Lagi Asyik Judi Remi, Kakek-kakek di Demak Digrebek Polisi

MuriaNewsCom, Demak – Sekelompok lansia diringkus polisi saat asyik berjudi remi di Desa Kalikondang, Demak. Mereka digerebek aparat Polsek Demak Kota, lantaran aktivitas perjudian yang dilakukan kakek-kakek ini telah meresahkan warga.

Para penjudi lansia ini ditangkap Selasa (9/1/2017) tengah malam saat menggelar judi di rumah salah satu warga. Tiga orang kakek-kakek yang diketahui bernama Gisan (59), Kasmin (51), serta Ratemen (60) dibekuk Unit Reskrim Polsek Demak Kota dalam penggerebekan itu.

”Para pelaku bermain judi remi di depan rumah pelaku (Gisan), hingga dini hari” ujar Kapolsek Demak Kota, Iptu Sugeng.

Dari penangkapan ketiga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 277 ribu dan satu set kartu remi.

Penangkapan pelaku perjudian tersebut merupakan upaya Polres Demak dalam memerangi segala jenis penyakit masyarakat di Kabupaten Demak. Perlu diketahui, dalam kurang dari sebulan, Polres Demak berhasil menangani 11 kasus perjudian dengan 26 tersangka.

“Penangkapan pelaku merupakan wujud dari komitmen kami dalam memerangi penyakit masyarakat yang marak terjadi di wilayah Demak.  Kepada para pelaku perjudian lainya di harap segera berhenti sebelum mendapat ganjaran atas perbuatan yang dilakukan,” tandas Iptu Sugeng.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dibawa ke Mapklsek Demak guna proses hukum lebih lanjut. Para pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian.

Editor : Ali Muntoha

Ternyata Pria Ini Gunakan Emas Imitasi Sebagai Mas Kawin, Sekarang Dibui

MuriaNewsCom, Kebumen – Ternyata penyebab pengantin baru AB atau Abi Dwi Septian (25) warga Desa Bumirejo, Kebumen harus mendekam di sel tahanan bukan hanya karena masalah dekor yang belum dilunasi. Pria ini juga dilaporkan mertuanya, karena memberikan emas imitasi sebagai mas kawin.

Saat ini Abi telah ditahan di Mapolsek Kebumen, dan ditetapkan sebagai tersangka. Mertua Abi, Ateng Wahyudi (47) geram, lantaran merasa ditipu karena perhiasan emas yang diberikan ternyata semuanya imitasi.

Kapolsek Kebumen Iptu Mardi mengatakan, total emas imitasi yang digunakan sebagai mas kawin seberat 13 kg. Perhiasan palsu itu kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Emas imitasi dalam bentuk berbagai perhiasan ini dikemas dalam wadah berbalut kain beledu berbentuk hati dan berwarna merah.

”Tidak hanya emas imitasi, menurut penuturan orang tua mempelai perempuan bahwa tersangka juga berjanji akan menanggung biaya pernikahan sebesar Rp 150 juta tapi itu juga tidak benar adanya,” katanya dilansir detikcom, Selasa (9/1/2018).

AB pengantin baru yang ditahan polisi karena belum membayar sewa dekor.
(Humas Polres Kebumen)

Karena masalah ini pulalah, sang istri yang baru dinikahinya 26 Desember 2017 lalu, langsung pergi sehari setelah pesta pernikahan. Rumah tangga mereka juga terancam berakhir, karena dikabarkan pihak istri akan menggugat cerai.

Kini si Abi harus mendekam di sel tahanan, karena selain dilaporkan sang mertua, ia juga dilaporkan tukang dekor karena belum membayar sewa dekorasi sebesar Rp 7,3 juta.

Ia ditangkap polisi karena dilaporkan oleh tukang dekor, Teguh Karyanto (44) karena tidak sanggup membayar dekorasi pernikahannya dengan tuduhan penipuan.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menyatakan, pihaknya telah menetapkan AB sebagai tersangka. AB diketahui sebagai karyawan salah satu bank BUMN di Kebumen.

”Perjanjian antara tersangka dengan tukang dekor, akan membayar jasanya setelah pernikahannya usai. Namun hingga hari kesepakatan, tersangka tidak membayar. Selanjutnya tukang dekor yang merasa ditipu lapor ke kami,” kata AKP Willy.

Ia meyebut, tagihan dekor yang belum dibayar sebesar Rp 7,3 juta. Menurutnya, AB diamankan polisi pada Kamis (4/1/2017) pekan kemarin di Desa Panjer, Kecamatan Kebumen.

Editor : Ali Muntoha

Gara-gara Dekor, Pengantin Baru Dilaporkan ke Polisi dan Ditinggal Istri

MuriaNewsCom, Kebumen – Apa yang dialami pengantin baru berinisial AB (25), asal Desa Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, cukup mengenaskan. Karena masalah dekorasi saat pesta pernikahan, laki-laki ini kini harus ditangkap polisi dan juga ditinggal istri yang baru dinikahinya.

Pernikahannya yang baru berlangsung pada 26 Desember 2017 lalu juga terancam berakhir, karena AB tak bisa mengembalikan uang resepsi kepada mertuanya. Tak hanya itu, AB juga kini harus mendekam di sel tahanan.

AB ditangkap polisi karena dilaporkan oleh tukang dekor, Teguh Karyanto (44) karena tidak sanggup membayar dekorasi pernikahannya dengan tuduhan penipuan.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menyatakan, pihaknya telah menetapkan AB sebagai tersangka. AB diketahui sebagai karyawan salah satu bank BUMN di Kebumen.

”Perjanjian antara tersangka dengan tukang dekor, akan membayar jasanya setelah pernikahannya usai. Namun hingga hari kesepakatan, tersangka tidak membayar. Selanjutnya tukang dekor yang merasa ditipu lapor ke kami,” kata AKP Willy.

Ia meyebut, tagihan dekor yang belum dibayar sebesar Rp 7,3 juta. Menurutnya, AB diamankan polisi pada Kamis (4/1/2017) pekan kemarin di Desa Panjer, Kecamatan Kebumen.

Saat diperiksa polisi, AB mengaku masih mengupayakan untuk membayar sewa dekor tersebut. Yakni dengan mengajukan pinjaman di bank tempatnya ia bekerja. Saat ini menurut dia, proses pencairan pinjaman masih berlangsung.

AB juga mengaku awalnya keberatan pernikahan diselenggarakan bulan Desember 2017, karena pinjaman dari bank baru akan cair di 2018. Pernikahan itu menurut dia, berlangsung setelah selama tujuh bulan pacaran.

Baca : Ternyata Pria Ini Gunakan Emas Imitasi Sebagai Mas Kawin, Sekarang Dibui

Ia juga mengaku sehari setelah pesta pernikahan istrinya pergi meninggalkan rumah. Bahkan akun Facebook dan BBM pun telah diblokir oleh istri, termasuk nomor teleponnya sudah ganti.

Setelah resmi ditahan, pihak keluarga istrinya pun tidak ada yang membesuk tersangka di rutan Polsek Kebumen Polres Kebumen.

AB mengaku kehilangan kontak dengan isterinya. Bahkan karena kejadian itu, orang tua AB jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami melangkah berdasarkan laporan yang masuk. AB telah dilaporkan karena penipuan. Kami tindaklanjuti secara proporsional,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha 

Ngaku Polisi, Dua Pria Ini Perkosa Gadis Belia yang Tengah Asyik Pacaran

MuriaNewsCom, Brebes – Seorang pelajar berinisi L (15) warga Desa Sigambir, Kecamatan Brebes diperkosa dua orang saat tengah berpacaran di kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes. Tak hanya itu, motor gadis belia ini juga dibawa kabur, dan korban ditinggalkan dalam kondisi mengenaskan.

Gadis yang masih duduk di bangku SMA di Brebes. Kasus pemerkosaan ini terjadi pada Kamis (4/1/2018) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Korban diperkosa di areal persawahan.

Tak berselang lama, tim Reskrim Polres Brebes berhasil membekuk dua pelaku. Bahkan salah satu pelaku terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melawan dan melarikan diri.

Dua pelaku yakni masing masing Delta (31) warga Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kemudian Reza (24) warga Kecamatan Brebes.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto menceritakan kronologis peristiwa tersebut. Kejadian berawal saat korban bersama pacarnya T (15) jalan-jalan dan nongkrong di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa.

Saat itu, dua pelaku yang dalam kondisi mabuk mendatangi korban. Mereka mengaku sebagai polisi. Kemudian pelaku membawa korban dan pacarnya secara terpisah dengan dalih mau dibawa ke kantor polisi. Korban dibawa pelaku bernama Delta dan pacar korban dibawa Reza.

“Korban yang dibawa salah satu pelaku ini kemudian diperkosa di tepi areal persawahan di Kelurahan Limbangan Wetan. Korban sebelumnya dipaksa dengan dipukul dan ditampar pelaku. Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku merampas sepeda motor korban,” kata Sugiarto dikutip dari detik.com, Sabtu (6/1/2018).

Kasus ini terbongkar, karena kebodohan salah satu pelaku. Reza yang dalam kondisi mabuk tak sadar jika tengah membawa pacar korban ke Mapolsek Brebes. Sesampainya di mapolsek pacar korban langsung berteriak dan mengadukan masalah tersebut. Saat itu juga Reza langsung ditangkap.

Polisi langsung memburu pelaku lain. Jumat (5/1/2018) tim Resmob Polres Brebes menggerebek Delta di rumahnya di daerar Kota Tegal.

“Dalam aksinya ini, pelaku mengaku anggota polisi. Keduanya kini sudah kami amankan berserta barang bukti berupa pakaian korban dan sepeda motor korban serta pelaku,” ujarnya.

Saat diperiksa polisi, kedua pelaku mengakui apa yang dilakukannya. Mereka juga mengaku saat itu tengah mabuk. Namun ia membantah telah mengaku sebagai polisi. ”Saya hanya ucap siap ndan, tidak mengaku polisi,” akunya.

Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus ini. Dua pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni tentang pencurian dan pemerkosaaan gadis di bawah umur.

Editor : Ali Muntoha

Kakek Ini Dikeroyok Pemuda Begajulan Gara-gara Masalah Sepele

MuriaNewsCom, Pekalongan – Nasib nahas menimpa seorang kakek berumur 70 tahun bernama Mustajab. Warga Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dihajar dan dikeroyok hingga babak belur oleh tiga pemuda begajulan.

Penyebabnya, sang kakek yang baru pulang berjualan menegur tiga pemuda itu yang tengah bertengkar dengan dua perempuan.

Kapolres Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kasubbag Humas Bag Ops Polres Pekalongan AKP M Dahyar mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat itu korban tengah pulang berjualan melewati Jalan Desa Kedungpatangewu, melihat tiga pemuda dan dua perempuan sedang bertengkar di tepi jalan. Korban menegur dan mengatakan apabila hendak bertengkar jangan di lingkungan desa itu.

Kemudian korban melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Karena lelah korban berhenti di depan rumah warga untuk istirahat.

Namun tiba-tiba tiga pemuda itu datang dan langsung memukuli korban. Mendengar ada keributan, pemilik rumah keluar dan menolong korban. Tiga pemuda itu pun lari terbirit-birit.

”Atas kejadian tersebut korban menderita luka robek pada pelipis sebelah kiri, memar dan lebam pada mata sebelah kiri, mulut berdarah hingga 2 buah gigi bagian depan copot,” katanya.

Kasus itu pun langsung dilaporkan ke kepolisian, dan pihaknya masih melakukan penyelidikan identitas para pelaku. Meski demikian, ia mengimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatanya.

“Pelaku bisa dijerat dengan pasal 351 dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun delapan bulan,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bungker yang Instagramable di Solo Ini Gratis untuk Prewedding

MuriaNewsCom, Solo – Bungker kuno peninggalan zaman belanda, yang ditemukan tahun 2012 lalu di Solo, kini kondisinya sudah tertapa apik. Bahkan lokasi itu disebut-sebut sangat instagram-able, sehingga cocok untuk kamu yang suka foto-foto.

Setelah 5 tahun terbengkalai, bungker yang lokasinya berada di kompleks Balai Kota Surakarta itu, kini telah dibuka untuk umum.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Surakarta juga mempersilahkan bagi warga yang berkeinginan untuk melakukan foto prewedding di tempat ini. Yang pasti, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo memastikan, siapapun yang foto prewedding di bungker ini tak akan ditarik biaya sepeserpun alias gratis.

“Ini untuk pre-wedding juga bagus. Silahkan, gratis. Kalau dipakai yang lain juga bisa, misal untuk pencatatan nikah,” katanya.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menunjukkan lokasi bungker. (Humas Pemkot Surakarta)

Kompleks bungker ini sudah tertata cukup apik, setelah direstorasi oleh Badan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo. Restorasi dimulai tahun 2017 lalu dan memakan biaya sebesar Rp 747,8 juta.

Bunker yang awalnya mempunyai  fungsi sebagai tempat penyimpanan benda dan pertahanan pada masa kolonial dulu, kini telah beralih fungsi menjadi tempat yang instagram-able dan cocok untuk ber-swa foto ataupun selfie.

Selain itu bangunan lawas buatan Belanda itu dapat digunakan untuk tempat rekreasi, edukasi, bahkan untuk foto prewedding.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota Surakarta juga berencana untuk menambahkan aksesoris dan ornamen lain agar lebih menarik seperti patung tentara Belanda dan Jepang.

Namun, ia juga mewanti-wanti agar pemanfaatan bunker dilakukan dengan bijak. Karena bangunan tersebut masuk sebagai Benda Cagar Budaya (BCB).

“Kalau nanti ada temuan coretan di bunker, satpamnya kita copot langsung. Wong nang Balai Kota kok isa kecolongan dicoret-coret,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Catut Nama Bupati Kendal, 2 Pria Ini Kuras Uang Calon Perangkat Desa

MuriaNewsCom, Kendal – Dua orang yang mengaku sebagai anggota LSM, melakukan penipuan terhadap calon perangkat desa di Kabupaten Kendal. Dengan mencatut nama bupati Kendal, pelaku berhasil menguras uang calon perangkat desa mencapai puluhan juta rupiah.

Kedua pelaku yakni Mugi Widodo dan Muhammad Sumartono, keduanya berhasil meraup uang sebesar Rp 26 juta dari dua korban. Keduanya tertangkap basah saat hendak memeras dan mengibuli korbannya.

Dalam aksinya, keduanya mengaku orang dekat atau orang suruhan bupati dan menjanjikan bisa meloloskan peserta seleksi perangkat desa hingga pelantikan. Bahkan mereka menjamin bisa mengubah posisi rangking peserta dalam tes CAT.

Dua korbannya yakni Jambari salah satu orang tua peserta seleksi. Satu lainnya yakni Ida Fitriana peserta seleksi asal Kecamatan Kankung. Dari pemeriksaan polisi, Jambari mengaku jika kedua pelaku meminta untuk disediakan uang sebesar Rp 40 juta.

“Alasan para pelaku jika tidak disediakan uang tersebut, maka anaknya yang sudah peringkat satu dalam tes CAT tidak akan ikut dilantik. Hal itulah yang menyebabkan korban kemudian merasa berat untuk tidak percaya,” kata Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya.

Dari hasil penyidikan dimungkinkan ada keterlibatan pelaku lain. Begitupun korban-korbannya juga masih didalami karena bisa jadi korbannya juga bertambah.

“Kami masih menunggu hasil penyidikan dari keterangan saksi-saksi maupun keterangan kedua tersangka serta barang bukti. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini,” ujarnya.

Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti total uang hasil penipuan yakni Rp 26 juta. “Dari korban Jambari Rp 1 juta sebagai uang muka, kemudian dari korban lainnya Rp 25 juta. Jadi total barang bukti ada 26 juta,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar keduanya akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 378 tentang Penpiuan. “Ancaman pidananya lima tahun penjara,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemuda Asal Blora Cabuli Bocah Umur 4 Tahun, Begini Nasibnya Sekarang

MuriaNewsCom, Batang – Seorang pemuda asal Kabupaten Blora, berinisial TDN (25), dibekuk aparat Polres Batang, karena nekat mencabuli bocah berumur 4 tahun. Untuk melancarkan aksinya, pemuda ini mengiming-imingi korban dengan uang seribu rupiah.

Namun aksi bejat ini akhirnya ketahuan. Pelaku pun sempat dihajar massa hingga babak belur, sebelum diamankan polisi.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga melalui Kasat Reskrim AKP Eko Marudin membenarkan akan kejadian tersebut. “Diduga pelaku sudah Kami amankan dan tengah kami mintai keterangan,” katanya Kamis (4/1/2018).

“Pelaku berhasil kami amankan dari dalam rumah kontrakannya yang berada di Dukuh Sumur, Desa Ujungnegoro,” terangnya.

Di hadapan petugas, TDN mengakui perbuatanya telah mencabuli korban di kamarnya. Sebelumnya, kata Dia, korban terlebih dulu diiming-imingi uang sebesar seribu rupiah agar mau masuk ke kamarnya.

“Siang itu pelaku makan di sebuah warung, lalu datang korban ke warung tersebut untuk makan juga. Kemudian korban diajak ke salah satu kamar dalam rumah kontrakannya, dan di situlah diduga pelaku melakukan aksinya,” ujarnya.

Selain mengamankan diduga pelaku, kata Eko, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan hasil visum yang telah diambil oleh tim medis guna kepentingan penyidikan.

Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolres Batang. Kasus ini tengah ditangani Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Batang.

Editor : Ali Muntoha

Orok Digugurkan Dikubur Samping Sumur, Ibu dan Bidan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, Boyolali – Orok yang diperkirakan baru berumur 6 bulan kandungan ditemukan warga terkubur di samping sumur belakang rumah Reni (19) di Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, Rabu (3/1/2018) petang. Orok tersebut dikubur setelah digugurkan.

Penemuan ini sontak membuat geger warga sekitar. Polisi yang mendapat laporan langsung memeriksa lokasi dan melakukan penyelidikan.

Tak butuh waktu lama, polisi langsung mengamankan Reni, yang diketahui sebagai ibu orok malang tersebut. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan Airin Sugesti (33) warga Kecamatan Sambi, Boyolali.

Airin merupakan seorang bidan di salah satu rumah sakit di Solo. Airin diketahui membantu menggugurkan kandungan Reni.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, dua orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menyebut, Airin langsung dimintai keterangan tim penyidik, sementara Reni belum dilakukan pemeriksaaan karena menunggu kondisinya stabil.

Polisi mengamankan lokasi penemuan orok bayi di belakang rumah warga.(Foto : detik.com)

Reni masih menjalani perawatan di RS Assyifa, setelah mengalami pendarahan setelah melakukan proses pengguran kandungan. ” Dua orang kami tetapkan sebagai tersangka, dan saat ini kasus masih terus dikembangkan,” katanya dalam jumpa pers, Kamis (4/1/2018).

Penemuan orok hasil pengguguran ini kali pertama diketahui oleh tetangga Reni. Rio Pujianto (29), yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Reni merasa curiga, karena malam-malam Reni meminjam cangkul dengan alasan menanam bunga.

Ia menceritakan, Selasa (2/1/2018) malam sekitar pukul 21.20 WIB, Reni yang hanya tinggal sendirian di rumah, kedatangan seorang tamu perempuan. Lima menit kemudian Reni meminjam cangkul untuk menanam bunga kepada Rio.

“Tadi malam Reni kedatangan tamu terus pinjam cangkul ke saya. Saya tanya cangkulnya buat apa, kata Reni untuk menanam bunga,” ujarnya kepada wartawan di rumah Reni.

Namun, karena Rio tidak punya cangkul, Reni lalu pergi meminjam cangkul ke tetangganya yang lain. Keesokan harinya saat Reni pergi bekerja, Rio mengamati sekitar rumah Reni untuk mencari bunga apa yang ditanam.

“Sambil bersih-bersih lingkungan rumah, saya iseng-iseng mencari tanaman apa yang ditanam Reni. Saya lihat ada gundukan di belakang rumah Reni,” terangnya.

Karena curiga ia lalu menggali gundukan itu dan menemukan orok yang terbungkus kain putih. Saat ditemukan ari-ari orok itu masih ada, dan orok dalam kondisi tak bernyawa.Orok itu hanya dikubur dengan kedalaman sekitar 30 cm.

Ia pun langsung mengabari warga lain tentang penemuannya. Dan warga lain akhirnya melaporkan ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan tak lama kemudian Reni ditangkap.

Editor : Ali Muntoha

Tak Mau Rekam E-KTP, Status Kependudukan 4 Ribu Orang Dinonaktifkan

MuriaNewsCom, Solo – Sebanyak 4.000 warga di Kota Solo status kependudukannya dinonaktifkan. Ini dilakukan lantaran, hingga akhir 2017 ribuan orang tersebut belum melakukan perekaman E-KTP.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan tindakan ini, sebagai sanksi tegas setelah sebelumnya melakukan berbagai upaya untuk mengajak warga melakukan perekaman.

Dilansir dari Solopos.com, Kasi Identitas dan Catatan Kependudukan Dispendukcapil Solo, Subandi menyebut, pihaknya telah memberi batas waktu hingga 21 Desember 2017 bagi warga yang belum melakukan perekaman. Namun hingga batas usai, masih ada 4 ribu orang yang belum rekam data.

Merujuk data dari total wajib E-KTP di Solo sekitar 424.000-an, Dispendukcapil mencatat hingga awal Desember lalu jumlah warga belum rekam data e-KTP ada sekitar 8.300-an orang. Dari data tersebut 50 % merespons dengan melayangkan surat balasan kepada pemkot.

Sebagian besar warga diketahui belum rekam data e-KTP karena pindah alamat, meninggal dunia, serta berada di luar negeri.

“Nah 50 % lagi atau sekitar 4.000 warga tidak ada respons. Jadi terpaksa mulai 2 Januari ini status kependudukannya kami nonaktifkan,” katanya.

Meski demikian, penonaktifan status kependudukan itu bukan permanen. Status kependudukan untuk ribuan warga ini bisa diaktifkan kembali dengan datang ke Kantor Dispendukcapil dan melakukan perekaman E-KTP.

Editor : Ali Muntoha

Truk Ini Tiba-tiba Loncat ke Taman Pembatas Jalan, Ternyata Ini Penyababnya

MuriaNewsCom, Pekalongan – Sebuah truk tiba-tiba loncat hingga menabrak dan nangkring di taman pembatas jalan setinggi satu meter dekat traffic light BRI Wiradesa, Pekalongan, Rabu (3/1/2018).

Truk bernomor N 9718 DH itu naik ge gazon setelah melaju cukup kencang dari arah timur. Diduga kecelakaan itu akibat sopir yang mengantuk sehingga menabrak pembatas jalan. Truk tersebut dikemudikan oleh Rohman Rohandika (29), Warga Harjokuncaran, Malang, Jawa Timur.

Beruntung akibat kejadian itu tak ada korban jiwa. Sopir juga hanya sedikit luka, hanya saja truk tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Pasalnya, truk tersebut menabrak pembatas jalan dengan cukup kencang. Bahkan suara benturan dari truk itu sampai terdengar hingga ke Polsek Wiradesa yang jaraknya sekitar 25 meter.

Mendengar suara itu, petugas piket Polsek Wiradesa dan Petugas Lalu lintas Polres Pekalongan yang hendak melakukan apel pagi pun langsung berhamburan ke lokasi kejadian.

Petugas piket Polsek Wiradesa Brigadir Sartonodan anggota Sat Lantas Polres Pekalongan yang dipimpin Kanit Turjawali Ipda Turkhan selanjutnya mengamankan TKP dan melakukan pengaturan arus lalulintas yang mulai macet.

Polisi juga meminta surat surat kepada pengemudi truk. Polisi juga berpesan jika sudah mengantuk jangan memaksakan untuk berkendara. Truk lebih baik dipinggirkan ke tempat aman dan beristirahat.

Editor : Ali Muntoha

Bapak Ini Ngamuk Lihat Putrinya yang ABG Dicabuli 2 Preman Bertato

MuriaNewsCom, Wonogiri – Seorang bapak di Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, syok dan ngamuk saat melihat putrinya yang masih ABG dicabuli dua preman bertato di belakang rumahnya. Aksi dua preman ini dilakukan usai si korban habis merayakan malam pergantian tahun.

Sang ayah yang sudah geram langsung menghajar dua preman ini. Tak hanya itu, tetangga dan warga sekitar yang mengetahui ada keributan langsung berbondong-bondong menangkap dua pelaku dan menggiringnya ke kantor polisi.

Dua preman ini diketahui bernama Saryoto (28) dan Kanafi (30), warga Desa Purwaharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Sementara korbannya, sebut saja Bunga masih berusia 15 tahun.

Peristiwa pencabulan ini bermula ketika Minggu (31/12/2017) malam, korban tengah merayakan malam tahun baru di Kecamatan Batuwarno. Usai lewat tengah malam, korban yang takut pulang ke rumah, memilih duduk di depan kantor Kecamatan Batuwarno.

Korban kemudian didekati oleh dua pelaku yang menjanjikan akan mengantarkan pulang. Dengan berjalan kaki, Bunga diantar oleh Saryoto, karena Kanafi tengah mengambil sepeda motornya di tempat parkiran.

Kanafi menyusul membawa sepeda motor dengan didorong sampai di depan rumah orang tua korban. Pengakuan pelaku ini dilakukan, agar tidak membangunkan keluarga korban.

Sepeda motor tersebut, kemudian diparkir di halaman rumah, dan kemudian Kanafi berusaha mencari Bunga, yang akhirnya menemukan di belakang rumah berduaan dengan Saryoto. Saat itu, korban telah diperdayai Saryoto, dan Kanafi ikut serta nimbrung.

Mendadak ayah Bunga bangun dan ke luar rumah. Ia kaget melihat ada sepeda motor tak dikenalnya berada di halaman rumah.

Curiga telah terjadi sesuatu, sang ayah memeriksa ke samping dan belakang rumah. Betapa kagetnya sang ayah melihat putrinya yang masih belia dikerjai dua pemuda tersebut.

Kedua pelaku kemudian ditangkap, dan bersama para tetangga, keduanya kemudian dilaporkan ke Polsek Baturwarno.

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, melalui Kasubag Humas Polres, AKP Hariyanto Selasa (2/1/2018) menyatakan, dua pelaku kini ditahan di Mapolres Wonogiri, setelah kasusnya dilimpahkan oleh Polsek Batuwarno. Ia menyebut, kasusnya kini tengah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Wonogiri.

”Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka membantah memperkosa Bunga. Tindakan yang dilakukan keduanya, baru sebatas pencabulan dan belum melakukan persetubuhan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Bayi Cantik Ini Dibuang di Kebun Kopi

MuriaNewsCom, Temanggung – Warga Dusun Dawunan, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Temanggung,  digemparkan dengan suara tangisan bayi di kebun kopi warga, Jumat (29/12/2017) sore. Ternyata bayi yang baru lahir tersebut sengajar dibuang orang tuanya.

Bayi itu berjenis kelamin perempuan, dan mempunyai paras yang cantik. Bayi ini kali pertama ditemukan Muh Pajar (60), warga sekitar.

“Awalnya saya bermaksud pergi ke kebun, saya kaget dan tidak percaya mendengar suara tangisan bayi ditengah jalan, kemudian saya pulang dan mengajak beberapa warga untuk memastikannya, dan benar ternyata ada bayi perempuan di sana,” katanya.

Oleh warga bayi itu kemudian dibawa ke bida desa untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan bayi perempuan itu mempunyai berat 3,2 kg dan tinggi 50 cm.

Penemuan ini juga dilaporkan ke Polsek Pringsurat. Dari hasil pemeriksaan di lokasi penemuan polisi mengamankan sebuah kaus lengan pendek warna ungu kombinasi merah dan sebuah handuk kecil warna merah muda motif bunga yang digunakan untuk menyelimuti bayi perempuan itu.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Pringsurat AKP Suwundo menerangkan, pihaknya masih menyelidiki siapa pembuang bayi tersebut.

Bayi perempuan yang ditemukan warga itu langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk selanjutnya mengikuti prosedur proses adopsi.

“Bayi yang ditemukan di bawah pohon kopi itu langsung diadopsi oleh pasangan suami istri Markamah dan Tarno warga Dusun Dawunan, Rt 01, Rw 07, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung,” pungkas Suwondo.

Editor : Ali Muntoha

Habis Bacok Orang, Anggota Geng Motor di Semarang Nangis di Kantor Polisi

MuriaNewsCom, Semarang – Geng motor Brutaly Romantic sering meresahkan wrga Kota Semarang. Pasalnya, mereka dikenal sadis dan tak segan-segan melukai seseorang dengan senjata tajam.

Padahal anggota geng motor ini sebagian besar masih remaja. Mereka rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Aksi terakhir mereka menyerang Ananda Fajar, warga Sri Rejeki, Kota Semarang. Korban diserang dengan menggunakan senjata tajam, hingga harus dirawat di rumah sakit.

Aparat Polrestabes Semarang lanta melakukan pengejaran, dan Jumat (29/12/2017) sore berhasil mengamankan 13 anggota geng motor Brutaly Romantic. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan tiga buah clurit, tiga potongan besi berujung tajam, beberapa telepon seluler (ponsel), dan enam sepeda motor milik anggota geng.

Anggota geng motor Brutaly Romantic bersujud di kaki ibunya saat ditangkap polisi. Selama ini geng motor ini sangat meresahkan masyarakat. (Istimewa)

Meski terkenal keji saat beraksi di jalanan, nyatanya ketika berada di kantor polisi mereka jadi mlempem. Bahkan ketika dipertemukan dengan ibunya, anggota geng motor ini menangis dan bersujud di kaki ibunya untuk minta maaf.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan, geng motor ini selama ini sangat meresahkan dan sadis. Karena tanpa sebab, mereka bisa menyerang warga yang melintas di depan mereka dengan menggunakan senjata tajam. Mereka juga kerap menerima tantangan tawuran lewat media sosial dari kelompok lain.

“Kalau ada yang melintas di dekat mereka, langsung disabet atau dibacok dengan senjata tajam clurit. Sampai hari ini sudah ada korban, satu orang putus jari tangannya dan robek di bagian dadanya. Memang kalau kita lihat dari sisi usia, mereka masih sangat muda, rata-rata usia 16 tahun dan 17 tahun,” ujarnya.

Johan ketua geng motor itu, mengakui sempat ribut dengan korban. Ia menyebut, kelompoknya tak pernah punya dendam dengan korban, dan hanya ingin cari keributan. “Memang ribut tapi enggak tahu apa yang diributkan. Waktu itu minum congyang,” akunya.

Saat ditangkap polisi, ia pun menyatakan langsung membubarkan geng tersebut. “Mulai hari ini geng motor Brutaly Romantic saya bubarkan, saya kapok pak,” ujarnya di hadapan polisi.

Editor : Ali Muntoha

Selingkuhi Istri Orang, Ketua Panwascam di Banjarnegara Tewas Ditusuk Badik

Polisi memeriksa tubuh ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin yang tewas dibunuh. (Foto : DetikCom)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin (48), tewas ditusuk dengan badik di halaman parkir kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Banjarnegara, Kamis (28/12/2017) malam.

Korban kehilangan nyawa setelah ditusuk Sembilan kali di bagian perut dada dan tangan. Pelakunya ada IM (31) warga Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara. Pelaku membunuh korban karena terbakar cemburu atas aksi perselingkuhan yang dilakukan istrinya dengan korban.

Ketua panwascam itu juga dibunuh di depan istri pelaku. Setelah membunuh korban, pelaku dan istrinya berinisial DK (23) sempat melarikan diri. Namun tak berselang lama, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor polisi.

Dilangsir DetikCom, hingga Jumat (29/12/2017) polisi masih terus melakukan penyidikan kasus ini. Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei menyebut, istrinya juga diperiksa sebagai saksi.

“Istri pelaku saat ini ditetapkan menjadi saksi. Setelah kejadian istri pelaku sempat melarikan diri sedangkan pelaku sendiri menyerahkan diri ke Polres Banjarnegara,” katanya.

Lokasi pembunuhan ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, diberi garis polisi. (Foto : DetikCom)

 

Ia menyebut, pelaku menusuk korban sebanyak 9 kali menggunakan badik. Dari hasil pemeriksaan diketahui jika motif pembunuhan itu memang karena cemburu.  Sebab istri pelaku ada hubungan dengan korban.

Sebelum kejadian pelaku meminta istrinya DK untuk dipertemukan dengan korban. Untuk memancing dan menjebak, pelaku menggunakan HP milik istrinya dan membuat janji untuk bertemu di tempat parkir kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Pelaku meminta ketemu korban dengan menggunakan handphone istrinya di tempat terbuka. Pelaku dan istrinya datang masing-masing menggunakan motor beriringan. Pelaku langsung menghujani korban dengan tusukan,” ujarnya.

Salah satu tusukan pelaku mengenai ulu hati sehingga membuat korban meninggal seketika. Namun usai kejadian palaku langsung menyerahkan diri ke Polres Banjarnegara sedangkan istri pelaku sempat melarikan diri karena takut.

“Sebelum meninggalkan lokasi kejadian pelaku meninggalkan badik yang digunakan untuk membunuh korban. Sedangkan istrinya sempat menjadi pencarian Polres Banjarnegara,” kata dia.

Korban diketahui sudah beristri dan mempunyai dua orang anak. Dalam kesehariannya, korban selain menjabat sebagai ketua Panwascam juga berprofesi sebagai pedagang peralatan pertanian.

Sementara itu IM, tak membantah ia membunuh korban karena cemburu. Pengakuannya, ia sudah mulai curiga hubungan gelap istrinya dengan korban sejak satu bulan lalu.

Meski belum pernah memergoki langsung hubungan antara istrinya dengan korban, namun pelaku mengaku ingin bertemu dan memberi pelajaran.

Pelaku juga mengaku menyesal dengan perbuatan yang dilakukannya. Sehingga 30 menit usai kejadian pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres.  “Saya menyesal dan mengakui kesalahan yang telah saya lakukan,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Bobol Jok Motor Polwan, Dua Maling Ini Ditembak Polisi

Dua tersangka pembobol jok motor milik polwan saat diamankan di Mapolres Pekalongan. (Humas Polres Pekalongan)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Dua maling spesialis pembobol jok motor yang telah malang melintang di berbagai tempat bertemu dengan momen apesnya. Tak hanya dibekuk polisi dan harus mendekam di jeruji besi, mereka juga harus merelakan kaki mereka menjadi pincang setelah ditembak polisi, saat mencoba kabur.

Penyebabnya, dua pelaku membobol jok motor milik seorang polwan dan membawa kabur dompet yang berisi sejumlah uang dan ATM. Tak hanya itu, para pelaku juga menguras uang dalam ATM milik korban. Keduanya ditangkap Kamis (28/12/2017) kemarin, dan hingga hari ini masih menjalani penyidikan.

Dua pelaku yang dibekuk polisi yakni M Khafidin (28) warga Desa Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dan Akhmad Munfikin(29) warga Kelurahan Landungsari , Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Korbannya yakni seorang polwan bernama korban Mediska (24) yang berdinas di Polres Pekalongan. Aksi pembobolan ini terjadi pada Minggu (24/12/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat itu korban tengah mengambil uang  di ATM BRI Unit Kajen. Setelah itu korban menaruh dompet di dalam jok sepeda motor Vario miliknya dan berhenti untuk membeli makanan di warung dekat Bank BRI.

Namun setelah selesai membeli makanan korban membuka jok motor mendapati dompet beserta isi sudah hilang. Selanjutnya Rabu (27/12/2017) korban  mendatangi Bank Jateng untuk memblokir rekening ATM yang ikut terbawa di dalam dompet.

Namun dari hasil pemeriksaan bank diketahui jika ATM itu telah digunakan untuk melakukan tarik tunai di mesin ATM Bank Jateng Kesesi sebesar Rp 7.500.000. Korban pun langsung melapor ke Polsek Kajen diteruskan ke Polres Pekalongan.

Dari hasil laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan rekaman CCTV. Setelah diketahui identitas pelaku, Tim Resmob Polres Pekalongan Kamis (28/12/2017) pagi melakukan penangkapan satu pelaku bernama Khafidzin di rumahnya.

Baca : Gendeng! 2 Remaja Ini Curi Motor Polisi Karena Dendam Ditilang

Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap rekannya. Namun karena saat dilakukan pencarian barang bukti kedua pelaku berusaha untuk melarikan diri, polisi terpaksa mengeluarkan tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar menyebut, dari hasil pemeriksaan jika tersangka telah beberapa kali melakukan aksi serupa.

“Tersangka mengakui telah melakukan perbuatan yang sama di Pabrik Gula Sragi dan depan toko kelontong yang berada di Sragi. Kini para tersangka masih menjalani penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Polisi menjerat dua tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Dengan jeratan pasal itu, tersangka terancam hukuman tujuh tahun kurungan penjara.

Sementara tersangka Khafidzin mengaku dalam aksinya sebelumnya telah mengincar calon korbannya dengan membututi sampai di ATM. ”Saat target meninggalkan sepeda motor, maka saya langsung megambil dompet korban,” akunya.

Sedangkan untuk membobol ATM, pelaku sebelumnya mengintai korban ketika masuk di Ruang ATM, kemudian mencatat nomor PIN tersebut. ”Uangnya saya gunakan untuk menutup utang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Jadi Biang Macet, Dewan Sarankan Gerbang Tol Dibongkar Saja

Kendaraan tengah antre di Gerbang Tol Tembalang yang sering menjadi penyebab macet. (Foto : foursquare)

MuriaNewsCom, Semarang – Pengguna jalan tol di Semarang sering mengeluhkan kemacetan yang terjadi di gerbang tol Tembalang. Kemacetan mengular saat jam pulang kerja, dan semakin parah saat musim liburan.

Kalangan DPRD Jawa Tengah pun meminta agar gerbang tol itu dibongkar saja. Karena gerbang ini dianggap menjadi salah satu pemicu kemacetan.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Muhammad Rodhi pembongkaran gerbang itu bisa menjadi solusi untuk mengurai kemcetan yang selama ini terjadi.

“Meski ini aset Jateng, bongkar saja. Solusi yang paling efektif saat ini gerbang tol Tembalang ya dibongkar, tidak ada gerbang tol di kawasan tersebut,”kata Rodhi dalam keterangan tertulis yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (27/12/2017).

Sebagaimana diketahui, jalur ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Semarang. Kemacetan semakin bertambah parah saat libur panjang, mobil, truk, bus berada di gerbang tol Tembalang.

Di sisi lain, pengemudi yang tidak sadar berlalu lintas semakin memperparah kemacetan karena saling menyerobot tanpa memperhitungkan keselamatan dan kesabaran pengemudi lain.

Menurutnya saat ini kondisi gerbang tol tersebut menjadi titik kemacetan paling sering di Semarang.

“Kendaraan dengan ketinggian di atas dua meter harus belok ke arah kiri, padahal di depannya ada kendaraan kecil yang hendak lewat, saya kira ini menjadi polemik,”ujar politisi PKS tersebut.

Lebih lanjut, Rodhi menuturkan bahwa meskipun beda perusahaan pengelolaan dengan tol lain, dia mengatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. Terlebih saat ini sudah diberlakukan gerbang tol otomatis (GTO) yang menggunakan kartu tol.

“Saya kira tinggal masalah teknis. Mau masuk ke tol bisa dibuatkan pintu masuk dari arah Perintis Kemerdekaan, dengan dibuatkan bangunan setelah swalayan, ada pintu gerbang, nanti bisa keluar di gerbang tol Manyaran, ”jelasnya.

Dia mengatakan bahwa hal teknis ini sebenarnya terkait pengelolaannya di lapangan. Terutama dari sisi pendapatan, dia menuturkan bahwa hal ini bisa dibicarakan.

Editor : Ali Muntoha

Pedagang Syok Temukan Mayat di Parkiran Pasar Bulu

Petugas Inafis Polrestabes Semarang tengah memeriksa mayat tak beridentitas di area parkir Pasar Bulu Semarang, Rabu (27/12/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Sakinah (50), salah satu pedagang di Pasar Bulu, Kota Semarang, Rabu (27/12/2017) kaget bukan kepalang saat menemukan sesok mayat tergeletak di pelataran parkir lantai dasar Pasar Bulu.

Pedagang sayuran itu menemukan mayat tersebut, saat mau membuka dagangan, sekitar pukul 04.00 WIB. Ia cukup syok, karena saat turun dari motor dan hendak naik ke lantai atas, di mana ia berjualan sayur, tiba-tiba melihat mayat tergeletak.

“Awalnya saya kira tidur, terus dibangunkan orang parkir karena tempat parkir pasti akan ramai. Namun ternyata saat dibangunkan, korban sudah tidak bernyawa,” katanya.

Mayat tersebut diketahui sebagai seorang pemulung. Korban memang sering mencari barang bekas di sekitar Pasar Bulu.

Sementara itu, Kanit Inafis Polrestabes Semarang Iptu Sawal menerangkan, kondisi mayat lusuh, kumel, dan tampak tua. Diperkirakan usia mayat paruh baya, dan tak membawa identitas.

Para personel Inafis langsung mengevakuasi mayat tersebut dan melarikannya ke RSUP Kariadi Semarang. Kini mayat telah berada di RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Ali Muntoha

Gendeng! 2 Remaja Ini Curi Motor Polisi Karena Dendam Ditilang

Dua pelaku pencurian sepeda motor milik polisi saat diamankan di Mapolres Wonosobo. (Humas Polres Wonosobo)

MuriaNewsCom, Wonosobo- Apa yang dilakukan dua pemuda di Kabupaten Wonosobo ini memang cukup gendeng dan nekat. Mereka berani mencuri sepeda motor polisi yang diparkir di halaman Polsek Kertek.

Uniknya lagi, dua pemuda ini mencuri motor polisi itu, beberapa saat setelah mereka kena tilang saat razia di depan Polsek Kertek. Saat itu, motor yang mereka tumpangi ditahan polisi, karena tak bisa menunjukkan SIM maupun STNK.

Dua pemuda nekat ini yakni Trubus (18) dan Nuratman (20), keduanya warga Desa Bowongso, Kalikajar, Wonosobo. Sementara motor yang dicuri adalah Suzuki Satria FU nomor polisi AA 6568 SF milik Rifanto, anggota Polsek Kertek.

Kapolsek Kertek, AKP Marino mengatakan, peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Kamis (14/12/2017) lalu. Saat itu, polisi tengah melakukan razia lalu lintas di depan Mapolsek.

Saat itu, dua pemuda ini dihentikan polisi yang menggelar razia. Saat diminta menunjukkan surat-surat kelengkapan, pelaku tak bisa menunjukkan sehingga ditilang dan motor ditahan,

“Karena tidak mampu menunjukkan surat-surat berkendaraan, kemudian  diberi surat tilang dan motor disita dibawa ke polsek,” katanya.

Usai kena razia, dua pelaku ternyata tak lantas pergi. Mereka justru duduk-duduk di parkiran kompleks Mapolsek Kertek menunggu razia selesai. Saat itulah keduanya melihat sepeda motor milik korban.

Mengetahui jika sepeda motor tersebut tidak dikunci stang, dua pelaku ini menghidupkan sepeda motor dengan cara dibuat korslet kabel starter.

“Setelah menyala, satu pelaku menunggu di pintu keluar untuk mengawasi kondisi sekitar. Saat keluar salah satu anggota melihat kemudian dilakukan pengejaran, namun tidak tertangkap,” ujarnya.

Polisi kemudian menyebarkan informasi dan indentitias pelaku kepada unit lalulintas. Tidak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap bersama dan barang bukti hasil curian di sebuah bengkel Dusun Pringapus Desa Maduretno Kalikajar.

“Petugas kemudian membekuk kedua pelaku dan mengamankan barang bukit. Di bengkel itu, sepedamotor curian sedang dipreteli,” bebernya.

Sementara itu, salah satu pelaku bernama Trubus berdalih  bahwa dirinya tidak berniat mencuri sepeda motor tersebut. Ia mengaku hanya meminjam sebentar sepeda motor itu karena tak punya kendaraan untuk pulang, dan akan dikembalikan lagi.

“Motor kita kena razia, jadi kita bingung mau pulang pakai apa. Kemudian kita ambil sepeda motor di parkiran, niatnya nanti kita kembalikan lagi,” akunya.

Kasus ini kini tengah dikembangkan oleh tim penyidik. Keduanya juga langsung ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor : Ali Muntoha

Intel di Daerah Ini Ikut Turun Tangan Awasi Penggunaan Dana Desa

Anggota Intelkam Polres Tegal memantau proses pembangunan dengan alokasi dari Dana Desa. (Humas Polres Tegal)

MuriaNewsCom, Tegal – Proses penggunaan Dana Desa kini tengah diawasi ketat, agar tak menjadi ladang korupsi oknum-oknum tak bertanggungjawab. Bahkan di Kabupaten Tegal, proses pengawasan penggunaan Dana Desa ini juga melibatkan tim intelijen.

Ini terlihat ketika Satintelkam Polres Tegal melakukan pengawasan ketat, terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Slawi, Tegal, Selasa (26/12/2017).

Tim intel terjun langsung ke lokasi pembangunan yang menggunakan alokasi Dana Desa. Bahkan pengawasan mulai dilakukan sejak rapat penyusunan RAB hingga proses pembangunan.

Aiptu Muliyono, anggota Satintelkam Polres Tegal mengatakan, dengan pengawasan secara melekat ini, diharapkan bisa menutup celah korupsi.

Pihaknya tak berharap, penggunaan dana yang dialokasikan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu, melenceng dari bestek yang sudah ditetapkan.

“Kalau bangunannya bagus, yang menikmati juga warga itu sendiri. Kalau bangunannya jelek, gampang rusak, warga sendirilah yang susah,” katanya.

Menurut dia, dengan pengawasan ini nantinya juga bisa mendorong pelaksana proyek untuk mengerjakan pembangunan tepat waktu.

”Dengan begitu target pemerintah pusat untuk mensejahterakan masyarakat desa dan memajukan desa-desa di Indonesia dapat terwujud,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Kejar-kejaran dengan Pebalap Liar di Hutan Karet, Ini Hasilnya

Polisi mengamankan sepda motor yang digunakan untuk balapan liar di sekitar hutan karet di Kecamatan Sudorejo, Salatiga. (Humas Polres Salatiga)

MuriaNewsCom, Salatiga – Aksi kejar-kejaran dilakukan aparat Polsek Sidorejo, di sekitar hutan karet, Dusun Sembir, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Polisi mengejar belasan anak muda yang tengah balapan liar di tempat itu.

Aksi kejar-kejaran dengan pelaku ”trek-trekan” ini berlangsung Senin (25/12/2017) sore. Polisi melakukan pengejaran ini, karena aksi balapan liar itu mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain.

Dalam aksi kejar-kejaran dengan para anak muda tersebut, polisi akhirnya berhasil mengamankan puluhan sepeda motor. Motor-motor yang diamankan itu telah dimodifikasi untuk balapan, sehingga tak sesuai standar yang bisa membahayakan pengendara sendiri jika terjadi kecelakaan.

Motor-motor yang digunakan untuk balapan liar, itu kemudian diamankan dan diserahkan ke Satlantas Polres Salatiga, untuk diproses lebih lanjut.

Sepeda motor yang dimodifikasi untuk balapan liar diamankan di Satlantas Polres Salatiga. (Humas Polres Salatiga)

Kapolsek Sidorejo AKP Jumaeri mengatakan pembubaran dan penangkapan aksi balapan liar ini dilakukan berdasar laporan dari warga. Mereka resah lantaran aksi balapan itu sudah sangats eirng dilakukan saat sore hari dan membahayakan pengguna jalan lain.

Ia menyebut, lokasi balapan liar berada di perbatasan dengan Kabupaten Semarang. Meski medannya cukup sulit, pihaknya mengapresiasi kesigapan anggota yang langsung bereaksi cepat ketika ada laporan dari warga.

“Walupun medannya susah karena lokasi balap liar berada diperbatasan dengan Kabupaten Semarang, tapi alhamdulillah anggota berhasil menangkap sebagian anak muda ini, semoga yang lain bisa mendapat pelajaran dari sini dan tidak mengulangi lagi aksi tersebut,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Parkir Sembarangan di Semarang Tak Lagi Digembok, Tapi Langsung Diderek

Petugas tengah menggembok roda mobil yang nekat parkir sembarangan di Kota Sembarangan, beberapa waktu lalu. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Anda yang biasa memarkirkan kendaraan secara sembarangan, jangan lakukan hal itu ketika berada di Kota Semarang. Apalagi selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2018.

Karena petugas tak lagi hanya akan menggembok ban mobil yang melanggar parkir itu, tapi akan langsung mendereknya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, M Khadik mengatakan, langkah tegas ini dilakukan untuk menghindari keruwetan arus lalu lintas, akibat parkir sembarangan. Langkah ini juga untuk mendukung Operasi Lilin Candi 2017 yang dilaksanakan pihak kepolisian.

“Kalau ada mobil yang melanggar parkir, akan kami derek secepatnya. Kalau hanya digembok (roda) sama saja tidak mengurai kemacetan,” katanya.

Sikap tegas ini tak hanya diterapkan bagi kendaraan dengan pelat nomor Semarang saja, melainkan juga bagi kendaraan pelancong yang berada di Semarang. Pihaknya juga sudah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa dimanfaatkan.

Beberapa titik yang sering ditemui pelanggaran parkir di antaranya, di Jalan Pandanaran, kawasan Simpanglima, dan Jalan MH Thamrin. Parkir kendaraan di sepanjang jalan-jalan ini kerap menjadi pemicu kemacetan.

“Kami punya program untuk mencegah pelanggaran parkir, dan sistem pengaturan lampu lalu lintas melalui ATCS (area traffic control system) untuk mengurai kemacetan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Kebakaran Hebat di Pasar Suronegaran Purworejo Saat Malam Natal

Petugas damkar bersama warga berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah ruko di kompleks Pasar Suronegaran Purworejo. (Foto : DetikCom)

MuriaNewsCom, Purworejo – Kebakaran hebat terjadi di kompleks Pasar Suronegaran, di Jalan Letjen Suprapto, Purworejo, Senin (25/12/2017) dinihari. Kebakaran yang terjadi di malam Natal itu mengahanguskan sebuah ruko konter.

Beruntung kebakaran tak meluas hingga merembet ke kios yang lain di kompleks pasar tersebut. Kebakaran ini juga tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasalnya, seluruh isi ruko termasuk barang-barang dagangan konter itu ludes terbakar. Dilansir DetikCom, Kasi Damkar Purworejo, Sumaji mengatakan, kebakaran yang terjadi cukup besar. Sehingga proses pemadaman juga melibatkan personel dari TNI dan Polri.

“Tiga unit mobil damkar kami kerahkan, dengan belasan personel yang dibantu TNI dan Polri. Api cukup besar, sehingga butuh waktu dua jam untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Menurutnya, setelah api padam pihaknya tetap melakukan penyemprotan di lokasi kebakaran. Ini dilakukan sebagai langkah pendinginan dan lokalisir, agar tak bara api yang tersisa tak membesar dan merembet ke bangunan lain.

Diperkirakan kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting). Ini diketahui dari keterangan saksi yang melihat api muncul dari bagian atas bangunan.

“Saksi bernama Roni (16) melihat api di atas bagian ruko konter HP yang diduga berasal dari korsleting listrik. Kemudian ia langsung ke kantor untuk melaporkan kebakaran tersebut,” lanjut Sumaji.

Setelah mendapat laporan, pihaknya mengerahkan regu A untuk meluncur ke lokasi kejadian dan melakukan pemadaman.

Hingga kini, proses penyelidikan tentang penyebab pasti kebakaran masih dilakukan pihak kepolisian.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Larang Ada Paksaan Gunakan Atribut Natal di Kebumen

Pegawai SPBU mengenakan atribut Natal saat melayani pembeli. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kebumen – Kepolisian Resor (Polres) Kebumen melarang perusahaan memaksa karyawannya untuk mengenakan atribut Natal dalam perayaan hari besar umat Kristiani ini. Tak hanya itu, pengusaha juga diminta memberikan waktu khusus bagi umat Nasrani untuk beribadah.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kebumen aman dan tentram.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada para pengusaha untuk tak memaksa karyawan nonnasrani untuk mengenakan atribut Natal. Ini dilakukan untuk menghindari adanya gesekan di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa tempat tahun-tahun sebelumnya.

”Kami minta agar tak ada paksaan kepada warga non nasrani untuk menganakan atribut Natal. Kami juga melarang adanya aksi sweeping,” katanya.

Jumat (22/12/2017) sore kemarin, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di Hotel Maxolie, untuk membahas menganai masalah ini.

Dalam kesempatan itu, ia meminta agar ormas-ormas tertentu tak melakukan aksi sweeping. Ia mengimbau, jika menemukan adanya kegiatan yang meresahkan, segera laporkan ke polisi, dan aparat yang akan membubarkan.

”Kami juga mengajak tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ini untuk menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua FKUB Kebumen, M Dawamudin. Pihaknya menginginkan Kebumen yang kondusif selama Natal dan Tahun Baru.

Ketua MUI, yang juga hadir dalam acara tersebut menginginkan agar dalam perayaan Natal, para pengusaha memberikan waktu kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah. Pihaknya juga meminta agar supaya, tidak ada paksaaan mengajak selain warganya untuk mengenakan atribut natal selama perayaan Natal.

Editor : Ali Muntoha

Cara Polwan-polwan Cantik Polres Semarang Peringati Hari Ibu

Para polwan Polres Semarang saat upacara memeringati Hari Ibu, Jumat (22/12/2017). (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Ada berbagai cara dilakukan untuk memeringati sekaligus sebagai bentuk hormat dan ucapan terimakasih terhadap perjuangan para ibu.

Peringatan Hari Ibu ini juga dirayakan para polwan di jajaran Polres Semarang. Bedanya mereka merayakan dengan cara mereka sendiri. Yakni menggelar upacara dengan semua petugas upacaranya merupakan polwan.

Dalam upaca dengan inspektur upacara Kapolres AKBP Agus Nugroho, Jumat (22/12/2017) itu, sebagai simbol bahwa wanita juga mampu menjalankan 2 kewajiban. Yakni sebagai abdi negara sekaligus ibu rumah tangga.

Dalam kesempatan itu Agus Nugroho membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Isinya, antara lain mengatakan, peringatan Hari Ibu ini dilaksanakan sebagai penghargaan atas perjuangan kaum ibu bersama dengan kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Tekad perjuangan itu dideklarasikan pada Kongres Perempuan Indonesia tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta, dan menjadi tongggak sejarah bagi bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Menteri Yohana mengajak semua perempuan Indonesia, untuk maju terus, mampu menjadi sosok yang mandiri kreatif, inovatif, percaya diri dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri. Sehingga bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun keluarga masyarakat dan bangsa.

Sementara itu Kapolres Semarang mengatakan, peringatan Hari Ibu merupakan momen bagi anggota polisi wanita untuk menguatkan komitmennya dalam membangun Indonesia di bidang keamanan.

“Pandailah membagi waktu baik sebagai polwan, selaku pelayanan masyarakat maupun sebagai ibu selaku orang tua yang harus dijalanan dengan penuh rasa tanggung jawab,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha