Warga Nglobar Grobogan yang Hanyut di Sungai Lusi Ditemukan Tak Bernyawa

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian terhadap Cipto, warga Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.00 atau menjelang Asar, mayat pria berusia 38 tahun itu berhasil ditemukan.

Jarak penemuan dengan tiik korban hanyut sekitar 4 km. Mayat yang terapung dipinggiran sungai ditemukan oleh warga yang ikut mendukung proses pencarian.

Warga kemudian mengabarkan penemuan mayat itu pada tim SAR gabungan yang berkonsentrasi melakukan penyisiran disekitar titik hanyut. Selanjutnya, mayat yang mengenakan celana pendek dan kaos panjang warna biru langsung dievakuasi tim SAR gabungan. Setelah dimasukkan dalam kantong, jenazah korban kemudian diserahkan pada pihak keluarganya.

“Alhamdulillah, korban yang dilaporkan hanyut sudah berhasil ditemukan. Rencananya, hari ini juga akan dilakukan proses pemakaman,” kata Kades Nglobar Mugiyono, Sabtu (24/3/2018).

Seperti diberitakan, sehari sebelumnya, korban sempat pamit cari rumput dipinggiran sungai Lusi. Namun, hingga malam hari, korban belum kunjung pulang.

Diduga, korban terpeleset ke sungai saat mencari rumput. Warga setempat sempat melakukan pencarian disekitar aliran sungai tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, warga meminta bantuan tim SAR untuk melakukan pencarian.

Setelah mendapat laporan, tim SAR BPBD Grobogan langsung melakukan pencarian di lokasi ditemukannya sabit dan keranjang yang digunakan korban mencari pakan ternak. Upaya pencarian juga mendapat bantuan dari tim Basarnas Pos Jepara yang datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Editor: Supriyadi

Pucuk Pimpinan Polres Grobogan Berganti Wajah, Ini Sosoknya

MuriaNewsCom, GroboganPucuk pimpinan Polres Grobogan resmi berganti wajah. Hal ini menyusul dilangsungkannya acara serah terima jabatan yang dilangsungkan di Mapolres Grobogan, Sabtu (24/3/2018).

Kapolres baru diemban AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Jateng. Untuk pejabat lama, AKBP Satria Rizkiano yang tugas di Grobogan selama satu tahun itu akan pindah tugas di Polda Sulawesi Barat.

Sebelum acara sertijab hari ini, Satria sudah sempat berpamitan secara lisan dengan sejumlah awak media yang ada di Grobogan. Dalam kesempatan itu, Satria merasa sangat terkesan selama 12 bulan bertugas di Grobogan.

“Meski cukup singkat namun banyak kenangan selama tugas di Grobogan. Masyarakat di Grobogan juga sangat mendukung kinerja kepolisian dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif. Demikian pula, dukungan teman media dalam menginformasikan kinerja Polres Grobogan juga sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, kedatangan Kapolres baru ditandai dengan penyambutan barisan pedang pora mulai dari pintu masuk Mapolres Grobogan hingga menuju depan lobby. Sebelumnya, kapolres baru sempat menerima pengalungan bunga dari polisi cilik dan kemudian diiring penari gambyong sebelum melangkah memasuki barisan pedang pora.

Editor: Supriyadi

Kerusakan Makin Parah, 6 Jembatan Antar Desa di Grobogan Butuh Penanganan Serius

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan tampaknya perlu menaruh perhatian serius pada penanganan kerusakan jembatan antar desa. Tindakan tersebut perlu dilakukan mengingat hingga saat ini ada cukup banyak jembatan penghubung antar desa yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani maka jembatan itu dikhawatirkan ambrol dan memutus akses transportasi warga sekitar.

Dari penelusuran dilapangan, sedikitnya ada 10 jembatan rusak yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari 10 titik ini ada enam jembatan yang butuh penanganan segera karena tingkat kerusakannya cukup parah.

Yakni, jembatan di Desa Lebengjumuk, Kecamatan Grobogan. Kemudian jembatan di Desa Tunggak (Toroh), jembatan Desa Kalipang (Gabus), jembatan Desa Truwolu (Ngaringan), jembatan Banjardowo (Kradenan) dan jembatan di Desa Karangsono (Karangrayung).

Rusaknya jembatan itu disebabkan beberapa faktor. Yakni, usianya sudah lama, dan terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Jembatan itu sebelumnya dibangun oleh Pemkab Grobogan namun statusnya tetap milik desa. Sesuai aturan terbaru, penanganan aset desa harus dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Kondisi inilah yang menjadikan penanganan jembatan desa menjadi terhambat. Soalnya, keuangan desa tidak mencukupi perbaikan jembatan yang butuh dana besar. Sebagai upaya sementara, pihak desa hanya melakukan upaya darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono membenarkan jika saat ini sudah banyak laporan terkait kerusakan jembatan antar desa tersebut. Ia menyarankan, pihak desa agar mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi atau pusat untuk perbaikan jembatan.

Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus dan kita akan bantu fasilitasi,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ditunda, Progam BPNT di Grobogan Akan Diluncurkan Bulan Mei

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial yang dijadwalkan pada Maret ini, akhirnya ditunda pelaksanaannya. Rencananya, program tersebut akan dilaksanakan mulai bulan Mei nanti. Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Moh Sumarsono saat membuka sosialisasi BPNT di pendapa kabupaten, Sabtu (24/3/2018).

Menurutnya, penundaan program BPNT disebabkan beberapa hal. Antara lain, masih adanya persoalan pada data keluarga penerima manfaat (KPM) yang menjadi sasaran BPNT.

Terkait kondisi ini, pihaknya meminta pada para kepala desa, camat serta tim koordinasi bansos pangan agar segera mendukung upaya pemutakhiran data KPM. Dengan adanya pemutakhiran tersebut maka penerima BPNT diharapkan benar-benar tepat pada sasarannya.

“Kemudian, penundaan BPNT dilakukan karena di tingkat pusat hingga daerah masih dalam tahap persiapan pelaksaan program tersebut. Yakni terkait mekanisme penyaluran, pendataan, serta infrastruktur penunjang program,” jelas Sumarsono.

Dijelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya. Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Jumlah penerima BPNT tercatat ada 124.178 KPM. Meski ada penundaan ini, para KPM tetap akan mendapat bantuan Beras Sejahtera (Rastra) untuk bulan April nanti. Sebelumnya, para KPM sudah menerima bantuan rastra dari Januari-Maret.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Terima Penghargaan Women’s Obsession Awards 2018

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan baru diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni. Yakni, meraih predikat Women’s Obsession Awards 2018 untuk kategori Best Achiever in Women Regional Leader.

“Penghargaan ini diberikan oleh Obsession Media Group (OMG) Jakarta. Penyerahan penghargaan disampaikan oleh Direktur OMG M. Lubis pada Rabu malam kemarin di Jakarta. Malam penyerahan penghargaan juga dihadiri Menteri Kominfo Rudiantara,” ungkap Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Ayong, dalam kesempatan itu, Menkominfo sempat menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Sri Sumarni. Selama dua tahun menjabat jadi bupati, Sri Sumarni dinilai sudah banyak melakukan terobosan bagi masyarakat. Mulai dari pembenahan infrastruktur, prestasi pertanian dan perternakan, kabupaten peduli HAM dan kabupaten layak anak.

“Menkominfo juga menilai juga Kabupaten Grobogan saat ini mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan diberbagai bidang. Apresiasi juga diberikan karena Kabupaten Grobogan mampu mengelola tata administrasi dan keuangan secara baik sehingga berhasil mempertahankan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan BPK,” kata Ayong.

Ayong menambahkan, penetapan pemenang atau penerima penghargaan dilakukan berdasarkan penjurian yang terdiri Tim OMG bekerjasama dengan Indonesia Research and survey serta lembaga konsultan komunikasi dan politik citra marketing communication. Penghargaan juga diberikan kepada 5 menteri, 4 gubernur dan 4 bupati wanita, anggota DPR RI, pengusaha, politisi, kalangan proffesional serta beberapa tokoh nasional. Diantaranya adalah Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, sebelumnya sempat terkejut ketika mendapat pemberitahuan jika jadi penerima penghargaan tersebut. Ia mengaku, penghargaan itu didapat bukan karena kinerjanya sendiri. Tetapi berkat dukungan dari semua pihak, baik dari OPD maupun instansi lainnya.

“Penghargaan ini tidak boleh membuat kita merasa puas. Justru harus jadi pelecut semangat untuk meraih banyak prestasi lainnya dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Diduga Terpeleset saat Cari Rumput, Warga Nglobar Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganTim SAR BPBD Grobogan didukung relawan dan masyarakat saat ini sedang melakukan pencarian orang hanyut di aliran Sungai Lusi di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (24/3/2018). Pencarian dilakukan menyusul adanya warga setempat yang dilaporkan hanyut di sungai.

”Laporan baru siang tadi kita terima. Selanjutnya, kami langsung terjunkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Orang yang dilaporkan hanyut disebutkan bernama Cipto (38). Pria ini diduga hanyut pada Jumat (23/3/2018) sore sekitar pukul 17.00.

Sebelumnya, korban sempat pamit cari rumput di pinggiran sungai Lusi. Namun, hingga malam hari, korban belum kunjung pulang.

Diduga, korban terpeleset ke sungai saat mencari rumput. Warga setempat, sempat melakukan pencarian disekitar aliran sungai tetapi hasilnya nihil.

”Ini tim masih melakukan pencarian. Semoga bisa segera ditemukan,” sambung Masrichan.

Editor: Supriyadi

Tim BPSMP Sangiran Lakukan Konservasi Temuan Fosil di Museum Lapangan Banjarejo

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran kembali melakukan konservasi fosil di museum lapangan di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Rencananya konservasi akan dilakukan selama 10 hari.

”Saat ini kegiatan konservasi sudah dilakukan sejak lima hari lalu. Targetnya diselesaikan dalam waktu 10 hari atau lima hari lagi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Jumat (23/3/2018).

Fosil yang ditemukan di tengah areal sawah itu berasal dari potongan tubuh beberapa jenis hewan purba. Antara lain, gajah, banteng, dan buaya. Setelah dilakukan pelebaran kotak eskavasi hingga ukuran 10×12 meter, ditemukan lebih banyak fosil hingga jumlahnya lebih dari 100 biji. Baik ukuran kecil, sedang maupun besar.

Pada bulan September 2017 lalu, semua fosil dalam kotak eskavasi sudah diangkat dari lokasi. Proses pengangkatan semua fosil butuh waktu hingga delapan hari.

Lamanya tenggat waktu pengangkatan itu disebabkan jumlah fosil yang ditemukan cukup banyak. Selain itu, proses pengangkatan juga butuh kehati-hatian dan ketelitian sehingga makan waktu cukup lama.

Sebelum diangkat, terlebih dulu dilakukan proses pembersihan sisa sedimen yang masih menempel pada fosil. Setelah dilakukan beberapa perlakuan, fosil kemudian dituangi cairan kimia polyurethane.

Penggunaan cairan kimia itu bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan pada fosil yang akan diangkat dari lokasi penemuan. Seperti, resiko terjatuh atau kena getaran saat dibawa ke tempat penampungan sementara. Fosil yang terbalut busa akan tetap utuh seperti aslinya.

Ketua tim konservasi BPSMP Sangiran Yudha Her Prima menyatakan, konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik. Dalam pengertian yang lain konservasi adalah suatu tindakan pelestarian yang dilakukan dengan cara memelihara, mengawetkan benda cagar budaya dengan teknologi modern sebagai upaya untuk menghambat proses kerusakan dan pelapukan lebih lanjut.

”Pada dasarnya kegiatan konservasi bertujuan untuk menjaga keberadaan dan kualitas cagar budaya agar dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang,” jelasnya.

Konservasi di Banjarejo dilakukan dengan melakukan pembukaan lapisan pengaman dan pembersihan fosil. Tahap selanjutnya, melapisi fosil dengan pareloid untuk pengerasan dan pengawetan. Untuk fosil yang kondisinya patah akan dilakukan penyambungan. Setelah itu, semua fosil yang sudah dikonservasi akan dicatat dan dimasukkan dalam data base.

”Jumlah fosil temuan sangat banyak dan sebagian kondisinya patah-patah. Sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk melakukan konservasi. Namun, dengan waktu 10 hari kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk merampungkan konservasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Top. Ciptakan Mesin Pencacah Rumput, Anggota Polres Blora Ini dapat Police Award

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah prestasi istimewa diraih Aipda Suyono, salah satu anggota Polres Blora yang bertugas di Polsek Jiken. Yakni, mendapat penghargaan Police Award Polda Jateng dibidang perternakan atau pertanian. Selain itu ada juga 20 polisi lainnya yang juga mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya pada bidang lainnya.

Penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (22/3/2018) malam. Acara penghargaan juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah menteri terkait. Hadir pula jajaran Forkompinda tingkat provinsi dan kabupaten.

Penghargaan didapat Aipda Suyono atas hasil karya yang dibuatnya beberapa bulan lalu. Yakni, menciptakan mesin pencacah rumput dengan modal pribadi.

Hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diwilayah tugasnya. Terutama saat musim kemarau tiba karena hasil fermentasi pakan ternak dari cacahan rumput atau batang jagung bisa bertahan hingga waktu enam bulan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan yang didapat anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Suyono tersebut. Ia juga mengucapkan terimaksih atas kerja keras seluruh personil, serta dukungan dari rekan-rekan media hingga akhirnya mampu meraih penghargaan Police Award tersebut.

“Alhamdullilah, puji syukur atas anugerah Allah SWT, akhirnya Polres Blora mampu meraih penghargaan Police Award. Rasa terimakasih juga saya tujukan untuk rekan-rekan media yang ikut berpartisipasi dalam mendukung Aipda Suyono meraih penghargaan kategori Bhabinkamtibmas yang berpengaruh di bidang perternakan dan pertanian ini,” ujarnya, Jumat (23/3/2018).

Atas keberhasilan tersebut, Suyono layak dijadikan sebagai motivator bagi semua anggota Bhabinkamtibmas. Ia berharap agar penghargaan itu bisa menjadi inspirasi anggota lainnya untuk bisa lebih peduli membantu persoalan sosial masyarakat di sekitar tempat tugasnya.

Editor: Supriyadi

Bantaran Sungai Longsor, Jalan di Desa Kedungrejo Grobogan Terancam Patah

MuriaNewsCom, GroboganJumlah titik bantaran sungai Lusi di wilayah Grobogan yang terkena longsor makin bertambah. Hal ini menyusul adanya bantaran longsor di Dusun Ngrebo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi.

Sebelumnya, bantaran longsor sudah terdapat di Kecamatan Ngaringan, Wirosari, Kradenan, Pulokulon, dan Tawangharjo. Selain mengancam pemukiman, longsornya bantaran juga membahayakan infrastruktur jalan dan jembatan.

Longsornya bantaran di Dusun Ngrebo itu berdampak pada fondasi atau talud penahan bahu jalan. Secara bertahan, fondasi penahan itu tergerus dan saat ini panjang gerusan sudah berkisar 10 meter.

Jika tidak segera ditangani, longsornya bantaran bisa menyebabkan konstruksi jalan dari cor beton patah. Soalnya, pada titik fondasi yang tergerus, terlihat rongga dibawah bahu jalan.

“Untuk sementara, sebagian ruas jalan pada titik itu kami beri pembatas agar ada kendaraan melintas diatasnya. Hal ini kita lakukan karena jika ada kendaraan berat lewat bisa membahayakan konstruksi jalan,” kata salah satu perangkat Desa Kedungrejo Suprat, Jumat (23/3/2018).

Sebelumnya, ada 13 keluarga yang tinggal disekitar lokasi longsoran. Namun, saat hanya tinggal tujuh keluarga yang masih bertahan. Sedangkan enam keluarga lainnya sudah pindah ke lokasi yang lebih aman.

Suprat menjelaskan, pada awal tahun lalu pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sudah meninjau lokasi longsoran tersebut. Mereka juga sudah mengambil contoh tanah untuk diteliti.

”Sampai sekarang, kami tak mengetahui hasilnya. Saat mereka ke sini, kami disarankan untuk membuat proposal langsung ke BBWS Pemali Juana,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono mengatakan, saat ini memang banyak laporan adanya tebing maupun bantaran sungai Lusi yang longsor. Selain aset kabupaten, bencana longsor tersebut juga mengancam perumahan warga.

”Kami sudah berkirim surat ke BBWS Pemali Juana dan sampai saat ini memang belum ada tindakan penanganan yang signifikan. Untuk badan jalan yang mulai longsor di Dusun Ngrebo, akan segera kami perbaiki dengan dana pemeliharaan,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Lakukan Banyak Upaya, Pemkab Grobogan Kembali Targetkan Raih Piala Adipura 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan manargetkan bisa meraih kembali piala Adipura pada tahun 2018 ini. Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Moh Sumarsono, usai memimpin rakor persiapan penilaian Adipura tahap II yang dilangsungkan di ruang rapat wakil bupati, Jumat (23/3/2018).

Menurut Sumarsono, sejauh ini, Grobogan sudah berhasil meraih piala Adipura sebanyak empat kali. Yakni, pada tahun 2009, 2010, 2012 dan 2013.

Dalam edisi tiga tahun terakhir, piala Adipura tidak pernah didapatkan lagi. Salah satu factor utama kegagalan itu  adalah pengolahan yang dilakukan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi dinilai belum memenuhi persyaratan ramah lingkungan. Kondisi itu menjadikan poin yang didapat menjadi rendah karena pengolahan sampah di TPA masih dilakukan secara konvensional.

Pada tahun 2017, sudah dilakukan penataan pada TPA dengan dukungan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 20 miliar. Penataan dilakukan dengan melengkapi sarana dan prasarana pendukung di TPA. Setelah ada penataan, cara penanganan sampah saat ini sudah dilakukan dengan model controlled landfill yang lebih ramah lingkungan.

“Penanganan sampah di TPA sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, sampah sudah dikelola ramah lingkungan,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan adalah menggandeng semua komponen masyarakat serta instansi pemerintah dan swasta untuk ikut menyukseskan penilaian Adipura. Caranya, dengan menata lingkungan masing-masing agar bersih, rapi, asri serta penanganan sampahnya dilakukan dengan baik dan mendirikan bank sampah diberbagai tempat.

“Dalam rakor ini kita juga mengudang berbagai komponen masyarakat. Dengan melibatkan semua komponen masyarakat untuk berpartisipasi maka kesempatan meraih Adipura bisa lebih terbuka,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Takmir Masjid di Grobogan Ini Deklarasikan Diri Tolak Kegiatan Politik di Masjid

MuriaNewsCom, GroboganDeklarasi penolakan terhadap kegiatan politik di masjid dilakukan Takmir Masjid Asad Alif di jalan A Yani, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Jumat (23/3/2018).

Deklarasi dilakukan dengan membentangkan spandukbertuliskan “Menolak Masjid Untuk Kegiatan Politik”. Sebelum deklarasi, terlebih dulu diadakan ceramah dan doa bersama yang dipimpin salah satu Takmir Masjid Asad Alif KH Yono.

KH Yono menyatakan, masjid merupakan rumah Allah SWT yang harus dijaga dari hal-hal yang merendahkan. Oleh sebab itu, masjid hendaknya tetap terjaga sesuai dengan fungsinya sebagai tempat terhormat untuk mengagungkan Allah SWT.

Ia menjelaskan, sebagai tempat ibadah rutin, masjid memang bisa jadi tempat yang sangat strategis untuk mengumpulkan massa. Namun, jika menggunakan masjid sebagai arena politik dinilai sudah diluar konteks penggunaannya sebagai tempat beribadah.

“Seperti diketahui, tahun 2018 sampai 2019 merupakan tahun politik. Untuk itu, para takmir, pengurus masjid dan jamaah harus bisa mencegah agar tidak terjadi politisasi di masjid. Mari menjaga masjid-masjid dari aliran yang sejatinya bukan untuk menambah kemaslahatan tapi memecah belah umat karena kegiatan berpolitik praktis,” tegasnya.

Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim yang terbuka bagi semua latar belakang serta golongan. Untuk itu, masjid harus dijadikan sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan caci maki, menyampaikan ujaran kebencian serta ajakan permusuhan.

“Menghadapi pilkada ini, masjid justru harus berperan sebagai penyejuk di tengah panasnya atmosfer politik. Masjid tidak boleh digunakan sebagai ajang kampanye atau berpolitik,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Musrenbang, Penataan Kota Purwodadi Jadi Prioritas Utama Tahun 2019

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya untuk mempercantik wajah kota Purwodadi akan jadi salah satu skala prioritas pada tahun depan. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 tingkat kabupaten yang digelar di gedung Riptaloka, Kamis (22/3/2018).

Menurut Sri, salah satu target dalam masa kepemimpinannya adalah merubah wajah kota Purwodadi agar lebih cantik lagi melalui Gerakan Cantik Kotaku, Bersih Lingkunganku. Untuk mempercantik ibukota Kabupaten Grobogan itu akan dilakukan dengan merevitalisasi trotoar dan saluran drainase, penataan kawasan publik seperti alun-alun dan bundaran simpanglima. Upaya mempercantik kawasan kota juga akan dikerjakan dengan membangun taman baru, penataan tempat untuk PKL dan sarana publik lainnya.

“Kota Purwodadi harus jadi lebih cantik tahun depan. Setelah itu, penataan akan berlanjut ke ibu kota kecamatan. Untuk perbaikan infrastruktur jalan tetap akan kita lakukan,” katanya.

Prioritas lain yang akan dikerjakan pada tahun depan adalah meningkatkan ekonomi masyarakat melalui gerakan Usaha Produktif Rakyat Mandiri. Selanjutnya adalah peningkatan kualitas tujuan wisata dengan membuat sesuatu yang unik dari produk unggulan sehingga bisa mendatangkan daya tarik wisatawan.

Peningkatan kualitas SDM dalam bidang pendidikan dan kesehatan jadi prioritas lainnya serta pengentasan kemiskinan. Satu hal lagi yang jadi perhatian adalah pelaksanaan Pemilu 2019 dengan membuat gerakan Pemilu Adem, Rakyat Tentrem.

“Hasil musrenbang ini nantinya akan jadi dasar untuk menerapkan kebijakan yang akan dilakukan pada tahun 2019. Untuk itu masukan dari berbagai pihak kita perlukan dalam musrenbang ini. Seperti dari LSM, organisasi profesi, dan anggota DPRD,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Karang Taruna di Grobogan Dibekali Cara Bijak Gunakan Medsos

MuriaNewsCom, Grobogan – Para anggota karang taruna di Grobogan diharapkan agar bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial dan mewaspadai adanya berita bohong atau hoax. Hal itu disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo dihadapan puluhan anggota karang taruda dalam acara sosialisasi anti berita hoax di aula Mapolres, Kamis (22/3/2018).

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos. Termasuk di dalamnya adalah adik-adik dari karang taruna ini. Untuk itu perlu dilakukan berbagai pemahaman supaya bisa menggunakan medsos dengan bijak,” katanya.

Menurut Teddy, hadirnya medos disatu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, disisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada dibalik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan adik, teman atau saudara saat menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau smartphone.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Wibowo menyatakan, sosialisasi anti berita hoax sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu pada berbagai kalangan. Kali ini, sasaran sosialisasi ditujukan pada para pemuda yang nantinya akan jadi mitra Kamtibmas Polres Grobogan.

“Seiring perkembangan zaman dan teknologi, para pemuda dan dapat menyikapinya dengan memanfaatkan fasilitas tersebut kepada hal-hal yang bermanfaat. Penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak dan tidak menyebarkan berita-berita yang tidak benar atau hoax yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Tawarkan Barang Curian, Maling Komputer MA Ma’arif Randublatung Blora Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pencurian seperangkat komputer di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Randublatung Blora akhirnya berhasil dituntaskan pihak kepolisian. Hal ini menyusul tertangkapnya pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi Sabtu (27/1/2018) lalu.

Tersangka pencurian komputer adalah Muhammad Zainudin (55), warga Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tersangka bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) sebuah mini market di Blora.

“Tersangka kita amankan di Stasiun Cepu pada hari Rabu (21/03/2019) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, tersangka berada di stasiun karena mau pulang ke Jakarta,” ungkap Kapolsek Randublatung AKP Supriyo, Kamis (22/03/18).

Bersama tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti kejahatan. Yakni, seperangkat PC computer merk Lenovo dan LCD. Barang itu dicuri tersangka dari ruang guru dengan cara menjebol plafon ruangan.

Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi mengingat gaji yang diterimanya tidak mencukupi.

“Tersangka saat ini masih diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” jelas Supriyo.

Menurutnya, keberhasilan polisi menangkap pelaku pencurian komputer sekolah ini, berkat informasi dari masyarakat yang melaporkan bahwa ada seseorang di sekitar Stasiun Cepu yang sedang menawarkan komputer. Dari informasi itulah, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Editor: Supriyadi

Digerojok Bantuan Peralatan, Petani di Blora Diminta Tingkatkan Hasil Panen

MuriaNewsCom, BloraPara petani diminta untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen. Hal itu disampaikan Bupati Blora Djoko Nugroho saat menyerahkan bantuan peralatan dan mesin pertanian (Alsintan) pada petani di Kantor Dinas Pertanian.

Dalam acara itu Djoko mengatakan, adanya bantuan peralatan tersebut akan mempercepat pengolahan tanah buat persiapan musim tanam. Dengan demikian, waktu yang diperlukan untuk persiapan bisa lebih singkat dibandingkan dengan memakai alat pengolah sawah tradisional.

“Saya harapkan dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian. Tolong bantuan peralatan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Khusus bantuan traktor, jangan ditinggal disawah karena rawan pencurian,” pesannya.

Menurut Djoko, bantuan alsintan itu diperuntukkan bagi kelompok tani. Artinya bantuan itu merupakan milik bersama dan digunakan bersama-sama secara bergantian, bukan milik pribadi.

“Boleh disewakan kepada petani lain di luar kelompok tani tetapi jangan mahal-mahal. Ojo didol, nek konangan ngko ra tak wek i bantuan neh (Jangan dijual, kalau ketahuan dijual nanti tidak akan diberikan bantuan lagi-red),” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Reni Miharti menyatakan, jumlah alsintan yang dibagikan kali ini sebanyak 99 unit. Yakni, dari APBN meliputi bantuan traktor roda dua sebanyak 15 unit, rice transplanter 2 unit, cultivator 3 unit dan rota tanam 1 unit.

Kemudian dari APBD Provinsi ada bantuan power thresser 5 unit, dan corn sheller 3 unit. Sedangkan lewat APBD Kabupaten Blora bantuan alsintan berwujud traktor roda dua sebanyak 70 unit.

“Jumlahnya penerima ada 99 kelompok tani. Masing-masing kelompok tani mendapatkan satu unit alsintan. Penerima adalah kelompok tani yang sebelumnya mengajukan bantuan dan sudah terverifikasi oleh tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sehingga dinyatakan layak menerima alsintan,” jelas Reni.

Editor: Supriyadi

Seorang Kakek di Kalangdosari Grobogan Tewas Bunuh Diri di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria kembali ditemukan tersangkut sampah dipinggiran sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kamis (22/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Mbah Wiharjo (73).

Sehari sebelumnya, peristiwa penemuan mayat juga terjadi di aliran sungai lusi di desa tersebut. Korbannya juga warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat Mbah Wiharjo terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua orang kerabat korban. Yakni Muh Komari (20) dan Mustajab (22).

Saat itu, keduanya memang sedang mencari keberadaan korban karena sejak semalaman tidak pulang ke rumah. Saat dicari didalam rumah, ditemukan tulisan diatas meja berbunyi “Timbang panas, luwih becik mati’ yang ditulis menggunakan arang. Selama beberapa waktu terakhir, korban tinggal sendiri karena istrinya berada di Samarinda.

Pencarian Mbah Wiharjo sengaja dilakukan dengan menyusuri aliran sungai Lusi disebelah timur Bendung Dumpil. Tindakan itu dilakukan karena diduga korban bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sungai.

Setelah menyusuri sungai hampir dua jam, mereka akhirnya menemukan tubuh korban tersangkut sampah dipinggiran sungai. Selanjutnya, peristiwa itu dikabarkan pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian.

Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat. Setelah berada dilokasi, warga kemudian mengevakuasi mayat karena khawatir terseret arus sungai.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal tenggelam akibat tindakan bunuh diri.

“Tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Korban bunuh diri ke dalam sungai,” jelasnya.

Menurutnya, selain pesan yang ada di meja rumahnya, tindakan bunuh diri itu diperkuat dengan penemuan barang bukti yang melekat pada tubuh korban. Yakni, sarung berisi tiga buah batu cukup besar yang diikatkan pada bagian leher korban.

“Jadi, korban dengan sengaja mengaitkan sarung berisi batu ke lehernya. Setelah itu, korban menyeburkan diri ke sungai dan akhirnya meninggal. Korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Belasan Vocal Group Pramuka di Grobogan Berebut Juara di Ajang Lomba, Begini Suasananya

MuriaNewsCom, GroboganPramuka penegak di Grobogan ternyata punya kemampuan dalam bidang olah vocal. Hal ini terlihat dalam perhelatan Festival Vocal Group untuk pramuka penegak yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (21/3/2018).

Festival bertajuk Tembang Grobogan Bersemi itu diikuti 18 vocal group. Terdiri 14 peserta dari utusan kwarran, 3 dari sekolahan, dan 1 perguruan tinggi.

Dalam lomba tersebut, para peserta terlihat sangat bersemangat untuk menampilkan kebolehannya membawakan lagu yang diselingi dengan gerakan-gerakan atraktif. Ratusan penonton yang hadir tampak terhibur dengan jalannya lomba tersebut.

Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Ketua Kwarcab Agus Siswanto juga terlihat cukup senang saat melihat beberapa peserta naik panggung. Sebelumnya, Sri sempat didaulat untuk membuka festival vocal group yang baru pertama kali digelar ini.

Sri menyatakan, penyelenggaraan kegiatan itu merupakan upaya yang positif dalam menumbuhkan partisipasi generasi muda khususnya anggota Pramuka terhadap Kabupaten Grobogan.

“Kegiatan ini perlu diapresiasi dan nantinya akan jadi agenda rutin tahunan. Perlu diketahui, tembang Grobogan Bersemi adalah sebuah karya seni yang didalamnya berisi semangat untuk membangun Grobogan yang kita cintai ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun Kabupaten Grobogan,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Baru 2 Bulan Bebas, Seorang Residivis di Blora Ini Kembali Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan bernama Jarno kembali berurusan dengan polisi. Gara-garanya, pria berusia 25 tahun itu ditengarai telah melakukan tindak pidana penggelapan motor. Ironisnya, Jarno diketahui baru dua bulan lalu bebas dari menjalani hukuman di Rutan Blora dengan kasus yang sama.

“Tersangka atau pelaku bisa kita amankan hari Selasa 20 Maret 2018 kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku adalah residivis penggelapan sepeda motor yang baru keluar pada 21 Januari 2018 lalu,” terang Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, Rabu (21/3/2018).

Kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan tersangka terjadi di rumah korban bernama Ika Widyastuti (40), warga Dukuh Sumengko, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, pada 12 Maret 2018. Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban dan mengaku sebagai montir. Kedatangannya bertujuan untuk memperbaiki truk milik korban yang mogok di wilayah Randublatung.

Mengingat memang butuh bantuan montir, korban tidak menaruh curiga meski orang tersebut belum dikenal sebelumnya. Setelah ngobrol sejenak, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk beli spare part truk yang mogok tadi.

Setelah pergi membawa motor Honda Beeat dengan nopil K 3200 CE, tersangka tidak kembali lagi ke rumah korban hingga malam hari. Merasa kena tipu, korban akhirnya melaporkan kejadian itu pada Polsek Banjarejo pada keesokan harinya.

“Setelah menerima laporan, kami kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, ada informasi yang menyebutkan kalau sepeda motor itu akan dijual diwilayah Randublatung,” jelas Budiyono.

Selanjutnya petugas dari Polsek Banjarejo didukung anggota Polsek Randublatung melakukan pemantauan dan pengintaian di jalan raya Cepu-Randublatung. Sekitar pukul 18.30 WIB, tersangka akhirnya muncul mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju timur.

“Setelah tersangka muncul, petugas langsung menghadang di depan Kantor KPH Randublatung. Kemudian, pelaku berikut barang bukti sepeda motor dan STNK kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Blora Minta Dukungan Perbaikan 4 Ruas Jalan Rusak ke Pemprov Jateng

MuriaNewsCom, BloraSedikitnya ada empat skala prioritas pembangunan yang diusung Pemkab Blora pada tahun anggaran 2019. Selanjutnya, keempat skala prioritas ini diusulkan pada Pemprov Jateng untuk mendapatkan dukungan anggaran.

“Empat usulan prioritas itu sudah kita sampaikan pada Pemprov Jateng. Yakni, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Kabupaten Rembang, hari Senin kemarin,” jelas Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/3/2018).

Djoko menegaskan, empat usulan prioritas itu kesemuanya meliputi peningkatan infrastruktur jalan. Yakni, peningkatan jalan Kunduran-Doplang sepanjang 19,6 km dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan Blora-Randublatung sepanjang 24,8 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas sepanjang 19,1 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar. Satu lagi adalah peningkatan jalan Mendenrejo-Megeri sepanjang 23 km dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar..

“Peningkatan jalan itu butuh alokasi dana cukup besar. Kami berharap Pemprov Jateng bisa membantu pembangunan empat usulan prioritas tersebut,” katanya.

Lebih jauh Djoko menyatakan, peningkatan infrastruktur itu diperlulan untuk membuka akses jalan desa hutan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di wilayah Blora Selatan.

Jika jalan itu bisa terbangun dengan baik, maka roda perekonomian disekitarnya akan tumbuh cepat. Dampak selanjutnya, tingkat kemiskinan akan bisa berkurang.

“Seperti kita ketahui, akses jalan dari Blora ke utara (Rembang) sudah bagus. Akses ke barat arah Purwodadi bagus, begitu juga ke timur arah Bojonegoro bagus. Tetapi begitu kita melihat Blora ke selatan menuju Ngawi, belum ada jalan yang layak,” imbuh Djoko.

Editor: Supriyadi

Peringati 2 Tahun Memimpin Grobogan, Sri Sumarni Gelar Tasyakuran, Ini Catatanya

MuriaNewsCom, GroboganAcara tasyakuran sederhana digelar di rumah dinas Bupati Grobogan Sri Sumarni, Rabu (21/3/2018). Tasyakuran ini dilangsungkan dalam rangka memperingati dua tahun masa kepemimpinan Sri Sumarni.

Seperti diketahui, Sri Sumarni resmi dilantik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi Bupati Grobogan pada 21 Maret 2016 lalu. Pelaksanaan tasyakuran secara sederhana yang diawali dengan potong tumpeng dan makan bersama.

Acara tasyakuran juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan para pimpinan FKPD lainnya. Hadir pula, Sekda Moh Sumarsono dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BUMD serta karyawan dilingkungan setda.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur pemerintahan yang telah setia membantu menjalankan program kerja bersama dirinya selama dua tahun ini. Ia meminta agar jalinan kerjasama yang baik dan kompak tersebut terus dipertahankan.

“Terimakasih atas dukungan dari semuanya. Mulai jajaran FKPD, Pak Sekda, Kepala OPD dan seluruh karyawan yang sudah bersama-sama membangun Kabupaten Grobogan tercinta,” cetusnya.

Sri menegaskan, dalam dua tahun ini, sudah cukup banyak prestasi yang diraih dalam level Jateng maupun nasional. Namun, keberhasilan itu hendaknya tidak boleh membuat semuanya merasa puas. Sebaliknya, keberhasilan yang sudah didapat harus dijadikan cambuk untuk meraih prestasi lebih banyak lagi.

Selama dua tahun menjabat, lanjut Sri, sudah banyak dilakukan perbaikan infrastruktur jalan maupun fasilitas publik lainnya. Meski demikan, masih banyak pula PR yang butuh perhatian untuk dituntaskan.

“Masih banyak yang perlu kita kerjakan dan selesaikan bersama. Salah satunya adalah menekan angka kemiskinan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Editor: Supriyadi

Pamit Nonton Dangdut, Warga Kalangdosari Grobogan Ditemukan Tewas di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria ditemukan tersangkut rubuhan pohon bambu di pinggiran Sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Rabu (21/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua warga Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan Rubiyanto (29) dan Sudaryanto (28).

Saat itu, keduanya sedang mencari ikan dialiran sungai lusi yang kondisi airnya sedang surut. Saat sampai di Dusun Dumpil, Desa Kalangdosari, keduanya melihat ada sosok orang yang tersangkut rumpun bambu dipinggiran sungai.

Ketika didekati, sosok orang itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, kedua pencari ikan mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian. Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal karena tenggelam.

“Tidak ada bekas kekerasan. Meninggalnya korban, murni akibat tenggelam,” jelasnya.

Menurutnya, dua hari sebelumnya, Senin (19/3/2018) malam, korban sempat pamit pada keluarganya kalau mau nonton dangdut di kampung seberang sungai. Hingga dua hari, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga sempat mencari ke beberapa tempat. Namun, keberadaan korban tetap tidak ditemukan.

“Korban pergi dari rumah berjalan kaki lewat pinggiran sungai. Kemungkinan saat itu korban terpeleset dan akhirnya tenggelam,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Sempat Jadi Korban Skimming, Uang Nasabah BRI di Grobogan Akhirnya Diganti

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus berkurangnya saldo tabungan secara misterius atau skimming ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Kediri, Jatim saja. Seorang nasabah BRI di Grobogan juga sempat jadi korban skimming.

Korban skimming ini adalah Joko Purnomo (47), warga Dusun Karangrowo, Desa Suru, Kecamatan Geyer. Namun, setelah melaporkan pada pihak bank, uang milik nasabah BRI ini akhirnya sudah diganti dengan dimasukkan lagi ke dalam rekeningnya.

Menurut Joko, uangnya dalam tabungan mendadak berkurang pada 14 Februari lalu. Ia saat itu sempat kaget ketika ada pemberitahuan transaksi melalui pesan singkat yang masuk ke handphonenya sekitar pukul 02.30 WIB.

“Transaksi menyatakan ada penarikan sebesar Rp 1,25 juta sampai delapan kali. Kemudian, ada dua kali penarikan dengan nomilan masing-masing Rp 10 juta. Jadi totalnya berkurang Rp 30 juta,” ujarnya pada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Keesokan harinya, Joko melaporkan kejadian tersebut ke kantor BRI unit Geyer. Oleh BRI Geyer laporan itu kemudian diteruskan ke BRI Cabang Purwodadi hingga kantor pusat.

Saat melapor ke BRI cabang Purwodadi, dirinya diminta menghubungi call center BRI pusat. Saat menghubungi nomor itu, ia dijanjikan mendapatkan ganti rugi dalam waktu 20 hari.

Setelah 20 hari berlalu, Joko sempat merasa khawatir karena pengembalian uang yang dijanjikan belum diterima. Namun, akhirnya ia merasa lega karena uangnya yang hilang akhirnya diganti hari ini, Selasa (20/3/2018).

“Iya, hari ini tadi, uang yang hilang sudah diganti pihak BRI. Meski sudah dikembalikan, saya tetap khawatir kalau kejadian tersebut terulang lagi. Pihak bank juga sudah mengimbau pada saya agar hati-hati saat bertransaksi menggunakan kartu ATM,” sambungnya.

Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha menyatakan, persoalan yang menimpa salah satu nasabahnya itu langsung ditangani kantor pusat. “Semua proses penyelesaian ditangani kantor pusat di Jakarta. Saat ini, sudah diselesaikan dan uang yang bersangkutan sudah diganti,” katanya.

Editor: Supriyadi

Velg Jebol, Truk Tangki Tabrak Pohon Peneduh di Jalan A Yani Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan tunggal menimpa sebuah truk tangki yang sedang melaju di jalan A Yani Purwodadi, Selasa (20/3/2018). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kejadian ini sempat mengagetkan warga sekitar dan pengendara lainnya.

“Tadi sempat terdengar suara benturan keras. Saya kira ada kendaraan tabrakan. Ternyata truk tangki nabrak pohon,” kata Bambang, warga sekitar lokasi kejadian.

Truk dengan nomor polisi H 1558 JA itu dikemudikan Soleh (50), warga Mranggen, Demak. Sebelum mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.30 WIB, truk tangki bermuatan minyak goreng itu masih melaju normal dari arah Barat.

Sesampai dilokasi, velg depan sebelah kiri mendadak jebol. Kondisi ini menyebabkan sopir truk kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon.

Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan truk ringsek dan kaca depan pecah. Tidak lama setelah kecelakaan terjadi, sopir truk terlihat sudah keluar sendiri dari dalam kendaraannya.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, saat kejadian, truk diperkirakan melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam. Kecelakaan yang terjadi hanya menimpa satu kendaraan saja dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

“Truk tadi rencananya mau ngantar muatan ke tempat pelanggannya di Purwodadi. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan kena musibah akibat jebolnya velg kendaraan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sudah Diberi Pembekalan, TPK di Desa Jangan Sampai Terjerat Masalah Hukum

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pencegahan terjadinya penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan tahun 2018 dilakukan Pemkab Grobogan ternyata tidak hanya untuk pekerjaan yang ada di lingkup SKPD saja. Namun juga menyasar pada proyek pembangunan yang ada di level desa-desa.

Hal ini terlihat dengan digelarnya acara pembekalan pada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pengadaan barang dan jasa di tingkat desa selama tiga hari di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Pembekalan pada TPK di 19 dilakukan secara bergelombang dari 19-21 Maret. Pembekalan yang dibuka Sekda Grobogan Moh Sumarsono itu menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten pada bidangnya.

“Seperti kita ketahui, alokasi dana pembangunan di desa sekarang ini nilainya juga cukup besar dan sebagian dikerjakan secara swakelola. Untuk itu, sebelum melaksanakan pekerjaan, kami perlu memberikan pembinaan agar pelaksana kegiatan di desa tidak ada rasa ketakutan dan lebih memahami aturan,” kata Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, aparatur desa harus dibekali pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan untuk mengelola APBDes secara baik dan benar. Peran TPK dinilai sangat membantu tanggung jawab kepala desa selaku pengguna anggaran.

Terkait pengadaan barang dan jasa, TPK harus mengetahui aturan yang berlaku. Antara lain mengenai Peraturan Kepala LKPP Nomor 13 tahun 2013 dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 14 Tahun 2014 tentang pedoman tata cara pengadaan barang dan jasa di desa.

Ia menambahkan, pembekalan tersebut, merupakan tindak lanjut dari komitmen dengan TP4D dari aparat penegak hukum dengan harapan agar semua pekerjaan bisa tepat waktu dan cepat terselesaikan. Dengan upaya ini diharapkan pelaksanaan proyek tahun 2018 tidak akan ada penyimpangan.

Editor: Supriyadi

Besok, Jalan Raya Purwodadi-Semarang Ditutup Selama 1 Jam, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan jalan utama Purwodadi-Semarang rencananya akan dilakukan Rabu (21/3/2018) besok. Hal itu disampaikan Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto lewat rilis yang disampaikan pada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, penutupan jalan utama dilakukan sekitar satu jam pada perlintasan Stasiun Mranggen, Demak. Yakni, mulai pukul 08.30 WIB atau setelah KA 162 atau KA Ambarawa Ekspress relasi Semarang Pocol – Surabaya Pasar Turi meninggalkan Stasiun Mranggen dan masuk Stasiun Tegowanu,

Penutupan dilakukan terkait adanya pekerjaan jalur rel bagian hulu disekitar perlintasan. Yakni, pergantian rel sepanjang 25 meter spoor, pergantian bantalan rel 29 buah dan perbaikan kultur jalan raya selebar 17 meter dengan luas cakupan 51 meter persegi. Pekerjaan ini akan melibatkan 25 pertugas proyek.

Sebagai dampak pekerjaan perbaikan ini, maka akan dilakukan penutupan jalan raya di pelintasan PJL 17 (ganepo) selama 1 jam. Yakni, mulai jam 08.30 hingga 09.30 WIB. Kemudian, jalur rel kereta api bagian hulu juga ditutup selama 2 jam, mulai jam 08.30 sampai 10.30 WIB.

“Dampak penutupan jalan raya hanya sekitar satu jam saja terkait adanya pekerjaan disana. Kepada para pengguna jalan raya yang melintas di kawasan itu, kami mohon harap maklum dan dipersilahkan menggunakan jalur jalan raya alternatif yang telah disiapkan Polsek Mranggen,” jelasnya.

Menurut Suprapto, untuk sepeda motor dan mobil kecil dari arah timur (Purwodadi) dialihkan melalui RRI Kuripan ke selatan – Wonosekar – Sumberejo – Kangkung – Pertigaan Kauman – Mranggen – Semarang. Untuk kendaraan dari arah barat (Semarang) jalurnya dialihkan lewat Pasar Sepeda Mranggen ke utara – Perempatan Pasar Waru – Pertigaan Tumpi – Perempatan Pasar Karangawen arah Purwodadi.

Bagi kendaraan besar sejenis truk tronton, bus besar, truk muatan barang agar melewati jalur yang disarankan. Yakni, dari arah barat (Semarang) melalui pertigaan Pedurungan kekiri – Bangetayu – Genuk arah pantura Demak. Kemudian, dari arah timur (Purwodadi) dialihkan lewat pertigaan Godong (Grobogan)- Dempet – masuk jalur lingkar Demak pantura.

Editor: Supriyadi