Kerusakan Makin Parah, 6 Jembatan Antar Desa di Grobogan Butuh Penanganan Serius

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan tampaknya perlu menaruh perhatian serius pada penanganan kerusakan jembatan antar desa. Tindakan tersebut perlu dilakukan mengingat hingga saat ini ada cukup banyak jembatan penghubung antar desa yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani maka jembatan itu dikhawatirkan ambrol dan memutus akses transportasi warga sekitar.

Dari penelusuran dilapangan, sedikitnya ada 10 jembatan rusak yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari 10 titik ini ada enam jembatan yang butuh penanganan segera karena tingkat kerusakannya cukup parah.

Yakni, jembatan di Desa Lebengjumuk, Kecamatan Grobogan. Kemudian jembatan di Desa Tunggak (Toroh), jembatan Desa Kalipang (Gabus), jembatan Desa Truwolu (Ngaringan), jembatan Banjardowo (Kradenan) dan jembatan di Desa Karangsono (Karangrayung).

Rusaknya jembatan itu disebabkan beberapa faktor. Yakni, usianya sudah lama, dan terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Jembatan itu sebelumnya dibangun oleh Pemkab Grobogan namun statusnya tetap milik desa. Sesuai aturan terbaru, penanganan aset desa harus dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Kondisi inilah yang menjadikan penanganan jembatan desa menjadi terhambat. Soalnya, keuangan desa tidak mencukupi perbaikan jembatan yang butuh dana besar. Sebagai upaya sementara, pihak desa hanya melakukan upaya darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono membenarkan jika saat ini sudah banyak laporan terkait kerusakan jembatan antar desa tersebut. Ia menyarankan, pihak desa agar mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi atau pusat untuk perbaikan jembatan.

Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus dan kita akan bantu fasilitasi,” katanya.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *