Ternyata Ini yang Ingin Diketahui Tim Pansus RUU Tembakau saat Berkunjung ke Perusahaan Rokok di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Selain untuk meminta masukan perusahan rokok, kedatangan Tim Pansus RUU Tembaku di Kudus juga ingin melindungi Industri Hasil Tembakau dalam negeri untuk terus berkembang. Mereka tak ingin perusahaan rokok yang menjadi lapangan pekerjaan jutaan orang dan pendapatan APBN terus merosot.

“Ada tiga hal yang kami tekankan dalam pertemuan ini. Pertama kami ingin meminta masukan supaya RUU Tembakau ini tak merugikan pengusaha dan petani. Yang kedua kami juga ingin tahu apa yang dibutuhkan perusahaan untuk memproteksi produk industri lokal (kretek),” kata Ketua Tim Pansus RUU Tembakau DPR RI Firman Subagyo dihadapan para petinggi PR Sukun, Kamis (8/2/2018).

Ia menjelaskan, dari data yang ada perkembangan rokok lokal (kretek) lamban laun semakin menurun. Hal ini mengharuskannya (Tim Pansus) untuk berfikir keras supaya UU Tembakau kelak bisa membuat produk lokal kembali terangkat.

“Diakui atau tidak perusahaan rokok memang menyumbang pendapatan negara begitu besar. Karena itu, kita buat regulasi,” tegasnya.

Sementara, lanjut Firman, persoalan yang ketiga yang ingin diketahui adalah persoalan cukai. Bagi Firman, cukai dulunya dibuat untuk menekan produksi rokok. Namun saat ini cukai malah digunakan untuk pendapatan.

“Nah, kami juga ingin tahu, perusahaan keberatan atau tidak dengan itu. Setidaknya di Kudus ini, perusahaan rokoknya mewakili semua kelas. Djarum mewakili kelas atas, Nojorono kelas menengah, dan Sukun kelas menengah ke bawah,” ujarnya.

Baca juga : Pansus RUU Tembakau DPR RI Minta Masukan ke 3 Perusahaan Rokok di Kudus

Hal senada juga diungkapkan anggota pansus Fadholi. Menurutnya, dalam perjalanan kali ini, ia juga ingin mengetahui berapa tembakau impor dan tembakau lokal  yang digunakan PR Sukun.

“Ini menjadi penting, karena dalam dunia rokok itu menyangkut empat pilar yang tak bisa ditinggalkan. Empat pilar itu adalah pabrik, petani, perokok, dan pemerintah,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *