Aksi Blokir Akses Jalan Tol Pemalang-Batang Meluas

MuriaNewsCom, Batang – Aksi pemblokiran akses jalan menuju jalan Tol Pemalang-Batang di Desa Cepagan, Kabupaten Batang, yang dilakukan warga sejak kemarin, Jumat (23/2/2018) hari ini meluas hingga Desa Sidorejo.

Diulansir antarajateng.com, aksi pemblokiran akses jalan Tol Batang-Pemalang tersebut dipicu adanya kekecewaan warga terhadap PT Waskita. Kontraktor pengembang proyek jalan tol itu dinilai tidak merespons tuntutan warga terhadap perbaikan jalan yang rusak. yang diakibatkan oleh truk pengangkut material milik perusahaan itu.

Kemarahan warga desa makin bertambah, dengan adanya kasus kecelakaan yang menimpa seorang sepeda motor hingga meninggal dunia karena kondisi jalan yang rusak parah, beberapa waktu lalu.

Akibat pemblokiran akses jalur Tol Batang-Pemalang, truk pengangkut material untuk pengurukan proyek tol berhenti total. Pasalnya, jalan dipenuhi dengan bebatuan dan palangan yang terbuat dari kayu.

Warga Desa Sidorejo, Tasurun mengatakan, kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki oleh PT Waskita ini mengakibatkan warga merasa kesal, sehingga mereka melakukan aksi blokir.

“Kami sudah lama menahan kecewa dan kesal terhadap itikat PT Waskita untuk memperbaiki jalan yang rusak yang disebabkan oleh truk pengangkut material. Kondisi jalan yang tidak seimbang menahan beban berat truk pengangkut material mengakibatkan jalan rusak parah,” katanya.

Ia mengatakan, warga tidak mempermasalahkan adanya pembangunan tol Pemalang-Batang, karena proyek itu untuk kemanfaatan kepentingan umum. Kendati demikian, warga menginginkan adanya tanggung jawab PT Waskita selaku pengembang proyek jalan tol memperbaiki jalan yang kini sudah rusak parah.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, sesuai kesepakatan PT Waskita dengan Pemkab Batang, menyebutkan pengelola proyek Tol Pemalang-Batang harus sudah memulai pengecoran jalan itu pada 17 Februari 2018.

Akan tetapi, kata dia, hingga Maret 2018 perbaikan jalan yang rusak itu belum sepenuhnya dikerjakan bahkan cenderung terabaikan.

“Kami mendukung program pembangunan Tol Pemalang-Batang yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi PT Waskita juga harus bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan lintasan tol yang digunakan untuk sarana lalu lintas truk pengangkut material PT Waskita,” ujarnya.

Ia memperingatkan pada PT Waskita secepatnya memperbaiki jalan lintasan tol itu agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri.

“Tolong cepat diperbaiki jalan lintasan tol itu, agar masyarakat tidak menjadi korban kecelakaan akibat rusaknya jalan. Saya tidak ingin rakyat saya marah,” katanya.

Kepala Teknik PT. Waskita Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang Paket 4, Nasrullah, mengatakan bahwa PT Waskita sudah mematuhi apa yang menjadi kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Batang.

“Saat ini, kami konsentrasi melakukan perbaikan jalan Nganjir, Desa Kalibeluk, Warungasem hingga ruas jalan titik selatan Desa Cepagan hingga Pandansari,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *