Selingkuhi Istri Orang, Ketua Panwascam di Banjarnegara Tewas Ditusuk Badik

Polisi memeriksa tubuh ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin yang tewas dibunuh. (Foto : DetikCom)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin (48), tewas ditusuk dengan badik di halaman parkir kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Banjarnegara, Kamis (28/12/2017) malam.

Korban kehilangan nyawa setelah ditusuk Sembilan kali di bagian perut dada dan tangan. Pelakunya ada IM (31) warga Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara. Pelaku membunuh korban karena terbakar cemburu atas aksi perselingkuhan yang dilakukan istrinya dengan korban.

Ketua panwascam itu juga dibunuh di depan istri pelaku. Setelah membunuh korban, pelaku dan istrinya berinisial DK (23) sempat melarikan diri. Namun tak berselang lama, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor polisi.

Dilangsir DetikCom, hingga Jumat (29/12/2017) polisi masih terus melakukan penyidikan kasus ini. Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei menyebut, istrinya juga diperiksa sebagai saksi.

“Istri pelaku saat ini ditetapkan menjadi saksi. Setelah kejadian istri pelaku sempat melarikan diri sedangkan pelaku sendiri menyerahkan diri ke Polres Banjarnegara,” katanya.

Lokasi pembunuhan ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, diberi garis polisi. (Foto : DetikCom)

 

Ia menyebut, pelaku menusuk korban sebanyak 9 kali menggunakan badik. Dari hasil pemeriksaan diketahui jika motif pembunuhan itu memang karena cemburu.  Sebab istri pelaku ada hubungan dengan korban.

Sebelum kejadian pelaku meminta istrinya DK untuk dipertemukan dengan korban. Untuk memancing dan menjebak, pelaku menggunakan HP milik istrinya dan membuat janji untuk bertemu di tempat parkir kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Pelaku meminta ketemu korban dengan menggunakan handphone istrinya di tempat terbuka. Pelaku dan istrinya datang masing-masing menggunakan motor beriringan. Pelaku langsung menghujani korban dengan tusukan,” ujarnya.

Salah satu tusukan pelaku mengenai ulu hati sehingga membuat korban meninggal seketika. Namun usai kejadian palaku langsung menyerahkan diri ke Polres Banjarnegara sedangkan istri pelaku sempat melarikan diri karena takut.

“Sebelum meninggalkan lokasi kejadian pelaku meninggalkan badik yang digunakan untuk membunuh korban. Sedangkan istrinya sempat menjadi pencarian Polres Banjarnegara,” kata dia.

Korban diketahui sudah beristri dan mempunyai dua orang anak. Dalam kesehariannya, korban selain menjabat sebagai ketua Panwascam juga berprofesi sebagai pedagang peralatan pertanian.

Sementara itu IM, tak membantah ia membunuh korban karena cemburu. Pengakuannya, ia sudah mulai curiga hubungan gelap istrinya dengan korban sejak satu bulan lalu.

Meski belum pernah memergoki langsung hubungan antara istrinya dengan korban, namun pelaku mengaku ingin bertemu dan memberi pelajaran.

Pelaku juga mengaku menyesal dengan perbuatan yang dilakukannya. Sehingga 30 menit usai kejadian pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres.  “Saya menyesal dan mengakui kesalahan yang telah saya lakukan,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Karanganyar Terserang Difteri Karena Tak Pernah Imunisasi

Seorang siswa tengah menjalani imunisasi di sekolah. Imunisasi disebut sebagai salah satu cara untuk menghindari penyakit difteri. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Karanganyar – Satu warga Kabupaten Karanganyar tercatat pernah terinveksi penyakit difteri. Kasus ini terjadi pada Juni 2017 lalu. Beruntung korban dapat diselamatkan setelah dilakukan penanganan yang intensif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karanganyar, Rita Sari Dwei kepada wartawan, Selasa (12/12/2017) menyebut, jika korban yang tererang difteri tak pernah diimuniasi.

Beruntung menurut dia, karena saat merasakan gejalan sakit korban langsung berobat. Sehingga tim medis bisa langsung mendeteksi jika korban terinveksi difteri.

Ia menyebut, saat itu Dinas Kesehatan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan penanganan. Pasalnya, untuk menangani kasus ini cukup rumit dan mahal.

”Untuk menangani harus disuntik serum antidifteri. Serumnya saat itu di Solo Raya tidak ada, hanya ada di pusat, provinsi juga tidak punya,” katanya.

Ia menyebut, satu serum untuk disuntikkan pada korban harhanya sekitar Rp 2,5 juta. Padahal yang dibutuhkan tidak cukup satu serum. Untuk penanganan korban waktu itu, menurut dia, tim medis harus menyuntikkan empat serum sekaligus.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan kepada orang-orang di sekitar korban, untuk memeriksa apa ada yang tertular atau tidak.

”Kami periksa orang-orang di dekatnya, keluarganya, gurunya, teman sekolah, ada nggak kuman difteri. Lalu kita kasih obat profilaksis agar kuman tidak merajalela,” ujarnya.

Saat ini menurutnya, Dinkes Karanganyar semakin gencar menyosialisasikan imuniasi. Karena imunisasi bisa membentengi anak dari penyakit difteri.

“Dari kasus itu, saya minta orang tua jangan egois. Karena anaknya tidak pernah imunisasi jadi terkena difteri. Bahayanya bisa menyebabkan kematian dan menular,” terangnya.

Dia mengatakan, corynebacterium diphtheriae atau bakteri penyebab difteri menyebar melalui udara. Daya tahan tubuh menjadi kunci utama untuk menangkal bakteri tersebut.

“Udara itu bakterinya komplet, kalau dalam kondisi tidak imun, orang pasti bisa sakit. Intinya jangan sampai nggak imunisasi, udah itu saja, kalau kebal nggak akan kena,” paparnya.

Menurut dia, gejala terkena difteri bisa dikenali sejak awal. Yakni ada keluhan panas, sulit menelan, sakit tenggorokan, dan agak sesak napas. Jika menemukan tanda-tanda itu masyarakat diimbau segera berobat.

”Karena selaput putih lama-lama bisa memenuhi amandel lalu tidak bisa bernapas, terpaksa leher dibolong agar bisa bernapas. Yang bahaya racunnya bisa menyebar ke jantung dan otak,” katanya menjelaskan.

Difteri adalah salah satu jenis penyakit menular dan cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Difteri, akan menyumbat saluran pernapasan atas atau toksinnya yang bersifat “pathogen” yang bisa menimbulkan komplikasi seperti gagal nafas. 

Bagi penderita difteri biasanya masa inkubasi yaitu antara 2 hingga 6 hari. Oleh karena hal yang tidak kalah penting mengantisipasi difteri adalah melakukan imunisasi DPT yang kurang dari satu tahun selama tiga kali, boster umur 2 tahun, masuk SD, dan kelas lima.

Editor : Ali Muntoha

Bukan Lindungi Warganya, Kades Ini Justru Rampok Nenek Renta

Kepala Desa Jatiluhur ditangkap Polres Kebumen karena mencuri dan membekap seorang nenek. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Seorang kepala desa di Kabupaten Kebumen, ini sudah sangat keterlaluan. Bukannya melindungi warganya, kepala desa itu justru  merampok tetangganya yang sudah tua renta.

Perilaku itu dilakukan Kepala Desa Jatiluhur, Kecamatan Rowokele, Kebumen, bernama Ponco (40). Ia melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap nenek renta berusia 74 tahun bernama Parsini.

Sang nenek yang sudah renta itu dibekap mulutnya dari belakang, kemudian pelaku menggeledah rumah dan mengambil uang Rp 2 juta rupiah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/11/2017) lalu. Korban yang melaporkan aksi ini dan polisi langsung melakukan penangkapan.

“Aksi kriminal Kepala Desa ini terungkap sejak korban Parsini melaporkan tersangka ke Polsek Rowokele,”kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti dalam jumpa pers, dikutip dari Tribunjateng.com, Kamis (7/12/2017).

Dan ternyata, kepala desa itu bukan kali pertama melakukan pencurian di rumah Parsini. Sebelumnya pada 26 November 2017, tersangka juga mencuri uang sebesar Rp 200 ribu di rumah Parsini.

Usia aksi pencurian yang pertama itu, tersangka sempat berpura-pura menenangkan korban untuk mengelabuhinya.

“Selama ini korban tinggal sendiri di rumah. Uang yang dicuri tersangka merupakan kiriman dari anaknya yang tinggal di luar kota,” ujarnya.

Berdasarkan pengembangan kasus ini, selain curas, tersangka ternyata juga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), yaitu mencuri laptop, serta kamera saku di rumah perangkat desanya dengan kerugian ditaksir sebanyak Rp 35 juta.

Padahal, barang itu merupakan inventaris milik Desa Jatiluhur yang dipimpinnya. “Dari hasil curianya itu, oleh tersangka dipakai untuk melunasi utang-utangya dan mencukupi kebutuhan ekonomi,” terangnya.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.

Editor : Ali Muntoha

Calon Pengantin Tewas di Danau Angker Bekas Galian C

Tim SAR mengevakuasi tubuh Afif yang tenggelam di danau kecil bekas galian C. (Foto : Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Danau kecil bekas galian C di Blok Saga RT 1 RW 6, Desa Wanadri, Kecamatan Bawangm Banjarnegara, memakan korban jiwa. Afif Arifudin (21), sopir pengakut pasir menjadi korban setelah tenggelam di danau yang dikenal warga sekitar cukup angker tersebut.

Tubuh warga Dusun Krajan RT 3 RW 1, Desa Wanadri itu tenggelam pada Selasa (5/12/2017) sore, dan baru ditemukan pada Rabu (6/12/2017) pagi.

Menurut Kepala BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, korban tenggelam saat mandi bersama temannya di danau berkedalaman 5-6 meter itu. Menurutnya, setelah mendapatkan laporan ada orang tenggelam, pihaknya mengerahkan tim rekasi cepat dan relawan untuk melakukan pencarian.

Namun hingga malam hari, tubuh korban belum ditemukan, sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Rabu pagi. “Korban mandi di danau bekas galian pasir dan tenggelam,” katanya.

Tubuh korban akhirnya ditemukan, dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Nasib Afif ini cukup tragis, pasalnya dalam beberapa hari ke depan ia akan melangsungkan pernikahan.

“Kasihan, padahal dia mau menikah bulan ini,”kata Kepala Desa Wanadri Rianto, dikutip dari Tribunjateng.com.

Menurut dia, danau seluas sekitar 424 meter persegi ini sebenarnya tak biasa dimanfaatkan untuk mandi. Menurut Rianto, jarang warga maupun pekerja yang berani mandi di danau itu karena masih dikenal cukup angker.

Editor : Ali Muntoha

Mobil Muat Plastik Masuk Jurang

Mobil boks terjun ke jurang di Banjarnegara, Kamis. (Facebook)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Kamis (23/11/2017).  Laka tunggal itu terjadi pada mobil boks muat plastik H 1844 GA. Mobil terjun ke jurang di Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara.

Kecelakaan tidak sampai berakibat pada jatuhnya korban jiwa. Kecelakaan terjadi diduga karena permukaan jalan yang licin.

Keterangan Kapolsek Sigaluh AKP Slamet Wisnu Adhi, dari info yang dihimpun polisi di lokasi, kecelakaan mobil boks karena pengemudi Mawardi (33) kehilangan kontrol. Mobil melaju dari timur dengan kecepatan tinggi.

“Saat kendaraan direm untuk menghindari mobil di depannya, malah tidak sampai. Mobil dibanting ke kiri,” kata Slamet.

Keterangan Mawardi, ketika kecelakaan, lokasi sedang turun hujan. Dirinya sudah menginjak rem guna menghindari mobil di depannya. Setir dibantingnya ke kiri. Mobil pun menabrak pagar jembatan di sisi jalan.

Mobil boks membawa plastik dari Semarang ke Purwareja Banjarnegara.  

Editor : Akrom Hazami

 

Jambret Sangar Ini Beraninya Sama Emak-Emak, Itu pun di Jalan Sepi

Polisi saat melakukan rilis pers soal kasus jambret di Mapolres Purbalingga. (humas polres purbalingga

MuriaNewsCom, Purbalingga – Jambret sangar ini, beraninya sama emak-emak dan itu pun hanya di jalan sepi. Pelaku adalah KN (30) warga Desa Tangkisan, Kecamatan Mbrebet, Purbalingga.

Korbannya adalah Ernawati (33) warga Desa Pengadegan, Purbalingga. Insiden penjambretan terjadi di di jalan sepi di jalan raya Desa Kembaran Wetan, Kaligondang, kabupaten setempat.

Korban masih selamat. Pelaku yang juga jadi penjual bakso itu berhasil mengambil tas milik korban usai memepet sepeda motor korban. Kepada polisi, pelaku menceritakan, mulanya dia mengikuti korban yang sedang mengendarai sepeda motor seorang diri. Begitu korban melintas jalan Desa Kembaran Wetan, pelaku beraksi. Tepatnya pada Minggu (1/10/2017) malam.

Pelaku yang saat itu juga mengendarai sepeda motor, segera memepet sepeda motor korban. Akibatnya, sepeda motor korban terjatuh. Tak mau menyiakan kesempatan, pelaku langsung menghampiri korban, dan merebut tas.

Kabag Ops Polres Purbalingga AKP Herman Setiono didampingi Kasat Reskrim AKP Tarjono Sapto Nugroho kepada wartawan di mapolres setempat, Rabu (22/11/2017) mengatakan, polisi bergerak usai menerima laporan warga.

“Satreskrim Polres Purbalingga segera kemudian melakukan penyelidikan,” kata Herman.

Pelaku diringkus di jalan raya Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Selasa (21/11/2017). Dari pelaku, polisi juga mengamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat berikut STNKnya, bernomor polisi R-4772-PV, 1 lembar STNK sepeda motor Honda R-2646-JL, dan 1 buah tas merk Sophie Martin warna merah.

Selain juga ada 1 lembar SIM C milik korban, 1 lembar kartu BPJS milik korban, 1 lembar KTP milik korban, 1 lembar kartu Jamsostek, serta 1 buah rompi warna hitam bergambar kepala Serigala.

Pelaku juga sudah melakukan aksi penjambretan di Purbalingga dua kali, dan satu di Pemalang. Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP ayat (1) tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Di Suwidak Banjarnegara, Tanah Bergerak Rusak Jalan dan Lahan Kebun

Pergerakan tanah di Desa Suwidak, Banjarnegara, masih saja terjadi. (TWITTER)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Pemerintah Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara mengeluhkan dampak yang timbul akibat dari tanah gerak di wilayah setempat.

Tercatat sampai sekarang, akibat tanah bergerak berakibat tertutupnya akses jalan di 4 dusun desa setempat. Selain juga, tanah bergerak berdampak pada rusaknya lahan kebun salak 7 hektare.

“Warga harus memutar jalan dengan jarak 2 kilometer (km). Terutama untuk warga yang hendak ke balai desa atau pergi sekolah,” kata Kepala Desa Suwidak, Rip Santosa.

Sebelum bencana tanah gerak terjadi, warga hanya menempuh jarak sekitar 600 meter saja.  Bencana terjadi sejak 10 hari ke belakang. Mulanya tanah gerak 51 sentimeter. Sekarang sudah 55 meter.

Menurutnya, tanah di desa itu memang labil. Maka tidak heran jika tiap hujan turun berakibat tanah menjadi gerak. Dia meminta warga untuk waspada.

Editor : Akrom Hazami

Janda Muda Digoda, Setelah itu Emasnya juga Dicuri

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Cilacap – Apes dialami salah satu janda kembang, yang merupakan warga Desa  Gandrungmanis, Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.

Sebab, selain digoda habis-habisan, perhiasan emasnya juga dicuri oleh si penggoda. Tak lain, penggodanya adalah R, warga Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.

R, tak tanggung-tanggung memperdaya korbannya. Di antaranya, R mengaku sebagai bujang yang pekerjaannya merupakan petugas Lapas Pasir Putih Nusakambangan.

Di hadapan janda itu, R mengaku akan serius membina hubungan dan siap bertunangan, dan akan segera menikahinya.

Begitu ada kesempatan di rumah janda, R segera melarikan perhiasan emas milik perempuan yang digodanya. Ternyata tanpa waktu lama, Polsek Gandrungmangu Polres Cilacap berhasil membekuk pelaku.

Kapolsek Gandrungmangu AKP Agus Subagyo, Senin (20/11/2017), mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap R.  Dari hasil pemeriksaan, pelaku bukanlah petugas Lapas Nusakambangan. “Pelaku justru residivis dan baru bebas dari Lapas Nusakambangan,” kata Subagyo.

Editor : Akrom Hazami

 

Banjir, Ratusan Warga Cilacap masih Bertahan di Pengungsian

Sejumlah rumah masih tergenang banjir di Dusun Margasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. (Instagram BPBD Cilacap)

MuriaNewsCom, Cilacap – Sekitar 321 orang warga di Dusun Margasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, bertahan di tempat pengungsian. Karena tempat tinggal mereka masih dilanda banjir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono mengatakan, warga bertahan di tempat pengungsian karena menunggu air banjir surut. Dari pengamatan BPBD, banjir hanya surut 20 cm dari ketinggian air 1 hingga 1,8 meter.

“Kondisi ketinggian air masih belum bisa memungkinkan untuk warga kembali ke tempat tinggalnya,” kata Martono di Cilacap, Sabtu (8/11/2017).

Banjir terjadi sejak Rabu (15/11/2017) hingga saat ini. Puluhan rumah terendam air. BPBD berpendapat jika banjir terjadi seiring tingginya curah hujan. Dampaknya, air tak mampu tertampung di Sungai Cipaganjing.

Tanggul sungai itu pun jebol. Tercatat, ada sekitar lima tanggul yang jeboll dengan panjangnya 10 meter. Ada sekitar 89 unit rumah. Di tempat pengungsian, warga harus tinggal seadanya. Dari 1 rumah dihuni 20-25 jiwa dengan 1 sarana MCK.

Tidak sedikit pula pengungsi yang tinggal di masjid dan tempat umum lainnya. Termasuk di rumah warga yang tak terdampak. Menurutnya, pengungsi lebih baik tinggal di tempat yang disediakan, dan tempat umum, atau rumah yang tak terdampak.

Sejauh ini, kata dia, stok logistik di pengungsian warga tak kurang. Hanya, stok obat masih kurang. Hari ini, warga, TNI, Polri, relawan, BBWS Citanduy mengerjakan kerja bakti.

Editor : Akrom Hazami

25 Ruas Jalan di Banjarnegara jadi Prioritas Pembangunan

Pekerja menyelesaikan proyek perbaikan jalan. (Foto Ilustrasi MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, akan memprioritaskan pembangunan 25 ruas jalan di daerah tersebut dengan total panjang 130 kilometer.

“Prioritas penanganan jalan di Kabupaten Banjarnegara dalam tiga tahun ke depan fokus pada 25 ruas jalan,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarnegara, Arqom Alfahmi di Banjarnegara, Kamis (16/11/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Dia juga menambahkan rencana anggaran untuk pembangunan jalan tersebut sekitar Rp770 miliar. Pembangunan 25 ruas jalan tersebut, antara lain jalan dari Desa Gripit, Kecamatan Banjarmenagu menuju Kalibening sepanjang 19 kilometer.

Selain itu, ruas jalan dari Karangkobar menuju Batur sepanjang 15 kilometer. Juga ruas Jalan Singomerto-Pagentan-Pejawaran sepanjang 21 kilometer dan Banjarmangu-Wanadadi- Rakit sepanjang 24 kilometer.

Ruas jalan lainnya adalah Jalan Banjarnegara menuju Kebutuh Jurang sepanjang 16,5 kilometer, Pagedongan-Pesangkalan-Sadang sepanjang 12,6 kilometer serta ruas jalan dari Mantrianom, Kecamatan Bawang menuju Kebondalem sepanjang 10 kilometer.

“Rencana proyek peningkatan jalan lainnya rata-rata volumenya di bawah 10 kilometer,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono kembali menegaskan komitmen untuk fokus pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

“Saya targetkan dalam tiga tahun jalan-jalan di Banjarnegara dalam kondisi mulus dan lancar,” kata Bupati.

Dia menyebutkan pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program utama yang harus dilaksanakan. “Harus dilakukan mengingat sebelumnya banyak ruas jalan yang rusak, dan juga perlu adanya program peningkatan jalan, baik jalan nasional maupun jalan kabupaten,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Cilacap Dilanda Banjir dan Longsor

Anggota TNI dan warga membersihkan material longsor di Cilacap. (Facebook)

MuriaNewsCom, Cilacap – Sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap masih terendam banjir, Selasa (14/11/2017). Di antaranya seperti di Dusun Cibungur, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu;  Desa Sidareja dan Gunungreja, Kecamatan Sidareja; Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungamangu; Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Martono mengatakan, sejumlah titik yang banjir juga mengakibatkan banyak rumah warga terendam. Dengan kisaran ketinggian 30 cm-50 cm. BPBD telah membuka posko pengungsian seperti di aula Koramil, pendapa Kecamatan Sidareja dan Balai Desa Sidareja. “Sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir ada yang mengungsi. Jumlah pengungsi masih pendataan,” kata Martono.

Sedangkan belum surutnya air banjir di beberapa wilayah karena air laut pasang. Sehingga air sungai stagnasi atau tak segera terbuang. Sesuai keterangan BMKG setempat, kondisi air laut memang sedang pasang.

Curah hujan tinggi juga mengakibatkan tanah bergerak di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu. Itu mengakibatkan jalan Karanggintung-Ringkung retak-retak. Akibatnya, kendaraan mengalami kesulitan setiap kali melintasi jalan tersebut.

Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Dusun Cibungur RT 01 RW 05, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu. Tanah longsor dari tebing itu menimpa rumah Mizar dan Wartopo.  Adapun panjang longsoran sekitar 30 meter, lebar 20 meter, dan ketebalan berkisar 1-5 meter.

Catatan BPBD, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut dan kerugian masih ditaksir. Saat ini, aksi kerja bakti menyingkirkan material longsoran. Warga dan BPBD juga memotong pohon-pohon besar termasuk pohon kelapa yang tumbuh di atas tebing untuk mengurangi beban tanah agar tidak longsor lagi.

Babinsa Koramil 14/Cimanggu Pelda Muslih, mengatakan peristiwa longsor menimpa empat rumah.  Rumah tersebut tertimpa longsoran dari tebing setinggi 30 meter dan lebar 20 meter sehingga kondisinya rumah ada yang rusak berat dan ringan.

Selain menimpa rumah, tanah longsor tersebut juga menimbun pekarangan dan menyumbat saluran irigasi. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,” katanya.

Menurut dia, TNI Koramil 14/Cimanggu, Polsek dan BPBD bersama masyarakat setempat bekerja bakti menyingkirkan material longsoran.

Sebelumnya, Danramil 14/Cimanggu Lettu CPM Agus Dantoso mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana.

Berdasarkan laporan yang diterima Pendim 0703/Cilacap dalam satu pekan terakhir telah ada tiga bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cimanggu, Kabupaten Cilacap.

Editor : Akrom Hazami

Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Menyerah Saat Didatangi Polisi di Purbalingga

Pelaku curanmor saat ditangkap Polres Purbalingga. ( Humas Polres Purbalingga Polda Jateng )

MuriaNewsCom, Purbalingga – Unit Reskrim Polsek Kaligondang Polres Purbalingga mengungkap kasus pencurian sepeda motor. Tersangka yang diamankan yaitu RO (26) warga RT 7 RW 3 Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, Purbalingga.

Kapolsek Kaligondang AKP Imam Hidayat saat memberikan konfirmasi, Rabu (8/11/2017) mengatakan kasus pencurian  terjadi pada 3 Oktober 2017 lalu di rumah Nur Hadi (51) warga Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga.

Adapun motor yang dicuri adalah Honda Beat milik Mudiyah (24) warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Sepeda motor sebelum dicuri tengah dititipkan di rumah Nurhadi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi akhirnya mendapatkan petunjuk pelakunya. Namun saat hendak ditangkap, tersangka sudah kabur dari rumah,” kata  kapolsek.

Saat pihaknya mendapatkan informasi bahwa tersangka pulang ke rumahnya, Unit Reskrim Polsek Kaligondang yang dipimpin Aipda Sugihartono langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, Senin (6/11/2017).

Dari keterangan tersangka, setelah mencuri motor di wilayah Desa Brecek, motor dijual oleh temannya yang merupakan warga Bandung Jawa Barat kepada warga Kampung Cibadak Desa Nangelasari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Unit Reskrim Polsek Kaligondang kemudian melacak keberadaan motor hasil curian tersebut dan berhasil diamankan di Tasikmalaya, Selasa (7/11/2017). Namun penjual sepeda motor tidak ditemukan dan saat ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Tersangka kini sudah diamankan dan ditahan di ruang tahanan Mapolsek Kaligondang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kerusuhan Antarnapi Nusakambangan

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto (tengah) didampingi Kalapas Permisan Yan Rusmanto (kiri) dan Kasatreskrim Polres Cilacap AKP Agus Supriadi (kanan) menunjukkan barang bukti yang disita pascakerusuhan antarnapi Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

MuriaNewsCom, Cilacap – Kepolisian Resor Cilacap menetapkan tujuh tersangka dalam kasus kerusuhan antarnapi di Lembaga Pemasyarakatan Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang luka-luka.

“Hari ini ditetapkan lima tersangka dari laporan awal dengan pelapor saudara Sutrisno, kemudian dua tersangka lagi untuk pelapor saudara David. Jadi untuk korban meninggal, pelakunya adalah saudara Sutrisno,” kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto didampingi Kepala Lapas Permisan Yan Rusmanto, di Markas Polres Cilacap, Rabu (8/11/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Ia mengatakan motif terjadinya kerusuhan, yakni antara David dan Sutrisno saling menjaga gengsi untuk mencari pengaruh sehingga terjadi aksi pengeroyokan. Pengeroyokan tersebut dilakukan oleh David dan kawan-kawan terhadap Sutrisno di Blok C Nomor 20.

Baca : Napi Lapas Nusakambangan Tewas Ditusuk, Begini Suasananya Sekarang

Selanjutnya, Sutrisno dan kawan-kawan melakukan pembalasan hingga akhirnya korban atas nama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony terjatuh sehingga dianiaya oleh tersangka Sutrisno. Bony meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap.

“Saat ini jenazah korban sedang diotopsi atas permintaan keluarga. Tadi sudah kami dampingi untuk dilakukan otopsi di Purwokerto,” kata Kapolres.

Ia mengatakan korban meninggal juga merupakan salah seorang tersangka dari lima tersangka yang dilaporkan oleh Sutrisno. Menurut dia, empat tersangka lainnya yang dilaporkan Sutrisno berinisial D, DD, MR, dan S, sedangkan dua tersangka yang dilaporkan David berinisial S dan HB.

Selain mengakibatkan satu orang meninggal, kata dia, insiden tersebut juga menyebabkan tiga napi terluka, salah seorang di antaranya Jhon Kei yang mengalami luka di pelipis dan tangan.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan pascakerusuhan yang terjadi pada hari Selasa (7/11) itu, pihaknya bersama dengan pihak Lapas Permisan segera melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti.

Dari hasil penggeledahan tersebut, lanjut dia, pihaknya menemukan sejumlah pisau, besi, batu, kayu dan beberapa benda lain yang digunakan para pelaku. Kayu dan besi yang digunakan saat kerusuhan itu diperoleh dengan mudah pelaku karena di Lapas Permisan sedang ada proyek pembangunan. “Saat ini situasi telah kondusif. Napi-napi yang terlibat telah dipindahkan ke lapas lain,” katanya.

Kapolres memastikan kerusuhan tersebut bukan bentrokan antarkelompok napi kasus terorisme dan kelompok simpatisan Jhon Kei karena napi-napi yang terlibat dalam insiden merupakan napi pidana umum dan narkoba.

Sementara itu, Kalapas Permisan Yan Rusmanto menyampaikan terima kasih kepada Polres Cilacap atas respons yang diberikan sehingga kejadian tersebut dapat ditangani dengan cepat dan situasi kembali kondusif.

Ia mengakui jika sebelum terjadi kerusuhan, jumlah napi di Lapas Permisan melebihi kapasitas yang sebesar 224 orang namun diisi 352 orang, sedangkan jumlah petugas jaga hanya sembilan orang dan petugas administrasi sebanyak 39 orang.

“Saat kami berusaha melerai, tim dari Polres Cilacap datang sehingga dapat segera ditangani,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Identitas 1 Korban Tewas Tertimpa Pohon di Banjarnegara, dan Korban Luka Tambah jadi 6

Salah satu korban tertimpa pohon tumbang di Banjarnegara. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – RSUD Banjarnegara menyatakan, saat ini jumlah korban luka dalam bencana angin kencang, Rabu (8/11/2017) mencapai 7 orang. Sebelumnya korban luka berat dilaporkan 3 orang.

Korban meninggal dunia yakni Riska Wardana (16) warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara. Korban meninggal dan luka terdata di RSUD Banjarnegara. Direktur RSUD Banjarnegara, Hj Anna Lesmanah Agung Budianto, mengatakan, di RSUD terdapat tujuh korban. “Satu di antaranya meninggal dunia,” kata Anna kepada wartawan di RSUD.

Baca1 Tewas, dan 3 Luka Berat Tertimpa Pohon saat Angin Kencang dan Hujan Lebat di Banjarnegara

Dia menerangkan, untuk korban Riska, telah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Dengan lukanya merata hampir di seluruh tubuh.

Dua korban lain yang mengalami luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan maksimal. Korban luka ringan bisa menjalani rawat jalan.

Ini korban luka dalam musibah itu :

  1. Badari (80), warga Desa Gemuruh, Bawang, Banjarnegara.
  2. Eko Setiyo (30), warga Desa Kecepit RT 7 RW 3, Punggelan, Banjarnegara.
  3. Andri Prasongko (20), warga Desa Tribuana RT 2 RW 1, Punggelan, Banjarnegara.
  4. Edi Tri Tulisno (25), warga Desa Tribuana, RT 2 RW 1, Punggelan, Banjarnegara. (rawat jalan).
  5. Tomi (16), warga Desa Tribuana, RT 7 RW 1, Punggelan, Banjarnegara.
  6. Eka (28), warga Desa Tribuana, Punggelan, Banjarnegara.

Editor : Akrom Hazami

BacaAngin Kencang Landa Banjarnegara

1 Tewas, dan 3 Luka Berat Tertimpa Pohon saat Angin Kencang dan Hujan Lebat di Banjarnegara

Suasana di salah satu bangunan dekat Alun-alun Banjarnegara saat angin kencang terjadi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Hujan lebat disertai angin kencang telah menyebabkan pohon-pohon tumbang di wilayah Banjarnegara. Pohon beringin besar di Alun-Alun Kota Banjarnegara tumbang pada Rabu (8/11/2017) pukul 13.00 WIB.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, menjelaskan, akibat kejadian diketahui ada korban meninggal dunia dan luka berat. “Data sementara korban 1 orang meninggal dunia dan 3 orang luka-luka,” kata Sutopo di rilis persnya.

Kronologis kejadian, sebelumnya hujan deras disertai angin kencang terjadi pada sekitar pukul 12.30 WIB. Hal itu mengakibatkan pohon beringin tua di tengah alun-alun tumbang.  “Tumbangnya menimpa orang-orang yang tengah berteduh di bawahnya,” jelasnya.

BacaAngin Kencang Landa Banjarnegara

Tindakan penanganan dilakukan, di antaranya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur lain berupaya mengevakuasi korban selamat terlebih dahulu. Dari  evakuasi ini berhasil diselamatkan 3 korban tertimpa pohon. Dengan luka parah berupa kaki patah.

Personil yang terlibat yaitu BPBD, TNI, Polri, PMI, MMDC, Lazismu, SAR, PGRI, Sarkab, Pramuka, DPU Baru Bangkit dan Satpol PP. Dengan alat berat berupa 2 backhoe dan 1 traktor.

Saat ini, Bupati Banjarnegara memimpin langsung evakuasi korban. Sementara itu, Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricilia, mengatakan satu orang meninggal dunia, dan enam luka berat.

“Lima orang luka berat masih di RSUD, satu orang sudah diperbolehkan pulang,” kata dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Angin Kencang Landa Banjarnegara

Warga saat berteduh di salah satu bangunan di dekat Alun-alun Banjarnegara saat angin kencang terjadi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Bencana angin kencang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Rabu (8/11/2017) siang. Info yang dihimpun, angin kencang terjadi di Alun-alun Banjarnegara. Kebetulan saat musibah terjadi, tepat dilaksanakanya pertandingan bola voli HUT PGRI.

Tiba-tiba hujan disertai angin kencang datang dan merobohkan beberapa pohon beringin di lokasi alun-alun. Yang paling parah yaitu pohon beringin di bagian tengah robo. Ironisnya, terdapat 4 orang yang jadi korban.

Sampai sekarang, proses evakuasi masih terus dilakukan mengingat korban masih terjepit pohon beringin.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilisnya, hujan lebat disertai angin kencang telah menyebabkan pohon-pohon tumbang di wilayah Banjarnegara. “Pohon beringin besar di Alun-Alun Kota Banjarnegara tumbang pada Rabu (8/11/2017) pukul 13.00 WIB,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Napi Lapas Nusakambangan Tewas Ditusuk, Begini Suasananya Sekarang

Suasana di depan Lapas Nusakambangan, Cilacap. (adelaidenow)

MuriaNewsCom, Cilacap – Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut saat terjadi kerusuhan antarnapi.

Dilansir dari Antarajateng.com, informasi yang dihimpun, kerusuhan tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB di Blok C Nomor 20 yang merupakan kamar napi tamping atau tahanan pendamping.

Kerusuhan bermula dari perbincangan salah seorang napi bernama Ridwan alias Vampir dengan salah seorang petugas lapas.

Dari perbincangan tersebut Ridwan mengetahui jika pada Selasa (7/11) pagi terjadi keributan antara kelompok napi kasus terorisme dan napi anak buah Jhon Key.

Informasi tersebut menyulut kemarahan kelompok napi anak buah Jhon Key sehingga mereka menyerang Blok C Nomor 20.

Kelompok napi yang ikut menyerang terdiri atas Semi Ambon, Bangao, Heri alias Sibuta, Andi, Slamet, Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony, David dan Ridwan alias Vampir.

Akibat penyerangan tersebut, tiga napi yang menghuni Blok C Nomor 20, yakni Sutrisno (25) mengalami luka tusuk pada paha belakang serta memar pada muka dan tangan, Hasan Bisri (36) mengalami luka memar dan luka tusuk di kepala, serta Dadang Arif (30) mengalami luka memar di wajah.

Bahkan, salah seorang napi kelompok anak buah Jhon Key, yakni Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut.

Saat dikonfirmasi Antara, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan telah terjadi kerusuhan di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, yang menyebabkan seorang napi meninggal dunia.

“Saat ini situasi telah kondusif. Kami sudah memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas di Lapas Permisan.

Kendati situasi telah kondusif, dia mengatakan anggota Dalmas Polres Cilacap dan Brimob Polda Jawa Tengah masih berjaga di Lapas Permisan.

Aktivitas di Dermaga Wijayapura yang merupakan tempat penyeberangan menuju lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap tampak berjalan normal pascakerusuhan antarnapi di Lapas Permisan.

Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu (8/11/2017) pagi, puluhan pembesuk yang akan mengunjungi napi di sejumlah lapas Pulau Nusakambangan tampak mendatangi tempat penyeberangan itu.

Kendati demikian, menurut sejumlah petugas di Dermaga Wijayapura, kunjungan ke Lapas Permisan untuk sementara ditutup.

Sementara pada pukul 10.00 WIB, belasan personel Brimob Polda Jawa Tengah tampak turun dari Kapal Pengayoman IV yang menyeberangkan mereka dari Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan menuju Dermaga Wijayapura.

Belasan personel Brimob tersebut segera naik bus yang telah menunggu di pelataran parkir Dermaga Wijayapura.

Menurut salah seorang anggota Polres Cilacap yang baru bertugas di Nusakambangan, belasan personel Brimob itu meninggalkan Lapas Permisan karena situasi telah kondusif.

“Semula ada satu peleton yang jaga di sana, sekarang tinggal satu regu,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan situasi Lapas Permisan sudah aman dan kondusif.

Menurut dia, sejumlah napi telah dipindahkan dari Lapas Permisan ke Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami telah memeriksa 25 saksi yang melihat kejadian itu, baik dari napi maupun pihak lapas,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Musthofa Sambangi Pelaku Usaha Wisata di Purwokerto

Bupati Kudus Musthofa saat memromosikan pariwisata Kudus di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11/2017. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Bupati Kudus Musthofa saat memromosikan pariwisata Kudus di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11/2017). Acara dihadiri ratusan orang yang didominasi dari kalangan pelaku usaha sektor wisata.

Sebagaimana di Kudus memiliki potensi wisata religi selain wisata sejarah, alam, budaya, bahkan berbagai potensi wisata yang lain. Di Kudus ada dua tokoh Walisongo, yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria. Ini tentu menjadi sebuah berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.

“Terminal wisata kami bangun dengan bagus, termasuk kios-kios pedagang kami percantik untuk kenyamanan pengunjung,” kata Musthofa.

Setiap hari, dia menyebut tak kurang ada 150 bus datang berwisata ke makam Sunan Kudus dan Sunan Muria, terutama pada hari libur.

Geliat ekonomi pun bangkit dari sektor ini. Bukan hanya pedagang, namun juga jasa transportasi dan pengusaha kreatif sektor UMKM, dan kuliner turut terangkat. Peziarah atau wisatawan bisa membawa pulang oleh-oleh khas dari Kudus.

 “Pemda hadir untuk memfasilitasi sektor ekonomi melalui pariwisata ini. Yang tujuannya untuk memberikan sambutan serta pelayanan terbaik bagi para tamu. Sedangkan ekonomi masyarakat bisa terangkat sesuai filosofi Gusjigang,” lanjutnya.

 Gusjigang dimaksud adalah perilaku dan ahlak yang baik, gemar terus belajar, serta berjiwa wirausaha. Filosofi ini dijaga dengan baik sebagai motivasi bagi pengusaha, dalam suasana penuh persaudaraan dan toleransi.

Salah seorang yang hadir yakni pengusaha hotel, Arman, mengatakan bahwa banyak kemajuan di Kudus. Musthofa dinilainya memiliki kompetensi untuk mengangkat sektor ekonomi dari pariwisata ini. Selain berbagai kemajuan pada sektor lain.

 “Saya mendukung dan mendoakan pak Musthofa bisa memperluas kewenangannya untuk menyejahterakan masyarakat dengan menjadi gubernur,” harap Arman.

Editor : Akrom Hazami

Bala Kang Mus Banyumas Dukung Musthofa Nyagub

Musthofa saat berfoto bersama anggota Bala Kang Mus Banyumas. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Bupati Kudus Musthofa mendapatkan dukungan dari sejumlah kalangan di Banyumas terkait rencana pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jateng. Dalam hal ini adalah Bala Kang Mus Banyumas.

“Kami melihat Pak Musthofa Bupati Kudus yang berprestasi dan berhasil dalam menyejahterakan masyarakat dalam berbagai bidang,” kata Seno Purwanto, Ketua Bala Kang Mus Banyumas di hadapan Musthofa dan ratusan yang hadir di Banyumas.

Kelompok relawan yang bernama Bala Kang Mus Banyumas ini menyatakan dukungan untuk Musthofa dalam Pilgub Jateng 2018. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan deklarasi yang berlangsung di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11).

Seno berharap dan berdoa, Musthofa bisa maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 dengan rekomendasi dari PDI Perjuangan. Untuk selanjutnya, mereka sanggup secara ihlas tanpa syarat dan paksaan menjadi relawan untuk pemenangannya.

“Keberhasilan di Kudus kami harapkan bisa ditularkan hingga ke tingkat provinsi termasuk Kabupaten Banyumas,” harap Seno yang mengatakan Musthofa terbukti ketika menjadi anggota DPRD Provinsi Jateng 2004-2009, Musthofa sangat peduli pada Banyumas yang merupakan dapilnya itu.

Seno yang memiliki 357 orang anggota itu juga mengatakan bahwa Musthofa sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus memiliki peran besar dalam menbesarkan partai. Bagaimana bisa berkomunikasi dan memosisikan pengurus dan kader partai dengan baik.

Musthofa yang merupakan Bupati Kudus dua periode ini menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Baginya, Banyumas adalah daerah yang istimewa. Karena langkah politiknya diawali dari Banyumas dan Cilacap.

“Banyumas ini mengantarkan saya menjadi anggota DPRD Jateng di tahun 2004. Alhamdulillah, saudara-saudara saya di sini menyambut baik,” kata Musthofa.

Sebelumnya, Musthofa yang telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan ini akan berihtiar yang terbaik untuk Jawa Tengah. Konsistensi untuk membesarkan partai akan terus dipegangnya demi kepentingan rakyat.

“Kami akan tegak lurus terhadap keputusan Ibu Megawati Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Dan apapun keputusannya, kami siap menjalankan,” tegas Musthofa.

Editor : Akrom Hazami

Akhirnya 1 Korban Terseret Ombak di Kebumen Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Petugas mengevakuasi jasad salah satu korban yang terseret ombak di Kebumen. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kebumen – Jasad satu orang korban terseret ombak di Pantai Sentro Jenar, Kebumen, Minggu (5/11/2017) ditemukan dalam keadaan tewas, Senin (6/11/2017). Korban bernama Nurul Hidayah (19), warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Nelayan tersebut bernama Solihin (45) adalah orang yang kali pertama menemukan jasadnya. Yaitu saat Solihin berada di jarak sekitar 10 km arah barat dari lokasi kejadian di Desa Sentro Jenar. Saat ditemuukan, jasad korban mengambang. Dengan kondisi badan utuh. Korban pun dibawa ke RSUD Kebumen.

“Jenazah itu salah satu korban terseret ombak Pantai Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, kemarin. Masih ada satu korban lagi yang belum ketemu, bernama Dwi Arif Ismoyo, usia 22 tahun,” kata Koordinator basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono.

Petugas masih mencari Dwi Arif Ismoyo. Dua orang terseret ombak saat sedang renang di Pantai Setrojenar, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen, Minggu (5/11/2017). Hingga Senin (6/11/2017), keduanya belum juga ditemukan.

Identitas kedua muda mudi itu, Dwi Arif Ismoyo (22) dan Nurul (19). Keduanya merupakan warga Desa Babakan, Kabupaten Purbalingga.

Kejadian bermula, keduanya berenang di Pantai Setrojenar. Dugaan sementara, keduanya berenang terlalu ke tengah. Hingga akhirnya, ombak menyeret tubuh mereka berdua.

Penjaga pantai telah berusaha menolong, yaitu dengan melempar ban ke arah Nurul dan Dwi. Hal itu gagal karena ombak cepat menyeret.

Editor : Akrom Hazami

Baca : 2 Orang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Kebumen

518 Kartu Anggota Parpol Ganda Ditemukan di Banjarnegara

Salah satu parpol saat melakukan pendaftaran. (Foto Ilustrasi MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – KPU Banjarnegara menemukan sebanyak 518 kartu anggota partai politik ganda yang diserahkan sebagai persyaratan peserta Pemilu 2019 mendatang. Kartu anggota ganda tersebut ditemukan di semua partai yang mendaftar di KPU Banjarnegara.

Ketua KPU Banjarnegara Gugus Risdaryanto mengatakan, dari 13 partai politik yang mendaftar di Banjarnegara semua ditemukan kartu anggota ganda. KPU Banjarnegara mulai melakukan verifikasi perihal keberadaan kartu ganda tersebut.

“Mulai hari ini kami akan turun ke bawah untuk mengecek langsung data anggota partai ganda. Kami menargetkan pengecekan sudah selesai Kamis (9/11) besok,” terang Gugus di kantor KPU Banjarnegara, Senin (6/11/2017) dilansir dari Detik.com.

Data ganda ini ditemukan di internal partai maupun antarpartai. Namun jika ditemukan di internal partai, KPU langsung mencoret salah satu. Sedangkan jika ditemukan kartu anggota ganda antarpartai, KPU akan melakukan pengecekan secara faktual ke lapangan.

“Nanti kami akan langsung datangi dan tanya satu -satu terkait keanggotaan ganda. Setelah menentukan dukungan pilihan nanti akan mendatangani surat pernyataan,” katanya.

Menurutnya surat pernyataan itu penting sebagai penentuan pilihan. KPU juga sudah menyiapkan formulir atau surat pernyataan.

“Kami sekarang sudah siapkan formulir surat pernyataan untuk keanggotaan ganda,” jelasnya.

Gugus juga menyampaikan setelah diverifikasi keanggotaan partai politik lebih dari 1.002 anggota, maka partai tersebut sudah dinyatakan memenuhi syarat. Sebaliknya, jika ternyata masih di bawah batas minimal tersebut masih diberi waktu perbaikan.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Orang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Kebumen

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kebumen –  Dua orang terseret ombak saat sedang renang di Pantai Setrojenar, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen, Minggu (5/11/2017). Hingga Senin (6/11/2017), keduanya belum juga ditemukan.

Identitas kedua muda mudi itu, Dwi Arif Ismoyo (22) dan Nurul (19). Keduanya merupakan warga Desa Babakan, Kabupaten Purbalingga.

Kejadian bermula, keduanya berenang di Pantai Setrojenar. Dugaan sementara, keduanya berenang terlalu ke tengah. Hingga akhirnya, ombak menyeret tubuh mereka berdua.

Penjaga pantai telah berusaha menolong, yaitu dengan melempar ban ke arah Nurul dan Dwi. Hal itu gagal karena ombak cepat menyeret.

Basarnas Pos SAR Cilacap beserta tim SAR gabungan di wilayah pantai selatan Kebumen melakukan pencarian sejak Minggu sampai Senin siang.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan, pencarian dilakukan secara tim. Tim sendiri terbagi jadi dua. Tim menyisir ke arah timur sejauh 2 km. Serta tim lain menyisir garis pantai dari lokasi ke arah barat sejauh 2 km juga.

“Pencarian dilakukan sejak kemarin, dilanjut malam, sampai sekarang belum ditemukan,” kata Mulwahyono, Senin.

Info terbaru, pihaknya menerima laporan nelayan yang menemukan mayat mengambang di tengah laut. Lokasinya sekitar satu jam perjalanan perahu dari lokasi hilang. Dilaporkan, barang yang dibawa korban juga mirip dengan milik korban.

Adapun kendala yang dihadapi tim pencari adalah ombak tinggi yang mencapai 3 meter. Jalur evakuasi terpaksa dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Ayah Kebumen. Bukan di pinggiran pantai dekat tempat kejadian.

Editor : Akrom Hazami

 

Seekor Macan Kumbang Tertangkap Kamera di Nusakambangan

Seekor macan kumbang berada di salah satu lokasi. (khasanahgambar)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Seekor macan kumbang tertangkap kamera seorang pekerja di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, dan dijadikan “display picture” pada aplikasi “Blackberry Messenger” milik pegawai salah satu lembaga pemasyarakatan di pulau itu.

Saat dihubungi Antara dari Purwokerto, Minggu, pengguna aplikasi BBM dengan nama Pratama Budiwiratmo mengatakan foto seekor macan kumbang yang dijadikan “display picture” itu merupakan jepretan kamera salah seorang pegawai PT Holcim Indonesia yang bertugas di Pulau Nusakambangan.

“Lokasinya di daerah tambang kapur,” katanya dilansir dari Antarajateng.com.

Ia mengaku sebenarnya ingin melihat macan kumbang secara langsung namun takut.

Menurut dia, pegawai lapas maupun Holcim yang bertugas di Nusakambangan kadang kala melihat kemunculan macan kumbang saat hendak pulang kerja menjelang petang.

Oleh karena itu di bawah “display picture” pada aplikasi BBM-nya, dia menuliskan pesan “bila anda sedang perjalanan di Nusakambangan dan melihat hewan ini…berarti anda beruntung”.

Saat dihubungi secara terpisah, Koordinator Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah Seksi Konservasi Wilayah Cilacap-Pemalang Rahmat Hidayat mengatakan hingga saat ini macan kumbang dan macan tutul Jawa masih ditemukan di Pulau Nusakambangan.

“Macan kumbang dan macan tutul sebenarnya sama karena nama ilmiahnya sama-sama `Panthera pardus melas`, yang membedakan hanyalah pigmennya. Kalau macan kumbang lebih terlihat hitam, sedangkan macan tutul hanya terlihat totol-totol hitam,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tahun 2011, ada sebanyak enam ekor macan kumbang dan 12 ekor macan tutul yang tertangkap kamera trap.

Sementara saat dilakukan pengamatan pada Juli 2017, kata dia, terdapat seekor macan kumbang dan dua macan tutul yang tertangkap kamera trap di wilayah timur Pulau Nusakambangan.

Menurut dia, macan tutul maupun macan kumbang itu kadang terlihat di sekitar daerah Kembangkuning, Nusakambangan.

Editor : Akrom Hazami

 

Purbalingga Dorong Pelestarian Jamu Tradisional

Warga melakukan pengolahan jamu tradisional. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Purbalingga – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mendorong pelestarian usaha jamu tradisional.

“Jamu tradisional khususnya jamu gendong kalau dikembangkan memang agak susah, sehingga kami mengarahkannya ke pelestarian agar jamu gendong tetap lestari,” kata Kepala Seksi Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pemerintah Kabupaten Purbalingga Adi Purwanto dilansir dari Antarajateng.com.

Itu disampaikannya di sela kegiatan “International Summer Course” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jumat (3/11/2017).

Kegiatan yang diikuti 14 mahasiswa dari tujuh negara itu ditujukan untuk mempelajari pembuatan jamu gendong di Desa Beji.

Adi mengatakan pihaknya terus berupaya melestarikan jamu gendong supaya bisa menumbuhkan generasi-generasi baru yang lebih modern.

Menurut dia, hal itu disebabkan pelaku usaha jamu gendong yang ada saat sekarang berusia di atas 45 tahun sehingga butuh regenerasi.

“Upaya-upaya yang kami lakukan dalam rangka melestarikan jamu gendong di antaranya dengan membina manajerialnya, membentuk koperasi, dan mengajak mereka mengikuti pameran sehingga menggugah teman yang lain. Harapan kami ada generasi di bawahnya yang lebih modern, sama-sama menggunakan jamu cair tetapi dengan format lain, tidak harus digendong atau dijual keliling,” katanya.

Dalam hal ini, dia mencontohkan penjualan jamu itu bisa dilakukan dengan cara membuka kafe dan sebagainya.

Menurut dia, Pemkab Purbalingga telah menyiapkan sejumlah tempat penjualan jamu seperti di Griya UMKM, Owabong, dan Sanggaluri Park.

“Sekarang tinggal pelaku usahanya. Padahal segmen jamu cukup bagus,” katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini di Purbalingga terdapat dua sentra jamu gendong, yakni di Desa Beji yang beranggotakan sekitar 80 orang dan Desa Purbalingga Kidul sekitar 45 orang.

Kendati demikian, dia mengakui jika saat sekarang sudah mulai banyak pelaku UMKM yang mengembangkan jamu serbuk. 

Editor : Akrom Hazami

Pemancing Tewas Terpeleset di Sungai Serayu Banjarnegara

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Andre Nurhidayat (28), warga Desa Pangempon, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, ditemukan tewas mengambang di Sungai Serayu, di Kedung Paweden di Desa Adipasir, Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Selasa, (1/11/2017).

Warga setempat kali pertama mengetahui mayat mengambang di sungai. Warga Adipasir seketika geger. Mereka melaporkan penemuan  mayat ke pemerintah desa dan polsek setempat. Polisi tiba tak lama usai laporan mereka terima.

Keterangan keluarga kepada polisi, korban tidak mempunyai pekerjaan. Korban mengisi harinya dengan memancing di Sungai Serayu. “Kemungkinan korban terpeleset di Sungai Serayu saat mancing,” kata Kapolsek Rakit AKP Dariyanto.

Keluarga juga menceritakan jika korban telah pergi dari rumah sejak tiga hari lalu. Selama tiga hari itu, korban tidak pulang. Polisi tidak menemukan adanya bekas luka di badan korban.

Editor : Akrom Hazami