Pembangunan Embung Kalimati di Jepara Masuki Tahap Pengerjaan

Proses pengerjaan Embung Kalimati di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Jepara, Selasa (30/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Embung Kalimati di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Jepara telah memasuki tahap pengerjaan. Bangunan fisik embung ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017. Jika selesai, fasilitas tersebut itu akan berperan sebagai sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara. 

“Proses pengerjaannya sudah dimulai sejak Bulan Maret kemarin,” ujar Direktur PDAM Jepara Prabowo, Selasa (30/5/2017). 

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan luasan sekitar 4 hektare, embung tersebut menelan biaya pembuatan sebesar Rp 22 miliar, dari kantong APBN. Jika selesai, fasilitas itu diperkirakan mampu menampung 130 ribu meter kubik air. 

Setelah selesai dengan pembangunan fisik embung, pada tahun 2018 akan dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA). Fasilitas tersebut akan dapat mengolah air sebesar 100 liter per detik. 

Adapun sumber air dari embung tersebut berasal dari Sungai Bapangan. Setelah selesai dibangun, air dari sungai tersebut akan dialirkan ke fasilitas itu. Nantinya air akan diolah terlebih dahulu. “Dengan fasilitas tersebut, kita bisa menambah sekitar 16 ribu sambungan rumah tangga baru,” katanya. 

Prabowo mengatakan, pembuatan embung itu merupakan upaya dari PDAM untuk menyediakan sumber air baku yang nantinya dialirkan kepada pelanggan. Selama ini, katanya, perusahaannya itu bergantung pada penyediaan sumber air dari sumur dalam.

Secara ekosistem menurutnya, penyediaan sumber air baku dengan menggunakan sumur dalam kurang ramah lingkungan. Maka dengan itu, pihaknya secara bertahap akan mencoba mengganti ketergantungan terhadap sumur. Meskipun demikian, pihaknya tidak lantas berhenti membangun fasilitas sumur dalam.

“Masih akan buat sumur dalam, soalnya dari 1,2 juta penduduk baru 20 persen yang terlayani oleh PDAM,” tutup Prabowo.

Editor : Kholistiono 

20 UKM di Rembang Dapat Sertifikat Halal Gratis

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan sertifikat halal dari LPOM-MUI kepada pelaku UKM. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 20 Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Kabupaten Rembang mendapatkan sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik  Majelis Ulama Indonesia (LPOM-MUI) Jawa Tengah. Sebelum mendapatkan label halal, mereka telah melewati proses sosialisasi dan verifikasi yang cukup ketat.

Pemilik usaha kopi bubuk merek Kopi Kresen, Siti Maryam mengaku sangat bersyukur mendapatkan sertifikat tersebut. Pasalnya, selama ini ia hanya  berpikir tentang sertifkat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) saja. Fasilitasi tersebut juga sangat menguntungkan usahanya, karena dirinya tidak perlu ribet mengurus dan mengeluarkan biaya.

Sementara itu ia berharap dengan berlabel halal, kopi bubuk produksinya bisa semakin berkembang dalam pemasaran ke seluruh Indonesia bahkan jika memungkinkan sampai ke luar negeri.

“Harapannya bisa berkembang pemasarannya, karena pemasaran ini yang sulit kalau masalah menambah karyawan sih gampang Mas,”imbuhnya.

Masyarakat saat ini bisa lebih meyakini bahwa produk kopinya higienis dalam proses pembuatannya dan aman dalam hal bahan bakunya. Dengan demikian, penjualan juga seharusnya bisa semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan UKM Kuswandi pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kabupaten Rembang mengungkapkan, bahwa pihaknya tahun ini memang mengajukan untuk fasilitasi sertifikat halal bagi 20 UKM. Hasilnya semua yang diajukan lolos.

Fasilitasi sertifikat halal tahun ini menggunakan dana dari APBD. Untuk tahun 2016 lalu ada lima UKM yang mendapat sertifikat halal dan jumlah yang sama tahun 2015 lalu dan semuanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng.

“Setelah menerima sertifikat halal, kami harap UKM ini bisa lebih bersaing di luar dan omzetnya bisa lebih meningkat. Tahun depan, kita upayakan jumlah UKM yang dapat difasilitasi bertambah mengingat jumlah UKM di Rembang yang belum memiliki sertifikasi halal cukup banyak,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono

Pastikan Rumah Terkunci saat Ditinggal Tarawih

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati diimbau untuk memperketat keamanan selama Ramadan. Imbauan itu disampaikan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (30/5/2017).

“Selama Ramadan, warga biasanya tarawih di masjid dan meninggalkan rumahnya. Pastikan rumah dalam keadaan terkunci. Kalau perlu beri pengaman tambahan,” ujar Kompol Sundoyo.

Melihat sejumlah kasus tahun lalu, maling berhasil membobol pintu rumah meski dikunci menggunakan gembok berukuran besar. Kasus itu terjadi di kawasan Perumahan Rendole, Margorejo pada Ramadan tahun lalu.

Padahal, kawasan tersebut masuk dalam kategori aman. Karena itu, pihaknya berharap agar sikap waspada untuk memperketat keamanan rumah perlu ditingkatkan selama Ramadan.

“Terlebih, pada akhir Mei ini, crime index mengalami kenaikan. Kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak segan melaporkan secepatnya kepada petugas polsek setempat bila ada tindak kejahatan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Pengamanan Pertokoan di Kudus Ditingkatkan

Polisi berjaga di depan toko emas di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus meningkatkan  pengamanan di sejumlah pertokoan di wilayah setempat. Seperti di toko emas. Pengamanan dilakukan agar pengunjung toko dan pemilik sama-sama aman dan nyaman.

Kanit Raimas Sat Shabara Polres Kudus Aiptu Sumar mengatakan, sejumlah petugas lengkap dengan senjata selalu berjaga di toko emas di Kudus. “Kami melakukan peningkatan pengamanan  kawasan toko emas serta tempat usaha lainnya di Kudus. Ini merupakan wujud, dan juga upaya memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat yang berbelanja perhiasan di toko emas atau berbelanja di pasar tradisional,” katanya saat mengamankan toko emas di Kudus.

Saat sekarang seperti ini, potensi kejahatan tak dapat dibiarkan. Untuk itu, pengamanan juga ditingkatkan oleh petugas kepolisian, agar tak ada sesuatau yang dirugikan nantinya. Selain sejumlah toko seperti toko emas, peningkatan keamanan juga dilakukan seperti halnya patroli, khususnya pada jam-jam rawan.

“Seperti halnya saat masyarakat jalankan ibadah tarawih, kami lakukan patroli. Selain itu, kami juga melakukan pengamanan usai sahur dan usai subuh,” ucapnya.

Dalam berpatroli, rata-rata dilakukan dalam tiga hingga enam petugas kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

 

Selama Ramadan, Jam Operasional di Taman Hijau Kota Purwodadi Berubah

Sepanjang bulan puasa, jam operasional di Taman Hijau Kota Purwodadi mengalami perubahan, yakni dibuka pukul 05.00-18.15 WIB. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi yang ingin melakukan aktivitas pada malam hari di Taman Hijau Kota Purwodadi, sebaiknya ditunda dulu. Sebab, selama momen bulan puasa ada perubahan jam operasional yang diberlakukan di taman tersebut.

Pada hari sebelum puasa, jam operasional taman kota dibuka mulai jam 06.00-22.00 WIB. Namun, khusus untuk bulan puasa ini, jam operasional berubah dari jam 05.00-18.15 WIB.

“Perubahan jadwal operasional taman kota berlaku dari tanggal 27 Mei sampai 24 Juni 2017. Jam operasional kembali seperti biasa mulai 1 Syawal atau hari Lebaran nanti,” jelas Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Nugroho Agus Prastowo.

Agus menyatakan, khusus untuk momen puasa, pihaknya juga menghentikan kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasa digelar di sepanjang jalan R Suprapto Purwodadi setiap hari Minggu. Kegiatan CFD akan dimulai lagi pada 9 Juli mendatang tiap hari Minggu mulai pukul 06.00-09.00 WIB.

Ditambahkan, perubahan jam operasional taman kota dan penghentian sementara CFD selama puasa dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya. Seperti dari aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Sebelumnya, pengumumannya sudah kita sampaikan pada pengunjung CFD dan taman kota serta melalui instansi pemerintahan. Barangkali, belum semua warga mendengar atau tahu pengumuman ini sehingga masih datang ke taman kota malam hari dan ke arena CFD,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Rembang Bekuk 3 Pelaku Narkoba

Tiga pelaku narkoba yang dibekuk Sat Res Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Jajaran Sat Res Narkoba Polres Rembang membekuk 3 pelaku narkoba. Ketiganya dibekuk di depan Asrama Polisi Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Senin (29/5/2017) sekitar pukul 21.30 WIB.

Ketiga pelaku yakni Rondi alias Bengek (46), warga RT 2 RW 3 Desa Padaran, Budi Santoso alias Slonto (34), warga Desa Tasikagung RT 05 RW 03 dan Joko Untung warga Desa Pasarbanggi RT 03 RW 05 Kecamatan Rembang.

Kasat Resnarkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, selain pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu paket narkotika golongan 1 jenis sabu  yang dibungkus dengan plastik bening digulung dalam plastik hitam seberat 1 gram.

“Selain itu juga satu set bong atau alat hisap sabu dengan botol minuman C1000, uang tunai Rp 5.300.000, dan mobil Grand Max, dua buah HP Nokia serta 2 buah HP android merek Lenovo,” paparnya.

Penangkapan terhadap pelaku, bermula ketika anggota dari Sat Res Narkoba Polres Rembang menghentikan kendaraan pikap Grand Max yang ditumpangi 3 orang. Ketiganya, diduga telah membeli dan membawa serta menyimpan  narkotika jenis sabu.

Di hadapan polisi, Rondi alias Bengek mengatakan, bahwa narkotika tersebut didapat dari BG warga Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Hanya saja pemasok narkoba tersebut masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Editor : Kholistiono

Akhirnya, Parkir Megah Pasar Kliwon Kudus Difungsikan Mulai Hari Ini

Kadinas Perdagangan Kudus Sudiharti memantau lokasi parkir Megah pasar Kliwon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Parkir megah Pasar Kliwon, Kudus sudah mulai difungsikan oleh pemkab setempat guna menampung seluruh kendaraan roda empat pengunjung pasar. Difungsikannya parkir secara resmi, dilakukan pada Selasa (30/5/2017).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, gedung parkir itu diresmikan pada Selasa. “Selama sebulan penuh ini akan kami pantau terus pengunjung pasar Kliwon dalam hal ini yang menggunakan mobil diharuskan parkir di gedung parkir yang disediakan di barat pasar,” kata Sugiharto saat meninjau lokasi.

Lalu sebelumnya sudah beberapa kali melakukan kordinasi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus terkait parkir megah tersebut. Hasilnya menyatakan kalau parkir sudah layak untuk digunakan pengunjung pasar dan bisa digunakan.

Apalagi, kata Didik, pengelola parkir bukankah dari pihak Dinas Perdagangan. Melainkan dari UPT parkir, yang merupakan bagian dari Dinas Perhubungan. UPT parkir juga sudah siap mengoperasikan dengan menerjunkan petugas khusus disana 

Senada dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti. Dia menyebutkan kalau seluruh pengunjung pasar yang menggunakan mobil sudah diharuskan parkir di tempat yang baru. Karena, pemkab sudah menyediakan lokasi khusus parkir agar pengunjung merasa nyaman.

“Kalau parkir ini bisa menampung pengunjung hingga ratusan mobil. Namun, jenis mobil yang diperbolehkan parkir di sana hanyalah maksimal mobil elf saja,” ucapnya.

Dengan adanya parkir yang difungsikan, maka diharapkan pengunjung akan nyaman berbelanja di Kliwon. Apalagi saat puasa ramai pengunjung.

Editor : Akrom Hazami

Mangkir Dalam Persidangan Kasus Kekerasan Wartawan, JPU Ancam Jemput Paksa 2 Saksi

Muhammad Salahuddin, JPU Kejaksaan Negeri Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sidang kasus kekerasan terhadap wartawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang untuk kedua kalinya, Selasa (30/5/2017). Agenda sidang yang rencananya mendengarkan keterangan saksi ini, terpaksa harus ditunda hingga Selasa (06/6/2017), karena dua saksi mangkir.

Terkait hal ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal melayangkan surat panggilan ketiga terhadap dua saksi yang mangkir tersebut. Jika pada agenda pada pekan depan, saksi masih tidak hadir, maka JPU berencana bakal melakukan panggilan paksa terhadap keduanya.

JPU Kejari Rembang Muhammad Salahuddin mengatakan, sebenarnya saksi yang dijadwalkan ada tiga. Namun untuk saksi bernama Muntoyo alias Dicky dalam kondisi sakit, sehingga tidak bisa hadir. Sedangkan saksi yang tidak hadir dan tidak ada keterangan yaitu Tri Bekti Wisnu Aji dan Heru Budi Santoso.

“Nantinya kita akan melayangkan surat panggilan ketiga. Jika pada sidang ketiga pekan depan kedua saksi ini masih belum hadir, maka jaksa akan menunggu penetapan dari majelis hakim untuk menjemput paksa saksi yang mangkir,” paparnya.

Dia menambahkan, selain akan memanggil kembali ketiga saksi tersebut, nantinya juga beberapa saksi lain yang akan akan dipanggil. “Di antaranya 2 orang pegawai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke dan 2 orang saksi ahli dari PWI serta Universitas Diponegoro Semarang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Polres Jepara Larang Laga Persijap Kontra PSIS Digelar di SGBK

Skuad Persijap Jepara 2017. Polres Jepara tak memberikan izin laga persahabatan kontra PSIS digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah kisruh antarsuporter Persijap dan PSS Sleman Rabu (17/5/2017) lalu, Polres Jepara tak memberikan izin laga persahabatan kontra PSIS digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. Alhasil, Laskar Kalinyamat  hanya akan melakoni laga tandang ke Stadion Jatidiri. 

“Iya untuk izin pertandingan kontra PSIS di Jepara tidak kami berikan. Alasan utamanya adalah kerawanan keamanan. Seperti diketahui antara manajemen dan suporter Persijap kan ada gap (jarak). Maka dari itu kami mengimbau antara manajemen Persijap dan suporter untuk kompak terlebih dahulu serta menjamin adanya keamanan,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. 

Ia mengatakan, dampak yang ditimbulkan atas kerusuhan antarsuporter silam, berimbas kepada masyarakat. Oleh karenanya, sebelum ada jaminan untuk bisa menjaga kondusifitas keamanan dari manajemen dan suporter pihaknya tidak memberikan izin pertandingan kontra PSIS. 

CEO Persijap Esti Puji Lestari membenarkan hal tersebut. Sedianya Persijap melakoni laga home-away persahabatan melawan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar. Namun karena tak mengantongi izin bertanding, maka Persijap hanya bisa melakoni satu laga. 

“PSIS menawarkan kepada kami untuk melakoni laga home-away saya setuju, namun karena tak ada izin, akhirnya hanya satu laga yang dilakoni. Rencana laga tersebut akan digelar sebelum puasa tanggal 28 Mei 2017, namun batal,” tuturnya, Selasa (30/5/2017). 

Sementara itu tentang izin pertandingan reguler di Liga 2, Esti mengaku tetap akan mendapatkan lampu hijau dari kepolisian. Namun demikian, ada catatan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh manajemen.

“Catatannya, kami harus melibatkan kembali unsur suporter kembali. Namun seharusnya tidak boleh ada intervensi terkait hal itu karena kita perusahaan. Karena untung dan rugi kan kita yang menanggung,” ungkap Esti. 

Terkait hal itu, dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. 

Editor : Kholistiono

Suara Tadarus Alquran Tahanan Bikin Adem Ruang Penjara Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano sedang menyampaikan tausiyah pada para tahanan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Lantunan surat-surat pendek Alquran terdengar dari ruang tahanan Polres Grobogan. Pelantunnya adalah salah seorang tahanan yang sedang menjalani proses hukum. Sedangkan tahanan lainnya dengan serius menyimak dan mendengarkan bacaan tersebut.

Tadarusan di gelar di lorong ruang tahanan. Puluhan tahanan duduk berhadapan dengan mengenakan kaos, peci putih, dan sarung.

Usai tadarusan, para tahanan mendapat pencerahan agama dari ustaz yang dihadirkan. Bahkan, para perwira, termasuk Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano juga menyempatkan memberikan tausiah pada tahanan pada bulan puasa ini.

Menurut Satria, salah satu hal yang paling ditekankan terhadap tahanan adalah pendidikan agama. Sebab, hal itu dirasa akan bisa memperbaiki moral mereka.

“Selama bulan Ramadan sudah terjadwal kegiatan khusus keagamaan bagi tahanan. Dalam kegiatan ini, ada guru khusus yang memberikan pelajaran agama dan menyampaikan tausiyah tentang akhlak serta hidup bermasyarakat,” jelas Satria, Selasa (30/5/2017).

Selain pendidikan agama, pihaknya juga sangat memperhatikan kewajiban salat lima waktu pada tahanan tersebut. Saat azan dari Masjid Mapolres Grobogan berkumandang, petugas mengingatkan mereka untuk segera menunaikan salat di dalam ruang tahanan seluas 5 x 5 meter itu. Biasanya, salat itu dilakukan berjamaah dan salah satu tahanan bertindak menjadi imam.

Satria menambahkan, selama masa penahanan, pendidikan kebersihan diri dan lingkungan juga ditekankan pada tahanan tersebut. Khususnya, kebersihan terhadap ruang ruang tahanan dan kamar mandi yang ada di dalamnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Paket Perbaikan Jalan Rusak di Grobogan Mulai Dikerjakan

Pekerja melakukan kegiatan perbaikan di salah satu jalan yang rusak di Kabupaten Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan proyek perbaikan jalan untuk paket pekerjaan dengan nilai besar akhirnya mulai dikerjakan. Dari pantauan di lapangan, pekerjaan proyek dengan anggaran di atas Rp 2 miliar sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

Sebagian pekerjaan masih terlihat dalam tahap persiapan awal. Namun, ada juga pekerjaan yang sampai dalam tahap pengecoran. Misalnya, untuk ruas jalan Sedah-Kemadohbatur di Kecamatan Tawangharjo yang sudah dicor satu sisi sepanjang 250 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono menyatakan, untuk tahap awal ada 27 paket proyek perbaikan jalan yang sudah melaksanakan kegiatan lapangan. Masing-masing paket nilainya diatas Rp 2 miliar dengan total anggaran keseluruhan mencapa Rp 99,6 miliar.

“Untuk 27 paket yang kontraknya sudah ditandatangani kita minta segera ada kegiatan. Tujuannya supaya pekerjaan jangan sampai terlambat, melewati batas waktunya. Semuanya sudah action tetapi progresnya di lapangan beda-beda,” katanya pada wartawan, Selasa (30/5/2017).

Subiyono menyatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan lagi penandatanganan kontrak kerja untuk sekitar 90 paket pekerjaan perbaikan jalan tahap kedua. Besarnya anggaran untuk membiayai 90 paket pekerjaan ini sekitar Rp 150 miliar.

“Rencananya, besok pagi kita lakukan penandatanganan kontraknya. Ini, sedang kita persiapkan,” jelasnya.

Ditambahkan, alokasi dana perbaikan jalan rusak sudah disiapkan sebesar Rp 392 miliar pada tahun 2017 ini. Dana sebesar Rp 392 miliar digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. 

Editor : Akrom Hazami

Hujan Disertai Angin Kencang, Teras Rumah Warga Tlogorejo Pati Tertimpa Pohon Jati

Petugas kepolisian mengecek rumah warga Tlogorejo yang tertimpa pohon jati, Senin (29/5/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Teras rumah warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu tertimpa pohon jati, Senin (29/5/2017) pukul 14.30 WIB. Pohon roboh disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 5 juta akibat sebagian bangunan rumah yang mengalami kerusakan.

Sumani, pemilik rumah menuturkan, pohon jati tersebut berada di sebelah rumahnya, tanah milik warga Trangkil. Dia masih bersyukur, karena pohon jati yang roboh tidak menimpa orang.

Petugas BPBD dan sejumlah relawan yang mengetahui informasi tersebut melaksanakan kegiatan pembersihan dan penebangan jati yang roboh pada Senin (29/5/2017) malam. Berbekal sejumlah peralatan penebang pohon, evakuasi berjalan lancar yang hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Kepala BPBD Pati Sanusi mengimbau kepada warga Pati untuk mewaspadai keberadaan pohon besar yang berada di sekitar rumah. Kendati memasuki musim kemarau, tetapi cuaca tidak bisa diprediksi.

Hujan masih sering turun dan tidak jarang menimbulkan angin kencang. “Cuaca saat ini sulit diprediksi. Masih sering hujan meski musim kemarau. Ini yang harus diantisipasi, segera tebang pohon besar yang berada di dekat rumah,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

Santri Diharapkan Paham Pancasila dan UUD 1945

 

Anggota MPR RI Arwani Thomafi santri mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di Ponpes Al Fakhriyyah Desa Sumber Girang, Kecamatan Lasem Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sejumlah santri Pondok Pesantren Al Fakhriyyah Desa Sumber Girang, Kecamatan Lasem, Rembang, menjadi sasaran sosialisasi empat pilar kebangsaan, beberapa hari lalu. Sosialisasi tersebut dilakukan oleh anggota MPR RI dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi.

Dengan sosialisasi tersebut, diharapkan lebih banyak santri yang memahami nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan landasan kehidupan berbangsa serta bernegara.

Menurut Arwani, Pancasila merupakan falsafah yang berasal dari nilai-nilai luhur dan tumbuh serta berkembang dalam masyarakat. Para pendiri bangsa, termasuk di dalamnya para ulama telah berhasil merumuskan Pancasila dan menjadikan sebagai dasar negara.

“Di dalam Pancasila termasuk prinsip-prinsip Ketuhanan yang Maha Esa dan menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian dalam pengamalan sila pertama ini mengandung makna kewajiban untuk menjalankan agama dengan sebak-baiknya, dan mengembangkan toleransi antar umat beragama,” ujar Ketua Fraksi PPP tersebut.

Ia menjelaskan, Pancasila dijabarkan dalam ketentuan UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis. Sebagai warga negara yang baik, santri dan masyarakat diminta untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, khususnya terkait dengan masalah kehidupan beragama, penting untuk disegarkan kembali,” ujar dia.

Arwani juga mengajak kepada semua elemen bangsa, khususnya para santri dan tokoh masyarakat agar berupaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sehingga diharapkan akan selalu tercipta situasi yang kondusif di tengah masyarakat.

Editor : Kholistiono

Musim Kemarau Diprediksi Waktunya Lebih Lama

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Hujan deras yang melanda wilayah Rembang selama 4 hari terkahir, menunjukan bahwa musim kemarau akan berlangsung cukup lama.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPBD Rembang Suharso. Menurut penghitungan ramalan dari BMKG saat ini, wilayah Rembang sudah memasuki musim kemarau.

“Kalau berdasarkan ramalan BMKG, saat ini Rembang memasuki musim kemarau. Sebab musim kemarau itu mulai sejak akhir bulan April lalu. Dan misalkan ini kok hujan, maka kemungkinan musim kemarau juga akan bertambah waktunya,” katanya.

Sementara itu menurutnya, dengan adanya hujan lebat selama beberapa hari ini, dimungkinkan masih terdapat perubahan iklim atau musim La Nina. Hanya saja, biasanya kondisi tersebut tak akan bertahan lama.

“Hujan yang deras seperti itu, yang harus diwaspadai. Terutama kepada kondisi alam Rembang. Baik itu terhadap kerawanan bencana, mulai dari longsor hingga angin kencang atau puting beliung,” paparnya.

Dia menambahkan, seluruh masyarakat diharapkan waspada dan hati hati. Terlebih yang berada di kawasan pantai. “Sebab sewaktu-waktu angin kencang atau angin laut bisa bertiup kencang bercampur dengan hujan lebat,” pungkasnya.

Editor : Kholisitiono

Perusak Terumbu Karang di Karimunjawa Wajib Mengganti

Wisatawan sedang menikmati snorkeling di Karimunjawa. Pemerintah kini menegaskan, jika siapapun yang merusak terumbu karang diwajibkan mengganti. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Perusak terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa, Jepara diwajibkan untuk mengganti kerusakan yang ditimbulkan. Hal itu berlaku pula pada kasus rusaknya karang akibat kapal tongkang yang parkir disekitar Pulau Tengah dan Pulau Cilik, awal tahun 2017 ini. 

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jepara Fatkhurrahman, Senin (29/5/2017). Ia mengatakan, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah turun menyelidiki kerusakan terumbu karang akibat kapal tongkang. 

Menurutnya, tim dari KLHK  telah melakukan penyelidikan, sementara Dinas Lingkungan Hidup Jepara tak dilibatkan. Pihaknya mengaku hanya melakukan pendampingan, karena kasus tersebut terjadi di wilayah Bumi Kartini. 

“Kami tidak masuk dalam tim penyelidik. Kita bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jateng hanya mendampingi saja karena locus kejadiannya berada di Jepara,” ujar Fatkhurrahman di ruangannya, Senin (29/5/2017).

Dirinya menjelaskan, secara umum kasus rusaknya terumbu karang akan masuk dalam dua jalur. Yakni hukum ataupun mediasi. Meskipun begitu, hasil akhirnya perusak karang berkewajiban mengganti kerusakan yang ditimbulkannya. 

Dirinya berujar, tim dari KLHK telah turun ke lokasi kejadian pada bulan April di tanggal 24-30. Dalam penyelidikan, tim tersebut telah membawa ahli-ahli yang secara teknis menyelidiki efek yang ditimbulkan oleh kejadian itu.

“Tempat kejadian berada di taman nasional. Pengelolanya langsung menghubungi KLHK. Kami (Kabupaten Jepara)  karena sesuai peraturan, bupati tak memiliki lagi kewenangan akan laut. Kami juga tak memiliki kewenangan akan sisi hukumnya,” tuturnya. 

Namun demikian, pihaknya mengaku akan segera mendapatkan salinan hasil penelitian terhadap kerusakan karang tersebut. Akan tetapi hingga kini, ia belum menerima putusan itu. 

Fatkhurrahman mengatakan, luas kerusakan karang yang ada di Pulau Cilik adalah 272,36 meter persegi. Sementara di Pulau Tengah, terdapat kerusakan seluas 1.102,35 meter persegi.

Editor : Kholistiono

Stok Darah di PMI Rembang Mulai Menipis di Awal Ramadan

Petugas menunjukan stok darah kantor PMI Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ketersedian stok darah di kantor PMI Cabang Rembang, diperkirakan akan menipis pada minggu kedua di bulan Ramadan. Sementara itu, untuk persediaan selama sepekan di awal Ramadhan ini masih dinilai aman.

Pencari Pelestari Donor Darah Sukerela (P2D2S) pada PMI Rembang Ervin Nurcahyanti mengatakan, pendonor darah di saat Ramadan memang sangat berkurang. Sedangkan untuk permintaan darah di kantor PMI, sekitar 40 kantung dalam sehari.

“Untuk ketersediaan  darah golongan A di kantor PMI ada 60 kantung, golongan B 140, golongan AB 23 kantung, dan golongan darah O ada 150 kantung. Stok itu dimungkinkan untuk menyediakan selama sepekan ke depan saat awal Ramadhan ini,” bebernya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai bagaimana upaya untuk memenuhi stok darah di saat bulan puasa seperti ini, pihaknya mengutarakan bahwa akan menggelar donor darah secara keliling setelah shalat tarawih maupun lainnya.

“Kami terus melakukan sejumlah terobosan diantara donor keliling usai shalat tarawih, di masjid dan mushola dan mengingatkan melalui sms gateway kepada para pendonor,” katanya.

Di sisi lain, sebagai upaya pemenuhan stok  darah selama bulan ramadan dan menjelang Lebaran, pihaknya akan melakukan terobosan untuk mengamankan stok darah.

Menurut anjuran dokter, donor darah dalam kondisi tubuh berpuasa tidak mengganggu kesehatan. Namun jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, lebih baik donor darah dilakukan usai berbuka puasa.

Editor : Kholistiono

Jumlah Jemaah Haji Grobogan Bertambah 15 Orang

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak 15 orang dipastikan masuk dalam daftar tambahan jemaah haji Grobogan tahun 2017. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Senin (29/5/2017).

Menurutnya, tambahan jemaah itu berasal dari masa pelunasan BPIH tahap II mulai 22 Mei hingga 2 Juni mendatang. Pelunasan tahap II ini diperuntukkan bagi beberapa kriteria. Yakni, penggabungan mahrom, lanjut usia, dan jamaah yang sudah pernah berhaji.

“Dari pelunasan tahap II ini, ada 15 jemaah dari Grobogan yang masuk porsi keberangkatan. Terdiri, 7 jemaah yang masuk kriteria penggabungan mahrom, 1 orang sudah pernah berhaji, dan sisanya adalah jemaah usia lanjut beserta pendampingnya,” jelasnya.

Dengan tambahan 15 orang tersebut, jumlah jemaah keseluruhan nantinya ada 980 orang. Sebelumnya, jumlah jemaah haji yang melunasi BPIH tahap I ada 959 orang serta 6 petugas TPHD.

Menurut Hambali, jemaah haji Grobogan nantinya akan tergabung dalam tiga kloter. Yakni, kloter 17 sebanyak 355 orang, kloter 64 diisi 301 orang, dan kloter 65 ada 310 orang.

Mengenai jadwal keberangkatan juga sudah ada kepastian. Di mana, kloter 17 akan berangkat dari pendapa kabupaten pada 1 Agustus. Kemudian, kloter 64 pada 15 Agustus dan kolter 65 berangkat 16 Agustus.

Dijelaskan, untuk kloter 17 seluruhnya berisi jemaah Grobogan. Sedangkan kloter 64 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang . Sementara, kloter 65 bergabung dengan jemaah haji dari Kodya Semarang.

Editor : Kholistiono

Antara Pahala dan Dahaga

Bakhruddin, S.Pd.I., M.Pd
Tokoh Muda NU dan Pengajar di MTS NU TBS Kudus

TULISAN ini ditujukan untuk semua muslim yang bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap Ridlo-Nya semata.

Saudaraku umat muslim yang dirahmati Allah. Ramadan bulan yang istimewa bagi umat Islam,  disebut sebagai syahrul ‘ibadah (bulan ibadah), di mana terdapat nilai ibadah dan semangat beribadah yang sangat tinggi. Pada malam bulan ini banyak orang berlomba-lomba mengerjakan amal ibadah dan kebaikan, kita bisa melihat mushola dan masjid ramai dengan orang muslim-muslimat berpakaian rapi khas santri. Pada bulan ini puasa menjadi ibadah wajib yang dilaksanakan satu bulan penuh. Amalan ini dijanjikan pahala kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT. Namun, apakah berbuah pahala atau justru hanya menyisakan lapar dan dahaga.

Saudaraku umat muslim yang dirahmati Allah. Ada tingkatan klasifikasi puasa yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali. Tingkatan pertama, yaitu puasa orang awam, adalah puasa yang hanya menahan perut dari makan, minum, dan kemaluan dari syahwat, namun masih tetap dan tidak mampu melepaskan diri dari perbuatan dosa dan maksiat seperti menggunjing dan berbohong. Imam al-Ghazali pernah berkata, banyak orang yang berpuasa, namun ia hanya mendapatkan dari puasanya lapar dan haus. Sebab, hakikat puasa itu adalah menahan hawa nafsu, bukanlah sekedar menahan lapar dan haus. Karena orang tersebut masih melakukan perbuatan yang haram, Ghibah dan berdusta. Maka yang demikian itu membatalkan hakikat puasa. Golongan ini adalah orang-orang yang oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai golongan orang yang merugi, karena mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Orang yang seperti ini tidak mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh Allah.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Tingkatan kedua, Puasa orang khusus, yaitu puasa orang sholeh adalah puasa tidak hanya menahan perut dan kemaluan, namun juga menahan semua anggota badan dari berbagai dosa dan maksiat. Mereka menundukkan pandangan, menjaga sikap dari hal yang diharamkan, dicela dan dibenci (makruh) oleh agama dan norma, dan dari setiap hal yang dapat menyibukkan diri dari mengingat Allah.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Tingkatan ketiga, puasanya orang super khusus, yaitu puasa orang sholeh yang disertai dengan puasa hati dari berbagai keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran yang tidak berharga, juga menjaga hati dari selain Allah secara keseluruhan. Puasa ini akan menjadi ”batal” karena pikiran selain Allah (segala pikiran tentang dunia, apapun bentuknya). Ini adalah puasanya para Nabi dan Rasul Allah SWT.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Mari kita pergunakan momen Ramadhan ini, bulan yang penuh rahmat, dengan menjadikan kita sebagai insan yang sholeh. Dengan harapan, diakhir Ramadhan kita menjadi orang yang mendapatkan rahmat-Nya. Amin.(*)

(Bakhruddin S.Pd.I., M.Pd, Aktif sebagai Pengurus di Aswaja Center dan Pengajar di MI Matholiul Hija)

Awal Ramadan, Harga Bawang Putih di Kudus Masih Tinggi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Kudus – Selama awal Ramadan ini, harga bawang putih di Kudus masih cenderung tinggi. Bahkan, Senin (29/5/017) harga bawang putih mengalami kenaikan yang cukup tinggi di sejumlah pasar di Kudus.

Kepala Bidang Fasilitas Perdagangan dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, harga bawang putih di tiga pasar tradisional Kudus mengalami kenaikan dari harga sebelumnya. Itu menjadi tugas bagi pihaknya untuk menstabilkan harga kembali.

“Seperti halnya di Pasar Bitingan Kudus yang harga bawang putih per kilogram Rp 55 ribu dari harga Rp 46 ribu. Kenaikan cukup banyak mencapai Rp 9 ribu, sangat dirasakan masyarakat luas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kemudian di  Pasar Kliwon juga demikian, dari sebelumnya Rp 48 ribu jadi Rp 55 ribu, dan Pasar Jember dari harga Rp 50 ribu menjadi  Rp 55 ribu per kilogram. Ketiga pasar memiliki harga yang sama yaitu Rp 55 ribu meski kenaikan berbeda.

Pihaknya masih menunggu, setoran dari Jawa Timur untuk bawang putih jenis Cutting. Sehingga, harga dapat berangsur turun dan masyarakat tak lagi kebingungan akan tingginya harga bawang putih di pasaran. Apalagi, kini Ramadan dan menghadapi Lebaran.

“Jika harga terus seperti ini, kami akan melakukan operasi pasar. Yang mana, bisa menjual bawang putih sesuai ketentuan yaitu Rp 38 ribu saja,” ucapnya.

Sementara, untuk harga bawang merah, harganya cenderung stabil. Seperti di Pasar Bitingan yang harganya Rp 27 ribu, yang kemarin Rp 26 ribu. Kemudian di Pasar Kliwon tetap Rp 28 ribu dan Pasar Jember seharga Rp 27 ribu.

Editor : Kholistiono

Tak Semua Nelayan di Jepara Tertarik Program Kartu Nelayan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 7.200 dari 13 ribu nelayan di Jepara telah mengantongi kartu nelayan. Meskipun diklaim bermanfaat, sebagian nelayan ada yang belum tertarik pada program ini. 

Kabid Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Jepara Adi Sasongko mengatakan, sisa nelayan yang belum terdaftar kebanyakan berasal dari mereka yang tak terdaftar dalam kelompok. Sehingga pendataan dan pendaftaran mereka tidak serempak dengan mereka yang bergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) nelayan. 

“Yang belum mendapatkan kartu beberapa di antaranya karena tak tergabung dalam kelompok. Informasinya belum sampai ke mereka, atau bahkan sudah tau akan tetapi ada dari mereka sudah tau akan tetapi belum tertarik,” ujarnya, Senin (29/5/2017).

Menurutnya, fungsi kartu nelayan adalah memberikan jaminan sosial bagi nelayan. Seperti identitas nelayan dan santunan kecelakaan laut. 

Dijelaskannya, nelayan yang tak berkelompok bisa juga mendapatkan kartu tersebut. Syaratnya hanya mengisi formulir dan melampirkan KTP serta Kartu Keluarga.

“Dalam sehari kartunya sudah bisa jadi. Kami sudah menyosialisasikannya bahwa yang tidak memunyai kelompok bisa memiliki akses terhadap kartu nelayan. Cukup melaporkan diri pada dinas perikanan setempat. Seperti nelayan di Karimunjawa yang proaktif dalam program itu,” ujarnya. 

Dirinya mengatakan, program tersebut berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sehingga pencetakan kartu nelayan tersebut langsung dilakukan di pusat. 

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini di Kabupaten Jepara masih memiliki stok kartu nelayan untuk mereka yang membutuhkan. Akan tetapi untuk mendapatkannya kabupaten harus mengambilnya ke tingkat provinsi Jateng terlebih dahulu. 

Ditanya mengenai kartu bahan bakar minyak (BBM), Adi mengatakan, hal itu merupakan program yang berbeda. Kartu BBM merupakan program dari Pemprov Jateng.

“Kartu BBM belum dibagikan. Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi pemprov Jateng. Namun kegunaannya beda antara Kartu Nelayan dan Kartu BBM,” pungkas Adi. 

Editor : Kholistiono

Tim Saber Pungli Periksa Kepala Dishub Rembang

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Saber Pungli terus melakukan pendalaman terkait tiga petugas parkir RSUD dr. R. Soetrasno Rembang yang terkena operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu.

Ketua Tim Saber Pungli Kompol Pranandya Subiyakto mengatakan, jika pihaknya telah memeriksa beberapa saksi, termasuk di antaranya adalah Kepala Dinas Perhubungan Rembang Suyono dan juga bendahara Dishub.

“Jumat (26/5/2017) kemarin kita telah memeriksa sejumlah orang dari Dishub, termasuk Pak Kadis dan bendaharanya yang menerima setoran parkir,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, jika praktik pungutan tarif parkir yang tak sesuai perda, disinyalir bukan hanya di RSUD dr. Soetrasno Rembang saja, melainkan di berbagai titik kantong parkir yang ada di Rembang. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penelusuran.

Katanya, dari informasi sementara, bahwa setiap titik parkir yang ada di Rembang diharuskan menyetorkan Rp 500 ribu tiap hari kepada Dishub.

“Seperti halnya di puskesmas, atau tempat lainnya yang ada parkir atau pengelelolaan parkirnya setiap hari menyetor ke Dishub sebesar Rp 500 ribu. Nah, pengakuan dari hasil pemeriksaan itu, hasil setoran itu akan disetorkan ke kas daerah. Namun, saya yakin yang disetorkan oleh petugas parkir itu bukan hanya sebesar itu. Melainkan juga bisa lebih dari itu,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Dandangan Telah Usai, Ini Ragam Masukan Warga untuk Pelaksana

Beberapa stand yang ada pada acara Dandangan. Dalam hal ini, panitia banyak mendapatkan masukan dari warga terkait perhelatan Dandangan tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Pelaksanaan event Dandangan Kudus 2017 telah usai. Pelaksanaan ini dinilai sukses, lantaran banyaknya pengunjung yang datang. Namun demikian, ada beragam masukan dari warga terkait kegiatan tersebut.

Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, pihaknya mendapatkan sejumlah masukan dari warga, baik secara langsung ketika pelaksanaan maupun melalui media sosial.

“Seperti halnya soal lalu lintasnya, banyak juga masyarakat yang terganggu dengan masih banyaknya kendaraan yang masuk ke lokasi Dandangan. Bahkan​ kendaraan roda empat juga menerobos masuk dan membuat lokasi Dandangan menjadi sesak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, keberadaan kendaraan yang masih diperbolehkan masuk memang cukup mengganggu pengunjung. Apalagi, saat jalan sesak dan pejalan kaki sedang membeli sesuatu di Dandangan, terpaksa harus buru-buru pergi karena bunyi klakson kendaraan yang melintas.

Dia juga mengakui merasakan​ hal tersebut. Saat berkeliling, banyak menjumpai sepeda motor yang mendesaknya. Dengan seperti ini, menurutnya pengunjung Dandangan maupun pedagang juga kurang nyaman.

“Khususnya pada malam hari, yang mana banyak pengunjung Dandangan. Dengan dibukanya jalan untuk kendaraan, jelas membuat pengunjung terganggu,” ucapnya.

Selain soal lalu lintas, dia juga mendapatkan masukan soal MCK. Seperti diketahui, MCK selama Dandangan hanya disediakan di kawasan Simpang Tujuh saja. Sedangkan lokasi lainya masih tak tersedia.

“Untuk lalulintas kemungkinan akan ditutup total tahun depan, sementara MCK, kami masih mengupayakannya. Karena biasanya pedagang bekerja sama dengan warga terdekat,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Terbelit Penipuan CPNS, Oknum Pegawai Kemenag Grobogan Dituntut 10 Bulan

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Kasus penipuan yang membelit oknum pegawai Kemenag Grobogan akhirnya berlanjut hingga proses persidangan. Dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pegawai kemenag bernama Ali Misbahudin (31) dengan hukuman 10 bulan penjara.

Dalam kasus ini, pelaku yang tinggal di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan diindikasikan telah melakukan penipuan penerimaan CPNS terhadap tetangganya bernama A Akrom.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 juncto Pasal 372 KUHP yakni tentang penipuan dan/atau penggelapan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun. Tuntutan yang diajukan JPU jauh lebih rendah dari ancaman hukuman yang tertera dalam pasal yang dijeratkan pada pelaku.

JPU Kejaksaan Negeri Grobogan Bangun Setya Budi mengatakan, pihaknya menuntut lebih rendah dari ancaman hukuman karena terdakwa telah mengembalikan uang milik korban sebesar Rp 125 juta. Bukti pengembalian uang para korban berupa kwitansi penerimaan dalam bentuk asli sudah diberikan kepada majelis hakim.

“Saat proses persidangan, terdakwa ini akhirnya mengembalikan uang milik korban,” katanya, Senin (29/5/2017).

Kasus penipuaan tersebut berlangsung pada Desember 2013 sampai Januari 2014. Saat itu, Ali mendatangi rumah Akrom dan menjanjikan sanggup membantu masuk sebagai CPNS di instansi BPBD Grobogan.

Namun, untuk bisa masuk jadi CPNS, harus ada biaya. Dari hasil pertemuan, disepakati biaya pengurusan jadi CPNS tersebut sebesar Rp 125 juta. Uang sebesar itu diserahkan korban dalam tiga tahap.

Setelah biaya dilunasi, Akrom ternyata tidak kunjung dapat kepastian soal penerimaan CPNS tersebut. Setelah ditanyakan berulang kali tidak ada kepastian dan uangnya tidak dikembalikan, korban lalu melaporkan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaringan tersebut kepada penyidik Polres Grobogan pada Desember 2016.

“Pelaku dan barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan dari penyidik Satreskrim Polres Grobogan pada Selasa (25/4/2017) lalu. Kita memutuskan menahan pelaku di rutan selama 20 hari, karena berpotensi melarikan diri,” jelas Kajari Grobogan Edi Handojo, Senin (1/5/2017) lalu.

Editor : Kholistiono

Masih Bingung Cari Menu Buka Puasa yang Lengkap di Rembang? Ke Kampung Ramadan Saja

Puluhan stand yang berada di Kampung Ramadan menyediakan beragam menu buka puasa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bagi Kamu warga Rembang atau yang sedang singgah di Rembang pada saat Ramadan seperti ini, tak usah bingung-bingung jika mau mendapatkan menu buka puasa.

Datang saja ke Kampung Ramadan yang berada di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto atau sebelah timur perempatan Alun-alun Rembang. Ada beragam menu yang cocok untuk disantap pas berbuka puasa. Mulai dari kolak, gorengan, es campur bahkan juga lauk pauk yang bisa digunakan untuk menu sahur.

Setidaknya ada sebanyak 30 stand yang dihuni oleh sekitar 60 penjual makanan ringan. Kampung Ramadan ini, buka mulai sore hari hingga Magrib.

Siti, salah satu pedangan di Kampung Ramadan, misalnya. Ia sejak awal Ramadan sudah mulai berjualan di Kampung Ramadan, di antaranya kolak dan menu berbuka lainnya.

“Saya sudah jualan di Kampung Ramadan ini sudah dua kali. Pertama di tahun lalu di kawasan Jalan dr. Soetomo dan di pindah di Jalan Hos Cokroaminoto,” paparnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Kampung Ramadan asal Sale Rembang Bambang mengatakan, ia jauh- jauh dari Sale ke Rembang memang sengaja untuk melihat dan berbelanja menu buka puasa. “Sekalian ngabuburit, saya mampi ke sini,” ujar Rahman.

Editor : Kholistiono

Perajin Batik Berharap Dilibatkan Kembali Dalam Dandangan Kudus Tahun Depan

Salah satu pedagang saat menjaga stand batik di Dandangan Kudus beberapa waktu lalu. Tahun depan, perajin batik berharap dilibatkan kembali pada event Dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Sejumlah perajin batik se-Jawa tengah yang mengikuti pameran batik pada event Dandangan tahun ini, berharap akan dilibatkan kembali tahun berikutnya. Pedagang tertarik dengan model tersebut lantaran dianggap menguntungkan.

Hal ini seperti disampaikan Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri. Katanya, sejumlah pedagang menginginkan kembali dilibatkan dalam Dandangan di tahun-tahun mendatang.

“Karena dagangannya laku cukup banyak. Untuk itu, mereka menginginkan agar dapat diajak berpatisipasi kembali di tahun-tahun berikutnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, selama Dandangan kemarin, Sejumlah pedagang batik memang cukup banyak mengeruk omzet selama Dandangan. Meski awalnya pembeli masih jarang, namun lama-kelamaan pengunjung Dandangan mampir ke stand dan membeli batik.

Meski demikian, katanya, usulan dari para pedagang batik tersebut tidak sepenuhnya disetujui oleh Pemkab Kudus. Pihaknya masih menimbang-nimbang mengenai untung ruginya bagi masyarakat Kudus secara luas. Karena, stand batik lebih pas jika ditempatkan secara khusus untuk lokasinya, bukan tempat terbuka seperti Dandangan.

“Kami juga memiliki gambaran untuk mengajak UMKM Jateng dalam Dandangan berikutnya. Namun soal batik, kami juga masih mempertimbangkannya,” ucapnya.

Editor : Kholistiono