Gendeng! Tak Mau Ditilang Pemuda Ini Serang dan Todong Polisi dengan Pisau

MuriaNewsCom, Kebumen – Aksi nekat dilakukan seorang pemuda bernama Bowo (22) asal Desa Ngemplak, Purworejo. Gara-gara takut ditilang saat ada razia di Jalan Raya Kutowinangun, Kebumen, pemuda ini justru nekat menyerang polisi yang menghentikannya menggunakan pisau.

Korbannya adalah Bripka Duwi Priyanto anggota Polres Kebumen yang bertugas di Unit Lalu Lintas Polsek Kutowaringin.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (22/3/2018) kemarin. Saatu personel Lalu Lintas Polsek Kutowaringin, menggelar razia di jalan yang masuk Desa Keceme itu, menghentikan pelaku yang tengah mengendarao sepeda motor matik.

Polisi kemudian meminta pelaku untuk menunjukkan dokumen kelengkapan seperti SIM dan STNK. Namun pelaku hanya bisa menunjukkan STNK dan tak punya SIM. Bripka Duwi pun langsung memberikan sanksi berupa tilang.

Dan sesuai prosedur, jika pengendara motor tidak bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan, maka polisi akan menyita surat-surat sebagai jaminan persidangan. Namun, saat polisi menyita STNK, pelaku justru menyerang petugas dengan pisau dapur.

Pelaku menodongkan pisau ke arah Bripka Duwi Priyanto, dengan mengancam akan melukainya, jika STNK speda motor yang dikendarainya tidak diserahkan.

Peristiwa penodongan itu sempat menarik perhatian pengguna jalan. Kebetulan saat kejadian, arus lalu lintas cukup ramai. Bahkan, warga yang menyaksikan sempat geram dan ingin menghakimi tersangka, namun berhasil dihalau petugas.

Polisi kemudian melakukan tindak pencegahan yakni dengan menyerahkan STNK tersebut kepada pelaku. Bripka Duwi meminta untuk membuang pisau dapur itu. Setelah pisau dibuang, tiba-tiba pelaku minta maaf kepada petugas sambil menangis.

Ia mengaku saat itu sedang kalut, karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Pengakuannya, ia berangkat dari Brebes (rumah saudaranya) selepas maghrib Rabu (21/3/2018) untuk mencari pekerjaan. Sebelumnya ia adalah sopir di Brebes, namun baru-baru ini menganggur.

Meski demikian, pelaku lantas diamankan dan dibawa ke Mapolres Kebumen untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Pisau itu dia pinjam di penjual Bengkoang. Kebetulan lokasi razia dekat dengan sentra penjualan bengkoang. Nah, pisau itu yang digunakan untuk menodong Bripka Duwi,” kata Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin.

Menurut dia, saat ini Polri memang tengah gencar melakukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas. “Operasi ini bukan hanya di Kebumen saja. Namun di seluruh daerah. Ini operasi terpusat dari Mabes Polri,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

KNKT Selidiki Kecelakaan Pesawat Saat Manuver di Bandara Cilacap Hingga Pilot Tewas

MuriaNewsCom, Cilacap – Sebuah pesawat latih PK-RTZ milik Ganesha Flight Academy mengalami kecelakaan saat bermanuver dalam latihan aerobatic di Bandara Tunggulwulung, Cilacap, Selasa (20/3/2018) sore. Kecelakaan itu membuat sang pilot, Kolonel Penerbang M.J. Hanafie tewas.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Rabu (21/3/2018) hari ini melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan tersebut. Informasi yang beredar pesawat itu mengalami kecelakaan saat bermanuver terlalu rendah dan menabrak sejumlah pesawat yang tengah parkir.

”Besok (hari ini-red) kita masih bersama pihak bandara dan KNKT untuk melakukan investigasi. Polri dalam hal ini Polres Cilacap hanya memback up saja, karena penyelidikan ini akan dilakukan oleh KNKT,” kata Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, malam tadi.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu pesawat tengah berlatih aerobatik dalam rangka wisuda siswa Ganesha Flight Academy yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu (24/3/2018).

Pesawat PK-RTZ lepas landas dari Bandara Tunggul Wulung sekitar pukul 14.02 WIB, selanjutnya pada pukul 15.15 WIB melakukan aerobatik.

Polisi memeriksa dan mengamankan lokasi kecelakaand an puing-puing pesawat. (Polres Cilacap)

Karena terbang terlalu rendah, pesawat tersebut kehilangan daya angkat hingga akhirnya hilang kendadi dan menabrak enam pesawat yang sedang parkir di apron dan hanggar milik Perkasa Flight School di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap.

“Iya ada kecelakaan pesawat. Dia sedang terbang aerobatik, kemudian hilang kendali, dan menghantam ke hanggar,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto kepada wartawan.

Akibat kejadian tersebut, pilot Hanafie meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RSUD Cilacap Cilacap dan penyebab terjadinya kecelakaan masih diselidiki oleh KNKT.

Setelah dilakukan pemeriksan, sekitar pukul 22.07 WIB menuju Yogyakarta untuk diterbangkan ke rumah duka di Malang.

Sebelum diberangkatkan dari RSUD Cilacap ke rumah duka, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dalam upacara penghormatan terakhir itu juga didampingi Danlanud Jendral Soedirman Letkol Putu Sucahyadi, Dandim 0703/Cilacap Letkol Yudi Purwonto, Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Agus Prabowo.

Editor : Ali Muntoha

Truk Maut Tabrak Mobil dan Motor di Brebes, 5 Orang Tewas

MuriaNewsCom, Brebes – Kecelakaan maut terjadi di jalur selatan Brebes, tepatnya di di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (20/3/2018). Lima orang tewas dan enam lainnya luka-luka setelah menjadi korban tabrakan karambol akibat truk mengalami rem blong.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Truk pengangkut kedelai bernomor polisi R 1979 DB meluncur kencang dan menabrak pikap dan enam sepeda motor. Truk itu baru berhenti setelah menabrak rumah di sebelah barat jalan utama.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, truk ini mulai mengalami masalah setelah melintasi flyover Kretek. Truk terus melaju kencang dan menabrak kendaraan-kendaraan yang ada di depannya.

Brebes – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur selatan Brebes, Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 08.30 WIB. Sedikitnya 5 tewas dan 6 luka luka akibat truk bermuatan kedelai menabrak sejumlah sepeda motor dan mobil. Diduga akibat truk bermuatan mengalami rem blong.

Kesaksian sejumlah warga menuturkan, kecelakaan bermula dari truk bermuatan kedelai R 1979 DB dari arah selatan. Setelah melintasi flyover Kretek, truk ini mengalami rem blong. Dalam kondisi terus berjalan, truk menabrak 6 sepeda motor yang ada di depannya.

Akibat kejadian ini, 5 orang tewas dan 6 lainnya mengalami luka luka. Para korban adalah sopir truk dan para pengendara sepeda motor. “Sementara data kami ada 5 korban tewas dan 6 luka luka,” ujar Kanit Laka Polres Brebes, Iptu Budi, dikutip dari detik.com.

Dilansir dari NTMC Polri, kronologi terjadinya kecelakaan bermula saat truk merah itu melaju kencang dari arah Purwokerto menuju Bumiayu. Truk tersebut melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

Salah satu saksi, Sucipto mengaku melihat truk melaju tak terkontrol dari flayover Kretek. Saat itu, sopir truk sudah diteriaki warga untuk mengarahkan kemudi truk ke sisi barat. Tepatnya di area persawahan depan SMK Bhara Trikora.

”Sejak dari flyover supir disuruh banting kiri tapi justru tetap melaju kencang. Akibatnya, truk pun pertama kali menabrak mobil pikap di depannya. Disusul kemudian sejumlah motor di depan serta menyerempet rumah milik warga,” katanya.

Pikap yang ditabrak, kemudian menabrak satu pengendara motor yang akhirnya tewas seketika di TKP. Sedangkan, pengemudi pikap selamat.

Truk baru berhenti di Terminal Lama Bumiayu. Muatan truk yang berisi berton-ton kedelai tumpah di jalanan. Informasi yang dihimpun, korban tewas termasuk sopir truk.

Korban saat ini dibawa ke RSUD Bumiayu. Petugas kepolisian berusaha mengevakuasi bangkai truk dan mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Editor : Ali Muntoha

Diduga Akan Jual Pistol Ilegal, Pria Asal Pati Diringkus Polisi Saat Ngopi di Kafe

MuriaNewsCom, Banyumas – Jajaran Satreskrim Polres Banyumas membekuk seorang pria bernama Dwiyono Idam Pahlawan (43) asal Dosoman, Kabupaten Pati, di sebuah kafe di Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Pria ini dibekuk lantaran membawa pistol ilegal lengkap dengan amunisinya.

Penangkapan pria yang kini tinggal di Desa Kedung Sukun, Kecamatan Adiwerna, Tegal, ini berasal dari informasi adanya transaksi jual beli senjata api ilegal. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun melalui Kasat Reskrim AKP Djunaedi, mengatakan penangkapan dilakukan pada Jumat (16/3/2018) petang kemarin.

“Kami lakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa akan dilakukan jual-beli senpi dengan harga Rp 10 juta,” katanya.

Ia mengatakan informasi tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap seorang pria yang diduga sebagai penbawa senjata api ilegal itu.

Saat mengetahui pria itu sedang minum kopi di salah satu kafe yang berlokasi di dekat Lapangan Grendeng, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, petugas segera menghampirinya.

Petugas yang melakukan penggeledahan menemukan barang bukti senjata api di dalam tas pria itu. senjata api yang ditemukan berupa pistol FN berikut enam butir peluru di dalam magasinnya.

Polisi juga menemukan sejumlah ID card, termasuk kartu identitas sebagai konsultas hukum.

Dari hasil pemeriksaan pria itu tak bisa menunjukkan surat izin kepemilikan senjata api. Polisi lantas mengamankan pria itu di Mapolres Banyumas untuk diperiksa lebih lanjut.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, pria berinisial DIP (43) itu mengaku berasal dari Pati dan berdomisili di Adiwerna, Tegal. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Banyumas,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Jual RX King Curian di Facebook, Tiga Remaja Dipancing Polisi Langsung Dibekuk

MuriaNewsCom, Banyumas – Meski masih sangat muda, tiga remaja ini sudah berani melakukan aksi kejahatan. Namun mereka ini ceroboh, hingga keberadaanya berhasil diendus polisi, dan berhasil dibekuk.

Mereka nekat mencuri sepeda motor RX King Spesial milik Cahyo Purnomo, yang diparkir di teras rumahnya di Desa Kamulyan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Sabtu (10/3/2018) akhir pekan kemarin. Motor hasil curian ini kemudian ditawarkan melalui media sosial Facebook, dan tercium kepolisian.

Tiga remaja nekat itu yakni NAW (18) warga Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, MP (17) warga Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dan BSAI (19) warga Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

Mereka dibekuk beberapa hari setelah mereka melakukan aksi pencurian. Polisi menyamar sebagai pembeli untuk memancing para pelaku.

“Penangkapan berawal dari informasi melalui Facebook yang menyebutkan adanya penawaran sepeda motor Yamaha RX King Special. Anggota kami selanjutnya melakukan penawaran dan mendapat respons, sehingga sepakat untuk melakukan transaksi,” kata Kasat Reskrim Polres Bayumas, AKP Junaedi.

Setelah sepakat polisi dan pelaku janjian untuk bertemu dan bertransaksi. Saat itu didapati salah satu pelaku BSAI, membawa sepeda motor hasil curian tersebut. Tak butuh waktu lama, polisi langsung meringkus bocah tersebut, dan mengamankan barang bukti.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (13/3/2018) kemarin. Dari penangkapan BSAI, polisi kemudian menelusuri keberadaan dua pelaku lain, dan berhasil mengamankannya di daerah Cilongok.

Saat diinterogasi ketiga remaja ini mengakui perbuatannya. Modus yang mereka gunakan yakni, berkeliling boncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Vario. Saat melintas di rumah korban, merkea melihat motor yang diparkir di teras.

Salah satu pelaku NAW, kemudian turun dan mencuri sepeda motor yang kebetulan tidak dikunci setang tersebut.

Kasus pencurian sepeda motor tersebut hingga saat ini masih dalam pengembangan. Ketiga tersangka terancam hukuman tujuh tahun penjara berdasarkan pasal 363 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Editor : Ali Muntoha

Piknik Berujung Petaka, Guru SMP 2 Kroya dan River Guide Tewas Saat Arum Jeram

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Rombongan SMP 2 Kroya Cilacap, yang tengah melaksanakan piknik dengan mengikuti arum jeram di Sungai Serayu, Bajarnegara mengalami kecelakaan. Perahu karet yang digunakan untuk arum jeram terbalik, hingga membuat dua orang tewas.

Dua ornag tewas yakni guru SMP 2 Kroya, Kohar Mutalim (48) dan seorang pemandu atau river guide bernama Ahmad Prihantoro (25). Peristiwa itu terjadi Minggu (11/3/2018) kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arif Rachman menyebutkan, musibah terjadi setelah perahu karet yang ditumpangi terbaik dalam pusaran air jeram di timur jembatan Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara.

”Ini musibah. Selama kegiatan arung jeram di Serayu berlangsung, baru kali ini terjadi musibah seperti ini,” katanya pada wartawan, Senin (12/3/2018).

Rombongan dari SMP 2 Kroya itu terdiri dari para guru dan karyawan. Mereka berjumlah 50 orang, dan saat arum jeram dibagi menjadi 9 perahu. Setiap perahu diisi 5-6 orang dengan satu orang pemandu.

Rombongan yang mengalami musibah terbalik, merupakan perahu terakhir yang berisi 6 wisatawan dengan seorang guide. Selain itu, rombongan ini juga diawasi perahu karet yang ditumpangi 4 orang tim rescue.

Namun sampai di timur Jembatan Singomerto, perahu yang ditumpangi korban terbalik dan menumpahkan semua penumpangnya. Perahu tim rescue yang mengawasi kegiatan itu segera melakukan pertolongan dan 5 orang berhasil diselamatkan.

Namun masih ada seorang korban yang belum berhasil diangkat oleh tim rescue atas nama Kohar Mutalim. Seorang anggota tim rescue, Ahmad Prihartoro, sempat berusaha mengangkatnya ke atas perahu. Namun akibat pusaran air yang kuat, justru Ahmad Prihartoro yang kemudian tejungkal ke air dan langsung hilang dihisap pusaran air.

Operasi pencarian pun langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Kemudian korban ditemukan di saluran irigasi di Desa Singamerta dan dan korban river guide ditumpukan di tepian Sungai Serayu.

“Saat ditemukan denyut nadi korban masih teraba. Kemudian kedua korban dibawa ke RSUD Banjarnegara namun sesampai di rumah sakit kedua korban dinyatakan meninggal dunia,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pria Ini Tebas Leher Ibunya Hingga Tewas di Tengah Sawah, Motifnya Bikin Jengkel

MuriaNewsCom, Kebumen – Seorang ibu Sutarmi (50) warga Desa Bocor, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen, tewas dalam kondisi mengenaskan, Jumat (9/3/2018). Lehernya putus setelah ditebas dengan parang oleh anak kandungnya sendiri, Sumudi (35).

Aksi pembunuhan keji itu terjadi di tengah sawah. Pelaku menebas leher iobunya menggunakan parang dan lalu kabur. Kabar yang beredar, Sabtu (10/3/2018) pagi ini pelaku sudah berhasil dibekuk aparat.

Ia ditangkap di Jalan Pemuda, Kebumen, sekitar pukul 07.22 WIB. Foto-foto penangkapan Sumudi itu menyebar luas di media sosial dan WA. Dalam foto yang beredar saat ditangkap pelaku mengenakan baju doreng, wajahnya juga penuh dengan tato.

Anehnya, pria yang diduga kuat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri ini terlihat cengar-cengir. Pasalnya, ada dugaan jika pelaku mengalami gangguan jiwa.

Aksi pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di pematang sawah. Motif pembunuhan karena pelaku kesal tak diberi uang oleh ibunya.

Jenazah Sutarmi saat dievakuasi pihak kepolisian untuk diperisa di RSUD Kebumen. (Polres Kebumen)

Jumadi (49) saksi yang melihat peristiwa itu menyebut, saat itu korban tengah beristirahat minum bersamanya di tepi sawah. Sesaat kemudian pelaku datang dengan membawa golok dan meminta sejumlah uang sambil mengancam korban.

“Saat itu pelaku meminta uang Rp 500 ribu kepada ibunya tetapi tidak diberikan. Kemudian ibunya lari ke tengah sawah dan dikejar pelaku tetapi terjatuh di atas jerami, kemudian dibacok,” ungkapnya.

Pelaku membacok leher ibunya hingga terputus. Usai menjalankan aksinya, parang yang digunakan untuk membacok langsung dimasukkan ke dalam tas dan pelaku kabur.

Kasi tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian. Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar datang ke lokasi kejadian, memimpin langsung jalannya olah TKP yang dilakukan INAFIS Polres Kebumen dan Polsek setempat.

”Kasus ini masih di dalami, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lapangan,” katanya.

Setelah dilakukan evakuasi oleh Polres Kebumen dan PMI, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kebumen.

Editor : Ali Muntoha

Lihat Bus Angkut Pelajar Sampai ke Atap, Begini yang Dilakukan Polisi Purbalingga

MuriaNewsCom, Purbalingga – Sebuah bus nekat mengangkut penumpang yang rata-rata pelajar dengan melanggar aturan. Bus itu mengangkut penumpang hingga ke atap bus.

Bus ini melintas di Jan raya Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Mendapati hal itu, anggota Polsek Kejobong tak tinggal diam, dan langsung menghentikan bus tersebut. Seluruh penumpang yang ada di atap bus pun langsung diturunkan.

Anggota polsek kemudian, memeriksa surat kelengkapan surat milik pengemudi kendaraaan. Selain itu, memberikan teguran kepada sopir dan pelajar yang menumpang di atas kendaraan. Disampaikan agar pelanggaran lalu lintas yang sudah dilakukan tidak diulangi kembali.

Setelah diberikan imbauan dan teguran kemudian kendaraan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Pelajar yang sebelumnya naik di atas kendaraan diperintah naik di dalam bus seperti penumpang lainnya.

Kapolsek Kejobong AKP Yanis Sri Purbono mengatakan, bahwa adanya pelanggaran lalu lintas yang ditemukan, anggota polsek langsung merespon dengan menghentikan kendaraan dan memberikan teguran dan imbauan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Saat ini sedang dilaksanakan Operasi Keselamatan Lalu Lintas, maka di tingkat polsek kita juga melakukan upaya untuk mendukung pelaksanaannya. Salah satunya dengan gencar memberikan pembinaan tertib berlalu lintas serta memberikan imbauan kepada pelanggar,” kata kapolsek.

Diharapkan dengan adanya Operasi Keselamatan, pengendara kendaraan pribadi maupun pengemudi angkutan umum di wilayah Kejobong bisa tertib berlalu lintas. Selain itu, bagi para pelanggar yang mendapatkan teguran tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Editor : Ali Muntoha

Main HP dan Boncengan 3 Jadi Sasaran Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2018

MuriaNewsCom, Purbalingga – Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 serentak dimulai Senin (5/3/2018) hari ini hingga tiga pekan ke depan. Dalam operasi ini sasaran polisi adalah pengendara yang rawan menyebabkan kecelakaan.

Seperti bermain handphone saat berkendara hingga menaiki sepeda motor dengan boncengan tiga. Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan saat memimpin gelar pasukan, pagi tadi mengatakan polisi akan melakukan langkah-langkah tegas jika terdapat pelanggaran.

“Pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan antara lain melawan arah, menggunakan handphone waktu mengemudi, berboncengan lebih dari satu dan berkendaraan belum cukup umur,” katanya.

Ia menyatakan, dengan dilakukan penegakan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, maka pelaksanaan Operasi Keselamatan dapat mendorong tujuan operasi.

Beberapa tujuan tersebut antara lain meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaram dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan.

“Selain hal tersebut, dengan operasi ini diharapkan pula dapat terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjelang pelaksanaan Pilkada di wilayah tahun 2018,” ucap kapolres.

Dalam apel gelar pasukan tersebut, dilakukan penyematan pita tanda operasi. Penyematan dilakukan oleh Kapolres Purbalingga kepada perwakilan dari personel Polri, TNI dan Dinas Perhubungan. Acara dilanjutkana dengan pelatihan pra operasi.

Editor : Ali Muntoha

Cabuli Gadis ABG di Kebun, Kakek Ini Digelandang Polisi

MuriaNewsCom, Purbalingga – Seorang kakek berinisial S (58) warga Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Purbalingga diamankan petugas Polsek Mrebet. Kakek tersebut diamankan karena diduga melakukan tindakan cabul kepada seorang siswi SMP sebut saja Mawar (12), yang masih satu desa dengan pelaku.

Kapolsek Mrebet, AKP Imam Sutiyono menyatakan, pelaku diamankan di rumahnya tanpa ada perlawanan pada Selasa (27/2/2018). Penangkapan ini atas laporan orang tua korban.

“Berdasarkan laporan orang tua korban dan setelah didapat dua alat bukti yang cukup kita amankan pelaku di rumahnya. Selanjutnya kita bawa ke polsek guna dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sejumlah barang bukti juga kita amankan dari pelaku. Barang bukti tersebut diantaranya pakaian, sarung dan pakaian dalam yang dipakai pelaku saat melancarkan aksinya kepada korban.

Ia menyebut, dari keterangan pelaku ia telah melakukan perbuatan cabul kepada korban sebanyak lima kali. Tindakan tersebut dilakukannya pada bulan Desember 2018, di sebuah kebun belakang rumah warga.

Pelaku menjelaskan, aksi bejatnya terhadap korban dilakukan pada malam hari seusai salat maghrib. Korban diberi iming-iming sejumlah uang agar mau dicabuli pelaku. Selain itu, korban juga diancam agar tidak menceritakan tindakan tersebut kepada siapapun.

“Saat ini tersangka sudah diamankan dan kita titipkan di tahanan Polres Purbalingga. Tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 287 KUHP,” pungkas kapolsek.

Editor : Ali Muntoha

Pencarian Korban Longsor Salem Hari Ini Ditutup, Masih Ada yang Belum Ketemu

MuriaNewsCom, Brebes – Proses pencarian korban longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Rabu (28/2/2018) hari ini menjadi hari terakhir. Hingga saat ini masih ada tujuh orang yang dilaporkan hilang belum ketemu.

Proses pencarian di hari terakhir dipusatkan di sektor 1 yang agak jauh dari pusat longsor, dengan jumlah personel sekitar 150 orang. Tujuh orang yang belum ditemukan yakni Marsui, Suwirso, Haryanto, Wastim Wahyu, Rustam Rusyadi, Sujono, dan Darsip.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Noer Isrodin menyebut dalam proses pencarian di hari terakhir ini terhambat oleh kontur tanah yang lembek serta jumlah personel yang semakin berkurang.

Saat ini menurut dia, tim evakuasi hanya tersisa 150 orang. Sementara personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pembersihan wilayah terdampak longsor. Sehingga proses pencarian difokuskan di sektor 1.

“Untuk sektor 2,3 dan 4 sudah ditutup, bahkan sejak beberapa hari lalu. Karena kemungkinan korban sudah terbawa aliran sungai atau lumpur ke sektor 1 (bawah),” katanya pada wartawan, Rabu (28/2/2018).

Ia juga mengakui pencarian di hari terakhir ini sudah tidak evektif. Terlebih dengan minimnya jumlah personel tim evakuasi.

Selain jumlah personel yang sedikit, kondisi medan juga menyulitkan petugas pencarian yang terjun ke lokasi longsor. Berbeda dengan longsor Banjarnegara, kondisi tanah di Salem termasuk lembek dan berlumpur.

“Kalau di Salem ini lembek dan lumpur. Di sektor 1 saja, areal sawah berupa lumpur bisa setinggi paha. Itu kan susah untuk bergerak. Beda dengan kontur tanah di Banjarnegara yang keras dan mudah untuk pencarian,” ungkap Noer Isrodin.

Selain tujuh korban yang belum ditemukan, longsor di daerah Salem ini juga menyebabkan 11 orang meninggal dunia (sudah dievakuasi) dan 18 orang mengalami luka-luka.

Menteri Sosial, Idrus Marham, Selasa (27/2/2018) kemarin juga mendatangi lokasi longsor. Ia menyatakan diperintah Presiden untuk memastikan korban longsor terurus dengan baik.

“Saya kesini memastikan anak bangsa korban longsor terurus. Harus diurusi makannya, tempat tinggalnya, yang luka-luka harus diurusi,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Hingga Hari Keenam, 7 Korban Masih Terpendam Longsor Salem Brebes

MuriaNewsCom, Brebes – Hingga hari keenam, Selasa (27/2/2018), jumlah korban longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes yang belum ditemukan masih tujuh orang. Sejak pagi hari, tim Satgas Tanggap Bencana kembali melakukan pencarian di berbagai titik longsor.

Lamanya proses evakuasi korban karena terkendala hujan dan terbatasnya alat berat. Selain itu, di lokasi tersebut juga potensi longsor susulan masih sangat tinggi.

Bersadarkan rilis BNPB, lebar mahkota longsor sekitar 120 meter. Panjang landaan longsor sekitar 1 km. Tebal longsor antara 5-20 meter. Volume tanah longsor sekitar 1,5 juta meter kubik.

Mahkota longsor berasal dari Perbukitan Gunung lio yang berpenutupan lahan sangat baik. Hutan dengan kerapatan tinggi. Sesuai peruntukan hutan. Tidak ada permukiman di bagian hulu. Lahan sawah ada di bagian bawah.

“Penyebab longsor adalah kemiringan lereng curam, struktur tanah sarang yang gembur dan remah, batuan napal di bagian bawah sebagai bidang peluncur, dan hujan sebagai pemicu longsor. Jadi ini murni bencana alam,”kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Selasa pagi, sebanyak 750 personel tim gabungan Tanggap Bencana masih mencari korban. Hingga saat ini, Posko Tanggap bencana 7 orang yang dilaporkan hilang belum ditemukan.Sebanyak 751 orang mengungsi dibeberapa titik tempat yang aman.

Sebanyak tujuh korban itu, adalah Marsui (64), Suwirso (55), Wastim Wahyu (48), Darsip (55), Sujono (57), Rustam Rusyadi, dan Haryanto.

Selama proses penanganan bencana alam tersebut, tim gabungan juga menemukan sejumlah benda milik para korban, antara lain tiga sepeda motor, serta sejumlah bagian dari tubuh para korban.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Lokasi longsor agar mengungsi di tempat aman, mengingat potensi terjadinya longsor susulan karena curah hujan yang masih cukup tinggi.

”Kami kerahkan semua kemampuan Polri untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Lebih dari 500 anggota kita belum termasuk BKO dari jajaran polres sekitar dan Polda Jateng terjun ke lapangan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Potongan Tangan dan Kepala Ditemukan dari Longsor Brebes

MuriaNewsCom, Brebes – Tim SAR gabungan, hingga Sabtu (24/2/2018) masih terus melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Panjirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes. Hingga kini dilaporkan masih ada 13 orang yang belum ditemukan.

Proses pencarian melibatkan tim SAR Polri dan TNI. Polda Jateng juga mengerahkan dua anjing pelacak K9 untuk mendeteksi mayat.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, pagi tadi mengunjungi lokasi longsor. Ia menyebut, untuk melakukan pencarian dan evakuasi ada berbagai kendala yang ditemui tim SAR di lapangan.

“Kesulitan dan kendala dalam mengevakuasi korban adalah material-material longsor ini. Luas areal longsoran kurang lebih 4 km dan panjangnya 2 km, serta tebalnya sekitar 5-8 meter,” katanya.

Ia menyebut, dalam proses pencarian tim di lapngan menemukan sejumlah potongan tubuh. Yakni tangan dan kepala. Bagian tubuh yang diduga korban longsor ini diangkat dari sekitar aliran sungai di Desa Pasirpanjang yang berjarak 2 km dari titik longsor.

Temuan ini berawal dari laporan warga yang ikut melakukan pencarian di lokasi aliran Sungai Cipangurudan. Mereka kemudian menemukan potongan kepala yang tertimbun lumpur. Dari temuan ini, mereka melaporkan ke posko bencana.

“Untuk korban hingga saat ini masih dinyatakan berjumlah 13 yang belum ketemu. Dan juga di temukan potongan-potongan tubuh berupa tangan, kaki dan kepala di timbunan longsor,” ujar Kapolda Jateng.

Polisi juga melakukan pencarian korban longsoran di aliran sungai. (Polda Jateng)

Potongan-potongan tubuh ini nantinya akan dicocokkan dengan bagian tubuh lain yang ditemukan. Polda Jateng telah mengirimkan tim DVI dari Biddokkes Polda Jateng. Tim DVI ini nantinya akan melakukan identifikasi para korban longsor.

Condro juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng gunung agar tetap waspada apabila hujan turun. Selain itu, pihaknya juga meminta Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga lurah dan camat untuk menggiatkan patroli siaga bencana.

“Saya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng- lereng gunung agar tetap waspada bencana,” imbaunya.

Laporan terbaru, longsor yang terjadi di kawasan Gunung Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem ini membuat puluhan orang tertimbun. Delapan korban meninggal telah ditemukan terkubur material longsor.

Sementara 13 orang dinyatakan masih hilang dan dalam proses pencarian. Longsor itu juga menyebabkan satu orang mengalami luka berat dan 12 orang lain mengalami luka ringan.

Pemprov Jateng memastikan, korban bencana ini akan mendapat jaminan pengobatan dan santunan. Untuk keluarga korban meninggal akan diberi santunan sebesar Rp 10 juta dan korban luka-luka diberi santunan Rp 7,5 juta.

Editor : Ali Muntoha

Baca juga : 

4 Anak di Purbalingga Tewas Tertimbun Longsor Saat Pesta Sunatan

MuriaNewsCom, Purbalingga – Pesta sunatan yang digelar Solihin, warga Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Kamis (23/2/2018) berakhir duka. Empat orang bocah tewas saat rumah yang digunakan untuk kenduri sunatan itu tertimpa longsor dari bukit.

Orang-orang yang tengah mengikuti tahlilan di dalam rumah sempat tertimbun longsor. Namun sebagian besar selamat, dan hanya empat orang bocah yang tak bisa diselamatkan nyawanya. Selain itu, terdapat sejumlah warga yang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Empat anak ditemukan meninggal dunia, yakni Muhammad Sifaul Umam (6) bin Solihin, Abdul Rouf (10) bin Sukimin, Al Karomi (7) bin Nur Rofiq, dan Safangatun Isnain (4) bin Suyatno.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak enam orang ditemukan dalam kondisi terluka, yakni Sahrudin (67), Sokhimin (38), Ruslan (25), Ojan (16), Sarif (35), dan Karsun (16).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, di desa tersebut tengah hujan deras, dan desa tersebut tengah mati listrik.

Salah satu korban meninggal dalam longsor di Purbalingga. (BPBD Purbalingga)

Kades Jingkang, Bambang Hermanto, menyatakan, saat itu keluarga Solikhinsedang mengadakan pengajian untuk acara selamatan sunatan sang anak.

“Sebelum kejadian, rumah Pak Solokhin sedang mengadakan tahlilan sunatan anaknya, Saiful Umam. Sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba tebing di belakang rumahnya longsor dan menimpa rumah

itu,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Dia menjelaskan, saat longsor terjadi kondisi rumah gelap. Namun saat itu ada kilatan petir sehingga pintu keluar terlihat. Warga yang sedang berada di dalam kemudian berusaha keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Tapi tidak semua bisa keluar termasuk anak yang disunat dan teman-teman yang saat itu berada di kamar. Mereka tertimbun dan tertimpa material longsor dan kayu,” ujarnya.

Dia mengatakan setelah longsor reda, warga kemudian melakukan evakuasi mencari korban di dalam rumah itu. Tim SAR gabungan serta TNI Polri datang tak lama kemudian setelah mendapat laporan kejadian tersebut membantu proses evakuasi.

Baca : 18 Korban Longsor Salem Brebes Masih Tertimbun, Polda Kirim Brimob dan Anjing K9

Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga Satya Giri Podo mengatakan, tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Bahkan Bupati Purbalingga, Tasdi juga ikut turun ke lokasi untuk membantu.

Menurutnya, korban luka berat harus dilarikan ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga. Sementara korban luka ringan dirawat di Puskesmas Karangjambu.

“Upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban berakhir pada pukul 23.15 WIB serta dipimpin langsung oleh Pak Bupati,” kata Giri.

Ia memastikan, pemkab akan menanggung seluruh biaya perawata dan pengobatan terhadap korban luka. Sementara keluarga korban meninggal dunia juga akan mendapat santunan.

Editor : Ali Muntoha

Sungguh Mulia, Bapak Polisi dan TNI Ini Rela Gendong Bocah Kebanjiran Agar Bisa Sekolah

MuriaNewsCom, Cilacap – Sejumlah daerah di Kabupaten Cilacap sejak beberapa hari terakhir, dilanda banjir. Air masuk ke permukiman dan menggenangi jalan. Alhasil bencana ini sangat mengganggu aktivitas warga.

Tak terkecuali anak-anak yang harus kepayahan untuk menuju sekolah mereka. Proses belajar mengajar pun terganggu akibat banjir ini. Banjir ini salah satunya melanda desa-desa di Kecamatan Wanaraja, Cilacap.

Banjir membuat anak-anak di daerah itu kesulitan menuju sekolah. Beruntung sejumlah personel Polri dan TNI di Wanaraja, cekatan. Rabu (21/2/2018) pagi, mereka rela berbasah-basah menembus banjir dan menggendong anak-anak agar bisa sekolah.

Tampak juga anggota Polsek dan Kormil serta Satpol PP Wanareja bahu-membahu membantu lansia dan anak-anak dari rumah nya yang tergenang air ke tempat yang lebih aman.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Wanareja Akp Mudji Ali mengatakan, bahwa genangan air yang masuk ke rumah warga masih cukup tinggi. genangan ini diakibatkan tersumbatnya aliran air yang berada di Desa Cilongkrang, Kecamatan Wanareja, karena aramco di sana ambruk.

“Akibatnya air mengenangi tiga dusun di Desa Tarisi. Yaitu Dusun Cikaronjo, Dusun Rangkasan dan Dusun Sidadadi,” katanya.

Air tidak bisa mengalir, sehingga menimbulkan genangan. Aramco di Desa Cilongkrang ambruk sudah beberapa pekan lalu, sehingga banjir belum bisa surut.

“Kami sudah turunkan anggota untuk membantu masyarakat yang rumahnya tergenang air di tiga dusun yang sampai saat ini banjirnya belum surut untuk mengungsi ke lokasi aman,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bruuk! Mbah Marjuki Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Saat Nyadap Nira

MuriaNewsCom, Purbalingga – Nasib nahas menimba seorang kakek berumur 70 tahun di Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Mbah Marjuki, langsung meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa, untuk menyadap nira.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (19/2/2018) sore kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Mbah Marjuki ditemukan tergeletak di bawah pohon kelapa dengan kondisi sudah tak bergerak di kebunnya sendiri.

Peristiwa ini kali pertama diketahui oleh tetangganya bernama Madsukir (52). Saat ia melintas di sekitar kebun milik korban, tiba-tiba mendengar suara benda jatuh dengan keras. Karena curiga, ia langsung memeriksa sumber suara.

Betapa terkejutnya Madsukir, setelah mendapati Marjuki sudah dalam kondisi tergeletak di tanah. Ia pun langsung berteriak minta pertolongan.

“Warga yang datang kemudian membawa korban ke rumah anaknya tidak jauh dari lokasi. Namun saat dilakukan pengecekan, korban sudah tidak bergerak,” kata Kapolsek Kaligondang, AKP Imam Hidayat, Selasa (20/2/2018).

Polisi yang mednapat laporan juga langsung meluncur ke lokasi, untuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Pihaknya menduga korban meninggal karena terjatuh saat mengambil nira. Terlebih dari hasil pemeriksaan ditemukan luka memar di kepala bagian belakang. Luka tersebut diduga akibat terjatuh dari pohon dengan ketinggian 10 meter.

Korban diduga terpeleset saat memanjat pohon. Apalagi saat kejadian cuaca sedang gerimis, sehingga pohon kelapa menjadi licin.

”Dari pemeriksaan tim emdis Puskesmas Kaligondang, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Jenazah langsung kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, kapolsek mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati saat akan mengambil sadapan nira pada pohon kelapa. Saat kondisi gerimis atau hujan, diimbau untuk tidak memanjat pohon. Ini untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

Editor : Ali Muntoha

Alat Pantau Rusak, Pengawas Siaran Terpaksa ‘Pelototi’ TV Secara Manual

MuriaNewsCom, Purbalingga – Alat pemantau siaran di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kerusakan. Akibatnya, proses pemantauan pelanggaran siaran TV dan radio harus dilakukan secara manual.

Yakni dengan menyaksikan secara langsung siaran dan mendengarkan radioa, kemudian dicatat pelanggaran yang muncul. Kondisi ini juga terjadi Kabupaten Purbalingga.

Kepala Bidang Humas dan IKP pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga, Prayitno membenarkan hal itu. Menurut dia, peralatan pemantau siaran yang ada mengalami kendala teknis sehingga belum bisa digunakan.

Ia menyebut, kerusakan terjadi pada PC yang mengalami masalah, sehingga tak bisa melakukan proses perekaman untuk dilakukan pemantauan.

”Sejak peralihan dari Dinas Perhubungan ke Dinkominfo peralatan sudah tidak bisa digunakan. Kendala tersebut sudah kita laporkan ke KPID, namun belum ada perbaikan,” katanya.

Meski ada kendala, ia memastikan Kelompok Masyarakat Pemantau Siaran (KMPS) tetap melakukan pemantauan. Hanya saja pemantauan dan pengawasan dilakukan secara manual.

Sementara itu, Komisioner Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng, Dini Inayati mengatakan, pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan oleh KMPS akan dilaporkan ke KPID.

Hasil pantaun akan dirapatkan oleh KPID apakah memenuhi unsur-unsur pelanggaran  atas regulasi yang berlaku. Jika memenuhi regulasi, maka akan ditindalanjuti dengan sanksi sesuai regulasi yang ada.

”Sanksi pertama dengan teguran tertulis. Kalau tidak ada perbaikan bisa dilakukan dengan penghentian program siaran,” katanya.

Salah satu contoh pelanggaran menurut Dini antara lain dengan menyiarkan jenis-jenis lagu yang yang dikategorikan dibatasi dan dilarang untuk diputar baik di TV mapaupun di radio.

Lagu-lagu tersebut dilarang, dikarenakan mengandung pesan-pesan seksualitas, sadisme, SARA serta unsur mistis. Pelanggaran yang lain memutar lagu yang dibatasi tidak pada jam jam 22.30 -03.00 WIB.

“Pelanggaran lainnya, iklan yang mengandung  sarat muatan sesat dan bohong  seperti testimoni tentang obat tradisioal  dan tabib pegobatan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Mau Rakor di Polda, Ketua Panwaskab Banyumas Meninggal Dunia

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Banyumas, Muh Tohir Ashidiqi, Selasa (6/2/2018) pagi meninggal dunia. Muh Tohir meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Ungaran.

Kabar meninggalnya Muh Tohir ini cukup mengejutkan. Pasalnya, sehari sebelumnya, Muh Tohir masih terlihat sehat dan mengikuti rapat koordinasi dengan forkompida di Semarang. Hari ini, Tohir juga sudah bersiap-siap untuk mengikuti rakor di Polda Jateng.

“Tadi pagi beliu ini sudah bersiap-siap untuk berangkat mengikuti acara sosialisasi UU di Polda Jateng. Beliu jatuh sakit, dilarikan menuju RSUD Ungaran sudah tidak ada,” kata Ketua Bawaslu Jateng, M Fajar Saka.

Saat ini Fajar berada di rumah duka, di Kretek, Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Ia menyebut, kemarin almarhum terlihat biasa, bahkan sempat diskusi tentang pengawasan pilkada di Banyumas.

Dilansir detik.com, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar lembaga, Panwaskab Banyumas, Yon Daryono menambahkan Tohir meninggal saat berada di kediaman kakaknya yang ada di Ungaran setelah mengikuti Rakor.

Tohir memutuskan untuk tidak pulang ke Purwokerto karena pada pagi harinya dia ada jadwal mengikuti Rakor dengan Polda Jateng. Menurutnya selama bekerja dan mengenal Tohir, dirinya tidak pernah melihat jika dia mengeluh mempunyai penyakit.

“Selama ini tidak pernah ada informasi sakit, dan orangnya tidak pernah mengeluh sakit jadi itu yang kita juga kaget,” jelasnya.

Tohir meninggalkan 2 orang anak serta istri yang saat ini tinggal di Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir. Rencananya jenazah Tohir Ashidiqi akan dimakamkan di Dusun Kretek, Desa Lerep RT 9 RW 8 Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Pria dan Wanita Tewas di Dalam Mobil Dekat Kawah Sikidang Dieng

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Dua wisatawan ditemukan tak bernyawa di dalam mobil di dekat Kawah Sikidang, Dieng, Kabupayen Banjarnegara, Rabu (3/2/2018). Korban merupakan laki-laki dan perempuan, yang diketahui berasal dari Kabupaten Purworejo.

Dari kartu identitas yang ditemukan dari tubuh korban diketahui identitasnya yakni, Nurcholis (42) dan Mufidatun (44). Keduanya tercatat sebagai warga Desa Karangsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Keduanya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Kijang berpelat nomor AB 1998 SH. Saat ditemukan pintu mobil dalam kondisi tertutup. Mobil itu terparkir di pinggir jalan masuk Kawah Sikidang,

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian dua korban. Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono, warga mengetahui mobil itu sudah berada di lokasi sejak Kamis (1/2/2018) malam. Namun warga tak menaruh curiga, dan baru pagi tadi mengatahui ada dua orang di dalamnya.

”Warga ada yang melihat mobil itu sejak Kamis malam sudah di situ (lokasi penemuan mayat),” katanya dilansir DetikCom.

Ia menduga, korban meninggal dunia bukan karena gas beracun dari Kawah Sikidang. Karena lokasi mobil masih cukup jauh dari bibir kawah. “Parkirnya memang di sekitar kawah Sikidang tetapi jaraknya cukup jauh sekitar setengah kilometer,” ujarnya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricilia Ohei membenarkan info tersebut. Dia mengatakan bahwa saat ditemukan warga, mobil dalam keadaan terkunci.

“Mobil dalam keadaan terkunci. Dugaan sementara orang itu istirahat dalam mobil, menghidupkan AC mobil dan tertidur. Belum diketahui pasti penyebabnya,” terangnya.

Peristiwa itu membuat heboh di kawasan Kawah Sikidang. Warga dan pengunjung memadati lokasi penemuan mayat. Kabar ini juga langsung beredar luas di media sosial.

Editor : Ali Muntoha

Susah Payah Bobol Alfamart, Maling Ini Hanya Bawa Kabur Rokok

MuriaNewsCom, Cilacap – Minimarket Alfamart di Jalan Penyu, Kabupaten Cilacap, Rabu (31/1/2018) dibobol kawanan maling. Pencuri masuk ke minimarket dengan memanjat tembok dan menjeblon palfon.

Setelah berhasil masuk, pencuri mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam Alfamart itu. Setelah puas, mereka lalu membawa kabur rokok yang dijual.

Namun jangan salah, jumlah rokok yang dibawa kabur tidak hanya satu atau dua bungkus saja, melainkan 1.723 bungkus. Bahkan pihak Alfamart harus menderita kerugian mencapai Rp 30 juta, setelah ribuan bungkus rokok itu diembat maling.

Peristiwa pencurian ini diperkirakan terjadi pada dini hari, namun baru diketahui sekitar pukul 06.45 WIB, setelah pegawai mulai masuk ke dalam toko. Saat itu, salah satu karyawan mendapati tiang penyangga monitor CCTV roboh dan tergeletak di pinggir lantai.

“Setelah dicek barang dagangan yang ada didalam minimarket sudah dalam keadaan berantakan dan beberapa jenis barang telah hilang,” kata Kapolsek Cilacap Selatan, AKP Totok Nuryanto, saat memimpin olah TKP.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi mendapati kawat pengaman duri yang berada di atas tembok rusak dan plafon di dalam toko Alfamart dijebol.

”Diduga pelaku masuk dengan cara memanjat tembok belakang Alfamart menggunakan tangga. Kemudian masuk ke dalam toko dengan cara menaiki atap dan menjebol plafon,” ujarnya.

Untuk menghilangkan jejak, para pelaku merusak kamera CCTV yang terpasang di dalam ruangan.

Meski mencoba menghilangkan jejak dan bukti, pelaku masih cukup teledor. Pelaku pencurian ternyata meninggalkan sandal warna merah yang mereka pakai.

Sandal ini pun langsung diamankan untuk dilakukan identifikasi. Tak hanya itu, tangga yang digunakan untuk memanjat yang tertinggal di lokasi kejadian juga diamankan.

Atas kejadian tersebut pihak Alfamart menderita kerugian berupa berupa 1.723 bungkus rokok berbagai merkm serta barang lainnya yang ditaksir mencapai 30 juta rupiah.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus ini. Sejumlah saksi dan bukti mulai diperiksa untuk mendeteksi para pelaku pencurian.

Editor : Ali Muntoha

Ibu Ini Kaget Motornya yang Dicuri Maling Diantarkan Polisi

MuriaNewsCom, Purbalingga – Sri Hartuti, tak pernah mengira sepeda motornya yang dibawa kabur pencuri, bisa kembali dengan begitu cepat. Awalnya, ia sudah pasrah, karena jarang sepeda motor yang dicuri, bisa kembali.

Namun ini, hanya berselang satu hari sepeda motor Yamaha Xeopn nopol R 3582 UL miliknya, yang hilang justru diantarkan ke rumah oleh polisi. Sepeda motor itu hilang pada Rabu (24/1/2018) di garasi rumahnya di Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga.

Sepeda motor itu diperkirakan dicuri pada dini hari. Korban sendiri baru mengetahui motornya hilang sekitar pukul 06.00 WIB.

Esok harinya, Kamis (25/1/2018) sepeda motor yang dicuri sudah kembali ia dapatkan. Dan ternyata motor miliknya berhasil ditemukan polisi di daerah Banjarnegara.

Awalnya ia cukup kaget, karena tiba-tiba dihubungi polisi dan mengabarkan jika sepeda motor miliknya telah ketemu.

Kapolsek Pengadegan, AKP Riyatnadi mengatakan, sepeda motor yang dicuri itu berhasil ditemukan setelah ada laporan sepeda motor yang ditinggal orang begitu saja. Sepeda motor itu tergeletak di dekat penggilingan padi wilayah Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.

“Mendapat informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Pengadegan langsung mendatangi lokasi penemuan sepeda motor. Setelah dilakukan pengecekan dan pengidentifikasian melalui nomor rangka dan mesin, diketahui sepeda motor tersebut merupakan milik warga Pengadegan yang hilang dicuri,” katanya, Jumat (26/1/2018).

Kapolsek menambahkan, setelah sepeda motor curian ditemukan, selanjutnya dibawa ke Polsek Pengadegan. Korban pencurian langsung dihubungi untuk mengecek kendaraan tersebut berikut membawa surat kendaraanya.

“Setelah dipastikan sepeda motor tersebut adalah miliknya, selanjutnya sepeda motor kita serahkan kepada pemiliknya,” kata kapolsek.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap pencurian sepeda motor. Sebaiknya menambah kunci pengaman sepeda motor untuk mencegah terjadinya pencurian.

Editor : Ali Muntoha

Napi Teroris Ngamuk di LP Nusakambangan, Sipir dan Dokter Dihajar Hingga Babak-belur

MuriaNewsCom, Cilacap – Seorang narapidana kasus terorisme Abu Irhap (35) mengamuk saat diperiksa tim kesehatan Lapas Pasir Putih Nusakambangan. Sejumlah tim medis dan sipr penjaga dihajar hingga mengalami luka-luka.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/1/2018) kemarin, sekitar pukul 09.45 WIB. Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasubag Humas AKP Bintoro Wasono mengatakan, peristiwa bermula saat Abu Irhap mengeluh sakit dan meminta diperiksa tim medis dari lapas.

Saat tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat melakukan pemeriksaan di sel No 9 Blok A Lapas Pasir Putih, pelaku tiba-tiba mengamuk. Perawat yang tengah mengukur tensi darahnya diserang menggunakan kawat dan disiram wajahnya menggunakan kuah sayur.

Tidak hanya itu kemudian pelaku juga melakukan pemukulan terhadap dokter Lapas yang saat itu sedang mengawasi pemeriksaan. Secara membabi buta pelaku juga menyerang petugas lainya yang saat itu berada di ruang sel pelaku.

“Akibat kejadian tersebut beberapa petugas mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan wajah,” katanya.

Aparat gabungan dari Polres Cilacap dan petugas lapas yang melakukan penjagaan langsung bergerak cepat melumpuhkan pelaku. Pelaku sempat diamankan dan dimasukkan ke dalam ruang selnya.

Namun saat akan dipindahkan dari blok A ke blok C, pelaku kembali berulah dan menyerang petugas yang akan membawanya pindah ke sel lain menggunakan kawat.

“Akibatnya KPLP Lapas Pasir Putih yang memimpin pemindahan mengalami luka goresan pada bagian tangan ” ujarnya.

Dari hasil olah TKP gabungan dari Reskrim Polres Cilacap, Polsek Cilacap Selatan dan anggota Pos Polisi Nusakambangan, petugas berhasil menyita satu buah potongan kawat ukuran 6 inci dan Satu buah gelas cangkir melamin warna coklat bertangkai yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menyerang petugas.

“Petugas masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti lainnya. Terpidana terorisme ini juga akan dijerat dengan pasal 351 kuhp tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sumanto Si Pemakan Mayat dan Bupati Purbalingga Jadi yang Pertama Dicoklit KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Sumanto, yang dulu fenomenal karena aksinya membongkar makam dan memakan mayatnya, kini telah menjalani kehidupannya secara normal. Bahkan ia juga tercatat sebagai warga yang bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jateng 2018.

Saat ini Sumanto menetap di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pubalingga.

Sabtu (20/1/2018) hari ini, Sumanto menjadi salah satu warga yang menjadi sampel pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih oleh KPU Purbalingga. Coklit kepada Sumanto dilakukan pertama untuk dimulainya coklit secara serentak.

Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni mengatakan, dalam coklit in petugas akan mendatangi satu persatu rumah warga. Termasuk rumah Sumanto, untuk dilakukan coklit daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jateng 2018.

“Kami akan coklit data DPT terakhir, dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4). Salah satunya ke tempat kediaman Sumanto .Kegiatan Coklit ini akan berlangsung hingga 18 Februari mendatang,”katanya.

Dalam kegiatan coklit serentak tersebut, lanjut Sri Wahyuni, seluruh komisioner KPU akan turun. Demikian juga seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang tersebar di 18 kecamatan, dan  seluruh anggota panitia pemungutan suara  (PPS) yang tersebar di seluruh desa di Purbalingga, akan turun ke lapangan,mendampingi 1.655 PPDP.

Targetnya, satu PPDP akan melakukan coklit di hari pertama, sebanyak lima rumah. Jadi total ditargetkan ada 8.275 rumah yang didatangi.

Ada beberapa sampel masyarakat yang akan didatangi  untuk coklit serentak tersebut. Di antaranya adalah Sumanto, tokoh fenomenal yang dikenal sebagai manusia kanibal.

Selain Sumanto, yang menjadi sampel coklit adalah Bupati Purbalingga H Tasdi, Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Wakil Gubernur Jawa tengah Heru Sudjatmoko dan sejumlah nama tokoh lainnya.

Diungkapkan, dalam kegiatan coklit ini, secara teknis petugas PPDP berkunjung dari rumah ke rumah. Sebelumnya, seluruh petugas PPDP akan melakukan apel serentak di kantor kecamatan masing-masing, pukul 07.00 WIB.

“Mereka membawa data DP4, itu dicek dari rumah ke rumah. Apakah benar di rumah ini ada tiga atau empat orang yang sudah masuk hak pilih, dicek tanggal lahirnya, penulisan nama, jenis kelamin, alamat rumah, dan seterusnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Sumanto dihukum penjara lima tahun. Namun setelah beberapa kali mendapat remisi, Sumanto dibebaskan pada 24 Oktober 2006, bertepatan dengan Idul Fitri.

Ia saat ini berada di Rumah Sakit Mental Bungkanel, Kecamatan Karanganyar Purbalingga, milik H Supono Mustajab. Sumanto sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh Supono, dan kini tinggal bersama.

Editor : Ali Muntoha

KA Tanker Anjlok di Banyumas, 11 Kereta Tertahan Berjam-jam

MuriaNewsCom, Purwokerto – Peristiwa kereta api anjlok kembali terjadi. Kamis (18/1/2018) dini hari, kereta tanker 2614F Gamao relasi Tegal-Maos, anjlok di KM 358+6/7 empalsemen Stasiun Notog, Kabupaten Banyumas. Kereta pengangkut BBM milik Pertamina itu anjlok sekitar pukul 00.52 WIB.

Proses evakuasi kereta yang anjlok mencapai e jam, sehingga menganggu jadwal perjalanan sejumlah kereta api. Tercatat ada 11 jadwal perjalanan yang tertahan hingga berjam-jam.

Dilansir Antara Jateng, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan, ada empat as gerbong yang anjlok dan mengganggu jadwal kereta api di lintas Purwokerto-Kroya. Ia memastikan jika gerbong kereta yang anjlok itu dalam kondisi kosong.

”KA Gamao Tanker itu mengalami anjlok empat as gerbong ketel nomor 3065101 terjadi pada pukul 00.52 WIB sehingga mengganggu operasi kereta api di lintas Purwokerto-Kroya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengevakuasi kereta itu PT KAI Daop V mengirim gerbong penolong dari Purwokerto. Gerbong penolong ini berisi peralatan untuk mengangkat gerbong yang anjlok.

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 06.10 WIB. Pihak KAI juga masih melakukan penyelidikan terkait penyebab anjloknya kereta tersebut.

Ixfan mengakui, akibat kejadian itu sejumlah jadwal perjalanan kereta di lintas Purwokerto-Kroya mengalami keterlambatan sekitar 4-5 jam. Ada 11 perjalanan kereta yang tertahan di sejumlah stasiun yang terganggu atas peristiwa tersebut.

Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (PPPKA) mencatat ada sejumah kereta yang tertahan. Yakni KA 8 Argo Lawu relasi Gambir-Solo Balapan tertahan di Stasiun Purwokerto, dan mengalami keterlambatan 307 menit.

Selain itu, KA 54 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta tertahan di Stasiun Purwokerto mengalami keterlambatan 279 menit, KA 152 Bogowonto relasi Pasarsenen-Lempuyangan di Stasiun Purwokerto mengalami keterlambatan 239 menit, KA 116 Senja Utama Solo relasi di Stasiun Karanggandul mengalami keterlambatan 233 menit.

Selanjutnya, KA 58 Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap tertahan di Stasiun Karangsari dan mengalami keterlambatan 219 menit, KA 186 Progo relasi Pasarsenen-Lempuyangan di Stasiun Karangsari mengalami keterlambatan 211 menit, KA 188 Logawa relasi Purwokerto-Jember masih di Stasiun Purwokerto terlambat 60 menit.

Begitu juga dengan KA 2726 pengangkut Semen Tiga Roda di Stasiun Patuguran terlambat 19 menit, serta KA 2741F pengangkut Semen Holcim di Stasiun Kebasen terlambat 202 menit.

“KA 215 Serayu relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen yang seharusnya diberangkatkan pukul 06.30 WIB masih tertahan di Stasiun Purwokerto, sedangkan KA 220 Serayu relasi Pasarsenen-Kiaracondong-Kroya-Purwokerto hingga pukul 07.42 WIB tertahan di Stasiun Kroya,” kata Ixfan.

Editor : Ali Muntoha

Pemerintah Relokasi Dampak Tanah Gerak, Tiap Rumah Dibantu Rp 25 Juta

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Longsor dan tanah bergerak di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa,Banjarnegara membuat 14 rumah rusak. Jalan desa sepanjang 400an meter juga anjlok, sehingga mengakibatkan dua dusun, Sikenong dan Suwidak, terisolir.

Data di posko Desa Bantar mencatat 115 kepala keluarga dengan total 398 jiwa terdampak bencana ini. Pemerintah menyiapkan relokasi untuk warga yang rumahnya hancur. Hal ini dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat berkunjung ke desa itu, Selasa (16/1/2018).

“Untuk logistik sudah cukup. Sekarang kita siapkan relokasi, tanah sudah disiapkan dan harus cepat dr sisi administrasi,” katanya.

Untuk percepatan pembangunan perumahan relokasi, Pemprov Jateng akan bekerja sama dengan Pemkab Banjarnegara  sebagai penyedia tanah.

“Tanahnya nanti diurus dari kabupaten, bangun rumahnya dari saya. Per rumah sekitar Rp 25 juta, kita carikan relawan yang bantu bangun dan arsitek yang bagus sehingga bangunannya tahan gempa,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp 132 juta untuk mengatasi bencana tersebut.

” Jumlah itu terdiri dari Rp 32 juta untuk pipanisasi dusun terisolir, dan Rp 100 juta untuk operasional penanganan bencana,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengucapkan terimakasih atas perhatian gubernur. Tidak hanya karena mengunjungi rakyatnya yang terkena bencana, tapi juga bantuan logistik dan pembangunan infrastruktur yang rusak dari dana penanggulangan bencana.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Ganjar Nginap di Desa Terisolir Tanah Gerak, Ini yang Dilakukannya