikeluarkan di Ponpes Al-Wahdah, Lasem, Minggu (31/12/2017). Forum itu dihadari alumni pondok pesantren (Ponpes) Sarang, Lasem, dan Ploso (Kediri).

Hadir dalam pertemuan ini antara lain‎ KH Wafi Maimoen, KH Abdul Rahman Alkautsar, KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH Minanurohman Anshori (Payaman, Magelang), dan KH Baidlowi Misbah (Demak).

Kemudian Habib Syarif Alhamid (Jepara), Habib Zen Al-Jufri, KH Ulil Albab, KH Nasih (Tegalrejo, Magelang‎), dan kiai serta habib lain.

‎Ketua panitia, Muhlisin, mengatakan pertemuan tersebut digelar sebagai wadah menjaring aspirasi santri di Jateng, dalam menghadapi Pilkada 2018. Menurut dia, kiai dan habib menginginkan ada keterwakilan dari kalangan pesantren dalam memimpin Jateng.

“‎Dibutuhkan pemimpin yang bisa mengakomodasi peran dan aspirasi kalangan pesantren, dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi,” katanya.

Ia pun menyebut, rekomendasi itu langsung dimintakan restu ke Mbah Maimoen. Pihaknya akan mengikuti apapun yang menjadi petunjuk ulama karismatik tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

MuriaNewsCom, Jakarta – Teka-teki siapa yang bakal diusung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 akan segera terungkap. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akan mengumumkan siapa yeng mendapat rekomendasi pada Kamis 4 Januari 2018.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan hal ini saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018). Dilansir detik.com, menyebut jika pada tanggal itu juga akan mengumumkan rekomendasi cagub untuk Pilkada Jabar.”Betul (tanggal 4 Januari). Komunikasi terus kami kembangkan/jalin dengan parpol lain,” katanya.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng maupun Jabar. Menurutnya, DPI Perjuangan sudah memiliki syarat minimal untuk mengusung cagub/cawagub di Jabar dan Jateng tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Di Jawa Tengah, perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Jateng mencapai 31 kursi. Dengan jumlah kursi ini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol di Jateng yang bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kami masih mencermati poros-poros/paslon yang terbangun. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru di provinsi yang jumlah kursinya cukup untuk mengusung dan mendaftar pada jam-jam terakhir,” ucap Hendrawan.

Selain Jabar dan Jateng, Megawati akan mengumumkan cagub/cawagub di provinsi lain. Wilayah lain yang akan diumumkan antara lain Lampung, Maluku Utara, dan Papua.”Diharapkan sebagian besar sudah bisa dituntaskan. Kalaupun ada yang belum, pasti tinggal ‘finishing touch’ (sentuhan akhir) saja,” kata Hendrawan.

Meski belum ada bocoran siapa yang akan diusung PDIP di Pigub Jateng, namun banyak pihak yang berkeyakinan jika partai berlambang banteng moncong putih ini akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Apalagi beberapa kali Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, maupun Puan Maharani menyebut jika peluang Ganjar sangat kuat. Dalam berbagai survei internal yang digelar PDIP juga menyebut elektabilitas Ganjar belum tersaingi calon-calon lain.

Editor : Ali Muntoha

3 Parpol Bentuk Poros Baru di Pilgub Jateng, Siapa Calonnya?

MuriaNewsCom, Semarang – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 diperkirakan akan semakin sengit dengan muncul tiga pasang calon. Selain koalisi Gerindra, PAN, PKS yang mengusung Sudirman Said, serta kubu PDIP, ada tiga parpol lain yang memunculkan wacana untuk membuat poros baru.

Tiga parpol itu yakni PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Komunikasi politik antartiga parpol ini semakin gencar seiring dengan semakin dekatnya pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU.

Saat ini baru koalisi Gerindra, PAN dan PKS yang sudah memastikan mempunyai bakal calon gubernur, yakni mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Sementara PDIP masih menunggu rekomendasi dari Megawati, yang dikabarkan akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Tiga parpol yang akan membuka poros baru ini, selain mematangkan komunikasi juga tengah menimbang-nimbang calon yang akan diusung. Kubu ini memastikan akan mengusung calon alternatif yang mampu menandingi Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Siapapun calon yang akan diusung, poros baru ini diakui mempunyai kekuatan yang cukup. PPP tercatat memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi. Dengan bekal 27 kursi itu, sudah melampaui batas minimal yang syarat yang ditetapkan KPU.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membenarkan akan membentuk poros tengah bersama PPP dan Partai Demokrat.

Menurutnya, untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018, Partai Golkar harus keluar dari poros yang ada saat ini, yakni PDI-P, serta koalisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS. “Kami harus membuat poros baru, antara Golkar, Demokrat, dan PPP. Kami sudah sepakati,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie. Menurut dia, jika hanya ada dua pasang kandidat Pilgub Jateng 2018, pilihan masyarakat akan terbatas dan tidak dinamis.

“Jika dilihat dari jumlah kursi kami (PPP, Golkar, dan Demokrat) sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah Rinto Subekti juga mengakui sedang mempersiapkan untuk membangun poros baru bagi calon di Pilgub Jateng.  “Kami terus berkomunikasi dan mematangkan agar poros baru ini segera terbentuk,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Menuntut Kendeng Bebas dari Penambangan

Ilustrasi aksi penambangan galian C. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Ahli Waris Kendeng Sukolilo, mendesak penghentian seluruh aktivitas penambangan baik yang legal maupun ilegal di Kawasan Bentang Alam Karst Kendeng (KBAK) Sukolilo.

Desakan ini disampaikan saat komunitas mengaduk ke Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jumat (29/12/2017).

Perwakilan Ahli Waris Kendeng Heri Sasmito Wibowo meminta kepada pemerintah untuk memoratorium pertambangan yang ada di kawasan Karst dan menindak tegas.

“Katanya ini kawasan lindung tapi pertambangan di kawasan karst Sukolilo banyak, dari yang katanya legal maupun yang ilegal. Harusnya ya dilindungi, ada yang monitoring kelapangan.” ujarnya saat audiensi dengan Komisi D DPRD Jateng.

Ia menyebut, perlu adanya tim independen yang terdiri dari semua unsur mulai dari pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Tim Independen ini nantinya yang akan mengawal dan menjaga keasrian dan harmonisasi antara alam karst dan masyarakat.

Selain itu, Bowo menjelaskan bahwa untuk menunjang harmonisasi antara alam karst dan masyarakat perlu adanya pelestarian budaya daerah setempat. Selain untuk menjaga keasrian alam, juga bisa menjadi salah satu situs budaya.

Sementara itu, Wakil ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menjelaskan. bahwa kunci dari ada tidaknya pertambangan adalah izin lingkungan, AMDAL, dan RTRW (rencana tata ruang dan wilayah).

Pria yang juga menjadi sekretaris Kaukus lingkungan hidup DPRD Jateng itu mengajak masyarakat untuk turut serta mengawal revisi perda RTRW yang akan dibahas tahun 2018 mendatang.

“2018 kita ada revisi perda RTRW. Mari kita kawal untuk menjadikan beberapa titik sebagai daerah hijau. titik krusial karst, bisa masuk dalam Kawasan Bentang Alam Karst,” terangnya.

Sebagaimana diketahui Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo meliputi beberapa daerah. Di bagian selatan terdiri dari Kecamatan Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo Kabupaten Pati; bagian utara Kecamatan Klambu, Brati, Grobogan, Tawangharjo, Wirosari, dan Ngaringan Kabupaten Grobogan; dan sebagian Kecamatan Todanan dan Kunduran Kabupaten Blora.

Editor : Ali Muntoha

Polda Jateng Pecat 50 Polisi Secara Tak Hormat, 4 Perwira Juga Kena

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mencopot seragam polisi anggota yang dipecat secara tidak hormat, Jumat (29/12/2017). (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah memecat dengan tidak hormat 50 polisi yang bertugas di wilayah Jateng selama tahun 2017. Dari jumlah itu, 24 polisi dipecat pada Jumat (29/12/2017) hari ini melalui upcara pemecatan dengan tidah hormat (PTDH) di halaman Mapolda Jateng.

Sementara 26 polisi lain dipecat pada pertengahan 2017. Dari total polisi yang dipecat ini, empat di antaranya merupakan perwira. Proses pemecatan empat perwira ini dilakukan di Mabes Polri

Mereka terbukti melakukan pelanggaran berat dan tindak pidana, sehingga diberi sanksi terberat.

Pemecetan ditandai dengan upacara pencopotan seragam polisi yang dilakukan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Pencopotan seragam ini diwakili dua polisi yang dipecat.

Kapolda Jateng mengatakan, jumlah polisi yang dipecat tahun ini mengalami peningkatan drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 orang. Ia menyebut pelanggaran terbanyak yang dilakukan yakni desersi, kode etik, lalu disusul narkoba.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan upata bersih-bersih di lingkungan kepolisian dari oknum tak bertanggungjawab.

“Ini bentuk komitmen polri dalam memberikan hukuman bagi anggota yang menyakiti masyarakat, melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Sementara itu secara keseluruhan, jumlah anggota polisi yang dipecat di berbagai kesatuan wilayah di Jawa Tengah mencapai 50 orang.

Ia menuturkan upaya bersih-bersih di lingkungan kepolisian akan terus dilakukan agar para oknum tidak menciderai Polri. Selain memberhentikan pihaknya juga memberikan penghargaan bagi yang berprestasi setiap bulannya pada tanggal 17.

“Yang berprestasi ini jadikanlah contoh, yang PTDH jadikan introspeksi, kalau memang kesulitan berprestasi ya cukup berbuat baik sajalah, jangan melakukan pelanggaran itu sudah cukup bagi institusi,” terangnya.

Selain itu, pada ada 1.100 polisi yang memperoleh kenaikan pangkat mulai 1 Januari 2018. Upacara kenaikan pangkat dilakukan bersamaan dengan upacara PTDH.

Editor : Ali Muntoha

Seluruh Perusahaan di Jateng Dianggap Sanggup Bayar UMK 2018

Pendemo membentangkan spanduk aspirasi tentang UMK 2018 di depan Gedung DPRD Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Semarang – Seluruh perusahaan di Jawa Tengah dipastikan sanggup membayar pegawainya dengan ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018 yang telah ditetapkan. Pasalnya, hingga batas akhir penangguhan UMK yang berlaku mulai 1 Januari 2018 tersebut.

Batas akhgir pengajuan penangguhan UMK 2018 yakni 21 Desember 2017. Namun hingga batas akhir itu, tak ada satupun perusahaan yang mengajukan penangguhan atau keberatan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah.

Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang mengatakan, dengan tak ada perusahaan yang mengajukan penangguhan, semua perusahaan wajib memberlakukan ketentuan upah tersebut.

“Artinya setiap perusahaan wajib membayar minimal sesuai UMK 2018 mulai Januari mendatang,” katanya.

Ia menyebut, pihaknya akan melakukan pengawasan pemberlakukan UMK itu. Jika kedapatan ada perusahaan yang tak membayar pegawai sesuai ketentuan, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas. “Jangan sampai ada teguran apalagi sampai ada sanksi,” ujarnya.

Wika juga mengimbau bagi seluruh perusahaan untuk melaksanakan pemberian upah berdasar Struktur Skala Upah. Sebab sesuai perundangan, aturan itu sudah harus berlaku sejak Oktober 2017 lalu. “Ini sifatnya wajib,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta peran serta masyarakat untuk melakukan pengawasan. Jika menemukan perusahaan yang tak mematuhi ketentuan UMK, diimbau untuk melapor ke Dinas Tenga Kerja di masing-masing kabupaten/kota atau Disnakertrans Jateng.

“Jika ditemukan pelanggaran, baik terhadap tidak diterapkannya nominal UMK dan tidak dibuatnya Struktur Sekala Upah, laporkan saja,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Bakal Perjuangkan Pembangunan Bandara di Blora

Gubernur Ganjar Pranowo ketika menginap di rumah salah satu warga di Blora. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan mendukung dan akan memperjuangkan pembangunan bandara komersil di Kabupaten Blora.

Ini dikatakan Ganjar, saat menggelar dialog dengan warga bertajuk Ngopi Bareng Ganjar, di Desa Gembol, Blora, Rabu (27/12/2017) malam.

Dalam dialog selama tiga jam itu, Bupati Blora Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman ikut hadir. Beragam persoalan dibahas bersama. Dari sarana air bersih dan irigasi, program untuk UMKM, guru tidak tetap, dan infrastruktur.

Salah satunya yang menarik perihal rencana Pemkab Blora mengajukan pembangunan bandara. 

Ganjar menyatakan mendukung rencana tersebut dan akan mendorong dengan menyampaikan langsung pada Menteri Perhubungan.

“Blora sudah saatnya punya bandara. Akan saya dorong, besok saya ada undangan sama pak Menteri Perhubungan dialog sama masyarakat transportasi, akan saya sampaikan. Daripada Bojonegoro masih bingung cari lokasi, saya berharap bisa didahului Blora ini yang pertumbuhan ekonominya tertinggi se indonesia 23 persen, yang lain cuma 5 sampai 7 persen,” katanya.

Usai dialog yang penuh canda itu, Ganjar menuju ke rumah milik Sutandi (62). Rumah joglo yang seluruhnya dari kayu jati tua itu dipilih Ganjar sebagai tempat menginap. “Saya suka rumahnya, ini katanya sudah empat turunan masih asli,” kata Ganjar yang masuk rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah makan malam dan beramah tamah dengan pemilik rumah, Ganjar pamit istirahat. Kamar yang digunakan Ganjar nampak sederhana dengan dinding kayu dan dipan tua. Sebuah kipas angin nampak berdiri di pojok kamar.

Pagi harinya Kamis (28/12/2017), Ganjar pamit melanjutkan roadshow di Blora. Ia berangkat pujul 07.00 WIB setelah sebelumnya sarapan bersama dengan warga. 

Ganjar mengaku sangat senang dengan keramahan warga. Di luar itu, warga Desa Gembol dan sekitarnya memiliki semangat yang tinggi untuk berusaha. 

“Di sini warganya tidak terlalu banyak, tapi semangatnya tinggi. Semalam komunikasinya bagus, semua menyampaikan, usulannya banyak, kegiatannya luar biasa,” ujarnya. 

Editor : Ali Muntoha

Pastikan Tak Dukung Sudirman Said, Ini Skenario PPP Romy Jika Tak Gabung PDIP

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – PPP hampir pasti tak bakal mendukung Sudirman Said, dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang. Apalagi Sudirman Said telah menerima dukungan dari PPP kubu Djan Faridz.

Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuzy menyebut, pihaknya kini lebih fokus melakukan pendekatan dengan PDIP, yang dikabarkan akan mendeklarasikan gubernur petahana Ganjar Pranowo.

“Untuk Jawa Tengah, kita masih terus melakukan komunikasi intens dengan PDIP. Karena salah satu yang kita pertimbangkan di Jawa Tengah itu karena PDIP sebagai pemenang,” kata Romi di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, dikutip dari Kumparan, Rabu (27/12/2017).

Menurut dia, koalisi dengan PDIP merupakan skenario pertama dalam menghadapi Pilgub Jateng 2018. Ia juga menyebut masih ada skenario kedua, yakni membangun koalisi dengan parpol lain dan mendukung calon yang independen.

Namun, Romi menyebut, koalisi dimaksud bukanlah koalisi antara Gerindra, PAN, dan PKS. Melainkan dari parpol lain yang dikabarkan akan membuat poros baru yakni Demokrat dan Golkar.

“Tentu koalisi yang saya maksud bukan koalisi yang semalam sempat berkumpul. Jadi ada koalisi baru lagi yang kita bangun porosnya di Jawa Tengah dengan Demokrat dan Golkar,” ujarnya.

Romi menegaskan bahwa untuk Pilgub Jateng segala kemungkinan masih bisa terjadi, karena koalisi masih sangat cair dibandingkan Pilgub Jabar atau Jatim.

Sekjen PPP kubu Romy, Arsul Sani, juga mengisyaratkan partainya tak bakal mendukung Sudirman Said. Ia menyebut, keputusan Sudirman Said menerima dukungan dari PPP Djan Faridz sama saja dengan menutup diri dari dukungan resmi PPP Romy sebagai pemegang surat keputusan (SK) kepengurusan Kementerian Hukum dan HAM.

“SS sudah bertemu kami sebenarnya. Dan namanya sedang kami lempar ke jajaran partai di Jateng apa bisa diterima atau tidak. Tapi dia salah jalan dengan datang ke DF (Djan Faridz),” terangnya.

Dengan begitu, menurut Arsul, Sudirman dianggap telah menutup diri untuk menerima dukungan dari PPP secara resmi sesuai SK kepengurusan dari Kemenkumham. “Artinya dia menutup pintunya sendiri untuk didukung PPP,” tutur Anggota Komisi III DPR itu.

Editor : Ali Muntoha

Koalisi Pengusung Sudirman Said Rayu PKB, Bidik Gus Yusuf Jadi Wakil

Sudirman Said saat dideklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal cagub Jateng dari Partai Gerindra beberapa waktu lalu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said mendapat tambahan dukungan dari PKS, setelah Partai Gerindra dan PAN. Kini koalisi tiga parpol itu mendekati PKB, untuk mau iktu mendukung mantan Menteri ESDM tersebut.

Bahkan, koalisi ini siap menjadikan Ketua DPW PKB Jateng, KH Chudlori Yusuf (Gus Yusuf) menjadi calon wakil gubernur mendapingi Sudirman Said.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menyebut Sudirman Said juga sudah menjalin komunikasi dengan Gus Yusuf mengenai hal ini.

“Jika PKB gabung, kita beri kesempatan kepada Gus Yusuf sebagai wakil gubernur. Atau nanti ada tokoh nahdliyyin yang lain, bisa kita bicarakan,” katanya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng ini menyebut, pihaknya kini tengah menunggu respon dari PKB untuk masuk dalam koalisi. Menurutnya, komunikasi politik antarparpol saat ini juga sudah berkembang semakin dinamis.

Ia juga menyebut, jika PKB tak jadi bergabung pun menurut dia, koalisi ini tak akan gentar. Apalagi gabungan dari tiga parpol ini sudah mampu untuk mengusung. Karena ketentuan minimal 20 kursi di DPRD sudah terpenuhi. Gabungan tiga parpol ini kini mempunyai kekuatan 29 kursi.

“Kalau nantinya partai selain Gerindra, PKS, dan PAN tidak bergabung pun pendukung Sudirman Said tidak gentar. Mungkin karena pertimbangan sebagai partai pendukung pemerintah tidak gabung, atau ada alasan lain kami tetap menghormati,” ujarnya.

Ia mengatakan partai koalisinya saat ini tinggal mencari pasangan bagi Sudirman Said untuk bertarung di Pilgub.

Baca : Siapa Bakal Dampingi Sudirman Said Lawan Ganjar?

Karenanya, dirinya mengimbau kepada elite partai koalisin untuk menahan ego dalam menentukan nama wakil gubernur. “Asal calon yang diusung memiliki popularitas dan elektabilitas serta mampu menerjemahkan tagline Mbangun Jateng Mukti Bareng,” ungkap Sriyanto lagi.

Sebelumnya Sudirman Said juga menyebut nama Gus Yusuf menjadi salah satu tokoh yang dilirik untuk menjadi wakilnya.Selain Gus Yusuf ada nama mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih yang maasuk dalam nominasi.

“Keduanya masih dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi saya. Tentu masih dilihat semuanya baik Bu Rustriningsih, juga Gus Yusuf,” kata Sudirman

Editor : Ali Muntoha

Benarkah Penjahat Takut Lihat Sinar Biru Mobil Polisi?

Anggota polisi sedang melaksanakan ble light patrol dengan membawa senjata, untuk mengantisipasi aksi kejahatan. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak beberapa waktu terakhir, jajaran kepolisian dari tingkat polres hingga polsek-polsek gencar menggelar blue light patrol. Yakni patroli menggunakan mobil dan menyalakan rotator berwarna biru.

Patroli ini kerap digelar pada malam hari. Sasarannya, objek-objek vital, perkantoran, mini market, dan tempat-tempat rawan kejatan. Diyakini, dengan patroli ini akan mampu mencegah aksi kejahatan. Karena penjahat akan takut saat melihat nyala sinar biru polisi. Benarkah demikian?

Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo, menyebut blue light patrol atau Patroli Sinar Biru merupakan langkah preventif dan efisien guna mencegah pelanggaran maupun kriminalitas yang terjadi di jalanan pada waktu malam atau dini hari.

“Giat ini juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti aksi curat, curas, dan curanmor. Karena saat orang melihat lampu sirine biru menyala dan berpatroli, tentu seseorang akan mengurungkan niatnya untuk berbuat kejahatan, karena kesempatan untuk berbuat jahatnya sudah kita antisipasi,” katanya.

Blue Light Patrol difokuskan dan dilaksanakan pada waktu malam sampai dengan dini hari. Dengan adanya nyala lampu rotator dan sirine dari mobil polisi masyarakat akan mengetahui keberadaan anggota Polri sehingga merasa aman.

Blue light patrol yang dilakukan jajaran kepolisian untuk membuat masyarakat merasa nyaman. (Tribrtanews Polda Jateng)

“Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.

Kabagops Polres Kudus Kompol Tugiyanto mengatakan, patroli ini dilaksanakan secara terjadwal dengan titik-titik tertentu yang dianggap mempunyai kerawanan kejahatan dan kriminalitas termasuk rawan kecelakaan.

Bahkan hal ini akan ditambah intensitas dan jaraknya sampai ke pelosok desa yang jarang tersentuh kehadiran polisi.

“Harapannya dengan dilaksanakannya blue light patrol ini mampu mencegah terjadinya kejahatan jalanan baik itu perampokan, curat, curas dan curanmor di seluruh wilayah,” terangnya.

Upaya serupa juga dilakukan Polsek Batealit, Jepara. Kapolsek Batealit AKP I Nyoman Garma Rabu (27/12/2017) menyebut, dengan “blue light patrol”, masyarakat akan menyadari kehadiran polisi di tengah-tengah mereka, sehingga akan merasa nyaman. Selain itu, seseorang yang berniat jahat akan membatalkan niat jahatnya.

“Dengan dilaksanakan kegiatan patroli pada malam hari dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru ini di harapkan dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan yaitu curat, curas, maupun curanmor di wilayah Polsek Batealit Polres Jepara,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Bus Rosalia Indah Picu Tabrakan Karambol 11 Kendaraan di Tol Banyumanik

Kecelakaan karambol yang terjadi di ruas tol Banyumanik, Senin (25/12/2017) malam. Kecelakaan ini melibatkan 11 kendaraan. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di jalan tol Semarang-Bawen di ruas Banyumanik, Senin (25/12/2017) malam. Kecelakaan itu melibatkan 11 kendaraan, yang dua di antaranya merupakan bus dan truk besar.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.28 WIB itu. Namun sejumlah pengendara mengalami luka-luka dan sempat dibawa ke RS Banyumanik, Semarang.

Informasi yang diperoleh, kecelakaan itu melibatkan 11 kendaraan yakni Bus Rosalia Indah nopol AD 1411 CA, truk Mitsubishi Diesel nopol B 9848 VD, 2 Toyota Kijang, 2 Daihatsu Xenia, 4 Toyota Avanza, dan Toyota Rush.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, polisi menyimpulkan jika kecelakaan ini disebabkan bus Rosalia Indah yang oleng, dan menghantam mobil-mobil yang ada di depannya.

Saat itu bus melaju kencang dari arah Bawen menuju Semarang. Saat mendekatri lokasi, sopir bus tiba-tiba kehilangan kendali dan tabrakan tak bisa terhindar.

”Bus tiba-tiba oleng dan menghantam mobil-mobil yang ada di depannya. Dugaan sementara karena masalah rem,” katanya.

Sentra Komunikasi Trans Marga Jateng (TMJ) mencatat, ada tujug korban yang mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Meski tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, kecelakaan karambol itu sempat membuat kemacetan panjang kendaraan dari arah Bawen menuju Semarang.

Bahkan ruas tol dari arah Bawen terpaksa ditutup, untuk proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kendaraan. Namun proses penutupan tak berlangsung lama.

“Ruas tol dari arah Bawen-Semarang sudah dibuka kembali tadi (25/12) pukul 21.53 WIB,” kata petugas Sentral Komunikasi PT TMJ, Nanda Firman.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said : Pilkada Itu Adu Gagasan Bukan Saling Menjelekkan

Bakal calon gubernur Jateng Sudirman Said saat menghadiri pelantikan pelantikan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) Partai Amanat Nasional (PAN) se- Kabupaten Sukoharjo. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said menyebut, pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan momen untuk saling adu gagasan dan program. Bukan kesempatan untuk saling menjelekkan antarkandindat maupun antartim pemenangan.

Mantan Menteri ESDM ini menyebut, adu program, ide dan gagasanlah yang bisa digunakan untuk merebut hati rakyat.

Ia mengingatkan, Pilkada adalah urusan lima menit di dalam bilik suara. Setelah itu selesai. “Jangan sampai urusan yang hanya lima menit ini diwarnai dengan permusuhan yang merusak persatuan dan kesatuan, yang selama ini sudah terjaga,” katanya.

Ia juga meminta pada para elit untuk sama-sama menjaga suasana damai dalam pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang. Jangan menciptakan isu atau kegiatan yang memanaskan suasana, yang pada gilirannya menimbulkan gesekan yang tidak perlu di akar rumput.

“Nanti masyarakat bawah yang akan jadi korban. Sementara elit politiknya sudah berangkulan kembali, masyarakat di bawah masih memendam luka. Mudah-mudahan Pilkada ini bisa kita jaga bersama agar berlangsung aman dan damai,” terangnya.

Hal ini juga dikatakan ketika Sudirman Said menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) Partai Amanat Nasional (PAN) se- Kabupaten Sukoharjo, Minggu (24/12/2017) kemarin. Dalam pelantikan itu, juga hadir pimpinan parpol.

“Saya datang ke sini (Jateng) untuk merajut kemajemukan yang ada. Merajut persatuan, bukan untuk menciptakan permusuhan antarwarga Jateng,” katanya.

Karena itu menurutnya, ia terbuka untuk menerima dukungan dari beragam kekuatan politik yang ada.

“Yang mendukung saya baru Partai Gerindra dan PAN, monggo yang lain kalau ingin mendukung saya siap untuk duduk dan membicarakannya. Di sini ada PDIP, PKB, dan Partai Demokrat,” ujarnya.

Dirman mengajak semua pihak untuk menjadikan Pilkada sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat. Karena itu penting masyarakat mengetahui rekam jejak kandidat yang akan dipilihnya.

Editor : Ali Muntoha

Hingga Tahun Baru Menhub Ngantor di Semarang

Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau arus lalu lintas musim libur Natal dan Tahun Baru di Pemalang. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Arus mudik musim libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, akan ngantor di posko Semarang, hingga perayaan Tahun Baru usai.

Menhub akan ikut memantau secara langsung arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang rentan terjadi kemacetan dan kepadatan arus.

“Kami sengaja mengunjungi sejumlah titik, seperti halnya di jalan tol Brexit Kabupaten Brebes dan ke Pemalang. Sekarang, kami akan menyelesaikan (kemacetan) arus mudik maupun balik agar berjalan dengan baik dan lancar,” katanya dikuti dari Antara Jateng.

Ia mengatakan, koordinasi antarinstansi untuk mengatur arus mudik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 telah berjalan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan yang luar biasa. 

“Saya pikir jika kita melakukan mudik libur Natal dan Tahun Baru 2018 ini masih relatif gampang. Karena waktu yang dibutuhkan cukup panjang yaitu mulai 26 Desember 2017,” ujarnya.

Menurutnya, jikapun ditemukan adanya ketersendatan arus, itu dianggap masih dalam batas wajar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan masing-masing kapolres untuk pengaturan arus lalu lintas kendaraan.

“Tadi (Minggu 24/12/2017), saya bicara dengan Kapolres Pekalongan, Pemalang, dan Brebes untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalur pantura agar bisa lancar,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Pastikan Natal di Jateng Aman

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi gereja di Kota Semarang, Minggu (24/12/2017) malam. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan perayaan Natal tahun 2017 di provinsi ini berjalan lancar dan aman. Ia memastikan tak ada ancaman teror, ataupun kendala yang berarti.

Kepastian bisa memastikan setelah bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, usai melakukan kunjungan ke sejumlah gereja saat Misa Natal, Minggu (24/12/2017). Dalam kunjungan ini gubernur bersama forkompinda mendatangi sejumlah gereja di Kota Semarang.

Gereja pertama yang dikunjungi adalah Stadium Jemaat Kristen Indonesia di Kawasan Marina. Di tempat ini ada ribuan umat yang tengah melaksanakan ibadah. Saat mengunjungi gereja ini Ganjar mengucapkan selamat Natal, dan berpesan untuk menjaga kerukunan antarumat.

Selanjutnya berturut-turut mengunjungi Gereja Katedral, Gereja Santo Paulus Sendangguwo, dan Gereja Isa Almasih Pringgading.

Di setiap titik, Ganjar hanya mampir sebentar. Begitu tiba, langsung memberi sambutan tidak lebih dari lima menit. “Agar tidak mengganggu ibadah yabg sedang berjalan,” katanya.

Ganjar mengatakan, kehadirannya bersama-sama forum komunikasi pimpinan daerah untuk menunjukkan bagaimana damai dan indahnya kerukunan umat beragama di Jateng.

“Saya mencoba hadir bersama meyakinkan ibadah bisa berjalan baik. Saya melihat suasananya semua bergembira, semuanya bahagia dan rasanya inilah cara Indonesia melindungi warga negaranya. Merayakan dengan penuh toleransi , mudah2an seneng hatinya damai jiwanya,” ujarnya. 

Ia mengajak seluruh umat bersama-sama menjaga kerukunan ini sehingga dunia bisa melihat bagaimana Indonesia menyatukan keanekaragaman suku, agama, dan budaya.

“Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa indonesia damai. kita semua bersaudara, Negeri penuh warna warni berbhineka tunggal ika dan kita memang mampu merawatnya dengan baik bersama sama,” tegasnya. 

Editor : Ali Muntoha

Sering Bikin Gaduh, 13 Pekerja China Ilegal Ditangkap dari Proyek Tol Pekalongan

Petugas Disnakertrans Jateng saat mengamankan pekerja asing ilegal asal Tiongkok di Pekalongan. (Istimewa/Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebanyak 13 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok, diamankan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah. Mereka kedapatan tengah bekerja di proyek pembangunan tol Semarang-Pemalang.

Padahal ke-13 warga asing itu tak memiliki izin. Mereka kedapatan bekerja di sektor konstruksi pembangunan tol di Pekalongan.

Dilansir dari laman Tribunjateng.com, pekerja asing ilegal itu diamankan Kamis (21/12/2017) kemarin di Pekalongan. Budi Prabawaning, Kabid Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertranas Jateng mengatakan, penangkapan pekerja asing ilegal ini merupakan hasil laporan dari masyarakat.

”Ada aduan dari masyarakat, di perumahan tempat mereka tinggal sering ada kegaduhan karena ada TKA China. Maka petugas melakukan pengamanan,” kata Budi.

Awalnya pekerja asal Tiongkok yang diamankan sebanyak 18 orang. Dari hasil pemeriksaan, mereka  bekerja di proyek tol ruas Pekalongan-Batang yang dikerjakan BUMN PT Waskita Karya selama 5 bulan.

Sementara, dari pemeriksaan dokumen, diketahui hanya lima TKA tersebut yang memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dari Kemenaker RI. Namun, izin lokasi kerja dua orang di antaranya, bukan di wilayah Jawa Tengah.

“Artinya, dari sisi ketenagakerjaan, 13 orang itu illegal,” ujarnya.

Pihaknya langsung mengirimkan surat resmi ke PT Georekindo di Jakarta, perusahaan penyalur tenaga kerja asing ini. Disnakertrans Jateng juga mengirim surat ke Imigrasi dan merekomendasikan untuk dideportasi ke negara asal.

“Surat resmi dikirim ke imigrasi dan perusahaan bahwa mereka tidak dilengkapi dokumen maka harus dikeluarkan. Apalagi, mereka bekerja sudah sekitar 5 bulan,” katanya.

Menurutnya, Disnaker Jateng bertindak tegas terhadap para TKA ini. Meskipun mereka bekerja di PT Waskita yang merupakan perusahan milik pemerintah namun ketika ada pelaggaran, tetap ditindak.

“Kita sama-sama dari pemerintah tapi kalau dari sisi ketenaga kerjaan tidak sesuai, ya wajib kami tindak,” terangnya.

Ia memperkirakan, masih banyak TKA illegal di Jateng. Namun, pihaknya kesulitan melakukan pengamanan tanpa informasi untuk kemudian ditindak lanjuti masuk ke tempat kerja.

“Kami akan menyisir beberapa lokasi lagi kalau memang ditemukan maka langsung ditindak. Intinya, surat-surat harus lengkap dan dia harus bisa berbahasa Indonesia,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Siapa Bakal Dampingi Sudirman Said Lawan Ganjar?

Ganjar Pranowo dan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, menjadi satu-satunya bakal calon gubernur yang telah dideklarasikan untuk maju dalam Pilgub Jateng 2018. Dirman kemungkinan besar akan melawan gubernur petahana Ganjar Pranowo, yang sinyal untuk diusung kembali oleh PDIP semakin kuat.

Sama seperti Ganjar, yang banyak menjadi sorotan adalah siapa yang akan menjadi wakil dalam merebut kursi gubernur itu.

Saat ini, Dirman telah dideklarasikan oleh Gerindra dan PAN. PKS juga disebut-sebut akan segera memberikan dukungan. Dirman juga mengklaim telah mendapat dukungan dari PPP.

Beberapa nama mulai dimunculkan untuk dipasangkan dengan Sudirman Said. Mulai dari Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, hingga Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Kembali munculnya nama Ferry Juliantono diusulkan oleh Gerindra Jateng. Sebelumnya Ferry juga berambisi maju sebagai calon gubernur, namun Prabowo Subianto lebih memilih Sudirman Said.

“Ferry Juliantono termasuk salah satu yang diusulkan” Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid dilansir DetikCom, Sabtu (23/12/2017).

Meski demikian, ia menyebut jika usulan tersebut masih sekadar wacana, dan harus dibicarakan dengan parpol pendukung lainnya. Apalagi menurut dia, banyak nama yang dimunculkan untuk disandingkan dengan Sudirman Said.

Dirman sendiri mengaku mempertimbangkan dua nama untuk dijadikan wakil. Yakni Rustriningsih dan Gus Yusuf.

“Keduanya masih dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi saya. Tentu masih dilihat semuanya baik Bu Rustriningsih, juga Gus Yusuf,” kata Sudirman saat berada di Brebes, Jumat (22/12/2017) kemarin.

Rustriningsih yang merupakan mantan kader PDIP mempunyai basis masa yang cukup kuat. Bahkan dorongan kepada Rustri untuk kembali mencalonkan diri juga besar.

Sementara Gus Yusuf merupakan Ketua DPW PKB Jateng, yang mempunyai dukungan kuat dari unsure Nahdlatul Ulama (NU).

Selain dua nama itu, Dirman juga menyebut ada purnawirawan militer yang masuk nominasi calon wakil gubernur pendampingnya. Namun dia tak menyebut identitas purnawirawan itu.

Di sisi lain, peluang gubernur petahana Ganjar Pranowo, untuk diusung PDIP semakin kuat. Ini terlihat dari beberapa kali hasil survei internal yang menyebut, nama Ganjar selalu di posisi atas.

Ganjar sendiri pada beberapa kesempatan sering menyebut jika siap diduetkan dengan siapapun oleh partai. Namun hingga kini belum ada kepastian resmi.

PDIP sendiri diperkirakan bakal mengumumkan jago yang diusung mendekati hari H pendaftaran pada Januari 2018 mendatang.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Napi Teroris di Jateng Dipantau Selama Natal dan Tahun Baru

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan jika ancaman teror pada perayaan Natal tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 belum terlihat. Meski demikian, seluruh jajaran kepolisian disiagakan untuk melakukan antisipasi.

Di Polda Jateng, ancaman terorisme dilakukan dengan mengerahkan kemampuan intelijen baik dari kepolisian maupun TNI.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Densus 88 untuk memetakan daerah rawan serangan teror dan napi-napi terorisme di Jawa Tengah.

”Dari komunitas intelijen Polda dan Kodam sudah mempersiapkan mapping. Termasuk monitor eks napi teroris di Jawa Tengah dengan Densus 88,” katanya.

Sementara untuk Operasi Lilin Candi 2017 pihaknya mengerahkan 170.304 personel. Yang terdiri atas 90.057 personel Polri, 20.070 personel TNI, serta 60.177 personel dari instansi terkait dan komponen masyarakat.

Ia menambahkan, untuk mengatur arus lalu lintas jelang Natal dan Tahun Baru 2018, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Sebab, Brexit diprediksi masih menjadi salah satu titik kemacetan.

“Terkait lalu lintas, diprediksi akan terjadi kepadatan di Brexit, karena memang Natal dan Tahun Baru ini tol fungsional waktu Lebaran tahun lalu masih dikerjakan untuk kesiapan Lebaran tahun 2018. Kalau antrean di Brexit mencapai satu kilometer, Polda Jabar akan mengalihkan exit Palimanan keluar,” ujarnya.

Tak hanya ancaman terorisme, kestabilan harga bahan pokok, dan arus mudik dan arus balik yang perlu diprediksi jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana alam juga harus tetap waspada. Karena musim penghujan diprediksi berakhir pada Februari mendatang.

“Kita selalu melakukan patroli. Kita punya grup kalahar BPBD dan mereka menyampaikan terus-menerus (informasi peringatan bencana). BMKG akan membantu titik-titik yang rawan longsor dan banjir. Bahkan mereka punya aplikasi seperti Waze yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kapolri Pastikan Tak Ada Ancaman Teroris di Jateng Selama Natal

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi persiapan pos pengamanan Operasi Lilin Candi 2017 di Brebes. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian memastikan hingga kini belum ada ancaman teror untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Meski demikian, polisi tetap tak akan lengah, dengan mengetatkan pengawasan.

Ia menyebut, potensi terorisme tetap ada, terlebih beberapa tahun lalu di Jawa Tengah terjadi aksi teror di salah satu gereja di Solo. Pihaknya mengantisipasi agar kejadian itu tak terulang.

“Natal dan Tahun Baru 2018 ada beberapa potensi ancaman, di antaranya terorisme. Di Jawa Tengah, dulu ada salah satu gereja di Solo saat misa ada ledakan dan ada korban di sana. Ada peristiwa beberapa polisi yang ditembak pada saat melakukan pengamanan,” katanya.

Kamis (21/12/2017) kemarin, Kapolri turun ke Jawa Tengah untuk meninjau persiapan pengamanan dalam Operasi Lilin Candi 2017 Polda Jateng. Kapolri meninjau Pos Pengamanan Terpadu area gerbang Tol Brebes Timur (Brexit).

Meski belum ada informasi tentang rencana serangan teror, namun Kapolri tidak ingin jajarannya lengah. Dia meminta jajaran Polri di setiap wilayah di Tanah Air menyiapkan pengamanan, khususnya di tempat-tempat ibadah.

“Sampai hari ini tidak ada informasi rencana serangan teror dari hasil penyidikan kita. Namun kita tidak ingin underestimate atau menganggap remeh. Kita berusaha mempersiapkan pengamanan di tempat-tempat ibadah, termasuk mengajak warga dan ormas-ormas Islam yang biasa berpartisipasi dalam mengamankan tempat-tempat ibadah,” jelasnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga memperingatkan pelaku mafia pangan dan sembako agar tidak memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru 2018 untuk meraup laba. Apabila hal itu terjadi, pihaknya memastikan pelaku monopoli pangan itu akan dijerat dan diproses hukum.

“Pelaku-pelaku mafia pangan, monopoli pangan, kartel pangan dan sembako jangan mengambil keuntungan di tengah masyarakat yang bergembira dalam merayakan Natal dan akhir tahun. Kalau ada, nanti akan kita proses hukum. Kita akan operasi pangan,” tegasnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, pihaknya melakukan operasi pasar bersama dengan pemerintah daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kesiapan  kita bersama pemda, TNI, dan stakeholders lain melakukan pengecekan lapangan. Khususnya menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Alhamdulillah masih normal dan tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Jawaban Garuda Soal Pesawat yang Gagal Terbang di Bandara A Yani

Teknisi memperbaiki pesawat Garuda GA 233 yang mengalami kerusakan saat hendak take off dari Bandara A Yani Semarang, Kamis (21/12/2017). (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Pesawat Garuda nomor penerbangan GA 233, mengalami kerusakan pada ban saat hendak take off di Bandara A Yani Semarang, Kamis (21/12/2017) pagi. Akibatnya, sebanyak 120 penumpang yang sudah berada di dalam pesawat harus diturunkan kembali, dan penerbangan ditunda.

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Semarang, Bobby Rusyandi kepada wartawan menjabarkan alasan kenapa pesawat tujuan Bandara Soekarno Hatta itu gagal terbang.

Menurut dia, kerusakan bukan pada pesawat namun terletak pada ban yang dianggap sudah tak layak pakai. Pihaknya memutuskan untuk menunda penerbangan, untuk menjaga keselamatan penumpang.

“Sebelum terbang, teknisi kami memeriksa pesawat. Mereka merekomendasikan agar pernabangan ditunda. Kalau dipaksain sebenarnya masih bisa. Tapi kami mengutamakan keselamatan penumpang,” katanya.

Ia menyebut, penerbangan ditunda selama dua jam. Penumpang dialihkan penerbangannya dengan pesawat Garuda yang lain. Selama proses itu, pihaknya langsung melakukan perbaikan dengan onderdil ban yang dikirim dari Jakarta.

 “Interval penerbangan pesawat Garuda di Bandara Ahmad Yani tujuan Jakarta itu cuma sekitar dua jam. Jadi, penumpang yang mengalami penundaan bisa ikut pesawat yang berikutnya,” beber Bobby.

Pesawat ini GA 233 ini seharusnya dijadwalkan take off pada pukul 07.40 WIB. Namun karena ada masalah teknis, penerbangan delay sampai pukul 11.00 WIB.

”Setahu kami ada masalah teknis pada ban. Tapi, bannya tidak pecah,” kata Dian PS, Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang.

Hari sebelumnya, Rabu (20/12/2017) penerbangan pesawat Garuda dari Bandara A Yani Semarang juga ditunda. Penerbangan rute Semarang-Surabaya-Lombok itu juga gagal terbang karena mengalami gangguan.

Editor : Ali Muntoha