Superblock 80 Hektare Bakal Ubah Wajah Kabupaten Batang

MuriaNewsCom, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bakal membangun proyek besar untuk mengubah ‘wajah’ koota dan identitas Batang. Bakal dibangun superblock dengan luas mencapai 80 hektare.

Namun dana untuk pembangunan superblock ini mencapai ratusan miliar. Sementara untuk mengandalkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dinilai tidak memungkinkan. Sehingga pemkab mengundang investor untuk membangun superblock ini.

“Dana untuk membangun `Batang Superblock` ini bisa mencapai ratusan miliar. Oleh karena, kita perlu menggandeng investor untuk mewujudkan program tersebut,” kata Bupati Btang, Wihaji, Selasa (20/3/2018).

Meski demikian, menurut dia pemkab tetap menganggarkan dana di atas Rp 50 miliar untuk menopang pembangunan itu. Ia memastikan, rencana pembangunan Batang Superblock itu sudah masuk dalam RPPJMD dan ditarget tahun 2020 atau 2021 sudah mulai dibangun.

Rencananya Batang Superblock di dalamnya akan dibangun Sport Center, Mall, taman kota, dan pusat hiburan. Pembangunan tersebut akan berlokasi di eks pasar darurat yang berada di Jalan Dr Sutomo.

Lokasi itu merupakan aset pemkab dengan luas tanah 8 hektare, dari Hutan Kota Rajawali hingga persawahan. “Khusus untuk sport centernya GOR Indoor tahun ini Detail Engeneering Desainnya (DED) sudah jadi,” ujarnya.

Wihaji menyatakan, pemkab masih mencari sistem yang terbaik dan tidak melanggar peraturan dalam upaya menata wajah Kabupaten Batang. Pembangunan Batang Superblock, kata dia, memang masih dalam perencanaan dan butuh telaah serta kajian mendalam.

“Kita telah memiliki tanahnya yang siap untuk dibangun kawasan `Batang Superblock` itu dan tinggal mencari sistemnya agar tidak melanggar aturan. Kami memang harus hati-hati agar semua pihak tidak merasa ada yang dirugikan,” terangnya.

Saat ini menurut dia, sudah banyak investor yang mendaftarkan diri sebagai pelaksana proyek pembangunan itu. Namun pemkab masih melihat sistemnya apakah `build, operate, and transfer` yaitu membangun, mengelola, dan menyerahkan.

Sejauh ini menurutnya, pemkab masih mengaji secara detil sistem yang ditawarkan para investor tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *