Pejabat Asal Tegal Ikut Seleksi Pengisian Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pengisian jabatan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kudus mulai dilakukan. Dari empat calon yang mengikuti assesment, satu diantaranya berasal dari luar Kota Kretek.

Ia adalah Nur Hayati, dirinya diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal. Sementara tiga lainnya adalah nama yang tak asing lagi, yakni Kepala Dinas PUPR Kudus Samani Intakoris, Asisten I Agus Budi Satrio dan Asisten III Masud.

Yulianto Tri Nugroho Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus mengatakan, pengumuman pengisian jabatan sekda dilakukan terbuka. Sehingga Aparatur Sipil Negara (ASN) asala luar Kudus bisa ikut serta dalam proses pemilihan sekretaris daerah.

Menurutnya, untuk dapat mengisi jabatan sekda ada persyaratan khusus. Diantaranya, pernah menduduki jabatan eselon 2B selama dua kali, usia maksimal 56 tahun dan pernah ikut Diklatpim II.

“Hal itu (persyaratan) tak dimiliki oleh setiap ASN,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Tulus Tri Yatmika, Kabid Pengembangan dan Diklat BKPP Kudus menjelaskan, keempatnya telah lolos dalam seleksi berkas. Selanjutnya, mereka mengikuti assesment, yang merupakan bagian dari tahapan seleksi.

“Setelah proses ini nanti ada tes lanjutan, yakni ujian gagasan tertulis,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, pengisian sekda definitif diperkirakan memakan waktu hingga sebulan. Sementara, tugas penjabat sekda yang kini dipegang oleh Sudjatmiko akan berakhir pada bulan April.

Hal itu sesuai dengan peraturan, yang menyebutkan bahwa masa jabatan penjabat sekda hanya dalam tempo tiga bulan. “Di Kabupaten Kudus, penjabat sekda sudah dilantik pada awal Februari 2018, maka nanti masa berakhir tugasnya adalah April 2018,” tuturnya.

Adapun, tahapan pengisian sekda dilakukan secara independen dan tertutup. Bahkan dari pihak BKPP sendiri tidak mengetahui materi yang dilakukan pada tahapan assesment.

“Kami pu tak tahu materi dari assesment tersebut. Untuk prosesnya dilakukan di command center Pemkab Kudus,” terang Tulus.

Editor: Supriyadi

Razia Kos-kosan dan Penginapan, Belasan Pasangan Mesum di Grobogan Diamankan Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan mengamankan belasan pasangan bukan suami istri, Rabu (28/2/2018). Mereka ditemukan tengah berduaan dalam kamar di sejumlah kos-kosan dan tempat penginapan yang ada di kota Purwodadi.

Padahal, sehari sebelumnya, sejumlah pasangan bukan suami istri juga berhasil diamankan saat berlangsung razia serupa.

”Selain lajang, beberapa di antaranya ternyata sudah berkeluarga atau sudah bersuami maupun beristri. Bahkan, ada satu pria yang diketahui masih dibawah umur. Totalnya ada belasan pasangan yang kita amankan dalam kegiatan kemarin dan hari ini tadi. Kebanyakan, mereka yang terjaring razia ini warga dari luar Grobogan,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Lamsir menegaskan, kegiatan razia itu dilakukan seiring masih banyaknya aduan masyarakat terkait masih adanya aktivitas penghuni kos yang dirasa cukup mengganggu. Menindaklanjuti aduan ini, petugas kemudian menggelar operasi penyakit masyarakat. Selain itu, razia memang digencarkan sebagai upaya cipta kondisi jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

Saat hendak dibawa ke Mapolres Grobogan menggunakan mobil Dalmas, beberapa pasangan bukan suami istri tersebut sempat menolak. Alasannya, mereka berdua hanya istirahat saja dan baru saja masuk dalam kamar.

”Selama mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan resmi atau suami istri, kami bawa mereka ke Mapolres untuk dikasih pembinaan. Setelah itu, mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Habis itu, mereka baru kami lepas,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Setelah Camat Jekulo, Hari Ini Panwaskab Panggil Tim Sukses Noor Yasin 

Muria NewsCom, Kudus – Panwaskab Kudus memanggil Tim Sukses Masan-Noor Yasin, Rabu (28/2/2018). Hal itu untuk mengklarifikasi terkait adanya unggahan foto yang menunjukan Yasin sedang berada di tempat pengajian, berdoa bersama Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti.

Wahibul Minan Ketua Panwaskab Kudus mengatakan, dari klarifikasi tim sukses, kedatangan Noor Yasin adalah sebagai peserta.

“Yang bersangkutan (Yasin) diundang karena merupakan Ketua Pembina Jamaah Pengajian Yasin Fadilah Musthofa,”‎ ungkapnya, Rabu (28/2/2018).

Hanya saja, dirinya mengakui belum mengetahui struktur kepengurusan jamaah tersebut.

Baca Juga:

Terpisah, Ahmad Sholeh mengatakan pihaknya memang dipanggil oleh Panwaskab Kudus. Namun demikian dirinya menggaransi tidak ada tujuan politis dari kedatangan Noor Yasin pada pengajian, yang digelar Jamaah Al Khidmah di Jekulo.

“Kehadiran Pak Yasin karena memenuhi undangan. Ia diundang sebagai Ketua Pembina Jamaah Yasin Fadilah Musthofa. Tidak ada sambutan dari Pak Yasin,” ujarnya.

Sebelum pemanggilan, diketahui ada sebuah foto yang diunggah oleh akun Cak Narto. Didalamnya, terlihat Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti bersama kyai dan Noor Yasin sedang menengadahkan tangan, nampak berdoa.

Dalam unggahannya Cak Narto memberikan caption berbau politis. “CAWABUP Pak Noor Yasin Doa Pemenangan Bersama Dg Camat Jekulo Kades Pladen Hadipolo Bulung Cangkring, Honggosoco dan Jekulo di Ruang Kerja Camat Jekulo Sederek,” tulisnya.

Hal itu kemudian dibantah oleh Camat Jekulo, yang kemarin (Selasa,27/2/2018) dipanggil oleh Panwaskab Kudus. ‎Menurutnya, doa itu ditujukan sebelum memulai kegiatan, bukan untuk pemenangan Cawabup.

Sementara itu, Cak Narto yang bernama asli Sunarto mengaku sedang diluar kota. Ketika dikonfirmasi MuriaNewsCom, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Hanya saja ia menyanggupi ketika diminta bertatap muka.

Ketemu neng ndarat wae, aja telpon aku lagi neng luar kota(ketemu langsung saja, saya sedang diluar kota),” kemudian menutup sambungan telepon.

Editor: Supriyadi

Pria Pembakar Istri di Jepara Divonis 12 Tahun Penjara

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Zainal Arifin (27) pria yang tega membakar istrinya sendiri, divonis 12 tahun penjara. Vonis tersebut, dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jepara yang diketuai Johanis Hemamony, dan dua anggota Vemi Mustika serta Demi Hadiantoro, Rabu (28/2/2018).

“Dengan ini menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangi seluruhnya dari pidana,” ujar Johanis, saat membacakan putusan di Ruang Sidang Cakra.

Dirinya mengatakan, salah satu hal yang memberatkan terdakwa adalah tak mengakui perbuatannya dan tak merasa bersalah serta berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Sedangkan hal yang meringankannya seperti, tak pernah dihukum, berperilaku sopan dan kematian dari istrinya tak sepenuhnya diakibatkan oleh terdakwa akan tetapi perawatan rumah sakit yang tak maksimal.

Setelah menjatuhkan vonis, terdakwa bersama penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir menyikapi putusan hakim.

Jaksa persidangan tersebut Yosef  juga mengambil langkah pikir-pikir. Namun demikian dirinya tak mempermasalahkan vonis yang diberikan hakim lebih rendah dari tuntutannya.

“Tuntutan kami 13 tahun penjara dari maksimal 15 tahun. Namun dengan putusan ini kami tak mempermasalahkannya. Kami mengambil sikap pikir-pikir, mereka juga (pikir-pikir). Setelah tempo tujuh hari, bila mereka mengajukan banding, kita juga akan banding,” ungkapnya setelah persidangan.

Peristiwa yang menjebloskan warga Desa Sowan Kidul RT 2 RW 3, Kecamatan Kedung itu terjadi pada Sabtu (16/9/2017) malam. Waktu itu Ahmad Zainal Arifin bertengkar dengan istrinya Mutmainah.

Diduga, pemicu pertengkaran tersebut diduga karena Mutmainah tak meloloskan permintaan Zainal yang meminta sejumlah uang. Karena kesal, Zainal lantas menyiramkan bahan bakar jenis pertalite ke tubuh istrinya dan membakarnya.

Akibat kejadian itu, Mutmainah pun harus mendapatkan perawatan di RSUD Kartini karena mengalami luka bakar. Setelah sempat pulang, keadaannya memburuk dan meninggal dunia pada 6 Oktober 2017.

Terdakwa sendiri mengelak telah membakar istrinya. Dalam pernyataannya di media beberapa saat lalu, ia mengaku ingin menyelamatkan istrinya yang mencoba bunuh diri.‎ Akan tetapi, ia juga sempat berkata, istrinya terbakar karena saat kejadian mati lampu, dan tersandung dan terkena cairan pertalite dan terbakar.

Editor: Supriyadi

Antre Muatan Galian C, Sopir di Grobogan Tewas di Dalam Truk

MuriaNewsCom, GroboganAktivitas di lokasi galian C di Dusun Gandok, Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, sempat terhenti untuk beberapa saat, Rabu (28/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya sopir truk yang tewas dalam kendaraannya, saat menunggu antrean muatan.

Sopir tersebut diketahui bernama Sutrisno alias Dono (45), warga Dusun Piyak, Desa Genengadal. Sopir ini diketahui tewas dalam posisi duduk di jok dump truk bernomor polisi K 1357 JF.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa yang sempat menggegerkan warga itu diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Sekitar satu jam sebelumnya, korban sempat menelepon Muklis (55), rekannya sesama sopir truk untuk menanyakan posisinya. Rekan korban menjawab jika posisinya masih dalam perjalanan dari Penawangan menuju ke lokasi galian C.

Setelah sampai di lokasi galian C tersebut, Muklis sempat memanggil korban tetapi tidak ada sahutan. Selanjutnya, Muklis mengajak rekannya Heri Jumanto (42) untuk mendatangi truk guna mencari keberadaan korban.

Saat pintu truk dibuka, kedua orang ini mendapati korban dalam posisi duduk di kursi yang ada dibelakang stir. Namun, saat itu, korban tidak bereaksi apapun.

Setelah dicek, ternyata korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Peristiwa itu, kemudian dikabarkan pada orang yang ada disitu dan dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Toroh AKP Sudarwati saat dimintai komentarnya membenarkan adanya sopir truk yang meninggal dalam kendaraannya tersebut. Menurutnya, dari olah TKP dan pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.

”Korban diduga meninggal karena sakit jantung. Dari keterangan yang kita dapat, korban sebelumnya memang punya riwayat sakit lemah jantung,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jembatan Merah Sebagai Tempat Wisata di Surabaya, Apa Serunya?

MuriaNewsCom – Dibandingkan Jembatan Merah, sebenarnya ada sederet objek wisata di Surabaya yang bisa menjadi destinasi seru saat liburan. Yap, mulai dari Surabaya Museum (Gedung Siola), Tugu Pahlawan, Taman Bungkul, sampai House of Sampoerna. Kalau hanya mengunjungi jembatan saja, rasanya tidak perlu sampai repot-repot pergi ke Surabaya. Masuk akal dong? Pasti, tapi itu kalau kamu belum tahu cerita dan keunikan jembatan yang satu ini.

Dibangun pada 11 November 1743, Jembatan Merah merupakan bentuk kesepakatan Pakubuwono II dari Mataram dengan VOC. Pada masa itu, kawasan Jembatan Merah adalah daerah bisnis dan akses satu-satunya yang menghubungkan Kalimas dengan Gedung Pemerintahan di Surabaya. Beranjak ke sekitar tahun 1890an, Jembatan Merah mengalami renovasi, di mana pagar pembatas yang sebelumnya adalah kayu, diubah menjadi besi.

Tidak jauh dari Jembatan Merah, kamu bakal menemukan kawasan Kembang Jepun yang dikenal dengan nama Kya-Kya yang terkenal sebagai pusat makanan di Kota Pahlawan ini. Selain itu sekitar 300 meter di kawasan jembatan itu juga sudah dikembangkan sebagai kampung pecinan. Nah, seperti sejarah awalnya, sekarang ini Jembatan Merah menyediakan akses untuk kalian pergi menuju berbagai tempat wisata menarik dan menyenangkan di Surabaya.

Kenapa bisa begitu? Sebabnya, kalian akan dengan mudah mengunjungi berbagai tempat seperti gedung bersejarah bekas Bank Javasche Soerabaia, Gereja Santa Perawan Maria, Surabaya Heritage Tour, Masjid Ampel, hingga Museum Sampoerna hanya dengan melewati Jembatan Merah ini saja. Kalau masih belum puas, kamu juga bisa mengunjungi Pasar Pabean dan Klenteng Hong Tiek Hian yang semuanya berjarak tidak lebih dari 1 km dari Jembatan Merah lho.

Hanya dengan melalui jembatan ini, nyatanya kalian sudah bisa berkunjung ke berbagai tempat wisata seru dan menarik yang ada di Surabaya. Suasana yang ada di sekitar Jembatan Merah ini juga masih kental dengan nuansa klasik Kota Pahlawan di masa lalu. Jadi buat kalian yang hobi mengabadikan momen seru dalam potret foto dan mencari suasana otentik dari tempat yang kalian kunjungi, Jembatan Merah adalah salah satu objek wisata Surabaya yang Instagram-able banget!

Juga, tidak butuh banyak biaya untuk pergi mengunjungi berbagai tempat wisata di Surabaya yang menyenangkan dan bikin kamu jadi lebih mengenal sejarah Negara sendiri. Tidak cuma sekedar tahu Jembatan Merah sebagai judul lagu dari salah satu musisi kenamaan Indonesia, Gesang. Nah lho, kamu juga baru tahu kalau jembatan unik ini adalah inspirasi Gesang dalam menulis salah satu lagunya? Karena itu kalau ada rencana untuk pergi berlibur ke Surabaya, pastikan Jembatan Merah masuk dalam daftar tujuan tempat wisatamu. Jadi selain memberi akses ke tempat-tempat wisata seru, Jembatan Merah pun bisa membawamu pergi ke masa lalu dari kota Surabaya.

Editor : Ali Muntoha

5 Pegawai RSUD Kartini Jepara Terbukti Langgar Kode Etik ASN, Begini Tindakan Panwas

MuriaNewsCom, Jepara – Panwaslu Jepara melayangkan surat rekomendasi sanksi untuk lima PNS RSUD Kartini yang berfoto dengan Cagub Jateng Ganjar Pranowo. Berdasarkan penyidikan dengan penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), mereka terbukti melanggar kode Etik pada UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

“Kami layangkan nanti (hari ini), masing-masing kepada atasan mereka yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara dan Komisi Aparatur Sipil Negara (K ASN),” ucap Ketua Panwaslu Jepara Arifin, Rabu (28/1/2018) di ruang kantornya.

Dikatakannya kelima PNS itu sedianya diduga melanggar pasal pidana dan kode Etik, namun dalam penyidikan, unsur pidana dianggap tak memenuhi. Lima orang pegawai RSUD yang nekat berfoto dengan calon Gubernur itu adalah, Muh Ali Plt Dirut RSUD Kartini, Mujoko Kabag Umum, Tri Iriantiwi, Umrotun dan Ana Pristiwaningsih.

“Setelah dilakukan kajian dengan penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) dan meminta pertimbangan ahli dari akademisi Pak Pujiono, unsur pidana tak terbukti. Namun demikian, kelimanya terbukti melanggar kode Etik sebagai ASN karena melanggar edaran dari K ASN,” jelasnya.

Baca Juga: 

Arifin mengatakan, setelah mengirimkan surat rekomendasi tugas dari Panwaslu usai. Setelahnya, putusan mengenai sanksi akan diambil oleh atasan pegawai negeri sipil dan Komisi ASN.

“Nanti yang menentukan sanksinya apa ya kedua pihak itu (K ASN dan Sekda). Pun sebelum putusan diambil akan dilakukan sidang terlebih dahulu, jadi nanti mereka (pelanggar) bisa mengungkapkan argumennya dulu. Kalau kita (Panwaslu) tugasnya selesai setelah memberikan rekomendasi,” terangnya.

Dirinya menyebut, peristiwa tersebut merupakan peringatan bagi PNS lain agar tak mengulangi kesalahan serupa. Arifin mengatakan, seorang pegawai negeri memang memiliki hak pilih, namun mereka tak diperbolehkan untuk ikut-ikutan dalam kegiatan politik atau menunjukan keberpihakan.

“Harapannya ini yang terakhir kali, peringatan bagi ASN lain di Jepara. Kasus yang melibatkan pegawai di Jepara sampai saat ini berjumlah tiga kasus dengan delapan orang yang diduga melakukan pelangaran,” urainya.

Diberitakan sebelumnya, lima orang yang berfoto dengan Cagub Jateng petahana melakukan aksinya pada Sabtu (17/2/2018). Mereka berdalih saat itu tak tahu, jikalau yang hari tersebut telah memasuki masa kampanye dan Ganjar Pranowo telah mengambil cuti.

Editor: Supriyadi

Sekeluarga di Pekalongan Keracunan Jamur, 1 Orang Tewas

MuriaNewsCom, Pekalongan – Satu keluarga di Dukuh Gutomo, Desa Gutomo, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan, keracunan jamur jenis siung kidang. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan tiga korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kajen.

Korban meninggal dunia yakni Kuat (75). Sementara tiga korban yang selamat dan dirawat di RSUD Kajen, Daryani (45), Ponisa (41) dan M Ristan Alfaro (2). Peristiwa ini terjadi pada Selasa (27/2/2018)kemarin.

Dari informasi yang diperoleh dari Polres Pekalogan, peristiwa ini bermula saat sekitar pukul 06.00 WIB, satu keluarga itu sarapan dengan lauk jamur siung kidang. Usai sarapan, Kuat pergi ke hutan untuk mencari rumput.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan warga sudah tergeletak dan kejang-kejang. Korban pun langsung dibawa ke rumahnya. Saat sampai di rumah, warga mendapati tiga anggota keluarga lainnya merasa pusing hingga akhirnya bersama-sama mereka dibawa ke RSUD Kajen.

Namun nyawa Kuat tak berhasil diselamatkan. Sekitar pukul 11.00 WIBm kakek tersebut menghembuskan nafas terakhir, karena keracunan jamur.

Semenutara tiga korban lain, langsung mendapat penanganan khusus dan kini keadaanya mulai membaik.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar menyatakan, korban dimakamkan di Desa Gutomo, Karanganyar. “Adapun sempel Jamur telah diamankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dan kasus ini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Usai Ditinjau Bupati, Jalan Longsor di Sumberagung Grobogan Mulai Ditangani

MuriaNewsCom, GroboganPerbaikan jalan longsor pada tiga titik di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan akhirnya mulai dilakukan, Rabu (28/2/2018). Perbaikan jalan di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan itu mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Selain warga setempat, sejumlah personil TNI dan Polri juga ikut mendukung perbaikan ruas jalan longsor akibat banjir bandang tersebut.

Sehari sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyempatkan waktu untuk meninjau lokasi bencana. Saat itu, Sri langsung menjanjikan untuk secepatnya melakukan perbaikan insfrastruktur yang rusak. Baik jalan maupun talud sungai yang longsor dan mengancam rumah warga sekitar.

Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberagung Senin (26/2/2018) mengakibatkan belasan rumah warga rusak. Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor ditiga titik. Kemudian, banjir bandang juga mengakibatkan talud sungai di samping rumah warga longsor cukup parah.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono menyatakan, perbaikan infrastruktur yang rusak di Desa Sumberagung ditargetkan rampung dalam waktu dua hari. Untuk perbaikan kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang itu, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 400 juta.

”Biar penanganan bisa cepat, kita minta dukungan warga dan beberapa pihak untuk gotong royong. Jadi, penanganan kerusakan akibat banjir bandang kita lakukan bersama masyarakat,” katanya.

Subiyono menambahkan, setelah upaya perbaikan, dalam waktu dekat juga akan ada proyek perbaikan ruas jalan Wotgaleh-Sumberagung. Pada tahun ini sudah dialokasikan anggaran untuk perbaikan jalan senilai Rp 1 miliar.

”Seperti disampaikan Ibu Bupati kemarin, alokasi perbaikan jalan di Sumberagung akan jadi prioritas. Direncananakan, sampai tahun 2019, perbaikan ruas jalan rusak di Sumberagung hingga perbatasan Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari bisa tuntas diselesaikan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Eratkan Komunikasi dengan Ponpes di Tahun Politik

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara bersilaturahmi dengan pengurus pondok pesantren di Bumi Kartini, Rabu (28/2/2018). Hal itu untuk menjaga kondusifitas daerah di tahun politik.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah untuk menggiatkan komunikasi antar lini. Baik pemerintah, TNI/Polri dan ulama.

“Kegiatan ini kami lakukan, selain menjalin silaturahmi dengan ulama, kami juga merekatkan komunikasi ditengah gencarnya informasi bohong atau hoax,” kata dia, di Maribu Resto.

Disinggung mengenai eskalasi ujaran kebencian ataupun berita hoax di Jepara, kapolres menyebut belum terdeteksi. Namun demikian, jika ditemukan, kepolisian telah membentuk tim patroli siber.

Dengan komunikasi tersebut, pihaknya mengharapkan dapat melakukan pencegahan terhadap masalah yang mungkin timbul. Selain itu, dirinya berharap agar pada tahun politik 2018 agar dapat menangkal perpecahan.

Dwi Riyanto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jepara mengatakan, masyarakat harus ikut serta dalam menjaga kondusifitas. Diantaranya menggiatkan kembali siskamling.

“Giatkan lagi kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan setiap ada tamu yang bermalam hendaklah melaporkan pada pengurus RT setempat,” ujarnya.

Ketua MUI Jepara Mashudi mengatakan, Pesantren merupakan garda penjaga umat. “Rusaknya rakyat karena pejabat, rusaknya pejabat disebabkan rusaknya ulama. Karena itu, ulama jangan sampai mencintai harta dan jabatan berlebihan,” ujarnya menyitir perkataan Imam Ghozali.

Editor: Supriyadi

Pencarian Korban Longsor Salem Hari Ini Ditutup, Masih Ada yang Belum Ketemu

MuriaNewsCom, Brebes – Proses pencarian korban longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Rabu (28/2/2018) hari ini menjadi hari terakhir. Hingga saat ini masih ada tujuh orang yang dilaporkan hilang belum ketemu.

Proses pencarian di hari terakhir dipusatkan di sektor 1 yang agak jauh dari pusat longsor, dengan jumlah personel sekitar 150 orang. Tujuh orang yang belum ditemukan yakni Marsui, Suwirso, Haryanto, Wastim Wahyu, Rustam Rusyadi, Sujono, dan Darsip.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Noer Isrodin menyebut dalam proses pencarian di hari terakhir ini terhambat oleh kontur tanah yang lembek serta jumlah personel yang semakin berkurang.

Saat ini menurut dia, tim evakuasi hanya tersisa 150 orang. Sementara personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pembersihan wilayah terdampak longsor. Sehingga proses pencarian difokuskan di sektor 1.

“Untuk sektor 2,3 dan 4 sudah ditutup, bahkan sejak beberapa hari lalu. Karena kemungkinan korban sudah terbawa aliran sungai atau lumpur ke sektor 1 (bawah),” katanya pada wartawan, Rabu (28/2/2018).

Ia juga mengakui pencarian di hari terakhir ini sudah tidak evektif. Terlebih dengan minimnya jumlah personel tim evakuasi.

Selain jumlah personel yang sedikit, kondisi medan juga menyulitkan petugas pencarian yang terjun ke lokasi longsor. Berbeda dengan longsor Banjarnegara, kondisi tanah di Salem termasuk lembek dan berlumpur.

“Kalau di Salem ini lembek dan lumpur. Di sektor 1 saja, areal sawah berupa lumpur bisa setinggi paha. Itu kan susah untuk bergerak. Beda dengan kontur tanah di Banjarnegara yang keras dan mudah untuk pencarian,” ungkap Noer Isrodin.

Selain tujuh korban yang belum ditemukan, longsor di daerah Salem ini juga menyebabkan 11 orang meninggal dunia (sudah dievakuasi) dan 18 orang mengalami luka-luka.

Menteri Sosial, Idrus Marham, Selasa (27/2/2018) kemarin juga mendatangi lokasi longsor. Ia menyatakan diperintah Presiden untuk memastikan korban longsor terurus dengan baik.

“Saya kesini memastikan anak bangsa korban longsor terurus. Harus diurusi makannya, tempat tinggalnya, yang luka-luka harus diurusi,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Pelajar di Grobogan Berebut Juara di Ajang Popda SMP/SMA Tingkat Kabupaten

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan pelajar berebut gelar juara di ajang Popda SMP/SMA tingkat Kabupaten Grobogan. Dalam even tahunan ini ada 14 cabor yang dipertandingkan. Yakni, sepak bola, bola voli, basket, tenis meja, atletik, sepak takraw, senam, panahan, pencak silat, karate, tenis lapangan, renang, bulutangkis dan taekwondo.

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Agus Sumarsana menyatakan, even Popda SMP/SMA sudah dimulai sejak Minggu (25/2/2018). Pelaksanaan Popda dijadwalkan berlangsung hingga Jumat lusa.

”Ada ratusan pelajar dari berbagai sekolah yang ambil bagian dalam even ini. Untuk cabor yang dipertandingkan ada 14,” katanya, Rabu (28/2/2018).

Mengingat banyaknya cabor yang dipertandingkan, ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat menggelar pertandingan Popda SMP/SMA tersebut. Antara lain, di Gedung Wisuda Budaya, GOR Simpanglima, Stadion Krida Bakti, kolam renang Ayodya, lapangan basket SMPN 1 Purwodadi, dan lapangan tenis meja Kelenteng Purwodadi. Sedangkan untuk cabor senam dilangsungkan di SDN 2 Karangasem, Kecamatan Wirosari.

”Para juara dalam Popda ini nantinya akan mewakili Kabupaten Grobogan dalam Popda tingkat eks-Karesidenan Semarang yang rencananya dilangsungkan bulan Maret,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Borobudur Lebih Menguntungkan Bagi Yogyakarta, Begini Tanggapan DPRD Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Keberadaan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, seharusnya bisa menjadi hal yang menguntungkan bagi Provinsi Jateng. Namun selama ini yang lebih banyak mendapatkan hasil secara maksimal dari candi tersebut justru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pasalnya, kebanyakan turis yang datang ke Candi Borobudur lebih memilih menginap dan menghabiskan waktunya di Yogyakarta.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyayangkan kondisi ini. Ia mendesak Pemprov Jateng dan Pemkab Magelang mampu memaksimalkan potensi Candi Borobudur.

“Pemerintah daerah harus bisa mendorong masyarakatnya agar bisa memaksimalkan potensi borobudur itu. Sangat disayangkan, jika potensi ini justru dimanfaatkan daerah lain,” katanya.

Menurut Rukma, potensi pariwisata Borobudur ini perlu dikembangkan, sehingga perekonomian masyarakat Magelang ikut terangkat. Untuk itu, Pemkab Magelang perlu memperhatikan dan mengembang infrastruktur pendukung, sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi daerah.

“Kesiapan infrastruktur akses menuju objek wisata perlu diperhatikan. Persoalan itu sangat menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah. Semua itu butuh perencanaan matang dari dinas terkait. Potensi wisata bisa dioptimalkan dengan dukungan infrastruktur yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Magelang Tavip Supriyanto mengatakan pemkab melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan secara bertahap telah mengembangkan sektor wisata dan kesenian. Hal itu bisa dilihat dari peran serta masyarakat dalam event kesenian tingkat nasional.

“Kami tetap berupaya agar potensi-potensi tersebut bisa dikelola optimal dan mampu memberikan pendapatan untuk daerah,” kata Tavip.

Editor : Ali Muntoha

Tiba Dini Hari, Jenazah TKI Grobogan yang Meninggal di Malaysia Langsung Dimakamkan

MuriaNewsCom, GroboganHarapan pihak keluarga agar jenazah Ika Ratna Desi Oktavia, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Desa Taruman, Kecamatan Klambu, akhirnya terpenuhi. Setelah proses administrasi rampung, jenazah TKI berusia 20 tahun itu akhirnya bisa dipulangkan ke kampung halamannya, Rabu (28/2/2018) dini hari.

Jenazah Ika yang dibawa pulang menggunakan mobil ambulans warna silver milik RS Sedyo Rahayu Yogkakarta tiba di rumah duka sekitar pukul 00.10 WIB. Isak tangis langsung terdengar begitu jenazah Ika yang sudah dikemas dalam peti kayu diturunkan dari mobil ambulans. Kedua orang tua serta adik TKI yang baru bekerja sekitar setahun itu sudah meninggal.

Setelah disemayamkan di rumah duka, dilanjutkan proses penyerahan jenazah pada pihak keluarga. Penyerahan jenazah dilakukan petugas dari BP3TKI Jateng didampingi pegawai Disnakertrans Grobogan serta perwakilan biro jasa yang menyalurkan Ika bekerja ke Malaysia. Usai penyerahan, jenazah Ika langsung dimakamkan dipemakaman umum desa setempat.

”Alhamdulillah, proses pemulangan jenazah TKI atas nama Ika Ratna Desi Oktavia dari Malaysia berjalan lancar. Pemulangan jenazah dilakukan dengan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta dan berlanjut ke Jogjakarta. Dari Jogja, jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dengan ambulans.,” kata Kepala Disnakertran Grobogan Nurwanto.

Nurwanto menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat tertanggal Minggu (25/2/2018) kemarin.  Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC pada hari Sabtu (24/2/2018) pukul 15.05 waktu setempat di RS Sultanah Aminah Johor Baru, Malaysia.

”Setelah proses pemulangan dan pemakaman selesai, kami akan membantu mengupayakan agar semua hak-hak TKI itu bisa dipenuhi dan diserahkan pada pihak keluarga,” katanya.

Editor: Supriyadi

Aneka Produk Kerajinan dari 10 Provinsi Semarakkan Dekranasda Blora Expo 2018

MuriaNewsCom, BloraBerbagai kerajinan yang dihasilkan Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa disaksikan dalam even Dekranasda Blora Expo (DBE) 2018 yang dilangsungkan di komplek GOR Mustika Blora. Aven DBE 2018 yang akan berlangsung hingga 4 Maret mendatang, secara resmi dibuka Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (27/2/2018) kemarin.

Ketua Dekranasda Blora Umi Kulsum menyatakan, selain memperingati HUT Dekranas, even DBE 2018 juga digelar untuk mengenalkan berbagai potensi produk kerajinan Usaha Kecil Menangah (UKM) yang ada di Blora dan luar daerah.

”Untuk mengenalkan produk kerajinan UKM, kami membuka 100 stan terdiri 65 indor dan 35 outdor. Peserta yang ikut dari 10 Provinsi dan 20 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sedangkan acara tambahan akn dilangsungkan jalan sehat gratis dengan disediakan 10.000 tiket yang akan dilaksanakan Jumat 2 maret. Kemudian, pentas seni dan lomba cipta souvenir ciri khas Blora, bhakti sosial donor darah dan sosialisasi karies gigi PDGI Jateng dan Blora.

”Kami undang semua pelaku UKM yang ada di Blora agar mereka berlatih berani tampil dalam pameran. Sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Akhirnya sektor ekonomi mereka akan tumbuh positif. Ini yang kita harapkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi digelarnya DBE 2018. Menurutnya, even ini dinilai merupakan salah satu langkah jitu untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Dengan adanya pameran seperti ini maka produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku UKM akan semakin dikenal luas dan banyak menarik konsumen. Akibatnya permintaan produk kerajinan akan meningkat, dan bisa menyerap tenaga kerja,” cetusnya.

Menurut Djoko, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora saat ini sangat dipengaruhi sektor pertanian dan perdagangan. Sedangkan migas masih kecil porsinya dalam APBD. Khusus untuk perdagangan, berasal dari produk-produk UKM yang berasal dari masyarakat.

Ia menegaskan, kondisi di Blora saat ini belum ada industri besar yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Dengan kondisi ini, Pemkab sangat mendukung adanya pengembangan UKM, salah satunya dengan mengadakan pameran seperti ini.

Editor: Supriyadi

Nah Lho! Jalan Dibiarkan Rusak Pemerintah Bisa Dipidana

MuriaNewsCom, Semarang – Kerusakan jalan seolah menjadi hal yang lumrah terjadi setiap musim hujan. Namun kadangkala, kerusakan jalan itu tak langsung ditangani dan bahkan hingga dalam waktu yang sangat lama.

Akibatnya, kerusakan jalan sering mengganggu aktivitas warga, bahkan kerap memicu kecelakaan. Masyarakat biasanya hanya pasrah dan mengeluh. Padahal yang belum banyak diketahui, masyarakat sebenarnya bisa melakukan langkah hukum.

Bahkan pemerintah bisa terkena jeratan pidana jika sengaja membiarkan jalan tetap rusak. Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranoto Semarang, Djoko Setijowarno menyebut, sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Linta dan Angkutan Jalan, pemerintah mempunyai kewajiban untuk langsung memperbaiki kerusakan jalan.

“Aparat Kementerian PUPR atau Dinas Bina Marga/Dinas PU di daerah sesuai kewenangan, masih banyak yang tidak memahami akan jeratan hukum akan mengenai mereka, jika membiarkan jalan rusak tanpa dilakukan perbaikan segera,” katanya dilansir Metrojateng.com, Rabu (28/2/2018).

Ia menyebut, dalam pasal 24 ayat 1 undang undang tersebut secara tegas dijelaskan, penyelenggara wajib segara dan patut memperbaiki kerusakan jalan yang dapat memicu kecelakaan. Namun selama ini yang sering jadi alasan adalah masalah cuaca dan anggaran.

Menurutnya, jika kondisi cuaca dan keterbatasan anggaran, ada langkah yang harus dilakukan pemerintah. Yakni memberikan peringatan kepada pengguna jalan untuk lebih waspada dan berhati-hati.

”Ini sesuai pasal 24 ayat 1. Jika belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Begitu juga dengan pasal 273 juga menyebut sanksi terhadap pembiaran kerusakan jalan ini. Jika kerusakan jalan mengakibatkan kecelakaan dan menimbulkan korban ringan, penyelenggara jalan bisa dipidana kurungan paling lama enam bulan atau denda maksimal Rp 12 juta.

Sementara jika mengakibatkan luka berat, bisa dipidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Jika korban meninggal dunia, dapat dipidana penjara hingga 5 tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta.

Sementara, jika penyelenggaran jalan tidak memberi tanda atau rambu pada jalan rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana kurungan penjara hingga 6 bulan atau dendan bayar maksimal Rp 1,5 juta.

Editor : Ali Muntoha

Maling Ini Berani Embat Motor di Depan Kantor Polisi Lalu Diposting di Facebook

MuriaNewsCom, Salatiga – Pelaku pencurian kendaraan bermotor sudah berani terang-terangan dalam beraksi. Tak hanya menjalankan aksinya di tempat sepi, mereka juga berani di tempat ramai, bahkan di depan kantor polisi.

Seperti yang dilakukan T (31), warga Kramat Selatan, Magelang ini. Ia nekat membawa kabur sepeda motor di depan kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga. Bahkan ia juga berani terang-terangan menjual motor hasil curiannya itu dengan memposting di Facebook.

Tak hanya di tempat ini saja, T juga diketahui telah beraksi di 21 lokasi. Sebagian besar berada di Kota Salatga dan Kabupaten Semarang. Dan petualangan jahat T harus berhenti setelah dibekuk jajaran Resmob Polres Salatiga.

Ia dibekuk di teras masjid di kawasan Ise-isep Salatiga, Senin (26/2/2018) sore. Saat dibekuk, pelaku sudah tak bisa berkilah lagi. Ia pun mengakui semua perbuatannya.

Pengakuannya selain di depan Kantor Satlantas, ia juga melakukan aksi di depan Salon Jetis, Lapangan Pancasila, depan Wonder, Pasar Blauran, Pasar Pagi. Modusnya dengan berkeliling mencari motor yang kunci kontaknya tertinggal.

”Barang saya posting di Facebook untuk ditawarkan. Jika sudah ada calon pembli langsung COD. Motor saya jual antara Rp 2-3 juta,” akunya kepada polisi.

Dari hasil penangkapan pelaku, tim Resmob juga berhasil mengamankan 10 motor hasil curian. Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Wakapolres Salatiga Kompol Kristanto Budi mengatakan, motif pelaku melakukan aksi pencurian karena maslah ekonomi.

“Dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan kesempatan untuk mengambil barang curiannya, karena rata-rata yang diambil tertinggal kunci kontaknya,” katanya dalam gelar kasus, kemarin.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati, terutama jangan meninggalkan kunci kontak tergantung di motor. Selain itu, warga yang merasa kehilangan sepeda motor bisa menghubungi Satreskrim Polres Salatiga.

“Yang merasa kehilangan sepeda motornya bisa konfirmasi ke Satuan Reskrim Polres Salatiga, dengan membawa bukti kepemilikan sepeda motor yang hilang,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Rumah Warga Lemahputih Grobogan Terendam Banjir

MuriaNewsCom, Grobogan – Bencana banjir terjadi lagi di wilayah Grobogan, Selasa (27/2/2018). Kali ini, bencana banjir melanda Desa Lemahputih, Kecamatan Brati. Sehari sebelumnya, bencana banjir bandang sempat menerjang beberapa desa di sejumlah kecamatan.

“Banjir mulai melanda Desa Lemahputih sejak pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sampai saat ini, airnya belum surut, bahkan tambah naik,” kata Kades Lemahputih Hartoyo.

Banjir di Desa Lemahputih mulai terpantau sejak pukul 08.00 WIB. Saat itu, kondisi air sebagian besar masih menggenangi areal sawah.

Dalam beberapa jam, debit air terus bertambah hingga menggenangi jalan antar dusun maupun antar desa. Bahkan, hingga lewat tengah hari, luapan air mulai memasuki sejumlah rumah penduduk di Dusun Lemahputih dan Dusun Mlakas.

“Dari pendataan sementara, ada sekitar 150 rumah yang tergenang air. Ketinggian air yang masuk rumah sekitar 30-70 centimeter. Wilayah yang terdampak banjir ada di dua dusun,” jelasnya.

Ia menyatakan, banjir yang melanda Desa Lemahputih disebabkan limpahan air dari wilayah Kecamatan Grobogan. Selain itu, banjir juga dimungkinkan karena kondisi sungai Lusi saat ini penuh sehingga air dari anakan sungai tertahan.

“Ini, kami masih terus melakukan pemantauan lapangan. Kita juga sudah koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Mudah-mudahan, hari ini tidak turun hujan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Camat Jekulo Tepis Anggapan Unsur Politis saat Berfoto Bareng Cawabup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti berkilah fotonya bersama habib dan Cawabup Noor Yasin, merupakan doa bersama bagi pemenangan calon tersebut. Dirinya mengatakan, saat itu hanya berdoa bersama tanpa embel-embel politik.

“Itu doa biasa yang dilakukan para habib ketika akan naik panggung untuk pengajian. Kami kebetulan berada di tempat yang sama, dia (Yasin) juga undangan, bagaimana sih kalau orang mau ketemu sama Habib, kan salaman,” ucapnya, setelah diklarifikasi oleh Panwaskab Kudus, Selasa (27/2/2018) siang.

Menurutnya, foto di dunia maya yang tersebar diberikan caption yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dirinya menyebut, si penyebar foto yakni Cak Narto (Sunarto) tidak hadir di tempat.

“Dia (Cak Narto) tidak ada di tempat saat itu,” ungkapnya.

Disinggung apakah dirinya akan menuntut si penyebar foto, Yusie mengaku tak akan memperpanjang permasalahan. Dirinya mengaku sudah mengenal baik sosok Sunarto.

“Tidak menggugat, kita masih berteman baik (Sunarto). Masyarakat akan tahu sendiri,” jawabnya.

Menurutnya, saat itu aula Kecamatan dipinjam untuk kegiatan pengajian. Selain itu Yusie mengaku tak mengetahui terkait kedatangan Noor Yasin.

“Saya di situ diundang oleh panitia. Saya tak tahu juga yang datang ‎ada Pak Yasin. Wong itu yang ngurusi panitia bukan saya,” ucap dia.

Sementara itu, saat MuriaNewsCom mencoba mengklarifikasi hal itu pada Sunarto, yang bersangkutan enggan memberi tanggapan. Dirinya mengaku sedang berada di luar kota.

Ketemu neng ndarat wae, aja telpon aku lagi neng luar kota (ketemu langsung saja, saya sedang diluar kota),” ucapnya singkat, kemudian menutup sambungan telepon.

Sementara itu, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan mengatakan, jika terbukti ada pelanggaran maka pihaknya akan menindak sesuai peraturan. Dirinya akan memberikan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (K ASN) dan atasan dari yang bersangkutan langsung.

“Untuk hasil tadi masih kajian kami cuma, sekilas kedatangan cawabup tak ada unsur pelanggaran, tapi masih dalam kajian. Rencana tim penyelenggara kegiatan juga akan kami panggil,” tutur dia.

Menurutnya, ia memanggil lima kades dan satu camat. Namun demikian, jika benar terbukti, pihaknya akan mengkaji masuk pelanggaran atau tidak.

“Untuk Kades di UU 10 ada kategori pidana, minimal sebulan maksimal enam bulan. Sedangkan untuk ASN (pegawai negeri sipil) sudah jelas diatur dalam PP 53, nanti (pemberian sanksi) akan kita rekomendasikan kepada K ASN,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, akun Cak Narto menyebarkan foto Yusie bersama habib dan Cawabup Noor Yasin, terlihat sedang berdoa. Dalam captionnya, Cak Narto menulis, “CAWABUP Pak Noor Yasin Doa Pemenangan Bersama Dg Camat Jekulo Kades Pladen Hadipolo Bulung Cangkring, Honggosoco dan Jekulo di Ruang Kerja Camat Jekulo Sederek,” tulisnya.

Editor : Supriyadi

Tinjau Lokasi Bencana di Desa Sumberagung, Bupati Grobogan Terkenang Masa Lalu

MuriaNewsCom, Grobogan – Kerusakan infrastruktur di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan akibat banjir bandang Senin kemarin bakal segera ditangani. Hal itu dijanjikan langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau lokasi bencana, Selasa (27/2/2018).

”Musibah yang terjadi tidak bisa diprediksi datangnya. Nanti, kerusakan infrastruktur akan kita tangani. Besok, kita minta DPUPR untuk langsung melakukan penanganan. Tolong masyarakat juga ikut dikerahkan kerja bakti biar proses penanganan cepat rampung,” tegasnya.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono yang ikut mendampingi bupati saat melihat lokasi bencana, langsung menegaskan kesiapannya untuk segera memperbaiki kerusakan infrastruktur tersebut. Kemudian, jajaran Muspika Kecamatan Ngaringan dan Kades Sumberagung Rusno juga siap mendukung perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi sehari sebelumnya itu.

Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberagung yang wilayahnya berbatasan dengan Kecamatan Todanan, Blora itu mengakibatkan belasan rumah warga rusak. Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor ditiga titik. Kemudian, banjir bandang juga mengakibatkan talud sungai disamping rumah warga longsor cukup parah.

”Penanganan kerusakan yang terkait infrastruktur kita prioritaskan dulu. Untuk bantuan korban bencana, nanti dari BPBD dan Dinas Sosial,” sambung Sri.

Usai melihat lokasi bencana, Sri dan rombongan sempat mampir di Balaidesa Sumberagung. Di tempat itu kebetulan masih ada puluhan warga yang baru saja selesai melaksanakan musyawarah desa untuk perencanaan pembangunan tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat bercerita jika kedatangannya ke Desa Sumberagung membuatnya terkenang masa lalu. Ceritanya, saat remaja dulu, Sri sering tinggal di rumah kakaknya yang waktu itu masih jadi guru di SD Sumberagung. Hampir setiap libur sekolah, Sri dan adik serta beberapa keponakannya selalu menginap di Sumberagung selama beberapa hari.

”Dulu kalau kesini saya jalan kaki dari jalan raya Purwodadi-Blora ke Sumberagung yang jauhnya sekitar 9 km. Waktu itu, jalannya masih jelek dan suasananya agak seram karena kawasan hutan sekitar sini pohonnya besar-besar,” katanya.

Selama tinggal di Sumberagung, Sri menyatakan, belum pernah terjadi banjir di desa tersebut. Oleh sebab itu, ia sempat merasa kaget ketika mendapat laporan adanya banjir bandang di Sumberagung yang menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur.

”Saya belum pernah menjumpai banjir bandang di sini. Barangkali, lingkungan alam yang berubah, menjadi salah satu penyebab banjir di sini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Polres Grobogan dan Tokoh Agama Satukan Persepsi dalam Jaga Kamtibmas

MuriaNewsCom, GroboganAcara Focus Group Discussion (FGD) digelar Polres Grobogan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, Selasa (27/2/2018). Tema utama dalam FGD tersebut ada;ah membahas persoalan kamtibmas, dan menciptakan toleransi antar-umat beragama.

”Kita mengundang para pemuka agama mendiskusikan toleransi antar-umat beragama. Selain itu, kita ingin menyatukan persepsi dalam menjaga Kamtibmas,” kata Wakapolres  Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa usai membuka acara FGD.

Forum diskusi dengan FKUB merupakan saluran komunikasi antar-para pemuka agama sekaligus menyatukan pandangan guna mengantisipasi munculnya gangguan keamanan yang berkaitan dengan isu suku, agama, dan ras (sara).

”Kita ingin kerukunan antar-umat beragama di wilayah hukum Polres Grobogan tetap terjaga dengan baik tanpa adanya gangguan serta provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dengan adanya FGD itu, diharapkan dapat meredam sekaligus mendeteksi munculnya potensi konflik antar umat beragama, karena sejatinya para pemuka agama akan menyampaikan ajakan dan pesan damai kepada masing-masing umatnya.

Ia juga mengajak para pemuka agama yang tergabung dalam forum diskusi FKUB terkait penyelenggaraan Pilkada serentak 27 Juni 2018 untuk secara bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat.

”Dengan semakin dekatnya waktu penyelenggaraan Pilkada kita meminta kepada seluruh umat beragama untuk ikut menciptakan keamanan karena keamanan merupakan kebutuhan kita bersama,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sri Sumarni Ajak Kaum Perempuan di Grobogan Bangkit dan Berprestasi di Dunia Politik

MuriaNewsCom, GroboganBupati Grobogan Sri Sumarni meminta kaum perempuan untuk bangkit dan bisa meraih prestasi. Salah satunya, bisa dilakukan dengan berkiprah dalam kancah politik.

Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat membuka Seminar Peningkatan Partisipasi Politik Bagi Perempuan Jelang Pilkada 2018 dan Pileg 2019 yang dilangsungkan di gedung Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (27/2/2018).

”Perempuan bisa meraih prestasi seperti kaum laki-laki dalam berbagai bidang. Termasuk dalam bidang politik juga terbuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk menunjukkan kapasitasnya,” katanya.

Seminar yang diselenggarakan DP3AKB Grobogan diikuti puluhan anggota organisasi kewanitaan, tim PKK dan sejumlah pihak terkait lainnya. Seminar menghadirkan Ketua KPPI Jateng Diyah Woro Hasmini selaku narasumber.

Dihadapan peserta seminar Sri Sumarni menegaskan bahwa dirinya sudah bisa membuktikan. Yakni, namanya sebagai perempuan pertama yang bisa menjabat jadi Bupati Grobogan. Sebelumnya, ia juga sudah merasakan jabatan sebagai Ketua DPRD Grobogan.

”Pencapaian ini memang tidak mudah dicapai. Tetapi, butuh perjuangan dan kerja keras serta dukungan dari banyak pihak. Jadi pada intinya, jika kita mau berupaya sungguh-sungguh maka kesempatan meraih prestasi dan cita-cita pasti bisa terlaksana,” tegasnya.

Sri menegaskan, partisipasi perempuan dalam bidang politik sampai saat ini masih menghadapi berbagai kendala. Baik dari dalam diri perempuan itu sendiri maupun adanya pemahaman yang keliru tentang politik yang di pandang sebagai hal yang kasar, kotor dan keras. Selain itu ada hambatan dari luar seperti berbagai norma kultural dan struktural yang tidak menguntungkan perempuan.

”Perlu kita ketahui bersama bahwa dunia politik bukan hanya menjadi milik kaum laki-laki dan sebenarnya bukan hanya merupakan ajang perebutan kekuasaan. Dunia politik juga mempunyai misi memperjuangkan, melindungi dan menjamin hak-hak masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan pemberdayaan perempuan masih banyak peluang dan kesempatan di Kabupaten ini yang membutuhkan keterwakilan perempuan, dalam bidang politik maupun sebagai pengambil keputusan serta dalam jabatan publik lainnya. Sebagai contoh di Kabupaten Grobogan  anggota legislatif baru ada 7 orang perempuan dari 50 anggota legislatif, Kepala OPD 1 orang, Camat 1 orang.

Dalam kesempatan itu, Sri juga berpesan agar kepada para perempuan agar tidak lupa tugasnya dalam membina keluarga. Menurutnya, meski punya banyak kesibukan kerja atau usaha namun perhatian terhadap keluarga jangan sampai terabaikan.

”Saat ini, kesibukan orang tua menjadikan komunikasi dengan anak ini berkurang bahkan menghilang. Untuk itu, orang tua harus memberi waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Keluarga yang harmonis ini juga salah satu sarana untuk menjadikan anak-anak menjadi orang hebat dikemudian hari,” pesannya.

Editor: Supriyadi

Sudirman Said Marah Warga Jateng Disebut Nrimo Jadi Orang Miskin

MuriaNewsCom, Slawi – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku programnya untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng dari 12,23 persen menjadi 6 persen banyak dicibir dan dianggap tak laku. Penyebabnya, karena warga di Jateng dianggap sudah ’nrimo’ (pasarah) dengan kemiskinan.

Akan tetapi mantan Menteri ESDM itu menyebut tak percaya dengan anggapan tersebut. Menurut dia, warga Jateng bukanlah tipikal orang yang ’nrimo’ atau pasrah pada nasib, apalagi pada kemiskinan.

“Program saya untuk mengentaskan rakyat Jateng dari kemiskinan katanya tidak akan laku. Karena masyarakatnya sudah nrimo dengan kemiskinan. Saya marah ada yang beranggapan rakyat Jateng nrimo, pasrah dengan kemiskinan. Ini  sama saja mengatakan masyarakat Jateng tidak mau berubah menjadi lebih baik, lebih sejahtera,” ujar dia.

Ini dikatakan Sudirman Said saat berbicara pada acara tatap muka antara kader PAN Kabupaten Tegal dengan cagub Jateng dan Calon Bupati Tegal, Enthus Susmono, Selasa (28/2/2018) di Slawi, Kabupaten Tegal.

Ia menyebut, warga Jateng adalah orang yang selalu menginginkan perbaikan, ingin maju. Tidak mau terkukung dengan kemiskinan.

Karena itu dia optimistis program mengurangi angka kemiskinan Jateng dari 12,23 persen menjadi enam persen dalam lima tahun akan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Karena program itu akan mengentaskan warga Jateng dari kemiskinan secara signifikan.

Salah satu program yang akan dijalankan guna untuk mengentaskan kemiskinan adalah penciptaan lima juta lapangan kerja. Sudirman menyebut alasan mengapa mematok angka 5 juta lapangan pekerjaan ini.

“Jumlah penduduk miskin Jateng sekarang sekita 4,5 juta. Jadi lapangan kerja yang tersedia harus melebihi jumlah itu. Agar penurunan angka kemiskinan dapat dilakukan secara signifikan,” imbuh Dirman.

Program lain yang akan dijalankan adalah menciptakan pemerintahan yang bersih. Dengan aparat yang bersih, yang bekerja semata untuk melayani rakyat, Sudirman yakin angka kemiskinan akan turun drastis. Karena seluruh potensi dan program yang ada ditujukan semata untuk mensejahterakan rakyat. “Jadi tidak akan ada anggaran yang ditekuk atau dikorupsi,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Foto Bareng Cawabup Tersebar di Facebook, Camat Jekulo Dipanggil Panwaskab Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti dipanggil Panwas Kabupaten Kudus, terkait fotonya bersama habib dan calon wabup Noor Yasin, menyebar di dunia maya. Di dalam foto, yang diunggah akun Cak Narto, ia terlihat tengah menengadahkan tangan, dalam sebuah ruangan bersama Noor Yasin dan dua orang lain.

Pada unggahannya di Faceebook, Senin (26/2/2018), Cak Narto memberikan caption berbau kampanye. “CAWABUP Pak Noor Yasin Doa Pemenangan Bersama Dg Camat Jekulo Kades Pladen Hadipolo Bulung Cangkring, Honggosoco dan Jekulo di Ruang Kerja Camat Jekulo Sederek,” tulisnya.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan langsung memanggil pihak-pihak terkait. Pada Selasa siang (27/2/2018) orang yang ada dalam unggahan tersebut, dipanggil dan datang memenuhi panggilan.

“Kami mengetahui terkait hal itu (unggahan di medsos) pada Senin malam. Kemudian pagi tadi kami melayangkan panggilan, kepada yang tersebut di unggahan facebook Cak Narto,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, hari ini adalah hari terakhir klarifikasi, sebab pihaknya diberikan waktu tujuh hari untuk menindak. Adapun, pengajian tersebut terjadi pada Selasa (20/2/2018).

“Pengunggahnya (Cak Narto) pun kami undang tapi tak hadir karena ada tugas di luar kota,” sebutnya.

Foto Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti beredar luas di Facebook dan menimbulkan pertanyaan publik. (MuriaNewsCom)

Camat Jekulo Yusie akhirnya menampakan diri, pada pukul 13.15 WIB Selasa siang. Kepada pewarta, ia menampik segala yang tertulis di laman tersebut.

Ia mengakui yang ada di foto tersebut adalah dirinya. Namun ia berkilah, adanya upaya pemenangan terhadap seorang paslon.

“Itu acaranya pengajian, di Masjid Al Munawaroh, yang ada di samping kantor kecamatan. Sebelum acara, panitia acara sudah memberitahukan akan meminjam aula kecamatan untuk transit tamu VIP. Saya di situ juga diundang, dan saya tak tahu kalau ada Pak Yasin yang diundang,” kilahnya.

Dirinya menyebut, pose yang diunggah di facebook Cak Narto memang sedang berdoa. Namun bukan untuk pemenangan Yasin.

“Lha sebelum naik panggung, Habib kan berdoa dulu untuk mendoakan supaya acara berlangsung lancar. Itu saja, tidak ada hal yang seperti terungkapkan di foto,” jelasnya.

Yusie menyebut, banyak sekali orang yang ingin berfoto bersama tokoh kyai dan habib yang ada disitu. Namun demikian, hanya foto dirinya yang menjadi obyek dan disebarluaskan.

Hasil penelusuran MuriaNewsCom, sosok akun Facebook atas nama Cak Narto adalah Sunarto. Ia tercatat sebagai anggota DPRD Kudus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Editor: Supriyadi

Dua Pelajar Pembunuh Sopir Taksi Online di Semarang Dihukum 9 dan 10 Tahun

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus pembunuhan sadis Deny Stiawan, sopir taksi online di Semarang yang dilakukan dua pelajar SMK menemui babak akhir. Dua pelaku pembunuhan yakni DR dan IBR divonis hukuman 9 dan 10 tahun kurungan penjara.

Vonis dijatuhkan hakim tunggal Sigit Harianto, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (27/2/2019). Hakim menjatuhi vonis pelaku yang masih berumur 15 tahun itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Yakni DR dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara, sementara IBR divonis 10 tahun kurungan penjara. Hakim menyatakan, dua terdakwa terbukti melakukan perencanaan pembunuhan. ” “Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan sengaja,” kata Sigit dilansir Antarajateng.com.

Terdakwa IB mendapatkan vonis yang lebih tinggi, karena dinilai sebagai inisiator aksi pembunuhan. Yakni IBR mengajak DR mencari pengganti uang sekolah sebesar Rp 510 ribu yang sudah selama tiga bulan belum dibayarkan.

Keduanya kemudian merencanakan tindak pidana untuk membegal sopir taksi online. Korban dipilih lantaranan dinilai mudah dieksekusi.

Adapun perencanaan yang dilakukan terdakwa antara lain, IBR menyiapkan pisau sepanjang 40 cm sebelum beraksi. Menurut hakim, kedunya juga sudah menyiapkan posisi duduknya di dalam mobil.

Terdakwa DR sengaja duduk di sebelah kiri korban, sementara IBR duduk di kursi tengah mobil, di belakang korban. Terdakwa DR berperan mengajak korban mengobrol, adapun IBR merupakan pelaku yang menghunuskan pisau ke leher korban.

“Terdakwa juga sengaja membayar ongkos taksi Rp 22 ribu, kurang dari yang seharusnya,” ujarnya.

Baca : 2 Siswa SMK di Semarang Begal dan Gorok Sopir Taksi Online, Alasannya Buat Bayar SPP

Terdakwa berpura-pura mengajak korban untuk mencari rumah bibinya dengan alasan untuk meminta tambahan uang untuk membayar ongkos taksi sebesar Rp 44 ribu.

Korban kemudian dieksekusi di Jalan Cendana Selatan IV, Tembalang, Kota Semarang. Dua telepon seluler dan mobil milik korban dibawa kabur oleh pelaku. Mobil itu direncanakan dijual setelah kondisi aman.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun penuntut umum sama-sama menyatakan pikir-pikir. Selanjutnya, kedua terdakwa yang masih di bawah umum tersebut akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo.

Editor : Ali Muntoha