Pemkab Jepara Ajak Perusahaan Swasta Wujudkan SiAngsa

MuriaNewsCom, Jepara РPemkab Jepara gandeng perusahaan swasta guna wujudkan sistem pengangkutan sampah berbayar berbasis daring (online). SiAngsa atau Sistem Informasi Angkut Sampah, digadang dapat memaksimalkan upaya pemerintah menuntaskan masalah sampah yang menjadi momok di Bumi Kartini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Fatkhurohman mengatakan, volume sampah yang dihasilkan oleh warga sebesar 1.128 ton per hari. Namun hanya 11,51 persen atau 129,2 ton sampah, dari jumlah tersebut yang dapat tertampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan aplikasi SiAngsa, diharapkan pada 2022 kabupaten Jepara dapat mengangkut sampah dengan volume 127-390 ton per hari. Harapannya di tahun itu, sebanyak 15 kecamatan akan tercover oleh layanan tersebut,” ujarnya, sebagaimana rilis yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (21/3/2018).

Fatkhurohman mengatakan, saat ini telah layanan terkait sampah telah mengcover 13 kecamatan. Namun, DLH memiliki sejumlah unit pengangkut yang hanya mampu menangani 9,5 persen dari kebutuhan layanan ideal.

Subiyanto Sekrataris Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara pun juga mengatakan hal senada. Dari aspek pengelolaan keuangan daerah tidak memungkinkan bagi daerah untuk secara fleksibel bisa melakukan angkut sampah berbayar.

APBD Kabupaten Jepara juga terserap cukup besar dan sistem retribusi telah diterapkan. Hanya saja realisasi yang ada ternyata hanya dibayar oleh 38 persen dari total potensi tertagih. Sementara APBD tidak cukup mampu menangani seluruh persoalan yang ada.

“Oleh karenanya, kami berharap (pihak swasta) kami harapkan tidak hanya berorientasi bisnis tetapi juga filantropis (amal),” ujarnya, mewakili Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Dirinya berharap, perusahaan-perusahaan wajib Corporate Social Responsibility (CSR) di Jepara mampu memberikan manfaat kepada banyak orang. Khususnya untuk mengatasi berbagai isu lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Jepara secara keseluruhan.

Selain Pemkab dan Forum Literasi Lingkungan Hidup (FL2H) Kabupaten Jepara, serta keterlibatan KPP Pratama, beberapa perwakilan CSR yang diundang, termasuk PT Hwa Seung, PT Yazaki Sami, PT Sumitomo, PT Starcam, PT Kanindo, PT Parkland, dan PT Samwon.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *