Malam Ini, D’Masiv Bakal Bakal Ramaikan Alun-alun Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKabar gembira buat penggemar group band ternama D’Masiv. Grup band asal ibukota itu dijadwalkan akan tampil di alun-alun Purwodadi, Sabtu (31/3/2018) malam.

Dari pantauan dilapangan, sebuah panggung besar sudah mulai didirikan di alun-alun sejak dua hari lalu. Hingga siang tadi, persiapan sudah mendekati 100 persen. Bahkan, selepas dhuhur sudah dilakukan cek sound dipanggung utama.

“Pentas musik dimulai 16.00 WIB tadi. Untuk pentas sore tadi diisi band penghibur dulu,” jelas Andreas, salah satu panitia pertunjukkan musik itu.

Untuk jadwal pentas D’Masiv diagendakan mulai jam 21.00 WIB. Sebelumnya, akan tampil band HIVI terlebih dulu.

“Pentas musik ini dilangsungkan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan. Untuk lihat pentas nanti tidak dipungut biaya,” sambung Andreas.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anak TK di Grobogan Diajari Cara Memadamkan Kebakaran

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan siswa PAUD dan TK dari beberapa sekolahan mendapat pembekalan seputar masalah kebakaran di halaman kantor Damkar Grobogan, Sabtu (31/3/2018). Pembekalan diberikan secara bergantian oleh beberapa petugas damkar.

Pada tahap awal, petugas memberikan materi seputar masalah kebakaran. Antara lain, soal penyebab kebakaran yang selama ini sering terjadi. Kemudian, tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran juga diberikan pada siswa tersebut.

“Harap adik-adik ketahui, kebakaran itu seringkali terjadi karena kecerobohan. Oleh sebab itu, jangan pernah bermain-main dengan api ketika ada di rumah,” pesan Agus, salah satu petugas damkar dihadapan puluhan siswa tersebut.

Petugas juga memberikan materi mengenai cara-cara memadamkan api. Dalam sesi ini, sebagian siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang tidak pernah didapat dibangku sekolah tersebut.

Sementara sebagian lagi terlihat agak takut ketika petugas menyalakan api untuk pelajaran praktik. Petugas juga mengenalkan pada para siswa tentang mobil pemadam kebakaran dan mereka diperbolehkan naik diatas kendaraan tersebut.

Kasi Damkar Grobogan Paiman menyatakan, pihaknya sangat senang dengan inisiatif dari pihak sekolah untuk dikenalkan cara-cara memadamkan kebakaran. Dengan langkah itu, para siswa itu setidaknya sudah punya bekal pengetahuan awal. Diharapkan dengan upaya ini setidaknya bisa membantu meminimalkan terjadinya musibah kebakaran. Terutama yang disebabkan kecerobohan akibat bermain-main dengan api.

“Selama ini, sudah banyak yang minta diadakan pelatihan. Terus terang kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah ini. Pelatihan ini saya kira sangat bermanfaat bagi guru dan muridnya,” ujarnya.

Ia berharap agar sekolah-sekolah di tingkatan yang lebih tinggi yakni SMP dan SMA bisa mengikuti langkah serupa. Hal itu dinilai lebih baik lagi karena secara fisik mereka sudah lebih kuat. Sehingga ketika ada kebakaran didekatnya bisa lebih maksimal membantu penanganan dibandingkan dengan anak PAUD atau TK .

Editor: Supriyadi

Ditolak Pedagang, Revitalisasi Pasar Kuwu Grobogan Terancam Gagal

MuriaNewsCom, GroboganRencana revitalisasi Pasar Kuwu di Kecamatan Kradenan yang akan dilakukan tahun ini terancam gagal. Hal ini seiring adanya penolakan dari paguyuban pedagang terkait bakal dilakukannya proyek revitalisasi.

Informasi yang didapat menyatakan, beberapa waktu lalu, perwakilan pedagang bahkan sudah sempat melakukan audensi dengan komisi B DPRD Grobogan. Dalam aspirasinya, pedagang keberatan terkait konsep revitalisasi pasar. Yakni, tempat berjualan pedagang akan dibangun dengan model prototipe yang terkesan lebih modern.

Dengan konsep ini, tempat berjualan dinilai justru terlihat menjadi lebih sempit. Pedagang menghendaki agar pembangunan lapak berjualan dilakukan seperti semula sehingga tempatnya terlihat longgar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Grobogan Karsono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya keberatan dari peguyuban pedagang Pasar Kuwu terkait bakal adanya proyek revitalisasi. Dengan adanya keberatan itu maka proyek revitalisasi akan dialihkan ke lokasi lain yang memungkinkan.

Karsono menjelaskan, pada tahun ini, pihaknya mengajukan bantuan revitalisasi tiga pasar ke kementerian terkait. Yakni, Pasar Kuwu, Pasar Wirosari dan Pasar Unggas Glendoh Purwodadi dengan alokasi anggaran masing-masing senilai Rp 8 miliar.

Pada tahun 2017, pihaknya sudah mendapat proyek revitalisasi untuk Pasar Tegowanu dan Grobogan. Masing-masing, nilainya Rp 6 miliar.

Untuk teknis pelaksanaan revitalisasi memang dilakukuan dari kementerian. Termasuk konsep bangunannya juga sudah disiapkan pihak kementerian dengan model prototipe.

“Desain untuk revitalisasi pasar memang modelnya prototipe. Untuk revitalisasi di Pasar Grobogan yang sudah jadi akhir tahun 2017 lalu juga seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun 2016 lalu, pihak kementerian juga sudah menyalurkan dana untuk rehab bagian kios depan di Pasar Kuwu dan Pasar Wirosari. Rencananya, pada tahun 2018, penataan akan dilanjutkan dengan revitalisasi pasar keseluruhan.

Editor: Supriyadi

Keren!! Guru SDN 01 Wirosari Grobogan dapat Kesempatan Belajar ke Belanda, Ini Prestasinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan istimewa bakal didapat Guru SDN 01 Wirosari bernama Hendrik  Hermawan. Itu karena, dia mendapat kesempatan belajar singkat selama 21 hari di Belanda yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan.

Penghargaan itu didapat atas prestasi yang diraihnya pada tahun 2017 lalu. Yakni, jadi juara I nasional dalam ajang Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru untuk kategori MIPA. Selain itu, Hendrik juga sempat meraih penghargaan Anugerah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tingkat Nasional Tahun 2017.

“Saya tidak menyangka bisa terpilih jadi salah satu peserta yang akan dapat kesempatan belajar singkat di Belanda. Terima kasih atas dukungan dari semua pihak sehingga saya bisa dapat penghargaan ini,” kata Hendrik, Sabtu (31/3/2018).

Menurut Hendrik, kegiatan belajar singkat atau short course akan dilangsungkan 8-28 April nanti. Total guru SD yang mendapat kesempatan belajar singkat ada 14 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta adalah guru SD berprestasi tahun 207 dari berbagai bidang atau kategori. Sebelum berangkat ke Belanda, para peserta terlebih dulu akan mendapat pembekalan selama dua hari, 6-7 April nanti.

Ia menambahkan, selama di Belanda ada beberapa hal yang akan dipelajari. Antara lain, mengenai sistim pendidikan di Belakda, metode pengajaran, strategi penilaian, pengembangan profesionalisme guru dan kurikulum, serta mengunjungi beberapa SD dan lembaga terkait pengembangan guru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, pihaknya merasa bangga atas kesempatan istimewa yang diberikan pada Hendrik Hermawan untuk menimba ilmu di Belanda. Ia berharap, apa yang didapat di Belanda nanti bisa meningkatkan kompetensi dan selanjutnya bisa ditularkan pada guru lainnya di Grobogan.

“Saya selaku kepala dinas sudah memberikan izin pada Hendrik Hermawan untuk mengikuti  short course di Belanda. Saya berharap, apa yang didapat Hendrik Hermawan bisa jadi pemicu semangat guru lainnya untuk meraih prestasi nasional,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Ini Solusi Agar Perintasan Kereta di Desa Sambung Grobogan Tidak Ditutup

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah ditutup total, namun akses jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong masih dimungkinkan untuk dibuka lagi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengajukan permohonan pada instansi terkait dengan konsekuensi siap membuat palang pintu swadaya di titik perlintasan sebidang tersebut.

“Ruas jalan yang ditutup itu statusnya adalah milik kabupaten sehingga masih memungkinkan untuk dibuka lagi. Namun, kalau menghendaki dibuka lagi harus menyiapkan palang pintu dan menempatkan penjaga,” kata Ansori, warga Godong, Jumat (30/3/2018).

Ia mengambil contoh perlintasan sebidang di Desa Katong, Kecamatan Toroh yang sebelumnya akan ditutup setelah terjadi kecelakaan dilokasi itu. Namun, penutupan perlintasan itu akhirnya tidak jadi dilakukan. Soalnya, pihak desa bersedia membuat palang pintu secara swadaya dan menempatkan penjaga selama 24 jam.

“Perlintasan di Desa Katong ada pada ruas jalan antar dusun. Tetap sampai sekarang masih dibuka karena sudah ada palang dan penjaganya. Hal itu bisa dijadikan contoh kalau perlintasan sebidang ingin tetap dibuka,” sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, pembuatan palang pintu sederhana di Desa Katong merupakan sebuah upaya agar perlintasan sebidang itu tidak ditutup. Hal itu dilakukan warga karena perlintasan itu dinilai jadi akses penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Lokasi perlintasan memang dinilai rawan kecelakaan karena tidak ada penjaga dan palang pintunya. Karena alasan ini, perlintasan itu rencananya akan ditutup. Namun, warga berupaya membuat palang secara swadaya dan menempatkan penjaga agar perlintasan itu tidak ditutup dan bahkan bisa dilegalkan,” kata mantan kabag humas itu.

Agung menyatakan, pihaknya akan menjadikan pembuatan palang swadaya di Katong sebagai percontohan bagi desa lainnya yang wilayahnya juga terdapat perlintasan sebidang.

Di tempat terpisah, Sekda Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, upaya penutupan perlintasan sebidang di Grobogan yang dilewati jalur kereta api masih bisa dihindari. Caranya, pihak desa yang wilayahnya terdapat perlintasan sebidang harus mengalokasikan anggaran pengamanan melalui APBDes.

“Mulai tahun 2018, sudah ada peraturan bupati yang terkait pengelolaan perlintasan sebidang. Untuk pengamanan perlintasan tanpa palang itu bisa dianggarkan lewat APBDes,” katanya.

Menurut Sumarsono, dana yang dianggarkan lewat APBDes nantinya bisa digunakan untuk mendukung pengamanan perlintasan. Bentuknya bisa dilakukan dengan membuat palang pintu dan membayar penjaganya.

“Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada perlintasan tanpa palang pintu atau penjaga. Salah satu langkah pencegahan adalah membuat palang dan ada penjaga. Kalau tidak maka perlintasan itu akan ditutup,” tegasnya.

Editor : Supriyadi

Nyemprot Kacang, Petani di Sukorejo Grobogan Temukan Mayat Tanpa Identitas di Kebun Jati

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa penemuan mayat terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Jumat (30/3/2018). Mayat seorang lelaki tua itu ditemukan tergeletak di areal kebun jati sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan petani setempat yang bernama Sardi (50). Ceritanya, pagi itu Sardi sedang berada di kebun untuk menyemprot tanaman kacang.

Tidak lama setelah melakukan aktivitasnya, Sardi melihat ada sosok orang yang tergeletak di bawah pohon jati. Lokasi kebunnya dengan areal jati itu memang bergandengan.

Ketika diamati, sosok orang yang tergeletak itu tidak ada gerakan sama sekali. Merasa takut, Sardi kemudian mengabarkan peristiwa itu pada ketua RT dan warga lainnya.

Saat warga melakukan pengecekan, sosok orang yang tergeletak itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Sosok mayat itu mengenakan celana panjang warna biru, kaos hitam bergaris dan rangkapan baju panjang warna hijau seperti seragam Hansip. Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat pada tubuh korban.

Meski demikian, jati diri mayat itu akhirnya berhasil terungkap. Korban diketahui seorang pencari katak bernama Suroto, warga Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug.

Pria berusia 70 tahun itu diketahui sudah meninggalkan rumah untuk mencari katak, sejak Rabu (28/3/2018) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Sejak pamit pergi mau cari katak, korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga sudah berupaya mencari ke beberapa tempat tetapi tidak berhasil,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal karena serangan jatung. Hal itu diperkuat keterangan pihak keluarga yang menyebutkan kalau korban memang punya riwayat penyakit jantung.

Editor: Supriyadi

Talud Sungai Longsor, 5 Rumah Warga di Sambongwangan Blora Terancam Roboh

MuriaNewsCom, Blora – Bencana longsor yang menimpa talud sungai Butbanyu di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung perlu mendapat penanganan segera. Ini lantaran, tingkat longsoran yang terjadi sejak beberapa pekan lalu makin bertambah parah.

Bahkan, talud longsor akibat abrasi sungai saat ini sudah mengancam pemukiman warga. Sedikitnya, sudah ada lima rumah warga yang terdampak karena lokasinya sangat dekat dengan titik longsoran.

Rumah yang terangcam masing-masing milik Suseno (50), Ralim (50), Sawit (45), Karmin (55), dan Yudi Hartono (50). Kelima rumah yang lokasinya berada di Dusun Butbanyu itu tinggal berjarak beberapa meter saja dari titik longsor.

“Hari Rabu kemarin, sudah ada petugas dari BPBD Blora yang mengecek kondisi bencana longsor. Kami berharap, longsornya talud segera ditangani karena sudah mendekati kawasan perkampungan,” kata sejumlah warga setempat.

Kondisi longsornya talud sungai memang terlihat sudah parah. Panjang longsoran mencapai 200 meter, tinggi 15 meter dan lebarnya berkisar 15 sampai dengan 20 meter.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Blora Hanung Murdaka menyatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisasi dan identifikasi di lokasi bencana. Secara keseluruhan, ada 25 rumah yang bisa terdampak longsoran jika tidak segera ditangani. Untuk penanganan longsor, ada dua usulan yang akan disampaikan ke DPU Blora, selaku SKPD teknis.

Usulan yang disampaikan adalah melakukan normalisasi sungai. Adapun caranya bisa dilakukan dengan penyudetan sungai untuk pelurusan alur. Satu lagi dengan cara pembangunan bronjong batu sehingga pelurusan alur sungai akan terjadi secara alami.

Editor : Supriyadi

Bikin Ribet, Warga Minta Penutupan Jalan di Desa Sambung Grobogan Dibongkar

MuriaNewsCom, GroboganDampak penutupan perlintasan sebidang di Desa Sambung, Kecamatan Godong sejak empat hari lalu makin dirasakan warga sekitar. Ini lantaran, penutupan perlintasan yang menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat.

“Waduh, jalannya kok dipasangi portal. Saya harus lewat mana, ya?” tanya Setyowati, warga dari Kecamatan Gubug yang hendak ke Puskesmas Godong II, Kamis (29/3/2018).

Puskesmas yang dituju pengendara motor itu berada di Desa Sambung. Jaraknya sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan yang ditutup pilar besi itu.

Sejumlah warga dari luar Desa Sambung juga masih banyak yang kecele saat lewat di situ. Soalnya, mereka tidak tahu kalau perlintasan sebidang yang dilewati jalur kereta api tersebut sudah ditutup.

Lantaran jalan tertutup, warga harus menempuh jalur lain menyusuri jalan kampung hingga sampai jalan raya. Namun, kondisi jalan kampung ini relatif sempit dibandingkan ruas jalan yang ditutu. Hal ini cukup menyulitkan bagi warga yang menggunakan kendaran roda empat atau lebih.

Terkait dengan kondisi tersebut, warga meminta agar penutupan jalan dibatalkan dan pilar besi yang sudah terpasang dicabut lagi. Selain aktivitas warga terganggu, ruas jalan yang ada perlintasan sebidangnya tersebut statusnya adalah milik kabupaten yang kondisi jalannya sudah dicor dan lebar.

Baca Juga:

“Saya heran kok yang ditutup malah ruas jalan kabupaten. Di beberapa desa lainnya, perlintasan sebidang yang ditutup adalah jalan kecil atau jalan milik desa. Saya harap, jalan ini bisa diaktifkan lagi karena ada ratusan orang yang lewat tiap hari dari berbagai kecamatan,” cetus Ansori, warga setempat.

Posisi jalan di Desa Sambung ini memang sangat strategis. Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km dari titik penutupan, akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto saat dimintai komentarnya menyatakan, kewenangan penutupan jalan ada pada Kementerian Perhubungan. Pihaknya, tidak mendapat pemberitahuan saat dilakukan penutupan.

Penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Terkait usulan warga agar perlintasan sebidang itu dibuka lagi, Agung menegaskan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut. Ia menegaskan, pada tanggal 6 April mendatang kebetulan ada undangan rapat di Daop 4 Semarang.

“Nanti saya akan coba komunikasikan terkait penutupan perlintasan sebidang dalam kesempatan itu. Untuk ruas jalan yang ditutup memang statusnya milik kabupaten,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pelantikan Sekdes Mayahan Grobogan Dijaga Puluhan Aparat Keamanan, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pelantikan pejabat Sekretaris Desa (Sekdes) Mayahan, Kecamatan Tawangharjo akhirnya berjalan lancar, Kamis (29/3/2018). Pelantikan Sekdes yang dijabat Khosiyatun itu dilakukan Kades Mayahan Saerozi.

Hadir dalam pelantikan itu, Camat Tawangharjo Mundakar, Kabag Pemdes Daru Wisakti, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo, Kapolsek AKP Sudarsono dan Danramil Kapten Slamet. Selain itu, proses pelantikan di balaidesa juga dihadiri sekitar 50 perwakilan warga setempat.

Dalam acara pelantikan di balaidesa tersebut mendapat dukungan pengamanan dari puluhan aparat kepolisian. Kehadiran aparat ini berkaitan dengan kabar bakal adanya penolakan dari sebagian warga terkait terpilihnya Khosiyatun sebagai sekdes.

“Proses pelantikan dari awal sampai selesai berlangsung aman dan lancar. Memang kita minta dukungan dari aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga,” kata Camat Tawangharjo Mundakar.

Sebelumnya, memang sempat ada warga yang mempertanyakan masalah pengangkatan Khosiyatun menjadi sekdes. Sebelumnya Khosiyatun adalah perangkat desa (kaur). Namun, setelah dijelaskan, warga akhirnya bisa menerima dan selanjutnya akan memberikan dukungan pada kepala desa.

“Untuk proses pengangkatan perangkat jadi Sekdes di Desa Mayahan sudah sesuai mekanisme. Semua tahapannya sudah dilalui sesuai ketentuan,” kata Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti.

Daru menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur. Yakni, dalam Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut,” jelasnya.

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Dih.. Ribuan Warga Blora Masih Buang Air Besar Sembarangan

MuriaNewsCom, BloraPerilaku buang air besar sembarangan (BABS) saat ini masih dilakukan banyak warga di wilayah Blora. Tidak memiliki jamban menjadi penyebab utama terjadinya perilaku ini. Ironisnya, ada ribuan warga yang masih buang air besar sembarangan.

”Hingga saat ini, masih ada 6 persen KK yang belum memiliki jamban. Jumlahnya sekitar 17.542 KK yang tersebar di 15 Kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti, dalam acara Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya percepatan Program Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, saat ini baru ada satu Kecamatan yang sudah 100 persen mendeklarasikan sebagai wilayah Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Yakni, Kecamatan Cepu.

Untuk Kota Blora cakupannya baru 99,8 persen. Sedangkan data terendah ada di Kecamatan Randublatung dengan cakupan 82,8 persen.

Terkait kondisi itu, Ia berharap seluruh Camat, Puskesmas dan Kepala Desa bisa aktif melaksanakan program percepatan ODF di Kabupaten Blora. Soalnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga menargetkan agar Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF pada tahun 2018 ini.

Dijelaskan, ODF merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah. Salah satu tujuannya untuk membiasakan masyarakat berprilaku hidup bersih dan upaya pencegahan penyakit, khususnya diare.

Untuk memerangi perilaku BABS itu dilakukan lewat program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang bertujuan menggugah kesadaran masyarakat supaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Dinas Kesehatan untuk memerangi perilaku buang air besar sembarangan yang sekarang ini masih banyak dilakukan masyarakat. Soalnya, perilaku itu bisa menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat sekitar.

“Oleh sebab itu, saya sangat mendukung upaya menyadarkan masyakarat agar tidak lagi membiasakan buang air besar di sembarang tempat. Saya berharap agar tahun 2018 ini Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF karena itu merupakan salah satu indikator penting pola hidup masyarakat yang sehat,” cetusnya saat membuka workshop.

Supaya target itu bisa tercapai, Djoko meminta agar semua pihak terkait bisa bergerak bersama. Ia memerintahkan para camat agar meminta kepala desa untuk menganggarkan dana desanya buat program jambanisasi.

“Pemerintah sudah memberikan dana besar ke desa dan salah satunya untuk mendukung program ini. Kita royok bersama agar bisa segera tuntas,” tegasnya.

Dalam acara itu, Djoko sempat pula menyerahkan bantuan delapan unit ambulans untuk disalurkan ke puskesmas. Masing-masing, Puskesmas Cepu, Ngroto, Bogorejo, Doplang, Menden, Puledagel, Randublatung dan Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Begini Penjelasan Dishub Grobogan Terkait Penutupan Perlintasan Kereta Api di Desa Sambung

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan perlintasan jalur kereta api di wilayah Grobogan saat ini sudah dilakukan pihak Kementerian Perhubungan. Penutupan tersebut dilakukan guna mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto, Rabu (28/3/2018). Menurutnya, sebelum melakukan penutupan, dari Kementerian Perhubungan sudah melakukan beberapa kali sosialisasi pada tahun 2017.

Sosialisasi penutupan perlintasan sebidang dilangsungkan di 12 kecamatan. Dalam sosialisasi tersebut, pihak kementerian juga melibatkan Dinas Perhubungan, kepolisian, dan kecamatan.

Baca: Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

Dalam sosialisasi itu, lanjutnya, pihak desa juga diminta untuk mendata perlintasan yang ada di wilayahnya masing-masing. Dari data itu, pihak desa diberi pilihan untuk menentukan perlintasan yang tetap dibuka dan ditutup. Tenggat waktu untuk memberikan keputusan sampai akhir tahun 2017.

“Penutupan perlintasan sebidang dilakukan setelah hasil pendataan dari desa diserahkan ke Kementrian Perhubungan. Penutupan ini salah satu tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api,” jelas mantan kabag humas itu.

Agung menegaskan, jika perlintasan nanti ditutup diharapkan warga bisa beralih melewati jalur lain. Sementara jika menghendaki tetap dibuka maka konsekuensinya harus dipasang palang pintu dan diberi penjaga secara swadaya.

“Semua keputusan kami serahkan ke pihak desa untuk menentukan pilihan,” jelasnya.

Kemudian, pada bulan Januari lalu ada rakor tindak lanjut penataan perlintasan sebidang di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Rakor ini digelar untuk menyingkronkan lagi usulan dari pihak desa.

Terkait penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Soal adanya penutupan yang sudah dilakukan, Agung menyatakan, pihaknya tidak mendapat pemberitahuan. Soalnya, kewenangan penutupan ada pada Kementerian Perhubungan.

“Besok, kami akan coba cek ke lokasi. Kalau sesuai usulan, memang ada satu perlintasan sebidang yang ditutup disana,” sambungnya.

Ditambahkan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan keseluruhan ada 139 titik.

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus. Dari 139 titik ini, sebagian besar tidak dilengkapi palang pintu atau dijaga petugas.

Editor: Supriyadi

Polres Blora Libatkan Puluhan Warganet untuk Perangi Berita Hoax

MuriaNewsCom, BloraUpaya untuk melawan adanya berita bohong atau hoax terus dilakukan Polres Blora. Terbaru, Polres Blora mengundang puluhan warganet yang selama ini aktif menggunakan media sosial untuk membantu memerangi berita hoax.

Pertemuan dengan warganet dilangsungkan di rumah makan Taman Sarbini Blora, Selasa (27/3/2018) malam. Kapolres Blora AKBP Saptono dan sejumlah perwira dan kapolsek hadir dalam pertemuan yang digelar dalam suasana santai itu.

Pada kesempatan itu kapolres sempat membagikan kaos kepada puluhan warganet yang diundang dalam acara tersebut. Kaos warna hitam itu bertuliskan ‘Netizen Mitra Polres Blora’ diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap warganet.

Setelah pembagian kaos, warganet kemudian mendeklarasikan pernyataan sikap menolak dan anti segala bentuk hoax, berita bohong, provokatif, sara dan ujaran kebencian. Warganet juga menyatakan sikap mendukung Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap pembuat berita hoax.

“NKRI Yes ! Hoax No !” ucap puluhan warganet berbarengan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengajak warganet untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan menjadi filter untuk menangkal berita hoax. Warganet juga diminta ikut mendukung terciptanya iklim yang aman dan kondusif. “Terlebih menjelang berlangsungnya Pilkada Jateng 2018 ini. Gawe Ayem lan Tentrem Wong Blora (bikin nyaman dan tenteram masyarakat Blora),” katanya.

Para warganet mengapresiasi pertemuan yang diadakan pihak Polres Blora tersebut. Mereka siap mendukung upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk menangkal berita hoax.

“Mewakil rekan-rekan netizen yang hadir, saya mengapresiasi kegiatan ini. Harapan saya tentu ada tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya. Sekaligus membahas program-program dan agenda kegiatan lainnya,” ujar Karsilo, seorang netizen dari  Kecamatan Cepu.

Editor: Supriyadi

Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

MuriaNewsCom, GroboganTindakan penutupan perlintasan sebidang di wilayah Grobogan yang dilewati jalur kereta api mulai dilakukan instansi terkait. Salah satunya adalah perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Penutupan dilakukan dengan menempatkan beberapa pilar besi membentang lebar jalan pada kedua sisi. Akibatnya, akses warga sedikit terganggu.

Itu terjadi lantaran, jalan tersebut selama ini dilalui banyak kendaraan karena menjadi akses penghubung antar desa maupun kecamatan. Yakni, dari wilayah Kecamatan Godong ke Karangrayung, Penawangan dan Gubug.

Dari keterangan warga, penutupan jalan mulai Senin (26/3/2018) kemarin. Ruas jalan yang sebagian besar sudah konstruksi beton ini statusnya milik kabupaten.

Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Sebagian pengguna jalan sempat kerepotan karena tidak tahu jika perlintasan sebidang itu ditutup. Akhirnya, mereka harus putar balik dan mencari jalan lain melewati  perkampungan untuk menembus jalur Purwodadi-Semarang atau Penawangan-Gubug. Akses jalan inilah yang sekarang digunakan warga pasca penutupan perlintasan sebidang tersebut.

Kroger $5000 Gift Cards to win free at www.krogerfeedback.com

“Hari Senin kemarin saya sempat lewat jalur situ karena mau ke Gubug. Sampai diperlintasan ternyata ditutup dan akhirnya putar balik lewat jalur lain yang menembus jalan Penawangan-Gubug. Soal ditutupnya perlintasan itu, saya belum tahu persis sebabnya. Bisa jadi itu upaya untuk mencegah kecelakaan,” kata anggota DPRD Grobogan HM Misbah, Rabu (28/3/2018).

Dampak penutupan mulai dirasakan warga dan pengguna jalan. Soalnya, jalur tersebut sudah dilewati selama puluhan tahun oleh banyak orang. Termasuk para pelajar dan petani.

Camat Godong Bambang Haryono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya penutupan perlintasan sebidang tersebut. Menurutnya, jumlah perlintasan sebidang di Desa Sambung ada dua titik. Namun, yang ditutup hanya satu titik saja.

Editor: Supriyadi

Penggunaan ADD 2017 Dievaluasi, Begini Catatannya

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari alokasi dana desa (ADD) tahun 2017 dinilai sudah dilakukan dengan baik. Meski demikian, ada beberapa catatan yang didapat dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Hal itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti dalam Rakor Pelaksanaan Kegiatan Alokasi Dana Desa Triwulan I tahun 2018 di gedung PGRI, Rabu (28/3/2018).

Menurut Daru, besarnya ADD yang akan dikucurkan ke 273 desa pada tahun 2017, totalnya sekitar Rp 115 miliar. Besarnya ADD yang disalurkan tiap tiap desa tidak sama karena kondisinya berbeda-beda. Paling sedikit yang diterima pihak desa Rp 235 juta dan paling tinggi Rp 673 juta.

Dalam pelaksanaannya ada beberapa catatan yang didapat. Antara lain, lambatnya pelaporan kegiatan dari ADD tersebut. Keterlambatan penyampaikan laporan ini berdampak dengan tertundanya penyaluran ADD tahap berikutnya.

“Hal ini masih banyak kita temukan pada beberapa desa. Perlu diketahui, penyaluran ADD ini dilakukan dalam empat tahap. Kalau laporan triwulannya terlambat maka penyaluran untuk tahap berikutnya dipastikan tertunda,” kata mantan Kepala Satpol PP itu.

Catatan berikutnya, lanjutnya, adalah kelengkapan surat pertanggungjawaban (Spj) kegiatan. Di mana, ada beberapa item belanja yang tidak dilengkapi dengan nota ataupun tanda terima.

Temuan selanjutnya adalah masih belum pahamnya pengelola, seperti Kades, Sekdes dan bendahara dalam memahami tupoksinya. Kondisi ini menjadikan sering terjadi tumpang tindih kewenangan sehingga cukup mengganggu dalam pelaksanaan kegiatan.

Kemudian, verifikasi kelengkapan Spj terkadang tidak dilakukan sehingga ketika diserahkan laporannya terpaksa dikembalikan untuk dilengkapi dulu.

“Kemudian soal pembayaran pajak juga kita tekankan supaya dipenuhi. Selama ini masalah pajak sudah bagus pelaksanaannya. Semua catatan ini kita sampaikan pada kepala desa yang kita undang dalam rakor ini. Harapannya, pada pelaksanaan ADD 2018 bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk tahun ini, besarnya ADD sekitar Rp 113 miliar,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Perangkat Desa di Grobogan Bisa Diangkat Jadi Carik, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, GroboganPara perangkat desa di Grobogan saat ini punya kesempatan untuk diangkat jadi carik atau sekretaris desa (Sekdes) setempat. Hal ini bisa dilakukan seiring dengan munculnya Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut.

Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur dalam peraturan tersebut,” jelas Daru dalam Rakor Pelaksanaan Kegiatan Alokasi Dana Desa Triwulan I tahun 2018 di gedung PGRI, Rabu (28/3/2018).

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Penyaluran Bansos Rastra di Grobogan untuk Bulan April Diajukan

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) di Grobogan untuk alokasi bulan April diajukan. Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso saat melakukan pemeriksaan kualitas beras untuk program rastra di Gudang Bulog 104 Purwodadi, Selasa (27/3/2018).

Menurut Andung, pada penyaluran bansos rastra untuk alokasi bulan Januari-Maret dilakukan sesuai bulannya. Namun, khusus penyaluran bulan April dilakukan pada akhir Maret hingga awal April.

“Penyaluran alokasi bansos rastra bulan April rencananya kita lakukan mulai Rabu besok sampai 6 April. Hal ini kita lakukan berkaitan dengan adanya instruksi dari Bulog pusat agar penyaluran bansos rastra bulan April diajukan waktunya,” imbuh Andung didampingi Kabid Sosial Kurniawan.

Disinggung soal kualitas beras yang akan disalurkan pada penerima, Andung menyatakan, cukup bagus. Menurutnya, jika ada penerima yang berasnya ternyata tidak bagus maka pihak bulog akan menggantinya.

“Kami sudah berkomitmen dengan bulog untuk langsung mengganti beras apabila kualitasnya tidak sesuai ketentuan. Kami beri toleransi waktu 2 x 24 jam untuk mengganti berasnya. Jika beras yang diterima kurang bagus maka cepat laporkan,” tegasnya.

Menurut Andung, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Porgram bansos rastramerupakan peralihan dari bantuan Raskin.

Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Dalam waktu dekat, penyaluran beras rastra akan diganti dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Dijelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Untuk program BPNT ini sudah kita sosialisasikan pada camat dan kepala desa beberapa hari lalu. Mengenai pelaksanaan BPNT masih menunggu surat resminya dari Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Lagi Asyik Ngopi Sambil Judi Remi, 3 Warga Blora Ini Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Blora mengamankan tiga orang yang sedang ngopi sambil berjudi dengan kartu remi. Ketiga orang yang diamankan berasal dari Kecamatan Banjarejo. Yakni, Gianto (43), warga Desa Bacem, Sugarno (44) dari Desa Sendanggayam serta Suparno (40), warga Desa Balongsari.

“Ketiga tersangka, kita amankan saat judi di sebuah warung kopi di Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo. Kami juga menyita barang bukti berupa satu set kartu remi dan uang tunai taruhan perjudian senilai Rp 450 ribu,” terang Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo, Selasa (27/3/2018).

Penangkapan ini bermula dari laporan warga tentang adanya praktek perjudian dengan taruhan uang tunai di warung kopi tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan penyelidikan.

Saat praktik perjudian itu berlangsung, petugas langsung melakukan penggerebekan dan mangamankan tiga pelaku. Ketiga tersangka bersama barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya, dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian.

Editor: Supriyadi

Hindari Kecurigaan, Maling Spesialis Apotek di Grobogan Ini Rela Sewa Mobil saat Beraksi

MuriaNewsCom, Grobogan – Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang, pelaku pembobolan apotek terbilang rapi saat melakukan aksi pencurian di wilayah Grobogan. Ia bahkan rela menyewa mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG untuk mengelabuhi warga.

Mobil rentalan itu biasanya ditempatkan di depan tempat usaha yang dijadikan sasaran. Adanya mobil sedan dinilai bisa mengurangi kecurigaan warga sekitar. Itu lantaran, warga mengira jika mobil tersebut adalah milik tamu atau kepunyaan pemilik tempat usaha.

Selama beberapa kali, aksi kejahatan yang dilakukan Wahyu berlangsung mulus. Hanya nasib apes menimpanya, saat hendak melakukan aksi pencurian di apotek Mitra Sehat di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Sabtu (17/3/2018) lalu.

Sebelum menguras barang di dalamnya, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

“Tersangka atas nama Wahyu Subroto ini biasanya beraksi seorang diri. Sasarannya sebagian besar adalah apotek,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Sebelum tertangkap, tersangka sedikitnya sudah dua kali melakukan pencurian di wilayah Grobogan. Yakni, di Apotek Graha Farma jalan DI Panjaitan Purwodadi, Senin (5/3/2018). Dalam aksinya, tersangka berhasil menggasak uang tunai Rp 10.182.000 dan obat-obatan senilai Rp 2 juta.

Kemudian, tersangka juga pernah beraksi di Apotek Wijaya Farma Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu. Di tempat ini, tersangka berhasil menggondol uang tunai Rp 5 juta.

Tersangka biasa melakukan aksinya selepas tengah malam. Tindak kejahatan dilakukan dengan cara memanjat bangunan dan membobol plafon. Setelah masuk ruangan, tersangka kemudian mengambil uang atau barang yang ada di dalamnya.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku serta satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, tersangka juga pernah melakukan aksi kejahatan dilokasi lainnya,” pungkas kapolres.

Editor: Supriyadi

1 Spesies Hewan Purba Baru Ditemukan Tim Ahli BPSMP Sangiran di Banjarejo

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain jumlah koleksinya tambah banyak, jenis hewan purba yang pernah hidup di kawasan Banjarejo, Kecamatan Gabus juga makin beragam. Hal ini menyusul adanya potongan fosil hewan purba terbaru yang ditemukan tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, dari 8-19 Maret lalu.

Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta menyatakan, sepanjang kegiatan penelitian, ada 100 lebih fosil yang ditemukan dalam berbagai ukuran. Di antara fosil yang ditemukan itu, terdapat fragmen baru yang diindikasikan merupakan beberapa bagian gigi dari jenis babi hutan purba. Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di Dusun Kuwojo, sekitar 300 meter di sebelah utara Museum Lapangan Banjarejo.

Babi hutan itu kita perkirakan hidup satu zaman dengan hewan yang ditemukan di lokasi museum lapangan. Seperti gajah, banteng dan buaya. Perkiraan usia hidupnya 700 ribu hingga 1 juta tahun lalu.

Hasil dari temuan Tim dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Sayang sekali, fosil gigi babi hutan yang berhasil kita temukan jumlahnya hanya beberapa biji saja. Meski begitu, ini jadi temuan penting karena sebelumnya belum ada penemuan bagian tubuh fosil babi hutan tersebut,” kata Wahyu.

Wahyu menyatakan, saat melangsungkan penelitian di Banjarejo bulan Februari 2017 lalu, pihaknya juga menemukan fosil dari jenis hewan baru yang belum ditemukan sebelumnya. Yakni, bagian dari sirip ikan sejenis patin atau lele dengan nama latin Spina Pectorale Siluriformes. Diperkirakan jenis ikan ini dulunya hidup di perairan rawa.

Potongan hewan purba ini ukurannya relatif kecil, hampir seukuran kacang tanah. Panjangnya sekitar 3 cm dan lebar 0,7 cm.  Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di tegalan Dermo di sebelah utara Dusun Nganggil.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, hiu dan ikan laut.

Editor: Supriyadi

2 Begal Truk yang Beraksi di Klambu Grobogan Berhasil Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganKasus perampasan atau pembegalan kendaraan truk yang terjadi bulan Januari 2018 akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini seiring dengan tertangkapnya dua pelaku perampasan truk yang dilakukan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut.

Dua begal yang tertangkap merupakan warga di Kecamatan Grobogan. Masing-masing, Suprayitno (36), warga Dusun Welahan, Desa Lebak dan Muryanto (44), warga Dusun Celep, Desa Teguhan. Keduanya ditangkap pada hari yang sama tetapi dalam tempat berlainan, Kamis(15/3/2018) lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan, kedua pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Korban kejahatan itu menimpa sopir truk berama Sakijan (59), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Pada malam kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Suprayitno yang mengaku sebagai juragan hasil bumi menghubungi korban. Tujuannya meminta tolong korban agar mengambil muatan jagung di Dusun Pakem, Desa Batang, Kecamatan Sukolilo, Pati untuk diantarkan ke Purwodadi.

Usai menerima order, Sakijan kemudian berangkat untuk mengambil muatan menggunakan truk dengan nomor polisi K 1925 JT milik juragannya. Sesampai di Desa Taruman, kendaraan truk itu dihentikan tersangka Muryanto yang mengaku sebagai ayah Suprayitno. Muryanto yang saat itu berada di atas motor meminta Sakijan turun untuk membahas soal orderan barusan diterima.

Setelah turun dari kendaraan, korban langsung dipukul pakai balok kayu oleh Muryanto hingga jatuh tersungkur. Tidak lama kemudian, muncul Suprayitno yang sebelumnya bersembunyi dibalik pepohonan dan ikut memukuli Sakijan hingga terkapar.

Melihat korbannya sudah tergeletak, Muryanto kemudian mengambil alih truk tersebut dan melarikannya ke arah Purwodadi. Sedangkan Supriyatno juga ikut kabur dengan sepeda motor.

Setelah kedua pelaku kabur, Sakijan dengan tubuh lemas dan bersimbah darah meminta perlongan warga sekitar. Kemudian, warga melarikan Sukijan ke Puskesmas Klambu dan melaporkan kejadian itu pada pihak polsek setempat.

Tiga hari selah kejaidn, polisi berhasil menemukan truk yang dirampas kedua pelaku. Kendaraan truk itu disembunyikan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Jadi setelah melakukan aksi kejahatan, truk tersebut disembunyikan dulu oleh pelaku. Namun, barang bukti kejahatan itu akhirnya bisa ditemukan,” lanjut kapolres.

Dari penemuan barang bukti inilah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku perampasan truk. Petunjuk awal berasal dari bekas sidik jari milik Suprayitno yang ada di kaca truk.

Setelah tertangkap, Suprayitno menyebut satu nama lagi, yakni Muryanto yang membantunya merampas truk tersebut. Tidak lama kemudian, satu pelaku ini akhirnya berhasil diamankan polisi.

Saat jumpa pers, kedua tersangka mengaku hasil penjualan truk akan digunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa melakukan tindak kejahatan itu karena tidak punya pekerjaan tetap.

Editor: Supriyadi

Rencana Pembangunan Bandara Ngloram Blora Didukung Anggota DPRD Jateng

MuriaNewsCom, Blora – Rencana pembangunan kembali bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora terus mendapat dukungan. Terbaru, dukungan juga diberikan oleh anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Samsul Arief pada wartawan, Senin (26/3/2018).

Menurut Samsul, beberapa hari lalu rombongan dari Komisi D DPRD Jateng sempat melangsungkan kunjungan kerja ke Blora. Salah satunya adalah meninjau kondisi lapangan yang ada di Desa Ngloram tersebut.

“Pada kunjungan lapangan tersebut Komisi D DPRD Jawa Tengah pada prinsipnya siap membantu dan mendukung proses pembangunan Bandara Ngloram seperti halnya Bandara Wirasaba di Purbalingga,” jelasnya.

Masih dikatakan Samsul, selain mendukung, Komisi D DPRD Jawa Tengah juga  mengatakan kesiapannya untuk membantu penganggaran pembangunan dalam APBD Provinsi Jawa Tengah. Soalnya, pelaksanaan pembangunannya nanti akan diusung bersama antara Pemkab Blora, Pemprov Jateng dan utamanya Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Pada tahun ini, Satker Otoritas Bandara Sumenep yang ditugasi untuk melakukan inventarisasi aset di lahan Bandara Ngloram telah menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan pemagaran dan pengamanan aset sebelum adanya pembangunan yang dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Dari Pemkab belum bisa memastikan berapa anggaran yang akan digunakan untuk mendukung pengaktifan kembali Bandara Ngloram. Kami masih menunggu master plan yang saat ini masih dibuat pihak Kemenhub. Dari master plan itu lah baru bisa diketahui berapa porsi Pemkab untuk mendukung pembangunannya,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terseret Arus Sungai Lusi di Getasrejo Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat pria ditemukan warga di Dusun Sanggrahan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (26/3/2018). Mayat dalam posisi tengkurap itu ditemukan dalam keadaan terapung dan terseret arus sungai Lusi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang memancing ikan disebelah barat jembatan Lusi di utara kota Purwodadi sekitar pukul 14.30 WIB. Melihat sosok mayat, pemancing ikan kemudian mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar.

Warga sempat bermaksud melakukan evakuasi namun tidak berhasil. Soalnya, mayat tersebut sudah terseret arus dan posisinya ada ditengah aliran sungai.

Selanjutnya, warga mengabarkan informasi itu pada pihak kepolisian dan BPBD Grobogan. Akhirnya, mayat tersebut berhasil dievakuasi di Dusun Sanggrahan ketika posisinya ada ditepian sungai.

Saat ditemukan, mayat pria itu mengenakan kaos krah warna biru bergaris putih dan celana pendek warna coklat. Saat diperiksa, tidak ada identitas yang ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, saat ini, mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Identitasnya belum terungkap. Ini masih kita lakukan pemeriksaan dan nanti akan kita kabari,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Karyawan Perhutani di Grobogan Bertolak ke Jakarta Ikut Aksi Damai

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan karyawan Perhutani dari KPH Purwodadi bertolak menuju ke Jakarta, Senin (26/3/2018). Tujuannya, untuk mendukung aksi damai bersama para karayawan Perhutani se Indonesia yang akan dilangsungkan Selasa (27/3/2018) besok. Rombongan perwakilan karyawan dari KPH Purwodadi itu berangkat dari depan kantor, selepas asar menggunakan satu bus.

Administratur KPH Purwodadi Dewanto menyatakan, perwakilan dari serikat karyawannya yang ikut ke Jakarta ada 27 orang. Mereka akan bergabung untuk melakukan aksi damai di Monas dan depan Kementerian BUMN.

Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi damai nanti. Antara lain, soal kenaikan gaji pegawai, revisi SK 001 yang tidak represif dan intimidatif, dan menghilangkan sistim jumping promosi.

“Poin tuntutan antara lain itu tadi. Semoga tuntutan tersebut diperhatikan,” katanya.

Selain KPH Purwodadi, aksi damai juga diikuti pegawai Perhutani KPH Gundih yang kantornya ada di Kecamatan Geyer. Perwakilan dari KPH Gundih yang berangkat ke Jakarta jumlahnya lebih banyak, yakni 50 orang. Rombongan dari KPH Gundih berangkat lebih dulu ke Jakarta, selepas dhuhur dengan naik satu bus.

Editor: Supriyadi

Hadiri Dzikir Bersama, Sri Sumarni Ajak Semua Komponen Gotong Royong Bangun Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Grobogan. Ajakan itu disampaikan Sri saat menghadiri acara dzikir bersama di alun-alun Purwodadi, Minggu (25/3/2018).

“Sampai saat ini, masih cukup banyak persoalan yang harus kita selesaikan. Untuk itu, dukungan banyak pihak sangat saya butuhkan. Mari kita bergotong royong membangun Grobogan agar lebih hebat lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga sempat menyatakan apresiasi atas pencapaian kinerja dalam dua tahun masa kepemimpinannya. Yakni, sudah banyak prestasi yang sudah dicapai diberbagai bidang, baik level provinsi maupun nasional.

“Apa yang sudah dicapai ini harus kita tingkatkan lagi. Ini, akan jadi tugas yang tidak mudah tentunya. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat kita perlukan,” imbuh mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Acara dzikir bersama yang dilangsungkan dalam rangka peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan itu dihadiri ribuan orang. Selain bupati, hadir pula beberapa pimpinan FKPD dan pejabat Pemkab Grobogan.

Hadir pula, Pimpinan Jamaah Al Khidmah KH Munir Abdullah dari Desa Ngroto, Kecamatan Gubug dan sejumlah ulama lainnnya. Acara dzikir juga dihadiri KH Maimun Zubair dari Rembang.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, acara dzikir bersama itu merupakan penutup rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan tahun 2018. Sebelumnya, sudah banyak kegiatan yang dilangsungkan. Mulai bakti sosial, hiburan musik dan kesenian tradisional serta upacara resmi.

Editor : Supriyadi

Besok, KPU Grobogan Gelar Uji Publik Serentak Terkait DPS Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegiatan uji publik serentak terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub akan dilakukan KPU Grobogan, Selasa (27/3/2018) besok. Uji publik serentak akan digelar pada 2.363 titik atau sesuai dengan jumlah TPS yang disiapkan untuk pelaksanaan Pilgub 2018.

Komisioner KPU Grobogan Saikur Rokhman menyatakan, uji publik serentak dilakukan guna menumbuhkan gerakan sadar memilih pada Pilgub nanti. Uji publik juga bertujuan untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama untuk ikut meneliti data pemilih pribadi dan keluarga apakah sudah sesuai dengan identitas sebenarnya atau belum.

“Uji publik ini dilakukan untuk memastikan seluruh keluarga yang punya hak pilih, sudah terdaftar dalam DPS. Jadi, dalam uji publik serentak nanti, kepala keluarga akan diundang oleh PPS untuk ikut meneliti DPS,” jelasnya.

Menurut Saikur, sebelumnya, KPU Grobogan sudah menggelar rapat pleno untuk menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilgub Jateng 2018, Rabu (14/3/2018) lalu. Jumlah pemilih yang masuk dalam DPS sebanyak 1.096.278 orang. Rinciannya, sebanyak 544.689 laki-laki dan 551.589 perempuan.

Sesuai PKPU No 2 Tahun 2018, DPS tersebut harus dipasang pada papan pengumuman dan tempat strategis agar bisa dilihat dan nantinya mendapat tanggapan atau masukan masyarakat. Masa pemasangan DPS dimulai sejak 24 Maret sampai dengan 2 April mendatang.

“Selain lewat uji publik serentak, masyarakat juga bisa menanggapi DPS secara langsung lewat PPS setempat. Waktu untuk memberikan masukan terkait DPS sampai 2 April,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi