Derita Bocah 5 Tahun di Batang yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

MuriaNewsCom, Batang – Bocah berumur 5 tahun bernama Huda Nur Arrosyid harus menderita penyakit yang cukup parah. Bocah yang tinggal di Desa Denasri Kulon RT 02 RW 04, Kabupaten Batang ini, setiap hari harus menahan sakit karena kanker kulit dan tumor yang menyerang wajah dan sebagian tubuhnya.

Wajah anak pasangan Ruslan Abdulgani dan Fatimah ini muncul luka bekas garukan karena gatal akibat kanker. Tak hanya itu saja, bocah malang ini juga harus menderita sakit karena matanya ditumbuhi tumor.

Kanker yang menyerang kulit wajah bocah ini muncul sejak Huda berumur 4 bulan. Sementara tumor baru terdeteksi pada 2016 silam.

Orang tuan Huda menyebut, penyakit yang menyerang anaknya bermula dari luka kecil di bagian pipi. Namun lama kelamaan luka tersebut terus menyebar di wajah hingga ke bagian leher.

“Lalu terus menjalar, hingga kini hampir semua wajah. Empat bulan terakhir ini semakin parah,” kata Ruslan.

Pengobatan, kata dia, terus dilakukan, mulai dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Batang. Hanya saja di RS daerah tidak sanggup, sehingga dirujuk di RS Kariadi, Semarang.

“Kita sudah ke RS Kariadi sebanyak 5 kali. Memang baru rawat jalan terus. Katanya akan dioperasi, tapi belum pasti,” ujarnya.

Saat ini berat badan Huda sendiri kurang dari 9 kg. Utuk membeli susu anaknya agar bisa menambah berat badan, dirasa berat oleh orangtuanya. Fatimah, ibu Huda tidak bisa bekerja. Selain harus menunggu Huda di rumah, ia juga tunawicara.

Kondisi Huda memang memprihatinkan. Dua penyakitnya membuat Huda tampak kesakitan dan kerap menangis. Tidak sedikit warga berkunjung ke keluarga ini untuk meberikan dukungan juga bantuan ala kadarnya. Orangtua Huda kini hanya bisa pasrah sembari menunggu dilakukan operasi pada anak semata wayangnya.

Derita yang menimpa Huda juga menarik perhatian Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah, yang hari Minggu (25/3/2018) kemarin menjenguk bocah ini di rumahnya. Ida menjanjikan akan membantu agar tindakan operasi dan penyembuhan Huda segera dilakukan.

“Nanti ada teman-teman dari Batang dan Semarang yang akan berkoordinasi membantu pengobatannya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemkot Semarang Siapkan Rusunawa Tambahan untuk Nelayan Tambaklorok

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah akan membangun Rusunawa di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Rusunawa akan diperuntukkan bagi warga sekitar terutama bagi nelayan.

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, pembangunan rusunawa di kawasan Tambaklorok ini diupayakan tahun ini. Pembangunan akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pembicaraan terakhir dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah bersedia paling lambat tahun ini aka nada penambahan satu blok tower di Rusunawa Kudu,” ujarnya.

Rencana kedua, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pembangunan rusunawa untuk menampung para nelayan di Tambaklorok yang terdampak proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang.

“Rencana berikutnya, menampung nelayan yang hari ini terpaksa harus minggir dulu. Nanti, setelah area disposalnya sudah diisi dengan urukan tanah dari normalisasi Sungai BKT, akan dibangun rusunawa,” katanya.

Diakuinya, beberapa nelayan di kawasan Tambaklorok sekarang ini harus menyingkir dulu sebagai imbas dari normalisasi Sungai BKT, tetapi nelayan-nelayan itu nantinya akan dibangunkan rusunawa oleh pemerintah.

Jadi, kata politikus PDI Perjuangan itu, rusunawa yang akan dibangun di Tambaklorok harus ditempati oleh orang-orang yang bekerjanya di sektor laut, yakni nelayan yang terdampak normalisasi Sungai BKT.

“Untuk tahun ini, satu blok tower Rusunawa Kudu. Kalau rusunawa di Tambaklorok untuk nelayan sudah dipastikan baru bisa dibangun dalam dua tahun ke depan. Ini sudah kami sosialisasikan dengan warga di Tambaklorok,” katanya.

Kalau untuk penambahan tower Rusunawa Kudu, kata dia, untuk masyarakat umum, tetapi untuk rusunawa di Tambaklorok nantinya dikhususkan bagi nelayan yang terdampak normalisasi Sungai BKT Semarang.

“Sekarang ini, disposal areanya kan masih berupa air, laut. Nanti, setelah diuruk tanah endapan dari proyek normalisasi Sungai BKT baru bisa dibangun. Nanti, sudah dipastikan dua tahun ke depan,” katanya.

Yang jelas, kata Hendi, Pemerintah Kota Semarang tetap akan memperhatikan para nelayan yang terdampak proyek normalisasi Sungai BKT Semarang agar tetap bisa mendapatkan hunian yang layak.

“Kapasitanya, kalau untuk Rusunawa Kudu yang tahun ini dikerjakan hanya satu blok tower, namun untuk rusunawa di Tambaklorok mestinya bisa lebih dari satu tower. Nanti, detail dan teknisnya sama dinas,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Tewas Ditusuk Saat Duel dengan Napi Lain di Lapas Brebes

MuriaNewsCom, Brebes – Dua orang narapidana di Lapas Kelas IIB Brebes duel hingga salah satunya tewas. Korban tewas diketahui bernama Ganjar Slamet yang merupakan napi kasus pembunuhan.

Sementara pelaku bernama Yandi, yang merupakan kasus narkoba. Kedua napi yang berduel ini merupakan napi pindahan dari LP Cipinang Jakarta. Di Lapas Brebes keduanya ditempatkan di sel yang sama yakni kamar nomor 16.

Aksi duel ini terjadi pada Jumat (23/3/2018) sore. Ganjar ditusuk di bagian dada menggunakan gunting. Ganjar sempat dilarikan ke RS Dedy Jaya Brebes, namun nyawanya tidak tertolong.

Motif duel itu diperkirakan karena kedua napi itu bercanda saling ejek yang terjadi pada Kamis (22/3/2018) malam. Ejekan itu berujung pada perkelahian yang terjadi pada Jumat sore.

Duel terjadi saat pintu kamar dibuka untuk istirahat. Keduanya langsung dueal, dan Yandi menusukkan gunting ke dada kiri korban, hingga korban tak berdaya.

”Setiap sore, kamar dibuka untuk memberi kesmepatan napi mandi. Rupanya kesempatan itu digunakan untuk balas dendam, setelah saling ejek pada malam sebelumnya,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Maliki kepada wartawan.

Ganjar sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawannya tak tertolong. Sementara pelaku langsung diamankan dan disderahkan ke Polres Brebes. Barang bukti gunting yang digunakan untuk menusuk korban juga diamankan.

Wakapolres Brebes Kompol Wahyudi saat dikonfirmasi membenarkan terhadap kejadian tersebut. Menurutnya, hingga kini anggotanya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Sedangkan pelaku sudah diamankan, termasuk juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Dikuti dari detik.com, Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Arwansa  menyebut jika hasil pemeriksaan sementara kejadian tersebut berawal ketika penghuni kamar saling bercanda. Entah sengaja atau tidak, saat Ganjar berbicara, air liurnya muncrat dan mengenai pelaku.

“Rupanya pelaku tersinggung karena saat bercanda air liur Ganjar muncrat dan mengenai Yandi. Sebenarnya sempat didamaikan saat itu juga oleh penghuni lainnya,” terang Kasat Reskrim.

Editor : Ali Muntoha

Warga Jateng Bisa Lapor Penyelewengan Dana Desa ke Polri Pakai Android

MuriaNewsCom, Semarang – Polri meluncurkan aplikasi khusus yang bisa dimanfaatkan untuk memantau dan mengawasi penggunaan dana desa. Aplikasi tersebut bernama Sipades (Sistem Pendampingan Dana Desa).

Peluncuran Dana Desa dilakukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dalam lawatanya di Kota Semarang, sejak Kamis (22/3/2018). Aplikasi ini diinisai oleh Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, dan sudah diujicoba Desa Brokoh dan Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang sejak 28 Desember 2017 lalu.

Aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa). Aplikasi ini dimanfaatkan sebagai media pelaporan dana desa bagi Bhabinkamtibmas dan memberikan informasi kepada masyarakat secara real time berbasis web dan mobile Android tentang penggunaan dana desa.

”Program Sipades ini sangat saya dukung. Karena ini program dari presiden dengan program padat karya sehingga menstimulasi, membangkitkan ekonomi masyarakat desa,” kata Tito.

SIPADES ini terdiri dari dua komponen utama. Yaitu web dashboard yang digunakan oleh eksekutif untuk melakukan monitoring serta memberikan referensi tentang embrio permasalahan penggunaan dana desa. Serta aplikasi mobile yang bisa digunakan oleh Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengawasan penggunaan dana desa secara aktual.

Aplikasi ini juga bisa digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh informasi penggunaan dana desa, serta melaporkan permasalahan seputar penggunaan dana desa. ”Nanti 3 atau 4 bulan rutin dievaluasi. Kalau di Jateng baik, bisa jadi model di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Usai di-launching, Sipades akan diterapkan di seluruh wilayah Polda Jateng. Yakni di 7.809 desa dalam wilayah 31 Polres pada 29 kabupaten.

Baca : Dengan Sipades, Polri Jamin Kades Tak Perlu Takut Kena OTT

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko menyambut baik Sipades yang diinisiasi oleh Polri. Menurutnya, pendampingan perlu dilakukan mengingat dana desa yang saat ini digelontorkan pemerintah pusat, sangat besar.

“Sehingga bisa dipastikan sema desa bisa memanfaatkan dana desa dengan baik. Apalagi, tidak mungkin hanya mengandalkan pendamping desa yang satu orang menangani dua sampai tiga desa. Camat juga tidak mudah melakukan pengawasan per desa. Tapi dengan aplikasi yang dikenalkan ini, saya sangat mengapresiasi,” bebernya.

Heru berharap, para camat pun dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mendampingi pelaksanaan dana desa. Sehingga, bisa memantau penyerapan, penggunaan, sampai sejauh mana pertanggungjawabannya dengan lebih mudah.

“Bukan untuk memantau terus kalau ada penyimpangan mengambil langkah represif, tapi mengantisipasi lebih awal dan mencegahnya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Aksi Blokir Akses Jalan Tol Pemalang-Batang Meluas

MuriaNewsCom, Batang – Aksi pemblokiran akses jalan menuju jalan Tol Pemalang-Batang di Desa Cepagan, Kabupaten Batang, yang dilakukan warga sejak kemarin, Jumat (23/2/2018) hari ini meluas hingga Desa Sidorejo.

Diulansir antarajateng.com, aksi pemblokiran akses jalan Tol Batang-Pemalang tersebut dipicu adanya kekecewaan warga terhadap PT Waskita. Kontraktor pengembang proyek jalan tol itu dinilai tidak merespons tuntutan warga terhadap perbaikan jalan yang rusak. yang diakibatkan oleh truk pengangkut material milik perusahaan itu.

Kemarahan warga desa makin bertambah, dengan adanya kasus kecelakaan yang menimpa seorang sepeda motor hingga meninggal dunia karena kondisi jalan yang rusak parah, beberapa waktu lalu.

Akibat pemblokiran akses jalur Tol Batang-Pemalang, truk pengangkut material untuk pengurukan proyek tol berhenti total. Pasalnya, jalan dipenuhi dengan bebatuan dan palangan yang terbuat dari kayu.

Warga Desa Sidorejo, Tasurun mengatakan, kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki oleh PT Waskita ini mengakibatkan warga merasa kesal, sehingga mereka melakukan aksi blokir.

“Kami sudah lama menahan kecewa dan kesal terhadap itikat PT Waskita untuk memperbaiki jalan yang rusak yang disebabkan oleh truk pengangkut material. Kondisi jalan yang tidak seimbang menahan beban berat truk pengangkut material mengakibatkan jalan rusak parah,” katanya.

Ia mengatakan, warga tidak mempermasalahkan adanya pembangunan tol Pemalang-Batang, karena proyek itu untuk kemanfaatan kepentingan umum. Kendati demikian, warga menginginkan adanya tanggung jawab PT Waskita selaku pengembang proyek jalan tol memperbaiki jalan yang kini sudah rusak parah.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, sesuai kesepakatan PT Waskita dengan Pemkab Batang, menyebutkan pengelola proyek Tol Pemalang-Batang harus sudah memulai pengecoran jalan itu pada 17 Februari 2018.

Akan tetapi, kata dia, hingga Maret 2018 perbaikan jalan yang rusak itu belum sepenuhnya dikerjakan bahkan cenderung terabaikan.

“Kami mendukung program pembangunan Tol Pemalang-Batang yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi PT Waskita juga harus bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan lintasan tol yang digunakan untuk sarana lalu lintas truk pengangkut material PT Waskita,” ujarnya.

Ia memperingatkan pada PT Waskita secepatnya memperbaiki jalan lintasan tol itu agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri.

“Tolong cepat diperbaiki jalan lintasan tol itu, agar masyarakat tidak menjadi korban kecelakaan akibat rusaknya jalan. Saya tidak ingin rakyat saya marah,” katanya.

Kepala Teknik PT. Waskita Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang Paket 4, Nasrullah, mengatakan bahwa PT Waskita sudah mematuhi apa yang menjadi kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Batang.

“Saat ini, kami konsentrasi melakukan perbaikan jalan Nganjir, Desa Kalibeluk, Warungasem hingga ruas jalan titik selatan Desa Cepagan hingga Pandansari,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gedung Baru Mapolda Jateng Diresmikan Kapolri: Ini Rumah Rakyat, Bukan Kandang Macan

MuriaNewsCom, Semarang – Usai terbakar pada 2015 lalu, gedung Markas Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, sudah selesai dibangun ulang. Jumat (23/3/2018) pagi tadi, gedung baru itu diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Gedung baru itu tampak lebih megah dibangun tujuh lantai dan dilangkapi dengan helipad (landasan helicopter) di atasnya. Pembangunan gedung baru ini menelan dana mencapai Rp 182,8 miliar. Dana tersebut juga berasal dari bantuan hibah Pemprov Jateng sebesar Rp 12 miliar, yang dikucurkan pada tahun 2017.

Selain helipad, lapangan parkir juga dibangun di basement, sementara bagian atas dibangun untuk lapangan upacara.

Lahan parkir gedung ini mampu menampung 162 kendaraan roda empat, dan 90 kendaraan roda dua. Lantai basement selain untuk tempat parkir, juga menjadi kantor SPKT Polda Jateng.

Ada empat lift di gedung baru tersebut. Dari empat lift tersebut, dua berada di tengah untuk kepentingan Polda, sementara dua di ujung kanan dan kiri untuk umum.

Dalam peresmian itu, Kapolda Jateng memberikan sambutan terlebih dahulu. Ia menyebut, jika gedung baru Mapolda Jateng itu kini menjadi lokasi jujugan untuk foto selfie.

“Ada ornamen salah satu tanda keajaiban dunia yakni Candi Borobudur di pagar depan Mapolda Jateng. Ornamen inilah yang diminati banyak warga,” ujarnya.

Meski demikian, kapolda tak mempermasalahkan hal itu. Ia bahkan menyambut dengan terbuka dan berharap halaman Mapolda Jateng menjadi salah satu spot terbaik untuk berfoto. ”Jadikan gedung baru ini seperti rumah rakyat yang indah dan megah,” katanya.

Kapolri Jendral Tito Karnavian juga mengamini hal itu. Ia berharap gedung baru ini benar-benar nyaman untuk nyaman untuk rakyat. Oleh karenanya, ia meminta jajaran Polda Jateng membuat suasana kantor yang ramat dengan masyarakat sipil.

“Kepolisian adalah institusi sipil, jadi jangan buat orang yang masuk polda ini serasa masuk ke kandang macan. Buat orang yang masuk polda itu serasa masuk perbankan, disambut dengan ramah, seperti orang mau masuk mall,” kata Tito.

Ia juga menceritakan tentang lobi-lobi yang harus ia lakukan untuk membangun gedung baru ini. Saat itu Tito menjabat sebagai Asisten Perencanaan Anggaran Kapolri.

Pada saat itu, gedung Mapolda Jateng belum menjadi prioritas. Yang diprioritaskan adalah Polda Sumbar karena kena gempa, dan Polda Papua Barat. Namun menjelang akhir tahun 2015, gedung Mapolda Jateng terbakar, sehingga ia pun melakukan lobi agar gedung ini bisa segera dibangun.

Gedung ini dibangun pakai uang negara karena itu harus dikembalikan dalam wujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui gedung baru tersebut sebelumnya merupakan gedung A dan B yang difungsikan untuk ruang beberapa kesatuan di Polda Jateng, termasuk ruang kantor Kapolda Jateng. Namun pada Rabu 30 September 2015, terjadi kebakaran besar yang melumat habis gedung tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa dan dokumen-dokumen penting bisa diselamatkan, namun kebakaran tersebut menyebabkan ratusan sepeda motor yang berada di tempat parkir, ludes dilalap api.

Editor : Ali Muntoha

Gendeng! Tak Mau Ditilang Pemuda Ini Serang dan Todong Polisi dengan Pisau

MuriaNewsCom, Kebumen – Aksi nekat dilakukan seorang pemuda bernama Bowo (22) asal Desa Ngemplak, Purworejo. Gara-gara takut ditilang saat ada razia di Jalan Raya Kutowinangun, Kebumen, pemuda ini justru nekat menyerang polisi yang menghentikannya menggunakan pisau.

Korbannya adalah Bripka Duwi Priyanto anggota Polres Kebumen yang bertugas di Unit Lalu Lintas Polsek Kutowaringin.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (22/3/2018) kemarin. Saatu personel Lalu Lintas Polsek Kutowaringin, menggelar razia di jalan yang masuk Desa Keceme itu, menghentikan pelaku yang tengah mengendarao sepeda motor matik.

Polisi kemudian meminta pelaku untuk menunjukkan dokumen kelengkapan seperti SIM dan STNK. Namun pelaku hanya bisa menunjukkan STNK dan tak punya SIM. Bripka Duwi pun langsung memberikan sanksi berupa tilang.

Dan sesuai prosedur, jika pengendara motor tidak bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan, maka polisi akan menyita surat-surat sebagai jaminan persidangan. Namun, saat polisi menyita STNK, pelaku justru menyerang petugas dengan pisau dapur.

Pelaku menodongkan pisau ke arah Bripka Duwi Priyanto, dengan mengancam akan melukainya, jika STNK speda motor yang dikendarainya tidak diserahkan.

Peristiwa penodongan itu sempat menarik perhatian pengguna jalan. Kebetulan saat kejadian, arus lalu lintas cukup ramai. Bahkan, warga yang menyaksikan sempat geram dan ingin menghakimi tersangka, namun berhasil dihalau petugas.

Polisi kemudian melakukan tindak pencegahan yakni dengan menyerahkan STNK tersebut kepada pelaku. Bripka Duwi meminta untuk membuang pisau dapur itu. Setelah pisau dibuang, tiba-tiba pelaku minta maaf kepada petugas sambil menangis.

Ia mengaku saat itu sedang kalut, karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Pengakuannya, ia berangkat dari Brebes (rumah saudaranya) selepas maghrib Rabu (21/3/2018) untuk mencari pekerjaan. Sebelumnya ia adalah sopir di Brebes, namun baru-baru ini menganggur.

Meski demikian, pelaku lantas diamankan dan dibawa ke Mapolres Kebumen untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Pisau itu dia pinjam di penjual Bengkoang. Kebetulan lokasi razia dekat dengan sentra penjualan bengkoang. Nah, pisau itu yang digunakan untuk menodong Bripka Duwi,” kata Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin.

Menurut dia, saat ini Polri memang tengah gencar melakukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas. “Operasi ini bukan hanya di Kebumen saja. Namun di seluruh daerah. Ini operasi terpusat dari Mabes Polri,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sekeluarga di Sragen Jadi Sindikat Pembuat Uang Palsu, Barang Bukti Dibuang di Pinggir Kali

MuriaNewsCom, Sragen – Seorang bapak bernama Sujintoro (51), anak dan menantunya di Sragen menjadi dalang pengedar dan pembuat uang palsu. Kelompok ini membuat dan mengedarkan uang palsu di pasar-pasar tradisional dengan modus membelanjakan uang palsu dan mendapat keuntungan dari uang kembalian.

Sindikat keluarga pengedar upal itu diketahui terdiri dari Sujintoro (51) warga Dukuh Jimbar Kulon, Guworejo, Karangmalang, Sragen, putrinya Hartatik (30), Yunarmi alias Yunna (20).

Yunna ditangkap bersama kakaknya,  Hartatik alias Tatik saat melakukan aksinya di di wilayah Sukodono, Rabu (21/3/2018) pagi. Keduanya beraksi dengan menyamar sebagai pembeli yang bergerilya membelanjakan upalnya ke sejumlah pedagang Pasar Jatitengah, Kecamatan Sukodono.

Dari pengembangan penangkapan itu diketahui peran keluarga ini sebagai sindikat pembuat dan pengedar uang palsu. Kamis (22/3/2018) kemarin, petugas gabungan dari Polres Sragen melakukan penggerebekan di rumah Sujiantoro.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka Tatik dan Yunna oleh Polsek Sukodono, kemudian diungkap jaringan peredaran uang palsu yang ternyata masih satu keluarga, anak dan bapak yakni tersangka Yunna dan Sujintoro,“ kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman.

Sujintoro dihadirkan dengan dikawal ketat petugas. Sontak kedatangannya dalam kondisi terborgol bersama puluhan polisi membuat keluarga di rumah kaget. Tak sedikit para tetanggapun juga ikut penasaran dengan datangnya puluhan polisi di rumah Sujintoro.

Penggerebegan dan penggeledahan berlangsung dramatis. Melihat suaminya dalam keadaan terborgol dengan pengawalan ketat polisi, ia langsung menangis histeris.

Temuan barang bukti pembuat uang palsu yang dibuang di pinggir sungai. (Polres Sragen)

Dari hasil pengembangan diketahui jika Sujiantoro merupakan aktor dari pembuatan dan peredaran uang palsu itu. “Sujintoro, diduga tak hanya sebagai dalang peredaran uang palsu di Sragen. Namun juga pembuat uang palsu yang telah diedarkan oleh anaknya Yunna bersama istri kakaknya yang bernama Hartatik alias Tatik,“ kata AKBP Arif Budiman.

Dari penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka Kamis (22/3/2018) pagi, awalnya polisi hanya menemukan master CD, printer, tas dan sejumlah kuitansi. Tidak ada brankas atau temuan upal dalam jumlah besar di rumah yang terletak di tepi sungai itu.

Namun, temuan menggemparkan datang petang hari ketika tim berhasil mengorek keterangan dari anak tersangka, Ahmad (32). Ahmad yang merupakan suami dari putri sulung Sujintoro, Hartatik alias Tatik, akhirnya buka suara bahwa sehari sebelumnya, dirinya sempat diminta ayahnya untuk membuang sekarung barang ke sungai di samping rumahnya. Karung itu berhasil ditemukan jarak 500 meter dari rumah tersangka.

“Dari pengembangan tersebut, kemudian terbongkar peralatan pembuatan uang palsu berupa printer dan alat sablon berikut pernak pernik peralatan lain, justru dari keterangan anak Sujintoro. Hal ini ia akui setelah dimintai keterangan oleh penyidik pascapenggeledahan di rumah orang tuanya, “ jelas AKBP Arif.

Kapolres menjelaskan, dengan temuan sekarung alat-alat printer dan sablon itu pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kemungkinan Sujiantoro memproduksi sendiri atau memiliki pabrik upal di rumahnya.

“Itu masih kita dalami dan terus kita kembangkan. Yang jelas, ada temuan signifikan yaitu alat-alat yang memang mengarah untuk mencetak uang palsu,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar-Yasin Bakal Bangun Sentra Kulakan di Seluruh Kabupaten/kota

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin kembali mengumumkan program andalan mereka untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Jurus andalan itu yakni program Ekotren. Program ini merupakan program pengurangan angka kemiskinan yang menyesuaikan tren ekonomi masa kini. Dalam program ini, pasangan tersebut salah satunya akan membangun pusat grosir di seluruh daerah.

“Kami akan membangun sentra kulakan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin di Studio RRI, Jalan Ahmad Yani, Kota Semarang, Kamis (22/3/2018).

Sentra kulakan tersebut, lanjutnya, akan dibangun di beberapa lokasi yang strategis. Seperti di seputaran masjid atau pondok pesantren. Satu sentra, setidaknya akan membawahi 100 warung kecil di sekitar lokasi inti.

Menurut Yasin, satu sentra kulakan paling tidak akan mempekerjakan lima orang. Sehingga ada 100 keluarga pemilik warung kecil yang terbantu dengan sentra kulakan tersebut.

“Paling tidak dari sisi perekonomian, satu sentra kulakan bisa membantu 105 orang. Itu baru satu, kami ingin bangun 100-500 sentra kulakan di seluruh wilayah di Jateng,” ujarnya.

Gus Yasin yakin program ekotren bisa jadi satu solusi pengentasan kemiskinan. Program itu sekaligus bisa mengembangkan cara pandang masyarakat tentang kewirausahaan.

Ia mencontohkan, dua modal sosial yaitu masjid dan pondok pesantren punya potensi yang besar. Ia mencontohkan, ketika Pondok Pesantren Sarang, Rembang memasuki masa libur, perekonomian turun 30 persen. “Artinya keduanya punya potensi ekonomi yang besar,” tuturnya.

Ketika ekotren berjalan, maka baik masjid maupun pondok pesantren atau sentra kulakan lain diharapkan bisa mandiri. Tidak hanya itu, tapi juga menghidupi lingkungan sekitarnya. ”Contohnya, saat para pengusaha UMKM bingung memasarkan produknya, bisa melalui ekotren,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Razia Kawasan Tanpa Rokok di Kota Semarang Pakai Dana Cukai Tembakau?

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang mnegatur tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Perda ini masih tahap sosialisasi dan akan mulai diterapkan efektif dengan tindakan tegas pada pelanggar mulai Juni 2018 mendatang.

Tindakan tegas bagi yang nekat merokok di KTR yakni jeratan tindak pidana ringan (tipiring) dengan ancman hukuman 3 bulan kurungan penjara atau denda Rp 50 juta.

Untuk menegakkan perda Nomor 3 Tahun 2013 tersebut, Satpol PP Kota Semarang akan dikerahkan untuk melakukan razia di tempat-tempat yang ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.

Satpol PP sendiri mendapat kucuran dana untuk melakukan tindakan penegakan perda. Mulai dari razia, penindakan hingga persidangan sudah disiapkan dana khusus. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) yang diterima Pemkot Semarang.

Hal ini yang menjadi salah satu alasan Lembaga Konsumen Rokok Indonesia (LKRI) untuk menggugat perda tersebut. Selain masalah penggunaasn DBHCT untuk penegakan perda KTR, gugatan juga dilakukan lantaran penherapan kawasan tanpa rokok tak diserai dengan penyediaan fasilitas ruang khusus merokok.

“Kami akan menggugat agar Perda KTR yang diberlakukan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kota Semarang ini. Kami gugat untuk direvisi atau dibatalkan karena sangat diskriminatif terhadap hak-hak perokok,’’ kata Sekretaris Jenderal LKRI dr Tony Priliono, Rabu (21/3/2018).

Ia menyatakan, gugatan akan dilayangkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut dia, perda tersebut dinilai tidak memenuhi prinsip keadilan dan diskriminatif terhadap hak-hak para perokok.

Perda KTR tersebut juga dinilai tidak selaras atau bertentangan dengan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Pasalnya dalam perda itu, sanksi denda dijatuhkan maksimal Rp 50 juta, padahal di dalam UU maksimal hanya Rp 7.500.

‘’Sebagian besar Perda KTR di Indonesia melampaui kewenangan aturan di atasnya. Itu yang mau kami kritisi, agar tercipta keseimbangan antara hak dan kewajiban,’’ tegas Tony.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudjo Martantono mengakui jika sumber pendanaan razia perokok dan penindakan tipiring hingga tahap persidangan, dibiayai menggunakan DBHCHT yang diterima Pemkot Kota Semarang.

Nilai DBHCHT yang diterima Kota Semarang dari tahun ke tahun juga selalu naik. Pada tahun 2014 DBHCHT Kota Semarang tercatat Rp 5.969.450.397, pada 2015 Rp 7.281.907.000, selanjutnya pada 2016 Rp 7.062.158.000 dan 2017 mencapai Rp 7.968.115.000.

”Saat ini masih sosialisasi razia belum dikenai sanksi berat, hanya teguran dan menulis surat pernyataan. “Ruang-ruang dinas di Balai Kota Semarang ada yang terlarang untuk merokok. Sudah ditempeli stiker,” ujar Endro.

Endro mengakui, saat ini, wilayah KTR kawasan Balai Kota Semarang belum memiliki ruang khusus merokok. Menurut dia, penyediaan fasilitas ruang merokok tersebut bukan prioritas.

“Para perokok bisa memanfaatkan ruang terbuka seperti taman, selasar atau teras kantor untuk merokok. Selama di lokasi tersebut tidak tertempel stiker yang menandakan sebagai kawasan tanpa merokok,” imbuhnya.

Sementara, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Semarang, Purwanti menyebut jika ruang khusus merokok sudah mulai dibicarakan. Meskipun ia mengakui, tahun ini tidak ada penganggaran untuk membuat ruang merokok.

”Program pembuatan ruangan merokok pada tahun ini tidak ada. Begitu juga pada tahun lalu. Tapi, nanti akan kami bicarakan kalau memang diperlukan ruangan khusus merokok,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ternyata Bangku Zaman Pak Harto SD Masih Ada Hingga Saat Ini, Begini Wujudnya

MuriaNewsCom, Wonogiri – Nama Presiden RI kedua, Soeharto akhir-akhir ini kembali dibincangkan, terkait kasus Yayasan Supersemar. Yayasan Supersemar di mana Soeharto sebagai ketua yayasan itu, baru mengembalikan Rp 241 miliar dari Rp 4,4 triliun ke negara.

Kasus ini disebut-sebut menutup pintu Soeharto untuk mendapat gelar sebagai pahlawan. Terlepas dari itu, kisah Soeharto selama menjabat dan masa kecilnya tetap menjadi cerita yang menarik di masyarakat.

Salah satunya kisah Soeharto saat menempuh pendidikan di sekolah rakyat (SR). Semasa kecil, Pak Harto menempuh pendidikan di SR Wuryantoro, yang sekarang berubah menjadi SD Wuryantoro 1, Wonogiri. Bekas peninggalan Soeharto di sekolah ini pun hingga saat ini masih ada.

Peningglan tersebut yakni kursi dan meja yang dulu menjadi bangku yang digunakan Pak Harto selama sekolah di SR. Bangku berbahan kayu dengan bobot yang cukup berat itu hingga kini masih tersimpan dan terawat dengan baik.

Bangku sekolah Pak Harto ini saat ini disimpan di Museum Wayang Pak Bei Tani, yang berada di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. Museum yang diresmikan pada 1 September 2004 oleh Presiden Indonesia Ke-5, Megawati Soekarnoputri, tersebut memiliki koleksi sekitar 400 wayang dari berbagai jenis.

Seluruh koleksi wayang tersebut terdiri atas Wayang Kulit Purwa, Wayang Beber, Wayang Golek, Wayang Bali, Wayang Klithik, Wayang Suket, Wayang Kumpeni, Wayang Topeng, dan Wayang Wahyu. Koleksi tertua milik Museum Wayang Indonesia adalah wayang Semar buatan 1716.

Bangku sekolah Pak Harto yang tersimpan di Museum Tani Pak Bei Wonogiri. (joglosemarnews.com)

Selain berbagai jenis wayang, museum ini memang menyimpan bangku yang pernah digunakan Pak Harto. Bangku tersebut terbuat dari kayu jati dengan goresan-goresan dari benda tajam di atasnya. Museum tersebut kental dengan nuansa masa kecil Soeharto.

Konstruksinya masih bergaya lawas. Antara meja dengan tempat duduknya menjadi satu dan bisa dipakai sekitar 2 sampai 3 orang anak. Bagian atas meja berbentuk miring sehingga memudahkan murid untuk menulis atau membaca di atasnya.

Sementara di sisi depan atas meja terdapat cekungan memanjang dan satu lubang tepat di tengah sebagai wadah tinta. Tempat duduk dilengkapi sandaran panjang.

Dilansir dari joglosemarnews.com, Kamis (22/3/2018), penjaga Museum Wayang Pak Bei Tani, Rakino mengatakan, museum ini dibangun di keduaman dari keluarga Ngabehi Prawirowihardjo. Ia adalah seorang mantri tani, oleh karenanya ia kerap disapa Pak Bei Tani. Istri Pak Bei Tani merupakan bibi Pak Harto.

Pak Harto ikut keluarga Prawirowihardjo sejak usia 6 atau 7 tahun. Masa kecil Pak Harto dihabiskan di Wuryantoro.

Setelah Pak Harto menjadi presiden, pada sekitar tahun 1969 beliau membeli kembali rumah ini berikut pekarangan di sekitarnya. Selanjutnya dirombak dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebagai bangunan cagar budaya.

Selang berjalannya waktu, Bupati Wonogiri kala itu, Begug Poernomosidi berinisiatif membangunnya menjadi museum wayang setelah mendapatkan izin dari keluarga Pak Harto.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan TKI Asal Jateng Kena Masalah Hukum di Luar Negeri

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri masih sangat banyak. Selama tahun 2017 saja, jumlah Tki dari Jawa Tengah yang bermasalah dengan hukum di luar negeri mencapai ratusan kasus.

Catatan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang mencatat, selama tahun 2017 setidaknya ada 297 kasus pelanggaran hukum yang menjerat TKI asal Jateng.

Kepala BP3TKI Semarang, Suparjo menyebut, banyaknya TKI yang terkena masalah hukum ini sebagian besar karena bekerja di luar negeri secara ilegal. Selain itu mereka rata-rata juga tak mempunyai bekal pengetahuan yang cukup untuk bekerja di luar negeri.

Bahkan menurut dia, mayoritas yang terjerat hukum adalah pekerja ilegal. ” Sekitar 80 persen PMI (pekerja migran Indonesia) di luar negeri yang bermasalah adalah mereka yang berangkat secara ilegal,” katanya.

Ia menyatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membendung TKI ilegal, namun pihaknya mengaku membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Meski demikian, pihaknya juga tetap memberi bantuan hukum terhadap TKI yang bermasalah di luar negeri.

”Pengawasan pemberangkatan TKI yang tidak melalui BP3TKI tidak bisa hanya dilakukan oleh BP3TKI saja,” imbuh Suparjo.

Ia memastikan, bila calon TKI berangkat dengan cara legal dan melalui BP3TKI sudah tentu mereka berangkat dengan mendapatkan pengetahuan dan bekal kemampuan berbahasa yang lebih baik. Selain itu kontrol dan pendataan akan lebih mudah, sehingga bila terjadi sesuatu pemerintah Indonesia akan lebih cepat memberikan bantuan kepada mereka.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Kudus: Desa Jati Kulon Layak Jadi Inspirasi Nasional

MuriaNewsCom, Kudus – Seribu satu inovasi. Itulah yang menjadi tagline Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Pasalnya desa ini kaya dengan berbagai inovasi untuk membangkitkan perekonomian warganya. Bersama Kepala Desa Sugeng Prasetyo, warga Jati Kulon tidak ada yang tidak berinovasi.

Tak heran ketika kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Hal ini terlihat dari grafik pertumbuhan ekonomi yang menanjak dengan angka kemiskinan yang terus menurun. Sedangkan tingkat pendidikan seluruh warga desa ini tidak ada yang tidak bersekolah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Jati Kulon, Sugeng, saat ditemui di Kantor Desa Jati Kulon, Jati, Rabu (21/3/2018). Siang itu Sugeng memaparkan seluruh keberhasilan pembangunan di desanya.

“Tahun 2017 lalu kami telah mencanangkan kampung tematik dengan tema 1001 inovasi,” kata Sugeng.

Di antaranya yakni adanya kampung padang bulan. Setiap Sabtu malam di desa ini digelar car free night (CFN) dengan berbagai hiasan lampu yang cocok untuk jagong bareng sambil menikmati kuliner setempat.

Selain itu, juga ada homestay yang tidak kalah dengan hotel berbintang. Sugeng menyebutnya ‘Bunga Citra Lestari’ (BCL) yang didukung kebersihan serta penataan lingkungan yang indah. Jati Kulon ingin terus mempertahankan Juara I kebersihan tingkat kabupaten.

“Bahkan kami punya kampung ASI. Yang mewajibkan anak/bayi usia 0-2 tahun wajib diberi ASI tanpa susu formula. Caranya kami minta pernyataan kesanggupan dari warga kami setiap mengurus pelayanan administrasi di desa,” terangnya yang ingin seluruh warganya sehat berkat ASI.

Dalam bidang kuliner juga ada inovasi. Yakni di kampung tempean yang mampu memproduksi tempe dengan berbagai rasa. Sedang di era digital ini, Jati Kulon punya perpustakaan digital agar anak-anak gemar membaca.

Sementara Bupati Kudus Musthofa menyebut Desa Jati Kulon ini layak menjadi inspirator desa lain di Indonesia. Karena desa ini sangat komplit dengan berbagai gagasan liarnya.

“Ini desa yang sangat berkualitas. Yang bisa memberi inspirasi desa lain di Indonesia,” kata Musthofa.

Ia pun mengapresiasi guyub-rukun yang selalu dijunjung warga Jati Kulon untuk membangun desanya. Terlebih adanya kampung ASI yang sangat inspiratif. Selain berbagai inovasi lain tentunya.

“Inilah contoh desa yang maju. Dengan tingkat kesejahteraan yang meningkat, kemiskinan dan pengangguran yang sangat rendah. Bahkan tidak ada anak yang putus sekolah,” tambah Musthofa.

Editor: Supriyadi

Gus Yasin Jamin Kartu Tani Tak Persulit Petani

MuriaNewsCom, Purbalingga – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah sering menyebut jika Kartu Tani yang jadi program unggulan Ganjar Pranowo menyusahkan petani. Tudingan ini dibantah Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, yang mejamin Kartu Tani justru akan memudahkan petani.

Ini dikatakan Gus Yasin ketika mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Purbalingga, Rabu (21/3/2018). Di tempat itu, Gus Yasin mendapat keluhan dari petani tentang kondisi yang mereka alami.

Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.  Anggota kelompok tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini.

“Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya di situ, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya.

Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit. “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya?,” tanya Samian.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari?. Nanti kita periksa akar masalahnya,” terangnya.

Ia mengatakan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani.

“Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” ujarnya.

Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian. “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.

Baca juga : 

Yasin menuturkan, pada 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani.

“Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Pilot di Demak Sulap Limbah Jadi Perhiasan yang Dilirik Miss Universe

MuriaNewsCom, Demak – Ershad, mantan pilot di salah satu maskapai penerbangan nasional membanting stir dari dunia pernerbangan ke dunia perhiasan logam. Di kampung halamannya di Mijen Barat, Demak, Ershad memanfaatkan limbah logam yang menumpuk dan disulapnya menjadi perhiasan cantik dengan harga mahal.

Mengumpulkan bahan baku logam dari limbah yang dikumpulkan pemulung, Ershad sukses menyulap limbah menjadi perhiasan dengan harga jual tinggi dan diminati pasar internasional.

Dari ketekunannya, dia berhasil mendirikan usaha logam Zem Silver sekaligus inisiator sentra kerajinan pembuatan souvenir dan perhiasan dari logam di Kabupaten Demak. Awal terjunnya Ershad ke bidang ini karena tertantang dan prihatin melihat warga kampungnya banyak yang menjadi pengangguran.

Usaha ini dimulai lima tahun lalu dengan modal Rp 1 miliar. Berbekal dengan uang modal tersebut, Ershad memulai usaha dengan memberdayakan tetangga kanan-kirinya.

Ia memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat sekitar untuk mengolah limbah logam menjadi perhiasan, wajan, canting, cap batik dan lainnya. Berawal dari usaha pemberdayaan itu, Zem Silver bisa meraup keuntungan sebesar Rp 300 juta perbulan dengan 50 orang pekerja.

Bukan hanya sukses secara usaha, Ershad juga sukses memberdayakan masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Tak kurang dari 46 KK di desa ini yang sekarang bisa mandiri dengan usaha kerajinan ini. Sehingga, secara tidak langsung meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja.

“Mereka dari yang tidak punya penghasilan bisa berpenghasilan Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari,” beber Ershad.

Kini, proses produksi tidak hanya terpusat di rumahnya yang merangkap sebagai galeri, tetapi juga di rumah warga sekitar. Bahkan dia berharap desanya bisa dikenal sebagai sentra kerajinan logam di Demak.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi  dan UKM Kabupaten Demak Siti Zuarin menyatakan, dua dinas dari Kabupaten Demak yang melakukan pembinaan terhadap usaha logam di Mijen Barat itu. Yakni dinas yang diampunya serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Berbagai pembinaan dilakukan, termasuk dalam membantu permodalan dari perbankan.

Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya mengikutkan produk UMKM tersebut dalam berbagai pameran UKM. Upaya membantu pemasaran pun dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM. Bahkan, produk Zem Silver hampir selalu ada dalam pameran UKM yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah di seluruh Indonesia.

Bahkan setelah dipamerkan pada ajang internasional di Jakarta beberapa waktu lalu, Zem Silver dilirik Galeri Nusantara Jakarta. Bahkan hasil kerajinan Zem Silver akan digunakan di ajang bergengsi Miss Universe.

Perwakilan Galeri Nusantara Jakarta, Adi Wijaya, tak menampik jika permintaan produk Zem Silver sangat tinggi, baik di pasar domestik maupun mancanegara, termasuk diminati untuk ajang Miss Universe.

Kendati begitu, pelaku usaha tersebut mesti lebih memperhatikan kemasannya, sehingga dapat lebih mendongkrak nilai jual produk tersebut.

“Kerajinan ini punya masa depan yang cerah dengan pasar yang terbuka lebar. Rencananya pada Mei dan Juni nanti kami akan ekspansi produk ke Suriname,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dengan Sipades, Polri Jamin Kades Tak Perlu Takut Kena OTT

MuriaNewsCom, Semarang – Masih was-was dengan penggunaan dana desa yang jumlahnya sangat banyak? Atau takut jika bakal terkena operasi tangkap tangan (OTT) karena kesalahan penggunaan dana desa? Kekhawatiran itu diharapkan tak lagi terjadi setelah Sistem Informasi Pendampingan Dana Desa (Sipades) diluncurkan Kamis (22/3/2018) besok.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga SIK yang juga menginisiasi sistem tersebut menyampaikan Sipades diluncurkan setelah ada MoU antara Kapolri, Kemendagri, serta Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Pencegahan dan Penanganan Permasalahan Dana Desa.

Melalui nota kesepahaman tersebut, diharapkan anggaran desa yang jumlahnya sangat besar, dapat dimanfaatkan dengan baik, tanpa penyimpangan, demi kemakmuran masyarakat desa.

Diterangkan, Sipades terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskudes), yakni program yang telah dikembangkan Deputi Kepala BPKP bidang pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah.

Dengan integrasi tersebut, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), atau petugas Polri yang bertugas di tingkat desa/kelurahan dapat mengakses data penggunaan dana desa, dan melakukan pembinaan.

“Bhabinkamtibmas kami akan melakukan pengawasan data dana desa. Sehingga penggunaannya tepat sasaran,” bebernya, saat berada di Rumah Dinas Plt Gubernur Jawa Tengah (Jalan Rinjani), baru-baru ini.

Meski demikian, ia meminta Sipades jangan dianggap sebagai upaya mencampuri pengganggaran dana desa. ”Jangan dianggap pula sebagai sarana untuk bisa menangkap para perangkat daerah,” ujarnya.

Menurutnya, Sipades justru dapat mencegah kemungkinan penyimpangan penggunaan dana desa, dengan pendampingan.

Dia membeberkan, jika ditemukan dugaan penyimpangan, Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan tim terpadu, yang terdiri dari pihak Polres, Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (Dispermasdes) kabupaten. Selanjutnya, mereka akan turun ke desa dan meminta kepala desa atau perangkatnya untuk memperbaikinya.

“Kalau dua kali, tiga kali diingatkan tapi tidak juga diintahkan, baru akan kami lakukan upaya penindakan hukum,” tegas Sinulingga.

Usai di-launching, Sipades akan diterapkan di seluruh wilayah Polda Jateng. Yakni di 7.809 desa dalam wilayah 31 Polres pada 29 kabupaten. Uji coba pelaksanaan sudah dilakukan di Desa Brokoh dan Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang sejak 28 Desember 2017 lalu.

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko menyambut baik Sipades yang diinisiasi oleh Polri. Menurutnya, pendampingan perlu dilakukan mengingat dana desa yang saat ini digelontorkan pemerintah pusat, sangat besar.

“Sehingga bisa dipastikan sema desa bisa memanfaatkan dana desa dengan baik. Apalagi, tidak mungkin hanya mengandalkan pendamping desa yang satu orang menangani dua sampai tiga desa. Camat juga tidak mudah melakukan pengawasan per desa. Tapi dengan aplikasi yang dikenalkan ini, saya sangat mengapresiasi,” bebernya.

Heru berharap, para camat pun dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mendampingi pelaksanaan dana desa. Sehingga, bisa memantau penyerapan, penggunaan, sampai sejauh mana pertanggungjawabannya dengan lebih mudah.

“Bukan untuk memantau terus kalau ada penyimpangan mengambil langkah represif, tapi mengantisipasi lebih awal dan mencegahnya. Ini keterbukaan yang sekaligus mempertebal pertanggungnjawaban dan pentingnya masyarakat. Tidak perlu takut, tapi perlu ada komunikasi. Jadi, kalau ada masalah, kades jangan segan-segan komunikasi dengan camat maupun kabupaten,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Superblock 80 Hektare Bakal Ubah Wajah Kabupaten Batang

MuriaNewsCom, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bakal membangun proyek besar untuk mengubah ‘wajah’ koota dan identitas Batang. Bakal dibangun superblock dengan luas mencapai 80 hektare.

Namun dana untuk pembangunan superblock ini mencapai ratusan miliar. Sementara untuk mengandalkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dinilai tidak memungkinkan. Sehingga pemkab mengundang investor untuk membangun superblock ini.

“Dana untuk membangun `Batang Superblock` ini bisa mencapai ratusan miliar. Oleh karena, kita perlu menggandeng investor untuk mewujudkan program tersebut,” kata Bupati Btang, Wihaji, Selasa (20/3/2018).

Meski demikian, menurut dia pemkab tetap menganggarkan dana di atas Rp 50 miliar untuk menopang pembangunan itu. Ia memastikan, rencana pembangunan Batang Superblock itu sudah masuk dalam RPPJMD dan ditarget tahun 2020 atau 2021 sudah mulai dibangun.

Rencananya Batang Superblock di dalamnya akan dibangun Sport Center, Mall, taman kota, dan pusat hiburan. Pembangunan tersebut akan berlokasi di eks pasar darurat yang berada di Jalan Dr Sutomo.

Lokasi itu merupakan aset pemkab dengan luas tanah 8 hektare, dari Hutan Kota Rajawali hingga persawahan. “Khusus untuk sport centernya GOR Indoor tahun ini Detail Engeneering Desainnya (DED) sudah jadi,” ujarnya.

Wihaji menyatakan, pemkab masih mencari sistem yang terbaik dan tidak melanggar peraturan dalam upaya menata wajah Kabupaten Batang. Pembangunan Batang Superblock, kata dia, memang masih dalam perencanaan dan butuh telaah serta kajian mendalam.

“Kita telah memiliki tanahnya yang siap untuk dibangun kawasan `Batang Superblock` itu dan tinggal mencari sistemnya agar tidak melanggar aturan. Kami memang harus hati-hati agar semua pihak tidak merasa ada yang dirugikan,” terangnya.

Saat ini menurut dia, sudah banyak investor yang mendaftarkan diri sebagai pelaksana proyek pembangunan itu. Namun pemkab masih melihat sistemnya apakah `build, operate, and transfer` yaitu membangun, mengelola, dan menyerahkan.

Sejauh ini menurutnya, pemkab masih mengaji secara detil sistem yang ditawarkan para investor tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Pemprov Cari Investor Rumah Sakit di Pelosok Jateng, Gedung Bakorwil Disiapkan

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencari investor yang mau menanamkan investasinya di bidang kesehatan di provinsi ini. Pemerintah menjanjikan kemudahan perizinan, bahkan menyiapkan gedung eks-bakorwil untuk diubah jadi rumah sakit.

Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono. Ia menyebut, Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Tengah mencapai 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2017.

Meski angka tersebut melampaui target SDG’s dengan target 90 per 100 ribu kelahiran hidup, namun jumlah tersebut masih terbilang tinggi. Di samping itu, penderita stunting (kekerdilan) juga masih sekitar 27 persen.

”Untuk mengatasi permasalahan kesehatan tersebut perlu banyak rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah pelosok,” katanya.

Ia menegaskan, Pemprov Jateng akan memberikan kemudahan-kemudahan terhadap pengurusan perizinan investasi yang ada di daerah-daerah. Terutama perizinan terkait pembangunan rumah sakit.

Bahkan pihaknya menyiapkan tanah dan gedung untuk rumah sakit. Yakni mengubah fungsi eks-bakorwil menjadi rumah sakit agar masyarakat bisa mudah mengakses dan mendapat manfaat dari layanan kesehatan.

“Kita tinggal mencarikan investor, gedungnya ada, tanahnya ada tinggal kita rehab saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Jateng melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah telah mempermudah layanan pengurusan perizinan secara online melalui Sistem Informasi Aplikasi Perizinan (SIAP) Jateng sebagai bentuk komitmen pelayanan yang mudah, murah, dan cepat.

Kepala DPMPTSP Jateng Prasetyo Aribowo mengungkapkan bahwa total realisasi investasi di berbagai bidang yang ditanamkan para investor ke provinsi setempat selama 2017, mencapai Rp 51,5 triliun atau melampaui target sebesar Rp 41,7 triliun.

Editor : Ali Muntoha

KNKT Selidiki Kecelakaan Pesawat Saat Manuver di Bandara Cilacap Hingga Pilot Tewas

MuriaNewsCom, Cilacap – Sebuah pesawat latih PK-RTZ milik Ganesha Flight Academy mengalami kecelakaan saat bermanuver dalam latihan aerobatic di Bandara Tunggulwulung, Cilacap, Selasa (20/3/2018) sore. Kecelakaan itu membuat sang pilot, Kolonel Penerbang M.J. Hanafie tewas.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Rabu (21/3/2018) hari ini melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan tersebut. Informasi yang beredar pesawat itu mengalami kecelakaan saat bermanuver terlalu rendah dan menabrak sejumlah pesawat yang tengah parkir.

”Besok (hari ini-red) kita masih bersama pihak bandara dan KNKT untuk melakukan investigasi. Polri dalam hal ini Polres Cilacap hanya memback up saja, karena penyelidikan ini akan dilakukan oleh KNKT,” kata Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, malam tadi.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu pesawat tengah berlatih aerobatik dalam rangka wisuda siswa Ganesha Flight Academy yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu (24/3/2018).

Pesawat PK-RTZ lepas landas dari Bandara Tunggul Wulung sekitar pukul 14.02 WIB, selanjutnya pada pukul 15.15 WIB melakukan aerobatik.

Polisi memeriksa dan mengamankan lokasi kecelakaand an puing-puing pesawat. (Polres Cilacap)

Karena terbang terlalu rendah, pesawat tersebut kehilangan daya angkat hingga akhirnya hilang kendadi dan menabrak enam pesawat yang sedang parkir di apron dan hanggar milik Perkasa Flight School di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap.

“Iya ada kecelakaan pesawat. Dia sedang terbang aerobatik, kemudian hilang kendali, dan menghantam ke hanggar,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto kepada wartawan.

Akibat kejadian tersebut, pilot Hanafie meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RSUD Cilacap Cilacap dan penyebab terjadinya kecelakaan masih diselidiki oleh KNKT.

Setelah dilakukan pemeriksan, sekitar pukul 22.07 WIB menuju Yogyakarta untuk diterbangkan ke rumah duka di Malang.

Sebelum diberangkatkan dari RSUD Cilacap ke rumah duka, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dalam upacara penghormatan terakhir itu juga didampingi Danlanud Jendral Soedirman Letkol Putu Sucahyadi, Dandim 0703/Cilacap Letkol Yudi Purwonto, Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Agus Prabowo.

Editor : Ali Muntoha

Truk Maut Tabrak Mobil dan Motor di Brebes, 5 Orang Tewas

MuriaNewsCom, Brebes – Kecelakaan maut terjadi di jalur selatan Brebes, tepatnya di di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (20/3/2018). Lima orang tewas dan enam lainnya luka-luka setelah menjadi korban tabrakan karambol akibat truk mengalami rem blong.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Truk pengangkut kedelai bernomor polisi R 1979 DB meluncur kencang dan menabrak pikap dan enam sepeda motor. Truk itu baru berhenti setelah menabrak rumah di sebelah barat jalan utama.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, truk ini mulai mengalami masalah setelah melintasi flyover Kretek. Truk terus melaju kencang dan menabrak kendaraan-kendaraan yang ada di depannya.

Brebes – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur selatan Brebes, Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 08.30 WIB. Sedikitnya 5 tewas dan 6 luka luka akibat truk bermuatan kedelai menabrak sejumlah sepeda motor dan mobil. Diduga akibat truk bermuatan mengalami rem blong.

Kesaksian sejumlah warga menuturkan, kecelakaan bermula dari truk bermuatan kedelai R 1979 DB dari arah selatan. Setelah melintasi flyover Kretek, truk ini mengalami rem blong. Dalam kondisi terus berjalan, truk menabrak 6 sepeda motor yang ada di depannya.

Akibat kejadian ini, 5 orang tewas dan 6 lainnya mengalami luka luka. Para korban adalah sopir truk dan para pengendara sepeda motor. “Sementara data kami ada 5 korban tewas dan 6 luka luka,” ujar Kanit Laka Polres Brebes, Iptu Budi, dikutip dari detik.com.

Dilansir dari NTMC Polri, kronologi terjadinya kecelakaan bermula saat truk merah itu melaju kencang dari arah Purwokerto menuju Bumiayu. Truk tersebut melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

Salah satu saksi, Sucipto mengaku melihat truk melaju tak terkontrol dari flayover Kretek. Saat itu, sopir truk sudah diteriaki warga untuk mengarahkan kemudi truk ke sisi barat. Tepatnya di area persawahan depan SMK Bhara Trikora.

”Sejak dari flyover supir disuruh banting kiri tapi justru tetap melaju kencang. Akibatnya, truk pun pertama kali menabrak mobil pikap di depannya. Disusul kemudian sejumlah motor di depan serta menyerempet rumah milik warga,” katanya.

Pikap yang ditabrak, kemudian menabrak satu pengendara motor yang akhirnya tewas seketika di TKP. Sedangkan, pengemudi pikap selamat.

Truk baru berhenti di Terminal Lama Bumiayu. Muatan truk yang berisi berton-ton kedelai tumpah di jalanan. Informasi yang dihimpun, korban tewas termasuk sopir truk.

Korban saat ini dibawa ke RSUD Bumiayu. Petugas kepolisian berusaha mengevakuasi bangkai truk dan mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Editor : Ali Muntoha

Jelang Pilkada 2018, 3 Kapolres dan 2 Pejabat Utama Polda Jateng Diganti

MuriaNewsCom, Semarang – Jelang Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota tahun 2018, terjadi perubahan pimpinan di jajaran Polda Jateng. Tiga kapolres dan 2 pejabat utama Polda Jateng, Selasa (20/3/2018) hari ini diganti.

Tiga kapolres yang diganti yakni, Kapolres Tegal, Kapolres Pati, dan Kapolres Grobogan. Penggantian Kapolres Tegal ini cukup mengejutkan, pasalnya Kabupaten Tegal sebentar lagi akan menyelenggarakan pilkada, dan saat ini sudah memasuki tahap kampanye pasangan calon.

Kapolres Tegal yang sebelumnya dijabat AKBP Heru Sutopo, kini dijabat AKBP Dwi Agus Prianto. Kapolres baru ini sebelumnya menjabat sebagai Pamen Baintelkam Polri.

Dalam Pilkada Tegal 2018 ada tiga pasang calon yang bertarung. Yakni Enthus Susmono (petahan)-Umi Azizah, Rusbandi- Fatkhudin, Haron Bagas Prakoso- Drajat Adi Prayitno.

Dua kapolres lain yang diganti yakni Kapolres Pati dari AKBP Maulana Hamdan, digantikan oleh AKBP Uri Nurtanti. Uri Nurtanti sebelumnya menjabat Kasubbag Bagrenmin SSDM Polri.

Sedangkan Kapolres Grobogan, AKBP Satrio Rizkiano digantikan oleh AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsional Ditlantas Polda Jateng.

Selain tiga kapolres, Polda Jateng juga melakukan penggantian dua pejabat utama. Yakni Irwasda Polda Jateng dari Kombes Pol Drs Budi Susanto digantikan Kombes Pol Drs Budi Yuwono. Budi Yuwono sebelum menjabat Irwasda di Polda Jateng, juga menjabat sebagai Irwasda di Polda DIY.

Sementara Karologistik Kombes Pol I Gede Sumatra Jaya digantikan oleh Kombes Pol Ir Mohammad Zan, yang sebelumnya menjabat Karosarpras Polda DIY.

Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Gedung Borobudur kompleks Mapolda Jateng. Condro Kirono menyebut, pergantian pejabat di lingkungan Polri merupakan hal wajar.

”Ini hal yang wajar supaya memberikan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan sebagai bekal dalam mengemban karier,” katanya.

Kapolda juga meminta kepada pejabat baru untuk cepat beradaptasi. Pasalnya tahun ini merupakan tahun politik, dan tahapan kampanye pilkda sudah dimulai, di mana tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Yang harus kita waspadai adalah penyebaran berita palsu/hoax dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut dianggap lebih mudah memengaruhi masyarakat untuk menjatuhkan elektabilitas lawan,” ujar Kapolda Jateng.

Ia juga memerintahkan pejabat baru untuk membawa jajarannya melakukan upaya-upaya preventif, preemtif dan represif untuk menjaga situasi kamtibmas di tahun politik ini aman dan terkendali.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pejabat utama baru dan kapolres, bahwa Jawa Tengah memiliki masyarakat yang kompleks. Dengan demikian tugas dan wewenang yang diberikan kepada kalian harus dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh- sungguh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Hacker Pembobol Sistem Taksi Online Dibekuk di Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Sindikat penipuan taksi online berhasil diungkap Polda Jateng. Polisi mengamankan sejumlah pelaku, termasuk satu orang hacker yang bertugas membobol dan memanipulasi sistem taksi online.

Selain itu, tujuh orang driver taksi online yang melakukan order fiktif untuk mendapat keuntungan juga diamankan. Tujuh driver taksi online ini diamankan di Pemalang, sementara satu hacker berinisial TN diamankan di Semarang.

“Sindikat tersebut menggunakan modus order fiktif. Yakni dengan memanipulasi aplikasi pemesanan untuk memperoleh keuntungan,” kata Kasubdit Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Teddy Fanani.

Menurut dia, hacker yang diamankan ini mempunyai kemampuan memanipulasi aplikasi pemesanan dan penerima pesan taksi online Grab.

Menurutnya, dalam beraksi modus yang digunakan pelaku yakni dengan menggunakan tiga aplikasi yang dimanipulasi. Aplikasi-aplikasi yang dimanipulasi itu di antaranya aplikasi pemesanan yang dimiliki konsumen, serta aplikasi penerima pesanan yang dimiliki oleh pengemudi.

“Para pengemudi ini membawa beberapa ponsel yang digunakan untuk memesan dan menerima pesanan,” ujarnya.

Dengan aplikasi yang dimanipulasi ini, para pelaku bisa melakukan pemesanan fiktif yang kemudian diterima sendiri. Order fiktif yang dilakukan biasanya mengambil jarak tempuh pendek.

Dari pesanan-pesanan itu, menurut dia, terdapat mekanisme perolehan poin yang harus dibayarkan oleh Grab kepada mitra kerjanya. “Setiap 14 poin yang diperoleh pengemudi, maka ada Rp 350 ribu yang harus dibayarkan oleh Grab,” ujarnya.

Bonus atas poin dari order fiktif inilah yang menyebabkan kerugian bagi Grab. Selain untuk taksi online, jaringan ini juga melakukan untuk ojek online.

Baca : Sindikat Penipu Taksi Online Dijebak Polisi, Ratusan HP Diamankan

Dia memperkirakan masih ada oknum pengendara taksi online yang menggunakan data fiktif. Dari tujuh driver, ternyata bukan warga Pemalang. Umumnya berasal dari Jakarta.

Sementara untuk tersangka TN sebagai teknisi sekaligus hacker yang menjual jasa memanipulasi aplikasi, kata dia, menjual Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per aplikasi.

Namun, menurut dia, tersangka biasa menjual satu paket telepon seluler sekaligus berisi aplikasi yang sudah dimanipulasi dengan harga bervariasi. Mulai harga Rp 2 juta, Rp 2,5 juta, hingga Rp 3 juta.

Hacker yang belum lama berdomisili di Semarang ini sebelumnya tinggal di Yogyakarta. Dia sempat mengiklankan diri melalui media sosial.

Atas perbuatannya, para tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Ulama Kendal yang Dibacok Hari Ini Dioperasi, Ganjar Telepon Dirut Rumah Sakit

MuriaNewsCom, Semarang – H Ahmad Zaenuri ulama asal Kendal dan menantunya Agus Nurus Saban yang dibacok pria bergolok, akhir pekan kemarin, Selasa (20/3/2018) hari ini akan menjalani operasi di RSUD Tugurejo, Kota Semarang.

Pengurus NU Ranting Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kendal itu, akan menjalani operasi penjahitan luka bacokan di bagian kepala. Sementara menantunya akan menjalani operasi yang cukup serius, karena luka bacokan di tangannya mengenai pembuluh nadi.

Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Senin (19/3/2018) petang kemarin, menjenguk dua korban pembacokan yang dilakukan pengamen depresi tersebut.

Kepada Zaenuri dan menantunya, Ganjar mendoakan agar operasi dan perawatannya berjalan lancar. “Mudah-mudahan lancar semua ya, lekas sehat, seger waras,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan sudah menelepon direktur utama RSUD Tugurejo, untuk memberi perhatian lebih kepada dua korban.

Politisi PDI Perjuangan itu juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ia mendapat informasi jika pelaku masih menjalani proses penyidikan, dan motifnya polisi menyimpulkan sebagai tindak kriminal murni.

Pelaku yakni Suyatno alias Bogel (35) diduga ingin merampas tas Agus. Peristiwa itu terjadi di rumah KH Zainuri, Dukuh Krajan, Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kendal, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diduga depresi karena dicerai isterinya itu dihajar massa usai membacok Zaenuri dan Agus.

“Kepolisian sudah memproses. Sudah ditangkap orangnya. Dan coba mau dikembangkan motif dari kejadian itu,” ungkap Ganjar.

Baca : Pengurus NU Kendal dan Menantunya Diserang Pria Bergolok, Motifnya Njambret?

Alumnus UGM itu berujar kondisi terbaru KH Zainuri masih butuh perawatan. Tangan kirinya dibalut perban. Begitu juga pada kepala bagian kanan dan kaki kiri pengurus NU Ranting Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kendal itu.  Sedangkan luka pada Agus yang tak lain menantu Zaenuri hanya di pelipis kanan.

“Dibanding menantunya, Pak Kiai lebih banyak lukanya. Tapi alhamdulillah tadi saya tanya semuanya lancar. Tidak ada pusing-pusing. Pak kiai masih bisa guyon (bercanda),” imbuhnya.

Sementara itu, adik Zaenuri, Solikhin, mengungkapkan kepada Ganjar bahwa pelaku terindikasi lebih dari satu. Ia mendapat informasi dari warga jika pelaku datang ke rumah korban bersama temannya. Ia pun sempat melihat pelaku menyambangi rumah korban beberapa hari sebelum kejadian.

“Infonya pelaku datang diboncengkan temannya naik motor, tapi belum ketemu siapa orangnya. Saya juga pernah melihat pelaku duduk di depan rumah kakak saya, melihat saya dia kabur ke timur,” kata Solikhin.

Editor : Ali Muntoha

Ini Barisan Ulama Kendal yang Deklasikan Kyai Gayeng Dukung Ganjar

MuriaNewsCom, Kendal – Setelah Santri Gayeng dideklarasi di 35 kabupaten/kota, kini muncul Kyai Gayeng. Wadah ini mengakomodasi para kiai yang mendukung pasangan calon Ganjar Pranowo dan Taj Yasin pada Pilgub Jateng 2018.

Kyai Gayeng dideklarasikan di Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Senin (19/3/2018). Sejumlah ulama dari Kendal menghadiri deklarasi tersebut.

Di antaranya KH Danial Royan, KH Masykur Amin, KH Hasan Hambali dari Limbangan, KH Misbakhun dari Ngampel Kendal, KH Mahrozi Cepiring, KH Ahmad Khadziq Cepiring, dan KH Jambari Brangsong.

Selain itu juga dihadiri KH Rojih Ubab Maemun, KH Mustamsikin (mantan wakil bupati Kendal), dan KH Mujib Rohmat (Anggota DPR Fraksi Golkar).

Menurut KH Danial, Kyai Gayeng tidak hanya wadah sesaat untuk Pilgub, tapi juga sudah berkomitmen untuk mengawal Pilpres 2019 dan Pilbup Kendal 2019.

Ganjar Pranowo yang hadir dalam deklarasi mengatakan, Kiai Gayeng adalah bukti NU bisa bersatu. Menurutnya persatuan umat di manapun adalah kunci kemajuan suatu daerah.

Dalam Pilgub, Ganjar yang merupakan cucu KH Hisyam Purbalingga ini sangat berharap NU tidak terpecah belah. “NU tidak boleh terpecah belah. Beda boleh tapi tetap bersatu,” katanya, dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Terkait kesejahteraan madrasah diniyah (madin) , Ganjar menyampaikan untuk Kabupaten Kendal sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) Madin. “Perda sudah dikonsultasikan dengan Pemprov dan sudah disetujui,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memasukkan urusan pondok pesntren dan madin ke dalam visi misi dan program Ganjar Yasin.

“Dari Presiden ada program Bank Wakaf, dari kita akan gerakkan ekotren, jadi unit-unit usaha pesantren akan mendapat pendampingan dan akses modal dari Pemprov Jateng,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ida Fauziyah Terus Disambati Minimnya Ketersediaan Pupuk

MuriaNewsCom, Sragen – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah terus mendapat keluhan dari petani terkait ketersediaan pupuk. Begitu juga ketika mengunjungi petani di Sragen, ia mendapat kelihan tentang sulitnya mendapat pupuk.

“Saya itu jadi petani sejak kecil, turun temurun. Tanpa adanya pupuk ya sulit untuk meningkatkan produksi. Saya paham akan hal ini,” ujar Sadimin, warga Masaran, Kabupaten Sragen saat bertemu Ida Fauziyah, Minggu (18/3/2018).

Mendapat keluhan itu, Ida menanyakan apakah melihat debat kandidat gubernur-wakil gubernur Jateng, Kamis (15/3/2018) malam lalu. Kata Ida, dalam debat itu, urusan pupuk saat ini tertata baik “Siapa bilang sae (baik)? Kalo debat, debat saya juga berani berdebat. Saya gak percaya pak gubernur,” kata Sadimin.

Sadimin pun menegaskan, saat ini semua petani kesulitan mendapatkan pupuk. “Kalau mau swasembada beras atau pangan, pupuk harus diperbanyak,” bebernya.

Baginya, kata Sadimin, harga pupuk cukup mahal tak masalah, asalkan ketersediaan terjaga. “Harga mahal pun kita beli, karena memang kita butuh agar tanaman kita produksi,” terangnya.

Dia mengakui, ada upaya baik dalam setiap peraturan yang ditetapkan pemerintah. Hanya saja soal pelaksanaan di bawah selalu nol. “Gak bener kalau di bawah itu pupuk aman. Semua petani nyatanya kesulitan,” tegasnya.

Baca juga : 

Sementara itu, Ida Fauziyah menyebut, program Kartu Tani kemungkinan niatnya baik. Namun seiring banyak keluhan soal sulitnya mendapat pupuk, dirinya bersama Sudirman Said bakal melakukan evaluasi. “Kita gagas adanya program petani mukti,” jelasnya.

Bagian dari petani mukti itu adalah bagaimana meyakinkan kepada masyarakat bahwa pupuk aman tersedia. “Mungkin soal subsidi terbatas. Tapi tentu bukan berarti dibiarkan saja, sehingga petani kesulitan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha