Gus Yasin Ditanya Soal Janda,  Ganjar Degdegan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mendapat pertanyaan yang cukup mengejutkan saat menghadiri Taaruf Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng yang digelar PW Muhammadiyah Jateng, Sabtu (31/3/2018).

Dalam kegiatan itu, putra KH Maimoen Zubair memaparkan sejumlah program yang akan diusung bersama Ganjar Pranowo. Termasuk janji menyiapkan dana APBD sebesar Rp 331 miliar untuk guru madin, TPQ dan pesantren.

Namun pertanyaan yang muncul dari peserta kegiatan itu tak bersangkutan dengan apa yang dipaparkannya. Melainkan soal janda.

Pertanyaan itu muncul dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng, AM Jumai. Menurutnya, dari data BPS jumlah janda di Jateng sebanyak 10 ribu. Artinya angka perceraian tinggi. “Bagaimana mengatasi ini karena dampak perceraian banyak sekali?,” tanyanya.

Ganjar nampak kaget mendengar pertanyaan tersebut. “Pertanyaan pertama langsung marai degdegan,” kata Ganjar.

Namun Gus Yasin terlihat tenang. Ia mengakui jika angka perceraian di Jateng memang tinggi. Bahkan di Wonogiri perceraian terjadi 18 kali perhari.

Saat ini menurut dia, Pemprov Jateng dan DPRD Jateng sudah menyusun Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga.

“Saya di DPRD, Komisi E kemarin mengusulkan dan menggodok perda tersebut, baru digedok, insyaallah 2019 sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Perda tersebut, kata suami Nawal Nur Arafah itu, memberi amanat pemerintah provinsi untuk memberi pendampingan pada keluarga rentan. Selain itu juga membuat program pendidikan pranikah dan konsultasi anak muda.

“Dampak perceraian itu besar. Dari anak, juga budaya, ekonomi keluarga. Maka pendidikan pra nikah ajarkan bagaimana suami isteri saling menghormati dan menghargai,” terangnya.

Ganjar menimpali jawaban Gus Yasin. Menurutnya, perceraian kadang terjadi karena pasangan sudah tidak bahagia lagi. “Jadi bapak ibu, jangan lupa bahagia ya,”  katanya setengah bercanda.

Editor : Ali Muntoha

Parmusi Perintahkan Anggotanya Menangkan Sudirman-Ida

MuriaNewsCom, Solo – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Sabtu (31/3/2018) mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Tak hanya mendukung, Parmusi juga siap menyosialisaiksn dan memenangkan pasangan nomor urut dua tersebut. Deklarasi dukungan dilakukan dalam Musyawarah Kerja dan Orientasi Dai Pengurus Wilayah Jawa Tengah Parmusi 2018.

“Dari kandidat yang ada, kami menilai Pak Dirman yang pantas didukung Parmusi untuk menjadi pimpinan di Jawa Tengah,” Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam.

Ia menyebut, Sudirman Said memiliki rekam jejak yang baik, jujur, bersih, dan kompeten. Sehingga Parmusi meyakini, Dirman akan bisa membangun Jateng menjadi provinsi yang maju.

Usamah berpesan agar kader Parmusi tidak setengah-setengah dalam mendukung paslon  “Jangan sekadar mendukung. Dukungan Parmusi harus dukungan total. Kalian harus menjadi agen untuk mensosialisasikan. Harus kerja untuk memenangkan Pak Dirman,” katanya lagi.

Hal senada disampaikan Ketua Wilayah Jateng Parmusi, Anding Kusmanto. Parmusi Jateng siap memenangkan pasangan Sudirman-Ida. “Pak Dirman adalah pemimpin yang lahir dari masjid. Jika menjadi pemimpin tentunya akan memperhatikan nasib umat.” Ujar dia.

Sementara Sudirman menyambut gembira dukungan Parmusi. Menurutnya, bergabungnya Parmusi akan menambah kuat barisan pendukung pasangan Dirman-Ida.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Parmusi. Hadirnya Parmusi menambah kekuatan untuk merebut hati masyarakat,” kata Pak Dirman.

Editor : Ali Muntoha

Menengok Istana Juragan Candu Terkaya di Asia Tenggara yang Kini Jadi Kandang Ayam

MuriaNewsCom, Semarang – Oei Tiong Ham dikenal sebagai peranakan Tionghoa yang pada abad 20 dikenal karena kekayaannya. Ia tercatat sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara berkat bisnis candu dan juragan gula.

Bisnis opiumnya menggurita dari Bangkok, Singapura, Hongkong sampai New York. Bahkan sebagian tanah yang ada di Kota Semarang yang dulu dikuasai para Yahudi pun berhasil diambil alih.

Salah satu peninggalan bisnisman yang sangat berpengaruh zaman dulu itu hingga kini masih bisa dijumpai. Rumah gedong milik keluarga Tiong Ham hingga saat ini masih ada. Rumah itu berada di Bukit Simongan, dan dikenal dengan nama Istana Bukit Simongan.

Sejarawan Kota Semarang, Yongkie Tio dilansir dari metrosemarang.com menyebut, kedigdayaan Tiong Ham dalam menguasai roda bisnis di Kota Lumpia tempo dulu tak lepas dari peran ayahandanya, Oei Tjie Sien. Keluarganya merupakan peranakan Tionghoa yang mengawali bisnis dari nol.

Di Istana Bukit Simongan itulah, Oei Tjie Sien ditempa menjadi seorang bisnisman. “Rumahnya di Bukit Simongan sangat luas. Itu rumahnya Oei Tjie Sien, di sanalah Tiong Ham kecil tumbuh hingga dewasa,” ujarnya.

Dari situlah, kata Yongkie, jejak kejayaan keluarga Tiong Ham dimulai. Mula-mula, ayah Tiong Ham resah melihat banyaknya orang Tionghoa terkena pungutan pajak cukup besar tiap kali bersembahyang di sebuah kelenteng depan Simongan (Kelenteng Sam Poo Kong).

Dia lalu punya ambisi untuk menguasai lahan-lahan milik warga Yahudi yang bertebaran di situ.

“Dulunya kawasan yang sekarang jadi Sam Poo Kong itu rumahnya orang-orang Yahudi. Orang China yang pergi ke sana mesti bayar pajak. Kan jadi males to. Untuk menghindari hal itu, maka dibuat patung Sam Poo Kong dan ditaruh di Tay Kak Sie Gang Lombok. Melihat hal tersebut, terus Tjie Sien terobsesi membeli semua tanah Yahudi. Impiannya jadi kenyataan tatkala bisnisnya sukses,” kata Yongkie.

Maraknya pembelian tanah Yahudi oleh Tjie Sien pun berdampak positif terhadap kelangsungan hidup orang Tionghoa pada waktu itu. “Mereka tidak perlu lagi bayar pajak kalau mau sembahyang di kelenteng,” terang Yongkie.

Seiring berjalannya waktu, Tiong Ham kemudian meneruskan bakat bisnis ayahnya. Namun, ia memilih berjualan opium, bisnis yang kini dikenal dengan perdagangan narkotika.

Tak cuma jualan narkoba. Tiong Ham juga punya bisnis properti dan pabrik gula, sampai bisnis kapal internasional. “Keberhasilan bisnisnya itu tidak lepas dari kemudahannya dapat izin-izin pabrik setelah dia berkawan baik dengan Gubernur Batavia di masa kolonial Belanda,” tuturnya.

Kondisi Istana Simongan yang kini terbengkalai bahkan digunakan untuk kandang ayam. (Foto: metrojateng.com)

Istana yang Kini Tak Terurus

Kemegahan nama Tiong Ham mungkin saat ini sudah mulai pudar, dan hanya tersisa di ingatan para orang-orang tua. Namun sisa-sisa kejayaanya masih terlihat hingga saat ini. Yongkie Tio menyebut, pohon-pohon trembesi yang dulu banyak ditanam di sepanjang Jalan Gajahmada hingga Jalan Pahlawan menjadi saksi sejarah perkembangan bisnis Tiong Ham.

Rumah masa kecil Tiong Ham hingga kini masih ada. Istana tersebut berada di Kampung Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat. Namun kini rumah tersebut seolah tak terurus, kemegahannya pun mulai pudar.

Rumah itu beberapa kali beralih fungsi, mulai dari asrama tentara, dan kini dihuni oleh 11 keluarga yang tinggal di lantai satu sejak tahun 1960-an.

Rumah ini terbengkalai. Temboknya kusam, sebagian sudah keropos, atapnya bocor kala hujan. Sebagian dari rumah itu dijadikan sebagai kandang ayam, sebagai upaya pertahanan hidup penghuninya.

Baca : Lawang Ombo di Lasem, Jejak Sejarah Peredaran Opium Zaman Belanda

Menurut Mbah Warni, salah satu penghuni rumah gedong ini menyebut jika semula ikut suaminya bertugas sebagai prajurit TNI di Simongan.

“Suami saya asli Ponorogo. Kemudian tahun 1960 disuruh tinggal di rumah ini. Dulunya kampung ini hutan, cuma ada rumah ini saja. Lalu lama-kelamaan beberapa tentara pindah kemari dan punya keturunan sampai sekarang,” tutur Mbah Warni dikutip dari metrojateng.com.

Rumah itu mempunyai nilai sejarah yang sangat besar. Beberapa kali warga mencoba menawar beberapa bagian yang ada di rumah tersebut. Seperti kusen jendela ada yang mau membeloi seharga Rp 700 ribu, hingga kayu atap yang sempat ditawar orang mencapai Rp 2 miliar.

Keturunan Tiong Ham pernah beberapa kali mengunjungi rumah itu. Termasuk Pemkot Semarang yang pernah meminta para penghuninya pindah untuk memanfaatkan rumah itu sebagai pusat bangunan bersejarah. Namun hingga saat ini belum terealisasi.

Editor : Ali Muntoha

 

Santri Penghafal Alquran Diprioritaskan dalam Penerimaan Anggota Polri

MuriaNewsCom, Kebumen – Polri tahun 2018 ini kembali membuka seleksi untuk menjaring calon polisi baru. Kuota yang disiapkan cukup banyak, ribuan kursi disiapkan baik untuk tamtama, bintara maupun Akademi Kepolisian (Akpol).

Pendaftaran penerimaan anggota Polri sudah dimulai 26 Maret 2018 dan akan berakhir pada 11 April 2018. Dalam pelaksanaan penerimaan kali ini Polri memastikan tak akan ada KKN dan prosesnya akan dilaksanakan secara transparan.

Tak hanya itu, Polri juga akan memberi prioritas bagi para hafidz atau santri penghafal Alquran. Pendaftar yang bisa menunjukkan kemampuan menghafal Alquran akan mempunyai nilai khusus.

Hal ini ditegaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kanit Binmas Aiptu Marina, saat menyosialisasikan penerimaan Polri tahun 2018.

“Bagi yang anaknya hafal Alquran, bisa ikut seleksi. Karena saat ini penghafal Alquran tengah menjadi prioritas tersendiri saat seleksi penerimaan Polri, dengan syarat dan ketentuan berlaku,” katanya.

Meski mendapat prioritas, namun para hafidz yang mendaftar tetap harus mengikuti tahapan dan proses secara umum. Bedanya mereka mempunyai nilai khusus, yang menjadi pertimbangan panitia dalam menentukan peserta yang lolos.

Tak hanya hafidz Alquran, calon peserta seleksi yang memiliki prestasi baik akademik, olahraga, maupun paskibra juga termasuk dalam kriteria ini.

Sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memastikan proses seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018 ini akan berlangsung secara bersih dan transparan. Pihaknya tak akan menolerir aksi titip atau sogok untuk bisa masuk menjadi anggota polisi.

Baca juga : 

Menurutnya, seluruh panitia yang terlibat dalam seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018 di tingkat Polda Jateng, telah menyatakan ikrar untuk bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

Menurut dia, untuk mendapatkan calon polisi yang berintegritas dan berkualitas, maka proses seleksinya harus bersih dan transparan. “Tidak ada lagi titip menitip,” katanya.

Ia memastikan, dalam proses penerimaan calon anggota Polri baik Bintara maupun Akpol tidak ada istilah titip menitip atau membayar karena dipastikan prosesnya gratis. “Rekruitmen calon anggota polri tidak dipungut biaya, tidak ada katabelece atau titip menitip,” kata Condro.

Bahkan menurut dia, jika ada panitia yang melakukan kecurangan maka akan langsung dipecat. Ia pun meminta warga yang mengetahui ada panitia curang untuk langsung melaporkan.

“Siapa yang masuk bintara polisi bayar, bayar ke siapa, laporkan ke saya. Kalau terbukti langsung saya pecat,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Janjikan Dana Rp 331 M untuk Guru Madin dan Pesantren

MuriaNewsCom, Solo – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin kembali menegaskan keberpihakan mereka pada madrasah diniah (madin) dan pondok pesantren. Komitmen itu akan ditandai dengan program kesejahteraan guru madin, TPQ dan ponpes.

Taj Yasin menyatakan, pihaknya akan menyiapkan dana sebesar Rp 331 miliar untuk program ini. Menurutnya, program itu akan langsung dimasukkan dalam APBD Pemprov Jateng 2019 atau setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Gus Yasin menyebut, program kesejahteraan guru di sejumlah lembaga pendidikan Islam sudah diperhitungkan secara matang. Pihaknya menghitung secara rinci, mempertimbangkan jumlah guru dan kekuatan anggaran Pemprov Jateng.

“Kami akan siapkan dana dalam APBD untuk madin dan pesantren. Tepatnya Rp 331 miliar,” katanya, di Konsolidasi Pemenangan Ganjar-Yasin DPC PPP se-Solo Raya di Hotel Sahid,Surakarta, Jumat (30/3/2018).

Dalam membuat program ini pihaknya sudah berdiskusi dengan pakar hukum tata negara. Sebab selama ini untuk lembaga pendidikan Islam sudah menjadi kewenangan Kementerian Agama.

Maka ketika Pemprov Jateng akan memberikan bantuan, harus dicarikan program yang cocok dan tidak menyalahi ketentuan.

“Kami sudah  memanggil dan mengajak musyawarah pakar hukum tata negara. Bertanyan boleh gak ini dibiayai pemerintah daerah? Alhamdulillah semua sepakat bisa dibiayai pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, politisi muda PPP itu juga  memikirkan santri-santri dan anak-anak penghafal kitab suci Alquran. Pihaknya sangat mengapresiasi para penghafal Alquran.

Dalam konsolidasi itu, Gus Yasin berjanji memikirkan para penghafal alquran. Ia sering mendengar penghargaan untum siswa beprestasi menonjol di sekolah formal,  tapi perhatian untuk penghafal Quran masih kurang.

“Pada 2109  insyaallah akan kami pikirkan (para santri atau siswa penghafal Alqrua ) dan bantu beasiswa,” tuturnya.

Ia menyatakan bahwa PPP adalah partai yang memikirkan pendidikan keagamaan. Ia ingin seluruh kader PPP menjunjung kembali ke masjid waktu maghrib untuk mengaji bersama-sama. Hal itu merupakan salah satu cara mendidik karakter masyarakat Jawa Tengah.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Samsurie memyatakan PPP Solo Raya siap merapatkan barisan tidak sekadar memenangkan Ganjar-Yasin, tapi juga bertekad melawan black campaign seperti hoax.

“Jangan sampai kemenangan Ganjar-Yasin dinodai dengan cara-cara yang tidak ber martabat dan merusak persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak semua kader dan Pimpinan PPP se Jateng untuk berusaha memenangkan Ganjar-Yasin dengan semangat menjaga persaudaraan dan menghargai perbedaan pilihan.

Editor : Ali Muntoha

Duuh! 70 Ribu Warga Jateng Ternyata Gila

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah orang mengalami gangguan kejiwaan di Provinsi Jawa Tengah ternyata sangat banyak. Catatan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, setidaknya 70 ribu warga di provinsi ini menderita skizofrenia atau kegilaan.

Dari 35 ribu warga Jawa Tengah, setiap 1.000 orang dua di antaranya diketahui mengalami kegilaan. Kepala Dinsos Jateng, Nur Hadi Amiyanto kepada wartawan menyebut, tingkat kegilaan puluhan ribu orang tersebut bervariasi.

Bentuk gangguan kejiwaannya juga beragam, mulai dari stres tanpa sebab, kesulitan tidur, hingga melihat orang kesususahan juga masuk kategori kegilaan. ”Kalau yang menderita gangguan kejiwaan ringan sampai berat ada satu dari empat penduduk,” katanya.

Ia mencontohkan di Kebumen, jumlah orang yang mengalami gangguan kejiwaan cukup besar. Jumlahnya mencapai sekitar 3.000 orang. Di daerah ini pemerintah sudah menyiapkan rumah singgah untuk melakukan prawatan, meski kapasitasnya terbatas.

Menurut dia, dari 35 kabupaten/kota di Jateng tidak semuanya daerah memiliki rumah singgah untuk merawat orang gila. Keterbatasan fasilitas dan anggaran membuat penanganan terhadap orang gila tersebut kurang maksimal.

Ia menyebut, Pemprov Jateng hanya mempunyai 12 panti rehabilitasi dengan kapasitas 100 jiwa. Meskipun pada realitasnya, jumlah penderita yang dirawat di panti tersebut selalu melebihi dari kapasitas.

“Sesuai aturan, pemprov hanya merehabilitasi yang ditampung di panti. Yang di luar panti, menjadi kewajiban pemkab/pemkot setempat,” ujarnya.

Sesuai alur, petugas yangmenemukan orang gila memang harus ditampung terlebih dahulu di rumah singgah di tiap kabupaten/kota. Rumah singgah merupakan tempat awal pemeriksaan dan mengetahui kondisi mereka Setelah mendapatkan perawatan pertama, mereka yang sadar bisa dikembalikan ke keluarga.

Dengan catatan mereka harus diberikan perawatan dan obat secara rutin. Namun jika kondisi mereka benar-benar gila, maka dikirim ke panti milik provinsi. ”Kenyataannya, tak semua pemerintah kabupaten/ kota memiliki rumah singgah. Hanya Kebumen,” terangnya.

Untuk melakukan perawatan kepada orang gila diakuinya tidak mudah. Pasalnya, selain memberikan obat dan kebersihan, petugas juga harus memperhatikan kebutuhan biologis para penderita.

Nur Hadi menyebut, meski gila namun mereka tetap mempunyai dan membutuhkan kebutuhan biologis. Oleh karenanya, petugas selalu menyuntikkan obat KB secara reguler pada penderita perempuan.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar dan Ida Janjikan Bantu Bocah yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

MuriaNewsCom, Semarang – Huda Nur Rosyid (5) bocah dari Batang yang wajah dan kepalanya rusak terkena kanker dan matanya kena tumor, kini mulai dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Perkembangan psikologis bocah itu mengalami peningkatan.

Orang tua bocah itu Ruslan Abdul Gani (34) dan Patimah (29) mengaku cukup senang dengan banyaknya pihak yang perhatian pada anaknya. Terlihat dua kontestan pada Pilgub Jateng, sama-sama memberi perhatian pada anaknya.

Setelah beberapa waktu lalu Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi bocah ini di rumahnya di Desa Denasri Kulon RT 02 RW 04, Kabupaten Batang, dan menjanjikan akan memberi bantuan, Jumat (29/3/2018) gilirian Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo yang menjenguk.

Ganjar menemui bocah ini yang tengah dirawat di Ruang Anak Gedung Rajawali RSUP dr Kariadi Semarang. Pria berambut putih itu tak menyangka mendapat sambutan antusias dari anak yang sekujur muka dan kepalanya menghitam itu.

Bersama isterinya, Siti Atikoh, Ganjar berbincang dengan orang tua Huda. Sementara orang-orang membicarakan penyakitnya yang langka, Huda hanya diam di atas pangkuan ibunya.

Dari pengakuan Ruslan, anaknya menderita penyakit tersebut sejak usia empat bulan. “Anak saya lahir normal. Tapi sejak umur 4 bulan, muncul luka di bagian pipinya. Hingga meluas seperti saat ini,” kata Ruslan.

Semula Ruslan mengira luka pipi itu biasa saja. Ternyata kian lama malah menjalar ke seluruh wajah dan leher anaknya. Merasa gatal luar biasa, Huda menggaruknya hingga mengakibatkan luka terus melebar. Akhirnya dokter memvonis Huda terkena kanker.

Ketika upaya pengobatan tak juga membuahkan hasil, mata Huda mulai memerah. Belakangan dokter mendiagnosis mata Huda terkena tumor. Dari mata kanan, kemudian menjalar ke mata kirinya.

Kini kondisi kedua mata Huda semakin parah. Bagian bola mata huda nampak memerah. Tidak heran bila Huda kerap menangis, karena menahan rasa sakit di bagian bola mata dan wajahnya yang gatal-gatal.

Ruslan bersyukur kini semakin banyak yang perhatian pada anaknya. Sebelumnya, meski biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS, namun pekerja sales makanan ringan itu merasa keberatan dengan biaya hidup di rumah sakit dan ongkos transportasi.

Sementara isterinya, Patimah, tidak bekerja. Perempuan tuna wicara itu setiap saat hanya di rumah menjaga Huda.

Dari penuturan dokter, kondisi Huda masih terus dipantau. Senin pekan depan, dokter akan mengambil sampel kulit dan mata untuk diteliti detil penyakitnya.

“Mudah-mudahan Senin besok sudah bisa diketahui penyakitnya dan tindakan selanjutnya kita serahkan dokter,” kata Ganjar.

Baca : Derita Bocah 5 Tahun di Batang yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

Kepada pihak RSUP dr Kariadi, Ganjar menyampaikan agar penanganan dilakukan seintensif mungkin. Ia meminta jika ada  biaya perawatan yang belum dicover BPJS agar dikomunikasikan kepadanya.

Ganjar juga menyampaikan untuk menanggung biaya hidup orang tua Huda selama menunggui di rumah sakit. “Iya kalau BPJS ada, yang mungkin kita coba bantu adalah harian bapak ibunya selama menunggui,” katanya.

Ketika Ganjar berpamitan, Huda kembali menyodorkan tangannnya meminta salaman. Bahkan sampai dua kali. Anak yang belum bisa bicara itu melambaikan tangannya ketika Ganjar berjalan menuju pintu keluar kamar perawatan.

Sebelumnya Ida Fauziyah, cawagub yang berpasangan dengan Sudirman Said juga menjanjikan akan membantu perawatan bocah malang tersebut. Ida menjanjikan akan membantu agar tindakan operasi dan penyembuhan Huda segera dilakukan.

“Nanti ada teman-teman dari Batang dan Semarang yang akan berkoordinasi membantu pengobatannya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Gaji Guru Honorer di Kendal Bakal Naik, Segini Jumlahnya

MuriaNewsCom, Kendal – Gaji atau honor untuk guru tidak tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal akan dinaikkan. Tak hanya itu, periode honor yang semula hanya delapan bulan akan digenapkan menjadi 12 bulan.

Kepala Disdikbud Kendal, Agus Rivai menyatakan, anggaran untuk kenaikan honor GTT tersebut akan diajukan melalui APBD Perubahan Kendal tahun 2018.

Menurut dia, honor GTT yang pada tahun 2018 ini hanya sebesar Rp 400 ribu per bulan akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu per bulan pada 2019.

Menurutnya, honor yang diberikan kepada GTT masih terlalu kecil, padahal beban kerjanya cukup banyak. “Saya kira jumlah segitu masih kecil dibandingkan dengan beban kerjanya, karena itu tiap tahun akan terus dinaikkan,” katanya.

Selain GTT,  Pemkab Kendal juga memberikan honor kepada guru madin (madrasah diniyah). Namun jumlahnya  tidak sama  dengan GTT. Honor guru madin setahun hanya dianggarkan Rp 1 juta.

Jumlah GTT yang menerima honor sekitar 2.150 orang, sedangkan jumlah guru madin yang menerima honor sekitar 12 ribu orang. “Total anggaran untuk GTT dan guru madin mencapai Rp 48 miliar,” ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Kendal, Annurochim mengatakan, mulai tahun 2018 ini, honor yang diberikan kepada GTT dan guru madin, bukan lagi honor kegiatan, seperti tahun sebelumnya. Tapi merupakan honor representatif, sehingga tidak ada potongan sama sekali.

“Bedanya kalau honor kegiatan itu kan dipotong pajak, tapi kalau honor representatif, selagi besarnya masih di bawah UMR, maka tidak dipotong pajak,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dewan Minta Samsat Harus Kreatif Tingkatkan Pendapatan

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah berharap kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di daerah di seluruh Jawa Tengah melakukan terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Setelah bersama rekan-rekan Komisi C melakukan sidak di Samsat Kota Magelang, dalam upaya penataan arsip yang dilakukan di Samsat Kota Magelang ini patut diapresiasi, karena sudah memakai sistem basis data,”kata Anggota Komisi C DPRD Jateng Muhammad Rodhi.

Dia mengungkapkan bahwa meskipun masih ada beberapa kekurangan, namun keberanian membuat terobosan dalam penataan arsip perlu diapresiasi. Bahkan dari sisi pendapatan juga cukup signifikan.

Dari sisi pendapatan, sampai Maret ini, pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor, sudah mencapai 31,52%, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sudah mencapai 23,24%, Pajak Air Permukaan, sudah mencapai 44,66%. ”Progres ini perlu mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Rodhi berharap setiap Kantor Samsat di Jateng melakukan terobosan dalam penataa arsip yang baik seperti halnya di Kota Magelang. Hal itu bertujuan agar meningkatkan pendapatan daerah di Jateng.

“Harapannya, setiap kantor samsat di tiap daerah melakukan terobosan yang serupa sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah,”ujarnya lagi.

Ia mengakui penataan arsip, tidak bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, tapi meningkatkan kecepatan dalam mencari berkas. Namun, untuk meningkatkan pendapatan, diperlukan kemudahan membayar pajak dan kecepatan proses pembayaran.

“Selain itu juga perlu mendekatkan lokasi pembayaran dengan wajib pajak,”pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pabrik Susu Etawa Aumom di Tegal Digerebek, Ini Penyebabnya

MuriaNewsCom, Tegal – Pabrik susu kambing etawa bermerk Aumom, digerebek tim gabungan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ditreskrimsus Polda Jateng. Susu merek Aumom itu diketahui belum memiliki izin edar.

Bahkan diindikasi produk susu yang dijual secara online itu, kode produksi yang tertera dalam kemasan susu kambing yang ternyata merupakan kode produksi susu merek lain.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah tempat produksi susu itu, di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (28/3/2018) petang. Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan 2.800 kotak susu etawa siap edar.

Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan, meski sekala rumahan namun produksinya cukup besar.

”Untuk skala produksi bisa mencapai 20.000 kotak. Yang diamankan di sarana produksi ada 2.800 kotak alat produksi dan kemasan pembungkus. Nilai totalnya Rp 105 juta,” ujar Endang, Kamis (29/3/2018).

Menurut dia, selain tanpa izin edar, sarana produksi juga tidak memenuhi persyaratan sanitasi dan higienitas. Sehingga dikhawatirkan berbahaya jika dikomsumsi.

Apalagi susu kemasan itu dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Padahal kondisi ibu hamil dan menyusui rentan akan mengalami keracunan jika susu tersebut tercemar bakteri.

“Coba perhatikan tempat produksinya hanya seperti ini tidak memenuhi persyaratan sanitasi. Padahal susunya adalah untuk ibu hamil. Ibu hamil sangat rentan bila ada bakteri mudah terkena keracunan. Kasihan ibu hamilnya,” terangnya.

Ia menyebut, produsen susu ibu hamil inimenggunakan nomor nomor izin produk lain dalam kemasannya. Nomor MD milik produk lain dicantumkan pada kemasan susu merek Aumom ini untuk meyakinkan calon konsumen. Sejumlah artis terkenal pun dicatut untuk mempromosikan produk ini.

“Pemasaran susu ini, dilakukan melalui media online dan melibatkan artis-artis terkenal. Itu mungkin yang membuat orang menjadi percaya, apalagi sudah ada nomor MD meskipun milik produk lain,” ungkap Endang.

Penyidik BBPOM Semarang, Firman Erry Probo menambahkan, meski tak berizin edar, susu sudah menyebar ke sejumlah daerah hingga Jawa Timur.

”Di Tegal dan Brebes juga banyak ditemukan. Di Brebes gudang penyimpanan, produksinya di Tegal,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Sempurnanya Villa di Romansa Manisnya Bali

MuriaNewsCom, Bali – Sekarang, makin banyak potongan – potongan keindahan alam kece nan menawan yang bisa kamu nikmati. Mulai dari yang dekat hingga ke urutan paling ujung pulau, bebas pilih!

Tepat, meski makin banyaknya destinasi wisata, Bali akan tetap jadi andalan berlibur untuk sebagian besar wisatawan. Bahkan dari seluruh belahan dunia!

Kota ini punya banyak keunggulan yang sukses menghibur mata para pengunjung sekaligus rela menjatuhkan hatinya di sini. Setiap sudut Bali punya kemewahan tersendiri, unik dan menyejukkan mata.

Soal alam, jangan ragukan lagi kilauan alam Bali. Kamu bisa temukan pesona alam yang sangat memukau, mulai dari bentukan alam pantai, laut, hingga hijauan rindang yang menyegarkan.

Pun, tak hanya unggul dalam hal alam, Bali pun keren dengan kuliner, keramahan orang-orangnya juga budayanya Bali yang paling banyak menyedot perhatian pengunjung.

Jika kamu belum pernah merasakan aroma Bali, maka kota memesona yang satu ini wajib jadi list liburanmu nantinya. Sebab tahukah kamu, Bali tak hanya meyodorkan keindahan alamnya, namun kamupun akan merasakan relaksasi paling maksimal di beberapa vila di Bali.

Tepat sekali, villa di Bali siap memberikan keindahan berlipat untukmu. Kabar baiknya lagi adalah, kamu bisa dapatkan kemewehan sebuah villa berkelas dengan budget minimum di sini. Yuk, cek beberapa villa di Bali yang tak akan  bisa kamu tolak :

Pande Villas SPA & Restaurant

Ada Pande Villas Spa & Restaurant, sebuah villa cantik dengan pemandangan menawan yang siap menyambut pagimu. Villa ini sangat pas buatmu yang ingin menghabiskan waktu berbulan madu.

Dekorasi villa yang elegan nan hangat, pemandangan alam yang langsung bisa kamu nikmati dan kolam renang outdoor pribadi yang memukau menjadikan bulan madumu makin romantis dan tak terlupakan. Tak hanya itu, villa keren yang satu ini pun cukup dekat dengan wisata Pantai Mengening, Echo Beach, Pantai Balian ataupun Pura Tanah Lot yang bisa kamu jangkau dalam hitungan menit.

Noah Villa and Chapel

Paket lengkap nan cantik dating dari Noah Villa and Chapel, kamu bisa berlibur romantis sekaligus melaksanakan upacara pernikahan di sini. Kabar baiknya adalah villa kece yang satu ini benar-benar bersahabat untukmu yang ingin merasakan romansa manis, sebab villa ini menyediakan kolam renang di dalam ruangan. Sekadar merelaksasikan diri didalam kamar yang cantiknya luar biasa.

The Widyas Bali Villa

Nah untukmu yang menyukai hal klasik kamu wajib melirik tawaran keren dari The Widyas Bali Villa. Meski dengan budget minimum kepuasan yang akan kamu dapatkan lebih dari maksimum. kamu akan temukan kamar dengan style ranjang klasik dengan juntaian renda cantik. Pun, privasimu akan sangat terjaga disini, sebab kamu akan dapatkan sebuah kolam renang outdoor yang didesain simple namun apik dengan area yang sungguh privat. Makin menggoda bukan?

Unique Balinese Tropical Paradise

Satu kata untuk villa di Bali yang satu ini, mendamaikan! Kamu yang merindukan suasana pedesaan yang mengharukan, Uniqe Balinese Tropical Paradise bisa mewakilkan perasaanmu.

Villa ini terletak di tengah-tengah kesunyian indahnya alam Bali. Saat melangkah masuk ke sini, kamu akan dapatkan semua perabotan dan lantai yang terbuat dari kayu, hangat dan menentramkan!.

Desain tradisional yang disematkan disini sukses membuat kamu bernostalgia, pun dengan taman asri yang mengelilingi kamarmu nantinya. Tak hanya itu, sebuah kolam renang outdoor keren sekaligus menyejukkan mata dengan pemandangan alam di area kolam.

Kabar baiknya lagi, apapun pilihan liburanmu nanti, selalu ada situs keren Traveloka.com yang siap memberikan kemudahan hakiki. Traveloka dulu, rasakan romantisnya Bali kemudian!. (*)

Tak Hanya Dihukum, Polisi Jateng Kena Narkoba Juga Digojlok di Kandang Brimob

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah tampaknya serius melakukan bersih-bersih terhadap anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk semakin menguatkan upaya bersih-bersih ini, polda mencanangkan program ’KUPEDULI’.

Program yang digawangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) ini merupakan upaya untuk menegakkan hukuman, perawatan dan pembinaan terpadu anggota Polri yang terlibat narkoba.

Dalam program ini, anggota maupun aparatur sipil negara (ASN) Polri yang terbukti mengonsumsi narkoba akan mendapatkan hukuman dan perawatan khusus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Propam, Kombes Pol Jamaluddin Farti mengatakan, program ini merupakan bentuk keseriusan Polda Jateng dalam menindak personel yang terlibat narkoba.

Menurut dia, oknum Polri maupun ASN yang terbukti menyalahgunakan narkoba, selain mendapat sanksi disiplin dan kode etik, serta pidana juga mendapat gemblengan melalui program ini.

”Tujuannya, untuk menghentikan sama sekali penggunaan narkoba di lingkungan anggota Polri/ASN Polda Jateng. Sehingga anggota Polri dan ASN Polri Polda Jateng bebas dari jeratan narkoba,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Rabu (28/3/2018).

Setiap anggota Polda yang mengonsumsi narkoba, akan mengikuti perawatan medis dan konseling di RS Bhayangkara Semarang.

Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan kembali mengikuti pembinaan fisik. Lokasi yang digunakan untuk pembinaan fisik ini di Markas Komando Satbrimob Polda Jateng.

”Untuk perkara pelanggaran penyalahgunaan narkoba di jajaran Polda Jateng proses hukum internalnya (disiplin/kode etik profesi) dan pelaksanaan sidangnya ditarik ke Polda Jateng,” ujarnya.

Untuk anggota yang menjalani hukuman disipilin, diberikan hukuman berupa penampatan khusus (patsus) di ruang Patsus Mapolda Jateng. Mereka yang mendapat hukuman ini dalam aktivitasnya, wajib memakai memakai rompi dan helm patsus selama menjalani hukuman.

”Setelah selesai menjalani hukuman berupa patsus tersebut, untuk penjemputan terhukum anggota Polri dilakukan oleh atasannya yaitu kasatker/kapolres di hadapan kapolda/wakapolda,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

David Beckham Main Bola Plastik dengan Bocah SMP di Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan bintang sepak bila Inggris David Beckham blusukan di Kota Semarang, selama dua hari. Beckham blusukan ke sejumlah SMP dan bertemu Wali Kota Semarang Hendra Prihadi, di kompleks balai kota, Rabu (28/3/2018).

Di balai kota Beckham datang bersama rombongan UNICEF dalam program sekolah percontohan antibullying dan kekerasan anak. Dua SMP di Kota Semarang yakni SMPN 17 dan SMPN 33 ditunjuk sebagai sekolah percontohan.

Sayangnya, kegiatan Beckham selama di Semarang tertutup untuk media. Hendra Prihadi atau yang akrab disapa Hendi menceritakan pertemuannya dengan Beckham berlangsung akrab.

“Beckham tadi bilang, pertama senang di Semarang, udaranya lebih baik dari London, lha datang pas mendung,” kata Hendi.

Selain itu kedatangan Beckham sebagai perwakilan UNICEF juga membahas mengenai bullying dan kekerasan anak. Ia juga memuji Pemkot Semarang yang mempunyai langkah-langkah dalam mengatasi bullying.

”Dia senang ada tindakan dari Pemkot untuk mengatasi bullying. Dia bilang bullying untuk anak dan perempuan harus dihilangkan,” lanjutnya.

David Beckham bertemu dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (foto : detik.com)

Suami Victoria dan Hendi juga saling bertukar cinderamata. Beckham memberikan hadiah kaus warna biru bertuliskan UNICEF kepada Hendi, yang diberi tandatangannya Beckham. Sementara Hendi memberikan cindermata berupa pakain batik warna merah.

Selain mengunjungi Balaikota Semarang, Beckahm juga blusukan ke SMPN 33 Semarang. Kedatangan bintang sepak bola ini tak banyak yang mengetahuinya. Beckham datang ke sekolah ini Rabu pagi.

Kabar beredar, sebelum datang ke sekolah ini Beckam sempat menjemput seorang siswi bernama Lorenza, di Perumahan Intan, Tembalang.

Di sekolah ini Beckahm juga sempat bermain bola dengan siswa-siswa SMPN 33. Bola yang digunakan untuk bermain adalah bola plastik.

Salah satu siswa yang ikut bermain bola dengan Beckham adalah Herman Yosef Dwi. Ia menceritakan kegirangannya saat bermain dengan legenda sepakbola tersebut.

Apalagi ia juga mendapat hadiah istimewa dari sang bintang. Bocah SMP ini mendapatkan hadiah berupa tandatangan dari Beckam. “Tadi dapat tanda tangan di dasi. Kami tadi main bola plastik, seneng banget,” katanya.

Namun ia mengaku cukup kecewa lantaran tak bisa berfoto bareng dengan sang idola. Pasalnya tak ada yang diperbolehkan berfoto bersama Beckham. Meski demikian ia mengaku cukup senang bisa bertemu langsung dengan Beckham.

Editor : Ali Muntoha

Pria di Wonogiri Punya Penyakit Aneh, 28 Tahun Sering Kesurupan dan Ramal Masa Depan

MuriaNewsCom, Wonogiri  Seorang pria di Kedung Lumbu, Damburejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, mempunyai penyakit aneh. Selama puluhan tahun, pria bernama Giyarno (58) ini sering mengalami kesurupan.

Saat kesurupan, Giyarno kerap melukai dirinya sendiri. Tak hanya itu, dalam proses kesurupan itu, pria berumur setengah abad ini kerap mengeluarkan kalimat-kalimat berupa ramalan masa depan. Dan beberapa ramalannya terbukti benar-benar terjadi.

Meski ada keistimewaan tersebut, Giyarno mengaku menderita akibat penyakt tak wajar yang dialaminya. Penyakit ini sudah dideritanya sejak 1990 silam. Gejala-gejala aneh muncul saat ia tidur.

Dalam tidur itu, Giyarno tiba-tiba bertingkah aneh. Ia berbicara tak jelas, melakukan tindakan menyakiti diri sendiri hingga mengeluarkan ramalan-ramalan.

Giyarno sendiri mengaku tak menyadari apa yang dilakukannya ketika penyakit aneh itu kambuh. Dikutip dari Solopos.com, Rabu (28/3/2018) Giyarno juga mengaku ia berulang kali dicelakakan makhluk gaib. Akibatnya Giyarno mengalami luka pada tulang lutut, jahitan sepanjang 30 cm di dagu, dan robek pada kemaluannya.

Berulang kali Giyarno berobat secara medis namun hasilnya nihil. Anaknya telah berulangkali membawa Giyarno ke rumah sakit namun para tenaga medis tidak bisa menjelaskan secara pasti apa penyakit Giyarno.

Giyarno sendiri mengaku sudah capai dengan penyakit aneh ini, dan ingin sembuh total. “Saya sudah malu dengan keadaan saya sekarang ini, saya sudah tua dan capek dengan keadaan ini,” katanya.

Hingga kemudian Puji Wahono anak Giyarni mendapat sebuah petunjuk untuk menaruh kaca pada tempat tidur Giyarno. Ia juga membawa garam yang menurutnya dapat mengusir makhluk halus.

Hasilnya Giyarno sudah tidak sering mengalami kesurupan, namun di sekitar rumahnya sering terjadi kejadian janggal seperti pintu yang bergetar dan barang-barang yang berjatuhan secara tidak wajar.

“Saya berharap ada yang membantu kami baik praktisi agama maupun orang yang paham akan hal seperti ini,” ujar Puji Wahono.

Editor : Ali Muntoha

Tak Terima Diputus, Residivis Pembunuhan Ini Perkosa Mantan Pacarnya

MuriaNewsCom, Solo – Seorang pemuda bernama Raka Sinuarga (22) warga Kampung Kauman, Pasar Kliwon, Solo, diseret ke kantor polisi, karena mencoba memperkosa mantan pacarnya yang masih di bawah umur. Motif pencabulan itu, karena sakit hati setelah diputus.

Korbannya adalah seorang gadis berinisial Sh yang masih berumur 16 tahun. Pelaku mencabuli mantan pacarnya itu di kamar kos korban di Jalan Ir Juanda, Purwodiningratan, Jebres, Solo, pada Senin (26/3/2018) malam.

Kini pemuda tersebut diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jebres. Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika pelaku ternyata seorang residivis kasus pembunuhan.

Saat usianya masih 15 tahun, pelaku melakukan pembunuhan di Makam Untoroloyo, Jebres, Solo pada 2 Januari 2011 lalu. Dalam kasus ini, pelaku dijatuhi vonis tujuh tahun dan ditahan di LP Nusakambangan, Cilacap.

Belum beberapa lama ke luar dari penjara, kini pemuda tersebut harus kembali berurusan dengan masalah hukum, karena kasus pencabulan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, melalui Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatan terhadap mantan pacarnya tersebut.

”Motifnya karena merasa sakit hati diputuskan cintanya oleh korban. Pelaku mengaku kenal dengan korban melalui media sosial dan berpacaran selama empat bulan,” katanya dikutip dari Antara Jateng, Rabu (28/3/2018).

Saat beraksi, pelaku mendatangi korban dengan memanjat atap menuju ke belakang rumah kos korban. Pelaku kemudian memacah pintu kaca, dan mencoba memerkosa mantan pacarnya.

Warga yang mengetahui adanya kegaduhan di dalam kamar kos korban langsung merangsek menuju lokasi. Melihat peristiwa itu, warga langsung naik pitam dan menyeret pelaku ke kantor polisi.

Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dihajar warga yang emosi melihat kejadian tersebut. Apalagi saat diamankan, pelaku ternyata dalam kondisi mabuk setelah menenggak minuman keras jenis ciu.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, baju milik korban, tiga ponsel yang telah dirusak. Tersangka dijerat Pasal 82 Undang Undang RI No.17/2016, tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Lihat Jalan Rusak, Ganjar : Dalane Bodhol Ya, Ngetril-ngetril

MuriaNewsCom, Cilacap – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cukup kaget melihat kerusakan jalan di salah satu desa di Cilacap. Bahkan kerusakan jalan itu cukup parah, hingga ia menyebut jalan itu layaknya hanya untuk trabas.

Jalan rusak itu berada di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ganjar merasakan kerusakan jalan itu langsung dengan mengendarai sepeda onthel, Selasa (27/3/2018).

Saat berkunjung di desa ini, warga desa itu menang sengaja meminta Ganjar menaiki sepeda onthel dari jalan masuk desa. Tujuannya, warga ingin Ganjar merasakan  secara langsung betapa parahnya jalan utama di Desa Keleng itu.

Aspal sudah tergerus, tinggal batu dan tanah. Lubang besar menganga di sana sini. Melewati jalan ini dengan sepeda motor, sudah seperti trabas saja. “Wah dalane bodhol ya, ngetril ngetril,” kata Ganjar sembari mengonthel sepedanya.

Sepanjang dua kilometer, Ganjar mengonthel bersama istrinya Siti Atikoh. Warga desa Keleng mengikuti di belakang. Saat ngonthel itu beberapa warga meneriaki meminta Ganjar untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dalam dialog dengan warga, Ganjar menyebut jika kades setempat sudah menghadap dirinya beberapa waktu lalu. Karena jalan tersebut kewenangan kabupaten, maka ia meminta usulan diajukan ke bupati Cilacap.

“Usulan sudah disampaikan, saya minta kabupaten menindaklanjuti, mampunya berapa, sisanya provinsi yang kasih bantuan keuangan,” ujarnya.

Sebelum ke desa ini, Ganjar juga mnenggelar silaturahmi di Kantor DPC PDIP Cilacap. Dalam dialog ini dibahas mengenai industri jamu yang menjadi gantungan hidup warga Cilacap.

Ganjar mengatakan, industri jamu di Cilacap harus didorong agar mampu tumbuh menjadi sentra ekonomi yang produktif. Saat ini, meski terus berproduksi tapi standarisasi jamu Cilacap harus ditingkatkan.

Saat ini yang terpenting adalah melakukan pendataan terhadap pelaku usaha jamu. “Dari data tersebut, bisa diketahui masalah yang ada, petakan persoalan. Selanjutnya, pendaftaran ulang ini pengusaha yang eksis, ini yang biasa, ini yang butuh bantuan. Dari situ kan dilakukan pembinaan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Yasin Bakal Tiru Batang Jamin Kesejahteraan Madin dan Ponpes

MuriaNewsCom, Batang – Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyebut akan menggunakan inovasi yang dibuat Pemkab Batang dalam hal pengelolaan madin dan pondok pesantren. Di kabupaten ini guru madin mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah daerah.

Salah satu inovasinya yakni memberikan insentif yang cukup besar kepada guru madin. Pemkab menyiapkan insentif sebesar Rp 1,2 juta bagi setiap guru madin untuk tahun 2018 ini. Jumlah itu mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya yang hanya Rp 600 ribu.

Taj Yasin menyatakan, perhatian kepada madin dan ponpes sudah menjadi keharusan karena lembaga pendidikan tersebut juga turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus. Oleh karenanya, jika kelak terpilih pihaknya berencanaya menularkan apa yang dilakukan Pemkab Batang ke kabupaten/kota lain.

“Hal ini harus kita sebarkan ke 35 Kabupaten di Jawa Tengah,” katanya, Selasa (27/3/2018) usai bertemu pimpinan DPC PDIP dan PPP di Kabupaten Batang.

Namun, sebelum inovasi tersebut ditularkan ke seluruh daerah di Jawa Tengah, Yasin berharap agar seluruh santri dan partai koalisi bergerak bersama dalam Pilgub 2018. Yasin menegaskan kemenangan harus diraih, agar madin dan ponpes semakin mendapat perhatian dari pemerintah.

Ketua DPC PPP Batang, Nur Faizin mengatakan sudah siap memenangkan pasangan Ganjar-Yasin. Pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan seluruh PAC di kecamatan seluruh Batang.

“Dari hasil survei kan 79 persen, kami menargetkan minimal 60 persen dan kalau bisa mendekati survei itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah melakukan konsolidasi dan terus berkoordinasi dengan kader di tingkat bawah. Ia yakin bisa memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut. Nur Faizin mengatakan telah berhasil mengantarkan Wihaji-Suyono jadi Bupati dan Wabup Batang.

Mereka adalah pasangan hasil koalisi Golkar-PPP. Pengalaman itu membuatnya yakin kemenangan dalam Pilgub 2018 akan tercapai.

Editor : Ali Muntoha

Rhoma Irama Kepincut Slogan Sudirman Said di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Raja Dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018. Rhoma menyebut alasannya mendukung pasangan ini karena kepincut dengan slogan yang diusung Sudirman-Ida, yakni Jateng ‘Mukti Tanpa Korupsi’.

Deklarasi dilakukan di Jakarta, Selasa (27/3/2018) yang dihadiri Sudirman Said dan perwakilan tim parpol koalisi pendukung Sudirman-Ida. Politisi PPP Lulung Lunggana juga terlihat hadir dalam deklarasi tersebut.

Rhoma menyebut, dukungan pada pasangan Sudirman-Ida didasarkan pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa, termasuk di dalamnya membangun Jateng.

Selain itu menurut dia, slogan yang diusung pasangan ini menurut dia, sangat relevan dengan kondisi Indonesia hari ini di mana ratusan pejabat daerah, termasuk gubernur, bupati dan walikota terlibat dalam kasus korupsi.

“Dukungan saya dalam setiap Pilkada di seluruh Indonesia tidak didasarkan pada siapa yang elektabilitasnya paling tinggi, bukan yang paling banyak uangnya. Bukan yang paling besar bayarannya. Tapi pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Rhoma menyebut, dalam memilih pemimpin kriteria kami adalah Islam, shiddiq (benar), amanah (jujur), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas). Sudirman Said menurut dia, memiliki kriteria itu sehingga pantas untuk didukung dan dimenangkan.

Rhoma juga bakal turun ke Jateng untuk mengkampanyekan Sudirman-Ida. Termasuk ia menjanjikan untuk mengerahkan pendukungnya di Jateng untuk memenangkan pasangan ini.

Elemen pendukung tersebut antara lain Forsa (Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group) dan Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola Indonesia (Fahmi Tamami) di mana Rhoma Irama menjadi Ketua Umum.

Sementara itu Sudirman menyatakan, dukungan Rhoma Irama menjadi energi baru dalam perjuangannya merebut hati masyarakat Jateng. Pasalnya penggemar Rhoma Irama masih sangat banyak di sepanjang pantai utara Jawa sampai ke selatan.

“Ini energi baru buat kami. Dan kami berterima kasih kepada Bang Haji yang bersedia menjadi bagian dari perjuangan kami di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Belasan Ibu Menyusui di Magelang Keracunan Jamu Uyub-uyub

MuriaNewsCom, Magelang – Sebanyak 11 orang ibu-ibu di Kabupaten Magelang, Selasa (27/3/2018) dilarikan ke rumah sakit, karena diduga keracunan jamu tradisional uyub-uyub. Korban keracunan berasal dari dua desa, yakni Desa Sanden Kecamatan Mungkid dan Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan.

Keduanya mengalami gejala keracunan setelah meminum jamu yang biasa dikonsumsi ibu hamil dan menyusui tersebut. Mereka dilarikan ke RSUD Muntilan, setelah meminum jamu tersebut pada Senin (26/3/2018) kemarin. Jamu itu dibeli dari seorang penjual bernama Saswati.

Kesebelas pasien tersebut yakni Anik Trianingsih (37), Santi Rahmawati (27), Lusia Afriani (23), Haryanti (35), Ida Riwayati (33), Indah Saputri (22), Dias Tri Yuliani (29), Napsiah (30), Saidah (35), Sarwati (25). Seluruhnya merupakan warga Dusun Ngloning, Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Ditambah satu warga Dusun Treko 3, Desa Treko, Kecamatan Mungkid yakni Maesaroh (28).

Dilansir dari detik.com,  dokter penyakit dalam RSUD Muntilan, dr Samsul meyebut para pasien yang semuanya adalah ibu menyusui tidak dalam kondisi parah. Hanya saja, ada beberapa yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami gejala kejang-kejang.

“Tapi tremornya (kejang) itu karena jamu atau yang lain kita masih evaluasi, karena infonya mereka sudah sempat minum obat tertentu setelah minum jamu,” kata Samsul.

Adapun gejala-gejala yang dialami oleh para pasien ketika dibawa ke RSUD Muntilan seperti mual, muntah, diare, nyeri perut. “Rata-rata gejala yang dikeluhkan mirip dengan gejala keracunan,” imbuhnya.

Dari keterangan salah satu korban, ia mengonsumsi jamu uyub-uyub kemarin sore. Saat mengonsumsi tidak ada gejala apa-apa. Baru skeitar tiga jam kemudian, mulai merasakan mual dan muntah, bahkan ada yang kejang-kejang.

“Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, baru tiga jam sesudahnya, tiba-tiba kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Lusia Arfiani (23), salah seorang korban keracunan, warga Desa Senden, dikutp dari tribunjogja.com.

Direktur RSUD Muntilan, M Syukri, mengatakan, sampai saat ini kondisi seluruh korban masih dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih.

“Hingga pagi ini kondisinya masih lemah, tetapi sadar dan dapat diajak komunikasi. Mereka masih harus menjalani perawatan dan penanganan intensif dan belum diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab sakitnya kesebelas warga tersebut. Namun dari dugaan awal, para korban ini diduga mengalami keracunan akibat jamu uyub yang dikonsumsinya. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Kesehatan agar kasus ini ditindaklanjuti.

Editor : Ali Muntoha

Seluruh SMK di Jateng Gelar UNBK, Pemprov Pastikan Tak Ada Gangguan

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan SMK di provinsi ini tak ada kendala. Ujian akhir ini bakal dilaksanakan April 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo menyatakan, segala persiapan UNBK sudah final. ”Data pokok pendidikan (dapodik), daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN, sudah semuanya,” katanya.

Ia menyebut, dari beberapa kali pelaksanaan simulasi UNBK yang dilakukan, sudah menunjukkan kesiapan pihak sekolah untuk menggelar ujian tersebut secara mandiri.

Untuk tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK), sudah 100 persen SMK di Jateng menggelar UNBK. Sementara tingkat SMA, masih 98 persen karena masih ada yang belum siap melaksanakan UNBK secara mandiri.

“Infrastruktur atau alatnya sudah siap. Artinya, sekolah bersangkutan siap kalau melaksanakan UNBK secara mandiri. Kami sudah cek ke beberapa sekolah. Nanti akan dibagi dalam tiga shift,” ujarnya.

Ia menyebutkan sekolah tidak harus menyediakan perangkat komputer sesuai jumlah siswa peserta UNBK untuk melaksanakan ujian secara mandiri. Karena pelaksanaannya bisa dibagi dalam maksimal tiga shift.

“Misalnya, kalau peserta ujian jumlahnya 150, komputernya sebanyak 55 unit sudah cukup. Kan nanti pelaksanaan UNBK bisa dibagi dalam tiga shift. Kami pastikan tidak ada kebocoran soal,” terangnya.

Bahkan, kata dia, peluang siswa untuk mencontek pekerjaan kawannya juga tidak memungkinkan. Karena masing-masing soal memiliki model yang berbeda, sehingga samping kanan-kiri pun tidak bisa mencontek.

“Dalam setiap ‘shift’ saja soalnya berbeda, satu ruangan juga berbeda. Kalau dalam ruangan ada 24 siswa peserta UNBK, model soalnya ya ada 24 macam. Kalau 20 siswa peserta UNBK, ya, ada 20 model soal,” paparnya.

Pelaksanaan UNBK untuk jenjang SMK, akan dilaksanakan pada 2-5 April 2018, kemudian 9-12 April untuk jenjang SMA dan madrasah aliyah (MA). Ujian susulan untuk SMA/SMK dan MA akan dilaksanakan pada 17-18 April 2018.

Editor : Ali Muntoha

Tahun Depan Kota Semarang Mulai Bangun Monorel Bandara-Simpang Lima

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai merealisasikan pembangunan monorel yang telah direncakan sejak beberapa tahun terakhir. Tahun 2019 mendatang, pemkot menargetkan pembangunan kereta modern itu bisa mulai dilakukan.

Monorel di ibu kota Jawa Tengah ini rencananya akan dibangun dari Bandara Internasional A Yani Semarang-Simpang Lima. Target pembangunan ini ditegaskan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam Musrembang Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2019 di Kompleks Balaikota, yang berlangsung 2 hari Senin-Selasa (26-27/3/2018).

Ada 11 prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang saat ini. Salah satunya pembangunan monorel yang ditargetkan dapat dimulai tahun 2019.

Program itu sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan konektivitas pusat-pusat ekonomi sekaligus pemantapan pelayanan publik.

“Pembangunan monorel dari Bandara Achmad Yani yang baru ke Simpang Lima menjadi penting untuk mendukung arah kebijakan Semarang pada 2019 yaitu penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa,” ujarnya.

Selain monorel, pengembangan aksesibilitas pada 2019 juga dilakukan dengan pengadaan lahan Semarang Outer Ring Road. Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga menargetkan pembangunan perlintasan tidak sebidang di Jalan Madukoro dan Jalan Anjasmoro Raya, serta kajian pembangunan Jembatan Madusono (Madukoro-Kokrosono).

Adapun arah kebijakan Semarang Hebat 2016-2021 yang ingin dicapai Hendi dimulai dari penyiapan infrastruktur untuk mendukung Kota Metropolitan yang sejahtera dan melayani pada tahun 2017.

Kemudian arah kebijakan di tahun 2018 ini adalah mewujudkan pengembangan infrastruktur untuk memecahkan masalah besar perkotaan dan daya saing SDM. Sementara di tahun 2019, kebijakan pembangunan diarahkan pada penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa.

“Dan di tahun 2020 arah kebijakan Semarang Hebat adalah terwujudnya pemantapan Semarang sehat, cerdas, tangguh, melayani, dan berdaya saing,” paparnya.

Ia optimistis perekonomian Kota Semarang akan terus meningkat. Berdasar data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang meningkat dari 78,04 pada 2012 menjadi 81,19 pada 2016.

Kemudian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang juga meningkat dari 86 triliun pada 2011 menjadi 115 triliun pada 2016. Sementara untuk nilai investasi juga melonjak dari 0,9 triliun pada 2011 menjadi 20,5 triliun pada 2017.

“Yang menggembirakan adalah angka kemiskinan di Kota Semarang juga menurun dari sebelumnya 5,13 persen pada 2012 menjadi 4,62 persen pada 2017,” tukasnya.

Editor : Ali Muntoha

Di Depan Ida, Nelayan Batang Wadul Karena Merasa Dianaktirikan

MuriaNewsCom, Batang – Sejumlah nelayan di Kabupaten Batang mengeluhkan sikap pemerintah, yang mereka anggap menganaktirikan keberadaan mereka. Salah satu kebijakan yang dianggap menyengsarakan nelayan adalah pelarangan kapal cantrang.

Keluhan ini dikatakan saat Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang, Senin (26/3/2018).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Teguh Parmudjo berharap agar pemimpin hanya berpura-pura tidak tahu, dan diam saja saat mereka dirugikan oleh sebuah kebijakan. “Jangan sampai nelayan ini dianaktirikan,” katanya.

Dia mencontohkan, saat ada aturan tentang cantrang, hampir selama 3 tahun nelayan tidak bisa konsentrasi mencari dan menjual ikan.  “Karena semua sibuk audiensi, hingga demo. Itu sangat menyita waktu para nelayan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, kondisi TPI sudah muncul bau amis. Namun menurutnya hal itu menjadi penanda, bahwa aktivitas nelayan bisa berjalan. Saat ada pelarangan cantrang, TPI tak ada aktivitas. ”Malah dijadikan tempat main futsal,” bebernya.

Sementara itu, saat berada di TPI, Ida juga menyambangi sejumlah industri pengolahan ikan, salah satunya milik pengusaha perempuan Hj Ismihi. Selain itu, Ida juga melihat industri galangan kapal milik H Nur Haji Slamet Urip.

Ida Fauziyah sepakat jika muncul sebuah aturan, juga harus ada solusi jika dinilai merugikan pihak tertentu. “Jadi saya ke sini juga salah satunya untuk mendengar aspirasi dari masyarakat,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Siswa Kelas 3 SMA di Wonogiri Jadi Pengedar Narkoba, Bakal Kerjakan UN di Polres

MuriaNewsCom, Wonogiri – Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri berhasil membekuk empat pengedar narkoba. Yang cukup mengejutkan, salah satu pengedar yang dibekuk masih berstatus pelajar SMA.

Pengedar berinisial IF alias Gudel, yang masih duduk di kelas 12 salah satu SMA di Wonogiri. Gudel bersama tiga pengedar lain ditangkap bersama tiga pengedar lain di dua tempat, yakni di dekat Patung Bedol Desa Waduk Gajahmungkur Kecamatan Wonogiri Kota, dan di dekat Terminal Bus Giri Adipura di Krisak Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri.

”Para tersangka mengaku berperan sebagai pengedar,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dalam jumpa pers, Senin (26/3/2018).

Selain Gudel, tiga pengedar lain tang ditangkap yakni Wakyudi Ardianto alias Pentul (33) warga Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pentul diketahui sebagai pemasok narkoba untuk Gudel.

Sementara dua pelaku lain yang diamankan yakni Dimas Muhamad Ridho (28) warga Dusun Nglarangan, Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, dan Joko Prayitno (25) warga Perum KCVRI Kelurahan dan Kecamnatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Kapolres menyatakan, untuk tersangka yang masih berstatus pelajar akan diberi perlakuan khusus. Yakni ia tetap diberi kesempatan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). ”Dia kita fasilitasi untuk mengerjakan ujian di Polres,” ujarnya.

If ditangjap saat berada di dekat Patung Bedol Desa. Saat itu, If kedapatan membawa 5 pil jenis psikotropika jenis Alprazolam dan 5 pil obat Clonazepam 2 Mg merk Riklona yang dibungkus dengan kertas alumunium foil warna hijau.

Ketika diperiksa, If mengaku mendapatkan pil psikotropika tersebut dari tersangka Wahyudi Ardianto. Karena itu, polisi kemudian menangkapnya di lokasi pemancingan Teluk Cakaran Waduk Gajahmungkur Wonogiri wilayah Desa Sendang, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, menambahkan, bersama kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sementara tersangka lain, Dimas kedapatan membawa obat daftar G sebanyak 54 butir yang diwadah dalam 5 kantong plastik dan disembunyikan dalam bungkus rokok. Barang terlarang itu, dia peroleh dari Joko Prayitno.

Polisi kemudian menangkap Joko Prayitno dengan mendatangi ke rumahnya. Dari Joko Prayitno, diamankan barang bukti 450 butir obat daftar G dan 11 tablet pil Risperindone, uang penjualan Rp 62 ribu, ponsel dan sepeda motor yang dipakai sebagai sarana untuk melakukan transaksi penjualan obat daftar G.

Hingga saat ini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Wonogiri. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha

SBY-AHY Bakal Keliling Jateng, Parpol Pengusung Ganjar-Yasin Kompak

MuriaNewsCom, Semarang – Parpol pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin terlihat kompak untuk memenangkan jagoan mereka dalam Pilgub Jateng 2018. Bahkan Partai Golkar juga menurunkan elite parpol untuk mengkampanyekan pasangan ini.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan akan keliling Jateng untuk berkampanye memenangkan Ganjar-Yasin. SBY dan AHY akan berkeliling Jateng pada 5 hingga 15 April 2018.

“Pak SBY dan Mas AHY akan roadshow ke Jateng 5 April sampai 15 April untuk memenangkan Ganjar Yasin,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Tety Indarti.

Selain itu kader partai juga sudah bergerak di wilayahnya masing-masing. Seluruh DPC Partai Demokrat di 35 daerah di Jateng diinstruksikan bergerak menggalang dukungan.

Sementara PDI Perjuangan sudah lebih dulu bergerak menggelar rapat kerja cabang khusus di 35 daerah. “Seluruh DPC sudah rakercabsus dan dilanjutkan deklarasi, kita all out urunan untuk kemenangan Ganjar yasin,” kata Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto.

Tak ketinggalan Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsurie menyatakan, seluruh kader PPP tegak lurus mengawal Ganjar Yasin. Dukungan PPP tak perlu diragukan karena Taj Yasin adalah kader partai berlambang kabah tersebut.

Minggu (25/3/2018) kemarin, seluruh parpol pengusung Ganjar-Yasin juga melakukan pertemuan.Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) memaparkan sejumlah analisa politik untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 tersebut di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.

Hendi menyatakan optimis pasangan calon Ganjar-Yasin akan meraih 70% suara di Kota Semarang.  Hal tersebut disampaikannya dengan menghitung bahwa pada pilgub tahun 2013, Ganjar yang saat itu berstatus sebagai penantang saja sudah dapat meraih 51,26% suara di Kota Semarang.

“Padahal waktu pilgub tahun 2013 itu, hanya PDI Perjuangan yang mengusung, dan jumlah kursi di dewan pun hanya 9 kursi,” pungkas Hendi.

Editor : Ali Muntoha

Berkunjung ke Ponpes Alhamdulillah Rembang, Gus Yasin Tak Minta, Tapi Minta Ini

MuriaNewsCom, Rembang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melakukan kunjungan ke komplek makam Mbah Syahid di Pondok Pesantren Alhamdulillah, Kemadu, Sulang, Kabupaten Rembang, Minggu (25/3/2018).

Di sana pria yang akrab disapa Gus Yasin bertemu dengan seratusan orang yang sedang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Mereka terdiri atas perempuan dan pria paruh baya yang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Selama itu, para peziarah beribadah dengan khusyuk mulai dari puasa hingga membaca Alquran.

“Pertemuan menika sonten (sore ini) kita syukuri, semoga dapat rahmat dan barokah,” kata Yasin.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenalkan dirinya sebagai calon wakil Gubernur Jawa Tengah yang mendampingi Ganjar Pranowo. Tapi, ia tidak meminta para jemaah memilihnya, melainkan para jemaah harus mendekatkan diri pada ulama.

“Saya minta jenengan (kalian), ngajak tetangganya disuruh dekat dengan kiai dan ulama,” kata politisi PPP itu.

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda akan datang kaum yang lari dari ulama. Kaum itu akan mendapat tiga musibah yaitu, pertama berusaha seperti apapun, rezeki tidak akan barokah. Nomor dua akan dipimpin orang yang dzalim. Dan, terakhir, matinya tidak akan dianggap sebagai orang islam.

Almarhum KH Syahid adalah ulama kharismatik pada masanya dan murid dari kakek Gus Yasin.  Selain ziarah, Gus Yasin juga bersilaturrahim ke kediaman  KH Najib Leran di  Sluke, KH Ahmad Najib (Rois JATMAn Syu’biyyah), Kh Mundzir bin Khoiri Gegersimo, KH Hazhim Mabrur Asawahan R dan  sejumlah ulama lain di Kabupaten Rembang.

Editor: Supriyadi