Ditolak Pedagang, Revitalisasi Pasar Kuwu Grobogan Terancam Gagal

MuriaNewsCom, GroboganRencana revitalisasi Pasar Kuwu di Kecamatan Kradenan yang akan dilakukan tahun ini terancam gagal. Hal ini seiring adanya penolakan dari paguyuban pedagang terkait bakal dilakukannya proyek revitalisasi.

Informasi yang didapat menyatakan, beberapa waktu lalu, perwakilan pedagang bahkan sudah sempat melakukan audensi dengan komisi B DPRD Grobogan. Dalam aspirasinya, pedagang keberatan terkait konsep revitalisasi pasar. Yakni, tempat berjualan pedagang akan dibangun dengan model prototipe yang terkesan lebih modern.

Dengan konsep ini, tempat berjualan dinilai justru terlihat menjadi lebih sempit. Pedagang menghendaki agar pembangunan lapak berjualan dilakukan seperti semula sehingga tempatnya terlihat longgar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Grobogan Karsono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya keberatan dari peguyuban pedagang Pasar Kuwu terkait bakal adanya proyek revitalisasi. Dengan adanya keberatan itu maka proyek revitalisasi akan dialihkan ke lokasi lain yang memungkinkan.

Karsono menjelaskan, pada tahun ini, pihaknya mengajukan bantuan revitalisasi tiga pasar ke kementerian terkait. Yakni, Pasar Kuwu, Pasar Wirosari dan Pasar Unggas Glendoh Purwodadi dengan alokasi anggaran masing-masing senilai Rp 8 miliar.

Pada tahun 2017, pihaknya sudah mendapat proyek revitalisasi untuk Pasar Tegowanu dan Grobogan. Masing-masing, nilainya Rp 6 miliar.

Untuk teknis pelaksanaan revitalisasi memang dilakukuan dari kementerian. Termasuk konsep bangunannya juga sudah disiapkan pihak kementerian dengan model prototipe.

“Desain untuk revitalisasi pasar memang modelnya prototipe. Untuk revitalisasi di Pasar Grobogan yang sudah jadi akhir tahun 2017 lalu juga seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun 2016 lalu, pihak kementerian juga sudah menyalurkan dana untuk rehab bagian kios depan di Pasar Kuwu dan Pasar Wirosari. Rencananya, pada tahun 2018, penataan akan dilanjutkan dengan revitalisasi pasar keseluruhan.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *