Puluhan Anak TK di Grobogan Diajari Cara Memadamkan Kebakaran

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan siswa PAUD dan TK dari beberapa sekolahan mendapat pembekalan seputar masalah kebakaran di halaman kantor Damkar Grobogan, Sabtu (31/3/2018). Pembekalan diberikan secara bergantian oleh beberapa petugas damkar.

Pada tahap awal, petugas memberikan materi seputar masalah kebakaran. Antara lain, soal penyebab kebakaran yang selama ini sering terjadi. Kemudian, tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran juga diberikan pada siswa tersebut.

“Harap adik-adik ketahui, kebakaran itu seringkali terjadi karena kecerobohan. Oleh sebab itu, jangan pernah bermain-main dengan api ketika ada di rumah,” pesan Agus, salah satu petugas damkar dihadapan puluhan siswa tersebut.

Petugas juga memberikan materi mengenai cara-cara memadamkan api. Dalam sesi ini, sebagian siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang tidak pernah didapat dibangku sekolah tersebut.

Sementara sebagian lagi terlihat agak takut ketika petugas menyalakan api untuk pelajaran praktik. Petugas juga mengenalkan pada para siswa tentang mobil pemadam kebakaran dan mereka diperbolehkan naik diatas kendaraan tersebut.

Kasi Damkar Grobogan Paiman menyatakan, pihaknya sangat senang dengan inisiatif dari pihak sekolah untuk dikenalkan cara-cara memadamkan kebakaran. Dengan langkah itu, para siswa itu setidaknya sudah punya bekal pengetahuan awal. Diharapkan dengan upaya ini setidaknya bisa membantu meminimalkan terjadinya musibah kebakaran. Terutama yang disebabkan kecerobohan akibat bermain-main dengan api.

“Selama ini, sudah banyak yang minta diadakan pelatihan. Terus terang kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah ini. Pelatihan ini saya kira sangat bermanfaat bagi guru dan muridnya,” ujarnya.

Ia berharap agar sekolah-sekolah di tingkatan yang lebih tinggi yakni SMP dan SMA bisa mengikuti langkah serupa. Hal itu dinilai lebih baik lagi karena secara fisik mereka sudah lebih kuat. Sehingga ketika ada kebakaran didekatnya bisa lebih maksimal membantu penanganan dibandingkan dengan anak PAUD atau TK .

Editor: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *