Wali Murid SD Penggung 01 Pati Ancam Mogok Sekolah Jika Kepala Sekolah Dipindah

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah wali murid SD Penggung 01 Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati mengancam melakukan aksi mogok sekolah jika kepala sekolah jadi dipindah. Itu dilakukan lantaran minat sekolah anaknya sangat menurun semenjak kabar pergantian kepala sekolah beredar.

Niswatin, satu dari puluhan ibu wali murid yang ikut aksi mengatakan, pasca adanya kabar pemindahan kepala sekolah, anaknya menjadi malas belajar dan malas sekolah. Setelah ditanya, anaknya menjawab kepala sekolah akan diganti.

4X Kroger Feedback Fuel Points Win Extra 4X Fuel

“Jadi para murid sangat sedih bila kepala sekolah diganti. Makanya kami tetap menginginkan Pak Saekan tetap menjabat,” katanya kepada MuriaNewsCom saat aksi, Selasa (17/1/2018).

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Menurut dia, siswa yang jadi malas belajar dan malas berangkat sekolah bukan hanya anaknya saja. Beberapa siswa lainnya juga sama. Melihat hal itu, dia yakin kepala sekolah berhasil mendekati hati para siswanya ke arah yang baik.

“Jika nantinya jadi dipindah, maka kami para orang tua bisa melakukan aksi mogok sekolah. Karena siswa sudah malas ke sekolah jika kepala sekolahnya diganti,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengancam akan mencabut anaknya dari sekolah yang bersangkutan jika dinas ngotot mengganti sang kepala. Hal itu bahkan sudah disepakati sebagian besar wali murid. Sebagai gantinya mereka akan dipindah ke sekolah lain.

Editor: Supriyadi

Gunakan 35 Bus, Ribuan Nelayan Cantrang Pati Ngluruk ke Istana Negara

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan nelayan cantrang di Pati, berangkat ke Istana negara, Selasa (17/1/2018). Ribuan nelayan berangkat secara serempak menggunakan 35 bus untuk bertemu presiden RI Joko Widodo.

Hery, nelayan cantrang pati menyebutkan, jumlah nelayan yang ikut ke Jakarta sejumlah 1.500an nelayan. Semuanya menggunakan bus yang mencapai 35 bus untuk bersama-sama meminta kelegalan kapal cantrang diperbolehkan operasi kembali.

”Ini merupakan janji yang kami buat para nelayan untuk datang langsung menemui presiden,” katanya kepada awak media.

Baca: Ribuan Nelayan di Pati Desak Cantrang Diizinkan Lagi Berlayar

Menurut dia, Permen no 71 tahun 2016 harus dibatalkan dan melegalkan cantrang. Jika dipertahankan hanya akan membuat nelayan cantrang asli Indonesia semakin menderita.

Sementara, Rasmijan, nelayan centrang yang ikut ngluruk ke Jakarta menyatakan hal yang sama. Bagi dia, pemerintah tak memiliki alasan melarang kapal cantrang. Apalagi jika alasannya kapal cantrang merusak karang.

”Mari kita cek sama-sama kalau tidak percaya. Soalnya kami sudah cek dan itu tidak merusak karang,” ungkap dia.

Ditambahkan, selain menggelar aksi di istana, para nelayan juga berencana menggelar istighotsah bersama para nelayan di hari yang sama. Langkah itu dilakukan supaya pemerintah melek untuk melihat kembali potensi centrang.

Editor: Supriyadi

Baca: Ribuan Nelayan Cantrang Pati Tulis Surat untuk Presiden Jokowi

Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan Ibu-ibu wali murid SD Penggung 01, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti menggeruduk Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Selasa (17/1/2018) siang. Ibu-ibu itu nekat datang ke kantor dinas, lantaran menginginkan kepala sekolah yang lama tetap menjabat.

Zumaroh, satu dari ibu wali  murid yang datang menjelaskan, beberapa waktu lalu tersebar kabar akan ada pergantian kepala sekolah di tempat anaknya belajar. Padahal, kepala sekolah yang lama dianggap berhasil memajukan prestasi sekolah.

“Kami semua wali murid sepakat, tetap menginginkan Kepala SD Penggo 01 Pak Saekan. Tidak mau yang lain,” katanya saat aksi.

Menurut dia, selama ini kepala sekolah sudah berbuat banyak demi kemajuan sekolah dan siswanya. Bahkan, jika dulunya sekolah tampak disepelekan oleh banyak kalangan, saat ini sudah maju dan banyak berkembang

Bahkan, kata dia, sekolah tersebut boleh dibilang menjadi sekolah yang diunggulkan dalam hal  prestasi. Terbukti, dari sejumlah perlombaan yang diikuti selalu memborong penghargaan.

”Tak hanya soal prestasi, soal pembangunan sekolah juga sangat diunggulkan. Dulunya sekolah hanya memiliki bangunan tua, namun sekarang bangunan juga diperhatikan. Itulah yang membuat masyarakat ingin kepala sekolah tidak diganti,” tegasnya.

Melihat prestasi itu, Zumaroh juga mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan melakukan pergantian. Ia pun terang-terangan, tak ingin melihat sekolah tempat anaknya belajar semakin mundur jika kepala sekolah diganti.

”Kalau prestasinya sudah bagus, tinggal mendukung. Bukan menggantinya. Seharusnya itu yang dilakukan dinas,” tandasnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, dalam melakukan aksi pihak dinas tak kunjung keluar untuk memberi kejelasan. Akibatnya, banyak demonstran yang sempat melakukan aksi duduk di depan pintu masuk sambil menunggu sikap dari dinas terkait.

Editor: Supriyadi

Wabup Pati Heran Harga Bawang di Petani dan di Pasar Terpaut Rp 13 Ribu

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin heran dengan perbedaan harga bawang merah di tingkatan petani dan pedagang. Itu karena, keduanya memiliki perbandingan harga yang fantastis, yakni mencapai kisaran Rp 13 ribu.

“Jika di petani, harga Bawang Merah kisaran Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribuan. Padahal di tingkat pedagang harganya mencapai Rp 18 ribu. Ini ada apa?,” Katanya kepada petani Bawang Merah saat audiensi, Senin (16/1/2018).

Baca: Wakil Bupati Wajibkan PNS di Pati Beli Bawang Merah dari Petani

Menurut dia, terpahutnya harga yang begitu tinggi membuat Pemkab Pati penasaran apakah ada campur tangan mafia ataukah tidak. Karenanya ia bersedia mendampingi petani untuk menstabilkan harga bawang merah. Bahkab keseriusanya itu dilakukan dengan melayangkan surat kepada presiden terkait tuntutan dari petani bawang merah.

“Komunikasi dengan pemerintah pusat dibutuhkan untuk solusi jangka panjang. Jangan sampai kejadian semacam ini terulang kembali,” ungkapnya.

Baca: Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

Dia menambahkan, di Indonesia dibutuhkan aturan soal harga bawang merah. Tujuannya supaya saat harga anjlok masih terkendali, dan saat harga tinggi juga dapat terkontrol.

Hanya, ia mengakui anjloknya harga bawang merah terjadi dalam skala nasional. Itu terjadi bukan disebabkan adanya impor bawang. Melainkan, petani bawang merah belakangan sangatlah banyak dan panen raya. Itu berdampak pada turun harga bawang.

Editor: Supriyadi

Baca: Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

Wakil Bupati Wajibkan PNS di Pati Beli Bawang Merah dari Petani

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati (Wabup) Pati Saiful Arifin menginstruksikan kepada seluruh PNS wajib membeli bawang merah dari petani Pati. Itu dilakukan sebagai langkah Pemkab Pati atas murahnya harga bawang merah.

“Kami dari Pemkab Pati sudah memutuskan, mengambil kebijakan agar semua PNS di Pati membeli bawang merah dari petani Pati,” katanya kepada petani Bawang Merah saat audiensi, Senin (16/1/2018).

Baca: Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

Didampingi pejabat di lingkungan Pemkab Pati, Safin kembali menegaskan, setiap PNS diharuskan untuk membeli bawang sejumlah dua kilogram. Tiap kilo, PNS di Pati diharuskan membayar sejumlah Rp 15 ribu. Harga tersebut dianggap terjangkau untuk para PNS. Apalagi TPP para PNS di Pati juga cukup tinggi.

Disebutkan, jumlah PNS di Pati hingga kini mencapai jumlah 11.100 PNS. Meski dengan jumlah belasan ribu PNS tak cukup membeli seluruh bawang petani, namun itu merupakan upaya dalam membantu petani bawang.

“Ini merupakan gerakan solidaritas dari pemerintah.  Jadi silakan lokasinya ditentukan dan dikomunikasikan dengan petani, nanti bisa diatur,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

MuriaNewsCom, Pati – Harga bawang merah di tingkat petani di Kabupaten Pati jauh dari kata layak karena sangat murah. Untuk satu kilogramnya, harga bawang merah hanya berada sekitar Rp 5 ribuan saja. Itupun, dengan kualitas bawang yang cukup bagus.

Koordinator aksi Paguyuban Petani Bawang Merah Pati (PPBMP) Suparlan mengatakan, saat ini harga Bawang Merah sangat memprihatikan bagi petani. Dengan hanya Rp 5 ribuan saja. Maka petani hanya akan dirugikan.

“Kami meminta harga dapat distabilkan, yaitu diangka Rp 17 ribu per kilogram. Dengan Rp 17 ribu, maka petani bisa masuk,” katanya saat aksi di alun-alun Pati, Senin (16/1/2018).

Baca: Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

Menurut dia, para petani tak tahu lagi kemana akan mengadu saat kondisi semacam ini. Karena, selain kepada bapak Bupati Pati atau yang mewakilinya, para petani tak tahu menyuarakan kepada siapa.

Sumarno, Petani Bawang Merah di Pati juga menyebutkan hal yang sama. Jika harganya sangat rendah, dampak petani hanya akan dililit hutang. “Jangankan untung, untuk balik modal saja tak bisa,” ungkap dia.

Petani berharap, pemerintah tingkat kabupaten dapat memperhatikan nasib para petani. Itu diharapkan bukan sekedar omongan namun sebuah aksi yang nyata.

Editor: Supriyadi

Harga Terus Anjlok, Ribuan Petani Bawang Merah di Pati Gelar Aksi di Alun-alun

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan petani bawang merah pati yang tergabung dalam Paguyuban Petani Bawang Merah Pati (PPBMP) menggelar aksi di Alun-alun Pati, Senin (16/1/2018). Mereka menuntut pemerintah menyetabilkan harga bawang yang semakin anjlok di pasaran.

Ribuan petani bawang tiba menggunakan kendaraan roda empat jenis truk dan mobil pribadi. Lengkap dengan sejumlah bendera merah-putih dan sejumlah poster bertuliskan tentang keluhan petani.

Seperti halnya tulisan “Iki Brambang dudu kotang, tapi ko mlorot terus. Nandur bawang tukule utang” dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula sejumlah tulisan lain soal menderitanya petani karena bawang harganya anjlok.

Selain pamflet bertuliskan keluh kesah harga, para pengunjukrasa juga melakukan teatrikal pocong. Teatrikal tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan harga bawang merah yang terus turun.

Suparlan, koordinator aksi mengatakan, aksi ini terpaksa diselenggarakan karena petani bawang selalu menderita. Dengan harga yang selalu turun, maka petani sangat sengsara. Untuk itu aksi ini dilakukan.

“Kami meminta pemerintah dapat membantu kami agar harga kembali stabil,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Tangkapan Ikan Turun, Hasil Lelang di TPI Juwana Malah Meningkat

MuriaNewsCom, Pati – Meski hasil tangkapan ikan selama 2017  di TPI Juwana berkurang dibandingkan 2016, namun hasil lelang ikan malah mengalami kenaikan. Bahkan, perbandingan lelang cukup besar.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017 hasil lelang jumlahnya mencapai Rp 198,17 miliar. Sedang untuk 2016, nilai transaksi untuk ikan hanya diangka Rp 192,89 miliar saja.

“Jumlah ikan yang cenderung berkurang dari tangkapan akan berdampak pada harga yang tinggi pula saat lelang diselenggarakan,” katanya

Hanya, berdasarkan data hasil produksi ikan di TPI Unit II Juwana selama lima tahun terakhir, hasil produksi ikannya memang naik turun. Beberapa faktor sangat berpengaruh khususnya soal cuaca.

Tertulis, selama 2013, total hasil tangkapan nelayan yang dilelang cukup tinggi mencapai 15,15 juta kg. Padahal, saat 2014 turun drastis menjadi 5,54 juta kg saja.

Sementara  2015, hasil tangkapan ikan melonjak tinggi menjadi 17,38 juta kilogram. Dan 2016 kembali naik menjadi 19,33 juta kg.

Editor: Supriyadi

Alamak, Tangkapan Ikan Selama 2017 di Pati Anjlok

MuriaNewsCom, Pati – Selama 2017, jumlah ikan tangkapan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II Juwana Pati, mengalami penurunan. Dibandingkan 2016 lalu, tangkapan ikan turun cukup banyak selama 2017.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017, ikan tangkapan para nelayan di wilayahnya hanya sebanyak 14,77 juta kg saja. Padahal di 2016 tangkapan ikan capai  19,33 juta kg.

“Jumlah kapal yang datang ke TPI guna bongkar ikan selama 2017 memang lebih sedikit dibandingkan 2016. Jadi jumlah ikan yang datang juga lebih sedikit,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia menyebutkan, selama 2017, tangkapan ikan nelayan di TPI Unit II Juwana untuk dilelang sebanyak 1.555 kapal, sedangkan tahun 2016 mencapai 1.693 kapal.

Sementara, berdasarkan catatan selama 2017, jumlah kapal dari luar daerah yang membongkar hasil tangkapannya di TPI Unit II Juwana sejumlah 156 kapal, sedangkan kapal daerah sebanyak 1.537 kapal.

“Sedangkan selama 2016, kapal dari luar daerah yang ke TPI sini tercatat hanya lima kapal, sedangkan kapal daerah mencapai 1.550 kapal,” ungkap dia.

Dia menyebut, faktor lain turunnya hasil tangkapan ikan juga disebabkan larangan kapal Cantrang. Meski jumlahnya tak banyak, namun masih mempengaruhi pemasukan.

Selain itu, selama empat bulan terkahir 2017, September hinga Desember juga mengalami penurunan tangkapan. Angin besar di laut, membuat nelayan berpikir ulang saat hendak berlayar.

Editor: Supriyadi

Satpol-PP Pati Galakkan Razia Karaoke Hampir Tiap Hari, Ini Hasilnya

MuriaNewsCom, Pati – Satpol-PP Pati semakin menunjukkan keseriusannya menegakkan Perda Karaoke di Bumi Mina Tani. Keseriusan itu ditunjukkan dengan menggalakkan penertiban tempat karaoke di Pati hampir setiap hari.

Plt Kepala Satpol PP Pati Riyoso mengatakan, sedikitnya sepekan dua hingga tiga kali, pihaknya melakukan penertiban tempat karaoke. Meski begitu, kerap kali petugas menjumpai adanya lokasi hiburan yang nekat buka.

”Karena itu, kami akan tetap menggalakkan razia karaoke selama Januari ini. Selama sebulan, kami akan mendatangi tempat karaoke terus,” katanya kepada awak media, Jumat (12/1/2018).

Dikatakan, penertiban tersebut mengacu pada Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 8 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Terlebih lagi, di dalam perda tersebut, sudah jelas kalau karaoke tidak diizinkan.

”Atas dasar itulah kami melakukan penertiban,” tegasnya.

Disinggung terkait hasil penindakan, Riyoso mengaku, banyak pengunjung karaoke yang mulai berfikir dua kali untuk datang ke tempat hiburan malam itu. Terbukti beberapa lokasi hiburannya nampak sepi dan tutup saat petugas datang.

Menurut dia, itu terjadi bukan karena para pengusaha karaoke bersedia menutup usahanya secara sukarela. Melainkan karena jenuh selalu didatangi petugas untuk menutupinya.

“Sebenarnya kami bisa saja langsung menutup lokasinya. Namun kami beri kesempatan untuk menutup sendiri, dan kami juga mendengar apa arahan dari pihak kepolisian,” ucap dia.

Kendari demikian, saat penertiban berlangsung, petugas juga masih menjumpai karaoke yang bukanya kucing-kucingan. Sehingga membutuhkan usaha lebih untuk menutupnya.

“Kami akan lakukan kegiatan ini sekitar satu bulanan. Saat mereka tidak berbenah, kami akan menutup usaha dengan cara menyegel,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Pati Minta Bantuan Gubernur dan Presiden Renovasi Pasar Puri

MuriaNewsCom, Pati – Kondisi Pasar Puri yang kian memprihatinkan memaksa pemkab setempat untuk segera melakukan renovasi. Sayangnya, untuk merenovasi Pasar Puri membutuhkan biaya yang amat besar. Untuk itu, pemkab berencana minta bantuan kepada gubernur dan presiden.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Riyoso melalui Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Widyotomo Kusdianto mengatakan, dari Detail Engineering Design (DED) yang disusun, untuk melakukan renovasi butuh biaya mencapai Rp 30 miliar.

“Dengan kebutuhan biaya yang sangat besar, akan sulit bagi kami jika harus melakukan dengan APBD. Untuk itu kami mintakan kepada provinsi dan pusat,” katanya kepada awak media.

Biaya sebesar itu, kata dia, akan membuat pasar terbesar di Pati itu menjadi satu atap. Dengan model pasar modern, nantinya pasar akan lebih rapi dan lebih nyaman. Bahkan saat musim hujan, pasar tak akan becek.

Selian membuat lebih rapi, biaya yang amat besar itu juga akan dilengkapi pengamanan seperti Hydrant. Bagaimanapun pasar sangat rawan akan kebakaran, sehingga dibutuhkan alat untuk mengurangi potensi kebakaran.

“Itu akan jadi langkah antisipasi bencana yang kami lakukan agar pasar tidak kebakaran,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, penataan pasar masih digalakkan Pemkab Pati seperti tahun-tahun sebelumnya. Agar lebih maju dan nyaman bagi masyarakat maupun pedagang.

Editor: Supriyadi

Apes, Bocah 13 Tahun di Pati Ini Dituduh Tabrak Lari Sebelum Motornya Dicuri

MuriaNewsCom, Pati – Nasib apes dialami Arya Eka S, warga Desa Lengkong, Kecamatan Batangan. Bocah 13 tahun itu kehilangan sepeda motor Vario 125 bernopol K 5489 JV setelah dikerjai penipu dengan dalih menjadi pelaku tabrak lari.

Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih mengatakan, hal apes tersebut terjadi Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin. Saat itu, korban bersama temannya sedang berpergian menggunakan sepeda motor.

Nahas, saat melintas di jalan Desa Lengkong, mereka dikejutkan dengan kedatangan dua orang laki-laki pengendara Yamaha MIO warna putih. Keduanya langsung menuduh korban telah menabrak seseorang.

”Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban dan temannya untuk menemui orang yang diaku sebagai korban, dengan maksud menyelesaikan kasus tersebut,” katanya.

Hanya, lanjut kapolsek, di tengah perjalanan seorang pelaku turun kemudian memboncengkan korban dan diajak muter-muter. Sementara satu pelaku lainnya mengaku harus menjemput anaknya ke Rembang.

“Sesampainya di depan SDN 01 Klayusiwalan pelaku menurunkan korban dan temannya itu. Bilangnya motornya dipinjam sebentar, dan kedua bocah tadi diminta menunggu. Namun sudah ditunggu lama sepeda motor milik korban tidak juga dikembalikan,” ujarnya.

Atas hal tersebut, kemudian dua bocah pulang dan menceritakan kepada orangtuanya. Sesaat kemudian mereka melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Wow, Anggaran Satreskrim Polres Rembang Naik Jadi Rp 1 Miliar

MuriaNewsCom, Rembang – Anggaran untuk Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Rembang tahun ini naik cukup signifikan, yakni dari Rp 841 juta menjadi Rp 1 miliar lebih. Kenaikan tersebut seiring meningkatnya kasus-kasus yang ditangani satuan tersebut.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Pranandya Subyakto mengatakan kenaikan menjadi Rp 1 miliar lebih itu diberikan untuk memaksimalkan kinerja. Terlebih lagi ada peningkatan penyelidikan dan penyidikan kasus. Kemudian ada juga penanganan tindak pidana korupsi juga naik menjadi 2 kasus.

”Selain Satuan Reserse dan Kriminal, Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang juga mengalami kenaikan. Yakni dari Rp 272 juta menjadi Rp 444 juta,” katanya seperti dikutip Tribratanews Polres Rembang, Kamis (11/1/2018).

Kompol Pranandya Subyakto menjelaskan, selain kedua satuan tersebut, kenaikan yang cukup mencolok dialami bagian operasional. Tahun 2017, bagian ini hanya mendapatkan alokasi Rp 745 Juta, tapi kini naik hingga Rp 1,3 miliar. Kenaikannya mencapai Rp 581 Juta.

”Hal itu karena ada penambahan sejumlah giat operasi, yang diiringi dengan kenaikan jumlah personel. Bagian operasional juga berhak memperoleh dana hibah dari Polda Jawa Tengah untuk pengamanan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, di satuan lain, seperti Sat Intelkam yang semula menerima anggaran Rp 1,014 miliar, tahun 2018 turun menjadi Rp 1,004 miliar. Satuan Polisi Air dari Rp 45 juta naik menjadi Rp 57 juta, Bagian Perencanaan berkurang dari Rp 152 juta menjadi Rp 103 juta

Sedangkan di Bagian Sumber Daya anggarannya melonjak dari Rp 5,4 Miliar menjadi Rp 6,2 miliar, Satuan Lalu Lintas yang sebelumnya menerima anggaran Rp 1,4 Miliar, turut mengalami penurunan. Sementara untuk Satuan Sabhara dari yang semula Rp 448 Juta, dinaikkan menjadi Rp 580 Juta.

Editor: Supriyadi

Panen Lebih Awal, Petani Jambean Kidul Pati Untung Besar

MuriaNewsCom, Pati – Para petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, untung besar dalam penan raya kali ini. Panen padi yang terbilang lebih awal, berdampak pada harga padi yang masih tinggi. Terlebih, jumlah padi yang dihasilkan sangat besar.

Ketua P3A Sumber Makmur, Kamelan mengatakan, kualitas gabat hasil panen raya saat ini sangat bagus. Tercatat, per ubinan dengan ukuran 2,4 x 2,5 meter sejumlah 5,6 kilogram. Dan per hektare, mampu diperoleh padi Gabah Kering Panen (GKP) sejumlah 8,9 ton.

“Padahal, rata-rata sebelumnya untuk tiap hektare hanya kisaran 7-8 ton saja. Dan kini dapat melebihi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (11/1/2018).

Baca: Ribuan Petani Jakenan Kidul Pati Penen Raya

Selain jumlah yang besar, kata dia, harga padi kini juga menggembirakan. Persatu kwintal padi, dibandrol dengan harga Rp 520 ribu bingga Rp 540 ribuan. Jumlah tersebut termasuk tinggi, lantaran biasanya diangka Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribuan saja.

Sementara, biaya semai padi hingga panen per hektare berkisar Rp 9 jutaan. Hanya saja jumlah tersebut belum termasuk sewa lahan. Meski begitu, tiap satu hektare sawah berhasil mendapat penghasilan kotor hingga Rp 40 jutaan.

Melihat fakta itu, ia menilai, panen lebih cepat ketimbang petani lainya sangat menguntungkan. Karena, saat panen bersamaan bakal memiliki stok banyak dan mempengaruhi harga padi yang lebih murah.

Editor: Supriyadi

Ribuan Petani Jakenan Kidul Pati Penen Raya

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, melakukan panen raya, Kamis (11/1/2017). Panen raya dilaksanakan oleh kelompok tani, Kodim Pati, Polsek Margorejo, dan pejabat dari OPD Pemkab Pati.

Ketua P3A Sumber Makmur Desa Jambean Kidul, Kamelan mengatakan, penen raya dilaksanakan di lahan persawahan seluas 200an hektare. Jumlah tersebut baru separuh dari jumlah lahan yang dimiliki kelompok tani Sember Makmur

“Sebenarnya lahan pertanian di sini mencapai 400an hektare lebih. Namun yang sudah tua dan siap panen baru sekitar 200an hektare,” katanya kepada MuriaNewsCom usai pelaksanaan panen raya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan panen raya kali ini dilakukan dengan cara dua cara. Pertama menggunakan mesin panen combine dan kedua menggunakan alat jenis blower.

Untuk combine, kata dia, digunakan untuk lahan yang tidak berlumpur dan lahan lapang. Sisanya menggunakan alat blower. Khususnya untuk lahan pertanian yang sulit dijangkau.

Penyuluh pertanian Desa Jambean Kidul, Halim menambahkan jumlah persis lahan pertanian yang ada di Desa Jambean Kidul mencapai 421 hektare. Dengan luasan tersebut, merupakan wilayah pertanian yang sangat luas, khususnya di tingkat kecamatan.

“Di sini ada tujuh kelompok tani. Dan panen raya dilaksanakan disini selain luas, karena disini merupakan wilayah Pati yang panen lebih awal ketimbang wilayah lainya, ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Pangdam IV Diponegoro Apresiasi Kinerja TNI Pati yang Makin Dipercaya Masyarakat

MuriaNewsCom, Pati – Pangdam IV Diponegoro dan Ketua Persit KCK Daerah IV Diponegoro beserta rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja di Kodim 0718/Pati, Rabu (10/1/2018). Dalam kunjungan tersebut, apresiasi diberikan kepada Kodim Pati, yang semakin dipercaya masyarakat.

Dalam kunjungan kerja di Kodim 0718/Pati Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto,  yang diwakili Aster Kasdam IV/Dip Kolonel Inf Amrin Ibrahim mengatakan, anggota Kodim 0718/Pati di Aula Suluh Bakti mengapresiasi kinerja anggotanya sehingga menempatkan TNI menjadi lembaga teratas yang paling dipercaya masyarakat.

”Terimakasih kepada setiap prajurit atas apa yang dilakukan dan telah dilaksanakan, dan atas kinerjanya yang begitu luar biasa. Sehingga, TNI menjadi salah satu lembaga terpercaya. Sesuai hasil survei kepercayaan masyarakat terhadap TNI”, Kata Kolonel Inf Amrin Ibrahim saat sambutan.

Kunjungan Pangdam tersebut merupakan pertama kali selama beliau menjabat kurang lebih satu setengah bulan. Ini merupakan suatu kepedulian pimpinan terhadap anggotanya.

Penekanan Pangdam IV/Diponegoro menekankan yang di sampaikan oleh Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan  adalah untuk mempersiapakan diri dalam rangka untuk mendukung pelaksanakan pengamanan pemerintah daerah dalam rangka persiapan pemilu.

”Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan mitra wartwan yang sudah hadir dam meliput kegiatan dalam rangkanya kunker Pangdam IV/ Diponegoro di  Kodim0718/Pati ”, ucap Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto juga menyampaikan trimakasih atas kedatangan Panglima Kodam IV/ Diponegoro dan rombongan di satuan Kodim Pati. Ia juga menegaskan jika kerjasama Kodim0718/Pati dengan forkompinda selama ini berjalan sangat baik.

Editor: Supriyadi

Pemkab Pati Siap Tindaklanjuti Tuntutan Nelayan Cantrang

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati siap menindaklanjuti tuntutan warga pati, khususunya nelayan Pati perihal kapal cantrang untuk diperbolehkan operasi kembali. Pemkab Pati juga berjanji akan menandatangani tuntutan para nelayan yang tergabung dalam petisi nelayan cantrang Pati.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Edy Martanto mengatakan, apa yang diinginkan para nelayan dipastikan akan ditindaklanjuti. Karena, nelayan pati juga bagian dari masyarakat di kabupaten yang dikenal dengan slogan Bumi Mina Tani.

”Seperti apa yang diinginkan para nelayan, bakal kami tindaklanjuti. Saya akan laporan kepada bapak Bupati perihal tersebut,” katanya

Menurut dia, seperti keinginan para nelayan Cantrang, selain Bupati Pati, tandatangan juga akan dilakukan oleh ketua DPRD Pati. Yang mana hasil dari tandatangan tuntutan akan dibawa para nelayan cantrang ke Jakarta.

Dalam petisi tertulis permintaan kepada bapak Presiden Jokowi, agar kapal cantrang dapat diperbolehkan kembali melaut. Selain itu, mereka juga menuntut sebelum ada legalitas diperbolehkan cantrang, nelayan tetap diperbolehkan melaut.

Editor: Supriyadi

Jadwal Pemadaman Listrik di Rembang Hari Ini, 5 Kecamatan Kena Giliran

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah tempat di lima kecamatan di Kabupaten Rembang, hari ini, Rabu (10/1/2018) mengalami pemadalam listrik. Pemadaman dapat berlangsung hingga seharian, mulai dari pagi hingga sore hari.

Humas PLN Area Kudus (Kudus, Jepara, Pati, Rembang) Muhdam mengatakan, pemadaman listrik di Rembang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pemadaman dilakukan lantaran ada pemeliharaan jaringan PLN di sana.

“Pemadaman bertempat di sejumlah titik di Kabupaten Rembang. Seperti sebagian Kecamatan Rembang meliputi Desa Pacing, Desa Cabdimulyo, Desa Karas, Desa Gondosari, Desa Kopkok dan Desa Banyu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman di sebagian wilayah Kecamatan Rembang, dilaksanakan lantaran adanya finishing pembangunan feeder baru RBG 09 dan juga adanya pemeliharaan jaringan sepanjang wilayah tersebut.

Tak hanya di Rembang, pemadaman juga terjadi di sebagian Kecamatan Lasem. Yakni Desa Tasiksono, Desa Sendang Asri, Desa Bonang dan Desa Binangun. Alasannya karena adanya pemeliharaan jaringan

Selain itu, tambahnya seluruh wilayah di Kecamatan Sluke, Sarang dan Kragan juga mengakami  pemadaman. Dipadamkan secara total, disebabkan pemasangan tiang listrik ABSW.

“PLN di wilayah Rembang sudah melakukan pemberitahuan langsung kepada pelanggan terkait hal tersebut,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pikap Hantam Pahala Kencana di Jalan Pati-Juwana, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Kudus – Kecalakaan lalu lintas  terjadi di jalan Pati Juwana, Selasa (09/01/2018) dini hari. Kecelakaan yang masuk Dukuh Kropok, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana itu mengakibatkan dua orang meninggal. Sedang tiga orang lainnya dilarikan ke RSUD Soewondo, Pati.

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi antara Bus Pahala Kencana bernopol B-7867-QZ dengan mobil pikap dengan nopol AG-9493-PB yang ditumpangi lima orang. Kecelakaan berlangsung sekitar jam 01.30 WIB.

“Bus Pahala Kencana  melaju dari arah barat ke timur dengan sejumlah penumpang berkecepatan sedang. Dan  mobil Pikap melaju dengan sangat kencang dari arah berlawanan,” katanya kepada awak media.

Setelah itu, lanjut dia, sesampainya di TKP, pengemudi pikap Muhammad Abdul Gofar (26), warga  Desa Plukaran Kecamatan Gembong, diduga tidak konsentrasi dan kemudian oleng ke kanan hingga hingga akhirnya menabrak Bus tersebut.

Akibatnya, dua penumpang pikap meninggal dunia di tempat kejadian. Keduanya adalah Erna Yanti (46), warga Desa Pakunden RT 01 RW 05 Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar yang mengalami luka pecah kepala, tangan kiri patah, patah kaki kanan dan kiri. Satu lainya adalah balita bernama Muhammad Argo Ganjo (3) juga mengalami luka yang serius.

Sementara sopir pikap Muhammad Abdul Ghofar dan dua penumpang Nur Hidayah (26) dan Arya Muntaha (1) mengalami sejumlah luka-luka. Ketiganya  menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo Pati.

Editor: Supriyadi

Ibu yang Lompat di Hotel Safin Pati Teryata Sering Mencoba Bunuh Diri

MuriaNewsCom, Pati – Sulistyani (31), warga Kecamatan Pati yang meninggal bersama bayinya dengan cara meloncat dari lantai 11 ternyata sudah sering melakukan percobaan bunuh diri beberapa kali. Namun aksinya selalu digagalkan oleh orang terdekat.

KBO Reskrim Polres Pati Iptu Gunarso mengatakan, dari hasil penelusuran yang dilakukan petugas, korban memang sudah sering mencoba bunuh diri. Namun, pihak keluarga selalu berhasil mencium gelagat pelaku dan berhasil digagalkan.

“Percobaan bunuh diri yang dilakukan selalu ketahuan keluarganya. Makanya selalu gagal,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (9/1/2018).

Baca: Ibu Ajak Bayi Bunuh Diri Terjun Dari Lantai 11 Hotel Safin Pati

Menurut KBO, saat melakukan terjun bebas, Senin (8/1/2018) kemarin, tidak disadari oleh pihak keluarga. Karena, saat pergi dari rumah, korban hanya pamit untuk membeli bubur.

Disebutkan, korban murni melakukan bunuh diri di Hotel Safin. Itu terungkap dari hasil rekaman CCTV, yang menceritakan korban datang pagi hari untuk melakukan bunuh diri.

Sayangnya, hingga kini petugas belum menemukan alasan percobaan bunuh diri beberapa kali dan kenapa sampai bunuh diri. Sebab, petugas tak menemukan pesan apapun dari keluarga korban. Bahkan pesan dari almarhumah juga tidak ada.

Editor: Supriyadi

Baca: Kapolres Pati: Pelaku Bunuh Diri Di Hotel Safin Bukan Pengunjung Hote

Kapolres Pati: Pelaku Bunuh Diri di Hotel Safin Bukan Pengunjung Hotel

MuriaNewsCom, Pati – Sulistyani (31), warga Kecamatan Pati yang diduga bunuh diri dengan mengajak anaknya yang masih bayi di Hotel Safin, Senin (8/1/2018) ternyata bukan seorang pengunjung hotel. Dia, merupakan warga Pati yang diduga datang hanya untuk bunuh diri.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, setelah mengumpulkan beragam informasi, terduga pelaku bunuh diri ternyata tidak terdaftar dalam buku pengunjung hotel. Karena itu, pihak kepolisian menduga kalau pelaku sengaja datang untuk bunuh diri.

”Sepertinya ada unsur kesengajaan. Dia (pelaku) datang, naik lift lalu bunuh diri dengan terjun bebas. Namun kepastiannya masih didalami petugas,” kata Kapolres kepada awak media.

Baca: Ibu Ajak Bayi Bunuh Diri Terjun Dari Lantai 11 Hotel Safin Pati

Atas kejadian itu, Kapolres meminta fungsi keamanan hotel harus lebih ditingkatkan. Apalagi, saat melihat gerak-gerik yang mencurigakan yang bukan pengunjung hotel harus lebih interaktif.

Selain itu, fungsi pengamanan internal hotel harus lebih cermat dan selektif melihat gelagat tamu yang datang.

”Itu berlaku untuk semua hotel, tak hanya Safin. Apalagi ada kejadian seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, jenazah kedua pelaku bunuh diri sudah berada di rumah duka. Kedua jenazah bahkan sedang dalam persiapan pemakaman. Sayangnya, dalam lingkungan rumah duka enggan memberikan komentar. Bahkan tentangganya juga menolak berkomentar soal almarhumah.

Editor: Supriyadi

Ribuan Nelayan Cantrang Pati Tulis Surat untuk Presiden Jokowi

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan nelayan cantrang di Kabupaten Pati menulis surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo untuk memperbolehkan kapal cantrang beroperasi kembali.  Surat tersebut ditulis bersama saat aksi di Juwana, Senin (8/1/2018).

Dari pantauan, surat tersebut ditulis dalam secarik kertas putih. Selain meminta centrang beroperasi kembali, Presiden Jokowi juga diminta memilih antara nelayan Indonesia ataukah Menteri Susi.

“Bapak presiden bisa memilih, apakah akan memilih kami para nelayan ataukah Menteri Susi,” kata koordinator aksi Rasmijan saat aksi.

Baca: Ribuan Nelayan Di Pati Desak Cantrang Diizinkan Lagi Berlayar

Surat tersebut, kata dia, rencananya akan dikirim langsung kepada presiden saat aksi ke Jakarta medio Januari 2018. Dalam hajat tersebut, mereka sudah mempersiapkan 50 bus untuk membawa para nelatyan.

Disebutkan, Menteri Susi tak memiliki alasan untuk melarang cantrang beroperasi. Karena, dari hasil penelitian menyebutkan kapal cantrang ramah lingkungan bahkan di kedalaman 50 meter. Untuk itu, apa yang ditudingkan kapal cantrang merusak karang tidaklah benar.

“Kapal cantrang sudah beroperasi semenjak tahun 80an. Dan selama ini tidak ada masalah, tapi kenapa tiba-tiba kapal dilarang berlayar,”imbuhnya

Editor: Supriyadi

Ibu Ajak Bayi Bunuh Diri Terjun dari Lantai 11 Hotel Safin Pati

MuriaNewsCom, Pati – Seorang ibu bersama bayinya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kompleks Safin Hotel, Pati, Senin (8/1/2018) pagi. Diduga ibu dan bayi tersebut meninggal karena bunuh diri dengan loncat dari lantai 11 hotel tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diketahui bernama Sulistyani warga Kecamatan Pati, Kabupaten Pati dan bayinya yang berumur 10 bulan. Ada juga yang menyebut anak korban yang ikut jatuh sudah berumur 2 tahun.

Peristiwa bunuh diri ini diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Informasi yang beredar sang ibu melompat dari atas hotel sambil menggendong bayinya. Kondisi ini sempat membuat geger hotel.

Sayangnya, saat awak media yang mencoba meliput ke lokasi kejadian dihalang-halangi oleh pihak keamanan hotel.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan membenarkan aksi bunuh diri itu. Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif aksi bunuh diri tersebut.

“Keduanya merupakan warga Pati, seorang ibu dan anak. Saat ini petugas masih mendalami kasus tersebut,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Kapolres Pati: Pelaku Bunuh Diri di Hotel Safin Bukan Pengunjung Hotel

Ribuan Nelayan di Pati Desak Cantrang Diizinkan Lagi Berlayar

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan nelayan cantrang asal Kabupaten Pati, Senin (8/1/2018) kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi. Mereka tetap menolak kebijakan tentang pelarangan cantrang, karena dianggap akan menghilangkan sumber kehidupan nelayan.

Kali ini mereka menggelar demo di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Juwana, Pati.

Koordinator aksi Rasmijan, menyebutkan jumlah masa yang ikut aksi mencapai 2 ribuan nelayan. Semuanya menurut dia, merupakan korban dari kebijakan larangan cantrang.

“Ini aksi kesekian kalinya kami laksanakan. Kami tak akan bosan aksi agar cantrang diperbolehkan kembali,” katanya kepala awak media saat aksi.

Ia menyebut, selama cantrang dilarang beroperasi banyak nelayan yang menganggur. “Cantrang  harus segera dilegalkan, supaya kami tidak nganggur lagi,” tuntutnya.

Dia menyebutkan, jumlah kapal cantrang di Juwana mencapai 150-an kapal dengan ribuan anak buah kapal. Semuanya sudah nganggur, sejak sebelum Desember 2017 lalu. Akibatnya para nelayan bingung memenuhi kebutuhan hidup.

Nahkoda Kapal Cantrang, Nahwi, menambahkan selama ini nelayan sudah cukup menderita. Dengan adanya kebijakan tersebut, membuat nelayan makin sengsara.

“Apa pemerintah mau membuat kami para nelayan menderita dan miskin. Padahal kami itu nelayan Indonesia, bukan asing,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Pememang Lomba Foto Ceria Smart Kids Competition 2018 Diumumkan Minggu

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan Smart Kids Competition 2018 telah selesai dilaksanakan. Pengumuman pemenangnya juga sudah diumumkan secara langsung oleh panitia. Namun, masih ada satu kategori perlombaan yang belum diumumkan.

Joyce Maria, panitia kegiatan mengatakan, lomba yang belum diumumkan adalah kategori lomba foto ceria. Lomba tersebut belum diumumkan lantaran masih dalam proses seleksi.

“Ada lebih dari 150 peserta khusus lomba ini. Banyaknya peserta membuat panitia dengan selektif memilih foto mana yang terbaik,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, lombaan tersebut merupakan  kategori yang  tidak perlu hadir ke tempat perlombaan. Peserta cukup memberikan foto sesuai ketentuan ke nomor WA panitia. Dari sana, panitia memilih mana yang layak keluar jadi juara.

“Kami akan umumkan juaranya lewat WA atau IG kami. Hadiah dapat diambil ke sekretariat kami selama satu bulan lamanya,” jelasnya.

Disebutkan, untuk perlombaan lainya langsung diumumkan. Sejumlah pemenang juga langsung menerima hadiahnya.

Sejumlah pemenang di antaranya, perlombaan mewarnai juara Kania A, runner up Safa M dan peringkat tiga Natalia. 

Editor : Ali Muntoha