Tak Hanya Dihukum, Polisi Jateng Kena Narkoba Juga Digojlok di Kandang Brimob

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah tampaknya serius melakukan bersih-bersih terhadap anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk semakin menguatkan upaya bersih-bersih ini, polda mencanangkan program ’KUPEDULI’.

Program yang digawangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) ini merupakan upaya untuk menegakkan hukuman, perawatan dan pembinaan terpadu anggota Polri yang terlibat narkoba.

Dalam program ini, anggota maupun aparatur sipil negara (ASN) Polri yang terbukti mengonsumsi narkoba akan mendapatkan hukuman dan perawatan khusus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Propam, Kombes Pol Jamaluddin Farti mengatakan, program ini merupakan bentuk keseriusan Polda Jateng dalam menindak personel yang terlibat narkoba.

Menurut dia, oknum Polri maupun ASN yang terbukti menyalahgunakan narkoba, selain mendapat sanksi disiplin dan kode etik, serta pidana juga mendapat gemblengan melalui program ini.

”Tujuannya, untuk menghentikan sama sekali penggunaan narkoba di lingkungan anggota Polri/ASN Polda Jateng. Sehingga anggota Polri dan ASN Polri Polda Jateng bebas dari jeratan narkoba,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Rabu (28/3/2018).

Setiap anggota Polda yang mengonsumsi narkoba, akan mengikuti perawatan medis dan konseling di RS Bhayangkara Semarang.

Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan kembali mengikuti pembinaan fisik. Lokasi yang digunakan untuk pembinaan fisik ini di Markas Komando Satbrimob Polda Jateng.

”Untuk perkara pelanggaran penyalahgunaan narkoba di jajaran Polda Jateng proses hukum internalnya (disiplin/kode etik profesi) dan pelaksanaan sidangnya ditarik ke Polda Jateng,” ujarnya.

Untuk anggota yang menjalani hukuman disipilin, diberikan hukuman berupa penampatan khusus (patsus) di ruang Patsus Mapolda Jateng. Mereka yang mendapat hukuman ini dalam aktivitasnya, wajib memakai memakai rompi dan helm patsus selama menjalani hukuman.

”Setelah selesai menjalani hukuman berupa patsus tersebut, untuk penjemputan terhukum anggota Polri dilakukan oleh atasannya yaitu kasatker/kapolres di hadapan kapolda/wakapolda,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *