Kabar Gembira, Kerbau Betina di Kudus Bisa Diikutkan Asuransi

MuriaNewsCom, Kudus – Kerbau milik peternak di Kudus yang mati, bisa mendapatkan klaim asuransi. Namun itu hanya berlaku untuk 200 ekor kerbau betina yang mengikuti Asuransi Usaha Ternak Kerbau (AUTK).

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus Sa’diyah. Ia mengungkapkan, program yang berasal dari Kementrian Pertanian itu ditujukan untuk peternak kerbau betina, yang mati karena proses melahirkan atau sakit.

Dirinya mengungkapkan, jumlah premi yang ditanggung oleh kementrian adalah Rp 160 ribu. “Praktis peternak kerbau betina hanya membayar premi Rp 40 ribu,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia mengatakan, subsidi premi asuransi digalakan untuk menarik minat peternak untuk mengembangkan kerbau betina. Klaim yang didapatkan peternak, jika ternaknya mati karena sakit, bisa mencapai Rp 10 juta.

Dirinya menyebut, pencairan klaim sudah pernah dilakukan pada saat asuransi ternak sapi betina. Pada akhir 2017 klaim asuransi mencapai Rp 113 juta untuk 14 ekor sapi betina.

“Kami sudah menyosialisasikan terkait asuransi ini kepada sejumlah perangkat desa di Kudus,” tambahnya.

Adapun, untuk mereka yang ingin mengikut program ini hanya cukup meminta surat pengantar dari ketua kelompok peternak. Sedangkan mereka yang tidak berkelompok, bisa meminta pengantar dari kepala desa.

Editor: Supriyadi

3.432 Siswa SMA di Kudus Siap Ikuti UNBK 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 3.432 siswa jenjang SMA di Kudus akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang akan dihelat Senin (9/4/2018). Jumlah sebanyak itu berasal dari 17 sekolah menengah atas negeri dan swasta yang ada di Kota Kretek.

Sriyoko Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kudus mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 1.190 siswa dan 2.301 siswi.

“Insyaallah siap semua. Sekarang sedang USBN. Berdasarkan simulasi awal bulan ini (Maret) tidak ada masalah,” tuturnya.

Menurutnya, tidak ada perubahan besar terkait sistem UNBK di tahun 2018. Hanya saja memang ada penambahan fitur pada sistem meskipun tidak banyak.

Penelusuran di laman unbk.kemendikbud.go.id, jumlah sekolah jenjang SMA/MA di Kudus yang mengikuti UNBK tahun 2017/2018 berjumlah 53 sekolah. Sementara itu di jenjang SMK ada 27 sekolah yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer.

Adapun, ujian dimulai pada Senin (2/4//2018) hingga Kamis (5/4/2018) untuk jenjang SMK. Sementara untuk jenjang SMA UNBK dimulai pada Senin (9/4/2018) sampai dengan Kamis (12/4/2018).

Untuk ujian susulan UNBK jenjang SMA/MA dan SMK dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (17-18/4/2018).

Editor: Supriyadi

Disdukcapil Kudus Buka Layanan Rekam Data KTP di Akhir Pekan

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus membuka layanan rekam KTP Elektronik (E-KTP), pada akhir pekan Sabtu-Minggu. Layanan ini ditempuh untuk meningkatkan perekaman kartu tanda penduduk elektronik, jelang pilkada 2018.

Layanan perekaman E-KTP pada akhir pekan, resmi dimulai pada hari Sabtu (31/3/2018) hingga 24 Juni 2018. Layanan Sabtu-Minggu itu dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

“Kami sediakan 7-8 petugas yang bersiaga di Kantor Disdukcapil Kudus dengan sistem bergantian,” kata Sekretaris Dinas Disdukcapil Kudus Putut Winarno.

Dikatakannya, layanan itu menyasar warga Kudus yang belum melakukan perekaman KTP, namun kesehariannya sibuk bekerja. Seperti buruh yang bekerja di luar kota, ataupun pelajar.

“Meskipun ada layanan Sabtu-Minggu, namun layanan jemput bola bagi warga berkebutuhan khusus, lansia tetap kami lakukan. Kalau untuk layanan weekend ini, kami tujukan bagi buruh luar kota yang kebetulan pulang, atau bagi perekam baru,” tuturnya.

Menurut data per tanggal 26 Maret 2018, dari jumlah penduduk sebanyak 835.318, jumlah warga wajib ber KTP ada 621.489. Sedangkan yang sudah melakukan perekaman berjumlah 608.028, dan yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik berjumlah 13.461.

Editor: Supriyadi

2 Warga Srobyong Jepara Tewas Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Blebak

MuriaNewsCom, Jepara – Diki (20) dan Amroy Fidoha Jauhari (16) tenggelam di Pantai Blebak, Dusun Sekuro RT 34/7 Kecamatan Mlonggo, Jumat (30/3/2018) petang. Tenggelam pada sekitar pukul 17.45 WIB, korban ditemukan 19.00 WIB, dalam kondisi tak bernyawa.

Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Mlonggo AKP Maryono. Menurutnya, keduanya merupakan warga Desa Srobyong RT 5 RW 1, Kecamatan Mlonggo. Diki adalah seorang pekerja swasta sedangkan Amroy merupakan pelajar.

Menurut Maryono, kedua korban saat itu berenang bersama dua orang lain, yakni Bima dan Rendi Rahul Julianto. Keduanya adalah warga desa Srobyong dan masih berstatus sebagai pelajar.

“Kronologi kejadian bermula ketika dua korban mandi di laut bersama dua orang saksi. Kemudian pada sekitar pukul 17.30 WIB, kedua korban terseret arus laut. Berusaha menolong, namun saksi tak dapat melakukannya karena arus yang terlalu kuat,” jelasnya.

Kedua saksi akhirnya meminta tolong kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Mlonggo. Nahas, keduanya ditemukan tewas.

“Keduanya ditemukan secara terpisah. Korban pertama atas nama Amroy ditemukan sekitar pukul 19.10 WIB dan korban kedua ditemukan sekitar pukul 19.13 WIB,” urainya.

Berdasarkan pemeriksaan visum yang dilakukan oleh dr. Itut Anggraini, penyebab kematian murni karena tenggelam. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

Editor: Supriyadi

Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kudus Tahun 2018 Capai Rp 5 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus mengalokasikan dana infrastruktur jalan mencapai Rp 5 miliar, di tahun 2018. Tidak hanya untuk jalan saja, dana itupun akan digunakan untuk pemeliharaan jembatan hingga pengairan.

Pada minggu ini, beberapa ruas jalan di Kota Kudus mendapatkan giliran diperbaiki. Di antaranya di Jl A.Yani, HM Basuno dan Jl dr Ramlan.

Adapun, panjang ruas jalan yang diperbaiki memiliki dimensi yang berbeda. Jl A. Yani memiliki panjang 778 meter dengan lebar 4,5 meter, Jl dr. Ramlan memiliki panjang 250 meter dengan lebar 8 meter. Sedangkan, Jl HM Basuno memiliki tiga ruas yang memiliki panjang masing-masing 50 meter, dengan lebar yang berbeda-beda, dua ruas selebar 6,25 meter dan satu ruas 6,40 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengatakan, tiga jalan tersebut merupakan area penting bagi lalu lintas warga. Jalan Ahmad Yani menurutnya, merupakan akses utama menuju pusat kota. Sedangkan di Jl dr. Ramlan dan HM Basuno terdapat banyak lubang.

“Perbaikan dilakukan dari akhir pekan lalu. Perbaikan tidak pernah tuntas, karena setiap ada kerusakan langsung kami coba perbaiki,” tuturnya.

Ia mengatakan, kebijakan untuk melakukan pemeliharaan jalan bukan saja di ruas jalan kabupaten. Bahkan untuk ruas jalan nasional pun turut disasar untuk diperbaiki.

“Pertimbangan ini (perbaikan jalan nasional) dilakukan karena kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait,” urainya.

Editor: Supriyadi

Hendak Berziarah ke Makam Sunan Muria, Warga Jombang Meninggal Usai Shalat Subuh

MuriaNewsCom, Kudus – Karni (63) meninggal saat hendak berziarah ke Makam Sunan Muria, Kudus. Warga Desa Bugasur Kedalaman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang-Jawa Timur,  itu meninggal sesaat setelah melakukan salat subuh, Jumat (30/3/2018).

Sutriani (40), pedagang di area terminal Colo, Kecamatan Dawe mengatakan, korban saat itu selesai melakukan salat subuh, di musala dekat terminal. Namun kemudian, tubuh korban mendadak lemas.

“Selesai salat subuh saya melihat dia yang terlihat lemas, kemudian 15 menit berselang, ia tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” kata dia.

Mengetahui hal itu, peziarah lain kemudian meminta pertolongan warga sekitar untuk melaporkannya kepada Polsek Dawe.

Aiptu Suratno KASPK Polsek Dawe mewakili Kapolsek Dawe AKP Suharyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban. Polisi yang datang bersama dokter dari Puskesmas Dawe. Dari pemeriksaan medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Respon Pertumbuhan Ekonomi , PLN Kudus Percepat Penyambungan Pelanggan Baru

MuriaNewsCom, Kudus – PT PLN (Persero) Area Kudus merespon perkembangan area industri baru di Eks Karisidenan Pati. Hal ini dibuktikan dengan percepatan penyambungan pelanggan tegangan menengah, di awal 2018 hingga kini yang telah mencapai 10.000 kilo Volt Ampere (kVA).

Manajer PT PLN (Persero) Area Kudus Darmadi mengatakan, area industri baru tersebar di beberapa titik. Satu di antaranya di daerah Mayong, Jepara dan menyebar dari Kudus hingga Cepu.

Sementara itu, hingga Februari 2018 sudah ada 8900 pelanggan baru, dengan pertumbuhan kwh jual, mencapai 12,24 persen. Adapun, rayon yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tertinggi adalah Rembang, Jepara dan Kudus Kota.

Disamping itu, untuk mempercepat pelayanan penyambungan, ada program penyambungan melalui Account Executive dan pemberian konseling bagi pelanggan baru.

“Saat ini PLN Area Kudus telah bertransformasi menjadi perusahaan listrik yang mengutamakan kualitas pelayanan. Melalui Account Executive yang ada, PLN mampu menjadi konsultan bagi pelanggan maupun calon pelanggan. Selain memberikan kemudahan dalam memperoleh pasokan energi listrik, PLN Area Kudus juga memberikan pelayanan yang transparan sehingga diharapkan calon pelanggan tidak ada keraguan lagi dalam mengeluarkan investasi”, ujar Darmadi, Kamis (29/3/2018), dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Selain itu, saat ini tim jaringan juga sedang gencar melakukan perbaikan dan pemeliharaan sebagai bentuk preventif menjaga kehandalan pasokan listrik. Diharapkan dengan pemeliharaan rutin, pelanggan semakin yakin untuk menggunakan listrik PLN, tidak ada lagi yang menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

PLN pun siap memberikan konseling bagi pelanggan yang hendak beralih dari genset ke listrik PLN untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Editor: Supriyadi

3 Hari Menghilang, Kardi Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Pandangan Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah tiga hari menghilang di lautan, Kardi (36) nelayan asal Desa Kragan RT 02 RW 03, Kecamatan Kragan, ditemukan tanpa nyawa. Jenazahnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan pada pukul 10.00 WIB, Kamis (29/3/2018).

“Korban ditemukan di perairan Pandangan Kabupaten Rembang dengan jarak dari bibir pantai lebih kurang empat nautical mile. Jenazahnya selanjutnya diserahkan kepada keluarga, untuk dimakamkan,” tutur Whisnu Yugo Utomo Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Menurutnya, upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan. Terdiri dari Polsek Kragan, koramil Krangan, BPBD, Pos AL, Tagana, PMI, Banser, Dishub, KRI PATREM Rembang dan nelayan setempat.

Kardi sendiri dlaporkan menghilang di perairan Kragan, Rembang pada Selasa (27/3/2018). Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga, korban pergi melaut pada Selasa dinihari pukul 04.00 WIB. Namun, perahu yang digunakan korban ditemukan dalam keadaan kosong oleh nelayan lain, di Pantai Pandangan.

“Menurut keterangan dari keluarga, korban memiliki  riwayat penyakit epilepsi. Dimungkinkan epilepsi korban kambuh lalu jatuh dan tenggelam diperairan kragan.”tutur Whisnu.

Editor: Supriyadi

Polres Kudus Sterilisasi Gereja Jelang Hari Raya Paskah

MuriaNewsCom, Kudus – Hadapi perayaan Paskah, Polres Kudus sterilisasi gereja. Hal itu guna meminimalisir gangguan pada saat umat melakukan ibadah misa Tri Hari Suci.

Kepala Bagian Operasional Polres Kudus AKBP Tugiyanto menjelaskan. Ada puluhan gereja yang mendapatkan penjagaan dari personel polri.

“Jumlah polisi yang disiagakan seluruhnya mencapai 200 personel,” katanya, disela-sela sterilisasi di Gereja Santo Yohanes Evangelista, Jl Sunan Muria, Kudus Kamis (29/3/2018).

Tugiyanto menyebut, sterilisasi gereja dilakukan utamanya yang memiliki jemaat yang banyak. Selain menggunakan anjing pelacak, polisi juga menyiapkan pendeteksi logam atau metal detector.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari altar, kursi umat hingga mimbar. “Kegiatan sterilisasi ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi jemaat yang melaksanakan ibadah. Kami berharap pada saatnya tidak ada ancaman.” urainya.

Ketua Wilayah Betlehem Gereja Santo Yohanes Evangelista Andreas Bambang Ruyanto mengatakan, jumlah jemaat di tempat tersebut mencapai 3500 orang. Ia mengatakan, kegiatan misa dimulai pada hari ini, hingga Minggu (1/4/2018).

Editor: Supriyadi

Edarkan Uang Palsu, Warga Welahan Jepara Ditangkap Polisi 

MuriaNewsCom, Jepara – Dhorikin (43) dicokok  polisi karena edarkan uang palsu (upal). Aksinya terpegok warga, saat ia mencoba membelanjakan uang palsu pecahan 50 ribu untuk membeli rokok, di Desa Mindahan Kidul RT 5 RW 6, Kecamatan Batealit, awal minggu ini.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta mengatakan, terakhir kali warga Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan itu mengedarkan upal untuk membeli satu slot rokok. Ia membeli rokok tersebut dengan pecahan dua lembar 50 ribu upal dan sisanya adalah uang asli.

“Kejadiannya Selasa (27/3/2018) saat itu tersangka membeli rokok merek Sukun Exucutive satu slot. Namun istri korban curiga dengan uang yang diserahkan. Tak terima, pemilik Toko Deni tersebut mengejar pelaku dan menghentikannya di Desa Raguklampitan. Saat itu pemilik toko memberitahukan bahwa uang yang dibelanjakan palsu. Pelaku sedianya akan menukarnya, namun karena korban takut diberi upal lagi, tersangka kemudian diserahkan kepada Polsek Batealit,” jelasnya, Kamis (29/3/2018).

Dari kantong tersangka, disita empat lembar upal dengan pecahan 50 ribu. Masing-masing memiliki nomor seri TKM868822 sebanyak dua buah, selembar berseri FMH437311 dan nomor seri FMH437315.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia membeli rokok tak hanya di Batealit. Ternyata ia juga membeli rokok di dua toko di Nalumsari, di Desa Pancur dan dua lainnya di Desa Raguklampitan. Menurutnya, modus yang digunakan adalah menyisipkan dua lembar upal pecahan 50 ribu di antara uang asli. Adapun satu slot rokok ia beli dengan harga Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu.

“Saya mendapatkan uang palsu ketika berbelanja di Pasar Tanah Abang. Kemudian saya ditawari upal. Mulanya saya tolak karena tak punya uang, tapi orang itu memberikan uang palsu senilai 700 ribu dan meminta saya membelanjakannya. Setelah berhasil, saya diminta menghubungi orang itu lagi untuk menebus uang palsu,” tutur tersangka Dhorikin.

Dirinya mengaku, menyasar toko-toko dikawasan perdesaan. Hal itu karena, pedagang toko di desa tidak begitu memerhatikan uang asli dan upal.

Editor: Supriyadi

Si Gebyok dan Badut KPU Kudus Blusukan ke Pasar Sosialisasikan Hari Coblosan

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melaksanakan sosialisasi hari pencoblosan Pilgub dan Pilbup 2018. Sasarannya adalah pedagang-pedagang Pasar Bitingan, Kamis (29/3/2018) pagi.

Meskipun gaung pilkada telah ramai sejak Februari 2018, melalui berbagai kampanye, namun nyatanya masih banyak warga yang belum tahu akan gelaran ini. Seperti Wahyuni (37) ia mengaku belum ngeh kapan hari coblosan akan berlangsung.

“Ini baru tahu setelah didatangi oleh petugas, kapan hari coblosannya dimulai. Tanggal 27 Juni. Kalau sebelumnya kan tidak tahu,” ujar pedagang Pasar Bitingan itu.

Arif Susanto anggota PPK Kecamatan Jati mengungkapkan sosialisasi tersebut merupakan upaya guna memberi edukasi pada calon pemilih. Selain itu, ia mengaku memang sebagian warga masih belum menaruh perhatian akan pilkada 2018.

“Kami memberitahu mereka yang belum tahu dan mengingatkan bahwa nanti pada tanggal 27 Juni 2018 akan diselenggarakan coblosan pilkada, baik pilbup Kudus dan Pilgub Jateng,” ujarnya.

Sebagai pengingat petugas KPU Kudus memberikan stiker bertuliskan hari dan tanggal coblosan. Disamping itu, turut ikut serta maskot Si Gebyok yang menjadi ikon pilkada Kudus.

Editor: Supriyadi

KPU Kudus Bagikan APK Pilbup kepada Timses 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai mendistribusikan Bahan Kampanye (BK), kepada lima tim sukses Pilbup Kudus 2018. Dari total 264 BK yang difasilitasi oleh KPU, Rabu (28/3/2018) sore baru diserahkan sebanyak 55 buah, kepada tim sukses. 

“Pertengahan bulan April, penyerahan seluruh BK diperkirakan selesai,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi, seusai menyerahkan alat peraga kampanye kepada masing-masing tim sukses calon. 

Ia menyebutkan, pemberian fasilitas BK bagi calon bupati sesuai dengan PKPU 4 tahun 2017. Pada peraturan tersebut, KPU di masing-masing daerah yang menyelenggarakan pemilukada difasilitasi BK, berupa Baliho, Spanduk dan umbul-umbul. 

Terkait ukuran, didalam peraturan KPU tersebut sudah dijelaskan. Ukuran baliho sebesar 4×7 meter, untuk umbul-umbul 5×1,15 meter dan spanduk ukuran 1,5×7 meter. 

Adapun alat peraga tersebut sudah ditentukan zonasi pemasangannya. “Untuk baliho paling banyak lima untuk setiap paslon di kabupaten atau kota. Umbul-umbul paling banyak 20 buah di kecamatan dan spanduk paling banyak dua buah untuk setiap paslon di tingkat desa,” jelasnya. 

Ia mengatakan, untuk desain dan ukuran BK sudah terstandardisasi sesuai dengan peraturan KPU. Meskipun demikian, para paslon boleh menggandakan maksimal tiga buah. 

Editor: Supriyadi

Persiku Kudus Gunduli Persipa Pati 7 Gol Tanpa Balas

MuriaNewsCom, Kudus – Macan Muria mengaum di Stadion Wergu Wetan. Meladeni tantangan Persipa Pati, pada laga lanjutan Liga 3 Jateng 2018, tim tuan rumah berpesta gol 7-0, Rabu (28/3/2018). 

Sejak awal pertandingan, permainan Persiku boleh dibilang cukup impresif. Setelah kick off babak pertama, tak butuh waktu lama bagi Sugeng Riyadi dan kawan-kawan, mendikte alur pertandingan. 

Mereka memaksa kapten Persipa Dwi Cahyono bekerja keras, menghentikan alur bola-bola atas, yang kerap disodorkan pemain Persiku. 

Babak pertama Macan Muria unggul 2-0 atas tim tamu. Dua gol yang bersarang di gawang yang dijaga oleh Risqita Rakaditya Jati, diborong oleh pemain Persiku bernomor punggung 14 Muhammad Afrizhan, melalui tandukan kepala. 

Gol tersebut tercipta pada menit ke 19 dan 35. Tim Persiku memanfaatkan serangan dari sisi sayap kiri, merangsek pertahanan Persipa, lalu dengan bebas melepaskan umpan ke jantung pertahanan Laskar Saridin. 

Di babak kedua, tim besutan Yayat R. Hidayat berpesta gol. Setelah kick off dimulai, hanya butuh sekitar tiga menit bagi persiku menambah keunggulan. Menit ke 47, gawang Persipa kembali jebol oleh tandukan Agus Wuryadi pemain bernomor punggung 19. 

Setelahnya pada menit ke 55, striker Persiku Ferdian Abi mencetak gol keempat. Gol tersebut sendiri lahir dari kemelut didepan gawang, bola mental langsung disambut oleh sepakan keras. 

Pesta gol Persiku berlanjut di menit 60 dan 69. Muhammad Irvan pemain bernomor punggung 23 menyumbang gol kelima dan keenam. Sontak, Stadion Wergu Wetan pun kian bergemuruh dengan sorak sorai pendukung yang memenuhi tribun timur. 

Gol pamungkas Persiku lahir dari tendangan bebas Tri Hartanto. Gol itu sendiri lahir di menit ke 80, ketika ada seorang pemain Persipa melanggar pemain Kudus. Wasit Masudin, asal Surakarta pun menghadiahkan sepakan bebas diluar kotak pinalti Pati. 

Sementara tim Persipa tak dapat memberikan perlawanan berarti. permainan anak-anak asuh Slamet Riyadi dikurung oleh tim tuan rumah. 

Bahkan karena tensi yang begitu tinggi, dua pemain Persipa Pati diganjar kartu kuning oleh wasit. Mereka adalah Muhammad Muzzaka pemain nomor punggung nomer 4 di menit ke 25. Semenit berselang giliran Musyafa’, pemain Persipa nomor punggung 7 yang disemprit wasit. 

Tak hanya itu, Persipa pun mengganti penjaga gawangnya Risqita dengan Dimas Fani, setelah kebobolan lima gol. 

Pelatih Persiku Yayat R. Hidayat bersyukur atas poin penuh yang direguk di kandang. Namun ia mewanti-wanti pemainnya agar tak cepat puas dengan hasil yang dicapai. Lantaran pada pertandingan perdana, Persiku ditekuk Persibara Banjarnegara 2-1. 

“Kali ini pemain cukup bagus, mereka mengikuti instruksi. Ini merupakan hasil dari latihan kami. Namun jangan cepat puas. Pertandingan masih panjang, siapa yang terbaik di latihan dan permainan itu yang terbaik,” ujarnya setelah pertandingan. 

Terpisah, Pelatih Persipa Pati Slamet Riyadi mengakui keunggulan tim tuan rumah. Menurutnya harus ada perbaikan di semua lini tim asuhannya. 

“Semua lini perlu diperbaiki, kita kalah jauh dengan sana (Persiku). Kalah penguasaan bola apalagi dengan gol. Mereka bermain bagus, memanfaatkan permainan sayap,” tuturnya.

Dirinya mengaku akan segera melupakan kekalahan di Kudus, untuk menatap laga tuan rumah melawan PSIK Klaten, Minggu (1/4/2018). Menurutnya Persipa Pati akan mempersiapkan laga tersebut dengan matang.

Editor: Supriyadi

Tergerus Air, Jalan Penghubung Dua Desa di Karimunjawa Jepara Ambrol

MuriaNewsCom, Jepara – Jalan penghubung Desa Karimunjawa dan Desa Kemojan putus. Hal itu karena, gorong-gorong yang ada di bawahnya tak kuat menahan gerusan air, sehingga ambrol dan menyisakan rekahan besar sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Desa Karimunjawa Arif Rahman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jalan yang putus melintang sepanjang lebih kurang 3 meter. Sementara kedalamannya mencapai 2,5 meter.

Praktis, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih. Namun untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, masih memungkinkan lewat.

“Ada jembatan darurat yang dibuat dari kayu untuk dilewati oleh motor dan pejalan kaki,” tuturnya.

Hanya saja, ia mengakui hal itu kurang efektif. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama, dari Desa Karimunjawa menuju Desa Kemojan.

Wisatawan terlihat menyebrang melalui jembatan darurat yang dipasang diatas rekahan jalan, yang tadi pagi sekitar pukul tujuh ambrol. Jalan tersebut merupakan akses utama dari Desa Karimunjawa ke Desa Kemojan, Rabu (28/3/2018). (ISTIMEWA)

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Camat Karimunjawa Noor Sholeh. Menurut dia, akses tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kemojan. Praktis, ambrolnya jalan mengganggu lalu lalang warga, termasuk para wisatawan.

“Untuk tur darat memang tidak memungkinkan. Tadi ada turis yang menyeberang melalui jembatan darurat. Namun Karimunjawa kan terkenal dengan tur laut,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihak Kecamatan Karimunjawa, hari ini akan membuat jalan alternatif. Hal itu dilakukan, agar aktifitas warga dan wisatawan tidak terganggu.

Menurut Sholeh, pembukaan jalan alternatif akan menggunakan alat berat. Selain itu, warga sekitar dan paguyuban pengemudi juga turut ambil bagian dalam swadaya tersebut.

“Lokasi jalan alternatif berada 25 meter dari jalan yang putus. Sebenarnya jalan (ambrol) itu sudah menjadi TO (Target Operasi) dari PUPR (untuk dibenahi). Tahun ini memang sudah dianggarkan, namun memang karena kondisi hujan dan keadaan jalan sudah parah, akhirnya ambrol,” urainya.

Sebelum ambrol, jalan tersebut sempat mengalami penurunan ketinggian. Hal itu kemudian telah dilaporkan kepada dinas terkait, untuk ditindaklanjuti.

Editor: Supriyadi

Aksi Maling Motor Embat CBR 250 di Kudus Terekam CCTV

MuriaNewsCom, Kudus – Maling motor beraksi di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Selasa (27/3/2018) malam. Pencuri membawa kabur sebuah motor Honda CBR 250, yang terparkir di halaman indekos.

Namun, aksinya ini terekam kamera pengindera jarak jauh (Closed Circuit Television-CCTV), yang terpasang di areal indekos. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengendap-endap di dekat Motorsport itu.

Celingukan, ia terlihat mengecek kondisi disekitar indekos. Sebelum menuntun mundur motor berwarna oranye itu, ia terlebih dulu membenahi sandaran (standard) motor, dengan tangannya. setelahnya, pelan-pelan ia meninggalkan halaman dengan terus mengawasi keadaan sekitar.

Farhan Nuris pemilik kendaraan tersebut mengatakan, raibnya motornya baru diketahui pada Rabu (28/3/2018) pagi. Setelahnya, ia kemudian mengecek pada CCTV yang terpasang di rumah indekosnya.

“Tadi malam itu saya keluar cari makan sekitar pukul 21.00 WIB, kembali lagi ke kos pukul 22.00 WIB. Saya baru tahu kalau motor saya hilang pada pagi hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, plat nomor kendaraannya adalah K 5989 QU. Tidak ada ciri khusus pada motor yang dibelinya setahun lalu. Namun pada bagian belakang, tak terpasang slebor dan lampu depan diberi scotlite berwarna biru.

Ia mengaku kerugian akibat pencurian tersebut bernilai puluhan juta rupiah. Lantaran pada saat pertama kali membeli motor tersebut Farhan menebusnya dengan harga Rp 35 juta.

“Pas setahun lalu saya beli. Ini baru saja motornya selesai dipajaki,” tambahnya.

Dirinya mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bae. Namun untuk melengkapi berkas, kini dirinya sedang mengambil BPKB motor ke kampung halamannya di Tambaksari, Kecamatan Pati Kota.

Editor: Supriyadi

Pimpin Musrenbang, Bupati Kudus Musthofa Pamitan

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berpamitan pada pejabat-pejabat yang ada di Kota Kretek, saat Rapat Musrenbangda, Rabu (28/3/2018). Ia mengatakan, capaian selama 10 tahun dirinya memimpin perlu dikawal agar lebih baik.

“Karena ini adalah Musrenbang terakhir bagi saya, saya pamit. Mudah-mudahan Kudus akan dipimpin oleh bupati yang lebih baik daripada saya. Maaf selama masa pimpinan saya kepada semua pihak, para Kades yang selama ini saya kencengi itu karena kasih sayang ,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, hadir Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Dandim 0722 Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo, Kajari Kudus Herlina Setyorini, kepala OPD dan para kepala desa serta akademisi.

Berbicara mengenai masa kepemimpinanya, ia berujar sebanyak 91 persen jalan di Kabupaten Kudus telah dibenahi. Sementara 9 persen diantaranya memang menjadi pekerjaan rumah, yang harus dituntaskan pada tahun anggaran kedepan.

Menurutnya, kesejahteraan suatu daerah salah satu indikasinya adalah pembangunan fisik. Seperti pembangunan jalan ataupun penerangan jalan.

Disamping itu, ia mengklaim angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai Rp 9 juta perbulan. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi di Kudus pun mencapai 5,76 persen.

“Tak hanya bicara tentang aspirasi, tapi membangun fisik dan kesejahteraan serta tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi kunci,” ungkap Musthofa.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pemimpin Kudus, setelah dirinya lengser. Di antaranya, laju inflasi yang mencapai 2,38 persen dan angka kemiskinan yang mencapai 7,65 persen.

“Laju inflasi Kudus dipengaruhi juga dari daerah lain. Seperti Semarang dan Demak yang kini tengah berbenah. Kudus adalah jantung bagi Pantura Timur. Namun tidak lantas kita bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kudus Sudjatmiko menyebut, Musrenbang tersebut akan menentukan arah pembangunan Kota Kretek. Menurutnya, acara tersebut juga digunakan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), lima tahun ke depan.

Editor: Supriyadi

FASBuK Bakal Hadirkan Rhy Husaini dan Ima Yaya

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali digelar. Pada edisi bulan Maret ajang itu akan menghadirkan pertunjukan musik, puisi, cerpen dan diskusi oleh dua sastrawan yakni Rhy Husaini dan Ima Yaya.

Pertunjukan sendiri akan mengambil tempat di Kampus UMK Gondangmanis, Kecamatan Bae, pada hari Jumat (30/3/2018) mulai pukul 19.30 WIB.

Pada kesempatan itu Rhy Husaini akan menampilkan sebuah karya bertajuk “ANAHOM”. Ia sendiri merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, berupa antologi puisi dan essai. Selain itu, sastrawan ini juga kerap menampilkan karya-karyanya di Kota Gudeg maupun Kota Kretek.

Sedangkan Ima Yaya merupakan seorang tenaga pendidik di salah satu lembaga pendidikan kota Kudus yang sejak kecil mencintai puisi, terhitung sejak tahun 1998 aktif berteater di kota Solo, semarang dan menjadi pendiri Teater SAKA di Kudus.

Pada kesempatan tersebut, dirinya akan menampilkan sebuah karya yang bertajuk “Si Bola Mata”.

Acara ini sendiri, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Kajian Kreatifitas Seni Obeng Fakultas Tekhnik Universitas Muria Kudus.

FASBuK sendiri adalah, ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Harapannya, ruang seni ini mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran.

Editor: Supriyadi

Modin di Jepara Diajari Cara Memandikan Jenazah ODHA

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 50 orang Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) atau modin, mendapatkan pelatihan perawatan jenazah berpenyakit HIV-AIDS. Hal itu untuk meminimalisir penolakan jenazah, karena takut tertular.

Menurut data, korban meninggal akibat terinfeksi HIV-AIDS berjumlah 205 orang. Sedangkan dalam kurun 1997-2017 penderita penyakit tersebut mencapai 890 orang. Di tahun 2017 sendiri, ada 149 orang terinfeksi dengan 8 orang meninggal dunia.

“Seringkali kita masih mendengar bahwa terdapat kelompok masyarakat yang enggan, tidak berani, bahkan menolak melakukan pemulasaran jenazah ODHA karena takut tertular virus HIV.” ujar Setyadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Jepara, Selasa (27/3/2018).

Ia menyebutkan, pengetahuan akan pemulasaraan jenazah orang dengan HIV AIDS (ODHA) perlu dikuasai oleh modin. Jika tidak, maka akan timbul permasalahan seperti penolakan jenazah.

Para modin diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS dan cara penanganan jenazah ODHA yang tepat, oleh para narasumber dari Kantor Kemenag dan Dinkes.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lukito Sudi Asmara mengharapkan, dengan adanya pelatihan tak ada lagi diskriminasi terhadap jenazah ODHA. Selain itu, ia mengimbau agar ilmu yang diberikan dapat ditularkan.

“Syukur-syukur kelompok yang ada dari para peserta bisa menularkan kepada yang lain. Harapan kami juga bisa dikembangkan kepada yang lain yang memang minat dan serius,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Hari Ini KPU Kudus Lakukan Uji Publik DPS

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus melakukan uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) 2018. Hal itu guna memeroleh tanggapan masyarakat, untuk menjaring pemilih yang dimungkinkan masih tercecer. ‎

Syafiq Ainurridho Komisioner KPU Kudus Divisi Data dan Perencanaan mengatakan, uji publik merupakan inovasi KPU RI untuk memancing respon dari warga. Dirinya menyebut, tahapan tersebut akan dilaksanakan dalam satu hari.

“Pelaksanaannya hari ini pada tanggal 27 Maret. Uji Publik ini merupakan bagian dari rangkaian pengumuman dan tangapan masyarakat terhadap DPS. Nantinya masyarakat yang belum terdaftar atau mereka yang meninggal tapi masih terdaftar bisa melaporkan hal tersebut,” ujarnya, dihubungi MuriaNewsCom.

Ia mencontohkan, uji publik di salah satu TPS yang ada di Desa Menawan ada warga yang melaporkan bahwa salah satu anggota keluarganya tak terdaftar. Kemudian, petugas pemungutan suara langsung mendaftarkannya dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS-HP).

“Tentu saja, hal itu bisa memengaruhi DPS yang sebelumnya sudah ditetapkan,” urainya.

Adapun, DPS pilkada 2018 di Kudus sebesar 618.009 orang. Sedangkan, pemilih potensial non elektronik jumlahnya ada 8.998 orang.

Selain uji publik manual Syafiq mengatakan, KPU RI sudah menyediakan laman khusus bagi warga yang hendak mengecek partisipasinya. Masyarakat bisa mengakses laman infopemilu.kpu.go.id, calon pemilih dapat memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Jika sudah terdaftar maka datanya ada dalam laman tersebut. Jika belum bisa menghubungi PPS terdekat, untuk dimasukan datanya,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Buka Akses Ekonomi, Pemkab Kudus Akan Buat Jalan Tembus Rahtawu-Soco

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan segera membangun akses jalan dari Desa Rahtawu ke Desa Soco, Kecamatan Dawe. Hal itu untuk membuka akses ekonomi dan mengembangkan pariwisata, dua desa yang ada di pegunungan Muria tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Samani Intakoris, Senin (27/3/2018). Menurutnya, saat ini jalan penghubung antar keduanya sebenarnya telah tersedia.

“Namun baru jalan kampung. Lebarnya pun hanya tiga meter, masih kecil,” ujarnya, disela kegiatan gotong royong pembersihan akses jalan ke Desa Rahtawu.

Menurutnya, total jalan yang akan dibuka sepanjang 9 kilometer. Saat ini, sudah ada 3 kilometer jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, namun masih berupa jalan kecil. Masih berupa jalan setapak dan baru bisa dilewati oleh motor.

DPUPR Kudus berencana melakukan pembukaan jalan pada tahun ini. “Untuk anggarannya kita pakai anggaran perawatan rutin (milik PUPR) Tahun depan akan kita mintakan izin pada bupati, untuk menjadi jalan,” urainya.

Samani mengatakan, kontur tanah yang akan dibuka menjadi jalan terdiri dari tegalan dan tebing-tebing dengan tinggi bervariasi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Rahtawu Sugiyono. Menurutnya, wilayah tersebut terdiri dari banyak tegalan milik warga.

“Itu kebanyakan lahan milik warga, milik pribadi. Nanti akan kami sosialisasikan dengan masyarakat terkait hal ini. Kami kira warga akan setuju bila dijadikan jalan,” tuturnya.

Disinggung mengenai ganti rugi, ia mengaku tak mempersiapkan hal itu. Sebab, menurutnya warganya akan sukarela untuk merelakan tanahnya ketika diminta untuk kemaslahatan negara.

Editor: Supriyadi

Kisah Habib Helmy dari Dolan ke Dandangan Hingga Menimba Ilmu ke Yaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mangkatnya Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34), menyisakan duka mendalam. Tak hanya keluarga besar dan jamaah pengajian Mahabbaturrosul, namun juga bagi teman karib.

Seusai pemakaman tokoh ulama asal Kudus itu, MuriaNewsCom berkesempatan berbincang dengan dua orang dekat Habib Helmy. Mereka adalah kakak kandungnya yakni Habib Ali dan teman sepermainannya Ustaz Ahmadi.

Sang kakak Ali bercerita, sebelum meninggal pada Minggu (25/3/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB tidak ada wasiat yang disampaikan. Hanya saja, ia sempat meminta seluruh keluarga berkumpul.

“Selain itu, pada waktu sakit adik saya pernah mengatakan ada malaikat yang hadir sehabis maghrib,” ujarnya, Senin (26/3/2018).

Ia merasa, adiknya itu memiliki karomah yang besar. Satu lagi yang diingat dari adiknya, yakni murah senyum.

Hal itu pun diamini oleh Ustaz Ahmadi. Menurutnya, semenjak kecil ia dan Habib Helmy sering menghabiskan waktu bersama.

Kebersamaan itulah yang menyebabkannya tak hanya akrab dengan Helmy, pun juga keluarga besarnya. Tak hanya saling sapa, kedekatan Ahmadi dengan keluarga besar Alaydrus pun sangat cair bahkan menyisakan cerita lucu.

“Dulu saya ingat waktu lebaran, saya disuruh oleh mamahnya (ibu dari Habib Helmy) ke toko pakaian yang dikelola oleh keluarganya. Di situ saya dipersilakan memilih baju. Nah setelah memilih baju, habib (Helmy) mengubungi saya, disuruh ke rumahnya. Begitu sampai di rumahnya, saya dicegah oleh asistennya, karena menurutnya habib pergi. Lalu saya tunjukan pesannya, akhirnya saya masuk ke kamarnya (Helmy) dan melempar baju-baju yang telah saya pilih. Ketika itu ada sosok mirip Habib Helmy, tapi kok kumisan ya. Ternyata sosok itu abahnya yang sedang tidur. Wah ternyata Habib memang tak ada di rumah. Itu sampai sekarang jadi bahan lucu-lucuan,” kenangnya.

Tidak hanya kisah itu. Sewaktu Habib Helmy dan Ustaz Ahmadi masih muda, keduanya pun kerap mendatangi dandangan bersama. “Pasti dia keluar menuju acara itu (dandangan),” tambahnya.

Lalu kemudian, Habib Helmy mulai tekun belajar agama ketika berkesempatan menimba ilmu di Yaman, dengan bimbingan guru Habib Salim Assatiri. Sejak itulah, anak ketiga dari Hasan bin Sholeh Alaydrus lebih gandrung dengan keilmuan Islam.

“Perjuangannya dulu membuat acara (pengajian) selapanan di tempat saya. Kemudian mulai ada Habib Syech yang lantas menggandeng Habib Helmy. Kini dari selapanan itu, ia kerap mendapatkan undangan kemana-mana. Mulai dari Rembang, Pati, Jepara, Blora hingga Yogyakarta,” pungkas Ahmadi yang kerap dipanggil Ahmadun oleh Habib Helmy.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pelayat Antar Jenazah Habib Helmy ke Pemakaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mendung menggelayut di atas Pemakaman Muslim Ploso Kudus, Senin (26/3/2018). Awan seolah menaungi ratusan pelayat, yang mengantarkan Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34) ke peristirahatan terakhir.

Sebelum jenazah Habib Helmi dibawa dari rumah duka di Kramat, Kecamatan Kota Kudus, pada sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca di Kota Kretek, panas menyengat. Namun setengah jam sebelumnya, hujan seolah mendinginkan pengabnya udara.

Sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah Habib Helmi tiba di pesareyan. Hujan telah usai dan ratusan pelayat kemudian memadati areal makam. Tua, muda, pria dan wanita. Mereka tampak hikmat sambil terus mengumandangkan kalimat tauhid Laaillahailallah Muhammadurrosullullah. 

Kakak Habib Helmy, Habib Ali mengatakan tak ada pesan khusus yang disampaikan sebelum meninggal dunia pada Minggu (25/3/2018) malam. Namun demikian, sehari sebelum mengembuskan nafas terakhir ia mengumpulkan seluruh keluarga.

“Tidak ada pesan khusus, namun sehari sebelumnya, ia mengumpulkan seluruh keluarga. Pada saat meninggal pun ia masih sadar, sempat mengeluh sulit bernapas, lalu kemudian tiada, saya kira tidur,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, adiknya itu masuk ke rumah sakit pada Minggu dinihari. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSUP dr. Kariyadi Semarang. Diagnosisnya, Habib Helmy terserang virus SGB atau Syndrome Guillain Barre.

Sempat membaik, dan dibawa pulang namun kondisi Habib Helmy kemudian memburuk, dan harus kembali di rawat di RS Mardirahayu Kudus.

“Ia semasa hidup tak pernah menyimpan dendam. Ia selalu tersenyum. Karomahnya luar biasa, dari mulai pada waktu sebelum pemakaman tiba-tiba hujan turun sebentar lalu mendung. Kemudian pelayat sebanyak ini hadir tanpa diundang. Beliau pun tak merasakan kesakitan pada waktu meninggal,” tuturnya.

Disamping itu, ia mengungkapkan, pada saat hendak disucikan jenazah adiknya itu masih dalam kondisi lemas. “Ia meninggal jam 20.00 WIB. Pada waktu pukul 01.00 WIB (Senin dinihari) ketika hendak disucikan tangannya pun lemas. Tidak kaku,” tambahnya.

Disinggung mengenai jamaah pengajian Mahabbaturrosul pimpinan Habib Helmy, Habib Ali mengaku belum ada penerusnya.

Habib Helmy meninggalkan seorang istri bernama Fitriyah. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara yakni, Habib Fahmi, Habib Ali dan Habib Fuad. Sementara ayahnya bernama Hasan bin Sholeh Alaydrus dan ibu bernama Farida.

Editor: Supriyadi

Diancam Dibunuh, Amat Sholeh Akhirnya Lapor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Amat Sholeh resmi melaporkan kasus pengancaman yang menimpanya dan keluarganya, ke Mapolres Kudus Senin (26/3/2018) siang. Saat pelaporan ia didampingi oleh pengacaranya Abdul Wahit, dan beberapa pengurus partai pengusung cabup-Cawabup Masan-Noor Yasin.

Abdul Wahit, kuasa hukum Amat mengatakan, laporan ini merupakan pembelajaran bagi pelaku. Hanya, ia  tak ingin aksi ancam mengancam ini memengaruhi iklim politik di Kudus.

“Setiap masalah pasti ada solusinya tidak perlu melakukan pengancaman. Kalau ancaman ini juga ditanggapi oleh klien saya dengan ancaman, maka akan menciptakan suasana yang tidak kondusif. Penyelesaian model ini (ancaman) bukanlah solusi yang tepat,” ungkap Wahit.

Menurutnya, ancaman yang dilancarkan oleh pelaku sudah melukai psikis dari keluarga Amat Sholeh. Ancaman itu dilancarkan oleh pelaku dengan kata-kata yang menjurus pada melukai fisik.

Baca: Diancam Dibunuh, Timses Masan-Noor Yasin Bersiap Melapor ke Kapolres Kudus

Dirinya membenarkan bahwa ancaman tersebut berasal dari lawan politik, Amat Sholeh. Perlu diketahui, Amat merupakan timses dari pasangan Masan-Noor Yasin.

“Oleh kerena itu kami laporkan sebagai pengancaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar mengaku sudah menerima laporan tersebut.

“Laporan tentang pengancaman kita terima dan sedang dalam penyelidikan. Saat ini pelapor (Amat Sholeh) sedang kita periksa dan dalam taraf penyelidikan. Nanti kita analisis perkara tersebut,” jelasnya.

Ia menyebut, laporan yang masuk ke mejanya tergolong pidana umum. Meski begitu, dirinya masih belum bisa memaparkan detil terkait terlapor dan sanksi yang bisa menjerat pelaku.

“Nanti itu, masih dalam penyelidikan. Pelapornya juga masih dalam pemeriksaan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya,  ancaman tersebut diterima Amat, karena ia dituduh melakukan black campaign terhadap pasangan calon lain. Ancaman itu dilakukan oleh dua orang yang mendatangi rumahnya di Desa Hadipolo RT 9/RW 1, Kecamatan Jekulo, pada hari Selasa (20/3/2018). Saat itu karena sedang tak berada di rumah, ia tak menemui pengancamnya.

“Saat itu yang ada di rumah adalah istri saya dan anak saya yang nomor dua. Di situ istri saya dan seluruh keluarga diancam dibunuh karena dituduh menjelek-jelekan seorang pasangan calon. Perkataanya sih enak saja, mau dipecok-pecok? tak pateni apa tak tebas kabeh saomah (mau dicacah-cacah, dibunuh atau saya tebas seluruh anggota keluarga),” urainya.

Editor: Supriyadi

Tujuh Belas SMA di Kudus Siap Laksanakan UNBK 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Tujuh belas SMA di Kudus siap hadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang rencananya dimulai pada awal bulan April 2018.

Hal itu dikatakan, Sriyoko Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kudus, Senin (26/3/2018). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang fokus melaksanakan USBN atau Ujian Sekolah Berstandar Nasional, hingga hari Kamis (29/3/2018).

“Insyaallah siap semua. Sekarang sedang USBN. Berdasarkan simulasi awal bulan ini (Maret) tidak ada masalah,” tuturnya, Senin siang.

Menurutnya, tidak ada perubahan besar terkait sistem UNBK di tahun 2018. Hanya saja memang ada penambahan fitur pada sistem meskipun tidak banyak.

“Jumlah seluruh SMA di Kudus total ada 17, SMA Negeri ada tujuh, SMA swasta ada 10. Nanti sehabis USBN, di hari Jumat kami akan bertemu dengan MKKS di seluruh Kudus. Materi yang ada di  rakor,  yang sedang saya ikut di Semarang ini, akan menjadi pembahasan juga,” imbuhnya.

Ditanya masalah kebutuhan komputer, Sriyoko mengaku hal tersebut masih cukup. Ia mencontohkan SMA Negeri 2 Kudus yang menyelenggarakan UNBK dalam 2 sesi, meskipun pesertanya berjumlah 382 orang.

Terkait evaluasi UNBK 2017, ia mengatakan tidak ada masalah. Hal itu diindikasikan dengan dengan tidak adanya peserta yang mengulang hingga sesi ke empat.

Editor: Supriyadi

Perlu Bahasa Zaman Now Untuk Ajarkan Makna Macapat

MuriaNewsCom, Jepara – Tahu apa itu tembang Macapat (baca: mocopat)? Sebagian masyarakat memahaminya sebagai lagu tradisional berbahasa Jawa. Namun makna yang terkandung di dalamnya jauh lebih luas, ketimbang hanya diartikan sebagai sebuah lagu.

Nah, hal inilah yang coba dikupas dalam pelatihan Dasar dan Bedah Tembang Macapat. Dalono, seorang praktisi bahasa Jawa mengatakan, sebagai sebuah tembang atau lagu macapat memiliki cengkok. Dari sebelas jenis macapat, memiliki nada dan penekanan nada tersendiri.

“Tiap jenis tembang memiliki cengkok berbeda. Di samping itu syair tembang tersebut penuh dengan nasihat luhur,” ujarnya, dihadapan 60 orang peserta yang terdiri dari Guru Bahasa Jawa kegiatan yang diselenggarakan di Padepokan Cakra Latifah Banjaragung, Kecamatan Bangsri, kemarin sore.

Dalono menambahkan, sebelas jenis tembang macapat melambangkan siklus kehidupan manusia. Dimulai dari Maskumambang atau fase manusia dalam kandungan sang ibu, Mijil melambangkan lahirnya manusia ke dunia, Sinom yang berarti masa muda, Kinanthi yang berasal dari kata kanthi atau nuntun yang berarti menuntun manusia ke alam dunia.

Dilanjutkan dengan tembang Asmaradana yang berasal dari dua kata yakni asmara yang berarti cinta dan dahana yang berarti api. Pada fase ini manusia tengah mabuk asmara atau mencari belahan hidupnya. Kemudian Gambuh yang berarti dua insan manusia (laki-laki dan perempuan) bersepakat untuk membina rumah tangga.

Selanjutnya, ada Dhandhanggula yang bila diartikan periuk gula. Dalam fase hidup tersebut manusia tengah mengecap manisnya hidup. Durma yang berasal dari kata darma atau memberi, merupakan fase selanjutnya dalam hidup manusia.Pangkur merupakan tembang ke sembilan, yang melambangkan hidup manusia setelah berkeluarga dan memasuki usia tua harus mungkur atau menyingkir dari keramaian dunia dan beribadah.

Kemudian ada Megatruh yang berasal dari dua katamegat atau pegat yang berarti mengakhiri fase kehidupan dunia dan ruh atau roh. Tembang ini melambangkan roh manusia yang telah berpisah dengan raga. Sementara yang terakhir adalah Pocung yang melambangkan bila seseorang telah meninggal akan dibungukus dengan kain kafan.

Sementara itu, mantan bupati Jepara Hendro Martojo mengungkapkan mengajarkan macapat perlu daya kreatif dari para guru. Lantaran lambang-lambang yang terkandung memerlukan upaya komunikasi kekinian.

“Para guru harus mendapatkan bekal agar mampu mentransfer nilai-nilai luhur tersebut dalam bahasa kekinian yang mudah dipahami oleh para siswa,” tuturnya.

Selain tokoh-tokoh tersebut, hadir pula Romo Suyana Wignya Wibawa yang membedah arti tiga tembang, yakni Mijil, Dhandanggula dan Pocung. Pada akhir acara ditampilkan pula pertunjukan wayang singkat atau pakeliran padat, oleh ki Sholeh Ronggo Warsito, yang mengambil cerita Kresna Malangan Dewa.

Acara ini sendiri terselenggara atas kerjasama Padepokan Cakra Latifah, Yayasan Kartini Indonesia dan Yayasan Damai Bagi Negeri.

Editor: Supriyadi