KPU Pati Verifikasi Kepengurusan dan Keanggotaan Parpol Selama 2 Hari

MuriaNewsCom, Pati – Selama dua hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menggelar verifikasi faktual seluruh parpol calon peserta Pemilu 2019. Waktu dimulainya verifikasi tersebut, dilaksanakan pada 30-31 Januari 2018.

Komisioner KPU Kabupaten Pati Devisi Hukum Supriyanto mengatakan, pelaksanaan verifikasi tersebut, sebagai bentuk tindak lanjut hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017 mengenai verifikasi faktual terhadap 12 parpol peserta Pemilu 2019.

“Kami targetkan akan diselesaikan selama dua hari ini. Kami akan langsung mendatangi ke tiap sekretariat partai,” katanya kepada awak media

Menurut dia, pada hari ini akan dilakukan verifikasi kepada lima partai di Pati. Kemudian besok, rencananya akan dilanjutkan dengan lima partai lagi. Sementara, dua partai baru sudah diverifikasi sebelumnya yaitu partai Garuda dan Berkarya.

“Verifikasi yang dilakukan kini bukanlah untuk partai baru saja. Namun untuk semua partai peserta pemilu 2019 yang terdapat di pati,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Ribuan Masyarakat Padati Expo Campus 2018

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan masyarakat Pati memadati kegiatan Expo Campus 2018, Minggu (28/1/2018). Mereka datang untuk melihat keunggulan perguruan tinggi dalam even tahunan tersebut.

M Faisal, Ketua panitia mengatakan, expo campus 2018 ini diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Pati (KOMPI). Kegiatan tersebut, merupakan kegiatan yang mengumpulkan sejumlah perguruan tinggi untuk datang dalam satu wadah.

“Tahun ini ada 42 perguruan tinggi yang kami hadirkan. Semuanya merupakan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Pulau Jawa,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta turut hadir dalam kegiatan tersebut. Termasuk sejumlah perguruan tinggi yang sudah besar, juga ikut membuka stand dalam expo yang diselenggarakan di SMK PGRI 1 Pati.

Dikatakan, melihat animo masyarakat yang hadir, tidak kurang dari 3 ribuan warga yang datang. Jumlah tersebut dianggap banyak, karena kegiatan tersebut hanya berlangsung selama sehari saja.

“Kegiatan kami mulai sekitar jam 08.00 WIB. Dan kami tutup sekitar jam 13.00 WIB,” ungkap dia.

Disebutkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan. Di mana tiap tahun selalu ditunggu masyarakat untuk melihat sejumlah universitas atau perguruan tinggi di Jawa.

 

Editor: Supriyadi

Kabar Gembira, Pemerintah Pusat Bakal Buka Gerai Pendaftaran Izin Cantrang di Pelabuhan Juwana

MuriaNewsCom, Pati – Belum terealisasinya izin kapal cantrang usai dilegalkan kembali oleh pemerintah mulai mendapat titik terang. Hal ini menyusul rencana pemerintah pusat untuk membangun gerai pendaftaran izin di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Juwana.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pati Edy T mengatakan, informasi pendirian gerai ini diperoleh saat menghadiri pertemuan di Semarang, Rabu (24/1/2018) lalu. Dalam pertemuan baik perwakilan kemeterian kelautan dan pusat berjanji akan segera membangun gerai untuk memudahkan izin cantrang.

“Informasi yang kami terima saat pembahasan, jadi dalam waktu dekat ini dari pemerintah pusat dan provinsi bakal membuat gerai perijinan di PPP Juwana. Sehingga, para nelayan cantrang bisa langsung mengurusnya untuk segera berlayar,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sayangnya, untuk waktu persisnya masih menunggu pembahasan lanjutan dari pusat dan provinsi. Karena, untuk proses izin cantrang merupakan wewenang dari provinsi dan pusat. Sedang di tingkat kabupaten hanya sebatas memfasilitasi saja.

Sementara, Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati Japar Lumban Gaol membenarkan hal itu. Namun, hingga kini  masih dibahas soal waktu dibukanya gerai di PPP Juwana.

“Gerai akan dibuka dalam waktu dekat ini. Termasuk di Rembang juga demikian. Mudah-mudahan pekan depan dapat dimulai,” ungkap dia.

Disinggung soal jumlah kapal cantrang, dia menyebutkan di PPP Juwana mencapai 168 kapal cantrang. Semuanya menunggu izin untuk bisa beroperasi kembali.

Editor: Supriyadi

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pati Ludes Terbakar

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah rumah di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana ludes terbakar, Jumat (26/1/2018) dini hari. Dugaan sementara kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik (koresleting listrik).

Kepala BPBD Pati Sanusi mengatakan, kebakaran yang menimpa Suwarno (45) warga RT 2 RW 4 desa setempat itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, baik Suwarno ataupun keluarganya sedang tertidur lelap.

Beruntung, ia tiba-tiba terbangun setelah melihat ada asap mengepul. Terlebih lagi, rumah Suwarno hanya berdinding bambu. Praktis api sangat mudah menjalar hingga ludes.

“Dalam kejadian ini tak ada korban jiwa. Meski material rumah mudah terbakar, mereka bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Sanusi menjelaskan, dari keterangan di lapangan, rumah berukuran 7 x 8 meter tersebut diduga terbakar karena korsleting listrik. ”Dugaannya karena korsleting listrik,” ungkapnya.

Dugaan itu dikuatkan dengan bahan dasar yang digunakan untuk penyokong rumah juga terbuat dari bambu. Hal itu disinyalir menjadi penyebab api dengan mudah menjalar hingga menghanguskan bangunan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian mencapai Rp 50 jutaan.

Editor: Supriyadi

Belakang Ruko Mega Plaza Juwana Digrebek Polisi, 5 PSK Diamankan

MuriaNewsCom, Pati – Polsek Juwana kembali melakukan kegiatan operasi terhadap tempat prostitusi Rabu (24/1/2018) malam. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan lima wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantara mengatakan, kelima PSK itu diamankan dari satu tempat, yakni belakang Ruko Mega Plaza Juwana di Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana. Kelimanya tertangkap basah sedang menunggu pria hidung belang.

”Tadi malam, ada lima wanita yang kami amankan. Mereka kedapatan menjajahkan diri saat operasi digelar sekitar pukul 22.00 WIB,” katanya kepada awak media

Kapolsek menyebutkan, kelima PSK itu berasal dari berbagai wilayah. Yakni Jepara satu orang, Demak satu orang, Semarang Barat satu orang, dan Pati dua orang.

”Untuk usianya berkisar antara 30 hingga 47 tahun. Kelimanya kami data dan diberi pembinaan saja. Tidak ada penahanan,” tegasnya yang memimpin langsung operasi tersebut.

Disinggung terkait dugaan Ruko Mega Plaza yang jadi jujugan razia, Didi mengaku mendapat informasi tersebut dari masyarakat. Petugas yang mendapat laporan tersebut sempat melakukan pengintaian.

Karena khawatir semakin meresahkan, pihaknya pun langsung menginstruksikan untuk segera menggelar operasi. Selain untuk menekan praktik prostitusi, operasi tersebut ditujukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Juwana.

”Kalau dibiarkan, tidak menutup kemungkinan Kecamatan Juwana terkenal akan prostitusinya. Karena itulah rencananya giat seperti ini akan kami galakkan secara rutin,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Pohon Tumbang Timpa Jaringan Listrik, 2 Kecamatan di Pati Mati Lampu

MuriaNewsCom, Pati – Hujan angin yang terjadi di Kabupaten Pati, Kamis (25/1/2018) pagi membuat sejumlah dahang dan pohon tumbang. Sebagian, pohon yang tumbang bahkan menimpa jaringan listrik hingga menyebabkan mati lampu.

Manager Rayon PLN Pati Yoyok S mengatakan, sejumlah jaringan listrik di wilayahnya mengalami gangguan sejak pagi tadi. Semuanya disebabkan faktor cuaca, yang membuat jaringan tergantung.

“Terdapat dua titik yang mengalami gangguan. Pertama di kawasan hutan kota Pati (Kecamatan Kota), yang disebabkan ranting pohon menggesek kabel jaringan. Lalu kedua disepanjang, jalan ke TPA Sukoharjo (Kecamatan Margorejo) yang rusak akibat tertimbun pohon,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, saat petugas masih memperbaiki jaringan tersebut. Perbaikan diperkirakan membutuhkan beberapa jam lantaran kerusakan yang diakibatkan pepohonan itu cukup fatal. Seperti putusnya kabel jaringan di hutan kota.

Meski demikian, pihaknya berupaya akan menyelesaikan persoalan listrik tersebut. Karena, ratusan pelanggan otomatis terganggu jika jaringan listriknya putus.

“Yang di hutan kota akan lebih cepat selesai. Namun yang ke arah TPA butuh waktu lebih lama,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Pati Usulkan 12,7 Juta Tabung Elpiji di 2018

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengusulkan elpiji tiga kilogram sebanyak 12.790.320 tabung. Usulan itu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Pati yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Kasubag Industri Perdagangan Koperasi dan UMKM bagian Perekonomian Suwardi mengatakan, selama 2017, penggunaan elpiji melon capai 9,7 juta tabung. Tiap tahun selalu ada peningkatan penggunaan, untuk itu di 2018 juga dilakukan penambahan usulan.

“Ada selisih tiga jutaan usulan kami. Namun biasanya ada pengurangan alokasi dari usulan yang kami berikan,” katanya.

Selisih yang cukup banyak, kata dia, lantaran produk UMKM kecil di Pati berkembang banyak. Dengan demikian, maka kebutuhan elpiji bersubsidi itu juga meningkat.

Dia menambahkan, selain para pelaku UMKM kecil, pengguna Elpiji tiga kilogram juga berasal dari kalangan nelayan kecil di Pati yang beralih dari BBM ke elpiji. Mau tidak mau, dampaknya akan pada alokasi elpiji tiga kilogram.

“Hingga saat ini masih belum ada kabar alokasi yang kami terima. Biasanya, dilakukan kordinasi terlebih dahulu sebelum alokasinya digedok,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Tunggu Juknis, Izin Cantrang di Pati Belum Bisa Diproses

MuriaNewsCom, Pati – Keputusan pemerintah mengizinkan kembali kapal cantrang beroperasi memang membuat nelayan sumringah. Hanya saja, hal itu terlihat semu. Pasalnya, semua izin akan kapal cantrang mulai dari tonase dan ukuran, hingga kini belum bisa diproses oleh pihak pelabuhan.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati Japar Lumban Gaol mengatakan, layaknya nelayan yang menunggu kepastian aturan, pihaknya juga menunggu edaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan soal petunjuk teknis (Juknis) pengurusan izin untuk alat tangkap ikan jenis cantrang.

“Artinya, kami belum bisa memprosesnya lebih lanjut,” katanya yang juga Plt kelapa Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang  saat dihubungi MuriaNewsCom Rabu (24/1/2018).

Diakuinya, selama ini banyak nelayan cantrang baik di Pati dan Rembang yang datang kepadanya guna keperluan izin. Bahkan sejumlah nelayan cantrang juga tak sabar berlayar lantaran sudah ada statement diperbolehkannya kapal cantrang.

Hanya, kata dia, nelayan harus lebih sabar menunggu izin. Karena, tanpa adanya surat dari kementerian pihaknya tak tahu kriteria cantrang dan syarat yang harus dipenuhi dari pihak nelayan cantrang.

Disinggung soal adanya kapal cantrang yang beroperasi, dia mengutarakan belum ada yang berani berlayar lantaran izin yang belum kelar. “Namun saya tidak tahu jika ada yang berlatar diam-diam,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Asah Kemampuan Militer, Kodim Pati Adakan Bongkar Senjata

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Kodim 0718/ Pati mengelar latihan bongkar senjata, Selasa (28/1/2018). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Makodim itu, dimaksud untuk mengasah kemampuan dasar militer.

Pasi-2/Ops Kapten Inf Suyani mengatakan, meskipun keseharian prajurit Kodim 0718/ Pati di lapangan bersama masyarakat dan petani untuk meningkatan swasembada pangan, namun kemampuan dasar militer harus tetap terjaga dan terbina. Karenanya disiplin para parjurit tidak luntur atau kendur.

“Untuk itu kegiatan semacam ini dilaksakan,” katanya.

Selain latihan bongkar pasang senjata, latihan lain yang juga digalakkan. Mulai dari latihan baris berbaris (PBB), defile, serta lari jalanan. Latihan-latihan tersebut bagian dari pemeliharaan disiplin prajurit sekaligus untuk membentuk karakter serta mental Prajurit.

”Kegiatan latihan semacam itu sebenarnya sudah dilaksanakan secara rutin. Biasanya dilaksanakan setiap bulan di minggu terakhir sebagai sarana Back to Basic prajurit,” terangnya.

Ditambahkan, untuk mengingatkan anggota tentang ilmu dasar militer bukan hannya saat minggu militer saja, pada saat selesai apel pagi kegiatan latihan PBB dan Defile,selalu dilaksanakan.

”Profesionalitas prajurit dapat dilihat dari sikap, disiplin, loyalitas serta militansi yang ditunjukan dalam kesehariannya,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Jadwal Pemadaman di Pati Hari Ini, Kecamatan Winong dan Juwana Mati Lampu

MuriaNewsCom, Pati – PLN Area Kudus hari ini memadamkan listrik di sejumlah desa di wilayah Juwana dan Kecamatan Winong, Pati. Pemadaman dilakukan lantaran adanya perbaikan jaringan listrik.

Humas PLN Area Kudus (Eks Karisidenan Pati) Muhdam mengatakan, untuk wilayah Juwana, yang dipadamkan meliputi jalur RB1 –  418/5 sampai RB1 –  418/70 atau sepanjang Desa Pekuwon, Ketip,  Bringin,  Sejomulyo,  Karangrejo,  Tlogomojo,  Dukuhmulyo (sebagian), dan Desa tluwah (sebagian).

“Rencananya pemadaman akan berlangsung sejak jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB, atau saat pekerjaan diselesaikan,” kata dia kepada MuriaNewsCom

Sementara, untuk Kecamatan Winong, padam listrik akan dialami pelanggan sepanjang ABSW PTI.4 588/158. Atau, sejumlah desa meliputi Desa Angkatan kidul, Angkatan lor, Kedalingan, Karangrowo,  Kropak, Gunugpati, Danyangmulyo, Karangsumber, dan Lemah abang.

Berbeda dengan wilayah Juwana, pemadaman disana akan dialami pelanggan mulai jam 11.00 WIB hingga jam 14.00 WIB. Waktu lebih pendek disebabkan Penanganan yang lebih cepat.

“Kami dari PLN di Rayon Pati kota dan Juwana sudah menyampai adanya pemadaman ini,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hadapi Demonstran, Pemkab dan DPRD Pati Sepakat Tolak Impor Beras

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab dan DPRD Pati sepakat dengan usulan para petani Pati menolak impor beras di Indonesia. Penolakan tersebut disampaikan langsung kepada para petani Pati saat menemui para demonstran di depan pendapa kabupaten, Senin (22/1/2018).

“Saya wakil dari DPRD Pati, dengan ini menyatakan kalau kami menolak impor beras. Seperti yang diinginkan para petani padi di Pati,” kata perwalian DPRD Pati, Ali N kepada ratusan petani.

Menurut dia, hasil putusan pertemuan antara perwakilan Pemkab Pati, DPRD Pati, dan perwakilan petani juga berbunyi demikian. Pertemuan yang berlangsung di ruang serbaguna DPRD Pati itu mengerucut pada penolakan impor beras.

www.krogerfeedback.com a Kroger website for Kroger Survey

Sementara, Edi S, asisten II Setda Pati menyuarakan hal yang sama kepada ratusan petani. Dikatakan usai perwakilan DPRD, dari Pemkab Pati juga menyetujui apa yang diinginkan para petani Pati.

“Saya mewakili Pemkab Pati juga setuju dengan usulan petani, untuk menolak impor beras, ucapnya singkat menyambut petani.

Ditambahkan Subhan, petani yang ikut aksi mengatakan Pemkab Pati harus komitmen menolak Impor Beras. Itu harus dibuktikan dengan meminta kementerian dan pemerintah pusat tidak impor beras.

“Kami akan terus mendampingi dan mengawal agar tak ada impor beras. Bahkan masa yang lebih banyak bisa kami kerahkan,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Tak Kunjung Temui Demonstran, Bupati Pati Dikirimi Fatihah

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan petani yang menggelar aksi penolakan impor beras di depan Alun-alun Pati ramai-ramai membacakan surat Al-Fatihah untuk Bupati Pati Haryanto. Itu dilakukan setelah orang nomor satu di Bumi Mina Tani itu tak kunjung menemui demonstran.

Subhan, salah sartu demonstran mengaku tak mudah bagi petani datang ke pendapa. Ia mengaku harus menjual gabah satu kwintal untuk beraksi menyuarakan aspirasi dan keinginan petani supaya didengar Bupati Haryanto.

“Cukuplah saya yang kehilangan satu kwintal gabah. Datanglah pak bupati, temuilah kami yang hanya rakyat jelata ini,” katanya saat aksi

Selain pembacaan surat Fatihah, dalam aksi tersebut juga dialunkan puisi khusus buat pejabat Pemkab Pati. Puisi keprihatinan tersebut muncul lantaran nasib petani yang dianggap makin tercekik.

Dalam aksi juga sempat terjadi aksi saling dorong antara masa dengan petugas kepolisian yang berjaga. Aksi dorong muncul karena tak kunjung ada tanggapan dari Pemkab Pati.

Editor: Supriyadi

Baca: Tolak Impor Beras, Ratusan Petani Pati Demo di Depan Pendapa

Tolak Impor Beras, Ratusan Petani Pati Demo di Depan Pendapa

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan petani di Pati menggelar aksi di depan pendapa kabupaten, Senin (22/1/2018). Aksi dilakukan para petani terkait isu kabar impor beras, yang dianggap mencekik petani.

Subhan, petani Pati yang ikut aksi mengatakan, saat ini para petani sedang dalam proses panen raya. Melihat hal itu, tidak sepatutnya jika pemerintah melakukan impor beras di saat warganya panen.

“Itu hanya akan membuat harga padi anjlok. Akhirnya yang dirugikan adalah kami dari para petani pribumi,” katanya saat aksi.

Atas dasar itu, ia menuntut pemerintah pusat dapat membatalkan rencana impor beras. Jika tetap dilakukan, langkah itu akan semakin mencekik para petani, khususnya petani Pati.

Dia menyebut, saat ini harga padi sudah berangsur turun. Dari Rp 600 ribu menjadi Rp 500 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp 400 ribuan.

Dalam aksi tersebut, masa menginginkan Bupati Pati datang menemui demonstran. Sayangnya hingga siang ini (sekitar jam 11.30 WIB) Bupati Haryanto tak kunjung datang menemui.

Editor: Supriyadi

Tak Ada Payung Hukum, Nelayan Cantrang Pati Masih Was-was Berlayar

MuriaNewsCom, Pati – Nelayan cantrang di Kabupaten Pati menyambut gembira atas dibolehkannya kapal cantrang kembali berlayar. Apalagi, pernyataan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Heri Budianto,  seorang nelayan cantrang asal Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati misalnya, dia mengaku gembira atas pernyataan  Presiden Joko Widodo yang membolehkan penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang.

“Dengan ini maka nelayan tak lagi khawatir saat mau melaut mencari. Karena sudah dua bulan tidak bekerja melaut,” katanya.

Menurut dia, para nelayan siap mematuhi aturan pemerintah selagi melegalkan kapal cantrang. Termasuk dengan bobot kapal yang juga diatur pemerintah.

Kendari demikian, dia mengakui masih was-was akan dilegalkan cantrang tanpa adanya cantolan hukum. Untuk itu, diharapkan pemerintah segera mengeluarkan petunjuk teknis pengurusan izin melaut untuk kapal jenis cantrang.

“Jika juknisnya sudah dibentuk, maka nelayan siap mengajukan ijin berlayar,” ungkapnya.

Disinggung soal jumlah kapal cantrang, dia menyebut memiliki jumlah mencapai 170an kapal. Jumlah tersebut merupakan keseluruhan dengan kapal berbagai ukuran.

Editor: Supriyadi

Mogok Sekolah, Guru SD Penggung 1 Pati Door to Door Bujuk Siswa Kembali Sekolah

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan siswa SD Penggung 1, Kecamatan Dukuhseti hingga hari ini, Sabtu (20/1/2018) masih banyak yang mogok sekolah. Kendati demikian, sebagian siswa sudah ada yang masuk guna mengikuti pembelajaran seperti biasanya.

Andang Tri Saputro salah satu guru SD Penggung 1 mengatakan, mulai Jumat (19/1/2018) kemarin, beberapa siswa sudah mulai berdatangan ke sekolah. Meski jumlahnya tak banyak, namun aktivitas belajar siswa kembali berlangsung.

Baca: Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

“Sekitar 50 persen siswa masih absen, namun kami melanjutkan proses pembelajaran mereka,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi.

Menurut dia, semenjak para siswa mengelar aksi mogok sekolah, para guru sudah melakukan inisiatif mendatangi rumah siswa satu persatu. Kedatangan guru untuk merayu para siswa agar kembali bersekolah lagi. Hasilnya, sudah mulai ada yang bersekolah lagi.

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Rencananya, kata dia, para guru akan kembali mendatangi rumah para siswa untuk membujuk mereka kembali bersekolah. Itu dilakukan lantaran, pihak guru khawatir jika aksi mogok terus dilanjutkan hanya membuat kerugian bagi siswa.

“Mereka para siswa ketinggalan pelajaran. Jika diteruskan hanya akan semakin rugi. Atas dasar itulah kami mendatangi mereka,” ujarnya.

Saat ini, para siswa sudah ketinggalan pelajaran selama beberapa hari. Guna mengejar materi pelajaran, para guru sepakat bakal membuat les untuk para siswa.

Editor: Supriyadi

Baca: Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

Bulog Pati Wajibkan Karyawannya Beli Bawang Merah dari Petani

MuriaNewsCom, Pati – Bulog Pati menginstruksikan kepada seluruh karyawan wajib membeli bawang merah dari kalangan petani. Itu dilakukan sebagai langkah partisipasi Bulog atas murahnya harga bawang merah.

Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Rindo Saputra mengatakan, partisipasi semacam itu dilakukan untuk membantu petani menjual bawang merah. Cara seperti itu dapat membantu sambil menunggu usulan penyerapan bawang merah petani.

“Seluruh karyawan kami sudah kami instruksikan membeli bawang merah dari petani. Dan saat ini masih berlangsung,” katanya saat ditemui.

Baca: Wakil Bupati Wajibkan PNS di Pati Beli Bawang Merah dari Petani

Menurut dia, tiap karyawan diharuskan untuk membeli bawang sejumlah dua kilogram. Tiap kilo, mereka diharuskan membayar sebanyak Rp 15 ribu. Harga tersebut dianggap pas untuk memenuhi kebutuhan bawang karyawan.

Disebutkan, jumlah karyawan Bulog memang tak banyak. Tercatat, karyawan hanya 46 orang saja. Kendati demikian, diharapkan akan membantu petani meski sedikit.

“Kalau ada yang mau membeli lebih dari itu kami persilakan. Namun minimal adalah lima kilogram,” ungkap dia.

Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan Pemkab Pati untuk membeli bawang merah petani. Bedanya, tiap PNS Pati harus membeli sebanyak dua kilogram.

Editor: Supriyadi

Harga Anjlok, Bulog Pati Usulkan Pembelian Bawang dari Petani

MuriaNewsCom, Pati – Harga bawang merah yang anjlok di kalangan petani di Bumi Mina Tani membuat Perum Bulog Subdivre II Pati bergerak cepat. Salah satunya memberikan usulan ke Bulog Pusat untuk melakukan pembelian. Tujuannya, supaya petani tak terlalu rugi dan bisa melakukan tanam kembali.

Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Rindo Saputra mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pembahasan internal terkait langkah tersebut. Dalam waktu dekat, usulan tersebut akan diberikan ke tingkat Jateng dan pusat.

“Sebenarnya untuk kebijakan membeli atau menyerap merupakan kewenangan dari pusat. Jika pusat menginstruksikan membeli maka kami akan beli. Makanya kami usulkan,” katanya, Jumat (19/1/2018).

Baca: Memprihatinkan, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Hanya Rp 5 Ribu Per Kilogram

Menurut dia, upaya membeli bawang petani merupakan upaya membantu petani. Terlebih saat harganya anjlok seperti sekarang ini, petani sangat membutuhkan uluran tangan untuk menekan kerugian.

Namun, kata dia, pihak Bulog tidak bisa membeli secara keseluruhan bawang milik petani. Karena, Bulog sendiri memiliki masalah penyimpanan bawang. Lain halnya untuk beras, yang banyak memiliki gudang.

“Kalaupun membeli bawang maka kami harus menyimpan di PT Pura Kudus. Di sana terdapat alat untuk menyimpan dalam jumlah besar. Jika tidak, maka bawang merah hanya bertahan beberapa pekan saja,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya mengaku masih memiliki cadangan bawang merah sebanyak 18 ton. Semuanya disimpan di gudang milik PT Pura Kudus.

Editor: Supriyadi

Dewan Minta Pemkab Turun Tangan Sikapi Aduan Pemuda Semirejo Pati

MuriaNewsCom, Pati – DPRD Pati meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat sesegera mungkin turun tangan mengatasi persoalan aduan puluhan pemuda Desa Semirejo, Kecamatan Gembong. Hal itu supaya persoalan bisa cepat selesai dan tak menimbulkan polemik berkelanjutan.

Ketua Komisi A DPRD Pati Aji Sudarmaji mengatakan, aduan dari para pemuda tersebut merupakan keprihatinan mereka akan desa mereka. Untuk itu, Pemkab Pati harus segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Dalam pertemuan tadi, juga menghadirkan Pemkab Pati. Sehingga mereka sudah tahu persoalan yang dikeluhkan para masyarakat di Desa Semirejo itu,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Baca: Tak Ada Transparansi Angaran, Kades Semirejo Pati Dilaporkan ke Dewan

Menurut dia, pihak dewan berterimakasih atas kepercayaan warga mengadu kepada dewan. Sebagai wakil rakyat, sudah sepatutnya membantu memfasilitasi agar per

Dikatakannya, secara keseluruhan apa yang dikeluhkan para warga tersebut merupakan bentuk kurangnya keterbukaan informasi dari pihak desa kepada masyarakat. Diharapkan, ke depan pihak pemdes akan lebih transparan dalam informasi publik jika apa yang dituduhkan masyarakat benar.

“Minimal dengan adanya papan informasi tentang desa, ataupun juga dengan pengumuman dana APBDes dapat ditaruh di tempat strategis,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Tak Ada Transparansi Angaran, Kades Semirejo Pati Dilaporkan ke Dewan

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan pemuda Desa Semirejo, Kecamatan Gembong yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Desa mendatangi Kantor DPRD Pati, Kamis (18/1/2018). Mereka mengadukan Kepala Desa Semirejo Triyono yang diduga melakukan penyelewengan dana desa.

Gunawan, koordinator pemuda mengatakan, puluhan pemuda terpaksa mengelar audiensi dengan wakil rakyat lantaran selama ini melihat pemdes tidak transparan terkait dana desa. Bahkan, pihaknya melihat banyak hal-hal yang diduga dicurangi oleh pemeritah desa.

“Ada 14 penyimpangan yang kami lihat dalam pemerintah Desa Semirejo. Kami meminta adanya tindakan yang tegas dan cepat akan adanya penyelewengan itu,” katanya kepada awak media usai audiensi.

Disebutkan, penyelewengan yang dilakukan seperti pengelolaan dana PAM SIMAS yang tidak transparan. Sebelum mengadu ke dewan, ia mengaku sudah menanyakan hal tersebut dua kali. Yakni pada 11 September 2017 lalu dan 29 September, namun tidak mendapatkan jawaban.

Selain itu, kata dia, pihak desa juga dianggap melakukan pelanggaran hukum berat, karena sudah menyewakan aset desa tanpa melakukan tahapan lelang.  Parahnya, hal yang dilakukan itu tanpa diketahui masyarakat desa serta BPD.

“Kami juga melihat adanya pembongkaran dan pembangunan balai desa tanpa adanya rembuk desa dan tahapan yang seharusnya. Banyak lagi yang sudah kami laporkan terkait kecurangan,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintah dan dewan bisa segera bertindak. Ia khawatir jika tak segera diluruskan, masyarakat semakin dirugikan.

Editor: Supriyadi

Wali Murid: Mogok Sekolah Dilakukan Hingga Kepala SD 1 Penggung Pati Dikembalikan

MuriaNewsCom, Pati – Aksi mogok sekolah yang dilakukan seluruh siswa SD Penggung 01, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati rencananya tak hanya berlaku sehari saja. Namun, aksi mogok masal tersebut akan berlangsung hingga tuntutan para wali murid dikabulkan.

Perangkat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti S Widi Nugroho mengatakan, dari informasi yang diterima olehnya, para wali murid sudah berencana aksi mogok sekolah dilakukan hingga dikabulkan permintaan mereka.

“Mereka meminta kepala sekolah balik dan pihak dinas menarik SK pemindahan kepala sekolah di sana,” katanya kepada awak media, Rabu (17/1/2018).

Baca: Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

Menurut dia, apa yang dilakukan warga sempat membuat perangkat kaget. Namun, karena aksi tersebut merupakan inisiatif wali murid, pihak desa hanya bisa berharap dinas segera turun tangan.

Padahal, para guru sudah datang sejak pagi tadi. Namun lantaran tak ada satupun siswa yang datang, para guru hanya menunggu di sekolah saja.

“Tidak hanya siswa, para guru juga mengancam akan pindah masal ke sekolah lain jika keinginan mereka tak dikabulkan,” imbuh dia.

Baca: Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

Sementara itu, Kades Ngagel Suwandi menegaskan, apa yang terjadi di SD 1 Penggung merupakan inisiatif murni para wali murid. Pihak desa tidak ikut campur atas kondisi tersebut.

”Ini murni inisiatif mereka. Kami (pihak desa) tidak bisa berbuat banyak,” tambahnya.

Sebelumnya, puluhan ibu-ibu juga melakukan demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka menuntut kepala SD 1 Penggung tidak dipindah. Alasannya kinerja kepala sekolah sudah terbukti dan berhasil mendapat hati siswa.

Editor: Supriyadi

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Selawat untuk NKRI di Dukuhseti Pati Dihadiri Ulama dari Lebanon

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda Karang Taruna Brojoseti Desa Dukuhseti, Pati menggelar selawat untuk keselamatan NKRI, Selasa (16/1/2017) malam. Sejumlah tokoh dan ulama hadir memimpin Dukuhseti Berselawat. Salah satunya, Habib Ali Zainal Abidin dan Syekh Ismail dari Lebanon.

Ketua Karang Taruna Brojoseti Ahmad Rifai mengatakan, NKRI dalam beberapa waktu terakhir didera isu perpecahan. Karena itu, agenda selawat bersama menjadi cara untuk menyatukan pemuda dalam bingkai NKRI.

“Pemuda itu yang akan meneruskan estafet kepemimpinan negara. Makanya agenda yang bisa mempererat semangat persatuan dan kesatuan harus disemai sejak dini,” ucap Rifai.

Hal yang sama disampaikan Habib Ali. Menurutnya, semangat ukhuwah antarpemuda harus direkatkan kembali, mengingat banyaknya pihak yang mencoba memecah belah kedaulatan NKRI.

Ia yakin bila kemakmuran bangsa akan tercapai dengan ukhuwah yang diwujudkan dalam berbagai cara, termasuk berselawat bersama.

Habib Ali juga mengajak kepada para pemuda di Kabupaten Pati untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka membangun bangsa. Terlebih, Pati selama ini dikenal sebagai daerah di pesisir yang kental dengan nuansa kerukunannya.

Sementara itu, Syekh Ismail mengaku jauh-jauh datang dari Lebanon hanya untuk bertemu dan menyapa pemuda Indonesia. Dari Timur Tengah, dia tahu bila NKRI yang sebagian besar penduduknya Muslim menjadi target radikalisme dan terorisme.

“Saya datang jauh-jauh dari Lebanon untuk bertemu dengan masyarakat Indonesia, khususnya Pati. Saya berdoa agar Indonesia terhindar dari teroris dan radikalisme,” harap Syekh Ismail.

Dukuhseti Berselawat sendiri melibatkan banyak pihak, seperti Fatayat NU dan pemuda setempat. Ketua Panitia, Ahmad Najib berharap, selawat bersama bisa menyatukan pemuda dan masyarakat untuk melakukan pembangunan di desa dari berbagai aspek.

Editor: Supriyadi

Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

MuriaNewsCom, Pati – Seluruh siswa di SD Penggung 01, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, memutuskan mogok sekolah, Rabu (17/1/2018). Mogok masal sekolah dilakukan, lantaran kepala sekolah yang dianggap baik justru dipindah.

Salah satu guru, Andang Tri Saputro mengatakan, sejak pagi tak ada satupun siswa yang hadir ke sekolah. Jumlah siswa yang mencapai 119 siswa kompak menggelar aksi mogok belajar.

“Sampai sekarang (sekitar jam 11.15 WIB) tak ada satupun siswa yang hadir. Baik dari kelas satu hingga kelas enam semuanya absen sekolah,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurut dia, pihak sekolah sudah melakukan kordinasi dengan UPT Dinas Pendidikan kecamatan setempat. Pihak dinas dan pengawas sekolah juga sudah hadir, untuk memantau langsung ke sekolah.

Kendati demikian, lanjut dia, seluruh tenaga di sekolah termasuk guru masih beraktivitas seperti biasa. Para guru masih datang sejak pagi hingga jam pulang sekolah meski tanpa siswa. “Kami para tenaga sekolah sepakat masih menunggu di sekolah,” ujarnya.

Baca : Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

Aksi mogok belajar ini sebagai bagian dari protes atas dipindahnya Saekan, sebagai kepala SD tersebut. Sehari sebelumnya, yakni Selasa (16/1/2018) puluhan orang tua siswa menggelar aksi unjukrasa di Kantot Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati.

Mereka mendesak Dinas Pendidikan membatalkan keputusan pemindahan kepala sekolah tersebut. Mereka juga mengancam jika keputusan itu tak dibatalkan, orang tua siswa akan menggerakkan siswa untuk melakukan mogok belajar.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Disdikbud Pati Tak Bisa Penuhi Keinginan Warga, Kepala SD Penggung Dipindah

MuriaNewsCom, Pati – Proses audiensi antara perwakilan warga Dukuh Penggung, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Pati tak sesuai harapan. Pihak dinas bersikukuh tak bisa memenuhi keinginan masyarakat untuk mempertahankan Kepala SD Penggung 01 diposisinya.

Kades Ngagel Suwandi mengatakan, dari hasil pertemuan beberapa menit dengan pihak dinas, pihak dinas tidak bisa memenuhi tuntutan masyarakat. Karena, semuanya sudah sesuai aturan dari pusat yaitu Permendagri.

“Katanya aturan menyebut jika sudah empat tahun, harus dimutasi. Kalau tidak akan berpengaruh terhadap hak-hak kepala sekolah termasuk soal sertifikasi,” katanya saat mendampingi warganya aksi.

Jawaban tersebut, lanjutnya, jelas membuat warganya resah. Mereka khawatir kepala sekolah yang baru tak bisa mengayomi siswanya sebaik kepala sekolah yang lama. Hanya, ia memastikan tak akan melakukan aksi lanjutan.

Baca: Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

”Semuanya sudah jelas. Dasarnya Permendagri, bukan faktor like and dislike. Jadi kami pastikan tak akan ada aksi lagi,” tegasnya.

Sementara, Kepala Disdikbud Pati Sarpan, menyebut hal yang sama. Semuanya sudah menjadi aturan pusat yang harus ditaati dan dilaksanakan. ”Jadi itu (pemidahan kepala sekolah) sudah aturan. Bukan rekayasa,” tegasnya.

Dia menyebutkan, penggantian kepala sekolah sudah berlangsung sejak akhir Desember lalu. Namun, meski sudah diganti tidak menutup kemungkinan akan diganti kembali, tergantung dari performanya.

“Kepala sekolah yang baru bisa dievaluasi. Jika tidak baik, maka bisa ditindak,” ucapnya singkat.

Disinggung soal hasil keputusan, dia menyebut warga mau menerimanya dengan syarat. Syarat yang diajukan adalah kepala sekolah yang sama baiknya dengan kepala sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Digeledah Polisi, Pelajar di Sukolilo Pati Kedapatan Bawa Sabit dan Gir

MuriaNewsCom, Pati – Polsek Sukolilo menggelar operasi senjata tajam dan miras terhadap pelajar di lingkungan kecamatan setempat, Senin (15/1/2018). Dari hasil operasi ditemukan sejumlah senjata dari tangan para siswa.

Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono mengatakan, operasi dilaksanakan mulai pukul 06.15 hingga 07.30 WIB. Total petugas yang diterjunkan sebanyak 22 petugas yang berasal dari Polsek Sukolilo.

”Operasi dilaksanakan di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA secara serentak. Dengan begitu tak ada yang luput dari pantauan petugas,” katanya kepada awak media

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah senjata milik para siswa. Meliputi, satu buah gir, satu buah sabit, dan satu buah regam tangan. Kuat dugaan senjata tajam tersebut digunakan untuk tawuran antarpelajar.

”Mereka yang kedapatan menyimpan senjata tersebut langsung diamankan petugas kepolisian untuk diberikan pembinaan. Guru dan orang tua juga sempat kami datangkan,” tegasnya.

Rencananya, operasi serupa akan digalakkan secara rutin dengan fokus utama pemeriksaan atas barang bawaan siswa. Mulai dari tas hingga isi jok kendaraan akan diperiksa petugas untuk mencegah tawuran.

Apalagi, saat ini banyaknya laporan kekerasan dari kalangan pelajar yang masuk ke Polsek. ”Belum lama ini ada kasus penganiayaan di Sukolilo. Baik pelaku ataupun korban sama-sama pelajar. Lalu ada juga perkelahian antarDukuh/Desa. Di antaranya berawal dari perkelahian antarpelajar dan berlanjut di desa,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Dikatai Kayak Orang Takziyah, Ibu-ibu Pengunjuk Rasa di Disdikbud Pati Emosi

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan ibu-ibu yang menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati makin memanas. Itu terjadi setelah terdengar celetoh dari dalam kantor yang dibilang kayak sedang takziyah. Mendengar hal itu, para ibu yang sudah lama menunggu makin emosi dan nyaris tak terkontrol.

Berdasarkan pantauan, kondisi demostrasi awalnya cukup kondusif. Para ibu-ibu yang menuntut pergantian Kepala SD Penggung 01 dibatalkan memilih diam sambil menunggu hasil audiensi dari perwakilan warga dengan dinas. Tiba-tiba, muncul suara dari dalam gedung soal tenangnya demo.

“Demo ko kayak orang takziyah, diam saja,” celetoh suara dari dalam kantor dinas.

Baca: Emoh Kepala Sekolah Diganti, Puluhan Ibu-ibu Wali Murid SD Penggung 01 Geruduk Dinas Pendidikan Pati

Baca : Kepala Sekolahnya Diganti, Seluruh Siswa SD Penggung 01 Pati Mogok Sekolah

Mendengar hal itu, para ibu langsung emosi. Sebagian langsung marah marah meluapkan emosi. Bahkan, selain mengatai pejabat dinas, para ibu juga nyaris menerobos masuk ke dalam kantor dinas.

“Siapa tadi yang bilang takziyah. Kami ke sini minta ketemu kepada dinas malah dikatai Takziyah. Sini keluar yang bilang, jangan cuma ngomong seenaknya,” ucap seorang demonstran dengan marah.

Selain emosi, nampak pula sekelompok ibu yang menangis lantaran dikatai Takziyah. Sayangnya, meski situasi terus memanas, tak ada yang keluar dari kantor dinas untuk klarifikasi.

Editor: Supriyadi

Baca: Wali Murid SD Penggung 01 Pati Ancam Mogok Sekolah Jika Kepala Sekolah Dipindah