PKS Yakin Hartini-Bowo Menang di Pilkada Kudus 

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kudus yakin dapat mengantarkan kadernya Setia Budi Wibowo menjadi wabup Kudus, mendampingi Sri Hartini.

Hal ini disampaikan Sayid Yunanta, Ketua DPD PKS Kabupaten Kudus saat berbicara di Rakerda, yang diselenggarakan Minggu (25/3/2018).

”Seluruh kader optimistis dan totalitas dalam memenangkan Pilkada ini. Dan kami mampu mengantarkan kader kami, Mas Bowo sebagai wakil bupati mendampingi Sri Hartini ke pendopo,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, Minggu malam.

Pada kesempatan itu, hadir pula Mardani Ali Sera dan Ketua DPW PKS Jateng Fikri Faqih. Kehadiran dua tokoh ini dalam rangka memberikan taujih  pmenangan Pilkada Kudus 2018 dan sharing kemenangan Pilkada DKI Jakarta. Adapun, acara tersebut dihelat di Ruang Ruby Hotel Griptha.

Yunanta menambahkan, optimisme itu kian mantap ketika Mardani yang memploklamirkan diri sebagai bakal calon Presiden RI, itu datang. Kedatangannya, bertujuan membakar semangat kader.

”Aura kemenangan itu sudah semakin dekat. Oleh karena itu kami hadirkan Pak Mardani ke Kudus untuk menggelorakan semangat perubahan dan semangat kemenangan,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Bakwan Raksasa di Pecangaan Jepara Ini Bikin Orang Penasaran

MuriaNewsCom, Jepara – Bakwan, mungkin sudah terdengar akrab ditelinga. Yakni penganan ringan yang berasal dari sayur-sayuran dibalut tepung kemudian digoreng. Normalnya, ukuran gorengan ini pun tak besar. Namun, di Cafe milik Saiful Abidin bakwan dibuat dengan ukuran tak lazim, 20 sentimeter.

Bakwan raksasa, itulah salah satu menu andalan yang dimiliki oleh tempat makan yang ada di depan SMAN I Pecangaan. Dengan ukuran sebesar itu, bakwan tersebut dapat disantap oleh empat hingga enam orang.

Seperti Yuni (24) ia mengaku sengaja datang ke kafe tersebut bersama tiga temannya, khusus untuk mencicipi penganan itu. Ia mengaku pertamakali mengetahui gorengan raksasa itu dari laman facebook.

Bakwan ukuran jumbo, kreasi penganan yang diciptakan sebuah kafe yang ada di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

“Karena penasaran, akhirnya saya ajak teman-teman saya untuk mencoba bakwan seukuran pizza ini,” tuturnya, Sabtu akhir pekan ini.

Sesampainya di kafe, ia merasa takjub akan ukuran bakwan yang begitu besar. Yuni pun tak lupa mengambil foto dan membagikannya ke media sosialnya.

“Ya nanti fotonya saya bagikan di story Whatsapp, Facebook sama Instagram. Kalau rasa bakwannya sih enak, lebih renyah. Yang bikin bagus kan ukurannya yang besar ini,” tambahnya.

Pemilik kafe Saiful Abidin mengatakan, ide menciptakan bakwan raksasa berasal dari sang istri.  “Ide awalnya untuk menarik pelanggan ke kafe ini. Kan kalau bakwan biasa ukurannya tidak besar hanya seukuran donat lah. Tapi ini sebesar ukuran pizza,” urainya.

Untuk dapat menikmati bakwan raksasa, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Bakwan ukuran 15 sentimeter dijual dengan harga Rp 15 ribu. Sementara ukuran 20 sentimeter harganya terpaut Rp 5000.

Editor: Supriyadi

17 ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang Tenggelam di Perairan Jepara Dipulangkan ke Kampung Halaman

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 17 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Sinar Rezeki dipulangkan ke asal mereka masing-masing, Sabtu (24/3/2018). Mereka menumpang kapal Express Bahari dari Karimunjawa-Jepara, pukul 09.00 WIB.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jepara Arwin Noor Isdianto mengatakan, ke tujuh belas ABK tersebut dalam kondisi sehat. “Kemarin kan ada 29 ABK yang diselamatkan setelah kapal KM Bintang Sinar Rezeki tenggelam. Sebanyak 10 orang sudah dipulangkan langsung (Kamis,22/3/2018) setelah kejadian. Dua orang masih dirawat di RSUD Kartini dan 17 orang lainnya dipulangkan hari ini,” ungkapnya.

Menurutnya, ke 17 ABK yang dipulangkan hari ini berasal dari empat wilayah. Diantaranya Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang. Setelah turun dari kapal penyerangan, para nelayan tersebut kemudian didata dan dicek kesehatannya.

“Sementara yang dua orang (Sutomo dan Bahrudin) yang kemarin ditemukan terapung di sekitar Pulau Mandalika, masih harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Mengingat kondisi kesehatannya belum pulih benar,” tambah Arwin.

Suroto, seorang penyintas kecelakaan kapal tersebut mengatakan, saat diselamatkan kondisi awak kapal memang tercerai berai. Mereka berpegangan pada gabus atau apapun yang dapat menyelamatkan jiwa mereka.

“Kapal saat itu terbalik. Solar pun tumpah. Saya juga terpaksa menyelam untuk menghindari tertimpa badan kapal yang oleng,”. ujar warga Depok, Kabupaten Batang itu.

Diberitakan sebelumnya, KM Bintang Sinar Rezeki berbobot 125 GT tenggelam di perairan Jepara. Dari 29 ABK, 10 diantaranya diselamatkan nelayan di perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang-Mlonggo. Sementara 17 lainnya diselamatkan Kapal Jasa Samudra menuju Karimunjawa.

Sedangkan dua sisanya, baru dapat diselamatkan pada Jumat pagi. Mereka terpisah dari rombongan dan dapat ditemukan setelah 28 jam mengambang di lautan. Beruntung nyawa mereka dapat terselamatkan, dan kini mendapatkan perawatan di RSUD Kartini.

Editor: Supriyadi

Diancam Dibunuh, Timses Masan-Noor Yasin Bersiap Melapor ke Kapolres Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Amat Sholeh seorang tim sukses Paslon Cabup Kudus Masan-Nor Yasin, merasa tidak aman lantaran diancam akan dibunuh. Ancaman tersebut diterimanya, karena ia dituduh melakukan black campaign terhadap pasangan calon lain.

Kepada MuriaNewsCom, ancaman itu dilakukan oleh dua orang yang mendatangi rumahnya, pada hari Selasa (20/3/2018). Saat itu karena sedang tak berada di rumah, ia tak menemui pengancamnya.

“Saat itu yang ada di rumah adalah istri saya dan anak saya yang nomor dua. Di situ istri saya dan seluruh keluarga diancam dibunuh karena dituduh menjelek-jelekan seorang pasangan calon. Perkataanya sih enak saja, mau dipecok-pecok, tak pateni apa tak tebas kabe saomah (mau dicacah-cacah, dibunuh atau saya tebas seluruh anggota keluarga,” ujarnya, Jumat sore (23/3/2018).

Amat mengaku, hal itu berasal dari seorang timses pasangan calon lawan. Lantaran, mobil yang digunakan oleh pengancamnya di-branding dengan gambar paslon lain.

“Tapi saya tidak tahu apakah (mobil branding) itu, benar milik timses paslon itu atau tidak saya tidak tahu. Itu nanti biar penyidik yang mengungkapnya,” imbuhnya.

Ia sejatinya melaporkan kasus yang menimpanya pada Kamis (22/3/2018). Namun saat hendak melaporkannya di Polres Kudus, ia diarahkan menuju Panwaslu Kudus.

“Ketika hendak melaporkan ke Panwaslu, mereka justru mengarahkan pelaporan ke Polisi kembali. Kemudian di kantor Polisi, saya disuruh membuat aduan. Ya ini nanti rencananya besok Senin, saya akan mengadu ke Kapolres Kudus terkait kasus ini,” urainya.

Editor: Supriyadi

Haru, 2 ABK yang Sempat Hilang Ternyata Berulang Tahun di Hari Mereka Diselamatkan

MuriaNewsCom, Jepara – Ada kisah mengharukan dibalik selamatnya dua ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang sempat hilang di perairan Jepara. Ternyata, hari dimana mereka diselamatkan, Jumat (23/3/2018), adalah hari ulang tahun Sutomo dan Bahrudin yang merupakan ayah dan anak.

Diberitakan sebelumnya, Sutomo dan Bahrudin merupakan ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang tenggelam di perairan Jepara, Kamis (22/3/2018) dinihari. Mereka adalah bagian dari total 29 anak buah kapal, yang selamat.

Namun, ketika 27 ABK lain diselamatkan pada hari yang sama dengan terjadinya kecelakaan laut. Keduanya justru sempat terapung selama lebih kurang 28 jam, sebelum akhirnya diselamatkan Tug Boat Nayaka 2, pada Jumat pagi.

Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Zulhawary Agustianto mengungkapkan, Sutomo dan Bahrudin memang lahir pada tanggal yang sama yakni, 23 Maret. Si Ayah diketahui lahir pada 1983 atau 35 tahun, sementara Bahrudin berusia 17 tahun karena lahir pada 2001 silam.

“Keduanya adalah warga Desa, Tegalrejo, Kabupaten Batang Jawa Tengah,” ucapnya, Jumat siang.

Menurutnya, tak banyak hal yang diungkapkan keduanya saat diselamatkan. Ketika berada di kapal penyelamat, Tug Boat Nayaka mereka juga tak banyak bercerita.

“Kondisi saat dinaikan ke tugboat, si anak (Bahrudin) dalam keadaan lemas. Saat disuguhi makanan ia juga tak banyak makan karena masih syok dan lemas,” ujarnya.

Setelah dievakuasi dari tengah laut, mereka kemudian dibawa ke Jepara dan mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara. Mereka dijemput oleh kapal RIB Basarnas Jateng.

Ketika mendapatkan perawatan, Bahrudin juga tak banyak berkomentar. Saat ditanya pewarta, Bahrudin mengaku terlepas dari rombongan besar 28 ABK yang juga tercerai berai.

Sebanyak 17 ABK diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sedangkan 10 lainnya diselamatkan ke Jepara, sesaat setelah kapal terbalik pada hari Kamis.

“Kaim bertahan dengan pelampung dan berpegangan pada ember cat. Kami terlepas dari rombongan besar (ABK lain),” ujar Bahrudin singkat.

Kini keduanya, dan seluruh ABK tengah menunggu penjemputan dari pemerintah daerah masing-masing. Adapun, kapal yang mereka tumpangi berangkat dari Pekalongan.

Editor: Supriyadi

‎Dua ABK Kapal Tenggelam yang Hilang Ditemukan Selamat di Perairan Mandalika

MuriaNewsCom, Jepara – Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Sinar Rezeki yang sempat hilang, ditemukan selamat, Jumat (23/3/2018). Keduanya, Sutomo dan Bahrudin diselamatkan oleh Kapal Tug Boat Nayaka 2, terapung di sekitar perairan Mandalika, Jepara. Selama di lautan, mereka berpegangan pada dua buah wadah cat kemasan besar dan memakai pelampung.

Koordinator SAR Jepara Wishnu Yugo Utomo mengatakan, kedua penyintas musibah Laka laut itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya diketahui adalah bapak dan anak.

“Saat ditemukan Sutomo (bapak) melambaikan tangan sambil berteriak kepada kapal Tug Boat Nayaka 2. Sementara Bahrudin, dalam keadaan agak lemas,” terangnya.

Setelah diselamatkan kapal TB Nayaka 2 tujuan Kota Baru, Kalimantan menuju Cirebon Jawa Barat, mereka dijemput oleh Basarnas. Dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) Basarnas, penyintas tersebut kemudian dibawa ke Jepara.

Setelah tiba didaratan, keduanya langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD Kartini.

Bahrudin korban selamat kecelakaan laut tersebut mengaku, terpisah dari rombongan ABK lain. Saat kapal terbalik, ia mengaku berpegangan pada papan dan gabus yang diikat.

“Namun saat itu kami terlepas dari ABK yang lain, kemudian baru diselamatkan ketika pagi datang,” urainya.

Keduanya terapung-apung di lautan lebih kurang 28 jam.

Diberitakan sebelumnya, kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rezeki mengalami rusak mesin dan tenggelam disekitar perairan Jepara. Dari 29 ABK, semuanya selamat. Tujuh belas diantaranya terselamatkan kapal Jasa Samudra dan dibawa ke Karimunjawa. Sementara 10 lainnya dibawa ke Jepara, Kamis (22/3/2018).

Editor : Supriyadi

Tukar Guling Tanah Desa Tanggul Tlare Jepara Akhirnya Dibatalkan, Ini Penjelasan Sang Kades

MuriaNewsCom, Jepara – Rencana tukar guling tanah desa yang dilakukan Pemdes Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung akhirnya dibatalkan. Kepastian itu dilakukan setelah ada penolakan dari warga di balai desa setempat, Jumat (23/3/2018).

Kades Tanggul Tlare Baidi mengaku memang ada pembicaraan (dengan investor) terkait tukar guling. Namun, hal itu menurutnya baru sebatas rencana.

”Kalau dari skala 100 persen baru 10 persen, baru pembicaraan. Rencananya mau dibuat POM Bensin sampai ke belakang area (dekat pantai) nanti untuk wisata,” jelasnya.

Baca Juga: 

Hanya saja, ia menyebut sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Saat itu, ia mengklaim tidak ada penolakan. Namun demikian, warga memang tak setuju jika peruntukan tukar guling untuk pembangunan hotel.

“Dengan ini ya, rencana (tukar guling) gagal. Karena kalau diteruskan akan menimbulkan ekses yang berkepanjangan,” terangnya.

Proses audiensi berakhir dengan damai. Kedua pihak, yakni pemerintah desa dan warga Tanggul Tlare mencapai kata sepakat. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan pembatalan proses tukar guling yang dilakukan oleh Pemdes.

Untuk mengamankan keadaan, Polres Jepara menurunkan puluhan personel. Selain itu beberapa aparat dari Satpol PP dan TNI pun ikut turun untuk mendinginkan suasana.

“Sebanyak 48 personel dari kepolisian kami turunkan bersama unsur keamanan dari TNI, Satpol PP, untuk mengamankan jalanya audiensi ini,” papar Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah‎.

Editor: Supriyadi

Memanas, Kades Tanggul Tlare Jepara Sangsikan Tanda Tangan Warga Penolak Tukar Guling

MuriaNewsCom, Jepara – Audiensi yang diadakan warga dengan pemerintah desa, sempat berjalan alot. Itu lantaran Kades Tanggul Tlare Baidi menyangsikan tanda tangan penolakan warga sebanyak 207 orang yang dibubuhkan, ditengarai tidak asli.

Kontan hal itu menimbulkan reaksi dari warga. Mereka sempat tak terima dengan klaim dari Baidi. Bahkan, kepala desa sempat memohon untuk diberi waktu seminggu guna membatalkan proses tukar guling.

”Kami berani kok kemudian di cek satu-satu keliling desa untuk memastikan kebenaran tanda tangan kami,” tutur Yusuf.

Baca: Tolak Tukar Guling Tanah Aset Desa, Warga Tanggul Tlare Jepara Geruduk Balai Desa

Ia menjelaskan, penolakan warga atas rencana tukar guling merupakan bentuk keprihatinan terhadap pemerintah desa. Selain tak dilibatkan, proses tersebut seoalh-olah dilakukan tertutup. Karena itu, banyak warga yang kesal.

”Sekali lagi silahkan dicek ke warga. Tak ada manipulasi dalam tanda tangan tersebut,” tegasnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Kades Tanggul Tlare Baidi pun meminta maaf. Ia pun mengaku memang ada pembicaraan (dengan investor) terkait tukar guling. Namun, hal itu menurutnya baru sebatas rencana.

”Kalau dari skala 100 persen baru 10 persen, baru pembicaraan. Rencananya mau dibuat POM Bensin sampai ke belakang area (dekat pantai) nanti untuk wisata,” jelasnya.

Hanya saja, ia menyebut sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Saat itu, ia mengklaim tidak ada penolakan. Namun demikian, warga memang tak setuju jika peruntukan tukar guling untuk pembangunan hotel.

”Sudah sosialisasi dan tidak ada penolakan. Yang ditolak warga jika dibangun hotel. Itu saja,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Tolak Tukar Guling Tanah Aset Desa, Warga Tanggul Tlare Jepara Geruduk Balai Desa

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung memprotes langkah pemerintah desanya yang berencana menukar guling tanah aset desa. Mereka merasa tidak pernah diajak berembug terkait rencana tersebut.

Hari Jumat (23/3/2018) pagi,  sekitar pukul 09.00 WIB, warga berkumpul di Balai Desa Tanggul Tlare. Selain kepala desa Baidi Asy Syafii, hadir pula forum pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Kedung.

Yusuf Andrean seorang warga mengatakan, rencana tukar guling tersebut mengemuka di awal bulan Maret 2018. Saat itu warga mendengar desas desus tanah milik desa yang berada di Jl Bulak Baru, hendak dijadikan SPBU.

“Namun kami tidak diberitahu, tidak disosialisasi, hanya beberapa orang warga saja yang tahu. Kami sempat menanyakan (audiensi) ke Bupati Jepara terkait mekanisme tukar guling, namun disana dijelaskan prosesnya tak segampang itu. Perlu proses yang alot. Namun ini dalam waktu sebulan sudah ada persetujuan dari beberapa orang untuk tukar guling,” kata dia.

Spanduk besar berisi penolakan tukar guling dibentangkan Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung sebagai wujud kekecewaan terhadap pemerintah desa setempat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dirinya menyebut, sudah beberapa kali bertanya kepada kades terkait hal itu. Namun warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Hingga akhirnya warga memasang spanduk penolakan, dilokasi yang rencananya akan ditukar guling.

Adapun, lokasi yang ditukar guling seluas lebih kurang 4000 meter persegi, akan ditukar dengan tanah seluas 12 ribu meter persegi.

“Tanah ini (yang hendak ditukar guling) dulunya pengairan tapi sudah lama tak digunakan. Akhirnya disewa masyarakat untuk tambak. Adapula di beberapa bagian ditanami pohon bakau, untuk mencegah abrasi,” ungkapnya yang juga anggota karangtaruna tersebut.

Ia berharap agar aset tanah tersebut dapat digarap secara swakelola oleh pemdes Tanggul Tlare. Dengan itu, ia berharap kemanfaatannya dapat dinikmati lebih besar bagi warga.

Editor: Supriyadi

Taruh Dompet di Dasbor Motor, Barang Berharga ABG 19 Tahun di Jepara Nyaris Raib Digasak Jambret

MuriaNewsCom, Jepara – Hati-hati menyimpan dompet saat mengendarai motor. Jika tak waspada bisa-bisa jadi korban aksi penjambretan.

Seperti yang dialami Mutiara (19). Ia menjadi korban jambret saat menaruh dompetnya di dashboard motornya. Beruntung, warga sekitar bisa menangkap pelaku dan mengembalikan dompet tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/3/2018) sore. Saat itu, ia hendak menuju Pantai Bandengan, berboncengan dengan temannya. Sementara dompetnya ia taruh di dashboard motor maticnya.

Ketika sampai di Jembatan Sekembu, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara ada dua remaja menaiki motor dan menyalip kendaraannya. Kemudian, dua remaja tersebut menggoda mereka.

Ketika lengah, dua pemuda yang berinisial MG (18) dan AM (17) mengambil dompet yang ditaruh di dashboard motor. Tak terima, Mutiara dan temannya berteriak “Jambret”.

Tak berapa lama, ada warga yang mengetahuinya kemudian mengejar tersangka. Setelah bekejar-kejaran, kedua tersangka tertangkap di Taman Kerang Jepara.

Saat dimintai keterangan, MG dan AM mengaku hanya iseng. “Sebelumnya tidak ada niat untuk menjambret, namun setelah melihat ada dompet ditaruh di motor timbul keinginan untuk mengambil,” tutur MG, di Mapolres Jepara.

Menurut tersangka, keduanya sedianya hanya ingin berjalan-jalan di Pantai Teluk Awur. Mumpung berada di Jepara, keduanya lantas memutuskan untuk berputar-putar.

Tersangka sendiri bukan warga Jepara. MG diketahui warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Karanganyar Demak dan AM merupakan warga Desa Cangkring, Kabupaten Demak.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto mengatakan, kedua tersangka kini diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Hal itu karena kedua pelaku masih tergolong anak-anak.

Selain mengamankan tersangka, turut disita pula uang tunai milik korban sejumlah Rp 72.000 dan sepeda motor tersangka.

“Kami mengimbau warga tidak menaruh barang berharga di dashboard kendaraan, karena dapat memancing aksi kejahatan,” ucap dia.

Editor: Supriyadi

Kapal Pencari Ikan Asal Pekalongan Tenggelam di Perairan Jepara, 27 ABK Selamat Dua Lainnya Hilang

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rejeki dari Pekalongan, tenggelam di perairan utara Jepara, Kamis (22/3/2018) dini hari. Dari 29 Anak Buah Kapal (ABK), 27 dapat diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian petugas.

Data yang dikumpulkan MuriaNewsCom, 17 ABK diselamatkan kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sementara 10 ABK lain, berhasil diselamatkan nelayan, ke perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.

Nahkoda Kapal KM Bintang Sinar Rezeki Kasdu mengungkapkan, kapalnya itu mengalami kebocoran pada lambung. Sebelum rusak kapalnya itu dihantam ombak besar di utara Tanjung Emas Semarang. Air mulai masuk sekitar pukul 02.30 WIB Kamis dinihari.

“Yang bocor itu, bagian pembuangan air kapal. Jam 04.00 WIB pagi tadi terbalik. Setelahnya kami berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada papan yang diikat tali. Semula kami berkumpul semua, kemudian separuh dari kami mulai terpisah,” jelasnya.

Ia mengatakan, kapalnya berangkat dari Pekalongan menuju Banyuwangi untuk mencari Ikan Cakalang. Namun sebelum sampai tujuan, kapal tersebut mengalami kerusakan dan diterpa ombak di perairan Jepara.

Lokasi tenggelamnya kapal tersebut diduga berada 10 mil laut, disekitar Pantai Tubanan, Kecamatan Kembang.

Adapun, 10 ABK yang berhasil diselamatkan disekitar Dukuh Pailus adalah Turah, agus saipul, Budi Setiawan, Sanadi, Kaeron, Ahmad Ridho Zabidin, Kasdu, Ali Fahmi, Muhammad Adib dan Suratman.

Terpisah, Arif Rahman Kepala Desa Karimunjawa membenarkan 17 ABK sudah diselamatkan. Mereka adalah Rudi, Mahmuri, Norjono, Budi, Kirom, Ahmad Sodikin, Sukirno, Widodo, Faidur Rohman, Khoirul Riswanto, Sumono, Fahrudi Prasojo, Cahyono, Haryanto, Andreas, Suroso dan Rasmono.

“Mereka diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra yang melihat (17) ABK terapung di lautan. Mereka saat itu berlayar dari Jepara menuju Karimunjawa,” tutur dia.

Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto mengatakan, saat ini ke 17 ABK yang selamat di Karimunjawa dalam kondisi baik. Diantara mereka ada yang mendapatkan perawatan di Puskemas.

“Mereka ditemukan di 17 mil sekitar Pulau Mandalika. Kemudian mereka diselamatkan oleh kapal Jasa Samudra yang hendak berlayar ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Adapun, berdasarkan daftar penumpang, nama Sutomo dan Darsono belum diketemukan, hingga kini.

Editor: Supriyadi

KSPSI Jateng: Pekerja Ahli Luar Daerah “Serbu” Industri Padat Karya Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Di tengah tumbuhnya industri padat karya di Jepara, urusan keahlian sumberdaya manusia mengundang persoalan. Lantaran saat ini banyak pekerja dari luar provinsi Jawa Tengah yang “menyerbu” Bumi Kartini.

“Sekarang ini di Jepara pekerja (dengan keahlian tertentu) banyak yang berasal dari luar provinsi (Jateng). Tentunya hal ini memerlukan perhatian dari pemerintah Jepara,” tutur Gideon Suhartoyo, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng, baru-baru ini di Jepara.

Menurutnya, serbuan tenaga ahli yang berasal dari luar provinsi karena Jepara belum mampu memenuhi pekerja sektor tersebut. Sehingga, industri kemudian menyerap pekerja berkemampuan khusus dari daerah lain.

Ia mengatakan, permasalahan itu dapat diselesaikan dengan membuka balai latihan kerja (BLK), sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan solusi itu, diharapkan pemenuhan tenaga ahli dapat dipenuhi dari dalam kabupaten Jepara.

“Pendidikan dan pelatihan bagi buruh harus terus didorong. Bila tidak, nantinya pasti akan ada migrasi pekerja berkemampuan khusus dari daerah lain,” tambahnya.

Dirinya juga menuntut pekerja tak hanya lihai menuntut upah naik. Sementara produktifitas dan keahlian pekerja tidak kunjung bertambah.

“Pekerja juga harus meningkatkan kualitas diri mereka, tak hanya tuntut gaju naik. Caranya ya ikut pelatihan-pelatihan,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Jepara Ajak Perusahaan Swasta Wujudkan SiAngsa

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara gandeng perusahaan swasta guna wujudkan sistem pengangkutan sampah berbayar berbasis daring (online). SiAngsa atau Sistem Informasi Angkut Sampah, digadang dapat memaksimalkan upaya pemerintah menuntaskan masalah sampah yang menjadi momok di Bumi Kartini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Fatkhurohman mengatakan, volume sampah yang dihasilkan oleh warga sebesar 1.128 ton per hari. Namun hanya 11,51 persen atau 129,2 ton sampah, dari jumlah tersebut yang dapat tertampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan aplikasi SiAngsa, diharapkan pada 2022 kabupaten Jepara dapat mengangkut sampah dengan volume 127-390 ton per hari. Harapannya di tahun itu, sebanyak 15 kecamatan akan tercover oleh layanan tersebut,” ujarnya, sebagaimana rilis yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (21/3/2018).

Fatkhurohman mengatakan, saat ini telah layanan terkait sampah telah mengcover 13 kecamatan. Namun, DLH memiliki sejumlah unit pengangkut yang hanya mampu menangani 9,5 persen dari kebutuhan layanan ideal.

Subiyanto Sekrataris Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara pun juga mengatakan hal senada. Dari aspek pengelolaan keuangan daerah tidak memungkinkan bagi daerah untuk secara fleksibel bisa melakukan angkut sampah berbayar.

APBD Kabupaten Jepara juga terserap cukup besar dan sistem retribusi telah diterapkan. Hanya saja realisasi yang ada ternyata hanya dibayar oleh 38 persen dari total potensi tertagih. Sementara APBD tidak cukup mampu menangani seluruh persoalan yang ada.

“Oleh karenanya, kami berharap (pihak swasta) kami harapkan tidak hanya berorientasi bisnis tetapi juga filantropis (amal),” ujarnya, mewakili Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Dirinya berharap, perusahaan-perusahaan wajib Corporate Social Responsibility (CSR) di Jepara mampu memberikan manfaat kepada banyak orang. Khususnya untuk mengatasi berbagai isu lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Jepara secara keseluruhan.

Selain Pemkab dan Forum Literasi Lingkungan Hidup (FL2H) Kabupaten Jepara, serta keterlibatan KPP Pratama, beberapa perwakilan CSR yang diundang, termasuk PT Hwa Seung, PT Yazaki Sami, PT Sumitomo, PT Starcam, PT Kanindo, PT Parkland, dan PT Samwon.

Editor: Supriyadi

Sisir Kecamatan Undaan, Petugas Gabungan Sita Ratusan Rokok Ilegal di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 622 rokok tanpa pita cukai disita oleh tim gabungan, yang terdiri dari Satpol PP, Kodim, Polres, Bagian Hukum Setda Kudus, dan Bea Cukai, Rabu (21/3/2018).

Rokok-rokok tersebut diamankan dari dua wilayah yang ada di Kecamatan Undaan yakni, Kalirejo dan Berugenjang. “Kami menemukan banyak menemukan rokok ilegal di sebuah pasar yang ada di Desa Kalirejo,” ujar Kepala Satpol PP Kudus Jati Solechah.

Dirinya menyebut, menemukan rokok ilegal sebanyak 62 press (1 press, 10 bungkus) dan dua bungkus rokok. Menurutnya, pada kemasan rokok tersebut, sekilas nampak seperti rokok yang sudah legal.

Seperti, Sekar Madu, Dukun, Niji, Gudang Gaman, GRS dan Fell Super. Selanjutnya bukti yang telah disita akan diserahkan kepada kantor Bea dan Cukai Kudus, untuk langkah selanjutnya.

“Peminat rokok ilegal di wilayah pinggiran (perbatasan Kudus-Grobogan) terbilang melimpah. Namun ancaman hukumannya (menjual rokok ilegal) tidak main-main. Mereka terancam hukuman dua tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Selain penindakan, Jati mengungkapkan terus melakukan sosialisasi larangan penjualan rokok ilegal.

Editor: Supriyadi

Mayat Terapung di Saluran Irigasi Gegerkan Warga Desa Kecapi Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat ditemukan di saluran irigasi Dukuh Grobogan, Desa Kecapi RT 42 RW 08, Kecamatan Tahunan, Rabu (21/3/2018), pagi.

Kapolsek Tahunan AKP Sama’i menyebut, identitas mayat itu adalah Aris Setiawan (26). Ia adalah warga Desa Bulungan RT 10 RW 04 Kecamatan Pakis Aji. Diduga, kematian korban karena terpeleset dan tercebur di saluran irigasi.

“Berdasarkan penuturan keluarga, Aris juga pernah memiliki riwayat penyakit epilepsi‎,” tuturnya.

Adapun, kronologi penemuan mayat terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang saksi yakni Hadi Mustiko, lewat di samping saluran irigasi. Kemudian, ia melihat ada sesosok tubuh pria yang tertelungkup di saluran tersebut.

Mengetahui hal itu, ia lantas mengabarkannya kepada warga sekitar dan pihak berwenang. Tak berselang lama, petugas dari BPBD Jepara dan Polsek Tahunan tiba ditempat, untuk mengevakuasi mayat tersebut.

Kontan kejadian itu membuat warga sekitar gempar dan mendatangi lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Tahunan, terdapat luka lecet ringan pada bibir. Adapun, penyebab kematian diduga karena kehabisan oksigen karena tenggelam.

“Luka di bibir bawah dimungkinkan karena korban terbentur saat terjatuh. Kehabisan oksigen ditengarai sebagai penyebab kematiannya. Berdasarkan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Sama’i.

Dari keterangan keluarga, Aris keluar dari rumah seorang diri untuk membeli gagang cangkul. Saat itu, diketahui cuaca sedang turun hujan deras.

Editor: Supriyadi

Dinkes Kudus Ambil Sampel Makanan yang Diduga Jadi Penyebab Warga Dersalam Keracunan

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah mengambil sampel makanan, yang diduga menyebabkan puluhan warga Dersalam keracunan.

Hikari Widodo Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kudus mengatakan, sampel yang diambil adalah mie dan tempe. Contoh itu kemudian akan dikirimkan ke laboratorium yang ada di Semarang.

“Nanti sampelnya akan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang. Hasilnya akan diketahui dalam kurun seminggu hingga paling lama sebulan,” tuturnya, Rabu (21/3/2018).

Dirinya mengungkapkan, terdapat keanehan pada kasus keracunan ini. Warga diketahui memakan berkat (makanan hajatan) pada Minggu (18/3/2018) petang. Namun baru dua hari kemudian, ada puluhan warga yang masuk ke rumah sakit dengan keluhan keracunan.

Baca Juga:

“Dari informasi yang kami kumpulkan, hari pertama (Minggu) hanya ada satu orang yang masuk rumah sakit, namun tidak tahu kalau itu keracunan. Senin juga ada lagi yang masuk ke rumah sakit. Namun puncaknya baru pada Selasa, banyak orang yang masuk ke rumah sakit,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dersalam, Kecamatan Bae mengeluhkan keracunan dan mendapatkan perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Pada Selasa malam, total ada 27 orang yang dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Hingga Rabu pagi, jumlah pasien yang dirawat inap menyisakan 16 orang. Sementara 11 orang sisanya sudah diperbolehkan pulang, dan hanya rawat jalan.

“Namun demikian, mereka (yang rawat jalan) tetap dipantau kesehatannya,” ungkap Aris Jukisno Kabid Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi.

Adapun, hingga Rabu pagi kondisi pasien yang dirawat inap sudah berangsur membaik.

Kasus tersebut bermula ketika warga memakan berkat hajatan, pada Minggu (18/3/2018) sore‎. Namun demikian, gejala keracunan baru terjadi dua hari setelahnya.

Editor: Supriyadi

Mulai Membaik, 11 Korban Keracunan di Kudus Dirawat Jalan, 16 Lainnya Masih Inap

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi pasien yang keracunan makanan kini sudah mulai membaik. Dari 27 pasien yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi, kini yang di rawat inap tersisa 16 orang.

Aris Jukisno Kabid Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mengatakan, kini kondisi pasien jauh lebih baik. Diantaranya mereka yang mengalami muntah-muntah hingga tiga kali, frekuensinya jauh berkurang.

“Totalnya 27 pasien yang masuk ke rumah sakit, sebanyak 16 orang opname, sebelas pasien rawat jalan. Di antaranya ada satu orang yang dirawat di ICU (Intensive Care Unit) kondisinya pun telah membaik,” ungkapnya, Rabu (21/3/2018) pagi.

Baca: Diduga Keracunan Berkat Hajatan, 27 Warga Dersalam Dilarikan ke RSUD Kudus

Selain itu, Dinkes Kudus juga telah mengambil contoh muntahan dan feses dari pasien, untuk kemudian diperiksa di laboratorium. “Meskipun ada 11 orang yang dirawat jalan, namun yang bersangkutan tetap dalam pantauan rumah sakit,” tambahnya.

Seorang keluarga pasien Erna (30) mengatakan, anaknya Nazriel (8) masih mengalami diare. Namun demikian, kondisinya berangsur-angsur membaik.

Dirinya mengaku, anaknya itu mulai merasakan gejala keracunan sejak hari Senin (19/3/2018) sore. Ia pun telah memeriksakan kondisi anaknya ke seorang dokter.

“Menurut dokter pun anak saya itu didiagnosa mengalami keracunan. Setelah dibawa ke dokter, kondisinya semakin memburuk, kemudian saya bawa ke rumah sakit tadi malam (Selasa, 20/3/2018),” ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 warga Desa Dersalam, RT 3 RW 5, Kecamatan Bae mengalami keracunan. Diduga sebab musabab keracunan berasal setelah puluhan pasien tersebut mengonsumsi makanan hajatan (berkat).

Adapun, hajatan tersebut diadakan pada seorang rumah warga pada hari Minggu (18/3/2018) sore.

Editor: Supriyadi

Diduga Keracunan Berkat Hajatan, 27 Warga Dersalam Dilarikan ke RSUD Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 27 warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae mengalami keracunan makanan. Diduga sumbernya berasal dari penganan yang diperoleh usai hajatan yang digelar oleh seorang warga di RT 1 RW 5 setempat.

Pasien dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi. Pertama kali pasien masuk pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB. Jumlahnya terus bertambah menjadi 27 orang hingga Rabu (21/3/2018) dinihari.

Direktur rumah sakit tersebut Abdul Aziz mengungkapkan, kebanyakan pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengeluh pusing dan lemas.

“Bahkan ada seorang pasien yang harus dirawat diruang intensif care unit (ICU) karena tingkat kesadarannya menurun dan responnya tidak baik,” kata dia.

Sementara itu, informasi yang dikumpulkan hajatan sendiri digelar pada hari Minggu (18/3/2018). Warga yang mendapatkan berkat (makanan hajatan) pun tak menaruh curiga akan penganan tersebut, lantas memakannya.

Adapun, gejala keracunan seperti mual dan pusing baru dirasakan warga yang mengonsumsi penganan itu, mulai Senin (19/3/2018) sore. Kemudian, pada Selasa gejala itu mulai menguat.

Editor: Supriyadi

Gudang Distributor di Kudus Digrebek BPOM, Ribuan Makanan Ringan Berizin Palsu Diamankan

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan produk berizin edar palsu disita Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, dari sebuah gudang di Jalan Lingkar Timur No 88 Kudus, Kecamatan Jati, Selasa (20/3/2018) petang.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati mengatakan, total kemasan produk yang disita adalah 1.307 buah. Adapun status gudang tersebut diketahui sebagai gudang distribusi.

“Ada izin edarnya, namun ternyata setelah diteliti izin edar yang digunakan tak sesuai atau palsu,” katanya kepada pewarta.

Dirinya menyebut, ribuan produk yang disita memiliki nilai total Rp 71.944.000‎. Adapun jenis kemasan yang disita adalah kue kering ataupun wafer.

Endang menyebut, penyitaan di Kudus didahului dengan temuan tempat produksi makanan yang ada di Surabaya dan Bandung. Adapun, status gudang yang ada di Kudus hanya sebagai penyalur atau distributor.

Dirinya menjelaskan, produk yang tak memiliki izin edar, melanggar ketentuan sebagaimana tertulis dalam UU no 18/2012 pasal 142 tentang pangan. Ancamannya adalah kurungan maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp 4 miliar.

“Selanjutnya kemasan yang kami Sita, kita amankan dulu di kantor. Jika tidak ada konfirmasi dari pemilik maka akan dimusnahkan,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan BBPOM di Surabaya maupun Bandung sebagai tempat produksi makanan dalam kaleng itu.

Sementara itu pemilik gudang, mengaku tak tahu jika makanan tersebut tak terdaftar di BBPOM. Menurutnya, ia hanya percaya pada pemasok karena telah terdapat izin edar.

“Tahunya kalau itu ada izin edarnya, ternyata palsu. Ya lebih hati-hati lagi lah besok-besok,” ucapnya yang enggan menyebutkan identitasnya.

Editor: Supriyadi

Hasil Lab Forensik Keluar, Ternyata Ini Penyebab Kebakaran Matahari Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Korsleting listrik, itulah penyebab kebakaran yang melumat bangunan Kudus Plaza, pada Kamis (22/2/2018). Hal itu sesuai dengan hasil uji laboratorium forensik, yang dilakukan Tim Labfor Polri Cabang Semarang, yang turun ke lokasi Jumat (23/2/2018).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengungkapkan, hasil uji laboratorium telah keluar pada akhir pekan lalu. Dirinya memaparkan secara singkat bahwa kebakaran tersebut diakibatkan oleh arus pendek listrik.

Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar. Menurutnya, pemicu kebakaran tersebut dipastikan adalah arus pendek listrik.

Baca Juga:

Disamping itu, pada hasil uji memaparkan bahwa api berasal dari lantai dua Kudus Plaza. Namun demikian, tidak dapat dipastikan alat listrik milik siapa yang kemudian dinyatakan sebagai penyebab kebakaran.

“Namun titiknya di sebelah mana dan kabel yang tersebut milik siapa, hal itu belum bisa teridentifikasi mengingat semua sudah terbakar. Namun secara teknis, hasilnya sudah keluar, penyebabnya adalah arus pendek,” ujarnya, Selasa (20/3/2018).

Proses penyelidikan kebakaran itu sendiri, dibantu oleh Tim Labfor Polri Cabang Semarang. Penyelidikan saat itu dipimpin langsung oleh AKBP Teguh Prihmono Kasubid Fisika Komputer Fisika.

Adapun, kebakaran itu menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 22,6 miliar. Selain itu, ratusan pedagang yang ada di lantai dasar terpaksa tak menggunakan tempatnya untuk berjualan.

Editor: Supriyadi

Curi Burung Lovebird, Pemuda Bertato di Jepara Diringkus Warga

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Kelurahan Panggang, Jepara menangkap seorang pencuri burung yang beraksi di rumah Iskandar, Selasa (20/3/2018) pagi. Saat ditangkap, pencuri berinisial DN itu sudah mengantongi seekor burung jenis Lovebird dalam sebuah kantong plastik hitam.

Ipul warga setempat mengungkap, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. Ketika itu, ia diberitahu oleh seorang tukang sapu yang melihat gerak-gerik mencurigakan di halaman rumah Jl Ki Mangunsarkoro No 15.

“Karena tidak berani (menangkap) akhirnya ia mengundang warga sekitar untuk menangkapnya. Pertama kali baru saya dan rekan saya yang menangkap, kemudian ramai orang di sini membantu menangkap,” ujar dia.

Menurutnya, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan. Namun di tangan pelaku diamankan sebuah gunting berukuran besar.

“Guntingnya itu untuk menggunting kawat kandang burung Lovebird. Udah dapat satu tadi dia,” kata dia.

Saat ditangkap, pelaku yang badannya dirajah tato ini, berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Saat pertama ia mengaku warga Kelurahan Panggang, namun selanjutnya ia mengaku berasal dari Bangsri.

Beruntung, ia tidak menjadi bulan-bulanan warga sekitar yang geram atas perbuatannya.

Iskandar, pemilik rumah mengatakan, burung Lovebird nya berharga sekitar Rp 250 ribu per ekor. Namun demikian, kasus pencurian burung bukan baru sekali terjadi.

“Kehilangan (burung) ya bukan hanya sekali, dulu pernah juga, malah beserta kandangnya. Kalau itu (burung yang dicuri) jenisnya Love Bird, harganya paling mahal Rp 250 ribu,” tuturnya.

Adapun, saat ini, pelaku telah diamankan di markas polisi setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Kepala Dinas Ini Rela Nyamar Jadi Kernet untuk Bongkar Pungli di Dishub Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sam’ani Intakoris Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kudus menangkap basah anak buahnya yang lakukan pungutan liar Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Untuk melakukannya, ia harus melakukan penyamaran sebagai kernet pikap.

Saat dihubungi MuriaNewsCom, ia membenarkan hal itu. Menurutnya dirinya memang melakukan tangkap tangan oknum petugas Dishub Kudus yang lakukan pungutan liar, tak sesuai ketentuan.

“Iya benar, ada oknum Dishub yang meminta lebih untuk retribusi (pengujian) kendaraan. Orang tersebut sudah kita bina dan geser,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Senin malam (19/3/2018).

Menurutnya, operasi tangkap tangan yang dilakukannya bermula dari laporan warga yang mengeluh kepadanya. Keluhan tersebut terkait dengan proses Uji KIR.

“Saya kemudian berinisiatif untuk melakukan penyamaran, dengan memakai sandal jepit dan topi rimba. Tidak hanya itu, selama proses tersebut saya juga bertanya-tanya kepada sopir-sopir lain terkait proses tersebut. Nah ternyata memang ada tindakan pungli. Kejadiannya Kamis (15/3/2018) minggu kemarin,” tambahnya.

Dirinya menyebut, setidaknya ada dua oknum petugas Dishub yang melakukan tindakan pungli. Setelah terbukti, ia lantas menghukum anak buahnya itu.

“Kami sudah geser oknum tersebut, (tidak lagi menangani KIR). Sementara masih di Dishub. Namun ketika melakukan kesalahan lagi, bukan tak mungkin kita mutasi ketempat lain,” tegasnya.

Adapun, berdasarkan informasi yang dikumpulkan pungutan liar yang dilakukan yakni sebesar Rp 56 ribu. Padahal sesuai dengan Perda Kabupaten Kudus No 9/2011 Tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, jumlahnya tidak mencapai sebesar itu.

Terdapat empat tipe kendaraan sesuai dengan Jumlah Berat yang diperbolehkan (JBB). Pertama mobil bus dan mobil barang dengan JBB lebih dari 9.000 kilogram tarifnya sebesar Rp 35.000, sementara untuk tipe kendaraan tersebut dengan JBB sampai 9.000 kilogram tarifnya sebesar Rp 30.000. Sementara untuk kereta gandengan dan kereta tempelan tarifnya sebesar Rp 25.000 dan untuk mobil penumpang umum sebesar Rp 25.000.

Per item masih ditambah Retribusi penggantian tanda uji berkala sebesar Rp 6.500, retribusi penggantian buku uji berkala sebesar Rp 7.500 dan penggantian tanda samping Rp 2.000. Jika dikalkulasi, untuk kendaraan dengan JBB lebih dari 9000 kg, retribusi yang dibayarkan maksimal Rp 51.000. Sementara untuk kendaraan dengan tipe dibawahnya hanya Rp 46.000, dan Rp 41.000.

Terakhir, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika merasa dipungut melebihi peraturan.

“Silakan lapor langsung kepada saya, sertakan bukti foto, agar kemudian tidak fitnah. Jikalau benar akan kami tindaklanjuti,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Heri Darwanto Jabat Sekretaris KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Heri Darwanto ditunjuk sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Kudus menggantikan Nur Udji yang telah pensiun, April 2017 lalu.

Pelantikannya dilakukan di Semarang, Senin (19/3/2018). Ia dilantik bersama dengan Sekretaris KPU Kota Pekalongan Munsyi Rofiana, dan Pejabat Struktural Kepala Bagian Hukum Teknis dan Hupmas Sekretatiat KPU Provinsi Jateng Tri Wijanarko.

Pengambilan sumpah dilakukan di Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, pagi tadi. Adapun yang mengambil sumpah ialah Sri Lestariningsih, sebagai Sekretaris KPU Provinsi Jateng.

Kepada pejabat yang baru, Lestariningsih mengungkapkan agar yang bersangkutan mengemban dengan penuh amanah. Menurutnya, tugas tersebut memang berat, namun ia berharap ketiga pejabat mampu melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan.

Editor: Supriyadi

Dua Abdi Negara di Kudus Kena Semprit Panwas Akibat Foto Bersama Cabup

MuriaNewsCom, Kudus – Panwaskab Kudus menyatakan dua PNS di lingkungan Pemkab Kudus melanggar aturan, karena nekat berfoto dengan Calon Bupati Tamzil. PNS yang diketahui suami istri tersebut berfoto dengan menggunakan isyarat tangan yang terindikasi untuk ajakan.

Hal itu dikatakan oleh Komisioner Panwaskab Kudus Eni Setyaningsih. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 11 Maret 2018. Saat itu, memang ada silaturahmi Cabup Tamzil kemudian dua orang tersebut sengaja berfoto dengan calon tersebut.

“Pada waktu itu kejadiannya sore hari, mereka tak menggunakan seragam. Akan tetapi, yang bersangkutan (ASN) berfoto sambil menggunakan isyarat tangan (menunjuk angka paslon) Tamzil,” tuturnya.

Oleh karenanya, pihaknya kemudian menelusuri hal tersebut dengan melakukan klarifikasi baik kepada yang bersangkutan dan kepada calon. Kasus tersebut pun dibahas pada Sentra Gakkumdu.

Terpisah, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan membenarkan hal itu. Menurutnya, ulah kedua Aparatur Sipil Negara itu telah dianggap melanggar. Hal itu karena keduanya melanggar Surat Edaran Menpan RB nomor B/71/M.SM.00.00/2017.

“Di sana disebutkan bahwa ASN dilarang berfoto dengan Calon Kepala Daerah dengan mengikuti atau simbol tangan yang digunakan sebagai identitas calon,” tuturnya, Senin (19/3/2018).

Adapun, sanksi yang akan diberikan, menurut Minan diserahkan sepenuhnya kepada atasan ASN tersebut (Sekretaris Daerah). Panwas, dikatakannya hanya sampai pada tahap rekomendasi.

Editor: Supriyadi

Hendak Buat Jamban, Warga Desa Jerukwangi Jepara Justru Tewas Tertimbun Kotoran

MuriaNewsCom, Jepara – Malang nian nasib Matrukan (40), niat hati  membuat septictank (jamban), namun justru maut menjemput. Warga Dukuh Banyarang, Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri ini, tewas setelah terkena material ambrolnya septictank di rumahnya, Senin (19/3/2018) siang.

Kapolsek Bangsri AKP Sarwo Edhi membenarkan hal itu. Menurutnya, kronologi bermula ketika Matrukan hendak membuat jamban baru disebelah jamban lama. Diduga terlalu dekat, jamban baru yang baru dibikin justru menyebabkan jamban lama ambrol dan menewaskanya.

“Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, ketika itu korban (Matrukan) menggali lubang septictank baru yang jaraknya hanya satu meter dari jamban lama. Setelah menggali kurang lebih lima meter, saksi (Farid Setyawan) mengetahui ada rembesan air dari jamban lama. Hal itu diberitahukannya kepada korban, namun ia tak menghiraukannya. Tak lama jamban lama ambrol dan mengeluarkan kotoran lalu korban terkubur,” jelasnya, Senin sore, melalui pesan singkat.

Polisi menduga, kecelakaan tersebut terjadi karena lokasi antara jamban terlalu dekat. Terkait penyebab kematian, dr. Ghariza dari Puskesmas Bangsri menyebut korban meninggal karena kekurangan oksigen.

“Yang bersangkutan meninggal dunia, karena lemas kekurangan oksigen dan karena gas beracun (dari kotoran yang ada di septictank lawas),” ujarnya sesuai dengan diagnosa dokter.

Edhi menjelaskan, korban saat ini telah disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan. Adapun proses evakuasi dibantu dengan petugas BPBD Jepara dan petugas SAR.

Editor: Supriyadi