Cerita Ganjar Sering Diperingatkan Panwas, Responnya Mengejutkan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ternyata sering diperingatkan panwaslu saat berkeliling ke berbagai daerah selama masa kampanye Pilgub Jateng 2018.

Ganjar mengaku setiap kali ia mendatangi suatu tempat, sudah ada personel panwas yang mengawasi kegiataanya. Dan beberapa kali, personel panwas itu memberi peringatan agar tak menyalahi batasan dalam kampanye.

Ia mencontohkan, saat berkeliling di Jepara ia didatangi petugas panwas dan diperingatkan. Begitu juga ketika ia mendatangi acara Ngopi Bareng di Desa Kramat, Kecamatan Dempet, demak, Kamis (22/2/2018) kemairn, juga sudah ada banyak petugas panwas yang standbay di lokasi.

Karena sering diperingatkan, respon Ganjar pun cukup mengejutkan. Ia tidak marah atau berkilah, ia justru mengajak petugas panwascam yang hadir untuk menyosialisasikan aturan kampanye.

Kader PDI Perjuangan itu spontan mengajak petugas Panwas ikut masuk, bahkan duduk di depan bersama dirinya. Ia meminta petugas Panwascam menjelaskan aturan pilkada sebelum acara dimulai.

Menurut dia, sosialiasi diperlukan untuk mengedukasi semua pihak tentang batasan yang boleh dan tidak dalam setiap kegiatan kampanye.

“Kemarin saya keliling di Jepara didatangi petugas, sepertinya aturannya agak banyak, jadi saya banyak diperingatkan. Maka kali ini saya mengajak sekalian sosialiasi agar saya juga paham dan masyarakat jadi tahu,” paparnya.

Petugas Panwascam Nur Azizah menjelaskan, dirinya hadir bersama dua rekannya yakni Nur Ikhsan dan Misbakhul Ulum. Menurutnya jika model acara seperti Ngopi Bareng bukan masuk kategori kampanye.

“Di sini saya lihat tidak ada atribut kampanye, spanduk dan APK juga tidak ada jadi bukan kampanye,” katanya.

Karena bukan acara kampanye, maka aturannya seorang calon tidak boleh mengungkapkan ujaran dan ajakan untuk memilih. “Nuwun sewu, ampun ada ajakan nggih,”  katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ganjar langsung setuju. Ia berjanji tidak mengucapkan kalimat berisi ajakan ataupun gestur tertentu.

“Nah jadi sudah jelas, acara ini ngobrol saja, saya mendengarkan masukan dan keluhan saja. Saya tidak akan mengajak ya, saya yakin semua di sini sudah tahu mau milih siapa,” kata Ganjar disambut tepuk tangan warga.

Dalam sesi dialog, Karsono, Kelompok Tani Makaryo Desa Kramat mengatakan, tidak hanya dalam acara Ngopi Bareng, seharusnya di semua acara yang dikunjungi Ganjar tidak perlu ada kalimat ajakan.

“Pak Ganjar tidak usah mengajak sudah banyak yg kenal, apa yg sudah dilakukan banyak yang positif dan dirasakan warga,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *