21 Wajib Pajak Ajukan Amnesty Pajak di KPP Pratama Jepara

pajak

Salah satu petugas pelayanan pajak menjelaskan program pengampunan pajak di KPP Pratama Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Minat wajib pajak memanfaatkan program tax amnesty (amnesty pajak) tinggi. Antusiasme mereka tampak saat berkonsultasi mengikuti program pemerintah tersebut di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara.

Terhitung sejak efektif dibukanya layanan amnesty pajak, sudah ada sekitar 320 wajib pajak yang datang untuk berkonsultasi.

“Yang datang ke KPP Pratama Jepara banyak, tercatat ada sekitar 320-an wajib pajak yang berkonsultasi. Dari jumlah wajib pajak itu, 21 sudah mengajukan amnesty pajak. Mereka dilayani di ruang khusus pelayanan amnesty pajak yang telah kami sediakan,” ujar Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono kepada MuriaNewsCom, Kamis (18/8/2016).

Menurutnya, baru ada 21 wajib pajak yang mengajukan amnesty pajak karena mayoritas masih menghitung jumlah hartanya untuk selanjutnya dilaporkan. Terutama bagi wajib pajak yang telah berkonsultasi mengenai tata cara pengajuan amnesty pajak.

“Sedangkan jumlah uang tebus dari 21 wajib pajak tersebut mencapai Rp 217 juta. Diharapkan akan terus bertambah dengan semakin banyaknya wajib pajak yang mengajukan amnesty pajak,” katanya.

Ia juga berharap agar sesegera mungkin wajib pajak mengajukan amnesty pajak ini. Karena jika menunggu sampai batas akhir biaya tebusan berbeda dan tentu lebih banyak dibanding tahap pertama ini.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih prima, Endaryono menambahkan, KPP Pratama Jepara membuka layanan amnesty pajak selama tujuh hari penuh. Selain jam layanan di Kantor Pelayanan Pajak yang ditambah, hotline khusus Amnesti Pajak (Tax Amnesty Service) 1 500 745 dan Kring Pajak 1 500 200 juga buka pada hari Sabtu dan Minggu.

Untuk informasi lebih lanjut termasuk kumpulan pertanyaan serta jawaban (Frequently Asked Questions) terkait Amnesti Pajak, wajib pajak bisa berkunjung ke webpage resmi Ditjen Pajak di www.pajak.go.id/amnestipajak.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Manik-manik Cantik dari Blora Disulap jadi Suvenir Menarik

suvenir

Ruthrini memperlihatkan kerajinan maniknya di Blora. (Humas Pemkab Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Merangkai manik-manik menjadi karya suvenir cantik dan menarik membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Namun tingkat kesulitan itu bukan sebuah penghalang jika dilandasi minat dan kemauan. Itu, yang dilakukan oleh Ruthrini (52) seorang ibu rumah tangga, warga RT 05/RW III Sawahan, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora.

Dari ketekunan itu akhirnya Rini panen orderan. “Pada awalnya saya mencoba belajar secara otodidak. Semua bahannya dari manik-manik dan benang. Saya kerjakan sendiri sejak tahun 2003,” ujar Rini sapaan akrab Ruthrini, di Blora, dikutip www.blorakab.go.id.

Untuk memperoleh manik-manik, kata dia, diperoleh dari dalam dan luar Blora. “Saya buat suvenir seperti gantungan kunci, tas, dompet, tempat tisu berbentuk angsa dan boneka. Tergantung pesanan yang diminati,” kata dia.

Harganya sangat terjangkau dan bervariatif. Untuk gantungan kunci Rp3000, tas Rp200 ribu, tempat minum Rp50 ribu dan dompet Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

Hasil karyanya, selain dipajang di rumah, juga dipromosikan melalui sosial media. “Usaha sambilan ini saya kasih nama Cindy Collection. Selain dipesan Blora dan sekitarnya. Juga beberapa kali melayani peminat dari Salatiga, Yogyakarta, Pati, Rembang, Lasem, Pati dan Tayu, ” ujar ibu tiga anak dan dua cucu itu.

Untuk menghasilkan karyanya, istri anggota polisi itu mengatakan, butuh waktu satu hingga dua hari, tergantung tingkat kerumitan dan jumlah pesanan.

“Semenjak ayahnya anak-anak meninggal, saya harus berjuang dengan kemampuan yang saya miliki. Yang penting tekun dan halal, bagi saya tidak ada sesuatu yang sulit, jika minat,” ungkapnya.

Salah seorang rekannya yang pernah belajar dengannya, kata Rini, sudah menekuni usaha yang sama di luar pulau Jawa.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Daging Kodok di Kudus Terus Diburu

Penjual daging kodok di salah satu pasar di Kudus. (MuriaNewCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Daging kodok ternyata banyak diburu. Hal itu dibuktikan dari banyaknya daging yang laku. Per harinya mencapai 20 kg habis terjual.

Pedagang daging kodok, Sumini  (51) mengatakan, bahwa rata-rata dalam sehari, dia mampu menjual daging kodok sekitar 20 kg. Jumlah tersebut cenderung tetap lantaran pembeli adalah para langganan.

“Lumayan, tiap hari ada saja yang beli dan juga ada saja yang tanya. Ternyata banyak juga itu yang suka,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk daging kodok yang dijual, sudah dalam keadaan bersih. Pembeli tinggal mencuci ulang dan bisa langsung memasak. Sebab, pembeli cenderung ingin terima beres.

Untuk daging kodok yang dijual, dibagi menjadi tiga jenis. Yakni ukuran kecil, sedang dan besar. Harganya juga bervariatif, yakni mulai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu untuk satu kg.

“Itu saja masih ada yang suka nawar. Kalau sekarang harganya lagi turun, jika biasanya harga mencapai Rp 50 ribu per kg,” ungkapnya.

Bahan baku kodok sendiri, diterimanya dari penyetor. Rata-tata, lodok yang didapat berasal dari Pati. Dia membeli kodok hidup, dengan harga Rp 15 ribu per kg. Kemudian, kodok dibersihkan untuk dijual dalam keadaan bersih.

Langganan yang datang berasal dari berbagai tempat. Mulai Kudus, Pati hingga Jepara. Kebanyakan adalah para pengusaha warun makan daging kodok.

Yanti, pembeli mengaku senang makan kodok. Selama bertahun tahun, dia sudah menjadi langganannya untuk membeli kodok guna dimasak.

“Mau masak swieke, rasanya enak kok. Sudah tidak jijik juga karena sudah bersih,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Khusus Pelayanan Tax Amnesty, KPP Pratama Jepara Tambah Jam Layanan

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menambah jam layanan. Terutama untuk melakukan pelayanan pengampunan pajak (tax amnesty).

Pelayanan dibuka dari Senin hingga Sabtu. Tujuan penambahan jam adalah memaksimalkan pelayanan tax amnesty bagi wajib pajak.

“Sabtu untuk hari biasa libur, tetapi khusus pelayanan tax amnesty ini kami tetap membuka layanan dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Sedangkan untuk hari biasa yakni Senin sampai Jumat dengan jam layanan dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB,” ujar Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono kepada MuriaNewsCom, Sabtu (13/8/2016).

Menurutnya, Sabtu sengaja tetap dibuka layanan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi wajib pajak, guna memaksimalkan program tax amnesty. Penambahan waktu layanan itu dilakukan untuk mengantisipasi kesibukan para wajib pajak.

“Barang kali ada yang tidak ada waktu saat hari kerja biasa Senin-Jumat. Jadi akhir pekan, Sabtu kami buka layanan. Diharapkan dengan tambahan waktu pelayanan ini dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak untuk mengikuti tax amnesty,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bagi wajib pajak yang ingin mengikuti program tax amnesty dapat datang langsung ke ruang khusus yang telah disediakan KPP Pratama Jepara. Itu agar menghindari oknum yang meminta imbalan tertentu yang menawarkan jasa pengurusan tax amnesty.

“Selain itu, untuk menghindari antrean, dan penumpukan di akhir periode pertama yakni 30 September 2016, kami mengimbau masyarakat agar tidak menunggu hingga menjelang akhir periode pertama itu,” terangnya.

Ia menambahkan, ketika wajib pajak ingin mengikuti program tax amnesty diharap lebih berhati-hati dengan mengurus sendiri di kantor pajak. Ketika ada pertanyaan atau persoalan, dapat pula datang ke KPP Pratama, atau menghubungi saluran komunikasi resmi Dirjen Pajak, yakni kring pajak di nomor 1500 200.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Harga Lelang Gula Jatuh, APTRI Tuntut Pemerintah Tangani

Karyawan pabrik gula di Kudus melakukan pekerjaannya. (MuriaNewCom)

Karyawan pabrik gula di Kudus melakukan pekerjaannya. (MuriaNewCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menuntut pemerintah terkait jatuhnya harga lelang gula, akhir-akhir ini.

Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin mengatakan, pihaknya menolak izin impor gula yang telah diberikan. Baik untuk gula konsumsi maupun gula rafinasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gula nasional.

“Mendesak kepada Menteri Perdagangan meninjau kembali izin impor gula supaya disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya di rilis persnya ke MuriaNewsCom, Jumat (12/8/2016).

Pihaknya juga mendesak kepada Menteri Perdagangan untuk melakukan pengawasan ketat distribusi gula kristal rafinasi dan memberi sanksi tegas kepada produsen gula rafinasi yang gulanya merembes ke pasar konsumen.

“Bila tuntutan kami para petani tebu tersebut tidak mendapat tanggapan, maka kami petani tebu yang tergabung dalam DPN APTRI akan bersama-sama unjuk rasa di Jakarta,” tambahnya.

Berkaitan dengan jatuhnya harga lelang gula petani akhir-akhir ini, maka DPN APTRI menyampaikan beberapa hal.

Di antaranya, saat ini musim giling tebu tahun 2016 pada posisi puncak dan sesuai dengan perkiraan Produksi Gula Kristal Putih (GKP) yang akan dihasilkan dalam musim giling tahun 2016 ini sebesar 2,4 juta s.d 2,5 juta ton.

Dengan demikian bilamana kebutuhan untuk konsumsi langsung diperkirakan 2,7 juta ton sampai 2,8 juta ton, maka diperlukan tambahan sekitar 350.000 ton (biasanya pemerintah memberikan ijzn impor raw sugar untuk idle capacity).

Untuk kebutuhan Gula Kristal Rafinasi berkisar antara 2,4 juta ton yang dipenuhi dengan 2,6 juta ton raw sugar yang diproses oleh Pabrik Gula Rafinasi.

Namun saat ini pemerintah memberikan kuota impor kepada industri gula rafinasi (11 Pabrik Gula Rafinasi) sebesar 3,2 juta ton, sehingga ada kelebihan sekitar 600.000 ton yang berpotensi merembes ke pasar konsumsi.

Bahwa berdasarkan informasi yang APTRI dapatkan pada tahun 2016 ini pemerintah telah mengeluarkan izin impor untuk pemenuhan konsumsi baik berupa white sugar maupun raw sugar.

Mereka adalah pemegang izin impor PPI (Izin Impor Pertama) 200.000 ton, PPI (Izin Impor Kedua) 100.000 ton, PT Adi Karya Gemilang 50.000 ton,  PT PG Gorontalo 25.000 ton.

Ada juga, BUMN (PTPN dan RNI) 381.000 ton, dan Perum Bulog (White Sugar) 100.000 ton.

Komisioning untuk PT KTM, PG di Dompu NTB, Industri Gula Glenmor (PTPN XII), PT GMM. Total jumlah 1.126.000 ton.

Apabila informasi tersebut benar, kata dia, maka akan ada gula impor yang masuk untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi + 1.126.000 ton.

Hal ini tentunya akan ada kelebihan pasokan untuk gula konsumsi sebesar + 775.000 ton karena jumlah kekurangan untuk gula konsumsi hanya sebesar + 350.000 ton.

Dan bilamana kelebihan gula rafinasi sekitar 600.000 ton yang berpotensi merembes dan akhirnya benar-benar masuk ke pasar konsumsi, maka akan terjadi banjir gula di pasar konsumsi dan ini akan menghancurkan harga lelang gula tani yang sekarang sudah merosot harganya.

Perlu diketahui bahwa pada awal giling sekitar bulan juni 2016, harga lelang rata-rata Rp. 14.000/kg lebih sedangkan saat ini harga lelang gula berkisar rata-rata Rp. 11.000/kg lebih, sehingga ada penurunan sekitar Rp. 3.000 / kg.

Saat ini rendemen tebu petani masih rendah hanya sekitar 6 – 6,7 %, jadi tidak sesuai janji Menteri BUMN yang akan menjamin rendemen 8,5 %, padahal izin Impor sudah diberikan.

“Kami menyadari bahwa dari kuota izin impor tersebut belum keseluruhan terealisasi namun dampaknya sudah sangat besar terhadap harga lelang gula petani saat ini, sehingga pada kesempatan ini kami memohon kepada Bapak Menteri Perdagangan RI untuk meninjau kembali izin impor baik raw sugar untuk gula rafinasi maupun raw sugar untuk gula konsumsi,” tambahnya.

Pengalaman kehancuran harga lelang gula petani pada tahun 2013 dan bahkan pada tahun 2014 harga lelang gula petani sempat jatuh dibawah HPP (HPP = Rp.8.500/kg harga lelang gula tani sempat jatuh sampai Rp. 7.400/kg), seolah akan berulang kembali.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemuda Pati Beberkan Tips Budidaya Ikan Guppy

 Askan sedang memberi makan ikan-ikan Guppy yang ia budidayakan di rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Askan sedang memberi makan ikan-ikan Guppy yang ia budidayakan di rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda asal Desa Langenharjo, Kecamatan Juwana, Askan (29), sukses mengembangkan budidaya ikan hias jenis Guppy hingga meraup untung jutaan rupiah setiap bulannya. Meski terlihat sederhana, budidaya ikan jenis ini diakui gampang-gampang susah.

Karena itu, Aksan rela membeberkan tips mengembangkan budidaya ikan hias Guppy. Salah satu hal paling mendasar yang harus diketahui pembudidaya ikan Guppy adalah membedakan pejantan dan betina.

“Ikan Guppy jantan punya corak warna yang terang dan kontras, ekor dan sirip menjuntai, terkesan indah dan menawan. Guppy betina tubuhnya kurang kontras, kepala agak runcing, sirip punggung biasa, tubuhnya agak gemuk dengan perut besar, dan belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi siriphalus,” kata Askan.

Pengetahuan tentang ikan Guppy jantan dan betina diperlukan untuk mengembangkan budidaya. Bila sudah punya anak harus dipisahkan dengan induk, karena jenis ikan Guppy bersifat kanibal dan sering memakan anakan.

Selain itu, makanan terbaik untuk ikan ini adalah daphnia dan moina, sejenis kutu air. Air kolam harus diganti setiap empat hari sekali supaya tidak muncul penyakit yang berasal dari kotoran ikan.

Tidak lupa, Askan memberikan tanaman air jenis Hydrilla. “Kami punya 15 kolam yang dibagi untuk pemijahan, indukan, dan anakan. Kolam sendiri cukup pakai terpal seluas 10×8 meter,” tutur Askan.

Perkembangan Guppy sendiri cukup cepat, berkisar antara tiga sampai empat minggu setelah pemijahan. Bagi pembudidaya mesti berhati-hati dengan penyakit jamur dan jenis benalu yang bisa mematikan ikan dalam waktu cepat.

“Pengalaman saya, pernah ikan mati semua akibat jamur dan benalu. Penyakit itu mudah menular sampai membuat seluruh ikan dalam kolam mati. Karena itu, pembudidaya mesti hati-hati dan telaten,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Budidaya Ikan Guppy, Pemuda Langenharjo Juwana Raup Untung Jutaan Rupiah

 Askan memberikan ikan Guppy yang ia budidayakan di dekat rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Askan memberikan ikan Guppy yang ia budidayakan di dekat rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa sangka hobi bisa menjadi pundi-pundi untuk menghasilkan rupiah. Hal itu yang dialami Askan (29), pemuda asal Desa Langenharjo, Kecamatan Juwana, Pati.

Berbekal hobi ikan hias, Askan kemudian mencoba mengembangkan budidaya ikan hias, terutama ikan Guppy. Ikan dengan nama latin Poecilia reticulata ini memikat hati Askan untuk kemudian menjadi penghasilan sampingan yang menggiurkan.

Usaha pengembangan budidaya ikan Guppy yang dilakukan Askan pun tergolong masih sangat sederhana. Bermodalkan kolam terpal dan bak dari kulkas bekas, ia sudah bisa membudidayakan ikan Guppy ribuan ekor setiap bulannya.

Satu ekor ikan Guppy biasa dijual dengan harga mulai Rp 500 sampai Rp 1.000. Tak tanggung-tanggung, pelanggannya bukan hanya dari kalangan pencinta ikan hias, tetapi juga penjual ikan hias di sejumlah daerah di Karesidenan Pati.

Tak ayal, Askan sanggup mengantongi uang jutaan rupiah dalam sebulan. Budidaya ikan ini diakui tidak merepotkan. Dalam sehari, dia hanya butuh sedikit waktu untuk memberi makan sebanyak dua kali.

“Saya memang suka dengan ikan hias. Hitung-hitung sebagai hiburan, budidaya ikan Guppy ternyata bisa mendatangkan uang sehingga merambah menjadi penghasilan tambahan. Ke depan, kami mencoba untuk terus mengembangkannya,” kata Askan.

Editor : Kholistiono

 

Sentra Industri Mebel Almari di Jepara Bisa Ditemui di Dukuh Grobogan Kecapi

Sejumlah produk almari hasil garapan warga dan pengrajin di dukuh Grobogan Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara. (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

Sejumlah produk almari hasil garapan warga dan pengrajin di dukuh Grobogan Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara. (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebagai Kota Ukir, Kabupaten Jepara identik dengan jenis mebel ukiran yang tersentralisasi dan tersebar di berbagai desa. Mulai dari  sentra relief di Senenan, Patung di Mulyoharjo dan lainnya.

Kini berkembang sentra baru, Sentra Industri Kecil Mebel Almari di Dukuh Grobogan, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disindag) Jepara,  Yoso Suwarno mengatakan, keberadaan produksi almari sebenarnya bukanlah satu-satunya. Mengingat sebelumnya telah juga telah ada di Desa Mulyoharjo dan Desa Bulungan.

Dia berharap keberadaan sentra-sentra bertambah dan berkembang. Karena dengan demikian akan semakin mempermudah pembeli mencari barang serta produksi makin efisien.

“Keberadaan  dan pengembangan sentra-sentra industri yang pada dasarnya merupakan aktualisasi dan optimalisasi bidang perindustrian di Jepara. Yaitu pengembangan sektor-sektor industri potensial,” ujar Yoso, Jumat (12/8/2016).

Tercatat sektor industri pengolahan memberi kontribusi ekonomi lokal sekitar 27,6 persen pada tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2016 meningkat menjadi 32 persen lebih dari PDRB Tahun 2016. Industri ini tumbuh seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat yang juga terus meningkat.

“Diharapkan pengrajin tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas. Jika harus bersaing maka bersaing dengan sehat. Karena bagaimanapun dalam pemasaran, barang yang baik dan berkualitas pasti akan disenangi dan terus dicari konsumen. Sebaliknya, barang jelek akan mengecewakan konsumen dan memutus keberlangsungan pemasaran,” jelasnya.

Peningkatan sektor ini, juga terjadi pada ekspor hasil olahan kayu furnitur, kerajinan kayu maupun suvenir. Terakhir hingga semester I, akhir juni 2016  mencapai 109,6 juta dolar. Sementara periode yang sama tahun lalu hanya 88,2 Juta dollar.

“Harapannya hingga akhir tahun akan terjadi peningkatan hingga dua kali lipat pada akhir tahun. Sehingga jika kurs dolar tetap Rp. 13 ribu, paling tidak ada sekitar 1,4 triliun uang dari hasil penjualan produk olahan kayu,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Harga Jeruk Pamelo Melonjak, Ini Penyebabnya

 Seorang warga Desa Bageng tengah memanen jeruk pamelo dengan jumlah yang sangat terbatas. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang warga Desa Bageng tengah memanen jeruk pamelo dengan jumlah yang sangat terbatas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jeruk pamelo yang sebagian besar berasal dari Desa Bageng, Kecamatan Gembong saat ini menjadi komoditas kebanggaan Kabupaten Pati. Pamelo asal Bageng dikenal dengan buahnya yang berkualitas.

Namun, saat ini petani pamelo tidak bisa melakukan panen raya karena pengaruh cuaca. Akibatnya, kelangkaan jeruk pamelo terjadi. Padahal, permintaan terus meningkat.

Hal itu yang menyebabkan harga jeruk pamelo melonjak dari harga normal Rp 16 ribu per kilogram menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Satu buah pamelo biasanya berbobot 2-3 kg. Praktis, satu pamelo harganya naik berkisar di angka Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu.

“Jeruk pamelo sebetulnya tidak mengenal musiman dan selalu ada. Tapi, memang ada yang namanya panen raya dalam setahun terjadi dua kali. Saat ini terjadi keterlambatan panen raya, mungkin karena faktor cuaca yang tidak menentu. Itu yang membuat stok pamelo sangat sedikit saat ini,” ujar Aris Kurniawan, petani pamelo asal Bageng, Jumat (12/8/2016).

Kendati kewalahan meladeni permintaan, petani pamelo asal Desa Bageng tidak mau mengambil stok pamelo dari luar desa Bageng. Hal itu dikhawatirkan rasa pamelo yang dijual tidak sesuai dengan pamelo asal Bageng yang selama ini sudah dikenal kualitasnya.

“Kalau kita mau, kita bisa saja memenuhi permintaan jeruk pamelo dari luar Desa Bageng. Tapi, kita khawatir akan berpengaruh pada kualitas dan rasa sehingga mengecewakan pelanggan. Meski langka, kita tetap melayani pembeli dengan stok minim yang diambil apa adanya dari pohon,” tutur Aris.

Editor : Kholistiono

 

Harga BBM di Karimunjawa Jepara Mahal, Ini Solusi Pemkab

bbm-1024x609

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama PT Pertamina telah sepakat untuk membentu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) untuk mengatasi masalah distribusi BBM ke Karimunjawa. Jika APMS itu sudah beroperasi, maka harga BBM di Karimunjawa bisa seharga di daratan Jepara.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, APMS diharapkan segera beroperasi agar harga BBM di Karimunjawa jauh lebih murah dibanding harga BBM yang selama ini berlaku di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut.

“Diupayakan bisa sama harganya dengan di daratan Jepara. Kalau pun tidak, harganya tidak jauh berbeda. Selama ini harga BBM di sana sangat tinggi,” ujar Eriza kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini harga BBM jenis premium di Karimunjawa mencapai Rp 10 ribu per-tabung ukuran satu liter. Itu jauh di atas harga normal di daratan Jepara yang hanya Rp 7 ribu untuk harga eceran, dan Rp 6.450 per liter untuk harga di SPBU.

“Jika APMS sudah beroperasi, biaya pengangkutan menjadi tanggung jawab Pertamina. Kalau sementara ini belum, sehingga biaya pengangkutan dibebankan pada pembeli. Itu yang membuat harga BBM di Karimunjawa jauh lebih mahal,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, APMS yang disetujui oleh Pertamina adalah pihak swasta, yang dimiliki oleh Gadang. Lokasinya dekat dengan pelabuhan Karimunjawa. Gadang diketahui telah memiliki peralatan yang lekap namun selama ini belum dimanfaatkan.

“Yang mengajukan ada dua, yakni Perusda dan swasta yakni Pak Gadang. Tetapi yang disetujui Pertamina yang swasta itu. Nantinya, APMS akan melayani 13 pengecer yang ada di Karimunjawa,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menentukan harga di tingkat pengecer. Pihaknya berjanji akan ikut campur agar harga yang dibebankan kepada masyarakat di Karimunjawa tidak terlalu tinggi lantaran biaya pengangkutan sudah ditanggung oleh Pertamina.

Editor : Akrom Hazami

 

Jokowi : Keamanan Data Tax Amnesty Dijamin

Presiden Jokowi di hadapan ribuan pengusaha asal Jawa Tengah dan DIY di Hotel Patra Jasa Semarang. (MuriaNewsCom /Wahyu KZ)

Presiden Jokowi di hadapan ribuan pengusaha asal Jawa Tengah dan DIY di Hotel Patra Jasa Semarang. (MuriaNewsCom /Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Semarang – Keamanan data dari program pengampunan pajak (tax amnesty) dijamin. Data tersebut tidak dapat digunakan untuk kepentingan apapun, dan tidak dapat diminta oleh siapapun.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Jokowi di hadapan ribuan pengusaha asal Jawa Tengah dan DIY, di Grand Rama Shinta Ballroom Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Selasa (9/8/2016) malam.

Menurut Jokowi, jaminan itu telah tertuang dalam Undang-undang tentang pengampunan pajak yang telah disahkan oleh DPR RI. Selain itu, dari semua penegak hukum juga telah menandatangani kesepakatan keamanan data itu.

“Yang mengatakan keamanan data itu Undang-undang, bukan saya. Lembaga penegak hukum sudah tanda tangan untuk tidak menggunakan data pengampunan pajak. Saya tegaskan, keamanan dat dijamin,” tegas Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga menerangkan bahwa siapa saja tidak boleh memberikan data pengampunan pajak. Jika ada yang membocorkan data itu, akan dipidana lima tahun.

“Ini peringatan untuk petugas pajak. Ingat, ancamannya lima tahun,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, pihaknya secara khusus membuat Satgas untuk mengawasi pengampunan pajak, meskipun menteri keuangan juga memiliki pengawas sendiri.

“Saya awasi sendiri pengampunan pajak ini. Biarkan menteri punya pengawas sendiri. Saya juga bentuk pengawas. Jadi hati-hati kalau mau main-main,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Presiden Sosialisasikan Tax Amnesty di Depan Ribuan Pengusaha Jateng-DIY

Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (KORAN MURIA/WAHYU KZ)

Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Semarang – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan ribuan pengusaha di Grand Ball Room Rama Shinta, Patra Jasa Semarang Conventions Hotel, Selasa (9/8/2016) malam.

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi memberikan sosialisasi tentang pemberlakuan Undang Undang Tax Amnesty (UU Pengampunan Pajak), yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pada 28 Juni lalu. Sosialisasi ini digelar di Semarang setelah di Bandung dengan agenda serupa.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, negara tengah memanggil pengusaha untuk turut peduli masalah ekonomi negara. Pertemuan kali ini adalah sosialisasi pengampunan pajak agar pertanyaan tentang pengampunan pajak bisa terjawab.

”Ada beberapa pertanyaan-penting dari pengusaha terkait pengampunan pajak. Seperti jaminan yang bisa diberikan ketika pengampunan dimanfaatkan. Dan jaminan penggunaan uang dari hasil pengampunan,” kata Ganjar saat mengawali sambutan.

Menurutnya, dalam sosialisasi ini pertanyaan-pertanyaan penting itu akan terjawab karena hadir Presiden Jokowi dan para menteri serta instansi terkait.

Presiden Jokowi gencar mengajak Warga Negara Indonesia (WNI) yang memarkir dananya di berbagai perbankan dan lembaga keuangan di luar negeri untuk membawa pulang ke Indonesia. Sebab, pemerintah sangat memerlukan partisipasi para pemilik dana untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Jokowi juga gencar mengajak para pengusaha memanfaatkan pengampunan pajak ini untuk mempercepat pembangunan nasional.

Dari pantauan MuriaNewsCom, acara yang dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB, ribuan pengusaha terlihat antusias dengan hadir di lokasi beberapa jam sebelum acara dimulai. Ratusan personil keamanan terlihat di sekitar lokasi acara.

Para tamu diperiksa secara ketat untuk memastikan keamanan acara ini. Pengusaha yang hadir tidak hanya dari Semarang, namun juga dari semua kota yang ada di wilayah Jawa Tengah bahkan Yogyakarta.

Editor: Supriyadi

Distribusi BBM ke Karimunjawa Jepara Kini Aman

karimunjawa

Sebuah kapal melaju menuju Karimunjawa, Jepara. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sempat terjadi gejolak pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kecamatan Karimunjawa, Jepara. Setelah sebelumnya terjadi kebakaran kapal berisi BBM di beberapa daerah. Sehingga berbuntut pelarangan penggunaan kapal biasa untuk mengangkut BBM.

Kini Pemkab Jepara memastikan pendistribusian BBM ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu aman. Pendistribusian BBM dapat dilakukan seperti biasa yakni menggunakan kapal kayu. Hanya, kapal tersebut didesain dan diperuntukkan khusus pengangkutan BBM. Kepastian itu didapatkan setelah Pemkab Jepara datang mengadu ke Dirjen Perhubungan Laut.

“Awalnya pendistribusian BBM diharapkan menggunakan kapal khusus dari Pertamina. Tetapi ternyata Pertamina tidak punya. Kemudian kami sepakat membawa masalah ini ke Dirjen Perhubungan Laut, dan akhirnya kami mendapatkan dispensasi,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto kepada MuriaNewsCom Senin (8/8/2016).

Menurutnya, dispensasi itu berupa diberikan izin kapal kayu mengangkut BBM ke Karimunjawa. Dengan catatan memenuhi batas minimal syarat kapal yang diperbolehkan mengangkut BBM. Itu seperti yang selama ini dilakukan oleh daerah lain, yang memiliki wilayah pulau-pulau.

“Kita di Indonesia ini kan Negara kepulauan. Jadi banyak juga pulau yang sudah berpenghuni dan pendistribusian BBM menggunakan kapal kayu. Jadi tidak ada masalah asal kapal itu khusus untuk mengangkut BBM, bukan mengangkut penumpang atau barang-barang lainnya,” terangnya.

Ia menambahkan, lantaran persoalan distribusi ini sudah tidak ada masalah. Menurut dia, yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana harga BBM di Karimunjawa tidak jauh berbeda dengan harga pada umumnya.

“Diharapkan tahun ini rencana menyamakan harga BBM di Karimunjawa dengan di daratan Jepara bisa terealisasi. Sebab, pengurusan APMS sudah dalam proses. Kalau APMS sudah beroperasi maka biaya pengangkutan BBM menjadi tanggung jawab Pertamina, tidak lagi dibebankan kepada konsumen atau warga,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pameran Krenova  Blora Dibuka

Siswa meramaikan kegiatan pameran Krenova Blora, di GOR Mustika. (Humas Protokol Blora)

Siswa meramaikan kegiatan pameran Krenova Blora, di GOR Mustika. (Humas Protokol Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kegiatan Pameran bertajuk Gebyar Kreativitas Inovasi Masyarakat (Krenova) dan Teknologi Tepat Guna 2016 di GOR Mustika Blora, kini telah dibuka. Acara tersebut berlangsung 6-8 Agustus 2016.

Wakil Bupati Blroa Arief Rohman membuka acara. Dengan ditandai pengguntingan pita sebagai simbol dibukanya acara, Sabtu (6/8/2016).

Even tersebut merupakan gelaran rutin yang diadakan oleh Bappeda Blora dan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana setempat.

Acara sendiri terbuka untuk umum. Dari pantauan, ada banyak kerajinan tangan yang dipamerkan. Dengan peserta pameran terdiri dari sekolah, hingga instansi.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Mebel Limbah Drum Jepara Bikin Bule Australia dan Singapura Kepincut 

Jpeg

Muhammad Nur Mustaqim memamerkan karyanya berupa kerajinan mebel dari limbah drum. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Siapa sangka, limbah drum (kaleng besar) yang berbahan besi dan seng ternyata mampu disulap menjadi berbagai produk mebel istimewa. Itu dapat dijumpai di salah satu sentra mebel di Kecamatan Tahunan Jepara.

Salah seorang perajin produk mebel dengan bahan limbah drum adalah Muhammad Nur Mustaqim. Mulai terasa langka bahan baku utama berupa kayu, membuat pemuda kelahiran 13 September 1993 ini mendapatkan ide yang cukup unik.

Ya, dia memanfaatkan limbah drum untuk dijadikan bahan utama produk mebel seperti kursi, lemari, wastafel, dan meja.

Pemuda yang tinggal di kawasan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan ini mengaku telah membuat ratusan produk, dengan belasan jenis yang menggunakan bahan utama drum bekas.

“Saya basicnya bukan dunia mebel, tetapi seni lukis. Awalnya hanya mencoba buat inovasi saat mendapatkan ide dari melihat gambar kursi berbentuk bulat. Dari situ saya coba dengan bahan drum bekas yang bulat,” ujar Mustaqim kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, bisnis yang dijalaninya saat ini baru berusia sekitar lima bulan. Sejak berdiri, dia sudah memproduksi sekitar 150 kerajinan berbahan drum.  Jenis kerajinan berbahan drum meliputi, kursi, lemari, wastafel, dan meja. Totalnya ada enam belas jenis kerajinan bebahan drum.

Pada awalnya, dia hanya membuat satu produk, yaitu jenis kursi. Setelah buatannya diposting di media sosial, tak berselang lama ternyata ada yang tertarik kemudian pesan 15 kursi untuk keperluan kafe dari pemesan.

Mustaqim mengaku, sebelum menjual kerajinan dari drum, dirinya berbisnis seni lukis. Itu sudah berlangsung sejak sekitar tiga tahun lalu. Pada awal-awal memang laris. Namun, belakangan semakin sepi karena banyak persaingan pasar. Dari sana kemudian dia berpikir untuk mencari ide baru. Akhirnya menemukan ide membuat drum bekas jadi kursi.

”Ini banyak memberi perubahan pada pendapatan saya. Biasanya hanya sekitar Rp 1 juta – Rp 2 juta per bulan. Sekarang bisa sampai dua kali lipat. Selain itu, yang semula saya hanya punya empat karyawan, sekarang sudah ada delapan karyawan yang membantu saya,” katanya.

Barang-barang karya Mustaqim  saat ini tak hanya laku di kalangan lokal. Namun, juga laku di luar negeri. Seperti Singapura dan Australia. ”Karena di Jepara banyak orang asing, akses ke luar bisa lumayan mudah. Pesanan dari luar negeri karena kebetulan beberapa kali orang asing lewat di depan rumahnya. Terus tertarik, kemudian orang asing itu memesannya untuk dikirim ke negara pemesan, ” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pajak Restoran Kudus Diprediksi Lebihi Target

pajak resto
MuriaNewsCom, Kudus – Pajak restoran yang dilakukan tahun ini, terbukti efektif menambah PAD. Bahkan penerimaan dari sektor restoran dipastikan melampaui target yang diberikan.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kudus Eko Djumartono didampingi Kabid Perencanaan Operasional Pendapatan Teguh Riyanto, mengatakan, penerimaan pajak restoran hingga Juli 2016 terealisasi hingga 97,51 persen atau sebesar Rp2,194 miliar.

Padahal, target penerimaan yang dipatok selama setahun sebesar Rp2,250 miliar.

“Baru setengah tahunan saja sudah mau tercapai. Jadi kemungkinan besar akan jauh melebihi target,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pajak tersebut meliputi beberapa kelompok. Hal itu meliputi tempat usaha restoran, rumah makan, katering dan juga usaha kafe.

Untuk pajak restoran, dibebankan sebesar Rp1,41 miliar, pajak rumah makan sebesar Rp340,68 juta, pajak kafe sebesar Rp13,2 juta dan untuk pajak katering Rp 486,87 juta.

“Hingga Juli, untuk realisasi pajak rumah makan, sudah mencapai Rp 564,22 juta atau 165,62 persen, sedangkan pajak kafe mencapai Rp20,66 juta atau 156 persen. Keduanya sudah melampaui jauh dari target,” ujarnya.

Sedangkan untuk sektor lain seperti pajak restoran, baru terealisasi Rp1,2 miliar atau 85,2 persen, sementara untuk katering juga terealisasi Rp 408,5 juta atau 83,91 persen.

Terlampauinya pemasukan daerah dari pajak rumah makan dan kafe, dapat dijadikan satu indikator bahwa wajib pajak cukup taat dalam memenuhi kewajibannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Cara Hemat Pelaku UMKM Ikut Kepesertaan BPJS

umk

Kepala BPJS Kesehatan Kudus Agus Purwono. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi para pelaku usaha, terdapat cara khusus agar murah dalam mengikuti kepesertaan BPJS. Jika cara tersebut dilaksanakan, maka seluruh anggota keluarga menjadi tanggungan BPJS.

Kepala BPJS Kesehatan Kudus Agus Purwono, mengatakan kalau pelaku UMKM dapat dikenakan BPJS seperti seorang karyawan. Dalam membayar iuran, cukup 5 persen dari UMK Kudus saat ini.

“Tidak usah mandiri, nanti jatuhnya mahal. jadi daftarnya khusus. Nanti iurannya sama seperti karyawan, yakni 5 persen dari UMK,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika UMK Kudus sekarang Rp 1,6 juta, maka 5 persen adalah di angka Rp 80 ribuan. Iuran itu dapat dibayarkan tiap bulan, dan mampu menanggung satu keluarga maksimal lima orang.

Dengan demikian, kata dia, pelaku usaha akan lebih hemat. Selain itu, jika ada hal yang tidak diinginkan menyangkut kesehatan, dapat segera ditangani tanpa khawatir soal biaya karena akan ditanggung.

Dia menambahkan, sebenarnya konsep BPJS berbeda dengan lainnya. Jika yang lain adalah iuran banyak manfaat kecil, maka di BPJS iuran minimal dengan manfaat yang besar. Hal itu, lantaran yang dilakukan adalah subsidi silang

“Kami sebenarnya juga sedang menggarap hal ini. Namun, hingga kini masih belum maksimal. Ke depan pelaku UMKM bakal menjadi sasaran agar menjadi peserta JKN KIS,” ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Kudus menjadi kabupaten tertinggi kepesertaan BPJS. Sebab, untuk Kudus sudah di angka 70 persen ikut peserta. Hal itu, tertolong dengan adanya banyak perusahaan, yang sudah mendaftarkan karyawannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Butuh Genteng Rumah Berkualitas? Di Sini Tempatnya

 Salah satu perajin genteng di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Grobogan terlihat sedang menyusun genteng (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Salah satu perajin genteng di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Grobogan terlihat sedang menyusun genteng (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sempat mengalami terpaan krisis moneter beberapa waktu, namun keberadaan sejumlah home industri di Grobogan masih bisa tetap eksis hingga saat ini. Salah satunya adalah industri genteng pres yang berada di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati. Bahkan, saat ini, genteng yang dihasilkan para perajinnya sudah menembus berbagai kota di wilayah Jawa Tengah hingga DIY.

Kepala Desa Tegalsumur Masyudi menyatakan, para perajin genteng tersebut berada di Dusun Gedong. Sampai saat ini, jumlah perajin sekitar 115 orang.Pembuatan genteng di situ sudah terjadi turun temurun sejak puluhan tahun lalu.

Awalnya, pembuatan genteng dilakukan secara tradisional. Sekarang sudah menggunakan mesin pres genteng sehingga proses pembuatannya bisa lebih cepat. Meski home industri masih bisa tetap beroperasi dengan baik, namun ada satu kendala yang dihadapi perajin genteng itu . Yakni, ketersediaan bahan baku berupa tanah liat yang mulai berkurang. Oleh sebab itu, untuk mencukupi bahan baku terpaksa harus membeli tanah liat dari desa-desa sekitar.

Selain bahan baku, satu kendala lain yang dihadapi adalah faktor alam yang berkaitan dengan proses produksi. Saat musim hujan, proses produksi butuh waktu lebih lama, yakni sekitar 10 hari.

Sementara saat cuaca panas, proses pembakaran dan pengeringan hanya butuh durasi empat sampai lima hari saja.Untuk sekali proses pembakaran rata-rata kapasitasnya sekitar 5.000 biji.

Menurut Masyudi, genteng yang dihasilkan para perajin ada beberapa model. Seperti jenis, Mantili dan Garuda. Ukurannya ada yang standar dan jumbo.Masing-masing jenis genteng ini harganya berbeda. Untuk saat ini harga genteng berkisar Rp 900-Rp 1.000 per biji.

“Harga genteng produksi Tegalsumur ini cukup bersahabat dengan kualitas yang tidak kalah dengan genteng daerah lain. Untuk pembelian partai besar harganya bisa ada diskon tersendiri,” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

Puluhan Pelaku UMKM Kudus Siap Pamerkan Usaha di 4 Kota Besar

umkm

Pelaku UMKM Kudus sedang melakukan pameran di salah satu lokasi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Empat kota besar, yakni Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Purwokerto, bakal dijadikan target expo untuk puluhan UMKM Kudus. Hal itu disampaikan oleh Plt Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Disdagsar Kudus Sudiharti.

Menurutnya, kegiatan yang berjudul Sosialiasi Pengenalan Produk Produk Perdagangan Kudus itu bakal berlangsung lama. Sebab, untuk tiap daerah akan berlangsung lima hari.

“Khusus untuk Jakarta akan ada tiga tempat berbeda. Jadi, total khusus Jakarta 15 hari lamanya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pelaksaan juga masih menunggu waktu pasnya. Hanya untuk target akan dilaksanakan pada September atau Oktober.

Adapun untuk lokasi mana saja yang dipilih, hingga kini masih belum final. Yang jelas, lokasinya akan berada di tempat keramaian.

Untuk tiap even, akan dielakkan 30 UMKM, mulai dari makanan, produk, pakaian dan lain sebagainya. Yang jelas, jumlahnya ada sekitar 30 UMKM.

“Kami lakukan seleksi. Jadi tidak semua yang mengajukan akan kami ajak. Sekarang ini juga masih dalam proses seleksi, dan bakal kami umumkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Untuk fasilitas, tiap peseta bakal mendapatkan transportasi, penginapan selama pameran dan stan. Sedangkan untuk pemilik ditugasi menghias stan semenarik mungkin.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mempromosikan produk Kudus ke luar. Berbeda dengan expo lainnya yang di Kudus, karena semuanya produk Kudus.

“Total anggaran Rp 7 miliar. Jumlah itu untuk semuanya, termasuk pula dengan publikasi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pengusaha Muda di Jepara Didorong Minta Ampunan Pajak

pajak

Hakim Pengadilan Pajak Jakarta Kementerian Keuangan RI Djangkung Sudjarwadi di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Jepara menggelar halalbihalal atau Syawalan dan sosialisasi pengampunan pajak.

Pada momen penuh ampunan ini, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jepara berharap agar pengusaha di Jepara juga minta ampunan pajak.

“Momentum halalbihalal ini juga semestinya menjadi momentum pengampunan pajak. Suasana bulan yang penuh ampunan ini harus dimanfaatkan dengan memanfaatkan tax amnesty (Pengampunan pajak-red),” ujar Ketua KADIN Jepara Abdul Kohar dihadapan puluhan pengusaha, di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (4/8/2016).

Menurutnya, melalui program tax amnesty tersebut maka dosa-dosa yang telah lalu, yakni dosa tidak tertib dan taat pada pajak dapat diampuni. Selain itu, juga ada jaminan tidak akan diproses secara hukum dosa-dosa yang telah lalu.

Hal senada juga disampaikan narasumber sosialisasi tax amnesty, Hakim Pengadilan Pajak Jakarta Kementerian Keuangan RI Djangkung Sudjarwadi. Menurutnya, kebijakan pengampunan pajak dikeluarkan pada momen yang bertepatan dengan bulan penuh ampunan, yakni bulan Ramadan dan Syawal. Untuk itu, program pengampunan pajak ini juga harus dimanfaatkan.

“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tax amnesty, yakni pengampunan pajak bagi wajib pajak melalui pengungkapan dan pembayaran sejumlah uang tebusan dengan angka tertentu yang jauh lebih sedikit. Ada banyak keuntungan bagi wajib pajak yang selama ini tidak patuh dan taat terhadap pajak, ketika memanfaatkan program pengampunan pajak ini,” ujar mantan Direktur Penagihan pada Ditjen Pajak itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai Pasal 11 UU No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Wajib pajak juga akan dibebaskan dari segala jeratan sanksi administrasi dan sanksi pidana untuk kewajiban perpajakan sebelum tanggal 31 Desember 2015 atau dengan kata lain data yang terlapor tak akan bisa dijadikan dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana terhadap wajib pajak.

“Tax amnesty ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh sejumlah Negara di dunia. Seperti di Afrika Selatan, dan beberapa Negara di ASEAN. Jadi tidak perlu kaget dan merasa aneh dengan kebijakan ini,” katanya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi merespons adanya kebijakan tax amnesty. Ia mencontohkan, pertemuan di Jakarta Expo baru-baru ini, undangan sekitar 10 ribu pengusaha, tetapi yang datang mencapai tiga kali lipat, sekitar 30 ribu pengusaha. Setelah acara formal selesai, banyak juga pengusaha yang ingin berkonsultasi mengenai tax amnesty.

“Itu menunjukkan bahwa sambutan dari masyarakat sangat baik. Untuk itu harapannya antusiasme itu juga menular di Kabupaten Jepara,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Begini Kinerja Perusda BPR BKK Purwodadi Selama Setahun

 

Direktur Utama BPR BKK Purwodadi Koesnanto secara simbolis menyerahkan kunci pada pemenang utama berupa satu unit mobil (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Direktur Utama BPR BKK Purwodadi Koesnanto secara simbolis menyerahkan kunci pada pemenang utama berupa satu unit mobil (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selama kurun waktu setahun terakhir, yakni periode Juni 2015-Juni 2016, kinerja PD BPR BKK Purwodadi dinilai membaik. Hal itu disampaikan Direktur Utama PD BPR BKK Purwodadi Koesnanto saat penarikan undian Tamades BKK yang dilangsungkan di rumah makan Danau Resto Purwodadi, Kamis (4/8/2016).

Dia menjelaskan, selama kurun waktu setahun tersebut, penyaluran kredit yang diberikan pada masyarakat naik 14,52 persen. Yakni, dari Rp 408 miliar menjadi Rp 467 miliar. Sementara dana dari nasabah yang berhasil dihimpun juga naik 20,61 persen. Dari  Rp 246 miliar menjadi Rp 450 miliar.

Kemudian, untuk jumlah nasabah penabung juga mengalami peningkatan sebanyak 15.901 orang. Yakni, dari semula 124.882 orang menjadi 140.783 orang. Demikian juga dengan aset yang dimiliki naik dari Rp 464 miliar jadi Rp 560 miliar atau 20,70 persen.

“Prestasi yang kita raih ini sudah pasti merupakan kebanggaan tersendiri. Meski demikian, kami akan menjadikan prestasi ini sebagai sebuah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Koesnanto menyatakan, salah satu kunci keberhasilan itu berkat komitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Kemudian, menyediakan produk dan layanan jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat.

Satu kiat lagi yang dilakukan, lanjutnya, adalah dengan penerapan  strategi  “Five Know”  atau lima poin implementasi pekerjaan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan. Kelima poin itu adalah memahami wilayah kerja, nasabah, diri sendiri, kompetitor, dan aturan yang ada.

 Editor : Kholistiono

3 WP Penunggak Pajak di Jepara Didorong Ajukan Tax Amnesty

pajak

Pemberian kenang-kenangan kepada Pemkab Jepara yang diwakili Sekda Jepara usai peresmian ruang khusus pelayanan tax amnesty KPP Pratama Jepara baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sampai saat ini Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara terus mensosialisasikan dan mendorong para wajib pajak (WP) untuk memanfaatkan program tax amnesty (pengampunan pajak).

Termasuk tiga WP penunggak pajak yang sebelumnya menjadi target operasi untuk dilakukan penindakan tegas berupa penahanan.

Kepala KPP Pratama, Endaryono mengemukakan, program tax amnesty tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak yang sedang dalam target operasi karena tidak taat dan patuh terhadap pajak.

Sebelumnya, pihaknya telah memberikan peringatan tegas terhadap tiga wajib pajak yang selama ini tidak patuh terhadap kewajiban membayar pajak.

“Dari hasil penelusuran, diketahui ada tiga pengusaha yang menunggak pajak. Mereka sudah kami beri surat peringatan agar segera membayar tunggakan. Tetapi, dengan adanya tax amnesty ini, kami juga mendorong agar mereka memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut Endaryono mengemukakan, ketiga WP tersebut akan didorong untuk mengajukan tax amnesty. Jumlah tersebut bisa bertambah karena selain tiga pengusaha itu, ada tujuh lagi yang tengah ditelusuri.

“Kami sudah membuka kantor khusus pelayanan tax amnesty. Kami dorong ketiganya untuk ajukan pengampunan pajak. Juga kepada pengusaha lainnya yang mengemplang pajak,” paparnya.

Sejauh ini pihaknya sudah menerima beberapa orang yang berkonsultasi soal tax amnesty. Masih minimnya wajib pajak yang melakukan konsultasi maupun yang mengajukan permohonan dimungkinkan karena belum banyak wajib pajak yang memahami kebijakan ini.

Seperti diberitakan, tiga WP yang sudah menjadi target operasi merupakan pengusaha eksportir di Jepara yang merupakan penyedia jasa pengurusan ekspor dari para pemilik perusahaan mebel. Meski hanya jasa, kebanyakan eksportir juga memiliki perusahaan mebel sendiri.

Secara umum, Endar memaparkan, cara kerja pengguna jasa eksportir biasanya melibatkan kargo, kemudian pengurusan dokumen-dokumen dilakukan oleh eksportir. Dokumen yang diurusi juga termasuk surat legalitas kayu (SVLK).

“Dari penelusuran kami, mekanisme lewat eksportir lisence itu yang menjadi modus pengusaha untuk tidak membayar pajak,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Inflasi Kudus Tinggi, Melebihi Nasional

inflasi

Pemaparan tentang tingginya angka inflasi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pada Juli 2016, Inflasi Kudus ternyata sangat tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan nasional, Kudus jauh lebih tinggi inflasinya.

Hal itu terlihat dari data yang dipaparkan BPS Kudus. Untuk Kudus mengalami Inflasi sebesar 1,09 persen pada Juli, sedangkan nasional hanya mengalami Inflasi 0,69 persen saja.

“Iya, Kudus pada Juli lebih tinggi dari nasional. Bahkan perbedaan cukup mencolok jumlahnya,” kata kepala BPS Kudus Endang Tri Wahyuningsih.

Sedangkan di Jawa Tengah, Kudus juga menduduki peringkat kedua terbesar inflasi. Dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jateng, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi, yakni di Kota Tegal sebesar 1,52 persen, diikuti Kota Kudus sebesar 1,09 persen.

kemudian disusul Kota Cilacap sebesar 1,07 persen, Kota Semarang sebesar 1,05 persen, dan Kota Purwokerto sebesar 0,87 persen serta Kota Surakarta mengalami inflasi terendah sebesar 0,62 persen.

Endang mengatakan, terjadinya inflasi di Kudus disebabkan karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran.

Seperti kelompok bahan makanan sebesar 3,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,49 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,21 persen

Selain itu, kelompok sandang 0,58 persen, kelompok kesehatan 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,51 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen.

“Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi, yakni cabai rawit, bawang merah, angkutan antar kota, jeruk, kelapa, mujair, dan bimbingan belajar,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Dari Bisnis Batik Bakaran, Yuliati Kembangkan Wisata Industri Batik

 Sejumlah siswa SD tengah belajar membatik dalam agenda wisata industri batik di rumah Yuliati, Desa Langenharjo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah siswa SD tengah belajar membatik dalam agenda wisata industri batik di rumah Yuliati, Desa Langenharjo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bisnis memang butuh sentuhan inovasi dan kreativitas. Selain itu, bisnis juga butuh sisi lain yang tak hanya berkutat pada “uang”, tetapi juga pengabdian.

Hal itu yang dilakukan Yuliati, pemilik usaha Yuliati Warno Batik. Dari usaha jualan batik Bakaran melalui online, pameran dan galeri, Yuliati kini mengembangkan wisata industri batik di Desa Langenharjo RT 7 RW 3, Kecamatan Juwana.

Wisata industri diakui sebagai upaya bagi Yuliati untuk mengabdi kepada masyarakat. Dalam wisata industri batik, siapapun diperbolehkan untuk berkunjung dan belajar tanpa dipungut biaya, mulai dari kunjungan pribadi, sekolah, kampus atau instansi lainnya.

“Kalau mau wisata industri batik dengan melihat-lihat, proses membuat batik Bakaran itu bagaimana, dan nanya-nanya, tidak dipungut biaya. Kalau praktik membuat batik langsung, dikenakan biaya,” ujar Yuliati kepada MuriaNewsCom.

Namun, Yuli tidak mematok biaya yang mahal. Praktik membuat batik tulis dengan ukuran sapu tangan sampai pewarnaan hanya dikenakan biaya Rp 5 ribu. Bila dilengkapi dengan figura sebagai pajangan dikenakan Rp 15 ribu.

Sebagian besar pengunjung yang datang ke tempat Yuli adalah anak-anak sekolah, mahasiswa yang sedang melakukan riset, kunjungan dari organisasi kemahasiswaan, dan lain sebagainya. Bahkan, rombongan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pernah mengadakan wisata industri batik di rumah Yuli.

“Rata-rata pengunjung praktik membuat batik sapu tangan. Sebab, prosesnya cepat dan bisa langsung jadi. Beda kalau kain panjang yang akan dijadikan baju, prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Misi kami hanya ingin mengajarkan generasi penerus bangsa untuk mencintai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya leluhur Indonesia untuk dunia,” pungkasnya.

 Editor : Kholistiono

Dari Jualan Kopi Lelet, Marsinah Bisa Kuliahkan Anaknya

 Marsinah tengah menyangrai biji-biji kopi untuk dijual di warung kopi miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Marsinah tengah menyangrai biji-biji kopi untuk dijual di warung kopi miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Biji-biji kopi bagi Marsinah bisa membawa berkah. Dari biji kopi pilihan yang diperolehnya dari Semarang, Marsinah bisa jualan kopi lelet di warung miliknya di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Kendati terlihat begitu sederhana, dari biji kopi itu Marsinah bisa bertahan hidup untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari biji kopi pula, Marsinah bisa menyekolahkan anak pertamanya hingga jenjang perguruan tinggi di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Tak hanya itu, dua anak perempuannya juga bisa sekolah dengan lancar dan baik. Karena itu, biji kopi bagi Marsinah adalah berkah. Namun, biji kopi itu tidak akan bisa membawa berkah tanpa dilandasi dengan usaha, kerja keras, dan doa.

“Alhamdulillah, dari jualan kopi lelet hasil buatan sendiri, saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. saya bisa menyekolahkan anak-anak hingga anak pertama bisa kuliah di UNNES,” ungkap Marsinah, Senin (1/8/2016).

Dia mengaku, usaha kopi lelet itu dilakukan secara turun temurun dari keluarga suaminya. Karena itu, usaha itu bisa jadi nanti diwariskan kepada keturunannya. Namun, ia tidak memaksa bila anaknya nanti tidak ada yang mau melanjutkan warungnya tersebut.

“Warung kopi ini memang turun temurun. Namun, bila saya nanti harus pensiunan dan istirahat dari jualan, anak-anak bisa memilih pekerjaan terbaiknya, tidak harus berjualan kopi,” tutur Marsinah.

Sidik, salah satu pelanggan asal Trangkil mengaku tidak bisa lari dari kopi bikinan Marsinah. Bahkan, ia mulai langganan dari SMP hingga bekerja. “Saya sudah biasa ngopi di sini. Kopinya lembut dan mantap,” ujar Sidik.

Editor : Kholistiono